12 Power Legend – Chapter 12 (END)

12 Power Legend – Chapter 12 (END)

12 Power Legend - EXOTaeng

 

Title : 12 Power Legend – Chapter 12 (END)

Author : Oh Eun Hye (sparpiglets3)

Rated : T+ (PG-15)

Genre : fantasy, adventure, mystery. action (little bit romance)

Length : Multi-Chapter

Main cats : SNSD Taeyeon, EXO member

Support cats : you will find other cats in the story

Disclaimer : all the main cats in this story don’t belong to the author. The author is only entitled to the story belongs to the author who in import directly from my brain.

Author note’s : typo (s) scatted. For those who don’t like the cats here in, please don’t vilify or bash the cats! Author never allow to anyone plagiarism for this Fanfiction. And remember to give a comment. Don’t be a silent readers.

 

 

Waktu berlalu dengan cepat. Taeyeon terbangun dari tidurnya. Ia tetap mendapati dirinya ada di sebuah ruangan di mana ia dan Jessica tadi malam tertidur. Di sampingnya, Jessica masih terlelap dalam damai. Taeyeon merasa sangat haus sekarang. Tapi, ia tidak tahu di mana letak dapur atau tempat di mana dia akan mendapatkan air.

Taeyeon beringsut menuruni ranjang. Dengan perlahan, Taeyeon membuka pintu kamar tersebut. Kesunyian menyapanya ketika Taeyeon membuka pintunya. Taeyeon sudah mencoba membuka pintu sepelan mungkin. Tapi, bunyi ‘KRIET’ tak dapat di hindari. Entah karena pintunya terlalu tua atau karena kesunyian yang merajai.

Celingak-celinguk, Taeyeon melihat ke sekeliling. Taeyeon hanya menyembulkan kepalanya saja. Tanpa ada niatan ingin mengeluarkan tubuhnya. Setelah di rasa tak ada siapapun, Taeyeon berjalan dengan pelan. Masih terus waspada. Padahal Taeyeon berada di EXO Planet. Di mana semuanya akan menjaganya. Bukan di kerjaan Dark.

Kesunyian seperti menyelimuti setiap ruangan itu. Begitu hening seperti tanpa kehidupan. Taeyeon merasa heran. Kemana orang-orang yang kemarin di temuinya. Kenapa mereka seperti menghilang di telan bumi. Taeyeon melihat ke arah ballroom yang kemarin ia datangi. Ballroom itu sesunyi ruangan yang lain. Ini menimbulkan kerutan aneh di kening Taeyeon. Taeyeon seperti lupa akan rasa hausnya. Dan lebih memilih mencari kemana orang-orang pergi.

 

PUK!

 

“Kyaaaa!”

 

Tepukkan itu membuat teriakkan membahan Taeyeon seperti memecah keheningan. Begitu berisik dan bising. Taeyeon memejamkan matanya. Siapa? Siapa yang menepuk pundaknya. Dengan cepat Taeyeon membalik tubuh dan terbelalak saat melihat seraut wajah namja yang menatap datar padanya.

 

“Sehunnie-ssi?” Taeyeon mencoba mengingat namja ini. Kalau tidak salah, namja ini yang dulu menghina Taeyeon pendek, kan? Taeyeon jadi kesal sendiri mengingatnya.

“Apa yang kau lakukan di sini? Mengendap-endap seperi seorang maling.” Tanya Sehun.

“Aku sebenarnya ingin mencari minum. Tapi, aku tidak tau di mana letak dapurnya.” Jawab Taeyeon. ‘yaah, sedikit ingin mengetahui seluk-beluk tempat ini juga, sih.’ Batin Taeyeon menambahkan.

 

Sehun hanya menangguk kecil dan menarik Taeyeon Taeyeon. Taeyeon tentu saja heran dengan tingkah Sehun. Memberontak dan minta di lepaskan. Tapi, sepertinya suara Taeyeon hanya seperti angin lalu untuk Sehun. Sehun tetap menarik tangan Taeyeon untuk mengikutinya.

 

“Ya, Sehunnie-ssi. Kau mau membawa ku kemana?” tanya Taeyeon.

“Bukankah kau bilang ingin minum?” bukannya menjawab pertanyaan Taeyeon, Sehun malah bertanya balik. “Dan nama ku itu, Sehun. Bukan Sehunnie.” Lanjut Sehun.

Taeyeon menggedikkan bahunya tidak perduli. “Itu bukan urusan ku. Ohya, kemana yang lain? Kenapa di sini sepi sekali?” tanya Taeyeon.

“Semuanya sedang bersiap-siap. Seharusnya kau juga begitu.” Jawab Sehun.

“Apa yang mesti aku siapkan? Memangnya aku berguna untuk apa selain mengumpulkan kalian semua?” tanya Taeyeon. Karena pikirnya setelah mengumpulkan ke 12 Power Legend itu, maka misinya sudah selesai.

“Tentu saja kau harus membantu menumbuhkan New Tree of Life.”

 

Taeyeon hanya diam saja setelah mendengar jawaban Sehun. Berarti setelah ini dia belum bisa pulang ke apartemannya, begitu? Astaga, padahal Taeyeon begitu merindukan apartemennya yang kecil dan nyaman. Merindukan guling-chan dan bantal-kun yang selalu menemaninya. Ternyata, ia masih memiliki tugas lagi. Menyebalkan, batin Taeyeon.

Langkah kaki mereka mengantarkan Taeyeon dan Sehun ke dapur. Taeyeon berbinar saat melihat sebuah teko air. Maka dengan cepat ia mengambil cangkir dan menuangkannya. Meneguk sepuasnya. Seakan tak pernah minum saja. Sehun menggelengkan kepalanya melihat aksi Taeyeon.

