[FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 3)

Title : MY LOVE, SHOULD NOT YOU. Chapter 3

Author : Si Angels Kim Jong In

Genre : romance, sad, love, hardness, and yadong?

Rating : T 16

Lenght : chapterd

Cast : Kim Jong In, Kim Taeyeon

Main cast : author lupa, coba dibaca aja deh. hehe

Note : hahaha…. kembali lagi dengan chapter 3 nya,, author gak mau readers bosan sama ff author yang abal abal n gak tau kapan berakhirnya. So, author tunggu saran dan kritik. Oya, untuk eonni yang udah ngepost ff ini, terimakaih.

Mian for typo and don’t be plagiat

Preview: Chapter 1, Chapter 2

Happy reading…..

“eomma…” teriak Taeyeon dengan nada yang melemah akibat melihat eommanya yang terisak. “eomma.” Namja disebelah Taeyeon pun hendak berlari namun langkahnya terhenti ketika sebuah tangan kekar mendarat mulus diwajahnya.

PLAKK..

“APPA/YEOBBO” teriak dua wanita disana, terlihat cairan merah mengalir dari sudut bibir Kai, Kai hanya memandang appanya tak percaya.

 

 

My Love, Should Not You Chapter 3

 

Kai pov

 

Benarkah ini nyata? Appa menamparku. Kudengar kedua wanita yang kucintai kini tengah menyerukan namaku.

Aku hanya bisa menatap appa tak mengerti dengan maksud tamparannya. Kuarahkan pandanganku kesamping kanan. Terlihat 4 namja berbadan besar tengah berjalan kearah kami berempat.

“kalian berdua urus dia, sisanya bawa Kai keruanganku sekarang.” Terdengar instruksi dari appa. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan appa?

Kubiarkan kedua bodyguard appa menyeretku paksa. Tapi Taeyeon noona dan eomma? Eottokhae?.

“noona, eomma tenanglah naega gwenchanayo.” Ujarku seraya pergi meninggalkan mereka berdua yang dipegang oleh bodyguard appa. “Kai.. hiks…hiks.. hiks… kai…” isakan eomma dan noona sudah mulai tak terdengar.

Kini aku berada tepat diruangan appa, mengapa appa seperti ini?. Bukannya aku sudah tidak melakukan apa yang ia tak suka, yaitu dance.

“kalian berdua boleh pergi.” Perintah appa pada kedua bodyguardnya.

Setelah ruangan benar benar sepi, aku baru berani bertanya pada appa. “appa……….” lirihku pelan. Dia diam tak bergeming.

“appa… sebenarnya apa yang telah terjadi? Mengapa eomma tadi menangis dan….” pertanyaanku terpotong. “dan aku memukulmu, begitukah?” kata appa melanjutkan pertanyaanku.

Aku hanya mengangguk dan kembali menatapnya, “kau pikir sendiri kesalahanmu Kim Jong In…” jawab appa, aku semakin tak mengerti.

“maksud appa?” tanyaku benar benar tak mengerti. “kau mengecewakanku.” Jawab appa lagi. “tapi aku tidak pernah mengecewakanmu appa.” Jawabku.

Terlihat kini appa tengah berjalan mendekatiku, aku tak tahu harus berbuat apa jadi aku hanya diam sembari menatap appa.

BUgh………………

Bugghh………………..

Buuggh……………….

Tinjuan keras melayang dipelipis kananku dan kedua sudut bibirku. Semuanya terasa perih, namun yang lebih perih adalah hatiku.

Mengapa appa sekeras ini? Apakah kesalahanku sangatlah fatal? “appa apa yang….”

Bugghh…………….

Buuggh…………….

Buugghh………………..

Kini 3 tinjuan tepat mengenai perutku, aku sudah tak mampu lagi menopang diriku hingga aku terjatuh. ” JONG IN BERDIRI KAU…” teriak appa jelas sekali ditelingaku..

Bugh… bugh… bugh….

Kini appa menendang nendang tubuhku, aku hanya diam. “aku menyuruhmu menjaganya bukan mencintainya, apakah cinta terlarang bisa diterima? Ingat Taeyeon itu NOONAMU. INGATLAH ITU KIM JONG IN.” Kata appa sambil berteriak.

“jadi… appa su..sudah tau?” tanyaku hampir tak terdengar, dan dibalas dengan tendangan appa yang bertubi tubi. Aku sudah tidak kuat.

“mulai sekarang putuskan hubungan kalian, aku akan menjodohkan noonamu dengan anak dari keluarga Park. MENGERTI KAU?”

“tahppi… akhkkhu menchcin…………..”

Bugh……

Bugh………

“berbahagialah karena aku akan menikahkan noonamu bulan depan.” Aku sudah tak berdaya, aku hanya bisa menangis dan mendengar, serta memejamkan mataku.

Sakit? Tentu saja ini sangat sakit. Hatiku lebih sakit dari pada fisikku saat ini.

Prookkk…..

Prookkk……

Prrookkk…

Terdengar appa menepukkan tangan tiga kali dan munculah 2 orang tadi, mereka menyeretku keluar dari ruangan appa. “Kai….” terdengar isakan dari kedua wanita yang sangat aku cintai.

“anakku tersayang…hikss.. hikks.. eomma akan mengobatimu nak.” Khawatir eomma.

 

Author pov

 

“ehomhhmah.. aphphoyo.. akkhh…” Terdengar rintihan dari seorang namja yang tengah berbaring lemah didekapannya dengan luka yang cukup mengerikan.

“iya sayang, hikss.. hiks.. eomma mengerti.. hiks..” terlihat dua namja berbadan besar membopong seorang namja dengan penuh luka kedalam sebuah kamar.

“Kai gwenchanayo hiks.. hikss..?” terdengar suara dari Taeyeon, tampaknya ia sangat mengkhawatirkan kekasihnya.

“noonha pergilah… aku ingin berbicara dengan eomma.” Sahut lelaki yang tengah berbaring dengan penuh luka itu.

“k…….” “pergi…” lirih Kai yang masih memejamkan matanya. “taeng-ahh… pergilah mungkin Kai ingin berbicara hal yang penting dengan eomma, nanti kau kembalilah lagi setelah eomma keluar ne..” kata eomma mereka bijak.

“ne eomma… Kai..” lirih Taeyeon kepada kekasihnya. “pergilah noona.” Sahut Kai agak membentak dengan kondisinya saat ini yang menyedihkan.

“baiklah aku pergi…” putus Taeyeon lalu terdengar suara pintu tertutup, menyisakan anak dan ibu didalam ruangan itu.

“Kai…” lirih nyonya Kim sembari mengompres luka memar di pelipis dan kedua sudut bibir anaknya itu dengan es yang berlapis kain.

Tiba tiba Kai terisak dan terduduk, lalu memeluk nyonya Kim. “eomma.. hiks … hiks … hiks… sakit eomma.. hiks.. hiks…” lirihnya sambil terisak.

“ceritalah nak… noonamu sudah keluar…” nyonya Kim mencoba menenangkan anak bungsunya. “eomma.. hiks.. hiks.. fisikku tidak sakit eomma. Tapi hatiku hiks… hiks.. sakit eomma..” isakan Kai mulai mereda.

