Under Moonlight ( Full Chanpter-3)

under-moonlight

Title : Under Moonlight || Author : Quimbkee || Rate : PG-18 || Length : Series || Genre : Romance, Fantasy, Action|| Cast’s : Kim Taeyeon [GG], Lu Han [EXO]|| Credit Poster : High School Graphics by IWS || Disclaimair : ini FF fantasy action perdana dari Quimbkee, ini juga request dari my saeng Henny yang udah isi form request FF, semoga dia suka sama hasil ff aku, saeng gomawo untuk requestnya, karna kamu eon bisa bikin FF genre baru 
===


Author POV
Taeyeon berjalan dengan langkah tergesa-gesa. Gadis itu sesekali mengusap-usap kedua belah bibirnya dengan geram. Tak jarang kepalan tangan kecilnya mendarat diatas kepalanya, menandakan ia benar-benar bodoh. Ya, menurut Taeyeon, ia baru saja bertindak bodoh. Bodoh yang kelewatan batas.
Taeyeon tak sampai pikir, bagaimana bisa ia terhanyut dalam sentuhan bibir hangat Lu Han? Bagaimana mungkin ia membalas ciuman tersebut hingga mereka melakukan ciuman yang panas dan mendalam? Dan, dan bagaimana mungkin ia mampu bertindak begitu bodoh hanya dengan sebuah ciuman? Oke,ini tak sepenuhnya salah gadis itu. Bibir Lu Han yang hangat membuatnya bertindak segila tadi.
Tapi, hal itu bukan satu-satunya yang membuat Taeyeon begitu malu dan hina.
Jika kita kembali meneliti kejadian beberapa puluh menit yang lalu, kita akan tahu bahwa ada satu hal yang membuat Taeyeon semakin kesal dengan Lu Han. Tindakan Lu Han yang membuat Taeyeon seperti gadis murahan yang tak tahu malu.
“Lu Han sialan! Sialan!” umpat Gadis itu tak henti-hentinya.
Jika ia kembali mengingat kejadian tadi, rasanya ia ingin menghancurkan kepala Lu Han detik ini juga. Tapi, hal itu tak akan pernah terjadi, kan?
Langkah Taeyeon yang tergesa itu tiba-tiba saja berhenti saat sebuah pukulan kecil mendarat dipundaknya. Gadis itu menoleh. Terlihat seorang gadis cantik dengan dandanan yang cukup aneh.
“Apa kau Kim Taeyeon?” tanya gadis itu. Dari suaranya terdengar begitu ramah.
Dengan sedikit ragu, Taeyeon mengangguk dan membalas “Ya, kau siapa?”
Gadis itu tersenyum, memerlihatkan senyuman manisnya dengan mata yang berbinar, “Aku Yoo Ahra, calon istri Lu Han”
Seketika Taeyeon terkejut. Gadis itu tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya saat mendengar pernyataan yang lewat dari bibir gadis cantik yang bernama Yoo Ahra.
Calon istri Lu Han? Bukankah Lu Han sering mengklaim bahwa Taeyeon miliknya ? tapi, mengapa juga yang mengatakan bahwa ia adalah calon istri Lu Han?
Sebenarnya ada apa ini?
“Jika kau tak keberatan, bisakah kau berbuat hal yang Lu Han benci?”
Dahi Taeyeon berkerut, “Maksudmu?”
“Sejak Han menemukanmu ia berubah. Aku tahu Han yang mengejar-ngejarmu, tapi kau harus bisa menghindar darinya. Jika kau tetap tak menjauhi Han, kau akan dalam kesulitan, Gadis manis” wajah cantik itu tiba-tiba luntur saat mengucapkan kata-kata ancaman yang tak bermutu tersebut.
Taeyeon terkekeh “Huh, aku tak pernah sudi untuk bersama Lu Han. Dan ancamanmu itu tak bermutu, Nona Yoo”
Ahra mendengus pelan dan menyeringai perlahan “Kau boleh berpendapat begitu, tapi asal kau tahu aku bukan seperti manusia yang kau pikirkan. Aku adalah ‘seseorang’ yang special”
===
“Apa lagi yang kau pikirkan, Han?” sebuah suara yang sudah diketahui Lu Han masuk keindra pendengarannya. Jongdae, si werewolf sebangsanya.
