[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 8)


Loves And Loved (Perjalanan untuk Menggapai Kebahagiaan)

 

 

 

Author : deeHAYEON

 

Length : Multi-Chapter I Rating : PG-15 I Genre : Entertainment-life, Romance, Sad, Friendship

 

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Lee DongHae, Im YoonA

 

Other Cast : SNSD’s member, Super Junior’s member, Lee Jihyuk, find.

Desclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea. All cast milik Tuhan dan keluarga mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur maupun cerita, itu adalah unsur ketidak sengajaan. DON’T PLAGIAT!

 

 

Sorry for typo(s)…

 

 

 

———-

 

 

 

“Dan kenapa kau begitu tenang?” tanya Taeyeon menuntut, “Aku yeojachingumu!”
Donghae tertawa melihat raut kesal diwajah yeoja disampingnya, “Memang, lalu?”
“Seharusnya kau cemburu!” balas Taeyeon tak sabar, “Bagaimana mungkin oppa bersikap seperti ini padaku?”
Pandangan Donghae menerawang kedepan, “Aku tak mungkin bisa cemburu pada cinta mati kekasihku” jawabnya masih dengan nada santainya. Ia tersenyum simpul dan menggenggam tangan Taeyeon erat-erat.
Yeoja itu terdiam. Suara protesannya tak terdengar lagi. Kata-kata Donghae tadi membuat dia kehilangan pikiran dan kemampuan bicaranya. Kalimat itu sangat tepat mengenai hatinya, hingga Taeyeon tak mampu lagi membalasnya.

 

 

———-

 

 

 

Chapter 8

“Aku heran” ujar Kyuhyun, duduk disamping Leeteuk yang sedang mengemudikan mobilnya, “Mengapa tanda tangan kontrak saja mesti dilakukan diluar? Biasanya di kantor SM saja bisa”

 

Leeteuk mengangkat bahunya, “Aku juga tidak tau. Anehnya lagi, manajer hanya menyuruh kita berdua yang datang”

 

Kyuhyun mengagguk setuju. Jika ingin membuat kontrak, biasanya semua anggota Super Junior selalu dilibatkan tanpa terkecuali. Namun kali ini hanya Kyuhyun dan Leeteuk saja yang diminta untuk menandatangani kontrak. Sepertinya pekerjaan mereka ini tidak biasa.

 

“Sebentar ya, kita harus menunggu seseorang lagi” kata Song Jikyeong, manajer SJ, setelah Kyuhyun dan Leeteuk tiba di restoran mewah disebuah hotel tempat pertemuan mereka.

 

Kyuhyun bertukar pandangan bertanya pada Leeteuk. Keduanya sama-sama tidak bisa menebak siapa yang harus mereka tunggu.

 

“Sepertinya kontrak ini melibatkan pihak lain, dengan grup lain atau aktris lain mungkin” bisik Leeteuk pada maknae disampingnya.

 

Kyuhyun hanya mengangkat bahu, “Mungkin”

 

Leader dan maknae Super Juior itu menghela napas sambil menyamankan posisi duduk masing-masing. Ternyata mereka tak perlu menunggu lama. Seorang pria berpakaian formal serta tiga orang gadis cantik masuk ke restoran dan mendekat kearah meja mereka. Gadis pertama -Kyuhyun mengenalnya, namun tak terlalu akrab- tubuh tinggi semampai dengan kulit tan dan rambut hitam panjang, gadis kedua -Kyuhyun cukup kenal dekat dengannya- memiliki mata kelinci yang lugu dan tinggi hampir sama dengan gadis pertama. Gadis ketiga -dialah yang membuat Kyuhyun merasa tersengat listrik saat pertama kali melihatnya- bertubuh paling mungil dengan kulit seputih susu, belum lagi matanya yang memancarkan keindahan bunga matahari. Tak akan ada habisnya jika Kyuhyun harus mendeskripsikan gadis ketiga itu. Banyak hal yang ia tau tentang gadis itu, namun hanya satu yang ia tidak tau, perasaannya. Ya! Mereka adalah SNSD, Yuri, Yoona, dan terakhir Taeyeon.

 

“Jangan bilang mereka…”

 

“Nah, itu mereka datang!”

 

Ucapan Kyuhyun tertelan oleh sahutan manajer Song yang melihat empat orang yang ditunggunya semakin mendekat. Kyuhyun menatap manajernya tak percaya, sementara Leeteuk menepuk-nepuk pundak namja itu untuk menenangkannya. Andai Kyuhyun bisa berteleportasi, pasti detik ini juga dia akan pergi dari tempat ini. Sayangnya semua itu hanya dalam fiksi.

 

Han Seungwoo, manager SNSD duduk disebelah manajer SJ, Taeyeon memilih tempat yang tak sengaja berhadapan dengan Kyuhyun, disusul Yoona dan Yuri disebelahnya.

 

Manajer Song dan manajer Han mulai menerangkan kontrak yang akan mereka jalankan. Baik Taeyeon, Yoona maupun Kyuhyun, tak ada yang banyak bicara dan hanya mendengarkan penjelasan dari kedua manajer dengan seksama.

 

“Tinggal serumah?!” seru Taeyeon dan Kyuhyun bersamaan saat manajer Song menyebutkan bahwa mereka akan dipasangkan tinggal serumah selama tiga bulan. Taeyeon dan Kyuhyun saling berpandangan dengan kikuk.

 

“Tidak hanya kalian berdua” ralat manajer Han, “Aku mengajak Yoona dan Yuri kesini untuk tinggal bersama kalian juga”

 

“Begitupula Leeteuk” sambung manajer Song, terlebih pada kedua artisnya, Kyuhyun dan Leeteuk, “Itu alasan kenapa kau ada disini juga, Leeteuk-a”

 

Han Seungwoo mengangguk, “Tapi yang akan jadi pasangannya adalah Kyuhyun dan Taeyeon. Yang lainnya hanya berperan sebagai cameo untuk memeriahkan suasana”

 

“Maksudmu Taeyeon dan Kyuhyun menjadi sepasang kekasih?” kali ini Yoona yang buka suara. Ia terlihat sangat terkejut dan tak terima dengan kenyataan itu.

 

“Hanya dalam reality show, Yoona-ssi” jawab manajer SJ.

 

“Dengar Yoona-ya, kami tau yang pasangan disini sebenarnya kau dan Kyuhyun” ujar manajer Han.

 

Merasa namanya disebut, Kyuhyun memandang manajer SNSD dengan tatapan tak suka. Ia ingin menyangkal, namun semua niatan itu hilang ketika pandangannya menangkap sosok Taeyeon yang terlihat murung.

 

“Kau tau, SNSD sudah dapat banyak anti-fan, terlebih Tiffany, kita tidak boleh memperburuk keadaan ini hanya karena egomu. Kau sudah mulai memiliki banyak anti-fan karena berita hubunganmu dengan Cho Kyuhyun” lanjut manajer Han lagi. Namun Yoona hanya mendengus. Yeoja itu mendelik sinis saat melihat Kyuhyun yang terus memperhatikan Taeyeon yang duduk disebelahnya. Ia semakin muak.

 

“Lalu apa saja yang akan kita lakukan dalam reality show itu?” tanya Kyuhyun hati-hati. Suaranya dibuat sebiasa mungkin agar Taeyeon tak menganggapnya terlalu semangat atau terlalu benci untuk menjalani reality show bersamanya.

 

“Kau dan Taeyeon harus menunjukkan sikap layaknya sepasang kekasih. Untuk skripnya akan diberikan dalam waktu dekat ini. Leeteuk, Yuri dan Yoona akan menjadi teman bercerita kalian jika ada masalah dengan pasangan kalian” jelas manajer Song.

 

Yoona menatap Kyuhyun cemas. Kyuhyun berusaha menghindari tatapan itu dan memilih memandang keluar jendela.

 

Taeyeon sendiri tak bicara sama sekali. Ia terlihat seperti orang yang baru saja dipukul dengan sebuah batu besar. Pandangannya kosong terarah pada permukaan meja, sedikit saja ia mendongak pasti matanya langsung menangkap sosok Kyuhyun disebrang sana.

 

“Geuraesso, tanda tangan disini. Proses syuting akan dimulai bulan depan, jadi kalian masih menjalankan jadwal seperti biasanya” ujar Song Jikyeong, menyodorkan dua jilidan kertas yang tidak terlalu tebal pada Kyuhyun dan Leeteuk.

