[FREELANCE] It’s You (Chapter 2)


It’s You (Chapter 2)

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Multi Chapter (maybe)

Genre: Romance, School-life, Friendship, Family

Main Cast: Xi Luhan, Kim Taeyeon, Kris Wu

Other Cast: Yuri, Sooyoung, Sehun, Taehyung, Chanyeol, Tao, Himchan, Kim’s and Wu’s Family, find.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to:  deerkkamjong07 @
ARTFANTASY

 Preview: Chapter 1


Happy reading^^

Kris dan Chanyeol terlihat sedang mengintip seseorang dibalik pohon besar yang berada disekitar area parkiran sekolah mereka tersebut. Tetapi jangan berpikiran bahwa yang sedang mereka intip saat ini adalah seoarang gadis, karena pada faktanya saat ini mereka tengah mengawasi Tao.

Namja bermata panda itu terlihat melakukan sesuatu pada sepeda yang satu-satunya terparkir diantara ratusan mobil mewah disana. Ya, memang sebagian besar siswa disana membawa mobil mewah mereka jika kesekolah, tetapi hanya ada satu sepeda di parkiran tersebut.

Kris tersenyum saat Tao sudah mendekat kearahnya, terlihat namja bermarga Huang itu membuang beberapa paku ke selokan.

“Sudah.?” Tanya Kris saat Tao sudah berada di antara dirinya dan Chanyeol.

“Sudah, tapi aku membuang beberapa paku karena terlalu banyak.” Jawab Tao sambil menepukkan tangannya seperti tengah menghilangkan debu.

“Apa ini tidak keterlaluan.? Bagaimana cara dia pulang.?” Tanya Chanyeol.

“Apa peduliku.? Itu resiko karena sudah berani dekat-dekat dengan gadisku.” Jawab Kris acuh.

“Haha, kau memang hebat.” Puji Tao dan menepuk bahu Kris.

“Tentu saja, tak ada namja lain yang boleh dekat dengan Taeyeon selain aku.”

“Kau ini posesif sekali, bagaimana dengan kedua ayah Taeyeon, Himchan dan Taehyung.? Apa mereka juga tak boleh dekat dengan Taeyeon sebagai ayah, oppa dan adiknya.? Lagi pula, belum tentu Taeyeon menerima mu.” Ucap Chanyeol karena tak nyaman dengan ucapan Kris.

“Hey, kau ini bicara apa.?” Tegur Tao dan menatap Chanyeol.

“Mereka berempat pengecualian. Selain kedua ayah Taeyeon, Himchan hyung, Taehyung dan aku, tak ada lagi namja yang boleh dekat dengan Taeyeon. Termasuk kalian.” Kris menunjuk kedua sahabatnya pada akhir kalimat.

“Tentu saja aku tak berani, bisa-bisa ban mobilku kau buang ke jurang.” Tanggap Tao yang selalu diiringi kekehannya.

“Kau ini berlebihan sekali.” Ungkap Chanyeol dan menggelengkan kepalanya.

Kris hanya mengedikkan bahunya tak perduli dan segera meninggalkan tempat tersebut diikuti Tao dan Chanyeol.

****

15.37 pm

Taeyeon dan Yuri baru saja keluar dari kelas mereka. Keduanya bernafas lega karena otak mereka bisa sedikit beristirahat setelah lebih dari setengah hari memikirkan pelajaran yang seperti tak ada habisnya.

“Taengoo.” Panggil Sooyoung dari arah tangga.

Sooyoung adalah senior Taeyeon dan Yuri sekaligus saudara sepupu Taeyeon. Bisa dibilang Sooyoung sangat menyayangi Taeyeon lebih dari adiknya. Namun sayang, dia terlalu dekat dengan Kris dan tertular sifat angkuh namja itu.

“Annyeong eonni.” Sapa Taeyeon dan Yuri saat Sooyoung sudah berada diantara mereka.

Sooyoung tersenyum menanggapi sapaan Taeyeon dan Yuri, setidaknya yeoja itu tak menunjukkan sifat angkuhnya didepan Taeyeon dan Yuri.

“Kau tau ‘kan malam ini keluarga Kris akan makan malam dirumahmu.?” Tanya Sooyoung.

“Benarkah.? Aku sama sekali tidak tau, eomma dan appa sama sekali tidak memberitahu ku tentang hal ini.”

“Bagaimana dengan Taehyung.?” Tanya Sooyoung lagi.

“Taehyung sepertinya juga tidak tau, kalau dia tau dia pasti akan membicarakannya padaku.”

“Untung saja aku menanyakan ini padamu. Baiklah, biar kujelaskan. Makan malam ini sekaligus membicarakan tentang perjodohan kalian, keluarga Kris akan sampai dirumahmu tepat pukul 7, dan aku akan datang kerumahmu pukul 5 untuk membantu ahjumma menyiapkan semuanya termasuk mendandani mu.” Jelas Sooyoung.

“Eonni juga akan kerumah.?”

“Wae.? Kau tidak suka.?”

“Aniyo. Lanjutkan.” Jawab Taeyeon dan sedikit menundukkan kepalanya.

“Semua sudah kujelaskan, yang pasti setelah ini kau tidak boleh kemanapun, langsung pulang dan siapkan semuanya. Dan nanti, jangan membuat ahjussi malu didepan keluarga Kris. Arra.?” Ingat Sooyoung dengan nada sedikit mengancam.

“Arrayo.”

“Terima Kris jika kau ingin keluargamu bahagia.” Ucap Sooyoung dan menepuk bahu Taeyeon sebelum berlalu.

Yuri yang sedari tadi diam kini mulai memandang Taeyeon yang sedang menunduk. Yuri merasa kasihan pada Taeyeon, gadis itu dijodohkan dengan orang yang sama sekali tak disukainya, dan itu pasti sangat menyakitkan.

“Are you okay.?” Tanya Yuri dan menyentuh bahu Taeyeon.

Tiba-tiba Yuri merasa tangannya yang berada dibahu Taeyeon bergerak, astaga! Taeyeon menangis.