 

“Sudah puas?” tanya Sehun saat melihat Taeyeon sudah selesai minum.

“Huh?” Taeyeon menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti.

“Ku bilang, apa kau sudah puas minum?”

“Sudah, ku rasa.” Sahut Taeyeon sambil meletakkan cangkir itu kembali di tempatnya semula.

 

Telekinetics kepada Wind, segera ke ruang ballroom. Jangan lupa bawa ‘Gadis terpilih’ beserta temannya. Kita akan segera memulai penyerangan’

 

Suara Luhan menggema di otak Sehun. Itu adalah telepati Luhan. Sehun terdiam dan segera menarik kembali tangan Taeyeon. Membuat Taeyeon kembali tersentak kaget. Taeyeon jadi sedikit kesal akan Sehun. Anak ini suka sekali membuat orang terkaget. Sehun membawa Taeyeon sampai di depan pintu kamar di mana Jessica yang mungkin masih terlelap. Ia melepaskan genggaman tangannya pada tangan Taeyeon.

 

“Aku akan ke ballroom duluan. Kau bangunkan teman mu dan segera ke ballroom, oke?” pesan Sehun. Taeyeon hanya menangguk saja.

 

Semuanya sudah berkumpul di ruangan ballroom itu. Tampak para dewan tertinggi yang memiliki sepasang sayap yang sama dan mengenakan baju perang masing-masing. Sedangkan para 12 Power Legend juga mengenakan sayap mereka dengan ciri khas masing-masing. Mereka juga menggunakan baju perang. Tepat setelah Taeyeon dan Jessica sampai, mereka tampak sudah siap.

 

“Kajja. Kita tak bisa membiarkan kerajaan Dark terus-menerus berkuasa. Kai, Chanyeol, dan Chen. Kalian segera bawa ‘Gadis terpilih’ dan temannya ke reruntuhan Tree of Life. Kalian bukan Cuma membawa mereka. Tapi, juga harus melindungi mereka. Kalian mengerti?” tanya Leeteuk pada 3 orang namja yang tadi ia sebutkan.

“Mengerti!” sahut Chen, Kai, dan Chanyeol serentak.

“Ku peringatkan, jangan lengah dan untuk keamanan, jangan lupa untuk memasang segel di sekitar kalian. Jangan biarkan makhluk Dark itu menyentuh Taeyeon dan temannya seujung rambut pun.” Titah Leeteuk. Di angguki oleh ketiganya. “Kalau begitu, kajja!”

 

Dengan segera mereka terbang dengan sayap mereka masing-masing. Pergi meninggalkan EXO Planet dengan keindahannya. Menuju negeri Dark yang sarat akan kegelapannya. Kai membawa Jessica, Taeyeon, Chanyeol, dan Chen menuju reruntuhan Tree of Life. Sedangkan sisanya akan melakukan penyerangan terhadap kerajaan Dark. Mereka tak mempunyai anak buah selain Dewan tertinggi dan juga 9 Power Legend. Karena seluruh penduduk EXO Planet tewas waktu penyerangan kerajaan Dark dahulu.

Rupanya Jinki memang sudah menduga akan adanya serangan dari mereka setelah 12 Power Legend bersatu. Maka kerajaan Dark pun juga mempersiapkan pertahanan dari serangan mereka. Minho memimpin pasukan yang menjaga pertahanan pertama. Seluruh prajurit begitu siap dengan persenjataan yang lengkap. Minho sendiri berdiri dengan gagah di atas kuda perangnya yang berwarna hitam.

Dewan tertinggi dan 9 Power Legend yang datang menatap mereka dalam jarak 50 meter. Kedua belah pihak dengan keadaan pasukkan yang sangat tidak seimbang. Minho tertawa remeh karena melihat musuhnya kalah jumlah dengan pasukkannya.

 

“Ya ampun! Apa kalian pikir kita sedang bermain perang-perangan? Kenapa jumlah kalian seperti kesebelasan sepak bola?” ejek Minho dengan seringai meremehkan.

“Jangan pandang jumlahnya. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan tertawa pada akhirnya.” Sahut Leeteuk.

“Ah, Ketua Dewan. Senang bisa melihat wajah anda kembali. Ku pikir kau akan musnah bersama dengan pohon aneh itu.” ucap Minho yang melihat Leeteuk.

“Tidak usah berbasa-basi. Bisakah kita segera memulainya? Aku mulai merasa sedikit bersemangat.” Baekhyun memamerkan seringainya.

“Kenapa tidak? SERAAANG!”

 

Teriakkan Minho yang membahana membuat Beratus-ratus pasukan yang di pimpinnya memulai serangan. Para Dewan dan 9 Power Legend pun juga harus meladeni mereka. Tapi, apalah arti banyaknya pasukkan itu di bandingkan dengan kekuatan 16 orang tersebut. Pasukan yang banyak itu bukanlah tandingan bagi mereka.

Dengan cepat pasukkan itu berjatuhan dan tewas karena serangan dari 16 orang yang berasal dari EXO Planet itu. Kris seperti membentuk segel dengan tangannya dan segera menyeburkan api dari mulutnya. Membumihanguskan pasukkan yang menyerang mereka. Beberapa pasukkan yang akan kabur di tarik kembali oleh telekinesis Luhan dan mau tak mau juga terkena dampak semburan api dari Kris.

Suho dan Minseok bekerja sama untuk membekukkan sisa-sisa pasukkan itu. Suho menyemburkan air dan Minseok membekukan mereka semua. Baekhyun menembakkan cahaya-cahaya putih dari tangannya dan menewaskan mereka yang tersisa. Dan Sehun menggunakan anginnya agar seluruh pasukkan yang bernyawa segera menemui ajalnya. Sampai akhirnya menyisakan Minho yang masih berdiri angkuh di atas kuda perangnya. Memandang datar pada seluruh pasukkan yang porak-poranda.

