[FREELANCE] Love With Werewolf (Chapter 3)


Love With Werewolf Chapter 3

Author : Kkaepsong girl

Length : Chapterd

Rating : Pg 17+

Genre : Romance,sad,

Main cast : – Kim taeyeon

  • Oh Sehun
  • Kim Junmyun (Suho)

Othercast : Kwon Yuri,Kim Jong in dll

Desclamer : Cerita ini hanyalah karangan semata,Para tokoh di ff ini adalah milik Tuhan semata dan milik kedua orangtua mereka masing – masing,jika ada yang ingin memiliki salah satunya temui author dulu ya..he…he

Author’s Note : Bagi yang sudah baca di harapkan kritik dan saran ya?tapi kritiknya jangan pedes pedes (?)^-^ dan WARNING typo’s berterbangan.…Don’t be plagiator,ff ini 100% milik author…

Preview: Chapter 1, Chapter 2

 

*Happy Reading*

 

Pagi menjelang, kini tampak keramaian dan kesibukan dayang – dayang istana yang berlalu lalang di sebuah kerajaan besar di Negara ginseng Korea Selatan. Bertepatan masa dinasti Joseon tengah di persiapkan sebuah pernikahan megah kedua putra dan putri raja yang berkuasa pada masa itu yaitu Wang Kim Junhyung dan Oh Junki. Dua kerajaan besar yang sebentar lagi akan bersatu dengan adanya pernikahan ini.

Tampaklah kini di pafiliun sang putri yang lebih ramai selain dapur istana, terjadi sebuah aktifitas yang bisa di bilang sangat sibuk karena banyaknya dayang – dayang yang mempersiapkan sang pengantin wanita atau yang lebih kita kenal sebagai Gongju Kim Taeyeon. Dimulai dari mempersiapkan hanbok yang akan di kenakan sampai dengan tataan rambut bergaya keun meori yang sungguh menawan, wajah rupawan alami itu hanya di poles dengan make up yang sederhana karena memang pada masa itu belum ada make up secanggih masa kini.

Hanbok berwarna biru dengan paduan warna golden menambah kesan mewah pada diri sang putri satu – satunya kerajaan Kim, Putri dari Wang Kim Junhyung dan Wangbi Lee YuYeon. Mahkota kecil yang dikenal hwagman di kenakan di kepala dan doturak daeggi pita besar tergantung di bagian belakang rambut Taeyeon Seorang gadis sederhana dan juga penyayang siap menjalani kehidupannya yang baru bersama dengan seseorang yang akan menemaninya hingga akhir nanti. Hidupnya yang semula bebas sedikit demi sedikit akan berubah dengan kehadiran sosok putra mahkota tampan kerajaan Oh.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Taeng-ah, Bagaimana sudah siap?” Tanya Suho selaku kakak kandung dari Kim Taeyeon setelah memasuki pafiliun milik adik satu – satunya ini.

“Oppa,” Sahut Taeyeon memandang kakaknya dengan senyum yang terukir dengan indah. “Bisa kalian meninggalkan kami. Aku hanya sebentar” Ujar Suho tegas memandang kearah dayang – dayang yang tengah menundukkan badannya.

“Nhe, Wangseja” Jawab para dayang serentak, Sesegera mungkin para dayang yang semula memenuhi Pafiliun Taeyeon satu demi satu keluar dari ruangan itu dengan berjalan mundur.

“Tak kusangka adikku kini mendahuluiku” Sindir Suho setelah duduk di hadapan adiknya. “Mian oppa, tapi ternyata aku lebih menarik dari pada oppa” Jawab Taeyeon sedikit bercanda.

“Ha…ha…ha, kau ini, Tapi Taeng-ah aku benar – benar mendukungmu dengan Wangseja Oh itu. Dia adalah namja yang bertanggung jawab dan juga pandai bergaul. Bahkan saat bertemu dengan dia untuk kali pertamanya, dia sudah bisa mengimbangi keadaan yang terjadi” Ujar Suho dengan nada yang berubah serius walaupun masih terukir senyum indah dari bibirnya.

