[FREELANCE] I Miss You, I Love You (Oneshot)


Sequel of Sakura

Judul : I Miss You, I Love You (Sequel of Sakura YAMA)

Author : Fless’Ais_Younggi

Main Cast : Xi Luhan (EXO), Kim Taeyeon (SNSD)

Other Cast : Byun Baekhyun (EXO)

Genre : Romance

Rating : T

Lenght : Oneshoot

Desclaimer : Semua cast adalah milik Tuhan YME, orang tua dan perusahaan.

 

Author’s note :

Sequel Sakura (YAMA) telah selesai ! terima kasih untuk author yang udah mau post ff ini. Terima kasih juga pada reader’s yang setia menunggu =). Aku harap kalian puas dengan ff ini. FF ini dibuat real dari pemikiran Ais (Just call me ‘Ais’ =)). So, don’t be plagiator and don’t be silent reader’s !

Oke. Happy reading =)

Warning Typo’s !

 

 

 

 

==I Miss You, I Love You==

“Aku menemukannya Baekhyun”

Nugu?”

“Kim Taeyeon ! dia kembali Baekhyun !!”

“Di mana dia?”

“Pergi” ujar Luhan lemas. “Kejar dia hyung !” Baekhyun berujar dengan semangat. Tanpa berpikir lagi, Luhan berlari mengejar Taeyeon.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” Ujar Taeyeon.

“Boleh aku meminta nomor ponselmu?”

==I Miss You, I Love You==

Luhan berjalan dengan lesu. Masih terbayang di matanya bagaimana Taeyeon seperti menganggap Luhan orang asing.

“Apa dia benar-benar melupakanku selama ini?” Luhan bergumam pelan. Luhan menghentikan langkahnya. Ia memilih duduk di bawah pohon yang rindang. Dengan lemas, Luhan menundukan kepalanya. Masih belum percaya dengan apa yang baru saja Luhan alami.

 

Flashback

‘Kemana dia?’ batin Luhan. Mata rusanya yang indah menelisik setiap sudut jalan. Mencari seseorang yang selama ini Luhan rindukan. Luhan mengembangkan senyumnya tatkala melihat seorang gadis yang duduk di kursi taman.

Dengan langkah yang sedikit ragu, Luhan berjalan mendekati gadis itu.

” Permisi.. bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Luhan.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu?” ujar Taeyeon ramah.

“Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”

“eh” Taeyeon tampak heran dengan apa yang dikatakan oleh Luhan.Mata berwarna cokelat milik Taeyeon tampak memandangi Luhan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rasanya Taeyeon tidak pernah mengenal seseorang yang kini berdiri di depannya.

Jeosonghamnida, apa sebelumnya kita pernah bertemu?”

Luhan menunduk. Badannya bergetar hebat. Jika Luhan bukan seorang namja, Ia pasti menangis sekarang. bagaimana tidak? Seseorang yang selama ini selalu ada di pikiran Luhan, sekarang tidak mengenali Luhan? Tentu saja itu menyakitkan bagi Luhan.

“Ah, namaku Xi Luhan”

“Kim Taeyeon”

“Sepertinya aku salah orang. Maafkan aku, ku kira kau teman lamaku. Sekali lagi maafkan aku”

Luhan berujar seraya membungkukan badannya. Setelah itu, Luhan berjalan menjauh dari tempat Taeyeon. ‘Ada apa dengannya?’ batin Taeyeon.

Flashback end

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Luhan mengacak rambutnya geram. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi. Mungkin setelah ini Luhan akan benar-benar menyerah. Sudah dua tahun lamanya Luhan berhenti untuk memikirkan Taeyeon, walaupun sebenarnya tidak pernah berhasil. Hatinya masih belum lepas dari Taeyeon.

“Taeyeon-ah, apa aku harus menyerah?”