Hampir saja Kyungsoo melempar tanah berukuran raksasa pada Minho jika tidak di tahan oleh Leeteuk. Karena yang menahannya adalah ketua Dewan tertinggi, membuat Kyungsoo menggentikan kekuatannya. Padahal ia sangat gregetan untuk menghantam wajah Minho yang sok itu dengan tanah. Mungkin akan sedikit membuat efek memalukan yang akan terus di kenang.

 

“Kau lihat? Bagaimana mudahnya kami menghabisi seluruh pasukkan mu.” Ucap Siwon pada Minho.

“Ya. Dan aku terkesan akan itu. Tapi, tentu saja perang kita yang sesungguhnya belum di mulai, kan?” tanya Minho. Seringai misterius bermain di bibirnya.

“Tentu saja belum. Power Legend, segera kalian menuju reruntuhan Tree of Life. Temui ketiga saudara kalian. Kami masih punya urusan di sini. Ingat, berhati-hatilah.” Perintah Leeteuk pada Power Legend yang tadi bersamanya. Perintah itu membuat Power Legend menjadi terkejut.

“Lantas, apa kami akan membiarkan Dewan bertarung sendiri?” tanya Luhan.

“Tidak. Kalian memiliki urusan di sana. Dan urusan kami di sini. Segeralah ke sana. Kalian sudah bersatu dan saatnya menghidupkan New Tree of Life.” Sahut Leeteuk. Membuat mereka akhirnya mengerti. Dengan serentak menangguk dan terbang dengan sayap masing-masing menuju reruntuhan Tree of Life.

 

Ternyata keadaan reruntuhan Tree of Life juga tak jauh beda dengan tempat di mana mereka bertarung tadi. Beberapa mayat pasukan Dark tergeletak di tanah yang berdebu. Membuat udara sekitar menjadi terkontaminasi akan bebauan busuk yang berasal dari mayat-mayat itu. Di sekitar reruntuhan itu, terlihat Chanyeol, Chen, dan Kai yang sedang berjaga-jaga. Taeyeon dan Jessica mereka kurung di sebuah segel pelindung berwarna ungu transparan. Kedua gadis itu juga terdiam dengan tangan yang saling bertautan.

Power Legend berdatangan satu persatu dan menghampiri ketiga Power Legend yang tengah berjaga itu. Kedatangan mereka membuat Chanyeol, Chen, dan Kai terkaget. Mereka mengira kalau kerajaan Dark sudah musnah dan saatnya membangkitkan New Tree of Life.

 

“Kenapa ke sinu? Apa kalian berhasil memusnahkan kerajaan Dark?” tanya Kai.

“Tidak. Dewan tertinggi yang akan menyelesaikan mereka. Sedangkan urusan kita yang sebenarnya ada di sini.” sahut Minseok.

“Urusan apa?” ucap Chanyeol.

 

PLETAAK!

 

“Babo! Tentu saja menghidupkan New Tree of Life. Apalagi?” Baekhyun yang kesal karena kelemotan Chanyeol pun menjitak gemas kepala Chanyeol.

Chanyeol mengusap kepalanya yang berdenyut sakit. “Astaga, Baek. Kepala ku hampir bocor.” Ucap Chanyeol mendramatisir.

“Sudahlah. Kajja, kita lakukan. Sebelumnya buka segel pelindung itu. Dan lakukan seperti yang sudah di ajarkan leluhur kita.” Perintah Kris dan di angguki seluruh Power Legend.

 

Chanyeol, Chen, dan Kai segera melepaskan segel pelindung itu. Dengan perlahan pelindung itu mulai menipis sampai akhirnya hilang sama sekali. Taeyeon dan Jessica masih terus berdiam tanpa sedikitpun bergerak. Hanya mata mereka yang menatap 12 Power Legend itu satu persatu.

Setelah itu 12 Power Legend itu dengan segera berkumpul dan membentuk sebuah lingkaran. Mereka seperti menarik sesuatu di dalam dada mereka. Tentunya itu adalah Krystal Power Legend yang selama ini tertanam dalam tubuh mereka. ke-12 Krystal dengan bentuk tidak teratur di lengkapi dengan symbol masing-masing kekuatan di tengahnya. Memiliki warna yang sesuai dengan warna mata masing-masing Power Legend itu.

Kris dan Suho membentuk sebuah pola pohon di tanah. Kemudian membuat sebuah lambang pentagram yang mengelilingi pola pohon itu. Ke-12 Krystal itu di letakan di masing-masing ranting pohon. Dengan kekuatan telekinesisnya yang sepertinya masih tersisa, Luhan menarik Taeyeon mendekat ke arah mereka. Taeyeon yang tidak mengerti dan tidak tahu serta terkejut hampir kehilangan keseimbangannya karena kekuatan telekinesis Luhan. Beruntung dengan tanggap Chen menolong tubuh mungil Taeyeon.

 

“Taeyeon-ah, apa kau siap?” tanya Kris pada Taeyeon yang mulai berkeringat dingin. Ini benar-benar pengalaman tak akan terlupakan sepanjang hidupnya.

“A-aku… a-aku…. a-apa ini akan be-berhasil?” tanya Taeyeon. Ia sedikit ragu juga gugup sekarang.

“Tentu saja. Kalau kau siap, maka kita akan segera memulainya.” Ucap Suho.

Taeyeon meneguk ludahnya kasar. “Ba-baiklah. Ku harap aku masih akan terus bernafas setelah ini.” Harap Taeyeon. Berjalan dengan ragu ke tengah-tengan lambang pentagram itu. Tepat berada di pola pohon.