“Aku juga oppa, untuk kali pertama aku bertemu dengannya sebenarnya aku sudah menyukainya dan berniat menolak perjodohan yang di buat Appa, namun setelah aku tahu bahwa dialah orang yang dimaksudkan appa, Semua jadi seperti ini” Jawab Taeyeon melunak.

“Aku mendukung apapun yang kau lakukan, asalkan itu yang terbaik untukmu Taeng-ah” Ujar Suho lagi, “Khamsamidha oppa” Jawab Taeyeon, senyum tak pernah lepas dari bibir pink soft miliknya.

“Kita pergi sekarang. Ini sudah waktunya” Ucap Suho beranjak dari tempatnya, beberapa dayang istana kembali masuk kedalam pafiliun sekedar untuk membantu sang Putri menyiapkan dirinya sebelum akhirnya berangkat menuju lapangan perhelatan. Kedua tangannya memegang sebuah paeok sebelum ia melangkah meninggalkan pafiliun pribadinya.

Sementara itu ****

 

“Wangseja Oh, Para Mentri dan juga Wang Mama (raja ratu) telah berada di Lapangan perhelatan, Silahkan Wangseja memasuki lapangan perhelatan” Ujar salah satu Dayang istana di pafilunn yang kini ditempati oleh Sehun.

“Baiklah” Jawab Sehun beranjak dari duduknya. Kakinya melangkah meninggalkan pafiliun diikuti rombongan dayang istana sebagai pengiring sekaligus dan jangan lupakan Kim Jongin yang berperan sebagai sahabat dari Oh Sehun.

 

Kini Putra mahkota Oh telah memasuki lapangan perhelatan suara alunan music tradisional khas Korea menggema di Lapangan perhelatan itu, Para Wang dan Mama telah siap duduk di singgah sananya sekaligus para mentri dari dua kerajaan yang tampak telah siap dengan baju merah dan topi kebanggaan masing – masing.

Oh Sehun melangkah mamasuki lapangan perhelatan mengenakan jubbah kebesarannya yang berwarna biru dengan naga empat jari dikenal dengan nama sajaeryongbo. Sabuk pinggang hitam sebagai pembatasnya.

Diikuti dengan dayang istana yang jumlahnya tak bisa di bilang sedikit Oh Sehun berhenti di depan sebuah alas tempatnya mengikat janji sedangkan di depannya kini berdiri sesosok Gongju (Putri) yang sejak tadi memenuhi relung fikirannya Kim Taeyeon. Kedua pasang mata itu bertemu, kedua bibir itu tertarik membentuk lengkungan setelahnya.

Sehun dan Taeyeon saling membungkuk memberi hormat dan menuangkan minuman dengan dipisahkan meja upacara. Diatas meja upacara, telah di susun benang warna merah dan biru, lilin, kacang merah, beras, jujube, gotgam dan sepasang bebek yang melambangkan kasih sayang langgeng. Taeyeon dan Sehun didudukkan pada sebuah kursi tahta yang di pisahkan oleh sebuah jalan. Perdana metri Han maju untuk membacakan surat perhelatan. Selesai dengan penobatan Para Mentri berdiri dan berseru

“100 tahun yang mulia” Dan diikuti dengan pekikan selamat lainnya. Upacara perikahan selesai dengan resminya Kim Taeyeon berubah menjadi Oh Taeyeon dan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Oh. Para penari mulai memasuki lapangan perhelatan sedangkan para pemain music mulai bersenandung mengikuti setiap gerakan para penari. Senyum para tamu yang berdatangan dalam upacara pernikahan ini tampak tak sedikitpun luntur dari bibir masing – masing.

Upacara berlangsung dengan sacral dan meriah. Kini saatnya para tamu dan anggota kerajaan kembali ke kediaman masing – masing. Begitupula dengan sepasang pengantin yang hubungannya baru diresmikan Ya, merekalah Oh Sehun dan Oh Taeyeon. Taeyeon dan Sehun tampak berjalan beriringan menuju ke pafiliun milik Taeyeon.

