[FREELANCE] Moonlight (Chapter 2)


[Freelance] Moonlight Chapter 2

Author: Alicya V Haiyeon

Rating: PG-16

Lenght: Multichapter

Genre: School Life, Romance, Family

Main Cast: Kim Taeyeon

Xi Luhan

Support Cast: Temukan sendiri.

Disclaimer:

This is just a FanFiction. All the cast it’s belong to God, them selves and the parents.

Please, don’t be a Plagiator.

Author Note:

Jika ada kesalahan, mohon komentarnya. Karna komentar anda semua yang bisa menentukan

FF ini dilanjut atau berhenti di tengah jalan. Typo dimana-mana. Thankyou.

Preview: Chapter 1

***

“apa yang harus aku lakukan? bahkan saat sekarang pun yang ada diotakku hanya kau” Luhan bergumam pelan dengan mata masih tertutup rapat. dalam hitungan 2 detik selesai bergumam, Luhan membuka matanya dan menatap langit langit kamarnya “apa aku menyukaimu?”

senyuman manis terpatri diwajah tampan Luhan saat menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri

“kurasa benar kata oemma, aku… menyukaimu”

***

Tepat jam 12.00 siang, bel sekolah berbunyi dengan nyaringnya seakan berteriak bahagia karna jam pelajaran pada hari itu berakhir. saatnya jam makan siang. Dengan santainya Luhan membereskan buku buku tebal usai pelajaran sejarah yang menurut Chanyeol sangat membosankan itu.

Berbicara Chanyeol, namja itu sudah menghilang semenjak 30 menit yang lalu saat ia meminta izin keluar dengan alasan ingin buang angin. Mau tidak mau Shing seongsamnim yang paling anti dengan kata “permisi saya mau keluar” pun berpikir keras. Bagaimana jika ia membiarkan Chanyeol buang angin atau nama lainnya ‘kentut’ itu dikelas?Namun 30 menit berlalu hingga membuat Shim seongsamnim bertanya berkali kali pada Luhan karna penasaran angin apa yang dikeluarkan Chanyeol hingga 30 menit menelan waktunya dan tak kembali kekelas.

Luhan hanya menggeleng tidak tahu padahal ia tau kemana Park Chanyeol pergi. Ingin rasanya ia menjawab “itu hanya alasannya saja karna ia tak suka pelajaran sejarah yang membosankan ini” namun apalah daya, sejahat jahat Luhan, tak mungkin jika ia melakukan hal itu pada temannya.

Luhan meraih ponsel yang bertengger di saku jasnya dan mengetik beberapa pesan untuk Chanyeol yang mengatakan ia akan kekantin duluan. Selesai dengan ponselnya Luhan melangkah ringan keluar kelas. Baru beberapa langkah keluar dari kelasnya, Luhan terpaksa harus menghentikan langkahnya di tengah koridor, saat Chanyeol yang entah dari mana tiba tiba berbisik ketelinga Luhan membuat Luhan terkaget “Luhan-ah, Sojung kembali”

“mworago? kapan dia kembali?”

Chanyeol tersenyum “aku juga tidak tau, yang aku tau hanya saat kris hyung, hyungku bilang bahwa jessica yeojjachingunya ahh maksudku soo yeon noona akan menjemput adiknya di bandara kemarin sore”

“jeongmal? ini kabar baik untukmu”

Chanyeol yang dari tadi tersenyum, perlahan memudar “hanya itu ekspresimu? keunde, apa kau akan menerimanya?” Dari nada suaranya jelas sekali bahwa Chanyeol tengah ragu dengan pertanyaannya.

Luhan menjitak kepala Chanyeol pelan “yak! aku tak pernah melihatnya sebagai seorang yeojja, dia hanyalah adik kecilku” Luhan tersenyum tipis “dan aku tau bahwa sahabat ku semenjak memakai popok ini menyukai yeojja yang menjadi teman ku saat sekolah menengah pertama 3 tahun yang lalu, keutchi?”

Wajah Chanyeol memerah malu “aniya, aku tidak menyukainya”

“tak usah berbohong padaku”

Luhan melebarkan matanya saat seorang yang dikenalnya belakangan ini melintas melewatinya, ingat melintas dihadapannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Luhan. “Chanyeol-ah, aku akan kekantin dengan yeojja itu” Luhan menunjuk taeyeon yang baru saja lewat dengan manik matanya membuat chanyeol hanya mengangguk pelan “tak mau ke kantin bersamaku?”

“bukankah kau biasanya pergi dengan anak club basket mu itu? Yakk dia semakin jauh, na kanda! Annyeong!”

Dengan cepat Luhan mengambil ancang ancang akan melangkah mendekati Taeyeon dan menjauhi Chanyeol yang membuat namja tinggi itu terpaku ditempat “dan kau juga tidak bisa berbohong padaku bahwa kau menyukainya”

“TAEYEON-SSI”

Luhan telah sampai dihadapan taeyeon ditambah dengan senyum mengembang tepat dibibirnya tanpa kelihatan sedikitpun bahwa namja itu lelah usai berlari kecil mengejar Taeyeon. Taeyeon menatap Luhan dengan tatapan tajamnya “wae?” balasnya dingin

“kau mau kemana? mau makan siang denganku?” ajak Luhan, jangan lupakan dengan senyuman yang ia tunjukkan untuk taeyeon yang belum memudar sedikitpun oleh tatapan tajam Taeyeon.

“shireo!”

Luhan membelalakan matanya tak percaya “mengapa kau selalu menolakku? apa aku pernah melakukan kesalahan padamu? marebhwa, biar aku minta maaf padamu oh sesange!” Taeyeon menatap Luhan diam, tak berniat membalas ucapan namja itu. Dalam hati ia sedikit membenarkan apa yang Luhan bicarakan, ‘ia tak punya salah denganku’

“kau diam? apa kau menyetujui ajakanku? baiklah” Luhan segera menyeret lengan Taeyeon ke kantin sekolahan yang hanya berjarak 27 langkah dari tempatnya berdiri ke depan. Dengan cepat Luhan mendudukan Taeyeon dengan menekan bahu yeojja itu agar terduduk diam dikursi. Luhan segera menduduki kursi yang berhadapan dengan Taeyeon. Semua tatapan aneh melirik kearah mereka yang tengah duduk berhadapan di kursi pojok kantin.

“kau mau pesan apa? hhmm burger? oeh apa kau suka makanan ala amerika? atau korea?” Luhan menatap Taeyeon dibalik buku menu yang sudah dihafalnya itu, bagaimana tidak hafal, dia sudah hampir 3 tahun disekolah, tak ada satu haripun yang dilewatinya tanpa makan dikantin

melihat Taeyeon yang hanya diam sembari menatapnya membuat Luhan segera menggeleng kepala “tak usah menjawab. tak apa, aku tau kau akan pesan apa, jadi diam disini jangan kemana mana atau aku akan terus menganggumu! arraseo?” Luhan segera beranjak menuju meja pemesanan meninggalkan Taeyeon.

Taeyeon menundukkan wajahnya dalam dalam saat mendengar ejekan yang notabenya berisi kalimat negatif yang tertuju padanya dari beberapa siswi yang duduknya tak jauh dari bangku yang Taeyeon duduki sekarang.

“namja itu Luhan kan? apa yang dilakukannya dengan Taeyeon? wahh daebak kurasa anak haram itu telah mewarisi keahlian ibunya sebagai yeojja jalang benar kata hoobae itu”

alasan kenapa taeyeon melahapan makanannya ditoilet adalah karna ini. karna ia tak suka mendengarkan mulut tajam yeojja yeojja yang selalu mengejeknya, sekalipun tak langsung dihadapannya tapi percayalah ucapan yang keluar dari mulut yeojja penggosib itu menusuk Taeyeon dengan sangat tajam.Setidaknya Ia masih bersyukur karna selama bersekolah disini ia belum mendapatkan penyikasaan fisik. tapi bukankah lebih menyakitkan lisan yang melukai hati daripada tindakan yang melukai tubuhnya?

