[FREELANCE] Believe (Oneshot)


Believe (Oneshoot)

Author :

Chaca Aprilia

Main Cast :

KIM TAEYEON

HUANG ZITAO

XI LUHAN

Other Cast :

Find it by yourself

Genre :

FRIENDSHIP,ENTERTAINMENT-LIFE & ROMANCE

Rated :

PG 17

Length :

Oneshoot

Disclaimer :

All cast belongs their parents and God.

But this story is original from my thoughts.

Credits poster by peniadts

@ Art Fantasy

^Happy reading^

***

Taeyeon mengerutkan keningnya ketika melihat sunny. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan balutan dress hitam. “ya ya ya, kau mau kemana?” taeyeon mempercepat langkahnya.

Sunny yang hendak membuka pintu langsung membalikkan badannya menghadap taeyeon. “tentu saja bekerja.”

Taeyeon membulatkan matanya. “memangnya kau ada jadwal?”

“FM Date.” Jawab sunny singkat. “memangnya kenapa?”

“tidak. Hanya saja kupikir kau tidak ada jadwal hari ini.” Ujar taeyeon pelan.

“hey, ada apa? Kau sakit?” sunny berujar cemas seraya mendekati taeyeon. Ia meletakkan punggung tangannya pada kening gadis yang menjadi Leader Girlgrupnya itu.

“tentu saja tidak.” Taeyeon menyingkirkan tangan sunny dari keningnya. “aku hanya… kesepian.” Suara gadis itu mengecil. Ia menundukkan kepalanya.

Sunny menghela napas lalu tersenyum lebar. “tenanglah, aku hanya sebentar. Aku akan langsung kembali setelah selesai.”

Taeyeon mendongakkan kepalanya menatap sunny dengan pandangan malas. “kau pasti akan langsung berkencan dengan Henry nanti.”

“sebenarnya… iya.” Sunny terkekeh. “tapi tidak akan lama. Sungguh.” Ia menatap taeyeon dengan tatapan meyakinkan. Meskipun ia tidak yakin sebenarnya. Ia benar-benar sangat merindukan kekasihnya.

“terserah kau sajalah.” Taeyeon segera membalikkan badannya setelah mengatakan itu. Ia melangkah menuju kamarnya.

“hey, kau marah?”

“tidak. Cepatlah pergi.”

Sunny mendengus kesal. Ia lalu kembali membuka pintu. “baiklah baiklah. Tapi apa kau tahu Taeng? Hari ini guest Sunny DM Date adalah EXO.”

Taeyeon membalikkan badannya. “benarkah?”

“hm.”

“kalau begitu semoga sukses.” Ujar taeyeon acuh. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Sunny mengerucutkan bibirnya lucu. “bagaimana jika aku menanyakan tentang hubunganmu dengan Baekhyun?” ia tersenyum lebar setelah mengatakan itu.

“jika kau ingin melihat mayatku besok, maka lakukanlah.” Nada bicara taeyeon terdengar santai.

“ck, baiklah aku pergi.” Sunny langsung melangkahkan kakinya keluar. “jaga dirimu.” Dan pintu kembali tertutup.

Taeyeon menghembuskan napasnya kasar. Ia berbalik sambil menatap pintu Dormnya lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah.”sendirian lagi?” ia berujar pada dirinya sendiri, lalu masuk kedalam kamar.

Taeyeon merebahkan tubuhnya diatas kasur, sedetik kemudian ia memejamkan matanya. Ia memang sudah terbiasa seperti ini. Sendirian di dorm bukanlah hal yang aneh. Membernya sedang sibuk dengan jadwal mereka, sedangkan ia memang tidak ada jadwal.

Sebenarnya bukannya ia tidak ada jadwal, tapi ia sedang mempersiapkan debut solonya. Lee Sajangnim mengatakan bahwa ia harus menjaga kesehatannya dengan beristirahat di dorm, karena nanti ia bahkan akan lebih sibuk dari membernya.

Drtt.. drtt..

Taeyeon membuka matanya ketika mendengar suara getaran dari ponselnya. Ia bergegas bangun lalu mengambil ponselnya dari nakas di sebelah tempat tidurnya.