 

***********

 

Sementara itu bertempat di rumah Gisaeng, Hanyang, sekelompok pria berhanbok yang tampak mahal. Terlihat tengah duduk berkelompok membicarakan suatu hal yang serius. Topi mereka yang berwarna hitam dan hanbok sutra dengan nilai jual tinggi itu melambangkan bahwa mereka adalah salah satu dari pejabat kerajaan.

“Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” Tanya sebuah suara namja berjenggot putih pada para mentri yang lainnya.

“Kita harus menunggu waktu yang tepat sebelum memulai intinya” Sahut Mentri lainnya berhanbok hijau.

“Bagaimana kalau kita melakukan secara berlahan?” Tanya yang lainnya.

“Kita harus lakukan secara halus sebelum semua menyadari sesuatu” Tambah yang lainnya.

“Jangan terlalu difikirkan, sekarang kita harus bersantai terlebih dahulu. Jangan sia – siakan hidupmu yang indah ini” Ujar namja berjenggot putih sembari tersenyum aneh. Kini tampaklah beberapa Gisaeng yang masuk dalam ruangan itu membawa beberapa botol anggur dan soju pesanan dengan kualitas terbaik pastinya. Kini hanya terdengar gelak tawa dari orang – orang di dalam ruangan penuh aroma soju yang menyengat

 

*********

 

Kembali ke dalam Pafiliun dimana didalamnya terdapat dua orang namja dan yeoja masih lengkap memakai hanbok yang mereka kenakan dalam upacara pernikahan tadi. Beberapa dayang masuk kedalam pafiliun dengan membawa meja kecil berbentuk nampan berisi beberapa makanan ringan dan sebuah teko berisianggur dan soju berkelas.

Selesai menaruh meja kecil tadi di hadapan sang Putra mahkota kerajaan Oh dan Putri dari kerajaan Kim dayang istana tadi beranjak mundur sambil membungkuk meninggalkan pafiliun Putri raja. Kini Sehun dan Taeyeon hanya duduk beradapan dengan keheningan yang melanda mereka berdua tanpa ada salah satu yang segan mengeluarkan sura.

“Jadi, aku harus memulai dari mana?” Tanya Sehun setelah ia mendapatkan gelar juara memecahkan keheningan.

“Maksud anda Wangseja?” Tanya Taeyeon memandang Sehun dengan tatapan bingung. “Apakah aku harus melakukan ritual yang selama ini dianut oleh kebudayaan kerajaan?” Ujar Sehun memperjelas pertanyaannya.

“Jika Jeonha Wangseja tak keberatan, aku akan menerimanya. Karena itu sudah menjadi tugas mutlak bagi saya” Jawab Taeyeon sopan sembari menatap Sehun dengan senyum kecilnya. Sementara itu Sehun tanpa sadar menarik kedua sudut bibirnya membentuk pelangi disana.

“Baiklah aku akan mulai sekarang, namun Taeyeon-ah Kau harus menuruti beberapa peraturan disini” Ujar Sehun. “Peraturan?, Apakah itu salah satu adat dari kerajaan Oh?” Tanya Taeyeon lagi dengan raut wajah bingungnya.

“Tentu saja……………< Bukan>” Jawab Sehun dilanjutkan dalam hati. “JIka benar begitu, silahkan anda katakan apa peraturan yang harus saya turuti” Jawab Taeyeon pasti. Sehun tersenyum puas mendengar jawaban dari Wangsaeja binya (Istri Putra mahkota) saat ini.

“Yang pertama, Sebagai permain suriku Taeyeon-ah kau harus memanggilku dengan sebutan oppa saat kita bermain nanti. Kau setuju?” Tanya Sehun setelah memberitahukan salah satu persyaratannya. Taeyeon hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Dan yang kedua Taeyeon-ah jangan coba menolak dengan apa yang akan aku lakukan nanti, Dan hal inilah yang paling penting” Tambah Sehun lagi. “Saya mengerti Wangseja” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya. Sehun tersenyum puas setelah memberitahukan keinginannya.

