Guardian Angel (Chapter 4)

guardian-angel-2

Guardian Angel [Fourth]

Baekhyun & Taeyeon – PG15

Romance, Angst, AU

yui’s storyline

Disclaimer : no siders or copycat and bashing­. Plot is pure mine.

Chapter 1Chapter 2Chapter 3

+++

“Takdir akan menuggu kita”

 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Setelah pria itu menyambut uluran tangan Taeyeon, ia pun duduk di sebelahnya. “Apa  kau jogging setiap minggu?” tanya pria itu. Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Tidak. Jika aku sempat jogging, maka aku akan jogging” jawab Taeyeon.

Entah mengapa pria tersebut senang apabila berada di dekat Taeyeon. Sebenarnya, pria itu –Kim Joon Myun. Sebut saja, Suho, nama panggilannya.Ia telah lama menyukai Taeyeon. Tapi, ia tidak berani mendekati gadis tersebut, hanya karena malu. Kira kira kurang lebih hampir dua tahun Suho menyukai Taeyeon. Namun, Taeyeon tidak menyadarinya sampai sekarang, dan baru kali inilah mereka bertatap muka dan berbicara.

“Ehm .. Suho-ssi?” tanya Taeyeon

“Panggil saja aku Suho, Taeyeon-ah. Kupikir kita dapat menjadi teman” ujar Suho

“Ah .. Suho-ah. Apa kau mahasiswa Kyunghee?” tanya Taeyeon

“Jadi, kau benar-benar tidak mengenaliku?” seru Suho kaget. “Tapi, jika kupikir-pikir kau cukup pendiam jika di kampus” ujar Suho

Taeyeon hanya tersenyum tipis. “Aku mahasiswa Kyunghee jurusan psikologi, sama sepertimu. Hanya saja aku telah semester 5” jelas Suho. Taeyeon pun mendengarnya dengan seksama. “Aku seorang pianis di band kampus, EXO. Apa kau tidak tahu?” tanya Suho

Taeyeon hanya menggeleng.  “Sebenarnya aku telah lama mengenalmu, hanya saja, aku malu untuk hanya sekedar berkenalan denganmu” ujar Suho. Taeyeon menatap Suho, “Nde?”

“Sepertinya, kau gadis yang pemalu. Tidak seperti sahabat-sahabatmu itu, Yoona dan Yuri” goda Suho.

“Kau mengenal mereka?” tanya Taeyeon

“Tentu saja, Yoona kan seorang penulis dan Yuri seorang model” jawab Suho

Taeyeon merutuki dirinya sendiri. Inilah sebabnya ia tidak terlalu bergaul dengan lingkungan kampus, ia hanya belajar kerja makan tidur belajar. Itu terus yang menjadi rutinitas hidupnya.

“Aku terkesan seperti gadis kempungan” ujar Taeyeon sedih.

“Tentu saja tidak, kau adalah gadis yang pintar menurutku. Bukankah kau peraih nilai tertinggi semester lalu?” seru Suho senang

Taeyeon tersenyum tipis. “Ah, Taeyeon-ah, kupikir aku harus duluan. Ada hal lain yang harus aku kerjakan. Sampai jumpa!” seru Suho lalu berlari meninggalkan Taeyeon

“Ah, ne, hati-hati!” Taeyeon juga tidak lupa untuk melambaikan tangannya. Ia hanya senang karena akhirnya ada yang mengajaknya berbicara. Namanya Kim Joon Myun dipanggil Suho. Taeyeon mengingat ngingat nama pria itu. Taeyeon tersenyum lalu melanjutkan joggingnya.

+++

Kini Taeyeon sedang berada di hadapan kertas kertas yang membuatnya pusing, siang ini begitu panas dan di kamarnya hanya terdapat satu jendela kecil. Ia merasa seperti tidak dapat bernafas. Terlalu lelah, ia pun merebahkan dirinya di atas kasur, “siang-siang seperti ini, akan lebih nikmat jika aku menyantap beberapa es krim” ujarnya

“Ah” ia mengubah posisinya menjadi duduk lalu berdiri, tak lupa ia mengambil topi hitamnya dan mengambil beberapa sisa uang dari dompetnya.

