[FREELANCE] Baby I Belong To You (Oneshot)


Baby I Belong To You(Oneshot) Sequel Of

(Love You Do Not Change)    

Author : Kkaepsong girl

Length : Chapterd

Rating : M 17+

Genre : Married Life, Romance, Family

Main cast : – Kim Taeyeon (SNSD), Xi Luhan, Xi Taehan

Other cast : Byun Baekhyun (EXO), Lee Donghae (SUJU)

Desclamer : Cerita ini hanyalah karangan author yang terinspirasi dari cerita dari temen – temen Author dan berbagai sumber terpercaya lainnya. Author tiba-tiba saja dapet fell untuk nulis ff ini. Inget Cast di sini milik Tuhan yang maha esa sekaligus orang tua mereka masing-masing.

Author’s Note : Terimakasih banyak buat Nadia Unnie yang berkali – kali udah mau ngepostin ff abstrak ini. Bagi yang sudah baca di harapkan kritik dan saran ya? Tolong hargai yang udah capek – capek nulis dan meluangkan waktu untuk bikin ff abstrak ini (?)^-^ dan WARNING typo’s berterbangan and segala bentuk kosa kata yang kurang baku.

^^Happy Reading^^

 

Luhan Pov^^

 

Pagi hari yang cerah di awal musim gugur, kuawali hariku dengan melihat wajahnya yang kini tepat berada di hadapanku. Ya, Dia istriku Kim Taeyeon atau kalian bisa menyebutnya Nyonya Xi. Kami telah menikah sekitar 2 bulan yang lalu sejak aku melamarnya di taman bunga waktu itu Setelah kami berpacaran kurang lebih 3 tahun lamanya. Dan waktu yang tak bisa dibilang singkat itulah yang sanggup membuatku yakin bahwa Kim Taeyeon adalah yang terbaik dan kubutuhkan. Kutatap wajahnya yang kini hanya berjarak beberapa centi dari wajahku, bahkan deru nafasnya yang teratur dapat kurasakan bagaikan angina sepoi – sepoi yang menerpa wajahku.

Kusingkirkan beberpa helai rambut yang menghalangi pandanganku untuk menatap wajahnya. Sungguh aku sangat bersyukur atas apa yang kudapat saat ini. Seorang istri yang cantik, baik hati, perhatian, penyabar dan juga penuh kasih sayang. Namun hanya satu yang aku khawatirkan sampai saat ini yaitu…… Aku dan Taeyeon belum memiliki anak. Bahkan aku belum mencoba apa yang di rasakan oleh pasangan pengantin baru yang lainnya apa itu yang di sebut ‘surga dunia’. Bukannya aku tak mau tapi, aku takut Taeyeon belum siap melakukannya denganku. Jika aku tiba – tiba meminta itu, bagaimana nanti reaksi Taeyeon.

Kulihat kini kedua mata Taeyeon yang mulai bergerak mengerjap menyesuaikan dengan caahaya matahari yang menelusup masuk melewati cela gorden yang tak tertutup sempurna.

“Morning Honey~” Sapaku setelah matanya terbuka dengan indah. Senyum kecilnya terukir bagai pelangi di langit yang cerah.

“Morning Oppa” Balasnya singkat yang tak lama kemudian kedua bibirnya terbuka sedikit menguap. Aigoo, lucunya tingkah istriku ini.

“Sudah kembali nyawanya?” Tanyaku menyindir. “Tentu” Jawabnya pasti. Tangan kananku terulur untuk mengelus rambutnya dengan sayang. Mata indahnya menatapku dalam, wajahnya yang tampak tenang pagi ini membuatku selalu semangat menjalani hariku.

“Oppa tak ada tugas hari ini?” Tanya setelah beberapa saat kami diam. “Hari ini? Huftt…. Ada Honey.” Jawabku lesu setelah teringat. “Cha~ Kalau begitu oppa lebih baik segera siapkan dirimu, aku akan membuat sarapan dulu” Titahnya sembari beranjak bangkit dari pembaringan.

“Ne Eomma” Jawabku singkat. Tanpa mau menunggu ocehannya yang mengikuti nanti, aku segera melesat menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selalu seperti ini setiap pagi, Istriku yang paling pengertian di dunia ini setiap paginya selalu tak lupa menyiapkan segala keperluanku saat kerja. Mulai dari pakaian, document, sarapan dan segala macam pekerjaan sederhana lainnya. Istri impianku selama ini Ha..ha….ha…

Dan sekarang kita harus membicarakan soal lainnya. Emmmm, misalnya soal Direktur Byun Baekhyun, Yup Direktur karena saat ini ia telah mewarisi perusahaan Gray crop milik ayahnya dan otomatis ia naik jabatan menjadi pemimpin utama perusahaan besar itu, Sementara ayah Baekhyun sendiri jika tak salah dengar…Beliau telah pensiun sejak beberapa bulan yang lalu. Dengan naiknya jabatan Baekhyun menjadi direktur, Naik pula jabatan istriku yang kini menjadi sekretaris Direktur.

Untuk hubungan percintaan, Kalian tahu Baekhyun telah menikah dengan Go Ara Noona sekitar 1 tahun yang lalu. Dan sama sepertiku, pasangan itupun belum memiliki anak. Sejak kejadian dimana Baekhyun yang kutahu juga mencintai Taeyeon pada akhirnya memilih untuk menimbun perasaanya dan memilih hidup bahagia bersama Ara noona. Bahkan mereka berdua tak sungkan untuk menunjukkan betapa mesranya mereka di hadapan semua orang dan itu sungguh menyebalkan. Apalagi saat aku tak bersama Taeyeon, dengan santainya mereka berciuman di hadapanku waktu itu. Haishhh….. Rasanya sangat sangat Aishhh…Lupakan.

Yang jelas, setelah 3 tahun aku berpacaran dengan Taeyeon, aku selalu berusaha membuat Taeyeon mencintaiku sepenuhnya dan mencoba membuatnya tak memikirkan masa lalunya. Hingga akhirnya semua usahaku tak sia – sia yang kini menyebabkan terjalinnya hubungan kami yang resmi ini.

Selesai dengan urusan membersihkan diri, Aku segera turun kelantai satu rumahku dan Taeyeon. Jas yang harusnya ku kenakan saat ini hanya ku sampirkan di bahu kananku. Bahkan dasi yang harusnya kukenakan dengan mudah jua hanya ku kalungkan dileherku. Dengan santai kini kuturuni satu persatu anak tangga rumah kami. Rumah ini kami beli dengan hasil usahaku dan Taeyeon sendiri. Dan untuk masalah pekerja rumah tangga, sebenarnya ada ajumma Jung yang selalu memberihkan rumah ini di saat aku dan Taeyeon berangkat kerja. Soal memasak, Taeyeonlah yang bersih keras ingin memasak tanpa bantuan siapapun. Jika kutanya mengepa, dengan gampangnya ia akan menjawab.

‘Aku ini istrimu, bukan ajumma Jung. Jadi memasak adalah tugas seorang istri’

Jawaban singkat dan penuh makna itu selalu berhasil membuatku terlena dan semakin mencintai Taeyeon. Dia adalah satu – satunya yeoja yang berhasil membuatku tampak seperti orang gila.

Kini tampak dari kedua manik mataku sesosok yeoja yang mengenakan celemek berwarna biru kini tengah menata hasil masakannya di meja saji dengan rapi. Rambutnya ia gulung keatasmemperlihatkan leher jenjangnya yang putih.

“Oh, Sudah selesai oppa? Mari sarapan” Ajaknya setelah menyadari kehadiranku. Aku segera duduk di salah satu bangku di meja makan yang telah tersedia. Taeyeon mengikuti, kini ia tepat duduk di hadapanku.

