[FREELANCE] Comeback (Oneshot)


Comeback

Author: Han Sung Young

Rating: PG 15+

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, Friendship, Sad

Main Cast: Kim Taeyeon, Xi Luhan

Other Cast: EXO member

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: Lee Yong Mi
@bordeauxartposter

Happy reading^^

Suasana sebuah ruangan yang bernuansa putih tersebut, kini terlihat sangat sepi. Oh tidak, masih ada seorang gadis cantik disana. Gadis tersebut kini tengah duduk di sofa depan televisi.

Itu adalah Kim Taeyeon, seorang leader dari girl group papan atas di Korea sana. Yeoja yang sangat terkenal dengan kecantikannya yang sangat luar biasa. Tak hanya itu, Taeyeon juga memiliki suara yang sangat indah hingga dirinya ditunjuk sebagai lead vocal dari girl group yang bernama Girls Generation.

Namun saat ini Taeyeon hanya seorang diri di dorm nya. Sementara membernya yang lain masih menjalani schedule mereka sejak pagi tadi. Hari ini Taeyeon free, namun jika hanya seorang diri, rasanya sangat membosankan.

“Arrgghhh… Aku bosan.”

Akhirnya sebuah erangan keluar dari Taeyeon. Jika bisa, gadis itu ingin sekali keluar untuk beejalan-jalan, tapi itu tak mungkin. Member SNSD mempunyai kesepakatan jika ada salah satu member yang free, maka dia akan tetap berada didorm untuk menjaganya. Memang terdengar aneh karena jika mereka semua sedang ada show bersama, maka dorm akan kosong tanpa ada yang menjaga. Namun Taeyeon adalah seorang leader, dia tak mungkin mengingkari kesepakatan yang telah dibuat dirinya dan juga para membernya.

Kini Taeyeon hanya berharap dirinya mendapatkan hiburan yang menarik. Dan…

Ting..Tong..

Yeah, mungkin Tuhan tengah berbaik hati padanya. Pintu dorm tersebut belnya berbunyi pertanda ada tamu datang, Taeyeon mulai bangkit dari sofa yang didudukinya dan berjalan kearah pintu berharap seseorang yang datang tersebut memang bisa membuatnya terhibur.

“Nuguya.?” Tanya Taeyeon sambil membuka pintu dormnya. Hingga…

“NOONA!!”

Oh, ternyata yang datang bukan seseorang, tetapi 10 orang yang kini tersenyum dengan senyum idiot masing-masing.

“Kalian.” Ucap Taeyeon tak percaya saat mendapati member EXO mendatangi dorm nya.

“Noona, bolehkah kita masuk.?” Tanya Chanyeol.

Taeyeom terdiam, dirinya memang dekat dengan semua member EXO, dan bisa dipastikan bahwa setelah ini Taeyeon tak akan lagi kesepian.

Merasa tak mendapat jawaban dari Taeyeon, Chanyeol langsung masuk sambil mengucapkan, “Gomawo noona, kau memang baik.”

Taeyeon memandang kesal pada Chanyeol yang kini sudah duduk disofa yang tadi digunakannya. Tak heran, si Happy Virus itu memang selalu berbuat semaunya.

“Hey, aku belum menjawab, dasar menyebalkan. Kalian masuklah.” Ucap Taeyeon pada 9 member yang lain.

“Noona hanya sendiri didorm.?” Tanya Suho saat Taeyeon tengah menutup pintu tersebut.

“Seperti yang kau lihat, semua sedang menjalani schedule masing-masing. Bahkan aku serasa ingin mati sekarang karena kesepian, untung saja kalian kesini. Lalu, apa kalian tak ada schedule hari ini.” Jawab dan tanya Taeyeon pada Suho, bahkan mereka berdua masih berdiri disamping pintu.

“Hari ini kami libur, dan karena kami merindukan noona, maka kami memutuskan untuk kesini, sudah sangat lama kami tidak bertemu noona.”

“Untung saja aku sedang didorm, jika tidak mau apa kalian.?” Ucap Taeyeon dan berjalan kearah sofa menyusul yang lain.

Mata Taeyeon menangkap sebuah kantung yang cukup besar berada dimeja.

“Ini apa.?” Tanya Taeyeon dan mengangkat kantung tersebut.

“Apa noona sudah makan.?” Tanya Tao tanpa menjawab pertanyaan Taeyeon.

Taeyeon hanya menggeleng pelan sebagai respon. Mamang Taeyeon sedari tadi belum makan, gadis itu tak terbiasa makan seorang diri.

“Kebetulan tadi kami membeli ramen, kalau begitu kajja kita makan bersama, aku sudah sangat lapar.” Ucap Kai sambil memegang perutnya.

“Aigoo kau ini, bagaimana abs mu tak hilang jika kau makan terus dengan porsi 17 orang.” Ucap Taeyeon dan menggelengkan kepalanya.

Ucapan Taeyeon ini mengundang kekehan dari member EXO. Terutama Sehun yang kini merasa bahwa abs nya lebih membentuk daripada abs Kai.

“Noona~” Rengek Kai dengan nada kesal.

“Diam kalian!!” Bentak Kai pada teman-temannya.

“Aish, kau ini. Kita jadi makan atau tidak.?” Tanya Taeyeon san menatap satu persatu wajah member EXO.

“Tentu saja, aku juga sangat lapar noona.” Ucap Chen dan diangguki yang lainnya.

“Baiklah, akan kusiapkan. Kyungsoo, Minseok, bantu aku.”

“Okay noona.” Jawab Xiumin dan menarik DO untuk mengikuti Taeyeon.

Sementara Taeyeon, Xiumin dan DO tengah berada didapur, member EXO yang lain kini juga sedang asik dengan kegiatan masing-masing. Kai dan Sehun yang tengah bermain game di gadget masing-masing, Baekhyun dan Chanyeol yang tengah berdiskusi bagaiman cara mengusili yang lain, Suho dan Lay yang tengah membaca majalah yang ada disana, sementara Chen dan Tao yang tengah menonton televisi.

Tak lama waktu berselang, kini Taeyeon keluar dengan membawa satu mangkuk besar berisi ramen yang mungkin cukup untuk 12 orang, Xiumin yang membawa mangkuk-mangkuk berukuran sedang, sementara DO membawa minum.

“Waktunya makan!!” Teriak Taeyeon dan mendapat respon cepat dari yang lain.

Xiumin kemudian membagi mangkuk yang dibawanya tadi didepan para member.

“Noona, ambilkan untuk kami.” Ucap Baekhyun manja sambil mengangkat mangkuknya.

“Untukku juga.” Tambah Sehun yang mengikuti gaya Baekhyun.

