Unrecognizable

UNRECOG

[ Unrecognizable ]  by Yui

Baekhyun & Taeyeon

Romance Fiction.

.

.

.

.

.

No matter what happen with you, I will stay love you.
There is no person that love cannot heal; there is no soul that love cannot save.
_____________________________________________________________________________

Seperti sebuah kaleng yang berisi sebuah surat di dalamnya, dan dihempaskan begitu saja saat sang pemilik melempar botol tersebut. Bukan surat kaleng namanya namun ia menyebutnya surat kaleng, padahal bahan itu terbuat dari botol kaca yang sudah kusam dan sedikit retak.

Gadis itu tidak tahu dari mana asalnya surat kaleng itu. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia bisa menemukannya. Saat ia sedang termenung menunggu seseorang.

Menunggu seorang paruh baya yang sedang mengantri membeli sebuah minuman untuk anak dari anaknya yang tengah kehausan. Gadis dengan kuncir kepang dua, rambut berwarna hitam pekat ditambah poni yang membuat gadis kecil itu lucu. Lugu memang jika pertama kali kau memandangnya.

Senyum gadis itu mengembang kala melihat seseorang yang ditunggunya datang membawa dari apa yang ia harapkan sedari tadi, dengan cepat ia yang tengah duduk langsung berdiri sampai melompat-lompat, “Asyik, akhirnya datang juga”

Seorang paruh baya itu tersenyum, menatap sayang pada anak dari anaknya tersebut. “Ayo segera pulang, ayah dan ibumu nanti akan khawatir” ujarnya. Gadis kecil itu menganguk lalu berjalan menuju rumahnya didampingi oleh sang kakek.

+++

Gadis itu memasuki rumahnya yang tidak berukuran besar maupun kecil hanya saja tamannya yang luas, membuat rumahnya terlihat luas. Serta kolam ikan yang terdapat di tengah tengah taman. Sore ini rumahnya ramai.

Beberapa orang tak dikenalnya tengah tertawa ria dengan kedua orang tuanya, ia hanya menanggapinya dengan cuek. Ia malas untuk masuk dan berhadapan dengan tamu tamu asing tersebut. Wajahnya yang kusam karena sedari tadi bermain di bawah terik sinar matahari. Ia memilih duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati minuman.

Tiba-tiba, sebuah mobil-mobilan menghampirinya dan tepat berhenti di sebelah kaki kirinya. Ia menengok ke kanan dan mendapati seorang bocah laki-laki tengah bermain mobil-mobilan, bocah itu mendekat ke arah gadis itu dengan senyuman yang membuat gadis itu menjadi salah tingkah, “Maaf, tapi ini punyaku” ujar lelaki itu.

Gadis itu menganguk dan langsung mengambil mobil-mobilan tersebut, “Ini” lelaki itu langsung mengambilnya dan berkata, “Namaku Baekhyun. Byun Baekhyun” seketika yang membuat wajah gadis itu memerah.

“Kenapa kau tidak masuk?” tanya lelaki itu. Namun gadis kecil itu tak kunjung membalasnya dan langsung berlari ke dalam rumahnya yang membuat bocah lelaki ini bingung.

Pertemuan pertama yang menggemaskan.

———————–

Berlanjut saat dewasa, keduanya kini semakin dekat hingga akhirnya terjalin sebuah hubungan special di antara mereka. Hubungan yang bukan hanya sekedar hubungan pertemanan, bukan hanya sekedar hubungan kerabat dekat, bukan hanya sekedar hubungan adik-kakak.

Sepasang kekasih.

Beberapa bulan lalu saat Baekhyun menyatakan pada gadis tersebut. Teman semasa kecilnya, cinta pertamanya. Mereka menjadi sangat dekat, selalu berbagi momen momen manis yang tidak akan terlupakan. Semua orang yang melihatnya akan melihat seperti sepasang kekasih yang sangat mesra dan cocok.

Umur mereka kini 19 tahun.

Usia yang cocok untuk tumbuh menuju dewasa dalam akhir masa remaja. Usia yang cocok saat mereka berpacaran.

————

Takdir berkata lain.

Saat hubungan mereka menginjak bulan yang ke 14, sang lelaki, Byun Baekhyun tiba-tiba pergi meninggalkan sang kekasih tanpa kabar. Gadis itu mengira bahwa ia selingkuh. Dan kini, tahun ke-4 setelah perginya Baekhyun yang tanpa kabar.