“kau tau nak, didunia ini manusia tak ada yang tak pernah melakukan kesalahan, sekarang kau sudah tau bahwa hal ini salah?” tanya eomma Kai lembut sembari meregangkan pelukannya.

“eomma.. Kai tau Kai salah, tapi bisakah Kai memperbaikinya eomma?” Kai berbalik tanya pada eommanya. “tentu sayang, setiap manusia bisa memperbaiki kesalahannya. Apalagi anak eomma yang paling tampan ini.” Jawab nyonya Kim dibalas senyum oleh Kai.

“tapi eomma, aku sudah tidak tampan. Lihat ini, ini, dan ini.. hihihi..” lalu disambut tawa kecil oleh ibu dan anak itu.

Nyonya Kim merengkuh kembali tubuh anaknya yang tidak kecil lagi itu. “kau tetap anak eomma yang paling eomma sayang, arraso!” tegas nyonya Kim.

“eomma, aku ingin tidur denganmu malam ini. Jangan keluar dari kamarku ne..” kata Kai sembari tersenyum penuh arti.

 

Sehun pov

 

PRANG…………..

“astaga ada apa?” tanya Chanyeol hyung kepadaku, “gwenchana hyung..” aku menjawab pertanyaan hyungku itu lalu mengambil sapu dan serok sampah.

“lain kali jangan melamun pabbo.” Nasehat chanyeol hyung sembari meninggalkanku.

Andaikan Chanyeol hyung tau bahwa perasaanku saat ini sedang memikirkan sahabatku, aku merasa Kai membutuhkanku.

Entahlah aku merasa ingin sekali ketempat Kai untuk memastikan keadaannya. “cepatlah jangan melamun terus.” Suara bass Chanyeol hyung mengagetkanku.

“ne hyung..” aku segera membuang pecahan gelas itu ketempat sampah, dan berjalan kearah sofa. “sebenarnya kau kenapa? Cerita padaku.” Desak Chanyeol hyung.

“ani hyung. Naega gwenchana.” Jawabku sembari memindah chanel TV. “jeongmall? Tanya hyung lagi. “ne.” Jawabku singkat.

“kalau kau khawatir dengan Kai, telefon saja.” Saran Chanyeol hyung. Betul juga kata Chanyeol hyung, kenapa aku tidak berpikiran seperti itu sedari tadi. Aku dengan cepat mengambil handphoneku.

Aku melirik chanyeol hyung, dia hanya tersenyum seperti orang bodoh dan idiot. Aku sendiri heran mengapa dia bisa menjadi dokter?

Apakah para pasien tidak tambah sakit menghadapi orang idiot sepertinya. “wae?” tanya hyung.

“ani hyung.” Jawabku dan langsung mengalihkan perhatianku kearah televisi. Aku menurunkan hanphoneku, selalu seperti ini.

“wae? Tak aktif?” tanya Chanyeol hyung, dan hanyaku balas dengan anggukan kecil.

“percayalah dia baik baik saja.” Chanyeol hyung mendekatkan dirinya padaku dan memelukku. “aku takut hyung, hiks… aku takut Kai hiks… hiks…” aku tak kuat lagi menahan tangisanku mengingat 4 tahun yang lalu.

 

Flash back on 4 tahun yang lalu

 

Sehun pov

 

Kudengar tepuk tangan yang sangat meriah dari para penggemar kami. “gamsahabnida..” berulang ulang aku dan Kai mengucap kata terimakasih. Aku dan Kai lalu berjalan keluar panggung, kulihat dia tidak sebahagia diriku.

“Kai gwenchanayo?” tanyaku padanya “naega gwenchana hun-nni.” Jawab Kai sambil memamerkan senyum palsunya. “bohong..” kataku cepat.

“sebenarnya…” Kai mulai membuka suara. Tetapi ada dua orang yang tak kukenal memegang Kai dan menyeretnya keluar .

“Kai…” panggilku sambil menggapai gapaikan tanganku kearahnya. “gwenchana hun-nni.” Jawabnya sambil berteriak.

Aku hanya dapat melihat punggungnya yang hilang dibalik pintu mobil, dan mobil itu melesat dengan cepat. “Kai gwenchana?” Aku terduduk dilantai dan mengeluarkan handphoneku.

“yeoboseo..”

“…………”

“hyung, jemput aku sekarang. Palli.”

“…………”

“ani hyung, dia dijemput paksa.”

“………….”

“oleh anak buah appanya, aku khawatir dengannya hyung.”

“…………”

“em… palli ne…”

Tut… tut… tut…

Tak lama kemudian Chanyeol hyung datang, “hyung..” aku langsung memeluknya. “wae?” tanya hyung lembut. “aku takut Kai dipukuli lagi oleh appanya.” Terangku.

“jangan berfikiran seperti itu. Kau harus yakin bahwa Kai akan baik baik saja.” Hyung menenangkanku sembari mengelus pucuk rambutku.

“tapi hyung…” kataku lirih, “jika terjadi sesuatu dengan Kai, apakah Kai akan keluar dari KAIHUN?” sambungku #anggep aja nama boyband mereka. “bisa jadi hun-nni.” Jawab Chanyeol hyung singkat.

“sudahlah ayo kita pulang hun-nni” sambung Chanyeol hyung sambil berjalan menggandeng tanganku.

“chakkaman hyung.” Aku berhenti dan menghadap Chanyeol hyung. “apalagi Park Sehun.” Sahut Chanyeol hyung lembut.

“aku ingin kerumah Kai sekarang.” Kulihat Chanyeol hyung hanya tersenyum.

“dasar anak anak, besokkan kau sekolah. Pasti kau akan bertemu dengannya, jadi kita pulang sekarang.” Terang Chanyeol hyung panjang lebar.

“ye hyung.” Akhirnya aku mengalah, tapi perasaanku mengatakan ada sesuatu yang terjadi kepada Kai. Karena selama ini firasatku sangat kuat terhadapnya.

 

SKIP>>>>>>>>>>>>

 

Author pov

 

PLAK…

BUGH…..

 

“AKKH APPA, APPOYO..” terdengar teriakan mengerikan dari ruangan yang pintunya terkunci, seorang wanita tengah berusaha memutar knop pintu tersebut.

“yeobbo hentikan, hiks… hiks…. yeobbo dia masih kecil yeobbo. Hiks………hiks……….hiks..” terdengar suara wanita tersebut.

“APA AKU HARUS MEMATAHKAN KAKIMU, AGAR KAU BERHENTI DARI KEGIATANMU.” Bentak namja yang sedang berdiri dan terlihat sangat mengerikan.

Bugh………

Bugh……

Bugh…….

“aku janji tidak akan menari dan sebagainya appa, aku janji.” Terdengar suara yang amat mengerikan dari namja yang tengah tergeletak dilantai dengan darah yang mengalir dari pelipis, hidung, serta kedua sudut bibir tebalnya.

“BERAPA KALI KAU BUAT JANJI PADAKU, DAN SELALU KAU INGKARI? HUH.. JAWAB Jong In.” Bentak namja yang dipanggil appa oleh Kai itu.

