[FREELANCE] Between You and Him (Chapter 1)


Between You and Him (Chapter 1)


Author: Han Sung Young

Rating: PG 15

Lenght: Twoshot

Genre: Romance, School-life, Fluff, Family, Sad

Main Cast: Oh Sehun, Kim Taeyeon, Xi Luhan

Other Cast: Find it by yourself

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to:  Jungleelovely @ Poster Channel

Happy reading^^

1st / Twoshot

City ​​Park. Seoul, South Korea.
January 12, 2012. 16:27 PM

Namja yang berusia sekitar 15 tahun ini tengah menanti temannya di taman kota. Namja yang bisa dibilang masih bocah ini sangat tampan. Kulitnya putih bak susu, mata nya kecil namun berbinar, hidungnya mancung, bibirnya yang merah menggoda, dan jangan lupakan bahwa namja kecil ini memiliki tinggi diatas rata-rata anak seusianya.

Namja itu hari ini ada janji dengan sahabatnya. Eoh salah, mungkin bisa dibilang yeoja yang disukainya. Jangan tertawakan hal ini, memang namja yang memiliki nama lengkap ‘Oh Sehun’ ini tak tau bagaimana hal ini bisa terjadi. Dirinya bisa dibilang masih terlalu kecil untuk mengerti masalah ini. Tapi bukankah cinta bisa tumbuh dari kebiasaan.? Dan itulah yang Sehun rasakan. Sehun sedari kecil memang sudah bersama dengan temannya itu, hingga entah sejak kapan, rasa yang belum waktunya ada itu akhirnya datang juga dalam hati Sehun. Sehun tak mampu menolaknya. Otaknya telah kalah dengan hatinya.

Tadi siang temannya itu meminta dirinya ketaman kota, dan tentu Sehun mengiyakan hal itu. Sepertinya ada hal penting yang akan dibicarakan oleh temannya.

“Sehun-a”

Sehun mengalihakan tatapannya pada asal suara tersebut. Suara yang indah yang selalu Sehun kagumi, dan yang ingin didengarnya setiap hari, untuk selamanya.

“Taeyeon-ah.”

“Sudah lama.?” Tanya Taeyeon dan duduk disamping Sehun.

Sehun menganggukkan kepalanya dan terus mengamati Taeyeon. Yeoja manis ini kembali membuat darahnya berdesir dan jantungnya berdegup lebih cepat. Sehun terus mengamati sosok Taeyeon. Yeoja yang dibalut sebuah mini dress berwarna soft blue ini tampil sangat manis. Matanya yang hampir mirip seperti barbie, hidungnya yang tidak terlalu mancung, dan point utama yang dimiliki yeoja ini adalah bibirnya. Taeyeon memiliki bibir yang mungil berwarna peach. Taeyeon sungguh sempurna dimata Sehun.

“Mian, tadi ada sedikit urusan.” Ucapan Taeyeon ini menyadarkan Sehun dari lamunannya.

“Gwenchana. Apa yang ingin kau bicarakan.? Sepertinya penting sekali.” Ucap Sehun masih tetap memandangi Taeyeon.

Taeyeon menghembuskan nafas pelan hingga terlihat kepulan asap dari mulutnya sebelum menjawab pertanyaan Sehun.

“Kau kedinginan.?” Tanya Sehun saat melihat kepulan asap dari mulut Taeyeon tersebut.

Dengan inisiatifnya sendiri, Sehun melepas syal yang digunakannya dan memakaikan pada Taeyeon.

“Ini hangat. Gomawo.” Ucap Taeyeon dan tersenyum manis pada Sehun. Dan hal ini membuat dada Sehun menjadi sakit akibat debaran jantungnya semakin kencang.

“Kau bisa cerita sekarang.”

“Baikalah, tapi kau harus mendengarkannya, tak boleh menyela. Arra.?” Tanya Taeyeon dan diangguki oleh Sehun.

“Halmonie ku yang ada di San Fransisco sedang sakit, dan eomma sangat khawatir dengan keadaan halmonie. Jadi, eomma memutuskan bahwa kita akan ke San Fransisco besok. Dan mungkin tak kembali lagi ke Seoul.” Ungkap Taeyeon dengan nada sedih.

“Be..benarkah.?” Tanya Sehun dengan nada suara yang kaku.

“Maafkan aku Hun.”

“Apa benar kau tak akan kembali.?”

“Itu baru kemungkinan, aku juga tidak tau. Tapi aku harap aku masih bisa kembali dan bertemu denganmu.” Jawab Taeyeon dan menatap Sehun.

Sehun terdiam. Sebentar lagi yeoja yang disukainya akan pergi jauh, dan kemungkinan tak akan kembali. Sehun sedih. Itu sudah pasti, tapi apa yang bisa Sehun lakukan.? Melarang Taeyeon untuk tidak pergi.? Eoh, itu sangat mustahil dan juga egois. Sehun tak mungkin memaksa Taeyeon untuk lebih memilih tinggal disisinya daripada menemani halmonie nya yang sedang sakit.

“Sehun.?” Panggil Taeyeon karena sedari tadi Sehun hanya terdiam menatap lurus kedepan.