Luhan menegakkan kepalanya menghadap langit. Pikirannya kacau. Ia memejamkan matanya. Sekedar untuk menghilangkan rasa penat yang tengah menderanya.

 

==I Miss You, I Love You==

“Aku pulang”

Luhan berujar dengan lemas. Baekhyun yang berada di ruang tamu segera berlari ke arah Luhan. Baekhyun tampak heran ketika melihat wajah Luhan yang sangat kacau.

“Apa yang terjadi padamu hyung?”

Luhan terdiam. Ia malas menjawab pertanyaan Baekhyun. Baekhyun hanya mengamati Luhan, diam. Ia tahu, pasti sesuatu yang tidak baik terjadi pada Luhan. Diam lebih baik daripada membuat Luhan tambah kacau, pikir Baekhyun.

Luhan bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar. Untuk malam ini Luhan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinga Luhan. Detik berikutnya, suara pintu terbuka dan menampakan sosok Baekhyun. Tidak ingin melihat siapa yang datang, Luhan menutup wajahnya dengan bantal.

Hyung, katakan padaku, apa kau tidak apa-apa?” Baekhyun tampak khawatir dengan keadaan Luhan.

Luhan masih diam. Baekhyun menyerah. Sepertinya Luhan memang sedang tidak ingin diganggu. Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu. Sebelum benar-benar pergi, Baekhyun tampak samar-samar mendengar seseorang yang menangis. Tunggu dulu, siapa yang menangis malam-malam begini? Baekhyun menoleh ke arah Luhan.

‘Apa Luhan hyung yang melakukan itu?’batin Baekhyun.

Hyung, apa kau menangis?”

Baekhyun mengangkat bantal yang menutupi wajah Luhan. Dan betapa Baekhyun sangat terkejut, Luhan benar-benar menangis. Ini pertama kalinya Baekhyun melihat Luhan menangis.

Hyung..”

Luhan segera mengusap pipinya yang sedikit basah. Ia sangat malu sekarang pada Baekhyun. Seharusnya Ia tidak melakukan hal yang memalukan seperti ini.

“Dia tidak mengenaliku Baek”

“Apa yang kau bicarakan hyung?”

“Kim Taeyeon. Ia tak mengenaliku” Luhan menghela nafas.

“Jangan bercanda hyung, bagaimana mungkin? Ini tidak lucu” Baekhyun tertawa getir. Ia tahu ini memang tidak lucu, tapi mana mungkin Taeyeon benar-benar tidak mengenali Luhan. Itu mustahil.

“Dia benar-benar tidak mengenaliku”

 

==I Miss You, I Love You==

Pagi yang indah di kota Seoul. Benar-benar indah.Cuaca sangat cerah. Matahari bersinar terang. Burung-burung kecil tampak berlarian kesana kemari, ikut menikmati keindahan alam. Seorang gadis tengah berjalan sendirian. Meskipun begitu, senyum indah tidak pernah lepas dari wajah cantiknya.

“Pagi yang indah” gumamnya.

Gadis itu adalah Kim Taeyeon. Wajahnya yang cantik selalu bisa mengalihkan pandangan siapapun yang tidak sengaja berpapasan dengannya. Taeyeon berjalan santai sambil memegang dua kantong plastik berukuran sedang.

“Hei, sendirian?”

“Woaa~ kau mengagetkanku”

“Kita bertemu lagi”

Luhan tersenyum. Taeyeon hanya memandang Luhan sejenak, seperti tidak peduli atau ‘pura-pura’ tidak peduli. Mereka berjalan berdampingan. Tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Hanya semilir angin pagi yang menemani kegiatan mereka. Tanpa sadar, Taeyeon kini tengah memperhatikan wajah Luhan. Sinar matahari pagi membuat wajah Luhan tampak ‘mempesona’ di mata Taeyeon.

“Itu memang benar, aku memang mempesona dan keren” Luhan tersenyum. Ia menolehkan wajahnya ke arah Taeyeon. Wajah Taeyeon tampak terkejut. ‘Apa dia bisa membaca pikiran orang?’Taeyeon hanya membatin, tidak berniat meladeni ucapan Luhan.

