[FREELANCE] Sin Ransom (Oneshot)


Tittle                 : Sin Ransom

Author              : Anke Putri

Rating               : General

Length              : Oneshoot

Genre               : Horror,Romance,

Cast                 : -Kim Taeyeon

                          -Xi Luhan

Other Cast       : You can find alone

Author Note     : Ini adalah ff ku yang kesekian kali..kuharap kalian menyukainya…dont be silent reader okay !

 

            Luhan tak berhenti menatap layar televisi yang ada di hadapannya hingga ia menemukkan sebuah acara berita yang menarik perhatiannya. Berita yang kini dilihat Luhan adalah berita mengenai pembunuhan misteri yang sudah sering terjadi di sebuah pedesaan yang berada di pinggir kota Seoul. Desa itu sangat terpencil,namun begitu melihat pemandangan di desa itu membuat perasaan Luhan yang mulanya takut menjadi penasaran terhadap desa itu. Luhan terus mendengar ucapan penyiar berita itu dengan seksama, “Korban kali ini adalah seorang mahasiswa yang kebetulan tengah mengadakkan penelitian di desa itu. Mahasiswa itu meninggal secara mengenaskan. Mahasiswa itu ditemukkan secara mengenaskan oleh penduduk di sekitar desa itu dengan tubuh yang terpotong-potong.”Luhan mendengarkan berita itu hingga selesai.

            Setelah berita itu selesai,tanpa takut Luhan meraih ponselnya untuk mencari informasi tentang desa itu. Luhan mengetik nama Desa Anggyo di mesin pecariannya. Tidak butuh waktu yang lama untuk menunggu,akhirnya Luhan menemukkan informasi mengenai desa itu. Di informasi desa itu terdapat beberapa informasi penting,antara lain desa itu hanya memiliki penduduk sekitar 100 kepala keluarga saja. Sebenarnya desa itu sangat indah dengan pepohonan yang masih rindang serta kebun bunga yang masih terawat dengan baik. Namun entah mengapa banyak sekali orang yang mengunjungi desa itu pulang dengan keadaan tidak selamat,hampir tidak ada yang selamat kecuali keturunan asli dari desa itu. Yang lebih mengejutkan lagi,orang yang membunuh beberapa pengunjung itu masih sanat misteri. Banyak juga yang mengakui jika pembunuh para pengunjung desa adalah seorang gadis cantik. Tidak ada satu pun orang yang tahu apa alasan gadis itu membunuh para pengunjung desa,namun yang pasti tak ada yang bisa menemui gadis itu kecuali orang-orang yang ia kehendaki untuk dibunuh. Menurut pengakuan orang yang selamat dari pembunuhan gadis itu,gadis itu sengaja mendekatinya agar ia terbuai dengan pesona gadis itu, “Ini hanya mitos..aku yakin itu.”tegas Luhan.

            “Luhan..kau tidak makan ?”tanya Nyonya Xi.

            Luhan mengangguk, “Ne Eomma. Aku akan makan sekarang.”Luhan pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke ruang makan.

            Setelah makan,Luhan berpikir untuk pergi ke Desa Anggyo. Luhan bertekad besok pag-pagi sekali akan berangkat ke Desa Anggyo dengan menggunakan sepeda motornya. Malam ini,Luhan mempersiapkan semua perlengkapan yang akan ia bawa,semuanya ia masukkan ke tas besarnya, “Aku akan memecahkan mitos itu..aku yakin aku bisa kembali dengan membawa berita tentang desa itu.”tekad Luhan sambil kembali memasukkan baju-bajunya ke dalam tas.

            Esoknya,Luhan yang sudah bersiap-siap pergi ke Desa Anggyo berpikir untuk berpamitan kepada orang tuanya. Namun ia cemas jika ia mengatakan akan pergi ke Desa Anggyo kedua orang tuanya tidak akan setuju dan melarangnya untuk pergi,padahal ia ingin sekali pergi ke desa itu. Luhan berpikir cukup lama sebelum ia menemukkan ide yang sesuai,agar ia bisa mengelabui kedua orang tuanya. Luhan meraih kertas serta bolpoin yang ada di meja belajarnya.

            Eomma…Appa. Liburan kali ini aku akan pergi ke suatu tempat yang jarang aku kunjungi. Maaf ini terlalu mendadak..namun kalian bisa percaya kepadaku bukan ? Aku akan baik-baik saja. Kalian hanya perlu percaya padaku dan selalu berdoa untukku. Mungkin aku tak akan lama berada di tempat liburanku nanti..aku akan segera kembali..percaya padaku… aku anak laki-laki kalian yang tangguh,jadi percayalah jika aku akan baik-baik saja. Saranghae !

Putra kalian……Xi Luhan

 

            Setelah menulis surat untuk kedua orang tuanya,Luhan langsung meletakkan surat itu di meja belajarnya,berharap kedua orang tuanya akan membaca surat darinya, “Sampai jumpa Eomma..Appa.”

            Luhan memacu sepedanya dengan kecepatan tinggi. Dengan menggunakan jaket yang cukup tebal,Luhan menembus udara pagi hari yang sangat dingin itu dengan penuh semangat. Desa Anggyo lah yang membuat Luhan sangat bersemangat. Entah sihir magis apa yag diberikkan oleh desa itu hingga membuat Luhan melupakan segala rumor buruk mengenai desa itu,atau juga Luhan ingin datang ke desa itu karena keinginannya untuk membuktikkan jika ia dapat menjadi laki-laki yang hebat,entahlah hanya Xi Luhan yang tahu.

            Motor besar Luhan terus melaju hingga sampailah ia ke jalanan yang sangat sulit di lalui,namun bukan Xi Luhan namanya jika ia menyerah begitu saja. Dengan segenap kekuatannya ia menerjang seluruh jalanan terjal yang ia hadapi,bahkan ia melewati sungai kecil tanpa jembatan hingga hutan yang sangat gelap.

            Tak terasa setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,akhirnya Luhan berhasil sampai di Desa Anggyo. Saat akan melewati tugu Desa Anggyo,Luhan menyempatkan diri untuk berfoto di depan tugu itu. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Luhan terus menelisik setiap perumahan sederhana yang ia lewati hingga ia menemukkan sebuah rumah kecil yang berada cukup jauh dari rumah penduduk sekitar. Rumah itu nampak sangat kecil,namun sangat asri.Luhan pun membaca tulisan penginapan di depan rumah itu,dengan senang Luhan berbelok ke arah rumah itu,ia berharap pemilik rumah itu mengizinkannya untuk menginap selama beberapa hari di rumah itu.

            Sampai di penginapan itu,Luhan langsung mengetuk pintunya,namun tak ada jawaban,ia terus mengetuk hingga ada seseorang menepuk pundak Luhan dari belakang, “Ya..yaya !”Luhan pun terkaget-kaget. Namun rasa kaget Luhan berganti menjadi rasa kagum begitu melihat ada seorang gadis yang sangat cantik seperti seorang malaikat tengah tersenyum manis kepadanya, “Nuguseyo ?”tanya Luhan.

