ZUIVER / Chapter 3

zuiver

Tittle : ZUIVER
Cast : Kim Taeyeon , Oh Sehun , Xi Luhan
Other Cast : Lay , Tiffany , Jessica
Genre : Romance , Marriage Life
Rate : PG 17
Lenght : Chapter , [ 15 Page , 4- K ]
Author : DorkySong

Preview(Chapter 1) (chapter 2)

⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓⇓

Special Thanks for ⇒ *mallati_yurisistable *devi rosiana *Bubble Taengoo TaeNy terimakasih untuk saran dan kritiknya 😉

pertama saya akan menjelaskan di chapter ke 2 ada scene dimana seseorang mengatakan :

Tanpa disadari olehnya, pria itu tengah menatapnya tajam, raut wajahnya berubah dingin bahkan saat ini lelaki itu tengah menyeringai licik.

“Sepupuku yang manis persiapkan hatimu”

awalnya banyak yang mengira kalau itu Luhan yang ngomong, tapi sebenarnya itu sehun kan dari awal semenjak taeyeon sama sehun ketemuan , LUHAN gak ada di TKP…… XD iya sih saya juga yg salah .. dari kalimatnya kalo di perhatikan emang kayak mengacu (?) sama luhan XD mohon maaf ya reader *sungkem

segitu aja ..!!

DON’T BASH DON’T PLAGIARISME
ff ini asli lahir dari otak saya , kritik dan saran sangat saya nantikan
^_^

.

.

∞∞∞∞∞∞ Ηα℘℘ϒ   ℜεαdιηg ∞∞∞∞∞∞

.

.

.

“oh oh oh siapa ini yang datang“

Luhan bersedekap, ia menyandarkan tubuhnya di pintu. Lelaki itu kini menatap tajam seseorang yang baru saja membuka pintu apartemen.

 

 “aku sedang tidak ingin bergulat dengan pecundang“

Luhan berdecak , lelaki itu menegakkan posisinya dan segera mendekat ke arah lelaki yang masih berdiri di depan pintu . “hebat sekali kau Oh Sehun, bisa menemukan Taeyeon secepat itu”
Sehun menyeringai,lelaki itu menatap tajam Luhan. Dengan sekali gerakan ia sudah menyingkirkan tubuh Luhan untuk menyingkir dari hadapannya.
Terdengar pekikan namun Sehun tidak perduli,lelaki itu memilih berjalan masuk dan melepas mantel tebalnya. tanpa mendengarkan peringatan Luhan lelaki itu berjalan dengan santai kearah dapur.

 

 “jika kau ingin memanfaatkan seseorang,maka carilah orang yang benar“

Sehun tak menggubris,ia memilih membuat susu panas untuk membuat tubuhnya sedikit lebih hangat. Ia hendak meminum susu panasnya namun gerakan Luhan yang tiba – tiba menarik gelasnya membuat Sehun mau tak mau akhirnya menatap pria itu dengan malas.

 

“kau terlalu banyak bicara,berhentilah mengusikku dan cepat pergi dari rumahku“ Sehun berujar kesal , lelaki itu kemudian mengambil kembali susu panasnya.

 

 “cih… rencanamu itu tidak akan berhasil“

 

Luhan memutar tubuhnya untuk keluar dari apartemen Sehun, namun ia berhenti tepat sebelum 2 langkah mendekati pintu keluar. Ia kemudian menyeret kembali tubuhnya untuk mendekati dapur.

 

 “ah aku melupakan tujuanku kemari“

Tanpa diduga Luhan langsung mendekat dan dengan secepat kilat melayangkan tinjunya hingga membuat tubuh Sehun terjungkal kebelakang.
“itu pelajaran bagimu agar tidak mencampuri urusanku” Luhan tertawa mengejek, lelaki itu kemudian keluar dari apartemen Sehun .

 

 “ ciihh.. “

 

Sehun mengusap ujung bibirnya yang berdarah,dengan terhuyung lelaki itu bangkit,ia menatap gelas berisi susu panasnya yang telah pecah di lantai. Sudah cukup! Sehun akan membalas perlakuan Luhan bagaimanapun caranya! Sehun akan memastikan Luhan bersujud dibawah kakinya sama seperti yang dirinya lakukan dulu.

 

 

 

 

 “sehun“

Suara lembut kakaknya membuat Sehun tersadar, lelaki itu kemudian menegakkan tubuhnya dan segera berjalan mendekat kearah sebuah kamar di samping dapur . ‘Kamar kakaknya’

 

 

“hmm.. ada apa Hyung ? kau membutuhkan sesuatu“

 

 

Sehun mencari tombol lampu, kamar kakaknya begitu gelap hingga Sehun harus menajamkan kedua matanya. begitu ketemu segera ditekannya dan setelahnya kamar itu berubah terang.
Dilihatnya sang kakak yang terbaring di atas tempat tidur, Sehun mengulas senyum ketika sang kakak mengayunkan tangannya mengisyaratkan Sehun untuk mendekat.