“Kenapa hanya diam?”

“Eoh?ah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk memperhatikanmu”

Luhan tertawa.‘Apa yang lucu?’batin Taeyeon.Taeyeon hanya menunduk. ‘Ah, apa aku terlalu percaya diri? Aish’

Luhan menghentikan tawanya. “Di mana rumahmu?”

“Eoh? tidak jauh dari sini”

 

==I Miss You, I Love You==

“Terima kasih telah menemaniku” ucap Taeyeon dengan sedikit malu.

“Aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini dan tidak sengaja bertemu denganmu”

“Ah, seperti itu rupanya”

‘Kau sangat percaya diri Taeyeon-ah’Taeyeon merutuki dirinya sendiri. Lagi-lagi Taeyeon melakukan kesalahan yang memalukan. Wajah Taeyeon memerah. Luhan mendekatkan wajahnya pada Taeyeon. Taeyeon sangat terkejut dan mundur beberapa langkah.

“Wajahmu memerah, apa kau sakit?” Luhan bertanya dengan wajah yang sangat serius.

Taeyeon mengerjapkan matanya lucu. Ah, lagi-lagi Taeyeon terlalu percaya diri. Hampir saja jantung Taeyeon meledak saat Luhan mendekatkan wajahnya ke arah Taeyeon.

“Aku baik-baik saja. Aku akan masuk sekarang”

Taeyeon segera berlari menuju rumahnya. Luhan tertawa pelan ketika Taeyeon hampir menabrak pintu rumah Taeyeon. Luhan berlalu dari tempatnya.

 

“Apa dia melihatku tadi? Aish. Kau sangat bodoh Kim Taeyeon”

Taeyeon mengamati halaman rumahnya. Memastikan apa luhan sudah pergi. Setelah melihat tidak ada siapapun di halaman rumahnya, Taeyeon bernafas lega.

“Aish, apa ini?” Taeyeon memukul-mukul pelan dadanya. Rasanya sangat aneh. Baru beberapa hari Taeyeon bertemu dengan Luhan, tapi Taeyeon merasa seperti sudah mengenal Luhan lama.

Tanpa sadar Taeyeon menyunggingkan senyumnya. Masih teringat di matanya, bagaimana Luhan tersenyum. ‘Sangat tampan’ mungkin hanya itu yang mampu Taeyeon deskripsikan. Jantungnya masih belum bisa diajak kompromi.

“Aishh !”Taeyeon memukul kepalanya pelan. Meskipun begitu, Taeyeon tidak bisa memungkiri bahwa Ia merasa nyaman ketika berada di dekat Luhan.

“Kenapa rasanya begitu dekat?” Taeyeon menyentuh dadanya. Ada perasaan gemuruh di dalam hatinya. Merasakan kehadiran Luhan di sampingnya, cukup membuat Taeyeon hampir gila. Tidak ingin terus menerus membuat jantungnya hampir meledak, Taeyeon memutuskan untuk memasak. Perutnya sangat lapar. Bahkan Ia melupakan makan malamnya tadi malam, hanya untuk mengerjakan beberapa tulisan yang belum selesai Ia buat.Akibatnya, sekarang Ia seperti orang yang dua hari tidak makan.

 

==I Miss You, I Love You==

Beberapa hari ini Luhan hanya berada di rumah. Ada rasa malas untuk sekedar melangkahkan kakinya menuju depan rumah. Ia masih sangat merindukan rumahnya itu. Sudah lama Luhan tinggal di Jepang dan meninggalkan Korea, tempat Ia dilahirkan.

Luhan tengah duduk di depan televisi. Hari ini ada pertandingan sepak bola. Tentu saja itu yang membuat Luhan tidak berniat beranjak dari posisinya.