Sehun menatap Taeyeon. Sehun sudah memantapkan hatinya, dirinya harus menyatakan perasaannya yang sesungguhnya pada Taeyeon sebelum yeoja itu pergi jauh. Sehun fikir dirinya bisa sedikit lega jika Taeyeon sudah mengetahui perasaannya. Ya, Sehun harus mengatakannya.

“Taeyeon.”

“Ne.?”

“Aku ingin mengungkapkan sesuatu, tetapi kau harus berjanji.”

“Berjanji apa.?” Tanya Taeyeon bingung.

“Berjanji untuk tidak menjauhiku setelah aku mengungkapkanya.” Ucap Sehun mantap.

“Kau ini bicara apa.? Tentu untuk selamanya aku tak akan menjauhi mu. Sekarang, katakan.”

Sehun menghela nafas pelan sebelum memulai kalimatnya. Astaga, Sehun sangat gugup saat ini. Lidahnya terasa mati dan tak dapat digerakkan, bahkan kalimat yang sedari tadi sudah disusun dalam kepalanya kini seolah menghilang terbawa angin.

Oh ayolah, ini pengalaman pertama bagi Sehun untuk mengungkapkan perasaan cinta pada seorang gadis, ditambah gadis ini adalah sahabatnya sendiri sejak kecil. Jadi tak heran jika Sehun sangat gugup.

“Aku.. aku mencintaimu.” Gumam Sehun pelan dan menundukkan kepalanya.

“Ne.?” Tanya Taeyeon karena tidak begitu jelas mendengar apa yang Sehun ucapkan.

Sehun mengangakat kepalanya dan menatap Taeyeon. Tangan halus Sehun perlahan menggenggam kedua tangan Taeyeon dengan begitu erat

“Aku mencintaimu. Aku tau ini salah, kita masih terlalu kecil untuk mengerti hal seperti ini, aku sendiri tak tau kapan pastinya perasaan ini muncul. Kita masih 15 tahun, dan tak mungkin kita menjalin sebuah hubungan seperti layaknya orang dewasa. Tapi percayalah, aku benar-benar mencintaimu, walau aku sama sekali tak memiliki pengalaman dalam hal percintaan, tapi aku sangat faham dengan apa yang kurasakan. Jantungku berdebar sangat cepat jika bersamamu, darah ku akan mendesir cepat jika melihat senyummu, dan aku juga merasa wajahku memanas saat tanganku menyentuh kulitmu. Maka dari itu, aku akan menunggumu. Menunggu hingga kita dewasa nanti, menunggu kau kembali ke Seoul, dan menunggu kau juga merasakan perasaan yang sama denganku.”

Taeyeon mendengar apa yang diucapakan Sehun dengan seksama. Yeoja itu sangat terkejut dengan apa yang didengarnya. Tadinya Taeyeon fikir Sehun hanya bercanda dengan ucapannya. Tapi tidak, Taeyeon yakin jika Sehun mengatakannya dengan tulus. Taeyeon berulang kali menelisik kedalam manik milik Sehun berusaha mencari sebuah kebohongan disana. Namun nihil, Taeyeon sama sekali tak menemukan hal itu.

Sekarang apa yang harus Taeyeon lakukan. Yeoja itu tak memiliki perasaan khusus pada Sehun, tetapi Taeyeon juga tak ingin melukai perasaan Sehun. Sehun sangat baik padanya selama ini, Taeyeon harus berfikir ribuan kali untuk menyakiti Sehun.

Tangan Taeyeon terangkat dan menangkup wajah Sehun. Sehun merasa dingin menjalari wajahnya saat tangan kecil milik Taeyeon sudah menangkup wajahnya.

“Aku tau Hun, aku sangat menghargai perasaanmu, terima kasih juga karena aku menjadi yeoja beruntung yang kau cintai. Tapi yang kau katakan semua benar. Kita masih terlalu kecil untuk mengerti hal ini. Dan apakah aku boleh jujur.?” Tanya Taeyeon dan menatap Sehun.

Namja itu mengangguk pelan. Dalam hati, namja itu menanti cemas apa yang ingin diucapkan oleh Taeyeon, Sehun harap ini bukanlah hal yang buruk.

“Kau tak perlu menungguku, mungkin aku bisa saja kembali ke Seoul, tapi aku tak bisa menerima mu. Kau adalah sahabatku, dan aku juga menyayangimu, sangat menyayangimu, tapi itu hanya sebatas sahabat, tak lebih. Kau pantas mendapat yang jauh lebih baik dariku.”

Sehun terdiam, ini sama sekali bukan jawaban yang ingin didengarnya. Sehun sangat kecewa. Sangat sangat kecewa. Tapi Sehun tak bisa memaksakan kehendak Taeyeon, dirinya harus menerima keputusan yang diambil yeoja itu.

“Aku tau kau kecewa. Tapi itu keputusanku, kumohon kau bisa mengerti.” Ucap Taeyeon lagi.

“Ne.” Jawab Sehun singkat.

Tanpa diduga, Taeyeon mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Sehun singkat.

Sehun tercengang, bukankah Taeyeon menolaknya.? Tetapi mengapa yeoja itu menciumnya. Apa maksud Taeyeon yang sesugguhnya.?