“yeobo buka pintunya, jangan sakiti anak kita hiks…… hiks…hiks… Dia masih kecil hiks… hiks.. hiks..” terdengar suara dari luar.

“appa akhkuh..jjanhji..padhdahamuh.” jawab namja yang bernama Kai. “kau itu akan menjadi penerusku maka belajarlah dengan sungguh sungguh.” Jawab lelaki yang berdiri tegap itu sambil membenahi dasi dan kemeja yang ia pakai.

Bugh…

Tendangan yang mulus mengenai seorang namja yang tergeletak dilantai. “akh..” rintih namja itu kesakitan.

cklek

cKlek

kriet….

“yeobbo, mana Kai..” tanya wanita yang senantiasa berada didepan pintu. “ada didalam.” Jawab lelaki itu, ketika wanita itu hendak memasuki ruangan itu.

“oya, aku banyak urusan yang harus kuselesaikan. Jadi aku akan pulang lusa.” Jawab lelaki itu sembari melangkah menjauhi wanita yang tengah berdiri didepan pintu tersebut.

Wanita paruh baya itupun bergegas masuk, ketika melihat pemandangan dihadapannya, “KAI, hiks… hiks… hiks.. ANAKKU..hiks… hiks… hiks…” wanita itupun segera memeluk anaknya.

“sayang.. hiks.. hiks.. pasti sakit ya, hiks… eomma akan mengobatimu nak..” yang diajak bicara hanya terdiam seolah tak merasakan apapun.

 

SKIP>>>>>>>>>>>>>

“aku pulang, eomma……” terdengar suara dari arah pintu masuk rumah tersebut. “kenapa sepi?” tanya yeoja itu sendiri.

“nyonya muda.. em itu.. an. E..” salah satu pelayan itu menghampiri Kim Taeyeon “ada apa, kalau berbicara tolong yang jelas bi.” Tanya Taeyeon semakin khawatir.

“tadi tuan muda pingsan,beg..” “apa?” kejut Taeyeon dan langsung berlari menuju kamar adiknya.

“Kai gwenchanayo?” panik Taeyeon sembari berlari, setelah sampai didepan kamar adiknya iapun segera membuka pintu tersebut

 

Taeyeon pov

 

“eomma…… Kai…..” aku berjalan mendekati sebuah ranjang besar yang berisikan seorang namja dengan luka lebam yang hampir menutupi wajahnya dan terlihat warna warna merah kebiruan disekitar tubuhnya.

Serta seorang yeoja yang tengah terduduk sambil mengompreskan es batu itu tampak menangis sesenggukan.

“eomma… apa yang terjadi?” tanyaku sembari mengelus tangan sebelah kiri adikku. “hiks… appamu.. hiks… hiks… dia … hiks…” jawabnya.

“hiks… jangan diteruskan aku mengerti, hiks …. hiks …” akupun ikut menangis. “eomma ini sudah larut, pergilah tidur aku akan menjaga Kai..” aku menyeka air mataku, lihatlah wanita ini. Dia eommaku, aku tak tega melihatnya seperti ini.

“kau yang harusnya tidur, bukankah kau baru pulang dari kampus chagi.” Eomma masih saja perhatian padaku.

“justru itu, sekarang eomma harus tidur agar besok pagi bisa merawat Kai..” jawabku lembut.

“eomma perlu istirahat, jika aku. Aku akan beristirahat disini.” Sambungku. “baiklah, eomma akan tidur.” Putus eomma akhirnya. “selamat tidur eomma.” Kataku ketika eomma menutup pintu dari luar.

Aku terus memandangi objek didepanku ini, entahlah wajahnya sangat teduh saat tidur. “mengapa memandangku seperti itu noona?” aku tersadar dari lamunanku.

“apa aku terlihat sangat buruk?” sambungnya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku. “sebenarnya ada apa Kai?” tanyaku akhirnya. “tidak ada noona.” Jawabnya sambil bergerak bergeser kearah kanan.

“ca naiklah dan tidur.” Sambungnya lagi. “aniyo.. aku akan menjagamu, selama ini kau selalu menjagaku.” Jawabku tak mau.

“kalau kau tak mau naik, keluarlah.” Jawab Kai lalu memejamkan mata. “andwe, Kai.. Kai..” aku menggerak gerakkan tangan kirinya. Dia hanya diam. Keunde.. aku harus mengalah jika sudah seperti ini.

Aku menaiki ranjang yang besar itu kulihat namja yang tengah berbaring dihadapanku ini, tengah tersenyum sembari memejamkan matanya.

“aku sudah naik.” Kataku lalu memegang tangannya. “jinjjayo?” tanyanya dan haya kubalas dengan deheman kecil.

Terlihat dia membuka matanya dan memiringkan tubuhnya menghadapku, “sekarang tidurlah disini.” Akupun merebahkan tubuhku sekitar 60 cm dari sampingnya. “kataku disini.” Pasti Kai berfikir pervert.

Aku diam, biarkan saja aku tak perduli. “keluarlah.” Perintah macam apa itu, “buka…..” “jika tidak mau tidur disini keluarlah sekarang noona.” Seperti diperintah raja, aku langsung menempelkan tubuhku ketubuhnya.

“sudah kulakukan jangan mengusirku lagi.” Kataku, aku tidak sanggup lagi membendung air mata ini. Kupeluk Kai erat.

“hiks… hiks..” tangisanku pecah, aish sangat memalukan. “noona, waeyo? Gwenchana?” tanyanya khawatir.

“hiks… hiks… aku mengkhawatirkanmu tau, kau malah mengusirku hiks.. hiks… jahat.” Kataku sambil memukul mukul dadanya pelan.

Chupp…

“mianhae noona, aku hanya ingin memelukmu, aku merindukanmu. Sudah 3 hari kita tak bertemu benarkan.” Kai mengecup keningku dan berkata selembut mungkin sambil mengelus rambut panjangku.

Aku berhenti menangis, “nado boghoshipo nae dongsaeng.” Jawabku lirih. “jaljayo noona.” Sahutnya, aku hanya tersenyum dan mempererat pelukanku.

SKIPP>>>>>>>>>>>>

08.50 KST

 

Sehun pov

 

Sudah jam berapa ini, kenapa Kai belum datang apakah dia tidak tau aku sangat khawatir. “hey….. sedang menunggu siapa?” tanya gadis bak bidadari itu.

“Aku, aku sedang menunggu Kai. Eh Krystal, kau juga sedang apa disini?” Jawabku. “oh begitu, berarti kita sama.” Jawab Krystal.

Yang tentunya menyakitiku. “Park Sehun….” sekarang apalagi yang akan dia lakukan, aku hanya menjawabnya dengan deheman saja.

“bolehkah aku duduk disebelahmu?” tanyanya, aku malas harus mengiyakan. Jadi aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.

“apakah kau tidak takut duduk disebelahku.” Tanyaku padanya, dia hanya mengernyitkan dahinya.

“aku tidak takut Park Sehun, memangnya yeoja yeoja disini akan langsung menyakarku?” dia kembali bertanya.

Tet…

Teeeet..