            “Kau sendiri siapa ? Kenapa berada di rumahku ?”tanya gadis itu.

            “Jadi ini rumahmu ?”gadis itu mengangguk lemah. Luhan terus mengagumi wajah gadis itu hingga dikagetkan dengan suara lembut gadis itu.

            “Untuk apa kau ke rumahku ?”tanya gadis itu lagi.

            “Err..untuk menginap.”jawab Luhan dengan salah tingkah.

            Gadis itu nampak berpikir sebentar,ia terus menatap keranjang kosong yang sejak tadi ia bawa dengan kebingungan. Namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya, “Tentu saja..kau bisa menginap disini.”

            “Ah..gomawo ! Aku akan membayarnya berapapun yang kau mau !”senang Luhan.

            Gadis itu menggeleng, “Baiklah..kajja masuk !”gadis itu membuka pintu rumahnya,lalu masuk diikuti Luhan yang berada di belakanganya.

            Saat memasuki rumah gadis itu,Luhan nampak sangat takjub karena bagian dalam rumah itu sangat berbeda dengan bagian luarnya. Di dalam rumah itu nampak sangat rapi dan bersih,segala perabotannya pun tertata dengan apik,segala perabotan yang ada pun terbuat dari kayu dengan kualitas yang paling tinggi seperti kayu jati dan mahoni. Luhan terus memandangi rumah itu hingga matanya bertumpu pada bingkai foto yang terpasang di dinding rumah itu,foto itu nampak sangat kusam dan hampir rusak,namun Luhan masih bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di dalam foto itu, “Itu foto siapa ?”tanya Luhan sambil menunjuk foto itu.

            Gadis itu tersenyum, “Itu foto keluargaku.”jawab gadis itu.

            “Ah..dimana mereka sekarang ?”tanya Luhan penasaran.

            Wajah gadis itu pun berubah menjadi muram begitu Luhan menanyakkan keberadaan keluarganya, “Mereka semua sudah meninggal karena musibah yang dulu sempat menimpa keluarga kami.”jawab gadis itu.

            “Mianhae..karena membuatmu sedih. Oh iya,sejak tadi kita berbicara namun belum saling mengenal. Perkenalkan,namaku Xi  Luhan.”Luhan mengulurkan tangannya ke gadis itu.

            Dengan ragu gadis itu membalas uluran tangan Luhan, “Aku Kim Taeyeon.”

            “Senang berjumpa dengan gadis sebaik dirimu.”Luhan terus menatap mata Taeyeon hingga ia merasa terpesona dengan tatapan lembut gadis itu.

            “Aku akan menunjukkan kamarmu..kajja ikut aku.”Taeyeon pun berjalan mendahului Luhan,Luhan mengikutinya dari belakang sambil terus mengagumi seluruh perabotan rumah milik Taeyeon, “Ini kamarmu..kau bisa beristirahat. Aku pergi ke kebun sebentar untuk memanen sayuran.”Taeyeon membuka pintu kamar untuk Luhan.

            Luhan mengangguk, “Mau kubantu ?”tawar Luhan.

            Taeyeon menggeleng, “Tidak perlu..kau harus istirahat.”tolak Taeyeon.

            “Aku tidak lelah..aku….”

            Taeyeon langsung menyahut, “Bukannya aku melarangmu..namun ini demi keselamatanmu..kau tidak mau seperti mereka bukan ?”tanya Taeyeon.

            Luhan yang mengerti maksud dari ucapan Taeyeon langsung mengangguk, “Aku mengerti tapi bisakah kau ceritakan fakta mengenai misteri ini ?”

            Taeyeon mulanya ragu untuk menjawab,namun akhirnya ia menyetujuinya, “Baiklah..tunggu aku pulang dari kebun. Kau bisa mandi di kamar mandi yang berada di sana !”Taeyeon menunjuk ke sebuah pintu kecil yang berada tak jauh dari kamar Luhan.

            “Baik..kau harus berhati-hati.”pesan Luhan.

            Taeyeon tersenyum, “Aku akan berhati-hati. Dan ingat..kau jangan keluar karena mungkin saja pembunuh itu sedang berkeliaran di luar sana.”Luhan hanya bisa mengangguk. Lalu setelah itu Taeyeon pergi ke kebun meninggalkan Luhan yang masih penasaran dengan misteri pembunuhan yang ada di Desa Anggyo itu.

            Malam pun tiba,Taeyeon telah menyiapkan makanan untuk dirinya dan Luhan. Luhan yang baru keluar dari kamarnya pun langsung menghampiri Taeyeon yang berada di dapur, “Hmm..baunya sangat lezat.”puji Luhan sambil mendekati Taeyeon yang tengah menata piring dan gelas.

            “Ah..kau sudah bangun ?”Taeyeon pun melepas apron yang masih melekat di tubuhnya.

            Luhan pun kikuk, “Ah..maafkan aku. Aku terlalu lelah dan aku tertidur setelah mandi tadi.”Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

            Taeyeon pun tertawa, “Tidak apa-apa,aku memakluminya. Perjalanan dari Seoul ke sini sangatlah jauh. Duduklah !”Luhan pun duduk berhadapan dengan Taeyeon.

            Luhan menatap makanan yang tersaji di hadapannya dengan kagum. Makanan di hadapannya saat ini terbilang sangat banyak seperti Japchae,bulgogi,kimbab,kimchi dan pajeon. Bukannya Luhan meremehkan Taeyeon,namun bagaimana bisa gadis itu memasak makanan sebanyak ini sendirian. Luhan pun mengagumi sosok Taeyeon yang tidak patah menyerah meskipun kini ia tinggal sendiri tanpa keluarganya,ia melakukan segala pekerjaan yang seharusnya di lakukan oleh laki-laki sekalipun. Lamunan Luhan pun buyar begitu Taeyeon memanggilnya dengan lembut, “Kenapa hanya dipandangi saja ? Makanlah..mau kuambilkan nasi ?”tawar Taeyeon.

            Luhan menggeleng, “Tidak perlu..aku akan mengambilnya sendiri.”Luhan pun meraih piring yang ada di hadapannya,lalu mengambil nasi dan beberapa lauk yang ada di hadapannya. Taeyeon juga melakukan hal yang sama dengan Luhan,namun ia hanya memakannya sedikit.

            Saat tengah makan,Luhan pun berniat menagih Taeyeon untuk menceritakkan tentang misteri pembunuhan di Desa Anggyo, “Taeyeon..”panggil Luhan.

            Taeyeon yang tengah melahap kimchinya pun menatap Luhan dengan kebingungan, “Waeyo  Luhan ?”

            “Bukankah..kau berjanji untuk menceritakan perihal misteri itu kepadaku ?”

