This Is A Perfect Love (Chapter 1)

afrotangee2

AFRO TANGEE PRESENT

Title :

THIS IS A PERFECT LOVE (Chapter 1)

Main Cast :

KIM TAEYEON

OH SEHUN

Other Cast :

Find it by yourself

Genre :

ROMANCE, SCHOOL-LIFE, FRIENDSHIP, FAMILY

Rating :

PG-17

Artworker :

Thank You for leesinhyo@artfantasy

Author’s Note :

Maaf mungkin cerita nya biasa dan mudah ditebak tapi

aku bakal berusaha buat yang terbaik.

Don’t plagiarism because the fanfic is result of my hard work,

please appreciated. Don’t be Silent Reader. Sorry for Typo. Happy Reading ^^

*****

Preview : Introducing Casts & Prolog

8.00 KST

“Taeyeon, Tiffany kalian besok tidak usah bekerja” ucap kepala koki yang bekerja pada restaurant tersebut, Han Ji Min.

“Wae eonni?” tanya Taeyeon

“Besok, Direktur akan merayakan kepulangan putranya” jawab Ji Min sambil melepaskan apronnya.

“Ahh. Karena itu” sahut Tiffany.

“Sekarang kalian boleh pulang” sahut Ji Min kembali.

“Baiklah, Ji Min eonni” ucap Taeyeon dan Tiffany serempak.

Mereka berdua berjalan menuju locker yang letaknya tak jauh dari dapur. Untuk mengganti pakaian waitress mereka.

Selesai mengganti pakaian mereka berjalan menuju pintu belakang restaurant. Yang dikhususkan untuk para pelayan dan koki.

“Taeyeon-ah” Tiffany memanggil Taeyeon.

“Ne” balas Taeyeon.

“Jangan bekerja terlalu keras. Kau sudah kelas tiga dan kau juga tidak boleh terlalu lelah. Jagalah kesehatanmu. Aku tidak ingin melihat kau sakit. Aracchi?” ucap Tiffany

“Aigoo. Baiklah Tiffany eomma. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku akan menjaga kesehatanku.” jawab Taeyeon dengan nada bercandanya.

“Taeyeon aku serius” ucap Tiffany sambil menyipitkan matanya.

“Araseo. Kau pulanglah, orang tuamu akan mengkhawatirkanmu, jika kau pulang telat. Pai pai~” sahut Taeyeon dengan nada ceria.

“Ne. Hati-hati dijalan Taeyeon-ah. Pai pai~” jawab Tiffany

Mereka mulai berpisah dijalanan. Tempat Taeyeon bekerja di Coffe Shop dengan rumah Tiffany memang berbeda arah. Jadi mereka selalu berpisah jika akan pulang kerja.

*****

Tok Tok ~

“Masuk” sahut Sehun dari dalam kamarnya.

“Tuan muda ada yang mencari anda” ucap pelayan Lee.

“Siapa?” tanya Sehun.

“Mereka bilang, mereka adalah teman anda” jawab pelayan Lee.

“Suruh mereka masuk. Aku akan turun kebawah” ucap Sehun.

“Baiklah tuan muda. Saya pergi dahulu” sahut pelayan Lee tersebut sambil menutup pintu kamar Sehun.

*****

“Sehuuun” Tao mulai berteriak ketika melihat Sehun berada di tangga.

Tao dan Luhan mulai mendekati Sehun, dan.

Grep

Tanpa aba-aba Luhan dan Tao langsung memeluk Sehun. Sedangkan Sehun hanya menghela nafas menghadapi keadaan tubuhnya yang terjepit oleh kedua tubuh Luhan dan Tao.

“Apa kalian ingin membunuhku?” sahut Sehun dalam pelukan Luhan dan Tao.

Seolah tidak mendengarkan ucapan Sehun. Mereka berdua malah memperkuat pelukannya pada Sehun. Dan untuk kedua kalinya Sehun menghela nafasnya.

“Sehun kami sangat merindukanmu, Apakah kau tau tau?” ucap Tao.

“Ara. Aku juga merindukan kalian” ucap Sehun dengan tetap berada di pelukan Tao dan Luhan.

“Aigo, Sehun-ah kau sudah bertambah tinggi. Bahkan tinggimu sudah melampuiku” sahut Luhan sambil melepaskan pelukannya pada Sehun begitupun dengan Tao.

“Eoh? Hyung kurasa kau benar. Mengapa aku tidak menyadarinya?” sahut Tao dengan wajah polos.

“Karna kau terlalu bodoh” ucap Sehun dengan ekspresi datarnya.

“Mworagu! “ sahut Tao emosi.

“Bahkan belum sampai 10 detik yang lalu, kalian mengatakan saling kangen” sahut Luhan sambil menghela nafas.

“Dia yang memulainya dahulu hyung” sahut Tao tak terima.

“Sama saja” ucap Luhan

“Hyung apa sekarang kau membela Sehun?!” jawab Tao.

Mereka terlalu larut dengan pertengkaran mereka, sampai-sampai dua namja dibelakang mereka hanya diabaikan, tanpa membawa mereka ikut berbicara sedikitpun.

“Chanyeol aku rasa kita seperti kacang” sahut Baekhyun sambil medekatkan bibirnya ketelinga Chanyeol.

“Maksudmu?” tanya Chanyeol berbisik.

“DIABAIKAN” jawab Baekhyun sambil sedikit memperbesar volume bicaranya dengan masih tetap berbisik.

“Kau tidak perlu mengatakannya dengan keras” sahut Chanyeol memperingati.

“Apa seharusnya kita per— ” ucapan Baekhyun tiba-tiba terputus.

Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kata-katanya. Tapi ia rasa ada tatapan menusuk didepannya. Ketika melihat kedepan, Baekhyun melihat Sehun dengan wajah dingin khasnya. Luhan melihat hal tersebut langsung memperkenalkan mereka.

“ Sehun seperti yang ku katakan tadi, aku membawa teman-temanku. Dan ini mereka teman-temanku” ucap Luhan sambil mununjuk ke arah Baekhyun dan Chanyeol.Tanpa menunggu aba-aba Baekyun memperkenalkan dirinya dengan disusul dengan Chanyeol.