“Kalian ini manja sekali.” Ucap Taeyeon kemudian  beranjak untuk mengambilkan ramen untuk semua member EXO yang sangat suka bermanja-manja pada dirinya itu.

“Apa kalian makan ini setiap hari.?” Tanya Taeyeon sambil mengambilkan ramen untuk Baekhyun.

“Tidak, biasanya aku yang memasak. Tapi karena hari ini aku malas, jadi aku minta pada Suho hyung untuk membeli ramen saja.” Jawab DO.

“Aku beritahu ya, jika kalian makan seperti ini setiap hari tak akan bagus untuk kesehatan kalian. Walaupun ini akan lebih mudah karena tak perlu memasak, tapi ini juga bisa mengganggu kesehatan. Ingatlah jika jadwal kalian saat ini sedang padat-padatnya, jadi kumohon jaga kesehatan dengan baik. Jika Kyungsoo malas memasak, mintalah dimasakan oleh orang lain, perbanyaklah makan sayur, minum air putih dan minum vitamin, itu akan sangat bagus untuk kalian.” Ucap Taeyeon dengan penuh perhatian.

“Benarkah seperti itu.? Jika memang makanan ini tak sehat, lalu mengapa aku menemukan banyak ramen instant didalam kulkas.?”

Taeyeon terdiam mendengar ucapan Tao, gadis itu memang akhir-akhir ini lebih banyak mengkonsumsi makanan instant. Walaupun yang lain sedang memakan makanan sehat, tetap Taeyeon lebih memilih makanan instant miliknya.

“Aku sungguh berterima kasih karena selama ini noona selalu memperhatikan kami seperti adik sendiri, tapi aku mohon noona juga harus memperhatikan diri noona juga. Lupakan semua yang sudah berlalu, yakinlah akan ada sesuatu yang indah untuk kedepannya.” Ucap Suho yang terkesan dewasa. Memang sepertinya Suho lah yang paling mengerti dengan perasaan Taeyeon, walaupun Suho bukanlah member tertua, tetapi Suho memiliki pemikiran yang sangat dewasa dan tau bagaimana cara bersikap.

“Benar yang diucapkan Suho hyung, aku tau jika noona masih memikirkan hal itu, tapi aku mohon jangan sampai masalah itu mengganggu kesehatan noona. Kami akan sangat sedih jika noona sakit.” Tambah Lay.

“Selama ini hanya noona saja sunbae yang memperhatikan kami begitu jauh, dan jika noona sakit sedikit saja, maka itu akan membuat kami sedih karena tak bisa menjaga noona dengan baik sebagai balas budi untuk perhatian noona selama ini, jadi berhentilah mengkonsumsi makanan seperti itu ne.” Ucap Xiumun pada Taeyeon yang kini tengah berdiri disampingnya.

Taeyeon sejenak menghela nafas kemudian menjawab, “Baiklah, setelah ini aku akan membuang semua makanan yang ada dikulkas.” Jawab Taeyeon kemudian melanjutkan kegiatannya menyendok ramen yang sempat terhenti.

“Baiklah, kajja kita makan.” Ucap Taeyeon setelah selesai dengan kegiatannya.

“KAJJA!!”

****

Saat ini Taeyeon dan lainnya tengah berada diruang tengah untuk menonton televisi. Setelah tadi Taeyeon membersihkan meja makan dan mencuci semua mangkuk, kini gadis itu memilih menonton TV dengan diikuti semua member EXO.

“Ahh, aku kenyang sekali.” Ucap Kai sambil menepuk perutnya yang terasa penuh itu.

Taeyeon yang mendengar ucapan Kai kemudian menoleh kekanan untuk melihat namja yang saat itu tengah duduk disampingnya.

“Yah, dan sebentar lagi perutmu itu akan benar-benar rata.” Ucap Taeyeon dan kembali menatap kedepan.

“Tidak akan, biar kubuktikan, noona mau melihat abs ku.?” Tanya Kai dan siap-siap mengangkat kaus yang digunakan.

“Tidak terima kasih, aku lebih suka melihat abs milik Tao, bukan begitu baby panda.?” Jawab Taeyeon dan menatap Tao yang duduk dibawah tepat disebelah kaki Taeyeon.

“Jinjja.? Noona lebih menyukai abs ku.? Hebat.” Ucap Tao sambil mendongak untuk menatap Taeyeon yang untuk saat ini lebih tinggi dirinya.

“Sudahlah noona, Kkamjong, kenapa sedari tadi kalian membahas abs terus eo.?” Tanya Chanyeol yang dibalas tatapan aneh dari Taeyeon, pasalnya Chanyeol berbicara saat mulutnya penuh dengan snack yang tadi mereka beli, hingga saat Chanyeol berbicara saliva nya menyembur kemana-mana.

“Kau ini jorok sekali eo, bersihkan mulutmu.” Ucap DO dan memberikan tisu pada Chanyeol.

“Hehe, gomawo Kyung.” Jawab Chanyeol cengengesan.

“Menggelikan.” Ucap Baekhyun dan bergidik ngeri saat menatap Chanyeol.

“Walau begitu, kau tetap suka berdekantan dengan Yeolli ‘kan.? Tanya Chen dan dibalas dengan Baekhyun yang mengatupkan kedua belah bibirnya.

“Ani, siapa bilang aku suka berdekatan dengan Chanyeol.” Jawab Baekhyun pada akhirnya.

“Mengaku saja hyung,” Ucap Sehun yang kini mulai tertular sifat gila dari para hyung nya.

“Sudahku bilang aku tak menyukainya.”

“Lalu mengapa kau selalu dekat dengan Chanyeol hm.?” Tanya Kai dengan mengembangkan seringai nya.

“Aish, jangan karena Baekhyun selalu dekat dengan Chanyeol lalu kalian mengatakan bahwa Baekhyun menyukai Chanyeol, itu sungguh tidak masuk akal.” Taeyeon akhirnya membuka suara dengan putaran bola matanya.

Lantas Chen, Sehun dan Kai hanya tertawa malu mendengar ucapan Taeyeon tadi.

“Suho, apa mereka setiap hari selalu seperti ini.?” Tanya Taeyeon dan dibalas anggukan oleh Suho.

“Terkadang aku jadi bingung bagaimana cara agar mereka semua diam, terutama jika Sehun sudah membaur dengan BaekYeol, itu akan membuat kepalaku semakin pusing.” Ucap Suho mengutarakan keluh kesahnya.

“Kalian dengar.? Apa kalian tidak kasihan dengan Suho yang selalu menanggung perbuatan kalian.? Kufikir kalian sudah dewasa, tetapi tetap saja seperti anak kecil.” Ucap Taeyeon dan menggelengkan kepalanya.

