My Sweet Secretary (Chapter: 1)

PicsArt_1434185421129

Title
My Sweet Secretary (Chapter: 1)
Author
DeliaAnisa
Genre
Romance, Comedy, and Drama
Length
Multichapter
Rating
PG-15
Main Cast
Kim Taeyeon and Byun Baekhyun
Other Cast
Bambam and other
Disclaimer
Ini FF hasil dan murni dari imjinasi saya, maaf jika ada kesalahan dan kesamaan baik yang di sengaja maupun tidak. semua yang saya tulis semata-mata hanya untuk menghibur para pembaca.

HOPE YOU LIKE IT 😉
.
.
Dalam 5 menit pesawat akan segera landing di bandara incheon, tempat yang menjadi tujuan utama seorang wanita yang terduduk di salah satu kursi penumpang. Dia menyumpal sepasang telinganya dengan headset, benda favoritnya ketika ia sedang bosan. lagu yang ia putar adalah lagu kesukaannya yang tidak pernah bosan ia mainkan.
Taylor swift back to December
Lagu yang menjadi candunya akhir-akhir ini, tanpa ia sadari kepalanya manggut-manggut seolah ia terbawa oleh alunan dalam lagu ini. Bahkan mulutnya mulai membentuk menjadi bait perbait dari lirik lagu ini. Namun keasyikannya dan kenyamanannya ini harus rela terhenti ketika tidak sengaja laki-laki disampingnya bersin tepat ke arahnya. Bukan bersin biasa yang cukup mengeluarkan suara hasyim, tapi ini luar biasa karena bersin pria yang diperkirakan berusia 20 tahun ini sudah melewati batas telah menyemprot taeyeon dengan ingusnya. Dan apa yang terjadi? Baju super mahal taeyeon terkena imbas parahnya.
Taeyeon menggeram menahan marah, dia melirik tajam ke samping. Seseorang yang menjadi korban intimidasi taeyeon berkali-kali menundukkan kepalanya dengan wajah penuh penyesalan.
“maafkan saya, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja melakukannya.” Pria itu mengusap-usap kedua telapak tangan membuat gerakan meminta maaf.
Taeyeon mengatupkan bibirnya rapat-rapat, dia mencoba untuk meredam amarahnya. Sampai akhirnya pesawat sudah mendarat dengan keadaan selamat, taeyeon mengurungkan niatnya untuk memarahi pria ini dan ia lebih memilih menjauhinya dengan mengabaikan permintaan maaf dari lelaki yang agak aneh ini. Taeyeon berjalan sembari menghentakkan kakinya, tak lupa diiringi dengan umpatan-umpatan kesal untuk pria berambut keriting itu.
Segera setelah ia keluar dari pesawat, ia merogoh sapu tangan dari tasnya dan mengusapkannya pada daerah yang terkena ingus dari si pria yang tidak mengenal cara bagaimana bersin yang baik.
“apa dia bodoh? Kenapa dia bersin di sembarang tempat? Dasar laki-laki jorok dan tak tau malu!!” gerutunya kesal setelah ia membuang sapu tangan itu ke dalam tempat sampah. Ia berdo’a dalam hati, semoga Tuhan tidak mempertemukan kembali dengan orang aneh itu dengannya.
Taeyeon masih menyeret kopernya sampai akhirnya ia berhenti ketika di hadapkan dengan seorang pria paruh baya berdiri di samping laki-laki yang terlihat lebih muda darinya. Mereka berdua menyambut hangat kedatangan taeyeon di bandara, mereka hampir mendekat dan memeluk taeyeon rindu. Tapi dengan gerakan cepat taeyeon menjauhi mereka.
“pelukan kalian akan mengancam keselamatan jiwaku. Kalian tau bakteri? Bakteri yang berada dalam tubuh kalian bisa saja berpindah ke tempatku.”