Lu Han beralih menatap Jongdae, “Aku hampir saja melakukannya” lirih Lu Han
Dahi Jongdae berkerut “Melakukannya? Melakukan apa?” tanya Jongdae tak sabaran
“Aku hampir melakukan hal ‘itu’ dengan Taeyeon” jawab Lu Han datar meskipun nada kecewa cukup kentara disana.
“APA?? KAU MELAKUKANNYA?” teriak Jongdae membuat Lu Han mendesis pelan.
“Tapi, aku berhasil menghentikannya. Dan yang tak aku mengerti itu kenapa Taeyeon malah marah padaku saat aku menghentikannya”
“Kau harus menceritakannya dengan jelas”
Mendengar suruhan Jongdae, Lu Han pun mengingat kejadian tersebut
FLASHBACK START
Kedua sejoli itu tampak begitu menikmati ciuman dalam yang mereka lakukan. Lu Han dan Taeyeon sama-sama terhanyut dalam suasana nan sunyi. Mereka saling melumat, berbagi saliva, bahkan tangan kiri Lu Han perlahan masuk kedalam balik kaos Taeyeon. gadis itu yang awalnya kesal, mulai menikmati setiap gerakan Lu Han didalam kaosnya. Lu Han mengelus dengan lembut permukaan perut Taeyeon yang bisa dibilang datar. Lalu beralih ke punggung gadis itu dalam keadaan bibir yang masih saling bertemu.
Taeyeon juga tak mau kalah, dia sedikit meremas rambut Lu Han, hingga membuatnya berantakan. Tak hanya sampai disitu, tangan kecil Taeyeon mulai turun kedaerah tengkuk Lu Han, mengelusnya secara lembut membuat rasa tergelitik disana.
Namun, saat mereka ingin melakukan hal yang lebih jauh lagi. Lu Han menghentikan kegiatan itu. Seperti di interupsi, pria itu langsung melepaskan tautan bibir mereka dan menjauh sekitar setengah meter dari Taeyeon. sementara gadis itu tampak malu dan sedikit kesal.
Napas keduanya terdengar memburu tak menentu. Taeyeon merasa bodoh sendiri, bisa terhanyut dalam kegiatan tadi. Memalukan, itulah pikirannya.
Ada dua perasaan yang dirasakan Taeyeon saat ini. senang karena Lu Han menghentikan hal itu dan kesal karena Lu Han yang menghentikan aksi tersebut, bukan dirinya.
“Mianhae” satu kata yang keluar dari mulut Lu Han yang membuat Taeyeon menunduk dalam, “Tak seharusnya aku bertindak sejauh itu” lanjutnya lagi.
Taeyeon benar-benar terdiam, ia malu bercampur kesal. Tak tahu harus menjawab apa perkataan Lu Han.
“Jika kau tak membalas ciumanku, aku tak akan melakukan hal seintim tadi” ujar Luhan
Taeyeon naik pitam mendengar pernyataan yang terlontar dari Lu han, “Jadi maksudmu aku yang mengiginkan hal tadi? Kau bergurau!” lontar Taeyeon tak terima
“Tentu saja, kau pasti juga mau hal itu kan? gadis yang hidup di Eropa terbiasa dengan hal itu”
Merasa begitu kesal dengan ucapan Lu Han yang terdengar sembarangan membuat Taeyeon naik pitam. “Aku bukan gadis murahan seperti yang kau pikirkan, Tuan Lu”
Lu Han hanya terdiam. Menatap Taeyeon dengan pandangan bersalah dan penuh penyesalan. Ia tahu ini salahnya, mencium gadis itu, membelai tubuhnya dan menuduh hal yang tidak pasti.
“Aku minta maaf” ujar Lu Han tulus
Taeyeon mendengus, ia berlalu dengan amarah. Lu Han hanya menatap kepergian gadis itu dengan pasrah.
Baru beberapa langkah Taeyeon berhenti menatap Lu Han yang dibelakangnya.
“Aku harap ini pertemuan terakhir kita. Jangan pernah mengikutiku lagi”
Lalu gadis itu benar-benar hilang dari pandangan Lu Han.
FLASHBACK END
Jongdae menganga tak percaya. Mulutnya masih enggan untuk terkatup. Bahkan ia masih berusaha mengumpulkan jiwanya yang entah terbang kemana semenjak Lu Han bercerita tadi.