“Mian,” Ucap Chen mewakili yang lain.

Taeyeon menghela nafas, bukan sekali dua kali gadis itu memarahi mereka karena bersikap kekanakan, ini sudah yang kesekian kalinya Taeyeon memarahi mereka. Taeyeon melakukan itu karena dirinya terkadang merasa kasihan pada Suho. Suho yang merupakan leader memegang tanggung jawab penuh pada mereka semua. Bisa diibaratkan bahwa Suho adalah ayah dan ibu dari sembilan anak itu.

“Kurasa diantara kalian yang dewasa hanya Suho, Kyungsoo, Minseok dan Yixing, selebihnya childish.”

“Noona.” Rengek Tao dan mengguncang pelan kaki Taeyeon.

“Baru saja kubicarakan kau sudah membenarkan apa yang ku ucapkan.” Ucap Taeyeon yang terdengar seperti sedang marah. Tapi jauh dalam hatinya, Taeyeon hanya berniat menjahili dongsaeng-dongsaeng kesayangannya itu, tak lebih.

“Tak apa noona, terkadang sifat mereka yang seperti itu justru menghibur kami saat lelah.” Ucap Lay dan tersenyum.

“Baikalah, baiklah, kita lanjutkan menontonnya.” Ucap Taeyeon dan kembali menghadap kedepan.

Semua pun kini ikut menatap arah TV, mereka semua terdiam terlalu fokus pada apa yang mereka tonton. Ya, mereka saat ini tengah menyaksikan sebuah berita yang menyebutkan bahwa salah satu aktor Korea terbelit kasus penipuan.

Keadaan semakin hening saat tayangan tadi berubah menjadi playback perjalanan EXO sejak debut hingga sekarang. Tentu semua merasa senang dan sedih disaat bersamaan. Senang karena melihat keceriaan mereka saat maaih ber-12 dulu, mereka yang selalu berbagi kehangatan dan mereka yang melekat dengan kata-kata ‘WE ARE ONE!’. Sementara sedih karena mereka kini tak bisa merasakan hal itu lagi. Tentu saja, kini sudah tak ada Kris dan.. Luhan. Namun apa yang bisa mereka perbuat, mereka tak bisa menghalangi langkah yang ingin diambil oleh Kris dan Luhan. Mereka hanya bisa menerima dan menjalani yang ada didepan mata.

Kini semua masih terdiam, begitu fokus dengan apa yang saat ini tengah mereka lihat. Terutama Sehun dan Taeyeon yang kini merasa mata mereka mulai memanas akibat air mata yang sebentar lagi mungkin akan keluar. Sehun tentu saja merasa sangat rindu pada Luhan, saat mereka masih satu grup dulu, Luhan-lah yang paling menyayangi dan memperhatikannya. Bukan berarti member EXO yang lain tak menyayanginya bukan, member EXO juga menyayangi Sehun, hanya saja Luhan-lah yang paling menonjol dalam hal ini. Sementara Taeyeon.?

Lay yang pertama kali menyadari hal ini, dengan segera namja yang bermarga Zhang itu merebut remotte yang sedari tadi berada dalam genggaman Tao dan mematikan TV nya. Suho tersentak akan hal ini, Suho merasa bodoh karena tak peka terhadap perubahan membernya, seharusnya ia sebagai leader tak  ikut kalut akan hal ini. Suho menatap semua kecuali Lay yang kini masih memandang kosong pada TV yang kini sudah berwarna hitam itu. Suho beruntung karena Lay cukup peka terhadap perubahan mereka, namja itu hanya tak ingin membernya kembali sedih karena kebersamaan mereka saat masih utuh dulu.

Kini Suho hanya berusaha mengembalikan suasana seperti semua. Walau disini ada Taeyeon yang lebih dewasa darinya, tapi tidak, Taeyeon pasti sangat kacau saat ini, terbukti yeoja itu yang kini tengah menunduk.

“Eoh, bagaimana kalau kita bermain.?” Tanya Suho dan menatap membernya.

“Bermain apa.?” Kai yang pertama kali merespon.

“Entahlah, ada yang punya usul.?”

“Bagaimana kalau Truth Or Dare.?” Tanya DO memberikan usul.

“Aku setuju, sudah lama juga kita tak bermain itu.” Ucap Baekhyun yang sudah kembali ceria -sepertinya-

“Noona.?” Panggil Suho pelan pada Taeyeon yang masih menundukkan kepalanya.

Taeyeon menghela nafas, kemudian mengangkat wajahnya yang kini memerah.

“Akan kucarikan botol.” Ucap Taeyeon dan segera berdiri.

Terlihat sekali ada jejak-jejak air mata dipipi Taeyeon, Suho ikut sedih melihat itu, dirinya gagal menjaga Taeyeon seperti yang sudah diperintahkan oleh seseorang.

“Kita bersiap-siap.” Ucap Lay kemudian mereka semua segera duduk melingkar pada karpet beludru tersebut.

Taeyeon sudah kembali, kini yeoja itu duduk diantara Tao dan DO.

“Kita mulai sekarang.?” Tanya Taeyeon yang sudah meletakkan botol ditengah dan mencoba terlihat biasa saja.

“Ne, biar aku yang memulai.” Ucap Baekhyun dan mulai memutar botol tersebut.

Mungkin Baekhyun yang terlalu kuat memutar botol tersebut hingga membutuhkan waktu yang cukup lama sampai botol tersebut berhenti. Dan akhirnya botol tersebut berhenti pada… Kai.

“Baiklah, Truth Or Dare.?” Tanya Chanyeol sedikit menyeringai.

“I choose, Dare.”

Jawaban Kai ini mengundang pekikan ‘Aww’ dari mereka semua yang ada disana.

“Siapa yang akan memberikan tantangan.?” Tanya Kai yang mungkin sudah mulai tegang.

Semua terdiam sebentar untuk berfikir tantangan apa yang akan diberikan pada Kai, hingga kini Sehun yang membuka suaranya.

“Bagaimana kalau kau melakukan gerakan Call Me Baby dengan sexy dance milikmu.?” Tawar Sehun dan menaik turunkan alisnya.

Kai mengernyitkan alisnya heran, “Apa kau mengejekku.? Jangan karena perutku mulai rata kau menantangku seperti ini. Ini sangatlah mudah Hun.”

“Kalau begitu, lakukan!” Perintah Sehun dan menunjuk tempat yang kosong dengan dagu nya.

