[FREELANCE] Werewolf and Vampire Who Loves Me (Chapter 3)


Werewolf and Vampire Who Loves Me (Chapter 3)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Chaptered

Genre: Fantasy, Romance, School-life, Friendship

Main Cast: Kim Taeyeon, Park Chanyeol, Kris Wu

Other Cast: Tiffany, Jessica, Baekhyun, Sehun, Kai, Luhan, Nichkhun, find.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: hyunji Art Fantasy (artfantasy1st.wordpress.com)

Happy reading^^

Preview: Chapter 1, Chapter 2

Kris berjalan perlahan menuju Taeyeon yang saat ini sedang duduk didepan meja belajarnya. Kris mengunjungi Taeyeon bermaksud menanyakan perasaan gadis itu padanya. Namun entah mengapa Kris justru memilih melesat dan langsung ke balkon kamar Taeyeon, yang beruntung saat ini gadis itu sama sekali tidak mengunci kaca geser besar yang menghubungkan antara kamar dan balkon. Dan jangan tanyakan bagaimana Kris bisa tau dimana letak kamar Taeyeon, karena sejak mengetahui keberadaan gadisnya Kris sangat protective dengan terus mengawasi Taeyeon. Tentu dengan mengandalkan kekuatan yang dimilikinya.

Kris saat ini masih terus melangkah dimana Taeyeon berada. Aneh. Gadis itu seperti tengah melamunkan sesuatu, bahkan sama sekali tak menyadari keberadaan Kris dibelakangnya. Dan sialnya, Kris sama sekali tak bisa membaca pikiran gadis itu. Biasanya Kris akan sangat mudah membaca pikiran ‘Manusia’, namun untuk Taeyeon kali ini, entah mengapa pria tinggi ini seolah sama sekali tak bisa memasuki pikiran Taeyeon. Ahh ya, Kris ingat, beberapa tahun yang lalu Mama (Pemimpin terbesar golongan Vampire) pernah mengatakan padanya bahwa ‘Jika kau mencintai seseorang dengan tulus, maka kau tak akan bisa membaca pikirannya, walaupun dia hanya orang biasa.’ Mungkin itu alasannya.

Tinggal 1 langkah lagi maka Kris sudah benar-benar mencapai tempat Taeyeon berada. Dan..

Grepp

Pria itu memeluk Taeyeon dari belakang. Kris bisa merasakan bahwa gadis itu sedikit terasentak, namun saat menatap dirinya lewat bahu gadis itu sendiri, Kris dapat mendengar panggilan lirih gadis itu.

“Oppa.?”

“Hmm.?”

Taeyeom tersenyum mendengar gumaman Kris. Taeyeon dengan perlahan menurunkan lengan kokoh Kris yang melingkari bahunya dan berdiri menghadap pria tinggi itu.

“Oppa.?” Panggil Taeyeon lagi seolah tak percaya jika namja yang ada dihadapannya ini adalah Kris.

“Kenapa.?”

“Aku tak percaya jika ini oppa. Aku bahkan tak melihat oppa masuk kamarku. Apa tadi oppa bertemu dengan appa, eomma dan Nichkhun oppa.? Ahh aku ingat, tadi Nichkhun oppa pulang dengan Fany, aku yakin jika saat ini oppa belum pulang. Jika mereka berdua sudah bersama seperti itu pasti akan sangat lama. Huh, menyebalkan.” Celoteh Taeyeon dengan mempoutkan bibirnya pada akhir kalimat.

Kris terkekeh kecil melihat Taeyeon yang masih sama seperti saat mereka kecil dulu. Sangat banyak bicara. Tapi tidak pada semua orang Taeyeon bersikap seperti itu, Taeyeon hanya akan seperti itu pada orang yang dipercaya dan disayanginya. Dan apakah ini sebuah pertanda baik bagi seorang Kris Wu.?

“Sudah.?” Tanya Kris dengan tangan mengusap pipi kiri Taeyeon menggunakan telapak tangan besarnya.

“Ne.?” Taeyeon berbalik bertanya dengan tatapan polosnya hingga membuat Kris mengusak puncak kepalanya.

“Tak apa. Diluar udara sangat sejuk, apa kau tak mau keluar.?”

“Benarkah.? Ahh, aku terlalu memikirkan program kerjaku dengan Suho. Baiklah, kajja.”

Taeyeon dengan antusias menarik tangan Kris membawa pria itu ke balkon kamarnya. Taeyeon merentangkan tangannya dengan begitu nyaman saat udara malam menyapu lembut seluruh tubuhnya.

“Kau benar oppa, udaranya sangat sejuk, ditambah lagi sedang bulan purnama.” Ucap Taeyeon dan membawa Kris duduk dilantai balkonnya. Walau disana ada beberapa kursi, tapi Taeyeon lebih suka duduk dilantai bersebelahan dengan Kris.

“Kau suka purnama eo.?”

Taeyeon mengangguk semangat  mendengar pertanyaan Kris. Sementara pria itu sendiri kini masih terus memandang wajah Taeyeon. Jangan ditanyakan seberapa cantiknya gadis itu saat ini, Kris sendiri pun tak bisa menjelaskannya. Rambutnya yang panjang tergerai dibiarkan berterbangan karena angin yang terus berhembus disekitar mereka, wajah putih polos bak seorang bayi yang nampak semakin indah karena cahanya bulan yang saat ini berbentuk bulat penuh itu. Sungguh, Kris tak akan berhenti mengagumi kecantikan Taeyeon yang sangat alami itu.

“Oppa.?”

Panggilan Taeyeon membuat Kris sadar dari lamunannya, namun sama sekali tak mengalihkan tatapannya dari wajah cantik milik Taeyeon.

“Aku ingin menanyakan sesuatu.” Sambung Taeyeon, “Bukankah oppa 2 tahun lebih tua dariku, mengapa sekarang oppa justru sekelas denganku.?”

“Kenapa.? Kau tak suka eoh.?” Kris balik bertanya.