“Hari ini kau akan kerja Honey?” Tanyaku membuka pembicaraan. “Emm, tentu saja oppa. Direktur hari ini dijadwalkan rapat dengan dewan direksi pada pukul 9. Jadi aku harus kerja hari ini.” Jawabnya masih sibuk dengan makanannya.

“Jangan terlalu lelah Honey~ Perhatikan juga waktu istirahatmu.” Titahku memandang kearahnya. Taeyeon mendongakkan kepalanya menghadapku dan tersenyum ramah.

“Arraso tuan Xi. Tapi ingat oppa, jangan hanya memerintahku saja. Oppa juga harus memperhatikan waktu untuk istirahat. Jangan terlalu lelah dan jangan terlalu stress. Dan… Oh, jika butuh bantuan atau saran, oppa bisa menghubungiku kapan saja.” Titah Taeyeon dengan wajah serius. Aku tersenyum memandangnya.

“Arraso!” Jawabku singkat. Inilah yang menjadi salah satu factor yang membuatku semakin mencintai istriku ini. Rasa perhatiannya padaku yang selalu membuatku merasa nyaman di dekatnya. Beberapa menit berlalu dengan kita yang terus mengobrol yang tak ayal mengundang gelak tawa di antara kami. Waktu sarapan telah berakhir, dan kini Taeyeon tengah berdiri di hadapanku sekedar memasangkan dasi yang tadi hanya kukalungkan sekaligus memasangkan jas yang tergeletak tak berdaya di sofa. Hal sepele yang harusnya bisa kulakukan sendiri ini, namuan dengan manjanya aku malah meminta orang lain melakukannya.

“Gomawoyo Honey~” Ujarku dengan suara manja. Kedua tanganku kugunakan untuk membingkai wajahnya dan kutatap mata indahnya yang berbinar. Kukecup keningnya dalam dan berlanjut di bibir pink soft miliknya.

“I Love You so much my wife” Gumamku setelah ciuman tak menuntut itu terlepas.

“Love You Too My husband” Jawabnya.

“Cha~ Ayo berengkat” Ujarku ceria sembari menggandeng tangan kanan Taeyeon.

 

Luhan Pov end***

 

“Masuklah” Titah Luhan dengan menepuk kepala Taeyeon lembut. “Emm…Hati – hati saat mengemudi oppa. Annyeong” Taeyeon beranjak sembari melambai pada suaminya. Luhan membalas lambaian tangan itu dengan senang hati dan menyunggingkan senyum manisnya.

Beberapa pasang mata menatap kagum kearah Luhan, beberapa yeoja lain saling berbisik dengan temanya sembali menatap kagum pada Luhan. Bahkan tak tanggung – tangggung seorang yeoja lainnya bahkan mengeluarkan handphone sekedar mengabadikan sesosok namja tampan di depan gedung kantor tempat mereka bekerja.

“Aigooo… Menjadi mahluk tampan itu memang susah ya?” Gumam Luhan. “Ne, walaupun tak setampan aku” jawab sesosok lainnya dari arah belakang Luhan. Luhan menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati wajah sesosok namja cute dengan jarak cukup dekat dengan wajahnya.

“Yakk! Byun Baekhyun” Pekik Luhan sembari tangan kanannya bergerak meraup wajah tampan sahabatnya itu dan sedikit mendorongnya menjauh.

“Aishhh….Eyeliner ku bisa rusak akibat ulah mu tahu” Hardik Baekhyun sedikit merapikan rambutnya yang teracak oleh tangan Luhan.

“Makannya cangan muncul dan pergi tiba – tiba. Kau tahu, kau sudah persis seperti Youkai (hantu) di Jepang.” Balas Luhan tak mau kalah. “Ehemm…Maaf aku tak bisa meladeni hinaanmu saat ini, karena itu akan merusak citraku sebagai direktur disini.” Dehem Baekhyun sembari merapikan jasnya.

“Astaga. Aku tak kuat kalau berhadapan denganmu berlama – lama Byun Baekhyun” Hardik Luhan lagi. “Jangan menyanjung ku seperti itu Jaksa Xi jangan sampai nanti aku malah mencintaimu. Cha… Bagaimana kalau kita minum coffee sembari mengobrol. Lagipula kita sudah lama tak mengobrol bukan? Kajja” Ajak Baekhyun menarik lengan Luhan tanpa meminta persetujuan.

***

Dua cangkir coffee telah tersaji di hadapan dua sosok namja tampan ini. Kini mereka duduk berhadapan tepat di pinggir kedai bersampingan langsung dengan kaca besar yang menghubungkan dengan sebuah jalan raya. Aroma khas dari coffee meguar memasuki rongga hidung para pengunjung disana.

“Jadi Byun, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Luhan setelah menyesap coffeenya. “Tak ada yang penting. Aku hanya ingin mengobrol dengan sahabat lamaku.” Jawab Baekhyun santai.

“Haishh…Kau ini” Hardik Luhan. “Bagaimana hubunganmu dengan sekretarisku Xi?”Tanya Baekhyun menatap Luhan.

“Semua baik – baik saja. Kami selalu romantic setiap harinya.” Jawab Luhan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. “Lalu, bagaimana dengan Ara Noona?” Tambah Luhan dengan pertanyaannya.

“Dia baik – baik saja. Yang jelas semenjak dia tak lagi bekerja di kantor dan lebih menjadi ibu rumah tangga, aku menjadi tenang. Apalagi dia dalam kondisi yang tak memungkinkan” Jawab Baekhyun panjang lebar.

“Apa maksudmu dengan kondisi yang tak memungkinkan?” Tanya Luhan dengan wajah bingung andalannya. “Ah, apakah aku belum memberi tahumu?.” Tanya balik Baekhyun dengan raut wajah agak terkejut.

“Memberi tahu apa Byun Baekhyun? Langsung saja jangan berbelit – belit dan membuatku ingin menerkammu.” Perintah Luhan yang mulai kehilangan kesabarannya.

“He…he..Mian Xi. Aku terbawa suasana. Begini, sebenarnya istriku telah hamil Dua Minggu. Jadi dia harus beritirahat di rumah. Dan Eomma juga menemaninya di rumah.” Ujar Baekhyun menjelaskan. Sementara Luhan tengah menatap Baekhyun dengan pandangan tak percaya.

“Xi, kau tak apa – apa kan?” Tanya Baekhyun memastikan, sementara tangan kanannya melambai di depan wajah tampan Luhan.

“Nhe? Hamil” Pekik Luhan setelah tersadar dari dunianya. Sementara Baekhyun yang terkaget hampir saja terjungkal kebelakang.

“Yakk! Xi Luhan. Jangan berteriak tiba – tiba begitu. Memalukan sekali” Maki Baekhyun langsung. “Aigoo..Mian. Aku tak sadar kalau aku berteriak.he..he..” Senyum Luhan terlihat kikuk.

“Tapi, bagaimana bisa Ara noona hamil?” Pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Luhan membuat sesosok namja di hadapannya tercengang tak percaya. “Ha…? He….he…. Kau bodoh?” Gumam Baekhyun dengan tatapan tak percaya.

“Mian …mian..Tapi aku bersungguh – sungguh bertanya begitu” Sangkal Luhan. “Huffttt….. Tentu saja aku berusaha setiap malam.” Jawab Baekhyun enteng sembari melipat kedua tangnnya di dada.

“Setiap malam?” Gumam Luhan lagi. “Ne. Setiap malam, tapi aku juga sedikit heran. Padahal aku melakukannya sejak kami menikah dulu tapi hasilnya baru sekarang” Gumam Baekhyun. “Kau juga harus menyobanya Xi. Taeyeon juga belum hamilkan?” Tambah Baekhyun lagi.

