My Sweet Secretary (Chapter 2)

PicsArt_1435804891913

Title
My Sweet Secretary
Author
DeliaAnisa
Genre
Romance, and Drama
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Byun Baekhyun
Other Cast
Bambam and other
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesalahan dan kesamaan baik yang di sengaja maupun tidak. semua yang saya tulis semata-mata hanya untuk menghibur para pembaca.
HOPE YOU LIKE IT 😉

.

.

.

.
“Aku masih tidak percaya kau adalah pria yang sama seperti yang di pesawat.” Taeyeon melirik baekhyun yang sedang menyetir. Sementara ia terduduk di jok belakang. Lalu ia menambahkan. “do’aku tidak terkabul.” Ia mendesah halus dan memalingkan wajahnya ke jendela, menghirup udara segar yang masuk ke paru-parunya.
Baekhyun sendiri bingung, keningnya samar-samar mengerut. “do’a? do’a seperti apa maksud nona muda?” tanyanya ragu.
“ya tentu saja do’a agar kau dan aku tidak kembali bertemu, namun sepertinya.. takdir berkata lain,” taeyeon kembali memperhatikan sekretaris barunya. “siapa namamu?” tanya taeyeon dengan nada datarnya.
“baekhyun, byun baekhyun,” baekhyun menyunggingkan senyum lebarnya, ia menoleh kebelakang dengan kedua tangan yang masih memegang stir. “nona muda bisa memanggilku baekkie.”
Taeyeon melebarkan matanya marah. “hey, perhatikan jalanan, kau hampir saja menabrak bus di depan!”
Baekhyun kembali terfokus pada jalanan di depannya, sementara taeyeon menghela napas leganya dan memandang baekhyun penuh kekesalan, sekertaris barunya itu hampir saja membuat nyawanya melayang. Di benar-benar sangat ceroboh.
“Pria ingusan.” Kata taeyeon ringan, tanpa melirik ke arah objek yang di maksud. Sepasang matanya sedang sibuk melahap pemandangan suasana seoul dari balik jendela.
Mata kecil baekhyun tiba-tiba mengerjap. “apa maksud nona muda?”
“kau bilang kau memintaku untuk memanggilmu baekkie, tapi menurutku itu terdengar sangat aneh, jadi aku akan memanggilmu pria ingusan. Itu terdengar menarik di telingaku.” Diam-diam taeyeon tersenyum tipis.
Baekhyun mendengus tanpa sempat menjawab, dia terlalu sibuk mengumpat dalam hati. ‘pria ingusan? Ckk, itu lebih baik dari pada kau seperti beruang kutub.’
“Panggilan itu begitu sangat bagus, aku menyukainya, hehe terimakasih telah membuatkan panggilan manis itu untukku.” ucap baekhyun di sertai kekehan yang di buat-buat.
Merasa pembicaraannya tidak terlalu penting, taeyeon membuka topic pembicaraan baru yang lebih penting dan serius. “kau sudah tau apa tugas-tugasmu menjadi sekretarisku?” tanya taeyeon dengan raut muka yang serius.
“sedikit demi sedikit aku sudah mempelajari semuanya dari ayahku.” Jawab baekhyun dengan tenang.
Dalam beberapa detik kemudian, baekhyun menghentikan mobilnya di seberang jalan. Matanya sibuk mengamati seorang gadis bersama pria di dalam café, tepatnya di dekat jendela. Wanita itu.. bomi, mantan pacarnya dan pria itu.. entahlah ia juga baru melihatnya. Baekhyun merasakan tubuhnya menegang saat melihat senyum bahagia bomi di tujukan untuk pria itu, matanya yang lembut menatap pria itu, dan.. dan mereka terlihat begitu mesra. Baekhyun menafsirkan mereka memang tengah menjalin hubungan khusus.
“kenapa berhenti?! Hey bocah ingusan! Apa telingamu dalam masalah?!” taeyeon berseru marah.
Baekhyun mengabaikannya. “bomi-aa…” lirihnya pedih. Matanya sama sekali tidak di alihkan dari mantan pacarnya.
Taeyeon berkali-kali menahan napasnya, mencoba untuk meredakan amarahnya. Baru saja ia akan membuka suara, baekhyun memotongnya. “jadi rupanya begitu.. dia memutuskanku karena tertarik dengan pria lain. Hikss.. nappeun yeoja! Bisa-bisanya dia mengkhianatiku seperti ini.” baekhyun merogoh tisu di dalam sakunya, ia mengambil selembar tisu dan kembali membersihkan ingus dan air matanya.
Taeyeon tercengang, ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sekertaris barunya sudah kurang ajar mengabaikannya dan sekarang? dia mengotori mobilnya dengan ingusnya yang menjijikan?
“Masalah pribadi tidak seharusnya kau pikirkan saat sedang bekerja pria ingusan! Kau…”
Taeyeon tersentak karena baekhyun lagi-lagi memotong pembicaraannya. “Bisakah kau diam?! Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang! hatiku sangat-sangat sakit apa kau tau?!” kata baekhyun dengan nada tinggi.
Taeyeon meluapkan kemarahannya. Ia sudah tidak tahan lagi. “apa kau sudah lupa aku ini kim taeyeon atasanmu?! Dimana sikap hormatmu! Kau…”
“bomi-aa, hikss.. aku tidak percaya kau berbohong padaku. kenapa kau lakukan ini padaku? wae?” baekhyun memukul kepalanya pada dashboard berkali-kali. Tangisannya pecah.
Sepasang mata cantik taeyeon terpejam sejenak, sebelum akhirnya ia keluar dari mobil itu dan menutup pintu dengan sangat keras, hingga menciptakan bunyi bedebam yang memekikan telinga. Ia segera berjalan menjauhi mobil beserta pria aneh di dalamnya dengan langkah di hentak-hentakan. Dalam perjalanannya menuju taxi taeyeon tidak berhenti untuk mengumpat.
.
.
.

