[FREELANCE] Let’s Get Married?! (Chapter 3)


Let’s Get Married?! (Chapter 3)

 

 

Author: Kang Hyun In || Genre: Romance, AU , comedy(?) || Rating: PG-16 || Length: Multi-chaptered

 

 

Main Cast: KimTaeyeon (GG), Oh Sehun (EXO), Oh [Xi] Luhan (EXO) || Support Cast: You can find it by yourself

 

Disclaimer: Terinspirasi dari komik jepang dengan judul yang sama ‘Let’s Get Married’ tapi tidak semua saya ambil, hanya beberapa kejadian yang saya ambil and of course, Story line is mine so don’t you dare to copy without my permission!!

 

 

Warning: Typo bertebaran!

 

 

Preview: Prolog, Chapter 1, Chapter 2

HAPPY READING

 

 

 

 

***

 

“Sajangnim, kedua Tuan muda Oh berhasil melakukan tantangan. Sepertinya sangat sulit menentukan siapa yang akan menjadi suami putri tersayang anda sajangnim.”

 

Namja paruh baya itu kembali tersenyum, ia hanya mengatakan ‘kamsahamnida’ dan langsung memutus sambungan telefon.

 

“Tae baby, sebenarnya siapa namja yang kau cintai hm?”

 

 

***

 

 

Taeyeon POV

 

Aku menggeliat saat merasakan sinar matahari mengenai mataku, padahal aku merasa baru 4 jam yang lalu aku tertidur atau tidurku saja yang seperti kerbau? Ahh sudahlah, lagipula untuk apa aku membahas hal seperti itu.

 

Aku mengucek pelan mataku, tiba-tiba saja terdengar suara kekehan seorang.. ahh aniyo dua orang namja. Aish, kedua namja bermarga Oh itu berani sekali masuk kekamarku tanpa izin, sepertinya mereka belum puas dengan tendangan mautku. Aku menyeringai senang membayangkan wajah memelas Oh Sehun dan wajah berantakan Oh Luhan…

 

“O.M.G kau jadi pintar menyeringai sekarang, babe. Pasti itu semua menular dariku,” tiba-tiba saja namja yadong itu berkomentar membuat evil smirk yang tercetak diwajahku perlahan menghilang dan aku langsung membuka kedua mataku, memelototi aksi narsisnya. Sialan! Selain berotak mesum, dia juga begitu narsis.

 

Dan yang pertama aku lihat adalah kedua namja kembar sialan ini.

“Selamat pagi, princess.” Namja dengan wajah feminimnya itu tersenyum lembut kearahku,aku hanya membalas senyumnya dengan malas. Yang membuatku kaget adalah saat Sehun tiba-tiba memelukku dengan riang membuat tubuhku tertimpa tubuhnya yang begitu berat karena pelukannya yang terlalu tiba-tiba. Tch, nappeun.

 

“Morning babe, aigoo aku lupa memberimu morning kiss. Kemarilah,” ucap namja yadong itu dengan bibirnya yang dimajukan beberapa centi, ew~ menjijikan.

 

PLETAK

 

“YA! Cium saja saudara kembarmu itu.”

 

“Tapi babe, kau kan tunanganku. Aku harus memberimu morning kiss karena-”

 

Ucapannya terputus saat Luhan langsung membawa ah aniyo menyeret Sehun pergi dari kamarku, sedangkan Luhan hanya tersenyum lembut kearahku. “Cepatlah bersiap, kita akan berangkat kekampus bersama.”

 

Ya ampun lihatlah Luhan, dia begitu dewasa dan lembut berbeda dengan namja yang otaknya penuh dengan hal yadong itu. Ia tidak melawan saat Luhan menyeretnya namun mulutnya sibuk mengutuk apa yang sekarang saudara kembarnya itu lakukan, membuatku terkekeh melihat tingkah konyolnya itu.