“luhan?” ujar taeyeon pelan. Ada apa pria itu menghubunginya? Bukankah tadi ia mengatakan sedang sibuk syuting? Tanpa pikir panjang, gadis itu segera menekan tombol berwarna hijau di ponselnya.

“halo.”

“halo baby. Apa yang sedang kau lakukan? Apa aku mengganggumu?” taeyeon dapat mendengar suara lembut dari kekasihnya.

“kau tidak menggangguku, aku sedang kesepian.” Suara taeyeon berubah manja. Ia kembali merebahkan badannya dikasur, lalu memeluk guling.

“haha, benarkah?” luhan terkekeh pelan. “apa kau merindukanku?”

“tentu saja.” Jawab taeyeon cepat. “aku sangat merindukanmu.” Ujar taeyeon pelan. Ia memejamkan matanya.

“aku juga merindukanmu. Sangat merindukanmu.”

Taeyeon tersenyum mendengarnya. Tapi kemudian ekspresinya berubah. “kau berbohong!”

“aku? tentu saja tidak.” Sergah luhan.

“kau pasti berbohong. kau pasti tidak merindukanku, ada banyak gadis cantik disana.” Taeyeon mengerucutkan bibirnya.

“tentu saja..” luhan terkekeh.

“YA!”

“..tidak. aku bahkan tidak tertarik dengan mereka, aku selalu merindukanmu. Setiap saat.”

Taeyeon bisa merasakan pipinya memanas. Ia bersyukur luhan mengatakannya di telepon, karena jika pria itu mengatakan hal itu langsung dihadapannya mungkin ia akan malu atau mungkin kejadian lainnya akan terjadi. Seperti pingsan mungkin?

“baby..” lamunan taeyeon buyar ketika mendengar suara luhan.

“wae?”

“apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?” nada bicara luhan terdengar ragu.

Taeyeon mengerutkan keningnya bingung. “sesuatu? Apa?” samar-samar taeyeon dapat mendengar suara pria memanggil nama luhan dan mengatakan bahwa syuting akan segera dimulai.

“ya? kau mengatakan sesuatu baby?”

“ah tidak. Kau masih berada di lokasi syuting?”

“hm. Dan waktu istirahat segera berakhir.’

“ah, benarkah?” jadi pria itu meluangkan waktu istirahatnya untuk menghubunginya? “kau seharusnya menggunakan waktu istirahatmu untuk makan, Lu.”

“tidak. Lagipula aku tidak lapar, aku hanya ingin mendengar suaramu.” Taeyeon tersenyum mendengar pernyataan luhan. “jadi.. apa kau bisa membantuku, baby?”

“tentu saja. Katakan.”

 

***

Taeyeon segera keluar dari mobilnya ketika ia sudah sampai di tempat yang ia tuju. Ia sedikit membenarkan letak mantel dan topi hitamnya. Gadis itu mengenakan kemeja putih dengan mantel berwarna krem serta celana jeans panjang berwarna hitam. Ia juga mengenakan syal berwarna abu-abu serta topi hitam. Untuk penyamaran tentu saja.

Taeyeon melangkahkan kakinya menuju lift, ia sedikit menundukkan kepalanya ketika ada seorang pria di dalam lift yang ternyata sedang memperhatikannya. Ia segera melangkahkan kakinya keluar setelah lift sudah mencapai lantai 15.

Ia melangkah cepat menuju apartemen yang berada tidak jauh dihadapannya. Ia sedikit menghela napas lega karena pria tadi tidak ikut turun bersamanya. Jujur saja ia merasa takut dengan tatapan pria tadi.

“apa ahjussi tadi tahu jika aku adalah kim taeyeon?” taeyeon menggelengkan kepalanya pelan. Gadis itu segera melangkah cepat menuju pintu apartemen didepannya. Ia segera menekan bel beberapa kali.

Taeyeon menyenderkan tubuhnya di pintu. “apa tidak ada orang?” ujarnya pelan.

Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Taeyeon segera berdiri tegak untuk melihat orang yang membuka pintu.

