Melody of Love (Chapter 8)

4

Tittle : Melody of Love

Author : IrsaLiwaKim

Rating : T

Genre : school life, friendship,romance

Credit Poster by Me ^^

Main cast : Kim Taeyeon (SNSD) , Lu Han

Other cast : You will find them

Disclaimer : Anyeong ^^ ff ini 100% murni dari otak saya. seperti biasa, jika ada kesamaan alur cerita, itu tidak disengaja. Dan cast di ff ini sepenuh nya milik Tuhan yang maha esa, Orang tua mereka,dan agensi mereka masing masing ^^ Dilarang Plagiat!

Preview : Chapter 1   , Chapter 2  , Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter 5 , Chapter 6 , Chapter 7

 

Sejujur nya aku pernah merasakan apa itu cinta pertama, dan sampai saat ini pun aku masih mencintai my first love itu.

Walaupun aku berpisah dengan nya, aku masih merindukan nya.Sosok yang benar benar sangat mengertikan ku, sangat perhatian pada ku, itulah yang membuat ku tak bisa melupakan nya.

cinta pertama ku masih di jepang.

 

Story Beginning~~

Taeyeon kini terlihat melamunkan sesuatu di atas tempat tidur nya.Tak jarang ia mengacak acak rambut nya sendiri. Ia terlihat gusar..
‘’ Aku sangat merindukannya..’’ Lirih nya seorang diri
Dia berusaha menahan hasrat nya agar tak menangis dengan menutup mata nya dan terus mendesah panjang.

Tes..

Dia gagal ! Gagal untuk tidak meneteskan air mata nya. Mata nya yang tadi terpejam, kini terbuka kembali hanya untuk menghapus air mata nya yang terus mengalir indah di kedua pipi nya. Sekuat apapun dia menahan agar tak menagis, selemah itu lah dia tak bisa menahan nya. Hingga kini ia terisak kecil..

Lalu pandangan nya menuju pada sebuah bingkai foto di meja sebelah tempat tidur nya. Masih dalam keadaan menangis, ia menggapai bingkai foto itu dengan tangan nya yang bergetar dan di iringi isakan isakan yang terus keluar dari bibir nya.

Sejenak ia membaringkan tubuhnya dengan foto itu yang masih dalam pegangan nya. Melihat foto itu membuat nya semakin merasakan sesak di dadanya. Ibu jari nya mengelus foto itu dengan sangat lembut dan masih terus memperhatikan foto itu.

Kemudian ia memeluk bingkai foto itu seakan foto itu benar benar nyata.
‘’ Nan Bogoshieppoyo Baekhyun-ah.. ‘’ Setelah itu ia memejam kan mata nya, mencoba untuk memasuki dunia mimpi nya agar ia bertemu dengan seseorang yang kini sangat dirindukan nya.

 

Flashback On

‘’Baekhyun-ah !! ‘’ Baekhyun yang masih sibuk membaca di atap sekolah yang sepi kini menoleh kan kepala nya pada Taeyeon yang tadi memamanggil nya lalu tersenyum.

‘’ Kau ini ribut sekali ‘’ Ucap nya saat Taeyeon sudah di duduk di sebelah nya.

‘’ Ck. Aku hanya memanggil mu , bukan membuat keributan ‘’ Jawab Taeyeon mengerucut kan bibir nya

‘’ Ya, memanggil ku dengan suara nyaring mu itu nama nya membuat keributan bodoh ‘’ Balas Baekhyun tak mau kalah

‘’ Terserah.. ‘’

‘’ Aku ingin mengatakan sesuatu ‘’ Sambung Taeyeon dengan nada suara yang terdengar serius.

Baekhyun yang mendengar keseriusan dari omongan Taeyeon lalu mengalihkan tatapan nya dari buku dan mulai menatap Taeyeon.

‘’ Apa ? ‘’

‘’ Aku akan pindah ke Korea lagi ‘’ Jawab Taeyeon lalu menunduk sedih

‘’ Mwo ? apa kata mu? Coba ulangi ‘’

‘’ Aiish maka nya dengar kan baik baik babo! Aku akan pulang ke korea lagi ‘’ Ulang Taeyeon

‘’ Kau bercanda kan ? ‘’ Tanya Baekhyun masih tak percaya

‘’ Apa aku kelihatan bercanda ? ‘’
Sejenak mereka di iringi dengan keheningan. Baekhyun kini terdiam seribu bahasa mendengar penuturan dari Taeyeon.

Sedang kan Taeyeon menunduk kan kepala nya untuk menyembunyikan mata nya yang berkaca kaca.
‘’ Kalau kau pulang ke korea lagi berarti bagus kan. Jadi tak ada yang mengajak ku bertengkar terus terusan tiap hari ‘’ Jawab Baekhyun bercanda

‘’ Yak! Apa kau tidak sedih hah? Aku ini akan pindah ke korea bukan hanya sekedar berlibur sementara lalu pulang lagi ke sini. Kenapa di saat seperti ini kau masih sempat bercanda hah!! Bukan nya sedih kau malah senang jika aku pindah. Kau sangat bodoh..bodoh..bodoh Byun Baekhyun! ‘’ Jawab Taeyeon lalu menangis kencang
Baekhyun yang melihat itu terperanjat kaget mendengar tangisan Taeyeon yang pecah begitu saja.

Ia tentu saja sedih, tapi tadi ia hanya bercanda bukan bermaksud serius. Taeyeon yang masih menangis kencang hendak pergi meninggal kan Baekhyun,tapi dengan cepat ia menggapai tubuh mungil Taeyeon kedalam dekapan nya.

Taeyeon terkejut bukan main saat Baekhyun tiba tiba memeluk nya,dan itu membuat tangisan nya semakin kencang. Baekhyun dengan lembut mengusap rambut belakang Taeyeon dengan sayang. Perlahan lahan tangisan nya sedikit mereda, Baekhyun yang merasa Taeyeon sudah tenang menghela nafas lega.

‘’ Jangan menangis seperti itu lagi. Kau membuat ku terkejut sekaligus khawatir ‘’ Ucap Baekhyun masih dalam keadaan memeluk Taeyeon

‘’ Ternyata kau bisa juga mengkhawatir kan ku ‘’ Jawab Taeyeon masih di iringi isakan isakan kecil.

Baekhyun lalu melepas pelukan nya dan menatap ke arah Taeyeon yang wajah nya khas orang setelah menangis.
‘’ Lihat . Siapa yang mulai bercanda sekarang ‘’

‘’ Maaf kan kata kata ku tadi. Aku hanya bercanda ‘’ Sambung Baekhyun lagi.

‘’ Ya.. ‘’

‘’ Aku janji jika kau sudah pindah,aku akan mengunjungi mu di sana ‘’ Jawab Baekhyun bersemangat

‘’ Jinjjayo ? Ah, tapi tunggu dulu, tapi kapan kau akan mengunjungi ku ? ‘’ Tanya Taeyeon

‘’ Kau tidak boleh tau. Ini akan menjadi kejutan ‘’ Jawab Baekhyun lalu mengedip kan sebelah mata nya dan di balas kekehan dari Taeyeon.