 

Baiklah, saatnya bersiap-siap.

 

 

***

 

 

Akhirnya sampai juga di tempat parkiran kampus, aku begitu jengah dengan obrolan-obrolan mesum Sehun dan binar mata Luhan saat melihatku. Aigoo.. bisakah hidupku kembali normal? Tch, tidak ada gunanya juga aku meratapi nasib. Lihatlah, bahkan eomma dan appa keluargaku satu-satunya saja sampai sekarang tidak pernah menjengukku di apartemen mewah milik keluarga Oh.

 

“Hey, hey. Kita sudah sampai, jangan terlalu banyak melamun.” Ucapan namja berwajah feminim itu membuyarkan lamunanku, ia mengulurkan lengan kokohnya dan seperti biasa matanya menatapku dengan lembut dan teduh.

 

Aku menerima uluran tangannya, saat aku sudah keluar dari mobil aku melihat Sehun dikerubungi banyak yeoja. Ya ya, kedua tuan Oh ini memang begitu terkenal meskipun mereka baru sebulan kuliah di sini.

 

Aku tersentak saat melihat Sehun, ia begitu berbeda saat bersama dengan yeoja lain. Namja yadong itu begitu dingin dan tak tersentuh sedikitpun, matanya yang sering memperlihatkan kerlingan nakal kini berubah menjadi tatapan dingin dan menusuk, bibirnya yang sering berceloteh tentang hal-hal yang membuatku ingin meninjunya kini berubah menjadi garis lurus, tak ada senyuman nakalnya ataupun celotehan yang membuatku muak. Kenapa begitu berbeda jika sedang bersamaku? Kenapa ia banyak berceloteh jika sedang bersamaku? Wae? Apakah ia pernah mengenalku sebelumnya? Tapi..

 

Tiba-tiba saja Luhan mengeratkan genggamannya, aku menoleh kearahnya dan benar-benar terperangah saat melihat wajahnya yang kelewat datar. Tatapan matanya begitu datar, tidak ada binary atapun tatapan lembut nan teduh yang sering ia perlihatkan untukku. Jadi ia hanya memperlihatkan tatapan teduhnya itu untukku seorang? Karena jujur saja, selama sebulan ini aku tidak pernah melihat Sehun maupun Luhan yang sedang dikerumuni fans-fansnya. Aku hanya masa bodo dan membalikan arah saat melihat mereka dikerumuni yeoja-yeoja menggelikan dengan make up tebal dan pakaian minim itu.

 

“Babe~” Sialan!! Sehun memanggilku dengan panggilan menjijikan itu didepan para fansnya, oh my aku pasti habis dibakar fans-fansnya. Huwaaaaaaaaaaa…

 

Sehun menghampiriku dengan smirknya yang err.. sexy. Aish.. Taeyeon-ah, sempat-sempatnya kau memikirkan hal seperti itu.

 

Ia memelukku dan terjadilah adegan drama-drama yang sering kita lihat, sang fans yang merasa tersaingi langsung melotot dengan kejam kearahku. Double sialan!! Hidupku benar-benar tidak bisa kembali normal jika seperti ini.

 

 

***

 

 

Aku terus memukul kepalanya yang begitu sialan ini, Oh Sehun mati kau!!!!!

 

“Aw! Aw! Babe, kau benar-benar menyakitiku. YAAAA!!” ringisan namja pabo ini tidak ku dengar, dia begitu bodoh memancing fansnya yang bar-bar itu keluar dari sangkarnya.

Tiba-tiba saja Sehun menghentikan lenganku yang terus menyiksanya tanpa ampun, Luhan sudah memasuki kelasnya dan kesialan bagiku karena ada kelas yang sama bersama namja yadong ini.

 

Sehun mengeluarkan smirk andalannya, triple sialan!!! Kenapa aku malah menggiringnya ke taman tempat aku beristirahat? Aish, aku lupa di sini tempat sepi dan keadaan seperti ini menguntungkan namja berotak yadong ini. Apalagi posisi duduknya begitu dekat denganku, uh-oh aku harus berhati-hati.

