[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 7)


My Rival Is My First Love Chapter 7

 

 

Aurhor        : amaamemade

Main Cast    : Kim Taeyeon SNSD, Oh Sehun EXO K, Baekhyun EXO K

Other Cast    : Tiffany SNSD, Kai EXO K, Xi Luhan, Yoona SNSD, D.O EXO K (selanjutnya liat sendiri aja)

Genre        : School life, Romance, Marriage Life, Little Sad (maybe?)

Lenght        : Chapter

Rating        : PG-17

 

Ya, author kirim lagi kelanjutan ff ini ke admin buat para readers. Author terinspirasi dari beberapa film dan cerita terus tambahan sedikit masukkan dari adik author. tapi tetep ini adalah ff murni dari pemikiran author

Massa?

Kalau gak percaya, tunggu dan ikuti terus chapter selanjutnya ^^

Makasih buat admin yang lagi-lagi mau ngepost ff author ini. Gomawo Min. heheheh.

Ff ini murni dari pemikiran author jadi harap jangan memplagiat ataupun mengcopy 🙂

 

Harap maklum {Typo}

Comment kalian author tunggu 🙂

udah dulu basa basinya. hehhehe, dan silahkan baca

 

 

 Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3, Chapter 4, Chapter 5, Chapter 6

^MRIMFL6^

 

`Tenang Taeyeon, Tenang.. Kau harus melupakannya` ucap Taeyeon yang saat ini telah berada dikoridor sekolahnya

 

`Dia juga sering menciumku jadi apa salahnya jika Aku menciumnya, Aku bahkan Istrinya` pikir Taeyeon yang tanpa sadar mengatakan itu semua dalam benaknya dan setelah sadar Taeyeon langsung berteriak “Huaaa. . . Andwaeeeeeee.. Babo.. Apa yang baru saja Kau pikirkan, Taeng” pekik Taeyeon keras pada dirinya sendiri seraya memukul-mukul kepalanya dengan kedua tangannya

 

“Berhenti memukuli kepalamu sendiri” ucap seseorang setelah sebelumnya menahan kedua tangan Taeyeon

 

“Yak!!” pekik Taeyeon kesal namun setelahnya membulatkan matanya

 

“KAU” ucap Taeyeon

 

Pekikan Taeyeon itu hanya dibalas cengiran oleh Luhan, Ya.. Luhan lah yang telah membuat Taeyeon terkejut .

 

“Apa yang kau lakukan ?” tanya Taeyeon sinis yang saat ini telah menetralkan keterkejutannya

 

“Yang aku lakukan?” ucap Luhan mengulangi pertanyaan Taeyeon lalu setelahnya kembali berucap “Jelas saja yang ku lakukan itu menahan agar kepala istri dari sahabatku ini, tidak pecah”

 

“Hmm..Ap—ppa ya—ng Kauu Laku–kan, hah ?” ucap Luhan terbata-bata yang saat ini telah dibungkam mulutnya dengan tangan Taeyeon

“Sekali lagi Kau mengucapkan kata istri didepanku, MATI KAU !!!” geram Taeyeon dan setelahnya melepaskan tangannya dari bibir luhan, sedangkan Luhan yang mendapatkan perilaku seperti itu dari Taeyeon langsung menampakkan wajah shocknya.

 

“Isshh.. Kau harusnya mengucapkan terimakasih padaku, bukannya hampir membuatku kehabisan nafas”

 

“Cih.. Kau bilang kehabisan nafas ?” ucap Taeyeon seraya mendelikkan matanya kesal menganggap Luhan berlebihan

 

“Ne, Kau mau membuatku mati heuh ?” Taeyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya merasa aneh, bagaimana Namja yang berada dihadapannya ini digilai banyak Yeoja padahal Namja itu sangat cerewet,

 

“Ne, Aku akan membunuhmu jika Kau berucap seperti itu lagi” balas Taeyeon cepat yang membuat Luhan merinding, walaupun itu hanya gertakan tapi aura disekitar Taeyeon menjadi gelap ketika Taeyeon mengatakan itu semua.

 

“Ani.. Aku tidak akan membiarkanmu membunuhku, bahkan Aku belum menikah dengan Pink-ki” ucapan Luhan kali ini benar-benar membuat Taeyeon muak, apa maksud Luhan ? Luhan pikir ini sebuah naskah drama apa? Yang membuat dirinya bertindak begitu berlebihan.

 

Taeyeon yang merasa membuang-buang waktu berbicara dengan Luhan pun memutuskan beranjak pergi meninggalkan Luhan, apalagi beberapa siswa sudah berdatangan membuat Taeyeon berfikir `Aku harus jauh-jauh dari playboy ini sebelum para siswa berfikir yang tidak-tidak`

 

Namun baru beberapa langkah, tiba-tiba Taeyeon berhenti, didasari dengan niat yang jahil akhirnya Taeyeon membalikkan badannya dan berucap “Memang Fanny mau menikah denganmu?”

Ucapan sekaligus senyuman miring yang Taeyeon berikan pada Luhan langsung membuat Luhan melotot tidak terima “YAK!!!” pekikkan Luhan itu membuat Taeyeon segera berlari, terburu-buru meninggalkan Luhan

 

 

^MRIMFL7^

 

Heuh.. Heuh.. Aaaaaa !!” dengusan Tiffany diseberang sana yang berakhir dengan teriakkan itu membuat Taeyeon menjaga jarak dengan ponselnya

 

“Hey, Kau fikir apa yang kaulakukan? Seenaknya teriak dan membuat telingaku sakit” bentak Taeyeon yang saat ini tengah melagkahkan kaki menuju atap sekolah dengan tangan kanan yang memegang ponselnya, rupanya Taeyeon sedang berbicara dengan Tiffany , Yaa.. Tiffany hari ini tidak masuk sekolah dikarenakan sakit dan itu sukses membuat Taeyeon bad mood dan berakhir dengan Taeyeon yang menelefon Tiffany diwaktu istirahat ini, namun apa yang dia dapat ? saat dering terakhir, Tiffany baru mengangkat panggilanya dengan teriakan yang memekikkan telinga

 

Jangan salahkan Aku, salahkan Luhan saja yang membuat moodku hancur dari kemarin” ucapan Tiffany ini langsung membuat Taeyeon mendengus kesal dalam hati dia berfikir `Bagaimana orang sakit mempunyai tenaga sebesar itu untuk teriak ?`namun seketika Taeyeon teringat akan cerita Tiffany mengenai Luhan yang mengajaknya kencan beberapa hari yang lalu.

 

“Apa ini mengenai kencan itu ? Kau benar-benar menerima ajakan kencan playboy itu ?” tanya Taeyeon memastikan yang membuat Tiffany berfikir sesaat diseberang sana

 

Ne, tapi aku menyesal” ucap Tiffany setelahnya menghela nafas kesal

 

“Wae ? aku juga kesal dengannya” celetukkan Taeyeon itu membuat Tiffany diseberang sana mengerutkan keningnya bingung “Playboy itu sama sepertimu yang menyebutku seorang istri, dan kau tau apa yang kulakukan ? aku mengancam akan membunuhnya jika kata -istri- yang dimaksudkan untukku keluar lagi dari bibirnya itu, tapi apa yang dia bilang ? `Anni aku tidak akan membiarkanmu membunuhku, aku bahkan belum menikah dengan Pink-ki` ” ucap Taeyeon panjang lebar dengan menirukan suara Luhan saat mengulang ucapan Luhan tadi.

 

Hahhaahhhaa.. tapi tumben sekali Kau berbicara dengannya, memang apa yang terjadi ?” pertanyaan Tiffany ini membuat Taeyeon seketika teringat akan peristiwa pagi tadi saat dirinya memukul-mukul kepalanya

 

“Dia menahanku saat Aku memukul-mukuli kepalaku” ucap Taeyeon

 

Mwo ? Kau tidak gila kan ?

 

“Anni, Aku melakukannya tanpa sadar”

 

“Lalu, Apa yang membuatmu memukul-mukuli kepalamu walau itu tanpa sadar?”

 

“Kita bicarakan ini nanti ketika Kau masuk sekolah, sekarang ceritakan dulu mengenai kencan mu itu, aku sangat penasaran” ucap Taeyeon mengalihkan pembicaraan karena pertanyaan Tiffany itu mengingatkan Taeyeon mengenai apa yang dia fikirkan tadi pagi tentang Sehun

 

Heuh !! aku harap besok keadaanku sudah membaik jadi aku bisa bersekolah dan menagih janjimu itu” ucap Tiffany seraya menghela nafas kesal yang disambut kekehan dari Taeyeon, namun setelahnya Tiffany melanjutkan “Pertama, dia telat menjemputku, dia janji menjemputku pukul 9 pagi tapi dia telat dua jam. Sungguh hal itu membuatku kehilangan mood ku. Kedua, dia mengajakku ke sungai han dan apa yang terjadi disana ? sampai disana ternyata hujan deras dan yang paling parah saat kita memutuskan untuk pulang, bensin mobil Luhan habis dan terpaksa kita harus menunggu hujan reda yang berimbas pada pulangnya aku pukul 8 malam itupun dengan dijemput supir Luhan” cerita Tiffany panjang lebar yang sungguh membuat Taeyeon ingin tertawa namun Taeyeon tahan saat ini

 

Bahkan saking kesalnya, Aku menolak ketika Luhan menawarkan untuk makan malam terlebih dulu disebuah restoran sebelum kita pulang, dan setelah sesampainya dirumah, aku merasa kepalaku pusing dan perutku sakit, Aku terkena deman dan mag secara bersamaan” ucap Tiffany mengakhiri ceritanya dan benar saja Taeyeon saat ini tertawa terbahak-bahak

 

Itu tidak lucu !” pekik Tiffany kesal

 

“Hehhehe.. Mian, Mian.. aku tidak bisa menahan tawaku membayangkan Kau dan Luhan terjebak hujan disungai han.. Mmmm.. pantas saja sedari tadi dikelas aku perhatikan Luhan tampak lesu, ternyata dia ada sangkut pautnya dengan dirimu yang tidak masuk, lagipula mengapa Luhan tidak menyuruh supirnya datang lebih awal ? dan kau juga tidak punya inisiatif untuk meminta supirmu menjemput ? sungguh pasangan yang serasi”

 

Aku binggung, bagaimana dia bisa masuk ketika aku jatuh sakit seperti ini? Mengapa dia tidak sakit juga?

 

“Hahaha.. Kau mendoakan Namjachingumu sakit ? Heuh.. Yeoja yang jahat” goda Taeyeon yang membuat Tiffany geram diseberang sana

 

YAKK!! Apa Kau bilang ? Aku belum menjadi kekasihnya , dan masalah aku tidak meminta supirku untuk menjemputku itu karena supirku sedang mengantarkan eomma berkunjung ke rumah haraboeji, itu semua mutlak salah Luhan karena aku sudah memintanya untuk menelfon supirnya lebih awal dan bahkan aku memintanya untuk naik taksi tapi dia hanya berucap `Aku ingin kita menikmati semua suasana ini hanya bedua` cih ucapannya sungguh mengesalkan karena pada akhirnya Luhan meminta supirnya untuk menjemput kami dengan beralasan tidak ingin aku sakit, tapi sekarang ? aku sakit bahkan tidak bisa masuk sekolah” geram Tiffany tidak terima yang membuat Taeyeon lagi-lagi menjauhkan ponselnya sesaat dari telinganya

 

“Belum ? berarti Akan dan apapun itu aku sudah mengecap kalian sebagai pasangan yang serasi” goda Taeyeon lagi yang tidak diketahui Taeyeon bahwa Tiffany sedang bersemu merah ditempat tidurnya, merutuki kebodohannya yang salah mengucapkan kalimat pada Taeyeon

 

Neo, Jinjja !! Jika Kau berada dihadapanku saat ini, Aku pastikan Kau akan menerima balasannya

 

“Hahhaha.. Aku tunggu balasanmu Fann.. Jadi seba—” Taeyeon menghentikan ucapannyasaat dirinya sudah sedikit membuka pintu atap sekolah dan hal itu membuat Tiffany diseberang sana merasa penasaran akan apa yang terjadi pada sahabatnya itu sehingga tiba-tiba menghentikan ucapannya

 

Dan yang terjadi pada Taeyeon saat ini adalah ?? dirinya yang tengah sibuk bersembunyi dibalik pintu atap

 

“Tiff, sudah dulu yaa.. nanti kita lanjutkan” ucap Taeyeon yang langsung menutup panggilannya tanpa menunggu balasan dari Tiffany yang saat ini tengah kesal menatap ponselnya itu “Hacchiiiii !!!” bersin Tiffany dan setelahnya merasa badannya menggigil, tanpa pikir panjang akhirnya Tiffany menarik selimut lebih dalam dan mencoba mengistirahatkan tubuhnya agar besok bisa lebih baik dan segera masuk sekolah untuk menagih cerita Taeyeon

 

 

“Mmm… Kau– , Aku suka” suara Namja itu terdengar oleh Taeyeon yang saat ini masih menyembunyikan diri namun dengan mengintip siapa yang sedang berbicara itu

 

`Bukankah itu Kai ? untuk apa dia di atap sekolah seperti itu ?` pikir Taeyeon binggung `Ommo.. apa dia sedang menyatakan cinta pada seorang Yeoja ? tapi dimana Yeoja itu ?` asumsi itu tiba-tiba membuat Taeyeon sedikit meyembulkan kepalanya agar bisa melihat posisi Kai lebih jelas

 

“Aishh.. mengapa ini sulit sekali”

“Baiklah akan aku coba lagi.. ekhemmm…”

“Sarang—hae, Jeong—mal Sar—ang–hae” ucap Kai terbata-bata

“Bukan seperti itu… harusnya aku lebih tegas”

“Maukah Kau menjadi Ye–oja ku ?”

“Ugghh.. Ak–u menyuk–aimu sudah sejak lama”

 

“Aaaaahhhhh” geram Kai yang merasa dirinya begitu bodoh, pasalnya dirinya adalah Playboy yang sudah sering mengumbar kata-kata cinta namun apa sekarang ? dirinya begitu gusar `Siapa Yeoja itu ? yang berhasil membuat seorang Kai bertingkah seperti itu` pikir Taeyeon karena belum bisa melihat Kai sedang berbicara dengan siapa

 

“Aku akan ulangi sekali lagi, Aku menyukaimu sejak lama, benar-benar menyukaimu, maukah Kau menjadi kekasihku, Im Yoona ?” ucapan Kai itu membuat Taeyeon seketika terkejut sedangkan Kai masih tidak sadar jika sedari tadi kegiatannya itu di lihat oleh seseorang

 

`Yoona ? Im Yoona ? bukankah itu mantan Sehun ? Jadi selama ini, Kai memiliki perasaan pada Yoona ?` pikir Taeyeon yang saat ini menyembulkan kepalanya lebih jelas lagi,niatnya hanya ingin melihat bagaimana ekspresi Yoona, apa Yoona menerima atau menolak salah satu playboy seantero sekolah itu

 

Namun setelah menilik-nilik, tidak ada seseorang selain Kai di atap itu, Kai pun tidak memegang ponselnya yang menandakan dirinya sedang berbicara dengan seseorang disana, Jadi apa ini ?

 

`Apa Kai sedang berlatih menyatakan Cinta` pikir Taeyeon dan setelahnya menutup sedikit pintu itu lalu terbahak tidak bisa menyangka kejadian langka ini dia lihat dari sosok Kai, namun seperkian detik kemudian Taeyeon langsung menyadari kesalahannya itu dan segera berlari dari tempatnya

 

“Yaa.. Nuguuu ??” ucap Kai yang sekarang sudah menoleh ke arah pintu atap yang sudah sedikit terbuka dan ucapan Kai ini membuat Taeyeon yang masih bisa mendengar suara Kai pun menegang `Ommoo.. Habislah Aku` pikir Taeyeon

 

Kai yang penasaran dengan orang yang tadi tertawa pun, akhirnya membuka kasar pintu atap itu namun tidak menemukan seseorang disana.

 

“Aish.. siapa dia ? Apa dia mendengar semua yang ku katakan ?” ucap Kai yang saat ini tengah menuruni anak tangga “Shitt. Jika benar, Ini bencana” lanjut Kai dan setelahnya merutuki dirinya yang –Mengapa harus berlatih menyatakan cinta disana, di atap itu?-

 

Tapi dalam hatinya, Kai yakin, bahwa yang tertawa dan hampir 99% mendengar ucapannya adalah seorang Yeoja, Kai sangat-sangat yakin suara tawa itu milik seorang Yeoja

 

 

 

Brukk..