‘’ Aku akan menunggu. Tapi awas saja kalau kau mengingkari janji mu,aku tidak akan mengingat tentang dirimu lagi. ‘’

‘’ Aku janji Taeyeon-ah. Kau pegang saja janji ku ‘’ Jawab Baekhyun tersenyum

‘’ Yaksok ? ‘’ Tanya Taeyeon lalu mengajukan jari kelingking nya pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum tulus lalu menautkan jari kelingking nya dengan milik Taeyeon

‘’ Yaksok ‘’

 

Flashback End

 

.

.

 

‘’ Taeyeon-ah,hari ini di sekolah kau ada kegiatan apa ? ‘’ Tanya Nyonya Kim saat Taeyeon yang baru turun dari kamar nya dengan baju seragam sekolah yang sudah di pas di tubuh nya dan langsung menyusul eomma nya di meja makan.

‘’ Ada kegiatan lomba tentang seni, aku mengikuti salah satu dari lomba yang disiap kan ‘’ jawab taeyeon yang sudah duduk di sebelah nyonya kim.

‘’ Wae eomma ? ‘’ Tanya taeyeon saat melihat reaksi eomma yang terlihat bingung

‘’ Taeyeon-ah, maaf kan eomma. Tapi hari ini kau tak usah ke sekolah dulu ne’’

Mendengar jawaban dari eomma nya, taeyeon tentu saja terkejut, Pasal nya ia sudah berjanji dengan namja rusa itu bahwa ia akan mengikuti lomba bernyanyi – Walau pun itu terpaksa.

‘’ Eomma sungguh minta maaf taeng. ‘’

‘’ Tapi apa alasan nya hingga eomma menyuruh ku untuk tidak sekolah hari ini ? ‘’

‘’ Karena, hari ini eomma akan ke Busan karena pekerjaan eomma, akan ada meeting penting di sana. Dan kemungkinan eomma baru sampai ke sini sangat malam. ‘’ Tutur Nyonya Kim dengan wajah bersalah

‘’ Lalu ? Aku sudah biasa sendiri jika eomma pulang malam ‘’
‘’ Bukan seperti itu taeng. Kali ini eomma pulang bukan jam malam seperti biasa, tapi eomma pulang akan sangat larut malam,mungkin bisa juga sampai besok pagi nya. ‘’

‘’ Mwo? Lama sekali ! ‘’ Jawab taeyeon membelalakan mata nya

‘’ Karena ini urusan yang sangat penting. Jadi kau ikut eomma ke sana, eomma tidak tenang jika meninggal kan mu terlalu lama, karena kau juga masih baru di wilayah sini. bawa baju mu 2 pasang saja, kita hanya sebentar di sana. Nanti eomma akan mengizin kan mu kalau kau tidak bisa masuk ke sekolah ‘’

‘’ A..arraseo. tunggu sebentar, aku ganti baju dulu. ‘’

‘’ Baiklah, Maaf kan eomma taeng ‘’

‘’ Gwenchana eomma, Ini juga demi kebaikan ku ‘’ Jawab taeyeon tersenyum lembut,lalu segera naik ke kamar nya lagi untuk bersiap siap.

.

.

.

Di lain sisi, Luhan kini sibuk dengan pikiran nya sendiri. Ia dari tadi sudah menunggu kedatang yeoja yang sudah berjanji dengan nya tempo hari. Kris,dan kai yang asik berbincang kini mengalihakan pandangan nya pada luhan yang sama sekali tak membuka suara nya. Ini aneh menurut mereka.

‘’ Tuan Lu han. Ada apa dengan gerangan ? ‘’ Tanya kai formal seformal nya

‘’ Kau kenapa luhan-ah ? Memikir kan tentang lomba mu? Tenang saja,aku yakin kau pasti menang .’’ Sambung kris yang tak dihiraukan sama sekali oleh luhan.

‘’ Yak! Lu—‘’ Kris yang tadi nya ingin protes karena tak di hiraukan luhan tiba tiba saja terhenti saat luhan berdiri dari tempat duduk nya kemudian pergi meninggalkan kai dan kris begitu saja dan tentu membuat keduanya melongo tak percaya.

Luhan yang sudah pergi, sibuk berjalan tak tentu arah. Ia masih mencari yeoja itu – seorang Kim Taeyeon tentunya. ‘ ia sudah berjanji,dan dia tak mungkin mengingkari janji nya sendiri ‘ Gumam luhan di dalam hati nya. Saat ia ingin pergi ke atap sekolah, pandangan nya terhenti pada jessica dan yuri yang seperti nya sedang sibuk mempersiapkan perlombaan bersama teman teman nya yang lain.

Tapi ada yang janggal menurut nya, Jika ada yuri dan jessica, pasti dia antara mereka juga ada taeyeon. Tapi dia sama sekali tak melihat yeoja itu. Tanpa pikir panjang ia segera menyusul yuri dan jessica.
‘’ Eoh, Luhan-ssi ? ada apa ? ‘’ Tanya jessica yang sepertinya sedikit terkejut saat luhan tiba tiba berada di belakang mereka,sama hal nya dengan yuri.

‘’ Dimana yeoja pendek itu ? ‘’ Tanya luhan to the point

‘’ Yeoja pendek siapa ? ‘’ Tanya balik yuri

‘’ Taeyeon maksud mu ? kau ini sungguh tak sopan karena menyebut nya dengan panggilan seperti itu ‘’ Sambung jessica yang sedikit terlihat kesal

‘’ Jawab saja pertanyaan ku. ‘’ Ucap luhan penuh penekan dan terkesan dingin

‘’ Aiissh! Kami tidak tahu? Sedari tadi kami mencari dan menunggu nya tapi kami sama sekali tak melihat nya ‘’ Jawab jessica jujur

‘’ Kalian mempunyai nomor ponsel nya? ‘’ tanya luhan kedua kali nya

‘’ Tidak punya. Rencana nya hari ini kami mau meminta nomor nya,tapi dia nya sama sekali tak menunjukan batang hidung nya ‘’

‘’ Aisshh. Baiklah,terimakasih ‘’ Jawab luhan, kemudian segera berlalu pergi dan kembali ke tujuan awal nya, yaitu ke atap sekolah. Ia sungguh berharap ada yeoja itu di sana.

‘’ Kenapa dia menanyakan taeyeon,yul ? ‘’ Tanya jessica pada yuri, saat luhan sudah tak berada di tempat mereka lagi.

‘’ Mollayo? Sudah lah, kita harus menyelesai kan pekerjaan kita ‘’

.

Luhan lagi lagi membuang nafas nya kasar saat ia sudah saat sampai di atap sekolah. Ia sudah lelah karena tadi ia berlari untuk sampai di atap sekolah, namun usaha nya tak membuah kan hasil karena orang yang di cari nya tidak ada. Ia lebih memutuskan untuk duduk sebentar di tempat ini.

‘’ Aku kecewa dengan nya ! ‘’ Gumam nya yang terdengar tajam.