“Apa kau sibuk hari ini hyung?”

“Ada apa memangnya Baek?”

“Aku ada tugas hari ini, bisakah kau menggantikanku untuk menjemput harabeoji?” tanya Baekhyun penuh harap.

Luhan sedikit ragu. Jika Ia men’iya’kan permintaan Bekhyun, bisa dipastikan Luhan tertinggal jauh tentang pertandingan bola hari ini. Tapi jika dilihat dengan seksama, Baekhyun begitu memohon padanya. Apa boleh buat.

“Baiklah”

Gomawo hyung” Baekhyun memeluk Luhan singkat. Luhan hanya tertawa melihat tingkah Baekhyun yang masih sangat kekanakan.

“Aku akan berangkat sekarang” Ujar Luhan. Baekhyun menangguk. “Hati-hati di jalan hyung” Luhan berlaru meninggalkan rumahnya dengan mengendarai mobil putih miliknya.

 

Butuh waktu yang cukup lama untuk Luhan sampai di kediaman kakeknya yaitu di Busan. Rasa lelah yang teramat seketika hilang ketika seorang kakek tua berjalan mendekati Luhan.

“Apa kau Baekhyun?” tanyanya dengan suara sedikit serak.

Harabeoji…” Luhan memeluk kakeknya erat. Sudah lama Ia tak bertemu dengan kakeknya yang teramat Luhan rindukan.

“Hohoho, bukankah ini Luhan?” Tanya kakek Luhan dengan penuh semangat.

Aigoo, harabeoji masih meningatku?”

“Tentu saja. Ayo masuk”

 

Luhan begitu terkagum dengan ingatan kakeknya yang begitu baik. Meskipun penglihatan kakeknya agak kurang karena sudah tua, namun ingatan kakek Luhan masih sangat baik.

“Tunggulah di sini sebentar. Harabeoji akan mengganti pakaian”

Luhan mengangguk. Ia memilih duduk. Rumah kakeknya begitu sepi. Mklum saja, kakek Luhan tinggal sendirian di Busan. Sebenarnya ayah Luhan acap kali meminta kakek Luhan untuk tinggal bersama mereka. Namun, Ia selalu menolaknya. Alasannya sangat simple, Ia tidak suka keramaian. Tapi kali ini Ia harus benar-benar memendam rasa tidak sukanya, karena ayah Luhan memaksa beliau untuk tinggal beberapa hari di Seoul. Tentu saja kakek Luhan dengan terpaksa meng’iya’kan permintaan ayah Luhan.

“Cha.. ayo kita berangkat sekarang”

Luhan menoleh ke arah kakeknya dan tersenyum.

 

Perjalanan menuju Seoul terasa sangat berbeda dibandingkan ketika Luhan menuju Busan. Semua itu berkat bakat kakek Luhan yang pandai bergurau. Bahkan sekarang Luhan tengah memegangi perutnya yang kesakitan akibat lelucon yang kakeknya lontarkan.

“Aku pikir sudah cukup harabeoji. Perutku sudah sangat sakit. Tapi harabeoji sangat keren” Luhan mengacungkan jempolnya ke arah kakeknya. Kakek Luhan hanya tersenyum melihatnya. Setelah itu, keadaan berubah menjadi hening. Luhan lebih memfokuskan diri mengendarai mobilnya.

“Apa kau tak berniat untuk menikah Lu?”

Luhan terkejut mendengar perkataan kakeknya. Bahkan Luhan hanya tersenyum getir mendengarnya. “Aku bahkan tak mempunyai pacar harabeoji

Jinjja? Cucu harabeoji yang tampan ini belum mempunyai pacar? Jangan bercanda Luhan” Luhan tersenyum. Kakeknya memang sedikit keras kepala.

“Itu benar harabeoji

“Kau harus cepat mempunyai istri. Kau butuh pendamping untuk terus bertahan menjalankan bisnis ayahmu, apa kau mengerti?”