“Wow, kalian hampir saja melakukannya. Dan Taeyeon gadis yang agresif ternyata” ucap Jongdae kemudian, setelahia berhasil menangkap jiwanya kembali.
“Tapi, dia marah padaku dan mengatakan jangan mengikutinya”
“Dan kau menurutinya begitu saja?” tanya Jongdae
Lu Han terdiam, tak tahu mau menjawab apa.
“Kau harus terus bersamanya. Percaya padaku lama-kelamaan ia akan terbiasa dengan kehadiranmu dan merasa sangat kehilangan saat kau hilang dari sisinya”
Lu Han terdiam. Berpikir tentang ucapan Jongdae yang terdengar seperti suruhan yang penuh semangat. Benarkah Taeyeon akan menerimanya lama-kelamaan? Jika benar Taeyeon akan menerima kehadirannya maka sampai kapan Lu Han harus menunggu untuk hal tersebut? Dia sudah menunggu Taeyeon sangat lama. Butuh berapa lama lagi Lu Han akan seutuhnya memiliki Taeyeon? seumur hidupnya? Ah, itu tidak akan mungkin.
“Lalu aku harus bagaimana?” tanya Lu Han kemudian, setelah sekian lama termangu dengan pikirannya sendiri.
Jongdae terkekeh pelan “Kau bertanya pada orang yang tepat sekali”
“Cepat jelaskan!” desak Lu Han.
“Kau kan tahu, kau tidak bisa pakai cara barbar buat merebut perhatian wanita. Ada etikanya, Lu Han”
“Ck, barbar dari sudut pandang yang mana?”
“Mengaku bahwa dia adalah milikmu secara langsung. Tentu saja hal itu barbar”
Lu Han terdiam, matanya terfokus pada rerumputan yang ergoyang oleh semilir angin yang berhembus. Jongdae menghela nafas, dan menggaruk tengkuknya pelan sebelum ia melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan.
“Kita punya akal dan pikiran, Lu Han. Jadi, gunakan itu senormal mungkin. Buat dia jatuh cinta”
Lu Han tetap tak bergeming. Untuk apa membuat Taeyeon jatuh cinta? Jatuh cinta hanya berlaku pada orang yang belum jelas takdirnya, sementara Lu Han takdirnya sudah jelas adalah Taeyeon, jadi untuk apa harus membuat Taeyeon jatuh cinta? Bukankah mereka sudah ditakdirkan ada ataupun tanpa cinta sama sekali.
“Itu tidak penting, setidaknya menurutku” balas Lu Han
“Kalau kau menganggap itu tidak penting, Taeyeon juga menganggap perkataanmu itu jauh lebih tidak penting”
“Sudahlah”
“Lu Han, kau tahu kan misimu ke Taeyeon ini terlaluu mendadak dan mungkin terlalu aneh buat manusia yang tidak mengetahui kebenaran adanya kita. Karena Taeyeon tak akan begitu mudah membagi pikirannya untuk menerima posisi kita sebagai salah satu makhluk ciptaan Tuhan”
“Dia harus menerimanya—“
“Dan dia juga punya alasan untuk tidak percaya terhadap dirimu” tegas Jongdae kesal
Lu Han tidak menjawab. Ia memalingkan tatapannya ke sudut yang lebih jauh lagi.
“Buat dia jatuh cinta, ini akan lebih mudah. Percaya, trik seperti ini selalu berhasil”
Lu Han melirik kelangit sambil memikirkan usulan Jongdae. Lu Han mengambil sebuah keputusan. Aku buat dia jatuh cinta, dan aku tidak pernah membiarkannya pergi.
===
Tiga hari kemudian
Taeyeon menghabiskan liburannya di Seoul dengan datar kembali semenjak tiga hari pria bernama Lu Han itu tak datang menemuinya. Selama tiga hari ini, Taeyeon sibuk berkutat dengan Laptopnya—melihat hasil tulisannya. Taeyeon mulai menyukai dunia penulisan sejak beranjak remaja. Awalnya dia begitu tertarik dengan cerita kerajaan bak negri dongeng yang indah, namun dewasa ini Taeyeon lebih memilih menulis tentang keindahan alam yang ia jumpai disetiap tempat.
