I Want to Protect You (Chapter 4)

i-want-to-protect-you

 

I Want to Protect You (Chapter 4)

Author :

Chaca Aprilia

Main Cast :

KIM TAEYEON

XI LUHAN

BYUN BAEKHYUN

JESSICA JUNG

Other Cast :

Find it by yourself

Genre :

FRIENDSHIP,ENTERTAINMENT-LIFE &  ROMANCE

Rated :

PG 17 

Length :

Multi chapter

Disclaimer :

All cast belongs their parents and God.

But this story is original from my thoughts.

Credits  poster by thebrightflame

@ Art Fantasy

Thank you so much for awesome poster Vera^^

^Happy Reading^

chapter 1chapter 2 | chapter 3

 

***

Seorang gadis manis berwajah bak seorang Barbie berlari dengan cepat menuju tangga.

“hei, kenapa kau berlari?”

Gadis itu menatap tajam pria di depannya, “aku berlari karena khawatir padamu, kau tahu?”

pria tampan itu terkekeh pelan, “apa kau begitu mengkhawatirkanku huh?”

“ck, tentu saja. Apa kau tidak tahu jika aku begitu panic saat mendengar suara parau mu itu. Suaramu terdengar  seperti orang sekarat tadi, tapi tunggu dulu..” Jessica memperhatikan penampilan luhan dari atas sampai bawah, “kau bahkan tidak terlihat seperti orang sakit,”

Luhan tertawa keras, “memangnya kapan aku mengatakan bahwa aku sedang sakit?”

Jessica menatap luhan aneh, “kau mengerjaiku Tuan Xi?”

“aku? kenapa aku harus repot-repot melakukan itu? Kau sendiri yang terlalu mengkhawatirkanku,”

Jessica membelalakkan matanya, “YA! lalu kenapa dengan suaramu tadi?”

 Luhan menghela napas, “apa yang harus kulakukan jess,”

Jessica menatap luhan khawatir, “apa telah terjadi sesuatu? Hei, katakana padaku,”

“bukankah kau tahu jika aku pernah berpacaran dengan chorong?”

Jessica mengangguk, “lalu?”

“dia..dia memintaku untuk kembali,”

“MWO?”

“pelankan suaramu,”

Jessica segera memperbaiki sikapnya, “baiklah, baiklah. Katakan yang sebenarnya terjadi,”

Luhan menghela napas, “chorong, dia memintaku untuk kembali padanya,”

“ck, jangan katakana kau masih mencintainya? Ya, Xi Luhan. Kau mau menghianati sahabatku huh?”

“aku tidak tahu,”

“hei, jujurlah. Aku tidak mau taeyeon menangis karena mu,” desak Jessica.

“aku tidak tahu jess. Perasaanku selalu berubah jika melihatnya,”

“lalu  kau mau kembali padanya?” ujar Jessica tenang.

Luhan menghembuskan napasnya kasar, “aku masih mencintai taeyeon,”

“jadi jika kau sudah tidak mencintai sahabatku kau mau meninggalkannya? Oh god,”

Luhan menatap Jessica frustasi, “bukan begitu. Oh tuhan, menemui mu ternyata bukan pilihan yang tepat,”

Jessica menatap luhan tajam, “mwo? Memangnya kau mau menemui siapa lagi selain aku? memangnya kau mau bercerita kepada siapa selain aku? hei, hanya aku yang mau mendengarkanmu,”

“ck, baik kau menang,”

“luhan, jawab aku. kau masih mencintai taeyeonkan?”

“tentu saja, aku mencintainya. Aku masih mencintainya dan akan tetap mencintainya,”

“lalu kenapa kau terus memikirkan perkataan chorong?”

“aku juga tidak tahu,”

Jessica menghela napas, “jujurlah pada perasaanmu, jangan membuat orang lain tersakiti karena keegoisanmu,”

“aku tidak egois,”

“kau sangat egois, lu. Kau mencintai sahabatku dan mencintai gadis lain juga,”

Luhan menundukkan kepalanya, “apa yang harus kulakukan?”

“kenapa kau bertanya padaku? Tanyakan itu pada hatimu,”

“aku mencintai taeyeon, aku tidak ingin kehilangannya. Dan chorong.. ah aku bisa gila,”

“sudahlah, pikirkan itu baik baik arra? Aku tidak mau taeyeon sakit hati,” ketus Jessica.

“gomawo,” dengan cepat luhan segera menarik tubuh ramping Jessica kedalam pelukannya.

“ya, lepaskan aku,” Jessica memberontak di dalam pelukan luhan.

“aku berjanji tidak akan membuat taeyeon menangis,”

Jessica mengangguk, “aku percaya. Tapi jika kau menyakitinya, akan kupastikan wajah tampanmu itu tidak akan terlihat lagi,” ancam Jessica.

Luhan tertawa lalu melepaskan pelukannya, “ besok kau ulang tahun kan? Well, happ

“stop!” ujar Jessica.