            Taeyeon yang teringat pun menepuk pelan keningnya, “Ah..aku lupa.”Taeyeon meletakkan sumpitnya,lalu menatap Luhan dengan intens, “Aku akan menceritakkannya. Aku hanya mengetahui tentang cerita itu dari orang –orang saja..aku tidak melihatnya secara langsung. orang-orang berpikiran itu semua bukan karena hal yang biasa..namun ini sebuah…kutukan.”

            Luhan pun terhenyak begitu mendengar kata kutukan dari mulut Taeyeon, “Kutukan ? Ke..kenapa bisa ? Bukankah kutukan adalah alasan kuno yang…”

            Taeyeon langsung menyahut, “Jangan remehkan sebuah kutukan. Kami masih sangat mempercayai kutukan..bahkan kami rela melakukan apapun hanya demi terhindar dari sebuah kutukan.”
“Lalu..bagaimana cara menghindari kutukan itu ?”tanya Luhan penasaran.

            Taeyeon menghela nafas sebentar, “Itu sangat sulit. Luhan..kenapa kau ingin datang ke desa yang bisa mengancam keselamatanmu ini ?”tanya Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.

            “Aku hanya penasaran saja dan aku ingin mematahkan mitos ini.”jawab Luhan.

            Taeyeon memejamkan matanya sebentar,lalu membukanya lagi, “Aku tahu..kau laki-laki yang pemberani. Namun apakah kau benar-benar ingin mengorbankan dirimu untuk datang kesini ? Kutukan itu tak akan pernah bisa dihilangkan..bahkan keturunan Desa Anggyo yang melakukannya.”

            Luhan menghela nafas sebentar,lalu ia menggenggam tangan Taeyeon erat, “Aku yakin hal itu tak akan terjadi kepadaku.”

            Taeyeon membalas genggaman tangan Luhan dengan tatapan yang teduh,hal itu semakin membuat Luhan semakin terpesona dengan Taeyeon. Entah hal magis apa yang membuat Luhan langsung menyukai gadis itu,padahal baru hari ini ia bertemu dengan gadis itu, “Aku akan mencoba untuk melindungimu. Kau harus berhati-hati dengan orang yang ada di sekitar sini..aku yakin salah satu di antara merekalah yang menyebabkan kutukan ini.”

            “Apakah ini alasanmu memiliki rumah yang jauh dari mereka ?”Taeyeon mengangguk lemah, “Waeyo ? Bukankah kau keturunan Anggyo juga ?”

            Taeyeon mengangguk, “Memang..namun aku tidak ingin di anggap kutukan oleh pra pengunjung,maka dari itu kau orang yang beruntung dapat menemukan pondok penginapanku ini. Karena aku akan senantiasa melindungi orang yang mau menginap di pondok kecilku ini.”

            “Tentunya aku juga bukan ?”

            “Tentu saja.”

            Esoknya,Luhan bangun pagi-pagi sekali. Luhan menatap sekelilingnya dengan bahagia karena hari ini ia masih dapat terhindar dari kutukan yang dapat membunuhnya itu. Lalu Luhan turun dari ranjangnya bermaksud untuk mengambil ponselnya,ia ingin menghubungi keluarganya,namun sayang tidak ada sinyal sama sekali, “Aish kenapa bisa seperti ini ?”keluh Luhan,lalu ia keluar dari kamarnya untuk menemui Taeyeon. Namun ia tidak bisa menemukkan gadis itu,yang bisa ia temukkan hanyalah sepotong roti gandum,segelas susu serta sepucuk surat yang tergeletak begitu saja di meja makan,Luhan yang penasaran dengan isi surat itu pun langsung membacanya.

            Luhan..aku pergi sebentar. Ada keperluan mendadak yang harus segera aku selesaikkan..kau bisa menunggu kan ? Aku hanya bisa menyiapkan roti gandum dan susu saja untukmu.. aku tak akan lama.. –Taeyeon-

            Luhan pun kagum dengan tulisan Taeyeon yang rapi,lalu ia meraih roti gandum yang ada dihadapannya kemudian memakannya sedikit demi sedikit,setelah itu ia meminum susu yang juga sudah dipersiapkan oleh Taeyeon.

            Saat tengah menikmati susu,tiba-tiba saja Luhan mendengar suara teriakan penduduk yang begitu jelas. Karena penasaran,Luhan keluar dari pondok, “Apa yang terjadi ?”saat tengah kebingungan menatap orang-orang yang tengah berlari ke satu arah,entah kemana. Luhan terkejut melihat salah satu dari mereka membawa mayat yang sudah hampir membusuk. Tubuh mayat itu membiru dan banyak darah segar yang mengucur dari sekujur tubuhnya.

            Luhan berniat untuk mendekati salah satu warga yang tengah berhenti tepat di pondok Taeyeon,namun saat Luhan akan melangkah tiba-tiba saja ada yang menahan tangannya, “Taeyeon !”Luhan cukup terkejut karena gadis itu sudah berada di sampingnya entah sejak kapan. Saat ini ia membawa keranjang berisi buah-buahan segar,Taeyeon menatap Luhan dengan dingin tidak seperti biasanya.

            “Aku sudah mengatakkan padamu jangan pergi keluar jika ada hal seperti ini. Kenapa kau tidak mendengar perkataanku ?”Taeyeon terlihat hampir menangis.

            “Taeyeon-ah..mianhae.”Luhan mencoba menengangkan Taeyeon yang ternyata sedang marah kepadanya karena ia tidak menuruti ucapan Taeyeon.

            “Masuk.”ucap Taeyeon dingin sambil masuk ke dalam rumah dengan muram.

            Luhan yang merasa bersalah pun langsung mengikuti langkah Taeyeon masuk ke dalam rumah, “Kumohon jangan marah padaku..apa yang bisa kulakukan agar kau tidak marah lagi ?”tanya Luhan cemas.

            Taeyeon yang tengah menata buah nampak tidak mempedulikkan pertanyaan Luhan,ia terus melanjutkan aktivitasnya. Luhan yang gemas dengan sikap Taeyeon langsung memeluknya dari belakang hingga membuat Taeyeon menghentikkan aktivitasnya. Bukannya marah dengan apa yang Luhan lakukan,Taeyeon malah menggenggam erat tangan Luhan yang melingkar di pinggangnya, “Jangan marah..kumohon.”

            Taeyeon tersenyum mendengarnya, “Aku melakukan ini bukan karena apa-apa..aku hanya tidak ingin kau bernasib sama dengan orang tadi.”

            Mendengar Taeyeon mulai membahas mengenai orang yang tewas secara mengenaskan tadi membuat Luhan terhenyak,lalu melepas tangannya dari pinggang Taeyeon, “Apa yang terjadi tadi ?”tanya Luhan penasaran.

            “Aku mendengar dari orang-orang jika pria yang meninggal tadi adalah salah satu pengunjung yang mendapatkan kutukan itu.”

            “Jinjja ? Bagaimana bisa ?”

            Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Mollayo..hal itu sudah biasa terjadi di desa kami.”

            Luhan mengacak rambutnya frustasi, “Eotteokhae ? Kenapa hal ini bisa terjadi ?”

            Taeyeon menyentuh pundak Luhan, “Dulyeowohaji masibsio ! Ada aku disini. Maka dari itu aku akan melindungimu.”

            Luhan yang merasa tersentuh dengan ucapan Taeyeon langsung memeluknya dengan erat, “Gomawo Taeyeon-ah.”

            “Ne..kau mau makan buah ?”tawar Taeyeon.

            Luhan mengangguk cepat, “Tentu saja..kau bisa mengupasnya untukku ?”

            “Baik dengan senang hati.”

            Sorenya,Taeyeon tengah menjahit pakaiannya. Luhan menemaninya dengan memainkan game yang ada di ponselnya. Diam-diam Luhan terus mencuri pandang ke arah Taeyeon. Luhan masih merasa aneh,bagaimana bisa ada gadis secantik Taeyeon di desa terpencil seperti ini. Sangat disayangkan bila Taeyeon hanya tinggal di tempat terpencil sekaligus menyeramkan seperti saat ini. Saat Luhan tengah menatap Taeyeon,pada saat itu pula Taeyeon berhasil menangkapnya. Luhan menjadi salah tingkah,ia langsung memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Taeyeon, “Ada apa dengamu ?”tanya Taeyeon sambil meletakkan kain yang ia jahit.

            Luhan menggeleng, “Anieyo..aku hanya memainkan game ini saja.”

            Taeyeon tersenyum mendengarnya,ia yakin Luhan berbohong kepadanya, “Aku penasaran dengan benda yang kau pegang itu. Kau tahu ? Aku sama sekali belum pernah menyentuhnya.”

            “Kau mau mencobanya ?”tawar Luhan,Taeyeon pun langsung mengangguk. Kemudian Luhan duduk di samping Taeyeon dan menunjukkan cara pengoperasian ponsel dengan benar.

            “Bagaimana kehidupan di kota ?”tanya Taeyeon secara tiba-tiba.

            Luhan tersenyum, “Sangat menyenangkan..bahkan kau bisa melakukan apa yang tidak bisa kau lakukan disini.”

            “Seperti ?”Taeyeon semakin penasaran.

            “Pergi ke klub.”jawab Luhan tanpa ragu karena memang luhan snagat suka pergi ke klub bersama temannya dan menikmati wine yang ada di klub itu.

            “Apa itu klub ? Apakah seperti taman bermain ?”tanya Taeyeon polos.

            Luhan tertawa mendengarnya, “Anieya..memang itu tempat hiburan tapi khusus dewasa seperti kita.”

            “Apakah sangat menyenangkan ?”

            “Tentu saja..jika kau mau ikut denganku ke kota. Aku akan mengajakmu ke klub.”

            Taeyeon menggeleng, “Aku tidak mau…semua orang kota jahat.”

            “Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Apa aku terlihat jahat ?”tanya Luhan sambil mendekatkan wajahnya ke Taeyeon.

            Taeyeon pun terlihat gugup dapat melihat wajah Luhan sedekat ini,ia terdiam dan menahan nafasnya, “Anieya..kau tidak terlihat jahat.”ucap Taeyeon sambil mendorong wajah Luhan agar menjauh darinya.

            “Taeyeon..apa kau tidak berpikir untuk tinggal di kota ?”

            “Tidak..aku sudah nyaman tinggal disini.”

            “Benarkah..aku pikir tinggal disini begitu membosankan. Tidak ada sinyal..tidak ada klub..tidak ada televisi..tidak ada listrik. Sangat membosankan.”keluh Luhan.

            “Namun jauh dari orang-orang kota yang naif.”ucapan Taeyeon kali ini berhasil membuat Luhan terkejut.

            “Kenapa kau berpikiran seperti itu ?”

            “Appaku yang mengatakkannya…dulu ayahku sempat bekerja di Seoul,namun ia kembali karena orang yang menjanjikkan appaku pekerjaan yang lebih baik malah menipunya hingga kami mengalami kebangkrutan. Dulu kami hidup sangat berkecukupan hingga orang kota itu mengacaukkan segalanya.”ucap Taeyeon dengan rahang terkatup keras.

            “Taeyeon…”

            “Aku ingin tidur sebentar..kepalaku pusing.”

            Malamnya,Luhan tidak bisa tidur karena suasana di desa terlihat sangat gelap. Kamar Luhan saja hanya diterangi dengan lilin kecil,itu pun tidak membantunya sama sekali. Namun lama-kelamaan Luhan dapat memejamkan matanya.

            Saat Luhan membuka matanya kembali,ia mendengar suara ribut dari luar. Karena penasaran,Luhan pun turun ke luar. Suasana di luar begitu gelap hingga ia tidak bisa melihat apa yang terjadi,namun ia bisa mendengar dengan jelas pertengkaran yang terjadi di antara orang-orang itu,karena penasaran Luhan mendengarkannya secara diam-diam.

            “Apa yang kau lakukan sekarang ?!”tanya seorang namja dengan suara berat.

            “Aku ingin kau memberikkan putrimu kepadaku !”seru namja lain dengan suara yang tinggi.

            “Tidak..tidak akan kuberikkan. Kau sudah menghancurkan hidupku..kau sudah…menghancurkan segalanya.”

            “Apakah kau benar-benar tidak ingin memberikannya padaku ?”tanya namja itu. Luhan yang mendengarkannya terkejut melihat ada dua yeoja masuk ke dalam rumah Taeyeon tanpa izin,salah satu dari mereka memakai tudung. Sementara yang satunya terlihat sudah berumur 40 tahunan,ia terlihat sangat melindungi gadis yang memakai tudung itu, “Sayang..sebaiknya kau pergi dari sini !”ajak wanita yang berada di samping gadis bertudung itu dengan lembut.

            “Anieya eomma.”isak gadis itu,ternyata wanita berumur 40 tahunan tadi adalah ibu gadis bertudung itu.

            “Sayang..kau harus mengerti. Keadaan kali ini sangat buruk..kau bisa terluka.”

            Gadis itu kembali mengangguk, “Anieya eomma..aku tidak ingin Appa terluka.”

            “Kau akan semakin membuat dia terluka jika tidak mau menuruti ucapannya.”

            “Eomma..”

            “Arggh…!!”terdengar pekikan yang begitu keras dari luar.

            “Appa !!!”seru gadis bertudung itu dengan keras.

            “Sayang sebaiknya kau pergi…”

            “Appa..apa yang terjadi padanya ?”

            “Sebaiknya kau pergi !”dengan paksa wanita itu mendorong putrinya kebelakang dengan paksa, “Jaga dirimu sayang.”gadis tudung itu menggeleng.

            “Eomma..ikutlah denganku !”pinta gadis itu.

            “Aku tidak bisa ikut..aku harus menemani Appamu.”