“Kau tau.? Itu adalah first kiss ku, aku menyerahkan first kiss ku padamu agar kau tidak kecewa dengan keputusanku. Jujur aku sangat terkejut saat kau mengatakan menyukai ku. Dan asal kau tau, kau adalah namja yang baik, aku hanya merasa tak pantas jika harus menjadi yeojachingumu, kau harus mendapat yang lebih baik dariku.”

Sehun terdiam. Walau begitu, Sehun masih mendengarkan apa yang dikatakan Taeyeon. Jujur Sehun merasa heran pada Taeyeon. Mengapa yeoja itu mengatakan bahwa dirinya tak pantas untuk menjadi yeojachingu Sehun. Padahal Sehun sangat berharap Taeyeon mau menerima nya.

Taeyeon sendiri kini masih menatap Sehun, gadis itu merasa bersalah karena sedari tadi Sehun hanya diam. Baiklah, Taeyeon akan mengakhirinya. Lebih baik Taeyeom segera pergi sebelum Sehun semakin terluka.

“Sehun-a, aku pergi dulu ne.? Jaga dirimu, aku akan mengusahakan kembali ke Seoul dan menemui mu. Jangan melupakanku ne. Annyeong.”

Masih tak ada jawaban dari Sehun, namja itu masih menunduk sejak Taeyeon mengecupnya tadi. Akhirnya kini Taeyeon memilih segera bangkit meninggalkan Sehun.

Sehun yang menyadari Taeyeon sudah tak duduk disampingnya tercengang, sebelum Taeyeon melangkah semakin jauh, Sehun segera bangkit dan memanggil Taeyeon.

“Taeyeon!”

Taeyeon yang mendengar namanya dipanggil seseorang segera berbalik menatap Sehun dan mendapati namja itu kini sudah berdiri dengan merentangkan kedua tangannya.

“Hug me.” Pinta Sehun

Taeyeon tersenyum, yeoja itu fikir tadi Sehun marah padanya, tapi ternyata itu salah besar.

Taeyeon berlari kecil kearah Sehun dan segera menjatuhkan dirinya dalam pelukan namja itu. Selalu saja seperti ini, pelukan Sehun selalu hangat hingga Taeyeon merasa tak mau melepasnya. Biar seperti ini. Taeyeon masih memiliki banyak waktu, biarkan waktu itu digunakan untuk menikmati pelukan Sehun sebelum dirinya meninggalkan Seoul.

“Jangan lupakan aku ne.? Selalu ingat aku walau hanya sebagai sahabat.” Ucap Sehun dan mengeratkan pelukannya.

“Tentu saja, aku tak akan melupakanmu begitu pula sebaliknya, kau tak boleh melupakanku. Kuharap aku bisa kembali kesini saat kita sudah dewasa nanti. Saat dewasa kita akan menyambung persahabatan ini lagi.” Jawab Taeyeon dan membalas memeluk leher Sehun

Sehun tersenyum miris. Yeah, untuk selamanya, Sehun akan menjadi sahabat Taeyeon. HANYA SAHABAT.

“Ne.” Jawab Sehun dan melepas pelukan mereka.

“Aku pergi ne.?”

Sehun mengangguk pelan. Walau dirinya tak bisa mendapatkan cinta Taeyeon, tapi setidaknya Sehun mendapatkan first kiss Taeyeon atas kehendak yeoja itu sendiri. Dan Sehun sangat senang akan hal itu.

“Ne, hati-hati dijalan.” Jawab Sehun dan melambaikan tangannya.

Taeyeon pun mulai melangkahkan kakinya menjauh dan membalas lambaian tangan Sehun. Memang berat meninggalkan sahabat yang disayanginya. Tapi Taeyeon harus melakukannya.

****

3 Years Later..

Suara alarm yang berbunyi itu sungguh mengganggu tidur seorang yeoja berusia 18 tahun itu. Oh ayolah, dirinya baru tidur pukul 2 dini hari, dan rasanya baru memejamkam matanya sebentar mengapa pagi datang begitu cepat.?

Gadis itu adalah Taeyeon. Dirinya baru saja sampai di Seoul pukul 2 dini hari tadi, dan tentu saja dirinya sangat mengantuk dan lelah. Tetapi mengapa keadaan sama sekali tak bersahabat dengannya.? Menyebalkan.

Taeyeon melempar jam weker nya kedinding hingga hancur menjadi beberapa bagian. 3 tahun hidup di Amerika membuat Taeyeon yang dulunya sangat lembut dan penyayang berubah menjadi Taeyeon yang pemalas dan sedikit kasar. Taeyeon sangat mudah terpengaruh. Maka dari itu, pergaulan di San Fransisco berdampak besar pada diri Taeyeon.

Pintu kamar berwarna putih tulang itu bederit dan menampakkan sesosok wanita paruh baya. Nyonya Kim berdecak kesal. Bahkan bunyi alarm tadi begitu terdengar nyaring bahkan dari lantai bawah sekalipun, tetapi mengapa Taeyeon sama sekali tak berniat bangun.

Nyonya Kim menarik dengan kasar selimut yang digunakan Taeyeon membuat yeoja itu meringkukkan tubuhnya karena merasa dingin.