Tidak ada telepon, pesan, surat, atau apapun yang didapatkan oleh gadis bermarga kim tersebut. Gadis itu hanya menangis sepanjang hari menunggu kehadiran Baekhyun untuk datang menemuinya dan meminta maaf karena pergi tanpa pamit dan tidak memberikan kabar.

Sepasang kekasih yang mereka jalin itu runtuh seketika karena ulah Baekhyun. Gadis itu hanya bisa menangis menangis dan menangis. Ini sudah 4 tahun sejak kepergian Baekhyun dari penglihatannya. Namun isi hatinya. Baekhyun belum boleh pergi dari hatinya. Baekhyun tidak boleh pergi dari hati seseorang yang telah ia isi selama bertahun-tahun. Mewarnai dengan warna yang warna warni dan indah dalam kehidupan seseorang, namun dengan mudahnya merusaknya dalam sekejap membuat warna warna yang telah dioles tersebut luntur seketika menjadi sebuah gambaran yang hitam putih dan hanya terbayang-bayang oleh masa lalu.

Tidak. Meski Baekhyun telah melukai hatinya, ia tetap tidak boleh menghapus begitu saja kenangan yang telah ia ukir tersebut. Dan sebut saja—Gadis bernama kim taeyeon tersebut tidak akan melupakan teman semasa kecilnya, sahabatnya, cinta pertamanya, dan kekasihnya tersebut.

————————————————————–

Ini adalah tahun ke-7 sejak kepergian lelaki yang kini gadis itu tidak tahu dimana keberadaanya. Kini umurnya sekitar 26 tahun.

Taeyeon kini berjalan jalan di sekitar taman alun alun tengah kota. Ia menatap sebuah bunga kesukaanya, bunga tulip. Ia menghirupnya dengan senang. Tidak ada lelaki lain yang mengisi hidupnya kini, pria itu bahkan belum kembali.

Sekarang jam istirahat. Manajer Kantornya mengizinkan Taeyeon untuk pergi sebentar keluar untuk melepaskan kepenatan karena pekerjaan kantornya.

Tiba-tiba seorang pria paruh baya menepuk bahunya, “Nona Taeyeon?” serunya sambil membaca name tag yang ada di seragam kantornya.

“Nde?” Taeyeon menatap kakek-kakek tersebut bingung, namun kakek tersebut tersenyum, lalu mencoba menggapai tangan Taeyeon. “Nona .. ” serunya

Taeyeon bingung, tapi Taeyeon juga berteman baik dengan teman-teman kakeknya dulu. Apakah kakek yang berada di hadapannya ini juga salah satu teman kakeknya yang ia kenal dulu?

Taeyeon terdiam. Lalu kakek itu bertanya, “Bagaimana kabarmu, Taeyeon-ah?” Taeyeon tersenyum getir, mungkin saja.

“Ya, kabarku baik, kek” jawab Taeyeon. Kakek-kakek tersebut langsung memegang tangan Taeyeon yang membuat Taeyeon tersenyum. “Apakah kakek juga teman dari kakekku?” tanya Taeyeon

Kakek itu tersenyum.

“Waah, sudah lama sekali kita tidak bertemu” ujar Taeyeon senang. “Kabar kakekku baik-baik saja, hanya saja ia sering lupa. Hahaha .. wajar saja, ia kan memang sudah tua” ujar Taeyeon sambil tertawa.

Tiba-tiba kakek itu menyerahkan sebuah kotak kado, “Ini untukmu nona Taeyeon-ah, juga titip salam untuk keluargamu, nde” ujar kakek tersebut. Taeyeon langsung tersenyum, “untukku?”  tanyanya

Kakek itu langsung mengusap puncak kepala Taeyeon, “Aku pergi dulu” ujarnya. Lalu kakek itu pun pergi meninggalkan Taeyeon. Taeyeon merasa kasian dengan kakek kakek tersebut. Sebuah perasaan tersirat yang pernah ia rasakan sebelumnya.

————————————————————–

Sesampainya di rumah, Taeyeon memasuki kamarnya dengan senang. Setelah membersihkan diri, ia langsung merebahkan dirinya di kasur, ah ia teringat sesuatu.  Kado apa yang diberikan oleh kakek tersebut, dan mengapa ia memberikannya kepada Taeyeon.

Taeyeon langsung membuka kerdus kado tersebut, dan mendapati sebuah surat di dalamnya, apa benar ini untuknya? Ia langsung membukanya perlahan.

.

.

.