“Annyeong, Baekhyun imnida”

“Annyeong, Chanyeol imnida”

Hening

Tao hanya menghela nafas melihat hal itu, ia sudah tau bagaimana sifat Sehun jadi Tao tak heran melihat hal tersebut. Karena ia tau Sehun tidak menyukai orang baru. Melihat keheningan yang terjadi, Luhan menyenggol siku Sehun.

“Huft. Sehun” dengan menghembuskan nafas terlebih dahulu, Sehun membalas perkenalan mereka yang sempat tertunda gara-gara ulahnya sendiri yang tidak mau bicara.

“Haha. Bagaimana jika kita keluar, sekalian membawa Sehun jalan-jalan. Aku yakin mungkin kau sedikit lupa tentang jalanan di Seoul.” saran Tao agar mengurangi kecanggungan diantara mereka.

“Baiklah” jawab Sehun.

“Kajja” sahut Baekhyun dengan ceria.

*****

Disebuah sekolah swasta tinggi di Gangnam, Seoul. Terlihat para murid tengah memasuki sekolahnya. Ada yang diantar dengan supir pribadi dan ada yang membawa mobil sendiri ke sekolahnya. Pemandangan tersebut tidaklah asing, mengingat siswa-siswi yang bersekolah disana adalah anak-anak dari para chebol dan pejabat – pejabat tinggi di negara tersebut. Sekolah tersebut adalah Segang High School.

DwightKorea

Segang High School adalah sekolah yang sangat luas terdiri dari beberapa kelas, lapangan dan taman. Sekolah itu tidak hanya dari bangunan saja yang bagus tapi terlihat pula dari kejuaraan yang selalu diikuti sekolah tersebut yang selalu mendapatkan juara. Bahkan sampai hal detail pun sekolah itu tetap bagus, seperti pada seragam sekolah tersebut, yang sangat berkelas.

japanese_and_korean_apparel

Bagi kalangan bawah masuk sekolah kesana adalah hal yang tidak mungkin, kecuali menggunakan jalur beasiswa. Kalaupun masuk ke sekolah tersebut, mungkin siswa beasiswa tersebut tidak akan bertahan kurang lebih sebulan. Karena memang anak yang berasal dari ‘beasiswa’ tidak akan mungkin diterima begitu saja oleh murid kalangan atas. Pasti siswa beasiswa itu akan mendapat bully-an dan caci maki.

*****

Seorang namja keluar dari mobil sportnya yang terletak di parkiran sekolah tersebut. Semua mata langsung tertuju kepadanya karena ini merupakan pertama kalinya siswa siswi itu melihat namja bernama Oh Sehun tersebut. Tak terkecuali tiga orang perempuan yang menatap intens kepada namja itu. Sedangkan Sehun hanya acuh tak acuh pada murid-murid yang memperhatikannya.

“Jadi itu haksaeng yang dikatakan Chanyeol oppa” Salah satu dari ketiga wanita tadi, mulai berbicara tentang anak baru itu.

Smirk tergambar di wajah cantik wanita bernama Park Chorong tersebut “Dia sangat tampan dan sepertinya dia mungkin akan sangat mudah ditaklukan. Lagipula tidak ada laki-laki yan pernah menolakku. Tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku” sahutnya kembali, sambil tersenyum sekaligus memperingati.

Gadis yang disamping kiri Chorong, Lee Hyeri mulai menyahut perkataan gadis itu “Secepat itu kah kau tertarik ke namja itu?” Hyeri memberikannnya pertanyaan.

Gadis yang ditanya itu menjawabnya dengan anggukan dengan senyum yang indah di wajahnya.

Sekarang gadis yang disamping kanan Chorong juga ikut bertanya “Apa yang sedang kalian bicarakan?” sahutnya sambil memperhatikan wajahnya di kaca hello kitty miliknya. Karena memang dari awal pembicaraan sampai sekarang pun gadis itu, Park Jiyeon hanya menaruh perhatiannya terhadap kaca hello kitty-nya.

“Molla” Jawab Chorong dan Hyeri secara serempak. Mereka berdua lalu berjalan duluan, meninggalkan Jiyeon sendiri.

“Yaaak, jangan tinggalkan aku!!” gadis itu berteriak dengan sangat keras. Sehingga membuat siswa-siswi lain memperhatikannya.

Pemandangan tersebut bukanlah hal asing bagi murid-murid Segang High School. Mengingat mereka bertiga selalu menjadi pusat perhatiaan di sekolahnya.

*****

Seorang laki-laki berkacamata tengah meninggalkan sekolahnya di pagi hari. Ia adalah siswa beasiswa, bahkan belum genap sebulan ia berada di sekolah itu. Tapi, ia memilih pindah karna tidak tahan pada bully-an dan caci maki murid-murid di sekolah itu.

Melihat itu tiba-tiba Hyeri berhenti. Chorong mengerutkan keningnya tidak mengerti, tapi kemudian ia melihat arah pandang Hyeri dan ia mengerti apa yang membuat Hyeri berhenti.

“Yaaa~ Akhirnya kalian berhenti juga” Jiyeon berteriak kepada kedua temannya. Tapi, ia tidak mendapat respon dari kedua temannya. Akhirnya ia mengikuti arah pandangan kedua temannya. Tak lama setelah itu smirk mulai tergambar diwajah Jiyeon.

“Akhirnya pecundang itu pergi juga” sahut Jiyeon masih dengan smirknya.

“Aku rasa kau benar” sahut Hyeri.

“Aku harap tidak ada pecundang-pecundang lainnya, yang akan datang kesekolah kita” ucap Chorong sambil memandang remeh kepada laki-laki berkacama itu.

“Ayo ke kelas. Aku rasa sebentar lagi bel akan berbunyi” sahut Jiyeon dengan ceria, setelah beberapa detik lalu ia menunjukkan wajah menakutkannya.

“Hmm” jawab Chorong dan Hyeri serempak. Dan mulai melangkahkan kaki mereka menuju kelas.

*****

Makan siang tengah berlangsung di sebuah kantin. Sangat jelas suasana di kantin itu sangat bising terlebih lagi sekarang ada anak baru dan tentunya akan menjadi pembicaraan baru bagi siswa.

“Aku dengar murid baru itu sangatlah kaya”

“Dia sangat tampan”

“Aku sangat berharap bisa menjadi kekasihnya”

Kira-kira itu lah yang menjadi hal pembicaraan mereka.