Ia sedikit mengerjapkan matanya beberapa kali. Dihadapannya, berdiri seorang pria yang sedang memakai baju kaos putih polos serta celana boxer bergambar spiderman berwarna merah.

“kau..siapa?” taeyeon langsung tersadar. Ia sedikit menurunkan syal yang dipakainya.

“hai.” Sapa taeyeon.

Mata pria itu membulat. “taeyeon noona?”

Taeyeon tersenyum hangat. “hm, ini aku.”

“masuklah noona.” Pria itu memberi jalankepada taeyeon untuk masuk. Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu melangkah masuk.

Taeyeon mengedarkan pandangannya. “kau hanya sendirian, Tao?”

“hm, member yang lain sedang melakukan promosi.”

Taeyeon menolehkan kepalanya ke belakang saat menyadari bahwa suara tao terdengar sangat pelan. Taeyeon membulatkan matanya. Oh. Ia melupakan sesuatu. Ia segera menghampiri tao. “apa kakimu masih sakit?”

“sedikit.” Tao berjalan pelan kearah taeyeon.

“biar aku bantu.” Taeyeon segera meraih lengan tao dan membantunya untuk berjalan menuju sofa.

“terimakasih, noona.” Ujar tao pelan. Gadis itu hanya tersenyum simpul.

Taeyeon lalu membantu tao untuk duduk. Ia kemudian menaruh perhatiannya pada luka dipergelangan kaki pria itu.

“lukanya sangat parah.” Ujar taeyeon pelan. Ia kemudian berjongkok untuk melihat luka itu.

“sebenarnya tidak separah itu.” Tao ikut memperhatikan lukanya.

“benarkah? Tapi ini sepertinya sangat parah.” Taeyeon memperhatikan luka itu dengan seksama. Luka itu terlihat membengkak dengan warna keungu-unguan.

“apa yang kau lakukan, noona. Duduklah.”

“hm.” Taeyeon segera berdiri lalu duduk disamping tao. Jadi sekarang ia tahu alasan mengapa pria itu membukakan pintu sangat lama. Luka dipergelangan kakinya sangat parah. Mengapa taeyeon bisa melupakan hal itu.

Tao segera menekan remote untuk menyalakan televisi. Ia mulai menekan-nekan tombolnya untuk mencari acara yang menarik.

Taeyeon mulai membuka topi serta syalnya, lalu menaruhnya di samping tempat duduknya.

“kau ingin minum sesuatu noona?” taeyeon langsung mengalihkan pandangannya kea rah tao.

“ah, tidak. Aku tidak haus. Aku akan mengambilnya sendiri nanti.” Ujar taeyeon lembut.

“maafkan aku noona.” Sesal tao.

“tidak, tidak. Kenapa kau harus minta maaf. Aku bisa mengambilnya sendiri nanti.”

Tao tersenyum tipis, lalu mengalihkan pandangannya kearah televisi. “aku pikir tadi itu bukan kau, noona.”

Taeyeon tersentak. “ah, benarkah?”

Tao mengangguk pelan. “hm, kupikir noona salah satu sasaeng fans tadi.” Ujar tao seraya tersenyum.

“haha, pantas saja ekspresimu sangat aneh tadi.”

“benarkah?”

“seperti orang kebingungan.” Taeyeon tersenyum. Tao hanya terkekeh disampinnya.

“sebenarnya apa yang kau lakukan disini, noona? Kau pindah apartemen?”

Taeyeon langsung mengingat tujuan awalnya kemari. “ah, itu. Tentu saja tidak. Aku memang berniat untuk kemari.”

“kau membuatku senang noona.” Taeyeon menatap tao bingung. “aku merasa kesepian.” Suaranya terdengar lirih.

Taeyeon meletakkan tangannya di bahu tao, membuat pria itu langsung menatapnya. “kita sama. Aku juga merasa kesepian di dorm.”

Tao menatap taeyeon tidak percaya. “benarkah? Bagaimana bisa? Kau sakit noona?”

“hm, memberku sibuk dengan jadwal mereka dan aku hanya sendiri di dorm. Tidak, aku tidak sakit.” tao menganggukkan kepalanya.