~

 

~

 

~

 

‘ Apa dia marah ? ‘selama perjalanan menuju busan taeyeon tak henti-henti nya membatin. Ia memikir kan bagaimana nasib nya nanti saat luhan tau dia tak menepati janji nya.
‘Aishh, kenapa aku memikir kan namja itu. Tidak..tidak ‘ Ia menggeleng-geleng kan kepalanya saat pikiran nya kembali tertuju pada Luhan.

‘’ Taeyeon ‘’

‘’ Ne eomma? ‘’

‘’ Kau benar benar tak punya nomor ponsel teman mu di sekolah baru ? ‘’ Tanya Nyonya Kim

‘’ Ani eomma. ‘’ Jawab nya kemudian menunduk kan kepala nya.

Ia baru beberapa hari di sekolah baru nya,dan sekarang ia tak masuk,Lebih parahnya ia belum meminta izin. Nyonya Kim baru akan mengizin kan nya mungkin besok, karena jika hari ini Nyonya Kim bilang ia tak sempat.

‘’ Maaf kan eomma taeng ‘’

‘’ Gwenchana eomma, eomma sudah berkali kali bilang maaf. Lagi pula nanti eomma akan tetap mengizin kan ku kan ‘’Jawab taeyeon berusaha menenangkan Nyonya Kim yang terus terusan merasa bersalah.

Setelah nya taeyeon mencoba untuk tidur dari pada ia terus memikirkan luhan. Mungkin dengan tidur ia akan segera sampai.

 

..

 

‘’ Taeyeon ‘’ Taeyeon yang sedari tadi terlelap kini merasakan sebuah tangan halus yang memegang pundak nya dan terus memanggil nama nya.

‘’ Taeyeon,bangun. Kita sudah sampai ‘’ sahut suara itu lagi. Taeyeon yang masih mengantuk sedikit melenguh pelan lalu membuka pelan kedua mata nya.

‘’ Wae eomma ? ‘’ Tanya nya yang maish setengah sadar dan dengan khas suara orang bangun tidur

‘’ Kita sudah sampai sayang, Kajja turun. Dan tolong bantu eomma angkat barang barang yang ada di bagasi ‘’ Jawab Nyonya Kim,

kemudian Nyonya Kim terlebih dahulu keluar dari mobil. Taeyeon yang masih di dalam kemudian menguap pelan dan merentang kan badan nya agar lebih rileks.Setelah itu dia ikut keluar menyusul Eomma nya.

Masih dengan mata mengantuk, Taeyeon pun berjalan gontai ke bagasi mobil untuk mengambil barang barang seperti yang diperintah kan Nyonya Kim tadi.

Ia mengambil Tas ransel nya kemudian ia kaitkan di punggung nya. Setelah itu ia kembali menggambil tas Eomma nya dan ia pegang di tangan Kiri nya.

‘’ Ikuti Eomma ‘’ Sahut Nyonya Kim yang sudah pergi di depan taeyeon. Dengan gesit Taeyeon menutup kembali pintu bagasi nya dan segera menyusul Nyonya Kim.

Taeyeon yang melihat eomma nya berhenti di depan sebuah pintu pun ikut berhenti dan memperhati kan Nyonya Kim yang sibuk membuka pintu yang berada di hadapan nya.

Ceklek..

Lalu terdengar lah suara kunci pintu yang tanda nya pintu itu sudah terbuka. Dengan hati hati Nyonya Kim membuka pintu itu dan segera masuk kedalam nya dan di susul Taeyeon.

‘’ Letak kan barang barang nya. Setelah itu mandi, ini sudah siang. Eomma keluar sebentar,pulang nya eomma belikan makanan ‘’ Ucap Nyonya Kim tersenyum kemudian mengelus pelan puncuk kepala Taeyeon.

Taeyeon yang sudah meletak kan barang barang yang di bawa nya hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan ikut tersenyum.

‘’ Tapi apa eomma tidak capek ? Eomma baru saja menyetir mobil dari Seoul sampai ke Busan. Sebaik nya eomma istirahat sebentar ‘’ Sahut Taeyeon yang khawatir dnegan keadaan eomma nya,

‘’ Eomma tidak apa apa taeng. Sudah lah, Eomma pergi dulu ne. Kunci pintu nya ‘’ Jawab Nyonya Kim dan dibalas anggukan terpaksa dari Taeyeon.

‘’ Eomma juga jangan memaksakan diri ne ‘’ Sambung Taeyeon dengan raut wajah khawatir

‘’ Iya, sayang ‘’ Setelah nya, Nyonya Kim pun kembali membuka pintu dan segera pergi.

Taeyeon yang merasa Nyonya Kim sudah pergi, segera mengunci pintu, dan bergegas untuk mandi, dan mungkin akan melanjutkan tidur nya.

 

-0o0-

 

 

‘’ Hyung ? Kau kenapa ? ‘’ Tanya Kai pada Luhan yang sedari tadi menekuk wajah nya (?)

‘’ Percuma kau bertanya pada nya ‘’ Sambung Kris

‘’ Tapi aku penasaran hyung. Dia dari tadi tidak mau berbicara ‘’

‘’ Aku tidak apa apa ‘’ Jawab Luhan kemudian terdengar datar lalu pergi meninggal kan Kai dan Kris

‘’ Seperti itu yang di bilang tidak apa apa. ‘’ Cibir Kai saat Luhan pergi begitu saja meninggalkan mereka.

‘’ Padahal kan dia menang tadi,tapi kenapa Luhan hyung sama sekali tak menyukai kemenangan nya. ini sangat aneh hyung ‘’ Oceh Kai dari tadi membuat kris membuang nafas kasar.

‘’ Kau ini berisik sekali ‘’ Jawab Kris dan dibalas tatapan tajam dari Kai

‘’ Tapi dari tadi aku tidak melihat Taeyeon. Dia kemana ya ? biasa nya dia pasti bersama Yuri ataupun Jessica ‘’ Sambung Kai lagi dan membuat Kris mengusap kasar telinga nya

‘’ Aiishh. Mana aku tau dia kemana. Tanyakan saja pada Yuri dan Jessica ‘’ Sahut Kris lalu meninggalkan Kai begitu saja

‘’ Yak Hyung. Tunggu aku ‘’

 

..

 

-0o0-

 

..

 

Taeyeon menghela nafas lega saat mobil yang di bawa oleh Nyonya Kim sudah terparkir rapi di halaman depan rumah nya.

” Eomma, masuk lah duluan. Aku mau mengambil barang di bagasi. ” Ucap Taeyeon saat baru keluar dari mobil nya.

Nyonya Kim mengangguk ” Kalau sudah, cepat lah masuk. Lalu istirahat ”

Taeyeon mengangguk singkat mendengaran perintah dari Nyonya Kim. Dan setelah itu Nyonya Kim mulai memasuki rumah dan meninggalkan Taeyeon yang sedang membuka bagasi belakang mobil milik Nyonya Kim.

Ia mengambil sebuah plastik besar dan tentu saja tas ransel nya. Kemudian ia segera menutup kembali bagasi dengan agak sedikit menjinjit.