“Sehun belum sampai sehari kau bersekolah disini, kau sudah menjadi tranding topic di sekolah ini” sahut Baekhyun sambil mencoba menguping pembicaraan para siswa di kantin.

“Aku rasa kau selau menjadi pusat perhatian” balas Tao menyahuti perkataan Baekhyun.

“Tentu saja, gara-gara teman kita ini sangat tampan dan kaya” lanjut Chanyeol.

Sehun berhenti menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya, gara-gara perkataan Chanyeol.

“Memangnya kenapa kalau aku kaya?”

“Aku rasa kau belum mengetahui semua tentang sekolah ini” sahut Luhan.

“Baiklah akan ku jelaskan. Murid yang masuk ke sekolah ini, hanya orang-orang kaya dan bagi orang yang miskin itu sangat susah masuk ke sekolah ini, kecuali jika melalui jalur beasiswa. Tapi, ia harus tahan pada caci maki dan bully-an siswa disini” jelas Chanyeol.

“Bully?” tanya Sehun sambil mengerutkan keningnya.

“Iya, bully. Karena tidak mungkin murid yang kaya menerima siswa gratis, sedangkan siswa yang kaya harus membayar uang sekolah. Jadi menurut mereka itu tidak adil, sedangkan yang kaya membayar dan yang miskin gratis. Dan juga ada alasan lainnya yaitu penampilan. Penampilan orang kaya sangat berbeda dengan yang miskin dan mereka tidak ingin sekolah mereka ternodai dengan penampilan orang miskin. Dan juga masih banyak alasan lainnya.” Lanjut Chanyeol.

“Ahh. Dan juga sekarang tidak ada lagi siswa beasiswa di sekolah ini” Sambung Baekhyun.

“Bukankah masih ada yang siswa yang berkacamata itu?” Tanya Tao

“Aku dengar dia sudah pindah pagi tadi” jawab Baekhyun.

“Bagaimana dengan kalian?” tanya Sehun. Mendengar itu Baekhyun menyernitkan keningnya tidak mengerti. Melihat itu Sehun sedikit menjelaskan pertanyaannya. “Maksudku, apa kalian juga melakukan pembullyan?”

“Yakk. Tentu saja tidak. Mana mungkin ka— ” ucapan Tao tiba-tiba terhenti.

“Annyeong”

Sebuah suara menghentikan pembicaraan mereka. Suara itu adalah suara dari Chorong, yang sengaja ia buat semanis mungkin. Bahkan tanpa izin ia duduk di sebelah Sehun. Sedangkan kudua temannya duduk disamping Tao.

“Aku Chorong, Park Chorong” sahut Chorong sambil menjulurkan tangannya pada Sehun setelah meletakkan nampan makanannya di meja. Sehun melirik tangan Chorong yang terjulur sebentar, lalu melanjutkan makannya. Perlahan Chorong menurunkan tangannya, mungkin karena ia merasa malu bahwa ia telah diabaikan. Bahkan sebelumnya ia belum pernah diabaikan oleh siapapun di sekolah ini.

“Aku adik Chanyeol oppa. Apa Chanyeol oppa sudah memberitahumu?” tanya Chorong, tanpa memperdulikan bahwa Sehun sudah mengabaikannya tadi. Sehun sedikit melirik Chanyeol, lalu ia bangkit dari duduknya. “ Aku sudah selesai makan. Aku pergi dulu” sahut Sehun, selanjutnya ia pergi tanpa melihat kebelakang sama sekali. Apa Chorong tidak tau bahwa Sehun tidak menyukai wanita berisik dan tadi ia juga sangat banyak bicara tadi yang membuat Sehun tidak tahan berdekatan dengannya.

“Aku akan menyusul Sehun, aku takut ia tersesat nantinya. Maaf atas sikapnya yang tadi Chorong. Kalau begitu aku pergi dulu” ucap Luhan tergesa-gesa, ia merasa tidak enak hati pada Chorong karena Chorong adalah adik dari temannya. Jadi mau tidak mau, ia juga harus menganggap Chorong juga adiknya.

“Aku juga ikut hyung” sahut Tao sambil berlari mengejar Sehun dan Luhan yang sudah lebih dahulu darinya.

“Mengapa semua orang jadi pergi. Aiish!!” geram Chorong sambil menghentak-hentakkan kakinya kelantai.

*****

~ Hannyeong High School

Teng ~

Bunyi bel menandakan pelajaran sudah berakhir. Siswa dan siswi mulai memasukkan buku dan alat-alat tulisnya kedalam tas. Tiffany telah selesai mengemasi barang-barangnya dan sekarang ia berjalan menuju meja Taeyeon.

“Taeyeon-ah apa kau sudah siap?” ucap Tiffany mulai bertanya kepada Taeyeon.

“Hmm. Sedikit lagi.” Jawab Taeyeon.

“Kalau begitu aku tunggu di luar kelas” sahut Tiffany sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.

Taeyeon telah selesai mengemasi buku dan alat tulisnya. Ia mulai berdiri dari bangku duduknya. Tapi, tiba-tiba handphone-nya berbunyi. Taeyeon menekan tombol hijau yang berada di layar handphone-nya.

“Yobosyeo?” sahut Taeyeon.

“Taeyeon-ah” jawab Ji Min.

“Ne, eonni” sahut Taeyeon kembali sambil melangkah kakinya menuju pintu.

“Apa kau bisa datang sekarang ke restaurant?”

“Wae eonni?”

“Salah satu pelayan tidak bisa hadir dan aku ingin kau menggantikannya. Apa kau bisa?”

“Tentu saja eonni. Sebentar lagi aku akan kesana eonni”

“Baiklah aku tunggu”

“Ne, eonni” Taeyeon menutup teleponnya. Dan memasukkan handphonenya ke dalam saku seragam sekolahnya.

“Nuguya?” tanya Tiffany, setelah melihat Taeyeon memasukkan handphonenya kedalam saku seragam sekolahnya. Karena ia tau, pasti Taeyeon selesai berbicara dengan seseorang di telfon.

“Ji Min eonni”

“Mengapa ia menelfonmu?” tanya Tiffanny lagi.

