[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 4)


“Eotte?” tanya Taeyeon saat namja yang sedari tadi diajaknya bicara terus bungkam.

Kyuhyun tersentak mendengar pertanyaan Taeyeon dan kembali menatap wajah gadis itu.

“Eotteokhae” tanyanya dalam hati.

~oOo~

Find Of Happiness

Author : MelanKyutae

Length : Multi-chapter

Rating : T

Genre : Drama, Romance, Friendship, Family.

Main Cast : Kim TaeYeon, Cho KyuHyun, Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Other Cast : Krystal Jung, Jung Yonghwa, Kim Soeun, Kim Sangbum, find.

Desclaimer : Cerita full milik aku, walaupun ada beberapa scene yang terinspirasi dari drama korea. Untuk semua cast tetap milik Tuhan dan orangtua mereka masing-masing. Jika ada kesamaan dalam alur cerita maupun tempat, itu adalah unsur ketidak sengajaan.

DON’T PLAGIAT!!
Sorry for typo(s)…

~oOo~

Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

Chapter 4


“Bagaimana? Kau mau??” Taeyeon kembali bertanya saat tak mendapatkan satu jawabanpun dari Kyuhyun.

Namja disampingnya itu semakin mengerutkan dahi, menatap mata Taeyeon lekat dan sedetik kemudian ia merasa frustasi. ‘Pancaran matanya menyiratkan kesungguhan. Apa-apaan gadis ini’ gerutu Kyuhyun dalam hati. Ia tau, jika ia mengambil keputusan yang salah itu dapat menjadi bumerang untuknya.

“Tak akan ada yang tersakiti” ujar Taeyeon lagi. Ekspresi kebingungan Kyuhyun kentara sekali diwajahnya, “Kau tenang saja, aku akan membayarmu. Waktu yang kita habiskan tak akan terbuang sia-sia”

Hal itu memang benar bagi Taeyeon, namun tak se-simple itu bagi Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap tengkuknya dan mencoba berpikir lebih keras. Apa yang membuat gadis sesempurna Taeyeon memintanya menjadi kekasih? Memang Taeyeon membayarnya, tapi Kyuhyun merasa ini terlalu cepat. Di kampus, gadis itu tak sedikitpun memperlihatkan kepeduliannya terhadap sekitar. Hanya bergelut dengan hal-hal yang dianggapnya penting dan jangan heran kalau Kyuhyun mengetahui segelintir tentang Taeyeon. Oh, ayolah! Gadis itu terkenal. Semua orang membicarakannya. Bahkan cara berpakaian dan berjalannya saja bisa sampai kegedung fakultas Kyuhyun dalam waktu sekejap. Itu sangat mengagumkan dibandingkan kepopuleran aktris tersohor Korea. Ingin menutup telingapun percuma, beritanya masih tetap terdengar. Dan Kyuhyun sedikit tak percaya bahwa sekarang gadis populer itulah yang mendadak memintanya menjadi kekasih bayaran. Apa ini sebuah keberuntungan? Atau malah bumerang baginya?

“Kyu, mau tidak??” Taeyeon mengguncang lengan Kyuhyun. Kali ini ia lebih bosan lagi menunggu namja itu selesai dengan pikirannya.

“Itu…” Kyuhyun mulai membuka suara. Beruntung dia tidak kehilangan suaranya. Ia sangat bingung harus menjawab apa, “Dibayar, bukan?”

‘Aish’ umpat Kyuhyun. Bukan pertanyaan itu yang ingin ia lontarkan. Mulutnya lancang sekali.

Taeyeon mengangguk cepat, “Dibayar” jawabnya tanpa tersinggung.

Respon yang sangat mengejutkan. Apa sekarang Taeyeon berpikir dirinya namja matre? batin Kyuhyun. Tapi jika dilihat dari ekspresinya, ternyata yeoja itu begitu polos dan ada sedikit harapan dalam tatapannya. Taeyeon sangat manis jika dilihat dari dekat seperti ini.

Kyuhyun menghela napas pasrah dan mengangguk. Taeyeon mengembangkan senyumnya, ia bersorak dalam hati. Senyum penuh kemenangan, persis seperti orang yang memenangkan lotre. Ah tidak! Tapi ia mendapatkan jackpot besar.

“Tapi aku punya syarat” interupsi Kyuhyun.

Senyum kemenangan Taeyeon sedikit memudar, “Syarat??” ulangnya, “Apa itu?”

Kyuhyun menatap mata childish Taeyeon dengan serius, “Syaratnya, kita tidak mencampuri urusan masing-masing”

“Apa??” hampir saja Taeyeon memekik.

Dengan mulut terbuka dan mata childish-nya membulat, membuat yeoja itu semakin lucu dimata Kyuhyun. Tapi bolehkah ia tertawa disaat seperti ini? Tidak, itu kelakuan yang tidak tepat.

“Nona dan saya punya kehidupan masing-masing dan tentu sangat pribadi. Saya yakin, nona tak mau saya ikut campur dengan urusan pribadi itu, begitu pula dengan saya. Jadi kita tak perlu mengekspos privasi masing-masing” jelasnya yang tidak jelas untuk dirinya sendiri.

Kyuhyun terganggu dengan mulut terbuka dan mata membulat Taeyeon yang seakan tengah menggodanya. Apa dia mau dicium? pikir Kyuhyun.

Taeyeon memalingkan muka dan mulai mengangguk mengerti. Sepertinya disini, kehidupan Kyuhyun-lah yang sangat pribadi sampai-sampai ia harus mengajukan syarat seperti itu.

Sekarang Kyuhyun bisa bernapas lega, keinginannya untuk mencium Taeyeon sudah dapat dikendalikan.

“Kita hanya akan berperan sebagai sepasang kekasih jika sudah berdua saja. Selebihnya, jika kita bertemu diluar maka aku atau nona tak perlu saling menyapa. Bagaimana?” ucap Kyuhyun lagi.

Taeyeon berusaha mencerna perkataan namja itu. Dahinya sedikit mengerut, ‘Sepasang kekasih jika sudah berdua. Menjadi orang asing ketika tidak bersama’. Kenyataan yang sangat miris bagi Taeyeon, namun tampaknya syarat itu berguna juga untuknya.

“Baiklah” jawab Taeyeon merasa sudah cukup memahami semua syarat itu, “Tapi jika aku menghubungimu ketika aku butuh, kau harus cepat tanggap. Tak ada penolakan. Setuju??”

Taeyeon mengulurkan tangannya. Kyuhyun menerima uluran tangan itu, “Setuju”

Keduanya tersenyum lega dan melepaskan tautan tangan masing-masing. Mereka membenarkan posisi duduk dan kembali menyandarkan punggung di kepala kursi.