Taeyeon membolak-balik brosur pariwisata Busan yang diberikan Madam Geun tadi siang. Taeyeon berencana akan berlibur sembari menulis referensi wisata untuk tulisannnya—beserta kulinernya.
“Chocolatte puding-nya, Taeyeon-ssi”
Taeyeon mendongak dari brosurnya, lalu tersenyum pada pelayan yang telah berteman dengannya sejak dia berada di Seoul. “Gomawo, Joo-ssi”
Joo tersenyum. Setelah menyajikan pudding Taeyeon, Joo segera meninggalkan Taeyeon yang langsung menyendok puddingnya. Taeyeon menimbang-nimbang daerah Busan mana yang akan ia kunjungi. Ketenangan Taeyeon tak berlangsung lama. Ia terusik dengan suara yang tidak asing lagi di pendengarannya.
“Lama tak berjumpa Taeyeon-ssi”
“Lu Han???”
“Ya, begitulah”
Lelaki itu dengan santainya duduk dihadapan Taeyeon dan melipat tangannya di dada, mengamati penampilan Taeyeon yang mengenakan hotpants yang nyaris tak tampak karena kemeja longgar yang panjangnya melewati pangkal pahanya.
“Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, Han-ssi?” Taeyeon menyandarkan tubuhnya ke kursi “Aku milikmu? Itu konyol sekali”
“Kalau aku mengajakmu menikah bagaimana? Bukankah menikah adalah cara manusia agar terikat resmi dengan takdirnya—termasuk wanita miliknya?”
Taeyeon tertegun. Apa yang baru saja ia dengar? Lu han mengajaknya menikah dengan gampangnya? Dan perkataannya tadi sungguh aneh. Cara manusia? Apa maksudnya?
“Bagiku menikah harus dengan cinta, meskipun aku tak begitu yakin aku bisa merasakan perasaan seperti itu”
“Pernikahan tanpa cinta itu bukan hal yang tabu, Taeyon-ssi. Takdir yang telah menentukan nasib kita berdua. Kau dan aku tak akan terpisah dan akan bersatu meskipun tanpa dilandasi oleh cinta”
Taeyeon menganga tak percaya.pernikahan berdasarkan takdir yang hanya otak lelaki itu yang mencernanya. Pernikahan tanpa cinta saja bisa hancur, lalu bagaimana dengan pernikahan tanpa…nothing. takdir? Takdir dari Lu Han si aneh itu?
“Kalau kau memang sangat ingin menikah, mengapa harus aku yang nikahi?” balas Taeyeon ketus.
“Karena memang harus kau, Kim Taeyeon”
Andai saja yang mengatakannya lelaki lain yang dia cintai, maka bisa dipastikan Taeyeon akan tersipu malu mendengar pernyataan manis seperti tadi. Sedangkan Lu Han tersenyum saja sangat jarang ia tunjukan. Raut dingin yang paling sering ia tampilkan dihadapan Taeyeon.
“Cih, Aku tak akan tertipu dengan lelaki kurang ajar sepertimu. Nikahi saja Nona Yoo yang calon istrimu itu!”
Dahi Lu han berkerut. “Nona Yoo? Calon istriku?”
Taeyeon mencibir mendengar perkataan Lu Han yang tampak bingung. “Nona Yoo bilang bahwa dia adalah calon istrimu”
Lu Han ingat. Nona Yoo yang dimaksud oleh Taeyeon pasti Yoo Ahra, gadis manja yang selalu mengaku sebagai kekasih Lu Han dan dengan berani mengancam setiap wanita yang tertarik kepada Lu Han.
“Dia tentu saja bukan calon istriku. Kau hanya tertipu dengannya”
“Ck, dasar lelaki kurang ajar, mesum, dan sekarang seorang playboy?” sindir Taeyeon sambil mengerucutkan bibirnya. Lu Han yang melihat hal itu bersusah payah untuk tidak goyah dan merengkuh Taeyeon hingga mencium bibir Taeyeon dengan dalam. Selama percakapan tadi, Lu Han sudah bisa mengendalikan hal tersebut, tapi Taeyeon terlalu bersinar hingga ia takut pertahanan akan dirinya goyah.
Lu han memperpendek jarak diantara mereka. Taeyeon terkesiap, dia akan berusaha untuk tidak terhanyut oleh sentuhan hangat bibir Lu Han yang menghanyutkannya hingga dia lupa diri. Tidak akan!