 

“Yeon-ah, kau marah karena tadi aku mengenalkanmu sebagai tunanganku? Bukankah itu semua benar?” Tanya Sehun dengan nada yang.. entahlah aku bingung, ia terlihat berbeda.

 

Aku hanya bisa melongo melihatnya seperti ini, aku bahkan berpikir dia akan.. menciumku? Ya! Jangan menatapku seperti itu, dia lah yang sering membuatku terkontaminasi dengan tingkah mesumnya, jadi jangan salahkan aku jika tiba-tiba terjerumus oleh hal-hal anehnya. Dan apakah aku tidak salah dengar tadi ia memanggilku apa? Yeon-ah?

 

“Yeon-ah..”

 

Terasa dejavu saat ia memanggilku seperti itu.. Sehun.. Oh Sehun.. siapa sebenarnya dirimu?

 

Namja dihadapanku ini tiba-tiba terkekeh pelan, membuat kedua alisku mengernyit bingung. Ia mentertawakanku? Ya! Beraninya kau..

 

Namun saat aku akan memukulnya lagi, Sehun mengelus kepalaku dengan lembut. Beberapa kali ia mengecup puncak kepalaku dan hell.. perlakuannya membuat amarahku mereda dengan sendirinya. Sehun membawaku ke dalam pelukannya, ia menghirup aroma rambutku dalam-dalam. Ya ampun, kenapa ia begitu berbeda hari ini? Kenapa aku tiba-tiba merindukan otak yadongnya?

 

“Sudah hampir dua minggu kita tidak mendapat tantangan, padahal aku sudah tidak sabar menunggu hal itu. Aku yakin pasti tantangan selanjutnya itu berciuman, yess! Aku bisa-”

 

PLETAK

 

Begitu bodohnya diriku karena mempercayai perubahan pada sikapnya dan terkutuklah diriku karena mengatakan aku merindukan otak yadongnya, karena yeah kalian bisa melihatnya sendiri kan? Otak mesumnya itu tidak bisa ditoleransi.

 

Sehun melihatku dengan tampang memelasnya yang begitu menjijikan, ia mempoutkan bibirnya dan merengek seperti bayi kepadaku. “Babe, kau melakukan kekerasan di dalam rumah tangga lagi. Memukulku seenaknya, kau itu calon anaeku babe. Kau tidak boleh memukul nampyeonmu yang tampan ini, nanti bisa bodoh jika kau terus memukul kepalaku yang begitu indah ini.”

 

PLETAK

 

“Kau ini, benar-benar menjengkelkan. YA!! Kemarilah Oh Sehun, aku akan memukul kepalamu sampai hancur lebur menjadi debu. YAAA!!”

 

Aku mengejarnya yang berlari mengitari pohon mapple yang sudah tumbuh ratusan tahun lamanya itu, ia tertawa dengan lepas dan tanpa sadar bahwa tawanya menular membuatku ikut tertawa bersamanya.

 

‘Sehun-ah, kau membuatku bingung dengan sikapmu itu. Siapa kau sebenarnya?’

 

 

***

 

 

RIIIIIIIING.. RIIIIIIING..

 

“Mungkin hanya itu saja, jangan lupa minggu depan tugas dikumpulkan. Selamat sore,” Lee Seonsaengnim mengakhiri mata kuliahnya setelah mendengar bel berbunyi.

 

“Yeonnie-ya, aku duluan yaa. Sepertinya Taeyang oppa sudah menjemputku, kau tidak apa-apa ke depan sendiri?” Tanya Jieun padaku, tatapannya terlihat begitu khawatir.

 

Aku tersenyum menenangkan kearahnya, hey aku bukan anak kecil lagi. “Gwaenchanna Jieun-ah, pulanglah duluan. Aku ingin ke toilet dulu sebelum pulang.”