Luhan mengangguk. “Aku mengerti”

“Kau bisa memilih di antara gadis yang kemarin ayahmu tunjukan padamu”

‘Ah, jadi itu alasan ayah memaksaku untuk berkencan dengan gadis-gadis itu? Ck.’Batin Luhan. “Tidak perlu, aku sudah mempunyai gadis yang ku sukai dan akan menjadi pendampingku suatu saat nanti” ujar Luhan tegas.

 

==I Miss You, I Love You==

Hari ini Luhan sengaja mengajak Taeyeon ke sungai Han. Tekadnya sudah bulat, yaitu menyatakan perasaannya pada Taeyeon.Walaupun ini mungkin terlalu cepat bagi Taeyeon, tapi bukankah Luhan telah mengenal Taeyeon sejak lama? Meskipun Ia tidak yakin apakah Taeyeon benar-benar Teyeon-nya. Sudah seminggu lebih Luhan tidak bertemu dengan Taeyeon. Luhan benar-benar merindukan Taeyeon.

 

“Apa ini? Whoaaa~ kau yang menggambar ini?”

Luhan terkagum melihat hasil gambar yang Taeyeon buat. Taeyeon yang melihat Luhan merebut kertas gambarnya, segera berdiri dan berusaha untuk merebut kertas itu. Taeyeon masih terus berusaha untuk menggapai kertas yang sengaja Luhan naikan di atas kepala Luhan.

“Kau terlalu pendek untuk menggapai ini, Taeyeon-ah” Luhan tertawa keras. Melihat wajah kesal Taeyeon sangat mengasyikan bagi Luhan. Tentu saja Taeyeon cemberut mendengar ucapan Luhan. Taeyeon tidak suka diremehkan, terlebih itu masalah tingginya yang memang ekhm sedikit pendek.

“Kembalikan itu Xi Luhan!” Taeyeon berteriak seraya menjinjitkan kakinya. Luhan menurunkan kertas yang ada di genggamannya. Ditatapnya mata Taeyeon yang kini hanya berjarak beberapa centi dari wajah Luhan. Taeyeon terdiam. Ia tahu Luhan sedang mengamatinya. Taeyeon melangkah mundur. Sebelum itu benar-benar terjadi, Luhan dengan sigap menangkap tangan Taeyeon.

Taeyeon membeku. Bagaimana tidak? Sekarang Taeyeon tengah berada di dekapan hangat Luhan. Luhan memejamkan matanya. Jujur saja, selama ini Luhan menahan diri untuk tidak melakukan hal ini. Luhan sangat merindukan gadis ini.

“Lu..lepa..”

Luhan mengeratkan pelukannya. Untuk kedua kalinya, Luhan tidak ingin pernah melepaskan Taeyeon. Luhan tidak peduli apakah gadis ini benar-benar Taeyeon yang Luhan temui di bawah pohon sakura atau bukan, Luhan benar-benar tidak ingin peduli. Yang Luhan pedulikan sekarang, Ia hanya ingin terus berada di samping Taeyeon. Hanya itu.

“Aku merindukanmu, Kim Taeyeon. Sangat merindukanmu”

“Luhan..” Taeyeon bergumam.

Luhan tersadar dan segera melepaskan pelukannya. Taeyeon tampak terkejut saat melihat bekas air mata di pipi putih milik Luhan.

“Kau menangis?” Taeyeon sangat khawatir. Tangan putih Taeyeon mulai mengusap lembut pipi Luhan. Sangat tulus.

“Kau sangat mirip dengan temanku. Maafkan aku tiba-tiba memelukmu” Luhan menunduk. Taeyeon mengerti, itu pasti berat bagi Luhan. Dengan ragu, Taeyeon memeluk Luhan. Sekedar ingin membuat Luhan lebih baik.

“Kau bisa menganggapku sebagai temanmu. Ah, bukankah kita teman?” tanya Taeyeon. Luhan melepaskan pelukan Taeyeon dengan sangat hati-hati.