“Bukan seperti itu, aku hanya bertanya saja. Apa oppa marah padaku.?” Tanya Taeyeon dengan tatapan menyesal. Sungguh, gadis itu takut jika Kris tersinggung karena partanyaannya.

“Aigoo, ada apa dengan wajahmu.?” Goda Kris tak lupa dengan kerlingannya.

“Oppa~”

“Kekeke~ Aku hanya bercanda. Aku memang memilih satu angkatan denganmu, agar saat upacara kelulusan tahun depan kita bisa melewatinya bersama, dan semakin beruntung karena aku bisa satu kelas denganmu.” Jelas Kris lebih panjang dari pada biasanya.

“Ahh, berlebihan oppa. Seharusnya kau sudah lulus 1 tahun yang lalu.”

“Apa salahnya.? Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang kuingingkan.” Jawab Kris dan mendekat pada Taeyeon kemudian memeluk gadis itu dari samping.

Taeyeon yang merasakan pelukan Kris lantas tersenyum dan membalas pelukan pria itu. Taeyeon menyamankan kepalanya pada dada bidang Kris berharap bisa mendengar detak jantung pria itu yang akan membuatnya nyaman. Tapi tunggu, Taeyeon sama sekali tak bisa mendengar detak jantung Kris. Bahkan saat gadis itu menggunakan tangannya untuk meraba dada Kris pun dirinya masih tak bisa merasakan atau mendengar detak jantung Kris. Tak mungkin ‘kan jika kita sudah menempelkan telinga kita tepat diamana jantung berada masih tak bisa mendengar suara detak jantung tersebut. Ini mustahil.

Sementara Kris sendiri sama sekali tak menyadari jika Taeyeon tengah berusaha mencari detak jantungnya yang memang tak ada itu. Kris hanya merasa bingung karena tangan Taeyeon tengah meraba dadanya. Tak mungkin ‘kan jika Taeyeon tengah menggoda nya.? Oh ayolah, Taeyeon masih polos untuk mengetahui hal-hal seperti itu.

“Taeyeon!”

Suara bass milik Kris kembali terdengar bersamaan dengan usapan lembut dipipi Taeyeon. Gadis itu memejamkan mata menikmati jari-jari Kris yang masih membelai pipinya. Gadis itu bahkan melupakan masalah detak jantung tadi.

“Ada apa hm.?”

Taeyeon mendongak dan menggelengkan kepalanya. Menatap Kris dengan tatapan polosnya.

“Apa kau merindukan oppa.?” Tanya Kris masih dengan kepala menunduk untuk menatap Taeyeon yang terlihat nyaman di dada nya.

“Tentu saja. Saat aku tau bahwa oppa hilang diperkemahan, aku langsung menangis berhari-hari, bahkan aku juga sama sekali tak mau memakan apapun hingga jatuh sakit. Dan saat itu eomma sangat mengkhawatirkan ku. Bahkan ahjumma Wu juga ikut mengkhawatirkan ku. Aku jadi malu, seharusnya aku menenangkan ahjumma Wu yang saat itu juga pasti sangat sedih, bukan ahjumma Wu yang menenangkanku.”

“Se-khawatir itukah.?”

“Hmm.. Lalu, bagaimana keadaan ahjussi dan ahjumma Wu sekarang.? Apa beliau masih di China.?”

Kris sedikit tercekat mendengar pertanyaan Taeyeon. Pria itu bahkan sama sekali tak memiliki niat untuk kembali menemui keluarganya disaat dirinya yang saat ini berstatus sebagai Vampire. Bagaimana cara Kris menjelaskan pada Taeyeon jika seperti ini.?

“Ahh, ne… mereka masih di China.” Jawab Kris sedikit gugup.

“Lalu mengapa oppa di Korea.? Apa oppa tinggal sendiri.? Dimana.?”

“Bukankah sudah jelas alasan oppa ke Korea adalah untuk bertemu denganmu. Dan oppa tidak tinggal sendiri. Oppa dan Luhan membeli sebuah apartemen.” Jelas Kris.

“Luhan.? Ahh, namja cantik yang tadi bersama oppa.?”

“Dia tidak cantik Taengoo, dia tampan, dan sedikit imut.”

“Tidak-tidak, walau aku baru bertemu dengannya, tapi aku bisa melihat bahwa dia itu cantik dan sangat imut. Bahkan sepertinya aku kalah imut dari dia.” Ungkap Taeyeon dan lagi-lagi mempoutkan bibirnya.

“Tidak, kau tetap yang terbaik. Tak ada yang bisa menyaingi ke-imutanmu, termasuk Luhan sekali pun. Jadi jangan seperti itu lagi.”

“Benarkah.?” Tanya Taeyeon dengan mata berbinar dan dibalas anggukan dari Kris.

“Aku menyayangimu oppa.” Ucap Taeyeon jujur dan mengeratkan pelukannya pada pinggang Kris.

“Oppa juga menyayangimu.” Jawab Kris dan juga semakin mengeratkan pelukannya pada Taeyeon.

****

Malam ini adalah malam bulan purnama. Dan bisa dibilang malam ini adalah puncaknya bagi para Werewolf untuk mencari mangsa. Tak terkecuali bagi Chanyeol dan Kai. Kedua Werewolf itu kini tengah melesat menuju hutan untuk mencari mangsa. Bahkan keduanya sudah tak berwujud manusia lagi, kini mereka sudah berwujud sebuah serigala besar dengan bulu yang lebat. Tak lupa taring yang sudah siap mengoyak daging yang akan menjadi santapan mereka malam ini. Namun keduanya tak yakin akan mendapat santapan malam ini. Mengingat mereka yang baru saja menginjak permukaan bumi. Tapi bagaiman pun keadaannya mereka harus mendapat apa yang mereka inginkan.