 

Ia langsung memelukku cukup erat, aku hanya membalas pelukannya. Aigoo.. Jieun selalu seperti ini jika namjachingunya menjemput lebih awal, selalu saja mengkhawatirkanku.

 

“Telepon aku jika ada apa-apa. Pai-pai~” Setelah mengatakan itu, Jieun langsung melesat pergi dari hadapanku. Meninggalkan diriku yang kini berkutat dengan alat tulis, dengan cepat aku masukan ke dalam tas.

 

Drrtt.. Drrtt..

 

Handphoneku bergetar tanda ada pesan masuk, aku membukanya dan memutar bola mataku saat melihat siapa pengirim pesan itu.

 

{Jagiya, aku menunggu di parkiran, arra? Kau dimana? -Luhan}

 

{Aku ke toilet sebentar}

 

Omona! Omona! Aku sudah tidak dapat menahannya, secepat kilat aku langsung berlari ke arah toilet meninggalkan tasku di dalam kelas, hanya buang air kecil tidak membutuhkan waktu berjam-jam bukan? Setelah berada di dalam bilik, aku langsung mengunci pintu dan menghela nafas lega saat cairan itu akhirnya tersalurkan.

 

Setelah selesai, aku memakai celana jeansku namun tiba-tiba saja lampu kamar mandi mati dan hal itu membuatku terdiam. Uh-oh.. ada apa ini?

 

Dengan cepat aku membuka pintu namun omonaa.. kenapa tidak bisa dibuka. Terkunci?

 

“YA! SIAPAPUN TOLONG AKU, PINTUNYA TERKUNCI DAN-”

 

Byurr..

 

Aku hanya mengerjapkan mataku saat melihat tubuhku yang basah kuyup dan.. bau. Ini air apa? Siapa yang berani membuatku basah kuyup seperti ini?

 

“YA! YA! BERANI SEKALI KAU MENYIRAMKU DENGAN AIR HUH? SIAPA KAU? HADAPI AKU SECARA LANGSUNG! YA!!” bagai kesetanan, aku berteriak begitu nyaring dan menggebrak pintu dihadapanku. Tidak memperdulikan siapapun yang aku hadapi saat ini.

 

Byurr..

 

Air itu kembali membasahi tubuhku, sialan!! Sialan!! Aku bisa kedinginan jika seperti ini.

 

“Sssshhhh, jangan berisik sayang. Bukankah kau akan menginap di sini? Makanya aku dengan senang hati mengunci dirimu, dan untuk air itu. Aku beri kau tambahan spesial agar Oh Sehun dan Oh Luhan jijik berdekatan denganmu,” ucapan yeoja itu membuat amarahku mendidih. Berani-beraninya kau..

 

“YA! KAU-”

 

Seketika lampu menyala dan aku mendengar dengan samar yeoja-yeoja itu meminta maaf entah pada siapa, aku mencoba bertahan meskipun tubuhku bergetar dengan hebat. Siapa saja tolong aku!!

 

CEKLEK

 

Di depan pintu, aku melihat.. Luhan? Karena jujur saja aku tidak mengenali sosok yang berada dihadapanku ini. Matanya begitu gelap, jari-jari tangannya mengepal dan bergetar entah karena apa. Ia tiba-tiba berbalik dan..

 

PLAK

 

Astaga ia menampar siapa? Aku bergegas berlari kearahnya dan menemukan Luhan yang kini berdiri berhadapan dengan seorang yeoja. Yeoja itu menangis tersedu-sedu sambil memegang pipinya yang ditampar Luhan, ia segera berlari saat melihatku keluar dari bilik toilet. Aku melihat Luhan akan mengejarnya namun aku langsung memegang dengan erat jari-jarinya yang kini masih terkepal.