Sambil berjalan mereka melanjutkan pembicaraan mereka. “Ada salah satu pelayan tidak bisa hadir dan Ji Min eonni memintakku untuk menggantikannya”

Tiba –tiba Tiffany berhenti yang membuat Taeyeon juga berhenti. “Mwo! Aissh jinja!! Padahal aku sudah membuat rencana untuk kita pergi jalan-jalan” sahut Tiffany tidak terima sambil menghentak-hentakkan kaki nya kelantai.

Melihat itu Taeyeon terkekeh. “Fany-ah kita bisa melakukannya kapan-kapan. Tidak perlu sekarangkan?”

“Memang kita bisa melakukannya kapan-kapan. Tapi, kapan-kapan itu kapan?”

“Kalau begitu berdoalah agar kapan-kapanmu itu cepat terjadi” jawab Taeyeon asal.

“Taaeeyeooonn!!!” terik Tiffany, yang membuat Taeyeon menutup telinganya. Tidak ingin berurusan lagi dengan Tiffany, Taeyeon buru-buru berlari. “Aku pergi dulu. Jika aku meladenimu aku pasti akan terlambat. Bye fany-ah ~” ucap Taeyeon sedikit berteriak karena ia sedang berlari, otomatis suaranya semakin menjadi berkurang.

“Yaaaakkk!!!!” teriak Tiffany kepada Taeyeon yang tak kalah lebih nyaring dari tadi.

*****

Restaurant Pierre Gagnair tengah mengadakan pesta untuk merayakan kepulangan putra dari direktur tersebut. Tamu-tamu yang diundang bukanlah dari sembarangan orang, melainkan tamu-tamu itu adalah kalangan atas. Tamu-tamunya tidak hanya para orang tua, tapi anak-anak merekapun turut hadir. Lantai yang dipakai untuk pesta tersebut hanya lantai tiga dan empat.

“ Taeyeon, antarkan wine ke lantai empat” seru salah satu pelayan.

“Baiklah”

*****

Teng~Teng~

Suara dentingan sendok dengan gelas, membuat para tamu memandang ke asal suara. Orang yang membuat suara dentingan tadi adalah Oh Seo Hyung, ia adalah penyelenggara pesta sekaligus pemilik restaurant tersebut.

“Pertama, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada para tamu yang hadir, yang sudah meluangkan waktunya pada saat sibuk seperti ini. Baiklah kita akan mulai ke intinya saja. Anak laki-laki yang di sebelahku ini adalah anakku Oh Sehun.” Ucap Seo Hyung membuka acaranya, ia sedikit member kode kepada Sehun agar membungkukkan badannya sebagai salam. Tapi, laki-laki itu hanya diam saja. Untuk apa ia memberi salam, memangnya ada gunanya, tidakkan! Sedangkan wanita paruh baya di sebelah kiri Sehun, memberikan tatapan tajamnya kepada anaknya. Tapi Sehun tetap bersikukuh pada pendiriannya, ia hanya mengedikkan bahunya tidak peduli melihat tatapan horror ibunya.

Wanita paruh baya itu kembali menghadap kepada para tamu sambil tersenyum, sedangkan tangan kanannya berada pada tengkuk Sehun. Dengan sedikit kekuatannya, ia menekan tengkuk Sehun yang menyebabkan namja itu secara tidak sengaja membungkukkan badannya. *tsk* Sehun berdesis sebentar melihat kelakuan ibunya yang semena-mena terhadap dirinya.

Wanita itu berdehem terlebih dahulu, agar mengembalikan wibawanya. “Dan ia adalah anakku satu-satunya. Jadi, otomatis seluruh aset-aset keluarga semuanya akan diberikan kepadanya. Ia baru tiba di Seoul, setelah setelah selama ini ia tinggal di London. Mungkin, ia sangat merindukkan ibunya sehingga ia rela pindah dari Inggris ke Seoul” wanita itu sedikit tertawa pada saat ia menyebutkan, kalimat terakhirnya. Yang membuat para undangan juga sedikit tertawa. Sedangkan orang yang sedang disebut hanya mengupat dalam hati mendengar perkataan ibunya. Memangnya siapa yang memohon-mohon padaku untuk kembali, Batin Sehun geram.

Taeyeon sedikit terkikik mendengar penuturan Direkturnya. Ia dari tadi mendengar pidato Direkturnya, tapi ia tidak melihat siapa anak Direktur yang sedang dibicarakan. Orang-orang yang didepannya berbalut jas mahal dan bertubuh tinggi yang menyebabkan tubuh mungilnya tidak melihat seperti apa anak direktur itu. Ia lumayan penasaran bagaimana rupa anak dari direkturnya, karena ia mendengar para pelayan bergosip tentang anak Direktur itu sangat tampan ketika ia berada di lockernya.

“Karena itu aku sengaja membuat pesta ini untuk merayakan kepulangannya. Dan aku berharap pada kalian agar bisa bekerja sama dengannya untuk di masa mendatang” lanjut Ny. Oh. Suara tepukan mulai terdengar dari para tamu undangan.

“Chaa~ Kalau begitu, silahkan menikmati makanan yang ada” tutup Ny. Oh. Wanita itu mengambil gelas wine didepan mejanya dan mulai mengangkat gelas berisi wine tersebut. Wanita itu sedikit menyenggol siku Sehun agar ia segera mengambil gelas wine didepannya. Sehun sedikit mendengus ketika mengambil gelas wine tersebut. Tak lama terdengar suara Cheers yang begitu kentara.

Selesai dengan pidatonya, Seo Hyung menemui pelayan yang jaraknya dekat dengannya. Ia memegang pundak pelayan itu “Tolong suruh kepala koki menemuikku di kantor setelah pesta ini” ucapnya dengan tegas pada bawahannya. “Baik, direktur” pelayan itu membungkukkan badannya lalu ia mulai melangkah pergi.

*****

Taeyeon masih berjalan menghantarkan winenya, walaupun hanya tersisa satu gelas di nampannya. Ia berjalan melewati toilet, tapi tiba-tiba ada seorang gadis yang menubruknya. Yang menyebabkan gaun gadis itu terkena wine.