Tetapi sebelum mereka benar-benar kehilangan kendali, kedua Werewolf itu melesat masuk begitu dalam ke hutan. Tak mau mengambil resiko bertemu dengan manusia saat mereka kehilangan kendali. Tak dipungkiri, suara lolongan pun tak luput dari keberdaan Chanyeol dan Kai. Walaupun mereka sudah masuk terlalu jauh kedalam hutan, tetapi suara lolongan itu tentu masih terdengan bagi para manusia. Walaupun begitu, Chanyeol dan Kai sudah sangat tak perduli karena mereka memang sudah benar-benar kehilangan kendali.

****

Kris dan Taeyeon masih duduk dilantai balkon dengan keadaan yang berpelukan persis seperti tadi. Suasana yang mendukung membuat keduanya enggan untuk beranjak dari posisi seperti ini. Bertahun-tahun tak bertemu membuat keduanya benar-benar tak ingin berpisah begitu saja.

“Oppa.!”

“Hmm.?”

Kris kembali menunduk untuk menatap Taeyeon yang saat ini juga tengah menatapnya.

“Tadi oppa belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana oppa bisa masuk kamarku.? Bahkan aku sama sekali tak menyadari saat oppa membuka pintu kamarku.”

“Oppa tidak lewat pintu Taeng, oppa melompati balkon ini.” Jelas Kris singkat.

“Bagaimana oppa bisa melompati balkon ini.? Ini sangat ting-”

AAUUU~

Secara refleks Taeyeon mencengkeram kaus Kris pada bagian dada saat mendengar lolongan tersebut. Wajahnya pun mendadak pucat pasi, baru kali ini Taeyeon mendengar lolongan serigala -mungkin- selama 17 tahun hidupnya. Dan gadis itu sama sekali tak pernah membayangkan akan mendengar hal-hal seperti ini.

“Op.. paa..” Ucap Taeyeon bergetar dan semakin kuat mencengkeran kaus Kris. Selain karena lolongan tersebut, entah mengapa angin juga berhembus semakin kencang dari sebelumnya.

“Tenang saja, jangan takut eo. Ada oppa disini. Sebaiknya kita masuk sekarang, sudah semakin malam dan sebaiknya kau segera tidur.” Ucap Kris dan memegang bahu Taeyeon mengajak gadis itu masuk kamarnya.

Kris sebenarnya berdecak dalam hati karena lolongan tersebut. Tak dipungkiri bahwa Kris sudah memperkirakan hal ini sebelumnya saat menyadari bahwa malam ini adalah malam bulan purnama. Dan Kris juga tau bahwa itu adalah perbuatan Chanyeol dan temannya yang entah siapa namanya Kris tak tau. Kris akui bahwa lolongan tersebut bisa dibilang mengerikan, bahkan Taeyeon yang biasanya sama sekali tak terpengaruhi hal-hal seperti itu dapat terpengaruhi olehnya.

Taeyeon masih setia menempel pada Kris saat namja itu menutup kaca besar penghubung antara balkon dengan kamar. Setelah memastikan kaca tersebut tertutup dengan sempurna, Kris segera membawa Taeyeon menuju ranjangnya. Dan Taeyeon menggunakan lengan Kris sebagai bantalan untuk dirinya. Jangan tanyakan mengapa Taeyeon seperti ini. Selain karena dirinya takut, sedari kecil memang Taeyeon sangat sering tidur bersama Kris. Taeyeon sangat tak kuat dengan hawa dingin, walaupun gadis itu sudah menyalakan penghangat ruangan, tetap saja gadis itu merasa dingin. Dan saat itu Kris datang dan memeluk dirinya saat tidur hingga gadis itu sama sekali tak merasa kedinginan.

Kris tau jika Taeyeon masih takut, terlihat dari gerakan gadis itu yang masih kaku. Pria dengan tatapan tajam itu mengarahkan tangannya untuk membelai rambut panjang Taeyeon.

“Tak usah takut.” Ucap Kris saat lolongan tersebut kembali terdengar.

“Apa oppa akan menginap.?”

“Tidak, oppa hanya akan disini sampai kau tertidur.”

“Oppa.?”

“Hmm..”

“Kau masih belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana oppa bisa melompati balkon tinggi itu.? Dan saat pertama kali kita bertemu, aku sangat yakin jika oppa melakukan teleportasi. Bagaimana oppa bisa melakukan itu semua.? Apa oppa memeiliki kekuatan super.”

Kris kembali terdiam saat mendengar pertanyaan Taeyeon. Baik, untuk kali ini Kris akan jujur tentang jati dirinya yang sebenarnya. Mempercayai Taeyeon bukan suatu masalah besar ‘kan.?

“Apa kau percaya adanya Vampire.?”

“Aku memang sering membaca cerita tentang Vampire, dan biasanya jika ada Vampire juga akan ada Werewolf. Tapi aku tak percaya jika di dunia ini masih ada Vampire dan Werewolf. Wae.?”

“Kau salah Taeyeon. Karena sebenarnya di dunia ini memang ada Vampire dan Werewolf.” Ucap Kris dengan nada lirih namun masih mampu didengar Taeyeon.

“Apa maksud oppa.?”

Kris tak menjawab pertanyaan itu. Pria itu memilih memejamkan mata dan meninggalkan tanda tanya besar dalam otak Taeyeon. Namun tak lama, Kris kini sudah membukan matanya.

Taeyeon terkejut. Tentu saja, mata Kris kini sudah berubah berwarna merah darah. Dan oh, jangan lupakan taring panjangnya yang juga mulai keluar melewati kedua belah bibir Kris.

Taeyeon mulai merangkak mundur menghindari Kris. Pikiran gadis itu kini mulai menerka apa yang sebenarnya terjadi. Namun Kris tak membiarkan hal itu terjadi. Kris menggenggam tangan Taeyeon hingga gadis itu tak bisa menghindarinya.

“Tak usah takut. Oppa tak akan melukaimu.” Ucap Kris sambil berusaha memeluk Taeyeon agar lebih tenang.

“Ba..bagaimana bisa.?” Tanya Taeyeon dengan suara bergetar.

