[FREELANCE] Be Mine (Oneshot)


Be Mine

Author: Han Sung Young

Rating: PG 15

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, School-life, Friendship

Main Cast: Kim Seok Jin, Kim Taeyeon

Other Cast: BTS Member, Sooyoung and Other

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to:  Funluobell’s art
@Poster Channel

Happy reading^^

Koridor sekolah yang tadinya sepi itu kini berangsur menunjukkan tanda-tanda kehidupannya setelah beberapa detik yang lalu terdengar bunyi bel pertanda jam istirahat sudah dimulai. Tentu saat-saat seperti inilah yang sangat dinanti bagi siswa-siswi di Seoul Internasional High School. Bagi mereka, jam istirahat bagaikan melepaskan mereka dari neraka 4 jam dengan pelajaran yang memiliki materi yang sulit lengkap dengan guru killer pengajarnya. Bisa dibilang hampir seluruh guru di SIHS adalah guru killer.

Dan waktu istirahat benar-benar sangat menyenangkan bagi mereka. Sebagian dari mereka memilih pergi ke perpustakaan, ke taman belakang sekolah, dan yang mayoritas adalah pergi ke kantin. Mengisi perut mereka yang meraung minta diisi.

Tak terkecuali bagi dua gadis yang memiliki perbedaan tinggi badan yang cukup, ekhem.. ekstrem. Yeoja yang satu bisa dibilang sangat pendek dengan tubuh mungilnya. Sementara yeoja yang satu jangkung dan sedikit kurus. Mereka adalah Kim Taeyeon dan Choi Sooyoung. Siswa dari kelas XII-II.

Mereka kini terlihat begitu semangat bergandengan menuju kantin. Terutama Sooyoung yang merupakan shikshin sejati, aneh memang jika melihat tubuhnya yang kurus kering, tapi itulah kenyataannya.

Satelah mengambil jatah makan mereka, kedua yeoja itu mulai menyantap makanan mereka di meja sudut ruangan. Ah, itulah tempat favorit keduanya. Dengan porsi makan yang berbeda, keduanya menikmati makan mereka dengan sesekali bercanda ringan. Hingga..

“TAE NOONA.. SOO NOONA!”

Mereka dikagetkan oleh koor 4 orang namja yang kini telah ikut duduk bersama mereka. Taeyeon mengamati satu persatu wajah namja yang kini bergabung dengannya dan Sooyoung. Sementara gadis jangkung itu memilih terus menikmati makanannya setelah mengulum senyum pada namja-namja tadi.

Sebenarnya kini yang bergabung ada 5 orang, namun satu diantara mereka memilih diam dengan tatapan lurus pada makanan yang tadi dibawanya dengan tampang yang luar biasa datar.

Itu adalah Kim Seokjin, namja yang berada satu tingkat dibawahnya. Jin sangat berbeda dengan 4 temannya yang lain, yang terlihat begitu hangat dan kekanakan. Taeyeon hanya tersenyum maklum menanggapi sikap Jin. Sementara 4 yang lain adalah Jung Hoseok, atau lebih akrab disapa J-Hope oleh teman-temannya. Namja ini satu angkatan dengan Jin namun berbeda kelas. Sementara Kim Taehyung, Jeon Jungkook dan Park Jimin berada dua tingkat dibawah Taeyeon. Namun baik Taeyeon maupun Sooyoung sama sekali tak membatasi siapapun mereka yang ingin berteman.

“Noona.” Panggil Taehyung pada Taeyeon yang berada tepat didepannya dengan mulut yang penuh makanan.

“Telan dulu makananmu Tae.!” Ucap J-Hope yang kental dengan kesan memerintah.

Taeyeon terkekeh sebentar mendapati ekspresi merengut Taehyung yang begitu menggemaskan setelah perintah dari J-Hope itu.

“Ada apa hm.?” Tanya Taeyeon lembut dan menatap Taehyung membuat namja itu berbinar senang.

“Apa nanti sore noona mau menemaniku ke toko buku.? Aku malas jika harus pergi sendiri.” Pinta Taehyung dengan nada sedikit merengek.

“Mengapa tidak mengajakku saja.?” Celetuk Jungkook tanpa sadar dan seolah melupakan rencana mereka.

Sementara Jungkook sendiri saat ini tengah meringis dalam hati saat mendapati tatapan tajam dari mereka semua kecuali Taeyeon dan Jin. Bahkan Sooyoung yang sejak tadi masih sibuk dengan makanannya pun ikut menatap tajam pada Jungkook. Ouh, Jungkook ingin mengutuk mulutnya saat ini juga karena tak bisa dijaga.

“Mengapa kau tak mengajak Jungkook saja.? Sepertinya dia berharap kau mengajaknya.” Tanya Taeyeon dengan raut penasaran.

Sejenak Taeyeon mengalihkan tatapannya pada Jin. Damn, namja itu juga tengah menatap Taeyeon dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun saat kedapatan mencuri pandang pada Taeyeon, namja itu langsung kembali menyibukkan diri pada makanannya dan kembali menunjukkan ekspresi luar biasa datar.

“Ahh, aniyo noona, setelah ini Jungkook akan kerumahku untuk mencoba game terbaru.” Sela Jimin cepat dan mengalungkan lengannya pada leher Jungkook yang saat itu duduk disampingnya hingga membuat namja yang paling muda diantara mereka itu sedikit kesulitan bernafas.

“Benar noona, aku tadi hanya lupa dengan janjiku bersama Jimin.” Ucap Jungkook dan mengangguk sambil melepaskan lengan Jimin yang sangat menyiksanya itu.

“Sejak kapan kau menyukai buku.?” Tanya Sooyoung pada Taehyung. Sepertinya yeoja jangkung itu sedikit mengalihkan perhatiannya dari makanan.

“Sejak saat ini.” Jawab Taehyung dan nyengir polos.

Taeyeon mengernyit bingung. Menurut yeoja bersuara merdu itu, Taehyung dan kawan-kawan sangat alergi terhadap benda bernama buku. Dan, bukankah sangat aneh jika Taehyung tiba-tiba ingin berkunjung ke toko buku.?

“Apa yang akan kau gunakan untuk membawaku ke toko buku itu.? Aku sedang tak ingin naik bus.” Tanya Taeyeon sambil menyendok makanannya kedalam mulut mungil itu.