Ia menghela nafas, kemudian mulai melangkah kan kaki nya untuk segera masuk ke dalam rumah. Sesekali ia menguap dengan mulut nya yang menganga lebar.

 

‘’ Kau kalah ‘’

Teyeon tersentak hebat saat ia baru akan melangkah kan kaki nya. Ini sudah jam 2 pagi ,dan siapa yang bicara seperti itu di pagi buta seperti ini. Ia menutup mata nya erat erat,Jantung nya berdegup kencang.

‘’ Kau kalah,dan aku menang . ‘’ Lagi. Suara itu kembali terdengar dari arah belakang nya. Merasa asing dengan suara ini, Taeyeon memutuskan untuk melihat ke arah belakang nya. Walaupun dengan perasaan was was.

Perlahan lahan ia mulai membalik kan badan nya, dan saat benar benar sudah mengahadap kebelakang mata nya terbuka secara perlahan. Setelah itu mata nya membulat kaget dengan apa yang dilihat nya sekarang ‘’ Luhan?! Apa yang kau lakukan ?! ‘’ Ia memekik pelan saat melihat seseorang yang dikira nya hantu adalah seorang Lu Han.

Dengan baju kaos putih dilengkapi celana kain nya membuat nya terlihat santai. Tapi tunggu dulu. Apa yang kira kira di lakukan seorang Luhan di depan rumah Taeyeon di pagi buta seperti ini ? dia tidak gila,tapi seperti nya kita bisa menyebut nya sebagai orang gila. Ya,sangat gila.

‘’ Hanya memberitahu mu kalau di taruhan kita, kau yang kalah. ‘’

Taeyeon lagi lagi melebarkan mata nya terkejut. ‘’ Hanya itu ? Kau hanya ingin mengatakan hal seperti itu ?! Kau tidak gila kan ?! ‘’

‘’ Aku jelas sangat waras Nyonya Kim. ‘’

‘’ Dan perlu kau ketahui. Aku menunggu mu di sekolah sepanjang hari, dan kau mengingkari perjanjian kita. Dan hal itu,aku anggap kau kalah. Jadi kau harus menuruti kemauanku selama 3 hari. ‘’ sambung Luhan datar.

‘’ Apa?! Ini tidak adil, kau jelas sekarang melihat aku baru saja pulang menemani ibu ku pergi ke Busan. Jadi, jelas saja aku tak bisa mengikuti lomba itu. Kau ini bodoh atau apa ?! ‘’ Jawab Taeyeon terlihat menahan amarah nya. Luhan kemudian mengedik kan bahu nya tak perduli.

‘’ Ya, aku melihat mu baru pulang dengan mata kepala ku sendiri. Tapi taruhan ini tetap di menang kan oleh ku. Salah kan dirimu yang tak memberi kabar sebelum nya ‘’

”Jadi sesuai aturan. Yang kalah harus menuruti semua kemauan yang menang selama 3 hari. Kau hari ini sekolah kan ? karena jika kau tak sekolah, bisa saja wali kelas kita akan membuat kan surat peringatan untuk mu. Jadi, saat kau pergi sekolah, kau harus menjemput ku dulu. Harus jam 7. Tidak ada penolakan.Jika kau menolak, kau akan tau akibat nya. Ini sangsi untuk mu ” Setelah mengatakan itu, Luhan beranjak pergi meninggalkan Taeyeon yang menatap nya dengan tatapan kesal setengah mati.

‘’ Dasar namja gila kurang ajar! ‘’ Umpat nya pelan.

‘’ Aku mendengar nya bodoh! ‘’ Sahut Luhan tiba tiba dari arah kejauhan.

‘’ Jinjjayo? Bagus lah kalau kau mendengar nya. Agar kau tahu diri ! Dan, Hey! Aku tidak bodoh. ‘’ Balas Taeyeon sedikit berteriak.

‘’ Sikap mu jelas jelas menunjukan kebodohan mu sendiri! ‘’ Sama hal nya dengan Taeyeon, Luhan memabalas omongan Taeyeon dengan berteriak.

Apa mereka tak sadar jika mereka sama sama bodoh? Ayolah,bayang kan ini. Mereka saling berteriak di pagi buta yang seharus nya masih tenang sekarang.

Tidak lucu kan jika orang orang nanti keluar dari rumah masing masing untuk melihat siapa kira nya dua orang gila yang mengusik pagi tenang seperti ini.

Atau yang lebih parah, bagaimana kalau orang orang itu juga akan mengejar mereka dan menangkap mereka kemudian di serah kan pada Rumah Sakit Jiwa ?! Oh, maaf. Ini mungkin berlebihan. Tapi tetap saja kan kemungkinan itu bisa terjadi .

‘’ Dasar namja gila! Kau gila, bodoh,dan mesum! ‘’

‘’ Taeyeon-ah! Apa yang kau lakukan? ‘’ Intrupsi Nyonya Kim yang berada di ambang pintu rumah nya. Taeyeon jelas kaget saat eomma nya tiba tiba muncul.

‘’ Eo –eomma.. ‘’

‘’ Cepat masuk ke dalam ! Kau mau kita di marahi tetangga di sini?! ‘’

‘’ A –aniyo.. ‘’ Jawab Taeyon gugup. Nyali nya sedikit ciut saat melihat Nyonya Kim yang sedang marah.

‘’ Sekarang masuk ! ‘’ Setelah itu, Nyonya Kim kembali masuk ke dalam rumah nya. Taeyeon menoleh ke arah Luhan lagi. Tapi yang ia lihat kini, Luhan yang sudah tak berada di tempat nya lagi. Ia lagi lagi mengumpat kesal.