 

Taeyeon dengan tidak sengaja menabrak seseorang, awalnya Taeyeon berniat untuk melihat siapa yang dia tabrak dan langsung meminta maaf, tapi derap langkah cepat dibelakangnya membuat Taeyeon dengan refleks langsung memeluk orang itu, berharap bahwa Kai yang berada dibelakangnya tidak megetahui jika dia yang mendengarkan ucapannya tadi

 

“Aishh.. Siapa sebenarnya orang itu ?” gumaman Kai itu membuat Taeyeon seketika mengeratkan pelukannya dan tanpa disangka, orang yang dipeluk Taeyeon malah membalas perlakuan Taeyeon dengan mengelus punggung Taeyeong yang jujur saja membuat Taeyeon seketika merinding.

 

Kai yang melihat sepasang siswa-siswi itu berpelukan hanya mendengus kesal tanpa berniat tau siapa orang yang sedang berpelukan mesra seperti itu. Mesra ? Yaa.. Kai menganggap pelukan yang dia lihat itu adalah pelukan sepasang kekasih yang sangat mesra dimana dua-duanya terlihat begitu nyaman didalam pelukkan itu.

 

Akhirnya Kai pun memilih lewat jalan lain untuk tetap mencari tau siapa orang yang tadi mengintinpnya atau menyerah dan berakhir menuju ke kelasnya ? Yaa.. hanya Kai saja yang tau.

 

“Mmm.. Jeongmal Mian” ucap Taeyeon seraya melepaskan pelukannya dan menjauh selangkah, merasa malu akan perbuatannya itu

 

“Gwenchana” Taeyeon pun refleks mendongkakan kepalanya karena merasa tidak asing dengan suara itu, matanya pun membulat ketika mengetahui siapa yang tadi dia peluk tanpa izin

 

“Neo ??” pekik Taeyeon seraya menjulurkan telunjukknya kearah Namja didepannya

 

“Wae ?” balas Namja itu dengan senyumannya

 

“Ah.. Mmm.. Anni” gumam Taeyeon kikuk

 

“Untuk apa Kau disini ?” tanya Taeyeon tiba-tiba

 

“Harusnya Aku yang bertanya, untuk apa Kau disini dan tiba-tiba memelukku ? Kau sedang menghindar dari seseorang ?” tanya Namja itu memastikan yang dibalas anggukan oleh Taeyeon

 

“Apa yang Kau hindari adalah Namja tadi ?” tanya Namja itu lagi

 

“Yaa begitulah, sekali lagi maafkan Aku yang lancang memelukmu” balas Taeyeon yang merasa malu lagi, beruntung lantai menuju atap ini sepi jadi Taeyeon tidak perlu khawatir jika ada yang melihatnya memeluk Namja itu terkecuali Kai dan Taeyeon berharap agar Kai tidak pernah tau “Jadi untuk apa Kau disini ?” tanya Taeyeon mengulagi pertanyaannya tadi

 

“Memang tidak boleh ? Aku kan sekolah disini juga” balas Namja itu namun Taeyeon hanya memandangnya seolah berkata –Bukan itu jawaban yang Aku inginkan-

 

“Baiklah, akan Aku beritahu.. Diruangan dekat tangga menuju atap sekolah ini adalah tempat Aku menghabiskan waktu istirahat jadi Aku ingin pergi kesana seperti biasa” ucap Namja itu yang membuat Taeyeon berfikir `Dimana ruangan itu ?` namun seperkian detik selanjutnya Taeyeon menyadari “Apa maksudmu, ruangan yang pintunya sudah tua itu ?” tanya Taeyeon meyakinkan

 

“Tepat”

 

“Untuk apa Kau disana? Itu kan hanya gudang tua yang sudah tidak dipakai lagi”

 

“Memang Kau tau apa ?” ucap Namja itu dan setelahnya berjalan pergi

 

“Yaaakk !! Tunggu” ucap Taeyeon namun tidak dihiraukan oleh Namja itu

 

 

“Byun Baekhyun”

 

DEG

 

Panggilan Taeyeon itu sukses membuat Namja yang adalah Baekhyun itu menghentikan langkahan kakinya, senyum senang jelas tercetak diwajahnya

 

“Wae ?” tanya Baekhyun seraya membalikkan badannya ke arah Taeyeon

 

“Jawab Aku, untuk apa Kau ke gudang itu ?”

 

“Sebegitu ingin tahunya kah, Kau tentang Aku ?” pertanyaan Baekhyun ini membuat Taeyeon berfikir sesaat

 

“Cih, Kau sungguh teramat percaya diri, Aku kan hanya bertanya” cibir Taeyeon

 

“Mmm… begitukah ?” tanya Baekhyun seraya mengelu-elus dagunya tampak tak percaya yang dibalas delikkan oleh Taeyeon

 

“Bagaimana jika Aku menawarkan suatu hubungan padamu?” lanjut Baekhyun dan ucapan Baekhyun ini membuat Taeyeon menatapnya binggung

 

“Hubungan ? hubungan apa yang Kau maksud ?”

 

“Sepertinya Kau sangat tertarik padaku”

 

“Jadi maukah kau saat ini menjadi temanku?” ucap Baekhyun yang membuat Taeyeon berfikir

 

“Teman ya ? aku baru pertama kali menemui seseorang yang berteman pun meminta dengan ucapan, kau menarik” ucap Taeyeon berhenti sesaat namun setelahnya dia lanjutkan

 

“Ne.. oleh sebab itu mari kita berteman” lanjut Taeyeon mantap dengan senyuman

 

^MRIMFL7^

Hari ini, bukan hanya Tiffany yang tidak masuk tapi Sehun juga, aku ulangi Sehun juga tidak masuk !!!

 

Taeyeon sekarang sedang berfikir, mengapa rival nya hari ini tidak masuk ? disaat jam pertama pelajaran berlangsung Taeyeon fikir Sehun belum datang karena telat namun sampai jam mau pulang pun, Sehun tidak menampakkan diri.

 

Rasa penasaran pun memenuhi pikiran Taeyeon,

 

Apa dirinya harus bertanya pada Luhan atau Kai ? Uaaaaa… itu jelas tidak mungkin Taeyeon lakukan, bagaimana jika Taeyeon pada akhirnya menjadi bully-an mereka ? mungkin Luhan ataupun Kai akan berkata “Bukannya Kau Istrinya, Mengapa tanya pada Kami ?” dan jelas saja pertanyaan seperti itu akan memancing emosi Taeyeon

 

Apa dirinya harus bertanya pada teman-teman sekelasnya ? Ini lebih tidak mungkin, bagaimana tanggapan teman-teman sekelasnya jika taeyeon menanyakan hal itu ? mungkin salah satu dari mereka akan berkata “Yaaa.. apa Aku tidak salah dengar ? Kau menanyakan rival mu itu ?” dan berbagai tanggapan lainnya yang membuat Taeyeon risih

 

Apa dirinya harus bertanya pada Guru ? ini juga tidak mungkin.

Apa perlu Taeyeon meminjam agenda kelas agar tau alasan Sehun tidak sekolah ? Ugh… itu menggelikan sekali bukan ? dan sudah pasti Taeyeon tidak akan melakukan hal semacam itu

 

Memikirkan itu semua membuat Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya, `Apa peduliku jika Playboy itu tidak masuk ?` pikir Taeyon dan tepat setelah itu bel pulang sekolah pun berbunyi

 

^MRIMFL7^

`Huft.. sebenarnya dia kemana ya ? apa dia sengaja membolos ? tapi baik guru, teman sekelas maupun sahabatnya seperti sudah tau alasan Playboy itu tidak masuk sehinga tidak ada satupun dari mereka yang menanyakan kemana perginya ketua kelas itu` pikir Taeyeon yang sedang berjalan di kolidor sekolah

 

“Hey, Kim Taeyeon” sapaan itu masih terdengar walau kolidor tampak ramai karena saat ini waktunya pulang, dan sapaan itu sukses membuat lamunan Taeyeon buyar

 

“Eoh ?” kaget Taeyeon

 

“Mengapa Kau melamun ? hmm ?” tanya Namja itu dengan senyumannya yang saat ini sudah berada tepat disebelah Taeyeon

 

“Mau tau ?” gurau Taeyeon

 

“Aku bilang –Mau tau- pun, itu semua tergantung padamu, mau cerita atau tidak”

 

“Hahaha.. mengapa Aku bisa secepat ini dekat denganmu, Baekhyun-ssi ?” tanya Taeyeon tiba-tiba yang membuat Baekhyun memandangnya sesaat

 

“Mungkin karena Kau menyukaiku” celetukkan itu berhasil membuat Taeyeon menghentikkan langkahnya dan memandang Baekhyun

 

Merasa ucapannya tidak tepat akhirnya Baekhyun berkata “Jangan marah, Aku hanya bercanda”

 

“Huh ! tidak lucu, Aku serius mengapa Aku bisa secepat inidekat denganmu, kita bahkan baru bertemu beberapa kali dan saat ini kita sudah berteman” ucap Taeyeon seraya melanjutkan langkahan kakinya

 

`Tapi Aku sudah bertemu denganmu lebih dari yang kau pikirkan baik itu disengaja maupun tidak` pikir Baekhyun dan setelahnya ikut melangkah disebelah Taeyeon

 

“Aku bukan seseorang yang bisa dengan mudah mengutarakan isi pikiranku pada seseorang yang belum aku kenal dengan baik terlebih itu Namja, tapi sepertinya ada pengecualian untukmu”

 

“Aku merasa terhormat atas itu” ucap Baekhyun seraya menundukkan kepalanya singkat membuat Taeyeon terkekeh pelan

 

“Sudahlah, Kau membuatku seperti tuan putri saja” ucap Taeyeon seraya tersenyum yang membuat Baekhyun juga ikut tersenyum

 

`Aku memang menganggapmu seperti itu` pikir Baekhyun dibalik senyumannya

 

“Oh ya, Mengapa saat di Lotte World kemarin Kau tiba-tiba menghilang ?” tanya Taeyeon tiba-tiba

 

“Aku merasa melihat Sahabat dan Yeodongsaengku jadi Aku mengejar mereka dan Aku lupa pamit denganmu” balas Baekhyun seraya tersenyum simpul

 

“Ohh.. padahal tepat saat itu Aku bertemu dengan adik-adikku” ucap Taeyeon dan setelahnya keheningan tiba-tiba menghampiri mereka, Taeyeon yang tidak suka dengan keheningan ini pun berinisiatif untuk bertanya lagi pada Baekhyun

 

“Mmm… Apa Kau selalu berada digudang tua itu setiap jam istirahat ?” tanya Taeyeon tiba-tiba

 

“Ya. Benar sekali, tempat itu membuatku nyaman dan aku bisa bersantai sepuasnya” balas Baekhyun membuat Taeyeon penasaran

 

“Memang didalam gudang itu ada apa ?” tanya Taeyeon yang membuat Baekhyun berfikir sesaat

 

“Meja, kursi dan sebuah Piano” balas Baekhyun

 

“Hanya itu?” pertanyaan itu langsung dibalas dengan anggukan matap oleh Baekhyun

 

“Bagaimana Kau bisa merasa nyaman hanya dengan ketiga benda itu ? apalagi ketiga benda itu ada didalam gudang yang sudah tua”

 

“Aku jadi benar-benar berfikir bahwa Kau menyukaiku” ucapan Baekhyun ini membuat Taeyeon menatapnya dengan tatapan yang tidak Baekhyun ketahui

 

“Kau terlalu ingin mengetahui tentangku” lanjut Baekhyun

 

“Jika tidak ingin cerita, ya sudah. Tak apa” ucap Taeyeon cuek dan setelahnya melangkahkan kakinya lebih cepat

 

“Hey.. Jangan marah” ucap Baekhyun setelah sebelumnya menahan tangan Taeyeon

 

“Aku menyukai ketenangan, dan piano adalah alat musik yang dengan mendengarkan tuts nya saja membuatku jauh lebih tenang” ungkap Baekhyun

 

“Kau bisa bermain piano ?”

 

“Yaa, walau tidak sebaik seorang pianis”

“Aku ingin mendengarkan permainan pianomu” ucap Taeyeon antusias namun dibalas kekehan oleh Baekhyun

 

“Wae ?” tanya Taeyeon seraya mengangkat salah satu alisnya pertanda dirinya binggung

 

“Aku hanya baru tau, selain Kau adalah seseorang yang gampang marah karena masalah sepele ternyata kau itu juga childish” ucap Baekhyun yang membuat Taeyeon berfikir sesaat

 

 

^MRIMFL7^

Hari ini entah mengapa Taeyeon ingin cepat-cepat sampai ke rumah, terbukti dengan dirinya yang saat ini terburu-buru keluar dari mobil dan masuk ke rumah mewah itu,

 

“Noona, Sudah pulang ?” pertanyaan itu sukses membuat Taeyeon yang baru berniat melangkahkan kakinya menaiki anak tangga pun mengurungkan niatnya dan berbalik menatap Ahjumma

 

“Nee, Han Ahjumma. Aku ke kamar dulu ya” ucap Taeyeon dan setelahnya kembali melangkah namun baru tiga langkah Taeyeon berjalan, langkahannya dia hentikan dan kembali membalikkan badan menatap Han Ahjumma

 

“Mmmm… Ahjumma, Itu Apa..kah ” gugup Taeyeon yang membuat Han Ahjumma berkata “Ne ? Masksud Noona apa ?” setelah Han Ahjumma berkata seperti itu Taeyeon malah berlalu menaikki tangga lagi setelah sebelumnya berkata “Tidak Jadi”

 

“Tuan tidak akan pulang untuk beberapa hari kedepan, Noona” ucapan itu sukses membuat Taeyeon lagi-lagi menghentikan langkahannya dan kembali menghadap Han Ahjumma

 

“Ohhh..” balas Taeyeon singkat namun dalam hati ingin meminta pernyataan lebih

 

“Aku tidak peduli” lanjut Taeyeon dan sekaligus membalikkan badan berniat menaikki tangga lagi

 

“Oh ya, Tuan juga berpesan jika listrik dirumah belum bisa diperbaikki hari ini, kemungkinan besok baru bisa” ucapan Han Ahjumma itu lagi dan lagi sukses membuat Taeyeon menghentikkan langkahan kakinya namun bukan hanya itu, Taeyeon langsung menuruni anak tangga dan menghampiri Han Ahjumma

 

“Benarkah ?” ucap Taeyeon tampak khawatir

 

“Tapi Tuan meminta Saya untuk menginap malam ini jadi Noona tidak perlu khawatir” ucap Han Ahjumma menenangkan

 

“Lebih baik noona makan dulu” lanjut Han Ahjumma meski hari masih sore

 

“Tidak, Aku tidak lapar. Lebih baik aku ke kamar dulu” ucap Taeyeon kelihatan lesu tanpa dirinya tau sebab dan asal muasal dirinya bisa lesu

 

Sesampainya didepan pintu kamar, Taeyeon hanya diam belum berniat membuka pintu kamarnya itu karena secarik kertas yang tertempel didepan pintu kamarnya mengganggu pandangannya, Taeyeon pun mengulurkan tangan untuk menarik kertas itu dan membacanya

 

-Tutup matamu ketika masuk kedalam kamarmu dan buka matamu ketika Kau sudah didalamnya-

 

Secarik kertas tanpa nama itu hanya terisi dengan perintah seperti itu namun Taeyeon mengetahui siapa yang menulisnya `Dia pikir Aku akan mengikuti perintahanya ?` pikir Taeyeon dan setelahnya memegang gangang pintu kamarnya itu, namun entah karena apa pikiran dan tindakan Taeyeon saat ini berbeda, jelas saja berbeda jika tadi Taeyeon pikir tidak akan mengikuti perintah surat itu tapi yang terjadi saat ini adalah dirinya yang tiba-tiba menutup matanya.

Taeyeon pun segera membuka matanya setelah memasuki kamarnya beberapa langkah dengan gerakan yang hati-hati karena matanya tertutup.

 

Taeyeon tidak berucap apa-apa, hanya menatap sekeliling dengan pandangan takjub, pasalnya dikamarnya ini terdapat lampu-lampu elektrik dengan berbagai macam bentuk, ada bentuk kura-kura, lumba-lumba, ikan nemo dan lainnya, ditambah lampu itu mengambang namun tidak sampai ke langit kamarnya tetapi berada pas di tengah-tengah kamar megah itu (lampu-lampunya ada diantara lantai sama langit kamar jadi ditengah-tengah yaa..)