Salahkan mereka yang berbicara diwaktu yang salah hingga membuat mereka tak terlalu banyak bicara dan lebih memilih menikmati makanan mereka.

“Kurasa Taehyung akan membawa noona dengan taxi.” Jawab J-Hope walau bukan dirinya yang ditanya.

“Tidak-tidak. Aku akan membawa motor. Kurasa akan sangat menyenangkan memboncengi Taeyeon noona. Dan aku akan pastikan Taeyeon noona memelukku dengan begitu erat dari belakang selama perjalanan.” Celoteh Taehyung dan menerawang menatap langit-langit kantin.

Jika diantara mereka ada yang teliti dan peka, maka mereka akan menyadari raut wajah Jin. Namja yang tadinya memasang wajah datar dan terkesan dingin itu berubah menjadi raut wajah marah dengan rahang yang mengencang, dan jangan lupakan otot-ototnya yang terlihat disekitar pelipis namja itu.

“Ow..ow.. sejak kapan uri Taehyungie menjadi byuntae hm.?” Tanya Sooyoung setelah menyelesaikan makannya.

“Tunggu-tunggu, itu tak penting Soo. Ahh maksudku, sejak kapan kau bisa mengendarai motor.?” Kini Taeyeon membuka suara.

“Sejak 2 minggu yang lalu.”

“Apa.? Jadi kau baru bisa mengendarai motor dan sudah berani membonceng Taeyeon noona.? Astaga Kim Taehyung, kupastikan bahwa sore ini jalanan akan sangat ramai.” Sela Jimin cepat seolah benar-benar tak percaya.

“2 minggu itu cukup membuatku mahir.” Cetus Taehyung tak terima dengan ucapan Jimin.

“Memang Taehyung itu sudah mahir, bahkan aku sudah pernah dibonceng olehnya, tapi aku akan memberi sedikit saran pada Taeyeon noona.” J-Hope menggantungkan ucapannya hingga kini Taeyeon menatapnya dengan tatapan penasaran.

“Sebaiknya nanti noona berpegangan sangat erat pada Taehyung. Dia tak bisa mengendalikan laju motornya jika sudah dalam posisi nyaman.” Sambung J-Hope dengan raut acuh tak acuh.

“Apa.? Oh, tidak, aku tak akan mau dibonceng oleh Taehyung.” Tolak Taeyeon sambil meminum susu strawberry nya.

“Ayolah noona. Aku juga sudah pernah dibonceng oleh Taehyung hyung. Dan dia benar-benar sudah mahir. Hanya saja dia tak bisa jika harus pelan-pelan, dia pasti akan melajukannya sangat cepat. Maka dari itu, noona hanya perlu berpegangan yang kuat.” Jungkook ikut menambahi.

“Ayolah noona, kau akan aman bersamaku.” Pinta Taehyung dengan aegyo nya.

BRAK!

Meja yang mereka gunakan digebrak dengan sangat keras oleh Jin. Namja yang sedari tadi memilih bungkam itu kini memilih berdiri setelah menggebrak meja dan menatap 4 namja disana dengan tatapan dingin dan tajam. Seperti ada kilatan marah dalam tatapan namja itu. Entah apa yang ada difikirannya, pembicaraan 6 orang disana benar-benar mengganggunya. Dan Jin rasa dia sudah tak mampu untuk mendengar kelanjutan pembicaraan itu.

“Hyung.” Panggil Jungkook dengan nada takut yang begitu kentara.

“Aku kembali dulu.”

Setelah mengatakan hal pendek dan terlampau dingin itu, Jin membawa mangkuknya yang telah kosong dan segera pergi dari sana, meninggalkan tatapan kemenangan mereka yang ada disana, kecuali Taeyeon. Yeoja itu hanya menatap sedih punggung Jin yang sudah semakin menjauh. Apakah namja itu berlaku dingin karena dirinya.? Sungguh, Jin yang dulu bukanlah seseorang yang dingin dan kasar seperti ini.

“Noona. Kau melamun.?” Tanya J-Hope pelan.

“Kurasa seseorang sudah mulai merasa menyesal.” Sindir Sooyoung acuh.

“Apa maksudmu.? Siapa yang menyesal.?” Tanya Taeyeon tak terima.

“Tentu saja kau. Bukankah kau mulai menyadari kesalahanmu dan mulai menyesal.?” Tanya Sooyoung yang  masih enggan menatap Taeyeon.

“Hentikan omong kosongmu itu Soo. Aku kembali dulu. Dan Taehyung, nanti kau bisa menjemputku pukul 4.” Ucap Taeyeon dan meninggalkan mereka.

Mereka hanya menatap Taeyeon dengan pandangan ‘pura-pura’ sedih. Karena sesungguhnya mereka sangat senang. Terlihat dari senyum yang mengembang dari wajah masing-masing dan saling ber-high five.

“Tak kusangka mereka akan sangat mudah terpancing.” Ucap J-Hope setelah menghentikan senyum lebarnya.

“Sebenarnya aku sangat kesal dengan mereka. Mereka sama-sama keras kepala dan kaku.” Timpal Sooyoung.

“Dan kurasa mereka juga terlalu gengsi.” Tambah Jimin.

“Baiklah, tinggal beberapa langkah lagi. Kim Taehyung, lakukan tugasmu dengan benar.” Ucap Sooyoung dengan nada memperingati pada Taehyung.

“Okey noona.”

****

Taeyeon menatap pantulan dirinya pada kaca besar dikamar yang didominasi warna soft purple itu. 5 menit lagi maka Taehyung akan menjemputnya. Hari ini Taeyeon menggunakan jeans berwarna biru tua yang yang membalut kaki jenjangnya dengan ketat. Dengan pasangan sebuah kemeja kotak-kotak berwarna putih hitam biru yang tidak dikancingkan, namun Taeyeon masih cukup waras dengan meggunakan dalaman sebuah kaus polos berwarna putih. Tak lupa tas selempang yang juga sudah bertengger manis dipundak sempitnya. Sempurna. Taeyeon hanya perlu menjepitkan jepit rambut pada rambutnya tepat diatas telinga.

Kegiatan Taeyeon terhenti saat ponselnya berhenti dan menunjukkan kontak Taehyung disana.

From: Taehyungie
Noona, aku sudah didepan rumahmu. Cepatlah keluar.!’