“ah, dimana managermu?” sebenarnya taeyeon ingin menanyakan itu sejak tadi, bukankah seharusnya ada seseorang disini? Tao sedang sakit, dan kenapa dorm sangat sepi seperti ini. Jadi siapa yang merawat tao?

“manager hyung sudah pulang noona. Ia bilang ibunya sakit.” Ujar tao

“dan dia meninggalkanmu sendiri?” tao mengangguk. “oh tuhan.”

“memangnya kenapa noona?” tao menatap taeyeon penasaran.

“kau sedang sakit, dan tidak ada siapapun disini. Lalu siapa yang akan merawatmu?” gadis itu menatap tao khawatir.

Tao tersenyum senang. Apa gadis dihadapannya ini sedang mengkhawatirkannya? “aku tidak apa noona.”

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya. “apa kau sudah makan?”

“sebenarnya… be

“kau belum makan?” potong taeyeon cepat.

Tao sungguh ingin tertawa sekarang. Ekspresi gadis itu sangat lucu.

“kenapa kau tertawa? Kau pikir itu lucu?” taeyeon menatap tao sinis.

Tao menghentikan tawanya. “tidak. Tapi.. ekspresimu sangat lucu noona.” Tao tersenyum manis ke arah taeyeon.

Taeyeon tertegun. Kenapa ia baru menyadari bahwa pria ini sangat tampan. Ia segera memalingkan wajahnya lalu berdiri. Tao menatap taeyeon bingung. “wae, noona?”

“kau belum makan kan? Aku akan memasak untukmu.” Gadis itu segera melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia segera berbalik saat menyadari bahwa tao mengikutinya.

“apa yang kau lakukan? Kau seharusnya duduk saja.” Taeyeon berkacak pinggang.

“aku ingin melihatmu noona.”

Taeyeon segera melangkah menuju kulkas lalu membukanya. Ia mengeryitkan keningnya. “kosong?”

“ah itu, mungkin manager hyung belum berbelanja noona.” Tao tersenyum canggung seraya mengusap tengkuk lehernya.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, lalu berjalan kembali menuju sofa.

“kau mau kemana noona?” tao terkejut ketika taeyeon langsung memakai kembali syal serta topinya.

“bukankah kau lapar? Aku akan ke supermarket dulu.” Taeyeon melangkahkan kakinya menuju pintu.

“noona.” Taeyeon kembali berbalik. “apa aku boleh ikut?” tao menatap taeyeon dengan tatapan memohon.

“tidak.” Gadis itu kembali melanjutkan langkahnya. “aku akan segera kembali tao.”

“tapi aku..aku tidak suka sendirian noona.” Taeyeon menghentikan langkahnya lalu berbalik. Meskipun tao berbicara dengan suara pelan, tapi ia dapat dengan jelas mendengarnya. Ia menghela napas ketika melihat pria itu menundukkan kepalanya.

“baiklah.”

Tao mengangkat kepalanya. “benarkah?” ia tersenyum lebar ketika taeyeon menganggukkan kepalanya. Ia segera melangkahkan kakinya kea rah kamarnya.

Taeyeon menatap tao yang sedang berjalan tertatih dengan bingung. “kau mau kemana?”

Tao menatap taeyeon sekilas. “tentu saja ganti baju noona. Aku tidak mungkin berpakaian seperti ini.”

Wajah taeyeon memerah. “a-ah ya.. c-cepatlah.”

Tao menganggukkan kepalanya lalu kembali melangkah menuju kamarnya.

Taeyeon melangkahkan kakinya menuju sofa lalu duduk disana. Taeyeon meraba pipinya. “apa aku baru saja blushing? Oh tidak. Itu tidak mungkin.”

Ia mengipas-ngipaskan tangannya kearah pipinya. “aish, kenapa panas sekali.”

Beberapa menit kemudian tao keluar dari kamarnya. Ia mengenakan jaket serta celana jeans hitam dan ia juga memakai topi. Ia melangkahkan kakinya kearah taeyeon yang sedang menonton televisi.