Kedua lelaki itu tertawa kecil mendengar kalimat yang berlebihan dari taeyeon. Sejak 5 tahun lalu dan saat ini ternyata taeyeon masih menjadi orang yang sama. Hidup dengan penuh kebersihan merupakan karakter taeyeon yang unik. Jika dia bersentuhan dengan orang lain, segera ia menyemprot spray ke seluruh tubuhnya. Itu sesuatu yang berlebihan sekali bukan?
“nona muda benar-benar tidak berubah. Bagaimana sekolahmu di London, apa menyenangkan?” tanya pria paruh baya sembari mengambil alih koper taeyeon.
taeyeon tersenyum tipis. “benar-benar menyenangkan, seperti keluar dari sebuah tahanan dan hidup dengan bebas.” Pernyataan taeyeon membuat kedua pria disana saling berpandangan bingung.
“apa maksud noona?” tanya pria berparas imut dengan kening yang berkerut.
Taeyeon menatap keduanya bergantian, lalu berbalik dan berjalan perlahan mendahului mereka. Dengan gerakan cepat keduanya segera mensejajarkan langkahnya bersama taeyeon.
“bambam mungkin kau tau apa maksud dari ucapanku.” Taeyeon menoleh sekilat ke arah pria yang ia panggil bambam itu.
“noona tidak nyaman dengan rumah?”
Taeyeon berhenti dari langkahnya, pria paruh baya dan bambam ikut berhenti dan kembali menatap bingung taeyeon. “ada hal yang menggangguku disana.”
“maksud noona, aku?”
“ya, jadi mulai sekarang jangan berpura-pura baik padaku.” taeyeon mendesis dan menatap tajam ke arah bambam yang begitu terkejut atas perubahan sikap taeyeon terhadapnya. Ini untuk pertama kalinya, taeyeon memberikan tatapan dingin untuknya.
“kau terlihat seperti serigala berbulu domba. Aku harus berhati-hati denganmu.”
Entah apa yang membuat taeyeon berpikir bahwa ia adalah sebuah ancaman. Hati bambam sangat terluka menatap iris mata yang biasanya lembut berubah menjadi sangat menakutkan.
“noona, apa saat di pesawat kau memakan makanan yang salah atau ada sesuatu yang membentur kepalamu?” bambam menatap taeyeon yang sedang menatapnya dingin dengan pandangan tak percaya.
“tidak ada yang salah denganku. Mulai sekarang, jangan dekati aku lagi, aku tidak tau rencana buruk apa yang akan kau lakukan terhadapku.”
“noona..”
“berhenti memanggilku noona!! Kau bukanlah adikku! Dan aku muak mendengarnya!”
Bambam tersentak, ia merasa tidak sedang berpijak pada bumi. Ini begitu menyakitkan melihat mata itu memancarkan ketajaman yang menohok hatinya.
Taeyeon berjalan dengan sangat cepat meninggalkan kedua pria yang masih menegang disana. Bambam terpaku di tempatnya, suara bising yang sebelumnya mengganggunya mendadak sangat hening di telinganya. Pria paruh baya yang sedari tadi berada di antara mereka, memegang pundak bambam sebelum ia pergi dari sana dan menyusul taeyeon dari belakang. “dia tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya, dia hanya sedang… banyak memikirkan segala hal. Jadi mungkin untuk sekarang sebaiknya kau jauhi dia dulu sampai mood dia kembali baik.”
Bambam tidak bergeming, dia masih berdiri disana dengan pandangan kosong, ia mencoba mengingat-ingat sesuatu yang mungkin saja menjadi pemicu taeyeon mencurigainya.
“apakah taeyeon noona mendengarnya?”
.
.
.
.
Taeyeon memijat pelipisnya, kepalanya berdenyut nyeri akibat terlalu memusingkan sesuatu. Pandangannya tertuju ke arah jendela mobil, memperhatikan kepadatan jalanan seoul yang sudah 5 tahun ia tinggalkan. Tidak ada yang berubah, seoul masih sama. Kecuali keadaan dirinya.