Suasana kota seoul terlihat sangat padat dan ramai, seperti yang jelas bambam lihat di balik jendela besar di hadapannya. Ia sedang berada di kantor di dalam ruangan pribadinya. Berdiri dengan kedua tangan ia selipkan pada saku. Matanya memang sedang mengamati aktivitas di luaran, tapi tidak dengan pikirannya, dalam pikirannya selalu berputar-putar nama kim taeyeon. kim taeyeon, ya kim taeyeon kakak tirinya. Lajuan otaknya kembali menggali memori-memori ketika ia dan taeyeon bersama-sama. tidak sedikit memori indah yang ia jalani bersama taeyeon, dan hanya sedikit memori menyakitkan antara ia dan taeyeon, memori menyedihkan itu ketika saat kemarin ia dan taeyeon saling beradu argument. Ketika untuk pertama kalinya bambam beradu pandang dengan mata taeyeon yang dingin. Hatinya betul-betul sakit saat mengingat lagi tentang mata itu.
Taeyeon-nya, sudah berubah. Tapi walau begitu, perasaannya tidak ikut berubah. Justru, perubahan sikap taeyeon, keinginan untuk melindungi gadis itu jauh lebih besar. Ya, ia ingin melindungi gadis itu, apapun itu caranya.
Bambam membalikkan badannya ketika melihat ibunya masuk dan berjalan menghadapnya sembari tersenyum tipis. “eo, eomma, kenapa? apa ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan?” tanya bambam dengan pandangan menyelidik.
“Ya, ini tentang ayahmu, kau dan kim taeyeon.”
“ada apa?”
“kompetisi akan di mulai.”
Bambam menatap ibunya bingung. “kompetisi seperti apa maksud ibu?”
“Kompetisi dalam memenangkan hati para dewan direksi. Mereka akan melihat hasil kinerja kalian berdua selama 2 minggu. Ayahmu yang mengusulkan rencana ini. jika salah satu dari kalian menang, hadiahnya adalah… jabatan ayahmu, sebagai direktur.” Ny.kim menatap penuh arti ke arah puteranya.
Bambam terlihat tidak tertarik, ia berjalan melewati ibunya lalu duduk di meja kerjanya, memeriksa berkas-berkas yang harus ia pelajari. Tanpa memandang sang ibu, ia menanggapi penjelasan ibunya dengan nada datarnya. “aku akan bekerja keras.”
Ny.Kim tersenyum senang. “tentu, kau harus melakukan yang terbaik, buatlah taeyeon berada di bawahmu,” Ny.kim memberi jeda sejenak lalu menambahkan. “ibu akan membantumu, dengan cara ini kau pasti akan berhasil.”
Bambam segera mengalihkan perhatiannya ke arah ibunya, matanya menyiratkan ketidaksetujuan. “aku akan mundur jika eomma melakukan hal buruk pada taeyeon noona.” Kata bambam dingin.
“Baiklah jika itu maumu, eomma tidak akan melakukannya.” Ucap ny.kim terdengar kecewa. Ia memutar bola matanya kesal. ia sudah sering mendengar bambam menolak rencananya, dan tentu saja tujuannya adalah.. untuk melindungi gadis itu.
“itu bagus, sekarang aku mohon ibu pergi, aku sangat sibuk hari ini.” bambam kembali bergulat dengan berkas-berkasnya, sementara sang ibu membalikkan badannya setelah mendesah kasar, lalu sepasang kaki yang di balut sepatu berkelas itu berjalan dan keluar melewati pintu.
.
.
.
“Maafkan saya nona muda.” baekhyun membungkukkan badan berkali-kali.
Saat ini taeyeon sudah tiba di perusahaannya dan sekarang ia sudah duduk di kursi kerjanya. Tidak sampai 5 menit baekhyun tiba dan langsung meminta maaf dengan bungkukkan badan berkali-kali ketika ia masuk ke dalam ruangannya. Sudah tidak terhitung banyaknya baekhyun menyerukan kata maafnya, dan sudah cukup lama taeyeon mendiamkannya tanpa ada respon yang keluar dari mulutnya.
Sampai akhirnya, taeyeon mendongak menatap sekertaris barunya itu, matanya memandang baekhyun buas. “maaf? Setelah apa yang kau lakukan padaku tadi? Kau pikir dengan meminta maaf saja cukup eoh?! Kesalahanmu terlalu besar, kau tau?!”
Baekhyun menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap mata bak srigala itu. “saya akan melakukan apapun untuk bisa… mendapatkan permintaan maaf darimu nona muda.” kata baekhyun sungguh-sungguh.
“apapun?” taeyeon menaikan satu alisnya. Mata buasnya berangsur-angsur berubah menjadi jinak.
“ya, apapun…” baekhyun terdiam sesaat, lalu melanjutkan sambil menatap atasannya. “apa yang harus aku lakukan?”