“Ceritanya panjang. Tapi seperti inilah aku yang sebenarnya. Aku adalah Vampire. Dan dengar Taeyeon! Jangan sekali-kali menceritakan hal ini pada teman-temanmu, jika tidak, kau akan tau akibatnya.” Jelas Kris dengan nada mengancam pada akhir kalimatnya.

“Aku tidak mau. Katakan! Siapa kau sebenarnya.? Kau bukan Kris oppa ‘kan.? Tidak, Kris oppa adalah manusia, bukan Vampire sepertimu.” Ucap Taeyeon sambil meronta minta dilepaskan dari pelukan Kris.

“Tidak Taeyeon. Ini memang oppa. Hal ini terjadi saat oppa hilang diperkemahan dulu. Ceritanya sangat panjang dan kau mungkin tak akan bisa mengerti semua ini. Tapi dengar, dengan keadaan oppa yang seperti ini, oppa yakin akan lebih mudah melindungimu dari dunia luar. Dunia luar saat ini sangat berbahaya untuk gadis sepertimu. Jadi oppa mohon, untuk kali ini saja kau percaya dengan yang oppa katakan.” Jelas Kris.

“Tapi-”

“Tak ada tapi-tapian. Yang pasti mulai sekarang hingga seterusnya kau akan aman dalam perlindunganku. Lebih baik sekarang kau tidur, ini sudah sangat malam.” Perintah Kris dengan keadaan yang sudah kembali seperti manusia pada umumnya.

“Apa oppa akan melindungiku.?” Tanya Taeyeon sambil mendongak untuk menatap Kris, dan mulai menerima kenyataan bahwa Kris yang sebenarnya adalah Vampire.

“Tentu saja, oppa akan terus melindungimu sampai kapanpun.” Jawab Kris dengan tangan yang terus mengusap rambut Taeyeon.

Gadis itu hanya bisa mengangguk. Taeyeon menyamankan posisi dalam dekapan Kris untuk segera tidur. Tak lupa sebuah kecupan manis yang Kris berikan sebagai pengiring tidurnya.

Kini Taeyeon sudah benar-benar berada di alam bawah sadarnya. Sementara Kris kini hanya menatap wajah Taeyeon saat tengah tertidur. Bahkan Kris melupakan niatnya kemari untuk menanyakan perasaan Taeyeon. Yeah, Kris terbawa suasana.

****

Pagi ini seperti pagi-pagi sebelumnya. Taeyeon berjalan berdampingan dengan Jessica dan juga Tiffany masih tetap dikuntiti oleh Baekhyun dan Sehun. Namun tak lama karena dibelokan koridor mereka bertemu dengan Chanyeol dan Kai.

“Annyeong yeorobun.” Sapa Kai dan dibalas dengan sangat antusias oleh mereka semua terutama oleh Jessica.

“Mau ke kelas bersama.?” Tanya Kai pada Jessica.

“Tentu saja.” Jawab Jessica semangat dan langsung mengalungkan tangannya pada lengan kekar milik Kai. Sebelum meninggalkan teman-temannya, Jessica menyempatkan diri mengedipkan matanya pada Taeyeon dan dibalas seringai tipis oleh gadis itu.

“Mereka melangkah sangat cepat.” Ucap Taeyeon setelah Kai dan Jessica sudah tak terlihat.

Tiffany mengalihkan tatapannya pada Taeyeon saat mendengar ucapan gadis itu. Gadis ber-eyesmile itu membuka mulutnya bersiap menanyakan sesuatu pada Taeyeon.

“Apa maksudnya.?”

Oh tidak, itu bukan pertanyaan dari Tiffany, tapi pertanyaan itu keluar dari bibir tipis Baekhyun. Ah, hal itu membuat Tiffany menggerutu dalam hati.

“Mereka sepertinya saling suka.” Kini Chanyeol yang membuka suaranya.

“Siapa.? Sica dan Kai.?”

“Bagaimana bisa.?”

“Bukankah itu terlalu cepat.?”

“Sejak kapan mereka saling tertarik seperti itu.?”

“Bukankah mereka baru bertemu kemarin.?”

Pertanyaan itu terus meluncur secara bertubi-tubi dari Tiffany, Baekhyun dan juga Sehun.

“Akh, kalian ini banyak tanya sekali eoh.? Bagaimana jika kita mengintip apa yang mereka lakukan di kelas.?”

Oh, bukan menjawab pertanyaan dari teman-temannya, Taeyeon justru memberi sebuah ide gila pada yang lainnya. Sepertinya sifat jahil Taeyeon sudah mulai kambuh. Bahkan Chanyeol dibuat cengo karena sifat Taeyeon yang berbeda dari kemarin. Bukankah kemarin Taeyeon terlihat seperti gadis anggun yang tidak banyak tingkah, tetapi mengapa hari ini menjadi gadis yang seperti dipenuhi oleh ide-ide gila.? Diam-diam Chanyeol tersenyum dalam hati saat mengetahui sifat asli Taeyeon yang sebenarnya sangat menggemaskan itu.

Secara perlahan mereka berlima mulai melangkah menuju kelas dan berhenti untuk melihat dari jendela kelas mereka. Memang keberadaan mereka ini tak disadari oleh Jessica dan Kai, tapi tatapan eneh dari pada siswa yang lewat di koridor samping kelas mereka. Ayolah, mereka terlihat seperti maling saat ini.

Tapi mereka tak peduli dengan tatapan aneh siswa itu, mereka sudah terlalu terpaku pada Jessica dan Kai. Lihatlah, saat ini Kai dan Jessica duduk berhadapan dengan Jessica yang terlihat tersenyum malu terlihat dari rona merah muda yang menghiasi pipi putih gadis barbie itu, dan jangan lupakan tangan Kai yang mengusak puncak kepala gadis itu. Mereka semua tak sadar memekik perlahan sebuah kata ‘Wow!’
Bahkan kini Chanyeol juga terlihat mulai terbiasa dengan kebiasaan Taeyeon dan kawan-kawan.