Pria paruh baya yang sejak tadi setia menemani taeyeon tidak henti-hentinya matanya menatap prihatin taeyeon melalui kaca yang terpasang di atasnya. Perubahan sikap taeyeon begitu mengejutkannya tadi. Ia kira taeyeon tidak akan berubah setelah pulang dari sana, namun dugaannya ternyata salah. Kepulangan taeyeon dari sana telah merubah taeyeon dari seekor kelinci lucu menjadi seekor srigala menakutkan.
“nona muda.”
Dengan pandangan masih tertuju pada jendela, taeyeon menyahut dengan lirih. “ya.”
“ada yang ingin saya katakan pada nona muda. Ini… cukup penting.”
“katakanlah.”
“hari ini adalah hari terakhir saya bekerja menjadi sekertaris nona muda.” Ungkap pria paruh baya itu dengan ragu-ragu. Terlebih sekarang taeyeon memalingkan wajahnya dan menatap lurus ke arahnya. “mwo? Kenapa tiba-tiba sekali? Apa yang membuat paman melakukan ini? apa paman byun merasa tidak nyaman di sekitarku?” tanya taeyeon bertubi-tubi. Jelas sekali bahwa taeyeon tidak terima akan keputusan dari sekertaris yang sudah ia anggap seperti ayah keduanya. tuan byun sudah bekerja selama 10 tahun di keluarganya dan baru 4 tahun menjadi sekertarisnya. Kedekatan ia dan tuan byun bisa dikatakan seperti kedekatan antara anak dan ayah. bahkan tuan kim, ayah kandungnya sendiri tidak punya cukup waktu untuk sekedar mendengar curahan hatinya. Namun tuan byun, dia selalu siap menjadi pendengar setianya. Dia tidak segan bersikap manja terhadap tuan byun. Kekurangan dan keburukannya tentu tuan byun tau, dan tuan byun sangat menerima itu semuanya. itu sebabnya taeyeon sulit untuk menerima keputusan dari tuan byun. Sangat sulit.
“selama saya di tugaskan untuk menjadi sekertaris noona, saya benar-benar sangat menyukainya. Nona muda sudah ku anggap seperti anakku sendiri.”
“lalu kenapa paman tiba-tiba ingin berhenti?”
“saya sudah terlalu tua, kondisi tubuh saya sudah tidak sesehat dulu lagi. karena itulah jabatan ini akan saya serahkan pada anak laki-lakiku. Dia cukup bisa di andalkan, dan saya sangat percaya dia bisa menjaga nona muda dengan baik.”
Taeyeon mendesah halus, rongga dadanya terasa sesak. “kapan puteramu mulai bekerja?”
“besok.”
.
.
.
.
.
“mari kita akhiri saja hubungan ini.”
“akhiri? Maksudmu kau memintaku untuk putus?”
“ya.”
“jika itu maumu aku terima.”
Laki-laki itu tidak memperlihatkan wajah terlukanya, sementara si perempuan terheran-heran akan respon yang sekarang telah resmi menyandang status ‘mantan pacarnya’. Si perempuan ini mengira mantan pacarnya akan menangis dan tidak menerima hubungan ini berakhir. Tapi nyatanya? Heol, artinya si pria itu tidak benar-benar mencintainya.
“o..oke. sekarang kau dan aku sudah berakhir.”
“itu keputusan yang sangat bagus, aku menunggu keputusan ini sejak lama. dan ketika akhirnya kau mengatakannya, aku sungguh lega.” Laki-laki itu tersenyum sangat lebar, sangat konyol. Si wanita hanya memutar bolanya tak percaya.
“kau pria aneh dan konyol, itu sebabnya aku memutuskan hubungan ini!!”
“dan kau wanita bodoh karena pernah jadi pacarku.” Balas si pria itu tidak ingin kalah. “bomi-ssi, temukanlah pria yang tidak akan membuatmu malu.”
