[FREELANCE] Miracle In December (Oneshot)


Title : Miracle In December //

Author : Yeorky // Ratting : T //

Length : Oneshoot // Genre : Songfic, Romance, Sad, Fluff //

MainCast :Kim Taeyeon, Kim Jongin//

Summary : Kim Taeyeon, seorang gadis usia Kuliahan yang mempunyai kekasih bernama Kai. Mereka akan meresmikan hubungan beberapa bulan lagi. Namun sesuatu terjadi yang menyebabkan Kai meninggalkannya untuk selamanya. Bagaimana selanjutnya? //

AN : Kalo fontnya berubah, berarti povnya berubah. Ini terinsipirasi dari lagunya EXO yang Peterpan. Kalau diterjemahin langsung, lagunya tuh kek menceritakan pas Exo udah berakhir, terus mereka kangen sama fansnya. Huwe~ Yudeh baca aja yuk capcus

김태연Author김태연

Sepi didalam kesendirian. Setidaknya itu yang dirasakannya saat ini. Berjalan di sebuah taman, ditengah derasnya hujan. Dengan air mata yang jatuh bersama dengan jatuhnya hujan. Dia tidak bisa berteriak dan menangis didalam apartemenya. Dan ketika ia ingin melampiaskan semua itu, taman adalah tempat yang tepat menurutnya. Terlebih saat hujan. Tidak ada yang akan menyebutnya bodoh. Tidak akan ada yang tahu jika dirinya menangis saat ini.

Ingin sekali rasanya kesedihan ini luntur dengan derasnya air hujan. Melupakan semua rasa sakit yang dirasakanya kini. Namun kenyatannya, sesuatu memang telah berakhir saat ini. Sebuah hubungan yang dia harapkan. Sebuah hubungan yang indah yang menempatkan dirinya dengan kekasihnya. Sebuah hubungan yang seharusnya akan resmi dua bulan lagi. Seharusnya.

Dia berjalan mengitari taman itu. Sebuah memori terulang kembali seperti rekaman video. Memori saat dirinya masih bersama dengannya. Sangat menyenangkan ketika mereka masih berjalan keluar bersama. Saling menautkan tangan satu sama lain seolah enggan untuk melepasnya. Menghabiskan akhir pekan bersama. Mengerjakan tugas kuliah bersama. Dan melakukan hal – hal menyenangkan bersama. Sesuatu terjadi yang menyebabkan mereka berakhir dan tidak dapat memadu kasih kembali.

Ingin rasanya dia berteriak dan bertanya pada tuhan, mengapa hubungan ini harus berakhir? Kenapa Engkau mengambilnya begitu cepat? Kenapa Kai yang harus mengalami kecelakaan ini? Kenapa tiba – tiba? Dari semuanya yang ada, kenapa harus Kai?. Hanya waktu yang berlalu. Hanya suara petir yang menjawab pertanyaannya. Dan tidak ada yang berubah, walau air mata telah jatuh. Dan walau sakit masih terasa, dia memutuskan untuk pulang.

Air mata hanyalah sebuah ukuran mutlak. Sebagai bukti bahwa dia pernah begitu mencintainya. Karena ini sungguh menyakitkan dan sebenarnya dia tidak sanggup untuk menghadapinya sendirian. Saat akhirnya dia kembali terisak. Untuk kesekian kalinya, berjalan seorang diri dan menangis kembali karena ditinggalkan untuk selamanya oleh lelaki itu.

김태연Kim Taeyeon 김태연

Sebuah susu coklat panas didalam mug putih menemani kesendirianku saat ini. Sedikit – sedikit, aku menyesap minuman itu dan memandang keluar jendela. Tetes terakhir air hujan hari ini, pikirku. Sebuah cahaya hangat menyapaku saat aku mulai membawa tubuh mungilku ini mendekati jendela. Namun, tiba – tiba pandanganku terkunci pada sebuah kotak berwarna coklat di atas rak buku yang terletak disebelah jendela. Kotak apa itu?, tanyaku lebih pada diriku sendiri. Kulangkahkan kaki mungilku mendekati kotak itu.