 

 “haus“

Sehun mengangguk lelaki itu kemudian mengambilkan segelas air putih yang terletak di atas meja nakas. ia menyerahkannya pada Lay, dan lelaki berdumple itu menerimanya dan segera meneguknya dengan cepat.

 

“pelan – pelan Hyung, kau bisa tersedak“

Lay tidak mendengarkan, lelaki itu masih sibuk menelan ratusan air bening masuk kedalam tenggorokannya.

 

setelah gelas itu kandas, Lay melemparkannya dengan asal. Untung saja Sehun cukup cepat menangkap kalau tidak gelas itu mungkin sudah tergeletak dengan kondisi pecah belah di lantai.
Sehun marah?
Tentu tidak ! lelaki itu hanya tersenyum maklum, bagaimanapun Lay memang tidak memiliki otak yang sama dengan orang normal lain, tentu hal – hal yang dianggap manusia normal lain adalah tidak benar maka bagi Lay itu sudah sangat benar. Seperti tadi, mungkin kita akan berfikir bahwa apa yang Lay lakukan tadi salah maka berbeda dengan Lay sendiri, menurut pria itu apa yang dilakukannya tadi itu sudah cukup benar.

 

 “Hyung , sebaiknya istirahat, kondisi Hyung masih belum pulih sepenuhnya“

Pria itu bertepuk tangan menanggapi perintah Sehun, dengan penuh perhatian Sehun segera menuntun kakaknya untuk tidur, begitu sudah mendapatkan posisi yang nyaman Sehun segera menarik selimut untuk menutupi tubuh kurus hyungnya hingga sampai di atas pinggang.
Lampu utama Sehun matikan hingga hanya menyisahkan lampu tidur disamping tempat tidur, walau dengan kondisi cahaya remang – remang Sehun masih bisa melihat wajah hyungnya itu tertelelap dengan damai. sejenak Sehun merasa lega, dikiranya Luhan akan melakukan sesuatu pada Lay, namun ternyata lelaki bajingan itu memang hanya ingin menemui dirinya saja!
Segera Sehun menutup pintu kamar Hyungnya, ekspresi lelaki itu berubah serius. Dengan langkah panjang Sehun segera menuju dapur dan membersihkan ceceran susu serta pecahan gelas yang masih berserakan di lantai.
Setelah beres ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana, jemari kekarnya mengetik beberapa digit nomor setelah itu ia menempelkan ponsel itu ketelinganya.

 

 “tuan park, aku membutuhkan bantuanmu, aku ingin mengganti password apartemenku“

 

 

∞∞∞∞∞∞ Zυινεℜ ∞∞∞∞∞∞

Taeyeon lagi – lagi harus menghela nafas dalam, hari ini ia akan pindah ke apartemen yang telah di sediakan oleh keluarga Luhan, dengan tenaga yang tidak terlalu kuat Taeyeon menarik 3 koper besar masuk kedalam lift. Tentu begitu kerepotan mengingat barang – barang miliknya yang cukup banyak, namun entah apa yang difikirkan gadis itu bukannya meminta bantuan kepada security atau sopir pribadinya tadi, malahan dengan kekeras kepalaannya gadis itu malah menolak mentah – mentah ketika sopirnya menawarkan bantuan.

Dengan masih kerepotan Taeyeon menarik masuk ketiga kopernya, ketika pintu lift terbuka. Setelah semua masuk Taeyeon segera menekan tombol angka 17 yang terletak di sampingnya. Tak lama pintu lift tertutup di sertai suara khas benda berat bergerak. Taeyeon mengusap pelan peluh nya, gadis itu merogoh saku dan mengeluarkan ponselnya. Sembari menunggu lift sampai taeyeon memilih mengotak atik ponselnya.

Ting

Pintu lift terbuka , taeyeon melongok sebentar kearah layar diatas pintu lift, tertulis angka 17 dan Taeyeon segera menarik 3 kopernya keluar satu persatu.

“fiuh.. jika tahu seperti ini, lain kali aku akan menyewa agen pindahan“

Taeyeon menyalakan ponselnya, mengotak atik pesan masuk dan setelah itu memasukkan kembali benda perseginya itu kedalam saku celana. Dengan malas Taeyeon kembali menyeret koper – kopernya lagi.