“apa kau menunggu lama Taeyeon-ssi?” Luhan segera meletakkan nampan berisi pesanan Taeyeon kehadapannya membuat Taeyeon mengalihkan pendengarannya ke arah Luhan dan mengangkat wajahnya.

“ige! aku rasa sup sapi akan membuatmu merasa lebih hangat diudara, oeh sedingin ini dimusim gugur. Dan kulihat sepertinya kau agak kedinginan dilihat dari wajahmu yang seperti mayat hidup itu”

Taeyeon melirik sup yang sodorkan Luhan kepadanya, asap panas masih mengepul disana, ia rasa tak ada salahnya jika ia sesekali mengganti menu makan siangnya. Toh ia sudah terlanjur pasrah saat Luhan menyeretnya, mendengarkan kalimat yang paling mlas ia dengar dan ini kedua kalinya yeojja itu makan dikantin karna pengalamannya yang pertama membuatnya enggan menduduki pantatnya disini.

Taeyeon menatap Luhan singkat, Luhan yang tahu kemana pikiran yeojja itu mengangkat alis meyakinkan “makanlah, aku tak akan meracunimu” Luhan mengangkat sendoknya dan melahap supnya ringan agar taeyeon percaya bahwa ia sama sekali tak memasukkan apapun kedalam sana. “see? Aku masih hidup usai memakan sup ini, kalau begitu makanlah”

Taeyeon segera mengambil sendok dan langsung mengusir perasaan aneh pada dirinya lalu memasukan sendok yang berisi makanan kedalam mulutnya.

“ASSA!” Luhan berteriak menang “kau memakannya, itu artinya kau berhutang makan siang padaku, arraseo?”

Yeojja itu menggerutkan dahinya tak mengerti “ohh ayolah Kim Taeyeon, aku rasa kau tak sebodoh itu, ini sebagai jaminan suatu hari nanti jika aku ingin makan siang denganmu, kau harus menerimanya karna kau berhutang padaku”

Taeyeon masih terdiam menatap Luhan dengan tatapan ‘apa-maksud-mu-?’

Dengan kesal Luhan mendelikkan bola matanya “aku membelikanmu sup ini dengan uang ku, anggap saja kau berhutang sup padaku dan lain kali kau harus membayarnya, masih belum mengerti eoh?”

“aku benar benar bodoh” gumam taeyeon pelan yang dibalas Luhan dengan senyuman membuat Taeyeon menatapnya sengit dan melahap sup nya lagi.

Usai menghabiskan supnya Taeyeon berdiri dari bangkunya dan berlalu begitu saja tanpa berbicara sepatah katapun pada Luhan yang ia yakini tengah menatapnya sambil melongo. “apa kau tak mau berterimakasih padaku?” Luhan mengangkat alisnya tak percaya menatap taeyeon yang mulai menjauh.

Yeojja itu sebenarnya mendengar dengan jelas apa yang diucapkan luhan, tapi hati jahatnya berkata ‘bukankah kau berhutang padanya? dia tak benar benar mentraktirmu’ berkat bisikan itulah Ia melangkah dengan ringan menuju kelasnya yang lumayan jauh dari kantin tanpa menjawab gerutuan Luhan.

Tepat didepan kelasnya, taeyeon menghembuskan nafas berat dan menatap dalam pintu kelasnya ini. dengan pelan ia memutar ganggang pintu dan pintu terbuka. Kelas yang awalnya ricuh sekarang sudah diam seakan baru saja melihat hantu atau sosok yang paling menakutkan.

“baiklah Kim Taeyeon, kau selalu bisa mengatasi hal seperti ini belakangan ini!” taeyeon berusaha kuat memberi semangat pada dirinya sendiri dan mulai melangkah dengan cueknya memasuki kelas.

tiba tiba seorang yeojja yang ia ketahui bernama Bangshil berdiri dari kursinya dan menyenggol bahu taeyeon hingga membuatnya sedikit terdorong kebelakang.

“upssss mian taeyeon-ssi!” Bangshil membungkuk sekilas dan menatap taeyeon sinis, ohh ayolah tak ada satu orang pun yang tak menatap mereka sekarang. dan taeyeon paling benci jika ia harus jadi tontonan gratis murid dikelas ini.

Taeyeon balas menatap tajam Bangshil dan tersenyum miring seolah teringat sesuatu saat ia melihat wajah teman satu kelasnya ini yang selalu mencari masalah dengannya selama mereka sekelas “oeh? apa seperti itu tata kramamu? menyenggol bahu orang dengan sengaja lalu meminta maaf?” bangshil yang terkejut dengan ucapan taeyeon membulatkan matanya tak percaya, yeojja yang selama ini sering diganggunya dikelas hanya diam dan tak membalasnya ternyata bisa berbicara sepanjang dan se sarkastis itu.

“YAK! TAU APA KAU SOAL TATA KRAMA? PUNYA ORANG TUA SAJA KAU TIDAK!” belanya tak terima

“Kim Jae Myung dan yeojja yang sering kau panggil jalang itu bernama Shin Min Jae, oemmaku. kau bahkan tak tau orang tuaku tapi selalu menyebut mereka. dan oeh? sekalipun mereka sudah tak ada tapi mereka telah mendidikku dengan tata krama yang baik hingga aku tidak bersikap kasar pada manusia…” taeyeon menjeda kalimatnya sesaat dan mulai melanjutkan “dan juga pada binatang yang bahkan tak bersalah, benarkan bangshil-ssi?”

Taeyeon teringat saat ia ketaman belakang sekolah kemarin pada jam pulang sekolah. Kelasnya keluar 10 menit dari awal dan ia memutuskan untuk melihat kucing yang tadi pagi menatapnya. Setelah berhasil sampai disana, Taeyeon menghentikan langkahnya saat ia melihat Bangshil menendang dengan kasarnya kucing itu bahkan menginjaknya tanpa belas kasihan sedikitpun hingga kucing itu mengeong penuh kesakitan. Puas dengan kucing itu Ia pergi meninggalkan kucing yang tergeletak tak berdaya itu hingga taeyeon mendekat dan membantu kucing itu.

Terlihat ekspresi tegang yang diwajah Bangsil saat tau kemana arah pembicaraan yeojja ini “a..apa..ma..ksudmu taeyeon-ssi?”

“kau tau maksudku bangsil-ssi”

“YAK! KIM TAEYEON!”

Taeyeon melanjutkan langkah kearah bangkunya yang terletak paling pojok belakang disamping jendela tanpa menghiraukan teriakan Bangshil. Kenapa ia duduk disana sementara didepan masih ada satu bangku kosong? karna tak ada seorang pun dikelas ini yang mau berdekatan dengannya. Tak ada satupun.

Baru beberapa menit terduduk pintu kelas kembali terbuka “annyeonghaseo yeorobun” seorang guru bernama Jung Yoori yang mengajar bahasa China memasuki kelas dengan tergesa gesah. “oeh? Bang Bangshil? kenapa kau masih berdiri?” Bangshil yang baru tersadar dari lamunannya membungkuk pelan dan kembali ke bangkunya.

“mianhae, tadi saat jalan kesini, saya melihat kucing ditaman yang meninggal jadi saya harus meminta tolong pada penjaga sekolah untuk menguburkan nya. dan kalian tau? badannya memar semua seperti habis dianiaya”

seorang siswa mengacungkan jarinya “saya tidak melakukannya seongsamnim” yang langsung direspon oleh semua siswa dengan kalimat “nado, saya tak melakukannya seongsamnim” bukan, bukan semua kecuali taeyeon yang memang memilih diam dan orang yang menganiaya kucing itu kemarin…

‘Bang Bang Shil’

***

“lagi lagi namja ini mendapatkan nilai sempurna” umpatan keluar dengan pelan dari mulut Song seongsamnim, namja paruh baya yang mengajar pelajaran matematika ini, hingga bisa dipastikan murid yang tengah terduduk ditempat masing masing menunggu hasil kertas ulangannya dengan cemas itu tak mendengarnya.

