[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 4 {Part A/B})

050815_0857_FREELANCEWa1.jpg

Title: Wanna Be Yours ‖ Author:

Unicorn ‖ Rate: PG-17 ‖ Length: Series

Genre: Romance, School-Life, Frendship

Casts: Taeyeon [GG], Luhan, Baekhyun [EXO]

Disclaimer:

FF ini 100% milik author. Republish and Silent readers

arent allowed.

. . .

Summary

“… maka jadilah istriku”

Wanna Be Yours

 Preview: Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

    Taeyeon terus memberontak dari LuHan. Tapi rasanya percuma, Luhan tentu mempunyai kekuatan yang lebih besar dari Taeyeon. Jauh lebih besar untuk tepatnya. Sesaat Luhan membanting tubuh mungil Taeyeon ke atas ranjang, saat itulah rasa ngilu menyerang punggungnya bersamaan dengan rasa takut yang luar biasa mengunjunginya.

    Fikirannya mulai liar. Dari mulai apa yang akan dilakukan Luhan selanjutnya hingga bagaimana jika Luhan betul betul akan melakukan apa yang sedang difikirkan Taeyeon sekarang ini.

    Taeyeon merinding ketakutan. Ia menatap Luhan yang tengah membalas tatapannya atau bisa dibilang sedari tadi menatapnya dengan pandangan ketakutan. Kira kira setelah menghabiskan waktu sekitar 4 menit hanya untuk saling melemparkan tatapan. Akhirnya tanpa diduga – duga Luhan berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya perlahan. Pria itu berdiri di ambang pintu kamar tamu tersebut dengan pandangan datar.

    “Keluar. Aku ingin istirahat” ujarnya dingin

    Taeyeon membulatkan matanya terkejut. Pria itu?! Pria bernama Xi Luhan itu!? Yang telah mencuri ciuman pertamanya dan telah berhasil membuat Taeyeon berfikir yang tidak tidak sebab tindakannya yang membawa Taeyeon ke kamar LALU sekarang justru mengusirnya? Mengusirnya tanpa melakukan apa – apa? Oh ayolah, jangan fikir Taeyeon mengharapkan hal yang tidak – tidak. Hanya saja, itu tidak masuk akal! Betul – betul tidak masuk akal! Dan bukankah pria itu sendiri yang membawa Taeyeon menuju kamar itu??. Namja gila!!

Wanna Be Yours


At Taeyeon’s room

Taeyeon memeluk boneka teddy bear nya dengan sangat erat. Ia bosan. Sangat bosan. Dan semakin bosan ketika ia kembali memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Taeyeon memberengut kesal. Dengan lesu, Taeyeon menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya.

“Damn. Aku teringat bagian intinya” sungut Taeyeon lalu menggelengkan kuat kepalanya.

Perlahan tapi pasti, wajah bayi Taeyeon mulai merona ketika ia teringat bagaimana cara Luhan menempelkan bibirnya kepada milik Taeyeon. Bibir lembut nan manis milik Luhan yang dengan lembut dan penuh ke-seductive-an ketika memulai nya cukup membuat perut Taeyeon bergemuruh. Seperti ada banyak kupu kupu yang sedang berterbangan di dalam perutnya.

Taeyeon menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya. Ia yakin wajahnya pasti bertambah merah sekarang. Entah kenapa, tapi saat ia kembali mengingat bagian bagian intens tadi rasanya ia benar benar tak sanggup dan ingin menghentikan fikiran errr… yang sudah diluar kendalinya itu.

Tapi meskipun tak mau mempungkiri, Taeyeon yakin jika dirinya memang tidak bisa mengelak jika ia memang sudah betul – betul sudah dibawah kekuasaan Luhan tadi. Sepertinya ucapan Luhan tempo hari memang benar, jika tidak ada wanita yang tak jatuh di pelukannya.

But like hello! Itu bukan berarti Taeyeon menekan tombol hijau untuk membenarkan jika ia jatuh ke pelukan atau katakan saja terperangkap oleh perangkap si rusa mesum itu!. Dan dibalik perasaan memburunya akibat ciuman yang merupakan ciuman pertama bagi Taeyeon itu, sebetulnya Taeyeon lebih terdominasi oleh perasaan amarah dan sekarang ia bahkan sudah memendam rasa dendam yang amat luar biasa pada Luhan.