~Semua hubungan Kyutae akan dimulai disini, hari ini, detik ini. Tak peduli dengan resiko yang harus mereka tanggung kedepannya, mereka mempunyai kepercayaan untuk melakukan hal yang sesuai dengan hati masing-masing.

“Jadi, permainannya dimulai sekarang?” tanya Taeyeon kembali menatap Kyuhyun.

“Boleh” jawab namja itu seraya menggenggam tangan Taeyeon, “Ah~ Mana ponselmu. Aku akan memberikan nomorku”

Taeyeon langsung memeriksa tasnya dan mengeluarkan ponsel canggih itu.

Kyuhyun mengetikkan nomor poselnya dan menyodorkan kembali pada Taeyeon, “Nona bebas menghubungiku kapanpun. Asal jangan bertepatan dengan jam kerjaku”

Taeyeon mengangguk, lalu menyimpan kembali ponselnya kedalam tas, “Sebaiknya kau jangan menggilku nona. Kaku sekali. Panggil Taeyeon saja” koreksi Taeyeon sambil tersenyum.

Kyuhyun balas tersenyum dan menyamankan genggamannya di tangan Taeyeon, “Baiklah, jika kau tak keberatan”

“Setidaknya itu lebih baik” gumam Taeyeon sambil menunduk malu saat merasakan genggaman Kyuhyun mengerat.

“Bukankah ini halte disekitar rumahmu?” tanya Kyuhyun saat tak sengaja pandangannya mengarah keluar jendela bus.

“Eoh? Jinjja?” Taeyeon mendongak dan ikut melihat keluar.

“Benar. Kajja kuantar pulang!”

Kyuhyun sudah menarik tangan Taeyeon sebelum gadis itu memperhatikan jalanan disekitar rumahnya.

Sedikit mengejutkan, namun menyenangkan…

***

Dua orang itu berjalan beriringan. Sesekali Taeyeon melirik Kyuhyun dan begitupun sebaliknya sampai mereka tersenyum sendiri. Ini bukan hal bodoh untuk dua orang yang tengah jatuh cinta. Tapi apakah hubungan Taeyeon dan Kyuhyun dapat disebut seperti itu?
Mungkin ya, mungkin juga tidak. Mereka hanya terikat oleh sebuah perjanjian tak tertulis yang cukup berbahaya bagi perasaan masing-masing. Karena kebahagiaan butuh proses, dan inilah jalan yang Taeyeon pilih untuk menemukan kebahagiaannya, walau hatinya akan sakit? Itu yang perlu ia persiapkan.

Kyuhyun menoleh kearah gadis disebelahnya. Pancaran kecantikan gadis itu mengalahkan remangnya malam. Walau hanya dengan lampu disepanjang jalan dan penerangan bulan, Kyuhyun dapat melihat Taeyeon tersenyum kearahnya.

“Sudah sampai” ucap Kyuhyun saat mereka tiba didepan pagar megah rumah Taeyeon.

“Eoh?” Taeyeon terkejut. Ia memandang sekitar dan benar itu rumahnya. Setahunya, jarak halte dengan rumah begitu jauh. Tapi kenapa malam ini rasanya sangat dekat? Padahal ia ingin berlama-lama dengan Kyuhyun.

‘Apa perlu aku berjalan dari kampus sampai ke rumah?’
Ya, hal itu dapat membuatnya terus bersama Kyuhyun, ‘Tapi bagaimana dengan nasib kakiku nanti?’ dengus Taeyeon dalam hati.

“Kau tak mau masuk?” tanya Taeyeon sambil menunjuk pagar rumahnya yang menjulang tinggi.

Kyuhyun menggeleng seraya melirik arlojinya, “Aku harus pulang”

Taeyeon mati-matian menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengangguk paham dengan pandangan mengarah pada hills yang ia kenakan.

“Tapi aku ingin berbincang sebentar denganmu” ujar Kyuhyun membuat Taeyeon langsung menatapnya.

“Masalah?”

“Hanya masalah kecil” jawabnya sambil menghela napas, “Ini sudah kedua kalinya kau menaiki bus. Kemana mobilmu?”

“Ah~” Taeyeon bertingkah seolah-olah baru ingat lalu mengusap tengkuknya, “Sengaja aku tinggalkan di parkiran kampus”

“Mwo??” Kyuhyun terkejut. Tak menyangka jika Taeyeon akan melakukan hal senekat itu. Sengaja meninggalkan mobil hanya untuk menaiki bus?? Yang benar saja.

Taeyeon mengangguk dengan senyum innocent, “Besok… pergi bersama, ne?”

Kyuhyun mengusap wajahnya, fakta yang ia ketahui langsung mengenai Taeyeon membuatnya geli sendiri. Pasalnya berita-berita yang menyebar dikampus sangat berbeda sekali dengan kenyataan yang ada di diri Taeyeon. Hampir saja dia termakan oleh omong kosong gosip-gosip picisan itu.

Tanpa sadar Kyuhyun tersenyum senang, “Baiklah” ia kembali melirik arloji, “Aku harus pulang. Kau masuklah dulu”

Taeyeon mengangguk dan menekan bel disamping gerbang rumahnya. Tadi ia sempat heran dengan sikap kyuhyun yang terlihat sangat senang, namun ia segera menyingkirkan pikiran itu. Tak lama kemudian, gerbang megah itu terbuka otomatis.

“Selamat malam, Kyu” ucap Taeyeon dengan satu tangan terangkat.

Kyuhyun hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan perpisahan Taeyeon.

Tangan Taeyeon terkepal perlahan, “Kyu” panggilnya. Ia mengurungkan niatnya untuk melangkah dan kembali menatap namja itu.

“Ne?” tanggap Kyuhyun.

“Saat itu. Waktu aku mabuk, apa kau yang mengantarku pulang?” tanya Taeyeon hati-hati.

“Ya. Itu aku”

“Ah~” Taeyeon mengangguk-angguk, “Tapi… darimana kau tau alamat rumahku?”

Mendengar pertanyaan itu membuat Kyuhyun makin tersenyum, “Satu Universitas tau alamat rumahmu, nona. Jika tak tau, maka akan diberi gelar ‘Si kutu buku’ oleh penggemar fanatikmu”

“Penggemar?” tanya Taeyeon bingung.

Ekspresi childish itu lagi, Taeyeon benar-benar polos, pikir Kyuhyun sambil tertawa dalam hati.

“Kau tak tau??” tanya Kyuhyun meyakinkan, “Bukankah di kampus fan yang paling besar adalah fans-mu? Mereka yang mendominasi”

“Fans? Sungguh aku tak tau” ucap Taeyeon setengah menggumam.