“Yaakk~ Apa yang kaulakukan?!!” gadis itu berteriak histeris kepada Taeyeon. Beruntung ia didekat toilet, sehingga teriakkan gadis itu tidak terlalu mengundang orang banyak orang. Walaupun begitu, ada beberapa orang melihat kejadian itu tentunya orang-orang yang keluar masuk toilet itu. Tapi, mereka mengabaikannya, mengingat siapa dan anak siapa gadis itu. Kalau mereka ikut campur bisa-bisa hidup mereka tidak tenang.

Tapi, orang yang melihat ada yang merasa senang melihat gadis itu dan ada yang merasa iba. Ada pula yang menatap Taeyeon dengan pandangan seolah-olah gadis itu membuat sesuatu yang benar, ada yang mencacinya dan ada yang merasa iba kepadanya.

“Maafkan aku, nona” ucap Taeyeon meminta maaf sambil menjulurkan tangannya kepada gadis itu. Walaupun ini bukan sepenuhnya salahnya, tapi sebagai pelayan ia harus meminta maaf apapun kesalahan. Sekalipun itu tidak sepenuhnya kesalahannya.

Gadis yang dibawah Taeyeon menatap tangan Taeyeon yang terjulur dan detik berikutnya ia menepis kasar tangan Taeyeon. Taeyeon sontak terkejut dengan prilaku gadis itu, belum cukup keterkejutannya terhadap prilaku gadis itu. Gadis itu mulai bangkit dari duduknya, ia melihat ke gaun mahalnya yang sudah ternodai dengan wine.

“Aku tidak sudi bersentuhan dengan tangan kotormu” ucap gadis itu sambil menatap Taeyeon tajam . “Jika aku bertemu lagi denganmu, akan kupastikan kau tidak akan selamat” lanjut gadis itu, setelah berkata begitu gadis itu pergi. Tapi, langkahnya berhenti tepat disamping Taeyeon. Gadis itu menatap ke Taeyeon yang sedang mununduk, sebelum ia benar-benar pergi ia mengucapkan kalimat ke Taeyeon.

“Dasar sampah!” gadis itu sedikit berdesis dan mengeluarkan smirknya. Selanjutnya, Taeyeon tidak melihat gadis itu lagi. Taeyeon masih setia melihat kelantai dimana ada gelas wine yang pecah. Ia masih tak percaya yang didengarnya, seumur hidup baru sekali itu ia dikata-katai kasar. Ia masih ingat kalimat terakhir yang diucapkan gadis itu Dasar Sampah. Kalimat itu terus mengiang-ngiang di kepalanya. Selanjutnya, Taeyeon mulai memilih bling-bling gelas yang pecah, walaupun dalam keadaan kacau.

*****

Tok Tok

“Masuk” sahut sebuah suara dari dalam ruangan yang, yang baru saja diketuk.

“Eoh. Kau sudah datang” ucap direktur itu kepada Ji Min. “Maaf membuat anda menunggu” ucap Ji Min merasa bersalah karena membuat atasannya menunggu. “Tidak apa-apa. Sekarang kau boleh duduk” sahut Direktur sambil mempersilahkan kepala koki restaurantnya itu duduk.

“Ada apa anda memanggil saya Direktur?” tutur Ji Min sopan pada atasannya.

“Ahh! Tentang itu. Aku hampir melupakannya” ucap Direktur itu sambil tertawa, mau tidak mau Ji Min juga ikut tertawa. Selera humor direkturnya bisa dibilang baik, tapi dibalik itu ia adalah pribadi yang tegas. Terbukti dengan restaurant-restaurant yang mendapat predikat bintang lima setelah ia mengelolanya.

“Aku ingin bertanya. Apa benar ada pelayan kita yang masih pelajar?” tanya direktur dengan serius.

“Benar direktur. Ada dua pelayan kita yang masih pelajar” jawab Ji Min sambil mengingat-ingat. “Tapi, mengapa anda menanyakannya direktur?” Ji Min melanjutkan perkataannya dengan pertanyaan.

“Kau tau anakku bukan?” tanya direktur. Dijawab anggukan kepala dari Ji Min. “Aku ingin mempersiapkannya untuk memimpin perusahaan aku dan ayahnya. Dan sebagian besar perusahaan kita berada pada bisnis kuliner. Dan aku ingin salah satu dari pelayan kita membimbingnya dan ketika aku dengar ada pelayan kita yang masih pelajar, aku ingin diantara mereka berdua untuk membimbing Sehun” jelas Direktur dengan serius.

“Lalu mengapa anda ingin salah satu dari pelayan kita apalagi yang masih pelayan? Bukankah anda bisa menyewa yang lebih berpengalaman?” tanya Ji Min tanpa bermaksud lancang kepada atasannya.

“Aku percaya pelayan-pelayan kita orang yang berpengalaman dan aku ingin yang membimbingnya adalah orangku. Masalah aku ingin pelajar adalah aku yakin anakku tidak ingin mendengarkan apa yang dikatakan orang tua, bahkan aku tidak yakin pula ia akan mendengar orang yang seusianya. Tapi, aku rasa gara-gara mereka sesama pelajar, mereka akan saling memahami” jelas direktur panjang lebar.

Direktur mulai berjalan kemejanya dan membuka sebuah file. Ia membaca lembar demi lembar file itu, karena ia belum sempat membacanya. Lalu ia memberikan memperlihatkan file itu kepada Ji Min. “Apa dua orang ini yang kau maksud?” tanya Direktur.

“Iya Direktur” jawab Ji Min sekenanya. “ Mana yang paling bagus kualitas kerjanya?” tanya Direktur kembali.

“Aku rasa mereka sama-sama bagus. Aku juga tidak bisa memilih mana yang paling bagus diantara mereka. Aku rasa anda yang lebih bagus memilih Direktur”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan memilihgadis yang bernama Kim Taeyeon ini dan besok suruh ia menemuiku.” tutur Direktur yakin.

*****

Taeyeon dan Tiffany sudah sampai direstaurant, sekarang mereka tengah mengganti pakaian mereka dilocker. Taeyeon sedikit murung hari ini dan terkadang ia juga melamun karena sampai sekarangpun ia masih memikirkan kejadian kemarin, Tiffany yang notabene sahabatnya menyadari perubahan tingkah laku sahabatnya. Tapi, ketika ia bertanya kepada Taeyeon, gadis itu akan menjawab tidak apa-apa.