Wanita itu melipat tangan di dada. “itu sangat mudah.”
Dengan menyesap lattenya untuk terakhir kalinya baekhyun berucap sebelum ia bangkit dari café itu dan pergi. “tetapi ketika kau temukan pria itu, pria itu akan sangat bodoh karena telah menyukai orang yang salah.”
.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Baekhyun, pria yang baru saja di putuskan kekasihnya setelah 2 bulan menjalin hubungan segera melesat ke kamar mandi melewati ruang keluarga yang diisi oleh adiknya yang tengah menonton drama dengan serius. Baekhyun menutup pintu kamar mandi keras hingga menciptakan bunyi bedebam yang menyentakkan adiknya. Perhatian adiknya kini tersita oleh kakaknya. Ia mengabaikan dramanya dan sekarang yang ia lakukan adalah menguping kakaknya di balik pintu kamar mandi. Ia mendengar sangat jelas kakaknya itu menangis tersedu-sedu, bahkan yang paling menggelikan suara kakaknya yang tengah mengeluarkan ingusnya.
“heol! Daebak! untuk ke sepuluh kalinya oppa menangis seperti ini dan aku yakin penyebabnya juga sama.” Suara sang adik terdengar jelas di telinga baekhyun, meskipun samar-samar tapi baekhyun cukup mengerti dengan apa yang jadi bahan ejekan untuknya.
Dari dalam baekhyun duduk di atas kloset dengan gulungan tisu di tangannya, sudah tidak terhitung banyaknya tisu yang berceceran di kamar mandi. Ia tidak peduli, yang terpenting ia hanya ingin mengeluarkan emosi dan kekecewaan dihatinya.
Semua kejadian yang berada di café adalah kebohongan. Ia berpura-pura kuat dan sok tegar disana, tapi faktanya dia menangis terlalu berlebihan. Suara tangisannya bahkan bergema di seluruh ruangan ini.
Sang adik masih betah berdiri di depan pintu masih dengan senyum gelinya. “hey oppa! kalau aku tidak di takdirkan sebagai adikmu, mungkin saja persepsiku akan sama seperti mereka. tentunya, aku akan malu menjadi pacar oppa. oppa itu ceroboh, cerewet, dan tampilan oppa benar-benar kuno.”
“jangan mengataiku seenaknya, babi besar! Kau benar-benar adik tidak tau diri! Harusnya sebagai adik kau menghiburku bukannya malah memojokanku seperti ini!!”
Sang adik hendak membuka mulut ketika sang ibu datang dengan kemoceng di tangannya. “hey kenapa ada keributan disini?” sang ibu berjalan menghadap anak bungsunya.
“oppa menangis karena di putuskan eomma.”
“lagi??”
“ya, untuk ke sepuluh kalinya.” Sang ibu yang mendengar kebiasaan puteranya menggeleng-gelengkan kepala sembari mendesis. Sang ibu mendekati pintu kamar mandi dan berteriak penuh amarah. “yak bocah ingusan!! Perbaiki diri sebelum umurmu jadi tua!! Mana ada wanita yang ingin kekasihnya berpenampilan kuno dan konyol! Kalau kau terus seperti ini, sampai wanita bertelurpun wanita tidak aka nada yang betah denganmu!!” ny.byun berkacak pinggang, setelah sekian lama menahannya akhirnya ny.byun mengeluarkan letupan-letupan emosinya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan putera sulungnya yang kelewat aneh dan konyol. Dia benar-benar seperti bukan anak yang terpelajar. Setelah 3 tahun menyelesaikan sekolah menengah atasnya baekhyun tidak memotong rambutnya. Rambutnya di biarkan memanjang dengan pola rambut yang keriting. Gaya pakaiannya tidak modis, sebagaimana anak remaja sekarang yang selalu ingin tampil modis. Baekhyun lebih suka memakai celana pendek dan kaus oblong berwarna putih, dan ia memakainya tanpa mengenal tempat. Baik itu tempat yang formal maupun informal. Itulah alasan kenapa orang-orang menyebutnya pria kuno.