Sekali lagi, Sehun menuangkan soju kedalam gelasnya yang telah kosong. Segera di teguknya soju tersebut dalam sekali tenggakan. Ditaruh kembali gelas yang telah kosong tersebut di meja kecil berbantuk nampan yang terbuat dari kayu. Sejenak Sehun menatap Taeyeon yang tengah asik menundukkan kepalanya dalam. Sehun sedikit menyunggingkan senyum misteriusnya.

Diamatinya wajah gadis itu yang tengah tertunduk dengan seksama, dalam hati ia bersyukur dapat memiliki dan mempersunting seorang gadis yang menjadi cinta pertamanya walaupun di awal pertemuan mereka hanya Sehunlah yang mengetahui identitas gadis berparas cantik ini. Semakin Sehun mengamati wajah menawan itu, semakin jatuh Sehun kedalam jerat hasratnya yang menggebu. Keinginan untuk memiliki gadis ini seutuhnya dan mengkalim gadis ini sebagai satu – satunya untuk Wangseja (putra mahkota) Oh Sehun.

Merasa terganggu akan penghalangnya saat ini, Sehun tersenyum dan segera menyingkirkan meja kecil pemisah jarak antara dirinya dan Taeyeon ke pinggir ruangan. Ia semakin menampakkan senyum lebarnya setelah ia berhasil menjalankan misi yaitu meyingkirkan meja pengganggu dari hadapannya.

“Mendekatlah kemari Taeyeon-ah” Titah Sehun sembari mencobot sebuah penutup kepala berwarna hitam yang tadi dikenakannya dalam upacara. Taeyeon mendekatkan dirinya sedikit – demi sedikit kearah Sehun masih dengan wajah yang menunduk.

“Berbaliklah” Titah Sehun lagi. Taeyeon dengan segera mengikuti perintah dari Sehun, Ia segera berputar membelakangi Sehun namun masih dengan jarak yang cukup dekat. Kedua tangan Sehun terangkat untuk melepaskan segala atribut dari kepala Taeyeon, Tak lupa juga ia melepaskan sanggulan rambut Taeyeon agar lebih nyaman.

“JIka terus seperti ini, nanti kau bisa sakit kepala Nae Wangseja bin” Gumam Sehun yang masih bisa didengar dengan jelas oleh kedua telinga Taeyeon. Taeyeon tersenyum atas segala bentuk perhatian yang biberikan oleh Sehun padanya.

“Khamsamidha Jeonha” Jawab Taeyeon seingkat. “Tak perlu sungkan padaku. Sekarang kau sudah menjadi permain suriku Taeyeon-ah” Jawab Sehun melepaskan pita terakhir dari kepala Taeyeon.

“Selesai, Sekarang hadapkan kembali wajahmu kearahku Taeyeon-ah” Titah Sehun lagi. Tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya, Taeyeon segera membalikkan tubuhnya menghadap kearah Sehun dengan wajahnya yang tertunduk.

“Angkat wajahmu Wangseja bin Oh Taeyeon, bagaimana aku bisa melihat wajamu dengan puas jika kau terus menundukkan dan menyembunyikan wajah cantikmu itu” Ujar Sehun sedikit menggombal. Dengan ragu Taeyeon menggangkat kepalanya menghadap Sehun. Jantungnya berpacu dengan cepat menandakan betapa gugupnya ia saat ini.

“Aku mulai sekarang” Ujar Sehun lagi. Ditariknya Taeyeon agar semakin mendekat kearahnya, kearah sebuah kasur tidur yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wajahnya mulai mendekat mengikis jarak antar wajah mereka berdua. Taeyeon memejamkan mata untuk menerima segala kemungkinan yang terjadi setelahnya. Terasalah sekarang kedua benda lunak itu menyatu dengan lembutnya.