“Taeyeon-ah, apa kau tidak apa-apa?” tanya Tiffany kepada Taeyeon yang sudah entah keberapa kalinya.

“Fany-ah ini pertanyaanmu yang ketujuh kalinya dan aku akan menjawab sama. Aku tidak apa-apa” tegas Taeyeon kepada Taeyeon. Ia juga akan mengambil langkah agar tidak memikirkannya, ia kan gadis berani seperti yang selalu disebut ayahnya. Untuk apa ia takut hanya karena gertakan tak menentu itu. Taeyeon mulai tersenyum lebar kepada Tiffany, Tiffany sedikit lega melihat Taeyeon tersenyum seperti itu walaupun ia masih cemas pada temannya itu.

Taeyeon dan Tiffany melangkah keluar, mereka telah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian waitressnya. Tiba-tiba ada yang memanggil Taeyeon.

“Taeyeon, akhirnya kau tiba juga” sahut Ji Min dengan nada lega. Taeyeon dan Tiffany hanya menyerngitkan keningnya, biasanya eonnninya ini tidak akan menunggu pelayan datang seperti yang ia lakukan sekarang karena ia terlalu sibuk menyiapkan makanan.

“Taeyeon aku duluan” sahut Tiffany, lagipula yang dipanggilkan Taeyeon bukan dirinya. Jadi, ia bisa bekerja duluan. Taeyeon menanggapinya dengan anggukan saja.

“Taeyeon aku ingin bicara denganmu” ucap Ji Min mulai serius.

“Tentang apa eonnni?” tanya Taeyeon melihat nada serius dari Ji Min.

“Begini, ….” Ji Min mulai menjelaskan kepada Taeyeon tentang apa yang disebutkan Direktur kepadanya kemarin kemalam. Taeyeon sangat terkejut. Melihat keterkejutan Taeyeon, Ji Min berbicara kembali.

“Direktur tidak terlalu memaksakan jika kau tidak mau. Tapi, ia sangat berharap agar kau mau. Lagipula itu keputusanmu, aku juga berharap berkat keputusanmu tidak ada pihak yang rugi. Kalau begitu pergilah temui Direktur.”

“Baiklah eonni” ucap Taeyeon.

*****

Taeyeon tertunduk memasuki lift memikirkan keputusan apa yang terbaik. Ia bukannya tidak mau menerima tawaran Direkturnya tapi, ia dengar anak Direkturnya itu sangat susah diajak bicara belum lagi ia adalah seorang laki-laki. Sebelumnya, ia belum pernah bekerja sama dengan laki-laki. Ia membayangkan bagaimana nanti ia berkomunikasi dengan anak Direkturnya itu. Memikirkan itu otaknya terasa buntu.

Ia terlalu larut dengan pemikirkannya sampai tidak menyadari ada laki-laki disampingnya dan bahkan ia belum menekan tombol kelantai berapa ia akan pergi. Akhirnya ia tersadar dan mulai menekan tombolnya, tapi tombol lantai enam itu menyala menandakan bahwa laki-laki disampingnya menuju lantai yang sama.

Ia melihat kesebelahnya, ia tiba-tiba teringat sesuatu. Secara tidak sengaja bibirnya berbicara. “Neo?!”. Laki-laki yang disebelahnya itu melihat ke Taeyeon dengan tatapan tajamnya. Ia rasanya belum pernah bertemu dengan pelayan itu. Dan tadi gadis itu berkata Neo, apa gadis itu tak tau bahwa ia adalah majikannya. Ahh! Ia ingat pelayan yang ia tendang gueridon-nya.

Taeyeon langsung membungkukkan badannya meminta maaf atas perbuatannya, ia sekarang adalah pelayan jadi, tidak mungkin ia berkata kasar pada pelanggannya.

Ting~

Pintu lift terbuka, Sehun melangkah ke kantor ibunya. Sebenarnya ia tidak ingin datang ke kantor ibunya, lebih baik ia meneguk beberapa gelas alkohol daripada datang ke kantor ibunya. Tapi, ibunya mengancam akan menarik apa yang ada pada dirinya jadi ia bisa apa.

Taeyeon melihat laki-laki itu masuk ke ruang Direktur. Tiba-tiba ia berfikir bahwa itu adalah anak Direktur, tidak mungkin itu anak Direktr, tapi itu mungkin saja kan. Mengingat ia masuk kedalam kantor Direkturnya tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Daripada ia penasaran begini lebih baik ia menemui Direkturnya.

Tok Tok~

Tidak ada sahutan. Oke sekali lagi!

Tok Tok~

“Masuk” Bukan suara Direkturnya yang ia dengar melainkan suara laki-laki. Ia melangkahkan kakinya ragu kedalam ruang kantornya. Ia terkejut namja yang ia temui di lift tadi yang berada pada ruang kantor Direkturnya seorang diri.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Taeyeon sedikit berteriak ia juga menatap tajam kearah namja itu.

“Aku?” tunjuk Sehun pada dirinya sendiri.

“Iya kau. Memangnya siapa lagi yang berada di ruang ini!” Taeyeon tidak peduli bahwa adalah pelanggannya. Tapi, ia hanya sendiri di ruang kantor Direkturnya tadi siapa tau ia sudah melakukan hal yang kejam pada Direkturnya.

Sehun menatap tajam kepada gadis didepannya, apa ia tak tau bahwa ia adalah anak dari pemilik restaurant dimana gadis itu bekerja. Sehun menghela nafas menghiraukan ocehan gadis itu. Ia berbalik membelakangi gadis itu. Untuk apa ia menjelaskan kenapa ia disini kepada gadis itu. Nanti, ia juga pasti tau dengan siapa ia berhadapan.

Cklek

Pintu dari ruang sebelah kantor berbunyi. Itu adalah Seo Hyung. Ruangan disebelahnya memang ia gunakan untuk beristirahat. Tapi, ia langsung menyudahi istirahatnya ketika mendengar suara bising dari ruang kantornya. Sehun menyadari ibunya keluar sedangkan Taeyeon tidak menyadari kedatangan Direkturnya.

“Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuamu?” sahut Taeyeon tidak terima ia diabaikan begitu saja.