Dan wanita yang sebelumnya pernah mengisi hidupnya, sama-sama berpikir untuk mengubah penampilan baekhyun. baekhyun memiliki wajah yang rupawan, dia sangat tampan. Mereka –para gadis itu, sangat berandai-andai untuk membuat itik menjadi angsa yang menawan. Namun ternyata baekhyun sangat sulit untuk mengubah pendirian aneh yang sudah melekat di jiwanya. Baekhyun mencintai penampilannya.
Suara decitan pintu memperlihatkan sesosok tuan byun masuk ke dalam rumah itu dengan menatap bingung keadaan rumah. Namun dia sedang tidak ingin tau, ada hal yang lebih penting untuk ia bicarakan sekarang. dia mendudukan dirinya di kursi, ny.byun dan joy –anak bungsunya, saling berpandangan setelah tuan byun berseru menyuruh seluruh anggota keluarganya untuk berkumpul. Setelah ny.byun duduk disamping suaminya, lalu joy duduk di samping ibunya, maka tak lama baekhyun keluar dari kamar mandi dengan hidung merah dan mata yang sembab. keadaannya tambah berantakan.
“baekhyun-a, duduklah ada hal penting yang akan ayah bicarakan.” Baekhyun mengangguk lesu, lalu duduk di hadapan ayahnya.
Setelah anggota keluarganya memperhatikannya dengan serius, tuan byun akhirnya membuka topic utamanya. “ini adalah hari terakhir ayah bekerja.” Semuanya serentak membulatkan mata mereka tak percaya. “MWO?!” Seru mereka bersamaan.
“keputusan ini sudah sangat bulat, waktunya appa beristirahat dan menikmati masa tua. Dan kau baek… mulai besok kau akan menjadi penggantiku, appa harap kau tidak menolaknya.” Ujar tuan byun menatap sang putera sulungnya dengan penuh harap.
Baekhyun menghembuskan napas beratnya. “appa, bagaimana bisa appa mempercayaiku? Pastinya appa tau aku bukanlah anak yang bisa di andalkan. Semua yang aku kerjakan selalu salah dan berakhir berantakan. Jadi, apakah aku pantas menggantikan posisi appa yang sulit?”
“Semua kesalahanmu bukanlah hal yang di sengaja, appa tau itu. Dan menjadi sekertaris bukanlah sesuatu yang sulit untukmu, kau sangat pandai baek hanya saja kau terkadang ceroboh. Maka dari itu, appa memintamu untuk memperbaiki diri, menjadi seperti diriku adalah tantangan terbesarmu. Jadi, kau harus melewatinya, hidup tanpa tantangan bukanlah hidup yang sesungguhnya. Selama ini appa melihat kau tidak cukup banyak melewati sebuah tantang, dan mulai sekarang… hadapilah tantangan besarmu dan jangan lupa untuk melewatinya. Itu adalah hidup yang sesungguhnya anakku.”
“appa..”
.
.
.
.
Sepasang mata berhazel cokelat terfokus pada layar cukup besar di depannya. Tanpa di sadari kedua belah tangannya mencengkram remote yang sedang ia pegang. Dia melihat dirinya sendiri muncul dari balik layar itu, kedatangan dirinya begitu sangat cepat tersebar dimana-mana. Dan disana pula ia melihat ibu tirinya tersenyum penuh haru, atau menurut pandangannya itu adalah senyum kepura-puraan. Lewat wawancara di media sana, sang ibu tiri mengatakan kerinduan besarnya terhadap puterinya yang baru saja tiba di seoul. Taeyeon hanya bisa tersenyum sinis mendengar pengakuan yang di dasari kebohongan besar itu.