“Tapi aku tidak pernah menganggapnya teman Taeyeon-ah”

Taeyeon mengernyitkan dahinya, heran. “Aku sama sekali tidak menganggapnya teman. Aku terlalu takut untuk sekedar mengatakan jika aku menyukainya. Ah tidak, bahkan sangat mencintainya” Taeyeon agak terkejut dengan penuturan Luhan. Hatinya teras perih. Tentu saja, Taeyeon sadar jika selama ini Ia menyukai seorang Xi Luhan.

Luhan menangkup pipi Taeyeon dengan kedua tangannya. Mata rusa Luhan menatap lembut mata Taeyeon. Taeyeon balas menatap mata Luhan. Ada rasa sakit yang begitu tergambar di mata Taeyeon, bahkan mata Taeyeon sudah berkaca-kaca.

“Tapi apa kau tahu satu hal?” tanya Luhan. Taeyeon menggeleng. “Aku menemukannya sekarang, Taeyeon-ah” Jleb. Bukan itu yang Taeyeon harapkan. Jika memang Luhan sudah menemukan teman yang selama ini Luhan sukai, apa Taeyeon masih bisa bersama Luhan?

“Aku tidak peduli seberapa besar dia berubah. Aku tidak peduli Taeyeon-ah” Luhan semakin dalam menatap mata Taeyeon. Sedangkan Taeyeon? Rasanya Taeyeon ingin berlari sejauh-jauhnya sekarang. Taeyeon tidak tahan.

“Jika memang kau telah menemukan gadis itu, mengapa kau tak bersamanya sekarang?” tanya Taeyeon. Luhan tersenyum. ‘Bagaimana bisa gadis ini begitu bodoh?’batin Luhan.

Taeyeon menunduk. Berusaha menahan tangisnya. Luhan semakin erat memegang pipi Taeyeon. Taeyeon tidak bisa jika terus seperti ini. Ia akan lari sekarang. Hatinya sangat sakit.

Sebelum Taeyeon benar-benar memikirkan bagaimana caranya Ia berlari dari tempat ini, Luhan dengan lembut mengangkat wajah Taeyeon. Dengan cepat, Luhan mendekatkan wajahny ke arah Taeyeon. Taeyeon yang terkejut dengan perlakuan Luhan memilih diam. Luhan mencium bibir Taeyeon lembut. Sangat lembut. Tidak ada yang mampu mendeskripsikan perasaan Taeyeon sekarang, begitu pula dengan Luhan.

Luhan melepaskan ciuman mereka. Hanya sebentar, Luhan dengan segera mencium kembali bibir Taeyeon. Kali ini sedikit lama mereka berciuman. Bahkan Luhan tidak segan-segan untuk menekan ciumannya.

Taeyeon tidak memberontak saat Luhan menciumnya. Jika boleh jujur, Taeyeon sangat menikmati itu. Seharusnya Taeyeon sadar, bahwa hal ini tidak boleh terjadi. Bagaimana dengan nasib gadis itu? Taeyeon melepaskan ciuman hangat mereka. Luhan tampak terkejut ketika melihat Taeyeon menangis.

“Kau seharusnya melakukan ini pada gadis itu, tetapi mengapa kau melakukannya padaku?” Taeyeon tidak mampu lagi menahan tangisnya. Tangis Taeyeon pecah. “Hei tenanglah. Apa yang kau maksud dengan ‘gadis itu’?” Luhan tampak terheran.

“Bodoh. Tentu saja gadis yang kau sukai” Taeyeon mengusap pipinya kasar.

Luhan tertawa keras. Taeyeon sangat kesal melihat bagaimana Luhan tertawa begitu keras. “Kau yang bodoh Kim Taeyeon !” Luhan menyentilkan jarinya tepat di dahi Taeyeon.