 

 

Dewan tertinggi kini sedang menghadapi pasukkan yang di pimpin oleh Taemin. Yaitu pasukan penjaga gerbang masuk menuju kerajaan Dark. Sebelumnya mereka berhasil melumpuhkan pertahanan dari sayap kanan dan kiri kerajaan Dark yang di pimpin Kibum dan Jonghyun. Tapi, sepertinya perjuangan mereka masih belum selesai. Karena pasukan pengawal gerbang ini cukup tangguh.

Namun, sekali lagi. Karena pasukkan itu bukanlah lawan seimbang Dewan tertinggi membuat mereka musnah. Bahkan Taemin kini tersungkur di tanah bersimbah darah. Nafasnya terengah-engah. Beberapa kali Taemin terbatuk-batuk dan darah menyembur dari mulutnya. Tapi, seringai kejam masih terpatri di bibirnya.

 

“Ck! Bagaimana bisa ia tetap menyeringai menyebalkan setelah keadaanya seperti ini.” Jengah Hyukjae karena tingkah Taemin yang menurutnya memuakkan.

“Sudahlah. Sebaiknya kita tinggalkan saja dia. Biarkan dia menikamti masa sekaratnya dengan damai. Kita tidak boleh mengganggunya.” Ucap Yesung dengan muka datar.

“Hahaha! Hyung, kau selalu saja berkata tanpa hati.” Donghae tertawa saat mendengar kalimat bernada tidak peduli tadi sarat akan kepedasan (?) keluar dari mulut Yesung.

“Itu memang ciri-ciri Yeusng hyung, kan?” sekarang Henry juga ikut tertawa bersama Donghae.

 

PLETAK!

 

PLETAK!

 

Dua buah jitakkan manis bersarang pada kepala Henry dan Donghae. Sedangkan Leeteuk sang pelaku jitakkan menatap mereka dengan pandangan tajam seperti ingin membunuh. Membuat Henry dan Donghae tertawa kikuk.

 

“Kajja! Kita masih ada urusan dengan Jinki sebelum menemui 12 Power Legend.” Ucap Siwon menyadarkan mereka.

“Oh, halo Dewan tertinggi. Apa kalian merindukan ku?”

 

Sebuah suara yang sangat tidak asing lagi di telinga pada Dewan tertinggi menggema. Membuat mereka berbalik dan menemukan Jinki dengan beberapa anak buah kepercayaannya. Jinki tersenyum manis melihat kedatangan Dewan tertinggi itu. Tapi, di mata Dewan tertinggi, senyuman Jinki itu sangat memuakkan.

 

“Tak ku sangka kalian mau repot-repot datang ke mari. Dan itu Cuma untuk menemui ku? Astaga, aku tersanjung. Sungguh!” ucap Jinki dengan seringainya.

“Tentu saja, Yang Mulia Raja Jinki. Kami datang untuk panggilan khusus dan akan kembali menyegel mu ke dalam dasar neraka.” Sahut Leeteuk.

Jinki tertawa dengan keras. “Kalian ingin menyegel ku? Sebelumnya bagaimana kalau kita bersenang-senang dahulu.”

 

Jinki menyeringai. Tangannya sibuk membuat segel. Lantas Jinki merapalkan sebuah mantra. Tiba-tiba di atas Jinki terdapat beberapa lingkaran-lingkaran yang bercahaya dan di lengkapi dengan beberapa simbol-simbol. Lalu dari lingkaran-lingkaran itu, keluarlah binatang-binatang dengan bentuk raksasanya. Membuat Dewan tertinggi terkejut akan kehadiran mereka.

 

“Sebelum kalian menyegel ku―” Jinki terdiam beberapa saat. Binatang-binatang yang berada di belakangnya membuat suara-suara menyeramkan. Jinki lalu memberi kode untuk penyerangan. “― kalian harus membereskan mereka terlebih dahulu!”

 

Mulailah perlawanan antara Dewan tertinggi dengan binatang-binatang panggilan Jinki. Mereka bertarung dengan sengit. Leeteuk menghadapi seekor anjing dengan perawakan sebesar gajah. Anjing itu cukup tangguh. Entah sudah berapa kali terkena pukulan sekuat tenaga dari Leeteuk, binatang itu terus bertahan. Henry berhadapan dengan seekor ular kobra. Henry tidak yakin dengan ukuran panjang ular itu. Ular itu juga tak kalah besar. Henry sedikit kesal karena ia mendapat binatang aneh dan melata seperti ular.

Yesung menghadapi seekor beruang raksasa. Beruang yang dapat menyemburkan api dari mulutnya. Seandainya Yaeung tidak gesit dan pandai mengelak. Ia mungkin sudah terbakar habis oleh beruang itu. Siwon bertarung dengan seekor kuda. Besar dan tangguh. Serta berlari dengan kecepatan kilat. Membuat Siwon sedikit kesusahan mengejarnya. Belum lagi nafasnya yang beracun akan membuat Siwon tewas kalau menghirupnya.

Hyukjae menghadapi seekor gorilla besar. Hyukjae seperti biasa selalu memandang pertempuran sebagai permainan. Ia begitu bersemangat karena lawannya seekor makhluk primata bertubuh raksasa. Donghae melawan seekor burung elang raksasa. Paruhnya begitu tajam. Setajam pedang yang di asah. Beruntung Donghae memiliki sepasang sayap. Sehingga memudahkannya untuk terbang mengejar elang merepotkan itu.