Luhan menatap gadis dihadapannya bingung, “wae? Apa aku salah? Besok ulang tahunmu kan?”

“memang, tapi aku ingin taeyeon yang mengucapkannya lebih dulu,” jawab Jessica tenang.

“ck, baiklah. Tapi kau ingin hadiah apa? Bagaimana jika kita membelinya sekarang?” tawar luhan, ia segera merangkul bahu Jessica.

“baiklah, tapi kau harus menyediakan banyak uang untuk itu,”

—-

Jessica melangkah ringan menuju kamarnya sambil membawa beberapa tas belanja, sepertinya luhan benar-benar menghabiskan banyak uang untuk Jessica.

“ow, kau barusaja belanja eonni?” Tanya yoona. Ia segera mendekati Jessica.

“hm,”

“ck,” yoona berdecak kagum, “bukankah ini limited edition?” Tanya yoona seraya menunjukkan salah satu isi tas belanjaan Jessica.

Jessica mengangguk senang, “hm, bagaimana? Bagus kan?”

Yoona mengangguk-anggukkan kepalanya.

“kau darimana saja jess?” sooyoung ikut mendekati yoona dan Jessica.

“belanja,” jawab Jessica singkat.

“wow, Kau belanja sampai tengah malam begini. kau habis memborong satu mall huh?”

“um, mungkin,” jawab Jessica acuh, “ah, taeyeon!” sapa Jessica.

Taeyeon hanya menatap Jessica sekilas lalu melangkah menuju dapur.

Jessica mengeryitkan keningnya, “ada apa dengannya?”

“molla. Well, taeyeon tadi menunggumu, jess,”

“benarkah?”

“hm,” sooyoung menganggukkan kepalanya.

“segera bawa ke kamarmu dan tidurlah eonni. Aku bisa menangis jika terus melihat belanjaanmu,” oceh yoona.

Jessica mengangguk, “hm, baiklah,”

Ia kembali mengalihkan tatapannya ke arah dapur. ‘apa yang sebenarnya terjadi dengan taeyeon?’

***

Luhan mendudukkan tubuhnya di kursi disebelah chanyeol.

“eh, hyung. Kau darimana saja hari ini?” Tanya chanyeol heran.

Baekhyun ikut menatap luhan yang sedang memejamkan matanya, “hm, aku tak melihatmu seharian ini hyung,”

Luhan menghela napas, “aku baru pulang menemani Jessica,”

“mwo?” ujar baekhyun kaget.

“kau berpacaran dengan Jessica noona, hyung? Aigoo,” chanyeol menggelengkan kepalanya tidak percaya, diikuti oleh baekhyun.

Luhan menghembuskan napasnya kasar, lalu menatap datar chanyeol dan baekhyun, “aniya, aku tidak berpacaran dengan Jessica. Aku hanya menemaninya belanja,”

“benarkah?” baekhyun menatap luhan tidak percaya, “aku tahu kau bohong hyung,”

“hei,”

“jujurlah, hyung. Kau sudah lama dekat dengan sica noona. Tidak mungkin kalian hanya berteman,” ujar chanyeol, yang diangguki oleh baekhyun.

Luhan menghela napas pasrah, “ck, kenapa kalian tidak pernah percaya padaku? Lalu bagaimana denganmu baekhyun? Bagaimana bisa kau berpacaran dengan bomi?”

Baekhyun membulatkan matanya terkejut, “b-bagaimana kau bisa tahu..”

“hei, bukankah semua member juga sudah mengetahuinya?” Tanya luhan heran.

“n-ne?”

“ck, ada apa denganmu?” luhan menatap baekhyun aneh.

“hyung, bagaimana kau bisa tahu jika baekhyun dan bomi berpacaran?” Tanya chanyeol pelan, raut wajahnya mulai berubah serius.

“aku melihat baekhyun kemarin malam,” ujar luhan santai.

“mwo? kau m-melihatku?” Tanya baekhyun  gugup.

Luhan menganggukkan kepalanya, “hm, aku melihatmu dan bomi sedang berkencan. Wae?”

“apa ada yang tahu selain kau hyung?” Tanya chanyeol penasaran.

“maksudmu?”

“apa ada yang tahu jika baekhyun dan bomi berpacaran?”

“bukankah yang lain sudah tahu?” Tanya luhan heran.

“apa kau memberi tahu mereka hyung?” Tanya baekhyun tidak sabar.

“tao bilang kau yang memberi tahu mereka,” ujar luhan kesal.

Baekhyun dan chanyeol menghela napas lega, “hyung,”

“wae?”

“jangan bertahu tentang ini kepada siapapun,” pinta baekhyun.

“mwo?”