Untuk awalan, Sehun masih bermain aman dengan hanya menempelkan kedua bibir mereka dan sedikit mengecupnya berulangkali. Hingga beberapa beberapa menit berlalu, Sehun memulai start dengan sedikit melumat bibir Pink Soft milik permain surinya sedangkan tangan kirinya berada di sekitar tengkuk Taeyeon sedikit menariknya agar semakin dalamn ciuman tersebut. Tangan kanannya menarik pinggang Taeyeon agar semakin mendekat padanya.

Sementara kedua tangan Taeyeon yang mengalung indah di leher Sehun tengah bermain dengan rambut Sehun yang semula tampak rapih, namun kini tak ada di dalam diri mereka berdua yang masih tampak rapih. Sehun semakin mendalamkan ciuman itu dengan Taeyeon yang mulai membalas apa yang Sehun lakukan padanya.

Lidah Sehun menerobos masuk kedalam rongga mulut Taeyeon setelah merasa ia mendapatkan tiket untuk masuk kedalamnya. Suasana Pafiliun Putri Raja milik Taeyeon kini berhawa bak di sauna dikarenakan aktifitas malam hari yang tengah dijalankan oleh kedua insan yang mencoba saling memiliki.

Semakin lama, Sehun semakin mendorong Taeyeon untuk berbaring sementara dirinya ikut mengimbangi dengan ikut berbaring tepat diatas tubuh Taeyeon. Dilepaskannya ciuman panas itu setelah dirasa pasukan oksigen disekitar mereka mulai menipis.

Sehun sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Taeyeon, Dilihatnya wajah Taeyeon yang memerah dan nafas terengah akibat perlakuannya tadi.

“Masih sanggup Wangsaeja Taeyeon,? Bahkan aku baru saja memulai di tingkat paling dasar. Bisa aku lanjutkan Sekarang?” Tanya Sehun memandang mata Taeyeon dalam. “Aku tadi sudah berjanji, jadi aku akan lanjutkan” Jawab Taeyeon mantap sembari balas menatap mata Sehun.

Sehun tersenyum tulus, tangan kanannya beralih menuju sebuah tali di bagian kanan dada Taeyeon. Tali itulah yang nantinya dapat membuka segalanya dalam diri Taeyeon. Taeyeon sedikit memejamkan matanya, sementara Sehun menatap segala aktifitas yang dilakukan tangannya. Sehun menambahkan senyum puasnya setelah tali itu berhasil tertarik dan terbuka. Sehun kembali mengarahkan tatapannya menuju manik mata Taeyeon yang tertutup.

“Bukalah matamu Taeyeon-ah, kita akan coba dengan level yang lebih tinggi. Aku akan melakukannya secara perlahan” Sedikit demi sedikit Taeyeon membuka matanya dan melihat wajah Sehun yang kini tepat di hadapannya. Bibir mereka kembali bertemu dan kembali melakukan Hot Kiss dengan suara – suara erangan dan saliva mereka yang menyatu hingga mengalir bak sungai di rahang Taeyeon.

Kaki kanan Sehun tepat berada pada belahan kedua kaki Taeyeon hingga dapat menimbulkan gesekan – gesekan akibat kesengajaan maupun bukan. Kedua tangan Sehun tak tinggal diam dan mulai melaksanakan tugasnya dibeberapa tempat vital milik Taeyeon, menjelajahi setiap lekuk tubuh Taeyeon. Suara erangan keduanya menemani malam panjang bagi kedua pasangan baru ini.Hingga Semua berakhir dengan

 

mati lampu pemirsa……………He,….he…Silahkan bayangkan sendiri.

 

 

***

 

Ditempat yang lain dan diwaktu yang sama, Bertempat di aula kerajaan Seouldam. Tempat berkumpulnya sekelompok orang – orang penting yang pastinya memiliki kedudukan tinggi di kerajaan ini maupun dikerajaan Oh sendiri. Merekalah pemimpin besar dari kedua kerajaan yang baru saja mengikat hubungan kekeluargaan mereka dengan menikahkan kedua anak mereka.