 

~~~

 

‘’ Taeyeon. Kau benar benar mau sekolah ? Kau tidak capek ? ‘’ Tanya Nyonya Kim untuk yang ketiga kali nya.

Taeyeon yang sedang mengikat tali sepatu nya mengangguk singkat, setelah selesai memasang sepatu nya ia berdiri menghadap ibu nya

‘’Gwenchanayo eomma. Tidak usah khawatir ‘’

Nyonya Kim tersneyum lembut kemudian mengelus kepala Taeyeon dengan sayang ‘’ Baiklah. Hati hati ne ‘’

‘’ Ne, Anyeong eomma ‘’

‘’ Anyeong Taeyeonni ‘’

Taeyeon kemudian segera berangkat menuju sekolah nya. Ah, ralat. Maksud nya Taeyeon segera berangkat untuk menjemput Luhan.

Seperti yang di katakan luhan beberapa jam yang lalu. Taeyeon berangkat dengan wajah nya yang ditekuk. Sangat berbeda jauh saat ia berada di hadapan ibu nya tadi. Ia masih kesal dengan Luhan. Tentu saja. Menurut nya,gara gara pria itu, ia dicemarahi panjang lebar oleh Nyonya Kim beberapa jam yang lalu.

Dan kekesalan nya bertambah saat ia mengingat Luhan yang memerintah kan nya untuk menjemput Luhan di sertai dengan ancaman nya. Ia mengumpat lagi. Oh Kim Taeyeon, berapa kali kau mengumpat di pagi ini ?

 

AUTHOR POV END

 

TAEYEON POV

 

Padahal waktu eomma bertanya padaku apa aku tidak capek,aku ingin sekali menjawab kalau aku sangat sangat capek. Tapi mau bagaimana lagi.

Mana namja tengik itu? Dia menyuruh ku untuk menjemput nya,tapi bahkan dia sendiri belum keluar dari rumah nya.
Apa aku ketuk saja pintu nya? Ya seperti nya harus seperti itu. Aku tidak rela untuk menunggu nya berlama lama di sini.

Saat baru saja tangan ku ingin mengetuk pintu besar itu,tiba tiba seseorang membuka nya dari dalam,hingga tangan ku hampir saja mengenai wajah yang membuka pintu ini. Tapi untung nya tidak.

Aku terkejut saat melihat siapa yang berada di hadapan ku sekarang.

‘’ A-ahjumma. Anyeonghaseyo ‘’ Sapa ku sedikit gugup lalu membungkuk sedikit padanya.

‘’ Oh,Taeyeon. Kau menunggu Luhan ya ? Masuk saja dulu, mungkin dia masih lama. ‘’

‘’ Tidak usah ahjumma, aku menunggu di sini saja ‘’ Jawab ku sesopan mungkin. Ibu nya ramah,tapi kenapa anak nya sama sekali tak mempunyai keramahan. Jangan megingat ngingat nya lagi Kim Taeyeon. Mengingat nya hanya akan membuat mood mu buruk.

‘’ Eomma, aku pergi dulu ‘’ Well, sepertinya orang yang kubicarakan panjang umur.

‘’ Baiklah. Hati hati,jangan mengebut kau membawa seorang gadis ‘’

 

TAEYEON POV END

 

AUTHOR POV

 

‘’ Baiklah. Hati hati,jangan mengebut kau membawa seorang gadis ‘’ Ucap Nyonya Lu lalu mengerling nakal pada anak nya membuat Luhan merotasikan bola mata nya malas.

‘’ Arraseo arraseo ‘’

Taeyeon yang melihat Luhan pergi begitu saja membuat nya semakin kesal. ‘’ Apa dia tak melihat ku di sini ! ‘’ Gumam nya pelan.

Lalu sedetik kemudian ia segera berpamitan dengan Nyonya Lu ‘’ Ahjumma,saya pergi dulu. ‘’

‘’ Ne. Beritahu ahjumma kalau ia mengebut, oke? ‘’

Taeyeon terkekeh sebentar ‘’ Ne ahjumma ‘’ lalu di balas senyum lembut dari Nyonya Lu.

Setelah itu Taeyeon membungkuk sedikit dan segera pergi menyusul Luhan yang sudah berada di dalam mobil.

‘’ Kau ini tidak sopan dengan ibu mu sendiri ‘’ Ujar Taeyeon saat ia sudah berada di dalam mobil mewah milik Luhan.

‘’ Bukan urusan mu ‘’ Jawab Luhan dingin

‘’ Cih! ‘’

 

~~~

 

Incheon Airport

Seorang namja dengan surai hitam nya mulai berjalan keluar dari bandara. Kaca mata hitam yang masih bertengger di mata nya membuat nya terlihat cool. Dengan senyum yang terus terukir manis di bibir nya ia mulai berjalan dengan menyeret koper besar nya

Sesekali ia melihat jam yang melingkar pas di pergelangan tangan nya. Senyum nya lagi lagi mengembang.

Ia lalu merogoh Handphone pintar yang berada di saku celana nya. Dan mulai menelpon seseorang

‘’ Yoboseyo ‘’ Sahut seseorang di sebrang telpon

‘’ Ahjussi, aku sudah sampai. ‘’

‘’ Aaah Jinjjayo? Tunggu sebentar ne,ahjussi sedang di perjalanan. Mungkin 10 menit lagi ahjussi sampai. Tidak apa kan? ‘’

‘’ Ne,Gwenchana. Aku sudahi ya. Anyeong ahjussi ‘’

‘’ Anyeong Baekhyunnie ‘’

Tut tut tut

Dengan begitu sambungan telepon itu pun terputus.
Lagi lagi namja itu kembali tersenyum senang.

 