Tentu saja. Siapa gadis yang tidak emosi ketika ciuman pertamanya dicuri begitu saja? Kecuali gadis gampangan. Dan dia bukanlah tipe gadis seperti itu. Taeyeon marah dan kesal karena Luhan sudah semena mena dengan menganggapnya sama dengan gadis gadis murahan yang pernah ditidurinya diluar sana. Taeyeon tak butuh ungkapan, Taeyeon hanya ingin Luhan menghargainya. Menghargainya sebgai wanita. Itu saja.

Taeyeon menghela nafas. Ia mengambil handphone nya yang berada di atas meja belajarnya dan kembali menidurkan tubuhnya.

Ia membuka kunci hp nya dan terkejut ketika ada 5 direct message di akun SNS-nya dan 3 panggilang tak terjawab. Taeyeon membukanya satu persatu.

From: xolovestephi

    Taeng, sepertinya aku tidak bisa datang ke rumahmu. Nickhun oppa mengajakku date malam ini. Tapi aku juga sedang menunggu kabarnya, jika ia membatalkannya, aku akan ke rumahmu ❤

From: Kris

    Apa yang sedang kau lakukan? Apa Luhan menganggumu?

From: Xolovestephi

    Taengggg >< Nickhun oppa sudah mengabariku…. mian, tidak mungkin aku menolaknya ‘kan? Lain kali aku pasti ke rumah mu baby. Sorry cutie pie >< <333

From: Kris

    Apa kau baik – baik saja?

From: Kris

    Balas pesan ku, bodoh. Setidaknya angkat telepon ku

    Dan 3 panggilan tersebut merupakan dua dari Kris dan sisanya Tiffany. Taeyeon kembali menghela nafas. Gadis itu melemparkan handphone nya sembarang.

    “Kenapa Mom dan Dad tidak meneleponku? Apa mereka belum sampai di Jepang? Atau mereka tidak merindukanku?” gumam Taeyeon parau.

Wanna Be Yours

Luhan’s Side

    Luhan menghela nafas. Entah ini sudah yang keberapa kalinya sejak ia mengunci dirinya di dalam kamar tamu tersebut. Luhan menatap nanar langit langit kamar itu yang dihiasi dengan lampu yang sangat cantik.

    Pria itu bergumam tidak jelas dan meletakkan punggung lengan kanannya untuk menutupi matanya. Ia kembali menghela nafas dan diikuti desahan frustasi.

    Luhan tahu. Tidak usah diberitahu pun Luhan tahu jika apa yang dilakukannya pada Taeyeon adalah suatu kesalahan. Luhan selalu berprinsip tidak akan menyentuh seorang gadis jika gadis itu tidak mengizinkannya. Yah, meskipun yang terjadi tadi bukanlah sentuhan secara harafiah, tapi tetap saja itu namanya sentuhan. Sentuhan bibir lebih tepatnya.

    Bagaimanapun juga, setidaknya Luhan masih bisa mengontrol dirinya untuk tidak meneruskannya hingga ke bagian yang lebih intim. Tapi setidaknya Luhan juga tahu jika Taeyeon tidak akan memaafkannya atau sekurang kurangnya, gadis itu tidak akan mau berbicara dengannya.

    Luhan terlalu sulit menggunakan akal sehatnya tadi. Kematian Kim Hayeon. Kematian pujaan hatinya itu cukup – tidak – bahkan lebih dari cukup untuk membuatnya berfikiran kalut dan tidak bisa mengontrol perilakunya.

    Pria itu membuang nafasnya dengan perlahan, sangat pelan. Fikirannya kembali berkecamuk. Kim Hayeon dan Kim Taeyeon begitu mirip di matanya. Bahkan hanya untuk memikirkan itu saja, ia rasa dirinya tak sanggup. Walaupun fisik mereka mirip, itu bukan berarti satu orang yang sama bukan?. Dan lagi pula sudah jelas bahwa Hayeon sudah pergi. Pergi untuk slama-lamanya.