 

Manajer SNSD juga memberikan dua jilidan yang sama kepada Taeyeon, Yoona, dan Yuri.

 

Yoona mengawasi Taeyeon dan Kyuhyun yang akan menandatangani kontrak mereka. Sesaat keduanya terlihat ragu, namun akhirnya Taeyeon membubuhkan tanda tangannya setelah mengerling kearah Kyuhyun yang telah menandatangani kontraknya.

 

 

***

 

 

Yoona memegang tangan Kyuhyun ketika mereka berjalan menuju parkiran basement tempat mobil masing-masing. Kyuhyun menoleh dan menjawabnya dengan pandangan bertanya.

 

“Kita perlu bicara” ujar Yoona.

 

Taeyeon menyadari Yoona yang  semula berjalan disamping Yuri, sekarang mundur dan berjalan disamping Kyuhyun. Ia melirik ke belakang sejenak, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

 

“Soal apa?” tanya Kyuhyun. Ia kembali memandang lurus kedepan, seolah tak peduli dengan kehadiran Yoona.

 

“Reality show ini” gadis itu merendahkan suaranya, “Kenapa kau menyetujuinya?”

 

“Sudahlah, Yoona-ya. Sudah ditanda tangan. Tidak bisa diubah lagi” jawab Kyuhyun tak sabar.

 

“Tapi kau tau apa artinya ini?” balas Yoona, sama tidak sabarnya dengan Kyuhyun.

 

“Hm?” namja itu menyahut malas.

 

“Kau tidak akan bisa lepas dari Taeyeon” kini suara Yoona nyaris menyerupai bisikan. Ia berusaha menahan tangan Kyuhyun agar berjalan lebih lambat dari yang lain.

 

“Memang aku tidak bisa melupakannya, kan?” tukas Kyuhyun, “Aku sudah bilang padamu”

 

Yoona memandangnya tak percaya, “Lalu aku?”

 

Kyuhyun kembali menoleh kearah gadis itu dan menemukan mata kelinci yang semula terlihat lugu, sekarang sudah menyalang marah.

 

Kyuhyun menghela napas, “Yoona-ya, aku sudah bilang…”

 

“Baiklah” potong Yoona seolah bisa menebak apa yang akan Kyuhyun katakan selanjutnya, “Tapi aku tidak mau putus. Aku ingin membuatmu lupa dengannya. Tapi kalau begini caranya, aku…”

 

“Dengar” kali ini Kyuhyun balas memotong ucapan Yoona. Ia berhenti berjalan, lalu memegang bahu gadis itu dan memandangnya dalam-dalam, “Aku melakukan ini juga demi kau, bukan? Demi SNSD? Kau dengar tadi manajermu bicara tentang image SNSD dengan adanya reality show ini? Bahkan Taeyeon ikut terlibat. Kau tidak boleh egois” Kyuhyun melepas pegangannya dan kembali memandang kedepan, “Pada dasarnya aku tidak ingin lebih menyakitimu. Itulah mengapa aku meminta kita mengakhiri semuanya. Tapi kau tidak mau. Jadi biarkan aku melakaukan satu hal lagi untuk popularitasmu, mencegah agar kau tidak mendapatkan lebih banyak anti-fan. Urusan aku dan Taeyeon, biar waktu yang menjawabnya. Kuharap kau tidak ikut campur lagi”

 

“Aku tidak bisa, oppa. Bahkan aku tidak peduli dengan anti-fan. Yang aku inginkan hanya kau” balas Yoona dengan wajah memelas.

 

“Kau training selama 5 tahun lebih dan kau mau menghancurkannya begitu saja?” tanya Kyuhyun tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis itu.

 

Yoona terdiam. Ia mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Tentu saja karirnya juga sangat berharga, tapi…

 

“Yoona-ya, dengar” kata Kyuhyun sekali lagi, “Selama ini kita sudah dekat dan aku tidak mungkin jika tidak menganggapmu sama sekali. Tapi untuk masalah Taeyeon, kumohon, biarkan aku memilih”

 

Yoona kembali menatap mata Kyuhyun. Mata itu sungguh memohon kepadanya. Yoona tak sanggup lagi untuk bersikeras didepan mata itu.

 

“Kyuhyun-a” panggil Leeteuk yang telah berada disamping mobilnya.

 

Kyuhyun menoleh sebentar dan mengangguk. Lalu beralih pada Yoona, “Aku harus pergi”

 

“Kuharap bukan selamanya” gumam gadis itu seraya membalikan badan yang bertolak belakang dengan letak mobilnya.

 

Kyuhyun tersenyum miris. Kemudian mengecup kening Yoona sebelum ia pergi kearah mobil leadernya. Yoona tercengang dengan perasaan bahagia.

 

Taeyeon diam-diam memperhatikan keduanya dari jauh, ia tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Hatinya benar-benar perih.

 

Tanpa disadari, Kyuhyun tidak berjalan menuju mobil Leeteuk, ia berbelok kearah van SNSD yang didepannya masih ada Taeyeon.

 

“Mianhae, Taeyeon-a” lirih Kyuhyun sambil menggenggam tangan Taeyeon yang masih diam.

 

Taeyeon tak melirik Kyuhyun sedikitpun, ia melepas tangannya dan masuk kedalam van.

 

 

***

 

 

“Kau tidak bisa lagi berkata tidak ada masalah apa-apa dengan hubunganmu dan Yoona” kata Tiffany tak sabar ketika Taeyeon mendatangi kamarnya pada jam dua dini hari dan langsung menangis disana, “Ayolah, ceritakan padaku”

 

“Aku tidak ingin bercerita, aku hanya ingin menangis” jawab Taeyeon disela-sela tangisnya.

 

Ia meringkuk sambil memeluk bantal Tiffany disudut ranjang. Tiffany memang orang yang paling dekat dengannya setelah Yoona. Lagipula Tiffany memiliki kamar sendiri, sehingga Taeyeon bebas untuk menangis dan tidur disana.

 

“Aku baru tidur satu jam dankau membangunkanku hanya untuk menangis dihadapanku? Ish, yang benar saja” protes yeoja be-eye smile itu.

 

“Jangan banyak bicara. Kau sudah terlatih untuk hanya tidur satu jam, Fany-a” balas Taeyeon.

 

Mau tak mau Tiffany membenarkan perkataan temannya itu dan kemudian tertawa mengingatnya. Memang setelah debut grup bersama SNSD, paling banyak para membernya tidur 3 jam perhari. Tapi ketika Taeyeon memberi alasan itu untuk enghindari keingintahuan Tiffany mengenai dirinya yang menangis tiba-tiba, rasanya benar-benar konyol.

 

Tiffany diam beberapa saat dan hanya memandang Taeyeon yang masih sesegukkan dengan setengah wajah tenggelam didalam bantal.

 

“Taeng” bujuknya lagi. Kali ini suaranya terdengar sangat khawatir, “At least, kau harus memberitahuku kenapa kau menangis, karena kau sedang berada diwilayahku”

 

Taeyeon mengangkat kepalanya dan memandang Tiffany dengan mata basah, terlihat seperti berpikir lalu ia menjawab, “Donghae”

 

“Donghae?” ulang Tiffany mengernyitkan keningnya, “Memangnya tadi kau bertemu Donghae? Bukankah jam 10 tadi kau pergi menandatangani kontrak? Jadi bukan soal Yoona?”

 

Taeyeon menggeleng, “Aku hanya tiba-tiba memikirkan Donghae oppa. Tidak ada hubungannya dengan Yoona” jawabnya sedikit berbohong.

 

Ia akan memberitahu masalahnya secara garis besar pada Tiffanya, tanpa menyebut nama Yoona atau Kyuhyun, “Aku merasa kalau aku pacaran hanya untuk menyakitinya”

 

“Kenapa kau berpikir begitu?” tanya Tiffany, “Selama ini, kau terlihat sangat mesra dengan Donghae sunbae dan sepertinya kalian juga jarang bertengkar”

 

“Itu hanya karena dia terlalu baik padaku” jawab Taeyeon sambil terisak, “Padahal aku mencintai orang lain, Fany-a”

 

“Apa?!” Tiffany memandangnya horor.