 

“7165.. 7166 .. 7167… 7168 ah akhirnya ketemu juga“

Taeyeon menghela nafas lega ketika nomor kamar yang ia cari sudah ia temukan, ia kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menekan beberapa digit nomor dan setelahnya bunyi ‘piip’ terdengar, sebenarnya ia cukup berterimakasih sebab ibu Luhan langsung memberitahukan password sehingga Taeyeon tidak perlu menunggu Luhan yang entah sudah tiba atau belum.
Taeyeon begitu terkesiap begitu melihat isi ruang tamu, semua perabotan hampir didominasi dengan warna putih dan pink, sangat begitu feminim hingga membuat Taeyeon tanpa sadar melotot dengan rahang yang jatuh.

 

 “apa – apaan ini? astaga“

Taeyeon berjalan dengan kaki yang hampir kaku, entah sadar atau tidak ia kini tengah memeriksa setiap perabotan yang tertata disana. Sofa berwarna pink cerah, televisi yang di beri hiasan boneka warna pink, taplak bermotif bunga sakura yang lagi – lagi didominasi warna pink.
Taeyeon rasanya tidak percaya dengan apa yang ada di matanya saat ini, siapa yang menata ruangan ini hingga menjadi sedemikian rupa? oh demi apapun Taeyeon sangat membenci warna pink.

 

 “kau suka? “

Taeyeon hampir saja terjungkal, suara seseorang yang sangat tidak ingin ia dengar kini entah sejak kapan sudah berada di belakang tubuhnya. Perlahan dapat Taeyeon rasakan tangan yang besar merangkul pinggangnya dari belakang, begitu erat hingga Taeyeon sulit bernafas.

 

“aku sendiri yang merancangnya“

Taeyeon berusaha mati – matian agar tidak menendang pria kurang ajar yang kini malah menciumi tengkuk lehernya dengan rakus

 

“lu.. luhan lepas“

Taeyeon merasakan kepala pria itu menggeleng di tengkuknya, membuat rasa geli saat surai lembut milik Luhan bergesekan dengan kulitnya.

 

 “kenapa? apa aku tidak boleh memeluk calon istriku“

Taeyeon bungkam, otaknya terus bekerja mencerna apapun yang Luhan katakan, sesungguhnya Taeyeon saat ini sedang manahan perasaan sakit yang seolah menusuk – nusuk jantungnya secara brutal, bukan tidak tahu bahwa sesungguhnya apa yang diucapkan pria cantik ini hanyalah sebuah kepura – puraan. Taeyeon mencoba menahan detakan jantungnya yang terus bekerja tidak normal, Taeyeon bingung , padahal gadis itu sudah menetapkan hatinya bahwa ia tidak akan lagi terjerat dalam pesona Luhan tapi mengapa jantungnya tetap seperti lari marathon begitu pria itu berada didekatnya.

 

“aku merindukanmu“

Taeyeon menunduk, ada bulir – bulir air yang ingin segera menetes dari pelupuk matanya, namun gadis itu tetap kukuh untuk tidak membiarkan satu tetespun keluar. Taeyeon sudah cukup merasa di permainkan, semua kebahagiaan yang diberikan Luhan hanyalah suatu kebohongan. Sadar atau tidaknya Taeyeon sudah sewajibnya bangun dari tidur indahnya, ia harus bisa menghadapi sebuah kenyataan yang memang sudah jelas adanya!

 

 “kau yakin dengan ucapanmu“

Taeyeon menggigit bibirnya setelah kalimat itu keluar begitu saja, dapat ia rasakan lengan di pinggangnya melonggar. Lengan kekar itu secara tiba – tiba mencengkeramnya dan memaksa membalikkan tubuhnya hingga menghadap langsung ke arah Luhan.

 

“apa yang kau katakan sayang? “

Taeyeon menggeleng, gadis itu memilih menunduk menghindari tatapan menginstimidasi dari luhan. “apakah aku menyakitimu”

 

Taeyeon menggeleng untuk yang kedua kali, gadis itu dengan perlahan mengangkat wajahnya, menampilkan tatapan sendu dan terluka yang begitu kentara.

 

“kau kenapa sayang ? apakah ada orang yang menyakitimu? katakan padaku”

 

Luhan menangkup wajah Taeyeon hingga gadis itu menatapnya, sedikit tertegun ketika kedua mata sayu itu seolah – olah mengatakan bahwa sang pemilik begitu amat terluka.

 

 “siapa? Katakan padaku”

 

  “kau“

Luhan membelalak “aku? “

 

Taeyeon menepis tangan Luhan dari wajahnya, gadis itu menatap Luhan penuh dengan amarah yang meluap – luap

 

 “jangan berbohong lagi! aku tahu semuanya“

 

Luhan terdiam

 

“jangan mempermainkan perasaanku, jika kau memang tidak mencintaiku maka berhentilah memperlakukanku seperti wanita spesial“

Taeyeon berbalik, ia hendak memasukkan koper – kopernya yang masih tergeletak didepan pintu, hingga suara Luhan yang begitu dingin menyapanya.