“Tapi aku tak bisa memintanya, lagipula aku takut Taeyeon menolakku.” Adu Luhan dengan sedikit menunduk. “Jangan begitu…. Sebagai namja yang baik dan benar, Kau jangan mudah menyerah sebelum mencobanya Xi. Kuberitahu rahasianya.” Ujar Baekhyun mendekatkan wajahnya kearah Luhan.

“Bagaimana?” Tanya Luhan antusias dan balik mendekatkan wajahnya. “Kau yang bayar coffeeku?” Tanya Baekhyun. “Ne” Jawab Luhan sembari mengangguk.

“Jadi begini………………”

 

*****

 

“Luhan-ah, kau kenapa?” Tanya Donghae yang melihat Luhan tengah duduk terdiam sejak beberpa jam lalu seolah tengah memkirkan sesuatu.

“Oh, Hyung.” Sahut Luhan akhirnya. “Jika ingin bercerita kau bisa cerita padaku.” Balas Donghae bijak. “Taka da hyung, aku hanya sedang memikirkan sebuah nasehat yang di utarakan oleh Baekhyun tadi” Jawab Luhan manatap rekan kerjanya.

“Nasehat Baekhyun?” Tanya ulang Donghae sekedar memastikan. “Emmm…Oh, Ngomong – ngomong Hyung. Bagaimana kondisi Yoona Noona dan Jinyoung?” Tanya Luhan mengingat sesuatu.

“Jinyoung baik – baik saja, Tapi entah kenapa akhir – akhir ini dia lebih manja padaku dan eommanya. Dan kau tahu Luhan, Yoona juga sekarang sedang hamil adik Jinyoung kini usia kandungannya sudah memasuki usia Dua Bulan.” Jawab Donghae menggebu – gebu dengan mata berbinar.

“Bagaimana dengan Taeyeon?” Tanya Donghae setelah tersadar dari senyum gilanya. “Taeyeon? HUftt… Bahkan kami belum melakukannya Hyung.” Jawab Luhan lesu. “Oh, Jadi ini masalahmu Luhan-ah? Berfikirlah positif saja, siapa tahu Taeyeon masih belum siap melakukannya, Atau kau yang belum memintanya?” Tanya Donghae penuh selidik.

“Bukan hyung bukan…Emmmm…Huftt, Sepertinya benar hyung, Aku yang belum memintanya.” Jawab Luhan menundukkan kepalanya. “Aishhh namja ini.!! Kalau begitu minta mala mini, kau ini suaminya Xi Luhan.” Hardik Donghae menggebu dengan wajah yang semakin mendekat dengan wajah Luhan, sementara Luhan sendiri dengan mata terbelalak segera memundurkan wajah tampannya itu.

“Arraso arraso hyung…” Dengan jawab itu, Donghae segera menegakkan kepalanya seperti semula. “Sekarang, fokuslah pada pekerjaanmu.” Ujar Donghae santai sembari melangkah menuju meja kerjanya, namun baru beberapa langkah Donghae beranjak, Ia segera membalikkan tubuhnya menghadap Luhan dengan mata terbelalak.

“Yakk! Xi Luhan.” Pekik Donghae kemudian. “Wae hyung?” Tanya Luhan dengan wajah terkejut. Donghae segera berlari kembali ke meja kerja Luhan.

“Bukankah kau ada sidang sekarang?” Tanya Donghae. “HYUNGGGGGGGGGGGGGGG. Aku lupa” Pekik Luhan sembari beranjak dari tempat duduknya. “Aku pergi dulu hyung” Pekik Luhan setelah dengan gesit, tangannya menggaet sebuah berkas berjudul

‘Kasus Perceraian Mr.Lim Jaebum dan Mrs.Kim Hyoyeon’

“Aigoo dasar anak ceroboh. Bagaima dia bisa jadi ayah jika tingkahnya masih seperti itu. Bahkan dia bisa meremehkan kasus perceraian antara Wakil perdana mentri dan istrinya. Oh, Apakah harus ku sebut mantan istri? Atau masih istri? Atau Istri yang sebentar lagi diceraikan? Atau…Haishhh Lee Donghae apa yang kau fikirkan?” Maki Donghae sembari mengacak rambutnya frustasi perihal fikirnya yang menggila.

 

******

 

Kini, jalanan ibu kota Korea Selatan Yaitu Seoul tampak kembali menunjukkan aktifitasnya yang padat akan mobil dan pejalan kakinya yang berlalu lalang. Hal ini dikarenakan kini penduduk Seoul City yang berprofesi sebagai pekerja kantoran maupun pemerintahannya, kini telah menunjukkan jam pulang kerja. Bahkan lampu – lampu jalan yang semula tampak padam kini telah menyala terang. Kedai – kedai kecil penjual jajanan ringanpun sudah mulai bermunculan di beberapa titik teramai.

Berlatar di sebuah rumah mewah tempat dua orang suami istri ini tinggal, sesosok yeoja berkulit putih bersih berbalut kemeja rumahan tengah asik duduk di hadapan sebuah TV LCD berukuran besar. Sekaleng minuman soda ia letakkan di atas meja sekedar menjadi teman menontonnya kali ini.

 

 

 

 

“Oppa sepertinya pulang terlambat lagi hari ini” Gumam Taeyeon sembari melirik kearah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 8:00 kst. Atau lebih tepatnya Luhan telah terlambat pulang 2 jam lamanya. Hingga suara bell pintu memecahkan penantiannya mala mini. Taeyeon segera berlari menuju pintu bercat putih yang menghubungkan antara dunia luar rumah dan keadaan di dalam rumah. Wajahnya semakin ceria setelah melihat sosok suaminya yang berdiri di balik pintu. Taeyeon segera bersiap di samping pintu setelah suara digit angka terdengar.

“Aku pulang” Pekik Luhan setelah berhasil membuka pintu rumah itu.

“Selamat datang oppa” Sahut Taeyeon ceria.

Luhan tersenyum menatap istrinya yang tampak ceria malam ini, Segera ia menghampiri istrinya yang kini berdiri tepat di hadapannya saat ini.

“Aigooo…..Bhogoshipuh Honey” Ujar Luhan di tengah pelukan mereka. “Nado oppa.” Jawab Taeyeon dengan mata terpejam. “Oppa kenapa baru pulang?” Tanya Taeyeon setelah pelukan mereka terlepas. Luhan menatap dalam mata Taeyeon dan dengan senyumnya yang mengembang sempurna. Dengan segera, Luhan menaik pergelangan tangan Taeyeon menuju sofa yang sempat di duduki Taeyeon tadi.

“Tadi aku ada sidang honey” Jawab Luhan sembari merebahkan tubuhnya di sofa dengan kedua paha Taeyeon sebagai bantalnya.

“Sidang?” Tanya Taeyeon sembari membelai rambut Luhan. “Emm… Sidang perceraian antara wakil perdana mentri dan istrinya” Dengan mata sedikit tertutup, Luhan menjawabnya.

“Oppa, jangan tidur dulu. Segeralah mandi, setelah itu makan malam dan selanjutnya oppa bisa istirahat” Nasehat Taeyeon setelah melihat mata Luhan yang menutup. “Tapi aku malas honey” Gumam Luhan pelan.

“Tak ada bantahan tuan Xi, Ini perintah atasan. Oppa bisa sakit kalau tak makan malam” Nasehat Taeyeon lagi. Luhan segera bangkit dan duduk tepat menghadap Taeyeon. “Arraso nyonya Xi” Jawab Luhan setelah berhasil mencuri bibir istrinya. Sedangkan Taeyeon tampak membulatkan matanya terkejut atas serangan tiba – tiba dari suaminya itu.

****

“Honey, jangan pernah ceraikan aku seperti kasus yang baru saja ku tangani ya?” Tanya Luhan pada Taeyeon yang tengah membaca sebuah buku. Kepala Luhankembali pada posisi tadi, yaitu tepat berada di kedua paha Taeyeon dengan kedua tangannya memeluk pinggang Taeyeon erat dan wajah Luhan menghilang di perut datar Taeyeon.