Taeyeon berjalan menuju supermarket untuk membeli beberapa es krim, setelah memilih es krim ia pun menyantapnya.  “Hei, uri Taeyeonnie” teriak seseorang, Taeyeon menoleh ke belakang. “Yuri?”

“Wah tak kusangka kita bertemu di sini” ujar Yuri

“Hmm, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Taeyeon

“Tadi aku berkunjung ke rumahmu, tapi kau  tidak ada ternyata kau di sini, kebetulan aku membeli beberapa bahan pangan. Hei, kau tumben sekali membeli es krim, tidak biasanya” ujar Yuri dengan cerewet.

“Cuaca hari ini semakin panas, aku tidak tahan dan aku membelinya, kebetulan enak, mau coba?” tawar Taeyeon.

“Eh, tidak usah, untukmu saja, oh iya, hari ini aku ada pemotretan majalah, kau mau ikut?” tanya Yuri

“Tugasku belum selesai, Yul. Bagaimana bisa aku pergi?” ujar Taeyeon

“Tidak apa, kita bisa menyelesaikannya bersamaan, ayolah ikut, nanti aku traktir” seru Yuri

“Baiklah”

“Nah, sekarang kau ganti bajulah dulu, aku akan menunggu di depan rumahmu”

+++

Taeyeon bergegas kembali ke rumahnya dan mengganti pakaiannya. Ia sedari tadi hanya menatap lemari itu dengan tatapan kosong. Ia tidak mempunyai pakaian bagus. Ia bingung sementara Yuri telah menunggunya. Oh, baiklah. Taeyeon mungkin akan mengenakan sweater putih dan celana panjang yang terlihat senada dan membuat dirinya semakin manis.

Setelah selesai semuanya, ia mengambil tas kecilnya dan mengunci pintu rumahnya. “Aku sudah siap”

Yuri tersenyum dan menatap Taeyeon dengan kagum. “Lihatlah dirimu, kau itu cantik tapi tidak terawat” ujarnya yang membuat Taeyeon menaikkan alisnya.

“Hm?” Yuri tersenyum tipis. “Sudahlah, ayo kita sudah hamper terlambat” ucap Yuri dan mulai berjalan keluar dari gang sempit tersebut.

Taeyeon dan Yuri kini berada di sebuah gedung bertingkat. Taeyeon menunggu di ruang kosong sebelah ruang make up. Saat ini ia menemani Yuri untuk pemotretan majalah. Taeyeon sungguh bosan berada di dalam ruangan ini. Hanya terdapat dua buah sofa yang depannya terisi meja bundar berataskan vas bunga, jendela besar, dan sebuah tv. Namun sayang sekali tv tersebut tidak dapat dinyalakan karena tidak tertancap dengan listrik.

Ya mungkin saja jika TV tersebut dapat menyala, Taeyeon dapat terhibur sedikit. Ah, ia melupakan sesuatu saat ia sedang sendirian. Ia mengambil sebuah foto kecil dalam tasnya , sebuah benda yang sangat berharga. Sebuah foto keluarga. “Appa … eomma … Baekhyun … apa kalian bahagia hidup di sana?” ujar Taeyeon sambil megusap foto tersebut.

“Eomma, aku rindu sekali dengan masakanmu. Masakanmu adalah masakan yang terenak yang pernah kumakan” Taeyeon mulai meneteskan air matanya.

“Appa, aku bahkan merindukan dimana engkau mengajariku bernyanyi. Appa sangat menyayangiku, kan?”

Air mata Taeyeon kian lama pun deras. Namun ia tetap berusaha menghentikan isakan tangisnya. “Bolehkan … bolehkan aku ikut dengan kalian?”

Taeyeon mulai menghentikan isakan tangisnya. Entah kepuluhan ribu berapa kalinya ia mengeluarkan butiran kesedihan tersebut seolah olah ia lah gadis paling menderita di dunia ini.