Taeyeon menelusuri penampilan baekhyun mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Penampilan dari busananya sudah cukup menarik, ia memakai jas hitam beserta dasi yang melilit lehernya. Sudah mencerminkan bahwa ia memang seorang sekretaris. Tapi, ada salah satu penampilan yang sangat mengganggunya, tiap kali ia melihat itu ia benar-benar tidak menyukainya. Rambutnya. Ya, itu adalah rambutnya. Rambutnya yang keriting dan membuat mata kecil baekhyun tidak cukup jelas terlihat, akibat rambutnya yang terlalu panjang untuk ukuran seorang pria.
Taeyeon menatap rambut dan mata baekhyun bergantian. “rambutmu.”
Baekhyun terkesiap, ia segera menyentuh rambutnya, takut ada sesuatu di rambutnya. “ada apa dengan rambutku?”
“bisa kau ubah style-nya?” taeyeon bukan sedang meminta tapi ia sedang menyuruh sekertarisnya itu untuk mengubahnya.
“ubah?” baekhyun mengulang dengan nada tidak percaya.
Taeyeon menggelengkan wajahnya. “kau tidak mau?”
Dengan menghembuskan napas beratnya baekhyun menjawab. “tapi ini… ini adalah hartaku yang paling berharga, aku benar-benar tidak bisa melakukannya, maaf.” Baekhyun membungkuk rendah.
Taeyeon tertawa sinis, matanya yang detik lalu jinak kembali bertransformasi menjadi buas. “kau berpikir itu adalah harta? Ckk, hei! apa kau tau dengan gayamu seperti itu, semua pasang mata di bumi ini menertawakanmu, menghinamu, apa kau sadar eoh?”
Sorot mata baekhyun ikut berubah menjadi marah, warna matanya juga menjadi merah pekat. “aku tidak peduli, jika kau merasa terganggu dengan rambutku… aku bisa pergi.” baekhyun menelan ludahnya, dan menambahkan. “kau bisa memecatku sekarang juga.”
Mulut taeyeon hendak membuka dan mengatakan sesuatu untuk menjadi balasan, tapi tidak jadi karena secara tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan sosok pria paruh baya di hadapan mereka. pria yang usianya sudah tidak muda lagi itu tersenyum sembari menenteng kotak bekal di tangannya.
“paman.”
“ayah.”
Panggil mereka bersamaan. Tuan byun melangkah menghampiri mereka dan berdiri di tengah-tengah baekhyun dan taeyeon. “Maaf aku memotong pembicaraan kalian, aku ingin memastikan keadaan puteraku, apa dia.. membuat kesalahan?” tanyanya seraya menatap taeyeon.
Yang di tatap merasa gugup, tapi taeyeon berusaha untuk tenang, ia bersikap seakan tidak terjadi apa-apa. “tidak, dia baik-baik saja..” taeyeon tersenyum menatap baekhyun, lalu kembali menatap tuan byun. “aku cukup terkesan dengannya, dia sangat bekerja keras.” Tambah taeyeon dengan suara ramah.
“begitukah?” tanya tuan byun memastikan, ia kurang percaya, matanya tertuju pada anaknya meminta kepastian. Baekhyun tergagap, ia tidak harus mengatakan apa, jika ia jujur ayahnya pasti akan kecewa dengannya, tapi ia juga tidak tega membohongi ayahnya sendiri. “appa..i-itu..”
“apa itu untukku?” seru taeyeon, sengaja mengalihkan pembicaraan pada kotak bekal yang di pegang tuan byun. Dan itu berhasil membuat suasana yang tegang berubah menjadi hangat. Tuan byun tersenyum mengiyakan, ia mengangkat kotak bekal itu dan menaruhnya di atas meja kerja taeyeon. “ya, secara khusus aku membuat ini untukmu dan puteraku. Kalian bisa menikmatinya nanti siang.” Tuan byun tersenyum lebar.
“terimakasih paman.” Taeyeon tersenyum memamerkan deretan gigi-giginya yang putih dan bersih. Sementara baekhyun tetap terdiam di tempatnya, ia masih merasa bersalah terhadap ayahnya.
“kalau begitu saya pergi, jika ada masalah dengannya kau bisa menghubungiku.” Tuan byun melirik puteranya sekilas, lalu kembali memandang taeyeon penuh harap.
Taeyeon masih menyunggingkan senyum indahnya. “ya, paman. Aku bisa mengatasi itu…” taeyeon kembali berseru ketika melihat tuan byun mengangguk, lalu akhirnya berbalik. “hati-hati di jalan eo, dan eratkan mantelmu! cuaca di luar sangat dingin.” Tuan byun tersenyum tipis. “ya, terimakasih. Aku pergi.” tuan byun sudah melangkah, namun terhenti ketika berhadapan dengan puteranya, ia menepuk pundak puteranya sekilas dan berbisik. “jaga dia.” pesannya singkat, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
“kenapa kau berbohong?” tanya baekhyun tidak suka setelah ayahnya sudah benar-benar menghilang dari ruangan ini.