Terakhir adalah Heechul yang harus kerepotan karena menghadapi 2 ekor binatang sekaligus. Yaitu rubah raksasa dan juga rakun. Dua binatang yang sama-sama lincah dan berbahaya. Tapi, Heechul dengan gesit menghindari dari serangan-serangan binatang tersebut. Heechul sama sekali tidak melawan. Ia hanya menghindar. Sampai akhirnya binatang raksasa itu letih sendiri. Saat itulah Heechul menggunakan kesempatan itu untuk menyerang balik. Dan segera membinasakan keduanya.

Pertarungan sengit itu kembali di menangkan Dewan tertinggi. Jinki bertepuk tangan dan menyeringai. Sedikit kagum dengan kekuatan Dewan tertinggi yang benar-benar mengagumkan. Hyukjae memberi jempolnya pada Heechul yang berhasil mengalahkan 2 ekor binatang sekaligus. Di balas senyum miring oleh Heechul.

 

“Tak ku sangka. Kekuatan kalian memang benar-benar menangumkan. Sepertinya legenda yang menyebutkan kalau kalian hebat tak berbohong, eoh? Aku terkesan.” Ucap Jinki.

“Sekarang, bisakah kami segera menyegel mu? Kami sudah membereskan binatang-binatang mu yang tidak berguna itu.” ucap Siwon datar.

“Haruskah secepat itu? Aku masih ingin bermain-main dengan kalian.” Jinki membuat wajah kecewa. Tapi, kemudian ia menggantinya dengan seringai. Jinki lalu terbang tinggi ke atas. Dewan tertinggi harus mendongakkan kepala mereka. Leeteuk merasa familiar dengan kekuatan ini. Seketika itulah ia terbelalak.

“Astaga! Ini bencana! Kajja, kita harus segera meninggalkan tempat ini menuju reruntuhan Tree of Life.” Titah Leeteuk dengan panic. Para Dewan tertinggi sedikit tidak mengerti kenapa ketua mereka sangat panic.

“Wae hyung? Kelihatannya kau sangat ketakutan dengan ini.” Tanya Yesung.

“Tentu saja. Aku pernah melihat kekuatan ini sebelumnya. Konsentrasinya sangat tinggi dan akan berefek mengerikan akibat kekuatan ini. Sebab itulah, aku menyuruh kalian pergi agar selamat.” Leeteuk masih terus memandang Jinki. “Ppaliwa! Ia akan melepaskan kekuatannya.” Leeteuk dan Dewan tertinggi lain segera terbang dan meninggalkan kerajaan Dark tersebut.

 

Jinki yang membumbung tinggi melepaskan kekuatannya. Dan sepertinya ketakutan Leeteuk benar-benar beralasan. Karena akibat kekuatan Jinki tersebut, kerajaan miliknya langsung hancur dalam sekejab. Bahkan bukan Cuma kerajaan Dark, tapi juga sekitanya ikut terkena dampak mengerikan akibat kekuatan Jinki. Beruntung Dewan tertinggi sudah terbang dengan sayap mereka menuju reruntuhan Tree of Life.

 

 

Sementara itu, 12 Power Legend mengelilingi symbol pentagram yang Taeyeon ada di tengah-tengahnya. Taeyeon menelan ludahnya dengan gugup. Rasa mulas, takut, dan gugup bercampur menjadi satu. Membuat tubuhnya bergetar. Di sana Jessica menatapnya dengan cemas. Jessica mengepalkan tangannya seperti memberi semangat pada Taeyeon. Taeyeon yang melihat hanya menelan ludah lagi dan menangguk.

 

“Taeyeon-ah, kau benar-benar sudah siap, kan?” tanya Kris lagi. Entah kenapa, Taeyeon sedikit merasakan takut saat mendengar suara Kris.

“N-ne. A-aku sudah si-siap.” Bergetar Taeyeon mengatakan hal itu. Kris menatap Taeyeon lekat.

“Kalau kau belum siap, kita bis menunda ini sampai Dewan tertinggi datang.” Tawar Kris.

Taeyeon menggeleng kuat. “Andwe. Su-sudahlah. Jangan membuang waktu lagi. A-aku sudah siap.” Padahal Taeyeon sebenarnya tidak yakin akan perkataannya.

 

Setelah mendengar perkataan Taeyeon, 12 Power Legend itu menautkan tangan mereka masing-masing dan memejamkan mata. Taeyeon juga ikut memejamkan matanya dan mencoba berkonsentrasi. Mengabaikan detak jantungnya yang menggila karena sedikit gugup.

Sensasi nyeri dan panas menyerang leher Taeyeon. Taeyeon mencoba untuk tidak tergoyahkan. Mengabaikan rasa yang seperti akan mematahkan lehernya. Tapi, Taeyeon tetap tak bergeming dan terus memejamkan mata. Tetes-tetes air matanya menjadi bukti bagaimana rasa sakit yang ia rasakan. Jessica yang menyaksikan kegiatan itu mengigiti jemarinya dengan gugup. Di tempatnya berdiri, Jessica dapat melihat leher Taeyeon yang berlambang pohon menyala merah dan berkilat-kilat.

 

“AARRGH!”

 

Taeyeon yang sudah tidak tahan lagi dengan keadaan lehernya yang menyedihkan menjerit sekuat tenaga. Teriakkannya begitu melengking. Jessica sudah menangis di tempatnya kini. Dirinya sungguh tak tega melihat temannya yang kesakitan di sana. Tapi, Jessica tak bisa berbuat apapun. Dirinya hanya bisa menangisi keadaan temannya yang memprihatinkan.

Sebuah pohon tiba-tiba muncul tepat di tengah lingkaran. Berada tepat di samping Taeyeon yang sedang kesakitan. 12 Krystal itu mulai menyatu dengan warna yang berbeda-beda. Pohon itu semakin tumbuh dengan tinggi sampai batas pinggang orang dewasa. 12 Krystal yang menyatu itu tiba-tiba masuk ke dalam jantung pohon itu. Dan pohon dengan 12 warna berbeda itu semakin tumbuh tinggi.