 

~~~

 

 

‘’ Bawakan tas ku.’’ Ucap Luhan sesaat setelah ia turun dari mobil nya dan tentu bersama dengan Taeyeon.

‘’ Mwo! Aku tidak mau ‘’ Tolak Taeyeon lalu berlalu meninggalkan Luhan.

‘’ Seperti nya kau mau aku memberitahu semua orang di sekolah kalau Kim Taeyeon adalah orang yang suka mengingkari janji nya ‘’

Ucapan Luhan sukses membuat Taeyeon memberhentikan langkah nya dan kembali berbalik berjalan kearah Luhan dengan wajah cemberut nya.

Sementara Luhan kini mengukir senyum kemenangan yang kembali membuat Taeyeon menekuk wajah nya dalam dalam.

‘’ Sial kau ‘’ Umpat Taeyeon lalu segera mengambil tas yang diberikan Luhan untuk dibawa oleh nya.

‘’ Bawa ke kelas ‘’ Ujar Luhan dan segera berlalu dari hadapan Taeyeon.

Taeyeon kembali mengumpat lalu menghentak hentakan kaki nya kesal. Dengan segera ia berjalan meninggalkan halaman parkir dengan perasaan tak ikhlas saat tangan nya menenteng tas milik Luhan. ‘’ Luhan Sialan ‘’

 

0oo0

 

 

‘’ Bantu aku piket ‘’

 

.

 

‘’ Temani aku ke kantin’’

 

.

 

‘’ Belikan aku makanan ‘’

 

.

 

‘’ Duduk dengan ku ‘’

 

.

 

‘’ Kerjakan tugas ku ‘’

Taeyeon mendengus saat Luhan kembali memerintah diri nya. Taeyeon hendak protes pada orang yang duduk di sebelah nya ini.

Namun lagi lagi ia mengurung kan protes nya saat melihat wajah Luhan yang sangat dekat dengan nya. ‘’ Kerjakan,atau aku cium ‘’

Kata kata itu bagai sihir tersendiri bagi Taeyeon, ia terasa kaku sesaat dan lebih memilih mengambil buku Luhan dan segera mengerjakan apa yang sudah perintah kan pada nya.

.

Kai menatap kasihan pada Taeyeon, lalu ia memukul kuat kepala Luhan yang duduk di depan nya. Luhan meringis sakit kemudian menoleh kan kepala nya ke belakang melihat si pelaku yang sudah memukul kepala nya.

‘’ Apa apaan kau! ‘’ Kai yang mendapat tatapan mematikan dari Luhan hanya memandang nya datar dan mengedik kan bahu nya acuh.

Luhan yang melihat itu menggertak kan gigi nya kesal ‘’ Kau ini mau ku tinju eoh?! ‘’

‘’ Hei Tuan. Wajar saja aku memukul mu . Kau punya hati atau tidak sih?! Memerintah Taeyeon seenak dengkul mu saja. Dia kan perempuan, kau tidak kasihan ? ‘’ Jawab Kai terlihat sangat kesal

Taeyeon yang mendengar itu tersenyum penuh kemenangan, kemudian ia ikut menoleh kan kepala nya ke belakang. Mata nya tepat mengarah ke arah Kai yang saat itu juga menatap ke arah nya. Sedetik kemudian merubah raut wajah nya menjadi sesedih mungkin dan ia mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Kai barusan.

Luhan yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala nya heran      ‘’ Cepat kerjakan tugas ku ‘’

Taeyeon lagi lagi mendengus dan kembali menghadap ke depan untuk mengerjakan tugas milik Luhan. Kai lagi lagi menggerutu kesal ‘’ Luhan! ‘’

Luhan hanya memutar bola mata nya tak tertarik, dan kembali memposisikan tubuh nya mengahadap ke arah depan. ‘’ Sudah lah Kai. Ini urusan ku ‘’

Kai menatap kesal kepala Luhan yang ada di depan nya. Tangan nya hendak kembali memukul kepala kerasa milik Luhan itu. Tapi tangan nya terhenti di udara saat melihat Kim Songsaenim masuk ke dalam kelas dengan buku buku tebal di tangan nya.

Ia hanya mendengus kemudian melipat tangan nya di atas meja dengan wajah yang di tekuk sedemikian rupa.

Kekesalan nya berkurang saat tiba tiba Taeyeon menoleh ke arah nya dengan senyuman manis nya yang membuat Kai bisa saja terbang saat itu.

Taeyeon terkekeh sebentar kemudian mengacungkan jempol nya pada Kai dan menghadap kembali ke depan saat suara besar Kim Songsaenim terdengar.

Kai tersenyum lebar dan menegak kan tubuh nya semangat saat melihat Taeyeon tersenyum sangat manis pada nya tadi.

 

.

 

‘’ Ambilkan buku ku di depan ‘’

 

.

 

‘’ Kau pulang dengan ku ‘’

 

.

 

‘’ Ke rumah ku dulu ‘’

 

‘’ YAK YAK ! Cukup di sekolah kau memerintah ku seenak jidat mu! ‘’

‘’ Di perjanjian kita yang kalah harus menuruti semua kemauan yang menang. Jadi terserah ku mau memerintah mu di mana pun aku mau ‘’ Ucap Luhan menekan kata kata nya

‘’ YAK NEO!! ‘’
‘’ Berhenti berteriak atau kau akan ku cium! ‘’ Gertak Luhan membuat Taeyeon diam dengan wajah cemberut nya.

Luhan yang melirik sekilas ke arah Taeyeon hanya tersenyum puas saat melihat Taeyeon diam tak melawan. Kemudian ia kembali fokus dengan mengemudi nya.
‘’ Berhenti berteriak atau ku cium, bla bla bla..’’ Taeyeon mengulang ucapan Luhan barusan dengan nada mengejek milik nya yang sukses membuat kembali menatap tajam ke arah gadis di sebelah nya.

Sementara Taeyeon sama sekali tak perduli dan masih setia melipat kedua tangan nya di depan dada dengan wajah nya yang masih sangat terlihat kesal.

.

 

‘’ Turun ‘’ Ujar Luhan datar saat mobil nya telah terparkir rapi di halaman rumah nya. Tanpa menjawab Taeyeon segera turun dari mobil, Luhan yang melihat itu terkekeh kembali.
Tuan Lu,sepertinya di dekat Taeyeon emosi mu bisa berubah rubah.

 

Taeyeon yang masih menunggu Luhan keluar dari mobil nya terus mengedarkan pandangan nya tak tentu arah. Saat suara Luhan kembali terdengar untuk menyuruh nya masuk segera ke dalam rumah itu, Taeyeon segera melangkah malas mengikuti Luhan yang berada di hadapan nya.

 

.

 

‘’ Kau tunggu di sini dulu. Aku ingin ganti baju. ‘’

 

Taeyeon mengangguk malas dengan tangan nya yang mengibas ke arah Luhan bermaksud segera mengusir Luhan. Luhan diam diam kembali tersenyum.

Sesaat Luhan berjalan menuju kamar nya Taeyeon kembali memanggil pria itu ‘’ Hei ‘’

‘’ Kenapa? Jangan bilang kau ingin ikut ke kamar ku ‘’ Taeyeon mendengus sebal mendengar jawaban aneh dari Luhan ‘’ Aku tidak sudi pergi ke kamar mu. Aku hanya ingin bertanya, ibu mu kemana ? ‘’

Luhan mengedik kan bahu nya acuh ‘’ Mungkin masih bekerja ‘’
‘’ Oh ‘’

Setelah itu, Luhan kembali melangkahkan kaki nya menuju kamar milik nya.

Taeyeon hanya memandang punggung Luhan yang semakin jauh dengan pandangan penuh arti. ‘’ Aneh, sifat nya dan sifat Baekhyun sangat jauh berbeda. Tapi kenapa saat aku melihat nya, aku selalu merasakan jika dia adalah Baekhyun ‘’ Gumam nya seorang diri. Dengan cepat ia menggeleng, mengusir semua pikiran aneh tadi.