Sehun tersenyum sinis mendengar perkataan gadis itu, Sehun memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Ia kemudian membalikkan badannya menghadap Taeyeon, ia menatap Taeyeon sebentar lalu ia menglihat kesamping dimana ibunya berada. Taeyeon kesal terhadap namja didepannya rasanya ia ingin menumpuknya dengan sepatu tapi ia tidak bisa. Ia mulai mengikuti arah pandang Sehun dan ia mendapati Direkturnya. Ia langsung membungkukkan badannya pada Direkturnya.

“Sehun” ucap Direkturnya.

Sehun. Apa itu namanya? Tapi, bagaimana direktur tau namanya? Batin Taeyeon

“Eomma” ucap Sehun sambil melirik sinis kepada gadis didepannya. Taeyeon terperanjat mendengar kata eomma dari mulut namja itu. Jadi itu anaknya. Apa yang telahku lakukan? Mengapa kau bisa sebodoh itu Taeyeon? Taeyeon merutuki dirinya sendiri didalam hati, karena tidak tau bahwa itu adalah anak Direkturnya.

“Oh ya. Tadi kau bertanya apa aku pernah diajarkan sopan santun oleh orang tuaku kan?. Disini ada ibuku. Mengapa kau tidak bertanya?” ucap Sehun kepada Taeyeon dengan sinis dan dingin.

Taeyeon diam membeku. Secara tidak langsung ia baru saja menghina Direkturnya yang tidak becus mengurus anak. “Maafkan aku sajangnim”

“Tidak apa-apa. Dia saja yang tidak bisa” ucapan Direktur terhenti “diatur” Seo Hyung melanjutkan katanya dengan nada pelan sambil tersenyum jenaka ke Taeyeon.

Sehun mendengus mendengar perkataan ibunya. Sedangkan, Taeyeon terkikik mendengar perkataan atasannya, tapi ia langsung berhenti ketika Sehun memberikan tatapan tajamnya. Ternyata atasannya tidak seperti yang ia lihat di drama-drama, menyeramkan, malah kebalikannya atasannya sangat baik dan mempunyai selera humor yang baik.

“Jadi dia?” tanya Sehun pada pada ibunya. Tapi, ibunya tidak menghiraukannya, malah mempersilahkan mereka untuk duduk. “Silahkan duduk”

Wanita paruh baya itu duduk di tengah, sedangkan Taeyeon dan Sehun duduk disampingnya. Jadi, Sehun dan Taeyeon sekarang saling berhadapan.

“Namamu Kim Taeyeon kan?” tanya Seo Hyung. “Ne, sajangnim” jawab Taeyeon.

“Ji Min sudah menjelaskan mengapa kau disinikan?” ujar Seo Hyung. “Sudah Sajangnim”

“Jadi, apa kau menerima tawaranku?” tanya Direktur kepada Taeyeon. Taeyeon memandang ke Direkturnya lalu berganti memandang ke Sehun, yang juga memandangnya. Ia menghela nafas sebentar.

“Baiklah aku menerimanya sajangnim” ucap Taeyeon setelah berpikir keras tentang tawaran Direkturnya. Tidak ada salahnya mencoba, bukan? Lagipula ia juga tidak ingin mengecewakan Direkturnya.

“Baguslah kalau begitu. Berarti mulai besok Taeyeon, kau bisa mengajarinya.” Ucap wanita paruh baya itu. Taeyeon mengangguk sebagai responnya. Walaupun dihatinya masih ada sedikit keraguan.

“Aku memiliki sebuah gudang dibelakang restaurant ini. Disana Taeyeon, kau akan mengajarkan Sehun. Tempat itu juga sudah sedikit kurombak dan aku memasang CCTV di depannya.” Ia melirik ke Sehun ketika mengatakan kalimat terakhirnya. Karena, ia tahu pasti anaknya itu akan mencoba tidak datang. Sehun hanya berdesis melihat kelakuan ibunya, yang seakan-akan mengekangnya.

“Dimulai dari jam enam sampai jam delapan. Taeyeon kau bebas mengajarinya apapun asalkan berhubungan dengan dapur dan kau bebas memperlakukannya seperti apapun. Kau tidak perlu bekerja pada restaurant, kau hanya perlu fokus untuk mengajarinya. Masalah gaji kau kuberi uang dua kali lipat dari gajimu sebelumnya. Aku rasa hanya segitu yang perlu kukatakan. Sekarang kalian boleh pergi” Sehun melirik ibunya tak suka ketika mendengar gadis yang didepannya diijinkan melakukan apapun kepadanya.

Sedangkan Taeyeon senang mendengar gajinya menjadi dua kali lipat. Tapi ia tak menutupi kecemasannya mengingat ia harus bekerja sama dengan patung berjalan.

“Oh ya. Ini adalah kunci tempatnya” Seo Hyung memberikan satu kepada Taeyeon dan satu lagi kepada Sehun.

Taeyeon bangkit dari duduknya lalu ia membungkukkan badan kepada atasannya. Ia melangkah pergi menuju pintu untuk keluar dari ruangan itu. Sedangkan Sehun ia hanya melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada ibunya.

Setelah sampai diluar Sehun langsung menghentikan langkah Taeyeon dengan berdiri didepan Taeyeon.

“Aku mau membuat perjanjian” sahut Sehun.

“Memangnya apa peduliku?” ucap Taeyeon malas mendengar perkataan Sehun. Ia sedang tidak mood untuk berbicara dengan orang sekarang. Sehun menghela nafasnya sebentar, ia tidak pernah dihiraukan dengan gadis. Apalagi gadis seperti dia.

“Kau hanya boleh melaporkan perkembanganku yang baik-baik saja kepada ibuku.” Ucap Sehun tegas.

Taeyeon menatap Sehun dengan pandangan malas. Tapi, tiba-tiba ia mendapat ide.“Apa pentingnya untukku? Lagipula dengan berbuat seperti itu apa yang akan kudapat?” Tantang Taeyeon sambil menatap tajam Sehun.

Sehun menyeringai mendengar perkataan Taeyeon. Gadis ini punya nyali juga, Batin Sehun. Sehun mencondongkan tubuhnya kedepan dengan wajahnya yang berjarak beberapa centi dari Taeyeon. “Kau akan selamat dari terkamanku, gadis kecil” ujar Sehun dengan smirk mesumnya.