“Xi Luhan” ujar Song seongsamnim.

Luhan yang merasa terpanggil segera berdiri dari kursinya dan menghampiri Song seongsamnim mengambil kertasnya lalu membungkuk sekilas “Kamshamida seongsamnim”

“jujurlah padaku,dimana kau mengambil kertas contekannya? aku sampai saat ini masih belum percaya bahwa kau siswa pintar dengan perilaku dibawah rata rata”

Luhan melongo mendengar celotehan gurunya ini. bayangkan saja, setiap pembagian kertas ulangan, Luhan selalu mendapatkan nilai sempurna dan namja paruh baya itu selalu melontarkan kalimat yang sama.

“tak bisakah kau percaya padaku seongsamnim? Aku sudah bersikap normal beberapa hari belakangan ini, aku bahkan sudah tak terlambat lagi”

“percaya pada siswa yang selalu cari gara gara denganku? setiap saat, ani setiap jadwal piketku dia datang selalu terlambat dan memanjat pagar belakang? aku bahkan tak percaya bahwa tiada hari di jadwal piketku kau tak terlambat, Xi Luhan, kecuali beberapa waktu bekangan ini”

Luhan mengambil kertas ulangannya dengan malas dan tanpa berniat membalas ucapan seongsamnim, Ia segera kembali kebangkunya.

“lagi?” tanya Chanyeol yang paham apa yang terjadi dengan Luhan didepan “masih belum percaya?”

Luhan mengangguk tak peduli dan mengumpulkan semua buku tebal yang ada diatas mejanya, memasukkan kedalam tasnya.

“besok pas jam istirahat temani aku menemui teman team basket ku ya?”

“wae? bukankah biasanya kau menemui mereka sendiri tanpa mengajakku?”

Chanyeol tertawa “tapi akhir akhir ini kulihat kau yang tidak sendiri”

Luhan tersenyum membenarkan “majja, kau benar”

“apa yang membuatmu begitu tertarik padanya? kurasa dia bukan orang yang mempunya sikap cerewet sepertimu, dia 180Β° berbeda darimu!”

Lagi, senyuman manis menghiasi wajahnya “karna dia kim taeyeon, makanya aku tertarik padanya”

“kau tertarik padanya hanya dalam sekali pertemuan” Chanyeol mengangkat telunjuknya ke arah dagu, tampak berfikir keras “yeojja yang kau tabrak saat terlambat kan?” yang dijawab Luhan dengan anggukan kepala.

“itu waktu yang sangat singkat untuk tertarik pada seseorang Xi Luhan”

“apa ketertarikan harus dalam jangka waktu yang lama? setidaknya aku tak sepertimu, kau tertarik pada bermacam yeojja”

“hanya pada soojung, kau berbicara seolah olah aku ini playboy”

“PARK CHANYEOL” mendengar namanya disebut, Chanyeol segera maju mengambil kertas ulangannya dan kembali ke bangkunya dan Luhan.Dengusan kesal melesat keluar dari hidung namja itu bahkan topik yang menjadi bahan obrolan nya tadi terlupakan olehnya

“aku rasa kau harus menjadi diriku! kau tau seongsamnim memuji ku karna aku mendapatkan nilai 60”

“itu karna ulangan minggu kemarin nilaimu 50, bukankah ada peningkatan?”

Pukulan pelan mendarat dibahu Luhan diiringi decakan kagum “yahh sejak kapan kau menghafal nilai ulanganku?”

“apa kau lupa? seminggu kemarin kau menggerutu setiap hari padaku, bagaimana aku tak ingat!”

Teett teeet teet

Bel pulang berbunyi dan tanpa aba aba yang berarti, Luhan langsung berdiri “aku pulang dulu, dan aku berani taruhan semangkuk tempura besar kalau soojung sudah berada diluar. jemput dia dan antarkan dia pulang karna aku akan pulang dengan orang yang membuat ku tertarik belakangan ini” Chanyeol menatap Luhan tak percaya “wow kau berbakat jadi peramal Chingu-ah”

Luhan berlari meninggalkan kelas, pastinya dengan membungkuk sopan ke arah song seongsamnim sebelum benar benar menghilang dari kelas dan sampai didepan gerbang yang mulai ramai, ia pikir ia yang akan cepat keluar namun pikirannya salah.

“oppa? bogoshipeo! neomu bogoshipeo” seorang yeojja berlari dan langsung memeluk Luhan, membuat Luhan terdiam dan melihat siapa yang memeluknya dari belakang ini “naya, sojung”

“sojung? yakk lepaskan, ini sesak” Luhan melepaskan pelukannya

“oppa!” Luhan berbalik dan mencubit pipi soojung yang tengah merengek padanya dengan gemas

“oppa kalke”Luhan berjalan meninggalkan soojung “oppa ada urusan sepulang sekolah ini, coba oppa tebak, kau kesini dengan supirmu dan menyuruh supirmu pulang karna kau ingin pulang dengan oppa ?”

Soojung mengangguk “mian, tapi oppa sudah ada janji pulang dengan bus bersama yeojja itu” Luhan mendelikkan matanya kearah halte, dimana seorang yeojja tengah duduk diam disana “Chanyeol bawa mobil, kau tunggulah disini, dia akan datang dalam beberapa menit” ucapan itu benar benar berakhir seiring dengan Luhan yang mulai berlalu menajuhi soojung.

“siapa yeojja itu? yeojjachingu Luhan oppa? maldo andwee!” Soojung merengut menatap kepergian Luhan

“Bukan, dia bukan yeojjachingu Luhan, Luhan menyukai yeojja itu, kau mau pulang atau masih mau melihat Luhan sampai ia benar benar naik bus? mau ku antar?” entah dari mana sebuah mobil berhenti dan membuka kacanya menghadap soojung sebelum kalimat itu keluar dari mulut seorang Park Chanyeol.

“apa busnya sudah datang? apa aku terlambat?” tanya Luhan tepat dihadapan Taeyeon

“apa kau buta?” Luhan yang bertanya mendapat pertanyaan balik membuatnya menatap taeyeon “ani aku bahkan melihat wajahmu yang dingin dan tajam itu sekarang” Taeyeon sadar bahwa ia sangat dingin pada Luhan, dan bahkan ia tak tau apa yang membuaynya benar benar bersikap seperti ini dihadapan Luhan.

Tepat setelah Luhan menyelesaikan ucapannya, bus yang ditunggu pun berhenti membuat orang berbondong bodong memasukinya

beruntung, taeyeon dan Luhan masih mendapatkan tepat duduk nomer 2 kanan sopir.Diam menyelimuti mereka berdua berselang 15 menit hingga lengungan nafas berhembusan di hidung Luhan “kenapa kau selalu diam? apa kau tak bosan? oehh aku bisa gila jika terus terusan berada didekatmu!”

“apa kau tak lelah bicara? apa aku yang menyuruhmu berada didekatku?”

Luhan kembali menghela nafas berat dan mencoba mengabaikan ucapan taeyeon “keundae taeyeon-ssi, menurutmu apa gosip yang bererdar tentang mu itu benar? hanya saja aku berfikir, kau anak baru disekolah, tak ada yang mengenalimu. dilihat dari sikapmu bahkan kurasa kau tak mengenali siapapun disekolah ini” Luhan tersenyum bangga “hanya aku yang mengenalmu kurasa, lalu siapa yang menyebarkan gosip itu?”

“bukan urusanmu!”

“tapi aku benar benar penasaran dengan gosip itu!” Luhan memberengut kesal melihat tanggapan taeyeon tak sesuai harapannya.

tatapan taeyeon menerawang keluar jendela “itu bukan gosip” gumam taeyeon yang ia yakini bisa didengar Luhan yang duduk disebelahnya.