 

Ketika Taeyeon sedang asik memandangi lampu-lampu yang menyala itu, tiba-tiba pandangannya mengarah pada satu lampu elektrik yang berada disamping ranjangnya, ada secarik kertas lagi dan buru-buru Taeyeon baca isinya

 

`Kau suka? Aku harap Iya, jadi Kau tidak perlu ketakutan lagi karena listrik dirumah belum bisa diperbaikki` isi pesan itu entah mengapa membuat Taeyeon tersenyum kecil

 

`Mengapa dia melakukan ini semua ?` pikir Taeyeon namun setelahnya berucap “Jangan-jangan dilampu elektrik ini ada bom nya, apa dia berniat membunuhku?” pekik Taeyeon terkejut sekaligus tidak menyangka dengan apa yang dia pikirkan. ( Sebegitunya kah Kau berfikir bahwa Sehun jahat ? heuuuhhh, beruntung Sehun tidak ada dirumah, bagaimana jika Sehun ada dirumah dan mengetahui apa yang Taeyeon pikirkan ? bisa-bisa mereka berdua perang lagi… )

 

Tap.. Tap.. Tap..

 

Suara langkahan kaki itu terdengar menuruni anak tangga

 

“Ahjumma.. Ahjumma” panggil Taeyon dengan gemetar karena saat ini Taeyeon dengan jelas melihat bagaimana rumah mewah itu gelap tanpa ada cahaya, namun satu lampu elektik yang dipegang Taeyeon membuat setidaknya ketakutannya itu sedikit berkurang..

Taeyeon berinisiatif untuk memberikan salah satu lampu elektrik itu pada Han Ahjumma karena dia berfikir `Apa Han Ahjumma tidur dalam kegelapan tanpa cahaya ?`. ( Han Ahjumma tidur dilantai bawah jadi Taeyeon perlu menuruni anak tangga untuk menemuinya )

 

“Ne.. Noona ?” ucapan tiba-tiba didepannya itu membuat Taeyeon refleks berteriak “Aaahhhhh” teriak Taeyeon karena mendapati wajah Han Ahjumma yang begitu dekat tersorot oleh senter yang berada ditangan kanan Han Ahjumma

 

“Ommoo.. Noona, Gwenchana ?” tanya Han Ahjumma khawatir

 

“Heu… Heuu.. Heuu.. Gwen-chana Ahjumma” ucap Taeyeon setelah menarik nafas panjang untuk menghilangkan keterkejutannya

 

“Ada apa Noona turun malam-malam ? Apa Noona lapar ?” tanya Han Ahjumma memastikan dan pertanyaan Han Ahjumma itu malah membuat Taeyeon tiba-tiba tersenyum

 

“Annii.. Aku hanya ingin memberikan ini untuk Ahjumma” ucap Taeyeon seraya mengulurkan lampu elektrik itu

 

“Ambillah, Aku berfikir bagaimana Han Ahujumma bisa tidur tanpa ada cahaya sedikitpun jadi Aku berinisiatif memberikan ini, ini adalah lampu elektrik yang didalamnya sudah dipasang battery jadi Han Ahjumma tidak perlu khawatir memikirkan bagaimana jika lampunya mati” ucap Taeyeon namun Han Ahjumma tetap terdiam

 

“Ommoo.. apa ini kurang? Jika benar, Aku akan ambilkan lampu lagi kebetulan dikamarku masih banyak lagi” ucap Taeyeon lagi

 

“Tidak Noona, ini lebih dari cukup, Kau sangat baik padahal Ahjumma sudah memiliki senter ini” ucap Han Ahjumma seraya menerima lampu berbentuk ikan itu dan disambut senyuman oleh Taeyeon

 

“Lalu mengapa tadi Han Ahjumma tampak tidak mau menerimanya ?”

 

“Ahjumma tadi berfikir jika lampu-lampu yang Tuan pesan tadi benarkah untuk Noona ? dan ternyata itu benar,, sungguh pasangan yang romantis.. hehehe” ucap Han Ahjumma dengan kekehan diakhir kalimatnya. (Soalnya Han Ahjumma tadi liat ada beberapa orang yang bawa lampu-lampu, dia pikir itu buat Taeyeon dan ternyata pikirannya itu benar)

 

“Jadi ini benar dari Sehun?” gumam Taeyeon sibuk berfikir

 

“Emm.. sudahlah, lebih baik aku kembali ke kamar dulu.. Annyeong Ahjumma” ucap Taeyeon dan setelahnya berbalik, namun belum sempat mengambil langkah untuk menaikki tangga, Taeyeon tiba-tiba berbalik menghadap Han Ahjumma dengan mimik wajah yang sangat lucu

 

“Bisakah Ahjumma mengantarku ke kamar? Aku tidak membawa penerangan untuk kembali kekamarku” ucap Taeyeon lucu membuat Han Ahjumma tersenyum geli

 

 

Keesokan paginya…..

 

“Eumm..mmm…” erang Taeyeon seraya mengeliatkan badannya ke kanan dan kekiri, kata pertama yang diucapkannya adalah “Aku masih hidup ?”

 

Sepertinya Taeyeon benar-benar berfikir Sehun akan mengerjainya dengan lampu-lampu itu 😀 heuh.

Namun sebuah senyuman tiba-tiba terukir jelas diwajah Taeyeon saat ini, merasa bahwa tidurnya kali ini sungguh nyenyak, apa itu efek dari lampu-lampu elektrik itu ?

 

Taeyeon pun bergegas membersihkan diri ketika Han Ahjumma mengetuk pintunya dan berkata “Noona, sarapan sudah siap”

 

^MRIMFL7^

Dikelas 12A

 

“Taeyeon.. apa Pink-ki tidak akan masuk lagi hari ini ?” tanya Luhan tiba-tiba yang entah darimana datangnya

 

“Apa pedulimu ? bukankah itu salahmu yang membuat sahabatku sakit ?” ucap Taeyeon acuh tanpa menghiraukan Luhan yang saat ini sudah duduk disebelahnya

 

“Aku hanya ingin menikmati kencan kami, hanya berdua.. tapi yang terjadi ? sungguh Aku tidak bermaksud membuat Pink-ki ku sakit” ucap Luhan dengan wajah menyesalnya

 

“Sudahlah, mengapa Kau tidak menanyakan langsung pada Fanny, apa dia masuk atau tidak ?”

 

“Dia tidak menerima (telfon) ku, tidak membalas (pesan) ku, tidak membalas (line) ku, tidak membalas (wa) ku dan intinya dia tidak mau menerima semua panggilanku” ucap Luhan tampak lesu

 

“Jujur padaku, Apa Kau serius dengan Tiffany ?” tanya Taeyeon entah mengapa tiba-tiba menanyakan masalah itu

 

“Sangat serius” balas Luhan mantap yang hanya dibalas dengan tatapan penuh arti dari Taeyeon

 

“Buktikan jika Kau serius dengannya, minta maaf dengan sungguh-gungguh” ucap Taeyeon

 

“Kau benar, Thanks Taeyeon” balas Luhan dan setelahnya pergi ke tempat duduknya. Taeyeon yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya bergumam “Heuh.. padalah kemarin dia sudah membuatku kesal tapi hari ini Aku membantunya”

 

^MRIMFL7^

Malam ini sungguh dingin, namun tidak membuat tekad seorang Namja yang akan meminta maaf itu mengurungkan niatnya

 

Setelah usahanya untuk memasuki kediaman keluarga Hwang berhasil dengan cara memohon pada satpam untuk diperbolehkan masuk, akhirnya dirinya sudah berada dihalaman depan keluarga Hwang, dengan gitar yang dibawanya ditangan sebelah kanan akhirnya Namja itu memberanikan diri berbicara

 

“Tiffany Hwang” ucap Luhan lantang

 

“Aku tidak tau harus berbicara apa, Aku menyesal telah membuatmu sakit seperti ini”

 

“Tidak tau, apakah lagu ini pantas untuk menyalurkan perasaanku padamu, tapi Aku tulus menyanyikan lagu ini untukmu.. Hope You Like” lanjut Luhan dan..

 

Is show time..

 

Petikan gitar pun terdengar seiring dengan suara merdu yang dikeluar manis dari bibir Luhan

 

Broken hearts and last goodbyes

Restless nights but lullabies

Helps to make this pain go away

I realize I let you down

Told you that I’d be around

Buildin’ up the strength just to say

I’m sorry

For breakin’ all the promises that I wasn’t around to keep

It’s all me

This time is the last time I will ever beg you to stay

But you’re already on your way

Filled with sorrow, filled with pain

Knowing that I am to blame

For leavin’ your heart out in the rain

And I know your gonna walk away

Leave me with the price to pay

Before you go I wanted to say

Yeah

That I’m sorry

For breakin’ all the promises that I wasn’t around to keep

And it’s all me

This time is the last time I will ever beg you to stay

But you’re already on your way

I can’t make it alive on my own

But if you have to go, then please girl

Just leave me alone

‘Cause I don’t want to see you and me going our separate ways

Begging you to stay

If it isn’t too late

“Keluarlah, walaupun Eomma tidak tau ada masalah apa kalian berdua tapi melihat Nak Luhan seperti itu, tidak kasihankah anak Eomma ini padanya ?” ucap Eomma Tiffany yang berada dikamar Tiffany, seperti biasanya Nyonya Hwang ke kamar anaknya ingin memastikan apakah kesehatan anaknya sudah membaik atau belum dan Luhan datang disaat seperti itu

 

“Aish… Aku tidak peduli, lagi pula mengapa Ahjussi memperbolehkan Namja itu masuk ? inikah sudah malam” balas Tiffany acuh

 

“Oleh sebab itu, mungkin Ahjussi merasa iba dengan nak Luhan jadi memperbolehkan dirinya masuk, jika Eomma yang diminta untuk membukakan gerbang, Eomma pasti akan bertindak sama. Lagi pula Menurut Eomma, Nak Luhan itu orang yang baik”

 

I’m sorry

For breakin’ all the promises that I wasn’t around to keep

It’s all me

This time is the last time I will ever beg you to stay

But you’re already on your way

But you’re already on your way

Sorry by. Jonas Brothers

Petikkan terakhir dari gitar itu pun menandakan bahwa Luhan telah menyelesaikan lagunya namun masih tidak ada tanda-tanda jika Tiffany atau peghuni rumah lainnya akan keluar daari rumah itu

“Maafkan Aku” ucap Luhan dan pada akhirnya memutuskan untuk pergi karena merasa jika hal yang dia lakukan itu sia-sia

 

Namun baru beberapa langkah Luhan meninggalkan halaman itu, Tiffany keluar dan berucap “Kau akan pergi begitu saja setelah menganggu tidurku ?” ucapan Tiffany itu membuat Luhan membalikkan badannya

 

“Kau–” ucap Luhan dengan wajah berbinar

 

“Aish.. Sudah membuatku sakit lalu menganggu tidurku, apa yang sebenarnya Kau inginkan, heuh ?” tanya Tiffany dengan nada kesal

 

“Ne, Aku tau Aku salah, oleh sebab itu Aku kesini untuk meminta maaf” ucap Luhan penuh penyesalan

 

“Dengan menyanyikan lagu tadi ? memang lirik dari lagu itu tepat untuk meminta maaf padaku ?”

 

“Kenapa memangnya ? ”

 

“Lagu tadi mengisahkan tentang seseorang yang sakit hati akan janji cinta yang dilanggar oleh sang kekasih, sakit hati itu tidak bisa disembuhkan hanya dengan perkataan maaf saja, jadi sang kekasih berusaha membujuk agar kekasihnya itu tidak meninggalkannya” penjelasan dari Tiffany itu membuat Luhan ternganga pasalnya Luhan sendiri sejujurnya tidak tau kisah dibalik dari lagu yang dia nyanyikan tadi, merasa judulnya pas untuk meminta maaf itulah alasan Luhan menyanyikannya

 

“Heuh.. melihat tampangmu itu, Aku yakin Kau tidak tau kisah itu. Kita bukan sepasang kekasih dan janji cinta ? ugh.. itu menggelikkan sekali bukan ?”

 

“Ehkmm” deheman Luhan itu membuat dirinya kembali fokus

 

“Kita memang belum menjadi pasangan kekasih, itu bukan karena Aku yang belum menyatakan perasaanku padamu melainkan Kau yang belum membalas perasaanku” ucapan Luhan itu membuat Tiffany teringat saat Luhan menyatakan perasaannya tepat saat Luhan mengantarkan Tiffany pulang setelah pernikahan SehYeon itu.

 

“Dan mulai sekarang Aku akan menjaga dan melindungimu, Aku akan memberimu waktu berfikir untuk menerima perasaanku jadi bersiaplah jika tiba-tiba Aku menanyakan jawabanmu.. perlu Kau tau Pink-ki, Aku bukanlah seseorang yang suka dengan arti kata menunggu” ucap Luhan dan setelahnya mengusap pelan kepala Tiffany

 

“Aku pulang dulu ya.. Istirahatlah agar besok Kita bisa bertemu di sekolah” ucap Luhan dan setelahnya meninggalkan Tiffany yang sedari tadi masih berdiri , mematung ditempatnya karena ucapan dan tindakan Luhan yang mengusap kepalanya

 

^MRIMFL7^

 

Ini sudah ketiga harinya semenjak Taeyeon dan Baekhyun memutuskan menjadi teman dan mereka semakin dekat

 

Dimana Sehun disaat seperti ini ? ternyata Sehun dikirim oleh gurunya untuk mengikuti seminar mengantikan gurunya itu, mengapa bisa ? jelas saja bisa karena Sehun adalah salah satu murid terpandai disekolahannya. Lalu mengapa Sehun mau-maunya saja menerima permintaan gurunya itu ? heuhhh.. kalian ingat saat Sehun disuruh keruang guru gegara dirinya tidak mengerjakan tugasnya ? Yaa.. itu adalah tugas sebagai ganti dari tugas yang dia tidak kerjakan itu.

 

Taeyeon mengetahui itu dari Han Ahjumma, dalam hati Taeyeon berfikir `Harusnya Aku yang menggantikan Sehun karena Aku sudah berjanji untuk membalasnya mengerjakan tugasnya`

 

Tapi mau bagaimana lagi ? sekeras apapun Taeyeon menginginkan hal itu, tetap saja waktu tidak dapat terulang

 

Apa Taeyeon merasa Sedih karena Sehun tidak ada?

 

Sepertinya tidak, dilihat dari tiga hari ini Taeyeon yang selalu ceria bahkan Tiffany yang baru memasuki kelas hari ini pun merasa aneh bagaimana sahabatnya bisa seceria itu .. Tiffany baru masuk sekolah hari ini jadi tentu saja dirinya tidak tau apa alasan Taeyeon seceria itu, namun ketika menanyakannya langsung pada Taeyeon jawabannya hanya karena Baekhyun sangat lucu..

 

Taeyeon sudah menceritakan insiden mengenai dirinya yang mengecup rahang Sehun, dan hal itu sukses membuat Tiffany mengangakan mulutnya, merasa tidak percaya

 

Karena itu, Tiffany sempat beranggapan Taeyeon sudah mulai menyukai Sehun namun anggapan itu sirna sudah ketika mengingat Taeyeon yang tertawa menceritakan betapa lucunya Baekhyun.