“kau ingin aku mengatakan kesalahanmu?” taeyeon bertanya balik dengan nada suara yang ia tinggikan.
“bukankah itu yang seharusnya kau lakukan?” suara baekhyun ikut bergema dalam ruangan, suaranya tidak kalah tingginya dari taeyeon.
“astaga! Aku tidak percaya ini, bisa kita lupakan saja? aku sudah memaafkanmu, oke!” nada suara taeyeon sudah kembali normal.
Baekhyun mengerutkan keningnya menyelidik. “apa itu karena ayahku?”
“kau benar, aku tidak ingin menyulitkannya..” kata taeyeon lembut, kemudian ia menambahkan dengan nada yang sama. “jangan memintaku untuk memecatmu, karena aku tidak akan melakukannya.”
“semua itu demi ayahku, bukan?”
Taeyeon menggerakan kepalanya ke kanan dan kiri. “Bukan..” jawabnya tenang, lalu ia menjelaskan. “ini karenamu, aku hanya ingin kau tidak lagi membuat kesalahan dan mulai bekerja dengan baik.”
Baekhyun mendesah halus sebelum kembali membalas. “baiklah akan aku lakukan. Terimakasih.” Baekhyun menundukkan kepalanya sebentar.
“tanyakan pada direktur, apa yang harus aku lakukan sekarang.”
“baik.”
.
.
.
.
Kedua gadis berseragam SMA, berjalan memasuki lantai dasar perusahaan EDR Corpetion. Mereka serentak menatap kagum dan ber’wah’ ria ketika mengamati isi dari bangunan besar ini. Para pekerja di sana terlihat sangat sibuk dan sepertinya mereka tidak menyadari keberadaan kedua gadis yang tengah terkesima memperhatikan segala sesuatu yang berada dalam bangunan. Mereka begitu focus pada pekerjaan mereka masing-masing.
“apa benar kakakmu bekerja disini?” tanya seulgi untuk yang ke sepuluh kalinya. Matanya menerawang ke segala arah.
Joy memutar bola matanya jengah, ia lelah harus kembali memastikan kebenarannya pada sahabat yang masih meragukan dirinya. “sudah berapa kali ku katakan, kakakku benar-benar bekerja disini. Aku sedang tidak berbohong.” Joy mengibaskan sebelah tangannya.
Masih dengan mata yang menerawang –mengamati. Seulgi mengangguk dua kali. “aku tau, aku hanya masih tidak percaya, kakakmu yang super kuno itu ternyata bisa juga mendapat pekerjaan di perusahaan sebesar ini.”
“Meskipun tampilannya itu kuno, tapi otaknya benar-benar cemerlang, dia sangat pintar dalam segala hal.” Kata joy bangga. Kakaknya memang sangat pintar, ketika kakaknya di sekolah dulu ia selalu jadi pemegang juara pertama. Tapi sayangnya tampilannya itu membuat dirinya terlihat bodoh.
Seulgi memandang sahabatnya tidak percaya. “benarkah? Wahh kakakmu sangat luar biasa.” Joy tersenyum bangga mendengar pujian untuk kakaknya itu. seulgi menyikut lengannya dan membuat joy menghentikan senyumnya, ia menatap sahabatnya dengan kening yang berkerut. “ku dengar kakakmu menjadi sekretaris disini, kau tau kakakmu jadi sekretaris siapa?” tanya seulgi penasaran.
“kim taeyeon.”
“gadis sempurna itu?” seulgi terlihat terkejut.
Joy mengernyit bingung. “kenapa kau memanggilnya begitu?”
Seulgi melipat tangannya di dada. “tentu saja aku harus. Dia puteri dari seorang pembisnis yang sangat kaya raya, dia memiliki paras yang cantik, dan dia juga sangat pintar. Kekurangan apa yang ia miliki? Dia sudah sangat beruntung, dia sangat sempurna.” Nada bicara seulgi terlalu berlebihan, ia juga sedikit membayangkan jika dirinya ada di posisi gadis itu. hidupnya pasti akan bahagia. Oh terasa hidup di surga, pikir seulgi.
Joy terlihat biasa-biasa saja, ia juga tidak berpikir gadis itu sempurna. “apa dia bersenang-senang seperti kita? sepertinya tidak, aku pikir dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Apa kau tau? sebagai pewaris kaya, waktu mereka hanya di habiskan oleh setumpuk berkas-berkas, dan mereka hanya mengejar uang bukan kesenangan. Hidup kita mungkin jauh lebih baik dibandingkan dengan gadis itu.”
Seulgi mendesah halus, kemudian perasaan irinya berubah menjadi perasaan kasihan untuk gadis bernama kim taeyeon. “kau memang benar, sekarang aku berpikir dia bukan gadis yang sempurna. Dia lebih menderita dari pada kita.” seulgi menatap lantai iba, seakan ia bisa melihat bayangan kim taeyeon disana.
Joy mendecakkan lidahnya. “Tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan, kau melupakan itu Kang Seulgi!!” joy menekankan nama sahabatnya dengan kesal.
“Hey Bocah!!”