Kai beranjak dari duduknya dengan mantap kemudian mulai melakukan sexy dance nya. Gerakan Kai ini memancing kediaman mereka, semua begitu terfokus pada tubuh Kai yang meliuk dengan indah dan tentu saja sexy. Bahkan Taeyeon sampai tak berkedip dibuatnya. Kai menyeringai disela gerakan dancenya. Karena menyadari mereka semua menyukai sexy dancenya, maka Kai menghentikan gerak tubuhnya dan menimbulkan desahan kecewa dari mereka semua tak terkecuali Taeyeon.

“Mengapa cepat sekali.?” Tanya Xiumin bertepatan dengan Kai yang sudah mendudukkan dirinya pada tempat semula.

“Memang mau sampai kapan.? Kita lanjutkan.” Ucap Kai dan mulai memutar botol tersebut.

“Kyungsoo.” Ucap Taeyeon saat botol tersebut berhenti didepan DO.

“Kau pilih apa.?”

“Truth.”

“Aku yang memberikan pertanyaan.” Ucap Chen cepat.

“Apa benar saat TTS noona, LuGe, Yeolli, Hunnie dan kau berkolaborasi, kau sempat melihat butt milik Tiffany noona.?” Tanya Chen dengan tatapan ingin tau.

Sementara Taeyeon yang memang tak mengetahui apapun hanya membulatkan matanya dan menatap tajam pada DO yang memang duduk disampingnya.

“Apa itu benar.?” Tanya Taeyeon yang masih menatap tajam pada DO.

Yang ditanya pun hanya bisa menunduk sambil menganggukkan kepalanya perlahan. Tentu saja hal itu membuat semua member EXO menyeringai.

“Yakk Kkamjong, apa yang kau lakukan hingga Kyungsoo yang polos ini memiliki sifat mesum sepertimu eo.?” Semprot Taeyeon dan menatap Kai.

“Mengapa aku.? Bahkan aku tak mengetahui apapun.” Jawab Kai yang tentu saja bohong.

“Tentu saja, disini hanya kau saja yang memiliki sifat seperti itu, ditambah lagi kau adalah roommate Kyungsoo, jadi bisa saja kau yang menularinya.”

“Aku tidak melakukan apapun noona.” Rengek Kai dengan wajah memelas. Sangat menggelikan.

“Hufft~ Kyungsoo.?” Panggil Taeyeon dan kembali menatap DO.

“Aku tak sengaja noona. Saat aku mendongak, justru butt Fany noona-lah yang ada dihadapanku, jadi aku benar-bemar tak sengaja.” Jelas DO singkat, padat dan jelas.

“Kau tak berbohong.?”

“Aku sangat jarang berbohong, terlebih pada noona, aku tak akan berani.”

“Baiklah aku percaya. Kita lanjutkan lagi.”

Kemudian DO mulai memutar botol tersebut, lagi-lagi mereka harus menunggu sedikit lama karena DO memutarnya sedikit keras, hingga…

“Noona.?” Ucap semua member EXO dan menatap Taeyeon yang masih menatap botol tersebut tak percaya.

“Aish, kenapa harus aku.?” Ucap Taeyeon dan sedikit mengacak rambutnya.

“Cepat pilih noona.” Pinta Xiumin yang sepertinya sudah tidak sabar.

“Truth,” Yakin Taeyeon.

“Aku akan bertanya.” Ucap Kai dan menghela nafas sejenak, “Apa noona masih memiliki hubungan khusus dengan Luhan hyung.?”

Semua terdiam, terutama Taeyeon yang menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Memang Taeyeon dan Luhan adalah sepasang kekasih, namun hanya member SNSD dan EXO saja yang mengetahui nya. Hingga ketika Luhan memutuskan keluar dari EXO, hubungan mereka jadi penuh dengan tanda tanya. Luhan pergi tanpa pamit dengan Taeyeon, dan hal itu tentu saja membuat Taeyeon sedih, ditambah lagi Luhan yang tak pernah menghubungi nya sejak saat itu, Taeyeon sudah berulang kali mencoba menghubungi Luhan , namun Taeyeon tak mendapat apapun dari usahanya tersebut. Setiap malam Taeyeon tentu selalu teringat dengan namjanya itu -atau mungkin mantan namjanya-, bahkan terkadang gadis itu teringat akan kebersamaan mereka sebelum Luhan memutuskan untuk pergi. Taeyeon tak tau, apakah Luhan juga merasakan hal yang sama dengannya, atau justru Luhan sudah mendapat pengganti dirinya.? Yang pasti sampai saat ini perasaan Taeyeon pada Luhan tak pernah berkurang sepersen pun. Taeyeon hanya merasa bahwa rindunya pada namja bermata rusa itu semakin menggebu setiap harinya. Gadis itu hanya berharap bahwa Luhan akan segera menghubunginya. Hanya mendengar suara Luhan saja akan membuat Taeyeon senang.

Tak terasa, air mata Taeyeon mulai mengalir dari sudut matanya. Suho yang menyadari hal itu memukul pelan kepala Kai yang saat itu berada disampingnya. Bukankah mereka bermain permainan ini untuk mengalihkan perhatian Taeyeon dari tayangan tadi yang terdapat Luhan didalamnya, tetapi mengapa Kai justru menanyakan hal yang menyangkut dengan Luhan. Baiklah, Suho fikir Kai hanya tidak peka dengan hal ini.

Suho beranjak kemudian memegang bahu Taeyeon dan membawa gadis itu duduk di sofa dan diikuti member EXO yang lain. Setelah Taeyeon dan Suho duduk disofa tersebut, Suho segera membawa Taeyeon kepelukannya.

Memang Luhan-lah yang meminta Suho untuk menjaga Taeyeon. Luhan hanya tak tak tau apa yang harus dilakukan, yang bisa diandalkan saat itu hanyalah Suho. Dan alasan mengapa Luhan pergi tanpa berpamitan hanyalah karena dirinya tak mampu. Luhan takut jika tak bisa melepas Taeyeon jika dirinya berpamitan. Kira-kira seperti itulah yang diucapkan Luhan pada Suho sebelun dirinya benar-benar meninggalkan Korea.

“Bodoh, mengapa kau bertanya hal itu eo.? Lihat, sekarang noona jadi menangis karena dirimu.” Ucap Baekhyun berbisik karena tak ingin terdengar oleh yang lain.

Memang saat ini mereka semua terfokus pada Taeyeon yang menangis semakin menjadi-jadi dalam pelukan Suho. Bahkan Sehun pun kini ikut meneteskan air matanya karena mengerti apa yang dirasakan Taeyeon.