“lalu? siapa yang menyebarkannya? aku benar benar penasaran”

“jangan ikut campur masalahku. apa kau bertanya karna kau ingin memastikan apa aku ini benar anak haram atau tidak?” Taeyeon mengalihkan tatapannya menatap Luhan tajam “iya aku anak haram dan kau sudah dapatkan jawabanmu!”

“an..ni, aku ya…” Luhan gelagapan,yeojja ini benar benar sarkastis

“Menjauhlah dariku!” Taeyeon segera turun saat bus sudah sampai dihalte bus dimana ia sering turun.

***

“ahjumma, apa anak pelayan zang sudah kembali ke China?” Taeyeon menatap harap pelayan dirumahnya itu, berharap yeojja paruh baya itu berkata ‘tidak dia masih disini’ namun sekerika harapan Taeyeon musnah saat ahjumma Hwang mengagguk lemah

Taeyeon segera berjalan menuju kamarnya, tepat saat pintu itu terbuka, gingger anjing kesayangannya berlari ingin dipeluk.”kau sendirian saja dikamarku?” Taeyeon mengambil anjingnya dan mengendongnya “apa namja itu sudah pergi?” gingger menggonggong “kebiasaannya, pergi tanpa pamit” Taeyeon melangkah menuju ranjangnya dan menghempaskan dirinya bersama gingger kesana.

“kenapa saat aku bersamamu aku banyak bicara? namja cantik yang akhir akhir ini mengangguku bilang bahwa aku pendiam, dingin dan mungkin arogan juga? dan kurasa dia akan menjauhiku besok, seperti teman sekolah menengah pertamaku di China dan orang orang akan membuliku seperti biasa, kemudian oppa akan memaksaku untuk homeschooling lagi. namja itu akan begitu padaku kan? matcho?” Taeyeon menatap gingger dengan senyum miris seakan meminta persetujuan atas apa yang baru ia ucapkan

Gingger hanya menatap Taeyeon diam seolah berfikir “siapa namja itu?”

mungkin ini sedikit gila,tapi taeyeon sangat hafal apa yang anjingnya ini pikirkan, anjing ini sudah hidup dengannya 3 tahun terakhir ini.

“dia namja menyebalkan yang selalu mengikutiku sekalipun aku mengusirnya, apakah kalimat itu akan berlaku besok?”

***

“oppa, kau tau yeojja yang bersama Luhan itu siapa kan?” Soojung menatap Chanyeol yang tengah mengemudi, tak biasanya namja itu diam

Chanyeol mengangguk tanpa menolehkan kepalanya kearah soojung “aku sahabatnya, sekalipun dia tak memberi tahuku aku sudah tau”

Soojung mengembungkan pipinya “ahh aku rasa aku terlalu lama di California, ottokhe?”

“ka..u masih menyukainya?”

Chanyeol berharap soojung akan menggeleng tapi harapannya musnah seketika “NE, MANHI JOAHH!” seru soojung bersemangat

***

“kenapa Kim Taeyeon bisa sampai di korea? apa mengawasi yeojja kecil ini saja kalian tidak bisa? BAGAIMANA KALAU IYA TERLUKA! BAGAIMANA KALAU ORANG ITU MENEMUI TAEYEON! APA KALIAN AKAN BERTANGGUNG JAWAB PADA ADIKKU HUH!!” teriakan seorang namja yang menatap pengawalnya dengan marah dan wajahnya memerah menahan emosinya.

5 namja berbadan tegap itu hanya bisa terdiam saat bosnya memarahinya, kelima namja ini hanya bodyguard bayaran yang sudah bekerja selama 5 tahun menjaga, bukan mengekang taeyeon saat diChina.

berusahan meredam amarah yang berkecamuk di dalam otaknya, namja berbadan tegap itu menatap jengah ruang kerjanya “bagaimana ia bisa pergi begitu saja dari kalian? JAWAB AKU!” kali ini bentakan keras keluar dari mulutnya

“maafkan kami, tapi kami rasa pelayan zang dan anaknya yang selalu bermain dengan nona taeyeon yang membantunya melarikan diri hingga ia bisa keluar dari rumah dan sampai dikorea, lalu menginap dirumah anda yang berada diSeoul berserta bersekolah di sekolah yang berstandart tinggi diSeoul ini, Tuan”

“maksudmu lay?” pengawal itu mengangguk cemas

“lay, kau benar benar membuat hyung marah!” dengan satu gerakan cepat namja itu berhasil mengambil ponselnya dan menghubungi namja bermarga Zang itu.

“neo oediga? temui aku dikantor nanti malam sebelum kau benar benar pergi ke China!” namja itu membating ponselnya kearah sofa dan menduduki dirinya disamping ponselnya itu. pijatan pelan ia lakukan demi mengurangi sakit kepalanya.

“keluar kalian!”

Kelima namja itu keluar dengan cepat, tak mau kena imbas kemarahan bosnya.

Sekeluar namja itu, seorang yeojja bertubuh tinggi langsing berwajah cantik memasuki ruangan itu dengan senyum merekah. “kibum oppa!” panggil yeojja itu riang dan segera berjalan mendekati Kibum yang tengah menatapnya binggung.

“nana-ah? apa yang kau lakukan disini?”

Yeojja itu tersenyum manis “menemui oppaku yang tampan ini, oppa baru datang dari China 3 hari yang lalu dan tidak datang kerumahku untuk melihat ku?” bibir yeojja itu melengkung kebawah manatap kibum”siapa namja namja itu oppa?”

“hanya anak buah oppa, tak usah dipikirkan”

“apa oppa ada acara malam ini?” Kibum menggeleng pelan “mari makan malam bersama… dirumah oppa!”

“wae? mari ke restoran jepang yang biasa kita kunjungi saja”

“ani… aku merindukan taeyeon unnie, kakak sepupuku yang sudah kembali ke Seoul”

***

Suara ketukan didepan pintu kamarnya membuat Taeyeon perlahan lahan membuka matanya dan menyibak selimut tebal yang menemani tidur sorenya.

“nona muda, sepupu anda, Kim Nana dan Tuan muda menunggu anda diruang makan” Seru ahjumma Hwang

“ne” jawabnya singkat.

Taeyeon menyipitkan matanya menatap jam dinding dikamarnya. jam itu menunjuk di angka 7.”Sudah malam rupanya” Taeyeon segera kekamar mandi, membasuh mukanya. Seragam sekolah yang awalnya masih melekat sempurna dibadannya sekarang sudah berganti dengan baju kaus biasa kebesaran berwarna hitam dipadukan dengan hotpans berwarna putih yang melekat pas dibadan yeojja itu. Tanpa waktu lama yeojja itu sudah berdiri dalam diamnya di hadapan meja makan tepat dihadapan oppanya dan sepupunya, Nana

“Taeyeon unnie, bogoshipeoyeo!”Nana tersenyum manis melihat Taeyeon

“kudengar kau satu sekolahan dengan ku?benarkan? kenapa aku tak pernah melihat mu disekolah? apa kau bersembunyi? toilet atau gudang mungkin? ” Nana yang notabenya lebih muda 2 tahun dari Taeyeon masih tetap memasang senyum manis yang kalau diperhatikan sangat tidak enak dilihat.

Kim Nana anak dari adik Kim Jae Myung ayahnya Kim Kibum dan Kim Taeyeon, bernama Kim Ha Myeong. Dari caranya menatap Taeyeon dapat dipastikan bahwa Nana sama sekali tak menyukai Taeyeon semenjak kecil karna yeojja itu bukan resmi keturunan keluarga Kim.

“jangan sok manis dihadapanku, nana-ssi” ucap Taeyeon dingin, yah dia tau bahwa yeojja itu tak benar benar merindukannya, bahkan membenci taeyeon. Ia sedikit kaget saat Nana bilang mereka satu sekolahan untung saja ia bisa mengendalikan ekspresi datarnya sekarang.