“tentang bomi. Jangan beritahu siapapun tentang hubunganku dengannya,”

Luhan menatap baekhyun tidak mengerti, “aku tidak mengerti. bukan

“hyung, sebenarnya aku berbohong pada yang lain. Aku tidak mengatakan pada mereka bahwa aku berpacaran dengan bomi,”

“lalu?”

Baekhyun menghela napas, ia menatap chanyeol yang berada disamping luhan lalu kembali menatap luhan, “aku mengatakan jika aku berkencan dengan orang lain,”

“siapa?” Tanya luhan cepat.

“i-itu, kau tidak perlu tahu hyung,” jawab baekhyun gugup.

Luhan menatap baekhyun tajam, “katakan padaku yang sebenarnya,”

Chanyeol menghela napas, “kami akan memberi tahumu nanti, hyung. Lagipula itu tidak penting. Satu hal yang harus kau lakukan, jangan menyebut-nyebut nama bomi di hadapan yang lain,”

Luhan menatap baekhyun dan chanyeol bergantian, “baiklah,”

***

Taeyeon meneguk segelas air dengan cepat, ia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. Taeyeon menggelengkan kepalanya, “tidak taeyeon. Mereka tidak berpacaran,”

Taeyeon menyenderkan kepalanya di atas meja, ia kembali memikirkan perkataan yuri, “ah, tidak. Itu tidak mungkin,”

Ia menelungkupkan wajahnya diantara lipatan tangannya lalu memejamkan matanya perlahan.

“taeyeon,”

Taeyeon mengangkat wajahnya perlahan, ia menatap gadis dihadapannya datar,  “wae?”

Jessica segera duduk di kursi dekat taeyeon, “tidak. Apa kau sakit?”

Taeyeon menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali memejamkan matanya.

Jessica menatap taeyeon heran, “ada apa denganmu? Apa telah terjadi sesuatu?”

“tidak ada,” ujar taeyeon pelan. Ia benar-benar ingin mengacuhkan Jessica, tapi mendengar suaranya membuatnya tidak tega.

“lalu kau kenapa?” Tanya Jessica. “hei,” ia mengguncang bahu taeyeon pelan. Jessica tersentak kaget ketika taeyeon tiba-tiba menegakkan tubuhnya lalu menatapnya tajam.

“bisakah kau diam? Apa kau tidak tahu jika aku lelah, hah?” ujar taeyeon tajam.

Jessica tergagap, “a-aku.. maafkan aku, aku sungguh tidak tahu,”

“oh tentu saja kau tidak tahu. Disaat oranng-orang sedang mempersiapkan segalanya, kau malah sibuk berkencan,” ujar taeyeon sinis.

Jessica menatap taeyeon tidak mengerti, “b-berkencan? A-apa maksudmu? Hei, aku bisa menjelaskannya okay? aku tidak berkencan. Aku tadi bertemu dengan luhan, dan dia mengatakan ingin membeli  hadiah untukku, jadi kami be

“lalu, apa itu penting sekarang?” potong taeyeon cepat. “hh, aku tidak perduli dengan apapun yang kau katakan,”

Taeyeon segera beranjak pergi meningglkan dapur, namun Jessica segera meraih pergelangan tangan kanannya.

“hei, apa maksudmu? Bukankah sudah kukatakan aku tidak berkencan. Lagipula aku hanya pergi dengan Luh oh tunggu dulu. Apa mungkin kau cemburu? Kau cemburu padaku taeng?” Jessica menatap taeyeon dengan tatapan menyelidik.

Taeyeon hanya menatap Jessica sekilas lalu mengalihkan tatapannya pada pergelangan tangannya yang masih di pegang Jessica.

“hei jawab aku,”

“lepaskan,” ujar taeyeon datar.

“ne?”

Taeyeon menatap Jessica datar, “tanganku. Lepaskan tanganku,”

Sadar jika ia masih memegang pergelangan tangan taeyeon, Jessica segera melepaskan genggamannya, “o-oh ya,”

Sesaat setelah itu taeyeon segera berbalik lalu melangkahkan kakinya meninggalkan dapur, “taeng, kau benar-benar cemburu padaku?”

Jessica segera menyusul langkah taeyeon, “hei, jawab aku,” Jessica menyentuh bahu taeyeon pelan. Ia membulatkan matanya terkejut ketika taeyeon menepis tangannya kasar.

“jangan menyentuhku,” ujar taeyeon dingin. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.

Namun Jessica yang masih penasaran langsung menyusul taeyeon, ia kembali meletakkan tangannya pada bahu taeyeon, “hei,”

“SUDAH KUKATAKAN JANGAN MENYENTUHKU!!” teriak taeyeon keras. Taeyeon segera menepis tangan Jessica dengan kasar.

Jessica membulatkan matanya terkejut. Matanya membulat lebar, ia menatap taeyeon yang juga sedang menatapnya penuh amarah dengan tatapan tidak percaya.

“h-hei, a-ada a-apa denganmu,” Tanya Jessica takut.