Taeyeon meringis. Ia mendelik kesal ke arah Luhan. Berani-beraninya Luhan mengatainya bodoh? Kau akan tahu akibatnya Xi Luhan !

Taeyeon hampir saja berhasil menyentilkan jarinya di dahi Luhan. Tapi sebelum hal itu terjadi, Luhan telah membawa Taeyeon ke dalam pelukannya.

“Gadis itu, kau ingin tahu?”

Taeyeon tampak ragu untuk menjawab ‘tidak’, namun Ia juga penasaran siapa gadis itu. Alhasil, Taeyeon hanya menganggukan kepalanya singkat.

“Baiklah. Kau akan tahu sebentar lagi. Gadis itu tidak jauh dari sini. Aku yakin, kau pasti sangat terkejut jika melihatnya”

Taeyeon penasaran. Apa yang Luhan katakan? Gadis itu berada tidak jauh dari mereka? Bagaiman perasaan gadis itu jika Ia tahu Luhan sedang memeluk Taeyeon? Oh Taeyeon tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hati gadis itu.

Luhan melepaskan pelukannya. “Dengar dan lihat baik-baik. Ini hanya satu kali, jika kau benar-benar ingin tahu, kau harus benar-benar perhatikan ini. Aku akan berlari ke arah gadis itu dan menciumnya”

Taeyeon mengangguk. Kali ini Taeyeon benar-benar siap. Benar-benar siap. Dilihatnya Luhan mulai berlari menjauh dari Taeyeon. Taeyeon menutup matanya rapat. Ia mencabut kata-katanya tadi, sekarang tubuh Taeyeon benar-benar lemas. Taeyeon tidak kuat melihat Luhan mencium gadis lain.

Sedangkan Luhan? Luhan masih berlari. Meninggalkan Taeyeon yang tengah bergetar hebat seluruh tubuhnya. Cukup jauh Luhan berlari, namun sebelum benar-benar jauh, Luhan memutarkan tubuhnya dan berlari ke arah Taeyeon. Ya. Kim Taeyeon.

Luhan tersenyum ketika melihat Taeyeon masih menutup matanya. Dengan sangat pelan, Luhan berjalan mendekati Taeyeon.Luhan berada tepat di depan wajah Taeyeon.

“Buka matamu”

Taeyeon membuka matanya dan terkejut. Untuk kedua kalinya, Luhan mencium bibir Taeyeon. Tunggu dulu, Luhan mencium bibir Taeyeon? Berarti…

“Kau bodoh Kim Taeyeon ! gadis itu adalah dirimu” Luhan berujar di sela-sela ciuman hangat mereka. Detik berikutnya, Luhan kembali menempelkan bibirnya. Menikmati setiap inchi bibir Taeyeon.

Taeyeon masih belum yakin. ‘Apa aku sudah mati?’‘Apa ini hanya mimpi?’ Taeyeon terus membatin.Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi padanya.

“Aku mencintaimu, Kim Taeyeon”ucap Luhan lembut. Terdengar sangat manis.

Apa Taeyeon tidak salah dengar? Xi Luhan mengatakan bahwa Ia mencintai seorang Kim Taeyeon. Taeyeon pasti gila sekarang.

“Apa aku salah dengar?” Taeyeon tampak kebingungan.

“Bukankah aku bilang, aku akan memberitahukanmu siapa gadis yang ku sukai dengan cara menciumnya? Apa kau tidak ingat?” tanya Luhan.

“Aku ingat” ucap Taeyeon. “Tapi, apa itu benar?” Taeyeon memandang wajah Luhan yang sangat dekat dengan wajah Taeyeon.

“Kau bahkan tidak sadar dengan apa yang aku lakukan padamu?”

Taeyeon menunduk. “Kisseu” ucap Taeyeon lirih. “Kau bahkan sudah mengetahui hal itu Teyeon-ah. Jadi..” Luhan menghentikan ucapannya.