Dengan cueknya,taeyeon menduduki kursi di depan Kibum dan Nana. “ahh cham, kudengar oenni dekat dengan Xi Luhan”

“lalu? apa masalahmu?” nada dingin yang semulanya masih ditahannya karna melihat oppanya mulai keluar begitu saja dari mulutnya saat mendengar nama Luhan keluar dari mulutnya.

Nana tersenyum miring dan menyipitkan matanya tak percaya dengan jawaban yang taeyeon lontarkan barusan “mwo? oenni sadarlah kau anak baru dan sudah mulai mendekati namja yang ada disekolahan? apalagi kudengar kau membuatnya tergila gila padamu, ternyata benar bahwa buah tak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. aku lupa bahwa kau keturunan yeojja jalang penggoda namja!”

Taeyeon menatap sengit Nana yang tak kalah sengit menatapnya “jaga mulutmu Nana-ssi”

“oeh? uri oenni marah? mian oenni, keundae aku benar benar berharap kau menjauhinya karna aku…. menyukai Luhan 6 bulan yang lalu dan bahkan sampai sekarang belum berani mendekatinya karna aku takut di cap sebagai yeojja murahan,tapi wahhh oenni kau benar benar hebat! dasar yeojja murahan!”

“jaga mulutmu Nana-ssi! ini peringatan terakhir kalinya”

Kibum hanya terdiam melihat pedebatan yang membuat kupingnya panas ini. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menyuruh mereka melahap makannya tanpa ada yang berbicara

“Chaa, mari kita makan”

Taeyeon hendak mengangkat sumpitnya namun gagal karna ia letakkan kembali saat melihat sumpit yang dipengang KiBum bergerak ke arah potongan danging, mengambilnya dan meletakkannya diatas piring Nana “tak usah pedulikan dia Nana-ah, kau laparkan? habiskan makannya”

“gomawo oppa” Nana melahap makanannya dengan riang “ah cham, kata ahjumma Hwang, semenjak oppa dikorea tidak pernah makan dirumah, benarkah?”

Kibum tersenyum ramah dan mengusap rambut Nana “heii, habiskan makananmu baru bicara”

“oppaa~”

“ne, oppa tidak akan pernah mau satu meja dengan anak haram itu tanpa kau, dongsaeng kesayangan oppa disini” ucap Kibum tenang tanpa memperhatikan taeyeon yang sedari tadi menatap kedua orang yang tengah duduk dihadapannya akrab dengan tatapan iri. andai saja oppanya bersikap seperti saat ini padanya, Kim Taeyeon, bukan Kim Nana

Taeyeon segera berdiri dari duduknya tanpa menyentuh makanannya, ahh bahkan sumpitpun tak disentuhnya sedikit pun “ahjumma Hwang, aku selesai, rapikan meja ini” taeyeon sedikit berteriak agar ahjumma hwang mendengarnya.

Dengan pelan dan wajah tenangnya taeyeon kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan senyuman sinis milik sepupunya Kim Nana.

“permainan kita baru dimulai, unnie!”

***

“Luhanie, oemma akan ke China besok!”

Luhan yang tengah asik menatap layar televisi menatap oemmanya dalam “bukanya peringatan kematian appa seminggu lagi?”

“oemma hanya ingin sampai lebih awal tahun ini, oemma benar benar merindukan Xi Jeung Lie, yak! apa tak boleh oemma menemui suami oemma?” Luhan hanya mengangguk meneyetujui dan kembali menatap layar televisi. jika sudah membahas tentang appanya Luhan akan memilih diam agar oemmanya segera menghentikan perdebatan tentang appanya dan ia tak mau berakhir lagi dengan kenangan indah dimasa lalu yang membuat mereka tak kuat menahan rindu akan sosok yang telah tiada itu.

“Luhan, bawalah Bongie jalan jalan”

“kenapa harus aku oemma?” Luhan menatap oemmanya penuh harap sembari melirik sesuatu yang duduk disamping oemmanya, acara menonton drama luhan malam ini kacau karna ulah kris.

“bantulah Kris, dia hanya pergi seminggu, apasalahnya menitipkan Bongie kesini” oemma Luhan mengelus kepala Bongie anjing besar punya kris sayang.

“arra arra, aku membiarkannya berkeliaran dirumah ini dan tak akan memarahinya sekalipun ia buang kotorannya kesana kemari, lalu apalagi? apa aku harus mengajaknya keluar malam malam begini? ahh aku lelah oemma, aku akan pergi tidur sa…”

oemma Luhan menahan lengan Luhan hingga ia tak jadi bangktit “sekali ini saja, dia kelihatan bosan sekali karna sudah 2 hari terkurung disini, ayolah Luhan”

Namja itu kembali menangguk lemah, jika sudah begini apa yang bisa ia lakukan untuk menolak?

“arraseo” jawabnya pelan

Dengan langkah tertatih Luhan kembali ke kamarnya,menganti celana selututnya dangan celana training dan memasang jaket asal lalu kembali turun, keruang tv tadi.

tanpa banyak bicara Luhan segera mengikat tali yang biasanya digunakan untuk anjing dan mengiring anjing itu keluar rumah.

***

Taeyeon menatap jalanan pada malam hari dikota Seoul sembari merapatkan jaketnya. Tangan kanan yeojja itu memengang sebuah tali, ya tali anjingnya taeyeon, Gingger. Karna muak berada dirumahnya Taeyeon memutuskan mengajak Ginger jalan jalan, walaupun di cuaca sedingin ini.

Kakinya yang hanya dibaluti hotpans terus melangkah melewati trotoar disepanjang jalan raya yang masih ramai ini. Pikirannya melayang ke percakapan atau lebih tepatnya ke perdebatannya dengan Nana tadi.

“Satu sekolah? atau mungkin dia yang menyebarkan gosip itu?” Taeyeon terus bergumam sepanjang jalan sambil sedikit berlari kecil mengikuti arah gingger. Setelah 45 menit berjalan santai bersama Gingger, taeyeon menduduki sebuah tangga yang terhubung langsung ke taman.

Botol plastik berwarna bening yang penuh dengan air itu dibukanya dan langsung diteguk taeyeon untuk menghilangkan rasa hausnya.

“oeh kau lelah juga ginger-ah? ahh nado” taeyeon merogoh sakunya dan mengeluarkan plastik kecil makanan anjingnya dan mengambil sedikit diatas tangan, segera tangan itu ia layangkan ke hadapan ginger “cha~ makanlah yang banyak. goodboy”

Ginger segera melahap makanannya dengan pelan “ohh kau pintar sekali”

Taeyeon mengalihakn pandangannya kearah taman, gelap. yang ada hanya beberapa lampu taman yang hidup. Mata yeojja itu menangkap sesuatu yang tengah menatapnya tak jauh dari ia dan anjingnya duduk. Taeyeon kembali mempertajam penglihatannya. Matanya menangkap sosok seekor anjing berbadan besar tengah menatapnya.

“chogieo, kemarilah” panggil Taeyeon sambil mengibas ngibaskan tangannya agar sesuatu yang dipanggilnya itu berjalan mendekatinya. Dengan pelan dan tanpa ragu anjing itu mendekati taeyeon dan segera berdiri disebelah ginger.

“apa yang kau lakukan malam malam disini?”

anjing itu hanya mengguguk dan menatap ginger yang tengah menjilati tangannya “apa kau lapar?”

Taeyeon kembali merogoh plastik makanan anjing itu dan membagi di kedua telapak tangannya, satu untuk gingger dan satu lagi untuk anjing itu.

“oeh? kau lapar? apa kau kelelahan juga?” taeyeon tersenyum gemas menatap anjing yang tengah duduk didepannya dan melahap makanan yang ia berikan.

“BONGIE-AH, BONGIE-AH, OEDIGASEO? BONGIE-AH” teriakan yang taeyeon yakini suara namja itu berhasil mengubah ekspresinya menjadi binggung.