“Kau harus segera bangun Taeyeon, eomma tak mau kau terlambat dihari pertama kau sekolah.”

“I was still sleepy mom.” Gumam Taeyeon.

“Astaga Kim Taeyeon, eomma tau kau sudah 3 tahun di Amerika, tetapi sekarang ini kau sudah kembali ke Korea tempatmu dilahirkan. Jadi berhenti berbicara dengan logat Amerika itu, berbicaralah dengan logat Korea seperti orang-orang pada umumnya.” Omel nyonya Kim tentang masalah yang sebenarnya sangat sepele ini.

“Huft, okay.” Jawab Taeyeon yang masih memejamkan matanya.

“Taeyeon.” Tegur nyonya Kim dengan nada yang sedikit tinggi.

“Arraseo eomma.”

“Good girl.”

“Eomma.”

Oh astaga, lihat, bahkan keadaan saat ini terlihat terbalik, sekarang berganti Taeyeon yang menegur eomma nya itu. Keluarga yang aneh.

“Sudahlah, sekarang cepat bangun dan bersiap-siap sebelum kau benar-benar terlambat.” Ingat nyonya Kim lagi sambil menarik tangan Taeyeon.

“Aku masuk besok saja.”

“Tidak, ahjussi sudah mengatakan bahwa kau akan masuk hari ini saat mendaftarkan mu kemarin. Jadi cepat bangun.”

“Baiklah.” Jawab Taeyeon lemah dan menyeret kakinya dengan begitu malas kearah kamar mandi.

****

Dua namja itu berjalan beriringan menuju kelas mereka. Dua namja itu adalah Sehun dan Luhan. Mereka mulai berteman sejak memasuki sekolah tersebut. Keduanya berteman dengan begitu akrab. Setiap ada Sehun pasti akan ada Luhan juga disana.

Sehun 3 tahun yang lalu dan Sehun yang sekarang berubah cukup banyak. Pertumbuhannya yang cepat membuat Sehun yang dulu tinggi kini semakin tinggi. Bisa dibilang cukup kontras dengan Luhan yang tidak terlalu tinggi. Walau Luhan bisa dibilang namja yang memiliki sifat lembut, tetapi Luhan tetaplah seorang namja yang tangguh dan manly. Sama seperti Sehun.

“Hun, apa kau besok ada acara.?” Tanya Luhan saat mereka sudah berada dikelas.

“Tidak, wae.?” Tanya Sehun dan menatap Luhan yang duduk disampingnya.

“Bagaimana kalau kita nonton.? Lagipula besok kita libur, ‘kan.? Kudengar ada film baru yang dirilis kemarin.” Tawar Luhan dengan wajah yang berseri-seri.

“Benarkah.? Baiklah, besok kita pergi, kau yang menjemputku ne.”

“Setiap kita pergi pun selalu aku yang menjemputmu.” Gumam Luhan pelan.

“Aigoo, bukankah kau sahabatku.? Mengapa begitu saja sudah mengeluh.?” Goda Sehun dan mencolek pelan dagu Luhan.

“Don’t touch me Oh, yang lain bisa berfikiran yang tidak-tidak jika kau seperti itu.” Gerutu Luhan dan mengusap dagunya seolah menghilangkan jejak jari Sehun disana.

“Memang apa yang akan mereka fikirkan eo.? Mereka tidak byuntae seperti mu hyung.” Ujar Sehun sambil membuka buku pelajarannya.

“Kau bahkan lebih byuntae dariku Hun.”

“Tidak,”

“Iya,”

Dan hal itu berakhir dengan perdebatan konyol dari keduanya. Mereka memang sama-sama aneh.

Tak lama sejak perdebatan antara Sehun dan Luhan dimulai, kini Jung songsaenim masuk membawa buku-buku tebalnya yang berjudul ‘KIMIA’

Oh astaga, bahkan pelajaran itu adalah pelajaran yang paling dibenci Luhan namun paling disukai Sehun. Mereka memang sering memiliki selera yang bertolak belakang. Selain itu Luhan sangat menyukai Sejarah, tetapi Sehun sangat membencinya. Karena menurut Sehun pelajaran Sejarah sangat membuang waktu. Untuk apa kita mempelajari sesuatu yang sudah berlalu, itu sama saja tidak bisa ‘Move On.’ Sangat konyol bagi seorang Oh Sehun.

Jung songsaenim mulai memaparkan penjelasannya. Namun baru 5 menit berlalu, Luhan merasa bahwa dirinya perlu ke toilet karena panggilan alam. Yeah, buang air kecil.

‘Aish, mengapa kau baru ingin keluar eo.? Mengapa tak dari tadi saja.?’ Umpat Luhan dalam hati dan menatap selangkangannya. *you know what i mean.

Luhan dengan sangat ragu mengangkat tangannya membuat penjelasan Jung songsaenim terhenti.

“Ada yang ingin kau tanyakan tuan Xi.?”

“Tidak songsaenim, saya ingin meminta izin ke toilet.” Ucap Luhan takut.

“Baru 5 menit pelajaran berlangsung kau sudah ingin ke toilet.?” Tanya Jung songsaenim dan melemparkan tatapan lasernya.