Taeyeon mengernyit bingung saat membaca pesan Taehyung. Disana terdapat tanda seru, apakah ini berarti Taehyung sudah berani memerintahnya.?

Tanpa pikir panjang lagi, Taeyeon segera melesat meninggalkan kamarnya untuk menemui Taehyung. Taeyeon terlalu semangat akan ajakan Taehyung.

Setelah mengunci rumahnya, Taeyeon segera menemui Taehyung yang masih setia berada diatas motor besarnya.

“Akhirnya.” Desah Taehyung lega.

“Apa.?”

“Aku hampir mati kutu menunggumu noona.” Jawab Taehyung dengan nada merengek.

“Kenapa tidak masuk.? Itu salahmu sendiri.” Jawab Taeyeon acuh.

“Rumahmu sangat sepi noona, kukira tak ada orang, maka dari itu aku merasa sungkan jika harus masuk.”

“Memang aku sedang sendiri dirumah. Baiklah, sebaiknya kita segera berangkat.”

“Ne.” Ucap Taehyung dan mulai memakai helmnya, tak lupa namja itu juga memberikan helm untuk Taeyeon gunakan.

“Berpegangan noona.!” Ingat Taehyung saat Taeyeon terlihat enggan untuk berpegangan padanya.

“Tak perlu, aku akan aman walau tak berpegangan padamu.”

“Jangan keras kepala noona, aku takut nanti noona terjatuh jika tak berpegangan.” Ucap Taehyung masih berusaha membujuk Taeyeon yang keras kepala.

“Tidak per-”

“Noona~”

“Baiklah.”

Oh, Taeyeon benar-benar kalah jika sudah mendengar nada merengek Taehyung pada level up. Dengan gerakan santai, Taeyeon mulai melingkari pinggang Taehyung dengan lengannya. Sementara itu, Taehyung dengan senyum mengembangnya mulai melajukan motor besar itu dengan kecepatan sedang namun dengan perlahan semakin cepat.

Jika mereka sadar. Seorang namja yang menggunakan jaket kulit berwarna hitam dan topi dengan warna senada dengan jaket tersebut terlihat mengawasi mereka sejak Taeyeon keluar dari rumahnya. Lagi, ada tatapan marah dan tak rela yang tersirat oleh mata namja itu.

****

Taehyung dan Taeyeon tiba di toko buku tepat 25 menit setelah dua manusia bermarga Kim itu meninggalkan rumah Taeyeon. Kini keduanya sudah berada didalam toko tersebut dan mulai memilah-milah buku yang mungkin menarik perhatian mereka.

“Kau ingin mencari buku apa.?” Tanya Taeyeon sambil membuka sebuah buku yang berada didepannya.

“Entahlah,” Jawab Taehyung dan mengedarkan pandangannya pada seluruh sisi ruangan. Namun bukan buku yang sedang Taehyung tatapi, namja itu justru seperti tengan mencari seseorang.

Hingga kini Taehyung mendapati seorang namja menggunakan hoodie berwarna putih. Namja dengan kulit tan nya itu menunjukkan ibu jarinya pada Taehyung seolah memberi tau bahwa semua berjalan lancar. Taehyung hanya mengangguk sambil tersenyum pada namja tadi.

“Apa noona tertarik pada salah satu buku disini.?” Tanya Taehyung dan mendekat pada Taeyeon.

“Sepertinya tidak.” Jawab Taeyeon dan mendesah kecewa.

“Tunggu, bukankah kau yang ingin mencari buku.?” Tanya Taeyeon cepat saat menyadari bahwa alasannya berada ditempat ini adalah karena Taehyung yang mengatakan ingin mencari sebuah buku.

“Buku yang kuinginkan ternyata tak ada disini.” Ungkap Taehyung sok sedih.

“Astaga.”

“Mian noona, aku sama sekali tak tau. Bagaimana jika kita ke sungai Han saja.” Tawar Taehyung berharap mood Taeyeon dapat membaik.

“Baiklah.”

Tanpa membeli satu buku pun, keduanya kini keluar dengan wajah berbeda. Taeyeon dengan wajah kesalnya, sementara Tarhyung dengan wajah liciknya. Oh astaga!

“Noona disana ada apa.?” Tanya Taehyung panik saat melihat gerombolan orang yang berkumpul ditengah jalan, seperti baru terjadi kecelakaan. Baik, untuk kali ini Taehyung sama sekali tak berpura-pura.

“Kurasa baru terjadi kecelakaan.”

Telinga Taehyung seketika mendengar derap langkah beberapa orang dari belakang mereka. Saat Taehyung berbalik, namja itu mendapati dua security yang berjaga di toko buku tersebut terlihat berlari ketempat kecelakaan tersebut. Namun Taehyung harus dibuat terkejut saat salah satu security tersebut tanpa sadar menabrak bahu Taeyeon hingga yeoja itu hampir saja tersungkur kedepan jika saja Taehyung tidak cekatan menagkap tubuh Taeyeon dan membawa gadis itu kepelukannya.

Taeyeon nampak sangat terkejut, terlihat dari matanya yang membelalak dan mulut yang sedikit terbuka. Dan keduanya masih dalam posisi saling berpelukan.

“Noona gwenchana.?” Tanya Taehyung sambil sedikit menyeringai. Bukan menyeringai karena Taeyeon masih dalam pelukannya, tetapi menyeringai karena mendapati seorang namja berjaket kulit yang sangat Taehyung kenal.

“A-aku baik-baik saja. Hanya sedikit terkejut.” Jawab Taeyeon dan melepas pelukannya.

“Mana orang-orang tadi.?” Tanya Taeyeon saat tak mendapati gerombolan tadi.

“Mereka sudah bubar.”

“Lalu.?”

“Korbannya sudah dibawa kerumah sakit.”

Taeyeon hanya mengangguk mendengar jawaban Taehyung.

“Kajja.” Ajak Taehyung sambil menggandeng tangan Taeyeon lembut dan membawa gadis itu ke tempat dimana motornya diparkir.

****

Hari ini Taeyeon memilih ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu istirahatnya. Entah mengapa, sejak kemarin saat pergi bersama Taehyung yeoja itu merasa ada yang mengikutinya. Bahkan saat dirinya dan Taehyung menghabiskan waktu berjam-jam di sungai Han pun yeoja itu merasa terintimidasi oleh tatapan yang tak diketahui siapa orangnya. Huh, Taeyeon merasa pusing memikirkannya.