“Kau tau, Kim Taeyeon. Kita akan tetap bersama meskipun kau mencoba menjauh dariku. Karena kita sudah ditakdirkan. Kau adalah takdirku” bisik Lu Han tepat didepan wajah Taeyeon.
Taeyeon tergagap dan detik berikutnya ia merasakan sesuatu yang lembut dan hangat dikulit keningnya. Lu Han kembali menciumnya. Namun kali ini bukan dibibir melainkan keningnya. Taeyeon merasakan bibir Lu Han bergetar ketika menciumnya.
Lu Han menjauh, dengan Taeyeon tetap diposisinya.
“Aku pergi, Selamat malam, Kim Taeyeon”
Lu Han pergi. Taeyeon bergeming. Merasakan pipinya tersipu dengan perlakuan Lu Han tadi. Rasanya dia lebih menerima Lu Han dengan sikap seperti itu. Tapi dengan cepat Taeyeon menepisnya.
===
“Iya, Eomma. Aku akan liburan ke Busan. Iya, aku akan hati-hati”
Setelah memutus sambungan teleponnya, Taeyeon menggantung ponselnya dan berjalan masuk ke terminal. Taeyeon pergi menggunakan Bus yang bisa menempuh sekitar empat jam perjalanan hingga ke Busan.
“Kau mau kemana? Apa kau berniat kabur dariku?”
Taeyeon membeku begitu tiba di bangku terminal yang nantinya akan ada bus yang berhenti menuju arah Busan dan mendapati suara yang begitu menghantuinya sejak beberapa hari yang lalu. Itu bukan dia, tidak itu bukan dia. Taeyeon terus menyangkal suara tersebut, namun langkah kaki itu terus mendekat hingga tiba disampingnya.
“Sekali aku menemukanmu, Kau tak akan pernah lepas dariku, Kim Taeyeon”
Taeyeon melotot begitu tubuhnya ditarik secara paksa dan kini berhadapan dengan sosok yang ia hindari. Lu Han, atau Taeyeon memiliki julukan baru iblis aneh itu telah berdiri dihadapannya. Namun ada yang berbeda dengan Lu Han, kali ini Lu Han terlihat seperti ‘orang normal’ karena penampilannya. Kaos putih dan celana jeans selutut, dengan kedua tangan mencekal kedua bahu Taeyeon.
“Mengapa kau ada disini?” tanya Taeyeon tanpa menyadari keterkejutannya.
“Menunggu jawabanmu?”
“Sebenarnya laki-laki tidak suka menunggu jawaban.”
“Berarti aku bukan tipe seperti laki-laki kebanyakan”
“Aku mau kau pergi dari hidupku”
“Tidak akan” tanda Lu Han sambil menyeringai. “Kalau ini caramu menjauhiku dan menolak memberi jawaban, maka aku akan terus mengikutimu—karena inilah caraku”
Taeyeon mendesis geram, Lu Han adalah kombinasi orang gila dan psikopat. Taeyeon menampik tangan Lu han dengan kasar “Aku tidak akan menberikan apa yang kau mau”
“Ini bukan kemauanku, ini takdir kita”
Sebuah bus melintas dihadapan mereka. Jelas tertera bahwa bus tersebut akan menuju Busan. Taeyeon beranjak dari hadapan Lu Han dan menaiki bus dengan segera. Dapat ia jelas dari spion Lu Han melambaikan tangannya sambil menyeringai. Ya Tuhan, sebenarnya makhluk apa lelaki itu?
===
Lu Han terduduk di tempat dia memandang bus Taeyeon yang sudah pergi bebereapa menit yang lalu. Ia menghela nafas. Sepertinya ini tidak akan semudah apa yang ia pikirkan. Taeyeon tidak akan bisa lepas darinya. Lu Han akan mengejar wanita itu walaupun menghabiskan seluruh waktunya.
===
Suasana pedesaan di Busan masih sangat kental. Banyak warga yang menggunakan sepeda daripada menggunakan motor. Meskipun Busan telah mulai berkembang layaknya kota besar, namun jiwa pedesaan masih begitu lekat bagi pengunjung yang datang, termasuk Taeyeon.