Rasanya leher Taeyeon benar-benar sudah mati rasa. Sakit dan perih yang teramat sangat membuat Taeyeon menjerit-jerit lagi. Ia mencengkram kuat lehernya sambil menangis untuk menujukkan betapa ia kesakitan. 12 Power Legend itu seperti tuli akan seluruh jeritan Taeyeon. Mereka tetap menutup mata mereka dan berkonsentrasi.

Pohon itu tumbuh semakin tinggi. Sampai akhirnya berukuran seperti pohon dewasa. Dedaunan yang berwarna-warni bergerak gemulai di terpa angin. Pohon itu adalah New Tree of Life yang akhirnya bisa di hidupkan kembali berkat bersatunya pemegang 12 Krystal. Dan tentu saja karena ‘Gadis terpilih’ itu berada di sini. 12 Power Legend dengan serta merta membuka mata mereka dengan perlahan. Menemukan Taeyeon yang terkapar dengan keadaan tidak sadarkan diri. Lambang di lehernya masih menyala merah.

Dengan segera mereka menghampiri Taeyeon dan membopongnya menuju tempat di mana Jessica berada. Chanyeol dan Chen tidak lupa untuk membuat segel perlindungan kalau-kalau datang sebuah serangan di mana mereka sedang lengah. Jessica yang melihat Taeyeon tak sadarkan diri begitu sedih dan menangis tersedu-sedu. Wajah Taeyeon juga pucat dan jejak air mata yang masih basah tertempel di pipi putihnya. Jessica mendekap erat tubuh Taeyeon yang sedang tidak sadarkan diri.

Lay sebagai seorang healing dengan segera mendekat dan memberikan pertolongan. Nafas Taeyeon terdengar satu-satu. Dadanya naik turun seperti sangat kekurangan akan oksigen. Lay terus mengobati Taeyeon. Tapi, gadis bertubuh mungil itu tak juga kunjung membuka matanya.

 

TAP!

 

Dewan tertinggi akhirnya sampai di tempat reruntuhan Tree of Life. Berdecak kagum karena New Tree of Life akhirnya tumbuh. Mereka tak dapat menyembunyikan kebanggaan mereka pada 12 Power Legend karena berhasil membuat New Tree of Life hidup. Tapi, kerutan segera muncul di kening mereka karena mendapati 12 Power Legend yang seperti sedang menggerumbungi sesuatu. Karena penasaran, akhirnya Dewan tertinggi menghampiri mereka.

Terlihat oleh mereka Taeyeon yang sedang tak sadarkan diri dan Jessica yang sedang menangis. Para 12 Power Legend itu memandang Taeyeon dengan tatapan khawatir. Karena gadis itu tak juga membuka matanya pasca melakukan pembangkitan New Tree of Life.

 

“Ada apa? Apa dia baik-baik saja?” tanya Heechul pada semuanya.

“Entahlah. Dari tadi ia tak juga membuka matanya. Aku sudah berusaha menyembuhkannya. Tapi, tak ada reaksi yang berarti dari Taeyeon.” sahut Lay terdengar putus asa.

“Aw! Apa ini? Sedang reunian, yaa?”

 

Suara memuakkan dari Jinki tiba-tiba terdengar dari belakang mereka. Beruntung Chanyeol dan Chen sudah membuat segel pelindung. Sehingga raja Dark itu tak akan bisa menyentuh Taeyeon ataupun Jessica. Senyuman Jinki yang tampak seperti seringai membuat mereka kesal.

 

“Sebaiknya kita segera menyegelnya dan kita harus mengakhiri kegelapan ini sekarang juga.” usulan Yesung di angguki Dewan tertinggi lainnya.

“Dengan begitu, kita tak perlu berurusan makhluk merepotkan ini lagi. Aku muak melihat mukanya yang tak ada tampan-tampannya. Lebih tampan diri ku.” Hyukjae mulai narsis. Dewan Tertinggi lain mulai akan muntah mendengarnya.

 

Leeteuk mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Tiba-tiba di tanganya terdapat sebuah buku bersampul tua. Jinki tentu saja terkejut karena melihat buku itu. Buku itu yang akan menyegelnnya. Sekarang Jinki mulai ketakutan karena ia tak mungkin lepas dari sini. Sedangkan 12 Power Legend dan Dewan tertinggi balas menyeringai kemenangan pada Jinki.

 

“Kenapa, Yang Mulia Raja Jinki? Kau takut dengan buku ini? Sebentar lagi kau akan kembali ke tempat di mana kau berada seharusnya.” Ucap Leeteuk. Jinki membelalakkan matanya.

“Kalian tidak akan bisa melakukan itu!” teriak Jinki dengan panic. Sekebelat bayangan terlintas di otaknya. Jinki lantas menyeringai. “Kalau kalian menyegel ku dan kekuatan kegelapan ku, maka ‘Gadis terpilih’ itu juga akan ikut tersegel sebagian jiwanya bersama ku. Karena aku sudah memasukkan kekuatan kegelapan ku dalam tubuhnya.” Jelas Jinki. Tentu saja membuat mereka terkejut dengan apa yang Jinki ucapkan.

“Kau….!” Geram Kris yang sepertinya sudah hilang kendali. Bukan Cuma Kris, tapi 11 Power Legend lain juga begitu.

“Bagaimana? Kau tetap mau menyegel ku dengan resiko setengah nyawa gadis itu ikut bersama ku, atau kau membiarkan ku dan gadis itu akan baik-baik saja?” tawar Jinki dengan 2 pilihan.