Merasa topic yang dibicarakan Luhan sedikit serius, Taeyeon segera meletakkan buku bacaannya itu di meja kecil tepat di sisi kanannya. Kini tatapannya beralih ke satu titik yaitu suaminya. Senyum kecil terukir di bibir soft pink milik Taeyeon.

“Tak akan oppa” Jawab Taeyeon pasti. “Janji?” Tanya Luhan dengan wajah berbinar sembari mendongakkan kepalanya keatas dan mengangkat mengacungkan jari kelingking kananya pada Taeyeon. “Janji” Jawab Taeyeon mengangguk pasti dan balas mengaitkan jari kelingkingnya.

Dengan senyum yang tak dapat di sembunyikan dari wajah tampan Luhan, Namja itu kembali memeluk pinggang Taeyeon dengan erat, kembali ke posisi semula.

“Memangnya jika kita bercerai nanti, bagaimana kita membagi penghasilan kita yang sudah menyatu?. Dan lagi pula, aku masih perawan sepertinya mudah” Gumam Taeyeon sembari mengetuk ketukkan jari telunjuknya di bibir, layaknya tengah memikirkan sesuatu yang serius.

“Honey~” Rajuk Luhan bangkit dari tidurnya. “Aigoo…Aigooo…Sepertinya aku memiliki seorang bayi raksasa sekarang ya?” Tanya Taeyeon mencubit pipi Luhan.

“Jangan menggodaku honey” Balas Luhan sembari menarik Taeyeon kepelukannya. “Ah, ngomong – ngomong soal keperawanan. Bagaimana kalau kita lakukan mala mini honey?” Tanya Luhan dengan wajah berbinar dan penuh harap.

“Melakukan apa?” Tanya Taeyeon dengan wajah penuh Tanya.

‘”Melakukan itu honey~” Jawab Luhan agak malu – malu.

“Itu apa oppa? Bicaralah yang jelas……” Tanya Taeyeon lagi mulai gemas.

“Sesuatu yang harusnya kita lakukan di malam pertama kita” Jawab Luhan lagi mulai memperjelas. Taeyeon terdiam untuk berfikir sejenak hingga akhirnya ia sadar akan apa yang diminta Luhan saat ini. Tanpa memberikan tanggapan apapun, Taeyeon segera berbaring membelakangi Luhan dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

“Honey waeo? Apakah kau tak mau melakukannya dengan ku?” Tanya Luhan dengan sedikit nada kecewa terselip di dalamnya. Tak ada sahutan dari Taeyeon. Luhan tak tahu jika saat ini Taeyeon dengan wajah memerahnya tengah gelisah memikirkan permintaan yang diajukan oleh suaminya itu untuk pertama kalinya sejak saat pertama kali mereka menikah. Hingga kini Taeyeon dapat merasakan Luhan telah berbaring di sampingnya entah dalam posisi yang seperti apa.

Sementara itu Luhan dengan raut wajah tertekuknya segera menyusul Taeyeon untuk berbaring. Luhan berfikir kalau dengan diamnya Taeyeon itu berarti ia telah menolak permintaan Luhan secara tak langsung. Namun tak lama Luhan berbaring dengan posisi membelakangi Taeyeon, Luhan segera teringat akan apa yang di katakan Baekhyun tadi siang saat di kedai coffee tadi pagi.

Senyum evil mulai terukir di bibir manis milik Luhan. Segera ia berbalik badan menghadap kearah Taeyeon dan menggeser posisinya mendekat kearah Taeyeon. Tangan kananya terangkat untuk memeluk Taeyeon dari belakang. Luhan dapat merasakan tubuh Taeyeon agak terguncang karena terkaget saat ia memeluknya tadi. Smirk semakin terukir dengan jelas di bibir Luhan karena tangan kanannya yang tadi berada di pinggang Taeyeon sedikit demi sedikit semakin terangkat dan berhenti pada satu titik yang berhasil membuat Luhan teramat senang.

Dibalik selimut, Taeyeon tengah menggigit bibirnya untuk menahan suara – suara aneh yang mendesak ingin keluar.Luhan semakin mengukir smirknya setelah mendengar suara desahan yang tak dapat di tahan oleh Taeyeon.

“Oppa…..~ Kaemanhae” Pekik Taeyeon setelah tak tahan. Taeyeon menyibakkan selimut yang semula menutupi seluruh tubuhnya dan dengan segera berbalik menghadap Luhan.

“Wajahmu memerah chagi” Goda Luhan sedikit terkikik. “Oppa~” Rajuk Taeyeon berusaha menghentikan Luhan untuk tidak terus menggodanya. “Arraso arraso… Aigooo kiowo..” Balas Luhan memeluk Taeyeon dengan erat.

“Honey, apakah kau tak merasa kesepian di rumah ini? Eomma dan Appa ada di Jeonju sedangkan Eomma dan Appa mertuamu ada di China, Apakah kau tidak kesepian?. Apalagi akhir – akhir ini aku sering lembur kerja. Apakah kau tak memiliki keinginan untuk menambah anggota baru keluarga kita?” Tanya Luhan sembari membelai dengan lembut surai panjang milik Taeyeon. Taeyeon masih diam tanpa menjawab, hingga beberapa menit kemudian.

“Sebenarnya aku juga ingin oppa. Aku juga ingin menambah anggota keluarga kita dan memberikan cucu pertama untuk kedua orang tua kita. Hanya saja, aku…..aku….entahlah, rasanya perasaanku menjadi campur aduk tak menentu.” Jawab Taeyeon dengan nada suara hampir tak terdengar.

“Apakah kau merasa gugup Taengo?” Tanya Luhan lagi. “Entahlah oppa….Akupun tak tahu. Huffftttt……Mianhae oppa” Sesal Taeyeon dengan kepalanya yang semakin masuk kedalam pelukan Luhan “Sssttttt…… Jangan minta maaf begitu. Oppa tahu kalau Uri Taengo ini masih belum siap bukan? Oppa akan menunggu sampai uri Tango siap.” Ujar Luhan sembari tersenyum lembut. Taeyeon hanya sanggup diam tanpa berkata apapun.

“Oppa..” Panggil Taeyeon setelah beberapa menit suasana hening menyelimuti sepasang suami istri ini. “Hmm..Waeo?” Sahut Luhan lembut. Taeyeon mendongak menatap Luhan dalam. “Ayo kita lakukan…” Ujar Taeyeon pasti

“Ne?” Tanya Luhan memastikan “Ayo kita lakukan apa yang oppa minta tadi” Jawab Taeyeon memperjelas. “Jinjja?” Tanya Luhan dengan mata berbinar dan senyum mengembang. Taeyeon mengangguk sebagai jawaban. Pipinya kembali merona merah membayangkan apa yang akan di lakukan oleh suaminya. Kepalanya terangkat menatap mata rusa Luhan. Melihat tatapan Luhan yang lembut seolah telah membuat Taeyeon lupa akan dunianya. Taeyeon terdiam dengan jantung yang berdebar kecang.

“Saranghae uri anae,” Ujar Luhan sembari mendekat.

Gadis itu, Xi Luhan refleks memejamkan matanya setelah merasakan bibir lembut Luhan menyapa bibir soft pink miliknya. Ciuman tanpa paksaan itu berlangsung dengan lembut tanpa adanya tuntutan dari kedua belah pihak. Hingga tibalah saatnya Taeyeon membuka mulutnya dan membalas ciuman hangat Luhan membuat namja tampan itu semakin memperdalam ciumannya.