“Uljimayoo Kim.” Ucap Yuri dan memeluk tubuh Taeyeon berusaha menenangkan sahabat tersayang nya ini.

“Eottokhae Yul.?”

“Sudahlah kau-”

“Annyeong!!”

Ucapan Yuri terpotong saat Luhan dan Sehun menyapa mereka.

“Omo! Taeyeon-ah, waeyo.?” Tanya Luhan khawatir.

“Ahh aniyo, aku hanya kelilipan saja. Jangan seperti itu, aku memang sangat mudah menangis, menyedihkan.” Taeyeon bergumam diakhir kalimatnya sambil mengusap air mata yang tadi mengalir.

Yeah, Taeyeon merasa sedih dengan dirinya sendiri, Taeyeon merasa lemah karena menangisi hal seperti ini. Dan Taeyeon rasa, selain menyedihkan, dirinya juga sangat berlebihan dan cengeng.

“Benarkah.?” Tanya Sehun memastikan.

“Ne,”

“Kalau begitu, kami duluan ne.” Ucap Sehun dan mendapat anggukan dari Taeyeon dan Yuri. Segera setelah itu, Sehun menarik Luhan dan beranjak pulang.

Taeyeon menghela nafas. Lelah rasanya. Lelah menutupi apa yang dirasakannya pada orang lain. Saat ini Taeyeon hanya bisa percaya pada Yuri dan Taehyung. Taeyeon tau dirinya memang sangat berlebihan dalam menanggapi masalah, tapi entahlah, masalah ini mungkin terlalu berat untuknya.

“Noona.?”

Taeyeon memalingkan wajahnya yang tadi menunduk, kini mata gadis itu mendapati Taehyung tengah berjalan kearah dirinya dan Yuri.

“Annyeong Yuri noona.”

“Annyeong Taehyung-ie.”

“Wae.?” Tanya Taeyeon sambil tersenyum. Taeyeon tak ingin Taehyung menyadari perubahannya dan berakhir dengan rasa khawatir. Cukup, Taeyeon tak ingin itu terjadi.

“Aku menunggu noona sedari tadi, noona lama sekali.”

“Mian, tadi ada sedikit urusan.” Jawab Taeyeon.

“Kalau begitu, kajja pulang.” Ajak Taehyung dan diangguki kedua gadia disana.

****

Luhan melambaikan tangannya pada Sehun saat pria itu melewati dirinya menggunakan sebuah mobil. Yeah, disekolah ini hanya Sehun lah namja yang mau berteman denganya, Sehun juga pernah menawari Luhan untuk selalu pulang dan berangkat berasama, tetapi pria itu menolak karena merasa tak enak dan sungkan. Luhan tau alasan para namja disekolahnya tidak mau berteman dengan dirinya. Itu karena Luhan berasal dari keluarga tidak mampu.

Luhan yang saat ini hanya tinggal dengan adik perempuannya. Kedua orang tua Luhan tengah merantau ke Kanada, sekedar menjadi pedagang. Luhan tak mungkin menyalahkan kedua orang tuanya dengan takdir yang menimpa keluarga mereka. Luhan hanya berusaha terus berfikir bahwa semua yang terjadi pada dirinya dan keluarganya adalah sesuatu yang sudah digariskan oleh Tuhan.

Keadaan ekonomi keluarga nya yang seperti ini menuntut Luhan agar tidak diam saja. Dulu, setelah pulang sekolah Luhan akan berangkat ke klub malam. Bukan apa-apa, Luhan bekerja sebagai bartender disana. Pukul 8 pekerjaannya dimulai dan akan berakhir pada pukul 2 dini hari. Tentu saja hal itu akan beresiko untuk seorang pelajar seperti Luhan, sebut saja bahwa namja itu bisa tertidur saat pelajaran tengah berlangsung.

Dan hal itu benar-benar terjadi pada Luhan, semenjak bekerja di klub, Luhan sering tertidur dikelas saat pelajaran tengah berlangsung, dan hal itu berdampak buruk pula dengan prestasi nya. Setiap hari dirinya akan sampai dirumahnya pukul 3 dini hari mengingat jarak antara klub dan rumahnya sangat jauh, ditambah lagi perjalanan itu ditempuh Luhan hanya dengan sebuah sepeda, dan itu membuat Luhan sama sekali tidak sempat untuk belajar hingga prestasi nya menurun.

Tentu hal itu akan berdampak sangat buruk pada Luhan, namja itu bersekolah disini karena beasiswa yang diberikan oleh kepala yayasan, namun dengan syarat Luhan akan terus mempertahankan prestasinya, dan jika prestasinya menurun, Luhan bahkan tak berani membayangkan bagaimana kekecewaan keluarganya.

Hingga Luhan keluar dari klub tersebut karena adiknya Cheonmi menawarkan pada sang kakak untuk bisa mendapat pekerjaan baru. Cheonmi yang saat ini menginjak JHS melihat sebuah lowongan kerja yang mungkin cocok untuk Luhan. Cheonmi sendiri merasa kasihan pada kakanya, Luhan bekerja untuk membiayai sekolahnya, tentu Cheonmi merasa tak enak dengan hal itu walau Luhan adalah kakaknya sendiri, sementara biaya untuk makan mereka sehari-hari ditutup dengan uang pas-pas’an yang dikirim oleh kedua orang tua mereka.

Kini Luhan bekerja di sebuah restoran besar disana. Luhan akan memulai pekerjaannya pukul 4 sore dan akan berakhir pukul 9 malam. Luhan cukup senang karena pekerjaannya yang saat ini sangatlah ringan jika dibanding pekerjaannya di klub dulu. Jarak antara rumahnya dan restoran tidak terlalu jauh hingga Luhan tak terlalu malam sampai dirumah. Luhan selalu sampai rumah pukul 9.30, setidaknya Luhan bisa meluangkan waktu untuk belajar agar prestasinya tetap terjaga, dan tetap bisa sekolah disana.