 

Taeyeon mengangguk lemah, “Aku memang bodoh telah menyakiti namja sebaik Donghae oppa. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku masih mencintai orang lain dalam masa laluku”

 

Sungguh, Tiffany tak menyangka kalau pasangan manis Taeyeon dan Donghae ternyata mempunyai masalah begitu rumit. Ia pikir semuanya baik-baik saja.

 

“Apa kau tak berusaha melupakannya?” tanya Tiffany hati-hati, agar Taeyeon tak tersinggung, “Maksudku, kau dan Donghae sunbae benar-benar pasangan yang serasi. Aku tidak bisa bayangkan kalau kalian putus”

 

“Aku sudah berusaha melupakannya, bahkan dengan bantuan Donghae oppa, tapi usahaku selalu gagal. Awalnya aku berharap dia mengingatku, tapi setelah aku tau dia milik orang lain, aku berusaha menghindarinya. Tapi sekarang semuanya sia-sia” jawab Taeyeon putus asa. Ia begitu ingat dengan Kyuhyun yang meminta maaf padanya setelah mengecup kening Yoona. Itu sudah cukup membuktikan bahwa Kyuhyun masih mengingatnya, masih menganggap Taeyeon walau hanya sebatas teman masa kecil.

 

Taeyeon menyeka airmata yang masih meluncur dipipinya, “Lagipula hubunganku dengan Donghae oppa tidak akan berarti apa-apa sekarang. Kau sudah tau tentang reality show yang akan menampilkan aku dan Kyuhyun, kan?”

 

Tiffany mengangguk, “Ya, aku sudah tau. Lalu kau akan memutuskan Donghae sunbae begitu saja? I’m giving my full objection of that”

 

Taeyeon menggeleng, “Disinilah egoisnya aku. Aku tidak mau putus dengan Donghae oppa. Aku merasa, hidupku adalah dirinya. Dia yang membuatku sebesar dan sekuat ini. Aku tak tau jika oppa tak berada disampingku”

 

Tiffany mendesis, “Yes, you shouldn’t break up. He really build you up”

 

“Stop talking with English!” protes Taeyeon dengan aksen Konglish (Korean-English)-nya, “Kau bicara seolah aku mengerti bahasa inggris”

 

Tiffany tertawa, “Oke. Intinya jangan putuskan Donghae sunbae, arraseo?”

 

“Mollayo” jawab Taeyeon lesu, “Aku juga tidak ingin”

 

“Tapi siapa yang kau cintai, Taeng?” tanya Tiffany penasaran, “Padahal kau nyaris anti namja sebelum bersama Donghae sunbae. Bahkan dulu kau menolak seorang Jang Wooyoung”

 

Pandangan Taeyeon berubah menerawang, “Kau tau orangnya, tapi kau tak akan tau tentangnya. Dia hanya teman kecilku”

 

 

***

 

 

Salju turun dipagi hari yang tidak terlalu cerah, sembilan orang gadis cantik tengah sibuk mengurus penampilan mereka untuk perform di acara musik SBS. Sebenarnya tidak semua, hanya tujuh orang saja yang terlihat repot, sedangkan Yoona dan Taeyeon sudah duduk santai dimeja rias masing-masing.

 

“Eonni, tolong pasangkan anting-antingku” rengek Seohyun yang menghampiri meja rias Taeyeon.

 

Taeyeon tersenyum, “Sini kubantu”

 

Dengan senang Seohyun duduk dikursi meja rias Yuri yang tengah mengganti kostum dan menyerahkan anting-anting miliknya. Setelah selesai, maknae itu berdiri dan tersenyum menatap dirinya di cermin.

 

“Apa penampilanku masih ada yang kurang, eon?” tanyanya lagi.

 

Taeyeon menggeleng, “Kau sudah terlihat sempurna, Seo”

 

“Benarkah?” gumam Seohyun memperhatikan dirinya sendiri, “Tapi aku masih berpikir kau lebih imut dariku”

 

“Hahaha, kau ada-ada saja..” tanggap Taeyeon sambil tertawa, “Kita mempunyai karakter masing-masing, Seo. Kau tak perlu membandingkan dirimu dan diriku. Kau sudah sangat sempurna dengan menjadi dirimu sendiri”

 

Seohyun mengerjap, “Ah~ kau benar. Tidak seharusnya aku iri padamu” yeoja itu kembali tersenyum, “Gomawo, eon”

 

“Ne”

 

Taeyeon memandangi kepergian Seohyun dan mengedar ke seluruh ruangan, tak sengaja matanya bertemu dengan Yoona yang sudah lebih dulu memandanginya. Taeyeon menangkap tatapan dingin dari mata kelinci itu.

 

‘Kau banyak berubah, Yoona-ya’ batin Taeyeon.

 

Ia sangat merindukan keluguan dan kehangatan yang selalu terpancar dari mata yeoja itu. Senyum manis Yoona, sifatnya yang banyak bicara jika mereka sedang bersama. Mungkin semua itu hanya bisa menjadi kenangan indah.

 

“Eonni”

 

Taeyeon tersadar dan cepat menoleh kearah sumber suara, ternyata Sooyoung.

 

“Ponselmu berbunyi. Sedari tadi aku memanggilmu tapi kau tak merespon” gerutu Sooyoung sambil menyodorkan iPhone milik Taeyeon.

 

“Mianhae. Aku sedikit melamun tadi” jawab Taeyeon sambil meraih ponselnya dari tangan Sooyoung.

 

Yeoja itu mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatannya.

 

Taeyeon memandangi ponsel berwarna ungu muda itu dan segera membuka passwordnya. Ternyata ada pesan.

 

From : Hae Oppa

Awal musim dingin yang terasa semakin dingin tanpamu.. ({})

 

Senyum Taeyeon mengembang. Ia hampir saja melupakan kekasihnya itu. Sudah tiga hari ini mereka tak bertemu, berkomunikasi pun jarang. Ia merindukan Donghae. Taeyeon segera menekan tombol ‘balas’.

 

To : Hae Oppa

Kau bisa memelukku kapan saja, oppa :))

 

Tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi.

 

From : Hae Oppa

Bolehkah??

 

Taeyeon mengerutkan dahi, lalu terkekeh.

 

To : Hae Oppa

Bukankah itu yang selalu kau lakukan di musim dingin seperti ini?

 

From : Hae Oppa

😀 Ah~ kau benar. Kuharap kau tidak kedinginan, Taeng-a.

 

Taeyeon makin tersenyum. Ia asik memainkan ponsel hingga tak menyadari tatapan Yoona yang memandangnya tajam.

 

To : Hae Oppa

Jaga juga kesehatanmu. Jaga selalu hatimu untukku :))

 

From : Hae Oppa

Aku selalu melakukan itu :* Tapi tidak denganmu. Kau harus jaga hatimu untuk’nya’ 🙂

 

Taeyeon mengernyit, ‘jaga hatimu untuknya?’

 

To : Hae Oppa

Apa maksudmu oppa? Jangan seperti ini 😦

 

From : Hae Oppa

Tidak perlu di pikirkan, banyak hal yang harus kau lakukan diawal musim dingin ini. Aku akan selalu merindukanmu :*

 

Taeyeon merenung. Menatap kosong pesan singkat dari kekasihnya itu.

 

To : Hae Oppa

Oppa, maafkan aku 😥

 

Taeyeon menengadah, menahan airmatanya agar tak terjatuh. Ia menantikan balasan pesan dari Donghae, namun pesan itu tak muncul secepat yang ia kira. Taeyeon kembali merasa bersalah.

 

Tanpa disadari, Yoona memperhatikan Taeyeon lekat-lekat. Ia ingin memeluk dan menenangkan eonni-nya itu. Taeyeon selalu terlihat kuat didepan banyak orang, tapi sebenarnya dia rapuh. Hanya Yoona yang bisa membuatnya bercerita tentang semua masalah yang tengah ia hadapi. Namun sekarang keadaannya berbeda, Yoona tidak bisa menjadi sosok sahabat baik lagi untuk Taeyeon.

 

Ding~

Ponsel Taeyeon kembali berbunyi. Taeyeon menatap ponselnya sejenak, lalu segera membuka isi pesan masuk itu.

 

From : +82010-9389-3288 (aku pake tgl lahir taeng sama kyu, hehe)

Aku berharap hubungan kita tak seburuk ini. Bisakah kita bersahabat seperti dulu lagi? Jika itu tak mungkin, setidaknya kita bisa berteman. Mianhae Taeyeon-a T_T

 

Dahi Taeyeon mengerut. Ia membaca pesan itu berulang-ulang. ‘Siapa yang mengirim pesan ini? Nomornya tidak dikenal’ batin Taeyeon meneliti nomor yang tertera dibagian atas pesan.

