[FREELANCE] Take Him Out (Chapter 1)

062815_0122_FREELANCETa1.gif

.::A Storyline By Yeollipop @Farazardin::.

Main Cast: Kim Taeyeon – Xi Luhan – Kim Myungsoo (L)

Other Cast: Amber J.Liu – Park Chanyeol – Henry Lau – Lee Yuan (OC)

Rating: PG 16

Length: Chaptered

Genre: Romance, School-Life, Friendship

Credit Poster: Thanks a lot rosaliaaocha @ochadreamstories for making this poster

Disclaimer: This plot pure by mine. All the cast belong to God and their parents. And please don’t be a plagiator.

Author Note’s

Hai hai para readers setia ATSIT!^^ Thanks to Nadia unnie udah mau ngepost

ff ku yg gaje bin aneh ini, tapi mudah-mudahan para reader suka ya.

Berlanjutnyaff ini bergantung pada readers sekalian ya. And… Warning for typo’s!

 

~ H a p p y R e a d i n g ~

 

“Tiiiinnnn….tiiiiinnnnn” bunyi klakson dari mobil audi putih itu turut meramaikan kemacetan saat itu. Yeoja bertubuh mungil itu tengah menekan klakson mobilnya kuat kuat dengan emosi yang teramat sangat. Cap “BAD DAY” pun akan melekat pada dirinya hari ini.

Kim Taeyeon, seorang gadis SMA.. ah ralat! Seluruh murid di SMA-nya pun akan berpikir dua kali bahwa Taeyeon adalah “seorang gadis”. Taeyeon terkenal akan “ketomboyan”nya tersebut sedang dalam keadaan yang tidak bisa dibilang “baik-baik saja”. Seragamnya kotor dan sepatunya penuh debu. Ya, Taeyeon habis bergulat dengan debu-debu yang berada di gudang sekolahnya.

*flashback on*

“Jisoo 96, Yoonmi 80, So…. Awww” Taeyeon sedang membaca nilai siswa kelasnya namun diinterupsi karena seseorang menabraknya.

“Oooppsss!! Mianhamnida Taeyeon-ssi, aku tak sengaja” Seorang hoobae yang diketahui bernama Yuan itu hanya memasang tampang memelasnya saat ice moccachino-nya tumpah ke daftar nilai yang dipegang Taeyeon. “Lain kali berhati-hatilah, sunbae.” Tambah gadis itu sambil berlalu

“God! Bagaimana ini?!?! Aiissshh jinjja habislah aku.” Rutuk Taeyeon frustasi. Terbayang hukuman Park saengnim saat tahu kertas nilai itu tak berbentuk lagi. Taeyeon menarik nafas, lalu menggeleng. Ia mencoba sabar.

*flashback off*


*Taeyeon POV*

Drrrtt.. Drttt

Handphone ku bergetar, aku melirik lalu memalingkan pandanganku ke depan lagi. Nama Chanyeol tertera disana. Aaiiishhh virus idiot ini! Tidakkah dia tau aku sungguh sedang dalam keadaan buruk. Keadaanku saat ini persis seperti singa yang ingin menerkam apa saja yang berani mengganggunya.

“Halo? Yak idiot cepat katakan apa yang kau mau?”

“Hei apa yang terjadi padamu? Mengapa kau tidak latihan? Pelatih Song terus menanyakanmu sampai aku berkeinginan menyumpal mulutnya itu!”

“Aiiisshh aku kemana bukan urusanmu atau urusannya! Kalau kau mau menyumpal mulutnya, sumpal saja dengan bola basket!” Klik. Aku memutuskan sambungan telfon secara sepihak.

Sesampai ku dirumah, aku melempar kunci mobil dan tas lalu menghempaskan diri di pulau kapuk tanpa membersihkan diri terlebih dahulu. Lelah, tentu saja.


“Aiisshh bocah itu selalu semaunya sendiri!” Gerutu lelaki bertubuh jangkung itu.

“Bagaimana? Dia kemana saja? Mengapa dia tidak latihan?” Tanya temannya yang berambut pirang bertubi-tubi.