“bel sudah berbunyi, ayo kita masuk.” Aku berdiri sambil mengulurkan tanganku. “kau tidak takut ini menjadi gosip?” tanyanya.

“maksudmu?” aku balik bertanya. “sudahlah tak perlu dibahas.” Kulihat dia berdiri dan menggenggam tanganku.

 

SKIP>>>>>>>>>>>>>>

 

Chanyeol pov

BLAM…

Ada apalagi dengan makhluk ini, bukannya dia senang bertemu dengan Kai. Dan siapa itu wanita yang ia sukai, krys…. krys… ah molla

“ada apa hun-nni? B….” “aku ingin kerumah Kai sekarang, TITIK.” Potongnya.

“keunde, tapi hun-nni harus cerita dulu pada hyung.” Jawabku selembut mungkin, “tadi Kai tidak masuk hyung, lalu My Honey malah menanyai Kai terus. Kan Sehun jadi kesal.” Jadi karena itu.

“bwaha…ha…ha…ha… jadi hanya karena itu, adik hyung yang paling tampan ini jadi cemberut sedari tadi?” Tawaku meledak.

“YAK hyung kenapa kau menertawaiku. Kau kira ini lucu.” Marah Sehun padaku.

“terserah kau lah hun-ni.” Jawabku akhirnya, “hyung…….” setelah beberapa menit dia kembali membuka suaranya, “wae?” tanyaku masih fokus menyetir mobil.

“kau marah…..?” tanya Sehun padaku. Aku melihatnya sekilas lalu tersenyum.

“Aku tidak marah, mwoya?” tanyaku balik. “habis sedari tadi kau diam.” Jawabnya manja, “ha……ha………ha….” aku hanya tertawa “lalu aku harus bagaimana?” tanyaku lagi.

“hyung… aku tidak mau ikut denganmu.” Apa yang barusaja ia katakan, tapi aku harus tenang. “wae?” tanyaku hati hati.

“aku ingin menetap disini.” Jawabnya sembari menatap lurus kedepan. “hem.. itu tidak bisa, dan aku berjanji itu hanya 4 tahun.” Sahutku.

“tapi 4 tahun itu lama hyung, aku sangat khawatir dengan Kai, aku tak bisa.” Aku meliriknya sekilas.

“ca, sudah sampai dirumah Kai. Ayo kita turun, kau penasaran bukan karena Kai tidak masuk hari ini.” Jujur, aku juga khawatir dengannya.

 

Author pov

 

Terlihat dua namja tinggi berjalan beriringan, namja tinggi bernama Chanyeol itu menekan bel rumah besar milik keluarga Kim.

Tak lama kemudian pintu rumah terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya. “annyeonghaseyo ajhuma.” Sapa keduanya sambil membungkuk.

“wah kalian, kajja masuk. Pasti ingin melihat Kai kan? Kajja.” Kata wanita paruh baya itu. “apa yang terjadi dengan Kai ajhuma?” tanya Sehun kepada Nyonya Kim.

“jadi kalian belum tahu? Ahk kalau begitu kalian lihatlah sendiri. Aku akan menyiapkan makan dulu.” sahut wanita itu ramah lalu berlalu dari pintu yang berada didepannya.

“gamsahabnida ajhuma.” Jawab keduanya hampir berbarengan.

Tanpa menunggu perintah dari hyungnya Sehun segera membuka pintunya. Ketika pintu terbuka, terpampanglah seseorang namja.

bermuka lebam dan disekitar tubuhnya terdapat sedikit warna merah dan sedikit membiru. “KAI.” Teriak Sehun dengan raut sangat khawatir.

 

Flashback off

 

Chanyeol pov

 

“dia sudah tidur.” Kurengkuh tubuh milik adikku satu satunya, dia sangat khawatir dengan sahabatnya itu. Kembali kutekan nomor Kai berulang kali mencoba menghubunginya namun hasilnya tetap nihil.

Aku membopong tubuh Sehun memasuki kamarnya. Kurebahkan tubuh putih itu, kukecup keningnya pelan.

“jaljayo.” Ucapku lirih, kubelai rambutnya pelan. Tiba tiba aku merasa haus, lalu aku keluar dari ruangan itu.

Aku berjalan menuju dapur, mengambil sebuah gelas dan berjalan mendekati dispenser. “KAAAAIII.” Aku mendengar teriakan dari dalam kamar Sehun yang baru beberapa menit aku tinggalkan, segera aku berlari kesumber suara.

“hun-nni, wae?” tanyaku khawatir karena kulihat wajah adikku ketakutan.

“hyung hah.. hah.., Chanyeol hyung. Akuh hah.. hah..”

“tenangkan dirimu dulu Hun.” aku mengelus elus punggungnya dengan tangan kananku, berusaha untuk menenangkannya.

“aku bermimpi buruk tentang Kai. Aku.. aku ingin kesana sekarang hiks… hiks…” aku merengkuh tubuhnya yang rapuh saat ini.

“gwenchana hun-nni, dia pasti baik baik saja.” Kataku setenang mungkin, setelah kehilngan kekasihnya krystal Sehun takut sekali kehilangan Kai sahabat sejak kecilnya.

“tapi hyung.” Kukecup keningnya mencoba mentransfer kekuatan padanya.

“kajja kita kesana sekarang.” Akhirnya dalam kebimbanganku aku memutuskan untuk pergi kerumah Kai, karena insting Sehun itu selalu tepat. Aku juga sangat khawatir dengan namja itu.

“hyung…” aku hanya memberikan senyumanku. “tapi kau harus janji kau tak boleh menangis lagi, basuh mukamu dulu.”

“Aku akan menunggumu di mobil, palli ne.” Ujarku sambil berlalu meninggalkannya dikamar.

 

 

Taeyeon pov

 

Ini sudah jam 11.43 KST, appa belum keluar dari ruangannya. Dan eomma, juga belum keluar. Khawatir? Ne aku sangat sangat khawatir pada Kai.

Sebenarnya ada apa ini? Mengapa seperti ini? “hiks… hikss…” kenapa dalam situasi ini aku selalu rapuh? aku harus kuat demi Kai.

Ceklek..

Terdengar suara pintu dibuka, aku setengah berlari menghampiri wanita paruh baya itu dan langsung memeluknya.

“eomma, eottokhae?” tanyaku. “masuklah, dia sudah tidur.” Aku mengangguk dan segera memasuki ruagan itu.

“Kai…” aku menutup mulutku dengan kedua tanganku, cairan bening itu muncul kembali. Aku duduk ditepian ranjangnya,

kupegang tangan kirinya dengan kedua tanganku. Kukecup punggung tangannya.

“chagi gwenchana?” tanyaku padanya yang masih terpejam. Tangan kananku terulur untuk memegang pipinya.

Tapi sebuah tangan yang lebih besar menangkap tanganku. “naega gwenchana?” dia membalikkan pertanyaanku.

” Aniyo noona, naega ani gwenchana.” Ucapnya dengan membuka mata.

“Kai.. apakah sakit? Dimana yang sakit?” alangkah bodohnya pertanyaanku, jelas tubuhnya sangat sakit saat ini.

Dia memegang tangan kananku dan mengarahkannya kedadanya serta meletakkannya disana.