Luhan menunduk takut, Jung songsaenim memang terkenal sebagai guru killer yang sangat ditakuti semua siswa disana. Luhan sejenak menatap Sehun yang saat ini juga tengah menatapnya dengan tatapan bingung.

“Pagi ini memang perut saya sedikit bermasalah saengnim, mohon pengertiannya.” Jawab Luhan setelah tadi menatap Sehun. Sepertinya wajah Sehun memberi sebuah inspirasi untuk Luhan.

“Baiklah, 5 menit.”

“Gamsahamnida saengnim.”

Luhan segera berlari keluar kelas setelah mendapat izin dari Jung songsaenim. Namun waktunya tak banyak, maka dari itu Luhan harus bergegas.

Setelah Luhan keluar dari toilet, Luhan segera berlari menuju kelas, waktunya tinggal 1 menit lagi. Namun saat sampai belokan koridor, Luhan menabrak seorang gadis dan,

“Akh!”

Luhan segera berlutut membantu yeoja yang telah ditabraknya tadi, yeoja itu membawa buku yang begitu banyak saat ini.

“Maafkan aku, aku sungguh tak sengaja.”

“Tak apa, tapi kau keras sekali, tubuhku terasa sangat sakit setelah kau tabrak.” Ucap yeoja tadi yang merupakan Taeyeon.

Luhan hanya tersenyum sebagai tanggapan kemudian segera berdiri setelah membantu membereskan buku yang dibawa yeoja tadi. Luhan baru sadar bahwa wajah yeoja yang saat ini bersamanya begitu asing.

“Nuguya.? Sepertinya aku tak pernah melihatmu disekitar sini.?” Tanya Luhan.

“Naneun Kim Taeyeon imnida. Aku memang baru saja pindah kesekolah ini. Kau.?”

“Ahh, aku Xi Luhan.” Jawab Luhan dan tersenyum tampan.

‘Sial, senyumnya.’

“Mengapa kau masih diluar.?” Tanya Luhan lagi.

“Aku tadi diminta kepala sekolah mengambil buku-buku yang kubutuhkan, tetapi sekarang aku justru tak tau kelas ku dimana. Kau sendiri mengapa masih diluar.? Bukankah bel sudah berbunyi sejak tadi.?”

“Aku tadi ke toilet. Kau masuk kelas apa.? Biar kubantu mencari kelasmu.” Tawar Luhan.

“XII-II.”

“Benarkah.?” Tanya Luhan.

“Wae.?”

“Kita satu kelas. Kajja!” Luhan membantu Taeyeon membawa beberapa bukunya dan menarik tangan Taeyeon menuju kelas.

Saat sampai dikelas, Luhan membungkuk meminta maaf pada Jung songsaenim.

“Jongsohamnida saengnim, saya terlambat. Tetapi tadi saya bertemu dengan murid baru yang sedang mencari kelasnya, dan kebetulan kelasnya disini.”

“Hmm.. kau boleh duduk.” Jawab Jung saengnim pada Luhan.

Luhan membungkuk dan kembali ketempat duduknya disamping Sehun. Aneh, mengapa Sehun terlihat sangat kaku seperti ini.

“Kau kenapa Hun.?” Tanya Luhan pelan.

Sehun tak menjawab, otak Sehun sedang berfikir keras berusaha mengingat yeoja yang saat ini berada didepan kelas. Hingga…

“Apakah dia Kim Taeyeon.” Gumam Sehun pelan namun Luhan masih mampu mendengarnya.

“Ne, dia memang bernama Kim Taeyeon. Wae.?” Jawab Luhan sekaligus memberikan sebuah pertanyaan.

Sehun menghela nafas. Benar, Taeyeon telah kembali. Sehun merasa senang dan juga sedih karena hal ini. Senang karena bisa bersama dengan Taeyeon lagi, sementara sedih karena Taeyeon yang tak mungkin menerima cintanya.

Ya, memang selama ini Sehun masih mencintai Taeyeon. Sangat sulit bagi namja itu untuk melupakan cinta pertamanya. Namun seperti yang sering diucapkan kebanyakan orang, ‘Cinta pertama tak akan berhasil.’

“Taeyeon sahabatku sejak kecil Lu, namun tiga tahun yang lalu kita harus berpisah karena dia dan keluarganya pindah ke Amerika.” Jujur Sehun.

Sehun memang memilih jujur, bukankah Luhan temannya.? Tapi Sehun tak akan mengatakan pada Luhan bahwa Taeyeon adalah cinta pertamanya, bahkan sampai sekarang pun Sehun masih sangat mencintai Taeyeon.

“Benarkah.?”

“Perkenalkan dirimu.” Suara Jung songsaenim kembali terdengar.

“Annyeonghaseyo, naneun Kim Taeyeon imnida. Bangapta yeorobun.” Ucap Taeyeon dan membungkukkan tubuhnya.

“Kau boleh duduk dibangku kosong.”

Taeyeon mengangguk dan melangkah menuju bangku kosong yang berada disebelah Wendy, dan tak lama, mereka terlihat tengah berkenalan.

“Kita lanjutkan.” Ucap Jung songsaenim dan melanjutkan penjelasannya yang sempat tertunda.