Taeyeon tersenyum sinis, “aku? apa kau tidak sadar jika aku seperti ini karenamu? hah,”

Jessica menatap taeyeon bingung, “a-apa maksudmu? A-aku tidak mengerti,”

“kau!” taeyeon menunjuk wajah Jessica menggunakan jari telunjuknya, “jauhi luhan,”

Jessica menatap taeyeon tidak percaya, “t-taeyeon.. a-ada apa denganmu?”

“jauhi luhanku,” bisik taeyeon pelan, ia melangkahkan kakinya mendekati Jessica yang sedang berdiri mematung. “apa kau belum puas merebut luhan dari yuri? Jadi sekarang kau juga mau merebutnya dariku?”

Jessica membulatkan matanya, ia mundur perlahan ketika taeyeon melangkah mendekatinya, “a-apa maksudmu taeyeon?”

“apa kau tidak tahu jika banyak yang tersakiti karena ulahmu itu? Mengapa kau semunafik ini Jessica jung,”

“a-aku, s-sungguh, aku tidak punya hubungan apapun dengan luhan,” ujar Jessica pelan, air mata mulai mengalir dari kedua kelopak matanya, “a-aku tidak bermaksud mereb

“DIAM!” teriak taeyeon, ia menatap Jessica tajam, “apa kau tidak tahu jika kau sudah menyakitiku? Kenapa kau mau merebut luhan dariku? Kenapa?”

Taeyeon semakin melangkah mendekat, yang membuat Jessica terpojok, “t-taeyeon, aku b-bisa jelaskan ini..”

Taeyeon tersenyum dingin, “kau mau menjelaskan apa hm?” tatapan matanya tiba-tiba teralih pada benda yang terpasang pada leher jenjang Jessica, “oh, tunggu. Apa itu dari luhan? Ck, dia benar-benar memperlakukanmu secara istimewa,” sinis taeyeon.

“t-taeyeon, a-aku.. i-ini..”

Taeyeon segera menggenggam kuat kalung yang Jessica pakai lalu menatapnya  sinis. Jessica membulatkan kedua matanya terkejut.

“t-taeyeon, l-luhan bilang dia juga akan memberikannya untukmu,” ujar Jessica gugup.

Taeyeon tersenyum sinis lalu segera menjambak rambut Jessica cepat,

“AKH! T-taeyeon..” Jessica berteriak kesakitan, “sungguh aku tidak punya hubungan apapun dengan luhan..” ia menahan tangan taeyeon yang menjambak rambutnya menggunakan kedua tangannya.

“lepaskan..” isak Jessica.

Taeyeon menatap Jessica sinis, “kenapa? Sakit?”

Jessica hanya memejamkan matanya sambil menangis sesegukan.

“kau tahu?” bisik taeyeon pelan, “rasa sakit yang kau rasakan tidak sebanding dengan apa yang ku rasakan saat ini,”

Jessica hanya menangis terisak.

“kau tahu? Aku benar-benar iri padamu, kau mendapatkan perhatian lebih dari KEKASIHKU sementara aku? oh, apa yang aku dapatkan,”

Jessica menggelengkan kepalanya, “t-tidak.. kau s-salah paham.. AKH!”

Jessica kembali berteriak kesakitan karena taeyeon menjambak rambutnya kuat, “terserah apa yang ingin kau katakan, aku.. aku tidak percaya,” ujar taeyeon sinis.

“sekarang..” taeyeon tidak melanjutkan kalimatnya yang membuat Jessica menatap taeyeon bingung.

Happy birthday to you♪♫

Happy birthday to you♪♫

Happy birthday happy birthday

Happy birthday to you♪♫

Jessica menatap orang-orang yang sedang bernyanyi untuknya denga tatapan tidak percaya. Air mata semakin membanjiri matanya.

“..happy birthday,” bisik taeyeon pelan.

Jessica menatap taeyeon tidak percaya, “k-kau..”

Tangan taeyeon yang tadi menjambak Jessica berubah membelai rambut Jessica lembut, “maafkan aku,”

Jessica menatap membernya, manager, dan adiknya dengan tatapan terharu. Krystal segera memeluk kakaknya erat, Taeyeon yang berdiri disamping Jessica tersenyum melihatnya.

“happy birthday eonni, aku menyayangimu,” bisik krystal lembut. Jessica hanya bisa menangis terisak dipelukan krystal.

“ck, aktingmu sangat hebat eonni,” ujar seohyun kagum sambil menatap taeyeon.

“hm, kurasa kau sangat cocok berperan sebagai tokoh antagonis seperti tadi eonni,” sambung yoona. Taeyeon hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“ck, sudah sudah. Sica-ah, kapan kau akan melepaskan pelukannya? Apa kau tidak mau meniup lilinnya hm?” Tanya manager eonni. Ia menatap kue yang sedang dibawanya itu dengan tatapan kesal.