 

Tubuhnya yang tadi menegang kini perlahan menjadi rileks, ia memejamkan kedua matanya dan menghembuskan nafas beberapa kali. Saat sudah mulai tenang, ia melihat kearahku dengan tatapan teduhnya. Luhan langsung memelukku dengan erat, tubuhnya bergetar dan terdengar isakan kecil dari bibir merahnya. Omona! Ia menangis?

 

“Taeng, gwaenchannayo? Maaf jika aku terlambat, aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku sendiri jika kejadian yang sama terulang lagi padamu.”

Ucapan Luhan membuatku bingung, apa maksudnya terulang lagi? Apa aku pernah mengalami hal seperti ini? Atau maksudnya kejadian yang sama untuk kedepannya?

 

“Taeng, gwaenchanna?”

 

Lagi, aku merasa de javu.

 

Aku hanya menggeleng pelan, balas memeluknya dengan erat. Bisa kurasakan jantungnya berdetak dengan cepat, ia terus membisikan kata maaf ditelingaku berulang kali. Pelukannya membuat tubuhku yang tadinya menggigil kini kian menghangat, aku merasa de javu dengan ini semua. Sebenarnya ada apa dengan diriku? Siapa itu Luhan? Ahh aniyo sebenarnya siapa diriku?

 

 

***

 

 

Sudah dua hari aku terdiam diapartemen mewah ini, aigoo~ Luhan benar-benar mengkhawatirkanku sehingga dua hari ini aku tidak diperbolehkan kuliah. Sebenarnya ada apa dengan Luhan? Ia terlihat begitu menyesal, padahal dia lah yang menyelamatkanku saat itu. Tidak seperti Sehun, dengan tingkah yadongnya yang memuakkan ia memeriksa seluruh tubuhku dan mendapat hadiah pukulan seribu bayangan dariku.

 

Tik

 

Tok

 

Tik

 

Tok

 

Hanya suara jam dinding yang memenuhi kamar ini, aaaaaaarrrrrrrgggghhh.. benar-benar membosankan. Aha!! Daripada aku terus berdiam diri di kamar seperti ini, lebih baik aku memasak untuk kedua namja bodoh itu.

 

Baiklah, baiklah kita periksa dulu bahan-bahannya. Sepertinya nasi goreng kimchi, bulgogi dan jus mangga cukup untuk makan malam hari ini. Awas saja jika namja yadong itu meminta lebih, aku paksa ia makan wassabi HAHA.

 

Grep

 

Tiba-tiba saja ada tanganyang memelukku dari belakang, membuatku tersentak kaget dan membeku ditempat namun suara bariton yang aku kenal cukup membuatku menghembuskan nafas lega.

 

“Hey, bogoshippeo.” Ucap namja yang kini memelukku ini, ia kini menopang dagunya dibahu kiriku.

 

“Ya! Kau membuatku kaget Oh Luhan, aish.. lenganmu menganggu pekerjaanku,” jawabku dengan ketus, namun hanya dibalas kekehan ringan olehnya.

 

Luhan tidak melepaskan pelukannya, ia malah semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup pelan leherku. Omona! Omona! Apa yang sedang ia lakukan? Kenapa ia menjadi yadong seperti saudara kembarnya?

 

PLETAK

 

Aku menyeringai senang saat melihat Luhan meringis, namun anehnya ia tidak melepaskan pelukannya. Aish, ia tidak pernah mendapat jurus pukulan maut dariku sepertinya.

 

“OMONA! OMONA! OMONA! HYUNG, KENAPA KAU BERANI MENYENTUH BABYKUUUUUUUUUUU??” teriak Sehun dengan nyaring.

 

Teriakan maut Sehun membuat Luhan melepaskan pelukannya, dan tersenyum polos ke arah Sehun yang kini melotot seakan matanya akan keluar. Aku hanya memutar bola mataku melihat tingkah Sehun yang sungguh luar biasa ini, dengan cepat ia melangkah kearahku dan memelukku erat cukup membuatku sesak nafas.