“Hun, jika kau memang teman kecil Taeyeon, bisakah kau mendekatkanku padanya.? Sepertinya aku sudah tertarik pada Taeyeon saat bertemu tadi.” Ucap Luhan dengan suara yang pelan karena tak ingin ditegur Jung songsaenim. Namun tatapan mata namja itu justru mengarah pada Taeyeon.

Sehun hanya tersenyum untuk menanggapi, sebenarnya Sehun ingin marah pada Luhan karena sudah menyukai yeoja yang juga disukai olehnya. Tapi apa salah Luhan.? Bukankah Luhan tak tau jika Sehun menyukai Taeyeon.? Jadi itu berarti Luhan sama sekali tak bersalah jika menyukai Taeyeon. Dan mungkin Taeyeon juga tak akan bersalah jika membalas menyukai Luhan, karena Taeyeon sudah mengatakan sejak awal bahwa dirinya tak mungkin membalas perasaan Sehun.

****

Kini hanya tersisa Sehun, Luhan dan Taeyeon dikelas XII-II tersebut. Kini sudah memasuki jam istirahat dan para siswa kini sudah menuju tujuan masing-masing, namun tidak untuk 3 orang tadi.

Sehun dan Luhan masih membereskan buku mereka, sementara Taeyeon masih menyalin catatan Jung songsaenim tadi.

“Kajja.” Ajak Luhan sambil menunjuk Taeyeon dengan dagunya.

Luhan bermaksud agar Sehun mendekatkannya pada Taeyeon. Luhan sangat bersemangat kali ini. Wajahnya yang berseri itu sedikit terhiasi oleh rona merah muda dibagian pipi nya.

Sehun dan Luhan kini mulai melangkah menuju tempat duduk Taeyeon. Yeoja itu sepertinya sangat serius hingga tak menyadari kedatangan Sehun dan Luhan.

“Taeyeon.?” Panggil Sehun saat sudah berdiri disamping meja Taeyeon.

“Ne.?”

Raut wajah gadis itu memperlihatkan bahwa sang empunya tengah bingung. Tentu saja, Taeyeon merasa sangat familiar dengan namja yang menyapanya barusan, namun Taeyeon tak menemukan jawaban dan membuatnya bingung.

Taeyeon bangkit dan menatap lekat-lekat wajah namja yang menyapanya tadi. Sungguh, Taeyeon merasa sangat mengenal namja ini. Taeyeon sama sekali tak memperdulikan Luhan karena dirinya sudah mengenal namja itu. Tapi untuk namja yang tadi memanggilnya, Taeyeon masih belum tau siapa namja itu walau wajahnya sangat familiar.

Sudut mata Taeyeon menangkap sebuah nametag didada sebelah kiri namja itu. Dan terdapat nama…

“Oh Sehun.” Gumam Taeyeon pelan.

Tanpa menjawab gumanan Taeyeon yang sebenarnya didengar itu, Sehun menarik tubuh Taeyeon kedalam pekukannya. Sehun memeluk tubuh Taeyeon dengan erat seakan seperti tak ingin melepasnya lagi. Bahkan Luhan yang melihatnya pun sedikit tercengang karena Sehun memluk Taeyeon tidak selayaknya sahabat, tetapi terkesan seperti sepasang kekasih.

“Bogoshippeo Taeyeon-ah.” Ucap Sehun masih memeluk tubuh Taeyeon dengan begitu erat.

“Nado Sehun-a.” Jawab Taeyeon dan balas memeluk leher Sehun.

“Akhirnya kau kembali juga. Kau tau, aku hampir tak mengenalimu tadi, kau terlihat semakin cantik.”

“Aku pun hampir tak mengenalimu, kau semakin tinggi dan sangat, sangat tampan, aku sangat iri dengan pertumbuhanmu yang begitu cepat.”

“Ekhm!”

Sehun melepas pelukannya dengan Taeyeon saat mendengar deheman dari Luhan. Namja itu menatap Luhan yang juga tengah menatapnya penuh arti. Sehun tau maksud Luhan tersebut adalah agar segera mendekatkan dirinya dengan Taeyeon. Sungguh tak sabaran.

“Akh, Taeyeon ini-”

“Xi Luhan.” Sela Taeyeon cepat sebelum Sehun menyelesaikan ucapannya.

“Kau sudah mengenalnya.?”

“Aku tadi sempat bertabrakan dengan Luhan-ssi, kemudian kami berkenalan. Yeah, seperti itulah.”

Sehun mengangguk mengerti atas penjelasan Taeyeon. Sehun sebenarnya kagum dengan perubahan Taeyeon. Selain secara fisik, Taeyeon juga berubah secara sikap. Bahkan dari cara bicaranya sudah sangat jauh berbeda.

“Tubuh Luhan-ssi ini sangat keras,bahkan tubuhku terasa sakit setelah bertabrakan dengannya.” Ucap Taeyeon dan terkekeh setelahnya.

“Panggil aku Luhan saja.” Sela Luhan cepat.

Taeyeon menatap Luhan sebentar dan menganggukkan kepalanya.

“Luhan memang seperti itu, dia terlalu kurus kurasa.” Komentar Sehun setelahnya.

“Kalian sudah berteman lama.?” Tanya Taeyeon yang jauh dari topik sebelumnya.