Keduanya tersentak ketika mendengar suara panggilan yang terdengar jelas di telinga mereka. Keduanya cepat-cepat menoleh kebelakang. Joy tersenyum ketika mendapati kakaknya berjalan menghampirinya. Sedangkan seulgi, ia hanya membungkuk rendah dan tersenyum.
“Oppa.” joy tersenyum lebar ketika melihat kakaknya sudah berada tepat di depannya.
Baekhyun tidak membalas senyuman mereka. “apa yang kau lakukan disini? Kenapa mereka mengijinkanmu masuk?” tanya sang kakak bertubi-tubi. Suaranya terdengar kesal.
Joy masih dengan senyum lebarnya. “aku mendapat ijin karena aku keluargamu.”

Baekhyun menghela napas dengan ringan. “baiklah, tapi apa yang kau lakukan disini?” tanya baekhyun dengan mengernyit bingung.
Joy merogoh sesuatu di dalam tas ranselnya, setelah berhasil mengambilnya, joy segera menyodorkannya pada sang kakak. “ini.” baekhyun menerimanya dengan bingung, belum sempat ia lihat lebih rinci joy lebih dulu menjelaskan. “undangan, bomi eonnie akan menikah besok.”
Jantung baekhyun terasa jatuh ke lantai, dengan kesal baekhyun mengembalikan undangan itu ke tangan joy. Joy menerimanya dengan kening yang berkerut. “buanglah, aku tidak akan datang.”
“wae? Apa karena dia mengkhianatimu.”
Baekhyun mengepalkan tangannya dan berteriak sekencang mungkin. “JANGAN MENGATAKAN ITU LAGI! SEKARANG KAU PERGI!” Suara lantangnya terdengar di mana-mana. Para pekerja disana terpaku ketika mendengar suara yang memekikan telinga itu. Semua pekerja menghentikan pekerjaan mereka sejenak, dan memperhatikan dengan aneh ke arah baekhyun. tanpa ada rasa bersalah dan malu, baekhyun berjalan menuju lift. Setelah itu mereka kembali menjalani pekerjaan mereka.
Untuk kesekian kalinya joy merasa malu memiliki kakak seperti kakaknya. Terlebih orang-orang disana menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya. Ia merasa sangat risih di tatap seperti itu. joy menyentuh lengan seulgi. “ayo kita pergi.”
“kenapa dengan kakakmu?” tanya seulgi ketika mereka mulai berjalan mendekati pintu keluar.
“aku akan menjelaskan padamu nanti.” Langkah kaki joy mendadak berhenti ketika manic-manik matanya beradu pandang dengan mata seorang pria tampan yang melewatinya.
Tubuhnya membeku.Tubuhnya terasa seperti agar-agar, detak jantungnya berdegup sangat cepat. Tanpa sadar ia tersenyum ketika kembali membayangkan lagi wajah pria itu.
“kenapa kau berhenti?”
“sepertinya….dia cinta pertamaku.”
“mwo?”
.
.
.
Taeyeon mengangkat wajanya dari berkas-berkas dan menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya. Kemudian matanya berubah menjadi dingin. Dia berpura-pura kembali sibuk dengan pekerjaannya, ia sangat malas berhadapan dengan pria itu.
Bambam tersenyum tipis, kakinya melangkah mendekati meja taeyeon. ia mengamati wajah taeyeon yang tampak pucat dan lelah. “noona terlihat sangat lelah, perlu bantuan?”
Tanpa menoleh, taeyeon menyahut. “tidak perlu.”
Bambam menghela napas pelan, di kedua tangannya ia memegang secangkir teh herbal hangat. Ia melirik teh itu sekilat sebelum akhirnya ia taruh di atas meja taeyeon. “minumlah.” Kata bambam lembut.
“aku sedang tidak ingin minum..” taeyeon mendongak, menatap mata telaga yang jernih milik bambam. “bisa kau keluar? Kau membuatku tidak bisa berpikir dengan baik.”
“ayah.”
Taeyeon mengerutkan keningnya ketika tiba-tiba bambam menyebut nama ayah. “kenapa dengan ayah?” tanya taeyeon dengan nada cemas.
“beliau membuat kompetisi.”
Taeyeon menghela napas lega, ternyata tidak terjadi sesuatu yang buruk pada ayahnya. Sebelum sempat taeyeon bertanya, bambam dengan cepat menjelaskan. “noona dan aku akan bertanding, para dewan direksi yang akan menentukan pemenangnya. Dalam dua minggu kita harus mengerahkan kemampuan kita. kita harus membuat mereka terkesan. Dan jika salah satu dari kita menang…”
Taeyeon memotongnya. “ia akan jadi direktur, benar?” taeyeon sudah tau jalan pikiran ayahnya. Ia sudah tau ini akan terjadi.
“ya, noona benar.”
“aku akan berusaha membuatmu kalah,” taeyeon mengunci mata bambam dengan mata dinginnya. “aku akan bekerja keras.” Lanjutnya.
“jangan lakukan itu! noona tidak perlu bekerja keras, aku yang akan melakukannya.”
“aku tidak suka kau berkata seperti itu, itu seperti.. kau meremehkan kemampuanku, aku tau kau pasti menganggapku gadis lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa,” taeyeon memberi jeda sejenak dalam kalimatnya, ia menarik napas sedalam mungkin lalu menghembuskannya secara perlahan. “tidak seharusnya kau melakukan itu untukku, kau dan aku hanya saudara, saudara tiri. Kau tidak boleh berada di pihakku, ibumu jauh mengenalmu dan yang harus kau pedulikan adalah.. keinginan ibumu, bukan aku. Aku benar-benar tidak mengerti denganmu bambam-ssi.” Mata taeyeon berubah menjadi lembut, suaranya sudah kembali normal, tidak ada penekanan dan tidak ada juga suara yang di lantangkan.
“haruskah aku menjelaskan pada noona agar noona mengerti?” bambam bertanya dengan suara beratnya.
Taeyeon mengernyit penuh kebingungan. “mwo?”