“ne, appo noona. Appoyo.. sakit.. disini.” Jawab Kai dengan mata yang berkaca kaca, aku tak mengerti apa maksudnya. “apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

Dia menatapku dengan sangat lembut. “cintaku seharusnya bukan kau… noonaku sendiri, mulai sekarang aku bukan namjachingumu lagi noona.”

 

DEG…

 

Sungguh ini sakit sekali. “terimalah kenyataan bahwa aku ini hanya adikmu….” aku hanya bisa menitikan air mataku medengar perkataannya.

“…. Adik yang tak bisa kau miliki noona.” Perih? Tentu saja ini sangat perih.

“a..apa ya..hiks.. yang hiks.. kau hiks..katakan Kai? Hiks.. hiks.. kau bicara hikss.. apa?” tanyaku sembari menutup mulutku.

“pergilah dari sini noona. Oya, dan selamat. Sebentar lagi kau akan dinikahkan dengan pria pilihan appa, jadi kau tak perlu merasakan sakit yang kurasakan.” Apa yang ia katakan, ini membuatku sangat terkejut dan sangat sakit tentunya.

“k……..” “PERGI NOONA” apa yang dia katakan, dia membentakku? Jeongmall? Kini air mataku seperti tak akan bisa aku hentikan.

“hiks… hikss.. apa hiks.. yang kau katakan..? hiks… kita pasti bisa melewati ini. Hiks.. hiks.. hikss..” aku tak tahan lagi.

“jebbal noona, pergilah. Sadarlah noona bahwa kita ini adalah adik kakak, perasaan yang kita miliki ini adalah salah noona.” Katanya sambil menitikan air mata.

Aku tak mengerti denganmu Kai, semudah itukah kau menyerah? “hiks hiks.. mungkin kau benar.. hiks..” aku berlari meninggalkan Kai dikamar itu. Menuju kekamarku, ternyata kunci mobil cadanganku masih ada.

Aku berlari melewati eomma, “Taeyeon, waeyo?” aku tak menjawab pertanyaan eomma, yang kupikirkan adalah pulang kerumahku.

Sesak rasaya sampai aku sulit sekali bernafas, aku berlari menuju garasi mobil kucari mobilku diantara banyaknya deretan mobil digarasi luas itu.

Itu dia, aku langsung membuka pintu mobil dan masuk. Kulajukan mobilku menuju rumahku.

“hiks … hiks … Kai, jeongmal saranghaeyo.. hiks..” pedih , sesak, sakit. Jadi satu didalam hatiku saat ini.

 

Kai pov

 

“noona, jeongmal saranghae. Saranghae noona.. hiks hiks.. mianhae..” aku terduduk diranjangku sembari memeluk dan menenggelamkan wajahku diantara kedua lututku.

“Kai, ada apa dengan..” aku berjalan kearah eomma dengan sedikit tertatih.

“eomma, hiks.. hiks.. mianhae, tapi aku sangat. Aku sangat, mencintainya. Aku mencintai noonaku sendiri eomma.” Tangisku pecah karena noona sudah tak berada disini lagi.

“aku memang namja yang lemah eomma, mianhae eomma.” Ucapku sambil memeluk eomma.

Eomma memapahku berdiri dan membawaku lagi ketempat tidur, “gwenchana Kai, kau kuat. Anak eomma, pasti kau bisa menghadapi ini semua.” Lagi lagi eomma memelukku sayang.

Tok tok tok, terdengar suara pintu kamarku diketuk pasti pelayan. Aku tak ingin terlihat lemah, aku memeluk eomma menyembunyikan wajahku disana. “masuklah.” Terdengar eomma memberi intrupsi.

“nyonya, ada tamu. 2 namja bertubuh tinggi.” Aku membuka kedua mataku dan meregangkan pelukanku dengan eomma. “eomma, itu pasti Sehun dan Chanyeol hyung.” Ucapku lirih.

“keluarlah, suruh mereka masuk kesini.” Ucap eomma lembut seraya tersenyum padaku. “aku harus bagaimana eomma?” eomma tampak menatapku bingung. “maksudmu?” tanya eomma lagi.

“appa menjodohkan Chanyeol hyung dengan noona eomma, aku harus bagaimana. Aku tak siap melihatnya saat ini.” keluhku pada eomma.

“bersikaplah tenang seperti biasanya Kai kau bisa sayang.” Sungguh eomma memberikanku ketenangan

Ceklek..

“yeobo aku pergi, mungkin satu minggu. Dan Kau.” Appa memberikan jeda pada kalimatnya.

“Kuperingatkan padamu, apapun yang kau lakukan aku memantaumu.” BRAKK.. pintu itu tertutup kencang.

Aku menatap eomma, “gwenchana.” Ucap eomma sembari mengelus rambutku dan mengecup keningku. Bagaimana ini bisa dibilang tidak apa apa.

“ne.” Aku menjawab dengan intonasi setenang mungkin.

Ceklek.. terdengar suara pintu kembali dibuka dengan menampakkan 2 namja yang kuyakini adalah Sehun dan Chanyeol hyung.

“Kai.” ucap Sehun histeris dan langsung memelukku, Sehun bodoh ini sakit kau tahu.

Aku membalas pelukannya, “wae?” tanyaku. Dia melonggarkan pelukannya. “apa katamu? Kau masih bertanya, aku khawatir sekali denganmu dan lihat ini.” Dia menunjuki bagian memarku.

“annyeong ajhuma, kita bertemu lagi, sebelumnya kami minta maaf karena bertamu terlalu larut. Tadi dongsaeng saya meminta untuk berkunjung karena ia mengkhawatirkan…” ucapan Chan-hyung menggantung.

“ahk gwenchana, aku justru senang yasudah aku akan pergi dulu. Dan sebaiknya kalian menginap disini menemani Kai.” Ucap eomma lembut seraya berlalu.

“hun-nni sesak.” Ucapku tak bisa bernafas. “ahk mianhae yang mana yang sakit.” Ujar Sehun super khawatir, aku tersenyum senang.

“disini” aku menunjuk bagian dadaku pada Sehun. Chanyeol hyung mendekatiku.

“kau sakit hati eoh?” tanyanya dan langsung membuat lidahku kelu. Sakit.. sakit ini.. sangat sakit.. “ani hyung.” Jawabku cepat.

“jinjjayo? Kai bisa jatuh cinta, aku belum pernah melihatmu pergi dengan wanita lain kecuali Taeyeon noona.”

DAMP.. ucapan Sehun benar benar menjadi tamparan keras yang tak kasat mata. “Sehun kau bisa ambilkan Kai minum?” tanya Chanyeol hyung.

 

Chanyeol pov

 

“Sehun kau bisa ambilkan Kai minum?” ucapku lembut. “tak ada penolakan cepat sana.” Lanjutku ketika Sehun mulai akan menolaknya.

“YAK!! Aniyo..” “Sehun..” seruku pelan. “ne hyung..” dengan berat hati Sehun keluar dari kamar itu.

Pandanganku beralih pada Kai yang menurutku sedang tersakiti fisik dan batinnya. “aku tau semuanya Kai, dan berbagilah padaku.”