“Aku hanya bertanya sesuai kenyataan. Bukankah kalian juga penasaraan tentang hubungan noona dan Luhan hyung.?” Bantah Kai yang tidak terima disalahkan.

“Tapi tidak seperti itu caranya. Kita tak berhak menyampuri hubungan noona dan Luhan hyung, seharusnya kita menunggu hingga semua terjelaskan dengan sendirinya.” Ucap Baekhyun yang masih berusaha memberi penjelasan.

“Sampai kapan kita harus menunggu.? Aku sudah terlalu penasaran dengan hubungan mereka.”

“Itu bukan urusan kita, noona dan Luhan hyung tau apa yang seharusnya mereka lakukan.” Ketus Baekhyun dan kembali menatap Taeyeon.

“Noona, minumlah.” Ucap DO dan memberikan segelas air.

Taeyeon mengangkat wajahnya dan menerima air tersebut kemudian meminumnya dengan sesekali sesenggukan.

“Noona, maafkan aku ne.? Aku tak bermaksud membuat noona bersedih.” Ucap Kai yang saat ini sudah berlutut didepan Taeyeon.

Tangan Taeyeon terangkat untuk menghapus air matanya kemudian tersenyum. Bisa disebut senyum paksaan. Walau begitu, Taeyeon berusaha menampilkan senyum terbaiknya untuk dongsaengnya ini.

“Gwenchana, kita lupakan masalah ini.” Ucap Taeyeon dan mengelus rambut Kai.

Kai tersenyum. Walaupun Taeyeon sering memarahinya, tetapi Kai tau bahwa Taeyeon menyimpan kelembutan dalam hatinya, dan itulah yang membuat Kai menyayangi Taeyeon seperti kakaknya sendiri.

“Kita lan-”

TING~ TONG~

Pertanyaan yang ingin Taeyeon lontarkan terhenti karena seseorang yang memencet bel dorm SNSD tersebut.

“Siapa yang datang.? Atau mungkin SNSD noona.?” Tanya Lay yang dibalas gelengan dari Taeyeon.

“Setahuku, jadwal mereka hingga tengah malam, jadi kurasa tak mungkin jika itu mereka.”

“Biar kubuka.” Ucap Xiumin dan mulai melangkah menuju pintu.

Dengan perlahan, tangan Xiumin bergerak memutar kenop pintu tersebut. Dan…

“Luhan.?” Panggil Xiumin saat melihat siapa yang datang.

“Hyung,” Balas Luhan dan tersenyum.

Sementara yang lain juga ikut terkejut melihat kedatangan Luhan. Terutama Taeyeon yang kini berusaha mati-matian agar air matanya tak kembali keluar. Namun percuma, cairan tersebut sudah kembali mengalir dan membuat Suho yang melihatnya ikut bersedih dan kembali memeluk Taeyeon.

“HYUNG!!” Ucap Sehun dan segera berlari memeluk Luhan. “Bogoshippeo hiks hiks.” Kini mulai terdengar isakan kecil dari Sehun.

Dan tentu saja hal itu membuat Taeyeon semakin merasa sakit akan semua yang terjadi.

“Nado Hun. Uljimayo.” Ucap Luhan dan menepuk pelan punggung Sehun.

Sehun melepas pelukannya, kemudian Luhan beralih memeluk member yang lain. Yah, bukan hanya Sehun yang merindukan Luhan, tetapi semua.

Disetiap pelukan yang dilakukannya dengan member EXO terselip perasaan yang tak bisa diucapkan. Antara senang, sedih, terharu dan rindu. Entahlah, terlalu sulit untuk dijelskan.

Sementara kini Taeyeon hanya bisa menunduk sambil mengusap air matanya karena Suho yang saat ini tak lagi memeluknya karena tengah berpelukan dengan Luhan.

“Bagaimana hyung bisa disini.?” Tanya Tao yang saat ini berdiri tepat disamping Luhan.

Kemudian Lay meminta Luhan duduk disamping Taeyeon terlebih dahulu dan member yang lain mencari tempat sendiri untuk mereka duduk.

“Aku merindukan kalian. Tadi aku terlebih dahulu ke dorm kalian, tetapi kalian tak ada dan kufikir kalian sedang ada jadwal. Jadi aku kemari untuk menemui Taeyeon noona dan ternyata kalian pun ada disini.” Jawab Luhan dan tersenyum.

Lihat, senyum, cara bicara bahkan hingga gerak-gerik nya masih sangat sama seperti yang dulu. Luhan yang begitu hangat dan lembut.

“Kau tau.? Kami semua sangat merindukanmu.” Ucap Chanyeol.

“Aku tau, maka dari itu aku kemari. Karena aku juga sangat merindukan kalian dan Taeyeon noona.” Jawab Luhan dan menatap Taeyeon yang masih setia menatap kebawah.

Suho yang menyadari itu segera memberi kode pada membernya untuk meninggal kan Luhan dan Taeyeon berdua, mengingat keduanya yang sedari tadi belum saling menyapa, bahkan Taeyeon sedari tadi sama sekali tak menatap Luhan walaupun namja itu kini tengah duduk disampingnya.

“Ah, sebaiknya kalian bicara berdua saja, kami akan kesana.” Ucap Suho kemudian beranjak diikuti yang lain.

Kini mereka semua sudah berada di sudut ruangan dan mencari kesibukan masing-masing. Namun bukan member EXO namanya jika mereka tak mencuri pandang kearah Luhan dan Taeyeon.

Sementar Luhan dan Taeyeon kini merasa tak nyaman dengan suasana yang menyelimuti mereka. Luhan paham jika Taeyeon merasa marah dan kesal pada dirinya. Luhan merasa menjadi pengecut sebagai pria. Seperti yang pernah dikatakannya pada Suho saat itu, dirinya hanya takut tak bisa melepas Taeyeon jika dirinya harus pamit terlebih dulu. Namun siapa sangka, itu semua justru membuat suasana tak nyaman antara dirinya dan Taeyeon.

Luhan menarik nafas panjang kemudian menatap Taeyeon dan mulai membuka suaranya.

“Noona, bisakah kita bicara berdua saja.?”

****

Hembusan angin sore menerpa dengan lembut permukaan wajah sepasang kekasih yang kini saling terdiam sejak 10 menit yang lalu. Mata berbinar keduanya pun menerawang jauh kedepan pada pemandangan indah dari atap gedung tersebut. Keduanya memang memilih berbicara diatap gedung untuk mengantisipasi didengar oleh yang lainnya. Namun percuma saja jika kedua manusia yang memiliki wajah bak seorang bayi itu pergi keatap jika tak ada yang berani membuka suaranya barang sedikit saja.