Kyuhyun tersenyum simpul, “Ya. Kau memang tak tau apa-apa” lirihnya, nyaris tak terdengar. Beruntung Taeyeon tengah berpikir keras soal perkataan Kyuhyun, jadi ia tak mendengar.

“Tapi jika itu benar, mengapa saat kita pertama kali bertemu di bus kau seolah tak mengenalku? Malah mengabaikan aku” rajuk Taeyeon tak terima saat mengingat kejadian dibus waktu itu.

Kyuhyun terkekeh, “Aku sengaja”

“Mwo?”

“Sudahlah. Kau masuk saja. Udara malam benar-benar mengganggu” sela Kyuhyun mematahkan semua pertanyaan Taeyeon. Padahal gadis itu belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang mereka bicarakan tadi.

Taeyeon mengangguk pasrah, “Baikah” jawabnya seraya mendorong gerbang agar terbuka lebih lebar.

Gadis itu tak langsung masuk, ia malah terdiam dengan posisi membelakangi Kyuhyun. Taeyeon menoleh lagi dan berjalan tergesa-gesa mendekati namja itu.

“Selamat malam, Kyuhyun-ah”
Chup~
Taeyeon mengecup pipi Kyuhyun sekilas dan langsung berlari memasuki rumahnya.

Bagaimana keadaan Kyuhyun?
Namja itu sangat mengenaskan. Ia mematung dengan mata dan mulut melebar didepan gerbang rumah Taeyeon yang perlahan menutup secara otomatis.

“Gadis itu bisa membuatku gila” gumam Kyuhyun tepat disaat gerbang kembali tertutup rapat.

***

Taeyeon menetralkan deru napasnya dan bersandar pada pintu utama yang sudah ia tutup. Taeyeon tersenyum sendiri mengingat kelakuan beraninya tadi. Sesaat Taeyeon mengintip dari jendela kaca dan disana Taeyeon masih bisa melihat punggung Kyuhyun yang menjauh sampai menghilang dari pandangan. Taeyeon kembali menyandarkan tubuh dan kali ini lebih tersenyum lagi, hampir tertawa karena letupan bahagia dalam hatinya.

“Apa yang membuatmu bahagia, nak?”

Taeyeon tersentak, pandangannya teralih pada sosok paruh baya dilantai dua yang tengah menatapnya lekat.

“Appa” gumam Taeyeon. Seketika senyumannya meluap entah kemana, kini berganti dengan kegugupan.

“Appa bertanya, apa yang membuatmu begitu bahagia?” tanya Kimbum lagi, kali ini melangkah menuruni anak tangga untuk sampai didepan Taeyeon.

“Tidak. Hanya merasa lucu saja” balas Taeyeon berusaha mengalihkan pembicaraan, “Appa pulang cepat?”

“Tidak. Hari ini appa sengaja tak masuk kerja” jawab Kimbum melunak, namun tatapannya berubah menyelidik, “Lalu mana mobilmu? Kenapa appa tak mendengar deru mesinnya tadi?”

“Ah~ itu…” Taeyeon memiringkan kepala tanpa mau menatap appanya, “Taeng tinggal di kampus, appa” jawabnya jujur. Percuma berbohong pada Kimbum karena itu tak ada gunanya.

“Kau tinggal?” dahi Kimbum mengerut diantara kerutan samar diwajahnya, “Lalu kau pulang menggunakan apa?”

Taeyeon semakin menegang, ia bingung harus menjawab apa, “Ah~ itu.. itu… tadi temanku yang mengantar”
Alasan yang bagus! Kali ini mau tak mau ia harus sedikit berbohong. Tak mungkin ia jujur jika dirinya meninggalkan mobil hanya untuk menaiki transportasi umum, terlebih itu bus.

Hening sesaat. Taeyeon memberanikan diri untuk menatap ayahnya, “Kalau begitu Taeng keatas dulu, appa. Mau membersihkan badan dan…”

“Diantar teman laki-lakimu?”

Pertanyaan Kimbum menghentikan niat Taeyeon yang ingin melangkah.

Gadis itu kembali menatap sang ayah, “Jadi maksud appa aku tak boleh berteman dengan laki-laki, begitu?” tanyanya dengan nada meninggi. Kesabarannya sudah mulai habis.

“Dan kau memberinya ciuman? Apa itu yang disebut berteman?” balas Kimbum tak kalah sengit.

Taeyeon terbelalak dan menatap Kimbum tajam, “Appa memantauku?”

Kimbum mendengus, “Tak ada gunanya menghabiskan waktu dengan namja seperti itu. Sekalipun kau menjalin hubungan dengannya dibelakang appa, tetap saja yang akan menikahimu kelak adalah Yonghwa. Sekarang cepat bersiap. Kita akan makan malam dengan keluarga Jung dan kau harus meminta maaf pada Yonghwa atas bentakanmu kala itu” titah Kimbum tanpa menghiraukan pertanyaan Taeyeon sebelumnya.

Taeyeon tersenyum sinis dengan tangan terkepal, “Tidak”

“Apa?”

“Tidak, appa! Sekali tidak, ya TIDAK” seru Taeyeon kembali mengeras, “Jika appa menginginkannya, silahkan saja datang sendiri. Aku tak mau ikut”

“Kim Taeyeon!!”

“Kim Sangbum!” balas Taeyeon meneriaki nama lengkap ayahnya. Ia tau ini tindakan tidak sopan, namun jika emosi Taeyeon sudah sampai ubun-ubun ia bisa berbuat apa saja diluar kendali.

“Aku tidak akan menikah dengannya, appa. TAK AKAN!”

Setelah berteriak seperti itu, Taeyeon segera berlari menaiki tangga untuk sampai dikamarnya.

Dilantai bawah, Kimbum hanya bisa terdiam seraya menghembuskan napas berat. Ia tak tau harus bersikap bagaimana lagi untuk menghadapi anak sekeras Taeyeon.

***

“Tuan” satu pelayan datang tergesa-gesa kehadapan Kimbum.

Namja paruh baya yang sibuk dengan laptopnya itu terpaksa harus menatap sang pelayan, “Ya. Ada apa?”

“Nona Taeyeon, tuan” ujarnya sedikit gemetar.

“Kenapa lagi dia?” tanya Kimbum berusaha tetap bersikap tenang.

Pelayan itu semakin menunduk, “Sudah seharian ini nona Taeyeon mengurung diri di kamar. Belum makan sejak kemarin malam, tuan” lapornya.

Kimbum terdiam kemudian menatap arlojinya. Hampir jam tujuh malam. Berarti anaknya merajuk sudah lebih dari sehari.