 

‘Mianhae, Taeyeon-a’

 

Taeyeon terkesiap saat membaca akhir kalimat dalam pesan itu sekali lagi. Ia teringat akan Kyuhyun yang meminta maaf padanya, ‘Mungkinkah pesan ini dari Cho Kyuhyun?’ batin Taeyeon.

 

“Eonni, lima menit lagi kita tampil” tegur Hyoyeon yang entah sejak kapan sudah berada disamping meja rias Taeyeon.

 

Tak ada respon sama sekali, Taeyeon masih terpaku dengan pesan diponselnya. Tiffany mengangkat alis pada Hyoyeon seakan bertanya ‘Kenapa dengan Taeyeon?’ Hyoyeon hanya menggeleng dan tak berniat menegur lagi.

 

“GIRLS! Waktunya kalian tampil!” seru manajer Han cukup keras dan berhasil menyadarkan Taeyeon dari lamunannya.

 

Taeyeon cepat menoleh pada manajernya dan sedikit membungkukkan kepala, “A-ah, ne. Kami sudah siap” jawabnya gelagapan.

 

Delapan member lain mengalihkan pandangan pada Taeyeon setelah manajer Han pergi.

 

“Kau sakit, Taeng?” tanya Jessica mendekati leadernya.

 

Taeyeon menggeleng, “A-ani, aku baik- baik saja” bantahnya cepat.

 

“Tapi wajahmu sedikit pucat. Kau memikirkan sesuatu?” kali ini Sunny yang bertanya.

 

“Eonni, beritahu kami masalah apa yang sedang kau pikirkan. Jangan memendamnya sendirian” desak Yuri tak sabar.

 

Taeyeon kembali menggeleng dan tersenyum pada semua teman-temannya, “Tak ada masalah serius, aku hanya sedang merindukan kekasihku saja”

 

Semuanya bernapas lega, kecuali Yoona. Gadis itu berdiri dari kursinya sambil melihat jam dinding disalah satu sisi ruangan.

 

“Sebaiknya kita segera keluar, satu menit lagi kita tampil” sahut Yoona dengan nada suara datar.

 

“Kajja!” seru Tiffany.

 

Semua member SNSD keluar dari ruang make-up dan segera menuju panggung. MC sudah mempersembahkan penampilan grup mereka.

 

Taeyeon berjalan paling belakang dan menghela napas berlebihan, “Sekarang fokus dengan perform-mu, Taeng!”

 

 

***

 

 

“Kau sudah bangun, Kyu?” tanya Ryeowook saat melihat Kyuhyun menuruni anak tangga dari lantai dua.

 

Kini Ryeowook tengah menghidangkan roti bakar dimeja makan. Disana sudah ada Sungmin, Shindong dan Donghae, serta Yesung yang berada diruang tengah.

 

“Ne. Maaf aku bangun telat” Kyuhyun berjalan pelan sambil melirik jam dinding. Pukul 07.45 KST. Tidak biasanya ia bangun kesiangan. Mungkin karena semalam Kyuhyun tidak bisa tidur gara-gara memikirkan Taeyeon. Ia merindukan yeoja itu dan minggu depan dia berniat menemuinya.

 

“Gwaenchana, Kyu. Kau bangun tepat saat kami baru akan memulai sarapan” ucap Donghae sambil menyesap moccalate-nya.

 

“Oh ne, mana Leeteuk hyung?” kali ini Sungmin yang bersuara.

 

“Sepertinya masih tidur” jawab Kyuhyun seraya duduk di kursi samping Donghae. Pandangannya mengedar keseluruh ruangan dorm, “Dimana hyung yang lain?” tanyanya.

 

“Kangin dan Siwon sudah berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan Eunhyuk masih tidur dikamarnya” jawab Shindong kemudian dibalas anggukkan oleh Kyuhyun.

 

“Kalau begitu, kita mulai sarapan sekarang saja” sahut Yesung yang baru selesai menonton acara televisi pagi.

 

Semuanya mengangguk, Shindong yang paling bersemangat. Mereka mulai menyantap roti bakar buatan Ryeowook dengan tenang.

 

“Oh ya, Kyu. Tadi manajer Song menitipkan sesuatu untukmu dan Leeteuk hyung” ucap Yesung disela-sela sarapannya. Ia menyodorkan dua buah jilidan kertas yang cukup tebal pada Kyuhyun.

 

Dapat dilihat dari judulnya, ‘Come Marry Me’ yang dicetak tebal, dengan bagian bawah tertulis nama-nama pemeran. Itu skrip reality show-nya. Seketika Kyuhyun menghela napas.

 

“Memangnya itu apa, Kyu?” tanya Ryeowook penasaran.

 

“Ini skrip reality show”

 

Donghae melirik kearah Kyuhyun, “Reality show-mu dan Taeyeon?” tanya Donghae meyakinkan.

 

Kyuhyun mengangguk. Yesung menatap Kyuhyun dan Donghae bergantian, kedua anggotanya itu berada diposisi yang sangat sulit. Mereka mencintai satu yeoja yang sama.

 

Hening. Suasana meja makan jadi terasa sangat aneh.

 

“Jadi semalam kau dan Leeteuk hyung pergi untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan SNSD?” tanya Shindong dengan mulut penuh makanan. Tanpa sadar, pertanyaan itu sukses menghangatkan kembali suasana yang tercipta.

 

“Ne” jawab Kyuhyun singkat. Setelahnya ia berusaha konsentrasi dengan roti bakarnya.

 

“Taeyeon juga terlibat? Bagaimana menurutmu, Donghae-ya?”

 

Donghae sedikit tersentak dengan pertanyaan Sungmin, namun ia berusaha bersikap wajar.

“Aku tak masalah. Lagipula acara itu untuk menyelamatkan image SNSD”

 

“Kau dengar, Kyu? Jadi kau tak perlu sungkan saat beradu akting dengan Kim Taeyeon nanti. Kekasihnya sudah mengizinkan” ujar Ryeowook diselingi kekehan kecil.

 

“Tapi…” Sungmin berpikir sebelum melanjutkan, “Kenapa bisa kau dan Taeyeon yang jadi pasangan di reality show itu?”

 

Kyuhyun yang berniat meminum cokelat panas jadi terhenti, begitupun Donghae yang melirik kearah maknaenya diam-diam. Sepertinya mereka sangat sensitif dengan nama ‘Kim Taeyeon’ sehingga jika nama itu disebut secara sengaja maupun tidak sengaja, keduanya akan bersikap tidak biasa.

 

“Itu sudah keputusan dari agensi. Kita tidak bisa menentukan ‘siapa yang berpasangan dengan siapa’ dalam pekerjaan ini” ujar Yesung memberi penjelasan.

 

“Kenapa kalian tak membangunkanku?” ucap seseorang yang baru datang.

 

Semuanya menoleh keasal suara dan menemukan Eunhyuk disana, disusul dengan leader mereka di belakangnya.

 

“Maaf semuanya, aku telat bangun” kata Leeteuk, tanpa basa-basi duduk disamping Kyuhyun.

 

“Ish, pasti aku disisakan roti bakar dengan porsi kecil lagi” gerutu Eunhyuk.

 

“Sudahlah, jangan banyak protes. Duduk dan makanlah jatah sarapanmu” balas Donghae memberikan sepiring roti pada Eunhyuk.

 

Namja itu mengambil alih tempat duduk disamping Yesung, “Kalian benar-benar menyebalkan”

 

“Siapa suruh kau tidur seperti orang mati?” cibir Shindong membuat semua orang yang ada dimeja makan tertawa, meledek si monyet kesiangan.

 

“Ini hyung, skrip untukmu” kata Kyuhyun setelah menghentikan tawanya. Ia menyerahkan satu buah jilidan pada Leeteuk.

 

“Gomawo” balas Leeteuk sambil memakan sarapannya.

 

“Cheonma”

 

Leeteuk membuka-buka isi jilidan tebal ditangannya, sekedar memeriksa isinya, “Sepertinya kita harus mulai mempelajarinya dari sekarang”

 

Kyuhyun mengangguk kecil dan berpikir, ‘Dimana aku harus mempelajari skrip ini?’