Sang gadis, dirinya enggan untuk membuka suara, terlalu kecewa, marah dan juga kesal. Semua serasa campur aduk dalam hatinya. Namun begitu, ada perasaan senang terselip dalam hatinya. Harapannya selama ini akhirnya terkabulakan. Bertemu dengan sang pujaan hati adalah harapannya selama beberapa bulan ini. Namun sayang, lagi-lagi suasana tak mendukung pertemuan keduanya.

Sang pria, dirirnya terlalu bingung bagaimana mengawali pertemuan yang sudah lama diinginkannya. Otak nya tengah bekerja keras merangkai kata agar gadianya itu tak akan marah. Jujur, selama menjalani pekerjaannya di China, namja rusa ini sama sekali tidak fokus dengan apa yang dijalaninya. Selalu melintas moment-moment kebersamaan nya dengan gadisnya itu. Dan jangan lupakan dirinya yang selalu dihantui rasa bersalah karena telah menggantung hubungan mereka.

Suasana seperti ini masih berlanjut, keduanya merasa suara mereka akan habis jika digunakan berbicara barang satu kata saja. Namun ini tak boleh terus terjadi. Hingga…

“Bagamana kabar noona.?”

“Bagaimana kabarmu.?”

Tepat saat Luhan membuka suara, Taeyeon pun membuka suara dengan pertanyaan yang sama pula. Mungkin bisa dibilang jodoh.?

“Keadaanku kurang baik sejak salah satu orang yang kuanggap penting dalam hidupku meninggalkan ku begitu saja. Beruntung masih banyak yang memberi ku semangat, bukan banyak hanya ada 17 orang -Member EXO dan SNSD- yang memberi ku semangat. Tapi itu sudah cukup, aku merasa mereka adalah vitamin yang harus kukonsumsi setiap hari agar aku bisa menjalani aktivitasku dengan baik. Yeah, kurang lebih seperti itu. Kau sendiri.?” Jawab Taeyeon dan kembali bertanya dengan wajah yang berusaha terlihat tegar.

“Tak jauh berbeda dengan noona, selama beberapa bulan ini aku juga tak bisa menjalani kegiatanku dengan baik. Selalu terbayang wajah gadis yang paling kucintai di dunia ini setelah ibuku. Aku sangat merasa bersalah padanya. Maka dari itu aku saat ini memberanikan diriku muncul dihadapannya, aku berharap dia mau memaafkanku.” Jawab Luhan dan tersenyum dengan pandangan yang lurus kedepan.

“Kau baru sadar jika ini salahmu.?” Tanya Taeyeon sinis dengan memandang Luhan. Gadis itu berulang kali meyakinkan dirinya untuk tidak menangis lagi.

“Mian.”

Hening…

Lagi-lagi suasana seprti ini kembali terulang. Namun tak lama, hingga Luhan kembali membuka suaranya.

“Aku tau aku salah noona, aku meninggalkanmu tanpa berpamitan atau sekedar memberi salam perpisahan. Aku terlau takut, takut tak bisa melepasmu jika saja aku berpamitan. Aku tau ini benar-benar salah. Aku merasa lemah sebagai seorang pria. Aku membuat gadis yang kucintai menderita karena perbuatanku yang sungguh kekanakan. Aku mengaku aku tak gentle dan begitu pengecut, tapi percayalah noona, jika hatiku ini hanya ada dirimu seorang, fikiranku selalu melayang pada dirimu, hidupku serasa hanya terpenuhi olehmu. Dan satu lagi, jantung ini selalu berdegup kencang jika aku teringat akan dirimu atau jika aku berada dekat denganmu. Memang terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Xi Luhan yang akan selalu mencintai Kim Taeyeon.” Jelas Luhan dan menuntun tangan Taeyeon untuk menyentuh dadanya seolah menunjukkan bahwa jantungnya itu memang sedang berdegup kencang saat berada dekat Taeyeon.

Dan memang benar, telapak tangan Taeyeon kini merasakan sebuah gerakan tak teratur dari jantung Luhan. Taeyeon tak bisa berbicara apapun jika sudah seperti ini. Hati dan fikirannya semakin kalut mendengan penjelasan Luhan yang memang terdengar sangat jujur itu. Gadis itu masih tak bisa bicara bahkan saat dirinya kini berada dalam pelukan Luhan.

Hangat…

Begitu hangat dan nyaman. Itulah yang selalu Taeyeon rasakan jika sedang dipeluk oleh Luhan. Hanya sebuah pelukan kerinduan yang dilakukan keduanya, sama sekali tak menyiratkan sebuah nafsu ataupun ke-posesif-an. Namun itu mampu, membuat rasa rindu keduanya sedikit demi sedikit menghilang. Sudah sangat lama mereka tak merasakan kehangatan seperti ini. Yang selama ini mereka rasakan hanya keresahan dan kegelisahan.

“Maafkan aku noona, aku benar-benar tak bisa membahagiakan orang yang kucintai, aku hanya bisa membuat mu sedih. Bahkan aku harus meminta Suho untuk menjaga noona. Aku-”

Ucapan Luhan terhenti karena Taeyeon yang meletakkan jari telunjuknya di permukaan bibir Luhan agar namja itu berhenti bicara.

“Bukankah kau merindukanku.? Berhenti bicara dan nikmati ini.” Ucap Taeyeon dan kembali memeluk pinggang Luhan dari samping.

Luhan tersenyum, kemudian tangan namja itu terangkat dan memeluk bahu Taeyeon sambil mengusap rambut panjang milik Taeyeon yang dibiarkan terurai itu.

Lagi dan lagi, Luhan selalu memuji semua yang ada pada Taeyeon. Luhan rasa Taeyeon adalah ciptaan Tuhan yang begitu sempurna yang hanya diperuntukkan baginya.

Luhan selalu meyakinkan dirinya bahwa Taeyeon memang diciptakan untuknya. Menjadi pendamping hidupnya, selalu menjadi terakhir yang dilihat saat dirinya akan terlelap tidur, selalu menjadi yang pertama dilihat saat dirinya terbangun, selalu menyiapkan pakaian yang Luhan butuhkan untuk bekerja, menjadi sosok istri yang baik dan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak. Memang banyak, sangat banyak harapan yang ingin Luhan wujudkan bersama Taeyeon.

Namja itu menghela nafaa sejenak kemudian membuka suaranya, “Apa ini berarti noona sudah memaafkanku.?” Tanya Luhan dan menundukkan kepalanya untuk menatap Taeyeon yang masih menikmati posisi nya di dada Luhan.