“Molla. Saat ku telfon tadi ia seperti singa yang siap menerkamku. Aku tak bisa membayangkan jika ia memiliki “babysitter”, semua orang pun akan angkat tangan. Kau akan dibayar mahal jika menjadi babysitternya, Lu. Itupun kalau kau mau, hahaha” ledek lelaki bertubuh jangkung it, Park Chanyeol.

“Jangan bicara asal tiang! Aku akan mematahkan kaki mu yang jenjang itu”

Chanyeol terbahak-bahak, sementara temannya, Luhan sudahmengambil ancang-ancang melempar Chanyeol dengan kaus basketnya.

“`

Siapa yang tidak tau THE ALBATROS ? Seluruh penjuru Gyeonggi Suwon Int. High School mengenal mereka. Grup yang beranggotakan Amber, Henry, Chanyeol, Taeyeon, & Luhan selalu menorehkan nama harum Gyeonggi di kancah nasional. Ya dibidang basket, tentu saja.

 

Semua orang menganggumi mereka terutama Luhan. Walaupun terkesan “flower boy” namun ia dikenal tegas dan dingin dengan mereka selain sahabat dekatnya. Itulah daya tarik tersendiri bagi namja keturunan Tiongkok ini. Sampai sampai ada beberapa murid yang merupakan sasaeng fans dari Luhan yang tidak jera keluar-masuk bimbingan konseling. Lee Yuan salah satunya. Ia selalu berkata bahwa Luhan miliknya. Ia selalu membuat onar dengan perempuan yang dekat dengan Luhan walaupun itu sahabat dekatnya sendiri.


“Dari mana saja kau kemarin Taeng?” Tanya Henry sambil mendribble bola lalu men-shootnya.

“Mianhae Henry-ah. Aku ada urusan mendadak yang terpaksa membuatku tidak ikut latihan” Bohong Taeyeon. Gadis itu merasa tidak penting menceritakan ulah sasaeng fans Luhan yang menyebabkan ia harus bergulat dengan debu di gudang.

“Jinjja? Kemarin kau dalan keadaan buruk? Saat ku telfon, kau seperti ingin menerkam ku saja” Chanyeol menyipitkan matanya.

“Kau mengkhawatirkan kami Taeng, setidaknya kau berikan kabar pada kami.” Keluh Luhan

“My baby deer, You don’t worry to me. I’m okay. You see?” Terang Taeyeon sambil merentangkan tangannya.

Luhan menghela nafas, hafal kelakuan Taeyeon.

“Latihan kali ini kita cukupkan dulu. Sampai bertemu pada pertemuan selanjutnya. Khususnya kalian bertiga, Chanyeol, Henry, & Luhan. Seminggu lagi kita akan bertanding tingkat nasional dengan sekolah lain. Tolong persiapkan diri kalian.” Pelatih Song mengakhiri latihan hari ini.


Taeyeon menggeram tertahan saat melihat baju gantinya telah berlumuran air parit. Ulah sasaeng fans lagi! Entah Yuan atau bukan yang jelas Taeyeon tidak mengerti. “Kupikir mereka sudah tidak waras!”batin taeyeon. Ugh! Bahkan Taeyeon hampir pingsan mencium bau parit yang busuk itu.

“Taenggo-ah, kau belum pulang?” Tanya Luhan tiba-tiba muncul (?)

“Ohh hm em i.iini aku sedang menunggu Amber, dia sedang berganti pakaian.” Jelas Taeyeon menggaruk tengkuknya.

“Pakailah. Aku yakin kau takkan mau pulang dengan pakaian yang habis tercebur parit.”Luhan menyerahkan pakaiannya. Taeyeon terenyak, ia tak menyangka Luhan memperhatikannya.

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Gwechana, aku biasa tak berganti pakaian”

“Hmm.. pantas saja dirimu bau” taeyeon mendekatkan hidungnya ke tubuh Luhan. “I’m kidding hehe…”

“Kupikir kau tidak mendapatkannya secara gratis, Tae.”

Taeyeon bingung lalu ia tersenyum. “I know what you mean, deer.” Taeyeon mendekatkan wajahnya ke Luhan, memiringkannya lalu…

10cm…

7cm…

5cm…

.