 

 

***

 

 

“Taeyeon-ssi…” tegur Miss Young tiba-tiba.

 

Yeoja yang disebut tersentak kaget, “Na…?” Taeyeon menyahut.

 

Karena melamun, dia jadi tidak fokus mendengar apa yang guru vokalnya ucapkan.

 

Sekarang SNSD tengah melatih vokal mereka diruang musik gedung SM. Kedelapan member girl grup itu menatap kearah leader mereka yang duduk di bangku paling sudut. Heran dengan tingkah Taeyeon yang tidak seperti biasanya.

 

“Cepat maju kedepan!”

 

Taeyeon tersentak. Dia sempat diam sesaat sebelum melangkah kedepan dengan ragu. Ruang musik yang menyerupai kelas itu mendadak hening, kedelapan member lain hanya diam dan saling bertukar pandang. Menunggu, apa yang akan terjadi pada leader mereka?

 

Begitu Taeyeon sampai didepan dan berdiri disamping Miss Young, dia hanya bisa menunduk sementara jantungnya berdetak dengan cepat. Pasalnya Taeyeon tak pernah berbuat kesalahan saat mengikuti latihan, terlebih saat kelas vokal, dari masa trainee hingga saat ini. Namun sekarang ia benar-benar menyesal telah membiarkan konsentrasinya diambil alih oleh seseorang yang tanpa izin memasuki pikirannya.

 

Zhè zhǒng dú yīnfú!” * ucap Miss Young sambil menyodorkan selembar kertas berisi not balok beserta syairnya.

 

Taeyeon berpikir, ia tau kalau Miss Young menyuruhnya melakukan sesuatu dengan not balok yang disodorkannya. Namun intruksi itu diucapkan dengan bahasa mandarin. Walau benar Miss Young berasal dari China, tapi ia selalu menyisipkan kata-kata dalam bahasa Korea disetiap ucapanya. Termasuk saat memanggil Taeyeon tadi. Sepertinya Miss Young sengaja melakukan ini karena ia tau keterampilan berbahasa Taeyeon sangat minim.

 

“N-ne..?” Taeyeon mencoba bertanya. Secara tidak langsung ia meminta Miss Young untuk mengulang kalimatnya. Namun guru vokal yang terkenal dengan ketegasan dan kedisiplinannya itu justru hanya diam menatap Taeyeon tajam sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada.

 

Jantung Taeyeon berdegup kencang. Mendadak dirinya panik dan tak mengerti harus melakukan apa sekarang.

 

“Cepat lakukan!” bentak Miss Young tiba-tiba, “Aku tak suka mengulang perkataanku, Taeyeon-ssi”

 

Taeyeon terkesiap. Ia benar-benar takut mendengar bentakan Miss Young padanya. Tampaknya suasana hati guru vokal itu sedang tidak baik. Atau memang suasana hati Miss Young selalu tidak baik? Taeyeon baru menyadarinya sekarang.

 

Saat itu juga Taeyeon memilih keputusan terakhir yang sempat muncul dalam benaknya. Ia mulai bernyanyi sesuai syair dalam kertas yang diberikan Miss Young tadi.

 

Belum sampai Taeyeon menyanyikan satu bait lagu, Miss Young sudah lebih dulu memotongnya.

 

“Keluar sekarang juga..” ucap Miss Young datar, namun tajam.

 

“Ne?” sahut Taeyeon tak percaya. Bukan hanya dia, tapi semua teman-temannya pun melongo terkejut mendengar keputusan guru vokal mereka. Yoona juga sempat terbelalak, namun hanya sesaat sebelum dia kembali pada ekspresi dinginnya.

 

“Aku menyuruhmu membaca not balok itu, bukan malah menyanyikan syairnya. Aku tidak suka dengan anggota yang tidak mendengarkan ucapanku! Sekalipun kau leader grup ini, tapi tetap saja aku perlu tegas pada anggota yang tidak bisa profesional sepertimu” Miss Yong benar-benar tidak dapat membendung emosinya lagi, “Dan sekarang, kuminta kau keluar ruangan sekarang juga. Kuharap kau tidak mengulangi kesalahan yang sama saat kita bertemu lagi”

 

Bibir Taeyeon bergetar. Sekuat tenaga ia menahan air mata yang ingin jatuh saat itu juga. Ia tak percaya akan mendapat sangsi pertamanya selama hampir 6 tahun ia trainee dan 1 tahun ia berkarir di agensi SM.

 

Yoona menunduk dan tanpa ada yang tau, bibirnya membentuk senyuman berbahaya. Sedangkan ketujuh member lain menatap leader mereka dengan iba. Bahkan Sunny dan Seohyun sudah meneteskan air mata.

 

Perlahan Taeyeon berjalan keluar ruangan, samar-samar ia melihat seringaian Yoona yang duduk dibarisan paling depan. Yakin tidak yakin seringaian licik itu tertuju untuknya, namun sebisa mungkin Taeyeon menyingkirkan anggapan buruk dipikirannya.

 

* “Baca not balok ini!”

 


 

“Mianhae… Jeongmal mianhae…” Taeyeon berteriak sambil berlari melintasi koridor kosong gedung SM.

 

Tak tau ia sedang meminta maaf pada siapa. Yang jelas ia merasa sangat bersalah pada orang-orang yang mempercayainya juga pada mimpi dan harapan yang selama ini memberinya semangat.

 

Meski telah berusaha menahannya, akhirnya air mata itu tumpah juga.  Taeyeon tak bisa menyimpannya terlalu lama. Ia meluapkan semua tangisannya bukan tanpa alasan. Dulu Taeyeon tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi penyanyi atau leader girl grup sepopuler SNSD. Ia menginjakkan kaki di Seoul untuk bertemu dengan teman kecilnya, seorang oppa yang berjanji akan selalu menjaganya. Namun kehidupan sebagai entertainer harus ia jalani demi oppa yang kini telah menjadi milik orang lain, demi keluarganya di Jeonju yang selalu mendukungnya, demi member-member SNSD yang telah mempercayainya. Kehidupan ini begitu berat untuk Taeyeon tanggung sendirian.

 

Terlalu larut dengan kesedihannya, Taeyeon tak menghiraukan pemandangan kota Seoul yang terlihat jelas di rooftop gedung ini bahkan ia tak menyadari seseorang yang baru tiba di pintu masuk rooftop.

 

“Kau baik-baik saja?” tanya sebuah suara yang tidak asing dipendengaran Taeyeon. Ia mencari sumber suara sementara airmata masih mengaburkan pandangannya.

 

Tepat tiga meter dibelakangnya, Taeyeon melihat orang yang bicara tadi menatapnya khawatir.

 

“Gwaenchana?” tanya namja itu lagi.

 

Taeyeon sedikit tersentak dan cepat-cepat membuang muka, ia menghapus airmatanya. Ia sudah tertangkap basah sedang menangis sekarang.

 

Dengan keadaan yang masih terisak, Taeyeon merutuki kebodohannya sendiri. Ia kira rooftop gedung SM tak akan dikunjungi siapapun, ternyata anggapannya salah.

 

Taeyeon masih terdiam tanpa menjawab pertanyaan namja yang tiba-tiba berada dibelakangnya. Bukannya pergi, namja itu justru mendekat kearah Taeyeon dan mengambil alih tempat duduk disampingnya.

 

“Bagaimana??”

 

“Apanya yang bagaimana?” balas Taeyeon tak mengerti.

 

Namja itu tersenyum, “Keadaanmu. Tangisanmu apa sudah selesai?”

 

Taeyeon sedikit jengkel, “Belum selesai ketika kau datang mengganggu, Kyuhyun-ssi” jawabnya ketus.

 

Namja yang disebut Kyuhyun itu menatap Taeyeon, “Mian”

 

Tak ada jawaban. Keduanya sama-sama terdiam sampai Taeyeon menarik napas dalam-dalam dan berujar, “Sepertinya aku sudah selesai. Kau boleh memakai tempat ini”

 

Taeyeon berniat beranjak dari bangkunya tapi tangan Kyuhyun sudah mencekal tangannya.

 

“Tinggal lah sebentar” ucap namja itu datar.

 

Awalnya Taeyeon ragu, namun ia memutuskan untuk kembali duduk dan menatap pemadangan didepannya. Pikirannya mulai berkecamuk, banyak hal yang ingin ia katakan pada Kyuhyun setelah sekian lama mereka tak bertemu. Namun tak ada satu katapun yang Taeyeon ucapkan, ia lebih memilih diam dan menunggu Kyuhyun yang bicara.