Taeyeon adalah puteri pewaris EDR corpetion, perusahaan besar yang berpengaruh untuk negaranya. Ayahnya memiliki jumlah besar property-properti yang tersebar luas di korea selatan maupun manca negara. Ibunya meninggal sejak ia berusia 10 tahun. Selang 2 tahun ayahnya kembali menikahi perempuan yang berlatar belakang sebagai seorang model. Perempuan itu memiliki seorang putera yang terpaut 2 tahun lebih muda dari taeyeon.
Sebelum tau akan rencana besar dari ibu tirinya, taeyeon sangat menyayangi ibu tirinya dan adik tirinya, layaknya keluarga kandung. Namun setelah mengetahui motif mereka, taeyeon tidak lagi menaruh simpati dan rasa sayang untuk mereka. rasa sayang itu berubah menjadi perasaan dendam.
Dan untuk pria itu, pria yang di bandara tadi ia cecar dengan kalimat-kalimat tajamnya, taeyeon benar-benar sangat kecewa. Ia tidak menyangka bahwa sebenarnya bambam dan ibunya merencanakan sesuatu yang jahat untuk mereka. mereka ingin tahta itu, ingin harta ayahnya, dan mereka berencana untuk menyingkirkan taeyeon.
Taeyeon masih belum bisa mempercayai sebuah kenyataan, bambam yang begitu dekat dengannya bahkan sejak dulu ia dan dirinya selalu bersama-sama. Bambam yang sejak dulu selalu bercanda ria bersamanya, bambam yang selalu jadi penghiburnya kala ia sedang bersedih, kini seketika berubah menjadi bambam yang berubah menjadi sosok yang ia benci.
Suara bel membuyarkan segala lamunannya, ia mendesah kasar sebelum akhirnya beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pintu depan. Kedatangan seseorang di tengah malam, bukankah itu tidak sopan dan mengganggu?
Sebelum membuka pintu apartemennya, taeyeon mengintip lebih dulu monitor yang terpasang di samping kanan pintu depan. Taeyeon mendecak ketika tau siapa si pelaku yang memencet belnya tengah malam. Dengan sangat malas taeyeon membukanya dan menampakkan sesosok pria yang tersenyum lebar ke arahnya. “noona.” Panggilnya girang.
“Apa yang kau lakukan di tengah malam seperti ini?” tanya taeyeon dengan dingin, melebihi dinginnya angin malam yang menerpa sekitar.
Senyuman bambam yang sejak tadi terpampang dengan cerahnya, seketika redup. “kenapa noona tidak pulang ke rumah? Semua orang di sana begitu mengkhawatirkan noona.”
Taeyeon memutar bola mata dengan sinisnya, tangannya ia lipat di dada. “aku belum ingin mati, rumah itu berbahaya, untuk kali ini aku lebih baik menghindar, karena aku sedang lelah dan lengah. Macan akan lebih mudah menerkam mangsnya yang lengah.”
“aku ingin menjelaskan kesalahpahaman ini, noona harus mendengarnya.”
“aku tidak perlu mendengarnya lagi, buktinya sudah sangat jelas.” Taeyeon menekankan kalimat terakhirnya dan memberi bambam tatapan tajam, seolah-olah mata itu terbuat dari benda runcing yang begitu menusuk ke dalam hatinya, sangat menyakitkan.
“bukti yang noona dengar bukan seperti apa yang noona pikirkan. Jadi aku mohon dengarlah penjelasanku, beri aku waktu 5 menit untuk menjelaskan.” Pinta bambam dengan mata memohon.
Taeyeon mengeluarkan smartphonenya dari saku celana jeans yang melekat di kakinya, ia menekan tombol stopwatch untuk menghitung mundur dari 5 menit.
“bicaralah.” Tangan taeyeon terangkat ke atas memegangi smartphonenya, mengingatkan waktu yang ia berikan kepada bambam.
