Monochrome

monochrome

Monochrome

SuntQ / Ficlet / Hurt / Sad / Baekhyun-Taeyeon

“Aku bagaikan raga tanpa nyawa, meskipun aku masih berstatus sebagai makhluk hidup tapi aku tidak merasakan hal itu” 

Ruangan ini terasa lebih luas daripada biasanya. Warna putih begitu mendominasi, begitu kosong dan terasa hampa. Aku memandang lurus apa yang ada di depanku. Sebuah benda elektronik dengan layar kaca berukuran 40 inch. Layar itu sangat kelabu, dan aku sama sekali tidak ingin menyalakannya hanya untuk sekedar melihat acara-acara bermuatan entertain yang sama sekali tidak menghiburku. Aku terjebak dengan keadaan diriku sendiri,yang begitu nyaman dengan keheningan dan segala keributan yang ditimbulkan oleh gejolak hatiku yang terus menerus menggelegak.

Deru nafas teratur masih mengiringi setiap detak kehidupanku. Ya, masih sangat kurasakan hingga saat ini. meskipun aku tidak yakin entah sampai kapan deru nafasku dan denyut nadiku ini akan berhenti. Aku hanya bisa menunggu..berharap waktu yang masih berjalan ini merenggut raga.. beserta jiwaku.

Aku bagaikan raga tanpa nyawa, meskipun aku masih berstatus sebagai makhluk hidup tapi aku tidak merasakan hal itu. Aku tidak sudi untuk mengakuinya lagi. Karena aku ingin segera mati, meninggalkan dunia fana ini dan beranjak ke alam lain yang konon katanya itu adalah alam yang abadi.

Tidak akan ada kematian di tempat itu,

Tidak akan ada.

Ya, kematian merupakan suatu kata yang sangat mudah sekali diucapkan tapi sangat ditakuti adanya. Meskipun ada beberapa orang yang menginginkanya, termasuk diriku. Namun dulu aku pernah merasakan ketakutan yang sangat pada kematian.

Pada waktu itu, saat kau masih berada di sisiku.

Sayang, aku masih bisa mengingat hawa hangat tubuhmu ketika aku memelukmu. Mengingat deru nafas lembutmu yang menerpa tubuhku, dan aroma tubuhmu yang segar dan selalu membangkitkan semangatku. Surai hitam panjangmu yang selalu kutatap ketika kau tengah bersiap untuk melaksanakan kewajibanmu sebagai seorang istri di di pagi hari. Kau tak pernah jemu untuk menyiapkan segelas kopi hangat di atas nakas yang aromanya menyambutku di saat ku terbangun dari tidur. Tanganmu yang tak pernah lelah untuk membelai lembut rambutku, dan senyuman indah yang selalu merekah dan hanya kau tujukan padaku.

Bagaimana aku harus mendeskripsikan betapa sempurnanya sosok dirimu?

Terlalu banyak, aku tidak bisa menyebutkannya satu persatu.

Kau terlalu sempurna, kau terlalu indah dan anugerah paling berharga di dalam hidupku.

Wanita cantik bernama Kim Taeyeon yang menjadi seorang pendamping bagi lelaki benalu sepetiku—Byun Baekhyun.

Ya, jika diibaratkan sebagai tumbuhan.kau adalah bunga mawar dan aku hanya benalu yang menempel pada dirimu. Menyerap segala saripati kehidupan darimu agar aku bisa bertahan hidup. Jika kau tak ada, maka dari mana aku bisa mendapatkannya? Kau adalah alasan untukku hidup, dan bagaimana hidup seorang parasit tanpa tumbuhan hidup yang diandalkannya?

Begitulah aku, setelah kau pergi..aku hanya berharap akar-akar kecilku yang rapuh ini segera menyusut dan aku berakhir kering dan hancur. Karena tumbuhan yang aku jadikan sebagai alasan bertahan hidup kini telah tiada, meninggalkanku dalam garis takdir yang tak pernah bisa diterka.