Taeyeon juga menceritakan semuanya pada Tiffany, bagaimana awal dirinya mengenal Baekhyun dan tiga hari yang lalu mereka tidak sengaja bertemu di Lotte World

 

^MRIMFL7^

Dikelas 12A

 

“Bagaimana Kau bisa dekat dengan Namja itu?” tanya Tiffany yang membuat Taeyeon binggung

 

“Maksudmu Baekhyun ?” tanya Taeyeon yang dibalas anggukan cepat oleh Tiffany

 

“Memang kenapa ? Baekhyun orang yang baik, lucu dan sering membuatku tertawa karenanya” balas Taeyeon

 

“Heyyy.. Kau sudah tidak lagi menyandang status single, jadi jangan macam-macam”

 

“Macam-macam ? maksudmu apa ? dan berhenti mengatakan sesuatu yang berbau akan pernikahan kepadaku”

 

“Maksudku jangan terlalu dekat dengan Namja lain, kau kan sudah menjadi istri Sehun” ucapan Tiffany membuat kadar emosi Taeyeon tiba-tiba naik

 

“Yaa!!!” pekik Taeyeon seraya menutup mulut Tiffany karena Tiffany mengatakan itu semua secara gamblangnya saat ini, saat dimana mereka berdua berada dikelas

 

“Hey.. hey.. hey.. ada apa ? Jangan menyakiti pink-ki ku” ucap Luhan yang saat ini tengah melepaskan tangan Taeyeon dari mulut Tiffany

 

“Gwenchana ?” tanya Luhan pada Tiffany setelah Tiffany bernafas lega

 

“Mwo ? Kau bilang apa? Pink-ki Ku ? Sejak kapan Aku menjadi milikmu” cibir Tiffany pada Luhan

 

“Bukankah seharusnya Kau berterimakasih padaku ? bukan malah mencibir seperti itu”

 

“Berterimakasih ? memang Aku meminta bantuanmu untuk lepas dari tangan Taeyeon ? Lagipula Aku belum memaafkanmu karena membuatku sakit dua hari yang lalu” ucap Tiffany

 

“Bukankah tadi malam Kau sudah memaafkanku ?” tanya Luhan seraya mengingat kejadian tadi malam dirumah Tiffany “Memang Aku pernah bilang `Aku sudah memaafkanmu?`” tanya Tiffany yang membuat Luhan mengingat-ingat, memang benar Tiffany belum bilang mau memaafkannya “Aku tidak pernah mengatakannya kan ?” ucap Tiffany setelah melihat raut wajah Luhan berubah

 

“Ish.. Kau curang, Aku kan sudah kerumahmu” ucapan Luhan itu ternyata didengar oleh beberapa siswa dikelas itu dan sontak saja beberapa siswa itu saling berbisik yang membuat Tiffany risih dibuatnya

 

“Cukup, jangan Kau teruskan lagi. Aku memaafkanmu jadi pergi dari sini” ucap Tiffany yang membuat Luhan tersenyum senang

 

Taeyeon yang melihat itu semua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, “Jika kalian ingin berbaikan apalagi bertengkar jangan dihadapanku, dasar sepasang kekasih yang tidak bisa akur” ucap Taeyeon tanpa melihat ekspresi Tiffany

 

“Yaaa.. !!! Aku bukan kekasihnya” pekik Tiffany yang sukses membuat teman-teman sekelasnya menatapnya

 

“Hanya belum saja, Pink-ki” celetukan Luhan ini membuat Tiffany memandangnya tajam namun tidak Luhan hiraukan

 

“Hey.. Hey.. sudahlah Lu, sebentar lagi Yoon Saengnim datang, kalian mau dihukum gegara masalah asmara kalian, hah ?” ucap Kai yang saat ini sudah disebelah Luhan

 

Namun kedatangan Kai ini malah membuat Tiffany tambah kesal dan siap memekik lagi sampai Yoon Saengnim datang dan membuat Tiffany mengurungkan niatnya,

 

Sedangkan Taeyeon yang melihat Kai tiba-tiba langsung saja terkekeh pelan karena mengingat insiden Kai yang belajar menyatakan cintanya. Kai menyadari itu, namun tidak terlalu dipikirkannya

 

“Mmm.. Baekhyun ? bagaimana wajahnya ?” gumam Tiffany karena jujur saja dirinya belum melihat langsung bagaimana rupa Baekhyun karena Tiffany baru masuk sekolah hari ini, niatnya untuk cepat sembuh ternyata tidak bisa secepat itu jadi Tiffany memerlukan waktu dua hari untuk istrihat.

 

“Aku akan mengenalkannya padamu” balas Taeyeon yang ternyata mendengar gumaman Tiffany, sebenarnya Taeyeon sudah ingin mengenalkan Tiffany pada Baekhyun tapi saat istirahat tadi Tiffany memaksa Taeyeon menceritakan semua yang sudah Tiffany lewatkan dan hal itu mereka lakukan didalam kelas. Taeyeon pun belum bertemu Baekhyun hari ini.

 

“Eoh.. Kau mendengarku ?” tanya pelan Tiffany karena saegnim sedang menerangkan materi pembelajaran dan pertanyaan itu dibalas anggukan oleh Taeyeon

 

“Baiklah, Akan aku tunggu” ucap Tiffany setelahnya tersenyum

 

“Eumm.. Taeng” sapaan itu sukses membuat Taeyeon memalingkan wajahnya kearah Tiffany “Ada apa lagi ? Kau mau kita dihukum karena mengobrol ?” tanya Taeyeon dan setelahnya kembali menatap ke depan

 

“Aku hanya penasaran, apa ada surat-suat lagi dari -Black- mu itu dan kemana Sehun?”

 

^MRIMFL7^

Sauna..

 

Ini pertama kalinya bagi Taeyeon mengunjungi tempat seperti ini.. Yeah, entah mengapa Baekhyun mengajak Taeyeon ke tempat ini dan Taeyeon pun tidak menolaknya. Awalnya Taeyeon ingin mengajak Tiffany namun Tiffany ada keperluan mendadak jadi Tiffany pulang lebih awal tanpa melihat Baekhyun terlebih dulu padahal Taeyeon ingin mengenalkan Tiffany pada Baekhyun

“Kau sering ke tempat ini?” tanya Taeyeon seraya melihat pakaian yang dia kenakan sama dengan pakaian semua perempuan yang berada disana, sedangkan pakaian Baekhyun sama dengan para laki-laki.

 

Taeyeon megenakan sepasang baju dan celana yang terdapat warna pink di ujung baju dan celananya sedangkan Baekhyun mengenakan sepasang baju dan celana yang terdapat warna orange di ujung baju dan celananya, penampilan seperti itu sungguh baru bagi Taeyeon karena dirinya hanya pernah melihatnya di acara televisi ataupun drama,

 

“Beberapa kali” balas Baekhyun singkat

 

“Jadi ceritakan padaku’ ucap Baekhyun tiba-tiba membuat Taeyeon berfikir

 

“Apa maksudmu?”

 

“Aku tau, Kau pasti sedang memikirkan sesuatu, jadi Ayo ceritakan”

 

“Hahahha.. Aku tidak mengerti, Aku tidak sedang memikirkan apa-apa” ucap Taeyeon mengelak

 

“Tampang lesu seperti itu pasti ada yang sedang Kau fikirkan, jadi ceritakan pada ku” ucap Baekhyun seraya memainkan kedua telur rebus yang berada digenggamannya

 

“Kau seperti sudah mengenalku sejak lama, muka lesu seperti ini mungkin pertanda aku sedang mengantuk bukannya sedang memikirkan sesuatu” elak Taeyeon

 

-Aku memang sudah mengenalmu White- ucap Baekhyun dalam hati seraya menatap Taeyeon penuh arti

 

“Baiklah jika Kau tidak mau menceritakannya padaku, tapi izinkan Aku membuatmu senang hari ini” ucapan Baekhyun itu dibalas kekehan oleh Taeyeon

 

“Kau, lagi-lagi membuatku seperti tuan putri” ucap Taeyeon yang kali ini dibalas kekehan oleh Baekhyun

“Baiklah, jadi apa yang akan Kau lakukan untuk membuatku senang, pangeran ?” canda Taeyeon yang membuat Baekhyun tersenyum senang

 

“Pertama.. ” ucap Baekhyun membuat Taeyeon menunggu lanjutannya

 

Tak

 

“Ommo..” pekik Taeyeon refleks memegang keningnya yang terasa nyeri akibat ulah Baekhyun yang memecahkan salah satu telur ke kening Taeyeon

 

“Hahahhaha.. Putri harus tersenyum dulu” lanjut Baekhyun yang sebelumnya terkekeh melihat ekspresi Taeyeon

 

“Maksudmu ? Aku akan tersenyum dengan telur yang menimpa keningku ?” pekik Taeyeon

 

“Ohh.. Apa Aku salah ? Aku kira putri akan tersenyum tapi mengapa putri malah terlihat marah” ucap Baekhyun pura-pura merasa bersalah

 

“Tersenyum ? Hahahha.. Jika seperti itu, Aku pun akan membuatmu tersenyum dengan memecahkan telur dikeningmu” ucap Taeyeon “Jadi berikan telur yang masih utuh itu padaku” lanjut Taeyeon seraya mengulurkan tangannya kehadapan Baekhyun

 

“Setelah dipikir-pikir, itu ide yang buruk putri, jadi aku tidak akan memberikan telur ini padamu” ucap Baekhyun dan hal itu membuat Taeyeon geram dan bersiap menangkap Baekhyun namun Baekhyun lari terlebih dahulu

 

Dan begitulah mereka, lari-lari diantaran banyaknya pengunjung sauna, namun pengunjung sauna tidak merasa terganggu malah tersenyum geli dan menganggap Baekhyun dan Taeyeon adalah pasangan kekasih yang sangat romantis

 

“Heuh.. Heuh…” lelah Baekhyun dan Taeyeon setelah acara kejar-kejaran itu berlangsung beberapa saat, melihat Baekhyun yang lengah membuat Taeyeon cepat ambil tindakan untuk menangkap Baekhyun dan setelahnya Baekhyun pun tertangkap

 

“Kau tidak bisa lari kemana-mana lagi” ucap Taeyeon menyeramkan yang saat ini tengah memegang tangan Baekhyun yang sedang duduk

 

“Ohh.. Ampun putri, Hamba bersalah dan siap menerima hukuman untuk selalu berada disisi putri” ucap Bekhyun yang menikmati kegilaan mereka itu

 

“Siapa bilang hukumanmu seperti itu ?” ucap Taeyeon namun dibalas dengan Baekhyun yang tiba-tiba berbaring

 

“Heyy.. Apa yang Kau lakukan” ucap Taeyeon seraya menggoyang-goyangkan lengan Baekhyun namun tidak dihiraukan oleh Baekhyun yang malah menarik tangan Taeyeon dan seperkian detik kemudian Taeyeon sudah ikut berbaring disamping Baekhyun

 

“Jadi apa hukumanku putri?” ucap Baekhyun yang saat ini tengah menyampingkan dirinya menghadap Taeyeon dengan tangan kiri yang menahan kepalanya

 

Dan posisi seperti itu membuat Taeyeon gugup, menyadari Baekhyun yang tampan dengan keringat yang turun dari keningnya.. Sungguh Baekhyun benar-benar tampan

 

“HMmm??” gumam Baekhyun dengan senyuman diwajahnya

 

Tak..

 

“Itu hukumanmu” ucap Taeyeon setelah sebelumnya memecahkan telur yang entah sejak kapan sudah berada digengamannya ke kening Baekhyun

 

“Aishhh..” erang Baekhyun karena sakit yang dia rasakan

 

“Kau masih bisa tersenyum, eoh ? bukankah Kau bilang bisa membuatku tersenyum dengan memacahkan telur ini ke keningku ? Jadi sekarang bisakah Kau tersenyum ?” ucap Taeyeon dan setelahnya terkekeh melihat raut wajah Baekhyun, melihat Taeyeon yang terkekeh seperti itu membuat Baekhyun juga ikut-ikutan terkekeh

 

“Setelah ini ayo kita beli ice cream dicafe ujung jalan ini” celetuk Baekhyun tiba-tiba yang membuat Taeyeon berhenti akan kekehannya

 

“Yeahh..”

 

^MRIMFL7^

Hari ini, Taeyeon sungguh senang. Pikirannya bisa lepas dari memikirkan Sehun.. ternyata diam-diam Taeyeon memikirkan Sehun juga, apa ini pertanda baik ?

 

“Noona sudah pulang” sapaan itu sukses membuat Taeyeon mengurungkan niatnya untuk menaikki tangga

 

“Nee..”

 

“Ahjumma sepat khawatir ketika supir pulang tidak membawa Noona” ucap Han Ahjumma mengutarakan kekhawatirannya

 

“Mian Ahjumma, tadi aku pergi bersama temanku dulu dan karena terlalu asik jadi lupa mengabari Han Ahjumma” ucap Taeyeon menenagkan seraya terkekeh diakhir ucapannya

 

“Tapi tadi Aku sudah bilang pada Ahjussi jika tidak bisa pulang bersama” lanjut Taeyeon

 

“Syukurlah jika begitu” lega Ahjumma karena Taeyeon baik-baik saja, padahal Park Ahjussi tadi sudah memberitahunya tapi mendengar langsung dari Taeyeon akan lebih baik kan ?

 

“Oh ya, Ahjumma sudah menyiapkan makan malam jadi Noona sebaiknya makan dulu” lanjut Han Ahjumma

“Nee.. tapi Aku akan membersihkan diri dulu” ucap Taeyeon seraya tersenyum

 

 

“Aku pulang” ucapan itu sukses membuat Taeyeon yang baru menaikki satu anak tangga menoleh kebelakang merasa tidak asing dengan suara itu

 

Memastikan benarkah yang datang adalah sosok yang selama tiga hari ini tidak dia temui.

 

Setelah beberapa detik akhirnya sosok itu mucul dan entah mengapa membuat Taeyeon kaku memandangnya.. begitupun dengan Sehun yang tiba-tiba menghentikan lagkahan kakinya

“Tuan sudah pulang ?” ucap Han Ahjumma mencairkan keheningan yang terjadi diantara mereka

 

“Ne” balas Sehun singkat yang sempat tertegun juga melihat Taeyeon namun berhasil ditutupi oleh wajahnya yang datar

 

“Aku ke kamar dulu” ucap Sehun berlalu pergi

 

Taeyeon hanya diam ketika Sehun melewatinya tanpa memandangnya sedikitpun

 

“Aku tidak akan makan malam jadi tidak perlu memanggilku” ucap Sehun tiba-tiba setelah sebelumnya berhenti ditengah-tengah anak tangga

 

“Ne, Tuan” balas singkat Han Ahjumma yang membuat Sehun segera melangkahkan kakinya lagi menaikki anak tangga

 

Taeyeon yang merasa diabaikan pun hanya mengumpat Sehun dalam hati `Dasar Playboy gila, Memang Aku tidak bisa mengabaikanmu apa?`

 

Han Ahjumma yang melihat mimik wajah Taeyeon yang berubah hanya tersenyum

 

“Tuan kelihatannya lelah sekali” ucap Han Ahjumma tiba-tiba

 

“Aku tidak peduli, Ahjumma” balas Taeyeon singkat dan setelahnya berbalik dan menaikki anak tangga menuju kamarnya sedangkan Han Ahjumma hanya tersenyum geli melihat kelakuan Taeyeon itu.

 

^MRIMFL7^

Malam Hari…

 

Saat ini jarum jam menunjukkan pukul 11 malam, namun Taeyeon masih belum bisa tidur , akhirnya Taeyeon memutuskan untuk membaca novel yang baru dia beli tempo hari saat pulang dari sauna bersama Baekhyun..

 

Tiba-tiba rasa haus melanda kerongkongan Taeyeon dan saat dirinya ingin minum, ternyata air digelasnya sudah kosong, mau tidak mau Taeyeon memutuskan mengambil minum ke dapur,

 

Taeyeon tidak perlu ketakutan lagi akan kegelapan dirumah ini pasalnya listrik dirumah ini sudah diperbaikki jadi Taeyeon bisa ke dapur dengan perasaan tenang

 

Sesampainya didapur, Taeyeon cukup terkejut melihat bahwa ada Sehun yang sedang minum dimeja makan, keterkejutan itu Taeyeon tutupi dengan muka datarnya dan segera melewati Sehun untuk mengambil air didalam kulkas, Sehun yang sedang meminum air pun sempat terkejut melihat kedatangan Taeyeon namun tidak mengundang reaksi berlebihan

 

Setelah di depan kulkas, Taeyeon segera mengambil air dan meminum habis air itu dalam sekali teguk, mungkin Taeyeon benar-benar haus kali ini, dan dalam hati dia berucap `Memang aku tidak bisa mengabaikanmu apa?` pikiran dibenak Taeyeon itu didasari karena tadi Sehun mengabaikannya saat Sehun baru pulang.

Apa ini pertanda Taeyeon tidak ingin diabaikan oleh Sehun ?

Taeyeon pun berniat kembali ke kamarnya namun ketika membalikkan badannya, Taeyeon terkejut melihat Sehun yang sudah berada tepat didepannya, bahkan jarak diantara mereka sangat dekat.

 

“Aishhh.. Kau mengagetkanku Saja” pekik Taeyeon kesal namun setelahnya mematung karena kejadian tak terduga saat ini tengah Taeyeon alami, yaitu saat Sehun tiba-tiba memeluknya yang membuat gelas ditangan kanan Taeyeon hampir jatuh.

 

Beberapa detik kemudian Sehun masih tidak mengatakan apa-apa dan itu membuat Taeyeon lagi-lagi kesal.