Jessica segera melepas pelukannya lalu menghapus sisa-sisa air mata yang mengalir di pipinya, “hm,” ujarnya serak.

“aigoo, aigoo. Uri ice princess,” goda sooyoung.

Jessica segera berjalan mendekati kue yang sedang dibawa oleh manager eonni, lalu bersiap untuk meniup lilinnya.

“make a wish,” ujar yuri pelan.

Jessica menatap yuri dengan tatapan terharu lalu menganggukkan kepalanya, ia segera menautkan kedua telapak tangannya lalu memejamkan matanya.

‘tuhan, aku hanya ingin orang-orang yang berada disampingku bahagia. Aku..aku hanya ingin melihat mereka tersenyum. tolong buatlah taeyeon bahagia bersama luhan. Tak ada yang kuinginkan selain melihat sahabatku bahagia bersama orang yang dicintainya. Amin’

Jessica membuka matanya lalu meniup lilinnya perlahan.

“yeay!” teriak sunny senang. “happy birthday sica-ah,” sunny memeluk Jessica erat.

“gomawo,” ujar Jessica pelan, semua member soshi kecuali yuri dan taeyeon segera memeluk Jessica.

“kau yakin tadi itu hanya acting?” Tanya yuri pelan. Ia dan taeyeon sedang memperhatikan membernya yang sedang tertawa dengan Jessica dari jauh.

Taeyeon tersenyum tipis, “bagaimana menurutmu?”

“aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kurasa kau mempunyai masalah dengan Jessica. Apa aku benar?”

“aku juga tidak tahu. Tapi kami baik-baik saja,” ujar taeyeon pelan.

“aku..” yuri menghela napas, “aku ingin memperbaiki semuanya,” ujarnya pelan.

Taeyeon memalingkan wajahnya menatap yuri, “kau.. kau masih mancintai luhan?”

Yuri menatap taeyeon lalu tersenyum, “tentu saja. Bagaimanapun juga aku pernah mempunyai hubungan dengannya. Tapi.. tapi jika luhan bahagia bersama Jessica.. mungkin aku akan benar-benar manghapus namanya dari hatiku,”

Taeyeon hanya diam menatap yuri, ‘luhan adalah kekasihku yuri’ teriak taeyeon dalam hati.

“taeyeon , yuri,” teriak sooyoung.

Taeyeon dan yuri segera memalingkan wajahnya menatap sooyoung, “wae?”

“kemarilah,”

Taeyeon mengangguk lalu melangkah mendekati membernya yang diikuti oleh yuri dibelakangnya. Jessica menatap taeyeon lemah. Taeyeon tersenyum lalu memeluk tubuh Jessica erat.

“happy birthday jess,” Jessica hanya mengangguk pelan, airmata kembali turun dari kelopak matanya.

“eonni, apa yang tadi kau lakukan pada Jessica eonni? Aigoo, lihat! Sica eonni kembali menagis,” ujar yoona bingung.

Taeyeon dan Jessica terkekeh pelan.

“aku menyiksanya,” ketus taeyeon.

“aku seperti melihat sebuah film tadi. Benar-benar sangat menegangkan,” seru hyoyeon.

“apa yang kalian bicarakan tadi? Aku tidak bisa mendengarnya,” Tanya tiffany penasaran.

“kalian berbicara terlalu pelan,” oceh sunny.

Taeyeon dan Jessica terkekeh, “itu rahasia,”

Tiffany dan sunny mengerucutkan bibir mereka mendengarnya.

“sica-ah,” panggil yuri, ia melangkah mendekati Jessica,”happy birthday,”

Jessica tersenyum lalu memeluk yuri. Taeyeon tersenyum melihatnya.

“bagaimana jika kita makan sekarang? Aku lapar,” ujar sooyoung semangat.

“kau hanya memikirkan makanan,” sungut hyoyeon. Tapi kemudian ia menyusul sooyoung dan yang lainnya yang sudah berlari menuju halaman belakang.

Taeyeon tersenyum menatap Jessica, “maafkan aku. apa rambutmu masih sakit?”

Jessica menggelengkan kepalanya, “tidak,”

“kurasa aku menarik rambutmu terlalu kuat tadi. Maafkan aku,”

Jessica tersenyum, “aku tidak apa-apa,”

“mengenai ucapanku, jangan terlalu memikirkannya. Aku terlalu pusing memikirkan bagaimana caranya agar membuatmu menangis,” taeyeon menatap Jessica kaku, “yang lain memintaku agar membuatmu menangis. Jadi maafkan aku,”

“tak apa. Yang lain sudah menunggu, bagaimana jika kita menyusul?”

Taeyeon tersenyum tipis, “kau duluan saja, aku mau ke kamar dulu,”

Jessica mengangguk lalu melangkah menuju halaman belakang. Taeyeon terus memperhatikan langkah sahabatnya itu, lalu ia pun melangkah menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, taeyeon segera mengambil sweeter putihnya lalu memakainya. Ia tersenyum saat memikirkan sweeter putih yang sedang dipakainya. Sweeter putih itu adalah pemberian dari luhan.