Sayang, baik-baikkah kau di sana? Aku yakin kau pasti bahagia berada di sana. Karena tempat tinggalmu di sana kini kukenal dengan nama surga. Sebuah tempat yang indah dengan sejuta kebahagiaan yang tak pernah habis dengan aliran sungai do’a dan harapan mulia yang tak pernah putus.

Kau adalah wanita yang baik, wanita mulia yang selalu ada di dalam hidupku. Aku begitu mendambamu..bahkan aku masih tidak percaya hingga saat ini bahwa kau pernah duduk di sampingku, menemaniku melewati tiap detik dengan status kita sebagai suami istri.

Tidak tahukah bahwa aku sangat mencintaimu? dan bahkan saat ini aku merindukanmu setengah mati hingga aku sangat menginginkan kematian itu menjemputku juga?! Berharap dengan cara itu aku tidak merasakan lagi hal ini..atau mungkin aku bisa bertemu lagi denganmu.

Aku menutup mataku perlahan, kabut di dalam pikiranku mengalami pluktuatif yang sangat drastis. Ah..dan aku tidak tahan jika hal ini kembali memuncak. Deru nafasku mulai tidak teratur, partikel-partikel nafsu mulai mewabah di dalam tubuhku. ketika aku kembali membuka mata, aku tidak merasakan cahaya menyapa retina mataku. Semuanya gelap..dan pikiranku menuntunku untuk mencari jalan agar segera mengakhiri hidupku, dengan cara apapun!

Aku menggulirkan bola mataku untuk mencari suatu benda yang mungkin bisa mengantarkanku ke kesana. Sebuah benda yang bisa cepat mengakhiri denyut nadiku. Di sudut meja yang berdebu kulihat sebuah lempengan besi berkilau yang mungkin tingkat ketipisannya bisa memotong sesuatu. Aku bangkit dari sofa coklat yang aku duduki, lalu dengan langkah gemetar kuhampiri meja itu dan segera mengambil besi itu dari tempatnya. Sejenak ku tatap besi itu, mengalirkan semua harapan dan keputusasaan yang terpancar dari kedua mataku. Perlahan aku mengarahkannya ke pergelangan tangan kiriku dan memposisikan benda itu tepat di atas nadiku. Adrenalin mulai memuncak di dalam diriku megiringi detik-detik saat dinginnya benda itu menyentuh permukaan kulitku. Ah, ini rasanya..rasanya, aku—

“Appa!!”

Aku menangkap sebuah suara di indera pendengaranku, dan gerakanku terhenti menanggapi suara itu. Aku memalingkan wajahku untuk mencari si pemilik suara itu, dan di belakangku kudapati seorang gadis manis yang mempunyai mata dengan sinarnya yang sempurna seperti mendiang istriku dan bibir tipis yang menyerupaiku.

“Apa yang kau lakukan? apakah appa melupakan semua perjuangan eomma? Apakah appa tidak mangakuiku sebagai bagian dari diri eomma dan appa sendiri? Apakah appa tidak menghargai usaha eomma yang berat untuk menghadirkanku di dunia ini?”

Bibirku kelu, aku hanya bisa menatap wajah gadis kecil itu yang begitu menaruh harapan besarnya padaku.

“Kumohon appa..jika Tuhan mengizinkan, kita akan dipertemukan kembali di surga sana, tapi tidak dengan jalan terpaksa seperti itu!”

Aliran sungai kecil tercipta dari kedua matanya. Wajahya mulai memerah dan tangan kecilnya sesekali mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Lihat Baekhyun, anakmu di usia dininya bisa berkata seperti itu. kenapa kau tidak bisa berpikir jernih dan menghargai hidupmu dan pengorbanan istrimu yang mengorbankan hidupnya demi anak yang kau dambakan?

Tak terasa lempengan besi itu jatuh dari tanganku, aku memalingkan tubuhku padanya..pada anakku dan menatapnya sendu, tentu saja dengan luapan rasa bersalah yang sangat memenuhi perasaanku.

“Maafkan appa, sayang…appa sangat bodoh dan hampir melupakan bahwa alasan hidup appa kini adalah kau..”