            “Dimana kalian !!?”seru suara dari luar dengan keras.

            “Pergilah !”wanita itu terus mendorong gadis bertudung itu hingga akhirnya gadis itu menurut dan pergi dari rumah itu.

            Tak lama kemudian,beberapa orang masuk ke dalam rumah sambil membawa seorang namja setengah baya yang berlumuran dengan darah. Luhan yakin namja itu sudah meninggal karena pada saat ia diseret oleh orang-orang itu,ia sama sekali tak bereaksi dan tubuhnya terlihat kaku, “Apa yang kalian lakukan kepada suamiku ?!”bentak wanita itu dengan keras,lalu mendekati namja yang ternyata adalah suaminya.

            “Dimana putrimu ?”tanya salah seorang namja yang sudah sangat tua kepada wanita itu.

            “Kalaupun aku tahu..aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian !”bentak wanita itu.

            “Dimana ? Atau kau kan mengalami hal yang sama dengan suamimu.”ancam namja tua itu dengan keras.

            Wanita itu tetap kukuh pada pendiriannya, “Bunuh aku..asal jangan mengganggu putri kami.”

            Tiba-tiba saja salah satu namja keluar dari pintu belakang dengan panik, “Pintu belakang terbuka..ia sudah pergi lewat pintu belakang !”

            “Cepat kejar dia !!”beberapa orang yang diyakini sebagai anak buah namja tua itu pun berlari ke pintu belakang untuk mengejar gadis bertudung tadi.

            Luhan mencoba untuk mendekati mereka. Namun kaki Luhan terasa lumpuh tidak bisa digerakkan sama sekali,seperti ada batas antara dirinya dan orang-orang yang ia lihat tadi. Luhan yang merasa frustasi dengan apa yang ia lihat mencoba untuk menggerakkan kakinya,namun tetap tidak bisa. Mata Luhan memanas begitu melihat namja tua itu memukul wanita itu dengan tongkat yang sejak tadi ia bawa hingga pingsan. Setelah itu,ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa sesuatu.

            Tak lama kemudian anak buahnya membawa wadah berisi minyak tanah,tanpa rasa perikemanusiaan,namja itu menumpahkan minyak tanah itu disekitar pasangan suami istri itu,lalu sisanya ia tumpahkan di sekitar ruangan itu, “Sampai jumpa di neraka hahahahaha !!”tawanya sambil menyalakkan korek api.

            Sebelum pergi,namja itu membuang korek api yang masih menyala tepat di tumpahan minyak tadi,seketika api yang berasal dari korek api itu menjalar di seluruh rumah, “Andwae ! Andwae !!!!”pekik Luhan begitu api itu semakin mendekatinya.

            “Andwae !!”Luhan terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal dan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Luhan menatap sekelilingnya dengan seksama,ia  masoh bersyukur ternyata semua yang ia alami tadi hanyalah sebuah mimpi.

            Luhan langsung turun dari ranjang begitu menyadari pagi telah menjelang,lalu ia pergi untuk menemui Taeyeon. Sampai di ruang tamu,ia melihat gadis itu tengah menyapu lantai, “Kau sudah bangun ? Aku sudah membuatkan sarapan untukmu.”

            “Ah…ne. Taeyeon-ah ?”panggil Luhan.

            Taeyeon pun menghentikkan aktivitasnya, “Waeyo ?”

            “Tadi malam aku bermimpi buruk. Aku bermimpi tentang sebuah keluarga yang dibunuh secara brutal,namun putri mereka..entah bagaimana nasibnya.”cerita Luhan. Ekspresi Taeyeon pun berubah begitu Luhan menceritakkan hal itu, “Apa arti mimpi itu ?”tanya Luhan.

            Taeyeon kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menjawab pertanyaan Luhan, “Mimpi hanyalah bunga tidur. Jangan terlalu memikirkannya.”

            “Baiklah..aku ke dapur sebentar,ne ? Kau sudah makan ?”tanya Luhan cemas.

            Taeyeon tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “Sudah..Luhan ?”

            “Ne…waeyo ?”

            “Hari ini aku akan pergi ke perbatasan desa untuk membeli perlengkapan rumah tangga yang sudah habis. Kau bisa menjaga pondok ini kan ? Aku akan pulang petang.”

            Luhan mengangguk cepat, “Tentu saja..aku akan menjaga pondok ini dengan baik.”

            Setelah Luhan sarapan,Taeyeon sudah pergi ke perbatasan desa karena gadis itu sudah tidak berada di rumah lagi. Luhan yang merasa bosan berada di rumah menatap luar dari jendela pondok,ia sangat ingin berjalan-jalan keluar pondok. Namun entah mengapa Taeyeon melarangnya meskipun tujuan utama Luhan yang sebenarnya adalah mengelilingi Desa Anggyo. Saat Luhan tengah menatap ke luar,tiba-tiba saja matanya menangkap beberapa anak kecil berlarian di sekitar pondok dengan riang. Mereka terlihat bermain kejar-kejaran,ketika salah satu dari mereka terjatuh,teman-temannya yang lain tidak memperhatikkannya dan meninggalkannya pergi begitu saja. Anak itu menangis dengan sangat kencang,Luhan yang melihatnya langsung keluar pondok dan membantunya berdiri, “Kau tidak apa-apa ?”tanya Luhan.

            Anak itu menatap Luhan dengan tatapan aneh,entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang, “Aku tidak apa-apa.”jawab anak itu sambil sedikit terisak.

            Luhan memperhatikkan lutut anak itu yang penuh dengan darah, “Kau terluka…kajja masuk ke dalam pondok.”

            Anak itu menggeleng cepat, “An..anieya..aku ingin disini saja. Antarkan aku pulang !!”rengek anak itu.

            Luhan yang mulanya ragu untuk mengantar anak itu pulang pun akhirnya menuruti ucapan anak itu dan mengantarnya pulang.

            Luhan menggendong anak itu di punggungnya,ia terus mengikuti arah yang ditunjukkan anak itu menuju ke rumahnya. Jalan dari pondok Taeyeon ke rumah padat penduduk di desa itu memang tidak cukup dekat hingga Luhan merasa kewalahan.

            Sampai di rumah anak itu,Luhan melihat beberapa anak yang bersama anak tadi menunduk ketakutan. Sepasang suami istri nampak memarahi mereka,Luhan yakin sepasang suami istri itu adalah orang tua anak yang sedang ia gendong saat ini, “Kenapa kalian meninggalkan Youngmin sendiri disana ? Kalian tahu bukan bahaya berada di sekitar pondok itu ?!!”seru mereka dengan penuh emosi.

            “Eomma..appa !!”panggil anak itu.

            Kedua orang tuanya pun menoleh,mereka nampak senang putra mereka sudah kembali, Luhan langsung menurunkan anak itu begitu orang tuanya berjalan menuju ke arahnya, “Anakku..kau baik-baik saja bukan ?”tanya ibu anak itu dengan cemas,ia memeluk putranya dengan sangat erat.