Beep♪♫ Beep♪♫

Ponsel taeyeon berdering. Ia segera merogoh saku celananya dan meraih ponselnya. Taeyeon menatap nama yang tertera dilayar ponselnya.

Xi Luhan calling.

Taeyeon menghembuskan napasnya lalu mematikan ponselnya.

‘untuk saat ini, aku tidak mau mendengar suaramu Lu’ ujar taeyeon dalam hati. Ia segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menyusul menuju halaman belakang.

***

Luhan membanting ponselnya kasar. Ia memejamkan matanya perlahan.

“kanapa kau tidak mengangkat panggilanku baby?” ujar luhan pelan.

Luhan sangat yakin jika taeyeon masih membuka matanya saat ini. Meskipun ini sudah pukul 2 dini hari, tapi ia sangat yakin taeyeon belum tidur. Hari ini adalah ulang tahun Jessica dan ia yakin mereka sedang merayakannya. Tapi apa taeyeon tidak bisa mengangkat ponselnya sebentar saja? Kenapa ia malah mematikan ponselnya?

Luhan mengacak rambutnya frustasi.

“aku tahu. Aku memang mencintaimu Kim Taeyeon,”

Setelah itu, Luhan segera terlelap ke dalam mimpinya.

***

Taeyeon menguncir asal rambut panjangnya. Ia menuruni anak tangga dengan cepat, “oh, kau sudah bangun krys?”

Krystal tersenyum menatap taeyeon yang sedang berjalan menuju kearahnya, “ne, eonni,”

“kau mau kemana?” Tanya taeyeon heran. Krystal terlihat sudah sangat rapi pagi hari ini, ia yakin jika krystal pasti sudah mandi.

“oh, aku mau pulang ke dorm eonni. Aku ada jadwal nanti,”

“benarkah?” taeyeon menatap krystal tidak percaya, “ck, padahal ka baru tertidur beberapa jam yang lalu,”

Krystal tertawa pelan, “aku pergi, eonni,”

“oh, berhati-hatilah,” taeyeon tersenyum lalu melambaikan tangannya  ketika krystal mulai menutup pintu.

Taeyeon mulai mengalihkan pandangannya pada ruang tengah. bantal, guling, dan sampah-sampah berserakan disana. Taeyeon menghela napas lalu mulai memunguti bantal-bantal, sesekali ia menepuk-nepuk bantalnya takut jika ada debu yang menempel.

Taeyeon membereskan semuanya dengan rapi, ia mulai menyapu dan melanjutkannya dengan mengepel lantai. Taeyeon menolehkan kepalanya menatap ke arah lantai dua.

“kenapa mereka belum bangun? Atau mereka sengaja agar aku yang membersihkan semua ini? Ck,” taeyeon berdecak kesal.

Taeyeon mngepel lantai dengan perasaan kesal. Ia segera menyimpan pel an nya, lalu mencuci tangannya.

Taeyeon menghembuskan napasnya kesal, ia dengan cepat mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.

“kenapa mereka belum bangun juga,”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya imut. Ia mulai mengambil ponsel dari saku celananya lalu menghidupkannya.

16 panggilan tidak terjawab. 12 pesan masuk.

Dan itu semua dari luhan.

Taeyeon menghembuskan napasnya kasar. Ia menelungkupkan kepalanya diantara lipatan tangannya. “apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?”

Drtt..drtt..

Taeyeon mengangkat kepalanya lalu meraih ponselnya. Ia membuka pesan yang baru saja masuk.

‘kau sudah bangun kan baby?’

Drtt..drtt..

‘tolong balas pesanku.’

Drtt..drtt..

‘apa kau baik-baik saja?’

Drtt..drtt..

‘baby.. aku merindukanmu,’

Taeyeon tersenyum menatap pesan yang terus menerus luhan kirim.

Beep ♪♫ Beep ♪♫

Taeyeon dengan segera menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

“yeobose

aku merindukanmu,”

Taeyeon terdiam.

mengapa kau tidak membalas pesanku? Mengapa kau tidak mengangkat panggilanku? Apa kau tidak tahu jika aku mengkhawatirkanmu? Apa sebenarnya yang ada dipikiranmu itu. Mengapa kau bisa mengacuhkanku seperti ini?

Taeyeon menghela napas pelan, “kau terlalu berlebihan,”

mwo? Apa kau sadar dengan apa yang baru aja kau katakan? Apa kau tidak sadar sudah membuatku seperti orang gila? Kau benar-benar membuatku gila kim taeyeon,” luhan berbicara dengan napas memburu.