 

“Lepaskan” ucap Taeyeon tajam seraya berusaha lepas dari pelukkan Sehun namun itu hanya sia-sia,

 

“Sebenetar” ucap Sehun membuat Taeyeon berhenti meronta, “Hanya Sebentar, tetaplah Seperti ini” lanjut Sehun yang kali ini membuat Taeyeon berfikir `Ada apa dengan anak ini?`

 

Pertanyaan Taeyeon di dalam hati itu segera terjawab beberapa detik kemudian saat Sehun kembali berucap “Bogoshippo” satu kata itu, hanya satu kata itu mampu membuat Taeyeon menegang seketika dengan jatung yang tiba-tiba berdetak cepat

 

Merasa tidak ada pergerakan lagi dari Taeyeon, Sehun pun mempererat pelukannya dengan menyadarkan kepalanya diceruk leher Taeyeon

 

“Ini sangat nyaman” ucap Sehun lagi yang membuat Taeyeon yang masih menegang tambah tidak bisa berkutik

 

Sungguh, itu detik-detik yang sangat menegangkan bagi Taeyeon dan menenangkan bagi Sehun, dan untuk menghilangkan walaupun sedikit saja ketegangan itu akhirnya Taeyeon berani bersuara

 

“Apa benar Kau pergi seminar untuk menggantikan tugasmu ?” tanya Taeyeon pelan dan dibalas anggukan oleh Sehun dan jujur saja perbuatan Sehun itu membuat leher Taeyeon geli namun Taeyeon tutupi dengan berucap kembali

 

“Aku kan sudah bilang, jika Aku yang akan mengerjakan tugas susulanmu itu” ucap Taeyeon lagi

 

“Walaupun Kau meminta sampai memohon pun Aku tidak akan mengizinkanmu pergi” balas Sehun masih dengan posisi yang sama

 

“Jadi karena itu Kau pergi tanpa memberitahuku terlebih dahulu, dasar pengecut” ucapan Taeyeon kali ini membuat Sehun menatapnya namun masih tetap memeluk Taeyeon

 

“Siapa bilang Aku tidak ingin memberitahumu ? pagi itu Aku akan memberitahumu tapi Kau malah pergi ke sekolah dengan terburu-buru, jadi apa yang membuatmu terburu-buru dipagi itu, mmm ??” ucap Sehun diakhiri dengan pertanyaan yang membuat Taeyeon teringat kejadian pagi itu, dimana dirinya dengan kehilangan kendali mencium rahang Sehun

 

“Sudahlah itu tidak penting, lepaskan pelukkan ini, Aku ingin kembali ke kamarku” ucap Taeyeon yang sungguh saat ini sedang menutupi kegugupannya

 

“….” tanpa membalas ucapan Taeyeon, Sehun pun segera melepaskan pelukkan sepihak itu

 

“Jika Kau ingin membalas perbuatanku tempo hari yang mengerjakan tugasmu, ada caranya” ucapan tiba-tiba itu membuat Taeyeon yang tinggal selangkah lagi meninggalkan area dapur pun kembali berbalik dan menatap Sehun penasaran

 

“Yah, walapun itu bukan kemauanku dalam arti bukan Aku yang memintamu untuk mengerjakan tugasku tapi tak apa, Aku tidak ingin mempunyai hutang terlebih hutang yang tidak Aku minta” ucap Taeyeon dan itu membuat Sehun tersenyum penuh arti

 

Beberapa menit kemudian……..

 

“Heuh.. Akhirnya selesai juga” gumam Taeyeon dan setelahnya mengambil mangkuk untuk ramen instan yang dia masak, ternyata Sehun meminta Taeyeon memasak. Hal itu cukup membuat Taeyeon terkejut dan menolak karena dirinya belum bisa memasak walaupun sudah belajar pada Han Ahjumma.. Namun Sehun kekeh dalam pendiriannya dan mau tidak mau, Taeyeon memasak sesuatu yang dia tau bagaimana cara mengerjakannya yaitu memasak ramen instan

 

“Cha.. Makanlah” ucap Taeyeon setelah meletakkan semangkuk ramen itu dihadapan Sehun yang sedari tadi duduk di depan meja makan

 

“Kau mau kemana ?” tanya Sehun ketika melihat Taeyeon beranjak pergi “Aku ingin ke kamarku” balas Taeyeon singkat

 

“Tetap disini sampai Aku menghabiskan makanan ini” ucap Sehun tidak terbantahkan yang membuat Taeyeon langsung mengambil tempat tepat dihadapan Sehun

 

“Kau sungguh merepotkan” ucap Taeyeon seraya menatap tajam Sehun

 

“Bukankah ini yang Kau mau ? membalas perbuatanku padamu” ucap Sehun acuh

 

“Sudahlah, cepat makan agar Aku bisa pergi secepatnya” ucap Taeyeon kesal, walaupun ini kemauan Taeyeon agar tidak membunyai hutang budi pada Sehun tapi tetap saja, dirinya kan sudah membuat makanan dan seharusnya itu sudah selesai, bukannya sampai menunggu Sehun menghabiskan makanan itu.

 

“Apa ini bisa dimakan ? bentuknya aneh, Kau tidak menaruh racun kan?” tanya Sehun yang saat ini tengah menatap ramen yang telah dia ambil dengan sumpitnya

 

“Aishh.. Yak.. Setahuku semua ramen mempunyai bentuk yang sama, jika Kau takut aku menaruh racun mengapa tidak mengiyakan saja saat Aku mengusulkan untuk menghangatkan sisa makan malam yang Han Ahjumma buat ? dasar menyebalkan !!!” pekik Taeyeon yang membuat Sehun menutup matanya sesaat

 

“Ish.. ini sudah malam, kecilkan suaramu. Lagipula Aku kan punya niat yang baik.. jika Kau seperti ini terus, tidak bisa memasak. Bagaimana Kau bisa menjadi ibu yang baik ?.. Bahkan saat ini saja Kau baru bisa memasak ramen yang hasilnya saja belum sempurna. Kau mau memberikan anakmu makanan seperti ini ? mie ini terlalu mengembang dan air yang Kau masukkan terlalu banyak, Aku berfikir Apa ramen ini ada rasanya?” ucap Sehun panjang lebar tanpa melihat raut wajah Taeyeon yang sudah memerah menahan kesal

 

“Ibu yang baik ? Anak ? Yaakkk… Apa yang Kau maksud ?” ucap Taeyeon

 

“Aku benar kan ? memang Kau tidak ingin mempunyai anak ? walaupun tidak sekarang tapi kelak Kau akan memilikinya” ucap Sehun dan setelahnya tersenyum penuh arti

 

“Kau.. Kau.. Aish ini sungguh menyebalkan.. Sudahlah kemarikan ramen itu. Aku akan membuangnya” ucap Taeyeon pada akhirnya, jengah menghadapi Sehun

 

“Dan membiarkan Aku kelaparan ?” tanya Sehun dengan wajah polosnya yang jujur saja membuat Taeyeon ingin melempar ramen itu tepat di wajah yang dibuat-buat polos itu

 

“Lalu apa maumu, heuh ?” tanya Taeyeon mencoba untuk menahan emosinya namun tidak dibalas lagi oleh Sehun yang saat ini tengah memasukkan sesumpit ramen ke mulutnya memulai memakan ramen buatan Taeyeon itu.

 

Melihat itu, Taeyeon pun menarik nafas lega karena Taeyeon pikir Sehun akan meminta Taeyeon membuat ramen lagi sampai menghasilkan ramen yang sesuai dengan keinginan Sehun, ohhh.. membayangkannya saja Taeyeon tidak mau.

 

Sesaat kemudian, akhirnya Sehun menghabiskan ramen itu tanpa sisa, sebenarnya Sehun merasa senang karena pada akhirnya memakan masakan Taeyeon yang asli tanpa ada racun didalamnya.. Sehun memaklumi Taeyeon yang masih belum bisa memasak dan hanya membuat ramen instan seperti itu tapi rasa senang itu muncul ketika dia menyadari bahwa Tayeeon pasti baru kali ini memasakkan ramen untuk seseorang… kesenagan yang ditimbulkan oleh hal sepele seperti ini sungguh sangat menggemaskan..

 

“Aku sudah sel—” ucapan Sehun terhenti karena dirinya baru menyadari bahwa Taeyeon saat ini tengah tertidur dengan posisi kepala yang menunduk namun masih mempertahankan posisinya yang sedang duduk tanpa memilih posisi kepala yang ditumpu diatas meja

 

“Kau sudah tidur ?” tanya Sehun yang tidak dibalas oleh Taeyeon yang benar-benar sudah berada dialam mimpi

“Tunggu sebentar” ucap Sehun dan setelahnya membawa mangkuk bekas ramen itu ke dapur untuk dia cuci, setelahnya Sehun kembali lagi ke ruang makan dan tanpa menunggu waktu lama, Sehun pun menggendong Taeyeon ala bridal style

 

“Aish .. siapa yang sekaran merepotkan, mm??” ucap Sehun namun setelahnya tersenyum seraya melangkahkan kakinya membawa Taeyeon ke kamarnya

 

Cklekk

 

Sehun cukup kesusahan untuk membuka pintu kamar Taeyeon dengan keadaanya saat ini yang sedang menggendong Tayeon namun setelah pintu berhasil terbuka, Sehun cukup terkejut karena pandangan yang dia lihat pertama kali adalah lampu-lampu elektrik yang dia berikan pada Taeyeon masih tetap Taeyeon pakai walaupun listrik dirumah ini sudah diperbaikki.

 

“Aku senang Kau menyukai pemberianku ini” ucap Sehun setelah membaringkan Taeyeon diranjangnya

 

Sehun masih menatap wajah Taeyeon seraya menyibakkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah Taeyeon

 

“Yeoppo” ucap Sehun ketika mengamati wajah Taeyeon. Sehun pun mendekatkan wajahnya pada Taeyeon dan Cup.. Sehun mengecup kening Taeyeon cukup lama dan setelahnya dirinya tersenyum “Good night my wife” ucap Sehun tepat ditelinga Taeyeon

 

Setelahnya Sehun pun memutuskan untuk pergi kekamarnya, namun niatnya tertunda ketika melihat lukisan Archimedes diatas meja belajar Taeyeon.. ilmuan favorit Taeyeon, sebenarnya lukisan itu sudah Sehun lihat pertama kali saat memasukki kamar Taeyeon namun perasaan untuk melihat lebih jelas lukisan itu baru Sehun rasakan saat ini.

 

“Kau benar-benar menyukai ilmuan ini?” tanya Sehun setelah berada didepan meja belajar Taeyeon masih menatap lukisan itu. Sama seperti Taeyeon, Sehun juga mempunyai lukisan ilmuan yang dia favoritkan yaitu Albert Einstein.

 

 

^MRIMFL7^

Paginya ….

 

“Mmmmm…” erangan itu keluar dari mulut Taeyeon yang saat ini sedang meregangkan badannya

 

“Ommo.. Mengapa Aku ada disini?” gumam Taeyeon pada dirinya sendiri ketika menyadari dirinya berada di kamarnya “Bukankah tadi malam Aku berada di meja makan ?” lanjut Taeyeon berfikir dan setelahnya membulatkan matanya “Jangan-Jangan Playboy itu yang membawaku kesini, apa dia melakukan sesuatu yang buruk padaku?” dan setelahnya Taeyeon langsung menyibakkan selimut yang menutupi badannya namun kekhwatarirannya tidak terbukti karena saat ini Taeyeon masih berpakaian lengkap seperti tadi malam

 

“Huh !!!” lega Taeyeon

 

 

 

Setelah rapih, Taeyeon pun keluar dari kamarnya. Namun ketika mau menuruni tangga, dirinya dikejutkan oleh kedatangan Sehun

 

“Kau yang membawaku ?” tanya Taeyeon tiba-tiba yang membuat Sehun berfikir sejenak

 

“Ne” balas Sehun singkat setelah mengetahui maksud Taeyeon

 

“Kau tidak melakukan sesuatu yang buruk kan?” pertanyaan itu sukses membuat Sehun yang ingin menuruni anak tangga segera menoleh pada Taeyeon

 

“Buruk ? Maksudmu ?”

 

“Mmm.. Seperti.. Seperti..” oh sepertinya Taeyeon kesusahan mengeluarkan kata-kata, mana mungkin dirinya berkata sesuatu yang buruk itu seperti memeluk, mencium dann……. Cukup, Taeyeon tidak ingin dipermalukan jika dia berbicara hal yang bersangkutan dengan itu semua. Bisa-bisa Sehun menertawakannya dan beranggapan Taeyeon mengharapkan itu semua dari dirinya.. Ugh.. Membayangkannya saja sudah membuat Taeyeon kesal

 

“Abaikan” ucap Taeyeon dan setelahnya berniat untuk pergi, toh dirinya bangun dalam keadaan lengkap , tadi dia bertanya seperti itu hanya ingin memastikan saja namun setelah melihat reaksi Sehun lebih baik saat ini Taeyeon mengurungkan niatannya.

 

Namun tidak semudah itu pergi dari Sehun, nyatanya kali ini Sehun menarik tangan Taeyeon dan langsung memeluk pinggang Taeyeon

 

“Heyyy.. Lepaskan !!!” pekik Taeyeon tidak dihiraukan oleh Sehun

 

“Seperti yang Kau maksud itu apa seperti ini ?” tanya Sehun ambigu namun pergerakannya dapat Taeyeon sadari bahwa Sehun ingin menciumnya. Tanpa berucap Taeyeon langsung mendorong Sehun namun itu sia-sia saja karena saat ini Sehun tengah menahan tegkuk Taeyeon, binggung harus bagaimana karena jantungnya pun berdetak cepat akhirnya Taeyeon memutuskan untuk menutup matanya dan itu semua tidak lepas dari pandangan Sehun yang saat ini tengah tersenyum melihat tingkah Taeyeon itu.

 

“Hilangkan dulu jerawatmu” ucapan itu sukses membuat Taeyeon membuka matanya lagi dan saat ini mendapati Sehun yang tengah terkekeh, Taeyeon ingin menanyakan apa maksud Sehun namun Sehun sudah memutuskan untuk menuruni anak tangga setelah sebelumnya melepaskan pelukannya dari Taeyeon, meninggalkan Taeyeon yang tengah tertohok sendirian

 

“Jerawat ?” gumam Taeyeon dan setelahnya segera mengambil langkah untuk kembali ke kamarnya, memastikan dimana jerawat yang Sehun maksud.

 

Setelah memasuki kamarnya, Taeyeon langsung melihat pantulan dirinya di depan kaca, setelah ditilik-tilik akhirnya Taeyeon menyadari bahwa jerawat yang Sehun maksud adalah jerawat yang berada disudut bibirnya sebelah kanan “Ommo.. bagaimana bisa Aku tidak menyadari ada jerawat ?” gumam Taeyeon dan setelahnya berfikir

“YAKKKK !!! PLAYBOY.. SIAPA JUGA YANG MAU KAU CIUMMMMMMM” teriak Taeyeon tidak peduli jika Sehun mendengarnya

Tanpa Taeyeon ketahui, sebenarnya Sehun hanya ingin menjahili dirinya

^MRIMFL7^

“Aishh.. Playboy itu benar-benar membuatku kesal, benarkah dia tidak melakukan hal yang tidak-tidak padaku ?” pikir Taeyeon yang saat ini tengah berada di koridor sekolah “Aku benar-benar harus membeli CCTV untuk dipasang dikamarku agar Aku tidak resah lagi jika Playboy itu datang kekamarku” lanjut Taeyeon yang mungkin niatnya untuk membeli CCTV sudah benar-benar bulat.

 

 

 

“Haii Taeng..” sapa Tiffany riang ketika melihat Taeyeon memasuki area loker

“Haii Fann” balas Taeyeon dengan nada lesu

“Ada apa denganmu ?” tanya Tiffany yang saat ini tengah menatap penuh minat wajah Taeyeon

 

“Annii” balas singkat Taeyeon namun setelahnya.. “Bagaiman cara menghilangkan jerawat dengan cepat ?” tanya Taeyeon tiba-tiba yang membuat Tiffany terkekeh

 

“Hahaha.. memangnya kenapa ? tumben sekali Kau menanyakan hal seperti itu, apa ada masalah ??” tanya Tiffany dan langsung dibalas dengan Taeyeon yang menunjuk jerawat di sudut bibir sebelah kanannya, Tiffany pun menilik-nilik jerawat itu dengan mengangkat wajah Taeyeon

 

“Ini kan baru tumbuh, bisa cepat-cepat dihilangkan. Aku punya bukunya jadi nanti aku pinjamkan yaa..” ucap Tiffany yang hanya dibalas anggukan oleh Taeyeon “Lihat saja, dasar Playboy menyebalkan” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany menatapnya binggung

 

“Ada apa lagi ?” tanya Tiffany

 

“Dia menyuruhku untuk menghilangkan jerawatku”

 

“Untuk apa ?”