Lebih baik kini Taeyeon memilih salah satu buku di perpustakaan ini. Dan pilihan Taeyeon jatuh pada sebuah buku Sastra Jepang yang sialnya buku itu berada di rak paling atas. Jika bisa Taeyeon akan meminta tolong pada seseorang, namun nyatanya di perpustakaan ini sama sekali tak ada orang selain Taeyeon, bahkan Song ahjumma penjaga perputakaan ini pun sedang tak ada dimeja kebesarannya.

Taeyeon mendesah berat. Sedikit merutuki tubuhnya yang terlampau pendek ini. Sambil berjinjit dan menggulung seragamnya pada bagian lengan, Taeyeon berusaha menggapai buku yang sudah mengambil perhatiannya itu. Oh shit! Taeyeon masih tak mampu menggapainya. Tapi bukan Taeyeon namanya jika langsung menyerah.

Taeyeon terus berusaha, dan berharap sebuah keajaiban datang padanya. Anggap saja tangannya yang tiba-tiba memanjang hingga membuat dirinya dapat menggapai buku yang diinginkan itu. Namun tidak, Taeyeon justru merasa tubuhnya tertekan dari belakang hingga kini menempel pada rak yang ada didepannya.

Wangi ini.

Bisa dibilang Taeyeon cukup mengenal wangi ini. Ahh salah, tetapi sangat mengenal wangi ini. Tubuh orang tersebut masih menekan tubuh Taeyeon karena masih mengambil buku yang Taeyeon inginkan. Namun tak lama, mengingat orang tersebut memiliki tinggi yang jauh mengungguli Taeyeon hingga dalam waktu sekejap buku yang diinginkan Taeyeon sudah berada dalam genggaman orang tersebut.

Orang tersebut mengambil jarak dengan Taeyeon hingga yeoja itu kini dapat berbalik dan menatap dirinya.

Oh astaga, hampir saja Taeyeon melarikan diri saat mengtahui siapa orang yang telah membantunya mengambil buku tersebut. Dan Taeyeon tak salah duga sejak awal.

Itu Jin.

Namja itu kini tengah menatapnya datar dengan tangan yang menyodorkan buku tadi pada Taeyeon.

“Seharusnya kau sadar bahwa kau tak cukup tinggi untuk mencapai buku yang berada di rak teratas.” Ucap Jin dengan nada suara yang kelewat dingin.

“Aku tak ada pilihan.”

“Kau berubah.”

“Apa.?”

“Apa karena namja yang berpelukan denganmu di depan toko buku itu yang membuatmu menjauhiku.?”

“Tunggu, aku sama sekali tak mengerti dengan yang kau maksud Jin.” Ungkap Taeyeon frustasi.

“Kau bahkan menghabiskan waktu berjam-jam dengan namja itu di sungai Han.”

“Tunggu, bagaiman bisa kau tau bahwa kemarin aku berpelukan didepan toko buku dan menghabiskan waktu berjam-jam di sungai Han bersama Taehyung.? Dan untuk apa kau disini, menurut yang ku tau, kau sama sekali tak pernah mau ke perpustakaan. Lalu, bagaiman bisa kau berada disini.?” Tanya Taeyeon lengkap dengan wajah ingin taunya.

“Satu jawaban, aku mengikutimu.” Jawab Jin. Dan dengan angkuhnya namja itu memasukkan tangannya kedalam saku celana dan melenggang meninggalkan Taeyeon yang masih terbengong disana.

Ouh, Taeyeon sangat konyol saat ini. Tatapanya terlihat kosong dan bibir yang masih sedikit terbuka.

Terlalu banyak pertanyaan yang terngiang dalam otak yeoja itu dan tak mampu dijawabnya sendiri.

Untuk apa Jin mengikutinya.? Bagaimana namja itu bisa memiliki fikiran untuk mengikutinya.? Apakah Jin kini sudah berubah menjadi seorang stalker.? Apakah ini terjadi karena keputusannya beberapa hari yang lalu.? Apakah.. Apakah…

Aish, Taeyeon benar-benar pusing memikirkannya. Baiklah, kini Taeyeon lebih memilih menikmati buku yang sangat sulit didapatkannya itu.

****

Saat ini Sooyoung, J-Hope, Taehyung, Jimin dan Jungkook sedang berkumpul di kantin sekolah. Senyum tak pernah luput dari bibir masing-masing. Mereka bahkan terlihat seperti memenangkan taruhan dengan hadiah yang fantastis.

“Bagaimana menurut kalian.?” Sooyoung yang pertama kali angkat bicara.

“Kurasa Jin hyung sedang mengikuti Taeyeon noona.” Jawab Jimin.

“Harusnya kalian melihat wajah Jin hyung saat mengikutiku dan Taeyeon noona.” Ucap Taehyung cekikikan.

“Aku melihatnya Tae.”

“Ahh benar, Jimin kemarin yang mengawasi Jin hyung.”

“Bukankah ini berjalan lancar.? Kita hanya perlu menunggu nanti sore dan semua akan selesai.”

“Benar apa kata J-Hope, tinggal menunggu nanti sore dan semua akan selesai. Aku bahkan tak sabar dengan itu semua.” Sahut Sooyoung.

“Jujur saja, aku tak tau mengapa Taeyeon noona mengambil keputusan seperti itu. Aku bahkan hampir menangis menghadapi sikap Jin hyung yang sangat berubah sejak keputusan Taeyeon noona.” Ungkap Jungkook sedih.

“Aku yakin ada yang mengatakan hal yang tidak-tidak pada Taeyeon noona. Jika tidak, tak mungkin Taeyeon noona mengatakan hal kekanakan seperti itu.”

“Ouh Park Jimin, kau tak perlu mengatakan hal itu. Karena sudah jelas ada seseorang yang menyebabkan ini semua. Taeyeon sama sekali tak akan pernah berfikiran hal-hal sepele seperti itu.” Ucap Sooyoung cepat.

“Aku tau noona.” Jawab Jimin cepat.

“Nanti sore aku akan ke rumah Taeyeon, dan jangan lupakan tugasmu Jungkook.”

“Ne noona.”