“Sejak masuk kesini.” Jawab Luhan dan masih tersenyum kearah Taeyeon.

Taeyeon balas tersenyum pada Luhan. Senyum keduanya terlihat seperti mengandung maksud tertentu. Ini memang terlalu cepat jika dibilang mulai tumbuh benih-benih cinta diantara keduanya, tapi cinta tak mengenal sudah kenal lama atau tidak, bukan.?

Sehun tersenyum miris saat menyadari ada maksud tertentu dalam senyum keduanya. Diam-diam Sehun merasa kesal dalam hati. Dirinya dan Taeyeon sudah kenal sangat lama, tetapi mengapa Taeyeon tak bisa menerima cintanya.? Namun dengan Luhan, baru bertemu beberapa jam yang lalu, mengapa Taeyeon sudah menunjukkan gelagat aneh pada Luhan. Se-istimewa itukah Luhan.?

“Aku dan Sehun ingin kekantin. Apa kau mau ikut.?” Tanya Luhan setelah menyelesaikan aksi lempar senyumnya dengan Taeyeon.

“Sepertinya tidak untuk hari ini. Aku ingin berjalan-jalan dulu disekitar sekolah ini.” Tolak Taeyeon dengan halus.

“Perlu kami temani.?” Kali ini Sehun yang bersuara.

“Tidak usah. Aku bisa sendiri.”

“Akan lebih baik jika kami yang menemani.”

“Tidak, sebaiknya kalian ke kantin sekarang. Aku bisa sendiri.”

“Baiklah, setelah dari kantin kami akan segera menemui mu. Apa kau ingin menitipkan sesuatu pada kami.?” Tanya Luhan dengan nada yang terdengar akrab.

Taeyeon menggeleng pelan. Dua namja ini memang sangat perhatian dan baik padanya. Terutama Luhan yang baru beberapa jam bertemu dengannya.

“Baiklah, kami pergi dulu, bye Taengoo.” Ucap Sehun dan melambaikan tangannya kemudian melangkah keluar diikuti Luhan.

Taeyeon tersenyum dan membalas lambaian dari Sehun dan Luhan. Setelah dua namja itu tak terlihat, Taeyeon langsung melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda tadi.

****

Sehun dan Luhan baru saja keluar dari area kantin. Mereka kini berniat ingin segera kembali ke kelas dan bertemu Taeyeon. Terutama Luhan, yang sedari tadi terus mengembangkan senyumnya. Tanpa sadar, Sehun sedari tadi juga terus menatapnya yang tengah tersenyum. Bisa dibilang Sehun cemburu akan hal ini, Luhan terlihat tersenyum sangat tulus saat ini. Tetapi yang membuat Sehun cemburu saat ini bukan senyum tulus Luhan yang terlihat sangat tampan itu, tetapi sesorang yang membuat Luhan tersenyum seperti itu. Sudah jelas seseorang tersebut adalah Taeyeon yang merupakan yeoja yang juga disukainya, itu membuatnya sakit. Tetapi Sehun berkali-kali menegaskan pada hatinya sendiri bahwa mereka berdua tak akan bersalah jika saling mencintai.

“Lu, kau ke kelas dulu ne. Aku ingin ke ruang guru.” Ucap Sehun saat masih dalam perjalanan.

“Kau mau apa.?” Tanya Luhan dan mengehentikan langkahnya diikuti Sehun.

“Entahlah, tadi Baekhyun mengatakan aku dipanggil Yoon saengnim.”

“Ahh, baiklah. Aku ke kelas dulu ne.” Ucap Luhan dan melangkah meninggalkan Sehun.

Sehun mengangguk kemudian melangkah berlawanan dengan arah Luhan. Sementara itu, Luhan kini mempercepat langkahnya menuju kelas. Namja itu sudah sangat tak sabar ingin bertemu dengan Taeyeon. Baru kali ini Luhan merasakan rasa suka yang begitu meluap-luap pada yeoja yang baru ditemuinya. Bahkan mantan yeojachingu Luhan yang dulu pun tak ada yang bisa membuatnya hingga seperti ini. Sepertinya Taeyeon sangat istimewa.

Luhan mengehentikan langkahnya saat mendapati punggung seseorang yang sedari tadi difikirkannya. Yeoja itu duduk ditaman yang berada disamping koridor yang dilewati Luhan. Luhan yakin bahwa yeoja itu adalah Taeyeon. Dengan langkah pelan, Luhan menuju kearah Taeyeon dan ikut duduk disamping yeoja itu.

“Kau sedang apa.?” Tanya Luhan setelah duduk disamping Taeyeon membuat yeoja itu beralih menatapnya.

“Tak ada, aku hanya ingin duduk disini. Mana Sehun.?”

“Dia sedang keruang guru.” Jawab Luhan dan terus tersenyum pada Taeyeon.

“Untuk apa.? Apa dia membuat masalah.?”

“Entahlah, Sehun hanya mengatakan bahwa dia dipanggil Yoon songsaenim.”

Taeyeon mengangguk-anggukkan kepalanya setelah Luhan menyelesaikan penjelasannya. Sementara Luhan kini kembali memandangi Taeyeon yang tengah menatap lurus kedepan. Taeyeon sangat cantik, itulah menurut Luhan. Wajahnya bersinar saat terkena cahaya matahari, ditambah lagi rambutnya yang berterbangan karena angin yang menabraknya secara halus. Taeyeon begitu sempurna bagi Luhan.