 

“kau benar, aku memang tidak mencintaimu“

Sontak saja Taeyeon menatap Luhan, gadis itu membelalak bahkan hampir melotot ketika Luhan tiba – tiba mendekat padanya. Ada seringai menakutkan dibalik wajah dingin Luhan, bahkan Taeyeon merasakan deguban jantungnya semakin mengencang.

 

“semua yang kulakukan selama ini hanyalah akting saja“

Luhan mendorong tubuh taeyeon hingga menubruk pintu, lelaki itu mengunci tubuh Taeyeon dengan kedua lengannya.

 

 

“kau ternyata tak sebodoh perkiraanku, kurasa aku tidak perlu bersikap manis lagi padamu“

 

Taeyeon menelan ludahnya kasar, sifat Luhan yang seperti ini jauh lebih menakutkan dari pada dugaannya. Tak pernah terbayangkan bahwa Luhan bisa seperti monster jika kedoknya sudah terbongkar!
Taeyeon bahkan harus bersusah payah walau sekedar menelan ludah saat ini. Tatapan tajam ditambah ekspresi dingin tidak bersahabat membuat bulu kuduk Taeyeon meremang.

 

 “kenapa? Kau takut? “

 

Taeyeon tak menjawab, gadis itu hanya mencengkeram bajunya sendiri, begitu takut walau hanya sekedar berbicara. Nada bicara Luhan begitu mengintimidasinya. Taeyeon memejamkan kedua matanya takut.

 

“jangan seperti itu, ekspresimu membuatku terlihat seperti kakek mesum yang memaksa anak remaja untuk bercinta“

 

Taeyeon melotot, bahkan rahangnya jatuh begitu saja ketika mendengar penuturan Luhan, gadis itu hampir merosot ketika Luhan dengan tiba – tiba saja pergi.

 

“cepat rapikan barangmu, setelah itu buatkan aku makanan, aku sangat lapar“

 

 “kamarmu ada disamping dapur” sambungnya

Taeyeon menatap Luhan aneh, bagaimana bisa pria itu bertindak seolah tidak terjadi apa – apa, padahal barusan Taeyeon hampir mati karena mengatakan semua yang ia ketahui tentang Luhan. Apakah pria itu tidak merasa bersalah setelah drama romantisnya sudah terbongkar?
Bahkan pria itu dengan entengnya masuk kedalam kamar mandi
Taeyeon berdecak, sia – sia ia memikirkan banyak sekali hal, namun pada kenyataannya Luhan memang tidak memiliki perasaan, lelaki itu memang tidak punya rasa bersalah, Taeyeon berani bertaruh bahwa lelaki itu tidak akan mau menolong korban kecelakaan bahkan jika kecelakaan itu terjadi tepat di depannya sendiri.

 

‘pembual’ ‘pembohong’

 

Taeyeon segera menarik kopernya masuk kedalam kamar yang berada di dekat dapur seperti yang di katakan Luhan tadi, gadis itu sedikit tersenyum ketika melihat penataan kamar miliknya yang cukup mampu membuatnya lupa pada Luhan, kamarnya kali ini sesuai dengan apa yang ia inginkan, warna hitam dan putih lebih mendominasi bahkan penataan kamar hampir sama dengan kamar pribadinya di rumah. Gadis itu segera masuk dan pada detik berikutnya ia begitu sibuk menata barang – barang miliknya.

 

 

∞∞∞∞∞∞ Zυινεℜ ∞∞∞∞∞∞

Aroma harum khas daging panggang menguar masuk ke dalam kamar milik Luhan, pria itu bangkit dari tidur malas – malasannya, suara perutnya sudah terdengar pertanda ia harus segera memakan sesuatu. Aromanya semakin – lama semakin harum membuat Luhan yang memang tengah kelaparan semakin menjadi. Pria itu bangkit dan membuka pintunya perlahan, kejadian tadi setelah Taeyeon datang tentu masih menjadi fikirannya. Bagaimanapun ada rasa bersalah juga mengingat selama ini ia hanya berpura – pura baik. Walau Luhan bukanlah tipe pria yang memahami perasaan perempuan tapi jika melihat Taeyeon tadi tentu saja ia paham bahwa gadis itu begitu kecewa.

 

Luhan keluar dengan mengendap – endap, perasaannya tidak karuan. Entah sejak kapan Luhan yang selalu cool dan tidak perduli pada apapun kini jadi seperti orang tolol yang mau – mau saja di perdaya oleh rasa bersalah.