Sebenarnya aku tak yakin dengan semua ucapanku. “sudahlah hyung, aku akan merelakannya untukmu.” Ucapnya, aku segera membelalakkan mataku.

“apa maksudmu dengan MERELAKANNYA?” ucapku mulai mengintrogasinya, “nanti kau akan tahu hyung.” Ucap Kai dengan senyum yang dipaksakan.

“apa ada hubungannya dengan Taeyeon?” tanyaku lagi. Kai hanya menggeleng dan memejamkan matanya.

Dan sepertinya kali ini tebakanku tak meleset karena aku beberapa hari ini memantau kedekatan mereka.

jika diperbolehkan jujur aku memang menyukai Taeyeon saat pertama kali bertemu dibandara. “jika kau mencintainya, kenapa kau melepaskannya untukku?”

Pertanyaanku sukses membuat dia membuka matanya, “cintaku salah hyung.” Ucapnya lirih.” dan untuk memperbaiki kesalahanku, aku sudah melepasnya.” Lanjutnya lagi.

“hyung kau tahu ini sakit sekali hyung, maka berjanjilah untuk menjaganya.” Aku berpikir sejenak.

“di New York appa juga pernah bilang bahwa dia sudah menjodohkanku dengan gadis korea yang satu profesi denganku. Tapi aku…….”

“sudahlah hyung aku tak semenyedihkan karena putus cinta, berjanjilah hyung untuk menjaganya.” Potong Kai.

“tap…”

CEKLEK… terdengar suara pintu dibuka yang kuyakini adalah Sehun.

“Kai, minumlah.” Terlihat Sehun duduk disampingku sambil meminumkan air putih itu pada Kai. “gomawo hun-nni.” Jawab Kai singkat. “hun-nni….. aku ada berita tentang krystal.”

 

Author pov

 

Pagi yang cerah di Seoul menunjukkan pukul 07.34 seorang namja bermarga Park itu segera menghidupkan mesin mobilnya.

“Hun-ni aku ada operasi mendadak, jadi aku titip Kai dan aku akan menjemputmu setelah usai.” Namja yang diajak bicara itupun hanya menganggukkan kepalanya.

“aku pergi dulu..” ujar Chanyeol dan melajukan mobilnya cepat. Sehun sememasuki rumah yang sangat luas itu.

“Sehun-nni, kemana hyungmu? Kenapa tidak sarapan lebih dulu.?” Tanya nyonya Kim itu lembut. “eh ajhuma, Chan-hyung baru saja pergi.” Jawab Sehun sembari tersenyum lembut.

“pasti ada operasi mendadak ya?” tanya eomma Kai yang sudah menyiapkan makanan dimeja makan. “biasanya begitu ajhuma.” Jawab Sehun sambil tersenyum.

“sekarang kau duduklah, aku akan memanggil Kai dulu.” Seru eomma Kai yang dibalas anggukan oleh Sehun, dan dia segera duduk dengan manis.

 

SKIP>>>

 

Author pov

 

“annyeong, uisanim…” sapa para suster yang berpapasan dengan seorang dokter tampan dan juga tinggi bernametag Park Chanyeol.

“nado annyeong.” Balas dokter Park sembari terus tersenyum bak malaikat.

Dia, uisa muda Park Chanyeol dengan didampingi dua suster. Beberapa kali memasuki ruangan dan keluar dari ruangan tersebut.

“kalian keluarlah terlebih dahulu, persiapkan peralatan untuk operasi pukul 10.00 KST nanti.” Suruh uisa itu sopan.

“pagi nona, bagaimana kabarmu pagi ini?” tanya dokter itu ramah sembari mengecek keadaan selang infus. “aku baik dok, anda sendiri?” tanya yeoja itu balik.

“aku baik baik juga, oya kondisimu hari ini lebih baik. Hari ini kau boleh berjalan jalan keluar ruangan.” Kata dokter Park sembari disibukkan dengan kegiatan menulis.

“oya dokter, kemarin anda bilang kepada saya baru boleh berjalan jalan setelah 3 hari. Tapi, kenapa baru dua hari saya sudah diperbolehkan berjalan jalan keluar?” tanya yeoja itu.

“em itu, kondisimu sudah sangat baik. Jadi sudah boleh.” Jawab dokter Park sembari tersenyum ramah.

Cklek.. terdengar suara pintu dibuka, yang memperlihatkan seorang wanita cantik dengan tubuh langsingnya.

“annyeonghaseyo.” Sapa wanita itu sembari berjalan masuk keruangan. “Sica…” girang yeoja yang tengah berbaring lemah itu.

“em.. sepertinya saya harus segera pergi, ada operasi pukul 10.00 nanti. Ingat pesan saya tadi, okay.” Pamit uisa tampan itu.

“ne uisa, gamsahabnida.” Yeoja bernama seohyun itu berterimakasih dan tersenyum tulus.

Chanyeol membalas senyum Seohyun pasiennya, lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.

“hyun-nni, bagaimana keadanmu sekarang?” tanya yeoja bernama asli Jessica Jung.

“seperti yang kau lihat, bagaimana?” ampak kedua yeoja itu tersenyum bersama.

“aku merindukanmu. Tapi aku tak bisa memelukmu.” Canda Seohyun yang kini menggenggam tangan Jessica.

“aku juga merindukanmu tahu.” Jawab Jessica sembari memainkan jemari temannya.

“oya, kau tak membawa sikecil?” tanya Seohyun. “emh, dia sedang ada di Jepang. Bulan depan dia berjanji pulang.”

“mianhae, baru datang sekarang. Kemarin aku sibuk dikantor.” Sesal Jessica. “ahk, gwenchanayo Sica-ah. Kemarin ada seseorang yang menjagaku.” Sahut Seohyun dengan berbinar.

“ah jinjja? Nugu?” Seohyun hanya tersenyum senyum sendiri. “dia……” jawab Seohyun menggantung.

“beritahu aku Seo Joo Hyun.” Kesal Jessica dengan menggembungkan pipinya.

“dia orang yang kau suka. Tapi, itu dulu kan, sekarang apa masih?” goda Seohyun. “tentu saja.” Jawab Jessica cepat.

“jeongmallyo? Ahk Sica, harusnya aku minta nomornya untukmu. Hihihi….” goda Seohyun lagi.

“jangan menggodaku.” Sahut Jessica. ” oya, kau masih menunggunya?” tanya Jessica lagi. Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.

“waeyo?” tanya Jessica. “aku dijodohkan Sica, dan waktuku disini hanya 3 bulan.” Jawab Seohyun sembari tersenyum.

 

Pukul 09.40 KST

Taeyeon pov

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, ‘ada operasi pagi ini, tapi aku sudah meminta dokter Byun menggantikanku.’

Aku melangkah menuju kamar mandi yang berada dikamarku, aku tersenyum melihat mataku. “gara gara dia aku seperti ini.” Lirihku.

Setelah mencuci muka dan gosok gigi, dan melakukan beberapa hal dikamar mandi. Akupun beranjak untuk kembali kedalam kamarku.

“setidaknya 3 hari ini aku akan selalu dirumah.” Mengambil cuti 3 hari saja untuk menenangkan pikiranku.