Taeyeon yang mulai terbuai akan ciuman memabukkan itu tak dapat mengelak dari serangan Luhan. Kedua tangan Luhan naik hingga kini melingkari pinggang Taeyeon, begitu pula dengan kedua tangan Taeyeon yang tengah mengusap belakang kepala Luhan. Dengan perlahan, Luhan mulai beranjak naik mengubah posisinya menjadi menindihi tubuh Taeyeon. Ciuman panas itu masih berlanjut, Lidah mereka bersatu dan saling beradu didalam rongga mulut Taeyeon.

Gadis itu hampir kehabisan nafas jika Luhan tidak melepaskan ciumannya secara perlahan. Deru nafas mereka terlihat menggebu. Bahkan kita dapat melihat jejak saliva di sekitar bibir Taeyeon. Tangan Luhan ia gunakan untuk menopang tubuhnya agar tidak membebani Taeyeon. Luhan tersenyum lembut dan dibalas senyuman menawan milik Taeyeon. Wajah Luhan tampak kembali mendekat, sementara Taeyeon yang melihat wajah Luhan yang semakin mendekat siap dengan pasokan oksigen yang telah ia kumpulkan di paru – parunya. Namun kini Taeyeon yang menahan nafasnya tampak percuma karena wajah Luhan yang mengarah pada leher jenjang gadis itu.

Mata Taeyeon seketika terbuka setelah merasakan benda tak bertulang milik suaminya itu bersentuhan langsung dengan kulit putihnya. Rasa geli seketika menjalar di seluruh tubuh Taeyeon, dan entah kenapa wajah Taeyeon menggambarkan bagaimana ia menikmati setiap aktifitas yang dilakukan oleh Luhan di lehernya. Luhan menghisapnya dengan pelan, bibirnya dengan cermat bekerja di berbagai titik menghisap dengan nafas yang menggebu. Suara eranfan seketika lolos dari bibir Taeyeon walau bagaimana gadis itu berusaha menahannya. Merasa sudah puas, Luhan kembali menjauhkan wajahnya. Namja itu tersenyum senang setelah merasa berhasil membuat karya yang diinginkannya. Ini pertama kalinya bagi mereka berdua. Tinggal sedikit lagi maka Taeyeon akan menyandang status sebagai nyonya Xi Yang sebenarnya.

“Bisa kita lanjutkan?” Tanya Luhan meminta persetujuan.

Entah jurus apa yang digunakan Luhan saat ini hingga dapat membuat Taeyeon mengangguk tanpa beban. Luhan tersenyum dan kembali mendekatkan wajahnya, Ia memberikan kecupan – kecupan ringan di bibir Taeyeon hingga akhirnya kecupan itu menjalar memenuhi seluruh wajah Taeyeon. Wajah Taeyeon berubah merah sempurna.

Tangan Luhan terangkat meraih salah satu buah dada Taeyeon dan meremasnya pelan. Untuk pertamakalinya dalam hidup Luhan merasakan bagaimana indahnya surge dunia yang biasanya hanya ia dengar dari cerita – cerita sahabatnya, sebut saja Donghae dan Baekhyun. Akal sehat Taeyeon layaknya menghilang entah kemana. Ia sangat menikmati sentuhan yang diberikan oleh Luhan.

Senyum Luhan kembali bangkit “Saranghae Xi Taeyeon” Bisik Luhan tepat di telinga kanan Taeyeon detik selanjutnya, Bibir Luhan tampak tengah menjilat duan telinga Taeyeon dan sedikit menggigitnya. Hingga kini, bibir Luhan kembali merembet kearah bibir Taeyeon dan dibalas dengan senang hati oleh Taeyeon. Tangan Luhan mulai bekerja sama untuk membuka baju yang dikenakan oleh Taeyeon hingga keduanya polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi. Suara desahan danbracauan seketika menggema dari balik kamar sepasang suami istri ini. Tubuh mereka berhasil menyatu. Mata Taeyeon terpejam sementara Luhan tengah melakukan tugasnya di malam yang panjang ini. Tibalah mereka pada puncak dari keinginan mereka malam ini.

Luhan berpindah merebahkan tubuhnya disamping Taeyeon yang tampak tengah mengatur nafasnya yang menggebu. Namja itu tersenyum sembari menarik selimut untuk menutubu tubuh naked mereka. Tangannya memeluk pinggang Taeyeon dan bibirnya mengecup bibir Taeyeon lembut.

“Ini adalah keinginanku sejak dulu. Aku selalu membayangkan dapat melakukan hal ini dengan istriku kelak, dan ternyata aku berhasil melakukannya denganmu honey. Gomawo, kau sudah mempercayakan dirimu padaku. Aku berjanji tak akan menghianatimu dan manyakitimu. Saranghae” Ujar Luhan tulus sembari menarik Taeyeon kedalam pelukannya.

“Nado saranghae Oppa. Aku akan selalu percaya padamu apapun yang terjai.” Jawab Taeyeon sembri menenggelamkan kepalanya di dada bidang Luhan. Senyum indah mengiringi tidur sepasang suami isti ini. Hingga ucapan yang dilontarkan oleh Baekhyun di café tadi sing terlintas dalam benak Luhan.

 

‘Jangan memintanya secara langsung, tapi cobalah untuk memintanya secara perlahan dan bersikaplah baik pada Taeyeon. Ingat! Lakukan secara perlahan jangan sampai menyakitinya. Karena ini pasti yang pertama bagi Taeyeon. Goda Taeyeon dengan pesonamu. Fighting’^-^

 

***********

Baby I Belong To You

 

Cahaya matahari tampak memasuki kamar sepasang suami istri yang masih terlelap dalam tidurnya hingga kita dapat melihat sesosok namja kecil berusia sekitar 4 tahun tengah berlari menuju kamar orang tuanya itu. Sesosok namja kecil yang tampan dengan mata rusa menurun dari ayahnya dan bibir tipis yang menurun dari ibunya, Sungguh tampak sempurna sebagai anak dari perpaduan Ayah yang tampan dan ibu yang cantik.

“Eomma, irronayo~ Eomma…..” Rengek namja kecil itu sembari menarik pelan lengan baju tidur yang dikenakan ibu dari anak kecil itu.

“Enghhhh….Hoamm… Oh Taehan–ah, kau sedah bangun baby” Sapa sang ibu sembari mengangkat anak laki – laki itu ke udara.

“Ahhh….Eomma” Pekik anak laki – laki tadi bernama lengkap Xi Taehan dengan senyumnya yang tampak manis.

“Aigoo…Anak eomma semakin berat ternyata. Cha~ Perutmu laparkan? Ayo kita makan” Pekik Taeyeon riang. “Iya!!” Jawab Taehan semangat.

“Uri Taehan coba bangunkan Appa dulu, Eomma akan membuat sarapan dulu ok?” Titah Taeyeon sembari menurunkan Taehan dari gendongannya. “Roger Bos!” Jawab Taehan layaknya seorang tentara. “Bagus, segera laksanakan” Sahut Taeyeon lagi sebelum menuju dapur.

“ApppAAAaa!!!!! Ironayo…Apppaaaa…!!!Irroonnnaaa” Pekik Taehan sembari mengguncang tubuh ayahnya. “Irona…Ironaa…Iroonnaa…Apppaaa” Ulang Taehan lagi. Merasa usahanya untuk mengguncangkan tubuh ayahnya gagal, Taehan mencoba cara lain yang lebih berisik.

“Apppaaa..Irroona…Appa…Iroonnaa!!!” Pekik Taehan lagi sembari lompat – lompat di atas kasur, tepat di samping Luhan, Ayahnya. “APPAAAA!!!” Pekiknya lagi sembari menaiki tubuh Luhan.