“Buka pintunya dengan kunci cadangan” perintah Kimbum seraya berdiri dari kursi kerjanya.

“Sudah tuan. Tapi nona sengaja memblokirnya dengan lemari. Jika didobrakpun percuma” ujar pelayan lagi.

“Astaga..”

Kimbum memejamkan mata, kemudian memijat batang hidungnya. Ia sudah sangat lelah dengan pekerjaan di kantor dan sekarang Taeyeon juga butuh perhatiannya. Kepalanya benar-benar sakit sekarang.

“Masalah anak kecil itu biar aku saja yang urus. Kau kembalilah bekerja” ucap Kimbum dengan hembusan napas pasrah.

“Baik, tuan” pelayan itu membungkuk hormat.

“Ada apa ini?” satu suara yang sangat familiar terdengar menyentakkan Kimbum dan juga pelayan yang baru saja membalikkan tubuhnya.

“Omo! Nyonya” sahut sang pelayan hampir berteriak kala menemukan sosok anggun seseorang didepannya, orang yang selama beberapa bulan ini tak dilihatnya.

“Apa kabar, pelayan Yoon? Bagaimana keadaan disini tanpa aku?” tanya orang itu dengan senyuman ramah.

“Biarkan dia bekerja. Jika kau ingin bertanya, silahkan langsung padaku” interupsi Kimbum.

Pelayan tadi kembali membungkuk pada kedua majikannya, kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Kimbum.

“Aku hanya ingin tau keadaan rumah tanpa aku. Kau malah menyuruhnya pergi. Galak sekali” cibir wanita itu.

Kimbum tak menanggapi ucapannya, ia menatap wanita itu dengan kerutan di dahi, “Kau pulang tanpa memberitahuku?” tanya Kimbum.

“Kejutan, sayang. Kapan lagi bisa membuat kalian terpana seperti ini?” jawab wanita itu sambil terkekeh.

“Ah~ dimana anak kesayanganku? Dilantai bawah juga tak ada tadi. Apa dikamarnya?” tanya wanita itu seraya mengedarkan pandangan.

“Dia mengurung diri di kamar. Tampaknya sedang merajuk” ucap Kimbum sedikit malas.

“Merajuk? Aigo.. Kau apakan anak kita, sayang? Sudah cukup bermain-mainnya. Dewasalah” tegur wanita itu tak sabar. Dia mulai mendudukkan dirinya di sofa ruang kerja suaminya.

“Anakmu yang keterlaluan. Sama manjanya denganmu. Membuat susah saja” dengus Kimbum.

Namun wanita yang ada dihadapannya itu malah tersenyum lebar, “Bukan Taeyeon dan Soeun namanya jika tidak membuat Kim Sangbum susah” godanya.

Kimbum tak menjawab. Ia hanya bisa menghela napas berat.

“Keunde, kau tak merindukanku, sayang? Mana pelukan rindu untukku?”

Soeun bangkit dan mendekat kearah Kimbum yang masih setia dengan posisi berdiri. Ia menghadiahi pelukan hangat untuk namja yang sangat dicintainya itu, tak peduli jika Kimbum tengah lelah maupun banyak pikiran.

***

Taeyeon masih bergelung dalam selimut, seperti ulat yang akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu gadis itu terus merapatkan selimut yang membungkus tubuhnya. Sesekali Taeyeon berguling ke kanan dan ke kiri guna menghilangkan rasa lapar yang sejak kemarin malam ia tahan. Demi apapun Taeyeon ingin mati sekarang. Menahan lapar dan haus ternyata lebih sakit daripada berlari memakai heels seharian(?), pikirnya.

Sesaat Taeyeon menatap ponselnya yang sejak tadi berada diatas nakas. Lama Taeyeon terdiam, sampai tangannya terulur untuk menggapai ponsel bersilikon soft ungu itu. Ia menghidupkan ponselnya, mencari kontak Kyuhyun dan langsung mendial nomornya.

“Nona kemana saja?”

Tak menunggu lama, panggilan Taeyeon sudah tersambung. Terlebih suara Kyuhyun langsung terdengar dari seberang sana. Taeyeon tersenyum menanggapinya.

“Merindukanku?” tanya Taeyeon sedikit bercanda.

“Bukan begitu. Kemarin kau bilang mau pergi denganku. Tadi pagi aku menunggumu, tapi kau tak muncul-muncul” jawab Kyuhyun dengan suara agak keras. Mungkin dia sedang bekerja di bar.

Taeyeon baru ingat dengan ucapannya malam itu, sekarang ia merasa bersalah, “Mianhae, Kyu. Aku lupa memberitahumu” sesal Taeyeon.

“Tak masalah. Tapi kau baik-baik saja, bukan? Atau hidungmu kembali berdarah makanya kau tak berangkat kekampus?”

Taeyeon tersenyum mendengar pertanyaan namja itu. Walau ia tau semua bentuk perhatian Kyuhyun hanya dilakukan demi uang, tapi dengan begini Taeyeon merasa dibutuhkan.

“Tidak. Itu hanya terjadi jika aku terlalu lelah saja” jawab Taeyeon menenangkan.

“Syukurlah” ucap Kyuhyun, “Tapi aku harus kembali bekerja, Taeyeon-ah”

Taeyeon mengangguk, “Besok aku ingin bertemu denganmu”

“Baiklah. Sampai bertemu besok”

Setelah mengucapkan itu, panggilanpun terputus.

Taeyeon menatap layar ponselnya sejenak dan menghembuskan napas pelan, “Aku ingin hubungan kita bisa terus dekat seperti ini, Kyu” lirih Taeyeon seraya mengecup layar ponselnya, seakan-akan benda itu adalah Kyuhyun.
Ia meletakkan kembali ponselnya diatas nakas dan bersiap untuk tidur dengan perut yang masih setia berbunyi.

Baru saja Taeyeon ingin menutup mata ketika tiga ketukan dipintu kamarnya terdengar. Mau tak mau gadis itu melirik pintu kamar yang sudah terhalang lemari cukup besar -yang dengan susah payah ia dorong kesana.

“Sayang, appa tau kau belum tidur. Bukalah pintunya”

Suara sang ayah kembali membuat rasa malas Taeyeon muncul lagi. Dengan segera Taeyeon menenggelamkan kepalanya dibantal.

“Kim Taeyeon. Appa bicara padamu” kali ini Kimbum berujar dengan nada sedikit tinggi dan ketukan dipintu kamarpun semakin mengeras, namun Taeyeon tetap tak peduli.

Biarkan saja ayahnya berteriak, mengetuk bahkan mendobrak pintu kamarnya. Taeyeon sudah tak peduli lagi.