Luhan menghela nafas, kedua kakinya itu melangkah menuju sepeda nya yang terparkir diantara mobil-mobil mewah disana. Luhan sering mendapat hinaan dengan hal ini, banyak orang yang mengatakan bahwa Luhan tak pantas bekerja disana, tapi apa peduli Luhan. Orang diluar sana tak tau seberapa sulit hidup yang dijalaninya. Lagipula Luhan tak pernah meminta apapun dari orang-orang yang telah menghinanya. Jadi, untuk apa Luhan malu.? Toh, orang lain juga belum tentu bisa menjalani hidup seperti Luhan.

Luhan menaiki sepedanya dan siap mengayuh benda pentingnya itu. Tapi tunggu, ada yang aneh pada sepedanya. Luhan kembali turun dan melihat kondisi sepedanya. Astaga! Ban nya bocor. Luhan bingung dengan hal ini, pasalnya tadi pagi sepeda ini masih dalam keadaan yang sangat baik. Okay, Luhan tau jawabannya, sudah pasti ada tangan jahil yang melakukan sesuatu pada sepeda nya. Dan itu adalah Kris. Kris meminta Tao menancapkan paku pada ban sepeda Luhan, Kris memang sangat kejam. Tapi Luhan sama sekali tak tau jika Kris yang melakukan hal ini, Luhan tau pun namja itu tak akan bisa melakukan apapun. Luhan tak mau mengambil resiko bermasalah dengan Kris.

Luhan kembali mendesah kasar, sekarang apa yang harus dilakukan.? Dirinya sama sekali tak membawa uang untuk membawa sepedanya ke bengkel. Tetapi Luhan juga harus bergegas ke restoran tempatnya bekerja. Baiklah, setelah berfikir cukup lama, Luhan memilih menuntun sepedanya ketempat kerja. Mungkin nanti Luhan akan meminjam uang dari teman kerjanya untuk membawa sepedanya ke bengkel.

Ditengah perjalanan, Luhan tiba-tiba tersentak kaget saat sebuah mobil membunyikan klaksonnya dengan cukup nyaring, dan mobil itu kini berhenti tepat disamping Luhan.

Sang pemilik kini membuka kaca mobilnya hingga kini Luhan dapat melihat siapa orang itu, dan itu adalah Kris, Tao dan Chanyeol.

Luhan membungkuk singkat pada ketiga sunbae nya itu. Walau ini diluar sekolah, Luhan harus tetap hormat dengan mereka bertiga.

“Lihat, siapa yang kita temukan dipinggir jalan ini.” Ucap Tao yang saat ini duduk disamping Kris yang mengemudikan mobilnya, sementara Chanyeol duduk di jok belakang.

Luhan hanya tersenyum sebagai tanggapan dari ucapan Tao tersebut.

“Ada apa dengan sepeda mu.?” Chanyeol sekedar berbasa-basi, walau namja tersebut sudah tau ada apa dengan sepeda Luhan.

“Ahh, kurasa ban nya bocor sunbae.” Jawab Luhan dan tersenyum. Setidaknya, Chanyeol tidak kejam seperti dua temannya yang lain.

“Bawa saja ke bengkel.” Saran Tao.

“Tidak usah sunbae, biar ku tuntun saja.”

“Bilang saja kau tak punya uang. Cepatlah kaya, apa kau tak bosan miskin terus.? Sudah miskin, tak tau diri pula.” Sindir Kris yang sedari tadi diam.

Tentu ucapan Kris ini mengundang tawa menggelegar dari Tao. Sementara Chanyeol hanya tersenyum kikuk karena tak enak dengan Luhan.

Tanpa sepatah kata pun, Kris segera menjalankan mobilnya. Luhan hanya bisa menghela nafas. Dan Luhan mulai berfikir, mungkin saja Kris dan teman-temannya lah yang melakukan ini semua.

Luhan hendak melangkah lagi, tetapi pergerakannya terhenti karena ada sebuah mobil yang lagi-lagi berhenti disampingnya. Kaca mobil bagian belakang terbuka dan menampakkan Taeyeon bersama Taehyung disana.

“Waeyo Luhan-ah.?”

“Waeyo hyung.?”

Tanya Taeyeon dan Taehyung bersamaan. Lantas Taeyeon menatap kearah Taehyung karena adiknya itu memanggil Luhan dengan panggilan akrab.

“Hyung.?” Tanya Taeyeon bingung.

“Luhan sunbae, bolehkan jika aku memanggil mu hyung.?” Taehyung tidak menjawab pertanyaan Taeyeon, namja itu kini justru memberikan sebuah permintaan pada Luhan.

“Itu terserahmu saja.” Jawab Luhan dan tersenyum. Yeah, ternyata Taehyung memiliki kesamaan sifat dengan Taeyeon. Mereka sama-sama ramah dan baik.

“Ada apa dengan sepeda mu.?” Tanya Taeyeon lagi.

“Ban nya bocor.”

“Kenapa tidak hyung bawa ke bengkel.?” Tanya Taehyung bingung.

“Biar kutemani ne.” Ucap Taeyeon dan keluar dari mobil kemudian mendekati Luhan.

“Ahh tidak usah, ak-”

“Aku yang akan membayarnya.” Taeyeon menyela ucapan Luhan dengan suara yang pelan.

“Tae, jika nanti eomma atau appa menanyakan keberadaan noona, katakan saja jika noona sedang mengerjakan tugas dirumah Yuri. Arra.?” Pesan Taeyeon pada Taehyung.

“Arraseo noona. Kajja ahjussi, kita jalan.” Jawab Taehyug dan segera meninggalkan Taeyeon dengan Luhan.

“Kajja.” Ucap Taeyeon dan membantu Luhan menuntun sepeda nya.

****

Selagi menunggu sepeda Luhan yang masih ditangani, Taeyeon dan Luhan kini duduk sejajar pada kursi yang ada di bengkel tersebut.

“Taeyeon-ah.?”

“Ne.?”

“Apa ini tidak merepotkan mu.?” Tanya Luhan pelan.

“Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Aku justru senang bisa membantumu.”

“Tapi aku merasa tak enak.”

“Sudahlah, santai saja, bukankah kita teman.?”

Luhan tersenyum sebagai balasan untuk ucapan Taeyeon. Yeoja ini benar-benar baik. Luhan berulang kali berdecak kagum pada Taeyeon. Walau yeoja itu berasal dari keluarga kelas atas, tetapi Taeyeon sama sekali tidak sombong atau memilih-milih teman. Taeyeon berbaur dengan siapapun termasuk Luhan. Dan jika boleh jujur, Luhan sangat kagum dengan Taeyeon.

“Luhan-ah.?” Panggil Taeyeon karena sedari tadi Luhan hanya diam sambil memandangi nya.

“Ahh ne.?”

“Kudengar setiap pulang sekolah kau bekerja.?” Tanya Taeyeon pelan.

“Ahh benar, tunggu sebentar ne.” Ucap Luhan dan bangit kemudian sedikit menjauh dari Taeyeon.

Namja itu berniat menghubungi temannya agar mengizinkan pada atasan mereka bahwa Luhan hari ini tidak masuk kerja. Sudah sangat terlambat jika Luhan tetap berangkat bekerja.

Setelah selesai dengan urusannya, Luhan kembali dan duduk disamping Taeyeon.

“Kau menghubungi siapa.?” Tanya Taeyeon pada Luhan yang saat ini duduk begitu dekat dengannya.

“Aku meminta temanku untuk mengatakan pada atasan kami bahwa aku tidak bisa bekerja untuk hari ini. Sudah sangat terlambat.” Jawab Luhan dan tersenyum.

“Jadi kau benar bekerja.?”

“Ne.”

“Pukul berapa.?”

“Aku mulai bekerja pukul 4 dan selesai pukul 9. Dengan begitu, saat aku sampai rumah aku masih bisa belajar.” Jelas Luhan singkat.

“Hebat.” Gumam Taeyeon.

“Ne.?”

“Kau hebat. Kau sekolah sembari bekerja. Jika aku menjadi dirimu, aku belum tentu bisa sekuat kau. Kau bahkan masih berusaha mempertahankan prestasi mu agar bisa tetap bersekolah. Aku benar-benar kagum padamu.”

“Memang sudah seharusnya seperti itu Taeyeon-ah. Aku harus tetap bekerja agar adik ku bisa melanjutkan sekolahnya. Dia harus sukses nantinya.” Ucap Luhan dan sedikit menunduk.

Taeyeon yang melihat itu sedikit mendekat dan merangkul bahu Luhan. Taeyeon sangat kasihan melihat Luhan. Disaat teman-temannya yang lain selalu bermain saat pulang sekolah, tetapi Luhan justru harus bekerja untuk biaya sekolah adiknya. Benar-benar namja yang hebat.

“Aku tau perasaan mu Lu. Mulai sekarang aku akan menjadi temanmu, jika kau ada masalah, kau bisa menceritakannya padaku, aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu.” Ucap Taeyeon dan menepuk pelan bahu Luhan.

“Lalu, kau sendiri bagaimana.?” Tanya Luhan dan kembali menegakkan tubuhnya hingga rangkulan Taeyeon terlepas.

“Bagaimana apanya.?”

“Aku tau kau dijodohkan dengan Kris sunbae, kau bisa menceritakannya.”

Taeyeon diam. Yeoja itu bingung harus bercerita pada Luhan atau tidak, selama ini hanya Yuri dan Taehyung yang dipercaya nya. Tapi Taeyeon tau Luhan tipe orang yang bisa menjaga rahasia. Namun..

“Kau tidak mau bercerita.? Tak apa.” Ucap Luhan karena sedari tadi Taeyeon hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.

“Kau benar, aku memang dijodohkan dengan Kris. Perusahaan keluarga ku sedang dalam masalah, dan hanya perusahaan milik keluarga Kris yang bisa membantu. Tapi tidak secara cuma-cuma, keluarga Kris mengajukan permintaan pada keluargaku, dan permintaan itu adalah tentang perjodohan ku dengan Kris. Appa memang tidak memaksa ku tentang hal ini, tapi aku tidak bisa mengecewakan appa. Jika bisa, aku sangat ingin menolak perjodohan ini, tapi mungkin itu akan sulit.”

Taeyeon akhirnya bercerita pada Luhan, yeoja itu merasa tak enak, Luhan sudah mau bercerita dengannya, maka sangat tak adil jika Taeyeon tak mau bercerita dengan Luhan. Dengan begini, bertambah satu orang lagi yang tau masalah Taeyeon.

“Kenapa kau tidak menerima Kris sunbae.? Bukankah dia tampan dan kaya.?” Tanya Luhan yang mulai antusias dengan cerita Taeyeon.

“Tampan dan kaya bukan termasuk syarat menjadi namjaku. Dan aku tidak menyukai Kris karena dia sangat angkuh, dia selalu menggunakan nama ayahnya untuk melakukan sesuatu. Bukankah itu sangat disayangkan.?”

“Lalu, apa saat ini ada namja yang kau sukai.?” Tanya Luhan sedikit ragu. Namun dalam hatinya Luhan berharap Taeyeon menjawab ‘tidak’, entahlah,sepertinya Luhan tidak rela jika Taeyeon menyukai seseorang.

“Tidak, kurasa tak lama lagi aku akan menyukai seseorang.” Jawab Taeyeon dan tersenyum penuh arti kearah Luhan.

Luhan tersenyum tipis. Jawaban Taeyeon tidak muaskan, tetapi tidak juga mengcewakan. Entahlah.

“Maaf tuan, sepeda nya telah selesai.” Ucap Ahjussi yang memperbaiki ban sepeda Luhan.

Taeyeon segera membayar nya dan mengajak Luhan segera pulang.

“Gomawo Taeyeon-ah. Aku berhutang padamu.”

“Gwenchana, santai saja. Arra.”