 

Diliriknya sedikit tidak ada seorangpun di dapur, kemana kira – kira perginya gadis itu?, Dapur Nampak sunyi saat ini, berbeda sekali dengan beberapa menit lalu yang begitu berisik, Mata rusa itu kini menatap kearah meja makan, disana sudah tersaji beberapa makanan yang terlihat cukup menggiurkan.

 

Oh perut si rusa sudah mulai berdemo !

 

jangan salahkan Luhan jika saat ini sudah duduk manis di kursi dengan piring kosong yang sudah siap di isi, tanpa menunggu A atu B makanan itu langsung di lahap oleh Luhan!

 

Enak

Gurih

Rasanya Pas

Luhan terus menggumamkan rasa masakan yang kini masuk kedalam mulutnya, Kenikmatan yang ia dapatkan saat ini membuatnya lupa akan banyak hal, Sungguh tak pernah ia bayangkan ada orang yang mampu memasak seenak dan selezat ini. Bahkan jika Luhan mau membandingkan mungkin rasa masakan dari lestoran berkelaspun tidak akan mampu menandingi cita rasa yang cukup sempurna didalam mulutnya saat ini.
Luhan seperti singa kelaparan yang baru menemukan mangsa besar.

 

Mulutnya yang penuh terus ia isi hingga beberapa butir nasi jatuh di atas meja serta pahanya, suapan demi suapan terus membanjiri lidahnya, mulut itu terus mengunyah tanpa henti.

 

Apa sekarang ini Luhan sudah terlihat seperti bayi kecil yang baru merasakan makanan lezat?

 

Sepertinya jawabannya ‘iya’
Bahkan setelah piring itu kosongpun Luhan seakan tidak rela, ia ingin makan makanan ini dengan rasa yang sama dengan porsi yang lebih besar. Otaknya jadi berfikir ‘apa sebenarnya yang Taeyeon masukkan kedalam masakan buatannya hingga membuat Luhan seperti kecanduan.

 

 “yak apa yang kau lakukan dengan makananku? ”

Luhan hampir saja tersedak ludahnya sendiri, matanya membelalak begitu sosok yang ia cari barusan kini tengah berdiri tak jauh dari tempatnya. Wajahnya memerah menahan emosi, gigi – giginya bahkan bergemeretak.

 

Luhan kau dalam masalah!

 

 “I– ini tidak seperti yang kau lihat“

Bagai dihantam besi rasanya, rasa malu yang mencapai ubun –ubun membuat Luhan salah tingkah, reflex saja Luhan berdiri, pria itu semakin membelalak ketika celananya menumpahkan butiran – butiran nasi keatas lantai.
Apa yang terjadi padamu Luhan?
Kau makan dengan rakus, menghabiskan masakan sebanyak itu sendiri dan makan seperti seorang bayi

Mau kau taruh dimana mukamu? Dasar bodoh!

 

 “a–aku tadi kelaparan karena kau lama sekali memasaknya, jadi a–a aku menghabiskan semua makanannya“

 

Good ! jawaban bodoh macam apa itu?

Kau melukai harga dirimu yang selalu kau junjung tinggi selama ini, Luhan apa kau terkena amnesia mendadak? Dimana sikap cool dan tenangmu, apa kau lupa seperti apa dirimu?
Taeyeon mendelik begitu mendengarkan penjelasan Luhan, ia terdiam cukup lama, matanya hanya memandang kearah meja yang super berantakan, bayangkan saja bagaimana nasi serta bumbu sisa masakan tercecer di meja dan dibawah kursi yang Luhan duduki tadi. Oh Taeyeon sedang tidak ingin menyentuh peralatan rumah tangga saat ini. Ia lelah dan lapar! tapi Luhan dengan tidak memikirkan beberapa faktor malah menghabiskan semuanya tanpa rasa bersalah.

 

 “sudahlah“

 

Luhan terdiam, mata rusanya menatap punggung Taeyeon yang kini sibuk membereskan meja makan, hati nuraninya tergerak, ia merasa kasihan sekaligus menyesal.

 

Oh apalagi yang kau fikirkan luhan? Sejak kapan seorang Xi Luhan punya belas kasihan.
seingatnya ia tidak punya rasa itu bahkan ia sudah menanamkan itu sejak otaknya baru berfungsi.
Dan wajah bodoh itu berubah seperti semula, dengan santai Luhan melewati Taeyeon, sejenak pria itu berhenti dan memandang Taeyeon yang seolah tidak perduli, Taeyeon yang seperti ini membuat Luhan jadi tidak nyaman.

wait..!
Tidak nyaman? Apa maksudmu Luhan?
ralat
Bukan tidak nyaman, tapi lebih tepatnya aneh. Biasanya gadis itu akan berlaku manja dan sangat kekanakan namun sekarang gadis itu berubah 180 derajat, secara tidak langsung Luhan terbiasa dengan hal itu.