            “Ne eomma….Hyung ini yang telah membantuku.”anak bernama Youngmin itu menunjuk Luhan.

            Ayah anak itu terlihat sangat senang dengan kehadiran Luhan, “Ah..kau ? Namamu siapa ?”tanya ayah anak itu dengan ramah.

            “Aku Xi Luhan.”jawab Luhan sambil membungkukkan tubuhnya.

            “Panggil aku Tuan Hong saja..semua orang memanggilku dan istriku dengan sebutan Hong. Karena memang marga kami Hong,kami sangat berterima kasih padamu karena telah membawa anak kami kembali.”ucap Tuan Hong dengan senang.

            “Ne..sama-sama Tuan.”

            “Silahkan mampir ke rumah kami dulu ?”Tuan Hong menarik tangan Luhan masuk ke dalam rumahnya,namun Luhan menahanannya sehingga membuat Tuan Hong sedikit terheran-heran, “Ada apa ? Apakah kau tidak ingin mampir dulu ?”tanya Tuan Hong.

            Luhan menggeleng, “Tidak..sepertinya saya harus kembali ke pondok.”

            “Pondok ? Dimana pondok yang kau tempati itu ?”tanya Tuan Hong penasaran.

            “Pondok yang berada di pinggir desa.”ucapan Luhan membuat Tuan Hong menegang,wajahnya terlihat pucat begitu mendengar Luhan menempati pondok milik Taeyeon.

            “Sebaiknya kau masuk ke rumah kami sekarang..saaya ingin memberitahu suatu hal yang penting padamu.”karena paksaan dari Tuan Hong,akhirnya Luhan menurut dan masuk ke dalam rumah Tuan Hong.

            Begitu sampai di dalam rumah Tuan Hong,Tuan Hong menyuruh istrinya untuk membuatkan minuman untuk Luhan, “Apa benar kau tinggal di pondok itu dan kau bukan berasal dari sini,bukan ?”tanya Tuan Hong sedikit khawatir.

            Luhan mengangguk mantap, “Ne benar..dua hari yang lalu saya datang kesini karena penasaran dengan suasana desa ini.”jawab Luhan.

            Tuan Hong terlihat gelisah,matanya tertutup tajam dan menghela nafas pelan,lalu ia menatap Luhan dengan seksama, “Kuharap kau tidak menjadi korban berikutnya..”

            “Mwo ?”tanya Luhan tidak mengerti.

            Setelah Luhan pulang dari rumah Tuan Hong,perasaannya menjadi campur aduk antara ketakutan dan gelisah. Saat pulang ke pondok,ia sudah melihat Taeyeon berdiri di depan pondok dengan tatapan mata yang tajam. Wajar saja Taeyeon sudah berada di rumah,karena Luhan berada di rumah Tuan Hong hingga larut malam seperti ini, “Kau telah mengingkari janjimu Xi Luhan.”desis Taeyeon,tatapan matanya begitu menakutkan dan rahangnya terkatup dengan keras. Luhan tersentak karena baru kali ini ia melihat sisi lain dari seorang Kim Taeyeon yang ia kenal sangat lembut.

            “Mianhae..tadi aku…”

            “Kau benar-benar telah membuatku kecewa.”ucap Taeyeon sambil masuk ke dalam rumah dengan hentakkan kaki yang cukup keras.

            Luhan yang merasa bersalah dengan Taeyeon mencoba untuk mendatangi kamar Taeyeon dan menjelaskan semuanya,namun Taeyeon mengunci pintunya dari dalam,entah apa yang ia lakukan di dalam, “Taeyeon aku benar-benar minta maaf aku merasa bosan berada di rumah. Tolong mengertilah !”pinta Luhan,namun tak ada sahutan sama sekal. Luhan merasa sangat menyesal karena telah membuat gadis itu kecewa padanya.

            Saat subuh sudah tiba,Luhan terbangun karena ia kembali terbayang dengan cerita Tuan Hong,ia benar-benar gelisah dan perasaannya kini diliputi dengan rasa takut, “Apakah semua itu benar ?”batin Luhan keras.

            Krek…

            Luhan mendengar bunyi pintu berderit dengan cukup keras,karena penasaran Luhan keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang terjadi. Suasana rumah begitu sepi,mungkin Taeyeon sudah tertidur lelap karena tidak ada bunyi apapun di dalam rumah kecuali bunyi suara jangkrik yang berada di luar rumah. Dengan langkah pelan,Luhan berjalan mengelilingi rumah dengan membawa sebuah lilin,dengan penyinaran seadanya seperti itu,Luhan terus memperhatikkan jalannya hingga ia menginjak sesuatu, “Mwoya ?”Luhan menyinari benada yang ia injak itu. Betapa terkejutnya ia melihat tikus yang mati dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya, “Bagaimana tikus ini bisa mati ?”batin Luhan keras.

            Kemudian ia terus berjalan hingga menabrak seseorang, “Taeyeon..itukah kau ?”tanya Luhan dengan suara pelan.

            Tidak ada sahutan dari orang yang ia tabrak,namun Luhan yakin yang ia tabrak saat ini adalah Taeyeon karena hanya dirinya dan Taeyeon-lah yang ada di rumah,kecuali jika ada keluarga Taeyeon yang datang ke rumah Taeyeon untuk berkunjung. Tak lama kemudian tersengar suara tawa kecil yang sangat menyeramkan, “Siapa kau ?!”tanya Luhan meninggikkan suaranya.

            Luhan yang penasaran dengan orang itu pun menyinari wajah orang yang ada di hadapannya itu dengan lilin, “Taeyeon !”pekik Luhan begitu melihat wajah Taeyeon yang ebgitu menyeramkan. Wajahnya penuh dengan luka goresan dan darah segar yang mengalir deras dari luka goresan itu. Luka lebam pun juga nampak di tubuhnya,bahkan pakaiannya yang ia kenakan saat ini terlihat sobek-sobek, “Taeyeon apa yang terjadi padamu ?”tanya Luhan khawatir, “Ayo ku obati  ?”tawar Luhan.

            “Xi Luhan hahaha..sebaiknya jangan khawatirkan diriku. Khawatirkan dirimu sendiri hahahaa…!”tawa Taeyeon dengan cukup keras yang berhasil membuat Luhan merinding.

            “Apa yang terjadi padamu Taeyeon ?”tanya Luhan dengan suara bergetar.

            “Kau pikir kau bisa menghindariku..pedulikkan dirimu sendiri. Dan kau tak akan pernah selamat hahahaa…meskipun kau mencoba kau tak akan pernah lolos dariku !”Taeyeon terlihat mengeluarkan sesuatu dari belakang punggungnya,Luhan tersentak begitu melihat pisau yang sudah penuh dengan darah berada di tangan Taeyeon. Tatapan Taeyeon semakin menajam ketika melihat wajah Luhan yang menegang, “Larilah..sebelum kau mati !!”ancam Taeyeon.