“Kau mau pulang denganku.? Aku akan mengantarmu sampai rumah, tapi mian jika hanya menggunakan sepeda.” Tawar Luhan.

“Gwenchana, mungkin akan menyenangkan jika menggunakan sepeda. Lagipula ini sudah hampir malam, aku tak akan berani pulang sendiri.”

“Kalau begitu, kajja.”

Taeyeon segera menaiki jok belakang. Taeyeon memang pernah menaiki sepeda, tetapi itu sudah sangat lama. Dan kini dirinya kembali menaiki sepeda dengan Luhan yang memboncenginya. Mungkin itu sangat menyenangkan.

Luhan mengayuh sepedanya dengan perlahan. Namja itu berusaha membuat Taeyeon nyaman dan boncengannya. Dan itu memang benar, terlihat dari yeoja itu yang merentangkan kedua tangannya.

“Segar sekali.” Komentar Taeyeon.

“Kau benar, mungkin karena ini menjelang malam, karena biasanya tidak sesegar ini.” Jawab Luhan.

“Aku jadi ingin kesekolah menggunakan sepeda juga.”

“Mwo.? Bagaimana bisa begitu.?” Tanya Luhan terkejut.

“Ini sangat menyenangkan Lu, mungkin aku juga akan mengajak Taehyung menggunakan sepeda juga.”

“Kau bisa terlambat datang kesekolah nantinya.” Ucap Luhan perhatian.

“Ahh kau benar.” Jawab Taeyeon dan terdiam setelahnya.

Luhan tersenyum, Taeyeon adalah orang yang hangat dan sangat mudah bergaul. Luhan pernah berfikir bahwa Taeyeon memiliki sifat yang sama seperti Sooyoung karena mereka sepupu, namun itu semua salah besar. Sifat Taeyeon berbeda jauh dengan sifat Sooyoung.

“Bolehkah aku berpegangan pada pinggang mu.?” Tanya Taeyeon setelah keduanya sama-sama terdiam cukup lama.

“Lakukan sesuai keinginanmu.”

Tangan Taeyeon dengan perlahan mententuh pinggang Luhan, dan tak lama kemudian tangan Taeyeon telah melingkar sempurna pada pinggan namja itu. Tak sampai disitu, Taeyeon juga menyandarkan dagu nya pada bahu Luhan.

“Ahh, nyamannya.” Ucap Taeyeon dan menghembuskan nafasnya tepat pada leher kanan Taeyeon. Tentu saja hal itu membuat Luhan merasa kegelian dan nyaman dalam waktu yang bersamaan.

“Aku jadi merindukan appa dan oppa.” Ucap Taeyeon dan membuat Luhan mengerutkan alisnya bingung.

“Bukankah kau bertemu appa mu setiap hari.? Dan aku baru tau jika kau memiliki oppa.” Tanggap Luhan yang masih setia mengayuh sepedanya.

“Yang kumaksud adalah appa kandungku. Apa kau tidak tau tentang hal ini.?”

Luhan menggeleng membuat Taeyeon menghela nafas sejenak berniat memulai ceritanya.

“Appa kandungku dan eomma ku sudah bercerai, mereka berpisah sekitar 4 tahun yang lalu, aku tak tau pasti apa yang membuat mereka berpisah, yang kutau mereka sudah tak memiliki kecocokan. Dan akhirnya aku ikut eomma, sementara oppa ku ikut dengan appa. Kemudian sekitar 2 tahun yang lalu, eomma menikah dengan appa ku yang sekarang dan aku memiliki adik Taehyung. Apa kau mengerti dengan ceritaku.?” Tanya Taeyeon setelah menjelaskan semua pada Luhan.

Yeoja itu sedikit mendongak untuk menatap Luhan, namun tanpa sadar bibirnya hampir saja mengenai rahang kanan Luhan. Taeyeon memang tak menyadari hal itu, namun Luhan menyadarinya dan membuat namja itu menjadi gugup.

“A..ah. ne.. Jadi, Taehyung bukan adik kandungmu.?”

“Bukan. Walau begitu, Taehyung sangat menyayangiku, aku juga sangat menyayangi Taehyung.” Ucap Taeyeon dan kembali menyamankan posisi kepalanya pada bahu Luhan.

“Lalu, siapa nama oppa mu.?”

“Namanya Kim Himchan.” Jawab Taeyeon singkat.

Luhan terdiam, namja itu merasa tak asing dengan nama yang baru saja diucapkan oleh Taeyeon. Namun setiap Luhan berusaha mengingatnya, namja itu selalu tak bisa menemukan jawabannya. Tak mau ambil pusing, Luhan berusaha tak memikirkan hal itu lagi dan terus mengayuh sepedanya dengan kecepatan sedang.

****

Sooyoung bergerak dengan gelisah dikamar Taeyeon, sudah pukul 7.30 tapi gadis itu sama sekali tak ada tanda-tanda akan pulang. Sooyoung sendiri merasa sangat kesal, bukankah tadi dirinya sudah mengingatkan pada Taeyeon agar langsung pulang, tetapi mengapa justru mengerjakan tugas dirumah Yuri hingga malam seperti ini. Yeah, setidaknya itulah yang Sooyoung ketahui dari Taehyung.

Pintu kamar Taeyeon terbuka dan menampakkan nyonya Jung atau yang kini sudah merubah marga nya menjadi nyonya Kim.

“Ahjumma.” Panggil Sooyoung.

“Aish, eottokhae Young.? Anak nakal itu belum juga pulang, padahal keluarga Wu sudah disini sejak setengah jam yang lalu.” Ucap nyonya Kim gelisah.

“Aku juga tidak tau ahjumma, sepulang sekolah tadi aku sudah mengatakan padanya agar tidak pulang terlambat.”

“Awas saja, aku akan memarahinya jika pulang nanti.”

Sementara itu, digerbang rumah keluarga Kim terlihatlah Kris yang bergerak tak menentu karena tengah menunggu Taeyeon pulang. Kris benar-benar kesal, jika saja yeoja itu tak terlambat, sudah pasti saat ini Kris sedang menikmati indahnya wajah Taeyeon itu.