Untuk seseorang yang telah mendiami hatiku bertahun-tahun

Hatiku berdesir saat pertama kali aku melihatmu, seorang gadis yang lucu dan lugu. Membuat semua pria pasti akan terpikat oleh pesona yang kau miliki. Kala itu, aku merasakan sesuatu yang berbunga-bunga di dalam lubuk hatiku. Sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Untuk yang pertama kalinya, aku tahu perasaan apa ini yang aku diami. Yaitu jatuh cinta. Akuu jatuh cinta pada seorang gadis. Ia memiliki paras yang cantik dan membuat semua siswa di sekolahku ingin merebutmu dari dekapanku.

Taeyeon-ah, ini adalah sepucuk  surat dari seseorang yang telah melukai hatimu karena kepergian tanpa kabar yang tiba-tiba itu,

Ini aku, Taeyeon-ah. Seseorang yang pernah mengisi hatimu, Byun Baekhyun, kekasihmu. Apa kau merindukanku?

Taeyeon-ah, jika aku minta maaf, kau tidak perlu memaafkan kesalahan yang telah melukai hatimu. Jangan pernah kau maafkan pria yang telah melukai hatimu ini, Taeyeon-ah.

Jangan maafkan aku yang tiba-tiba pergi meninggalkanmu tanpa kabar ini. Jangan terima maaf telah melukai hatimu selama bertahun-tahun. Aku menyesal karena tidak memberimu kabar, tapi kebanaran yang pahit adalah kau harus tahu keaadan sebenarnya pada diriku, Taeyeon-ah.

Kakek-kakek yang kau temui beberapa jam yang lalu itu, jangan pernah kau lupakan. Jangan pernah kau maafkan ia karena telah memegang tanganmu, mengusap rambutmu. Jangan pernah, Taeyeon-ah, jangan pernah. Karena kakek-kakek itu adalah aku, Taeyeon-ah.

Kau akan tidak percaya, Taeyeon-ah, tapi kakek-kakek itu adalah aku.

Aku mengidap penyakit Alzheimer pada 7 tahun yang lalu. Penyakit itu tiba-tiba menyerangku dengan cepat. Itu sebabnya, aku pergi meninggalkanmu karena aku tidak ingin kau melihatku dengan keadaan seperti ini.

Aku malu Taeyeon-ah. Aku takut jika kau akan menjauhiku dan tidak ingin bersamaku lagi, karena penyakitku ini. Kau pasti malu jika bersanding denganku. Itu sebabnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkanmu. 

Kau pasti kaget Taeyeon-ah, tapi penyakit itu dengan cepat mengubah tubuh remajaku menjadi seorang kakek. Aku malu Taeyeon-ah, itu sebabnya aku pergi ke kota untuk berobat. Namun tetap tidak ada hasilnya, karena penyakit itu mematikan.

Taeyeon-ah, sekali lagi kukatakan padamu bahwa hidupku mungkin tidak akan lama lagi. Tapi jangan kau hapus memori kita yang telah kita ukir bersama dulu, karena aku tetap mencintaimu Taeyeon-ah, kekasihku, cinta pertamaku.

Sekian sepucuk surat dari orang yang telah melukai hatimu, jangan kau maafkan kesalahan bodoh ini. Aku mencintaimu Taeyeon-ah. Aku akan selalu mencintaimu. Aku rindu akan senyumanmu, aku rindu akan tawamu. Aku rindu akan dekapan hangatmu. Aku rindu semua yang ada pada dirimu, Taeyeon-ah. Tapi jangan kau hapus memori kita. Aku tak ingin kau menghapusnya meskipun kau pada akhirnya kau membenciku.

 

Byun Baekhyun.

.

.

Taeyeon tidak dapat menahan sungai yang mengalir deras di pipinya. Sepucuk surat dari seseorang yang sangat ia rindukan. Sebuah kabar yang sangat sangat ia tunggu selama 7 tahun ini. Bukan waktu yang singkat.

Taeyeon hanya bisa menangis dan tidak percaya pada fakta yang kini berada di hadapannya. Fakta yang tidak pernah ia sangka. Ia bahkan tidak percaya.

Kabar yang ia nantikan dari Baekhyun adalah berita bahagia bukan berita tragis yang ia dapat. Ia masih tetap mencintai Baekhyun hingga detik ini. Ia masih bersyukur rupanya Baekhyun masih dapat mengingat dan mencintainya, satu hal yang harus ia lakukan.