 

“Ya! Ya! Oh Sehun.. uhukk.. uhukk..”

 

Ding.. Dong.. Ding.. Dong..

 

Aku akan berterimakasih pada siapa saja yang sudah memencet bel, karena ia lengah aku bisa dengan mudah keluar dari pelukan mautnya dan berlari ke arah pintu.

 

CEKLEK

 

Eoh? Tidak ada orang? Aku menoleh ke kiri, ke kanan dan saat melihat ke bawah aku melihat sepucuk.. surat? Untuk siapa?

 

Setelah mengambil surat itu, aku menutup pintu dan melihat kedua namja itu mengernyitkan dahinya kearahku.

 

“Nugu?”

 

Aku tidak menjawab, hanya mengacungkan sepucuk surat yang aku temukan di depan. Luhan menghampiriku dan mengambil surat itu.

 

“Tiket?” tanya Luhan, ia langsung memberikan tiketnya kepadaku. Aku ikut mengernyitkan dahi saat melihat 3 buah tiket didalam surat itu.

 

Luhan berdeham dan melanjutkan ucapannya, “Dan.. sebuah tantangan.”

 

Dear: Luhan, Sehun dan Taeyeon

 

My babies, bukankah besok kalian libur 3 hari karena ada proses akreditasi universitas? Kenapa tidak dimanfaatkan untuk berlibur? Maka dari itu eomma dan appa membelikan kalian tiket untuk berlibur. Hey, hey tenang saja karena eomma dan appa juga ikut meramaikan liburan kalian, atau jangan-jangan kalian melarang kita berlibur bersama?*pout*

 

Tapi maaf karena sekarang kita sudah sampai di Hawaii, jadi kalian tidak bisa melarang eomma dan appa untuk berdiam diri di rumah sedangkan kalian asyik berlibur.*smirk*

 

Hey, jangan memutar bola mata kalian, palliwa~ cepatlah mengepak baju-baju kalian dan kami tunggu di sini. Oh ya eomma sampai lupa, untuk tantangan kali ini yaitu..

 

Jeng..

 

Jeng..

 

SLEEP TOGETHER, oh how sweet. Namun, ingat tantangan ini kalian lakukan saat berlibur di Hawaii, arraseo? Dan tentu saja, di sini Taeyeon sangat berperan penting karena jika kalian memaksa dirinya berarti sebuah pelanggaran. Ingatlah jika eomma dan appa mempunyai banyak mata-mata. Jadiiiii…

 

HAVING FUN MY BABIES.

 

 

 

 

Regards,

 

 

Your Lovely Parents

 

 

“YA!! MWOYAAAAA??” Aku langsung berteriak histeris begitu Luhan selesai membacakan surat dari kedua orangtuanya yang kelewat gila itu, apa katanyaaaaa..

 

Sleep together..” jawab Luhan dengan pelan, ia langsung menatap ke arahku. “Hey, aku tidak akan memaksamu, sungguh.”

 

Perlahan-lahan senyumku mengembang saat mendengar ucapan Luhan, yeaaaaaaay!! Tentu saja aku tidak mau melakukan hal seperti itu. Saat aku mengalihkan pandanganku dari Luhan, manik mataku langsung bertatapan dengan manik mata milik Sehun. Dan WHAT THE SH*T, dia menyeringai dan mengucapkan sesuatu tanpa suara kepadaku.

 

Aku akan berhasil menaklukanmu babe.”

 

ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!

 

 

 

 

TBC

 

 

Preview Let’s Get Married (Chapter 4)

 

***

 

Aku melompat-lompat saat Luhan membawa sesuatu untukku, ia terkekeh melihat tingkahku yang menyerupai seorang bocah. Tapi aku tidak peduli karena aku menginginkan sesuatu yang dibawa Luhan saat ini. I’m so curious, yeaah..