Kotak apa ini? Tanyaku lalu mulai duduk di atas karpet beludru berwarna merah yang berada di ruangan itu. Kubuka kotak itu dan seketika terkejut melihat isinya. Sebuah album foto, secarik surat dan sebuah lonceng kuning keemasan terletak indah didalamnya. Dengan rasa penasaran, aku mengambil sebuah album berdebu yang berada didalam kotak tersebut. Kuusap beberapa debu yang menempel disana dengan hati – hati. ‘Kim Taeyeon & Kim Kai Diary Photo’s”. Tulisan latin berwarna hitam membuat nafasku tercekat. “Ini… Ini dari Kai? Sejak kapan ini berada disini?” Tanyaku entah pada siapa. Kuedarkan pandanganku ke segala ruangan. Berharap menemukan petunjuk. Namun hanya ruangan kosong yang kudapat. Seketia rasa itu kembali. Rasa sakit yang amat. Tanpa aku sadari, seulas senyum tipis terukir dibibir plum cherryku. Sebuah senyum tulus dengan mata sedikit berkaca dan rasa sakit yang kembali mengoyaku yang membawa diriku kembali ke masa lalu. Saat dimana aku masih bersama dengan Kai. Saat dimana Wendy masih menggenggam erat tangan Peterpannya.

김태연Author 김태연

Otaknya menuntun tangannya untuk membuka album tersebut. Disana, dihalaman pertama, masih terlukis kebahagiaan diantara dirinya dengan Kai. Sebuah foto dirinya dengan Kai memenuhi satu halaman penuh. Berlatar belakang banyak kunci yang bergantung dan pemandangan alam yang indah. Saat dirinya dan Kai menikmati hari libur di Namsan Tower. Setahun yang lalu.

Dia kembali menuntun tangannya untuk membuka halaman selanjutnya. Dia merutuki dirinya sendiri. Saat memori indah itu tiba – tiba berjalan merasuki ingatannya. Ini sungguh menyedihkan ketika ingatan itu kembali menyapanya kini. Ingatan tentang kenangan indah bersama Kai. Ingatan saat dirinya dan Kai masih menggunakan kata ‘Uri’. Pertahanannya jebol. Air mata itu kembali keluar dari matanya. Melampiaskan rasa sakit yang dipinggulnya kini.

Ingin rasanya dia pergi menemui robot kucing biru, Doraemon dan meminjam mesin waktunya. Lalu pergi menuju masa lalu disaat dirinya masih baru mengenal Kai. Atau pergi menemui Tinkerbell dan berharap membawanya dan Kai ke Neverland bersama semua kenangan ini. Tempat dimana dia bisa kembali tertawa dan tersenyum. Tempat dimana dia bisa bersama – sama tanpa harus memikirkan rasa sakit. Tempat dimana dia bisa melupakan kenyataan bahwa kini, Kai telah tiada.

김태연Taeyeon 김태연

Entah mengapa, aku menginginkan Kai menjadi Peterpanku. Lelaki yang selalu berhenti ditengah waktu. Membuat kesedihan menjadi kebahagiaan. Membuat semuanya menjadi tampak baik – baik saja. Menebarkan kebahagiaan dimanapun dia berada.

Aku masih ingat ketika aku kesal karena tugas kuliah ku yang ditolak mentah – mentah oleh dosen padahal aku mengerjakannya selama seminggu, Kai datang menemuiku dan menghiburku.

“Meusun iriyo? Kenapa murung?” Dia mendudukkan dirinya di sebelahku secara tiba –tiba. “Tidak malu dengan keadaan sekitar?”

“Disini kan sepi” jawabku ketus

“Bukan manusia tapi sama semuanya yang ada disini. Mereka adalah saksi bisu apa yang kau alami hari ini. Semua melihatmu bersedih sendirian disini. Kamu tahu pohon rindang disana? Dia bergerak seperti itu berusaha untuk menghiburmu” Ucapnya sambil menunjuk pohon yang dimaksud. “Terus kucing di sebelahmu, kamu tahu kenapa dia duduk disitu? Dia kesal denganmu karena mulut cantikmu itu menggerutu terus dari tadi” Sambungnya.