Langit mulai berwarna jingga, menandakan hari mulai gelap. Taeyeon teringat kembali akan Lu Han. Lu Han dengan sikap anehnya dan juga tawarannya yang konyol. Awalnya Taeyeon hanya menyangka Lu Han hanyalah lelaki yang gila berganti pasangan—karena Lu Han begitu agresif menciumnya saat pertemuan pertama mereka. Namun, sepertinya lelaki itu tak seperti itu. Entahlah, Taeyeon hanya berpikir seperti itu.
Taeyeon harus berkonsentrasi dengan tulisannya, ia harus bisa membuat pembacanya merasakan liburan yang nyata meskipun hanya sekedar lewat bukunya.
Tapi bagaimana jika kehadiran Lu Han akan terus mengikuti dan mengganggunya?
Apa harus diterima saja tawarannya?
Taeyeon langsung menggelengkann kepalanya. Sosok Lu Han terlalu banyak kekurangan dimatanya. Apalagi untuk calon suami.
Pertama, Lu Han terlalu tampan.
Mata hitam onyx, bentuk wajah tirus dan sedikit chubby di pipi dan rahang yang tegas itu membuat Taeyeon tidak bisa sekedar memaligkan wajahnya kalau ia dalam keadaan tidak sadar dengan seberapa menyebalkannya sosok itu.
Kedua, laki-laki itu kaku sekali.
Lu Han tak pandai mengekspresikan dirinya, bahkan saat mereka berciumanmu raut Lu Han tetap saja kaku. Dan Lu Han pemaksa.
Ketiga, Status Nona Yoo.
Ia tidak akan begitu langsung percaya dengan tuturan Lu Han tentang hubungannya dengan gadis cantik itu. Mungkin saja mereka memiliki unfinished business.
Terakhir, yang benar saja ia harus menikah dengan laki-laki seperti itu?
Taeyeon memiliki kisah cinta yang tak terlalu bahagia, sehingga ia harus begitu hati-hati dengan laki-laki. Memegang kepercayaan penuh belum tentu lelaki itu bertanggung jawab atas kepercayaan itu. Dan ia juga tidak mau tampak murahan apalagi semenjak insiden ciuman mereka yang menggairahkan.
Tidak, ia tidak akan membiarkan Lu Han mendapatkan keinginan Lu Han—memiliki dirinya.
ponsel Taeyeon bergetar
From : +645576XXX
Jangan pernah berpikir bisa lari dariku, Taeyeon-ssi. Aku akan terus mengejarmu sampai dapat. Dengan jawaban yang sesuai dengan keinginan takdir kita. – Lu Han-
Mata Taeyeon melotot maksimal melihat pesan terakhir dengan nomor yang tak tersimpan di ponselnya. Matanya mengerjap beberapa kali, mencoba meyakinkan dirinya bahwa itu adalah pesan nyasar. Tapi tidak ada yang berubah, nama yang terpampang jelas nama Lu Han.
Sialan!
Taeyeon bergidik ngeri melihat kenyataan bahwa Lu Han begitu nekat. Dengan kasar ia memasukkan ponselnya kedalam tas berharap dengan tidak melihat ponselnya, perasaan takut pada Lu Han akan hilang.
Taeyeon menatap langit-langit kamar hotelnya dengan gusar. Ia akan berpergian lagi. hingga Lu Han tak bisa menemukannya.
Tanpa Taeyeon tahu, kalau Lu Han pasti akan menemukannya. Lagi. dan lagi.
===
“Kemana tujuanmu hari ini Taeyeon-ssi?” tanya bibi Lim yang bertugas dihotel tempat Taeyeon menginap.
“Masih ke pelabuhan, Bi”
“Mau ditemani oleh anak Bibi, Yongran?”
“Tidak perlu, aku bisa sendiri Bi”
Bibi Lim tertawa kecil, lalu Taeyeon beranjak pergi.
Pelabuhan Busan tak membuatnya Busan sedikitpun. Rutinitas penduduk disini membuatnya merasakan kekeluargaan yang begitu erat. Yang sangat jarang dan sulit ia temukan di Praha dan Seoul.
Taeyeon melangkah ke salah satu kapal dan merasakan angin pantai yang berhembus tenang disetiap kulitnya.