 

“Luhan-ah, gomawoyo.”

 

Ia mengangguk dan tersenyum lembut padaku, namun hal yang mengejutkan ialah saat ia mencium bibirku dan hal yang tidak ku duga terjadi karena hatiku tiba-tiba.. bergetar.

 

***

 

Sehun memekik senang saat aku membawanya bersepeda, ya ampun lihatlah bocah satu ini begitu menggemaskan sehingga aku ingin memukulnya dengan batu bata. Ia terus mengayuh sepedanya, kita melihat pemdangan sekitar yang begitu indah. Jinjjayo.. neomu yeoppoda.

 

Ia tiba-tiba berhenti di pondok dekat pantai dan langsung menyimpan sepeda disitu, Sehun menarikku mengikutinya dan aku terperangah saat melihat.. sunrie. Ia tersenyum, senyuman yang entah mengapa menular padaku dan hatiku.. hatiku tiba-tiba hangat dengan sendirinya.

 

***

 

Di sini, aku menemukan kembali sifat mereka yang berbeda dari biasanya. Mereka membuatku tersenyum, tertawa, merengek, marah, kecewa, menangis dan.. blushing. Tapi kenapa hal itu harus aku rasakan untuk.. keduanya? Apakah aku mulai mencintai.. mereka?

 

“Tuhan.. tolong buat diriku untuk memahami perasaanku kali ini. Apakah yang aku rasakan benar-benar cinta? Pada.. keduanya? Sebenarnya siapakah yang aku cintai, Tuhan?”

 

***

 

©Kang Hyun In

 

Annyeong yeorobuuuun~

Maaf yaa untuk chapter ini lama banget, bener2 minta maaf L

 

Eotte? Gimana nih buat chapter ini? Feelingnya jg gimana? Dapet ga? Makin ancur aja ya perasaan ff ini L

Minta kritik dan sarannya ya biar nanti saya perbaiki lg mana kosa katanya yg harus diubah, kata-katanya yg ga nyambung atau apapun itu hehe

 

Kalau ada yg mau ditanyakan, silahkan tanyakan karna nanti Taeyeon, Sehun dan Luhan yg bakalan jawab wkwkwk

 

Bwt next chapter ga janji cepet ya, maapin L

Tapi kalau responnya bagus, nanti saya pertimbangkan#elahbahasanya 😀

 

Udh deh segitu aja hehe

 

Kamsahamnida yeorobun, saranghaeyo~ ❤ ❤ :*

 

See you for next chap :* J


Advertisements

70 comments on “[FREELANCE] Let’s Get Married?! (Chapter 3)

  1. “sleep together”
    seneng bdg tu uri sehun…wkwkwk
    penasaran ma msa lalu mreka…
    next dtggu thor…
    fightaeng!!!

  2. Kasihan Taeng eon
    Penasaran sama masa lalunya Taeng eon
    Ciee yg mau honeymoon terus tidur bareng hahaha
    Next thor

  3. Authoor akhirnyaaa ala iklan, prnah bca komiknya tpi ga smpe habis. Mkanya penasaran bgt, biarpun ga sma tpi kan nyerempet dikit. Dtnggu bgt, ba to the nget. Dtnggu ya!!
    FIGHTAENG!!

  4. sumpah si sehun bikin ngakak,, jd ilfeel gmna gtu -_-
    de javu berarti taeng sebelumnya pernah ngenal 2 namja dodol itu dong *peace
    yodahh di tunggu kelanjutannya thorrr

  5. makin seru aja.. ga sabar sapa yg bakal dplih taeng… dua duanya cocok buat tae tae eonnie…

  6. Pingback: [FREELANCE] Let’s Get Married (Chapter 4) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. hunhan ada2 aja kelakuanya untuk mendapatkan perhatian taeng
    ayo sapa nanti yg dapat meluluhkan hatinya taeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s