“Shikero” Ucapku masih ketus

“Kamu tau? Kemarin aku memancing” Dia mulai bercerita. Aku diam saja. Menunggu kelanjutan cerita itu. “Aku kemarin menemukan ikan yang sangaaaaat besar” dia merentangkan tangannya lebar. Tangan kanannya kearah kanan dan tangan kirinya direntangkan kearah kiri melewati badan belakangku. “Dan kau tahu?” Dia membuat teka – teki “Aku berhasil menangkapnya” Sambungnya sambil meletakkan tangan kirinya di pundakku. Atau bisa dikatakan dia merangkul ku. “Ikan itu sangat cantik. Tapi dia sedang bersedih. Aku bingung harus menghibur bagaimana. Eotthoke?” Wajahnya pura – pura bingung.

Semburat merah menjalar menghiasi wajahku. Senyuman mengembang secara tiba – tiba di bibir mungilku. “Hahaha, kamu senyum. Kamu senyuuum” Teriaknya heboh “Aku berhasil membuatmu tersenyum” sambungnya.

Aku membuka halaman selanjutnya dan melihat sebuah foto terpampang disana. Foto ini, pikirku. Foto disebuah taman yang memperlihatkan dirinya yang tengah tersenyum dan diriku dengan mataku yang sembap dihiasi sisa jalur air mata namun tersenyum.

Saat itu, dia menolongku dari sekelompok pengganggu yang menggangguku saat aku pulang kuliah. Lalu dia menarikku duduk disebuah kursi taman dan mulai menenangkanku. Dia merengkuh tubuhku kedalam pelukannya dan membiarkan aku menangis didalamnya.

Lalu setelah beberapa saat, dia melepaskan pelukannya dan berkata, “Sudah tidak apa – apa. Berhentilah menangis. Mereka mengganggumu karena mereka tidak sadar. Kau tahu bukan mereka mabuk? Untung hanya kancing atas yang terbuka. Coba kalu semua? Kenapa tadi tidak menunggu aku saat akan pulang? Tidak baik gadis secantik dirimu berjalan seorang diri malam – malam begini. Untung aku kebetulan lewat sini.” ucapnya sembari menghapus cairan bening itu.

“Uljima, eoh?” bujuknya “Kau tahu? Bagiku kau lebih cantik dari Wendy atau Cinderella. Dan gadis secantik dirimu tidak boleh menangis lama – lama. Walaupun kau masih tetap cantik saat menangis, namun senyum sabit dan mata mutiaramu lebih indah daripada mata berairmu sekarang” Sambungnya.

Lalu aku merasakan sebuah benda kenyal menyapu hangat kengingku. Saat aku melihat, dia mendaratkan sebuah kecupan hangat dikeningku. “Berhentilah menangis Kim Taeyeon, aku rindu senyumanmu” ucapnya tersenyum dan memandang wajahku hangat. Seketika, aku merasakan kehangatan saat melihat senyuman itu. Hatiku terbang terlempar ke puncak awan. Sejak saat itu aku mulai jatuh untuknya. Jatuh pada pesona seorang Kai.

“Mata yang sedang memandangku kini serta pipi meronamu membuatku seperti berjalan diatas awan” Serunya membuyarkan pikiranku.

“Eoh?” Bingungku

“Kecantikanmu membuat hatiku berdebar Taeng” Serunya “Kajja kita berfoto. Kau harus tersenyum di foto. Okey?” Katanya sambil mengeluarkan hape.

김태연Taeyeon 김태연

Kubuka halaman selanjutnya dan melihat foto berbeda. Aku tersenyum melihatnya. Kita selalu bersama dulu. Aku terus berpegang padamu. Aku rindu senyum lembutmu. Namun kini saat aku ingin mengulurkan tanganku, hanya sapuan angin yang kudapat.

Foto selanjutnya menampilkan lima foto Kai seorang diri. Tanganku bergerak untuk meraba foto itu. Merasakan bagaimana aura Kai terpancar melalui foto itu. “Kai, Neo Arra? Kau selalu berada didalam kisah dongengku” Ucapku sambil terus memandang Kai. “Dan kau akan selalu disini” Sambungku sambil memegang dada. Bibirku bergetar. Setetes air jatuh dari mataku. “Neo Arra? Tanpa kamu, hatiku hanyalah pulau tak berpenghuni” Ucapku dengan tangis yang menderu. “Wae? Kenapa kamu begitu cepat pergi meninggalkanku?” Tanyaku entah pada siapa.