****

Dengan langkah diseret, Taeyeon memaksakan membukakan pintu untuk tamu nya yang datang. Ahh Taeyeon lupa, tadi Sooyoung mengatakan bahwa gadis jangkung itu akan ke rumahnya. Tapi sungguh, Sooyoung datang pada waktu yang kurang tepat. Seharusnya yeoja itu tau bahwa sekarang jam tidur siang Taeyeon. Huft~

“Yakk!! Kenapa lama sekali membuka pintunya eoh.?” Semprot Sooyoung saat Taeyeon baru saja membuka pintunya.

Tanpa permisi, yeoja itu langsung masuk dan duduk disofa ruang tamu.

“Kufikir kau masih punya sopan santun nona Choi.” Sindir Taeyeon dan duduk disamping Sooyoung.

“Aku tak perlu bersikap sopan jika denganmu.” Jawab Sooyoung cuek.

“Orang tuamu belum pulang.?” Tanya Sooyoung setelah mengamati rumah Taeyeon yang kelewat sepi seperti tak ada tanda-tanda kehidupan itu.

“2 hari lagi mereka baru pulang.” Jawab Taeyeon dan meletakkan kepalanya pada kepala sofa.

“Apa pekerjaan mereka di Jepang sangatlah banyak.?”

Taeyeon mengedikkan bahunya dan bangkit dari sofa kemudian menatap Sooyoung yang mulai menyibukkan diri pada ponselnya.

“Kau mau minum apa.?”

“Terserah tuan rumah saja.” Jawab Sooyoung cepat.

Taeyeon melangkahkan kakinya menuju dapur. Mungkin jus jeruk tak begitu buruk.

Sementara Sooyoun kini menyeringai di ruang tamu. Jari lentik gadis itu bergerak cepat diatas layar ponselnya untuk mengirim pesan pada seseorang.

To: Jeon Jung
Lakukan sekarang.!’

Send..

Tepat setelah itu, Taeyeon keluar dari dapur dengan membawa dua gelas jus untuk dirinya dan Sooyoung.

“Gomawo Kim.” Ucap Sooyoung dengan senyum lebar dan menerima gelas yang diberikan Taeyeon.

Taeyeon kembali mendudukkan dirinya saat dirasa ponsel yang berada di saku celana pendeknya bergetar. Setelah meletakkan gelasnya pada meja, Taeyeon segera membaca pesan yang masuk tersebut.

From: Jungkookie
‘Noona, bisakah kau kerumah Jin hyung sekarang.? Jin hyung sedang sakit dan keadaannya sekarang sangat parah. Jin hyung sedang dirumah seorang diri saat ini, dan aku tidak bisa menemaninya karena aku harus menjemput eomma ku di airport. Sungguh, aku sangat khawatir dengan keadaan Jin hyung sekarang. Kuharap noona segera kesana setelah membaca pesanku ini. Nanti noona langsung masuk saja, tadi Jin hyung mengatakan tak kuat berdiri. Sepertinya sakitnya sangat parah. Aku percaya padamu noona.’

Taeyeon mendelikkan matanya saat membaca pesan yang dikirim Jungkook. Bukankah saat di sekolah tadi Jin baik-baik saja.? Dan kenapa harus dirinya.? Bukankah masih ada Taehyung, Jimin atau J-Hope.? Tapi Taeyeon tak bisa berbohong saat ini
Yeoja itu sangat khawatir dengan keadaan Jin.

“Apa yang sedang kau fikirkan eoh.? Jin sedang sakit, jadi sebaiknya kau cepat kesana.” Ucap Sooyoung yang ternyata ikut membaca pesan Jungkook.

“Kau tak ikut.?” Tanya Taeyeon setelah dirinya bangkit.

“Tidak, aku ada kencan dadakan dengan namjachingu ku.”

“Oh astaga.” Erang Taeyeon frustasi.

“Cepat atau keadaan Jin akan semakin parah.”

Taeyeon mengangguk. Dengan kaki mungilnya, yeoja itu melesat memasuki kamarnya sekedar mengambil jaket dan tas kecilnya.

“Bahkan kau terlihat sangat khawatir.” Gumam Sooyoung sambil tersenyum saat melihat tingkah Taeyeon.

****

Dengan tidak sabaran, Taeyeon segera turun dari taxi yang membawanya kerumah Jin. Sungguh, Taeyeon benar-benar khawatir karena pesan Jungkook tadi. Dan seperti pesan Jungkook tadi, tanpa menunggu Jin membuka pintunya, Taeyeon langsung masuk dan memuju kamar Jin yang pernah dimasukinya.

“Jin-ah.. Jin-ah..”

Taeyeon terus memanggil Jin saat tak mendapati namja itu di ranjangnya. Bukankah tadi Jungkook mengatakan bahwa Jin tak sanggup berdiri.? Jadi mana mungkin namja itu berada ditempat lain selain ranjangnya.

Taeyeon memutar tubuhnya saat mendengar suara pintu yang dibuka. Gadis itu membulatkan matanya. Oh, itu Jin, tapi yang membuat Taeyeon terkejut adalah Jin yang baru saja selesai mandi. Terlihat dari namja itu yang belum mengenakan pakaian dengan melilitkan handuk putih pada pinggangnya dan rambut yang basah.

“J-jin. Ba..bagaiman bisa.?” Tanya Taeyeon terkejut.

“Apa maksudmu.? Sebaiknya kau berbalik, aku ingin mengenakan pakaianku dulu.”

Seolah tersihir, Taeyeon hanya mengangguk dan membalikkan badannya menunggu hingga Jin selesai mengenakan pakaian. Bahkan yeoja itu sama sekali tidak terfikirkan untuk keluar dari kamar Jin.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan disini.?” Tanya Jin dengan nada mengintimidasi setelah mengenkan pakaiannya.

“Jungkook.” Lirih Taeyeon masih dengan posisi membelakangi Jin dan menundukkan kepalanya.

Bulu kuduk Taeyeon seketika meremang saat merasakan Jin berjalan mendekatinya. Hingga kini yeoja itu harus dibuat terkejut saat Jin memegang bahunya dan membalikkan tubuhnya dengan gerakan tegas.

“Tatap aku dan jawab pertanyaanku.!”

Taeyeon masih menundukkan kepalanya seolah tak mendengar perintah Jin. Taeyeon sangat tau bagaimana sikap seorang Jin, namja itu akan bersikap seolah mengintimidasi seseorang yang telah menyakitinya. Dan mungkin Taeyeon telah menyakiti Jin hingga namja itu bersikap seperti ini pada Taeyeon.