 

“Mungkin dia ingin menciumku lagi” ucap Taeyeon asal namun setelahnya “Fan, Aku tidak jadi meminjam bukumu, biar Aku besarkan saja jerawat ini” lanjut Taeyeon dengan smriknya yang dibalas gelengan kepala dari Tiffany yang sudah bisa menebak apa maksud Taeyeon

 

Sliiippp “Surat-surat dari –Your Black- ?” tanya Tiffany ketika melihat Taeyeon yang baru membuka lokernya langsung dihadiahi dengan surat beramplop hitam yang jatuh

 

“Apa isinya?” tanya Tiffany ketika Taeyeon membuka surat itu

 

`Fighthing My White J Sudah bisa menebak siapa Aku ? -Your Black-` itu isi dari surat itu

 

“Dia mengirimiku surat dengan kata yang sama seperti ini dari beberapa hari yang lalu” ucap Taeyeon ketika Tiffany ikut membaca isi surat itu

 

“Heuhh.. apa dia sudah bosan denganmu?” ucap Tiffany asal yang membuat Taeyeon menatapnya dan berfikir

 

“Terserah, toh dia pengecut tidak mau menunjukkan jati dirinya” ucap Taeyeon setelah menutup lokernya dan memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya dan tanpa sengaja Tiffany melihat gelang dipergelangan tangan Taeyeon “Inikah gelang pemberian –Black- ?” tanya Tiffany seraya memegang tangan Taeyeon untuk meneliti gelang berwarna putih dengan tulisan -White- ditengahnya, ternyata Tiffany baru melihat gelang itu. “Uhhh.. Ini indah sekali” lanjut Tiffany disertai cengiran yang membuat Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya

 

“Ayolah.. dia sudah setahun ini mengirimimu surat baik itu isinya penyemangat maupun penenang dan ditambah memberimu gelang indah ini, jadi sekarang giliranmu mencari tau siapa dia” ucap Tiffany seraya melepaskan tangan Taeyeon “Dia sudah memberimu clue siapa dirinya jadi Kau harus menebak clue itu” lanjut Tiffany

 

“Ish.. ish.. ishh.. Kau lupa kita sudah mencoba memecahkan clue itu namun semuanya salah ?” tanya Taeyeon mengigatkan Tiffany jika mereka berdua sudah mencoba memecahkan clue itu dengan menebak bahwa salah satu dari Chen, Xiumin, Suho dan Kai adalah -Black- namun semuanya tidak masuk akal

 

“Ada satu yang belum kita coba” ucapan Tiffany ini membuat Taeyeon kembali menatapnya

 

“Minta seluruh nama siswa disekolahan ini, Kau menerima surat-surat itu dari satu tahun yang lalu jadi bisa saja -Black- adalah siswa junior disekolah ini” ucap Tiffany bersemangat

 

“Heuhhh.. Kau mau meminta nama seluruh siswa disekolahan ini ? Oh.. Fanny, sepertinya ada kesalahan pada otakmu. Sekolah ini besar, siswanya banyak dan Kau mau—” ucapan Taeyeon ini dipotong oleh Tiffany “Kau sebenarnya ingin tau, -Black- itu siapa atau tetap menerima jika tidak tau siapa orangnya ?” ucapan Tiffany itu membuat Taeyeon menghela nafas kasar “Whatever” balas Taeyeon yang sebenarnya penasaran juga siapa itu -Black-

 

Tanpa mereka sadari, Baekhyun mendengar pembicaraan mereka “Apa Aku terlalu menyusahkanmu untuk mencari siapa Aku ?” ucap Baekhyun dan setelahnya pergi

 

^MRIMFL7^

Dikelas 12A..

 

“Sehun sudah kembali dari seminar ?” tanya Tiffany ketika menyadari Sehun sudah masuk yang dibalas anggukan singkat dari Taeyeon

“Aku masih binggung, bagaimana bisa seorang murid bisa ikut terlibat dalam seminar yang seharusnya dilakukan oleh Saengnim, mengapa Saengnim tidak meminta guru lain untuk mengantikannya ?” tanya Tiffany yang membuat Taeyeon menatapnya

 

“Jika Kau penasaran mengapa tidak tanyakan langsung pada Playboy itu ?” ucap Taeyeon kesal yang membuat Tiffany langsung tersenyum kaku

 

 

 

“Kau sudah kembali? Bagaimana Seminarmu? Bagaimana rasanya seminar dengan para guru dari sekolah lain?” tanya Luhan setelah Sehun duduk disampingnya

 

“Sebenarnya seminar itu tidak ditujukkan untuk guru saja, toh banyak siswa yang mewakilkan sekolahnya” balas Sehun membantah ucapan Luhan

 

“Ohhh.. tapi tetap saja mengapa Saengnim memintamu?” tanya Kai tiba-tiba

 

“Ish.. Kau lupa ? Sehun kan sudah memberitahu kita jika Saengnim tidak bisa karena ada perlu dan itu hukuman bagi Sehun karena tidak mengerjakan tugas tempo hari” ucap Luhan mengingatkan Kai jika Sehun sudah memberitahu alasan mengapa Sehun yang diminta menggantikan Saengnim

 

“Hahahah.. Aku lupa” ucap Kai dengan cengirannya

 

“Apa menyenagkan ?” tanya Luhan

 

“Biasa saja, bahkan Aku tampak bosan karena beberapa siswa Yeoja yang mengikuti seminar untuk mewakilkan sekolahannya malah sibuk mengangguku” ucap Sehun yang membuat Kai dan Luhan terkekeh, ternyata ditempat seperti itu juga pesona seorang Oh Sehun tidak terlewatkan

 

“Tapi seminar itu cukup lama, biasannya seminar hanya membutuhkan waktu satu hari saja tapi Kau membutuhkan waktu tiga hariuntuk mengikutinya” tanya Kai tampak berfikir

 

“Disana kita bukan hanya seminar saja tapi bersosialisasi dengan anak-anak yang tidak mampu untuk sekolah dan mengajari mereka”

 

“Woahh… Bahkan Kau mengajar juga?” pertanyaan dari Luhan itu membuat Sehun mengangguk sekilas, tanpa mereka ketahui Sehun sebenarnya bosan karena ditempat seminar itu tidak ada yang membuat Sehun nyaman selain saat dirinya mengajar anak-anak itu

 

“Jadi seminar itu dilakukan dimana ?” tanya Kai lagi

 

“Jeju” balas Sehun singkat tanpa minat tapi berbeda dengan Luhan yang menatap Sehun penuh tanya

 

“Jadi, apa disana banya Yeoja seksi ?” pertanyaan mesum dari Luhan itu membuat Kai menjitak kepalanya

 

“Ahhhh” ringis Luhan yang membuat Kai dan Sehun terkekeh

 

^MRIMFL7^

Dikantin. Saat jam istirahat.

 

“Fanny.. Aku akan mengenalkanmu pada Baekhyun” ucap Taeyeon yang membuat Tiffany yang sedang memakan makananya segera mengalihkan pandagannya ke arah Taeyeon

 

“Dia bilang, akan datang ke kantin, Aku baru membaca line -nya” lanjut Taeyeon yang membuat Tiffany segera menelan makananya

 

“Darimana Kau tau ? maksudku.. Kau sudah bertukar nomor ponsel ?” tanya Tiffany penasaran yang dibalas anggukkan kepala dari Taeyeon, ternyata Taeyeon lupa belum memberitahu Tiffany jika dirinya sudah bertukar nomor ponsel bahkan tidak jarang Taeyeon dan Baekhyun ber-chat ria.

 

“Ommoo.. daebakk.. Jinjja-jinjja daebakk” ucap Tiffany yang membuat Taeyeon menatapnya binggung

 

“Apa maksudmu ?”

 

“Kau bukanlah orang yang dapat dekat dengan mudah dengan orang lain terlebih itu Namja, tapi sekarang ? apa yang membuatmu seperti itu ? apa kelebihan dari seorang Baekhyun ?” tanya Tiffany bertubi-tubi merasa penasaran, awalnya Tiffany pikir Taeyeon dekat dengan Baekhyun hanya sebatar say hello dan mengobrol jika bertemu namun ini jauh dari bayangan Tiffany.

 

“Aku juga mengatakan itu sebelumnya pada Baekhyun, dan Aku mencari tau jawabannya sendiri tapi belum ketemu, Baekhyun orang yang baik dan bisa membuatku tertawa tanpa beban” ucap Taeyeon dan itu membuat Tiffany mengangakan mulutnya

 

“Banyak Namja baik tapi mengapa harus Baekhyun ?” tanya Tiffany setelahnya

 

“Mmm.. Molla, Aku pikir dia berbeda” balas Taeyeon seraya tersenyum

 

“Baiklah, Aku jadi tambah penasaran bagaimana rupa orang itu” ucap Tiffany tiba-tiba bersemangat

 

“Tunggu sebentar lagi, dia tidak suka datang ke kantin tapi aku memaksanya karena ingin mengenalkannya padamu, mungkin dia hampir sampai. Seharusnya kemarin aku sudah mengenalkannya padamu tapi Kau ada perlu dan pulang terlebih dulu tanpa melihat Baekhyun” ucap Taeyeon menjelaskan

 

“Ne, aku ingat.. Tak apa, akan Aku tunggu Namja yang bernama Baekhyun itu”

 

“Kemarin Aku ke sauna bersamanya dan pulangnya kita beli ice cream” ucapan Taeyeon itu membuat Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya “Apa itu kencan ? Kau bahkan sudah mengatakan kita sebagai kata pengganti Kau dan dirinya” ucapan Tiffany itu membuat Taeyeon berfikir sejenak

 

“Itu bukan kencan jadi jangan berfikiran yang tidak-tidak” ucap Taeyeon membantah presepsi Tiffany

 

“Jikan buk—” ucapan Tiffany dipotong oleh Taeyeon “Dia datang” ucap Taeyeon ketika pandangannya jatuh pada sosok Baekhyun yang sedang memasuki kantin dan jelas saja hal itu membuat Tiffany segera mengikuti arah pandangan Taeyeon, namun Tiffany masih bingung mana orangnya karena terlalu banyak siswa yang sedang memasuki kantin, tidak mau mencoba mencari tau, akhirnya Tiffany memilih untuk kembali melanjutkan makannya toh yang namanya Baekhyun juga akan menghampiri meja ini

 

“Annyeong” sapaan itu membuat Tiffany langsung mendongkakan kepalanya, untuk sesaat Tiffany tertegun berfikir `Aku seperti tidak asing dengan orang ini` pikir Tiffany seraya masih menatap Namja dihadapannya penuh tanya

 

“Annyeong Baekhyun, kenalkan ini Tiffany sahabatku dan Tiffany kenalkan ini Baekhyun teman baruku” ucap Taeyeon membuyarkan lamunan Tiffany dan setelahnya Baekhyun dan Tiffany saling berjabat tangan mengenalkan diri mereka masing-masing

 

“Umm.. Ini siapa Baekhyun ?” tanya Taeyeon ketika menyadari ada seseorang disamping Baekhyun

 

“Oh ya, kenalkan ini sahabatku D.O” ucap Baekhyun yang membuat Taeyeon teringat sesuatu

 

“Inikah sahabatmu yang terpisah bersama adikmu di Lotte World saat itu?” tanya Taeyeon yang membuat Baekhyun mengangguk kecil dan membuat D.O binggung seketika “Apa maksud Taeyeon ? Lotte World ? Apa Baekhyun dan Taeyeon bertemu saat di Lotte World kemarin ? dan jangan-jangan Baekhyun yang sempat menghilang itu karena bersama dengan Taeyeon ?” pikir D.O namun tidak dia tanyakan, sedangkan Baekhyun yang merasakan kebinggungan dari D.O pun dalam hati berucap `Aish, Aku lupa belum memberitahu D.O jika di Lotte World kemari Aku tidak sengaja bertemu dengan Taeyeon`

 

Setelahnya Taeyeon dan D.O berjabat tangan memperkenalkan dirinya masing-masing.

 

Namun ketika D.O ingin berjabat tangan dengan Tiffany, Tiffany langsung berucap “Kau.. Kau.. ” ucap Tiffany seraya mengingat-ingat

 

“Ne, Annyeong Tiffany, kita bertemu lagi” ucap D.O dengan senyumannya yang membuat Taeyeon dan Baekhyun binggung

 

“Kalian sudah saling kenal ?” tanya Baekhyun dan Taeyeon berbarengan

 

“Ne” balas Tiffany dan D.O “Kami pernah bertemu–” ucapan D.O itu dipotong oleh Baekhyun

 

“Baiklah, Ayo kita duduk telebih dulu baru kalian ceritakan awal mula kalian bertemu” ucap Baekhyun yang disetujui oleh Taeyeon, Tiffany dan D.O

 

“D.O” sapaan itu sukses membuat D.O menoleh ke orang yang menyapanya

 

“Yoona” sapa D.O juga

 

“Kalian berempat saling mengenal ?” tanya Yoona yang saat ini telah menghampiri meja itu

 

“Kau mengenal Yoona, D.O?” tanya Tiffany penasaran

 

“Sepertinya banyak yang harus diceritakan, jadi mari kita duduk berlima” ucap Taeyeon yang membuat Yoona ikut duduk dimeja itu. Sebenarnya Taeyeon tekejut dengan kedatangan Yoona, pasalnya Yoona adalah salah satu orang yang tau mengenai pernikahannya dengan Sehun namun sebisa mungkin Taeyeon tutupi dengan mengajak Yoona duduk bersama

 

Setelah duduk dan memesan makanan, akhirnya mereka berlima berbicang-bincang, Tiffany menceritakan bahwa pertama kali bertemu D.O saat dirinya di taman belakang sekolah dan Taeyeon menceritakan awal bertemu dengan Baekhyun saat Taeyeon tidak sengaja menabrak Baekhyunsaat dirinya sedang membawa buku-buku keruangan guru dan Yoona yang menceritakan jika dirinya, D.O dan Baekhyun adalah teman satu kelas dan Yoona cukup dekat dengan D.O karena Yoona merupakan sekertaris kelas dan D.O ketua kelas.

Mereka menikmati perbincangan itu, bahkan terkadang diselingi dengan tawa, namun itu tidak berlangsung lama ketika suasana kantin berubah menjadi riuh akibat kedatangan Sehun, Kai dan Luhan

 

“Selalu saja seperti ini, jika ada mereka” ucap Tiffany ketika menyadari bahwa keriuhan ini disebabkan oleh Sehun, Kai dan Luhan

 

“Aku tau mereka” ucap D.O “Bukankah Kau mantan Yeojachingu dari salah satu mereka bertiga ?” lanjut D.O yang ditujukkan untuk Yoona.

 

“Yeahh.. hanya mantan” ucap Yoona setelah menyeruput greenteanya

 

“Aku dan Taeyeon sekelas dengan mereka dari kelas 1 sampai saat ini sedangkan dengan Sehun sekelas dari kelas 2 karena Sehun merupakan murid pindahan” ucap Tiffany yang dibalas anggukan oleh D.O yang saat ini tengah meminum jusnya

 

Berbeda dengan D.O yang tampak begitu menyimak cerita Tiffany. Baekhyun malah memperhatikan Taeyeon yang bahkan acuh, tidak peduli dengan kedatangan Sehun, Kai dan Luhan. Terbukti dengan Taeyeon yang masih menikmati makanannya sedari tadi. Yoona yang melihat itu hanya berfikir dalam diam.

 

“Taeyeon-ssi sepertinya tidak terganggu dengan kedatangan mereka ya ?” pertanyaan tiba-tiba itu dari D.O, Taeyeon sempat binggung harus membalas apa namun “Terlalu sering mendengar keriuhan karena mereka jadi lebih baik tidak diperdulikan” balas Taeyeon singkat dengan senyumannya

 

“Emm.. Taeyeon, ada sisa makanan disudut bibirmu” ucapan Baekhyun ini membuat Taeyeon segera meraba-raba permukaan bibirnya

 

“Bukan disitu tapi disini” ucap Baekhyun seraya memegang tangan Taeyeon dan menempatkannya di sudut bibir yang Baekhyun maksud,

 

Perlakuan Baekhyun tadi tidak lepas dari pandangan D.O , Tiffany dan Yoona yang menatap mereka dalam diam, tidak terlepas juga dari Sehun.. SEHUN ???

 

Yaa.. saat ini Sehun, Kai dan Luhan sudah berada didepan meja mereka berlima, itu karena Luhan yang meminta.