“apa namamu bongie? apa itu yang memeliharamu bongie-ah?” bongie menyelesaikan makannya dan menatap taeyeon diam. “kalau begitu kau harus segera mengejarnya, jika kau kehilangannya lalu kau akan tinggal diamana? udara malam sangat dingin” Ia mengelus kepalan anjing itu lembut.

“kau banyak bicara jika bersama anjing” sebuah suara terdengar tepat dibelakang taeyeon, belum sempat yeojja itu membalikkan badan, orang pemilik suara itu sudah terduduk manis disampingnya.

“tak usah terkejut begitu” sambung namja itu santai

“bongie-ah kau benar benar membuat ku lelah!” gerutu Luhan

“apa yang kau lakukan disini?” taeyeon menatap namja itu dingin dengan mata disipitkan berusaha meyakinkan apa yang ia lihat saat ini.

“aku? duduk. apa kau buta?”

Taeyeon teringat akan kalimat yang pernah ia lontarkan pada seseorang, ya orang itu kalau bukan…

“Luhan-ssi, bukankah kau harusnya menjauhiku? aku anak haram. Jebal, pergilah dari hadapanku”

Luhan melongo kaget, bagaimana tidak ini pertama kalinya Luhan mendengar taeyeon menyebut namanya “kau ingat namaku taeyeon-ssi? wawww kamshamida” Luhan tersenyum bangga dengan kedua jempol menghadap taeyeon “kau mengusirku? tapi kenapa kau tak mengusir Bongie? kau pemilih sekali taeyeon ssi, apa aku harus jadi hewan agar kau menganggabku? sekalipun kau anak haram, anak pembunuh atau apapun itu aku tak akan menjauhimu! aku berteman denganmu bukan dengan orang orang itu! apa peduliku jika kau ini anak haram?” Jari telunjuk namja itu menari nari kenan kekiri “oppseo!”

“kkarago!” bentak taeyeon. “jebal, kka!”

“apa salahku? kenapa kau membenciku? apa aku pernah menertawakanmu? apa aku pernah melakukan kesalahan padamu?” Luhan menarik nafas dalam “aku mungkin gila, entah apa yang menarik darimu, tapi aku rasa, aku menyukaimu”

Taeyeon mebelalakkan matanya kaget menatap Luhan “mwo?”

Luhan hanya terdiam dan memutar bola matanya kearah lain, asal jangan kearah taeyeon “mian, aku tak bermaksud”

“saat aku memejamkan mataku, yang ada disana adalah dirimu, aku bahkan sempat berfikir apa aku gila dan harus ke psikiater, tapi orang terdekatku bilang bahwa aku..menyukaimu” sambungnya dengan nada yang pelan.

Taeyeon tertawa sinis “omong kosong apalagi ini, apa ini trik baru? kau mendekatiku kemudian meninggalku, seperti mereka semua! jangan menambah penderitaanku. jadi kumohon padamu, menjauhlah dariku”

“apa aku terlihat sedang melakukan omong kosong? guyonan? godaan? aku tak tau siapa yang kau sebut mereka, satuhal! aku dan mereka tidak sama, tidak akan pernah sama karna aku tak akan meninggalkanmu karna aku menyukaimu”

Taeyeon terdiam “yakk kau jangan salah paham, aku kan cuman bilang aku menyukaimu sebagai.. ahh ya sebagai teman” sekatika udara yang sedikit canggung perlahan memudar “jangan ambil pusing perkataanku tadi, aku ini memang aneh, mian”

“aku tidak mau dicap sebagai yeojja murahan” suara yang sangat pelan nyaris berbisik itu berhasil masuk ke telinga Luhan.

“m…mwo? siapa yang bilang begitu? aku tidak bilang begitu!”

“orang orang bilang aku yeojja murahan karna berhasil membuat seorang Xi Luhan selalu berada didekatku, apa kau pernah mendengar kalimat itu? kurasa tidak!”

Luhan melongo menatap taeyeon dalam dan tertawa keras “aku bukan tipikal namja yang terkenal atau populer disekolah seperti didrama drama itu, sekalipun oemmaku sering memuji bahwa aku tampan tapi nyata nya tak seperti itu, aku bahkan belum pernah berkencan, dan aku juga tak ikut club sepak bola, basket atau apapun itu seperti Chanyeol, sekalipun teman temanku sering memaksaku untuk bergabung agar aku bisa terkenal tapi aku tidak mau! siapa yang bilang seperti itu? aishh jinjja!”

“kurasa seseorang yang menyukaimu. maka dari itu, jebal! jangan dekati aku!”

“aku tak peduli dengan orang yang kau sebut menyukaiku. keundae, waee? waeyeo? aku akan melindungimu jika kau mau jadi temanku”

“cukup jauhi aku!”

“shireo! aku tidak mau!”

“jebal Luhan-ssi!”

“apa hak mu memaksaku? Chingu? kau bahkan tak menganggapku temanmu! jadi lupakan!” Luhan berdiri dan segera mengikatkan tali yang sempat terputus dari Bongie

“aku pulang dulu, kajja bongie-ah” bongie hanya menatap taeyeon dalam seolah mengucapkan terimakasi dan berjalan mengikuti Luhan, yang akan membawanya pergi dari sini

“chakamman” Luhan yang baru 3 langkah berjalan berbalik menghadap asal suara itu

“chingu kajja” lanjut taeyeon, ia menundukkan wajahnya dalam dalam menatap ke sepatu sport nya tanpa menatap Luhan.

Luhan tersenyum hangat dan mengangguk cepat “jinjjayo? wahh jeongmal?”

***

Luhan memasuki rumahnya dengan senyum merekah yang tak pudar sedikitpun dari wajahnya. Luhan berjongkok dan mengelus kepala Bongie “aku akan mengajakmu jalan jalan dan memberikanmu makanan yang enak tanpa oemma memaksaku lagi,bongie-ah gomawo” bongie hanya manatap Luhan bingung

“omo omo, uri Luhan semakin akrab saja dengan bongie, bukankah saat kau akan melangkah keluar berjalan jalan tadi wajahmu benar benar kusut? apa yang terjadi?”

Luhan menggeleng dan berdiri “aniya oemma, aku kekamar dulu” setengah jalan menuju tangganya, luhan berbalik dan menatap oemmanya “oemma, aku titip bongie padamu, aku tidur dulu. jalja oemma, bongie-ah saranghae”

“anak itu benar benar aneh akhir akhir ini, apa aku harus membawanya ke psikiater?” pikiran yeojja paruh baya itu terhenti saat ponselnya berbunyi nyaring.

“yeoboseo Jeung Yie-ah, waeire? ne noona akan pergi ke China besok siang”

***

“aku tidak mau tau, bagaimanapun caranya kau harus berhasil membujuk taeyeon agar kembali ke China dan memulai homeschoolingnya disana, harus!” Kibum yang terduduk dengan tegapnya diatas kursi kejayaannya itu menatap lawan bicaranya sengit.

“keundae, hyung apa yang kau sembunyikan dari taeyeon?”

Kibum memutar kursinya kebelakang hingga ia tak bisa melihat lawan bicaranya lagi “oppseo, hyung mohon lay, bantulah hyung!”

Lay hanya terdiam dan mengangguk singkat “akan aku usahakan hyung, aku akan kembali ke China malam ini, annyeong hyung” Lay keluar dari ruangan Direktur Jigyeo Crop dan menutup pintu cepat.

“oeh? kau lay kan? temannya taeyeon?”

Lay menoleh dan mendapati namja dengan rambut lurus gondong sebahu menatapnya penuh senyum.

“ne, annyeonghaseo, neo nuguseoyo ahjussi?”