 “kau baik – baik saja? ”

Oh shit! Apa lagi kali ini yang kau lakukan Luhan?
Dimana harga dirimu?

 

 “aku baik – baik saja“

Luhan serasa kembali tertohok, kenapa semua perubahan Taeyeon membuat perilakunya jadi menyimpang? Apa sesungguhnya yang tengah terjadi pada diri seorang Xi Luhan?
apakah sekarang Xi Luhan sudah bermetamorfosa menjadi kupu – kupu cantik yang baik hati?
dimana Xi Luhan si ulat yang selalu tenang dan tidak memiliki empati?

“bagus lah“

Luhan menyerah, perasaannya sedang tidak menentu, ia memilih kembali masuk kedalam kamarnya, mencoba menjernihkan otaknya yang sedang tidak beres.

∞∞∞∞∞∞ Zυινεℜ ∞∞∞∞∞∞

“Sudah selesai pindahannya nyonya xi? “

Suara berat Sehun langsung menyapa Taeyeon begitu gadis itu baru saja menginjakkan kakinya masuk kedalam butik. beberapa pelayan yang memang sudah mengenal Taeyeon membungkuk hormat walau hanya di respon senyuman tipis darinya.

“Jangan panggil aku dengan marga itu, menjijikkan sekali”

Sehun tersenyum maklum, lelaki itu kemudian menyuruh salah seorang pelayan untuk membawakan camilan serta teh hijau kedalam ruangannya.

“Masuklah sepertinya kau butuh ketenangan“

Taeyeon hanya mengangguk, gadis itu memilih pergi keruangan pribadi Sehun yang berada di lantai 2 sudah hal biasa baginya datang ketempat Sehun, bahkan dapat dihitung setiap minggunya berapa kali dia datang dan mengganggu kegiatan Sehun yang sangat padat. Tak jarang Taeyeon akan membuat keributan dengan suara teriakan nyaring jika Sehun tidak memperdulikannya, itu sukses membuat Sehun serta pegawainya geleng – geleng kepala.

Walau Taeyeon memang sering mengganggu namun Sehun tak keberatan sedikitpun, malahan lelaki itu dengan senang hati mempersilahkan Taeyeon melakukan apapun yang dia sukai.

“kau mau melihat desain yang baru kubuat? ”

Sehun bertanya ketika ia baru saja memasuki ruangannya, yang hanya direspon gelengan malas dari Taeyeon, lelaki itu tersenyum hangat dan memilih mendudukkan tubuhnya di samping Taeyeon.

“Ada apa lagi hem? Apa Luhan melakukan sesuatu yang membuatmu kesal”

Taeyeon memandang sejenak kearah Sehun, terdengar helaan nafas berat yang membuat Sehun terkekeh melihat respon Taeyeon atas pertanyaannya.

“Dia membuatku kelaparan”

Sehun mengernyit dengan satu alis terangkat, bingung dengan apa yang dimaksud Taeyeon . kelaparan? untuk apa Luhan membuat Taeyeon kelaparan. Dan kenapa juga Taeyeon bisa sampai kelaparan! Siapa yang tidak tahu bahwa gadis mungil disampingnya ini sangat pandai memasak bahkan Sehun sudah sering memakan masakan Taeyeon jika gadis ini datang kesini.

Kalau memang Luhan tidak mau memberi makan bukankah Taeyeon masih bisa memasak makanannya sendiri, Sehun jadi curiga apa jangan – jangan isi kulkas apartemen baru mereka kosong? Tidak mungkin! Sehun tahu betul bagaimana ayah Luhan yang begitu antusias membelikan apartemen. Tentu hal sekecil itu tidak mungkin kan sampai terlupakan.