Kini Taeyeon sudah menatap kedalam mata Jin, bukan karena keinginannya sendiri, tapi namja itu yang mengangkat dagu Taeyeon.

“Katakan alasan yang membawamu kemari.” Bisik Jin tepat didepan bibir Taeyeon.

Deg..

Deg..

Deg..

Baiklah, setelah ini ingatkan Taeyeon untuk memeriksakan jantungnya yang sepertinya sudah mulai bermasalah ini.

Taeyeon menghela nafas sejenak kemudian mendorong dada Jin agar memberi jarak diantara mereka.

“Akan kujelaskan. Tadi Jungkook mengirim pesan padaku bahwa kau sedang sakit, dan Jungkook memintaku untuk menemui mu karena Jungkook sedang menjemput eomma nya di airport. Dan tadi Jungkook mengatakan bahwa sakitmu parah dan tak sanggup berdiri, jadi aku memutuskan langsung masuk tanpa menunggumu.” Jelas Taeyeon cepat.

Sementara Jin kini hanya menatap Taeyeon dengan tatapan datar. Namja itu tengah berfikir, menurut yang ia ketahui, eomma Jungkook sedang dirumah, jadi siapa sebenarnya yang Jungkook jemput.? Dan Taeyeon, yeoja ini terlihat sangat khawatir saat mengetahui dirinya sakit, mungkinkah…

“Karena kau sebenarnya baik-baik saja, lebih baik aku pulang sekarang. Maaf jika aku mengganggu waktumu.” Ucap Taeyeon dan berbalik berniat meninggalkan kamar Jin.

“Mengapa kau seperti ini.?”

Mendengar suara Jin, Taeyeon menghentikan langkahnya, namun yeoja itu sama sekali tak berniat berbalik dan menatap Jin.

“Mengapa kau berubah seperti ini.? Aku tau kau masih mencintaiku.”

“Aku sama sekali tak mengerti maksud ucapanmu Jin.”

“Kembalilah padaku. Kembali jadi milikku lagi.!”

“…”

“Jawab aku Taeyeon.!”

“Panggil aku noona.!”

“Aku tak perlu memanggil gadisku sendiri dengan sebutan noona.”

Taeyeon mulai jengah dengan setiap kata yang terlontar begitu saja dari bibir Jin. Baiklah, Taeyeon akui, dulu memang Taeyeon menjalin hubungan dengan Jin. Terhitung sejak pertama Jin masuk sekolah yang sama dengan Taeyeon. Hubungan mereka berjalan sangat baik. Jin begitu memyayangi dan menjaga Taeyeon, bahkan Jin tanpa ragu juga memanjakan Taeyeon dengan segala yang ia bisa. Namun beberapa hari yang lalu, entah apa yang ada difikiran Taeyeon hingga gadis itu memutuskan hubungan mereka. Alasan sangat sepele, usia. Entah mengapa tiba-tiba Taeyeon merasa tak pantas bersama Jin karena dirinya lebih tua satu tahun dari Jin. Ingat! Hanya satu tahun. Dan Jin yang memang masih sangat mencintai Taeyeon tak bisa menerima keputusan itu begitu saja. Menurut Jin usia sangatlah tidak penting dalam hubungannya dengan Taeyeon, terlebih mereka hanya selisih satu tahun. Namun Taeyeon yang keras kepala itu tetap pada pendiriannya dengan mengakhiri hubungan mereka.

Dan yang paling menyakitkan bagi Jin adalah Taeyeon menampar dirinya saat ia tengah memohon pada Taeyeon. Ayolah, Jin bahkan tengah memohon agar hubungan mereka tak berakhir begitu saja dan Taeyeon justru menampar dirinya. Jin sangat ingat, itu adalah pertama kalinya Taeyeon bersikap kasar pada dirinya, dan Jin bersumpah membuat itu menjadi terakhir kalinya Taeyeon bersikap kasar pada dirinya.

Dan kini terulang lagi, Jin kembali mengulang permohonannya agar bisa memiliki Taeyeon lagi seperti dulu. Menurut Jin, tak ada hal yang lebih membahagiakan dari memiliki Taeyeon. Dan Jin berjanji akan membuat Taeyeon menjadi miliknya untuk selamanya.

“Hentikan omong kosongmu Jin. Kita sudah tak memiliki hubungan lagi sejak 5 hari yang lalu.”

“Dan sekarang kita kembali berhubungan seperti dulu.”

“Aku tak pernah menyetujui hal itu.”

Mendengar jawaban Taeyeon membuat Jin sedikit terpancing emosi. Mengapa Taeyeon nampak enggan memiliki hubungn lagi dengannya.? Seburuk itukah seorang Jin.?

Jin melangkah mendekati Taeyeon, menyentuh bahu gadis itu dan menyudutkannya pada pintu yang berada tepat dibelakang Taeyeon.

“Apa sebenarnya yang membuatmu seperti ini.?” Tanya Jin terkesan frustasi.

Oh shit! Taeyeon merasa salah memasuki kandang singa jika seperti ini. Dan ini semua ulah Jungkook. Ingatkan Taeyeon untuk memukul kepala Jungkook setelah berhasil keluar dari kungkungan Jin.

“Katakan apa yang membuatmu seperti ini.!” Ini jelas bukan permintaan, tapi sebuah perintah.

“Tak ada yang membuatku seperti ini, aku hanya baru terfikirkan bahwa aku memang tak pantas dengan mu. Kau pantas mendapatkan gadis yang lebih muda darimu, atau setidaknya sama denganmu.”

“Aku tak menerima alasan seperti itu.” Ucap Jin masih dengan memegang bahu Taeyeon.

“Aku tau pasti ada seseorang yang memengaruhi mu, tak mungkin kau tiba-tiba berfikiran seperti itu setelah 2 tahun hubungan kita. Katakan, siapa yang membuatmu seperti ini.!”

Taeyeon menundukkan kepalanya setelah mendengar permintaan Jin. Apakah Taeyeon harus jujur tentang siapa orang itu.? Jika Taeyeon jujur, mungkin dirinya akan kembali bersama Jin. Tapi Taeyeon juga terus teringat tentang ucapan orang itu tentang hubungannya dengan Jin. Ouh, Taeyeon benar-benar bingung saat ini.

“Katakan siapa orangnya.!”