++++

Kini, seorang pemuda keluar dari sebuah kampus. Ia merasakan perutnya sedari tadi meronta ronta. “Tunggu aku hyung, aku akan segera ke sana” ujarnya dalam telepon

Pemuda tersebut mempercepat langkah kakinya dan memasuki sebuah café di dekat kampusnya. Ia mencari sosok yang telah menunggunya dan menatap sosok familiar tersebut tengah duduk di pojokan dekat jendela. Yang tengah menunggu itu pun melambaikan tangganya. Pemuda itu pun tersenyum.

“Hyung!” seru pemuda itu,

“Yak Baekhyun kau lama sekali, huh?! Apa saja yang kau kerjakan di kampus?” tanya Suho

“Aku tadi mengembalikan buku temanku, karena itu jadi lama. Maaf ya, hyung” ujar pemuda yang bernama Byun Baekhyun tersebut.

“Baiklah, kalau begitu apa kau mau memesan sesuatu?” tanya Suho

“Ya, mocca cappuchino satu tolong”

“Baiklah” Suho pun segera memesankan minuman tersebut. Beberapa saat kemudian, ia pun kembali membawa dua gelas minuman.

“Mocca Cappuchino, untuk adik tersayangku, Byun Baekhyun” ujar Suho yang membuat Baekhyun tertawa.

“Hyung, kau ada ada saja” ujar Baekhyun sambil menyeruput minumannya. “Oh iya, hyung katanya kau ingin menceritakan sesuatu”

“Hm, kau benar” jawab Suho

“Kalau begitu ceritakanlah. Aku akan mendengarkannya dengan seksama” ujar Baekhyun.

“Kau .. tahu, aku sedang jatuh cinta” seru Suho. Baekhyun menatap kakaknya kaget, “Mwo?” kemudian Baekhyun pun tertawa

“Kenapa kau tertawa Byun?” seru Suho kesal

“Apa kali ini kau benar benar jatuh cinta? Pada wanita? Seperti apa dia?” ujar Baekhyun sedikit mengejek

“Ish, kali ini aku benar-benar jatuh cinta. Kau tahu, aku jatuh cinta pada wanita itu pada pandangan pertama” jelas Suho bangga

“Benarkah?” Suho menganguk. “Hm, kalau begitu, ceritakan yeoja seperti apa dia hingga kau jatuh cinta pada pandangan pertama” kata Baekhyun.

“Dia adalah yeoja yang kukagumi sejak ia masuk di kampus ini. Aku dan dia bertemu di perpustakaan.” Ujarnya terpotong karena menyesap minumannya.

“Dia benar benar gadis yang sangat cantik. Kali ini aku tidak akan memberi tahu padamu siapa dia, karena nanti bisa bisa kau jatuh cinta padanya dan jika aku perkenalkan padamu, malah dia yang jatuh cinta padamu” ujar Suho

Baekhyun kembali tertawa, “Apa aku begitu popular, hm? Tentu saja pesonaku tidak dapat ditolak oleh siapapun” ujar Baekhyun bangga pada dirinya.

“Dan dia, adalah gadis yang sangat pintar, bagiku ia adalah gadis yang sempurna. Haish, pokoknya aku harus bisa mendapatkan yeoja tersebut” seru Suho

“Yak Baekhyun bantu aku untuk mendapatkan yeoja tersebut” lanjut Suho sambil menarik narik baju Baekhyun,

“Yak Yak .. Hyung! Berhenti menarikku. Apa kau bilang? Membantumu? Yeoja yang kau sukai saja aku tidak tahu yang mana bagaimana bisa aku membantumu!” seru Baekhyun kesal.

“Arasseo … suatu saat akan kuberi tahu namanya dan aku akan memperkenalkannya padamu, se-ce-patnya” ujar Suho dengan menekan kata terakhir. Baekhyun pun tersenyum. “Baiklah, aku akan menolong hyung tersayangku ini” ujar Baekhyun

+++

Kini, Yuri dan Taeyeon telah berada di mobil. Yuri telah selesai melakukan pemotretan, kini mereka melahap makanan bungkus yang ia beli tadi. Kali ini Yuri mentraktir Taeyeon.