Wang (Raja) Oh Junki dan Mama (ratu) Jung sojung dari kerajaan Ogulso dan Wang Kim Junhyung dan Mama Lee YuYeon beserta Wangseja Junmyun dari kerajaan SeoulDam tampak saling bercengkrama. Gelaktawa dari pemimpin dua kerajaan besar itu terdengar menggema di sudut – sudut ruangan.

“Aku tak pernah menyangka, mereka berdua bisa menyetujui perjodohan ini” Ujar WangOh Junki membuka pembicaraan.

“Dan aku lebih tak menyangka lagi jika mereka bisa jatuh cinta pada pandangan pertama” Sahut Wang Kim berusaha memberikan candaan.

“Jadi Wangseja Junmyun, kapan anda akan menyusul?” Tanya Mama (Ratu) Oh sekedar menggoda. Suho menunjukkan senyumnya menahan tawa. “Saya akan menunggu sampai ada seseorang yang benar – benar saya cintai. Walaupun itu tak pasti kapan akan terjadi, tapi saya akan berharap” Jawab Suho dengan senyumnya yang tak mudah luntur itu.

“Kau sangat bijak Wangseja Junmyun. Tak salah jikalau nantinya Kerajaan Seouldam akan dipimpin oleh putra mahkota sepertimu.” Puji Wang Oh. “Khamsamidha Raja Oh” Balas Suho sedikit menundukkan kepalanya, menunjukkan rasa hormatnya pada kepala Negara dari kerajaan Ogulso.

“Baiklah, mari kita lanjutkan minum kita yang tertunda ini” Sahut Raja Kim mewakili. Beberapa dayang istana menuangkan anggur ke dalam mangkuk kecil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Segera mereka meneguk anggur itu dalam sekali tenggak.

“Aku tak sabar menanti hasil dari malam ini” Ujar Mama (Ratu)kim memandang Mama (Ratu) Oh yang tengah menatapnya pula. “Anda benar Mama (Ratu) Kim, ialah yang nantinya akan mewarisi segala yang dimiliki Wangseja Oh” Jawab Ratu Oh.

“Mereka memang tampak cocok sejak awal aku melihatnya” Tambah Suho ditengah obrolan. “Kau bernar Wangseja (Putra Mahkota) Junmyun” Setuju Wang (Raja) Kim memandang anaknya. “Dan kami menantikan penerus Raja Selanjutnya dari dirimu Wangseja (Putra Mahkota) Junmyun” Canda Raja Oh yang disambut gelak tawa dalam ruang aula tersebut.

‘Aigoo, kenapa malam ini aku yang selalu terpojokkan. Hughh…Dasar kepala Negara menyebalkan~’ Geram Suho dalam hati dan segera meneguk anggurnya dalam sekali tenggak.

 

>>At the morning

 

Aktifitas di kerajaan Seouldam kembali berjalan seperti hari – hari sebelumnya. Hanya saja kini, di dalam aula kerajaan Seouldam tampak lebih ramai dari sebelum – sebelumnya. Tampak beberapa mentri dan juga dua orang raja dan ratu telah siap pada posisi masing – masing. Begitu pula dengan dua putra mahkota kita dan juga seorang putri dari kerajaan Seouldam.

“Kalian pasti sudah tahu kalau hari ini Gongju (Putri) kerajaan Seouldam Kim Taeyeon, harus segera meninggalkan kerajaan tempat lahirnya ini mengikuti suaminya.” Ujar Raja Kim tegas.

“Dan untuk saat ini Wangsaeja Bin Kim Taeyeon, adalah bagian dari keluarga kerajaan Ogulso dan natinya jika Putri Taeyeon melahirkan seorang anak laki – laki maka, anak itu yang akan meneruskan tahta yang nantinya akan kuwariskan pada Putra Mahkota Oh Sehun selaku pewaris tunggal kerajaan Ogulso” Lanjut Raja Oh dengan tegas pula.