“noona.”

Taeyeon menolehkan kepalanya. Ia menatap tao dengan pandangan kagum. “manly..” bisik taeyeon pelan.

Tao mengeryit bingung. “noona?”

Taeyeon mengerjapkan matanya beberapa kali. “ah ya, kau sudah selesai?”

Tao mengangguk. “hm, ayo noona.”

Taeyeon segera berdiri lalu mematikan televisi. Ia kemudian menyusul tao yang sudah berjalan didepannya.Ia membulatkan matanya. “t-tunggu dulu.”

Tao berbalik lalu menatap taeyeon bingung. “wae?”

Taeyeon hanya diam. Ia mulai berjalan mendekati tao lalu melepaskan syalnya. “menunduk..”

“ne?”

Taeyeon menghela napas lalu berjinjit. Ia mulai memakaikan syalnya pada tao. “kau tahu.. kau bisa kedinginan.”

Tao hanya terdiam, ia terus memperhatikan wajah taeyeon yang dekat dengan wajahnya. Cantik. Pikirnya.

“selesai.” Taeyeon segera menjauhkan tubuhnya saat ia sudah berhasil memakaikan syalnya pada tao. “ayo.”

Taeyeon langsung menggenggam telapak tangan tao seraya tersenyum.

Hangat. Itu hal pertama yang tao rasakan saat tangan mungil gadis itu menggenggam tangannya. Tao tersenyum manis mengingat semua perhatian yang taeyeon berikan padanya. Gadis itu bahkan rela kedinginan untuknya.

“pelan-pelan saja. Kakimu bisa sakit.”

 

***

“tunggulah disini.” taeyeon melepas seatbeltnya lalu memakai kembali topinya. Gadis itu menepikan mobilnya di jalan didekat supermarket.

“tidak noona. Aku ingin ikut.”

Gadis itu menatap tao tajam. “tetap disini.”

“tidak mau. Aku ingin ikut noona.” Tao menggenggam pergelangan taeyeon.

“tetap disini atau aku tidak akan memasak untukmu.”

Dengan cepat tao segera melepas genggaman tangannya. “baiklah.” Ujarnya pelan.

“aku tidak akan lama.” Ujar taeyeon seraya membuka pintu mobil.

“t-tunggu noona.” Sebelum taeyeon melangkah keluar dari mobil, tao kembali menahannya.

Taeyeon menatap tao malas. “ada apa lagi? Aku ti

Taeyeon menghentikan perkataannya ketika tao melepas syalnya lalu memakaikan kembali pada lehernya. Ia menatap tao bingung.

“kau bisa ketahuan noona.” Ujarnya pelan.

Taeyeon tersenyum. “terimakasih. Tunggulah sebentar.”

Ia segera keluar dari mobil lalu melangkah masuk kedalam supermarket. Tao terus memperhatikan gadis itu sampai ia masuk. Ia menghembuskan napasnya dengan kasar lalu menutup kedua matanya.

 

***

“terimakasih.” Taeyeon menundukkan kepalanya ketika kasir itu mengembalikan cardnya. Ia melangkah keluar mendekati mobilnya sambil sesekali membenarkan letak syalnya.

Gadis itu segera membuka pintu mobilnya. “ya, apa yang kau lakukan?” pekiknya tertahan. Pria itu, kenapa ia ada di belakang kemudi?

Tao hanya tertawa pelan. “izinkan aku mengemudi noona.”

Taeyeon menyenderkan tangannya diatas pintu mobil. “hey, dengarkan aku. kau itu masih bocah. Kau tidak boleh menyetir.” Gadis itu menatap tao tajam. Kata-katanya penuh penekanan.

Tao menggeleng-gelengkan kepalanya. “tidak noona. Aku sudah besar. Aku sudah punya SIM, dan bahkan sudah punya mobil.”

“lalu?” taeyeon ikut menyenderkan tubuhnya di pinggiran pintu dan meyimpan belanjaannya di atas kap mobil.

“aku akan menyetir.” Ujar tao mantap. “sekali saja noona.”