Kris kini menegakkan tubuhnya saat mendapati Taeyeon baru saja pulang dengan Luhan. Rahang namja itu tentu saja mengeras menatap sesuatu yang terjadi didepannya. Taeyeon memeluk Luhan begitu erat.

Kris mendekati Taeyeon yang baru saja turun dari sepeda Luhan.

“Gomawo Lu-”

Ucapan Taeyeon terpotong saat Kris menarik dengan kasar lengannya agar menjauh dari Luhan. Taeyeon tentu saja mendecak kesal karena perbuatan Kris ini, yeoja itu bahkan sampai mengehentakkan kakinya.

“Pulang!!” Perintah Kris dingin pada Luhan.

Taeyeon yang berada dibelakang Kris hanya berani bergumam ‘Mian’ pada Luhan. Dan untung saja namja itu mengerti pergerakkan bibir Taeyeon, Luhan mengangguk dan mulai meninggalkan area rumah Taeyeon.

Kris berbalik dan menatap tajam pada Taeyeon. Taeyeon memang menunduk takut, tapi yeoja itu berusaha berani dan balas menatap Kris.

“Mwoya.?”

“Apa yang kau lakukan dengannya.?” Tanya Kris mendesak.

“Kami tidak melakukan apapun, hanya pergi ke sungai han.”

Yeah, memang Taeyeon tadi mengajak Luhan ke sungai han terlebih dahulu sebelum pulang, dan beruntung Luhan menyetujuinya. Yeoja itu memang berniat pulang lebih malam lagi, namun karena Luhan mengetahui rencananya yang ingin menghindar dari makan malam penting ini, maka Luhan memaksa Taeyeon pulang. Dan dengan terpaksa Taeyeon menuruti keinginan Luhan.

“Apa kau bilang.? Sadarlah, kau ini milikku, tak seharusnya kau pergi dengan namja lain selain aku.” Ucap Kris posesif.

“Benarkah.? Bagaimana jika aku pergi dengan Himchan oppa atau Taehyung.? Apa kau juga akan melarangnya.?” Tanya Taeyeon menantang.

“Memang aku tak akan melarangnya, tapi aku akan mengikuti kemana kalian pergi.” Jawab Kris tak mau kalah.

“Kau ini menyebalkan sekali eoh. Aku benci denganmu.”

“Kau tak bisa benci denganku, apa kau mau perusahaan ayahmu hancur.?” Tanya Kris.

Taeyeon terdiam mendengar ucapan Kris, dirinya tak tau harus menjawab apa. Jika saja Kris tak bersikap seperti ini, mungkin Taeyeon masih bisa menerima perjodohan ini. Namun sayang, sifat Kris membuat Taeyeon kesal walau hanya mendengar namanya.

Tanpa perduli Kris yang menatapnya intens, Taeyeon melangkahkan kakinya masuk meninggalkan Kris. Namun baru saja sampai halaman rumahnya, Taeyeon mendapati Sooyoung tengah menatapnya marah.

“Kau terlambat 30 menit bocah.” Ucap Sooyoung dan menyeret Taeyeon kedalam rumah.

****

Makam malam yang direncanakan pukul 7 itu harus mundur satu jam karena ulah Taeyeon. Bahkan Sooyoung tadi selalu mengomeli sepupunya itu saat dirinya mendandani Taeyeon. Namun saat ini Sooyoung sudah tidak berada dirumah Taeyeon lagi, yeoja itu ada kencan dengan namjachingu nya.

Dan kini, Taeyeon tersenyum canggung dihadapan kedua orang tua Kris, jujur Taeyeon merasa tak enak karena telah membuat kedua orang tua Kris menunggu. Tetapi Taeyeon beruntung karena kedua orang tua Kris begitu baik. Sangat kontras dengan sifat Kris selama ini.

“Akhirnya kau datang juga, sudah satu jam keluarga Wu menunggu untuk bisa makan malam dengan mu.” Ucap tuan Kim dan tersenyum pada anak gadisnya.

“Maafkan aku ahjussi, ahjumma, aku harus mengerjakan tugasku bersama Yuri tadi.” Ucap Taeyeon dan membungkuk pada tuan dan nyonya Wu.

“Gwemchana Taeyeon-ah, santai saja.” Jawan nyonya Wu.

“Apa namja tadi yang bernama Yuri.?” Tanya Kris dingin.

“Apa maksudmu Kris.?” Tanya nyonya Kim bingung.

“Tadi Taeyeon pulang bersama seorang namja, jadi kufikir namja itu yang bernama Yuri.” Jawab Kris acuh.

“Bukankah Yuri adalah teman yeojamu Taeyeon.? Jadi siapa namja itu.?” Tanya nyonya Kim lagi, tetapi kali ini dengan matanya yang memincing.

“Jawab Taeyeon-ah!” Desak nyonya Wu, namun dengan nada suara yang halus dan terdengar bersahabat.

“Ahh.. itu.. emm..”

“Mungkin maksud Taeyeon dia adalah pembantu dirumah Yuri. Bukan begitu honey.?”

‘Sial kau Kris.’ Geram Taeyeon dalam hati.

Bagaimana tidak.? Selain mengatakan Luhan pembantu Yuri, Kris juga memanggilnya ‘Honey’. Jika Taeyeon memiliki keberanian yang cukup, Taeyeon sangat ingin memukul hidung mancung Kris hingga berdarah. Tapi sayang, Taeyeon tak berani. -_-

“Kau memanggil Taeyeon, honey.? Apakah itu sebuah pertanda yang baik.?” Tanya tuan Wu dan mengerling kearah putranya.

“Tanyakan pada Taeyeon.”

Taeyeon menunduk menatap kedua kakinya, sedari tadi memang Taeyeon hanya berdiri walau yang lainnya tengah duduk.

“Apa itu benar Taeyeon.” Tanya tuan Kim.