Bambam bergeming, matanya dengan lembut beradu pandang dengan mata taeyeon yang sayu. Suasana hening terjadi dalam beberapa detik, suara dentingan jam menjadi latar music ruangan ini. dalam beberapa detik kemudian akhirnya bambam bersuara. “aku melakukan itu semua karena…. Aku menyukaimu. Aku benar-benar menyukaimu sebagai wanita.”
Taeyeon merasa udara disini sangat panas, entah kenapa jantugnya berdegup sangat cepat. Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa. ia hanya melebarkan matanya karena terkejut. “bambam..”
“kedengarannya memang gila, tapi aku tidak bisa menahan diri lagi. aku tulus menyukaimu noona, dalam pikiranku hanya ada tentang dirimu. Aku sangat ingin melindungi orang yang sangat aku cintai. Aku bisa gila jika sedikit saja melihatmu terluka. Hatiku terasa sakit ketika melihatmu berusaha untuk kuat. ketika melihat itu semua, berjuta-juta kali aku berpikir, aku harus melindungimu dan membantumu dalam mencapai tujuanmu. Semua itu ku lakukan, karena aku ingin melihatmu bahagia.” Bambam memperhatikan taeyeon hanya terdiam, mata mereka saling bertemu. Bambam mengerti dengan apa yang di rasakan taeyeon, dia pasti sangat terkejut dan bingung harus bersikap bagaimana.
“kau tidak boleh memiliki perasaan itu,” taeyeon bersuara dengan lirih. “bagaimana-pun juga kita adalah saudara, jika ibu dan ayah tau bagaimana perasaanmu, kau akan mendapat masalah besar. Jadi, kumohon, lupakan perasaan itu.”
“aku sudah melakukannya, tapi itu sangat sulit. Hatiku tetap memiliki rasa yang sama untukmu noona. Aku tidak bisa menghapusnya.” Taeyeon tidak menjawab, ia menunggu bambam kembali mengatakan sesuatu. “aku tidak meminta noona membalas perasaanku, aku hanya ingin noona mengetahui isi hatiku. Aku tidak peduli setelah ini noona akan membenciku atau tidak. Aku anggap ini adalah…. Kebodohanku.” Bambam tersenyum bodoh, dan menertawakan dirinya sendiri dalam hati. bisa-bisanya ia begitu ceroboh menyukai seseorang yang telah menjadi saudaranya.
“Mencintai seseorang bukanlah tindakan yang bodoh.” Baekhyun datang secara tiba-tiba tepat ketika bambam berbalik.
Taeyeon dan bambam sontak terkejut dengan kemunculan seseorang dan yang lebih mengejutkan lagi baekhyun datang dengan kalimatnya yang mengundang kebingungan.
Bambam mengerutkan keningnya tidak mengerti. “Apa maksudmu? Dan.. siapa kau?” tanya bambam ketika ia menyadari bahwa ia belum pernah melihat orang ini sebelumnya.
“dia sekretaris baruku yang lancang.” Jawab taeyeon ketus, matanya melirik baekhyun dengan kesal.
Baekhyun tidak menghiraukan tatapan atasannya, ia hanya menatap seseorang di hadapannya. “kau benar, untuk orang yang kau cintai kau rela melakukan apapun untuk melindunginya. Tetap pertahan prinsip itu atau kau akan benar-benar menyesalinya. Meskipun kau berada di ujung kematian, kau harus tetap bisa melindunginya. Dan jika pada akhirnya kau mati, kematianmu tidak akan menjadi sia-sia, kau akan pergi bersama dengan cinta tulusmu,” semuanya terdiam mendengar penuturan dari baekhyun, mereka sibuk mencerna isi dari kelimat yang di ungkapkan oleh baekhyun. bambam tersenyum dalam hati, orang asing ini memberinya motivasi untuk terus melindungi gadis-nya. Ya, bambam sudah memantapkan dalam hati bahwa sampai kematian berada di depannya, ia akan tetap melindungi kim taeyeon, gadis yang ia cintai.
“cinta yang sesungguhnya adalah…melindungi cintamu untuk seumur hidupmu.” Baekhyun melanjutkan dengan suara pelan, hampir terdengar seperti sebuah bisikan.
“Sekretaris byun!!” taeyeon mengintrupsi baekhyun dengan berteriak.
Baekhyun segera menundukkan kepalanya. “maaf.”
Bambam tersenyum kecil menatap baekhyun yang tengah menatap lantai. “terimakasih,” kemudian bambam membuang muka ke arah taeyeon, menatapnya dalam. “aku akan melindunginya dengan segenap hatiku.” Ucap bambam lebih berkata pada dirinya sendiri.
Merasa suasana menjadi canggung bambam kembali bersuara. “sebaiknya aku pergi.” ucapnya sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan itu.
“apa kau sadar dengan ucapanmu itu, pria ingusan?!” taeyeon kembali menyemprot baekhyun dengan mata lasernya yang mematikan setelah bambam sudah tidak terlihat lagi disana.
Baekhyun menghela napas beratnya, sebelah tangannya ia gunakan untuk menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “aishh, ya ya aku salah, aku telah mencampuri urusan kalian berdua dan juga maafkan aku karena telah menguping pembicaraan kalian. Tapi, apa yang aku katakan tadi tidak ada yang salah. Aku sudah menunjukkan bagaimana cinta yang sebenarnya. semua orang perlu mengerti tentang hal itu.” baekhyun membela dirinya dengan tenang.
“dan apa kau melakukan itu? jika kau mengerti, bagaimana bisa kau menangis saat tau wanita yang kau cintai itu mengkhianatimu? Bukankah seharusnya kau bahagia melihat cintamu bahagia dengan pria lain?” taeyeon bertanya balik dengan menyeriangi.
Lagi-lagi taeyeon menemukan mata itu lagi, mata baekhyun yang menyiratkan kesedihan. Saat ia memperhatikan perubahan mata baekhyun, entah kenapa hatinya tidak tega ketika melihat mata itu. bocah ingusan itu seperti memiliki kisah cinta yang gelap, suram, dan menyedihkan.
“itu karena aku tidak benar-benar mencintainya.”