“Sudah seenaknya menyuruhku memasak, dia malah menghabiskan semuanya, uuh menyebalkan”

Sehun tertawa begitu mendengar Taeyeon mengomel, dalam hal ini Sehun tidak bisa memarahi Luhan ia bisa maklum alasan kenapa Luhan bisa menghabiskan masakan Taeyeon tanpa berfikir panjang

Pada nyatanya Sehun dulu juga sama seperti Luhan, awal kali memakan masakan buatan Taeyeon lelaki itu tidak bisa berhenti untuk terus memakan masakan yang rasanya sudah tidak bisa di gambarkan dengan apapun, cita rasa yang sempurna serta racikan bumbu yang pas membuat siapapun akan hilang kendali. Sehun berfikir mungkin Taeyeon akan memenangkan kompetisi chef jika saja gadis ini mau.
sayangnya Taeyeon tidak tertarik untuk menjadi seorang chef. Sayang sekali

“Jangan marah, mungkin itu karena masakanmu yang kelewat nikmat”

Taeyeon mendengus lagi  “Dia menyebalkan sekali Sehun, aku tidak yakin bisa terus hidup dibawah atap yang sama dengannya”

“Hey.. manis kau tidak boleh bicara seperti itu, dia itu calon suamimu kau harus menghormatinya walau seperti apapun kelakuannya yang membuatmu marah”

“Dia sepupumu kan?”

Sehun mengangguk, pria itu menatap Taeyeon bingung “lalu? ”

“Kenapa sifatnya JAUH sekali denganmu? Ouh sungguh jika saja ada jalan untuk bisa lolos dari pernikahan ini maka aku akan melakukannya”

Sehun terkekeh, lagi – lagi pria itu tersenyum semua perkataan Taeyeon selalu saja mampu membuat perutnya sakit. Oh bagaimana bisa Taeyeon selucu dan semenggaskan ini. Luhan apa kau yakin tidak menyukai gadis ini?

“Kenapa tertawa?”

Taeyeon menatap Sehun bosan, lelaki ini terus saja tertawa setiap kali ia mengatakan sesuatu, sebenarnya apa yang lucu?

“Aku tarik perkataanku, kau ternyata JAUH lebih menyebalkan”

Sehun masih tertawa namun tidak seperti tadi, pria itu memandang Taeyeon penuh penyesalan. Bukan salahnya juga kan jika ia tertawa? Toh memang Taeyeon ini sangatlah lucu, kalimat – kalimat yang lolos dari mulut manis gadis ini selalu terkesan polos dan apa adanya, tidak ada kebohongan yang biasa Sehun dengar dari wanita – wanita di luar sana.

Wajah Taeyeon yang sedang merajuk jauh lebih terlihat menarik, tingkat keimutan gadis ini semakin berlipat – lipat saja saat pipinya mengembung karena marah. Entah kenapa Sehun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Taeyeon, rasa ingin memiliki yang kuat terus mendorong – dorong hatinya, wajah sempurna tanpa cacat itu bagaikan sebuah magnet yang ingin sekali ia pandangi setiap hari, bagaimana Taeyeon bersifat manja dan perhatian padanya semakin menumpuk perasaan suka yang tidak bisa lagi diukur atau ditimbang. Persetan dengan apa tujuannya Sehun sangatlah ingin memiliki Taeyeon, terlepas dari sesuatu yang sangat ingin ia tuntaskan membuat sekujur tubuhnya tergelak, dendam itu haruskah ia lanjutkan?

Haruskah Taeyeon si gadis polos ini ia jadikan bahan untuk pembalasan?

Pembalasan untuk sepupu keparatnya?

Ouh hatinya terasa sakit sekali, membayangkan betapa kejamnya rencana yang telah ia susun sekian lama terhadap sepupunya itu akan ia limpahkan pada Taeyeon, membayangkan Luhan bersujud di bawah kakinya memanglah impiannya, namun Taeyeon si polos yang akan ia manfaatkan mampukah ia melakukannya? Mampukah ia melihat air mata Taeyeon jatuh tepat dihadapannya nanti? Mampukah?

“Kenapa diam?”

Lamunan Sehun buyar begitu ia merasakan tangan halus serta lembut Taeyeon menyentuh pundaknya, ada rasa khawatir sekaligus tak tega saat kedua bola mata hitam legam itu suatu saat nanti akan menatapnya penuh kekecewaan.

Sehun bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sampai ia benar – benar melakukan hal itu, oke Sehun memang sanggup melakukan hal itu pada luhan.
tapi … pada Taeyeon yang notebennya tidak tahu menahu soal kejadian itu , sanggupkah ia?

“Sehun, kenapa kau malah melamun sih! Aku lapar ayo kita makan diluar”

Sehun terdiam, masih diam dengan segala macam pemikirannya yang berkecamuk ‘Lay hyung apa yang harus aku lakukan?’

“Taeyeon”

“apa? ”

Taeyeon jadi merasa aneh sekali dengan Sehun, pasalnya pria ini tiba – tiba saja diam cukup lama, apa dia datang terlalu pagi atau dia datang diwaktu yang tidak tepat?

Tidak tepat apanya dia selalu datang dijam yang sama saat datang ke butik milik Sehun. Lalu sebenarnya ada apa dengan pria ini?