 

Mereka lantas bingung akan mengambil keputusan. Karena salah satu dari pilihan itu sama-sama beresiko. Kalau mereka tetap menyegel Jinki dan membiarkan setengah nyawa Taeyeon ikut, maka kemungkinan terburuk Taeyeon akan mati. Tapi, kalau mereka membiarkan Jinki tidak tersegel dan Taeyeon akan baik-baik saja, mungkin Jinki akan semakin berbuat kerusakan.

 

“Segel dia!”

 

Semuanya terkejut mendengar suara lemah yang berasal dari Taeyeon. Karena tanpa mereka tahu, Taeyeon tersadar. Bahkan Jessica yang memangku kepala Taeyeon tidak tahu karena terlalu terfokus akan ucapan Jinki. Mereka semua menatap Taeyeon. Taeyeon tersenyum lemah pada mereka.

 

“Jika ini akhir hidup ku, mau bagaimana lagi? Daripada membiarkan makhluk buruk rupa itu berkeliaran, bukankah lebih baik ia di segel?” ucap Taeyeon dengan senyum lemah.

Jessica memegang kepala Taeyeon. “What are you saying, silly?! I just get you after you loss. I will not let you go again!” teriak Jessica keras dan segera memeluk Taeyeon.

Taeyeon balas memeluk Jessica. “Tidak bisa, Jung. Terkadang, kita memang harus egois untuk kepentingan orang banyak. Dan untuk yang satu ini, biarkan aku egois dengan keputusan ku untuk pergi.” Bisik Taeyeon pelan.

Jessica menggeleng dalam pelukkannya. “Aku tidak ingin kehilangan mu. What should I do if you were not there? Who would have smacked my head everyday when you’re gone? Who will speak against me an idiot if you were not there?” isak Jessica. Taeyeon melepas pelukkan Jessica dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Jessica.

“Sudahlah. Kalau pun aku pergi, aku akan selalu ada di sini. Tepat di hati mu. Kau tau, kan?” ucap Taeyeon sambil tersenyum sambil menunjuk di mana letak hati Jessica. Membuat Jessica mau tak mau menangis kembali. “Kajja, segel saja dia. Aku tak apa.” Ucap Taeyeon pada Dewan tertinggi. Terlihat mereka seperti keberatan. Tapi, demi melihat senyuma manis Taeyeon mereka mengangguk.

 

Leeteuk meletakkan buku itu di atas tanah. Dengan cepat ia membentuk segel tangan dan dengan gerakkan kilat, garis-garis di atas tanah kembali membentu lambang pentagram. Dewan tertinggi lain saling menautkan tangan mereka dan kembali membuat segel secara bersamaan. Dengan segera Jinki seperti terhisap oleh buku itu.

Tak hanya Jinki yang terhisap oleh buku itu. Taeyeon merasakan tubuhnya terbakar. Karena kekuatan kegelapan yang ada di tubuhnya seperti memberontak dan keluar dengan seperti di tarik paksa. Membuat Taeyeon menjerit-jerit. Jessica sudah hampir tak dapat lagi menangis karena menyaksikan Taeyeon yang kesakitan di depan matanya. Tubuh Taeyeon seperti di selimuti asap berwarna hitam pekat. Menggulung-gulung sampai akhirnya ikut tersedot pada buku itu. Dan buku itu menutup dengan sendirinya. Taeyeon segera tergeletak di tanah dengan nafas yang putus-putus.

Mereka semua segera menghampiri Taeyeon yang antara sadar dan tidak. Tapi, Taeyeon masih tetap memamerkan senyuman manisnya. Kekuatan Dark memang sudah berhasil mereka segel kembali. Tapi, ternyata mereka juga harus kehilangan Taeyeon. Jessica kembali memeluk Taeyeon dan menangis di sana. Taeyeon yang sudah kehilangan separuh kesadaran dan kekuatannya berusaha menenangkan Jessica dan mengelus-elus punggung Jessica dengan gerakkan pelan.

 

“Uljimayo, Sica-ah. Hey! Kau tambah jelek jika menangis.” Canda Taeyeon berusaha agar Jessica tersenyum kembali. Tapi, Jessica malah tambah menangis. Taeyeon mengedarkan pandangannya dan mendapati tatapan sedih dari 12 Power Legend dan Dewan tertinggi. Taeyeon berusaha tersenyum walaupun itu sedikit sulit. “Hey, setiap pertemuan akan ada perpisahan, bukan? Dan ini adalah saatnya. Tak perlu bersedih. Karena cepat atau lambat ini akan terjadi, kan?” ucap Taeyeon. Setelah itu ia meringis karena matanya memberat dan hampir menutup. “Hey, Sica-ah, aku tau suara mu merdu, bisa kau nyanyikan sebuah lagu untukku? Bagaimana kalau lagu kesukaan kita? Ku pikir, aku butuh lagu untuk menidurkan mata ku.”

 

Jessica merasakan hatinya seperti di remas-remas dan di hancurkan mendengar perkataan Taeyeon. Ia masih terus menangis dan memeluk Taeyeon. Tak mendengarkan permintaan Taeyeon. Taeyeon memanggil Jessica dan kembali meminta agar Jessica menyanyikan lagu favorit mereka. Jessica akhirnya menyerah. Dengan suara bergetar, ia mulai menyanyikan lagu favorit mereka.

 

‘Pretty season passing a fragrant road

My cautions footsteps I’m nervous

When you come closer while smiling for me

It feel like all the happiness in this world is mine.

 

When I woke up due to the late afternoon sun I laughed.