Hening sesaat. Mungkin ayahnya mulai lelah dan Taeyeon pikir Kimbum sudah menyerah.

“Keluarlah, Taeyeon-ah. Eomma-mu sudah kembali”

Deg~

Taeyeon yang awalnya terpejam sontak membelalakkan matanya.
Ibunya kembali? Berita baik datang darimana itu?

***

“EOMMA! Omo!”

Taeyeon menuruni anak tangga setengah berlari kala melihat wanita paruh baya yang masih tampak cantik dan anggun itu sedang duduk disofa ruang tamu dengan sebuah majalah dipangkuannya.

“Taengie” Soeun tersenyum, mengabaikan majalah yang tengah ia baca dan segera menyambut Taeyeon. Membiarkan anak semata wayangnya berlari dan memeluknya erat.

“Eomma. Taeng sangat merindukan eomma” ungkap Taeyeon manja. Dia tidak berbohong soal ini, eomma-nya pergi tiga bulan yang lalu dan itu membuat Taeyeon kekurangan kasih sayang seorang eomma selama itu.

“Nado, sayang” Soeun mengusap punggung Taeyeon dengan penuh kasih sayang, “Banyak hal yang ingin eomma ceritakan. Ayo duduk dulu”

Taeyeon mengangguk dan tanpa melepaskan pelukannya, ia dan Soeun duduk disofa tepat dibelakang mereka.

“Eomma pulang tanpa mengabari Taeng? Padahal aku ingin menjemput eomma di bandara” rajuk Taeyeon masih bergelayut manja di tubuh sang ibu. Sungguh tak mencerminkan perempuan dewasa.

“Kejutan, sayang” jawab Soeun seraya mengusap pucuk kepala anaknya dengan lembut.

“Bagaimana kuliahmu, hm? Lancar?” tanya Soeun mengalihkan pembicaraan.

Taeyeon mengangguk, “Tinggal tiga mata kuliah lagi ditambah dua mata kuliah perbaikan. Setelahnya aku akan mengontrak skripsi, eomma”

“Baguslah. Cepat lulus dan segera menikah. Eomma sudah tak sabar ingin menimang cucu” ujar Soeun membuat Taeyeon melepaskan pelukannya.

“Eomma” rajuknya dengan pandangan tak suka.

“Eoh? Kenapa, sayang?” tanya Soeun bingung.

“Jadi eomma menanyakan kuliahku hanya untuk mengetahui kapan aku bisa menikah?” tanya Taeyeon tak percaya.

“Aish! Memangnya kau ingin menunggu apalagi jika tidak menikah, eoh?” balas Soeun, “Lagipula eomma dengar appa-mu sudah mengenalkan calon. Jika tak salah anak dari keluarga Jung, Benar tidak?”

Taeyeon mendengus. Ayahnya benar-benar keterlaluan. Bahkan ibunya yang beberapa bulan ini ada di Jerman tau mengenai perjodohannya dengan anak dari keturunan Jung itu.

“Tapi anakmu mengacaukan semuanya, Soeun-ah”

Suara Kimbum terdengar, membuat dua yeoja disofa itu terkesiap dan segera menoleh keasal suara.

Taeyeon mengerucutkan bibir. Ia mengalihkan pandangan saat sadar jika dirinya masih melancarkan aksi merajuk pada sang ayah.

“Mengacaukan bagaimana, yeobo?” tanya Soeun tak mengerti.

Kimbum duduk dihadapan kedua anggota keluarganya. Ia menatap Taeyeon dan Soeun bergantian sebelum menghela napas, “Anakmu itu membentak Jung Yonghwa. Membuat malu keluarga saja. Jelas-jelas tindakan itu tak mencerminkan keluarga terpandang”

“Aigo.. Apa itu benar, sayang?” Soeun menatap Taeyeon tak percaya.

“Habisnya dia yang memulai, eomma. Kau tau sendiri, jika aku sedang kesal aku akan melampiaskannya pada siapa saja, termasuk pada si Yonghwa itu. Salah dia sendiri yang tiba-tiba menghubungiku” jawab Taeyeon membela diri.

“Tapi tetap saja kau tak punya sopan santun” sela Kimbum, “Apa karena berpacaran dengan namja tak berkelas itu membuatmu semakin liar?”

Taeyeon terbelalak dan menatap ayahnya tajam, “Appa.. baru saja.. menghinanya?”

Kimbum mendengus tak suka saat tau Taeyeon ingin membela namja yang menurutnya ‘bukan apa-apa’ itu.

“Dari jauh saja appa sudah tau dia bukan namja yang sepadan untuk keluarga kita. Namja miskin yang hanya mengincar harta” ujar Kimbum, terus melancarkan aksi penghinaannya, “Sebelum kau terlena, lebih baik hentikan dari sekarang. Tak ada waktu lagi untuk bermain-main dengan namja seperti itu”

Kimbum sengaja berbicara tanpa jeda agar Taeyeon tak membantah. Namja paruh baya itu bangkit lalu beralih menatap Soeun, “Nasehati anak kesayanganmu itu. Dia tak pantas bergaul dengan namja miskin”

Setelah mengucapkan kalimat sindiran untuk anaknya, Kimbum berlalu menuju kamarnya dilantai atas.

“Aish!” Taeyeon menggeram. Ia menghempaskan punggungnya dikepala sofa seraya memijat batang hidungnya, persis seperti kebiasaan Kimbum jika ia sedang kesal, marah ataupun lelah.

“Kau sungguh menghabiskan waktu dengan namja tak berkelas yang diceritakan appamu?” Soeun buka suara, menatap anaknya lekat.

“Aish, eomma. Berhentilah menghinanya” Taeyeon balas menatap ibunya dengan pandangan memelas.

“Oh, lihat ini. Kau bahkan membelanya. Ada apa sebenarnya, Taeng? Jangan bilang kau…” tatapan Soeun berubah menyelidik, “Tidak. Kau tak mungkin jatuh cinta padanya, bukan?”

Taeyeon membulatkan mata. Jatuh cinta?

“A..aniyo. Aku hanya bermain-main saja, eomma. Menghabiskan waktu yang membosankan. Apa itu salah?” balas Taeyeon berusaha bersikap biasa saja.

Jujur Taeyeon terkejut dengan dugaan eommanya yang kelewat jauh. Karena bahkan Taeyeon pun tak berpikir sampai sana. Jatuh cinta? Ia masih meragukan kemungkinan itu. Jika Kyuhyun memang sumber kebahagiaan yang selama ini ia cari, apa itu pantas disebut cinta? Seorang Kim Taeyeon jatuh cinta pada Cho Kyuhyun yang hanya berprofesi sebagai pegawai bar?