Kemudian gadis ini menghela nafas nya, bingung ingin melakukan apa di rumah luas milik Luhan. Saat mata nya menangkap sofa yang cukup besar di depan Tv ia memilih duduk di sana. ‘’ Aku lelah ‘’ Gumam nya lagi.

 

 

‘’ Apa yang kau lakukan ? ‘’ Taeyeon tersentak saat pendengaran nya menangkap suara datar milik Luhan.

‘’ Hanya melihat lihat ‘’ Jawab Taeyeon kemudian meletak kan kembali sebuah bingkai Foto yang berada di tangan nya.

Luhan yang sudah berganti baju segera mendekati Taeyeon yang kini hanya menatap Luhan dengan bingung ‘’ Wae? ‘’

‘’ Bereskan kamar ku ‘’ Jawaban Luhan benar benar sukses membuat Taeyeon membulat kan mata nya.
‘’ Kenapa terkejut ? kau lupa perjanjian kita ? ‘’ Sambung Luhan sedikit menyeringai.

Taeyeon menatap pria di hadapan nya ini dengan emosi yang meluap luap. ‘’ Apa apaan kau! Ini keterlaluan. Aku tidak mau. Aku capek, kau kan tau aku baru sampai dari Busan pagi pagi buta tadi. ‘’

Luhan mengedik kan bahu nya cuek ‘’ Bukan hanya kau yang letih, aku juga. Aku menunggu mu di depan rumah mu itu dari jam 9 malam, dan kau ingat kau sampai jam berapa ? Jam 2 pagi. Aku menunggu mu selama 5 jam. ‘’

‘’ Siapa yang menyuruh mu menunggu di sana selama 5 jam eoh?! Tidak ada kan. Jadi salah mu sendiri. Aku tidak mau membereskan kamar mu! Titik. ‘’

 

 

‘’ Sial. Yak Lu Han! ‘’ Taeyeon meneriaki Luhan sangat nyaring saat Luhan dengan santai berbaring di atas ranjang nya yang baru saja bereskan oleh Taeyeon.

Yah, dan sekarang Taeyeon benar benar sedang membereskan kamar Luhan dengan sangat terpaksa. Ia tentu saja terpaksa melakukan nya karena Luhan kembali mengancam nya. Ancaman yang menurut Taeyeon lebih parah.

 

 

 

” Aku tidak mau membereskan kamar mu! Titik. ”

”Baiklah. Tapi, apa tadi kau mengatakan kalau kau letih ? ”

Taeyeon menatap Luhan masih dengan tatapan amarah nya kemudian menjawab ” Ya, aku sangat lah letih. ”

Setelah itu Taeyeon seketika meremang saat melihat seringaian lebar dari wajah Luhan. ” Baik. Daripada kau membereskan kamar ku, bagaimana kalau kita tidur bersama saja? Kau letih, aku juga letih. Jadi lebih bagus jika kita sekarang tidur bersama di ranjang yang sama. ”

 

 

Taeyeon lagi lagi merinding saat mendengar ucapan Luhan beberapa waktu lalu. Ia bersumpah, ia lebih baik ia membereskan kamar Luhan dari pada harus tidur bersama dengan Luhan. Di ranjang yang sama pula. Tentu saja ia tak akan mau. Kalian mau? Silahkan.

‘’ Wae? Salah aku berbaring di atas ranjang ku sendiri ‘’ Jawab Luhan santai membuat semua amarah Taeyeon semakin berkumpul di ubun ubun nya. ‘’ Salah, sangat salah. Aku baru saja membereskan nya, sementara kau dengan enak kembali membuat nya berantakan ‘’

‘’ Tidak masalah. Kau kan bisa membereskan nya lagi ‘’

Taeyeon menghempas kan buku tebal di tangan nya dengan kasar di atas meja belajar milik Luhan ‘’ Kau ini! Aku tidak mau membereskan ranjang mu lagi. Kalau mau bereskan saja tempat tidur mu itu sendiri ‘’ Jawab Taeyeon kuat,kemudian kembali menyibuk kan diri nya membereskan meja belajar Luhan yang sangat berantakan.

Hingga ia tak sadar jika kini Luhan sudah berjalan mendekati nya. Luhan tersenyum geli melihat cara Taeyeon membereskan meja nya dengan bibir yang mengerucut lucu. Tapi ia sedikit risih melihat Leher putih Taeyeon yang terlihat sangat jelas,karena Taeyeon kini mengikat satu rambut panjang nya ke atas.

 

‘’ Kenapa meja mu berantakan sekali eoh?! ‘’ Taeyeon lagi lagi menyerukan protes nya tanpa menoleh ke mana pun. Luhan yang berada agak dekat di belakang Taeyeon kembali tersenyum tipis. ‘’ Kau ini banyak bicara. Bereskan saja segera. ‘’

Taeyeon yang merasa suara Luhan sangat dekat, sedikit terkejut. Kemudian ia menoleh kan kepala nya ke belakang, dan sekarang ia dapat melihat Luhan yang berada agak dekat tempat nya berdiri sekarang. ‘’ Kau seperti hantu saja. ‘’ Ucap Taeyeon di balas kekehan geli dari Luhan.

Cukup. Luhan tak sanggup lagi berada di dekat gadis ini. Berada dekat dengan Taeyeon membuat nya tak bisa menahan diri untuk tidak mengecup leher putih Taeyeon. Memikir kan nya saja membuat nya kehilangan kesadaran.

Lalu dengan segera ia berjalan kembali ke ranjang, dan duduk dengan santai sambil menatap Taeyeon yang masih sibuk beres beres.

‘’ Hei Kim Taeyeon ‘’ Taeyeon menoleh singkat pada Luhan yang tadi memanggil nya. ‘’ Hm? ‘’

Luhan mendengus melihat sikap cuek Taeyeon ”aku ingin bertanya”

‘’ Silahkan ‘’ Jawab Taeyeon masih tak menatap Luhan.

‘’ Sudah berapa lama kau dikorea? ‘’ Taeyeon menghentikan kegiatan beres beres nya dan sedikit berpikir dan mengingat kembali kapan pertama kali ia datang ke korea.

Kemudian ia menatap Luhan saat sudah mendapat kan jawaban nya ‘’ Kalau ku ingat ingat sudah 5 bulan‘’

‘’ 5 bulan ? ‘’ Ulang Luhan memastikan dan di jawab anggukan singkat dari Taeyeon.

‘’ Tapi kenapa kau baru masuk sekolah kemarin ? dan kalau sudah 5 bulan, kenapa aku tak pernah tau sebelum nya jika kau tinggal dekat sini ‘’ Tanya Luhan kembali.

‘’ Waktu itu eomma masih harus mengurus kepindahan kami, jadi aku agak sedikit telat mendaftar sekolah. Tentu saja kau tidak tau. Eomma membeli rumah itu beberapa minggu yang lalu, karena sebelum nya aku dan eomma tinggal di rumah nenek ‘’

Luhan mengangguk mengerti mendengar jawaban Taeyeon. ‘’ Pantas saja ‘’

 

..

 

..

 

‘’ Aku bisa pulang sendiri Luhan ‘’ Seru Taeyeon saat Luhan dengan bersikeras tetap ingin mengantar kan Taeyeon pulang.

‘’ Tidak baik seorang gadis pulang sendirian bodoh. Ini sudah hampir malam. Otak mu ternyata masih sangat sempit ‘’

Taeyeon meringis mendengar Luhan mengatakan ia ‘Bodoh’ ‘’ Ya,ya,ya. Terserah kau saja lah ‘’

Luhan kembali mengukir senyuman kemenangan di wajah nya. Setelah itu kedua nya di selimuti keheningan. Taeyeon masih memandang lurus jalan di depan nya.

Kemudian ia dapat menangkap tubuh seseorang yang berdiri membelakangi nya, dan berdiri tepat di depan rumah nya. Taeyeon mengernyitkan kening nya bingung.

‘’ Kau mengenal pria di sana ? ‘’ Tanya Luhan membuka suara nya,

Taeyeon menggeleng cepat ‘’ Tidak, aku tidak mengenal nya, dan itu tak mungkin Appa. Karena appa tidak mungkin memakai baju anak remaja seperti itu ‘’