Saat sedang larut dengan pemandangan KaiSica, Taeyeon harus dibuat terkejut saat seseorang dengan tiba-tiba menarik lengannya untuk menjauh dari jendela kaca samping kelas.

“Oppa!” Panggil Taeyeon saat menyadari Kris tengah menatapnya dengan tatapan datar, masih dengan tangan pria itu yang menggenggam lengannya.

“Apa yang kau lakukan.?” Tanya Kris masih dengan tatapan dinginnya, namun kini tangan pria itu sudah tidak lagi menggenggam lengan Taeyeon.

Taeyeon tak langsung menjawab pertanyaan Kris, gadis itu kini lebih memilih menatap Luhan yang berdiri dibelakang Kris. Tatapannya sama dengan Kris. Datar.

“Aku tak melakukan apapun, aku hanya mengintip temanku yang ada dikelas.” Jawab Taeyeon sambil menatap teman-temannya yang masih setia menatap KaiSica di kelas -tak sadar jika Taeyeon ditarik seseorang-. Kecuali Chanyeol yang tengah menatapnya dengan tatapan yang… tidak suka. Mungkin.

Taeyeon sejenak melempar senyum manisnya pada Chanyeol dan dibalas tak kalah manis oleh pria jangkung itu. Namun tatapan pria itu kembali terlihat tak suka saat bertemu pandang dengan Kris.

“Itu tidak penting. Sebaiknya kita segera masuk kelas.” Ucap Kris dan bersiap untuk kembali menarik lengan gadis itu, namun Taeyeon segera menahannya.

“Tidak oppa, aku masih ingin bersama teman-temanku.” Tolak Taeyeon dan menurunkan tangan Kris yang berada dilengannya.

“Tidak, kau harus menurut pada oppa.”

“Maaf aghasi, tapi sepertinya anda tak bisa memaksa kehendak seseorang seperti itu, bukankah setiap orang memiliki privasi masing-masing.” Ucap Chanyeol yang tiba-tiba sudah berada diantara Taeyeon dan Kris.

Kris memandang remeh pada Chanyeol kemudian berkata, “Apa hakmu mengatakan itu eo.? Memang kau apanya Taeyeon.?”

“Aku adalah temannya. Dan sebagai teman, aku memiliki kewajiban untuk menjaga Taeyeon.”

“Teman.? Bagaimana jika aku berkata bahwa aku adalah kekasih Taeyeon.?” Tanya Kris dengan nada menantang.

Chanyeol terdiam, jadi Kris selama ini berpacaran dengan Taeyeon.? Sejak kapan.? Ouh, berbagai pertanyaan seketika muncul dalam otak Chanyeol.

Pria jangkung itu menunduk untuk menatap Taeyeon yang umtuk saat ini juga tengah menatapnya. Terlihat gadis itu yang menggeleng keras.

“Tidak. Aku memang mengenal Kris oppa sejak kecil, tapi aku tak berpacaran dengannya. Aku hanya menganggap Kris oppa sebagai oppa keduaku setelah Nichkhun oppa.” Jelas Taeyeon cepat sambil menatap Chanyeol. Terlihat sekali bahwa gadis itu tak mau Chanyeol salah paham akan hubungannya dengan Kris.

Kris diam-diam meringis dalam hati. Ucapan Taeyeon barusan seperti mengatakan bahwa gadis itu sudah tak menyukainya lagi. Dan, sedekat itukah hubungan Taeyeon dan Chanyeol hingga gadis itu terlihat tak ingin membuat Chanyeol salah paham. Sikap Taeyeon ini bahkan terlihat seperti dirinya tengah memiliki hubungan khusus dengan Chanyeol.

Kris menolehkan kepalanya kebelakang untuk menatap Luhan yang masih setia berdiri dibelakangnya. Kris terlihat seperti mengatakan sesuatu pada Luhan lewat tatapannya.

Tak lama, Luhan terlihat berjalan kearah mereka bertiga dan mendorong pelan tubuh Chanyeol hingga menjauh dari Taeyeon. Dan disaat yang bersamaan, Kris menarik Taeyeon memasuki kelas mereka.

Sementara Chanyeol yang tadi memang tengah beradu pandang dengan Taeyeon sama sekali tak sadar jika tubuhnya telah terhuyung kebelakang karena dorongan dari Luhan. Kini Chanyeol hanya bisa menggerutu dalam hati saat Taeyeon sudah berada dalam kelas bersama dengan Kris dan Luhan.

“Sial.”

****

06.00 PM

Taeyeon berjalan dengan langkah gontai dan raut muka yang terlihat kusut dan kelelahan. Gadis itu baru saja keluar dari ruangan Kang Saem bersama dengan Suho. Sebenarnya Taeyeon sudah pulang sejak 2 jam yang lalu. Namun karena dirinya dan Suho harus membicarakan program kerjanya dengan Suho pada Kang Saem, akhirnya Taeyeon kini harus menikmati dirinya yang pulang sendiri karena tadi Suho berpamitan pada dirinya bahwa pria berwajah ‘Angel’ itu harus pulang lebih dulu. Dan teman-teman Taeyeon pun pasti sudah pulang sejak 2 jam yang lalu.