Taeyeon mengangkat wajahnya, tatapannya mengarah pada Taehyung yang juga tengah menatapnya. Yeoja itu menatap adiknya seperti tatapan memohon minta pertolongan, dan Taehyung segera menyadari tatapan noona nya itu.

“Appa, bisakah kita makan sekarang.? Aku sudah sangat lapar.” Ucap Taehyung dan menatap appa nya.

Taeyeon tersenyum, Taehyung memang adik yang pengertian. Dan Taeyeon tak sadar jika Kris tengah menatapnya dengan tatapan kesal.

“Aigoo, aku hampir melupakan makan malam kita. Sebaiknya kita melanjutkan obrolan ini sambil makan malam.” Ucap tuan Kim dan diangguki yang lainnya.

Kini dua keluarga itu sudah menduduki kursi masing-masing. Dan tak lama setelah itu, para maid keluarga Kim membawakan banyak makanan lezat. Setelah berdo’a, mereka semua segera menyantap makan malam mereka.

“Bagaimana perusahaan mu saat ini.?” Tanya tuan Wu pada tuan Kim.

“Seperti yang kau tau, perusahaan kami sangat butuh bantuan dari perusahaan keluarga Wu.”

“Aku bisa saja memberikan bantuan itu sekarang juga, tapi itu semua berada ditangan Taeyeon.” Ucap tuan Wu lagi dan kali ini menatap Taeyeon.

“Ne.?” Tanya Taeyeon. Memang sedari tadi yeoja itu sama sekali tak menyimak apa yang dibicarakan dua kepala keluarga itu.

“Kau menerima perjodohan ini.?” Tanya tuan Kim halus.

“Aku..” Taeyeon menggantungkan ucapannya sejenak untuk berfikir, kemudian melanjutkan. ” aku butuh waktu lebih lama lagi untuk memikirkan hal ini, ini menyangkut masa depanku, dan aku harus benar-benar memikirkannya dengan matang.”

“Tapi kau tidak bisa memikirkannya terlalu lama Taeng, perusahaan harus segera diselamatkan sebelum benar-benar bangkrut.” Jawab nyonya Kim cepat.

Taeyeon lagi-lagi menundukkan kepalanya, dan mengundang tawa geli dari nyonya Wu.

Tunggu, apa yang lucu dari Taeyeon.? Mengapa nyonya Wu tertawa sampai seperti itu.? Aneh.

“Ada apa.?” Tanya nyonya Kim pada calon besannya itu -mungkin-

“Aigoo~ Taeyeon-ah, kau sangat manis, pantas saja Kris sangat tergila-gila padamu.”

Ucapan nyonya Wu itu membuat tawa mereka semua meledak. Kecuali Taeyeon dan Taehyung. Sementara Kris hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan eomma nya itu.

“Sayangnya Taeyeon selalu menolakku.” Nada dingin dari Kris itu mengehentikan tawa 4 orang tertua disana. Mata mereka semua menuju pada Kris saat ini.

“Apa maksudmu.?” Tanya nyonya Wu bingung.

“Sebelum perjodohan ini dibuatpun aku sudah pernah menyatakan perasaanku pada Taeyeon, tak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Sayang, Taeyeon selalu menolaknya.” Adu Kris pada kedua orang tuanya dan kedua orang Taeyeon.

Taeyeon berdecak dalam hati. Kris sangat menyebalkan. Taeyeon selalu kalah jika Kris berlaku seperti anak kecil ini, anak kecil yang selalu mengadu pada orang tuanya, bahkan hal yang memalukan seperti ini. Menyebalkan sekali.

“Kau tidak boleh seperti itu Taeyeon, Kris dan keluarganya sangat berjasa untuk keluarga kita. Kau harus melakuakan yang terbaik untuk Kris, lakukan apa yang diminta oleh Kris.” Ucap nyonya Kim dengan mata yang sedikit memincing.

Aish, Taeyeon lagi-lagi mendecak dalam hati. Mengapa appa tirinya ini terlihat lebih menyayanginya daripada eomma kandungnya.? Taeyeon rasa, eommanya sudah terkontaminasi sifat menyebalkan dari Kris.

Sementara Kris sendiri tersenyum. Eomma Taeyeon akan banyak membantu dirinya dalam mendapatkan Taeyeon.

****

Taeyeon dan Taehyung segera turun dari mobil yang dikemudikan ahjussi Choi setelah mobil itu terparkir didepan sekoalah mereka. Taeyeon menyeret kakinya dengan malas menuju gedung sekolah, dan hal itu membuat mood Taehyung juga menurun.

“Noona ka-”

“Aku sedang tidak baik Tae.” Sela Taeyeon cepat karena tau jika Taehyung pasti akan menanyakan keadaannya.

“Taeyeon!!”

Taeyeon menoleh dan mendapati Yuri tengah melambaikan tangan padanya. Setelah Yuri berada diantara mereka, Taehyung segera pamit menuju kelas lebih dulu.

“Wae.?”

Taeyeon menghela nafas sejenak kemudian mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Yuri sambil melangkah menuju kelas. Setidaknya beban Taeyeon bisa sedikit berkurang dengan menceritakannya pada Yuri. Yuri pun mendengarkan cerita Taeyeon dengan antusias, sesekali yeoja itu menganggukkan kepalanya dan berdecak kesal jika Taeyeon menceritakan sesuatu yang mengesalkan.

“Baiklah, aku tau sekarang. Kris memang kekanakan, aku tak menyangka jika namja yang saat disekolah sangat angkuh dan dingin bisa berubah menjadi sangat kekanakan jika dirumah.” Komentar Yuri setelah Taeyeon selesai bercerita.

“Kufikir juga begitu, Kris memang membuatku sangat kesal.”

“Taeyeon!!”

Taeyeon menolehkan kepalanya dan mendapati Sooyoung disana. Yeoja dengan kaki panjang itu melangkah cepat menuju Taeyeon dan Yuri.

“Bagaimana semalam.?” Tanya Sooyoung tanpa basa-basi.

“Apanya.?”