Tatapan namja itu turun dan mendapati tangan Taeyeon tengah memegang selembar kertas dan pensil.

“Itu apa.?” Tanya Luhan dan menunjuk kertas yang dibawa Taeyeon dengan dagunya.

“Ini lukisan ku. Bukan apa-apa.” Jawab Taeyeon dan menggeleng.

“Apakah aku boleh melihatnya.?”

“Aniya, aku malu.” Tolak Taeyeon dan menyembunyikan kertasnya.

“Sebenntar saja.”

“Aniya.”

“Ayolah, lukisanmu pasti indah.” Bujuk Luhan.

“Tidak usah, lukisanku ini sangat buruk. Kau tak perlu melihatnya.”

Perdebatan antara Luhan dan Taeyeon itu terjadi. Mereka sangat cepat saling beradaptasi, bahkan cara mereka berinteraksi dan berbicara seperti sudah lama saling mengenal.

Tanpa sadar, ada seorang namja yang tengah mengawasi kebersamaan mereka dari belakang. Itu Sehun. Sehun tadi hanya berbohong tentang dirinya dipanggil Yoon songsaenim. Sehun sengaja melakukan itu agar Luhan bisa lebih dulu bertemu dengan Taeyeon. Dengan begitu, Sehun bisa melihat interaksi Luhan dan Taeyeon jika tak ada dirinya.

Diluar dugaan Sehun, keduanya bahkan terlihat sangat dekat dan seperti tak ada rasa canggung diantara keduanya. Sehun bahkan bisa melihat Luhan yang menggenggam pergelangan tangan taeyeon saat ingin merebut sesuatu yang tengah dibawa gadis itu.

Sehun menghela nafas dan mulai melangkah meninggalkan mereka berdua. Sehun tak ingin terlalu lama menatap kejadian yang bisa dibilang membuat hatinya sakit.

-TBC-

Annyeong reders, aku bawa ff baru. Tenang aja, kali ini cuma twoshot kok. Gak tau bagaiman tiba-tiba aku kedatangan ide buat ff ini. Tadinya castnya mau aku buat SeKaiYeon, tapi gak tau kenapa aku ngerasa kalo lebih ngefeel sama cast LuTaeHun. Haha,, maaf kalo ada yang kecewa sama hal ini. Aku juga minta maaf kalo ff aku yang lain masih belum lanjut. Tenang aja, lagi dalam proses kok.

Final Chapter coming soon.

See you^^

Advertisements

64 comments on “[FREELANCE] Between You and Him (Chapter 1)

  1. love triangel betweet lutaehun~ bingung endingnya pairing siapa haha tapi lebih ngefeel seyeon kan kasian sehun udah nunggu 3 tahun hihu next chap di tunggu 🙂

  2. klo udh cinta segitiga begini saya yg ikut galau kan,.
    next chapt’nya updatesoon ya ga sabar bgt nunggu kelanjutannya..

  3. Seyeonhan. Ckck
    Tp, tetap seyeon di hati😄😀.
    Kasian liat sehun, smoga endingnya seyeon. Hehe
    Ada hasil yg terbaik dr kesabaran, smngat sehun. #eaaaaaaaaa haha

  4. Ya ampyun lutaehun tenar banget yaa bikin bingung mau pilih couple yg mana, smoga aja Sehun deh yaa soalnya sedih banget liat dia kaya gituuuuuu :’)
    ga sabaar buat final chapternya deh, ditunggu yaa thor :******* 🙂

  5. yahhhhhhhh thor pake couple huntaehan lagi udah tau aku gak bisa kalau dibarengin pengennya dua duanya gitu
    …..
    kasihan sekali bang sehun sini hati aku tersedia untukmu bang
    … next thor FIGHTING…

  6. Pingback: [FREELANCE] Between You and Him (Chapter 2/END) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Yang sabar ya Sehun oppa..
    Tapi aku yang baca ini juga ikutan nyesek dan klo aku jd sehun psti yg namanya sabar itu menghilang…sakit hati banget..

    Bagus ceritanya authornim XD

  8. Bagus thor ceritaaaaanyaa. Nyesek thor bacanyaaa duhhhh kadang gasuka kl ada cerita cinta segitiga pasti baper bacanya :’) heheheh tapi bagus kokkk thor ceritanya 💕

  9. ahhh suka banget suka banget.. kasihan sehunnya ya ampun :(.. sehun tabah banget di sini, jadi ga rela sih taeyeon sama luhan but aku suka lutae jugaaa :(… oke deh penasaran sama ff author yang lainnya. pokoknya aku tunggu karyamu thor. FIGHTING!!

  10. Kasian sehun ..
    Kalo aku jadi taeyeon aku jga pasti bkalan bingung milih yang mana . hehehe 😀*apasi

    Next thor ..
    Siapa yg bakal taeyeon pilih yaa ,

  11. Kasihan Sehun oppa ditolak
    Cie LuTae ternyata pas pertama ketemu udh tertarik satu sama lain
    Sabar ya Sehun oppa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s