Taeyeon memejamkan matanya, “maafkan aku jika membuatmu khawatir, Lu. Aku, aku tidak bermaksud seperti itu,”

tidak bermaksud? Apa maksudmu tidak bermaksud? Lalu mengapa kau mematikan ponselmu, hah?

“deer, maafkan aku. bukankah kau tahu jika Jessica berulang tahun? A-aku dan yang lain merayakannya tadi malam. A-aku..” taeyeon berbicara dengan suara bergetar.

Taeyeon dapat mendengar luhan menghela napas, “baik. Aku tahu. Maafkan aku sudah membentakmu. Kau tahu kan jika aku melakukannya karena mengkhawatirkanmu? Lain kali, kumohon.. jangan pernah melakukan itu lagi. Kau mengerti sayang?

Taeyeon mengangguk, “aku mengerti,”

hm, apa yang sedang kau lakukan sekarang?

“tidur. Bagaimana denganmu?”

aku sedang latihan,

“benarkah? Kalu begitu berlatihlah dengan keras. Aku mencintaimu,”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya ketika mendengar luhan terkekeh, “hm, tentu saja. Aku juga mencintaimu baby,

Taeyeon segera mematikan sambungan teleponnya lalu menaruh ponselnya di hadapannya. Ia menatap ponselnya itu tanpa berkedip. Tatapan dan pikirannya berubah kosong. Ia meraih ponselnya kembali lalu menatap  wallpaper yang terpasang diponselnya itu.

“aku mencintaimu, xi luhan. Sangat mencintaimu,” taeyeon tersenyum tulus menatap wallpaper ponselnya.

Mata taeyeon tiba-tiba membulat, “bukankah besok ulang tahun luhan?” ia menepuk keningnya kuat-kuat, “ahh, paboya,”

Taeyeon mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja, ia terlihat sedang berfikir, “ahh, apa yang harus aku lakukan?!” ia mengacak rambutnya kasar, “kau benar-benar bodoh kim taeyeon,”

Taeyeon berdecak kesal, “aku bahkan tidak terlalu memahami selera luhan,”

“ahh, apa yang harus kulakukan?!!!!” ia berteriak frustasi.

“ya! Kau seperti orang gila berbicara sendiri seperti itu,” ketus hyoyeon sengit, ia datang kedapur dengan keadaan rambut yang acak-acakkan.

Taeyeon melotot menatap hyoyeon, “ya! Apa kau tidak sadar jika kau yang lebih terlihat seperti orang gila?!” ia mengambil ponselnya lalu beranjak berdiri dan melangkah meninggalkan dapur, “yah, cepatlah memasak. Yang lain mungkin akan segera bangun,”

Hyoyeon menatap punggung taeyeon tidak percaya, “hahah, apa dia baru saja memerintahku? Ya! Kim taeyeon!”

To Be Continued…

A/N

Hai, ini chapter 4 nya 😀 maap kalo makin aneh 😀 itu sedikit diceritain masalah luhan-jessica yang dilihat yuri kemarin. Semoga kalian ngerti 😀

Dan aku baca koment komentnya ada yang bilang pusing sama alur dan konfliknya. Maaf yah kalo ff ini ngebingungin 😦 huhu aku emang gak bisa bikin ff soalnya 🙂

 Makasih udah mau baca 😉 minta komentarnya yaa 😉

seeyou

Advertisements

84 comments on “I Want to Protect You (Chapter 4)

  1. konflik semakin ngeri thor hahahaha. itu tdi sebenarnya taeyeon marah bnerankan sama si jessi atau emang mau ngerjain dia? ngeri liat taeyeon yang begitu. dan aku berharap lu-ge emang bner2 cinta sama kty bukan sama si chorong hahahaha. chanbaeknya suka mskipun cuma sempilan hahaha. next chapter ditunggu ya thor? FIGHTING!

  2. ikut tegang pas taengsic berantem..
    kirain beneran ternyata cma acting doang..
    berharap Luhan sama Taeyeon aja..
    cast yg lainnya aku serahkan pada author..
    dtunggu yaa, FIGHTING!!!

  3. Ya ampunn, untung aja cuman akting, kalo beneran udh ga tau apa” lgi :’) thor jangan buat taeyeon dan jessica jdi musuh ya.. Trus taeyeon sama luhan saja. Alurnya ini lumayan bisa dimengerti kok.. Pokoknya penasaran deh sanma kelanjutannya. Ditunggu next chapterny!!