Dengan tenang bambam menjelaskan. “Aku setuju atas rencana ibuku untuk membuatku menjadi pewaris tunggal dan menyingkirkan noona. Aku hanya ingin membantumu dan melindungimu noona, jika aku berhasil membuat ibu mencapai keinginannya, aku akan segera menyerahkan lagi hasilnya kepada noona. Kalau aku tidak menyutujuinya, bukan hanya di singkirkan dalam soal tahta tapi juga.. hidup, noona akan kehilangan hidupmu jika aku menolak tawaran ibu. Untuk itu semua yang aku lakukan hanyalah untuk melindungimu noona, aku ingin menjagamu dari segala rencana jahat ibuku.”
“waktumu sudah habis.” Taeyeon kembali memasukkan smarthone-nya ke dalam saku, ia menatap dalam ke arah bambam yang sedang memandangnya penuh ketulusan. “bagaimana bisa kau berfikir untuk melindungiku sementara hidupmu sendiri butuh seseorang yang perlu menjagamu.”
“noona.” Bambam berjengit kaget mendengar itu.
Memori bambam kembali berputar-putar dan berhenti tepat ketika ia masih duduk di bangku sekolah. Bambam sangat rentan akan pembullyan oleh teman-temannya di sekolah. Semua orang disana menyebut dirinya sebagai anak haram, anak yang lahir tanpa di ketahui dengan jelas siapa ayahnya. Mereka mengolok-olok bambam dan menyebut bambam sebagai anak dari ibu seorang penggoda. Cacian itu sudah jadi santapan tiap hari untuknya, dia hanya terdiam tanpa membalas. Namun setelah ibunya menikah dengan pria tersohor, penderitaannya sedikit demi sedikit berkurang ketika ia di perkenalkan dengan sesosok gadis yang resmi menjadi kakak tirinya. Taeyeon dengan bambam bersekolah di tempat yang sama, dan yang mengejutkan bambam adalah ketika semua orang mulai mencacinya taeyeon berjalan dan menghadap mereka semua dengan segala keberaniannya. Ia ingat sekali kalimat dari gadis yang telah menjadi sosok guardiannya ketika membela dirinya.
“Lebih baik menjadi anak haram dari pada menjadi anak dengan mulut penuh sampah seperti kalian semua!! Dia hanya seorang anak, dan menjadi anak haram bukanlah sebuah kejahatan. dan yang terpenting adalah, apa dia merugikan kalian? mengapa bisa kalian bersikap seperti dia merugikan kalian semua eoh?! Kalian sama saja seperti sampah yang berbicara tanpa ada gunanya sama sekali.”
.
.
.
“kau tidak menjawabnya itu karena kau meragukan dirimu sendiri untuk melindungiku, kan?” suara taeyeon menginterupsi bambam dari lamunan masa lalunya. Di tatapnya dengan lembut sepasang mata dingin itu, bambam tersenyum lembut, sikap bambam yang berubah membuat taeyeon menatapnya dengan bingung. “aku berjanji akan melindungimu noona. Aku sudah bukan lagi bambam yang tertindas, mulai sekarang… giliran aku yang akan maju dan berhadapan dengan mereka yang akan melukaimu. Itu pasti… akan aku lakukan, noona harus percaya bahwa aku telah berubah.”
Kedua tangan taeyeon terkepal kuat, mata taeyeon semakin gencar menyerang mata bambam dengan penuh ketajaman. “aku tidak butuh perlindungan dari siapapun, aku bisa melakukannya sendiri tanpa melibatkan seseorang. Aku akan melindungi perusahaan ayahku dengan tanganku sendiri.”
“dan aku tidak akan mengubah prinsipku dari awal, meskipun noona tidak membutuhkannya, namun aku akan tetap berdiri di samping noona dan membantu menyelesaikan semuanya.” taeyeon tertawa sinis ketika mendengar bambam yang keras kepala. “berhenti mengatakan omong kosong. sia-sia saja kau mengatakan akan melindungiku jika nanti pada akhirnya itu akan melukaiku juga.”
“semua perkataanku tidak akan menjadi sia-sia, aku akan selalu menjamin keselamatan noona.”