“Jadi apa?”

“Apa kau mau menjadi pacarku?” Luhan sangat gugup sekarang. Taeyeon tertawa kecil melihat perubahan wajah Luhan. “tentu saja” ucap Taeyeon.

Lihatlah, betapa bahagianya wajah Luhan sekarang. Bahkan Luhan telah mengangkat tubuh mungil Taeyeon dan memutar-mutarkannya. Luhan sangat senang.

“Berhenti memutar tubuhku Luhan, kepalaku pusing”

Luhan berhenti. Ditatapnya Taeyeon lembut. “Boleh aku menciumu lagi?” Belum sempat Taeyeon menjawab pertanyaan Luhan, Luhan terlebih dahulu mencium bibir Taeyeon. Mereka berciuman sangat lama. Sangat lama.

 

“Luhan hyung ! omo ! apa yang kau lakukan?” Baekhyun berteriak. Luhan tidak peduli. Ia masih saja mencium lembut bibir Taeyeon tanpa peduli teriakan Baekhyun yang sedari tadi memerintahkannya untuk menghentikan aktivitasnya. Bagaimana Luhan bisa berhenti. Bibir gadisnya itu terlalu sayang untuk diabaikan.

“LUHAN HYUNG !!” kali ini Baekhyun berteriak dengan sangat kencang. Tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang memerahi Baekhyun karena tempat mereka berada sekarang memang sepi.

Luhan menghentikan aktivitasnya. Dengan sedikit kesal, Luhan berlari ke arah Baekhyun dan mengambil dompetnya yang dibawakan Baekhyun. “Kau sangat mengganggu Byun Baekhyun !”

“Yak ! tidak seharusnya kau berciuman di depanku hyung” Baekhyun cemberut.

“Apa pedulimu?” Luhan berlari meninggalkan Baekhyun yang benar-benar kesal. Seharusnya Ia menolak untuk mengantarkan dompet Luhan yang tertinggal di rumah. Baekhyun menyesalinya.

Luhan dan Taeyeon tertawa melihat wajah Baekhyun yang benar-benar sangat lucu. Luhan menoleh ke arah Taeyeon. ‘Akhirnya aku benar-benar bisa melihat senyumu. Aku sangat merindukanmu, teramat sangat Taeyeon-ah’Luhan memeluk tubuh Taeyeon hangat. Luhan sangat bahagia, teramat bahagia. Akhirnya Luhan benar-benar memiliki seorang Kim Taeyeon dan Luhan berjanji tidak akan pernah melepaskan Taeyeon sampai kapanpun.

 

END

Yeah, akhirnya selesai juga.Bagaimana? Apa mengecewakan? Huhu mianhae. Maaf kalau sequel ini tidak memuaskan :'(. Aku akan buat ff baru, khusus buat yang first comment bakal Ais kasih hadiah (Just call me ‘Ais’J oke?) yaitu bisa request ff dengan cast yang diinginkan. So, ayo comment !!

Advertisements

59 comments on “[FREELANCE] I Miss You, I Love You (Oneshot)

  1. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa so sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttt
    Swit banget thoooooor😳😳😳
    Aaaah suka bangettttt
    Great story lah!!! Puass❤❤❤❤
    Ff lain ditunggu yaaaa

  2. Kyaaa so sweet…tpi knp taeng bisa lupa ingatn?apa si luhan gk mencoba bikin taeng inget dulu sebelum nembak._.
    Daebakk thor..neomu charaesseo

  3. akhirnya ada sequelnya hihi keren sih cuma alurnya agak kecepetan. hahaha sweet banget moment lutaenya. di tunggu ff ff yang lainnya 🙂 semangat

  4. sequelnya gga kala bagusnya sama chap sebelumnyaa… suka sukaaa 😀
    sequelnyaa Daee to the Bakk… ada aja bagian-bagian yg bikin suka.. next project ditunggu, fighting thorr 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s