“mwoya? ahjussi? usiaku baru 26 tahun, tampangku tak setua dan sepantas itu kau panggil ahjussi” kalimat protes mengalir dari mulut namja itu “Heechul, Kim Heechul atau kau boleh memanggilku hyung karna sepertinya kau seumuran dengan taeyeon”

Lay membungkuk sopan “jusunghaeyo Heechul-ssi, apa kau mengenal taeyeon? karna kurasa selama ini aku tak pernah melihatmu didekat taeyeon”

Heechul tertawa “memang, karna aku bukan temannya. aku teman namja yang duduk di dalam ruangan ini” Heechul menunjuk pintu dimana Lay keluar tadi “kalau begitu, aku harus menemui temanku yang sombong itu dulu, Lay-ssi senang berkenalan denganmu, dan oh sampaikan salam ku pada taeyeon”

Badan Heechul menghilang dibalik pintu ruangan Kibum. Ia berjalan mendekati Kibum yang terdiam pada posisinya saat Lay meninggalkan ruangan ini.

“Hello my borther!” Heechul menepuk bahu Kibum pelan menyadarkannya dari lamunannya dan menatap Heechul binggung “kau baru datang? kali ini dari mana lagi kau berjalan jalan huh?”

“amerika, apa kau tak mau hidup sepertiku? hidup bebas kemanapun aku mau!”

“aku tidak mau!” jawab Kibum kesal, ini pertanyaan yang selalu dilontarkan Heechul jika ia habis berlibur.

“masih menjadi oppa yang dingin buat taeyeon?”

Kibum mengangguk lemah. “sampai kapan kau akan begini? boleh saja kau menyembunyikannya karna alasan keselamatannya tapi apa kau tak pernah memikirkan perasaan taeyeon?” perkataan Heechul berhasil membuat Kibum terohok “arra, kau selalu memikirkan perasaan taeyeon, bagaimana denganku?”

“akhiri saja semuanya, kau bisa menjaga tayeon dari orang orang itu, kolega bisnis almarhum appamu, pembunuhan itu atau apapun itu. aku rasa kau bisa menjaga taeyeon. apa kau tak lelah bersembunyi? aku tau kau menyayangi taeyeon hingga kau bersikap seperti ini, sekalipun ia anak appamu dari mantan kekasihnya tapi saat appamu membawanya kerumah saat ia berusia 2 tahun kau selalu menjaganya, kau merawatnya hingga kau tau kenyataan bahwa taeyeon akan dalam bahaya jika orang orang itu mengetahui keberadaannya dan kau mulai bersikap dingin saat usianya 11 tahun, karna kecelakaan itu, keutchi?”

Kibum berdiri kaget dan menutup mulut heechul dengan tangan tangannya kata lain membekap mulut namja itu “jangan bicarakan hal itu lagi atau kau tak akan pernah melihatku lagi!” ucap Kibum penuh dengan penekanan dan ancamannya kali ini sedikit membuat nyali Heechul ciut.

“arraseo arraseo, aishh tanganmu asin”

***

“taeyeon-ah, kenapa kau meninggalkanku? bukankah kita sudah berjanji akan berangkat bersama?” Luhan mempoutkan bibirnya berusaha menyesuaikan langkahnya dengan taeyeon.

“aku tak ingat” jawab taeyeon ketus dan mempercepat langkahnya memasuki sekolah, yah yeojja itu ingin cepat sampai ke kelasnya.

“yakk! geotjimal!”

Taeyeon hanya diam dan menundukkan wajahnya malu. bagaimana bisa tadi malam dia mengajak namja itu menjadi temannya? bukankah taeyeon tidak percaya pada seorang teman? percayalah, tadi malam yeojja itu merutuki mulutnya sendiri karna berbicara seenaknya pada Luhan. Dan sekelebat ingatan buruk tentang temannya saat ia di China menghantuinya, ingatan itu yang membuat taeyeon tenggelam sendiri didunia tanpa temannya. Sebelum Lay, menjadi Sahabatnya.

genggaman tangan di lengan Taeyeon berhasil membuat Taeyeon menghentikan langkahnya dan menatap Luhan dingin

“yeojja menyebalkan itu kembali lagi, mana Taeyeon yang tadi malam kutemui? cepat beritahu aku?!”

“jangan bodoh, Luhan-ssi”

Luhan menghela nafas kesal dan melepaskan tangannya dari lengan Taeyeon “istirahat nanti, makan siang bersama ku di kantin, dan aku tak mau ada penolakan keluar dari mulut… te.man.ku” Luhan beranjak pergi setelah berhasil mengeluarkan kalimat yang membuatnya bangga sendiri “Luhan-ah, kau cool sekali” Luhan tersenyum bangga memuji dirinya dan dapat didengar jelas oleh Luhan dengusan kesal dari mulut seorang Kim Taeyeon.

Luhan tersenyum sepanjang jalan menuju kelasnya saat Song seongsamnim memanggilnya, membuat Luhan terkejut dan hendak berlari menjauh tapi hati kecilnya berucap “kenapa kau lari? kau kan tidak terlambat?”

“ne, seongsamnim, ada apa?”

Song seongsamnim mencengkram bahu Luhan sedikit kuat “ohh ada apa seongsamnim? aku rasa aku tak melakukan onar lagi akhir akhir ini” Luhan tertawa awkward

“apa kau sibuk belakangan ini?”

Luhan mengerjabkan matanya polos. Ia jadi teringat saat ia menonton drama romance bersama oemmanya, dimana saat seorang namja menanyakan hal yang sama ditanyakan song seongsamnim kepada Luhan untuk mengajaknya berkencan?

“uhh! aku normal seongsamnim, aku tau wajahku ini cantik karna orang terdekatku sering bilang begitu tapi..” Luhan membungkuk singkat “aku tidak tertarik untuk kencan dengan anda”

Pletak

“kenapa anda memukul kepalaku?” protes Luhan saat tangan yang berada dibahunya melayang dan memukul kepala bagian belakangnya

“aku rasa ada yang sedikit koslet disini, aku tidak akan mengajakmu kencan!”

“lalu? kenapa menanyakan itu padaku?”

“aku sibuk akhir akhir ini, dan kau tau ada murid pindahan dari China, maksudku dia sudah beberapa bulan disini, tapi entah kenapa nilainya selalu menurun, aku heran padanya. dan ingin mengadakan tambahan pelajaran padanya. dia menyetujuinya. masalahnya selama 2 bulan kedepan aku akan disibukkan oleh acara pelantikan guru, hanya jam mengajarku yang tak terganggu”

Luhan menganggukan kepalanya paham “kau ingin aku memberimu semangat? baiklah! Song seongsamnim hwaiting!” Luhan mengepalkan kedua tangannya dihadap sang guru matematika.

“aku heran padamu, nilai akademikmu selalu tinggi tapi saat kau berfikir kau kemanakan otak akademikmu?” Song seongsamnim tampak geram menghadapi Luhan “kau gantikan aku mengajar murid itu”

“aku? tapi kenapa harus aku? aku juga punya kehidupan yang layak selain bersekolah seongsamnim” Luhan memasang wajah sedihnya “aku rasa aku harus menghidupi masa mudaku yang selalu suram” namja itu kembali mendramatisi kalimatnya

Song seongsamnim menepuk keningnya frustasi “aku rasa aku sudah gila berbicara denganmu, lebih baik aku suruh kyungsoo mengajari kim taeyeon”

mendengar nama taeyeon, Luhan menahaan tangan song seongsamnim yang akan berlalu “kim taeyeon?” ulang luhan

“iya, kim taeyeon, yeojja pendiam yang mendapatkan nila..”

“baiklah seongsamnim, karna aku menyayangimu sebagai guru idolaku maka dengan ini aku akan menerima tugasku untuk mengajar tambahan kepada yeojja yang bernama Kim Taeyeon”

Song seongsamnim berdalih melihat koridor sekolah yang mulai sepi “apa kau kerasukan? bukankah kau tadi bilang ‘ aku rasa aku harus menghidupi masa mudaku yang selalu suram’ matcho?”

Luhan tersenyum kikkuk “jangan sungkan, aku akan membantu anda seongsamnim”

“arraseo, pelajaran tambahannya dimulai saat nanti pulang sekolah, dan kau harus memastikan kim taeyeon mengerti, arraseo?”