“Yoonbomi.” Jawab Taeyeon cepat tanpa jeda.

Jin mengernyitkan keningnya karena kurang menangkap jawaban yang Taeyeon berikan.

“Siapa.?”

“Aku sudah mengataknnya tadi, dan kurasa aku tak harus mengulanginya untuk yang kedua kali.”

“Bicaralah sekali lagi, dengan pelan dan jelas.” Pinta Jin lagi, namja ini ternyata semakin dibuat fruatasi akibat ulah Taeyeon.

“Yoon Bomi.”

Taeyeon kembali teringat ucapan yeoja itu jika mengingat atau mendengar namanya disebut.

Sunbae, bagaimana bisa kau masih berpacaran dengan Jin, setauku Jin tidak menyukai gadis yang lebih tua darinya. Lalu bagaimana kau bisa masih bersama Jin.? Kurasa kau bisa merasakan bahwa Jin sudah mulai tak menyukaimu. Mungkin Jin hanya merasa tak enak jika harus mengakhiri hubungan kalian karena kau ini sunbaenya. Yah walaupun Jin harus tetap bersama gadis yang sudah tak disukainya.’

Ucapan Bomi seakan kembali terngiang-ngiang dalam ingatan Taeyeon. Memang saat itu Bomi mengatakannya dengan nada bersahabat, namun kata-katanya-lah yang terkesan sangat nyata. Dan mau tak mau selama semalaman Taeyeon memikirkan ucapan Bomi, hingga berakhir dengan dirinya yang mengakhiri hubungannya dengan Jin. Sungguh, jika bisa Taeyeon tak ingin mendengarkan ucapan Bomi. Namun jika mengingat bisa saja Jin memang sudah tak menyukainya, membuat Taeyeon harus mendengarkan apa yang Bomi ucapkan.

“Bomi siapa yang kau maksud.?” Tanya Jin, namun kali ini dengan nada halus seolah tak ingin menyakiti Taeyeon.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan menatap Jin dengan pandangan tidak percaya. Apa namja ini bodoh.? Bukankah Bomi satu kelas dengannya.? Mengapa Jin justru menanyakan Bomi siapa yang ia maksud. Memang ada berapa banyak gadis bernama Yoon Bomi disekolah mereka.? Hahh.. Taeyeon bisa gila.

“Tentu saja yang kumaksud adalah Yoon Bomi yang satu kelas denganmu. Kau fikir ada berapa banyak Yoon Bomi disekolah.? Dan kufikir gadis itu meyukaimu, maka dari itu ia mengatakan bahwa kau mungkin sudah tak menyukaiku lagi, dia juga mengatakan bahwa kau tak suka berpacaran dengan gadis yang lebih tua darimu. Tadinya aku tak ingin memikirkan apapun yang gadis itu ucapkan, tapi setelah berpikir kau bisa saja sudah tak mencintaiku lagi, maka ak- hmpptt..”

Ucapan Taeyeon yang belum selesai itu terpaksa harus selesai ketika Jin dengan tiba-tiba meraup bibrnya dengan bibir tebal namja itu.

Taeyeon membulatkan matanya seolah tak percaya dengan yang Jin lakukan. Mereka sudah bukan sepasang kekasih lagi, tetapi mengapa Jin dengan seenaknya mencium dirinya seperti ini.? Namun setelah melihat Jin yang memejamkan matanya, Taeyeon pun mulai memejamkan matanya dan menikmati lumatan-lumatan yang Jin berikan.

15 menit telah berlalu. Dengan sedikit tidak rela, Jin menjauhkan bibirnya dari bibir Taeyeon. Tatapan Jin jatuh pada Taeyeon yang tengah terengah-engah mengatur nafas pasca ciuman mereka tadi. Tangan Jin kini mulai menangkup wajah Taeyeon dan mengarahkan tatapan yeoja itu pada dirinya.

“Dengar dan tatap aku.! Aku tidak peduli Bomi menyukaiku atau tidak, itu sama sekali tidah mempengaruhi hidupku. Dan jangan pernah dengarkan apa yang siapapun katakan tentang perasaanku, tak ada yang tau perasaanku selain diriku sendiri. Yang harus kau tau adalah, aku masih mencintaimu, masih sangat mencintaimu. Jadi, kembalilah padaku. Jadi milikku seperti dulu lagi, kumohon.” Ucap Jin dengan tatapan memohon.

“Tapi.. aku-”

“Kumohon, jangan fikirkan ucapan orang lain. Aku sama sekali tak pernah mempermasalahkan usia. Aku nyaman denganmu, usia tak penting antara hubunganku denganmu, kita hanya selisih satu tahun, dan itu bukanlah masalah. Jadilah milikku lagi Teyeon.”

Baiklah, Taeyeon bingung saat ini, ucapan Jin sangat meyakinkan, tapi Taeyeon juga masih terus teringat akan ucapan Bomi beberapa hari yang lalu.

“Taeyeon.”

Taeyeon menyerah, harus diakui bahwa dirinya juga masih mencintai namja yang masih menatapnya saat ini. Dan benar apa yang Jin ucapkan, tak ada yang tau perasaan namja itu kecuali Jin sendiri. Dan Jin juga terlihat masih benar-benar mencintainya. Jadi, apa yang harus Taeyeon ragukan.?

Taeyeon membalas menatap Jin, dengan malu-malu, Taeyeon mengangguk pelan sebagai penerimaan permintaan Jin. Sementara Jin yang saat ini terlalu senang, langsung menghambur kepelukan Taeyeon. Sama sekali tak peduli pandangan terkejut gadis itu. Yang Jin fikirkan saat ini adalah kebahagiaannya yang bisa kembali memiliki Taeyeon.

“Saranghae Taeyeon.” Ucap Jin dan memeluk Taeyeon.

Sementara itu, kini Sooyoung, J-Hope, Taehyung, Jimin dan Jungkook masih setia mengintip lewat jendela kamar Jin. Dan sudah jelas bahwa ini semua rencana mereka berlima untuk membuat Jin dan Taeyeon bersama. Dan jika bisa, mereka kini sangat ingin memekik dan meloncat-loncat karena terlalu bahagia melihat Taeyeon dan Jin kembali bersama, tapi itu tak mingkin karena jika mereka tetap melakukan itu resikonya adalah ketauan oleh Jin dan Taeyeon. Jadi mereka kini hanya bisa memekik dalam hati atas hal ini. Dan yang mereka lihat bukan hanya Jin dan Taeyeon yang sudah kembali bersama, tetapi ditambah bonus ciuman keduanya.