 

“Katakanlah sesuatu” ucap Kyuhyun tiba-tiba, Taeyeon mengerutkan kening.

 

“Aku tau banyak hal yang ingin kau katakan. Kau berhak memarahiku, memakiku bahkan membenciku” sambung Kyuhyun.

 

Taeyeon menahan air matanya agar tak jatuh lagi. Ia merindukan Kyuhyun, ingin memeluknya dan kembali berhubungan seperti dulu, tapi keadaannya kini berbeda. Kyuhyun sudah bukan oppa-nya yang dulu lagi, Kyuhyun sudah menjadi milik orang lain. Kenyataan yang membuat Taeyeon benar-benar sedih.

 

“Maaf” lirih Taeyeon. Kyuhyun menoleh cepat.

 

“Maaf sudah memasuki kehidupanmu lagi. Maaf sudah mengganggu kebahagiaanmu..” setetes airmata kembali jatuh dari mata Taeyeon.

 

Kyuhyun menegang ditempatnya, ia kembali membuat yeoja itu menangis. Saat dia akan pergi sampai mereka bertemu kembali.

 

“Tidak, seharusnya aku yang mengatakan itu, Tae” sanggah Kyuhyun, “Aku meninggalkanmu dan aku selalu berharap kau datang. Tapi saat kau sudah ada disini, aku malah mengecewakanmu. Mianhae”

 

Taeyeon menghapus jejak airmata dipipinya dan menatap Kyuhyun dengan senyum kecil yang jelas dipaksakan, “Bisakah kita tidak membicarakan yang sudah lalu?”

 

“Tentu saja” Kyuhyun mendekat dan memperlihatkan jilidan kertas tebal yang sedari tadi dibawanya, “Kita bisa menghabiskan waktu dengan mempelajari skrip reality show ini”

 

Taeyeon sudah lebih baik. Ia sedikit melupakan semua kejadian yang membuatnya berada di rooftop ini, sedikit lupa dengan kesedihannya.

 

“Ini skrip reality show kita?” tanya Taeyeon.

 

“Ya. Kau belum mendapatkannya?”

 

Taeyeon menggeleng, “Mungkin nanti. Lalu apa yang akan kita lakukan?”

 

Kyuhyun berpikir sejenak lalu kembali menatap Taeyeon yang diam, “Kita bisa memulai dengan membuat chemistry. Kau dan aku tidak boleh terlihat kaku saat berada didepan kamera. Dan kita bisa melatih chemistry kita dengan mengobrol ringan layaknya teman akrab”

 

Itu membuat Taeyeon menghela napas. Reality show ini akan menjadi pekerjaan berat untuknya. Tapi disamping itu, ucapan Kyuhyun memang benar. Mereka harus mempunyai chemistry yang kuat untuk berperan sebagai sepasang kasih demi memuaskan penonton. Lagipula apa salahnya mengobrol biasa? Taeyeon tak akan mati karena itu.

 

“Baiklah. Kita mulai” intruksi Taeyeon.

 

Keduanya bersiap-siap memulai akting natural mereka dengan saling pandang dan Taeyeon tersenyum manis kearah Kyuhyun.

 

“Kyu, ada yang ingin kau bicarakan?” tanya Taeyeon berusaha tidak canggung.

 

“Sepertinya tidak, kau sendiri?” Kyuhyun benar-benar menikmati perannya. Ia sudah terlihat mahir dalam berakting.

 

“Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan” jawab Taeyeon pelan.

 

“Ya, katakan saja”

 

“Kau mempunyai ponsel?” pertanyaan yang buruk. Taeyeon tak tau harus memulai darimana.

 

“Tentu saja” jawab Kyuhyun dan langsung merogoh kantung mantelnya. Dia memperlihatkan ponsel bersilikon hitam itu pada Taeyeon.

 

“Kau dekat dengan Donghae oppa?” Taeyeon rasa dia bukan sedang bertanya dan mengobrol melainkan tengah mengintrogasi Kyuhyun. Tapi siapa peduli.

 

Kyuhyun berpikir sejenak, “Sedikit. Aku lebih dekat dengan Leeteuk hyung dan Yesung hyung”

 

“Kalau begitu kau tidak mungkin mempunyai nomor ponselku kan?”

 

Kyuhyun terkesiap, “Ah, pertanyaanmu terlalu berbelit-belit. Kau ada satu kesempatan lagi untuk bertanya”

 

Taeyeon menggembungkan pipinya lucu, jelas membuat Kyuhyun gemas melihatnya. Yeoja itu masih cemberut sambil merogoh ponsel ungunya di saku jaket.

 

“Kau yang mengirimiku pesan ini? Benarkan ini kau?” tanya Taeyeon penuh selidik dengan ponselnya yang terbuka menampilkan pesan dari nomor tak dikenal pagi tadi.

 

“Pertanyaanmu ada dua. Aku tak akan menjawabnya karena kau sudah melipat gandakan kesempatan yang kuberikan” balas Kyuhyun setelah membaca pesan diponsel Taeyeon dan mengalihkan pandangan.

 

“Kenapa begitu? Kau curang. Apa susahnya menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’?” desak Taeyeon tak sabaran.

 

“Tak ada kesempatan lagi. Sekarang aku yang bertanya” ucap Kyuhyun menikmati wajah kesal yeoja disampingnya. Ternyata sifat Taeyeon masih seperti anak kecil. Ia merindukan ekspresi merajuk yeoja itu.

 

“Sejak kapan kau berada di Seoul?” tanya Kyuhyun.

 

“Saat setelah SM mengadakan global audition di Jeonju, mungkin 7 tahun yang lalu”

 

Ternyata Taeyeon berada didekatnya sudah cukup lama. Namun Kyuhyun tak menyadari keberadaannya sama sekali, ia benar-benar sangat bersalah. Mengacuhkan keberadaan Taeyeon hingga yeoja itu didapatkan oleh teman segrupnya. Terlambat untuk menyesali.

 

“Bagaimana keadaan eommeo-nim dan abeo-nim di Jeonju?”

 

“Mereka baik-baik saja. Dan kau tau, toko kacamata kecil keluargaku kini sudah berkembang. Mereka sangat merindukanmu daripada putrinya sendiri. Aku sedih” jawab Taeyeon tak sadar ia mulai banyak bicara.

 

“Syukurlah. Tak hanya mereka, akupun sedih dengan kedua orangtuaku yang selalu menanyakanmu. Setelah debutmu dengan SNSD, eommaku jadi lebih cerewet membicarakanmu”

 

“Ah, benarkah?” balas Taeyeon dengan wajah berbinar.

 

“Aku tak akan menjawab pertanyaanmu”

 

Taeyeon memudarkan senyumnya, “Aku tidak bertanya, hanya menyakinkan. Dasar pelit” cibirnya, “Kau memiliki satu kesempatan lagi untuk bertanya. Sebaiknya kau manfaatkan itu”

 

“Tentu. Aku akan menggunakan kesempatan itu dengan baik, tidak seperti kau” jawab Kyuhyun sedikit menyindir.

 

Taeyeon ingin sekali memukul Kyuhyun kalau ia tak meredam kekesalannya. Kyuhyun tersenyum mengejek. Sepertinya kedua orang itu mulai bisa bersikap hangat satu sama lain. Taeyeon yang selama ini menjadi orang tertutup, sekarang bisa sedikit lebih terbuka. Begitu pula dengan Kyuhyun yang sudah membangun benteng pertahanan untuk hatinya kini semua itu seakan tak berarti dihadapan Taeyeon. Mereka ingin dekat seperti dulu, bisakah?

 

“Kau mencintaiku?”

 

Deg~

 

Taeyeon nyaris jatuh dari bangkunya akibat degupan jantungnya yang tiba-tiba. Apa telinganya sudah tak berfungsi? Atau otaknya yang tak bisa mencerna kalimat Kyuhyun dengan baik? Benarkah Kyuhyun mengatakan hal itu?

 

Banyak hal yang memasuki pikiran Taeyeon hingga membuatnya pusing.

 

“Kau mencintaiku?” ulang Kyuhyun saat tak mendapat jawaban dari yeoja itu.

 

Taeyeon berusaha memfokuskan padangannya yang kabur, “Ke-kenapa kau bertanya seperti itu?”