Taeyeon memutar bolamatanya malas. “terserah.”

 

***

Tao segera menyimpan sendoknya ketika ia selesai makan. Ia menatap taeyeon. “aku sudah selesai noona.”

Gadis itu segera mengalihkan pandangannya pada tao lalu menutup bukunya. “benarkah? Itu bagus.” Ia berjalan mendekati tao.

“hm, masakanmu sangat enak.” Puji tao.

Taeyeon tersenyum. “terimakasih.”

“buku apa yang kau baca noona?”

Taeyeon yang sedang mencuci piring mengalihkan pandangannya sekilas ke arah buku yang tadi ia baca lalu kembali focus mencuci. “tidak tahu. Aku menemukannya dimeja.”

Tao mengangguk. “mungkin itu milik suho hyung..” ia berujar pelan.

Taeyeon mencuci tangannya setelah pekerjaannya selesai. Ia membalikkan badannya lalu menatap kearah tao. “kau harus minum obat.”

“akan kulakukan nanti.”

Taeyeon menggeleng keras, ia melangkah mendekati tao. “tidak tidak. Kau harus meminum obatnya sekarang.” Tao tersenyum.

“dimana obatnya tao?”

“ada dikamarku.” Ujar tao seraya berdiri.

Taeyeon segera membantu tao berjalan. “hati-hati.”

Ia membuka pintu lalu membantu tao berjalan menuju tempat tidur. Ia mendudukkan tao di pinggir kasur. Gadis itu membuka obat yang ia lihat di nakas lalu menyerahkannya kepada tao.

“terimakasih noona.” Tao menelan obatnya seraya menatap taeyeon.

Taeyeon dengan segera menyerahkan gelas berisi air putih yang tadi ia ambil agar tao meminumnya. “pelan-pelan.” Ia menatap tao khawatir.

Tao menyerahkan kembali gelas yang sekarang sudah kosong. Ia tersenyum menatap taeyeon. Taeyeon ikut tersenyum hangat. “sekarang berbaring, lalu tidurlah.” Ujarnya.

Tao mengangguk lalu membaringkan tubuhnya dengan dibantu taeyeon. Gadis itu menarik selimut lalu menyelimuti tubuh tao. “selamat tidur.”

Tao memegang tangan taeyeon ketika gadis itu hendak beranjak keluar. “noona..”

Taeyeon kembali duduk di pinggir tempat tidur tao. “kenapa, hm?” ia menatap tao lembut.

“terimakasih. Terimakasih untuk hari ini noona.” Tao tersenyum seraya menatap taeyeon dengan tatapan berterimakasih. “terimakasih, karena berkatmu… aku tidak merasa kesepian.”

Taeyeon tersenyum. Ia melepaskan genggaman tangan tao tangannya lalu ia menggenggamnya. “hm, sekarang tidurlah.” Ia mengusap kepala tao yang membuat pria itu memejamkan matanya.

“ah ya, ku dengar beberapa hari yang lalu kau membeli obat sendirian ke apotek. Kenapa kau melakukannya sendirian? Kenapa tidak meminta manager oppa?”

“karena aku bisa melakukannya sendiri noona. Aku tidak lemah.”

Taeyeon mengangguk. “aku tahu. Tapi kau membuat banyak orang khawatir.”

“benarkah? Apa noona juga mengkhawatirkanku?” tao menatap taeyeon penuh harap.

“ck, tentu saja. Sekarang tidurlah.”

“aku.. tidak bisa tidur.”

Taeyeon menghela napas. “aku akan menemanimu.”

Tao mengangguk senang, ia memejamkan matanya. Taeyeon tersenyum lalu mengedarkan tatapannya ke arah penjuru kamar. Ia mengeryitkan keningnya. “tao..”

Tao kembali membuka matanya. “ya noona?”

“itu..” tao mengikuti arah tatapan mata taeyeon. “..koper siapa itu?” ujarnya pelan.

“ah, itu koper milikku noona.”

Taeyeon mengalihkan tatapannya ke arah tao. Ia menatap tao bingung. “milikmu? Kau mau kemana?”

“aku akan kembali ke china.” Ujar tao.