“Aigoo… Uri Baby sudah bangun ternyata” Ujar Luhan sembari memeluk Taehan dengan sayang. “Aku sudah bangun dari tadi, dan Appa sangat susah di bangunkan Huh… Menyebalkan” Rajuk Taehan dengan wajah manisnya yang tampak di tekuk.

“Ne..ne…Appa minta maaf ya.” Jawab Luhan merayu. “Emmm…Aku memaafkan appa asalkan appa mengabulkan satu permintaanku” Sahut Taehan lagi. “Apa itu?” Tanya Luhan penasaran.

“Hari ini minggu bukan? Jadi Appa dan Eomma tak bekerja hari ini. Aku ingin kita bertiga pergi ke kebun binatang Appa. Ya…?Ya…?Ya…?” Rayu Taehan lagi dengan wajah kucingnya. “Bagimana ya?…Emmmmm…. Baiklah kita akan pergi hari ini.” Jawab Luhan dengan senyuman yang menawan.

“Benarkah? YEeeeeeee..” Pekik Taehan kembali loncat – loncat di atas kasur.

“Cha~ Sekarang ayo kita nikmati masakan eomma” Ajak Luhan sembari menggendong Taehan di punggungnya. “Kajja.. Let’s Go!” Balas Taehan dengan semangat.

*****

 

“Appa Lihatlah panda itu sangat lucu” Ujar Taehan dengan semangat bahkan anak laki – laki itu tak henti – hentinya berlarian kesana kemari.

“Jangan lari – lari Taehan-ah, nanti kau terjatuh” Pekik Taeyeon mengingatkan. “Tak apa honey, diakan namja tangguh, seperti appanya” Ujar Luhan sembari merangkul tubuh Taeyeon menggunakan tangan kanannya semantara.

“Arraso..Arraso…Dasar namja narsis” Hardik Taeyeon sembari beranjak menyusul anak semata wayangnya itu. “Huh? Apa salahnya denganku? Toh aku kan memang benar – benar sang namja… Aishh entahlah” Gumam Luhan pada dirinya sendiri.

>>

“Eomma, lemparkan kacangnya eomma. Monyet itu pasti menyukainya” Ujar Taehan antusias. “Ne” Balas Taeyeon dan dengan segera melemparkan kacang yang Taehan maksudkan. Sementara itu, Taehan yang tengah di gendong oleh Appanya tepat di pundak Luhan, menunjukkan rasa bahagianya melalui pancaran mata yang berbinar itu.

“Kau tak lelah baby? Kita sudah berkeliling sejak tadi” Tanya Luhan mendongakkan kepalanya. “Ne, kita makan bekal sekarang appa?” Tanya Taehan lagi. “Ne…” Jawab Luhan langsung. “Kajja eomma” Ajak Taehan antusias. “Baiklah kita ke taman di ujung sana dulu. Kajja” Ajak Taeyeon.

Dengan canda tawa yang mengiringi keluarga kecil ini menuju taman, tampak beberapa orang memandang iri kearah mereka. Hingga kini mereka bertiga telah duduk di atas sebuah tikar tepat di bawah pohon yang agak rindang, membuka bekal di alam terbuka seperti saat ini.

“Baby, jangan makan terburu – buru nanti tersedak” Nasehat Taeyeon, tangannya terangkat untuk membelai lembut surai hitam milik anaknya itu. “Ne eomma..” Balas Taehun menunjukkan senyum manisnya.

“Aigoo… Anak appa manis sekali ya?” Puji Luhan menepuk lembut pucuk kepala Taehun. “Tentu, Taehun kan ingin Appa dan eomma bahagia.” Sahut Taehun membuat dua orang dewasa yang menatapnya tanpa sadar tersenyum bangga padanya.

“Gomawo baby. Appa dan Eomma berjanji akan selalu melindungimu hingga kau bisa melindungi dirimu sendiri nantinya.” Ujar Taeyeon memeluk Taehun dengan seyang begitupula dengan Luhan yang tengah memeluk keduanya.

Selesai dengan acara makan siang, Taehun kembali keenerginya semula. Kini anak laki – laki itu tampak tengah asik memainkan bola kaki yang ia bawa tadi. Sementara itu, Luhan tengah memandang dan mengecek hasil jepretannya sedari tadi.

“Aku tak menyangka Taehun sudah sebesar itu oppa.” Ujar Taeyeon sembari menatap anak laki – lakinya yang kini tengah berlari mengejar bolanya yang menggelinding.

“Emmm….Aku tak sabar menunggu disaat – saat Taehun siap dengan dunianya nanti” Sahut Luhan meletakkan kameranya. Taeyeon menoleh kearah Luhan dan menyandarkan kepalanya di pundak Luhan. “Emmm” Dehem Taeyeon

“Taeyeon-ah, Xi” Sapa seseorang dari arah belakang. Seketika Taeyeon dan Luhan menolehkan kepalanya kebelakang dan tampaklah empat orang dewasa dan tiga orang anak – anak di sana.

“Wah, kita bertemu juga di sini ya Donghae hyung, Yoona noona dan Baekhyun Ara noona” Balas Luhan “Oppa, unnie duduklah” Tambah Taeyeon dengan senyum ramahnya.

“Hai Jinyoung, Shinye dan Hyuna. Kalian tak ingin bermain dengan adik kalian yang ada disana itu” Ujar Taeyeon sembari menunjukkan letak anak laki – lakinya.

“Ne..Ajuma, Kami akan menghampiri Taehun dulu” Sahut Jinyoung selaku yang paling tua diantara mereka.

“Aigoo….Mereka tampak sangat lucu bukan?” Ujar Ara tersenyum. “Tentu apalagi ada Jinyoung Shinye yang Nampak paling bersinar” Sahut Yoona. “Hey..hey..hey… Primadonanya itu tetap saja Hyuna” Sahut Ara tak mau kalah. “Stop, Kalian ini kenapa sih? Mereka tetap saja yang terbaik. Mereka itu anak kita” Sahut Taeyeon menengahi.

Sementara itu ketiga namja, sebut saja Luhan, Baekhyun dan Donghae tengah bersantai sambil meminum coffiee dengan santainya.

“Cuaca hari ini cerah ya?” Ujar Baekhyun mengawali. “Ne, Hatiku ikut cerah merasakannya” Sahut Donghae menatap langit yang tampak berwarna biru cerah.

“Lihatlah anak – anak kita, bukankah mereka tampak lebih besar dari tahun – tahun sebelumnya?” Tanya Luhan menambahkan. “Kau betul Xi” Setuju Baekhyun mengangguk.

“Apakah kalian tak sadar?” Tanya Donghae sembari menatap anak – anak mereka yang tengah bermain. “Sadar akan apa?” Tanya Yoona menyahuti. Kini para yeoja sudah mengambil posisi di tengah – tengah para namja.

“Aku merasakan adanya hawa cinta segitiga disini” Jawab Donghae. “Maksudnya?” Tanya Ara yang tampak masih kebingungan. “Lihatlah Shinye dan Hyuna. Mereka berdua tampak tengah merebutkan Taehun.” Jawab Donghae terlihat sangat antusias.

“Wah…Wah..Wahh…. Cinta itu sangat rumit ya” Sahut Baekhyun. “Tahun memang memiliki pesona tersendiri” Bangga Luhan akan anak semata wayangnya.

“Aishh… Namja ini” Hardik Ara dan Yoona secara bersamaan. “Cukup. Perhatikan saja mereka. Aigoo, bahkan Jinyoung tampak tak perduli akan perdebatan Shinye dan Hyuna” Komentar Taeyeon.

“Kau benar Honey” Setuju Luhan.

 

 

Sementara itu di tempat anak – anak berada… Tampak Taehun yang tengah duduk jongkok sembari mendongakkan kepalanya menatap Shinye dan Hyuna yang tengah berdebat. Sementara itu Jinyong tengah asik memainkan bola.