Taeyeon memotret pemandangan sekitarnya dengan kamera yang tergantung dilehernya. Angin semilir dan matahari terik adalah perpaduan yang sempurna yang Taeyeon rasakan saat ini. Air pecahan ombak mengenai Taeyeon dengan ritme yang pas membuat Taeyeon semakin merasa senang.
“Rasanya seperti dihujani yang sedikit namun tidak dingin, ya?”
Jemari Taeyeon yang baru saja akan menekan Shutter langsung terdiam kaku. Taeyeon yang awalnya ingin memotret tidak melakukan apapun dan tidak bisa membalikkan tubuhnya. Namun, lelaki itu tak sepemikiran dengannya. Dengan mudah ia berjalan menghampiri Taeyeon, merapikan rambut Taeyeon yang tertiup angin.
Taeyeon akhirnya menepis tangan Lu Han pelan. “Apa kau tak memiliki perkerjaan? Mengapa terus mengikutiku?”
“Apa kau bisa menerima tawaranku saja? Dan kau seutuhnya menjadi milikku—meskipun kau memang milikku sejak dulu” tanya Lu Han balik.
“Kau ini” geram Taeyeon “Jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan. Menyebalkan”
“Kau yang harus menjawab tawaranku” sahut Lu Han kembali
Taeyeon menggigit bibirnya kesal. Lelaki ini selalu bisa membuatnya mati kutu. “Aku tetap tidak mau. TIDAK”
“Aku hanya butuh jawaban Iya”
“Tapi aku tak memiliki jawaban itu untuk pertanyaan konyolmu itu!”
Taeyeon menghentakkan kakinya kesal lalu beranjak dari kapal tersebut. Kenapa Lu Han bisa datang?
===
“Selamat datang, Kim Taeyeon”
Taeyeon mengernyitkan dahinya mendengar ucapan selamat datang yang ia terima ketika memasuki kamar hotelnya. Ia baru saj menghabiskan waktunya dengan memakan kuliner khas Busan. Dan apa yang ia dapati ketika sampai kamar hotelnya?
Sejak kapan Lu Han ada di kamarnya?
Taeyeon menganga tak percaya. Terlalu banyak pertanyaan yang ia pikirkan dengan keberadaan Lu Han yang tiba-tiba ini.
“Apa kau takut aku akan melakukan sesuatu yang tak pantas padamu?”
Lu Han berjalan mendekat ke arah Taeyeon yang masih menganga tak percaya. Sepersekian detik Lu Han terkekeh melihat tingkah Taeyeon.
“Tutup mulutmu, atau aku akan menutupkannya untukmu” bisik Lu Han ketika telah sampai didepan Taeyeon.
Taeyeon yang mengerti maksud dai pertanyaan itu, mulai menagtupkan mulutnya dan menatap Lu Han dengan tajam.
“Apa yang kau lakukan disini? Ini kamarku!” bentak Taeyeon terdengar frustasi.
Lu Han menatap dalam kemanik mata Taeyeon, kemudian secara perlahan membelai rambut Taeyeon dengan lembut, “Memastikan calon istriku selamat hingga dikamarnya” perkataan Lu Han terdengar begitu lembut. Taeyeon terkesiap. Lu Han menepuk pelan puncak kepala Taeyeon. taeyeon tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya hingga Taeyeon begitu tersanjung saat Lu Han bertingkah seperti tadi padanya.
“Tidurlah, dan mimpikan aku” ucap Lu Han dan kemudian pergi meninggalkan Taeyeon yang masih dengan sejuta pikirannya yang mengambang entah kemana.
Ya Tuhan, mengapa tingkahnya menjadi manis begitu?
“…Mimpikan aku”
Terngiang kembali oleh Taeyeon ucapan Lu Han tadi dan seketika dia bergidik ngeri. Tidak akan! Aku tidak akan memimpikannya!
TBC
Hai, gimana part 3nya? Mengecewakan? Banyak yang udah lupa ya sama ff ini, jadi sedih tp ini emang salah aku kok yg ilang dr peredaran. Preview kemaren gk secetar part sebelumnya, aku maklum sih aku udh ngutang lama banget sama ff ini, dan ff yang lain juga. Tapi jgn kapok ya beri aku semangat biar nulis ff nya lancar selancar cinta chanyeol ke aku *ngarep
Sekian aja deh, RCL ya chingu 
Sstt.. jgn lupa kunjung uayufi.wordpress.com ya