.

.

“Kutraktir bibimbap. Bagaimana?”

“Huh? Uhm ye..” Luhan mengganguk gugup (+masam)

Luhan dan taeyeon tergagap saat Amber muncul tiba-tiba melihat posisi mereka yang seperti hendak.. berciuman?

“Taeng, kajja ganti bajumu! Oh rusa kau rupanya. Belum pulang?”Tanya Amber.

“Ah ye. Aku dengan virus saja Ajoll” Tolak Luhan tersenyum.

Laki-laki rusa itu berjalan berbalik sambil memikirkan kejadian tadi. “Aiiisshh, aku yang aku pikirkan?. Luhan mengacak-acak rambutnya.


*Amber POV*

“Ahhh… sudah lama sekali aku tak kemari. Kondisi di kamar ini masih sama rupanya dari zaman perang dunia kedua.” Komentarku sambil mengunyah nachos.

Ya kondisi kamar Taeyeon selalau terlihat bak kapal pecah. Background dinding biru dongker, jam dinding kepala tengkorak. Tidak menampakkan kesan feminin sama sekali. Dan yang tak kalah penting………. Big Poster Michael Jordan turut menyumbangkan penekanan kata jauh-dari-kata-femininnyaa kamar taeyeon.

“Lalu, kau pikir aku akan menyulap kamar ini bak kamar puti kerajaan?”Balas taeyeon sembari melemparkan kaus kakinya. Ckckck benar-benar ya anak ini!

“Satu kata untuk perkataanku tadi, IMPOSSIBLE!”lanjutnya lagi.

“Oh yeah.. hmm.. ohh.. sedikit lagi.. yakk! Aiiishhh padahal sedikit lagi!”Teriakku frustasi pada game balapan di psp Taeyeon. Baru kusadar anak itu melemparkan death-glare padaku. Cih!

“Kurasa aku berbicara pada angin.”

“Ah ye, sampai dimana kita tadi?”Aku menoleh padanya. Aku memang tidak menyimaknya dari tadi.

“Sampai seorang Kim Taeyeon berkeinginan merubah gaya hidupnya bak putri kerajaan Inggris!.” Jawan taeyeon jengkel.

“Aigo Taeng, kau bercanda kan? Kalau sampai itu terjadi, satu sekolah akan gempar!! Dan buruknya lagi… aku akan kehilangan “kembaran”! Andwee takkan kubiarkan itu terjadi!” Aku merajuk padanya hahaha.

“Lucu sekali, Ajoll.” Taeyeon mengerling malas.

“Ayolah Kim, aku tau kau sedang badmood. Tapi jangan sampai kau buat aku mengirimkanmu ke kebun binatang karena “tingkah singa” mu itu. Sebenarnya kau kenapa?” Tanyaku penasaran.

“Bukan apa-apa, sebentar lagi tanggal datang bulanku. Mungkin itu pengaruhnya.” Jawab Taeyeon sekenanya.

“Geotjimal. Pasti gadis gila bin aneh itu berulah lagi? Benar-benar, apa yang dlakukannya padamu?!” Aku kesal, tentu saja.

“Hei gaya bicaramu memberikan kesan bahwa aku masih anak balita, begitu? Oh ayolah! Aku bisa saja mematahkan leher gadis itu dengan karate ku. Hanya saja aku malas meladeninya dan mengingat reputasiku.” Taeyeon menepuk pundakku sambil tersenyum, ia berusaha menenangkanku.

 

“Kau ini kenapa? Aneh sekali” Tanya taeyeon bingung melihat tingkahku.

“A..aa..aku ingiin BUANG AIR BESAR!” Teriakku segera berlari menuju kamar mandi di kamar Taeyeon`

“Kenapa sulit sekali?!?”Panikku ketika kurasa gagang pintunya rusak, tak bisa dibuka.

“Kamar mandiku memang rusak, kau pakai saja kamar mandi di kamar tamu.” Taeyeon menahan tawa. Huh!

Aku mendengus kesal


“Yaaaakk kau habiskan semua makanan dan softdrink dari kulkas ku Ajoooll!”Pekik taeyeon sebal. “Pantas saja ia ingin buang air besar!” Dengusnya lagi

 

Di lain sisi..