 

“Aku tak akan menjawab pertanyaanmu” jawab Kyuhyun santai.

 

Ekspresi terkejut Taeyeon berubah menjadi seperti semula. Ia tersenyum begitu manis dan menatap Kyuhyun dalam.

 

Sementara Kyuhyun menunggu jawaban, ia tak mengerti dengan senyuman Taeyeon yang perlahan menjadi senyum kemenangan.

 

“Aku juga tak akan menjawabmu” balas Taeyeon ringan.

 

“Kenapa begitu?” protes Kyuhyun tak terima.

 

Senyum kemenangan Taeyeon semakin melebar, “Aku memberimu satu kesempatan. Ingat berapa kali kau mengulang kata ‘Kau mencintaiku’? Kau melipat gandakan kesempatan yang aku beri”

 

Kyuhyun berpikir dan merutuki kebodohannya sendiri. Padahal tadi itu sudah serius, karena ketidak sabarannya ia jadi termakan omongan sendiri. Shit!

 

“Hahaha :D” Taeyeon tertawa puas, “Kau pikir aku bodoh?”

 

“Menyebalkan” gerutu Kyuhyun, “Yaa, berhenti tertawa!”

 

Tawa Taeyeon malah semakin keras.

 

“Sudahlah, latihannya sudah cukup. Aku harus segera kembali ke dorm” Kyuhyun bangkit dan membenarkan sedikit letak mantelnya.

 

Taeyeon berhasil menetralkan tawanya dan menatap Kyuhyun, “Baiklah. Kau pergi saja duluan, aku masih ingin disini”

 

“Kau yakin? Bisa-bisa kau menangis lagi saat aku tinggal” ejek Kyuhyun.

 

“Aku tak secengeng itu. Lagipula setelah ini SNSD tak ada jadwal” ucap Taeyeon beralasan.

 

“Kau tidak boleh bersikap ceroboh lagi. Sekarang hanya Miss Young yang memberimu sangsi, lain kali jangan memikirkan masalah pribadi disaat sedang bekerja maupun latihan. Itu akan mengganggu konsentrasimu dan membermu yang lain” nasehat Kyuhyun.

 

Taeyeon menatapnya bingung, “Darimana kau tau Miss Young memberiku sangsi?”

 

“Aku tak akan menjawab. Hanya saja kau harus banyak belajar menguasai beberapa bahasa, terutama inggris” ucap Kyuhyun lagi.

 

Taeyeon hanya diam. Ternyata Kyuhyun tau masalahnya.

 

“Aku pergi” Kyuhyun melangkah menuju pintu keluar rooftop saat Taeyeon menyahut.

 

“Sunbae..”

 

Kyuhyun menoleh sambil tersenyum, “Aku tak akan menjawab jika kau bertanya. Tapi mengenai pesan itu, aku tak main-main. Aku harap kita masih bisa berteman”

 

Setelah berkata seperti itu Kyuhyun kembali melangkah dan menghilang dibalik pintu rooftop.

 

Ditempatnya Taeyeon malah mematung, “Jadi benar pesan itu dari Kyuhyun” gumamnya.

 

‘Ya Tuhan…’

 

Taeyeon menghembuskan napas berat sebelum menyamankan posisinya di bangku dan menikmati angin yang membuatnya tenang.

 

 

***

 

 

“Sooyoung-a, ini bagus tidak?” tanya Yoona sambil menunjukkan sebuah syal rajut berbahan lembut berwarna abu-abu gelap saat mereka dan beberapa member SNSD yang lain tengah bersantai di ruang tv dorm.

 

“Umm.. Syal itu..” hanya untuk menjawab pertanyaan sesederhana itu saja Sooyoung terlihat begitu serius, bahkan ia meninggalkan snack yang sejak tadi dipangkunya, “Memangnya kenapa, Yoong? Kau ingin memberikannya padaku?”

 

“Ya!” Yoona mengibaskan syal itu pada Sooyoung, “Siapa bilang syal ini untukmu? Aku hanya bertanya bagus atau tidak”

 

“Syal itu bagus” jawab Jessica yang baru turun dari lantai atas bersama Taeyeon dan Yuri.

 

Taeyeon langsung menuju dapur ketika telepon dorm berbunyi.

 

“Biar aku saja yang angkat” ucap Yuri yang kemudian berlari kesudut ruang tamu. “Yeoboseyo”

 

“Jeongmal, eon?” wajah Yoona berbinar menatap Jessica, “Ah~ berarti aku memang tidak salah pilih” lanjutnya sambil memandang kearah syal yang ia rentangkan.

 

“Kalau bukan untukku, lalu itu untuk siapa, Yoong?” tanya Sooyoung sambil meraih cemilan dari dalam toples dan langsung memakannya.

 

“Hmm… Ini untuk Kyuhyun oppa”

 

Taeyeon yang sedang menuangkan air kedalam gelas tiba-tiba terhenti. Suara Yoona cukup keras dan jarak ruang tengah dengan dapur hanya terhalang sekat kecil berupa konter. Tak mungkin jika Taeyeon tak mendengar ucapan itu.

 

“…Kyuhyun oppa mudah sekali jatuh sakit. Apalagi sekarang mulai memasuki musim dingin, aku ingin memberikan syal ini untuknya..”

 

Tak ada tanggapan. Hanya terdengar suara televisi yang menyala. Hyoyeon dan Sunny saling pandang. Sementara Yuri baru bergabung setelah menerima telepon tadi.

 

“…Dan Seo, bisakah kau membantuku?” Yoona tiba-tiba bertanya pada Seohyun yang memandangnya tak mengerti.

 

“Bantu apa, eon?”

 

“Bisakah kau memberikan syal ini pada Kyuhyun oppa?” tanya Yoona penuh harap, “Hari ini kau ada jadwal ke KBS-tv, kan? Jalannya searah dengan gedung SM dan kau bisa memberikan ini dulu sebelum ke studio tv” lanjutnya.

 

Sebenarnya Yoona ingin memberikan langsung syal itu pada Kyuhyun, tapi sebentar lagi ia harus ke lokasi syuting untuk menyelesaikan part drama yang tersisa sebelum fokus pada acara reality show-nya.

 

Seohyun berpikir sebentar kemudian menjawab, “Mian, eonni. Aku akan pergi ke studio menggunakan van SNSD, jadi asisten dari manajer Han tak akan membiarkanku berkunjung ketempat lain terlebih dahulu. Lagipula aku menjadi MC diacara itu tak hanya sendiri, masih ada Tiffany eonni dan Taeng eonni” jelas Seohyun membuat Yoona mendesah kecewa.

 

Member SNSD yang lain tak ada yang berkomentar, mereka tak bisa membantu.

 

“Eoh, sebentar…” Yuri membuka suara membuat Yoona, Jessica dan Seohyun beralih menatapnya, “Kau bilang gedung SM, kan?” tanyanya pada Yoona.

 

“Ne, Kyuhyun oppa ada jadwal latihan sekarang” jawab Yoona, tepat dengan datangnya Taeyeon keruang tengah.

 

“Ah! Kebetulan sekali” sahut Yuri semangat, “Tadi manajer Han menelepon agar Taeyeon eonni berkunjung kegedung SM sebelum pergi ke KBS-tv. Kau bisa menitipkan syal itu pada Taeng eonni, Yoong” sarannya.

 

Yoona melirik kearah Taeyeon yang tengah menatap Yuri tak percaya. Ayolah, Yoona tak akan rela jika syal itu dititipkan padanya.

 

“Memang ada apa manajer menyuruh Taeng ke gedung SM?” kini giliran Sunny yang bersuara.

 

“Taeyeon eonni harus mengambil skrip reality show” jawab Yuri.

 

“Kurasa tidak buruk, kau mau ‘kan, eonni?” tanya Hyoyeon pada Taeyeon.

 

Merasa terpanggil, Taeyeon langsung menoleh dan berpikir sambil bergumam.

 

“Taeng, jawablah” desak Tiffany.

 

“O-oh.. Baiklah. Aku tak keberatan” jawab Taeyeon setengah ragu. Ia jelas tidak keberatan karena dulu ia juga pernah menitipkan kado untuk Kyuhyun pada Yoona, walau bedanya Yoona kembali menitipkan pada Jihyuk.

 

Yoona berpikir dan sedikit tidak suka jika harus Taeyeon yang memberikan, namun ia tak punya pilihan lain.