‘Ahh! Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin’ Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya saat pikiran-pikiran aneh itu muncul.

Soeun menghela napas lega tanpa memperhatikan gelagat aneh Taeyeon, “Jika hanya bermain-main saja tak masalah. Tapi jangan terlalu sering. Kau tau? Jika kau sungguh jatuh cinta padanya akan susah kembali ke jalan yang benar”

Taeyeon tersenyum dipaksakan, “Eomma bicara apa? Memangnya salah jika mencintai dia?” pertanyaan itu meluncur begitu saja, membuat Taeyeon kaget sendiri.

Soeun mengangguk, “Benar-benar berjalan dijalan yang salah jika kau sampai mencintainya”

Taeyeon tertegun.

Soeun mentapnya, “Kau tau Taeyeon-ah?”

“Apa eomma?” tanya Taeyeon antusias.

“Namja miskin itu memiliki daya tarik yang tinggi. Bahkan pesonanya bisa mengalahkan namja-namja kaya sekalipun” jelasnya.

“Darimana eomma tau?” Taeyeon mengerutkan dahi. Memangnya ibunya pernah punya pengalaman tentang namja miskin? pikir Taeyeon.

“Teman eomma banyak yang terperangkap. Rela terusir dari rumah dan dicoret dari nama pewaris kekayaan demi memilih namja miskin yang telah mengikat hatinya. Eomma peringatkan kau, sayang. Namja miskin sangat berbahaya. Tak tau dia melakukan cara apa sampai membuat gadis kaya menjadi buta. Jangan sekali-kali mencobanya, mengerti?” ucap Soeun memperingati.

Taeyeon hanya diam tanpa menyimak perkataan ibunya dengan baik. Terlalu banyak hal yang ia pikirkan.

Soeun menyamankan posisi duduknya dan menatap lurus kedepan, “Lagipula di kehidupan modern seperti sekarang yang dibutuhkan hanya uang. Cinta nomor sepuluh, bahkan mungkin terakhir dalam kehidupan ini. Cinta akan menyertai kehidupan kita yang sudah terkodrat oleh Tuhan. Tak perlu bingung dengan hal yang satu itu” ujar Soeun lagi.

Taeyeon memandang eommanya tak mengerti, “Jika benar cinta nomor terakhir dalam kehidupan ini, apa gunanya ada pengorbanan dan cinta sejati? Kupikir hanya hubungan bermodalkan cinta saja yang bisa bahagia. Seperti eomma dan appa”

Soeun tersenyum menanggapinya, “Pengorbanan yang dimaksudkan tidak dalam segala hal, Taeng-ah. Kau harus selektif dalam memilih namja yang mencintaimu apa adanya dengan namja yang mencintai hartamu. Tak sedikit pembual dikota ini. Dan satu lagi, hubungan yang bahagia itu tak hanya bermodalkan cinta. Eomma tanya, kau makan harus membeli menggunakan apa?”

“Uang” jawab Taeyeon polos.

“Benar. Itu baru makan. Belum lagi kebutuhanmu yang lain. Jika memilih namja miskin kau tak akan bisa hidup nyaman. Di dunia ini tak ada yang namanya makan cinta. Mati kelaparan jika kita makan cinta, sayang” jelas Soeun.

Taeyeon mencerna semua perkataan ibunya. Entah kenapa ucapan Soeun begitu membekas di hatinya. Makan cinta? Apa bisa?

***

“Bertengkar dengan appamu?” Kyuhyun menatap gadis yang duduk disampingnya dengan kaget.

Taeyeon mengangguk seraya menyandarkan punggung ke dinding dibelakangnya, “Appaku memang pantas diperlakukan seperti itu”

Kyuhyun menatapnya tak percaya, “Kau ini. Mana boleh begitu. Turuti kata-kata orangtua-mu jika kau ingin selamat” ujar Kyuhyun menasehati.

Taeyeon mengerucutkan bibirnya dan melihat Kyuhyun dengan pandangan menuduh, “Kau salah. Justru jika aku menuruti perkataan mereka maka aku akan tewas, menjadi mayat hidup sampai akhir”

“Aigo.. Kau kejam sekali berbicara seperti itu pada orangtua-mu. Beruntung keluargamu masih utuh” ujar Kyuhyun mencoba menenangkan pikiran Taeyeon.

Tanpa diduga gadis itu malah merengek, “Tapi Mereka sangat menyebalkan, Kyu. Tak ada satupun yang memihakku. Semua harus berjalan sesuai dengan keinginan appa. Memangnya aku lahir kedunia ini hanya untuk dijadikan alat relasi? Itu sangat kejam” Taeyeon melampiaskan semua kekesalannya pada Kyuhyun, dan namja itu tak protes sama sekali.

Pandangan Kyuhyun tak lepas dari sosok mungil di sampingnya itu. Satu fakta lagi yang ia tau, kehidupan keluarga Taeyeon tak sesempurna yang ia kira.

“Ternyata begini watak nona kaya yang penuh misteri itu? Aku beruntung bisa mengetahuinya langsung” ungkap Kyuhyun dengan bangga. Ia mengacak poni Taeyeon, membuat gadis itu menggembungkan pipinya lucu.

Kyuhyun terkekeh seraya membenarkan kacamatanya, ia kembali membaca buku setebal kamus yang sejak tadi diabaikannya.

Diam-diam Taeyeon ikut tersenyum, yeoja itu langsung membenarkan poninya yang sedikit berantakan, “Ini memang aku. Aku tak bisa menutupi sifat asliku. Wae? Kau mulai jijik padaku?” tanyanya sinis.

Kyuhyun masih membaca bukunya, namun senyumannya makin melebar, “Tidak. Aku hanya merasa sikap manja tuan putri sepertimu manis juga”

Taeyeon membulatkan mata. Kegiatannya merapikan poni tiba-tiba terhenti. Manis? Apa barusan Kyuhyun memujinya?

Mata Taeyeon berbinar, “Manis? Apa jika aku terus memberontak kau akan selalu mmujiku?”

“YA!”

Kyuhyun tak sengaja berteriak, membuat semua mahasiswa yang berada di perpustakaan menatap kearahnya. Tak hanya itu, Taeyeon pun ikut terkejut mendengar teriakkan refleks Kyuhyun. Namja itu tersadar dan segera menundukkan kepala pertanda minta maaf.

Taeyeon terkekeh melihat kelakuan konyol Kyuhyun, “Kecilkan suaramu, Kyu. Kita sedang berada di perpustakaan” godanya sambil terus terkekeh.