    Kim Hayeon adalah gadis yang sangat dicintainya lebih dari siapapun, gadis yang manis dan penuh dengan perhatian. Berbanding terbalik dengan Kim Taeyeon yang ketus dan terkesan selalu tertawa dibalik kesengsaraannya. (read previous chapter)

    “Nappeun. Kau gadis jahat. Aku membencimu” gumam Luhan pelan. Beriringan dengan air hangat yang mengalir di pipinya, dan Luhan kembali terisak.

    Kenangan itu memang terlalu sulit untuk dilupakan. Tidak. Itu salah. Luhan memang tidak ingin melupakan kenangan menyedihkan itu. Sangat menyakitkan. Dan hingga akhir, ia hanya bisa memendam rasa itu. Rasa sakit itu.

~Flashback~

    Luhan membuang nafasnya kasar. Jujur, ia sangat lelah sekarang. Ia yakin 100% jika gadis bernama Kim Hayeon itu telah tersesat di sebuah tempat. Karena yang ia tahu, gadis kecil itu baru pindah ke sini kemarin. Luhan yakin, gadis itu pasti tersesat dan sedang menangis sekarang.

    Luhan memasuki kawasan taman di persimpangan komplek yang masih dalam proses pembangunan di depannya dengan santai. Mungkin iya jika tadi ia sibuk berlarian sambil meneriakkan nama gadis itu untuk menemukannya, tapi sekarang? Untuk apa ia melakukannya? Sudah jelas ketika secara tidak sengaja dirinya bertemu dengan YiFan, pria itu mengatakan akan ikut mencarinya.

    Luhan rasa ia tidak perlu mencarinya begitu teliti. Siapa gadis itu hingga harus membuat Luhan menguras keringatnya dan membuat tenggorokkannya sakit karena terus berteriak?. Harap harap saja, Yifan yang akan menemukan gadis itu.

    Luhan berjalan menyusuri taman dengan santai. Udara sore hari begitu sejuk, sesekali angin nakal mengguyur wajahnya dan menggelitiki lehernya. Hal itu membuat Luhan sangat senang.

    Tapi sebelum Luhan menunjukkan ekspresi dari kebahagiannya itu, niatnya lebih dulu batal ketika melihat suatu objek yang sedari tadi dicarinya. Pria kecil itu memberengut kesal. Rambut lurus berwarna hitam itu, baju berwarna putih itu, rok manis dengan hiasan pita itu, serta tubuh mungil itu. Bahkan untuk sekali melirik saja, Luhan sudah tahu siapa sosok gadis di samping kursi taman yang sedang berjongkok membelakanginya tersebut.

    “Harusnya YiFan yang menemukanmu” gumam Luhan sambil mengacak rambutnya frustasi lalu berjalan mendekati sosok gadis kecil itu

    “Hey, ap…”

Trrrtttt Trttt Trttttt

    Luhan seketika berdecak dan bangkit dari posisi tidurnya ketika flashback nya harus terhenti ketika sebuah panggilan telepon mengampirinya. Luhan meraih iPhone nya tersebut lalu langsung mengeslide option hijau dilayar handphone nya itu tanpa melihat siapa yang telah meneleponnya.

    “Apa?” tanya Luhan sengit seketika sambungan mereka tersambung

    “Apa apaan nada suaramu itu?” sahut seseorang dari sebrang telepon dengan suara berat dan malasnya. Siapa lagi jika bukan Kris.

    “Aku tidak sedang dalam mood yang baik untuk berbicara dengan mu Yifan” ucap Luhan lesu sambil kembali menidurkan tubuhnya.

    “Sebetulnya aku juga tidak ingin berbicara denganmu. Tapi ada yang ingin kutanyakan”

    “Mwonde? Malhaebwa. Tidak biasanya kau banyak bicara seperti itu. Kenapa? Kau ingin kucarikan pelacur? Aku memiliki banyak nomor pelacur yang kudapat dari Jongin” ujar Luhan

    Terdengar helaan nafas dari Kris

    “Jangan berbicara yang tidak tidak Xi Luhan. Aku ingin tahu apakah Taeyeon baik baik saja sekarang? Ia tidak menjawab pesan – pesanku dan juga tidak mengangkat teleponku” ungkap Kris dengan suara yang semakin merendah di akhir kalimatnya.