“Tentu saja perjodohan kau dan Kris, kau sudah menerimanya ‘kan.?” Tanya Sooyoung lagi dengan sangat semangat.

“Aku belum memutuskannya eon, appa dan tuan Wu masih memberi waktu padaku untuk berfikir.”

“Apa yang kau fikirkan lagi Tae.? Kau hanya perlu mengatakan ‘Ya’. Dan setelah itu perusahaan ayahmu akan terselamatkan. Lagipula kau tak akan rugi jika menerima Kris. Dia tampan, kaya, ditambah lagi dia sangat menyukaimu, kau akan bahagia jika bersama Kris.”

“Tapi aku tak menyukainya eon.”

“Siapa yang peduli kau menyukainya atau tidak.? Kau akan tetap menerimanya Tae, demi keluargamu.” Ucap Sooyoung penuh penekanan pada setiap kalimatnya.

Taeyeon mendecak kesal dalam hati, selain Kris dan eommanya, ternyata Sooyoung juga sangat menyebalkan. Yuri yang melihat itupun juga ikut kesal dibuatnya.

“Fikirkan baik-baik. Aku pergi dulu, annyeong.”  Sooyoung kemudian melangkahkan kakinya menuju kelas bersama temannya.

“Dia berubah menjadi nenek lampir.” Desis Yuri setelah Sooyoung tak terlihat dibelokan koridor.

Taeyeon lagi-lagi mengehela nafas dan kembali melangkah diikuti Yuri.

“Apa tadi dia bilang.? Siapa yang peduli dengan persaanmu.? Yang benar saja. Kufikir Sooyoung eonni orang yang baik, ternyata sifatnya sama saja dengan Kris. Haah~ Aku jadi sangat kesal.”

Taeyeon tersenyum mendengar Yuri menggerutu tentang sepupunya. Yuri tau jika hal itu akan membuat Taeyeon tersenyum. Dan Taeyeon patut bersyukur memiliki teman yang pengertian seperti Yuri.

Tanpa sepengetahuan keduanya, Luhan dan Sehun tengah mengawasi mereka dibalik sebuah dinding.

“Aku sudah menduga jika kau memang menyukai Taeyeon.” Komentar Sehun saat melihat Luhan yang sama sekali tak berkedip saat menatap Taeyeon.

“Kurasa juga seperti itu Hun. Tapi apa boleh buat.? Aku tak pantas untuknya, ditambah lagi dia sudah dijodohkan dengan Kris sunbae.”

“Kau harus optimis Lu, bukankah kau bilang bahwa Taeyeon yeoja yang baik.? Jadi kufikir Taeyeon tak mementingkan harta ataupun kedudukan dalam menjalin hubungan dengan seorang namja.” Ucap Sehun lagi dan diangguki oleh Luhan.

Tanpa Luhan dan Sehun sadari pula, mereka tengah diawasi oleh Kris dan teman-temannya. Kris, Tao, dan Chanyeol bersembunyi dibalik dinding dibelakang tempat Luhan dan Sehun bersembunyi.

“Sudah kuduga, dia memang menyukai yeojaku.” Ucap Kris yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Luhan dan Sehun dengan nada marah.

“Lalu, bagaimana perasaanmu tuan.?” Tanya Tao dan mengerling nakal.

“Tentu aku tak akan membiarkannya. Dia akan tau akibatnya jika berani mendekati yeojaku.” Jawab Kris. Hal ini membuat Tao menyeringai lebar, sementara Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya.

Ini memnag sedikit membingungkan. Luhan dan Sehun sedang mengawasi Taeyeon dan Yuri yang sedang melangkah menuju kelas mereka. Sementara Kris, Tao dan Chanyeol sedang mengawasi Luhan dan Sehun yang sedang mengawasi Taeyeon dan Yuri. Benar-benar aneh.

TBC..

Annyeong^^ chapter 2 is coming. Aku seneng yang lihat respon dari readers yang sangat positif dichapter 1, dan itu membuatku semangat waktu ngetik chapter 2 ini. Walau memang lama, tapi aku juga harus bagi waktu dengan ff ku yang lain dan real life.

Apa moment LuTae nya kurang.? Aku harap readers bisa puas ya sama moment mereka. Dan aku sadar kalau ff ini masih kurang panjang, tapi hanya sampai segini aja kemampuanku.

Cukup cuap-cuapnya. Jangan lupa comment ok.? Supaya aku makin semangat buat nerusin ff aku yang ini dan yang lainnya.

See you^^

Advertisements

56 comments on “[FREELANCE] It’s You (Chapter 2)

  1. Jinjja !!!! Di sini luhan jadi orang miskin dan itu benar” keren. Jarang banget peran luhan yg begini. Thor kasian luhan hidup nyaa merana begitu. Thor JHS itu skolah apaaan? Itu di chap 1 lupa mau nanya JHS itu apaaan. Thor adik luhan kan cewek gimana klo adiknya luhan di jodohin sama adik tae?? #AkkhhSayaNgacoThor
    Dan saya kesal sama sifat kris sama tao !!! Mending chanyeol jdi sahabat HunHan ajaaa thor kasian chanyeol berteman sama iblis thor. Okee deh next part di tunggu banget ya thor begitu pun dengan ff kmu yang lain nyaa . FIGHTING 🙌🙌🙌👌👌👌👌👌👌 💪💪

    • JHS itu singkatan dari Junior High School, atau sama kayak SMP.
      adiknya luhan dijodohin ama adiknya tae ya.? boleh juga tuh, nanti difikirin lagi, mungkin nanti mereka bisa double date, hehe…

      thanks for comment chingu, ditunggu aja ya ff yang lain

  2. Tapi kalo adek lutae dijodohin, kalo misal ini pairnya lutae mana bisa(?)bhakk taehyung jgn dijodohin taehyung ama aku aja:(((( wkwk.g seru bgt thorr aku jg sempet kepikiran bikin ff yg luhannya jadi miskin ternyata kita sejalan(?) Semngat thor bikin next chapnyaa:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s