“Aku tau. Kau yang membuatku berteriak. Terus memberontak? Apa-apaan itu?” balas Kyuhyun tak habis pikir dengan Taeyeon, “Lagipula sejak awal kita sudah menjadi pusat perhatian. Kau dan aku tak pernah terlihat bersama dan sekarang kita malah memasuki perpustakaan. Duduk dilantai begini apa tak terlalu mencolok?”

Taeyeon mengedikkan bahu, “Apa salahnya kita keperpustakaan bersama? Ini tempat umum. Dan jika meja baca perpustakaan ini tak dipenuhi oleh mahasiswa, aku juga tak mau berada dilantai seperti ini”

“Ya. Terserah kau saja. Yang penting jangan bertengkar dengan appamu lagi, mengerti?” tanya Kyuhyun serius.

Taeyeon kembali tersenyum, “Kau sudah seperti appaku saja. Cerewet” ejeknya.

Kyuhyun hanya menghela napas, tak berniat membalas, “Kau ada kelas?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Kalaupun ada, aku tak berminat masuk” jawab Taeyeon sekenanya.

“Kau ini benar-benar…” sekali lagi Kyuhyun mengacak poni Taeyeon yang sudah rapi.

“Aish~ Aku baru merapikannya” sungut gadis itu tak terima. Kyuhyun membalasnya dengan tertawa.

“Kau disini?” tanya seseorang yang tiba-tiba datang menginterupsi kebersamaan Taeyeon dan Kyuhyun.

Dua orang itu terkesiap dan menoleh ke asal suara.

“Krys…” gumam Kyuhyun langsung berdiri.

Taeyeon tetap dengan posisinya sambil memandang dua orang didepannya aneh.

Yeoja bernama lengkap Krystal Jung itu menatap Kyuhyun tajam, “Apa yang kau lakukan disini? Duduk dilantai tepat di pojok ruangan. Mencurigakan” sinisnya dengan tangan terlipat didepan dada.

Taeyeon menangkap tatapan menusuk dari yeoja itu. Ia tau kalau Krystal tak suka melihatnya berdekatan dengan Kyuhyun. Namun ia tak peduli dan memilih mengabaikan tatapan tajam gadis tinggi itu.

Menyadari aura tidak mengenakkan diantara Taeyeon dan Krystal, Kyuhyun segera mendekati Krystal, “Aku sedang mencari tugas. Sepertinya ada masalah denganmu. Kajja, pergi!” ajaknya sedikit memaksa Krystal agar mengikutinya keluar perpustakaan.

Taeyeon hanya bisa memandang kepergian dua orang itu dengan kecewa. Kyuhyun meninggalkannya tanpa pamit.

“Apa-apaan dia? Dasar pengganggu!” gerutu Taeyeon bersiap untuk bangkit mengejar Kyuhyun kalau saja ponselnya tak berbunyi.

“Ck” Taeyeon berdecak kesal. Untuk kali ini dia mengalah. Ia mengeluarkan ponsel dan langsung membuka pesan masuk itu.

From : Appa
Kau akan makan malam dengan Yonghwa malam ini. Appa sudah menghubunginya. Tak ada penolakan untuk kali ini Kim Taeyeon.

Taeyeon hampir membanting ponselnya jika ia tidak sadar kalau ini perpustakaan. Beruntung ia masih bisa mengendalikan emosinya.

“Ish.. Menyebalkan. Semuanya membuatku muak!” lirih Taeyeon penuh penekanan. Tangannya menggenggam kuat ponselnya untuk pelampiasan.

Perlahan ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Setelah cukup tenang, Taeyeon beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan perspustakaan.

***

“Bukankah gadis itu Taeyeon? Kim Taeyeon” tanya Krystal menekankan nama ‘Kim Taeyeon’ dengan sinis.

Kyuhyun menghela napas malas, “Kau bisa langsung mengenalinya tanpa kuberitahu, bukan?”

“YA!” Krystal menghentakkan kakinya pertanda kesal, “Kau berhubungan dengannya?”

“Tidak” jawab Kyuhyun singkat. Namja itu terus berjalan tanpa menghiraukan yeoja yang terus berceloteh dibelakangnya.

“Jangan berbohong” ketus Krystal mencoba membuat Kyuhyun bercerita lebih banyak padanya. Namun namja itu malah mengacuhkannya.

“Yaa! Cho Kyuhyun!” teriaknya tak sabar.

“Ck” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap gadis itu, “Berhentilah berteriak. Kita masih berada di tempat umum. Dan ingat! Panggil aku oppa, tak sopan sekali” ucap Kyuhyun memperingatkan.

“Jauhi dia, Kyu” balas Krystal dingin.

“Tenanglah”

“Jauhi dia sebelum kau benar-benar berhubungan dengannya. Mengerti?” ujar Krystal cepat.

Kyuhyun tak tau apa maksud gadis itu. Ia hanya diam sampai Krystal memilih pergi meninggalkannya di koridor kampus yang sudah lengang.

Lama Kyuhyun terdiam sampai dering ponsel menyadarkannya. Ia segera memeriksa ponselnya dan mendapati nama ‘Changmin’ di layar ponsel hitam itu.

Kyuhyun langsung menggeser tombol hijau, “Yeoboseyo” jawabnya.

“…”

Pandangan Kyuhyun mengedar, memastikan tak ada orang dikoridor itu, “Ne. Malam ini aku kosong. Wae?”

“…”

Kyuhyun menaikkan alisnya, “Mwo? Menggantikanmu?”

“…”

Setelah mendengar penjelasan Changmin diseberang sana, Kyuhyun mengangguk mengerti, “Oh, geurae. Kirimkan alamat restorannya padaku”

“…”

“Ne”

Sambungan telepon pun terputus. Kyuhyun menghela napas perlahan sebelum melangkah menyusuri koridor kampus.

***

Taeyeon memasuki restoran mewah itu dengan langkah anggun. Balutan gaun hitam diatas lutut dan rambutnya yang digelung keatas dengan efek poni yang menutupi keningnya membuat gadis itu terlihat elegan sekaligus manis.

Yonghwa tersenyum melihat Taeyeon mendekat kearahnya. Mau tak mau Taeyeon balas tersenyum walau tak rela. Gadis itu duduk dihadapan Yonghwa tanpa berkata satu katapun.

“Selamat malam, Taeng-ah”

Taeyeon terkesiap, kemudian menatap namja didepannya itu. Apa katanya? Taeng? Namja ini makin hari makin berani ternyata.

“Selamat malam juga, Yonghwa-ssi” jawab Taeyeon ramah, dalam hati ia menggeram.

Selama dua jam kedepan ia harus terus berpura-pura ramah, sesuai dengan perintah ayahnya. Ia perlu menahan emosi dan malam ini Taeyeon tengah berusaha.