“Hei, uri Taeyeonnie … aku berikan lipbalm ini padamu” ujar Yuri

“Mwo?”

“Apa kau belum pernah memakai make up, huh?” tanya Yuri tak percaya.. Taeyeon menggeleng. Yuri tersenyum. Ia dapat memaklumi kondisi sahabatnya tersebut.

“Tidak apa-apa, aku akan membantumu. Aku akan mengajarimu berdandan agar kau terlihat cantik” seru Yuri

“Jadi, aku tidak cantik?” tanya Taeyeon

Yuri menggeleng. “Kau sangat cantik dan manis. Namun, akan lebih cantik jika wajah kusammu ini diolesi beberapa kosmetik” ujar Yuri.

Taeyeon tersenyum.

“Pertama-tama, aku akan membersihkan wajahmu dengan cleanser ini” ujar Yuri lalu mulai memolesi wajah Taeyeon yang sangat kusam tersebut.

Setelah lima belas menit, Yuri baru saja membersihkan wajah kotor Taeyeon. Ia cukup terkejut dengan apa yang dilakukannya. Ia menatap pemandangan di depannya dengan pemandangan tidak percaya.

“Wae? Apa wajahku menjadi lebih buruk?” tanya Taeyeon khawatir

Lagi lagi Yuri menggeleng, “Kau …. Sangat cantik Kim Taeyeon.” Seru Yuri. “Wajahmu sangat bersih sekarang dan kau semakin cantik. Lihat dirimu” Yuri menyodorkan sebuah cermin yang dihadapkan pada Taeyeon.

Taeyeon menatap pantulan gambar dirinya dalam cermin tersebut dengan tatapan tak percaya. “Benarkah ini diriku?” ujar Taeyeon sambil mengsusap ngusap wajahnya.

“Yuri, apa saja yang kau lakukan pada wajahku? Di mana wajah kusamku?!” seru Taeyeon

“Wajah kusam dan kotormu itu, sudah kubuang, dan sekarang uri Taeyeonnie sangaaat cantik luar biasa” ujar Yuri lalu memotret wajah Taeyeon.

CEKREK,

“Aku akan mengirimkannya pada Yoona. Ia pasti sangat terkejut” seru Yuri.

Taeyeon memandang wajahnya dengan tidak percaya. Wajahnya … benar benar mirip ibunya.

+++

Taeyeon kini berjalan menuju rumah kecilnya. Sebelum sampai di rumah, Taeyeon memilih mampir ke Supermarket. Ia berencana akan membeli mie instan. Ya, hanya itu yang bisa ia masak.

Taeyeon sedang sibuk memilih mie instan karena tiba tiba harganya menjadi naik. Ia bingung sementara uang yang ia bawa tadi hanya pas pasan. Taeyeon mendesah khawatir.

PLUK

“Taeyeon-ah?” panggil seseorang dari arah belakang.

“Suho?!” seru Taeyeon tak percaya. “Bagaimana bisa kau di sini?” tanya Taeyeon

“Aku sedang berbelanja untuk bahan makanan, kau sendiri?” tanya Suho

“Ah, sama sepertimu.” Jawab Taeyeon

“Sepertinya kau hanya membeli mie instan” ujar Suho

Taeyeon mendudukkan kepalanya. Tiba-tiba Suho menepuk nepuk punggung Taeyeon. “Ini ambillah. Beberapa uang dariku. Mungkin akan membantumu” ujar Suho sambil menyerahkan beberapa lembar uang.

“Ah, tidak usah. Makan mie instan cukup membuatku kenyang, kok” ujar Taeyeon

“Taeyeon-ah, makan mie instan setiap hari tidak baik. Ambil saja ini. Ayolah, agar hatiku senang karena dapat membantumu” ujar Suho.