“arraseo” Luhan lagi lagi tersenyum manis melihat punggung song seongsamnim menjauhinya ” aku rasa kau sudah membantu menghidupi masa mudaku yang selalu suram, menjadi berwarna seongsamnim” gumam Luhan.

“LU HAN, APA YANG KAU LAKUKAN DIKORIDOR? JAM PELAJARAN SUDAH DIMULAI 8 MENIT YANG LALU, CEPAT KEKELAS”

luhan tersentak kaget mendengar teriakan guru piket “ahh song seongsamnim, kau membuatnya suram lagi” dengan cepat Luhan berlari melewati koridor ini menuju kelasnya. Hingga….

Bruk.

Belum sampai dikelasnya namja itu berhenti berlari saat melihat seorang yeojja yang terduduk dihadapannya. ani yeojja yang barusan ditabraknya hingga yeojja itu terduduk dengan posisinya sekarang.

“aihh kenapa aku begitu bodoh dan apa ini? lagi lagi menabrak seorang yeojja?” batin Luhan kesal

Luhan mengulurkan tangannya membantu yeojja ini berdiri “mian, aku tidak sengaja!”

“gwenchana! oeh? kau Luhan kan? anak kelas 12 A?” Luhan mengangguk bingung dengan ekspresi ‘dari-mana-kau-tau-nama-ku-?’

“ahh aku sering melihatmu dan mendengar namamu disebut oleh Chanyeol sunbae, siapa yang tidak tau Chanyeol sunbae dari kelas mana dan kau sahabatnya kan? Chanyeol-sunbae sangat terkenal” yeojja itu tersenyum manis yang entah kenapa membuat Luhan sedikit merinding “jinjja? kalau begitu gomawo, na kalke!” Luhan tersenyum canggung menanggapi dan hendak melanjutkan langkahnya berlari saat yeojja itu menahan lengan kanannya.

“Chamkammanyeo sunbae” Luhan berbalik dan menatap yeojja itu jengah, jujur saja ia sudah terlambat masuk ke kelas dan nanti pasti song seongsamnim akan memarahinya lagi dan akan mencapnya sebagai murid yang bersikap dibawah rata rata.

“joneun Kim NaNa imnida! senang berkenalan denganmu Luhan Sunbae

***To Be Continued***

Annyeonghaseo^^ saya author baru disini. Maaf baru sempat memperkenalkan diri di Chapter 2 ini karna di chapter pertama saya agak sedikit binggung dengan pengiriman ffnya hehe. And thank’s to Admin yang udah mau post ff saya yang aneh gaje bin ngambang ini, jeongmal gomawoyo πŸ˜€ terimakasih banyak buat para readers yang menyempatkan waktunya yang sangat berharga untuk membaca ff aneh saya ini dan percayalah sekalipun saya tak membalas komentar kalian tapi saya tetep baca komentar kalian dari yang paling pendek sampai yang paling panjang, khamshamida *bow *hug *kisskiss

Dan mengenai ff, bagaimana? Sudah panjang atau belum? Ini sudah dua kali lebih panjang dari yang chap 1 #behh. Kalo deskripsiannya masih ngambang maafkan author karna author hanya ingin sedikit bertele-tele dengan ff ini *ketawaevil. Entar kalo langsung tothepoint nanti dibilang alurnya kecepetan *hehe. Jadi alurnya skrg gimana? Masih cepet, atau terlalu lambat? Atau mungkin memang ceritanya yang gabagus kali ya? :’) Buat yang request Luhan-nya jadi Gentleman, badboy sama prevert itu ada di chapter belakangan πŸ˜‰ buat masih yang belum ngerti sama ceritnya, ikutin aja pelan pelan entar juga ngerti -_- buat yg ga suka sama karakter taeyeon, maaf author ga bisa berbuat apa apa lagi.

Waduhhh, kepanjangan nih cuap cuapnya, mian πŸ˜€ sebenernya ni ff udh siap sampe chap 4, semakin banyak komen semakin semangat saya buat ngelanjutinna. Kritik dan saran kalian adalah segalanya. Gomawo *HUG *KISSKISS

Advertisements

90 comments on “[FREELANCE] Moonlight (Chapter 2)

  1. Oke, nana nyebelin banget.. Taeyeon kasihan banget ya ampun.. Pokoknya pensaran deh sama kelanjutannya. Fightingg!!

  2. Duh keknya konflik baru akan dimulai nihh ahh penasaran bgt Taeng dingin amat ya sama Luhan tpi mereka tuh cocok omaigat aku suka bgt okee author jangan lama nee buat next chap keep writing and Fighting!!! ^^

  3. keren thorrr…
    luhan pantang menyerah ya,,,
    ternyata kibum lakuin itu semua demi ngelindungin taeyeon..
    sad,,,,
    next dtggu figtaeng!!

  4. waahhhh daebakkkk ini keren ceritanya ringan menarik n lucu,walau blm ada moment yg terlalu tapi ini keren bgt feelnya udh berasa bgt deh..
    next chaptnya ditunggu bgt ya..

  5. jadi dulu Ki Bum sama Taeyeon dekat.. terus gegara masalah apasih jd menjauhi Taeyeon? masih rada-rada bingung.. dann, siapa tuh Kim Nana #keingatKillMeHealMe sukses deh bikin kesal.. next chap keep writing πŸ™‚

  6. Suka banget ma karakter luhan di sini .. Kyaaa !!!!!! O.o trnyata Kibum dingin bngt ma taeng karna ada alasan nya tohh …. Kim Nana menyebalkannnnnnn >.<" . Aishh .. Taeng hwaiting ! Luhan hwaitingg !! Next ditunggu

  7. Omo omo! Ada apa dgn kimbum ? Nana udh ktemu luhan. Tidakkk #alay
    taeng mau dpindahin ke china ? Trus luhan ?
    Dtnggu next chap!
    FIGHTAENG!

  8. Woh, seru. Entah yang dimaksud heechul it apa sih? Trus kim Nana nyebelin bgt. Hwaitting taeyeon onnie.. Lanjut thor seru

  9. giliran denger nama KIM TAEYEON aja langsung zig zag bilang IYA. tadinya disuruh gmw. suka sm karakter luhan disini. ceplas ceplos dan sedikit songong hha..
    dan untuk taeng, ksian banget nasib mu disini mbak ku.. 😦

    next chap di tunggu. FIGHTING !!! πŸ˜€

  10. Kasiam taeng mesti dijauhu temen” nyaa, hua suka sama karakter luhan disini thor yg dontcare sama omongan orang” huaa, nana ya yg nyebarin gosip? Ahh pembuat onarπŸ˜₯ ahh sebenernya kimbum peduli sama taeng tp kenapa sikapnya gitu thorr? Taeng jangan dingin” ya sama luhan^^ okaayy ditunggu buat next chapternya thor hwaiting neeπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’• (maaf baru komen heheheh)

  11. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

  12. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  13. asli laa luhan dan song seonsaengnim kocak bangett hahaha
    suka sama karaktet lulu disini..
    ahh jd kangen luhann..
    ternyata kibum oppa baik, tp kasian taeyeon klo diomongin ky gtu terus, apalagi nana ikut2an..
    Ahhh belum soojung yg ternyata naksir luhan jg yaa. .
    emhh setuju nii, konflik nya emg lumayan ribet..
    Lanjut baca dh klo gtu hehe

  14. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  15. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

  16. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 7) | All The Stories Is Taeyeon's

  17. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 8) | All The Stories Is Taeyeon's

  18. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 9) | All The Stories Is Taeyeon's

  19. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 10) | All The Stories Is Taeyeon's

  20. Pingback: [FREELANCE] Moonlight (Chapter 11) | All The Stories Is Taeyeon's

  21. bukannya gak ngerti ceritanya tapi masih penasaran kenapa kibum dingin sama taeyeon. apa yang kibum sembunyi kan. izin baca chap 3. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s