Yonghwa masih tersenyum, jelas sekali kalau dia sangat bahagia, bertolak belakang dengan Taeyeon yang merasa jengah.

“Lihat dulu menunya. Setelah yakin, aku akan memesankannya untukmu” ujar Yonghwa.

Taeyeon hanya tersenyum tipis sebelum mengambil buku menu di hadapannya. Tak sengaja pandangannya mengedar kesekeliling ruangan. Ia baru sadar kalau di restoran semewah ini hanya ada dirinya dan Yonghwa saja. Sepertinya namja itu sengaja menyewa tempat berkelas ini untuk menambah kesan romantis makan malam mereka berdua. Ya, Taeyeon menyukai tempat yang tidak dikunjungi banyak orang -kecuali bersama Kyuhyun, ia rela pergi kemanapun. Tapi yang tidak ia suka adalah pencahayaan remang-remangnya. Taeyeon tak suka gelap.

Gadis itu mencoba bersikap biasa saja, namun Taeyeon langsung terkejut kala menatap Yonghwa yang ternyata sudah lebih dulu menatapnya. Ia merasa seperti gadis yang baru tertangkap basah.

Yonghwa tersenyum, “Restoran ini milikku” jawabnya seakan mengerti dengan apa yang sedang Taeyeon pikirkan.

Taeyeon mengangguk pelan sebelum memfokuskan pandangannya pada buku menu. Ia membolak-balik lembaran buku itu dan menentukan pilihannya.

“Sepertinya malam ini aku akan memesan…”

“Chakkaman” intruksi Yonghwa membuat ucapan Taeyeon terputus.

Gadis itu mengedikkan bahu dan membiarkan Yonghwa berbuat sesukanya. Ia lebih memilih melihat-lihat berbagai macam hidangan yang tersedia didalam buku menu itu daripada harus mencari tau apa yang tengah dilakukan Yonghwa.

Ditempatnya, Yonghwa mengedarkan pandangan dan tersenyum saat menemukan satu pelayan yang berdiri agak jauh dari tempatnya, “Kami ingin memesan” sahutnya.

“Baik, tuan” tanpa diperintah dua kali, pelayan itu langsung mendekat.

“Selamat malam. Untuk malam ini saya yang akan melayani anda berdua” sapa pelayan itu ramah, “Ingin memesan apa?”

Taeyeon mengerutkan dahi. Kegiatannya melihat-melihat buku menu jadi terhenti saat mendengar suara pelayan yang sangat familiar ditelinganya.

Taeyeon menutup buku menunya dan menatap kearah sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat melihat sosok yang tadi berbicara itu. Pelayan itu pun terbelalak melihatnya. Mata Taeyeon membulat dan mulutnya menganga.

Gadis itu menutup mulutnya dengan sebelah tangan, “Ya Tuhan…”

To be continue :*

Siapa tuh yang Taeyeon liat?? Pasti dah pada tau lah ya. Tapi disini belum ada pemberitahuan tentang Krystal, maaf bukannya author pelit tapi ini bagian untuk kepentingan cerita. Silahkan tebak sendiri aja yaa. Tunggu chapter selanjutnya, okee!

Annyeong…. πŸ™‚

Advertisements

49 comments on “[FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 4)

  1. waw daebak ceritanya makin seru aja udh ada momeny kyitaenya suka deh :).. next chapt athor updatesoon please
    makin penasaran sama cerita selanjutnya..

  2. Bagus ^^
    Suka moment kyutae nya πŸ˜€
    Pasti itu kyuhyun yang jadi pelayan?
    Next chap ditunggu πŸ˜‰
    Fighting!

  3. Kyaaaaa.. kyutae udah dimulai, pasti itu Kyuhyun, ahhhh.. lagi seru kenapa ada TBC,,:(
    Next part nya jgn lama” yah author, please.. suka bgt ama ff ini..:)

  4. krystal siapa nya kyuhyun? asli kesel sama ortunya taeyeon ngekang dan maksa banget -_- semoga taeyeon bahagia sama kyuhyun hihi next chap ditunggu πŸ™‚

  5. Kyuhyun!taeyeon meliat kyu kan,heheheh siapa sebenarnya sih kristal,penasaran deh,kirain taeyeon cuma tinggal ma appanya ajah,ternyata ada eommanya juga,makin seru ni cerita,ditambah taeyeon gadis populer membayar kyu kutu buku jad pacarnya,lanjut thor

  6. Daebak, kyutae nya majin seru,
    Sebenarnya apa sih hubungan kyu oppa sama krystal eonni?
    Next chapter ditunggu thornim… πŸ™‚
    Fighting… πŸ˜‰

  7. Huaaa akhirnya kyutae bersatu meski cuman pura2 kekke sbenernya appa taeng ga galak2 bgt sih hiii keluarganya taeng lucu ko,, dn pertengkaran kecil kegtu wajar dlam keluarga,,
    krystal adik kyu aja laahh heee

  8. Finally update juga thorrr, pasti kyuhyun ya yg dilihat taeng? Yak krystal perusak suasana-_- key ditunggu buat kelanjutanya thor jan lama” ta thor hwaiting ne πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•

  9. waaa~

    itu pasti kyuhyun :’) hayoloh!! *musik jeng jreng jreng* /apasih?/
    Krystal? siapa ya? ada hubungannya sama yonghwa pasti!! ade nya kah? *soktau-_-*

    Fighting!

  10. appa Taeyeon resek banget sih.. Taeyeon kan gamau sama Yonghwa.. Si Yonghwa juga, tebel banget mukanya.. ga nyerah nyerah dapetin Taeng.. itu last scene pasti Kyuhyun.. yauda next chap ditunggu πŸ™‚ Fightingg thorr πŸ™‚

  11. G kebayang klo ad kejadian kaya kyutae gini 😐 next deh di tunggu next chapter ^^ .keep writing & imagine,fighting!!☺️☺️

  12. Wahhh keren thor, pasti itu kyuhyun..
    Krystal itu adiknya kyuhyun kah thor?
    Tapi kalo mereka berdua kka- adik kenapa beda marga? Apa sodara tiri?
    Ahh penasaran thor, cerita cinta kyutae pasti rumitt..
    Next chap ditunggu thor, bnyakin moment kyutaenya ya thor, kalo bisa ada adegan kiss-nya hehhe
    Ditunggu bngett fightaeng!!!
    Maaf ya thor baru bisa coment sekarang, soalnya habis pending dulu baca ffnya selama bulan ramadhan

  13. Author.. next chap please.. jebal jebal, jangan lama” author.. sumpah penasaran bgt sama kelanjutannya..:(

  14. Pingback: [FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: [FREELANCE] Find Of Happiness (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s