김태연Taeyeon 김태연

Tak terasa, Dia sampai pada halam terakhir album kenangan itu. Dua halaman terakhir berisi screenshoot DM Twitter dirinya dengan kekasihnya itu. DM yang berisi Kai berkata Aku Cinta Kamu dalam berbagai bahasa. Dan Taeyeon yang membalas dengan Aku Juga Cinta Kamu Juga dalam berbagai bahasa.

@Kimkaaaa : Saranghae Taeyeon

@ktyeon : Nado Saranghae

@Kimkaaaa : Aishiteru Taeyeon

@ktyeon : Aishiteruyo Kai

@Kimkaaa : Wo Ai Ni

@ktyeon : Na Wo Ai Ni

@KimKaaa : I Love You Taeyeon

@ktyeon : I Love You Too Kai

Dan banyak kata berbagai bahasa lainnya. Taeyeon kembali meraba foto tersebut. Jeongmal Saranghae, Bisiknya dalam hati. Ditutupnya album itu dan diletakannya kembali didalamnya. Matanya menangkap secarik kertas disana. To : Uri Taeyeon. Tulisan tangan Kai tertera di disana. Entah mengapa, Taeyeon enggan untuk membacanya. Dia takut membaca tulisan yang ada disana.

Namun kertas tersebut seolah memanggil namanya. Meminta supaya dibaca oleh sang empunya. Rasa penasaran pun menjalar memenuhi dirinya. Apa ya isinya?, pikirnya. Lalu dengan keberanian yang cukup, dia mulai membuka kertas itu.

김태연Taeyeon 김태연

Dear Taeyeon,

Annyeong Chagi?

Mianhae, aku meninggalkanmu. Saat ini, aku sedang bermain disebuah tempat berwarna putih. Tempat dimana semua orang baik ada disini. Aku juga bertemu dengan Eomma. Aku juga bisa melihatmu dari sini.

Aku memiliki penyakit jantung bawaan lahir yang menyebabkan jantungku berhenti berdetak kadan – kadang. Atau aku akan merasakan nyeri di dada setiap kali aku kelelahan. Dan beberapa gejala lain yang tidak mengenakan dan menyakitkan. Maafkan atas keegosianku untuk tidak memberi tahumu dari awal. Aku takut kau meninggalkanku seorang diri atau menangis terpuruk karena aku.

Jeongmal Cwesongheyo. Kau ingat? Aku dulu pernah bilang bahwa kau lebih cantik daripada Wendy dan Cinderella? Aku jujur akan itu. Dan sekarang, aku akan mengingatkan kembali padamu. Kau lebih cantik daripada Wendy atau Cinderella sayang. Kau lebih cantik dari Princess manapun. Bagiku kau adalah wanita kedua yang cantik setelah eommaku. Dan berhentilah menangis. Aku tahu sekarang air matamu telah menghiasi wajahmu indahmu.

Uljimayo~ Aku lebih suka ketika bibir itu tersenyum dan mata itu berkilau dibanding kau menangis. Walau kau masih cantik saat menangis, tapi kau lebih cantik saat tersenyum.

Semuanya akan baik – baik saja. Okey? Kamu harus berhenti menangisi aku dan menatap didepanmu. Karena kamu harus berhenti menggunakan aku sebagai tongkat penopangmu sebelum kamu lupa bagaimana caranya berjalan seorang diri.

Pada saatnya, hari akan berubah menjadi minggu dan berganti menjadi bulan lalu berjalan hingga saatnya menjadi tahun dan akhirnya kesedihan akan terbenam di hati dan berubah menjadi kenangan. Hari ini dan semua yang telah kita lalui kemarin, akan menjadi kenangan didalam hatimu. Kenangan berharga untuk hari esok yang akan menimbulkan seulas senyum saat kau mengingatnya. Kamu tau kan? Kata orang, hidup itu kaya roda yang terus berputar?

Pada akhirnya, kamu bakalan menemukan penggantiku. Jika kamu tetap menunggu aku, itu sama saja seperti menulis namamu sendiri diatas tenangnya air sungai.

Saat kau menemukan penggantiku, kau tidak harus melupakan atas apa yang terjadi denganku bersama dirimu dimasa lalu. Kau hanya harus menyimpannya dihatimu. Hanya saja, dengan penggantiku kelak, kau tidak hanya memandang kemasa lalu tapi juga melihat masa depan.