Taeyeon membulatkan matanya. “a-apa?! ke c-china?!”

Tao mengangguk. “hm, ayah memintaku pulang. Ayah berkata aku harus pulang agar ia bisa mengurusku.”

“b-benarkah..?”

“hm. Memangnya kenapa?” tao menatap taeyeon bingung. Kenapa ekspresi gadis itu sangat terkejut?

“tidak.” Taeyeon menghela napas. “tapi..”

“tapi?”

“..apakah kau akan kembali?” taeyeon menatap tao ragu. Ia takut tao tidak akan kembali ke korea, dan meninggalkan EXO.

Tao terkekeh. “tentu saja noona. Aku akan kembali..” ia tersenyum menatap taeyeon. *untukmu. Aku akan kembali untukmu noona* ujarnya dalam hati.

Taeyeon menghembuskan napasnya lega. “itu bagus. Kapan kau berangkat?”

“besok mungkin.”

“hm, baiklah. Jaga dirimu nanti. Sekarang tidurlah, aku harus pulang. Sunny sudah mengirim pesan padaku bahwa rekamannya sudah selesai, dan itu berarti membermu akan segera pulang.”

“benarkah?” tao menatap taeyeon sedih.

“hm.”

Tao menghela napas. Ia menatap taeyeon lirih. “sekali lagi.. terimakasih.. noona.”

Taeyeon tersenyum. “berhenti berterimakasih, dan segera sembuhlah. Kau mengerti?”

Tao mengangguk. Ia memejamkan matanya ketika taeyeon mendekatkan wajahnya. Tao menahan napas ketika bibir mungil gadis itu mengecup kedua kelopak matanya. Ia bisa merasakan kehangatan serta kasih sayang yang taeyeon berikan. Ia membuka matanya kembali ketika gadis itu menjauhkan wajahnya.

“tidurlah..” ujar taeyeon seraya tersenyum. “aku pulang..”

Tao hanya menatap taeyeon kosong. Ia bahkan tidak menyadari bahwa taeyeon sudah keluar dan menutup pintu kamarnya.

“terimakasih noona..”

Beberapa saat kemudian tao menutup kedua matanya dengan perasaan senang.

 

***

Taeyeon menutup pintu dorm EXO dengan pelan. Ia dengan cepat menyenderkan tubuhnya di pintu.

“apa yang tadi aku lakukan, tuhan.”

Ia merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia mencium tao?

“hah, ini gila.” Ia melangkah masuk ke dalam lift seraya membenarkan letak syalnya.

Drtt..drtt..

Taeyeon bergegas mengambil ponsel dari saku mantelnya ketika merasakan sebuah getaran.

“yeoboseyo? Ada apa deer?” taeyeon berujar pelan sambil menundukkan kepalanya, ia bahkan tidak menyadari bahwa ada orang lain yang sedang memperhatikannya intens di dalam lift.

“kau sudah mengambilnya, baby?” suara luhan terdengar di telinga taeyeon.

Gadis itu mengerutkan keningnya. “apa maksudmu? Mengambil ap” taeyeon membulatkan kedua bola matanya. Astaga. Bagaimana ia bisa melupakan tujuannya datang ke dorm EXO.

“taeyeon noona?”

Taeyeon mendongakkan kepalanya lalu menatap ke samping. Ia bisa melihat ada seorang pria yang sedang tersenyum lebar kepadanya. Gadis itu membelalakkan matanya. “KAU! K-KRIS?”

 

END

 

A/N

Hai, aku chaca. Aku author yang bikin FF I Want to Protect You. Hhe, gimana FF kedua aku? masih gajelas kah? Sebenernya aku bikin FF ini waktu denger babehnya tao pengen anaknya keluar dari EXO. Sedih deh sumpah. Jadi maap kalo alurnya aneh 😀 well, makasih buat yang mau baca. Minta saran dan komentarnya yaa. Makasih:DGWS buat Huang Zitao^^ chu

 

 

 

 

 

 

Advertisements

46 comments on “[FREELANCE] Believe (Oneshot)

  1. end ‘nya gantung bnget thor, tpi udh bagus kok semuanya..
    pengennya sih ada sequel ‘nya.. tpi terserah author aja.
    FIGHTING thor untuk ff slnjutnya..