“Terserah apa yang kau katakan, yang jelas… aku benar-benar tidak butuh perlindunganmu…” taeyeon memberi jeda sejenak. “sekarang pergilah.”
Belum sempat bambam membuka suara, dengan secepat kilat taeyeon menutup pintu berwarna putih gading itu. bambam berbalik dan mulai berjalan menjauh dari apartemen taeyeon dengan perasaan terluka.
Sinar mentari hangat menyapa kota seoul. Di pagi yang cerah, taeyeon akan pergi ke tempat dimana ayahnya bekerja. Sebelum ia meninggalkan apartemen minimalis miliknya, tidak lupa ia memperhatikan pantulan dirinya sendiri di cermin besar yang berada tepat di hadapannya. Rambut hitam pekatnya ia gerai dengan cantik, rok dengan panjang selutut melekat di tubuhnya. Tubuhnya yang mungil begitu cocok dengan di padu padankan dengan rok dan blazer. Ia menghela napas panjang, rasanya seperti ia akan pergi berperang. Ya, dia memang akan berperang melawan ibunya dan juga… pria itu.
Suara bel berdenting ketika taeyeon tengah merapikan blazernya. Kaki mungilnya beranjak dari kamar dan berjalan menuju pintu depan dengan perlahan. Tanpa melirik monitornya, ia segera membuka kenopnya, matanya memicing ketika melihat sosok di depannya, ia memperhatikan dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pria asing yang tidak di kenalnya. Tapi, taeyeon mengerutkan keningnya saat pria itu tiba-tiba saja bersin. Mata taeyeon mengerjap, dia sepertinya mengenal orang ini. yang di perhatikan hanya membungkuk dan beberapakali menarik bibirnya membentuk senyuman lebar.
“kau –kau pria ingus itu?!”
.
.
.
TBC
.
.
Harap komentar dan sarannya ya guys ^-^
Kalau komentarnya di bawah 20, ff ini gak bakal aku lanjut lagi, soalnya itu berarti ff nya mengecewakan dan tidak menarik. Kalau sebaliknya, aku akan berusaha keras buat lanjutin ini ff ^^

Advertisements

63 comments on “My Sweet Secretary (Chapter: 1)

  1. pria ingus? Baekhyun??? bhahahaha
    Btw, style fashion Baekhyun celana pendek dg kaos oblong? jd keinget pas dulu dia blm debut, pake kaos kedodoran pas lg rekaman sm temen band dia & itu emg style bocah remaja yg mainstream but Baekhyun lucu bgt, yakin.
    Exitednyaa pas tau ada karakter Bambam, yoyo dia member GOT7 paling favorit. Bambam cogan Thailand haha
    Cepet update ya, penasaran sm keributan yg bakal Baekhyun lakuin wkw

  2. ini keren,.
    tapi masih agak pendek ceritanya..
    next chapt updatesoon dirtunggu bgt kelanjutannya

  3. ku kira Taeyeon yg jadi sekertarisnya baekhyun,eh ternyata kebalik!!
    belum pernah baca ff kayak gini…bakalan seru nihhh,! apalagi Taeyeon orangnya dingin gitu:)
    ditunggu chap selanjutnya chingu;)
    BAEKYEON♡♥

  4. Bwhahahahahag pria ingus.. kasian bgt pertama kenal udah dpt julukan kayak gitu.. kayanya bakal gokil nih.. lanjut thooor

  5. wahh aku dah jadi komentar ke berapa nih??
    ni FF bagus banget, baru nemu si baekhyun taeyeon karakternya kek gitu,, aku penasaran lanjutannya nih,, alurnya di panjangin ya thor!! Keep Writing!! Fighting!! 😀

  6. ooooo..
    jd cowok rambut kriting yg bersin terus terlempar ingus nya di baju taeng itu si bebek. haha
    lucu lucu lucu..
    seru sepertinya.. ^^
    next di tunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s