“Yang mullia. Namun bagaimana jika nanti Wangsaeja Bin Taeyeon tidak bisa melahirkan seorang bayi laki – laki?” Tanya salah seorang Mentri berbaju Merah. “Kita akan melihat itu nanti setelah Wangseja Bin Taeyeon mengandung dan melahirkan anak pertamanya” Jawab Raja Oh tegas.

Rapat segera diakhiri dengan jawaban tegas dari Raja Oh selaku kepala Negara Ogulso. Para mentri dan segala macam pejabat Negara itu segera meninggalkan. Tepat di gerbang aula kerajaan Seouldam.

 

~~~~

 

Iring – iringan kerajaan mulai tampak memenuhi jalan menuju kerajaan Ogulso. Dua buah tandu kerajaan dan enam orang berkuda sekaligus para dayang kerajaan yang mengiringi keberangkatan pemimpin kerajaan.

Sementara itu di dalam istana Ogulso sendiri, para dayang istana tengah mempersiapkan segala macam hal untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di kawasan kerajaan tersebut. Tampak kini didapur para koki istana juga tengah sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan pemimpin mereka.

“Segera siapkan pafiliun Wangseja. Sebentar lagi beliau akan datang” Peringat salah seorang kepala dayang istana. Suasana sibuk menghiasi kerajaan Ogulso hingga tiba saatnya Petinggi kerajaan memasuki kawasan istana Ogulso.

Senjapun tiba, Matahari telah selesai melaksanakan tugasnya untuk hari ini dan saatnya ia mengadu ke peradaban bumi yang lain. Suasana tenang tergambar jelas di kawasan Pafiliun Putri Mahkota yang baru saja menyandang gelar Putri Mahkota Oh Taeyeon.

“Wangsaeja bin, bagaimana pendapat anda tentang hari ini?” Tanya salah satu dayang kepercayaan Taeyeon. Ialah sahabatnya di istana yang bernama lengkap Kwon Yuri.

“Hari ini? Entahlah….. Padahal baru satu hari aku meninggalkan keluargaku tapi, rasa rindu ini sudah menggebu – gebu.” Jawab Taeyeon memandang kolam kecil di hadapannya. Hanbok biru yang ia kenakan sedikit berkibar di terpa angin malam. Udara yang berhembus kali ini sedikit demi sedikit mulai terasa menusuk kulit.

“Tapi tetap saja anda harus membiasakan diri bukan?” Usul Yuri memberikan pendapatnya. Taeyeon menghembuskan nafasnya pelan. “Bukankah suasana di sini lebih tenang dari pada di rumah Yuri-ah?. Biasanya pada saat ini, aku sudah berada di pafiliun Putra Mahkota untuk nengerjainya. Atau, aku sekarang sudah berada di luar istana dan membuat para dayang kerepotan” Adu Taeyeon.

“Ne, dan anda berhasil membuat saya menyusun beribu alasan untuk mengelabuhi Putra mahkota Junmyun” Sahut Yuri pula. “He….he..Kau benar Yuri-ah” Taeyeon tersenyum sembari menatap langit yang mulai gelap.

“Wangsaeja Bin, Mama Jeonha (Yang mulia ratu) menunggu anda di pafiliun Ratu” Ujar salah seorang dayang istana sembari membungkuk hormat pada Taeyeon. Walaupun kini posisi Taeyeon yang membelakangi Dayang istana tersebut, Tetapi dayang itu tetap membungkukkan tubuhnya menunjukkan rasa hormat. Taeyeon berbalik dan tersenyum pada dayang itu.

“Khamsamidha dayang Jung. Saya akan segera kesana” Jawab Taeyeon sembari menunjukkan senyum ramahnya. Dayang itu segera beranjak sembari berjalan mundur tetap dalam posisi membungkuk meninggalkan Taeyeon dan Yuri.