Jujur, aku lelah aku sudah tidak bisa mengeluarkan air mataku. Huftt.. biarlah seperti ini, aku benar benar lelah.

“haaaaahh.” Aku merebahkan tubuhku diranjang ini, jujur saja. Aku masih memikirkannya.

Tok… tokk… tokk…

“masuklah bi.” Terdengar pintu dibuka, “ada apa?” aku langsung ke inti, jujur ini bukan aku yang biasanya.

“anu.. nona.. ada tuan Kim didepan.” Untuk apa appa kemari sungguh aku tak ingin menemuinya.

“oh ne, aku akan menemuinya, buatkan appa minum.” Aku berjalan menuju meja riasku. “baik nona, permisi.” Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“aish.. mataku masih sembab.” Ah biarlah, aku sedikit merapikan pakaianku dan turun kebawah.

“ada apa appa mencariku.” Aku bertanya dengan nada dingin kepada appa. “apakah appa tak boleh menemui putrinya sendiri?”

“jika tidak ada yang penting, aku akan istirahat lagi.” Aku bersandar di sofa yang kududuki sekarang.

“kenapa kau mengambil cuti?” apa apaan appa sok mengatur. “aku lelah, aku ingin istirahat.”

“kau tak seperti biasanya.” Jujur aku sudah muak dengannya. “apa sudah selesai mengintrogasiku.”

“KAU…” “apa aku mengatakan hal yang salah.” Potongku. “dengarkan appa Taeyeon.” Aku hanya menatapnya.

“minggu depan datanglah kerumah.” Raut muka appa sangat serius, ah masa bodo. “untuk apa?” tanyaku ketus.

“bertemu calon suamimu.” Aku membulatkan mataku dan langsung berdiri. “APP…….” “TAK ADA BANTAHAN.” Potong appa.

“aku tak tahu kenapa kau memiliki perasaan kepada adikmu itu, maka untuk mengatasinya ya kau harus appa nikahkan.” Mataku seketika memanas.

“kenapa Jong In lebih menurut dibanding kau.” Sambung appa.

Aku sudah tak tahan, cairan bening sudah mengumpul dipelupuk mataku. “setelah memberikan sedikit pelajaran dia langsung mengerti.”

“jadi…” “ya, aku yang menyuruhnya memutuskan hubungan konyol kalian.” Potong appa lagi.

“appa tak pernah memikirkan perasaanku, hiks..hiks..” aku sudah tak dapat menahannya lagi.

“justru appa memikirkan perasaan kalian yang salah. Apa kau pernah mendengar kakak dan adik satu ibu satu ayah menikah?”

“hiks.. appa boleh pergi sekarang, hiks.. hiks..” aku berlari menaiki tangga untuk sampai kedalam kamarku.

“hiks.. hiks..” Kai aku tak kuat, kenapa kau lebih memilih keputusan appa. Kita saling mencintaikan?

 

Jong In pov

 

Perasaan apa ini, kenapa hatiku terasa sakit dan ingat kepada noona, sedang apa kau noona? Boghosipposeyo.

“heyy.. kau mengacuhkanku.” Seseorang menepuk pundakku. “eh? Apa Hun?” terlihat dia menggembungkan pipinya.

“kau mengacuhkanku eoh.” Terlihat raut kekesalan diwajahnya. “aniyo, memang kau bertanya apa?”

“tukan kau tidak tahu.” Sekarang dia memukul mukul dadaku. “ah Hun-nni, ne ne, mianhaeyo.” Sahutku.

“sudah jangan marah seperti itu, aku minta maaf.” Kataku lembut sembari tersenyum.

“kalau begitu kau harus mentraktirku bubble tea, eottokhae?” tawar Sehun padaku.

“baiklah, sekarang juga kita berangkat.” Ajakku sembari tersenyum. “eh, kukira tidak sekarang. Lihat itu.”

Sehun menunjuki wajahku yang banyak terdapat plester dan warna biru biru. “jadi kau maunya kapan?” tanyaku lagi

“mollayo.” Kini dia menundukkan kepalanya. “ca… kita berangkat sekarang saja, kau kira aku malu dengan luka seperti ini?”

Kulihat dia menatapku lalu tersenyum. “memang tak apa Kai?” aku hanya menggumam untuk mengiyakan.

 

Author pov

Pukul 13.37 KST

“gamsahabnida uisa Byun, saya senang anda mengajak saya makan siang bersama.” Ucap namja jangkung itu.

“hey, tak perlu seformal itu Chanyeol, panggil saja aku Baekhyun. Atau kau bisa memanggilku Baekki.” Ujar namja putih itu.

“oh, baiklah jika kau memaksa, Baekki.” Jawab Chanyeol diiringi tawa keduanya.

Mereka berdua duduk di meja paling pojok yang ada di kafe ini, “oya, Baekki. Eum kau tahu kenapa uisa Taeyeon absen?”

Pertanyaan Chanyeol sukses membuat Baekhyun menoleh kearahnya, “eum, aku sih tidak tahu. Yang jelas dia mengambil cuti.” Jelas Baekhyun.

“tadi pagi kepala bagian spesialis mendatangiku, dia mengatakan selama 3 hari ini Taeyeon mengambil cuti. Dan aku ikut menjadi partner kalian.” Lanjutnya.

“cuti? Maksudnya bagaimana?” tanya Chanyeol tak mengerti.

“maksudnya dia bukan lepas tanggung jawab begitu saja, jika ada yang mendesak ya dia harus datang. Ya seperti itulah.” Jawab Baekhyun panjang lebar.

“oh jadi begitu, berarti selama 3 hari ini kita hanya kerja berdua?” tanya Chanyeol lagi.

“ya, tentu saja. Dokter spesialis otak hanya kita bertiga Yeolli.” Terang Baekhyn sembari tersenyum.

“ini tuan pesanannya, maaf jika harus menunggu lama. Silahkan.” Ramah pelayan itu sembari membungkukkan tubuhnya.

“ne, gamsahabnida.” Sahut Baekhyun dan Chanyeol berbaringan.

“wah Baek, ini sepertinya nikmat. Perutku sudah meronta, kajja kita hajar.” Girang Chanyeol.

“hajar? Maksudnya?” tanya Baekhyun polos, ayolah mukanya yang polos membuat Chanyeol gemas.

“ya dimakan Baek.” Jawab Chanyeol. “HAHAHA…” akibat kepolosan Baekhyun membuat mereka tertawa bersama.

 

Kai pov

“sehun, kau belum puas. Lihat ini.” Aku menunjuk 3 gelas kotor didepannya.

“aaaaaaah.. ayolah Kkamjong duduklah dulu, kaukan sudah janji mentraktirku.” Manjanya.

“YAK! Jangan memanggilku Kkamjong, apa kau lupa?” Kesalku karena dia selalu memanggilku Kkamjong.

“keunde, kau harus menungguku.” Katanya sambil beragyo, ingin muntah aku rasanya. Aku hanya menggumam.

“kau dapat kabar dari siapa kalau dia berada di jepang?” tanyanya padaku.