“Kurasa seperti itu, tapi aku tetap tak bisa melupakan perbuatanmu yang begitu jahat. Bahkan Kris yang bukan siapa-siapa saja masih ingat untuk mengucapkan selamat tinggal pada kami semua. Sementara kau, benar-benar mengecewakan.” Ungkap Taeyeon dengan nada suara yang sudah berubah. Jika tadi menggunakan nada sinis, maka sekarang Taeyeon sudah menggunakan nada suara yang lembut dan terdengar manis.

“Aku tau, tapi aku memiliki penjelasan untuk itu. Dan aku sudah menjelaskannya.”

“Hmm.. Aku juga tau itu.”

Kembali, semua terdiam. Menikmati kehangatan yang sedari tadi mengelilingi keduanya. Bahkan Luhan beberapa kali mengecup puncak kepala Taeyeon dengan rasa sayang yang mengalir begitu besar. Bahkan jika bisa, Luhan ingin meminjam kekuatan Tao agar dirinya bisa menghentikan waktu dan bisa lebih lama bersama Taeyeon. Namun apa daya.? Itu semua hanyalah fantasy belaka yang mustahil menjadi kenyataan.

“Bagaimana pekerjaanmu disana.? Apa berjalan baik-baik saja.?” Tanya Taeyeon yang memecah keheningan.

“Berjalan lancar, walau tekadang aku sedih jika mengingat tentangmu, tapi aku akan selalu berusaha agar tetap bersikap profesional.”

“Bagaimana caranya.?” Tanya Taeyeon dan sedikit mendongak menatap Luhan.

“Jika yang membuatku sedih adalah noona, maka yang bisa membuatku tersenyum lagi juga noona.”

“Huh~” Dengus Taeyeon yang tak mengerti dengan ucapan Luhan.

“Aku memandangi foto kita. Itu bisa membuatku tersenyum dan mengembalikan semangatku yang sempat hilang.” Ucap Luhan dengan tangan yang terangkat untuk mengusap pipi Taeyeon dengan begitu lembut, seolah tak ingin pipi mulus Taeyeon itu terluka barang sedikit saja.

Mata bulat milik Taeyeon terpejam menikmati jari-jari milik Luhan Yang sedang bermain-main dipipinya. Hingga saat Taeyeon membuka mata, posisi Luhan sudah begitu dekat dengan mata yang terpejam. Taeyeon tau jika Luhan ingin menciumnya. Dan Taeyeon tak mendiamkan itu, tangan Taeyeon terangkat untuk menahan dada Luhan agar tak semakin mendekat. Taeyeon tak bermaksud menolak, hanya saja ada sesuatu yang harus ditanyakan sebelum mereka melakukan itu.

“Wae.?” Tanya Luhan bingung. Jujur saja, Luhan sudah tak sabar untuk menyentuh bibir gadisnya yang sudah lama tak disentuh itu.

“Mengapa tubuhmu yang dulu dan yang sekarang memiliki aroma berbeda.?” Tanya Taeyeon curiga.

“Apa maksud noona.?”

“Mengapa tubuhmu beraroma wanita, bukankah kau seorang pria.? Atau jangan-jangan kau memiliki wanita lain diluar sana, dan kau telah bercumbu dengannya terlebih dulu baru kau kemari.?” Tanya Taeyeon yang semakin curiga.

Bagaimana tidak.? Luhan yang merupakan seorang pria bagaimana bisa mengeluarkan aroma seorang wanita.? Bukankah itu patut dicurigai.?

“Aigoo noona, mana mungkin aku memiliki wanita lain. Memiliki noona sudah sangat cukup bagiku, tak perlu wanita lain.” Jawab Luhan cepat.

“Lalu, mengapa aroma tubuhmu seperti ini.?”

“Apa noona lupa.? Parfum yang kugunakan sama dengan parfum milik noona. Kufikir aku bisa merasakan bahwa noona disampingku jika aku mencium aroma noona dari parfum tersebut.” Jelas Luhan.

“Benarkah.?” Tanya Taeyeon dan menghirup aroma tubuh Luhan sekali lagi.

“Ah, benar. Tapi aku sudah mengganti parfum ku cukup lama, jadi aku sedikit melupakan aroma nya.”

“Pantas saja aroma noona berbeda.” Ucap Luhan dan menghirup wangi tubuh Taeyeon tepat dilehernya. Wajah Luhan kini sudah bergerak keatas dan..

Chu~

Sesuatu yang diinginkan Luhan akhirnya terwujud, dua permukaan lembut itu sudah saling menempel.

Awalnya hanya menempelkan saja, namun bibir Luhan mulai bergerak saat dirasakannya tangan Taeyeon mulai bergerak menuju tengkuknya. Luhan mulai melumat pelan bibir Taeyeon. Entah berapa kadar alkohol yang berada dibibir Taeyeon, namun yang pasti ciuman tersebut sangat memabukkan bagi Luhan.

Gerakan bibir Luhan semakin tak teratur seolah meminta Taeyeon membuka mulutnya. Dan yang diinginkan Luhan pun tercapai. Dengan sangat cepat lidah Luhan bergerak mengimploitasi seluruh yang ada dalam mulut Taeyeon. Manis. Selalu manis yang Luhan rasa setiap tengah menikmati binir Taeyeon.

Gadis itu melenguh pelan saat Luhan merubah ciuman mereka menjadi panas. Bahkan Luhan semakin menarik pinggang Taeyeon untuk semakin mendekat disela French Kiss mereka. Bahkan mereka tak sadar bahwa mereka tengah berciuman saat matahari mulai tenggelam. Bukankah itu sangat romantis.? Berciuman dengan background sunset.

Nafas Taeyeon kini semakin memburu, tangan gadis itu mendorong pelan dada Luhan agar namja nya itu tak merasa kecewa.

Dada Taeyeon naik turun untuk menarik nafas saat ciuman mereka terlepas. Begitupun dengan Luhan yang masih mengatur nafasnya. Cukup lama keadaan ini terjadi, hingga kini keduanya sudah mampu mengontrol nafas masing-masing.

“Lu, apa kau tak bisa kembali lagi bersama mereka.?”

“Tak bisa noona, alasanku keluar adalah-”

“Kesehatanmu menurun, kau merindukan keluargamu, dan kau merasa terintimidasi sebagai member China. Aku tau itu, aku tak memaksa, hanya sekedar bertanya.” Sambung Taeyeon cepat yang memutus ucapan Luhan.

“Mian noona, untuk saat ini aku tak bisa kembali bersama mereka. Memang bukan sekarang, mungkin nanti. Walau aku tak bisa kembali bersama mereka, tetapi aku akan kembali padamu noona. Aku akan mengisi hatimu yang sempat kosong karena diriku. Percayalah.”