“Kau menolak pernikahan ini kan? ”

Taeyeon Nampak bingung dengan pertanyaan Sehun yang tiba – tiba, namun pada akhirnya ia tetap menjawab dengan anggukan mantap.

“Kau tidak mencintai Luhan kan? ”

Taeyeon mengangguk kembali

“Kau mau melakukan apapun agar bisa lolos dari pernikahan ini? ”

Dan lagi – lagi Taeyeon mengangguk

“Kalau begitu menikahlah denganku”

TO BE CONTINUED

Saya tidak mau banyak bicara deh ya.. capek soalnya #efekPuasa XD

jangan lupa like/comment/review/saran/kritiknya ^^

*pay pay #ngilang

Advertisements

230 comments on “ZUIVER / Chapter 3

  1. yampun gue lupa udah komen belum ye, padahal udah baca pas dulu
    oke lamaran Sehun bikin kaget banget, tapi gue dukung ko
    ayo bikin Luhan jeles setengah mati biar dia jadi mau berjuang buat dapetin Taeyeon
    good story authornim, update soon

  2. Wahh sehun kerenn. Hahah
    Jd ga sabar nunggu chapter brikutnya. Jwaban taeyeon apa yaa??
    Next thor 😉😊

  3. Daebak. Ff nya keren banget. Iya, iya, Sehun cepat kau lamar Taeng. Aku sudah tak sanggup melihat penderitaan Taeng #plakk #apadah. Fast update unnie. Please *wink *kedip-kedip mata.

  4. ohamayygaddd greget akuu thorrrr, untung aja sehun udh ngelamar taeyeon, yaa walaupun singkat tapi tetap bermakna itu hehe :3 semoga di chap selanjutnya moment SeTae bisa lebih banyak lagiii yaa thorrrrr :3
    ditungguuu, fightingggg :3

  5. Pingback: ZUIVER / Chapter 4 | All The Stories Is Taeyeon's

  6. Sehun pux masalah ap sama luhan??
    Smpe mw gunain taeyeon sbg balas dendamx.
    Trus lay knp??
    Msh byk misteri yg lom trpchkan.
    Smgt lanjutinx thor, hwaiting!!

  7. Sehun suka sama taeng, tapi dia juga mau bales dendam lewat taeng
    Aduhh kasihan taeng jadi alat bwat bles dendam
    Konfliknya mulai ada nih
    Daebbak thor makin suka ama jalan ceritanya

  8. Pingback: ZUIVER / Chapter 5 | All The Stories Is Taeyeon's

  9. oke dan aku udah tau aku stuck di chapter ini wkwkwk lupa udah komen apa belum, tapi aku pennya luhan sama tae cepetan nikah, peran sehun juga jangan sampe bikin luhannya kelelep yah thor, see you chp4

  10. Aaaa kerennn! tapi semoga taeyeon lebih milih luhan kwkwkw. Fighting thor! semoga ceritanya ga berheneti di tengah jalan hehehe.

  11. aaa ff nya makin menarik…sehun ngelamar taeyeon??apa taeyeon terima???
    mau baca part 4 dulu
    fighting thorr

  12. Pingback: ZUIVER / Chapter 6 | All The Stories Is Taeyeon's

  13. Pingback: ZUIVER / Chapter 7A | All The Stories Is Taeyeon's

  14. Pingback: ZUIVER / Chapter 7 B | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Sehun akan memastikan Luhan bersujud
    dibawah kakinya sama seperti yang dirinya
    lakukan dulu.emang apa yg dilakukan di masa lalu??? ahhh kepo…ehhhh tbc…eitsssss sehun:“Kalau begitu menikahlah denganku”wkkwkwkwk bakalan seru niiiihh banyak konflik…okehhh sekian buru2 baca n langsung komen…kebanyakan ff jadi lupa yg mana yg pernah dibaca :v: v: v kiss n hug author

  16. Pingback: Zuiver / Chapter 8 | All The Stories Is Taeyeon's

  17. ohamayygaddd greget akuu thorrrr!!!!!!!!!!
    Sehun akan memastikan Luhan bersujud dibawah kakinya sama seperti yang dirinya lakukan dulu
    pembalasan dendam si sehun hmmmm

  18. Pingback: Zuiver Chapter 9 | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: Zuiver / Chapter 10 | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: ZUIVER / Chapter 11 (Last) | All The Stories Is Taeyeon's

  21. Kenapa juga Sehun menawarkan Taeyeon bwt nikah sm dia. Kan jadi kelihatannya klo Sehun itu juga baik” ada maunya. Maunya ya nikah sm Taeyeon. Masak sih nnti Taeyeon milih sm Sehun. Kan ga cocokk. Semoga dia milih Luhan sih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s