    Luhan terdiam sejenak. Saat mendengar nama Taeyeon, kejadian itu kembali terngiang – ngiang di kepalanya.

    “Molla, aku tid… tunggu dulu, kenapa kau bertanya – tanya seolah aku sedang ada di rumah gadis itu?” tanya Luhan

    “Tentu saja aku tahu. Ahjumma Kim meneleponku dan menceritakannya. Mulai dari alasan kepergian mereka hingga keberadaanmu yang bisa dikatakan sebagai pahlawan penjaga Taeyeon” ujar Kris dengan nada mengejek

    “Memang benar aku adalah pahlawannya. Kau iri?” tanya Luhan menantang

    Kris bungkam untuk sejenak lalu kembali menjawab

    “Tidak juga. Aku tidak membutuhkan pengakuanmu itu. Cepat berikan handphone mu pada Taeyeon. Aku ingin berbicara dengannya” sengit Kris

    Luhan menaikkan sebelah alisnya.

    “Tidak mau!”

    “Tidak mau? Baiklah. Setelah aku memutuskan sambungan telepon ini, aku akan langsung menelepon ayah Taeyeon dan mengatakan jika kau tidak menjaga Taeyeon dengan baik dan juga ak…”

    “Arraseo! Arraseo!” potong Luhan sebelum Kris melanjutkan ancamannya yang berbahaya bagi keselamatannya dan langsung bergegas keluar dari kamar.

Wanna Be Yours


Knock Knock Knock

    Knock Knock Knock

    Luhan mengetuk pintu kamar Taeyeon dengan tak sabaran dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menenteng iPhone nya yang masih terhubung dengan Kris.

    Dari balik pintu, Luhan dapat mendengar langkah seseorang yang mendekat. Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok Taeyeon yang langsung memberikannya tatapan sedingin mungkin. Luhan bahkan sempat berfikir jika gadis itu telah menyiapkan tatapan paling dingin dan menusuk mliknya yang akan diberikannya pada Luhan.

    “Apa?!” tanya Taeyeon penuh penekanan

    Taeyeon sedikit memundurkan tubuhnya kebelakang, takut jika Luhan mungkin akan melakukan hal gila lagi.

    “Kris” jawab Luhan santai sembari menyodorkan hp nya tepat di depan wajah Taeyeon. Taeyeon masih setia dengan ekspresi dinginnya dan dengan kasar mengambil Hp tersebut dari tangan Luhan.

    “Ya Kris?” tanya Taeyeon

    Luhan dapat bersumpah jika nada suara yang dikeluarkan gadis itu saat berbicara dengannya sementara dengan Kris sangat berbeda. Jauh berbeda. Luhan hanya mendengus dan terus mengamati wajah Taeyeon saat gadis itu berbicara dengan Kris.

    Lambat laun, Luhan mulai menyunggingkan senyumnya. Entahlah, tapi ekspresi ekspresi yang diluncurkan gadis itu saat berbicara membuatnya sangat gemas. Terlebih bibirnya yang sesekali gadis itu majukan untuk sekedar membalas ucapan Kris dari sebrang telepon, Luhan benar benar menjadi ingin mencicipinya lagi.

    “Kris… aku ingin memelukmu” ucap Taeyeon tiba tiba dengan suara yang sangat manja

    Permintaan Taeyeon tersebut jelas membuat lamunan Luhan yang bertemakan ‘Kim Taeyeon’ barusan lenyap. Pria itu mengambil kembali hp nya tanpa mengatakan apapun sebelumnya dan langsung mematikan sambungan telepon dengan Kris.

    “Ya! Aku belum selesai berbicara” protes Taeyeon tak terima

    Luhan hanya diam, menunjukkan ekspresi tak suka yang luar biasa dari kerutan di dahinya.

    “Jangan berbicara seperti itu lagi” perintah Luhan

    Taeyeon mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu?”