“Kajja Yuri-ah” Taeyeon berjalan menuju tempat yang telah di beritahuakan oleh dayang Jung diikuti dayang dan pengawal di belakangnya. Sedangkan Yuri berada tepat di sisi kanan Taeyeon. Ditengah perjalanan menuju Pafiliun Ratu, Segerombol dayang dari arah berlawanan tepat berada di hadapan Taeyeon saat ini. Taeyeon dan rombongan menyingkir kesisi jalan dan menunduk, inilah bukti bahwa pangkat yang lebih tinggi dari Taeyeon.

“Mau kemana Wangsaeja Bin Taeyeon?” Tanya Sehun berhenti tepat di hadapan Taeyeon. Taeyeon mengangkat kepalanya yang sempat menunduk hormat. “Saya tengah menuju pafiliun Mama Jeonha (Yang mulia Ratu) Wangseja (Putra Mahkota)” Jawab Taeyeon.

“Pafiliun Mama (ratu), Untuk apa?” Tanya Sehun menunjukkan wajah bingungnya. “Saya belum tahu Wangseja, Tadi hanya ada seorang dayang istana yang memberitahukan untuk menghadap Ratu” Jawab Taeyeon lagi.

“Baiklah kalau begitu, silahkan kau duluan. Setelah selesai dengan Mama, datanglah ke pafiliunku Wangsaeja bin” Titah Sehun dengan senyum manisnya. “Nhe Jeonha” Jawab Taeyeon sembari membungkuk hormat sebelum berlalu dari hadapan Sehun. Segera ia lanjutkan kembali perjalanannya menuju pafiliun Ratu.

 

*****

“Wangseja bin telah datang” Ujar salah satu dayang pafiliun dalam Milik Ratu. “Persilahkan masuk” Titah Ratu dari arah dalam. Dayang tadi sedikit membungkuk pada Taeyeon sebelum Taeyeon beranjak memasuki pafiliun Ratu.

“Anda memanggil saya Mama?” Tanya Taeyeon setelah bungkuk 90⁰ kearah ratu. “Iya, duduklah Wangseja bin” Titah Ratu dengan senyumnya yang mengembang.

“Tadi, aku juga baru saja memanggil Wangseja Sehun kemari untuk membicarakan masalah yang sama” Ujar Mama membuka pembicaraan serius.

“Membicarakan masalah?” Tanya Taeyeon lagi sedikit penasaran. Pasalnya, kenapa sampai suaminya juga dipanggil kemari? Bukankah itu pasti masalah besar.

“Ne, Masalah. Dan masalahnya adalah…” Ujar Mama (Ratu) sedikit mendekatkan dirinya dan mengambil tangan kanan Taeyeon untuk digenggam. Hal inilah yang menyebabkan Taeyeon semakin panic.

“Aku ingin pewaris dari rahimmu Wangsaeja Bin” Ujar Mama dengan ekspresi serius dan memandang dalam kearah manik mata Taeyeon.

“Nhe?” Tanya Taeyeon lagi memastikan. “Iya. Aku ingin seorang Wang Seson (Cucu raja) dari dirimu dan juga Wangseja Sehun secepatnya.” Jelas Mama kemudian.

“Tapi, Mama bahkan kami baru saja menikah kemarin. Bagaimana cara cepat membuatnya?” Tanya Taeyeon ikut serius. Tiba – tiba ekspresi serius Ratu berubah menjadi ekspresi menggoda dengan senyum anehnya.

“Berusahalah setiap malam kalau begitu” Ujar Ratu dengan santai. “Ne……”Tanggap Taeyeon tak percaya atas apa yang didengarnya barusan.

 

 

TBC…………

 

Nih ff udah lama benget gx keurus jadi mau nyoba nerusin nih, sekedar mau tahu gimana respon dari readernim sekalian. Gimana lebih abstrak ya ?He….he…… Pada bingung?

Sama saya juga…. Udah ya, bingung mau ngomong apa. Yang penting, mohon krikik dan saran yang bersifat membangun n harap menggunakan bahasa yang sopan.

Terimakasih sudah membaca..^_^ Saranghae readernim

Advertisements

54 comments on “[FREELANCE] Love With Werewolf (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s