Taeyeon membelalak kaget. “mwo?”
“aku hanya merindukannya sebagai penghiburku dan aku sedih karena dia membohongiku. Itu saja, bukan karena aku benar-benar mencintainya.”
Taeyeon semakin tidak mengerti. “kau membuatku bingung, pria ingusan.”
Ekspresi baekhyun kembali berubah menjadi cerah dan semangat. “sudahlah, kita lupakan saja masalah ini. aku sangat lapar, bisakah kita makan sekarang?” mata baekhyun mengerjap dan tersenyum lebar.
Taeyeon memutar bola matanya dan meringis. “makanlah sendiri, aku tidak lapar.”
.
.
.
.
Tuan kim beserta keluarganya tengah melakukan acara makan malam di rumah mereka yang mewah. Ini sudah jadi rutinitas sehari-hari mereka. namun malam ini ada yang berbeda karena puterinya hadir di tengah-tengah acara makan malam. Ya, mungkin kalian ingat ia baru saja pulang dari London setelah 5 tahun menghabiskan waktu di negera itu.
Tuan kim, menghentikan kegiatannya dalam memotong steak. Ia memperhatikan kedua anaknya. “kalian sudah mendengar kompetisi itu?” tanya tuan kim dengan memandang taeyeon dan bambam bergantian.
Tanpa menoleh ke arah ayahnya taeyeon manjawab. “sudah appa.” Taeyeon memasukkan steak yang sudah ia potong dengan kecil ke dalam mulutnya.
Bambam hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia tidak seperti taeyeon yang mengabaikan ayahnya begitu saja, bambam menghargai ayahnya dengan menghentikan acara makannya sejenak seperti apa yang di lakukan ayahnya. “lalu bagaimana rencana kalian?” tanya sang ayah dengan nada ingin tahu.
Sambil memotong steaknya, taeyeon kembali bersuara dengan datar. “aku akan membuat cabang baru di pegunungan.”
Mata tuan kim melebar karena terkejut. “mwo? Pegunungan? Kenapa kau ingin melakukan itu? apa alasanmu?” tanya tuan kim bertubi-tubi dengan setengah berteriak.
Taeyeon mengangkat wajahnya dan menatap ayahnya. “kita akan mendapat keuntungan yang besar disana. Cuaca disana sangat dingin, jika kita menjual pakaian hangat kita di pegunungan itu, aku sangat yakin penjualan kita akan sangat meningkat.” Ucap taeyeon tenang, dan seakan tidak peduli dengan wajah ayahnya yang terlihat merah padam, bersiap untuk memarahinya.
Tuan kim memolototi puterinya. “keuntungan katamu?! Bukankah kau sudah tau tempat itu sangat berbahaya?”
“aku tau, tapi appa.. aku bisa menjaga diriku sendiri.” taeyeon berusaha meyakinkan ayahnya.
Tuan kim meghentakkan meja dengan keras, serentak semuanya menatapnya takut-takut, keculi kim taeyeon. “kau ingin membunuh dirimu sendiri, seperti kau membunuh ibumu?! Apa kau ingin itu terjadi?!”
Mata taeyeon melebar, tubuhnya bergetar, dadanya mendadak menjadi sesak, ia menatap ayahnya tidak percaya. Ia tidak percaya ayahnya masih membahas masa lalu ibunya. Air mata taeyeon menggenang di pelupuk matanya, ia.. ia tidak tau harus bagaimana. Rasa bersalahnya kembali menyergap dirinya. “appa..” ucapnya dengan suara serak.
“kau ingin pergi menyusul ibumu untuk menebus rasa bersalahmu?”
Ny.kim mengusap pundak tuan kim berusaha untuk menenangkan. “suamiku, tenanglah.”
Hati bambam kembali terluka ketika melihat gadis yang di cintainya, menjatuhkan bulir-bulir air matanya. rasanya ingin sekali ia mendekap taeyeon ke dalam pelukannya, namun sepertinya ia tidak bisa melakukan itu sekarang. Jujur saja ia ikut menangis dalam hati, ia tidak sanggup melihat taeyeon tumbang. Gadis kuatnya seketika berubah menjadi gadis yang lemah.
“pergi.” tuan kim menyentak taeyeon dengan mata merahnya. “pergi dan menjauh dari rumah ini!!”
Taeyeon tidak bisa berbuat apapun selain mematuhi ayahnya. Ia berdiri dan berjalan menjauhi rumahnya dengan kaki-kaki yang terus bergetar.
“eomma..”
.
.
.
TBC
Hai-hai ketemu lagi dengan saya author tergaje sejagad raya :v wkwk, maafkan saya reader, ff ini memang mengecewakan dan absurd, dan saya tau itu :v
Kalian pasti sedikit bingung dengan kepribadian baekhyun yang sebenernya, author bakalan jelasin disini, baekhyun ini memang aslinya gak konyol dia Cuma mau nutupin rasa sedihnya, dulu aslinya dia gak gini, tapi semenjak ia mengalami kegelapan dalam kisah cintanya (cielah lebay bgt bhasanya -,-) dia akhirnya kek gini. Jadi pria konyol yang beringus -_- nanti di chapter selanjutnya bakalan ada pembahasan lebih lanjut lg mengenai kisah cintanya yang suram :v
Dan utk taeyeon mengenai ibunya, jgn benci dulu sm karakter taeyeon dulu ya. Disini taeyeon gak bner-bner bnuh ibunya kok, dia Cuma gak sengaja. Utk lebih rinci lgi tnggu saja di chapter3 yah hehe.
Oh dan mkasih ya utk para reader yang sudah meluangkan waktunya membaca ff absurd ini. semoga kalian terhibur, meskipun yakin bgt ini ff pasti bkin klian bosan dan bingung. Jadi aku ingin minta maaf, dan utk kedepannya akan aku usahain buat bikin ceritanya lebih asyik dan seru.
Meskipun ini ff gaje, bkin bngung, ngebosenin, dll, tapi aku mohon buat kalian yang sudah membacanya ikut berkomentar dalam kolom yg sdh tersedia di bwh ini ?// tanpa adanya komentar dan semangat dari kalian, apalah arti aku menulis ?/ jadi please komentar dan jgn lupa utk memberikan kritik dan sarannya, terimakasih, smpai jumpa di chapter selanjutnya 😀