Ia tahu bahwa umur Baekhyun tidak akan lama. Karena itu, karena Baekhyun sedang sakit ia harus menjenguknya. Membuat sebuah pertemuan yang mungkin tak akan lagi ia  lakukan.

Taeyeon masih ingat dimana rumah Baekhyun. Ya, Taeyeon harus ke sana. Taeyeon yakin Baekhyun masih tinggal di rumah yang sama. Taeyeon langsung berlari sambil menggenggam surat Baekhyun. Tangan Taeyeon terkepal erat memegang surat Baekhyun.

Yang harus ia lakukan saat ini adalah bertemu Byun Baekhyun. Sekarang.

Ia mengatur nafasnya yang terengah-engah. Mendapati sebuah rumah yang selalu sama dengan beberapa tahun lalu, perlahan, ia memasuki halaman rumah tersebut dan mendapati seseorang tengah menyiram tanaman. Seorang kakek yang tengah menyiram tanaman. Seorang kakek yang menemuinya 10 jam yang lalu.

Taeyeon langsung berlari dan memeluk kakek tersebut. Byun Baekhyun. Seseorang yang sangat ia sayangi di dunia ini. Sosok yang tidak akan pernah gadis itu lupakan. Dan sesuai permintaan maaf Baekhyun, gadis itu tidak akan memaafkan Baekhyun.

Taeyeon menangis di punggung Baekhyun. Baekhyun yang tersadar pun membalikkan badannya, tak percaya dengan Taeyeon yang kini menangisinya. “Taeyeon-ah”

“Apapun yang terjadi padamu aku akan tetap mencinatimu, Baekhyun” ujarnya. “Kenapa kau bisa seperti ini?” Taeyeon mempererat pelukannya. Ia merindukan pelukan yang selalu mendekapnya dengan kehangatan dan kasih sayang.

“Taeyeon-ah … “ Baekhyun tidak bisa berkata apa-apa. Kini Taeyeon menatap wajah Baekhyun yang sudah mulai keriput. “Kau tahu .. aku menunggu kabarmu”

“Aku merindukanmu, tak tahukah perasaanku!” Taeyeon mulai membentak Baekhyun sambil menangis.

“Aku menunggumu memberi kabar, kabar bahagia yang selalu aku harapkan, tapi .. mengapa …” Taeyeon kini hanya bisa menangis dan Baekhyun mendekapnya dengan erat.

“Taeyeon-ah, aku memang salah …”

“Mengapa takdir tidak berpihak pada kita” Taeyeon  tetap menangis dipelukan Baekhyun. Bagaimana pun juga hati Baekhyun tetap seperti pria dewasa yang berumur 26 tahun. Taeyeon hanya bisa menangis dan kini keduanya menangis di dekapan hangat masing-masing menyalurkan rasa rindu yang mereka tunggu selama bertahun-tahun.

————————————————————-

Dan ketahuilah bahwa Baekhyun masih akan tetap mencintai Taeyeon meskipun ia tidak ada di dunia ini. Dan Taeyeon .. akan tetap selalu mencintai Baekhyun dan menganggap Baekhyun ada di sampingnya.

7 hari setelah kematian Baekhyun karena penyakit yang merenggutnya. Baekhyun meninggal dalam dekapan Taeyeon saat di rumah sakit. Ditemani oleh kedua orang tua dari sepasang kekasih ini. Taeyeon masih ingat kata-kata terakhir yang dituliskan Baekhyun di sebuah kertas beberapa detik sebelum kekasihnya menghembuskan nafas terakhir.

“Taeyeon-ah, meskipun Tuhan memang tidak ingin kita bersatu, ketahuilah bahwa aku akan tetap mencintaimu. Carilah pria lain yang lebih baik dari aku yang tidak akan melukaimu, tapi ingatlah bahwa kau akan selalu berada di hatiku dan aku akan menjagamu dari sana. Aku mencintaimu, kekasihku” –Byun Baekhyun.

FIN.

Halo, sebelumnya, mari berkenalan. Aku YUI. author baru di sini, salam kenal untuk semuanya, terima kasih untuk Kak Nadia yang sudah menerima yui sebagai author di sini. Terima kasih juga untuk readers yang sudah membaca fiksi ini. Berhubung yui adalah seorang baekyeon shipper, jadi mungkin yui akan lebih sering menulis fanfic baekyeon di sini, juga untuk melestarikan/? ff baekyeon yang hampir punah. Terima kasih semuanyaa ~

Advertisements

67 comments on “Unrecognizable

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s