            “Apa kau…kau benar-benar sudah mati ?”tanya Luhan,ia mencoba memberanikkan diri untuk menanyakkannya kepada Taeyeon meskipun saat ini dirinya juga tengah dalam keadaan terancam.

            “Pertanyaan bodoh semacam itu membuatku semakin marah kepadamu Xi Luhan ! Pergi atau…”Taeyeon mulai mengibaskan pisaunya ke arah Luhan,beruntung Luhan berhasil menghindarinya.

            Dengan cepat Luhan berlari keluar rumah,namun saat sudah berada di halaman rumah. Tiba-tiba saja Taeyeon sudah berada di depannya, “Bagaimana bisa kau melakukan hal ini ?”tanya Luhan.

            Taeyeon mendekati Luhan,lalu menyentuh dagu Luhan dengan pisau yang ia pegang. Secara perlahan Taeyeon menggoreskan pisau itu hingga ke leher Luhan,menyebabkan sedikit goresan pada wajah tampannya, “Kau tahu ? Tak akan ada yang selamat lagi setelah namja yang datang beberapa bulan lalu…tak terkecuali kau Xi Luhan.”

            “Apa alasanmu melakukan hal ini ?”tanya Luhan.

            Taeyeon melepas pisau yang ia pegang dari leher Luhan,lalu mendesah pelan, “Aku membenci orang kota. Kau tahu alasannya ?”Luhan menggeleng ketakutan, “Mimpi yang pernah kau alami itulah alasannya.”

            Luhan berpikir sejenak,ia mengingat mimpi yang ia alami kemarin. Mata Luhan membulat begitu berhasil mengingatnya, “Kau..apakah sepasang suami istri yang ada di mimpiku adalah orang tuamu ?”

            Taeyeon tertawa dengan cukup keras, “Haha kau benar sekali.”namun setelah itu wajah Taeyeon berubah menjadi muram kembali, “Mereka..orang kota itu telah mengkhianati keluargaku. Mereka membuat Appaku bangkrut…padahal Appa sudah membantu namja tua itu saat ia mengalami kebangkrutan. Namun setelah ia berhasil..ia malah menguras harta Appaku. Setelah itu..ia selalu menyiksa keluargaku dan tak jarang pula mereka melakukan pelecehan seksual kepadaku..aku merasa tersiksa pada saat itu. Mulai saat itu aku membenci orang kota. Aku menganggap semua orang kota itu kejam. Kebencianku semakin bertambah ketika namja tua itu berniat untuk menikah denganku..jika tidak ! Keselamatan orang tuaku yang terancam dan terbukti bukan sekarang…mereka meninggal..ini semua gara-gara orang kota yang keji itu !!”pekik Taeyeon sambil memukul Luhan dengan keras hingga tubuh Luhan terpental jauh. Luhan pun terkejut dengan kekuatan Taeyeon yang begitu dahsyat hingga dapat membuatnya terpental cukup jauh.

            Srek…

            Saat Luhan akan bangun,Luhan menangkap sosok Taeyeon tengah berjalan pelan ke arahnya. Pikiran Luhan pun kembali melayang ke cerita Tuan Hong.

Flashback…

            “Sebaiknya kau segera pergi dari pondok itu. Keselamatanmu akan terancam..sebenarnya gadis itu..gadis yang berada di pondok itu adalah biang dari pembunuhan yang terjadi di desa ini. Sebenarnya ia bayang-bayang semu yang hanya bisa terlihat oleh orang yang akan ia bunuh saja..”ucap Tuan Hong.

            Luhan menggelengkan kepalanya,rasa tidak percaya langsung menyelinap di pikrannya, “Anieya..gadis itu benar-benar ada.”

            “Percayalah padaku..kedua orang tuanya sudah meninggal. Dan aku yakin..dia juga sudah meninggal saat orang-orang yang mengejarnya mendorongnya ke jurang. Hingga kini mayatnya tidak ditemukkan..maka dari itu…menjauhlah dari pondok itu sebelum keselamatanmu terancam. Bukannya aku ingin menakutimu tapi…gadis itu penyebab semuanya. Setelah bertemu dengan gadis itu..pengunjung yang datang ke desa ini tak akan bisa pulang dengan selamat.”cerita Tuan Hong panjang lebar.

            “Maaf..saya benar-benar tidak mengerti..”ucap Luhan.

            “Yang terpenting sekarang…jauhi pondok itu.”pesan Tuan Hong.

Flashback End..

          “Apa yang kau pikirkan sebelum kematianmu tiba ?”tanya Taeyeon menyadarkan lamunan Luhan.

            “Taeyeon..yang perlu kau tahu. Kebencianmu itu tak akan pernah hilang sampai kapanpun..sadarlah ! Tidak semua orang yang kau anggap jahat itu benar-benar jahat..kebencianmu sudah membuat mata hatimu tertutup.”ucap Luhan.

            “Kau tak pernah merasakkan betapa sakitnya diriku..menghadapi semua ini sunguh sulit.”keluh Taeyeon.

            “Sadarlah Kim Taeyeon..kau gadis yang lembut dan baik tapi kenapa seperti ini ?”

            “Kebencian dan rasa dendam lah yang membuatku seperti ini. Dan kau…jangan berharap aku melepasmu.”Taeyeon menancapkan pisau yang ia pegang tepat di kaki Luhan,ia menancapkannya sangat dalam hingga membuat Luhan berteriak dengan begitu keras.

            “Arrgghh…”darah segar pun mengucur dengan deras dari kaki Luhan. Darah itu mengucur hingga mengenai wajah Taeyeon,tanpa jijik Taeyeon menjilati darah itu, “Taeyeon..kkau…”

            Taeyeon mengeluarkan smirknya,sebelum mencabut pisaunya yang masih tertancap di kaki Luhan, “Luhan..mianhae..tapi kau telah membuatku sangat sangat kecewa…”

            “Taeyeon jebal ak..aku..arrggh !!”Luhan kembali berteriak begitu Taeyeon kembali menancapkan pisaunya tepat di kakinya pundaknya,tanpa rasa kasihan Taeyeon mencabutnya lalu menancapkannya kembali..kali ini ia menancapkannya ke perut Luhan berulang kali.

            “Tae..Taeyeon..ak..aku…”Luhan pun tak sadarkan diri.

            “Hahaha..rasakkan itu.”setelah mengatakkan itu,Taeyeon menghilang entah dimana.\

            Pagi pun menjelang,dengan segenap kekuatannya Luhan membuka matanya. Begitu terkejutnya ia ketika melihat pondok yang ada dihadapannya lenyap begitu saja,tergantikkan dengan puing-puing bangunan yang terbakar, “To..tolong ak..aku..”pinta Luhan dan beruntung ada seorang petani melewati pondok  itu,lalu ia melihat Luhan.