Luhan merasa tidak enak hati ketika melihat Tiffany mengobrol dengan D.O jadi memutuskan untuk menghampiri mejanya diikuti dengan Sehun dan Kai

 

“Untuk apa Kau kemari, Luhan ?” tanya Tiffany yang membuat Baekhyun yang baru menyadari ada ketiga orang itu segera melepaskan tangannya dari Taeyeon begitupun dengan Taeyeon yang sempat terkejut

 

“Aku ingin makan bersamamu pink-ki” ucap Luhan dengan senyumannya “Tak apa kan ?” tanya Luhan yang dibalas tatapan tajam oleh Taeyeon “Aku tidak setuju” ucap Taeyeon yang membuat Luhan menatapnya kesal

 

“Sudahlah, seperti ini juga tak apa.. kenalkan namaku Byun Baekhyun” ucap Baekhyun menegahi seraya berdiri dan memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya ke arah Luhan

 

“Aku Xi Luhan, dan mereka berdua adalah sahabatku” ucap Luhan memperkenalkan diri seraya menjabat tangan Baekhyun

 

“Aku Kim Jongin, tapi orang-orang biasannya memanggilku Kai” ucap Kai kemudian berjabat tangan dengan Baekhyun

 

“Perkenalkan Aku, D.O Kyungsoo sahabat Baekhyun” ucap Kyungsoo memperkenalkan diri menjabat tangan Luhan dan Kai

 

Akhirnya perkenalan itu sampai pada Baekhyun dan Sehun, mereka berdua tampak canggung

 

“Oh Sehun” ucap Sehun singkat seraya menjabat tangan Baekhyun, Ini sangat tidak baik bagi mereka berdua pasalnya Sehun ingat pernah melihat wajah Baekhyun saat di pesta So Hyun (Saat itu Baekhyun memegang tangan Taeyeon) , Saat Baekhyun tidak sengaja menabrak Taeyeon , Saat Taeyeon tidak sengaja menabrak Baekhyun dan yang terbaru adalah saat Baekhyun tidak sengaja memeluk Taeyeon di Lotte World kemarin.

 

Sedangkan Baekhyun jelas tau siapa itu Oh Sehun. Suami dari Taeyeon.

 

(Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan mereka berdua yang pada akhirnya memperkenalkan diri masing-masing yang jelas aura disekeliling mereka berdua tampak tidak bersahabat.)

 

“Senang mengenalmu Oh Sehun” ucap Baekhyun dengan senyumannya setelah mereka berdua melepaskan jabat tangan mereka

 

“Aku juga” balas Sehun tersenyum singkat..

 

D.O yang melihat itu hanya menghela nafas kasar karena merasakan aura gelap baik itu dari Sehun maupun Baekhyun, sedangkan yang lain tampak tidak menyadarinya

 

Akhirnya mereka berdelapan duduk ditempat yang sama, hal itu tidak luput dari pengujung kantin yang menatap penuh minat ke arah meja itu

 

Posisi mereka jadi :

 

Sehun-Taeyeon-Baekhyun

Kai—————————————Yoona

    Luhan-Tiffany-Kyungsoo

 

“Jadi namamu Kyungsoo?” tanya Luhan tiba-tiba yang dibalas anggukan oleh D.O

 

“Apa hubunganmu dengan Tiffany ? mengapa aku lihat sepertinya kalian sangat akrab ?” pertanyaan Luhan itu membuat D.O sempat terkejut dan membuat Tiffany mendelik kesal

 

“Akuu..” ucapan D.O itu terpotong oleh Tiffany “Memang apa masalahmu ?” tanya Tiffany tajam

 

“Aish.. kalian, bisakah berhenti bertengkar untuk saat ini?” tanya Taeyeon yang jujur saja masih tidak terima jika Sehun dan sahabat-sahabatnya duduk dimeja ini

 

“Sepertinya Aku pernah melihatmu tapi dimana ya ?” pertanyaan itu ditujukkan untuk Baekhyun dari Kai

 

“Benarkah Kau pernah melihat mereka ? karena Baekhyun dan D.O jarang ke kantin jika sedang istirahat jadi kapan Kau pernah melihat mereka ?” tanya Yoona tiba-tiba

 

“Sepertinya Kau mengenal mereka dengan baik ya ?” tanya Kai dalam hati tampak tidak suka

 

“Aish.. jangan berfikir yang tidak-tidak, mereka berdua teman sekelasku jadi Aku cukup mengenal kebiasaan mereka yang jarang ke kantin” balas Yoona yang membuat Kai tersenyum simpul

 

 

 

“Jadi mengapa kalian bisa kenal ?” tanya Luhan pada Tiffany

 

“Aku ? apa pedulimu ?” balas Tiffany acuh

 

“Aku dan Tiffany pernah bertemu sebelumnya ditaman belakang sekolah, dan–” ucapan D.O itu membuat Luhan membelalakan matanya lebar

 

“Aish.. pantas saja Aku merasa ada yang salah dengan kalian berdua, jadi sebenarnya Apa hubungan kalian ?” tanya Luhan tidak bersahabat

 

“Aish.. Urus saja urusanmu sendiri Luhan” ucap Tiffany jengah seraya menatap Luhan kesal

 

“Kami hanya berteman” ucap D.O menengahi

 

“Baguslah” balas Luhan singkat

 

“Untuk saat ini” lanjutan dari Tiffany itu membuat Luhan menatap Tiffany tidak suka namun diacuhkan oleh Tiffany yang membuat D.O terkekeh pelan

 

“Jadi pertemuan ini dibuat karena D.O-ssi dan Tiffany yang sudah kenal terlebih dahulu ?” pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari Kai

 

“Sebenarnya Taeyeon yang ingin mengenalkanku pada Baekhyun dan kalian tiba-tiba datang” celetukkan asal dari Tiffany itu membuat Taeyeon yang sedari tadi bersikap acuh pun mendongkakan kepalanya menatap Tiffany.. Ugh… tidak taukah Tiffany jika saat ini Taeyeon merasa tidak nyaman karena duduk diantara Sehun dan Baekhyun ditambah celetukkan dari Tiffany itu membuat suasana tiba-tiba jadi canggung. Jelas saja canggung, hampir orang-orang dimeja ini tau jika Taeyeon dan Sehun sudah menikah kecuali Baekhyun dan D.O, apa tanggapan mereka yang bisa saja salah paham dengan celetukkan Tiffany itu (Taeyeon dan yang lain tidak tau jika Baekhyun dan D.O sebenarnya kan udah tau juga Kalau Sehyeon udah nikah)

 

“Uhhh.. memperkenalkan ? memang apa hubungan kalian berdua ?” pertanyaan Kai ini membuat Tiffany segera menyesal akan celetukkannya itu “Bukan, bukan seperti itu” ucap Tiffany merasa bersalah seraya menyangkal dengan mengibas-ngibaskan kedua tangannya

 

“Apa hubungan kalian seperti pertemanan atau….” ucapan Kai yang belum selesai ini membuat Sehun yang sedari tadi diam langsung menatap Baekhyun yang tidak disadari oleh Baekhyun karena saat ini Baekhyun sedang menatap Taeyeon sedangkan Taeyeon menatap makanannya tanpa minat.

 

“Sepasang kekasih” lanjut Kai yang membuat Taeyeon segera menatapanya kesal

 

“Jaga ucapanmu itu, memang apa pedulimu. Heuh ?” ucap Taeyeon geram “Sebaiknya Aku pergi duluan, Aku tidak cocok duduk bersama kalian para Playboy” lanjut Taeyeon menyindir seraya beranjak pergi namun baru tiga langkah Taeyeon beranjak tiba-tiba saja Taeyeon membalikkan badannya

 

“Bukankah Kau ingin menyatakan cinta pada seseorang ? sebaiknya Kau banyak berlatih daripada mengurusi urusan orang lain. Kim Kai” ucap Taeyeon dengan smriknya dan sontak saja membuat Kai tertegun seketika. Taeyeon pun melangkahkan kakinya lagi Setelah melihat raut wajah Kai yang berubah. Dalam hati Taeyeon merasa senang bisa membalas Kai.

 

“Kau ingin menyatakan cinta ? pada siapa ? siapa orangnya ?” tanya Luhan pada Kai “Mengapa Taeyeon bisa tau ?” lanjut Luhan dan hal itu pula yang saat ini Kai pikirkan `Mengapa dia bisa tau ?` pikir Kai namun setelahnya matanya membulat ketika mengigat-ingat `Jangan-jangan dia melihatku saat diatap sekolah ?` pikir Kai lagi dan setelahnya beranjak pergi dengan sebelumnya mengucapkan kata “Maaf, Aku harus ke toilet sebentar”

 

^MRIMFL7^

Kai saat ini sedang ditoilet laki-laki, tampak sedang melihat pantulan dirinya dicermin yang berada dihadapannya. Namun telihat sekali dari raut wajahnya jika dirinya saat ini sedang berfikir keras “Aish.. ini sungguh menyebalkan” geram Kai seraya mencuci mukanya kasar

 

“Jika Taeyeon melihatku diatap sekolah lalu kemana perginya dia saat Aku mengejarnya ?” pikir Kai “Saat Aku sedang mengejar orang itu, Aku hanya melihat Namja dan Yeoja yang seperti sepasang kekasih itu sedang berpelukkan” lanjut Kai

 

“Sepasang Kekasih ? mungkinkah Yeoja yang berpelukkan itu Taeyeon” pikir Kai lagi yang tidak bisa dipungkiri setelah mengingat-ingat postur tubuh Yeoja itu memang seperti tubuh Taeyeon , jika itu Taeyeon, lalu siapa Namja itu ? tidak mungkin Sehun kan ? karena Sehun masih seminar lalu……. ???

 

“Byun Baekhyun” ucap Kai tiba-tiba

“Namja yang memeluk Yeoja itu adalah Baekhyun” ucap Kai tampak yakin, pantas saja saat tadi melihat Baekhyun dirinya seperti pernah melihatnya

 

“Jadi….”

 

“Baekhyun dan Taeyeon berpelukkan ?” Kai tampak berfikir keras benarkah seorang Taeyeon berpelukkan dengan seorang Namja ? disekolah pula ? dan yang terpenting Taeyeon berpelukkan bukan dengan Sehun, jika benar itu Taeyeon dan apabila Sehun mengetahui hal itu maka

 

“Habislah Kau Oh Taeyeon”

 

^MRIMFL7^

Sedangkan dikantin….

 

~Kau dimana ?~ pesan line itu dikirim Baekhyun untuk Taeyeon, selanjutnya beberapa detik kemudian ada balasan ~Diatap~ balasan itu membuat Baekhyun ingin segera menyusul Taeyeon namun keinginanya dia urungkan ketika tiba-tiba ada pesan line lagi

 

~Kim Taeyeon~ isi pesan line itu dari So Hyun, adiknya sendiri dan hal itu membuat Baekhyun kembali duduk padahal dirinya berniat untuk bangkit dari duduknya

 

“Sepertinya Aku harus pergi juga” ucap Sehun setelah beberapa detik kepergian Kai, tanpa menunggu balasan dari yang lain Sehun langsung berlalu pergi. Baekhyun yang mendengar itu hanya berucap “Oh, Ne” Dirinya masih sibuk harus membalas line So Hyun seperti apa

 

“Aish.. Yak ! Oh Sehun, Kau mau kemana ?” kesal Luhan namun setelahnya memutuskan menyusul Sehun “Aku juga pergi duluan yaa.. Annyeong” ucap Luhan dan setelahnya pergi membuat Tiffany yang melihatnya mendengus kesal.

 

“Sebaiknya Aku juga pergi, Aku ingin menyusul Taeyeon, Annyeong Yoona, Baekhyun-ssi dan D.O-ssi” pamit Tiffany dan setelahnya berlalu pergi

 

 

~Dia Cantik, Pintar, Baik dan Cukup Ramah~ So Hyun kembali mengirimi Baekhyun line yang jujur saja membuat Baekhyun binggung

~Diakah White mu?~ pesan line dari So Hyun ini membuat Baekhyun membelalakan matanya sesaat

~Aku setuju jika Kau mencintainya~ Ughhh… satu lagi line dari So Hyun itu membuat Baekhyun segera mengalihkan pandagannya ke sekitar kantin untuk mencari So Hyun, dan tepat di ujung kantin sebelah kanan, terlihat So Hyun yang sedang mengoyang-goyangkan ponselnya seraya tersenyum ke arah Baekhyun dan setelahnya menggumamkan sesuatu, yang dari gerakan bibirnya saja sudah diketahui oleh Baekhyun jika So Hyun sedang menggumamkan kata “Fighthing Oppa” yang ditujukkan untuk dirinya

 

“Aku juga harus pergi” ucap Baekhyun tiba-tiba dan membuat kedua orang yang tersisa dimeja itu memandang kosong kedepan mereka

 

 

~Nanti Oppa jelaskan~ balas Baekhyun pada So Hyun, sedangkan So Hyun dimejanya langsung tekekeh senang `Akhirnya Aku tau siapa -White- mu itu, Oppa !!!` teriak So Hyun dalam hati

“Ada apa denganmu?” pertanyaan salah satu dari temannya yang baru kembali duduk setelah memesan makanan itu membuat So Hyun menatap temannya “Aku merasa Hari ini Aku sangat senang” ucap So Hyun dengan senyumannya yang membuat kedua temannya itu saling menatap binggung satu sama lain

 

 

“Mmmm.. Yoo–” ucapan D.O itu dipotong oleh Yoona “Kau juga ingin meninggalkanku ?” tanya Yoona yang membuat D.O binggung harus menjawab apa, disatu sisi dia ingin menyusul Baekhyun untuk meminta penjelasan mengapa dirinya tadi tampak terkejut setelah melihat line masuk diponselnya dan terburu-buru pergi, namun disisi lain tidak enak hati meninggalkan Yoona sendirian.

 

“Sebelum Kau meninggalkanku, Aku akan meninggalkanmu terlebih dulu” ucap Yoona dan setelahnya beranjak pergi, meninggalkan D.O yang tadi sempat binggung menjadi merutuki orang-orang yang telah pergi meninggalkan dirinya sendirian

 

 

^MRIMFL7^

“Heyy” sapa Luhan membuat Kai yang baru saja keluar dari toilet langsung terkejut. (Awalnya Luhan mau nyusul Sehun tapi gegara liat Kai duluan, jadi aja Luhan mutusin buat ngehampirin Kai aja).

 

“Aishh.. Kau mengagetkanku” ucap Kai tampak kesal

 

“Yak !!! Kau kemana saja ? kenapa tiba-tiba pergi ? ingin menghindar dari pertanyaanku, eoh ?” tanya Luhan bertubi-tubi yang membuat Kai menghela nafas kasar.

 

“Anni, Aku tadi sakit perut jadi Aku ke toilet dulu” balas Kai seraya menghidari tatapan Luhan

 

“Kau tidak bisa berbohong padaku” ucap Luhan dengan tatapan mengintimidasi

 

“Aish, gegara Kau dan Sehun, Aku juga memutuskan meninggalkan meja itu. Bukankah Aku setia ?” ucap Luhan tiba-tiba yang membuat Kai langsung menatapnya

 

“Sehun juga pergi ?” tanya Kai penasaran yang dibalas anggukan dari Luhan

 

“Ya.. dan Aku meninggalkan Tiffany, beruntung D.O tadi bilang hanya berteman dengan Tiffany jadi Aku merasa cukup tenang meninggalkan Tiffany disana” ucapan Luhan itu membuat Kai tiba-tiba merasa mual. (Luhan gak tau kalau Tiffany juga udah pergi)

 

“Bagaimana dengan Byun Baekhyun ? Bagaimana jika Tiffany tertarik padanya” pertanyaan Kai itu bukannya membuat Luhan mengelak malah tampak berfikir

 

“Mmm.. Aku seperti pernah melihat orang itu, tapi dimana yaa ? Byun Baekhyun.. Byun Baekhyun… wajah itu..” ucap Luhan seraya menutup matanya mencoba mengingat-ingat

 

“Ne, Aku juga pernah melihatnya.. tapi dimana Kau pernah melihatnya ?” tanya Kai penasaran sedangkan Luhan masih menutup matanya dan kali ini ditambah dengan tangan kanannya yang megusap-usap dagunya sendiri, pertanda Luhan sedang berfikir keras.