Taeyeon pun akhirnya tidak dapat menolak kembali. Ya, mungkin saja ia harus menerima. Taeyeon membungkuk “Terima kasih, Suho. Aku senang kau dapat membantuku” ujar Taeyeon. Suho pun tersenyum senang, Aku lebih bahagia jika kau senang.

“Baiklah, Suho-ah, sepertinya aku harus segera ke kasir. Sekarang sudah sore, aku harus segera membersihkan diri. Terima kasih atas bantuanmu, Suho.” Ujar Taeyeon

“Ne, sama-sama.” Suho hanya bisa tersenyum senang.

Ia menatap punggung Taeyeon yang semakin lama semakin menjauh. Ia tersenyum seperti orang bodoh hingga ia tidak sadar jika seseorang menatapnya aneh.

“Hyung!” seru Baekhyun menyadarkan lamunan Suho

“Ak” Suho terlonjak kaget. “Eoh, kau sudah selesai?” tanya Suho

“Hm, kau melihat apa hyung?” tanya Baekhyun. Suho memeluk Baekhyun dengan senang.

“Kau tahu,  aku baru saja bertemu dengan bidadari tersebut” ujar Suho kegirangan

“Ap-appa?”

“Ya, ia ternyata juga berbelanja di sini. Baekhyun. Kalau begitu, kita harus sering berbelanja di sini agar sering bertemu dengannya. Ia juga semakin cantik, wajahnya jauh lebih bersinar seperti malaikat, tidak seperti biasanya. ” ujar Suho

“Tapi, hyung, rumah kita kan jauh dari sini. Dan kita juga hanya mampir ke supermarket ini karena aku kerja kelompok dengan Chanyeol” seru Baekhyun

“Aish, pokoknya kau harus ikut aku berbelanja di sini, kau mengerti?” seru Suho

“Ok, ok, untuk hyungku tersayang, aku akan mengabulkan permintaanmu” ujar Baekhyun

“Good boy”

***
Baekhyun dan Suho pun memasuki apartemennya sambil membawa belanjaannya. Kemudian, mereka meletakkannya di atas meja makan, “Fyuh .. akhirnya sampai juga” ujar Baekhyun.

“Begitu saja sudah lelah, aku bahkan yang jauh lebih sibuk daripada kau tidak lelah” ejek Suho

“Cih, bilang saja kau jadi bersemangat karena ada bidadarimu itu” ujar Baekhyun dengan kesal

“Hmm, kau benar. Dia penyemangat hidupku” ujar Suho sambil menggenggam kedua tangannya, “Dia cantik, pintar, matanya sangat indah, tubuhnya yang mungil yang sepadan dengan tubuhku yang pendek, suaranya yang indah, aku begitu menyukainya, aku begitu tergila-gila padanya”

Baekhyun tertawa, “Cih, hyung kau itu berlebihan sekali. Mana ada perempuan yang mau denganmu” ujar Baekhyun

“Yak, kau meremehkanku, awas saja jika kuperkenalkan dia di hadapanmu, jika sampai kau jatuh cinta padanya, akan aku hajar kau” kesal Suho

“Aku tidak takut, cepat perkenalkan dia dihadapanku, besok. Tidak ada alas an, mungkin ia juga sama seperti gadis gadis lain yang mengejar kita” ejek Baekhyun

“Baik, akan kuperkenalkan bidadariku padamu, besok. Awas saja jika kau jatuh cinta padanya”

TEBECE ..

Yui Hirasawa kembaliii, terimakasih sudah membaca chapter sebelumnya, aku sangat berterima kasih pada kalian. Akhirnya, di chapter ini Baekhyun muncul yaa, eeh tapi dia belum ketemu Taeyeon. hikss sabar ya, mungkin 2 chapter kedepan baru ketemu nih, juga masih banyak rahasia tersirat yang bakal terungkap satu persatu, jadi, tunggu ya.

Thankyou,

x o x o,
peaterplum
http://freaxbyuns.wordpress.com/

 

Advertisements

53 comments on “Guardian Angel (Chapter 4)

  1. Pingback: Guardian Angel (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Pingback: Guardian Angel [Chapter 7] | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s