Dan kini Taeyeon harus mengakui bahwa dirinya mulai bergidik ngeri. Ayolah, jam pelajaran sudah berakhir sejak 2 jam yang lalu, dan kini tak ada seorangpun di koridor yang Taeyeon lewati. Dengan keadaan yang hampir gelap ini Taeyeon harus mengakui bahwa dirinya mulai takut. Memang dulu Taeyeon sama sekali tak pernah takut dengan hal-hal mistis seperti ini, namun sejak mendengar lolongan kemarin, gadis itu memilih berfikir dua kali untuk tidak mempercayai hal-hal seperti itu. Baiklah, Taeyeon akui bahwa dirinya kini berubah menjadi gadis yang penakut, sangat berbanding terbalik dengan dirinya dulu yang terkenal sebagai gadis pemberani. Mungkin kemarin Taeyeon tidak terlalu takut karena ada Kris yang menjaganya, walau gadis itu harus menghadapi kenyataan bahwa Kris adalah Vampire, tapi setidaknya Taeyeon yakin jika pria yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri itu tak akan melakukan hal-hal yang akan merugikan diri Taeyeon. Tetapi sekarang.? Bahkan sama sekali tak ada orang disekitar Taeyeon. Dan gadis itu juga harus berpikir dua kali untuk menghubungi Kris agar menjemputnya. Taeyeon yakin bahwa nanti Kris akan sangat khawatir. Jadi Taeyeon lebih memilih diam dan tidak menghubungi Kris atau temannya yang lain.

Alis Taeyeon mengernyit saat mendengar sebuah suara dari lapangan basket indoor di sekolahnya. Oh, fikiran Taeyeon kini mulai menjurus pada hal yang negative. Ayolah, sekolah sudah sangat sepi, mana mungkin ada seseorang diruang tersebut. Dan Taeyeon bisa yakin bahwa itu bukanlah patroli. Karena gadis itu tau betul bahwa patroli akan dilakukan pukul 9, dan bahkan sekarang baru saja menginjak pukul 6. Baiklah, Taeyeon harus berani. Gadis itu tak mau menyimpulkan sesuatu tanpa bukti nyata.

Dengan langkah pelan, gadis itu melangkan pada ruang lapangan basket tersebut. Dengan ragu-ragu, Taeyeon mendorong pelan daun pintu yang sebelumnya sudah sedikit terbuka itu.

“Chanyeol.!” Panggil Taeyeon saat mendapati Chanyeol berada diruang tersebut sambil memainkan bola basket.

Taeyeon yakin jika Chanyeol sudah bermain sejak tadi. Terlihat dari seragam pria itu yang sudah tak terpasang dengan rapi, peluh yang membasahi pelipis pria itu, dan rambut Chanyeol yang berantakan dan sedikit basah. Bolehkah Taeyeon jujur bahwa Chanyeol saat ini terlihat sexy.? Oh, lupakan.!

“Taeyeon.” Panggil Chanyeol balik saat mendapati Taeyeon masih terdiam didepan pintu sambil mengamati penampilan nya. Jujur, Chanyeol sedikit salah tingkah saat mendapati Taeyeon mengamatinya dengan begitu intens.

“Apa yang kau lakukan.? Bukankah seharusnya kau pulang sejak tadi.?” Tanya Chanyeol saat mendapati Taeyeon berjalan mendekatinya.

“Aku tadi harus keruangan Kang Saem untùk membicarakan programku. Kau sendiri, mengapa belum pulang dan malah bermain disini.?” Tanya balik Taeyeon yang kini berdiri dihadapan Chanyeol.

“Aku sedang malas berada dirumah. Dan karena aku menyukai basket, jadi aku memilih main disini.”

Bohong. Jawaban Chanyeol jelas bohong. Sebenarnya pria itu berada disini karena tau bahwa Taeyeon harus menemui Kang Saem diruangannya. Dan dengan inisiatif nya sendiri, Chanyeol memilih menunggu Taeyeon sambil bermain basket di lapangan indoor ini.

“Kau menyukai basket.?” Tanya Taeyeon sedikit tidak yakin dengan jawaban Chanyeol.

“Hmm. Wae.? Apa kau juga suka basket.?”

“Sebenarnya aku tidak suka, karena aku memang tidak bisa bermain basket.” Jawab Taeyeon jujur dan polos.

“Mau ku ajari.?” Tawar Chanyeol dan memainkan bolanya.

“Bolehkah.?”

“Tentu saja.”

Dengan wajah berbinar, Taeyeon meletakkan tas punggungnya secara asal pada lantai dan berjalan mendekati Chanyeol. Dan setelah itu, Chanyeol mulai mengajarkan hal-hal pokok dalam bermain basket. Tentu saja Taeyeon mendengar dengan seksama penjelasan yang keluar dari bibir Chanyeol.

Setelah menyelesaikan penjelasannya, Chanyeol meminta Taeyeon untuk mulai mendribble bola nya. Dengan sedikit ragu dan amatiran, Taeyeon mulai mendribble bolanya secara perlahan. Chanyeol tergelak saat Taeyeon menunjukkan gerakan kakunya. Dengan sabar, Chanyeol mengajarkan Taeyeon agar bisa mendribble bola dengan gerakan santai dan tidak kaku lagi.

Taeyeon semakin mahir dalam mendribble bola, membuat Chanyeol tersenyum puas. Namun saat berusaha men-shoot bola kedalam ring, Taeyeon harus mendesah kecewa karena usahanya gagal. Salahkan tubuh Taeyeon yang terlalu pendek atau ring tersebut yang terlalu tinggi.

“Yeol, aku tak bisa memasukkan bolanya kedalam ring. Eottokhae.?” Tanya Taeyeon pada Chanyeol yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.

“Coba sekali lagi, untuk kali ini aku sangat yakin kau bisa.” Jawab Chanyeol dan mendekati Taeyeon.

Taeyeon mengangguk dan mengikuti saran dari Chanyeol. Gadis itu mendribble bola nya sesaat dan siap untuk men-shoot bola tersebut. Namun siapa sangka, sebelum Taeyeon meloncat untuk memasukkan bola tersebut kedalam ring, Chanyeol telah lebih dulu memegang pinggangnya kemudian mengangkat tubuh mungil itu hingga mempermudah Taeyeon untuk memasukkan bola kedalam ring. Awalnya Taeyeon terkejut, namun karena tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, gadis itu segera memasukkan bola kedalam ring yang saat ini berada tepat dihadapannya.