Saat Amber terburu-buru ke kamar tamu, tak sengaja ia mendengar percakapan kedua orang tua Taeyeon.

“APA KATAMU?!?! INI SEMUA SALAHKU?? APA KAU TIDAK BERKACA???”

“INI MEMANG SALAHMU!!! KAU TIDAK USAH MENGELAK LAGI!!!”

“SUDAH CUKUP! AKU SUDAH LELAH. TAK BISAKAH KAU BERHENTI?!?!”

“KAU YANG MEMULAINYA!!”

“KAU!”

“KAU!!!”

“Hah?!? Apa yang baru saja kudengar?” Desis Amber sambil menutup mulutnya. Mendadak ia tak ingin BAB/? Karena ‘kepo’ pada pembicaraan orang tua Taeyeon.

Tiba-tiba…

 

“Ajoll, kau sudah selesai buang airnya??”Tanya taeyeon heran.

“Oh ehm i..itu i..iya sudah hehe ternyata aku hanya buang air kecil saja”Bohong Amber sambil menggaruk tengkuknya. Ia takut Taeyeon melihatnya menguping pembicaraan orang tuanya.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Eomma ku pasti sudah bawel karen aku belum pulang. Dahh Taenggo…”Amber buru-buru mengambil tasnya lalu beranjak pergi.

“Kenapa anak itu? Makin aneh saja.”Heran Taeyeon

 


“Sampai kapan kau mau mngetuk-ngetukan pulpen itu?”Tanya Amber pada makhluk disebelahnya.

“Diamlah.”Taeyeon mengerling tajam ke Amber.

“Cobalah untuk mendengarkanku kali ini.” Amber menghela napas.

“Ajol! BISAKAH KAU DI…”Omongan Taeyeon terhenti saat…

 

“Nona Kim!! Tak bisakah kau memperhatikanku?? Apa pulpen itu jauh lebih menarik dibanding pelajaranku” Teriak Sir William ketus.

“I’m sorry sir.” Jawab Taeyeon pelan.

“Tak adakah yang mengerti keadaanku ini? Batinnya sedih.

 


“Hei dorky, ingat akan janjimu?” Luhan menepuk pundak Taeyeon.

“Ne, tentu saja.” Taeyeon menjawab lemah.

“Hei, kau sakit??”Luhan langsung menaruh punggung telapak tangannya ke dahi Taeyeon.

“Ani, aku hanya tidur kemalaman. Oh ya mana Henry, Chanyeol, dan Amber?” Tanya taeyeon berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Masih di kelas, mengerjakan remedial. Kita tunggu saja.”

“Ne..”

 

@Daehyeon-dong Cafe

 

“Cepat pesan makananmu!” Suruh Taeyeon

“Aku bibimbap saja.” Sahut Henry dan Luhan berbarengan.

“Jjangmyeon sepertinya enak!” Pekik Amber dan Chanyeol tanpa meperhatikan kondisi Taeyeon.

“Bagaimana denganmu, Taeng?”Tanya Luhan.

“Samakan denganmu.”Jawab Taeyeon datar.

Luhan mengangguk lalu menuliskan pesanan mereka. Sementara mereka asyik berbicang.

“Aku ingin ke toilet sebentar.” Ujar Taeyeon saat mereka asyik berbincang.

“Ne.. Jangan lama-lama Tae! Atau aku akan menghabiskan jatah makananmu!”Pekik Chanyeol Henry tertawa.

Luhan menggeleng. “Aku tau urat malumu sudah putus sejak kau dilahirkan, virus. Tapi tak bisakah sekali saja kau tak membuat malu? Ini tempat umum.” Tukas Luhan sembari memutar bola matanya. Chanyeol meringis.

“Mengapa dia akhir-akhir ini” Tanya Henry pada Amber sambil menyeruput lemon tea.

“Siapa?” Amber melirik Henry sejenak. Ia sedang membaca menu.

“Tentu saja Taeyeon, babo! Ia tampak lesu, tidak bersemangat, dan yaaah tidak seperti biasanya. Ada apa dengannya??” Tanya Luhan tak sabaran.