  2. Gantung banget thor, alurnya juga agak cepet, masih kurang faham sih tapi bagus banget ^^ .. Sequel thor sequel, biar reader gk penasaran gini 😀 bikin readers makin paham ma jalan ceritanya.. SEQUEL nee^^ Fightingg thorr!!

  3. Keren 😀
    aq senyum2 baca.y
    luhan oppa suruh taeyeon ambil apaan thor ???
    Trus ending.y jga gantung…
    Ato jgn2 bakal ada sequel.y ???

  4. Penasaran!! Kyaaaa! Krisnya bikin penasaran hehehe, lanjut thor jangan lama” Fighting^^

  5. Adu adu ini sbnernya cinta segitiga apa gimana akhirnya ada luhan Tao Kris lah nohh musti sequel nihh udah bagus ko ff nya tulisanya jga rapih dtunggu ff IWPY

  6. Kurang jelas itu alurnya aku masih kurang ngerti._. Tapi udah bagus kok moment taotae nya udah lumayan lahh cuma kurang romantis aja wakak,ditunggu ff selanjutnya! Keep write and fighting!

  7. Daebak thor, tapi sayang endingnya gantung… 😦
    Thor kasih squel dong biar ceritanya lebih bagus thor… 😀
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  8. emang barang yg diminta luhan untuk diambil itu apa thor????
    masih bingung juga sama endingnya , berasa ada yg kurang……
    ditunggu ff lainnya ya thor….

    Fighting

  9. bagus bgd thorrr,,, kerennnn…..
    kirain taeyeon emg sengaja disuruh luhan buat jagain tao…
    eh ternyata..
    seru pkoknya…
    next oproject dttgu,, FIGHTAENG!!!

  10. Ngegantung ujungnya Kris… ktis ngapain d stu ?? :g
    Daebak thor!! Dtnggu ff lainnya…
    Fighting!! ^^

  11. YEAY… Ada ff bru XD
    Aigooo… ksihan Tae eonn sma Tao oppa ksepian….
    Ciee…. Tae eonn prhatian sma Tao :V
    hmmmm… pkoknya SO Sweet deh…
    Aigoo.. itu Luhan nyuruh Tae eonn ngambil apaan sih,di Dormnya EXO..??
    AWEEEE…. Ada Kris gege,Kris ngapain kmu disitu nak..?? ‘-‘
    DAEBAKK!! Thor…. Aku ska sma ffnya…. tpi ffnya ngegantung…
    di tnggu ya ff lainnya.. 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  12. Sedih emang pas tau tao keluar seddihhh GWS juga buat tao yaa💕 thorr sequel dongg bikin penasaran kris nyaaaaa sequel juseyooo 🙏 ditunggu ff yg lainnya ya thot hwaiting 😘💕

  13. Sbenernya ff ini bagus banget cuman endingnya gantung thor 😦
    kalau bisa bikin sequel dong yaa, luhannya jg bikin bingung emng dia nyuruh ngambilapa? Dan kenapa tiba2 ada Kris? Aduuuuh
    Ditunggu deh sequelnya heehh 🙂

  14. ini masih tbc atau uda end? kalau ud end gga seru deh.. gantung soalnya.. sequel juseyo.. keep writing & fighting thorr

  15. Mian thor baru baca._.v
    Aku suka ff-nya. Taeng perhatian bangeeet, hangat pula sehangat kasih sayang ibu /ceelah/ . Keren eo! aku tunggu ff-mu selanjutnya,hihi /kabur/

  16. keren thor. tapi agak gak ngerti ama alurnya, endingnya gntung pula.
    hehe… next ditunggu ne. fighting!!

  17. aduhhh jadi keingetann Taooo huhuhu
    Iyaa thor, bingung sama endingnya.. kenapa tiba2 ada kris? hhehe
    Tp ini bagus qo thor.. bkin sequelnya yaa hhe fighting!!

  18. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s