Berhasil. Setelah Taeyeon memasukkan bola tersebut, Chanyeol menurunkan gadis itu dan membiarkan kaki mungil berbalut sepatu tersebut kembali menapak pada lantai. Setelah diturunkan oleh Chanyeol, Taeyeon berdiam dalam waktu yang cukup lama. Bagaimana bisa Chanyeol sekuat itu.? Memang tubuhnya itu kecil dan tubuh Chanyeol itu besar, tapi bagaimana bisa Chanyeol sekuat itu.?

Lamunan Taeyeon terpaksa terhenti saat Chanyeol memanggil namanya sambil melempar bola basket yang tadinya dibiarkan tergeletak di lantai.

“Taeyeon, kajja lanjutkan permainan.”

****

Tak terasa waktu sudah menunjukkam pukul 7 malam, dan itu berarti sudah satu jam Chanyeol dan Taeyeon bermain basket. Namun keduanya memilih beristirahat dengan duduk bersebelahan di lantai. Penampilan Taeyeon tak jauh berbeda dengan Chanyeol. Kemeja sekolah yang tadinya dimasukkan kedalam rok itu kini sudah keluar dari tempatnya. Dan rambut Taeyeon kini juga sedikit basah sama seperti Chanyeol.

Namun Taeyeon senang, walau dirinya merasa lelah, tetapi setidaknya gadis itu kini sudah mulai mahir dalam bermain basket. Walau setiap ingin men-shoot bola dirinya harus tetap diangkat oleh Chanyeol. Taeyeon sebenarnya merasa tak enak karena Chanyeol harus mengangkat dirinya agar bisa memasukkan bola kedalam ring. Namun saat Taeyeon menolak, Chanyeol selalu berkata bahwa dirinya senang melakukan hal itu. Apa Chanyeol tidak merasa berat dengan tubuh Taeyeon.?

“Kau mau minum.?” Tanya Chanyeol sambil memberikan sebotol air mineral.

Taeyeon mengangguk dan menerima botol yang Chanyeol berikan kemudian mulai meminumnya. Tanpa sadar jika tatapan Chanyeol sedari tadi masih terarah padanya.

“Taeyeon, aku ingin bertanya. Mungkin ini adalah hal privasi, tetapi jika kau tak ingin menjawabnya juga tak apa.” Ucap Chanyeol pelan.

“Tak apa. Tanyakan saja, aku akan menjawabnya.” Jawab Taeyeon sambil meletakkan botol air yang selesai diminumnya.

“Baiklah. Sebenarnya aku ingin bertanya apa hubunganmu dengan Kris. Mengapa dia terlihat sangat posesif padamu.?” Tanya Chanyeol cepat.

Jujur saja, tadi pagi Chanyeol sangat khawatir saat Taeyeon ditarik oleh Kris mengingat pria itu adalah Vampire. Apakah Taeyeon tau jika Kris adalah seorang Vampire.? Sepertinya tidak, karena biasanya Vampire akan mati-matian menutupi jati diri mereka yang sesungguhnya. Begitu pula denga Werewolf. Chanyeol hanya merasa khawatir. Pria itu sama sekali tak pernah merasa khawatir pada siapapun. Dan Taeyeon adalah satu-satunya sosok yang mampu membuatnya khawatir.

“Aku mengenal Kris sejak kecil. Dulu kita selalu kemanapun bersama, bahkan aku juga menganggap Kris sebagai kakak ku setelah Nichkhun oppa. Tapi saat dirinya pergi berkemah, aku mendapat kabar bahwa dia hilang di hutan. Dan sejak saat itu aku sudah tidak pernah bertemu lagi dengannya. Hingga beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya saat dia menyelamatkan ku yang hampir tertabrak mobil. Jadi, aku sama sekali tak keberatan jika dia bersikap seperti itu. Aku menganggap itu sebagai perhatian seorang kakak pada adiknya.” Jelas Taeyeon singkat.

Jika boleh jujur, Taeyeon sudah melupakan janji Kris yang akan menikahinya saat mereka dewasa nanti. Entahlah, mungkin Taeyeon masih terlalu kecil saat Kris mengatakan hal itu.

“Benarkah.?”

“Hmm.. Wae.?”

“Tak apa, aku hanya bertanya. Kufikir kau kekasihnya, dia terlihat sangat terobsesi padamu.” Jawab Chanyeol dan terkekeh kecil setelahnya.

Sebenarnya Chanyeol merasa lega saat tau bahwa Kris bukanlah kekasih Taeyeon. Jika begini, bukanlah dirinya masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan gadis itu.? Eh.?

“Dia hanya menyayangiku sebagai adiknya saja, tak lebih. Sudahlah, kajja pulang, sudah semakin malam.” Ajak Taeyeon sambil bangkit dan mengambil tas punggungnya.

“Biar kuantar pulang.” Ucap Chanyeol dan diangguki oleh Taeyeon.

To Be Continued…

Annyeong readers. Aku bawa kelanjutan WAVWLM. Ada yang nunggu.? Aku minta maaf bagi yang nunggu ff ini karena lanjutnya lama. Soalnya aku lagi sibuk, dan harus bagi waktu juga sama ff aku yang lain. Tapi aku udah usahakan update secepat yang aku bisa ya.

Dan untuk semua yang ada di ff ini jangan terlalu dianggap serius ne.? Ini cuma hasil dari fantasy ku yang asal-asalan.

Ok, jangan lupa comment^^
Satu comment dari kalian berharga lho buat aku.

See you^^

Advertisements

47 comments on “[FREELANCE] Werewolf and Vampire Who Loves Me (Chapter 3)

  1. YEAY… Chap 3nya udh ada XD
    Aigooo… trnyata bnar,itu Kris….
    kkk~ Kris…Kris… kmu posesif bnget ya,sma Taeng…

    wkwkwkw…. Luhan itu emang Namja yg cntik dn imut,tpi lbih imut Tae eonn :V #diinjakluhan
    Aigooo…. tuh kn Tae eonn jdi tkut….
    Ai~ Kris jdi lho lbih mlih jujur sma Taeng,okelah….
    Heee…. apa akibatnya klau Taeng ksih tahu tman-tmannya..?? bkal di gigit kh..?? jdi Vampire??