Aku berjanji akan selalu mencintaimu. Aku selalu memandangmu dari sini. Didalam sana, terdapat lonceng berwarna keemasan. Gantungkan itu di jendela kamarmu. Saat lonceng itu berbunyi, berarti aku sedang rindu padamu dan memperhatikanmu. Atau jika kau rindu padaku, dan memiliki masalah, bunyikan lonceng itu maka aku akan datang dan mendengarkan semua curahan hatimu.

Ada sebuah fotoku yang tidak pernah dilihat oleh siapapun di dalam situ. Ayahku bahkan belum pernah melihatnya. Kamu orang pertama yang melihat foto itu. Pajang di meja kamarmu ya.

Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku untuk menjadikanmu sebagai seorang Cinderella sungguhan. Aku sungguh menyayangimu. Sampaikan maafku pada Eomma dan Appamu. Maaf jika tidak bisa menepati janji untuk menjaga harta mereka yang paling berharga.

Mianhae. Saranghae Taeyeon. Meskipun kamu bilang Kamu benci aku, aku akan tetap menyayangimu. Percayalah, cerita kita tidak akan pernah berakhir. Jika aku dilahirkan kembali menjadi Kai, aku tidak akan menyesal untuk bersama denganmu kembali. Jika aku dilahirkan sebagai orang lain, aku akan mulai belajar mencintaimu. Namun jika aku tidak dilahirkan kembali, aku akan menunggumu untuk kita bertemu disana.

Percayalah, kau tahu bukan aku tidak pernah berbohong?

Salam sayang,

Kim Kai.

김태연Author 김태연

Taeyeon menutup surat itu dengan air mata semakin menderu. “Aku tidak menangis. Sungguh… Aku tidak menangis Kai” Taeyeon menggeleng lalu menundukkan kepalanya dalam – dalam. Ia menangis. Pundaknya berguncang sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan “Aku hanya merindukan saat – saat kita bersama dulu. Sejujurnya, banyak sekali yang aku rindukan. Namun, entah mengapa otakku bekerja sangat lamban. Namun yang jelas, aku merindukan satu hal. Aku merindukan saat kita bersama – sama” Ucap Taeyeon dengan suara bergetar dan nafas yang tidak teratur.

Dan hari itu, Taeyeon terus menangis hingga akhirnya tertidur dengan sendirinya.

김태연Author 김태연

Desember tiba lebih cepat dari yang Taeyeon harapkan. Dua tahun setelah kepergian Kai, mambuat luka yang dalam dihatinya. Tetapi, selagi waktu berputar, waktu pun menyembuhkan sebagian lukanya. Taeyeon pikr, Kai benar. Seiring berjalannya waktu kisah itu akan berubah menjadi kenangan. Kenangan yang kadang membuatnya tersenyum atau menangis jika mengingatnya. Taeyeon mulai menata jalan menuju masa depannya kembali tanpa banyak mengkhawatirkan soal Kai. Karena Kai benar. Dia harus berhenti menggunakan Kai sebagai tongkat penopangnya sebelum ia lupa bagaimana caranya berjalan seorang diri.

김태연Taeyeon 김태연

Hari itu, aku melewati jalan yang harum di musim yang indah ini. Aku hendak bekerja. Aku telah menjadi seorang sekertaris disebuah perusahaan. Hari ini aku ada rapat jam 8 dengan perusahaan lain yang akan melakukan negoisasi dengan perusahaan kami. Dan aku yang notabene nya seorang sekertaris, harus hadir pada rapat tersebut.

Jam sudah menunjukan pukul 7.50 sekarang. 10 menit lagi aku harus segera berada diruang rapat. Namun saat seru – serunya aku berjalan, seseorang menabrakku dari arah belakang. Beberapa file penting lolos dan terjatuh dari tanganku. Aish, sial! Aku berjongkok dan segera mengambil semua file yang jatuh. Seseorang yang menabrakku tadi juga membantuku memberesi semua file pentingku.

Aku berdiri dan membersihkan bajuku, diapun juga. “Maafkan aku telah menabrakmu” Ujarnya sambil memberikan file yang tadi dipungutnya. Aku mengangkat wajahku hendak menerima file itu namun tiba – tiba, nafasku tercekat dan semua serasa berhenti. Wajah itu… Mata itu… Dia,

“Kim… Kai?” Seruku dengan suara bergetar. “Neo… Kim Kai?” Tanyaku kembali. Alisnya berkerut. Dia bingung.