    Luhan berdecak. “Jangan lagi menggunakan nada suara seperti tadi pada siapapun. Kau mengerti?” peringat Luhan layaknya seorang bos yang sedang memperingati karyawannya. Atau lebih mudahnya…. Luhan layaknya seorang pria yang sedang cemburu lantaran gadisnya bermanjaan dengan pria lain.

    Taeyeon tertegun. Dan tentunya untuk berbagai alasan. Jelas Luhan terlihat seperti sedang cemburu sekarang. Tapi untuk apa?

    “M-Memangnya kenapa?” tantang Taeyeon sedikit gugup.

    Luhan menghela nafas. “Lupakan saja” jawab Luhan dan kali ini pria itu menyenderkan tubuhnya di ambang pintu. Tampak lesu.

    Taeyeon menatap Luhan sebentar dan kembali berujar. “Pergilah” sengit Taeyeon dan ketika hendak masuk kembali ke kamarnya, Luhan lebih dulu menahan Taeyeon dengan menggenggam pergelangan tangan gadis itu. Taeyeon tersentak lalu langsung menatap Luhan dengan tatapan bingung dan juga takut.

    “Jangan berfikir yang tidak – tidak. Aku lapar. Buatkan aku makan malam”

    Taeyeon mendengus dan malu di detik yang sama. Ia tertangkap basah telah berfikiran jauh. Tapi bukankah sebetulnya itu wajar mengingat apa yang telah dilakukan Luhan padanya?. Luhan bodoh, batin Taeyeon.

    “Memangnya apa yang kufikirkan, huh?. Dan buat makan malam mu sendiri” sungut Taeyeon kasar lalu menghempaskan tangan Luhan kebawah.

    “Kau berfikir jika aku akan menciummu lagi. Buatkan aku makan malam sekarang juga Taeyeon, setidaknya itulah caramu untuk membalas budi” ungkap Luhan yang kini kembali berdiri tegap.

    “Mwo?!! Kenapa aku harus berfikir seperti itu?? Dasar gila!. Dan sejak awal aku tidak ikut campur dalam perjanjian bodoh ini! Aku tidak mau memasak untukmu! Memangnya aku ini istrimu?!” sengit Taeyeon seolah sedang mempertaruhkan harga dirinya. Luhan menatap Taeyeon dengan lekat, penuturan Taeyeon barusan jelas pembelaan diri yang terlalu berlebihan. Betul betul kentara.

    “Jangan memulai Kim Taeyeon” ucap Luhan pelan seolah memperingati

    “Kau duluan yang memulainya namja gila. Aku sudah berbaik hati karena tidak menamparmu, kau tahu!”

    Tanpa diduga – duga, tanpa memberikan sinyal, Luhan berjalan mendekati Taeyeon. Menghabisi jarak diantara mereka dengan menyudutkan Taeyeon di pintu dengan sedikit mendorong pelan bahu gadis itu. Taeyeon tersentak. Tentu saja gadis itu terkejut. Taeyeon menjadi seperti trauma dengan kejadian tadi dan perasaan takut akan disentuh Luhan benar benar berhasil membuat harinya!

    Terlebih ketika dengan cepat tangan kiri Luhan melingkar dengan indah di pinggang Taeyeon dan yang kanan diletakkannya di permukaan pintu. Ditambah setelahnya Luhan langsung menarik tubuh Taeyeon agar semakin menempel dengan tubuhnya.

    Taeyeon semakin melebarkan kedua matanya seilir dengan pipinya yang semakin memerah.

    “YA!!” Pekik Taeyeon berusaha mendorong Luhan. Tapi pria itu justru mengeratkan pelukan satu lengannya itu dan mengadu kening mereka. Taeyeon mengaduh kesakitan ketika jidatnya berciuman dengan jidat Luhan. Wajah keduanya semakin dekat, dan dengan posisi kepala yang seperti itu, baik Luhan maupun Taeyeon bisa menikmati nafas hangat satu sama lain yang beradu disetiap hembusan nafas mereka.

    Taeyeon menelan salivanya dengan sulit. Ia tidak berteriak atapun memberontak. Gadis itu hanya diam, seolah tatapan Luhan telah berhasil menghipnotisnya untuk diam.