Advertisements

71 comments on “My Sweet Secretary (Chapter 2)

  1. maafkan diriku saeng late comment hehehe. my bias huwe kesian XD. emg suka rada2 bingung sama sifat anehnya baekhyun XD. yaampun kaya kisah nyata ya si dedek bambam suka sama my taengoo haha. joy kamu suka bambam ya? hahaha ditunggu saeng knapa ayah taeng kasar bgitu blng ke taeng jdi gak tega. oke next chapter ditunggu. FIGHTING!!

  2. mmmm… sebenarx ap yg terjadi sm ibux taeyeon?
    trus si baek lancang banget .. sekretaris tp sok nasehatin si bos
    updatex g pake lama y

  3. haha kyeopta
    baekhyun dewasa bgt ya klu msalah cinta
    what ?!
    bambam suka sm taeng ?
    omo 😀
    next thor ditunggu chap selanjutnya
    hwaiting

  4. baekhyun cengeng banget wkwkwk.
    aduh itu bambam cinta sama kakaknya sendiri ya walo sebenernya tiri sih kke…
    next chap dipercepat thor, greget sama baekhyun gimana kesannya ntar ^_^

  5. Baekhyun kok agak lembek ya wkwkw,semoga baekhyun berubah karma taeyeon,awas ya baekhyun jgn smpe jatuh cinta Sma taeyeon ya wkwk,next deh .keep writing & imagine😊😊

  6. Seru thor, ffnya keren
    Next chap dtunggu
    Maaf ya thor baru bisa coment sekarang, soalnya habis pending dulu baca ffnya selama bulan ramadhan
    trus abis lebaran jga sibuk..
    Sekarang bru bisa pgang hp
    Fightaeng!!!

  7. ini ff kpn dipublish untuk chapter 3 nya. padahl ini uda 2017. uda 1 tahun lebih gak update kelanjutan ff ini. mana ny author ny ini. sehatkah author????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s