“Aku selalu percaya padamu Deer.”

“Dan satu lagi noona, berjanjilah untuk selalu berada disisiku, jangan pernah tinggalkan aku noona, aku bisa gila jika tak bersamamu.” Ucap Luhan dan menggenggam kedua tangan Taeyeon.

“Seharusnya aku yang mengatakan itu. Jangan pernah tinggalkan aku lagi Lu, bukan hanya kau yang menyayangiku, tetapi akulah yang lebih menyayangimu. Berjanjilah akan selalu bersama ku.”

“Aku berjanji noona. Aku akan selalu bersamamu dan akan selalu menjagamu. Dan bukan kau yang lebih menyayangiku, tetapi aku yang paling menyayangimu noona.” Jawab Luhan dan mengecup punggung tangan Taeyeon dengan begitu lembut.

“Gomawo Deer.” Ucap Taeyeon dan mengusap pipi Luhan.

“Hmm. Noona, give me one more kiss.”

“As your wish.”

Luhan tersenyum, kedua tangannya kini digunakan untuk menangkup pipi Taeyeon. Luhan mengecup beberapa kali bibir ranum milik Taeyeon baru kemudian mulai melumatnya penuh gairah. Tiupan angin seakan menjadi pengiring ciuman keduanya.

Sementara itu…

“Apa mereka tidak kedingingan.?” Tanya Tao pada member yang lain.

Memang sedari tadi mereka mengikuti kemana Luhan dan Taeyeon pergi. Mereka ingin melihat acara baikan antara Luhan dan Taeyeon. Memang ini tidak sopan, tapi apa peduli mereka, yang terpenting saat ini mereka juga bahagia karena Luhan dan Taeyeon sudah kembali bersama.

“Ciuman itu bisa membuat mereka merasa hangat panda.” Jawab Kai yang masih sibuk memperhatikan Luhan dan Taeyeon yang semakin larut dalam ciuman mereka.

“Mereka bahkan berciuman dengan latar sunset. Benar-benar manis.” Tambah Baekhyun.

Mereka semua kini tak sadar jika Sehun sudah tak ada diantara mereka. Ya, namja termuda di grub itu kini melangkah menuju Luhan dan Taeyeon dengan membawa sebuah selimut.

“Noona, Hyung, apa kalian tidak kedinginan.? Aku membawa selimut untuk kalian.” Ucap Sehun polos.

Mendengar ucap sang magnae membuat Luhan dan Taeyeon dengan secepat kilat melepas ciuman mereka, begitupun dengan member EXO yang tengah membulatkan mata mereka dibalik dinding tempat mereka bersembunyi.

Taeyeon tertunduk malu karena telah tertangkap basah. Hingga akhirnya…

“YAKK MAGNAE!!” Pekik member EXO dan Luhan.

Dan yang terjadi adalah, Luhan dan Taeyeon yang semakin membualatkan mata mereka. Ternyata bukan hanya Sehun saja yang melihat kejadian tadi, tetapi semua.

“KALIAN.?” Kini berganti Luhan dan Taeyeon yang berteriak.

“Lari..” Ucap Chanyeol dan menarik Sehun untuk mengikutinya berlari.

“Dasar, kajja noona.” Ucap Luhan dan menggenggam tangan Taeyeon dan berlari mengikuti yang lain.

Dan kini, terjadilah aksi kejar mengejar dalam gedung tersebut. Sungguh terlihat seperti anak kecil. Dan bodohnya, member EXO justru kembali ke dorm SNSD yang membuat Luhan dan Taeyeon mudah untuk menangkap mereka.

“Dasar tidak sopan, siapa yang menyuruh kalian mengintip eo.?” Tanya Luhan dan melempar sebuah bantal dengan asal.

Member EXO yang terkena lemparan bantal tersebut tentu tak terima dan membalas lemparan Luhan.

Kini bukan hanya bantal, tetapi guling dan selimut pun menjadi senjata bagi mereka semua, tak terkecuali Taeyeon yang saat ini juga ikut dengan acara lempar-lemparan tersebut. Dan yeah, ruangan tersebut kini tidak terlihat seperti sebuah dorm, melainkan seperti sebuah kapal pecah.

“Mian noona sudah membuat dorm mu seperti ini.” Ucap Luhan yang sedikit menjauh dari pusat keributan.

Taeyeon hanya mengangguk sambil tersenyum untuk membalas ucapan Luhan. Hingga kini gadis itu mulai kembali masuk dalam pertempuran manis itu diikuti dengan Luhan.

Dan selanjutnya adalah kebahagiaan dan gelak tawa yang akan selalu mengiringi kebersamaan mereka.

-END-

Yeay~ akhirnya end. Sebenarnya aku buat FF ini karena belum bisa melanjutkan FF aku yang lain. Seperti Don’t Touch Her, WAVWLM, It’s You dan Forbidden Love yang sama sekali belum aku sentuh. Aku kurang semangat akhir-akhir ini.

Dan juga sebenarnya aku bikin FF ini karena gagal move on. Huhu~ maafkan aku readers. Aku selalu ngerasa kalo Luhan dan Kris masih bagian dari EXO, dan disitu kadang saya merasa sedih. Tapi aku sedikit tenang setelah mendengar kabar bahwa masa mediasi Luhan dan Kris telah berakhir, dan kabarnya mereka akan kembali ke EXO pada comeback selanjutnya. Semoga itu nyata.

Cukup basa-basinya ya. Jangan lupa comment. Kalo comment di FF ini cukup banyak akan kuusahakan meneruskan FF ku yang lain secepatnya. Semua tergantung redears.

See you^^

Advertisements

62 comments on “[FREELANCE] Comeback (Oneshot)

  1. sosweett..
    walaupun aku baekyeon shipper, hhe

    Oiyaa, itu mediasi kris n luhan beneran udh selesai??
    Mereka bakal kembali? berharap kalau itu nyata jg.. 🙂

  2. Keren ff nya..LuTae Couple..i very like this couple..so sweet lutae nya..next ff ditunggu ya..fighting!!

  3. jujur ff ini mengingatkan ku akan semua nya…
    saat mereka tertawa bersama – berdua belas
    dan aku juga berharap kris dan luhan bisa berbaikan dengan mereka dan menjadi sahabat seperti duu lagi meskipun sudah tidak bersama lagi.

    *maaf ya thor jadi curcol, FFnya bener-bener daebak

  4. ada2 aja kelakuan hunhan untuk meluluhkan hatinya taeng
    sebenarnya siapa sih taeng, kayanya taeng udah kenal lama ama hunhan tp taengnya gx ingat

  5. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s