Luhan memandang was was pada pria yang berdiri di depan rumah Taeyeon. Kemudian ia menggenggam pergelangan tangan Taeyeon dan membawa nya ke belakang tubuh nya ‘’ Tetap di belakang ku. Kita tak tau apa yang akan di lakukan pria asing itu ‘’

Taeyeon terkejut mendapat sikap perhatian dari Luhan. Seketika ia merasakan debaran jantung nya yang berdetak sangat kuat.

Entah karena ia takut dengan pria asing yang masih berdiri di depan rumah nya, atau karena Luhan yang melindungi nya dengan semua perhatian yang di berikan Luhan pada nya. Entah lah?

Ia berharap debaran aneh jantung nya hanya karena ia takut dengan pria asing di sana.

Taeyeon diam diam sedikit mengintip dari belakang punggung besar Luhan. Ia hanya bisa menggenggam tangan Luhan dengan erat. Tubuh nya agak bergetar ‘’ Bagaimana ini? ‘’ Gumam nya pelan, namun masih dapat di dengar Luhan .

Ia menoleh pada Taeyeon dan tersenyum tampan, dan jangan tanyakan bagaimana debaran jantung Taeyeon sekarang ‘’ Kau tenang lah. Aku akan melindungi mu ‘’

 

Deg~

 

Taeyeon dapat merasakan kembali debaran aneh di dada nya. Ia merona. Luhan kembali menatap ke depan, secara perlahan ia mendekati pria asing itu.

‘’ Chogio. Anda siapa ? ‘’ Ucap Luhan pada pria asing tersebut, Taeyeon masih setia memperhatikan semua nya di balik punggung Luhan .

Pria asing itu menoleh pada Luhan dan Taeyeon sukses membulat kan mata nya. Ia bahkan menutup mulut nya yang menganga dengan tangan kiri nya yang tak memegang apapun

‘’ Baekhyun?! ‘’ Pekik nya tak percaya. Detik itu juga, ia melepas genggaman tangan Luhan dan berlari ke arah pria yang di panggil nya Baekhyun tadi.

.

Luhan seperti terhempas sangat jauh ke dasar lautan, saat Taeyeon melepas genggaman tangan nya dan berlari ke arah Pria asing tadi –Baekhyun – dan ia menggepal kan tangan nya kuat di bawah sana saat Taeyeon dengan sangat gembira memeluk Baekhyun yang dibalas juga oleh Baekhyun.

Ia hendak maju dan melepas kan pelukan mesra itu. Tapi sekarang ia benar benar tak bisa melakukan apa apa, badan nya benar benar terasa kaku untuk di gerak kan. Tapi mata nya menggelap, menatap penuh tak suka pada sepasang insan di depan nya yang masih berpelukan.

 

 

 

To Be Continued..

 

 

 

 

READ THIS !

 

ANYEONG READERS TERCINTAAH !! Wkwkwkwk :V #CapsLockJebol :v
Setelah lima bulan hiatus,akhir nya Author is back ^^ Kira kira masih ada yang ingat sama author nggak ? semoga aja ada ya :v
Dan sesuai janji author pada kalian, author comeback dengan membawa semua ff author yang belum dilanjutin. Author nepatin janji kan, ya kan ya kan :v
Dan sedikit informasi, Nama pena author yang sebelum nya Irsaliwayahoo, sekarang udah ganti ya pemirsaah #Bau
Author ganti nama pena menjadi IrsaLiwaKim. Horeeeee #Lebay
Dan bagaiman kelanjutan ff author yang jarang nongol ini ? :v semoga aja puas ya ^^ Jangan lupa komen oke. Berikan tanggapan kalian dengan ff author. Sip? Sip! Bagus :v
Author nggak mau protect ff author hanya karena masih banyak Silent readers. Nggak mau kan lanjutan nya nanti author protect? Oleh karena itu, komenlah wahai para silent readers ^^

Okey,segini aja pemberitahuan nya, terimakasih sebelum nya.

Anyeong ^^

Advertisements

78 comments on “Melody of Love (Chapter 8)

  1. akhirnya authoor comeback again…
    hampir lupa ma critanya dan hrs baca chap 7 lg…
    makin seru thooor….
    moga lajutannya g terlalu lama ya thoorrr…
    fightaeng!!!!

  2. nde nde nde .. sempet lupa siih tapi inget qo kan author hiatus 5bulann yang lalu hheu
    kependekan aaaaah 😥 ayooo dong dilanjutin 😀

  3. Udh agak lupa sih jalan ceritanya yg sbelumnyaa tp gpp den wk,semangat buat projectnya yaa &mohon maaf lahir batin yaaa💕💕

  4. hahhaha… lucu banget siih kisah romantisme’y LuTae 🙂 :), yaah koq ada baekhyun, oh no jgn sampai krn baek, moment LuTae jd ilang 😦 no way aq g’ suka baekhyun, mending baekhyun ama chorong aja….
    next jgn lama” yaa author, rs”y ff ini di publish’y lumayan kelamaan deeh, please author bt next chapter’y di panjangin dong klo bs n’ cpt”an diposting Gomawo for LuTae story i like all of LuTae story.. 🙂

  5. hampir lupa chap sebelumnya thorr.. setelah hampir 9 bulan lamanya #lebay jd terpaksa baca chap sebelumnya..
    itu Luhan cemburu yah sama BaekYeon.. akhirnya Baekhyun balik juga ke Korea.. itu Taeyeon mulai ada rasa sama Luhan yah? waw, daebak.. next chap ditunggu.. fighting thor 🙂

  6. si kai masi mengagumi taeng ya hahahaha..

    cieeeeeee..
    si rusa cemburu liat taeng peluk bebek 😀

    jd bingung,
    disatu sisi aku baekyeon
    di satu sisi lg hanyeon. mboh lah sm sp pun taeng aku dukung. soalnya aku favorit sm couple dua”nya. next di tunggu yah thor. FIGHTING!!! haha

  7. kerjakan atau ku cium….
    hahaha ancaman yang bagus =D

    Barkhyun? waa aku mencium aroma persaingan sengit ni…
    Kai-Baekhyun-Luhan =D =D

    #Fighting Lubaby 😉 Fighting Baekhyuniee 🙂 Fighting Kamjjong =D
    and Fighting author =D =D

  8. OMG… Chap 8nya akhirnya udh ada XD
    udh lma nih nungguinnya Thor…
    aku aja smpe gnti nma… iy,aku lalu prnah kmen di ff ini nmanya klau nggk slah
    kimtaetaeyaeonnie…

    udh lma bnget pkoknya deh…
    Aigooo… itu Luhan seenaknya aja nyuruh” Tae Unn
    untungnya ada Jongin yg blain Tae Unn XD
    wkwkwk… istifar Han…. lu msih sdar kn blum klap…

    Heh… itu Baekk
    wkwkwk… kyaknya bkal trjadi sesuatu deh…
    Hayooo…. Luhan cmburu yaaa…. XD
    Thor chap 9nya di tnggu yaaa… 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  9. Luhan oppa emang gila nunggu Taeng eon sampai jam 2 pagi hahaha
    Taeng eon cape bgt tuh di suruh2 sama Luhan oppa terus
    Kyaaa kyaa Baekhyun oppa kembali ><
    Ayoo Luhan oppa apa tindakkan mu selanjutnya/?

  10. kereeeen thor ffnya langsung ngebut baca dari chapter 1 sampe 8
    kkkk
    luhan keluar juga sifat manly nya

    baekhyun datengnya pas banget wkwk kasian luge
    tapi gapapa aku dukung lutae disini hehe

    lanjut terus thor
    keep writing and fighting!!!!!

  11. Pingback: Melody Of Love (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Yee, baekhyun dah sampai dikorea. Berarti nanti ada baekyeon momment dan ada persaingan baekhyun dan luhan dong 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s