“Noona, rencana kita berhasil.” Pekik Jimin tertahan pada Sooyoung.

“Aku tau itu, dan beruntung ini semua berjalan lancar.”

“Huh, jika mereka masih saling mencintai kenapa harus menunggu rencana kita, bukankah mereka bisa bicarakan baik-baik berdua.” Sahun J-Hope.

“Kurasa mereka terlalu keras kepala.” Jawab Taehyung.

“Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memberi pelajaran pada si Yoon Bomi itu karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada Taeyeon noona.” Ucap Taehyung dengan padangan tak suka.

“Tidak Tae, biarkan Jin yang menyelesaikan masalah Bomi. Kita hanya perlu menjadi penonton.” Jawab Sooyoung.

“Sudahlah, sebaiknya kalian diam dan kembali fokus pada Taeyeon noona dan Jin hyung.” Ingat Jungkook.

“Dasar tidak sopan.” Cibir Taehyung.

Kini mereka kembali menatap kedalam dimana Jin dan Taeyeon masih berpelukan. Keduanya terlihat sangat bahagia, bahkan Sooyoung dan yang lainnya tanpa sadar ikut tersenyum seolah merasakan kebahagiaan Jin dan Taeyeon.

-END-

Annyeong readers^^
Aku bawa FF Be Mine dengan cast JinTae ya. Awalnya sih gak niat bikin Be Mine dengan cast member BTS yang lain, tapi tiba-tiba ide datang gitu aja ke otak aku, jadi ya nggak aku sia-sia’in dong. Dan aku juga sempet ganti alur, yang tadinya pengen Entertaiment-life terus jadi berubah School-life begini. Tapi ya udah lah ya, setelah aku pikir-pikir inti ceritanya juga sama kok.

Dan project selanjutnya aku mau bikin Forbidden Love chap 1 sama prolog FF baru. Gimana menurut readers.?

Oke, itu aja. Jangan lupa tinggalkan comment ya. Sekedar meng-apresiasi karya orang.

See you^^

Advertisements

41 comments on “[FREELANCE] Be Mine (Oneshot)

  1. wooww, ada couple Jin-Taeyeon again!! aku suka bnget sama alur’nya & juga so pasti cerita’nya, sama karakter’nya jin yg bikin aku suka krna pencemburu. pokok’nya DAEBAK lah bwt author!.hehe
    d tunggu y thor?? utk project nya??! *chu~😘

  2. Daebak, aku suka sama ceritanya dan sifat jin oppa yang pencemburu itu… 😀
    Wah aku nggak sabar lo thor nunggu chapter 1 ff forbiden love…
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  3. aku nglike ajalah..
    bingung mau komen apa..
    soalnya udh klop dah, hehe..

    Forbidden Love nya harus lanjut dong, pkoknya dtunggu..
    apapun fanficnya ‘asal ada Taeyeon’, aku suka 🙂
    FIGHTING!!!!

  4. bagus thor…
    tapi kurang gmna gtu klo cast namjanya bts..

    ok forbidden love y lanjutin yahh thor…
    fanfic lg?? hmmm semoga cast y lutae yahhh… atau kgk bercast seyeon jga kgk papa..
    ok fighing thor…

  5. ciee authot han sung young comeback again :v
    jinxtaeyeon wahhh . engga sepervet yg taehyung tapi wakss
    tapi tetep dihati haha suka suka ajaaa kalau buatan dirimu mah thor heehehe ^o^♡^o^♡^o^♡

  6. Huaaa sweet ending,,, hahah anak2 bangtan nakalnyaaa hahhaah tapi lucu emang semoga ada next ff junkook ama taeyeon yahh kekke daebbak ff’ya
    dtunggu karya lainnya

  7. Puas bngt ama ff ini thor….. ikut seneng deh ama hubungan TaeJin…… thor klw bsa perbanyak ff dg cast bts member n taeyeon ya he…he….
    fighting thor

  8. seneng liat cast taeng sama bts lagi >< hahay jadi jin sikapnya aneh gara" taeng?? hihi syukur lah mereka udh balik lagi, Updatesoon!Hwaiting

  9. Daebak bnget thor!! ^^
    Kgak tau mau ngomong aplgi,, soalnya udh daebak!!?
    Dtnggu karya ff lainnya!! Fighting!! ^^

  10. KYAAAAA….. ada Jin kkk~ XD
    Aigooo…. jdi Tae eonn sma Jin itu dlu pnya hbungan….
    aaa…. itu gra” Bomi dsar….

    wwkwkkwk…. Taehyung… Taehyung…. krjaannya Aegyo mlulu…
    Ciee…. yg cmburu…. XD
    Akhirnya Happy END…
    Tae eonn sma Jin Oppa blikan YEAY~

    Thor di tnggu Projectnya 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  11. Wuh daebakk!hing~
    Aku pingin punya pacar juga kaya mereka..kayanya enak klo bisa jadian sama si ‘doi’
    Hehehe sequel ya thor(^•.•^)~

  12. Jin~~ omoo engga tau kenapa kalo baca ff cast taeng sama salah satu member bts pasti srek nya tuh sama jin. eh mvih sm joongkok jg sih. padahal blm pernah liat moment mereka d realnya. tp ko malah dpet feel yah. hehe
    oh mereka awalnya pasangan kekasih.. kekke YBM nih cewe dari awal member tu gb paling gua kaga suka. kaga tau knp yeth, dia tuh sok manis banget, heol
    tp untung deh mereka balikan lg.
    ini author yg bikin your lips kan? ayo dong chapter satunya. udh penasaran tau. hehe

  13. Aaaaaaaawww so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettt
    Nice thooooor
    Suka pairing taejinn😳😳😳😳😳
    Ah great story lah!
    Ff lain ditungguuuu

  14. wah deabak, ff karya author emang tidak pernah mengecewakan
    sequelnya ada apa enggak thor
    suka sama moment jin taeyeon eonni.nya

  15. Bomi jadi pihak ketiga lagi.. yah bikin kesall sih, tapi kan ini hanya fanfic.. jd gapapa deh..
    Finally JinTae balikan, jadi happy ending 🙂 next project ditunggu, fighting

  16. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s