 

Yoona pun mengagguk pasrah dan tersenyum dipaksakan, “Gomawo, eon”

 

 

***

 

 

Kotak berwarna merah hati dengan pita berwarna emas, dibaliknya terdapat syal rajut pemberian Yoona untuk Kyuhyun. Berkali-kali Taeyeon mengamati kotak yang sedang dibawanya itu, berkali-kali pula ia menghela napas. Ia harus segera menyerahkannya pada Kyuhyun. Tapi sedari tadi ia tak melihat satupun member Super Junior berada di gedung itu.

 

“Taeng-a!” panggil seseorang.

 

Mau tak mau Taeyeon menghentikan langkahnya dan menoleh, “Oppa?” sahutnya.

 

“Sedang apa kau disini?” tanya Donghae setelah berada didepan kekasihnya.

 

Taeyeon menatap kotak ditangannya membuat Donghae juga memandang kearah kotak merah hati itu. Diam-diam Taeyeon mengedar ke belakang Donghae, berharap ada member SJ yang lain, terutama Kyuhyun. Tapi ternyata namja itu benar-benar sendiri.

 

“Apa kau melihat Kyuhyun sunbae, oppa?” tanya Taeyeon mengabaikan pertanyaan Donghae sebelumnya.

 

“Sepertinya Kyuhyun ada diruang musik. Kami baru selesai latihan” jawab namja itu bersikap biasa saja.

 

Seharusnya seorang kekasih akan meminta penjelasan jika pasangannya bertanya keberadaan namja lain sambil membawa sekotak kado. Namun Donghae tak se-protektif itu pada Taeyeon. Mengekang pasangan hanya akan memperburuk hubungan mereka.

 

Taeyeon mengangguk-angguk kecil kemudian tersenyum.

 

“Mau aku antarkan?” tawar Donghae.

 

“Oh, tidak perlu, oppa. Aku bisa kesana sendiri. Gomawo”

 

“Ne”

 

“Kalau begitu aku pergi”

 

Donghae tersenyum seraya mengusap pelan rambut depan Taeyeon, “Hati-hati. Sampai jumpa”

 

Taeyeon mengangguk, “Annyeong”

 

Tanpa membuang waktu lagi, Taeyeon langsung berjalan menuju ruang musik, sedangkan Donghae memasuki lift.

 

Kini Taeyeon sudah berada di depan pintu ruang musik Super Junior. Perlahan gadis itu mengetuk pintu. Tak ada respon dari dalam.

 

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk masuk kedalam ruangan. Beruntung pintu itu tak terkunci.

 

Taeyeon membuka pintu perlahan dan kembali menutupnya. Disana ia tidak menemukan sosok Kyuhyun yang sedang memainkan alat musik. Kyuhyun justru duduk berselonjor dilantai, bersandar pada dinding, memejamkan mata sambil memangku sebuah gitar. Taeyeon juga melihat sepasang earphone berwarna putih yang terpasang ditelinganya. Wajah Kyuhyun terlihat begitu lelah. Mungkin ia terlalu keras dalam bekerja maupun latihan sampai-sampai mengabaikan waktu untuk beristirahat.

 

Taeyeon tak ingin mengganggu tidur namja itu. Akhirnya ia melangkah pelan dan meletakkan kotak pemberian Yoona disamping Kyuhyun. Taeyeon berniat cepat pergi sebelum Kyuhyun menyadarinya. Tapi belum sempat ia berbalik, tangan kanannya sudah dicekal.

 

“Taeyeon-a” lirih Kyuhyun.

 

Taeyeon tertunduk. Ia tidak sedang ingin menatap mata Kyuhyun. Melihat langsung mata itu membuatnya teringat akan Yoona yang begitu mencintai namja dihadapannya ini.

 

“Apa kotak ini untukku?” tanya Kyuhyun seraya bangkit dari duduknya, ia menunjukkan kotak berwarna merah muda itu.

 

Taeyeon mengangguk tanpa menatap Kyuhyun.

 

“Gomawo”

 

“Itu dari Yoona” ralat Taeyeon cepat.

 

Kyuhyun mengernyitkan dahi kemudian tersenyum, “Sampaikan ucapan terimakasihku padanya”

 

“Ne” jawab Taeyeon singkat, kemudian bermaksud kembali melangkah.

 

“Kau menghindariku?” tanya Kyuhyun yang langsung membuat Taeyeon membeku.

 

Pasalnya mereka sudah bisa akrab saat bertemu di rooftop tiga hari yang lalu, namun selama tiga hari itu Taeyeon kembali bersikap canggung dan seakan menganggap Kyuhyun tak ada. Jelas Kyuhyun tak tau apa sebabnya.

 

“Wae?” tanya Kyuhyun lagi.

 

“Aku tak menghindarimu” sangkal Taeyeon tanpa memberi penjelasan apapun.

 

“Jika kau tak menghindariku, kenapa kau masih tak mau menatapku?”

 

‘Karena bayang-bayang Yoona selalu membuat hatiku sakit, oppa!’ ingin Taeyeon berteriak seperti itu, namun ia harus menahan diri.

 

Perlahan wajahnya terangkat dan mencoba menatap mata Kyuhyun. Dalam sepersekian detik saja tatapan Kyuhyun yang teduh sudah berhasil membuat Taeyeon gusar. Apalagi saat melihat namja itu tersenyum. Jantungnya berdegup cepat.

 

“Maaf karena telah mengira yang tidak-tidak” ucap Kyuhyun memulai pembicaraan, “Tapi semenjak terakhir kali kita bertemu di rooftop, sikapmu kembali asing padaku. Aku selalu merasa kau sedang menghindariku. Mulai saat kita bertemu di ruang latihan sampai kemarin kau menjadi bintang tamu diacara radio yang aku bawakan”

 

Taeyeon kembali menunduk seakan takut mendengar kebenaran yang kian terkuak. Sayangnya semua pernyataan Kyuhyun tak salah satupun. Taeyeon memang menghindarinya. Alasannya tentu saja karena Yoona.

 

“Kau kembali tak mau menatapku” sindir Kyuhyun membuat Taeyeon langsung menatap matanya.

 

“Ku kira kita masih bisa berteman…” Kyuhyun menggantungkan ucapannya. Seperti menunggu reaksi Taeyeon, tapi yeoja itu masih diam.

 

“Atau kau… tidak mau menganggapku demikian?”

 

“Bukan begitu, sunbae” jawab Taeyeon cepat.

 

“Baiklah” Kyuhyun meletakkan kedua tangannya di bahu Taeyeon, “Kalau kau benar-benar menganggapku teman, kutunggu kau di halte depan gedung SM tepat jam 3 sore di minggu pertama musim dingin”

 

Taeyeon mengerjap beberapa kali, “Menungguku??”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be continue…..

 

No comment. Yg pasti aku banyak2 terimakasih sm readers yang mau baca ff ini. Maaf selalu mengecewakan.

Aku punya ff baru, tapi rating NC. pengen dipublish tapi ga pede, hehe 😀 sebaiknya gmn readers???

 

Pada koment yaa. Pleaseee #melas

 

 

See You In Chapter Nine :*

Advertisements

58 comments on “[FREELANCE] Loves and Loved (Chapter 8)

  1. Akhirnyaaaa di post juga ni ff kekekek😂😂 gregett ma yoona😣 ngeseliinn. Waa kyutae bakal banyak moment habis ini kekekek okedeh ditunggu buat next chapternyaa yaaaa hwaitingggg thoorrr😘💕💕💕💕💕💕

  2. Kyutae udah mulai dekat, tp taeng masih merasa canggung
    ff di publish aja thor, kan sayang udah di bikin tp gx publish

  3. Astaga, akhirnya bisa baca juga. Aku suka banget cerita eonni yang ini! Terus, akhirnya jalan cinta Kyutae mulai menemukan titik terang! Selama ini susah banget, eh ada reality show! Bagusnyyyyaaa!!
    Semoga chapter 9 Kyutae makin menyadari perasaan masing2 dan Yoona gak rese lagi Kkkk~
    See you eon!

  4. Suka banget sama cerita ini apalagi ada moment KyuTae nyaaaa~ Tapi aku lebih prefer dia sama Donghae… I mean he is always there for her! Donghae itu terlalu baik untuk dibuang dan mereka adalah pasangan paling manis, paling serasi, dan paling bisa melengkapi satu sama lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s