 

“Yeah.. Aku ingat, saat itu Aku pernah melihatnya di area loker” ucap Luhan tampak senang bisa mengingat dimana dirinya pernah melihat wajah Baekhyun, namun hal itu tampak biasa saja bagi Kai yang malah menghela nafasnya pelan

 

^MRIMFL7^

~Aku akan menyusulmu~ line masuk itu dari Baekhyun yang membuat Taeyeon tampak berfikir sebentar dan setelahnya berniat untuk membalas ~Tidak perlu menyusulku~ namun niatnya dia urungkan ketika suara pintu atap tiba-tiba terbuka

 

Cklekkk

 

“Aku baru saja akan membalas ~Tidak perlu menyusulku~ tapi Kau sudah datang, Kau sangat cepat Byun Baekhyun” ucap Tayeon dan setelahnya menolehkan kepalanya namun Taeyeon membelalakan matanya ketika yang datang bukanlah sosok Baekhyun

 

“Sehun.. Oh Sehun” ucap Sehun dengan raut datarnya

 

“Bukan Byun Baekhyun” ucap Sehun lagi yang kali ini sedang berjalan menghampiri Taeyeon dan itu membuat Taeyeon refleks berjalan mundur

 

“Mmmm.. Kau.. Kau.. untuk Apa Kau kemari ?” tanya Taeyeon dengan terbata-bata diawal ucapannya namun tidak dihiraukan oleh Sehun yang saat ini sudah berada dihadapan Taeyeon “Mau apa Kau ?” tanya Taeyeon lagi yang saat ini sudah terpojok dipembatas tembok atap sekolah, Sehun yang menyadari itu malah lebih mengurung Taeyeon dengan cara meletakkan kedua tangannya disisi kanan dan kiri tubuh Taeyeon sampai kedua tangannya menyentuh pembatas tembok itu.

 

“Menurutmu ?” tanya Sehun ambigu

 

“Jika Kau berani macam-macam, Aku akan teriak. Ini disekolah, Kau mau dihukum ?” ucap Taeyeon mencoba menghilangkan kegugupannya

 

“Kau fikir Aku akan melakukan Apa, hmm ?”

 

“Molla, jika Kau tidak mau berbuat yang macam-macam, maka menjauhlah dariku” ucap Taeyeon seraya berusaha mendorong Sehun namun seperti biasa itu tidak berhasil

 

“Siapa Byun Baekhyun itu?” tanya Sehun tanpa menghiraukan ucapan Taeyeon dan tindakan Taeyeon yang saat ini sedang berusaha mendorong dirinya

 

“Mwo ?? Aku kan sudah bilang tadi, jika kami hanya berteman” ucap Taeyeon tanpa melihat Sehun

 

“Teman ? benarkah ?” ucap Sehun seraya mengangkat dagu Taeyeon agar Taeyeon menatapnya

 

“Mmm.. Ne” balas Taeyeon yang saat ini menghindari tatapan Sehun

 

“Lihat mataku jika kita sedang berbicara” ucapan Sehun itu membuat Taeyeon segera menatap wajah Sehun “Kita berteman!!!” pekik Taeyeon tepat didepan wajah Sehun dan itu membuat Sehun yang masih mengangkat dagu Taeyeon segera menutup matanya sesaat

 

“Teman ? Kau bahkan sudah memakai kata ganti untuk dirimu dan Namja itu sebagai Kita” ucap Sehun yang sudah membuka matanya lagi

 

Sampai saat ini Taeyeon masih tidak terima jika menggunakan kata ganti Kita untuk dirinya dan Sehun tapi mudah sekali Taeyeon menggunakan kata ganti itu pada dirinya dan Baekhyun

 

“Ohhhww.. Itu hal yang sepele jangan dibesar-besarkan” ucap Taeyeon merasa Sehun kekanakan

 

“Sepele ? lalu mengapa sampai saat ini Kau masih tidak terima saat Aku menyebut kata ganti Kita untuk Kau dan Aku” tanya Sehun yang masih pada posisinya

 

“Mmmm itu.. itu.. Aish, lupakan itu” ucap Taeyeon binggung harus menjawab apa

 

“Lupakan ?”

 

“Ada apa denganmu ? tidak seperti biasanya Kau bertingkah seperti ini ?” tanya Taeyeon yang saat ini tampak kesal

 

“Memang kenapa ? Aku kan SUA-MI-MU” ucap Sehun seraya menekankan kata -Suami- dikalimatnya

 

“Tutup mulutmu” ucap Taeyeon seraya menutup mulut Sehun dengan kedua tangannya, Sehun yang mendapat perilaku seperti itu dari Taeyeon cukup terkejut namun hanya sesaat.

 

“Kau mau orang lain dengar, eoh ?” tanya Taeyeon tampak benar-benar kesal dan hal itu membuat Sehun segera melepaskan tangan Taeyeon

 

“Memang ada orang lain diatap ini selain kita?” tanya Sehun yang saat ini sudah tidak mengurung Taeyeon “Memang tidak ada” balas Taeyeon namun setelahnya “Tapi dengan ini Aku bisa pergi darimu” lanjut Taeyeon dan setelahnya mendorong tubuh Sehun untuk melarikan diri

 

Namun, lagi-lagi Sehun tidak membiarkannya….

 

“Kau mau kemana ?” tanya Sehun dengan smriknya setelah sebelumnya menarik tangan Taeyeon, dan seperkian detik kemudian Taeyeon sudah berada dipelukkan Sehun

Deg…

Taeyeon merasa jantungnya berdetak cepat saat ini, apalagi ketika Sehun semakin mendekatkan wajahnya. Taeyeon tidak bisa menjauh karena tengkuknya ditahan oleh tangan kanan Sehun sedangkan pinggangnya ditahan oleh tangan kanan kiri Sehun.

 

`Satu-satunya jalan keluar adalah menginjak kakinya` pikir Taeyeon namun pikiran itu sirna ketika tiba-tiba salah satu sepatu Sehun menginjak kedua ujung sepatu Taeyeon menandakan bahwa Taeyeon tidak bisa menginjak kaki Sehun

 

Taeyeon yang merasa sangat terpojok pun membulatkan matanya, `Playboy ini benar-benar` pikir Taeyeon dilanjutkan dengan berbagai umpatan yang dia tujukkan untuk Sehun

 

“Merasa terpojok, Noona ?” tanya Sehun seraya menunjukkan senyum miringnya yang benar-benar membuat Taeyeon ingin sekali mencekik leher Sehun saat ini juga.

 

Sehun yang melihat raut wajah Taeyeon yang berubah kesal pun tambah mendekatkan wajahnya sehingga saat ini Taeyeon bisa merasakan deru nafas Sehun, begitupun sebaliknya

 

Ketika jarak mereka semakin tipis, Taeyeon tiba-tiba teringat sesuatu “Kau mau mengerjaiku lagi seperti tadi pagi ?” ucap Taeyeon yang membuat Sehun sedikitmemundurkan kepalanya

 

“Kau mau mengejek jerawatku lagi ?” ucap Taeyeon lagi

“Asal Kau tau saja, Aku tidak akan menghilangkan jerawatku ini agar Kau tidak bisa seenaknya menciumku lagi” lanjut Taeyeon yang membuat Sehun cukup terkejut karena bagaimana bisa Taeyeon berfikir seperti itu dan tidak biasanya pula Taeyeon mengatakan kata kisseu secara gamblangnya.

 

“Akan Aku besarkan jerawatku ini sehingga Kau tidak bisa menciumku SELAM—-”

 

Chup.

 

Ucapan Taeyeon terpotong ketika tiba-tiba Sehun menempelkan bibirnya, hanya menempelkan tidak ada pergerakan lain dari Sehun

 

Dalam hati Sehun sungguh geli mengigat ucapan Taeyeon tadi `Tidak bisa menciummu ? lalu apa yang aku lakukan saat ini ?` ucap Sehun dalam hati seraya tersenyum masih menempelkan bibirnya pada Taeyeon

Berbeda dengan Sehun yang bisa tersenyum saat ini, Taeyeon malah diam mematung seakan seluruh tubuhnya itu sulit digerakkan

 

 

 

Tanpa mereka berdua sadari, kegiatan itu disaksikan oleh Baekhyun yang saat ini menatap Sehun dan Taeyeon dengan tatapan kosong. Niat hati ingin menyusul Taeyeon malah dihadiahi adengan seperti itu. Beruntung saat Baekhyun membuka pintu atap itu dirinya tidak langsung memanggil nama Taeyeon, bagaiman jika hal itu sampai terjadi ??

Masih dengan tatapan kosongnya , akhirnya Baekhyun pun memutuskan untuk menutup pintu atap itu dan setelahnya menuruni anak tangga dengan perasaan tak menentu `Disini sungguh sakit` lirih Baekhyun seraya menyentuh dada sebelah kananya.

 

 

 

“Jangan terlalu dekat dengan Namja lain” ucap Sehun setelah melepaskan ciumannya itu seraya mengusap-usap puncak kepala Taeyeon dan hal itu membuat Taeyeon tampak gugup

 

“Apa pedulimu?” ucap Taeyeon asal, niatnya hanya ingin menghilangkan kegugupannya

 

“Karena Kau milikku” balasan Sehun ini membuat Taeyeon mendongkakan kepalanya menatap Sehun dan disambut dengan senyuman manis dari Sehun.

Deg.

Hal itu membuat kinerja jantung Taeyeon kembali cepat.

 

^MRIMFL7^

“Baekhyun-ssi bisakah kita berbicara sebentar” tanya Tiffany yang entah darimana datangnya, tiba-tiba sajasudah berada tepat dihadapan Baekhyun. Saat ini mereka berdua berada dilorong menuju kelas Baekhyun

 

“Oh, Ne” balas Baekhyun setelah sebelumnya tampak terkejut akan kedatangan Tiffany yang tiba-tiba itu

 

“Mmm.. sebelumnya, Apa Aku mengganggumu ?” tanya Tiffany yang dibalas gelengan kepala dari Baekhyun

 

“Gwenchanayo? wajahmu terlihat lesu” tanya Tiffany lagi yang baru sadar jika raut wajah Baekhyun tampak lesu

 

“Gwenchana.. Jadi apa yang ingin Kau bicarakan ?” tanya Baekhyun mencoba menghilangkan raut lesunya dengan senyumannya dan untuk sesaat hal itu membuat Tiffany terpesona

 

“Oh ya, apa kita pernah bertemu sebelumnya Baekhyun-ssi ?” pertanyaan Tiffany itu membuat Baekhyun menegang sesaat

 

“Apa Kau berfikir seperti itu ?” Baekhyun malah balik bertanya pada Tiffany

 

“Yaa, begitulah” balas Tiffany singkat

 

“Lalu dimana kita bertemu ?” tanya Baekhyun lagi

 

“Aish.. Kalau Aku ingat pernah bertemu denganmu dimana maka Aku tidak akan menanyakan hal itu padamu” ucap Tiffany yang membuat Baekhyun terkekeh kecil

 

“Baiklah, Mari kita mencoba mengingat-ingat pernah bertemu dimana tapi untuk saat ini lebih baik kita kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi” ucap Baekhyun menyarankan

 

“Oh Ne, Kau benar” ucap Tiffany menyetujui ucapan Baekhyun dan setelahnya Tiffany pamit untuk pergi ke kelasnya

 

`Heuh.. Bahkan sahabatmu saja mencoba mencari tau tentangku tapi Kau sendiri ?` pikir Baekhyun dan setelahnya berjalan ke kelasnya

 

^MRIMFL7^

“Jadi apa yang ingin Kau bicarakan ?” tanya Taeyeon yang saat ini sudah duduk dihadapan Kai

 

“Aku hanya ingin memastikan Apa Kau benar-benar Yeoja yang melihatku diatap saat itu ?” tanya Kai dan setelahnya menyeruput mocca lattenya

 

“Jadi Kau memintaku datang cepat-cepat ke cafe ini hanya untuk menanyakan hal itu ?” tanya Taeyeon yang tidak mendapat balasan dari Kai

 

“Jika Aku mengatakan benar itu Aku, lalu apa yang akan Kau lakukan ?” tanya Taeyeon lagi yang kali ini membuat Kai menatapnya

 

“Jangan salah paham dulu, Aku tidak berniat mendengarkan apa yang Kau katakan, hal itu terjadi tanpa disengaja” ucap Taeyeon menjelaskan

 

“Mau itu disengaja ataupun tidak tetap saja Kau mendengarkan apa yang Aku katakan dan tadi saat dikantin Kau hampir membuatku ketahuan”

 

“Itu salahmu sendiri yang menggangguku terlebih dahulu” ucap Taeyeon membela diri yang membuat Kai tampak berfikir

 

“Apa yang sebenarnya Kau fikirkan ?” tanya Taeyeon

 

“Aku hanya sedang berfikir jika itu benar dirimu, lalu sedang apa Kau berada disana ? saat Aku mengejarmu Aku hanya menemukan Namja dan Yeoja yang sedang berpelukkan, Aku fikir Namja dan Yeoja itu adalah sepasang kekasih, bagaimana menurutmu ?” ucap Kai dengan senyum miringnya yang membuat Taeyeon pening tiba-tiba

 

“Setelah mengingat-ingat wajah Namja dan Yeoja itu, aku yakin jika Namja itu Byun Baekhyun dan untuk si Yeoja.. sebenarnya Aku tidak melihat wajah Yeoja itu tapi mengingat dari postur tubuhnya. Mungkinkah itu dirimu?” tanya Kai seraya memperhatikan raut wajah Taeyeon yang berubah pucat

 

“Aku tidak sengaja memeluknya” ucap Taeyeon membela diri dan secara tidak langsung membenarkan jika yang berpelukan itu dirinya dan Baekhyun

 

“Disengaja maupun tidak, itu semua tidak merubah apapun yang jelas kalian saling berpelukkan” ucap Kai dengan tenangnya

 

“Apa yang Kau inginkan ?” tanya Taeyeon merasa ucapan Kai ini terlalu berbelit-belit

 

“Aku jadi berfikir bagaimana jika Sehun tau ?” ucap Kai mengabaikan pertanyaan Taeyeon

 

“Aku bilang Apa yang Kau inginkan Kim Jongin” pekik Taeyeon yang membuat Kai terkekeh pelan

 

“Yang Aku inginkan ? tentusaja….”

 

 

 

 

 

TBC

 

 

Uaaaa…. Akhirnya Author kembali membawakan kelanjutan Fanfiction ini…

Adakah yang masih menunggu kelanjutan cerita MRIMFL ?

Kalau ada, gimana lanjutannya ini ? nyambung atau jadi aneh ?

 

Ini panjang banget kannnn ??? jelas panjang dong soalnya words nya aja sampe 14.427 itu kurang lebih yaa… kalau ada yang kecewa sama moment SeYeon kurang banyak bakal Author terima karena itu memang kenyataan.. hal ini dilakuin supaya konfliknya ketauan walau belum ketauan semuanya…

 

Jujur ya, Author sampe baca-baca lagi chapter sebelumnya soalnya sedikit lupa sama beberapa point penting di fanfiction ini dan pas baca-baca lagi. Author baru sadar kalau terlalu banyak sekali typo didalam ketikan Author :??? Maafkan yaaa…

 

Oh`ya, untuk meminta PW buat Chap. 3 sama Chap. 6 , kan Author udah kasih tau gimana syaratnya kenapa masih banyak yang gak tau ? readers gak pada baca note yang ada dichapter 2 sama 5 yaaa ??

 

Tolong bersikap supportif untuk meminta PW jangan ngusahain minta PW dengan cara yang salah yaa..

 

Untuk readers yang nungguin WIL? Chapter terakhir.. maafkan karena belum diketik.. ini benar-benar kesalahan Author yang udah mutusin endingnya mau gimana tapi belum aja diketik padahal ini udah satu tahun semenjak fanfiction itu dibuat.. ?? Author bakal coba ngusahain buat ngetik WIL? Dalam waktu dekat ini.. ehh.. tapi ada yang masih nunggu kelanjutannya gak ?

 

Udah dulu yaa.. sampai ketemu lagi.. Author gak mau janji kapan mau ngelanjutin fanfiction ini soalnya kalau janji kaya dikejar-kejar utang.. kaya yang WIL? Padahal Author udah janji mau nyelesain endingnya tapi belum kesampaian.. Maafkannnn L

 

Sekian aja.. yang pasti MAKASIH BANYAK BUAT READERS YANG MASIH SETIA SAMA CERITA FIKSI YANG Author BUAT… LOVE YOU ALL :*

 

Makasih juga buat Readers yang selalu ngasih semangat buat ngelanjutin cerita ini.. Author saya kaliaannnn……

 

(Yang minta PW ke FB, Twitter sama E-mail udah Author balesin kan ? harap jawab soalnya Author ngerasa udah balesin semua pesan kalian.)

 

 

Bye..^^

Advertisements

154 comments on “[FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 7)

  1. Pingback: [FREELANCE] My Rival Is My First Love (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  2. Sehunaaa bilang aja napa sihhh, biar taetae tau sekalian. Kan supaya taetae kgak jatuh cinta ama baekhyun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s