  4. huaa tuh kan BBH disini ceritanya pacaran sm member ntu gb arghhh
    duh d awal2 kirain luhan+ jessi beneran ada hubungan. eh tau2nya cmn temenan biasa
    yuri ko disini jahat sih? -,-
    aww yg main jambak2an itu kayaknya taeng seriusan. kasiaan jessi. tarng terlalu cemburu sih. please jangan buat taengsic disini pd jauhan -,- baekhyun aaaaa knp harus sm bomi coba elaah ㅠㅠ ditunggu chapter selanjutnya ^^

  5. Untung cuma akting aku kira beneran.-. Ndredeg bacanya thor wkwkwk kenapa baekhyun sama bomi thor T_T huhuhu, yuri kok gitu thorrr 😦 yuri moveon aja dari luhan:))) wkwkwk okedeh ditunggu buat next chapternya hwaitingg thorr hwaiting neee💕💕😘😘💕💕

  6. Itu cuma akting … ???????? Speechless … Wkwkwk tp kyaknya gk spenuhnya akting dehh … Adohh ni chanbaek knp malah nambahin masalah sihh ?! -_- yaa ampun !! Tu luhan udh pst kan ma taeng ? Jgn goyah dong gra” chorong ! U.u . Next ditunggu

  7. kayaknya Taeng kepikiran ucapan Yuri sampai ngeluarin semua amarahnya ke Sica.. Terus yg masalah member EXO.. kenapa member lain gabole tau kalo Baekhyun sama Bomi pacaran? Terus member lain trmasuk GG juga gatau kan kalo LuTae pacaran? pokoknya konfliknya baguss.. next chap ditunggu.. Fighting thorr 🙂

  8. Plis taeng sica jangan musuhan thor pliiiiiis
    aku mohoooooon jebaaaaal
    trus luhan jangan putusin taeng yayayaya
    aku suka ceritanya
    ditunggu next 🙂

  9. Aku ikut tegang waktu tae marah2 in si njes.. Ternyata cuma akting, yaa walaupun dalam hati tae gitu.. Skrg aku paham banget sama ceritanya.. :v kerenn2.. Next chap fightingg!!

  10. 🙂 🙂 sk bgt aq ama ff ini 🙂 look a reality 🙂 klo aja emang asli’y crita’y sperti ini aq hopely bgt hub. mreka smua baik” sj :), author plis jgn sampe luhan nyakitin taeng eonni, trus si baekhyun jgn dbt bohong trus, dy kan g’ boleh smbrg ngaku, aplg ngaku’y pcrn ama taeyeon, klo luhan sampe tau awas yaah km baek…..
    next thor jgn lm 🙂 klo bs bsok hahaha.. hwaiting for dear author 🙂

  11. keren kok ff nya. aku ngerti alur nya pas si yuri ngatain sica penghianat. krna dsni dijelaskan. tp satu permintaan ku. biarkan sica tetep akur ya sm taeng. SHOCK berat aku liat adegan nya taeng gtukan jesi td. ternyata bo’ongan 😀

    oke lah next di tunggu hehe

  12. Ane kena tivu bagian jess smabte beranten..kirain itu asli…ff keren kok thor. Ff inibsalh satu daru beberapa ff yg paling aku tunggu2, chapp selanjutnya cepat yah ~

  13. Adoh telat ngomen gua
    wkwkwk… Han Han mau elu apaan seh-_- greget gua
    ck itu Baekk blang aja kek,ntar trjadi kesalahpahaman/?

    aigooo… ksihan Tae unn 😦
    itu seriusan kan?
    Tae unn bner serius buat Sica unn nangis?
    berasa serius w

    kkk~ Tae unn diemin Luhan…
    pasti Luhannya udah gila

    hmmm Thor chap 5nya di tunggu yaa 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  14. Daebak!!
    Sykur z taeyeon eon cma akting,
    jgn smpe taeyeon eon berantem bnran ma sica eon.
    N mdhan hubungan lutae langgeng trus, jgn smpai putus y thor.
    D’tgu next chapx, lw bsa jgn lama2 y thor.
    Hwaiting!!

  15. Pingback: I Want to Protect You (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Sebenarnya Sica eonni ada rasa ga sih sama Luge ?? kok dia khawatir bgt ya sama Luge ???
    hmmm…. penasaran deh

    Lah itu kok BaekYeol gamau kasih tau Luge kalo yg di gosipin sm Baek oppa itu…. Taeng eonni???? apa mereka tau kalo Luge pacaran sm Taeng eonni???

    banyak tanda tanya ikhh….
    kasian Sica eon di jambaknya beneran(?)
    adeuhhhh terbakar cemburu buta nih Taeng eonni ckckckck

    next next next
    F I G T A E N G :*

  17. Suka kalau liat luge khawatir sama taeng eonni
    tapi bagaimana reaksi luge kalau tau bahwa yang jadi pacar bohongan baekhyun adala kekasihnya
    oke ditunggu next chapternya thor

  18. sorry thor lambat baca and komen nya..ngebut baca dari chap1 smpai chap5..Ceritanya makin bikin aku pusing..Tapi ceritanya seru juga..Good Luck!!Fighting!!

  19. Pingback: I Want to Protect You (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. hii ya ampun ,aku bacanya smpai merinding sndri ..

    taengo klo mrh seramm bnget..

    tpi aku jd pnsrn chapter slnjutx ni!!

    smngat ya thorr!!

    penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s