“Kamu… kenal aku?” Tanyanya heran.

“Maldo Andwae!” ucapku. Entah dapat kekuatan dari mana, tanganku terulur untuk menyentuh wajahnya. Tanganku menyentuh wajahnya. Ini nyata, dia nyata. Dia Kai.

“Neo gwenchana?” Tanyanya lalu memegang tanganku yang berada diwajahnya. “Kai adalah nama julukanku. Nama asliku Kim Jong In” ucapnya sambil menaruh fileku ditanganku.

“Eoh?” Suaraku mulai menciut. Ternyata dia bukan Kai. “Luhan, teman ku yang berasal dari China memberikanku julukan itu. Entah artinya apa” jelasnya. Jika aku dilahirkan kembali menjadi orang lain, aku akan belajar untuk mencintaimu. Seketika tulisan Kai di surat itu muncul dalam benaknya.

“Jadi… kau mengenalku dari mana? Geurigo… siapa namamu? Sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya. Entah mengapa wajahmu tidak asing bagiku” Ucapnya membuyarkan lamunanku. Entah mengapa aku menarik bibirku untuk tersenyum. “Mari kita berkenalan dari awal. Kim Jongin imnida” serunya mengulurkan tangan

“Cwesongheyo, aku salah mengenali orang” Ucapku sedikit membungkukan badanku. “Nan, Kim Taeyeon Imnida. Aku adalah sekertaris”

“Gwenchana, maaf sudah menabrakmu. Aku buru – buru tadi. Maafkan aku” Ucapnya.

“Ah Matta, aku harus keruang rapat. Aku ada rapat jam 8. Mian. Annyeong Kai, eh… Jongin. Senang berkenalan denganmu” Ucapku membungkukkan badan lalu pergi meninggalkannya dengan seketika.

“Eoh, Chamkaman” Dia berlari mengejarku. Aku memperlambat langkahku. “Aku juga mau keruang rapat. Aku dari perusahaan yang akan bernegoisasi dengan perusahaan ini” Ucapnya sambil mensejajari langkahku.

“Eoh Jinjayo?”

“Kita pergi bersama, okey?” Tanyanya

“Okey, Kajja” jawabku.

김태연Taeyeon 김태연

Teng…teng… teng… teng…

Sebuah lonceng membangunkanku. Sayup – sayup aku membuka mataku dan melihat lonceng pemberian Kai berbunyi. Dan aku tidak tahu mengapa tapi aku tersenyum. Kai rindu aku?, Pikirku.

Aku segera beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menduduki kursi yang aku taruh didekat jendela. “Annyeeoong Kaaii? Kau rindu aku?” Tanyaku pada lonceng itu. Semenjak kepergian Kai, aku selalu berbicara pada lonceng yang Kai berikan. Sesuai katanya, Kai akan mendengarkan curhatanku. Atau saat lonceng itu berbunyi, aku akan segera datang dan kembali curhat padanya.

“Kai, kau tahu?” Tanyaku seolah membuat teka – teki. “Hari ini dikantor, aku bertemu dengan seorang yang mirip denganmu. Namanya JongIn. Dia benar – benar mirip denganmu Kai” Curhatku “Dia teramat sangat mirip denganmu. Hanya saja, suaranya lebih berat dari suaramu. Nama julukannya juga Kai” sambungku

“Apa ini jawaban dari ucapanmu waktu itu, saat kau terlahir kembali? Sepulang kerja, dia menawari tumpangan padaku. ‘sebagai permintaan maaf‘ katanya. Kita juga sempat bertukar nomor telpon tadi. Akhirnya aku terima” Ceritaku sambil memeluk diriku sendiri “Entah mengapa, aku merasakan bahwa dia adalah pengganti yang kau ceritakan saat itu. Mungkin kau benar? Ini adalah saatnya aku mencari penggantimu. Tak apa bukan? Kau tak marah kan?” Tanyaku sambil mengelus lonceng itu.

“Hoaaaam~” Aku menguap. Yaaa, Kai datang tidak tepat. Jam 2.00 pagi. “Kai, aku tidur dulu ya? Aku ada rapat besok pagi. Kau tahu kan bosku cerewet” Aku beranjak dari tempat dudukku. “Annyeong Kai, chalja~” Ucapku lalu mulai menutup mataku. Sebuah mimpi menghiasi malam indahku. Mimpi indah yang terlalu indah untuk dilukiskan dengan rentetan kata.