“Yakk!! Taehun itu akan melamarku jika kita sudah besar nanti” Hardik Hyuna tak mau kalah.

“Tidak! Taehun itu akan menjadi suamiku jika kita sudah besar” Balas Shinye lagi.

“Aigoo unnie, mengalahlah pada adikmu.” Sahut Hyuna.

“Aigoo Byun Hyuna, Seharusnya kau yang mengalah pada yang lebih tua” Balas Shinye. “Kau bisa menikah dengan Jinyoung oppa kalau kau mau” Tambah Shinye.

“Aku tak mau Lee Shinye Unnie, Kan aku sudah bilang kalau Taehun itu akan melamarku kelak” Hardik Hyuna lagi.

“Aishh…. Kau ini sangat menyebalkan Byun Hyuna” Balas Shinye

“Kau lebih menyebalkan Lee Shinye Unnie” Balas Hyuna pula.

“Kau yang meyebalkan”

“Kau”

“Kau”

“Kau”

“Kau”

“Cukup…. Xi Taehun, Kau pilih aku atau Hyuna?” Tanya Shinye yang kini mengarahkan tatapannya kebawah, tepat dimana Taehun semula duduk disitu. Namun kini, hanya ada rumput yang bergoyang di sana. Sedangkan Taehun sendiri tengah asik bermain bola bersama Jinyoung.

“Aishhh.. Xi Taehun!!!!!!” Pekik Shinye dan Hyuna bersamaan.

 

 

Sementara itu…..

“Bagaimana kalau kita jodohkan anak kita Xi?” Tanya Baekhyun menghadap kearah Luhan.

“Tidak” Jawab Luhan tegas.

“Kalau dengan anakku Luhan-ah?” Giliran Donghae yang bertanya.

“Tidak” Jawab Luhan lagi.

“Bagaimana kalau kit….”

“Tidak..Tidak…Tidak….Tidak” Jawab Luhan lagi semakin tegas.

 

“Para namja memang berisik ya?” Komentar Ara sembari meneguk Tehnya.

“Emmm…Namja memang aneh” Sahut Yoona pula.

“Tapi kenapa bisa kita bertahan dengan namja seperti mereka” Komentar Taeyeon

“Huftt…Kau benar Taengo” Sahut Yoona dan Ara.

 

****

 

Siang telah berganti malam. Matahari yang semula menunjukkan dirinya, kini telah pergi meninggalkan singgah sananya. KIni langit telah berubah hitam bertabur bintang.

“Taehun-ah,…. Baby Ireona, Kita sudah sampai di rumah” Ujar Taeyeon sembari menepuk pelan pipi Taehun. “Biarkan saja Honey, biarkan aku yang akan menggendongnya” Sahut Luhan. Taeyeon mengangguk dan sedikit mundur menyisakan jarak agar Luhan dapat menggapai Taehun yang tengah tertidur di kursi belakang.

Luhan beranjak menuju kamar anak laki – lakinya untuk menidurkan Taehun di tempat yang lebih nyaman.

“Jhalja Baby. Mimpi indah” Ujar Luhan setelah mengecup kening Taehun dan meninggalkannya di kamarnya. Luhan beranjak menuju taman kecil di belakang rumahnya.

“Taehun sudah tidur oppa?” Tanya Taeyeon setelah menyadari kehadiran Luhan di belakangnya. “Emmm” Jawab Luhan sembari mengangguk.

Luhan duduk dengan nyaman di samping Taeyeon, sementara kepala Taeyeon menyandar dengan sempurna di bahu Luhan. Secangkir coklat berpindah ke tangan Luhan saat ini.

“Oppa, Hari ini sangat menyenangkan.” Ujar Taeyeon “Setiap harinya akan selalu menyenangkan jika kita selalu bersama Honey” Jawab Luhan merangkul pundak Taeyeon.

“Tak kusangka kita sudah miliki Tahun sekarang, padahal aku merasa seperti baru kemarin kita menikah” Ujar Taeyeon lagi. “Kau benar Honey…. Aku merasa sangat bahagia membangun keluarga kecilku bersamamu honey ditambah dengan Taehun. Aku merasa memiliki semangat hidup disaat menatap wajah kalian berdua. Aku tak ingin melihat setitik air mata turun dari pelupuk mata kalian, kecuali air mata bahagia. Dan, Aku berjanji akan tetap menjaga kalian dan membahagiakan kalian berdua.” Ujar Luhan mantap sembari menatap dalam mata jernih Taeyeon.

“Saranghae Honey~” Tambah Luhan lagi. “Nado oppa” Jawab Taeyeon dengan senyum tulusnya.

Wajah Luhan semakin mendekat kearah Taeyeon, Hingga kini Taeyeon dapat merasakan hembusan nafas teratur milik suaminya. Kedua mata itu tertutup hingga kedua benda tak bertulang itu bertemu dan saling mengecup.

Chup~

Hanya kecupan kecil penuh makna yang mereka lakukan.

“Eomma Appa, Cium aku juga” Ujar Taehun dari arah belakang. “Aigoo…Taehun-ah, kenapa kau bangun lagi?” Tanya Luhan agak tak suka.

“Aishh..oppa.” Maki Taeyeon pada suaminya. “Kemarilah Baby” Ajak Taeyeon pada anak semata wayangnya. Dengan wajah yang berseri, Taehun duduk di pangkuan Taeyeon dengan nyaman.

“Lihatlah baby, Disana banyak bintang yang bertaburan” Ujar Luhan mengusap lembut rambut Taehun. “Ne Appa, itu sangat indah.” Jawab Taehun mengangguk senang.

“Baby, apakah kau bahagia hari ini?” Tanya Taeyeon memandang Taehun dari arah samping Karena posisi Taeyeon saat ini seperti memeluk Taehun dari belakang.

“Aku selalu bahagia eomma. Bahakan saat aku dilahirkan menjadi anak Appa dan Eomma aku sudah sangat bahagia. Menjadi anak Appa dan Eomma adalah kebanggaan bagiku” Jawab Taehun senang. Luhan dan Taeyeon menatap Taehun dengan bangga.

“Gomawo Baby” Ujar Luhan. Taeyeon dan Luhan mengecup pipi kanan dan kiri Taehun dengan senang. “Appa Eomma, Saranghae” Ujar Taehun senang, dan segera mengecup pipi keuda orang tuanya.

“Cha~ Sekarang ayo kita tidur” Sahut Luhan. “Appa Eomma, Aku akan tidur dengan kalian ya? Ya? Ya?” Tanya Taehun dengan aegyonya.

“Tentu Baby. Kajja” Jawab Taeyeon semangat. Sementara Taehun tengah berteriak girang diatas gendongan Luhan.

Dan inilah keluarga baru dari seorang Xi Luhan. Dimana dulunya ia harus menahan rasa sakit menahan gejolak cinta dan api cemburu. Dan atas kesabarannya itulah kini ia mendapatkan kebahagiaan tersendiri dari hidupnya.

 

THE END

 

 

Cha..Cha..Chaa…

Jadideh, Dan beginilah hasil dari sequel Love You Do Not Change. Sengaja Disini gak aku masukin berbagai macam konflik yang mengganggu.

Gimana nih readernim? Ngerasa puas gax ama ff abstrak ini? Kalau gx, saya minta maaf banget ya..He..he….

Gak banyak cuap – cuap yang mau aku omongin, Yang jelas aku butuh vitamin dari readernim sekalin. Silahkan tinggalkan jejak di kolom coment ya..