“itu sih bukan hal sulit, noonakukan berteman dengan Eonninya, ya jadi aku tahu dari noonaku.” Dia hanya mengangguk.

Aish….. berbicara tentang Taeyeon noona malah membuatku semakin merindukannya, kau sedang apa noona?

Apa kau tahu aku sangat merindukanmu? Noona, bogoshipposeyo. Ingin rasanya aku memelukmu.

Keunde, kenapa perasaanku terus sesak saat memikirkanmu? Mianhae noona telah menyakitimu.

“KAI…..” teriak Sehun tepat ditelingaku. “yak Park Sehun, tak perlu berteriak. Mwoya?” tanyaku.

“habisnya kau menyebalkan, aku sudah selesai sedari tadi. Ayo pulang, kau memikirkan apa sih?” sahut Sehun dengan panjang lebar.

Aku melirik kearah tumpukan gelas kotor, dan……….. astaga Sehun, dia itu manusia atau setan. Lihatlah tumpukan gelas itu.

“ada apa lagi, cepat bayar. Kajja kita pulang aku lapar.” Lihatlah sudah habis 5 gelas masih saja bilang lapar.

“ne, ne. Tunggu sebentar.” Aku berdiri dari dudukku dan membayar 7 gelas bubble tea dan beberapa cemilan.

“ca.. kajja.” Aku menggandeng tangan Sehun. “sudah lama ya kita tak berjalan jalan, sudah 4 tahun.” Aku hanya menggumam.

“oya, kau tak belajar. Bukannya minggu depan itu kau ujian semester akhir.” Tanya Sehun.

“naega? Tak perlu, aku sudah pintar Hun-nni. Kau tahukan.” Candaku. “hm, aku tahu kau terlalu bodoh hingga mengulang beberapa semester. Hahaha…” ledeknya.

“YAK!!! Tak perlu meledekku.” Kataku kepada Sehun, ya dan dia masih setia menertawaiku hingga masuk kedalam rumah.

“hei .. sudah sudah, jangan bertengkar. Cepat duduk dan makan, Hyung kalian sudah menunggu.” Lerai eomma.

Akupun memeluk eomma lalu berjalan menuju meja makan. Kulihat Sehun mengikuti caraku, aku hanya tersenyum sendiri.

“hyung, sudah lama?” tanyaku pada Chanyeol hyung. “eh, Kai. Ani. Baru saja datang.” Sahut Chanyeol hyung.

“YAK!! Kkamjong, jangan meninggalkanku.” Kulihat Sehun duduk disebelahku. “hei, kalian ini. Sudah sudah, kerjanya bertengkar saja.” Aku hanya melirik eomma.

“nah Chanyeol mana piringmu?” tanya eomma dan Chanyeol hyung hanya menyodorkan piringnya yang diisi nasi oleh eomma, “gamsahabnida ajhuma.” Sopan Chan-hyung.

Dan selanjutnya aku, setelah itu Sehun. Kami makan tanpa ada yang berbicara, memang sudah tradisi kami saat makan tidak boleh berbicara.

 

SKIIPP>>>

 

“terimakasih ajhuma telah menjamu kami dengan sangat baik.” Sopan Chanyeol hyung.

“ah, aku tak merasa direpotkan Chanyeol, sering seringlah datang kemari.” Kata eomma tak kalah sopan.

Sangat berbeda dengan… “ajhumaaaaaa.” Sehun memeluk eommaku. “aku akan merindukanmu, aku janji akan sering kemari.”

Hah, Sehun. tak bisakah kau bersikap dewasa? “tentu saja kau harus sering datang kemari, biar Kai nanti yang menjemputmu.”

Yak eomma apa yang kau katakan, biar Chanyeol hyung saja yang mengantarkannya. “Kai… kau akan selalu menjemput Sehunkan?” tanya eomma kepadaku.

Aku hanya dapat menggumam sebagai jawabanku, ca.. dan merekapun pulang, hufft akhirnya.

“Kai, eomma ingin berbicara denganmu. Kajja masuk.” Apa yang ingin dibicarakan eomma? Aku hanya mengekori eomma.

“duduklah.” Suruh eomma, dan akupun langsng duduk. “tadi sore, pelayan pribadi Noonanu melapor kepada eomma…”

Aku mempertajam pendengaranku, ini tentang Taeyeon noona. “…dia bilang, noonamu tidak makan sejak tadi pagi.”

Aku terkejut, tentu saja. Tapi aku berusaha untuk tidak menampakkannya. “bagaimana kalau besok pagi, kau antarkan eomma kesana?” tanya eomma.

Aku hanya menganggukkan kepalaku, dan setelah itu aku beranjak menuju kamar. “eomma, aku istirahat dulu. Aku lelah.”

Akupun melangkahkan kakiku menjauhi eomma. “kai, kau tak sedang menceaskannyakan? Jangan terlalu dipikirkan.”

Suara eomma menghentikan langkahku, akupun berari meuju kearah eomma. “eomma..” akupun memeluknya. “bisakah kita tak membicarakan ini.”

TBC

Alhamdulillah chapter 3nya udah selesai, gimana suka gak? Author udah brusaha memahami kemauan readers yang bilang gak mudeng gak mudeng, dan mengoreksi tiap kesalahan author.

Jika masih ada yang dipertanyakan ya tunggu aja chap selanjutnya karena sekitar 5 cast lagi yang belum keluar, sepertinya konflik baru akan dimulai di chap 4.

Dimohon bersabar kayaknya my love, should not you chap 4 bakalan telat posting hehe…

Gomawo for chingudeul yang sudah comment chap 1, yaitu: rilla, nukeyfa, hellowayo, barcasih, istiqlali, kimmoca, park je seok, alwayskpopfacts, byun baekki, ulfachanchan, rahmadani, zahrahbaekyeoniexo, ayumekim//shinta, erlin, vinyeol, imyeonghee, puji rahayu, monica, dhea, taf, nina yuliani, mkim26, megakimtaehyung, kimiceu, juliiaa, taeyeon milky, devi rosiana, indah bsw, kimmers, wiwin, kid leader, sakura kimimika, kyomikyuss, aysha, lutae95, farihatuz zahrah, karians, my bobo tae tae, rinrin, sabrinataeng43, nhas, syadaizzy78, syadaizzy79, deasyandrianie, rifah_taengers, lillin and, ichya sapphireblue, erikaseyeon, only39mytaetae, exolaf, taengoo, ptricew, ameleuis, angelica maraya, verohwang, taexxrn, taeyeon kim^^, taengkoong, novitaengsone, kidtae, taen9o, vegitaayu, hunhanni, memy, kim wendy.

maaf yang namanya salah tulis dan belum tersebut, maaf juga chap ini pendek cuman 5.900 words.

Advertisements

55 comments on “[FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 3)

  1. Wehh suka Kaiyeon tapi juga suka Chantae bingung pilih yang mana,duaduanya cocok ToT gak sabar nunggu chap4,jangan kelamaan updatenya. fighting’-‘)/

  2. Suka sama ff ini juga….
    Konfliknya bikin greget gmn gtu..
    Jd ketagihan buat baca lagi dan lagi..
    Cepet diupdate dong thor kelanjutannya. Kepo badai bingitsss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s