 

It’s still my far future but I hoped it wasn’t my dream then

Just one love I hope the road we walk on is the same’

 

Jessica menghentikan nyanyiannya saat di sadarinya kalau mata Taeyeon perlahan menutup. Jessica tak dapat lagi melanjutkan nyanyianya. Tangisan dan kesedihan sudah mengusainya. Ini benar-benar sangat mengejutkan. Taeyeon kini sudah pergi dari hidupnya. Meninggalkan kenangan yang menyenangkan sekaligus menyakitkan jika di ingat.

Mereka semua hanya terdiam bagaimana melihat kematian seseorang yang berharga di depan mereka sendiri. Tak ada niatan untuk menenangkan Jessica yang sudah pasti sangat kehilangan. Entah dengan apa mereka mengekspresikan kesedihan mereka saat ini. Ini bukanlah akhir yang mereka inginkan atau harapkan.

 

“Kajja, kita harus membawanya kembali ke bumi. Dan kita akan mengistirahatkannya sebagai mana mestinya.” Suara Kris memecah keheningan. Tapi, Jessica tak ingin melepaskan pelukkan pada Taeyeon.

“No! I still want to sing our favorite song! I have no finished. I know, Taeyeon will listen! Jangan ambil dia dulu!” jerit Jessica sambil memeluk erat Taeyeon yang sudah tak bernyawa.

“Baiklah, kalau begitu. Maafkan aku Jessica-ah.” Sehun mendekati Jessica. Dengan sekali usap di jidat, Jessica langsung kehilangan kesadarannya. Dan segera mereka membawa 2 yeoja itu kembali ke tempat mereka.

 

 

Remake

 

Seorang yeoja tengah sibuk dengan berbagai buku-buku yang berada dalam dekapannya. Ia begitu tampak kerepotan akan buku-buku yang di bawanya. Beberapa lembar kertas yang ia letakkan dalam map tanpak keluar satu-satu. Ia mengerang frustasi.

 

“Arrgh! Merepotkan sekali! Aku akan membunuh Kwon songsaenim yang suka sekali memberikan tugas merepotkan ini! Menyebalkan!” umpatnya saat selembar kertas terjatuh. Beruntung hanya jatuh ketanah. Bukan di kubangan lumpur.

 

BRUKH!

 

Dan baru saja ia bangkit berdiri dari posisinya yang mengambil lembar yang jatuh, dirinya kembali menemui kesialan. Bagaimana kemudian ia kembali terjatuh dan map itu akhirnya berantakkan. Ia hampir saja menjerit dengan suara melengking. Tapi, itu di tahannya karena seorang ahjumma yang tersenyum manis padanya.

 

“Eh? Mianhamnida, ahjumma. Aku benar-benar tidak sengaja.” Ucap yeoja itu sambil membungkuk minta maaf. ‘Ugh, padahal ahjumma itu yang salah. Tapi, tak apalah.’ Batinnya.

“Ne, ahjumma juga minta maaf, ne. Ahjumma tidak melihat jalan.” Ahjumma yang masih terlihat cantik itu membantu yeoja itu berdiri.

“Ahjumma, aku permisi dulu, ne. Aku ada kuliah pagi. Mianhamnida ahjumma. Semoga bertemu lagi.” Yeoja itu sudah hampir akan berlalu. Tapi, ahjumma itu menahan lengannya.

“Chankkaman, siapa nama mu, anak manis. Wajah mu terlihat sangat familiar.” Ucap ahjumma itu sambil memperhatikan wajah yeoja yang bertabrakkan dengannya tadi.

Yeoja itu tersenyum manis sampai membuat matanya tenggelam. “Nama ku Kim Taeyeon, ahjumma.”

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

Author note : astaga, kenapa endingnya nyesek begini? Aku nggak tau harus bilang apalagi. Ini benar-benar ending yang nggak pernah aku pikirkan sebelumnya. Bisa di bilang ini ending ngagetiin banget.

Pertama aku mau ucapin terima kasih buat Allah SWT yang udah memberikan banyak nikmat pada ku. Karena berkat limpahan rahmat Allah, aku berhasil menyeleasaikan FF abal ini.

Aku mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada memberdeul, readersdeul, dan yang lainnya. Pada readers yang selalu nungguin FF abal ini. Pada readers yang selalu memberikan komentar pada setiap FF yang aku buat. Makasih sebenas-besarnya untuk kalian. Tanpa kalian, mungkin FF aku nggak bakalan jadi seperti ini.

Terima kasih untuk seluruh dukungan kalian yang selalu kalian selipkan pada komentar kalian. Sumpah, aku benar-benar berterima kasih. Aku sangat terharu kalau ada readers yang bilang ‘aku udah nunggu FF ini lama banget’. Itu benar-benar membuat ku merasa kalau FF buatan ku di terima oleh kalian. Dan aku sangat suka jika ada readers yang bilang ‘fighting, thor’. Hiks, pokoknya itu buat aku semakin semangat!

Terima kasih juga untuk silent readers. Aku memang tidak mengerti kenapa kalian tidak bisa komen. Tapi, makasih banget udah ngeluangin waktu berharga kalian untuk membaca FF ku ini. Walaupun kalian tidak koment, setidaknya kalian membacanya. Hiks (sumpah ini kayak nerima penghargaan).

Udah ah, aku nggak tau mau ngomong apa lagi. Pokoknya TERIMA KASIH BANYAK UNTUK KALIAN, READERSDEUL YANG TJAKEP! AKU SAYANG KALIAN!

Sampai jumpa di FF abal-abal buatan ku berikutnya, ne

See you~~~

Advertisements

75 comments on “12 Power Legend – Chapter 12 (END)

  1. OMONA OMONAA!!!~ jadi sedih bacanya. Mian baru komen thor.-. Btw kok aku imagine jinki jadi kwon jiyoung ya /plak/ . Semangat bikin ff yang lain thor. Fighting ‘-‘)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s