Terimakasih Kai, telah bersamaku. Membuat hidupku lengkap. Walau kita berbeda alam kini, tapi aku percaya kau akan terus mencintaiku. Dan aku akan terus menyayangimu. Terimakasih. Sesuatu yang harus kau ketahui adalah, Aku mencintaimu.

Advertisements

27 comments on “[FREELANCE] Miracle In December (Oneshot)

  1. woahhh ~bagus banget thor ff’a

    yahh wlaupun ff’a sad tapi bgus bangett

    di tnggu next ff’a yh thor 😉

  2. Critanya sedih, endingnya bgus tp bkin pnsaran. Taeng yg smangat ya, tuh ada Kai yg udah reinkarnasi.
    Ini prtama kalinya aku bca ff KaiYeon (klaupun itu mmang ada tp jujur aku bru ortana kali bca ff Kaiyeon. Kesan pertama pas smpe di ending tuh, KEREN!! Gk nyangka Taeyeon bisa klop klo dicouplein sma Kai.
    Hhe, btw.. ni ff bgus bget!!!!^^ Kata2nya puitis, sedih, tp ada snangnua juga ^^. Pokoknya ff MIC ini top deh. Ditunggu ff2 brikutnya ya thor, FIGHTING!!

  3. Ceritanya sedih 😥
    Tapi bagus dan feel nya dapat ^^
    Next ff ditunggu 😉
    Keep writing and fighting!

  4. Huaaa sedih sih sii kai meninggal entah itu bener renkarnasi’y ato bukan setidaknya bsa gantiin hati taeng yg luka kekekke daebbak
    dtunggu karya lainnya

  5. KaiYeon, aduh jarang banget di sini terpampang couple itu, dan ini keren!!! Bwhasanya bagus thor, tapi penulisannya kurang srrekk menurut ku thor, tpi gk papa deh aku tetep suka sama ff ini, KaiYeon klop banget di jadiin couple ff 😍😍😍😍😄😄😄😄😄

  6. 😭😭😭
    Kisahnya sedih banget,
    Bikin mataku panas & menangis
    Kisahnya menyentuh hati,
    & saya bisa merasakan isi ff ini,
    Feel nya dapat banget
    100 buat saeng ,
    Keep writing & fighting 😘💜

  7. WUAH,,,
    endingnya kai terlahir kembali,,,
    sedih tp happy ending,,,
    kerennnnnnn,,,
    next project dtggu,, fightaeng!!

  8. Kai rada aneh klo dibayangin nge gombal =D kalimatnyaa beehhh bahasa tingkat tinggi kkk~ tpi critanya bagus kok sayyy.. Komen” lainnya udh aku kirim lewat sms :* whaiting!! Saranghae ajhuma~

  9. Huweee 😭😭😭thor,, sumvah thor..ini bagus bgt 😭aku sampe nangis bacanya 😭😭beneran!!!ini maknanya dalem bgt.aku suka ff nya thor,,,ku tunggu ff selanjutnya 😭👍👍

  10. Daebak, ff ini memang daebak, bagus sekali thor, aku bacanya sampai nangis, meskipun sad dan endingnya happy, tapi ini ff daebak thor, feelnya dapat thor… 😀
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  11. dan ff ini qwrennnn bangettt….
    feelnya dapet bangettt…
    qeren qeren….
    ditunggu ff lainnya…
    fighting

  12. sedih bacanyaa… tapi di last scene ad Jongin? Jai Kim Kai sama Jongin beda? next project ditunggu 🙂 Fighting

  13. Wah daebak thor
    Dpet feel pas baca ni ff
    Nyentuh bgt kisahnya 😥
    Ditunggu ff yg lain thor 😀
    hwaiting

  14. Daebak bnget thor!! ^^
    Fellnya dpet bnget… Ternyata Kai sma Jongin beda ne!? :’3
    Dtnggu karya ff slanjutnya… fighting!! ^^

  15. unnie…
    kau harus tanggung jawab, aku jadi menangis sendiri disini karena baca FF mu.
    kenapa FFmu bagus banget? fell sadnya dapet, alurnya jelas, kata – katanya baggus
    ah pokoknya daebak…

  16. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s