    “Kalau itu yang kau inginkan, tamparlah aku. Dan setelah itu segera buatkan aku makanan. Lalu jika kau masih berbicara seperti tadi, maka jadilah istriku dan kau bisa memasak untukku kapan saja Yeon-ah”

    Seketika bibir bawah Taeyeon terasa jatuh ke bawah yang menyebabkan bibirnya sedikit terbuka. Kalimat –kalimat Luhan cukup membuat kesal, malu dan bingung disaat yang bersamaan.

    Kesal karena pria itu sudah menyuruhnya dengan semena – mena, malu karena pria itu sudah secara terang terangan memintanya untuk menjadi istrinya dengan posisi tubuh seperti sekarang ini dan bingung karena pria itu sudah memanggilnya dengan sebutan yang tidak pernah digunakan pria itu sebelumnya.

“Yeon-ah”

    Taeyeon merasa familiar dengan panggilan itu. Sangat familiar.

To Be Continued

A/N

Pendek kan? Hehehe karena chapter 3 nya gak sesuai target author sih><

Terus, rus, russss, Author tahu kok klo masih banyak banget yang namanya SIDERS! Itu lohhh yang cuma numpang baca dan pergi gitu aja #aweeee #lopenpis

Kalo masih banyak siders…. author bakal protect chapter selanjutnya J

Mau dapet passwordnya> 089666477609

Dan chapter ini betul betul FLAT dan tidak sesuai dengan previews yang author buat. Maaf readers, soalnya previews di chapter 3 itu bisa dimasukkin ke chapter ini klo ada 17+ moments nya ><

Thanks for reads, and don’t forget to leave a comment (lebih dari satu komen pun boleh kok #kidding #garing)

©Unicorn


Advertisements

146 comments on “[FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 4 {Part A/B})

  1. Baru baca ff ini, dan ternyata bagus bgt, aku suka karakternya luhan walau rada” gimana gitu ya kalo ama cewek..:D
    But keep writing author..:)

  2. Pendek-_-
    Taeyeon Hayeon kembar ye? kembar yg terpisah? /alasinetron. Banyakin sweet moment kristae ye, hot moment lutae nya juga:v update cepet plis

  3. sebenernya taeyeon ana hayeon itu orang yg sama apa beda sihhh ??? bingung akunya..
    dan itu heiii luhan main nyosor2 aja kaya bebek..
    lanjut tjor chap selanjutnya.. jgn d proteck pleaseee

  4. Jadi taeyeon sma haeyeon itu..?renkarnasi ap gmm??making penasaran.klo so protec,boleh ya thor minta passwrod nya wk,FIGHTING !!KEEP WRITING & IMAGINE !!😊😊😻😻

  5. Masih bingung sama hayeon dan taeyeon thor hehe tapi lebih cocok uri taeng sama kris huhu, baekhyun kalo lagi cemburu jadi manly kkkkk, next chap ditunggu

  6. pas ngubek” baru baca ff ini thor .-.itu si lu-ge pervert bgt sumvah -.- pan kasihan taeng yg masih polos unyu unyu/? kris jga so sweet bgt >< klo kristae sweet moment , lutae hot moment :v keep writing thor ^^

  7. ga kecepetan tuh luhan suka taeyeon nya? haha sebenernya hayeon itu siapa? pacarnya luhab dulu? hubungan nya sama taeyeon apaan? chapter ini greget nya nanggung thor hihi buat selanjutnya mudah2ab di babat habis yaa kekeke hwaiting!

  8. Pingback: [FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 4 {Part B/B}) | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: [FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 5) | All The Stories Is Taeyeon's

  10. Hahahahaha lutae lucu sekali😫😫😫😫😫luhan cemburu ma gaya bicara tae terhadap kris😂jadi kebayang suara tae saat manja

  11. Itu kim taeyeon ada hubungan apa sih ma kim hayeon? Bingunggg
    Penasaran nih. Izin baca ya thor! Cepetin lanjutin jga lanjutannya 😀
    Fighting author kece!!

  12. Pingback: [FREELANCE] Wanna Be Yours (Chapter 6) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s