“Ba-Baiklah. A-aku terima.” Taeyeon terbata-bata mengucapakan kata-katanya karena, ia sangat gugup. Ini pertama kalinya bagi Taeyeon untuk berada sedekat ini dengan laki-laki kecuali dengan ayahnya dan adik laki-lakinya..

“Gadis pintar” Ucap Sehun sambil menepuk puncak kepala Taeyeon. Lalu, Sehun berbalik meninggalkan Taeyeon sendiri. Sedangkan, Taeyeon masih melongo tentang kejadian beberapa menit yang lalu.

-To Be Continued-

Halo ini Chapter 1-nya. FF ini kependekan atau nggak? Tapi, aku udah coba semaksimal mungkin buat panjangin ff-nya. Maklum pemula *peach*. Jadi mohon commentnya yaa 🙂

See you ^^

Advertisements

93 comments on “This Is A Perfect Love (Chapter 1)

  1. hohohoho ceritanya kereennnn,. ya ampun aku ga sabar nunggu kelanjutannya..
    next chapt updatesoon ya.. ditunggu bgt

  2. hem, ini bgus bgt..
    keren ama karakter sehun..
    lucu juga ya klu mereka bekerja bareng. itu sehun bener2 kayak es batu
    kepo ama kelanjutannya
    next thor, jangan lama2
    hwaiting 😉

  3. annyeong author^^ welcome ya author hehe. suka sama chapter 1nya lucu aja gitu pertemuan kedua antara sehun-taeyeon. cie yg bntar lgi jdi tutor cwok supernyebelin gakding hhha. sehun jgn dingin2 dong sama eonnieku ntar jdi cinta lho hahahaha. chorong centil amat ya?kk btw thor gadis yg ketumpahan wine dan ngata2in taeyeon itu siapa? penasaran karena gaktau >< baiklah author tetap berkarya dan ditunggu kelanjutan ceritanya. fighting!

  4. hay hay welcome buat author baruuu… 🙂
    aku seneng banget sama alurnya ayo ayo dong nextnya jangan lama-lama 🙂
    aku tunggu ya hwaiting fighting 😉 gomawo

  5. wow, apa maksudnya ‘terkaman’ ??? rada ambigu wks
    nemu a bunch of BaekYeol moment, muehehe. jjang bgt dah itu kopel haha
    pokerface Sehun, awas hatinya dijaga biar gak jatuh ke tangan Taeyeon

  6. Yaayaa… pasti bakal seru bgt nih sama lanjutannya. Seyeon jjang! Kalo bisa jgn lama lama ya thor, hwaiting!!!:)

  7. Wahh,,chapter ini bagus bgt thor^^,,pas adegan seyeon omong2an aku deg-degan loh thor._.hahahaha,,suka thor^^bnyakin seyeon moment dong thor,,pliss._.Update soon ya thor!jngn lama2!hehe..jngn habis ramadan dong thor._.kelamaan..tapi,kalo authornya mau update habis ramadan juga gk apa^^hehe..kalo bisa next chapter panjangin lagi ya thor^^fighting^^

  8. Daebak thor!!! ^^ Aku suka!!
    Author udh bgus kok jdi pemula!! ;;)

    Penasaran bnget thor sma klanjutannya…
    Aplgi Taeyeon ngajarin patung berjalan/? ><
    Next chap slanjutnya… dtnggu!! ^^

  9. Kok Taeng malah takut sama Sehun sih.. terus siapa yeoja yg uda ngatain Taeng.. Chorong? untuk menjawabnya, next chap ditunggu yahh thorr.. keep writing 🙂

  10. Wahh Sehun kamu dingin judes amat ya, Eomo Taeng bakalan jdi mentor cogans harus kuat mental ama fisik nihh 😀 ahh penasaran banget thor next chap keep writing and Fighting !!!

  11. aaahhh pasti seru nih, thor kok gue pen taeyeonnya dibully abis abisan sih, trus sehunnya terlalu gengsi buat nolongin, trus luhan deh yang nolongin.
    pen lutae moment yang bikin sehun nyesek.
    thor pen yang sad alur dong, kata gua mah ff ini pasti keren❤

  12. Kayanya seru nihh ceritanya,jgn ampe bench jdi cinta tuh sehun taeyeon wk,penasaran mih thor, next ya jgn lama” wk,fighting!! Keep writing & imagine😊😊

  13. aduh gimana nih taeyeon akan jadi pembimbing sehun. moga aja tidak sehun memperlakukan unnie dengan baik.

    kenapa sehun punya sifat seperti itu, sangat dingin terhadap orang baru sedangkan ibunya begitu baik dan ramah dengan orang.

  14. Chorong di abaikan :v
    Siapa cewe yg ngatain Taeng eon ya?
    Gk bisa ngebayangin gimana hari2 Taeng eon bersama Sehun oppa wkakaka
    Next thor

  15. jangan lemah unnie didepan sehun, karna kalau unnie lemah sehun pasti akan berbuat sesuka hati nya.

    saya yakin unnie pasti bisa mengendalikan sehun oppa yang dingin itu

    lanjutin secepatnya dong thor ff ini, pleaseeee!!!!

  16. Maaf ya thor baru bisa coment sekarang, soalnya habis pending dulu baca ffnya selama bulan ramadhan
    trus abis lebaran jga sibuk..
    Sekarang bru bisa pgang hp
    Sekali lagi salam kenal thor 🙂

  17. pasti bakal seru bgt nih kelanjutannya. aku baru baca. Semangat thor! Fighting!! kalo bisa jangan kelamaan updatenya hehe

  18. Pingback: This Is A Perfect Love (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Haha Sehun jadi cuek banget Chanyeol ama Baekhyun dicuekin. Kok gitu banget sih disekolah itu kan kasihan, genk nya Chorong gitu banget.. Taeyeon jadi gurunya Sehun yang cuek gitu. Next thor

  20. penasaran yg bikin sehun jd dingin gtu apa yaa?
    dann chorong ganggu bgt *hehehehe* kenapa harus dia yg jd adik chanyeol hhuhuhu

  21. Haha, ceritanya keren thor. Ada ada aja tingkah sehun ke taeyeon. Wah makin seru aja nih ff. Keep writing thor~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s