Maaf atas segala Typo dan kata – kata yang kurang baku…

Samapi jumpa di ff berikutnya..Annyeong…^-^

Advertisements

46 comments on “[FREELANCE] Baby I Belong To You (Oneshot)

  1. Akhirnya lutae memiki anak yg lucu
    masih kecil taehun udah jd rebutan apa lg nanti dewasa

  2. Suka suka bgt karna happy ending hiii sweet bgyt sihh ‘lutae sii baekh dasar perayu ulung kekekke bisa2anya ngajarin sii luhan

  3. Iih kyeopta deh Taehun nya^^ aku suka aku suka hehe kocak juga pas ada cibta segitiganya hehe

  4. wah keren thor…..
    lucu taehun direbutin ma 2 cew, eh malah kbur sendiri..hehehe
    next project dttgu thor..
    fighteng!!!

  5. Aaaaaa…..
    senang banget bacanyaa…
    happy ending…
    dan aku suka banget sama alur ceritanya..
    ditunggu ff yang lainnya..

    FIGHTING

  6. wahhh mau lagi donkkk… ini romance and family banget yee….
    si taehun kagak minta ade lagi ye *plak
    kan biar ada sequel lagi hehehe :v
    ohhhh I want lutae moreee ^o^♡

  7. Baguss LuTae ahh aku suka bgt tapi alurrny terlalu cepat and kok gk ada konflik yg bikin makin menarikk gitu.Ditunggu ff Lutae lainny ne ^^

  8. Wahhhdaebakkk….knpa taehan gak minta adik sih wkwkwwk(abaikan)…ditunggu ff lainnya yah author…fighting^^

  9. daebak ah lutaeee unyuuuuu;333 daebak thorr nice ff ^^ ditunggu karya selanjutnyaa😩^^

  10. Aaaaaaaaaaa sweeeet bgttt keluarga kecilnyaaaaaa;;
    lucu bgt si luhan ga brani minta wakakkaka
    Nice thooooooor
    Makasi udah dibuatin sequelnya wakakkakaka
    Ff lain ditunggu yaaaa

  11. Huwaa ! LuTae ~ feel nya .. hahhha .. TaeHan lucu banget 😂 aigoo .. persis kayak LuTae juga 😂 btw ! FF nya asikk benget thor !! Fighting!! Ditunggu nexxt ff karya thor ☺ Fighting!!!

  12. Yeay happy ending~~~
    Benernya anaknya LuTae itu Taehan atau Taehun thornim?
    Hahahaha
    Update soon buat ff yang laen yahh
    Hwaitaeng!!

  13. Kok gak da rencana buat anak kedua? Hehehehe
    Padahal ingin tau nantinya cwek pa cwok lagi
    Taehyunnya sepertinya ganteng” imut deh ampe direbutin 2 yeoja kkk~
    Para bapak ikut”an juga pingin jodohin untung luhan gak setuju hahahaha
    Daebak nih sequelnya, aku tunggu updatean mu yang lainnya thor 😄

  14. Mreka lucu bnget thor!! gemesin… ><
    Daebak bnget thor !! ^^

    Ntu luhan kebebet pngen pnya anak,, karna baekhyun sma donghae istrinya udh hamil:'3
    Cieee… Taehun msih kcil aj udh drebutin dua cwek skaligus gmana bsarnya ?? Smpai2 Baekhyun dan Donghae mau jodohin slah satu anakmya sma Taehun,, tpi Luhan nolak mentah:g

    Mreka bhagia bnget… smoga mkin bhagia :3

    Next… dtnggu ff lainnya!!
    Fighting!! ^^

  15. Darbak thornim, mereka keluarga bahagia banget dan menggemaskan,,, duh taehun lucunya…
    luhan oppa kena rayuan baeki oppa haduh… apalagi luhan oppa pengen banget punya anak…
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  16. XI LUHAN
    XI TAEYEON
    XI TAEHAN
    kluarga kcil yg bkin envy akut. andai emg bnr” kjadian. psti sweet binggo. agak nya aku skrg sdkit g suka sm bebek. ternyata dia suka ngebully member cina. aku g tau ini hanya kebetulan ato emg bnran. si bebek pas lg sm tao ktangkep fancam. tao niatnya gandeng tangan bebek tp bebek g mau. terus pas ksentuh dkit ama tao langsung dilap tangan nya serasa seperti najis binggo. mungkin hanya bercanda. tp kliatan nya emg real bgt kalok bebek emg g suka. trus expresi tao juga kyk bingung dan bengong jd satu krna si bebek seperti itu. terkadang saya merasa sedih dsitu. pdhl tao luarnya cool bgt. knp ps liat video itu lgsg bepedapat laen yah. ywdah lh g usah di bahas hahahahha

    taeng ama lulu aja. biar ntar kturunan nya kayak real taehan. lgian kalok dliat” si luhan ni emg kyk nya demen ama taeng kenyataan nya dia perhatian bgt sm taeng. bisa dilihat tatapan nya pas di GDA 2013 lalu pas exo masi komplit. dia juga perhatian bgt. ampe di jinjingkan gaun taeng yg memang kepanjangan. tp luhan g terlalu di tunjukin kalok naksir taeng soalnya bebek kan terang”an naksir taeng krna ada perasaan g enak jd ngalah aja. sory yak crewet bgt thor hehe
    #nojudge (hanya berpendapat hehehe)

    next story di tunggu thor. fighting!!! ^^

  17. waaaah squelnya akhirnya keluar juga hhe ..
    asiik happy ending ditunggu ff selanjutnya ya …. yo~ yo~ yo~

  18. Wah di sequelInya thorr…….
    SEbelumnya makasih dah ngabulin keinginan readers ini dan tentunya readers yng lainnya….[gumawo]
    Luhan keren berjuang sampe 5 tahun buat taeng love sama luhan..
    I like it perjuanganmu dan akhirnya bisa bisa ngikat taeng sampe kepernikahan…..
    Ha haa teryata luhan belum dapat “ITU” nya dari taeng…
    Harus bersabar lagi luhan..
    Wah baekhyun saran mu teryata ampuh juga. Dan akhirnya luhan dapaat “ITU” dari taeng dan berhasil harus berterimakasih tu luhan sama baekhyun karena bisa milikin taeyeon seutuhya…
    Gak bapak ma anak sama aja.. [Sama sama ganteng dan imut]……
    Belum besar aja dah direbutin 2 yeoja kecil apalagi besarnya[^ aku mau ikutan ngerebutin aahhhh..”] taehun wait me….ok.
    Dan selamat juga buat keluarganya baekhyun sama ahra..
    Kirain baekhyun gk bisa berpling dari taeyeon…
    Ditunggu kary yamg lainnya eonni..
    Q cuma bisa bilang
    SAMANGAT..
    Dan SEMANGAT…

  19. Sweet, kesabaran luhan Membuahkan hasil. Chukae, chukae.
    Next ya thor, ak tunggu karya selanjutnya ya. Fighting

  20. Waaa donghae baekhyun lucuuu banget lol lol hahahhaha. Waaaa sequelnya bagus kok thorrr . waaa taehan kyeoptaaaa huaaaaa ditunggu ff yg lainnya ya thor hwaitinggg😘💕

  21. Kyaaaa pingin menikah jugaaa tpi aku msih muda-_-…ya seenggaknya gitu dapetin si doi kek #ngode
    Keep writting thor

  22. mian thorr..telat komen..
    LuTaee daeebakk.. yah walau gada konflik tapi not bad laa.. Next project ditunggu, fighting 🙂

  23. ARGGGHHHH!!Lutae couple again..i love it..taehun sooo cute..haha..suka ff luhan ama taeyeon and genre nya marriage life..i love that..sequel nya ya thor jaebal..jaebal thor..

  24. Taehun diperebutkan.. Padahal dia masih kecil ? Ntar kalau udah besar dikerubungin cewek tuh… Hahaha… My saengi bikin nc? Wah… Panas dingin gak tuh? Ditunggu yang eeee…. Lupa judulnya.. Fighting aj hehe… 😀

  25. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s