Amber menjatuhkan buku menu itu lalu menatap sahabatnya satu persatu.

“Apa perlu aku mengatakannya?”Amber balik bertanya.

“Tentu saja! Kami bertiga juga sahabatnya!.” Chanyeol menoyor jidat Amber. Kesal dan bete pada Amber.

“Kau kan tau kita berlima bersaha..”Chanyeol menghentikan omongannya ketika Henry membekap mulutnya.

“Oke sekarang kau cerita Ajol. Kami sahabatnya dan tentu saja bisa dipercaya!.”Henry berkata tegas`

“Selama tiang idiot itu kita sumpal mulutnya.”Tambah Luhan.

Amber memberikan kode agar mereka mendekat. Agar pembicaraan mereka tak didengar orang lain.

 

5menit kemudian…

“Kau tak bohongkan??.”Chanyeol membulatkan matanya.

“Untuk apa aku berbohong. Menguntungkan bagiku? Tidak.”Amber menatap tajam ke arah Chanyeol.

“Aigo, jadi karena itu ia jadi berbeda akhir-akhir ini?” Wajah Luhan mendadak sendu.

“Lantas apa yang harus kita perbuat?.” Tanya Henry to the point. Ia sangat ingin membantu sahabatnya itu. Tentu saja.

“Aku ingin kalian membantu menjalankan ideku.” Amber berusaha memelankan suaranya namun dengan intonasi yang serius.

 

-To Be Continued-

Fyuhh, gimana readers sekalian, puas gak sama chapter 1-nya? Kalau kalian penasaran akan kelanjutan dan senang akan ceritanya bisa diungkapin di kolom komentar. Dengan gitu kan author tau readers yang baik-baik siapa aja hehe^^. Author ingatkan lagi, berlanjutnya ff ini tergantung pada readers semua ya!

See You!^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Advertisements

82 comments on “[FREELANCE] Take Him Out (Chapter 1)

  1. Daebak thor!! ^^
    Itu Ajoll bilangin ap sih k yg lainnya?? Masa cma bilangin Taeyeon dtang bulan?? Itu rencanain apa?? Penasaran thor sma chap slanjutnya!!? ><
    Next chapnya dtnggu bnget!! Fighting!! ^^

  2. Agak kecepatan sih thor cuma nggak papa
    trus ada dialog “you don’t worry to me”, itu salah banget. Pake don’t worry aja atau you don’t have to worry about me itu baru betul. Pake google translate ya thor? Hihihihi diperbaiki aja english nya thor. Saran sih 🙂 keep writing

  3. Ditunggu next chap nya secepatnya yaa thorr… klo bisa lebih panjang lagii kelanjutan nya.. hehehe
    FIGHTING

  4. Kependekan thooorrr ceritanyaa,next chapter panjangin ya thorrr, bagus kok ff nyaa, okedeh ditunggu buat next chapternyaa hwaitingh

  5. Seru sih thorr jalan cerita nya, tapi alur nya kecepetan bngt buat chap 1 terus juga terlalu pendek sihh:v
    next chap panjangin dan alur nya jangan terlalu cepat ya thor…! Paiting!!!

    • Ini mah Safiraaa kan ya>,< sorry gua kaga masukin bekyun kw sm jongin kw :v wkwk selaw selaw sap, ah lu thor thor biasa panggil gua istri peceye aje lu XD lu pasti tau kan knp gua bikin tema 'basket' wkwk XD iya iya makasih sayangku sapiraa muaah muaah ;*

  6. Pingback: [FREELANCE] Take Him Out (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. maaf nih thor, aku baru nemu ffnya, cuma kasihsaran sih bahasanya terlalu lebay, maksud aku nama panggilan mereka kek dipakasain banget, dan juga percakapan mereka rasanya aneh aja gitu gabaku.
    aku tau mereka sahabat dan agak bar bar, tapi bar bar bukan berarti harus pak bahasa gitu kan, pas baca jadi aneh sendiri.
    just my opinion thor. keep writing❤

  8. Pingback: [FREELANCE] Take Him Out (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s