            Dengan cepat ia menghampiri Luhan, “Bagaimana kau ada disini ?”cemas petani itu.

            “Bantu ak..aku Tuan..”

            “Bertahanlah..”pinta petani itu. Namun Luhan yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit di dalam dirinya perlahan menutup matanya,tubuhnya pun melemas. Darah yang berada di sekujur tubuhnya pun sudah mengering, “Tuan..tuan..bangunlah Tuan !!”petani itu mencoba untuk membangunkan Luhan,namun Luhan tidak dapat tertolong lagi.

            Di sisi lain,di sebuah tempat yang berada tak jauh dari pondok. Terlihat seorang gadis bertudung berjalan melewati semak belukar tanpa rasa takut jika ada hewan yang akan menyerangnya..ia terus berjalan hingga sampai di sebuah jurang yang cukup terjal,jurang itu berada di ujung hutan. Gadis itu pun mengeluarkan sesuatu dari dalam jubahnya..yang tak lain adalah sebuah pisau tajam yang masih berlumuran darah,namun darah itu sudah mengering. Perlahan gadis itu membuka tudungnya,tidak butuh waktu lama untuk mengetahui gadis itu yang tak lain adalah……Kim Taeyeon.

Advertisements

42 comments on “[FREELANCE] Sin Ransom (Oneshot)

  1. Aaaaaaah thoooorrr gantungggg. padahal seru bangetttt
    Tadinya ngira taeng bakal luluh sm luhan, yah sayangnya ga gitu, padahal ngarepnya luhannya meluk taeng trs dia tobat/?
    Aaah kesian luhan;;
    Tapi seruuuu
    Great thooor
    Ff lain ditungguuuuu

  2. daebak … Ngeri bgt sama taeyeon psyco
    lutae momentnya kurang greget thor hehehe
    huaa kirain happy ending ternyata nyawa luhan malah melayang hembt kesian

    ditunggu loh thor ff lainnya … klo bisa yg romance aja … fighting seeyou

  3. Omo serem bgt tapi keren thor sayangnya ini gk happy ending , kirain Taeyeon masih hidup ahh Luhan kasian dia jadi korban jg T.T .Daebakk thor ditunggu ff LuTae yg lain keep writing and Fighting!!!

  4. ya ampun sedih membacanya…
    kirain bakal happy ending gitu..
    ternyata..?????
    qeren ceritanya, tp agak menggantung…
    ditunggu ff lainnya..
    fighting

  5. Asliii sadiss bangeeettt 😆😂😅 Terispirasi Creepypasta ya thor? Hihihu keren kok ceritanya walau td sempet ga ngerti… Mungkin next project bisa lebih sadis dan nyeremin/? Dr yg ini ya thorr.
    Semangat ajadeh pokoknya!👍👏👊

  6. itu taeyeonnya dah meninggal ya? yah…. dikirain bakalan happy ending…..
    next thor ditunggu ff lainnya…..

    Fighting

  7. Serem banget >.<
    Kirain happy ending tapi ternyata taeng tetap bunuh luhan 😦
    Tapi bagus ceritanya ^^
    Ditunggu ff lainnya 😉
    Keep writing! Fighting!

  8. sadis amat si Taeyeon.. ga kebayang deh dari Luhan yang berniat mematahkan tu mitos malah dia yg jadi korban..
    terus yang gak kebayang ternyata Taeyeon itu uda ninggal.. pantas aj anak kecil yg ngeliat Luhan keluar dari pondok Taeyeon mandang Lu aneh.. next project ditunggu.. Fighting thorr 🙂

  9. sadis bgd taeyon saeng….
    dan tenyata taeyeo ud meninggal…
    serem critanya,,,
    next project dtggu sang, fightaeng!!!

  10. Taeyeon sadis banget sih..
    awalnya ngira itu bukan Taeng, ternyata..
    untung ini ga malam2 bacanya.. serem abis..
    dtunggu ya next fanficnya, FIGHTING!!!

  11. akhhh keren thor ff’a

    taeng’a jahat +seremmm

    tapi bagus kok thor 🙂 ..

    di tnggu next ff’a yh thor

  12. Gila, ff nya serem amat. Taeyeonnya terlalu sadis, kirain sih Luhan bakal lolos taunya sih mati juga. Pokoknya keren dahh

  13. Cerita nya bagus, tp agak gantung. Apakah luhan oppa selamat ? Gmna keadaan tae eonni ?
    Next yaaaaa

  14. Itu taeng udah mati atau blm sih thor?
    Hehehehe.. masih kurang connect, tpi jalurnya keren thor. Itu thriller nya kurang nge-jleb(?)
    Ditunggu fic lainnya!
    FIGHTAENG!!

  15. AAahhhh sereeeeemmmmm taeyeon knpa jdi jahat eoh??? Aissshh bener bener sadis… kereenn thor ceritanya hehe

  16. Hyaaaa sad ending huaaaa, taeng jahat bener thorr, jadi pondok sama taeng itu hanya ilusi luhan? Huaaa kasian luhan 😦 , okedeh ditunggu buat ff yg lainnya thor, hwaitinggg

  17. ha ?
    serem bgt, dpet feel nich pas baca ni ff
    bgus thor^^
    gk nyangka taeng dalang dibalik pembunuhan ini
    ya, tp luhannya malah mati
    sedih binggo 😦
    ditunggu ff yg lain thor
    hwaiting 🙂

  18. aku pikir ending nya taeng bakal bahagia sm luge. ternyata malah ilang nyawanya secara mengenaskan. sadis gila taeng mah

    tp keren ceritanya. gampang di pahami alurnya. next project di tunggu 🙂

  19. Akhirnya update ff bru lagi. Maaf ya thor trlmbat bca hehehe… Ffnga serem, keren bget thor, cman kok Taeng Eonni jahat banget yeth, kan kasian Luhan oppa. Hadeuh, aku pikir bkal happy-end dg couple LuYeon. Eh, trnyata Taeng Eonni….. hwaaaa!!! gTp gk papa deh thor. Yg pnting ffnya the best deh!

  20. Ughhhh wae wae sad ending kasian bgt taeng ya amjongg,,, dibunuh dan dilecehkan ishh
    seru bgt ceritanya
    dtunggu karya lainnya,,,

  21. Serem banget. Sampai gak berani baca ini ff sendiri dikamar, tapi yang bikin kaget Taeyeon ternyata dalangnya.. Duh merinding sendiri bacanya. Daebak, sipp, nice ff

  22. Daebak bnget thor!! ^^
    Wlau smpat merinding!? Trnyata Taeyeon yg jdi hantunya?? :g
    Dtnggu karya ff slanjutnya thor!! Fighting!! ^^

  23. keren thor, genre nya beda dr biasanya.. seneng nih ada sesuatu yg baru.. hehe
    tp tae serem jg ya thor, kasian luhan huhu
    ditunggu ff lainnya ya authornim..
    fighting!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s