    Cieee…. Kai sma Jessica :3
    wkwkwk…. orng lgi brduaan mlah di intip…. :V
    Aigooo… ska deh sma itu Chanyeol…
    yg trnyata nungguin Taeng….

    Thor… Chap 4nya di tnggu yaa… 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  2. waahh
    ga sabar niih nunggu kelanjutannya semoga cepat tapi walau lama juga bakal ditungguin haha
    semoga aja taeyeon suka chanyeol hehe .. walaupun inginnya sama sehun wkwkwk
    gomawo

  3. Astaga sumpah keren banget lebih suka moment chantae daripada kristae:3 ciee yang maen basket barengan/? Udah ngebayangin yang engga engga sama penampilan chanyeol.gg gasabar nunggu kelanjutannya. Cepet diupdate thor:D. Fighting!

  4. Suka moment ChanTae, greget banget^^
    Lebih suka sama ChanTae karena lucu banget. Ciee Taeng mulai suka ya sama Yeolli??
    Next chap palliwa thor
    Hwaitaeng

  5. Aaaaasaaaaah krisyeon moment nya so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttt
    Aaaah thor pairing nya krisyeon aja dongggg sweet banget si kris;AAA;
    Aduuuh ga tega sm kris kalo cm di anggap kakak;;
    Great chapter thoooor!!
    NExt ditunggu yaaa❤❤

  6. Chantae or kristae ??
    I hope chantae
    Bnyakin moment chantae donk thor. Hehe #reader bnyk maunya
    Next thor. Fighting

  7. Ahhh aku lebih setuju kalo taeyeon ending nya ama chanyeolll…..next chapter cepetan thorrr ini ff makin lama makin baguss thorr daebakk……

  8. Wahh keren keren, aku suka banget sama alurnya.. Pokoknya jangan lupa dilanjutin ne. Fighting thor!!

  9. Daebak thor!! ^^
    Moment krisyeonnya sweeeeett bnget ><

    Cieee Luhan cantik dan jauh lbih imut ;v
    Trus ntar taeyeon bkalan suka sma siapa?? Chanyeol apa Sehun??
    Penasaran thor!! :g

    Dtnggu chap slanjutnya!! Fighting!! ^^

  10. Daebak, ternyata kris oppa, nggak nyangka deh kris oppa posesif banget, tapi aku suka momeny krisyeon sama chanyeon, duh bingung deh milih siapa, masalahnya mereka sama2 cocok dan wajah mereka(chan oppa dan kris oppa) aja hampir mirip, Nanti tae eonni sama siapa ya?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  11. wwoowww…….
    suka banget sama ceritanya…aku suka semua momentnya..
    qeren qeren semua..
    next chap ditunggu..
    Fighting

  12. Kristae apa yeoltae ya?????tapi lebih suka kristae,heheh akhirnya apdate ni ff,kelanjutannya keren thor,suka ma kris yg posessif ma taeyeon

  13. Thor YeolTae moment nya haru banyakkin .. yah soalnya kan Yeol cast utama xD hahahahaha !! Alur ceritanya asikk banget!! aigoo, taeng kembali sama Yeollie xD !! Next chapp ppali!!

    FIGHTING!!~

  14. Next thor……
    bingung mau milih siapa kristae apa yeoltae???
    Ah terserah athor aja deh…..
    Ditunggu kelanjutannya yathor…..

    Fighting

  15. Aighooo kriss posesif bgt sihh tapi cocok sama kamu karakternya ke gtuu,, chanyeol udah pegang2 taeng aja nieehh ckckkc dtunggu next chap

  16. Kasian ya si kris, ternyata taeyeon cuma nganggep kris sebatas kakak kedua. Jadi penasaran sma cinta segitiga kirs taeyeon chanyeol. Nexnext

  17. KrisYeon ajaaa.. lebih suka ke mereka sihh.. apalagi momentnyaa ituu ditambah Kris yg.. hyper posesif? pokoknyaa suka dehh.. next chap thorr.. fighting

  18. KrisTae so sweet
    Wah gk nyangka kalau Kris oppa bakal nunjukkin jati dirinya bahwa dia seorang vampire,untungnya Taeng eon menerima kenyataannya
    Yahh Taeng eon cuma nganggep Kris oppa sebagai oppa keduanya,apa yg terjadi ya kalau misalkan Kris oppa nyatain perasaannya ke Taeng eon
    Chanyeol oppa bohong tidak baik xD
    Hati2 di jalan yg mau pulang/?
    Ditunggu kelanjutannya

  19. Wohh keren thor jadi inget twilight:D tapi versi korea, daebak. Lanjut thor ditunggu lho 😀

  20. Yeol yg terlihat sexy, rawrrr~ #plak
    padahal nunggu keganasan werewolf saat mengoyak mangsanya, tpi malah ga ada hehehe..
    Cie yg msih pnya kesempatan dketin taeng, kris mah apa atuh #plak
    dtnggu nextnya!
    FIGHTAENG!!

  21. Kok jadi kaya twilight ya wkwkw,makin suka hahah,next dehhh!!!keep writing & imagine your project!! FIGHITNG!!😆😆😆😆

  22. tiga huruf terkutuk ‘TBC’!!!!! greget bgt ketemu tulisan itu, saking gregetnya jd pen meluk Baekhyun haha
    dih, masa Taeyeon lupa sih kalo Kris janji bakal nikahin dia/? kalo aku sih pasti bakal inget sampai akhir hayat bhak
    Kayaknya Chanyeol dpt lampu hijau dr Taeyeon, yah kalo liat Tae senyum2 gegara di pan jd timbul tnda tnya?
    update soon ya

  23. Huaaaa keren banget thor ceritanyaa. Kris posesif banget wkwk okede ditunggu buat next chapternya hehe hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s