Advertisements

85 comments on “Under Moonlight ( Full Chanpter-3)

  1. Luhan pnya cara apa aja biar bsa ngikutin orang ?? Bsa ajarin aku gak ?? >.<

    Daebak thor!! Ini ff yg aku tnggu2 bnget… :'3
    Next!! ^^
    Dtnggu bnget chap slanjutnya… Fighting!!

  2. Cara luhan ekstrim juga ya. 😄
    Never mind thor, ak akan setia menunggu. #eaaaaaaa hehehe
    Fighting thor 💪

  3. aduh taeng jngn ngomong gitu donk, nnti ujungnya kamu klepek2 loh XD
    mengecewakan sih ngga thor cuma nungguin ff ini publish tuh udh smpe lumutan :V semoga part4nya cpet lanjutin oiya ff my fake husband kapan dilanjutin thor , kepo nih sm kelanjutannya -,-
    FIGHTING^^

  4. Hai chingu ini quimbkee.. aku sengaja ngirim komen untuk bilang kepada chingu yang udh memberi jejak di ff aku.. part 4 nta udh rampung kok tp aku publish jika komen melebihi 80 karna banyak siders nih. Kalo pun gk nyampe aku akn protect ff nya bagi yg mau pw nya silahkan contact aku lewat email, bbm, atau line
    email : uayufi@yahoo.com
    bbm : 51df546a
    line : whysryn
    trimakasih

  5. Daebak, thornim aku suka ff ini udah dari chapter 1 bahkan aku selalu mengulang2 chapter 1 dan 2 terus,karna saking sukanya… ❤
    Cara luge ngikutin taeng eonni ekstrim ya,,, tapi meskipun begitu luge tetap semangat mengejar taeng eonni..
    Taeng eonni jangan bicara kayak gitu nanti bisa2 jatuh cinta loh… 😀
    Chapter 4 jangan lama ya thornim…
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  6. aku suka bgt authornim sm ceritanya, luhan so sweet bgt, tp agak ganggu juga kali ya kalo selalu datang dan pergi begitu saja.. hehe
    taeyeon di bikin cemburu asik tuh kyanya thor, walau mungkin ceritanya agak pasaran tp suka aja aku biar greget, hehe usul aja sih..
    pkoknya top deh buat author!
    fighting!! ^^

  7. wahhhh.. ini udh lama ya ff nya akhirnya di update juga,tapi kyrang bgt moment lutaenya..
    next ditunggu ya kelanjutannya..

  8. ayo taeng pergi jauh2 sana dari luhan. Tapi pasti ketemu lagi kok kalian wkwk yg sabar ya taeng. Next thorrr

  9. Aaah Daebak!! sebelum lanjut ke chap 4 yang ternyata udah publish, aku baca sama tinggalin jejak dolo ah di chap 3.

    Ada typo tuh, hehe. Gapapa, ini keren kok. Luhan nya mulai kaya manusia pada umumnya :p bahkan dia punya handphone, wkwkw, seru kok seru.

    cuman thor, jedanya thor, kaya tanda koma lah, supaya bacanya lebih enak. itu aja sih saran dari aku. Selebihnya…Daebak!!! FIGHTING THOR, don’t be sad, nde? smile!!

  10. Lu oppa bener tuh sama apa yg di bilangin Jongdae oppa
    Udh Taeng eon terima aja tawarannya Lu oppa wkaka

  11. wahhh fullnya ya??? aku suka banget sama jalan ceritanya. abisnya seru banget deh. Luge ga mau ngelepas taeng eonni ㅋㅋㅋㅋ saking cintanya. ayolahhhhh Luge… km harus menahan hawa nafsumu ㅋㅋㅋ lope lope deh buat FF nya kalo bisa banyakin moment LuTae yg sweet yaaaa

  12. Ini ff yg aku tunggu” loh thorr 😆😆luhan tahan napsu wew tahan luhan nempel mulu ama taeng :3 luhan kyoptaa :3

  13. Wuiiihh luhan tuh pervert.. tpi itu naluri alami kali ya wkwkwkwkwk… taeng nya kok keras kepala bgt sih

  14. Mian Thornim baru bisa comment
    Huft ff ini lama banget gak di lanjut dan akhirnya sekarang di lanjut huftt seneng bgt
    makin daebak ceritanya makin2 suka pokoknya
    Moment Lutaenya kurang panjang ! hehehe peace #readergaktahudiri
    kapan Lutae nikahnya ?
    kok luhan udah punya calon istri sih ? kenapa ?
    Updatesoon ya thornim ff mu daebak deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s