 Kurasakan tetesan air mata yang hangat mengalir dari sebelah mataku, ia berlari ke arahku dan memelukku dengan erat. Memberikan kehangatan tubuhnya yang sama persis dengan ibunya yang meninggalkannya saat ia terlahir ke dunia.

“Maafkan aku sayang, aku memang telah hancur hancur karena dirimu..tapi, akan ku susun kembali kepingan hidupku ini dengan titipan indahmu yang kini ia tengah memelukku”.

“Hargai hidupmu, dan jalanilah hidupmu sebaik mungkin..hingga mungkin suatu saat, atas Kehendak-Nya hidupmu berakhir ketika kau melakukan suatu hal yang mulia”

 The End

Advertisements

42 comments on “Monochrome

  1. Aaaaaaaaaaaa feeelnya dapet banget thoooor;;
    Kesian bekyunn;; aaaa anaknya juga dewasa bgt;;
    Great story lah thoooor;;
    Ff lain ditunggu yaaa

  2. Ceritanya bagus! Tapi pendek banget:( kenapa ga dibikin oneshoot aja:’v akhirnya suntQ eonni update ffnya ^o^ ditunggu ff keren yang lainnya’-‘)/ keep write and fighting!

  3. Huaaa bikin mewek feelnya dapet bgt,,, kasian sii aegy baekh untung aja msh sadar gaman nasibnya kalo baekh jga pergi duhh taeng kasian,,, dtunggu karya lainnya

  4. Satu kata buat ff ini ‘PERFECT’ hasilnya ngebuat aku mewek:^) tpi agak gk rela taey udh meninggal😭😭 feelnya juga dpt bgt:^) anak baekyeon bijak bener:^) suntQ eon ditunggu ff keren yg lainnya: p kk~

  5. omona authornim, ini bikin mataku berkaca-kaca 😥
    *lebay-abaikan
    yah gini nih kurang suka nya kalo cerita angst & hurt. menyayat hati banget ㅠㅠ
    tapi sumpah, feel nya tuh dpt banget sampe aku mau nangis gini masaaa.
    pokoknya selalu keren. ditunggu ff launnya authornim ^^
    NEKO pasti d lanjutin kan? pengen ff mature nya seyeon dong heheh

  6. Huahaha keren thor hampir nangis eh keburu abis ceritanya gajadi nangis deh thor/? Haha ditunggu ff berikutnya thor kalau perlu jangan yang buat nangis thor hehe

  7. Errrr selalu aja dapet ff baekyeon yg berkhir dengan sad endiinggg…tapini ngena di hati banget…uhh sedih bacanya…ditunggu ff yg lain author…fighting^^

  8. Hueee fell nya dapet banget hueee😢😢 sedih bacanya posternya bagus thor hehe author bikim sedih hue hahah oke ditunggu buat ff yg lainnta hwaitingggggg😘💕💕

  9. Daebak thor !! ^^
    Feelnya jga udh dpat,,

    Sedih bcanya…
    Baekhyun udh stress tpi anak mreka sikapnya dewasa bnget mlebihi umurnya :””

    Dtnggu ff lainnya !!?
    Fighting!!

  10. pendek tapi nggena banget :)) duuh bahasanya meskipun bukan diksi tapi tetep baguss dan mudah dimengerti. kaak kenapa selalu buat yang sad?? bikin yang happy dong.:)) hehehe

  11. sumpah qeren banget ceritanya,walaupun siñgat…
    qqeereennn banget thorrr…
    d tnggu ff lainnya..

    fighting

  12. jujur ni fanfic sad banget.. gga kebayang bakalan gitu cerita hidup Baekhyun oppa.. anaknya itu dewasa yah, pokoknya keren deh FFnya.. next project yg genrenya happy yahh 🙂

  13. Nggak tau mau komen apa soal ff ni *spechless
    FF NYA KREN BGT THOR!! *capslock-_-
    Hohoho.. aku memang paling suka ff kayak gini.. author penulis novel ya? ff nya baguuus…
    Pa lagi cast nya baekyeon.. tambah suka^^

  14. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s