N E K O

poster Neko

N E K O

SuntQ / Ficlet / Fantasy /Comedy / Teens / Sehun – Taeyeon

A/N: Neko dalam bahasa jepang, artinya kucing

“Janganlah terlalu membenci apapun yang kau tidak suka, bisa saja nanti kau…”

Gadis itu..

Sejak aku pertama kali mengenalnya, gadis itu tidak terlalu menyita perhatianku. Singkatnya, aku tidak menaruh perhatian khusus pada gadis itu. karena menurutku gadis itu tidak sesuai dengan kriteria atau standar gadis yang kusukai. Ya walaupun aku mengakui bahwa dia mempunyai paras yang cantik, tubuh yang bagus dan kharisma yang manis.

Namun, hal apa yang membuatnya tidak masuk ke dalam kriteriaku?

Kali ini aku akan jujur. Aku sangat tidak menyukai tingkah lakunya. Jika dilihat dari sudut pandangku, menurutku gadis yang mempunyai paras seperti itu pantas dengan sifat yang anggun, lemah gemulai..ataupun memanfaatkan tubuhnya yang langsing dan seksi itu untuk memikat hati laki-laki.

Tapi kenyataannya? Sangat jauh dari ekspektasiku. Sifatnya sangat tidak manis, dia adalah seseorang dengan pribadi yang urakan dan dikuatkan dengan penampilannya yang sangat culun. Dan yang paling kubenci darinya adalah, dia sangat menyukai kucing. Ugh..membayangkannya saja aku sudah jijik.

Kalau tidak salah, namanya adalah Kim Taeyeon.

Aku sama sekali tidak berniat untuk mematrikan namanya di dalam pikiranku. Pernah suatu hari, aku berjalan sendirian saat pulang sekolah. Saat aku melewati jalan dengan keadaan yang cukup sepi, secara tidak sengaja aku bertemu dengannya. Jarak antara diriku dengannya hanya terpaut beberapa langkah, dan di sana aku melihat dia berjongkok dan berinterkasi dengan mamalia yang bulunya sangat mudah rontok itu.

“kenapa kau sendirian di sini manis? Kau mirip sekali dengan kucingku yang bernama Neko..”

Itulah sepenggal kalimat yang kudengar darinya. Bertanya pada hewan itu seolah yang diajak interaksi olehnya itu adalah manusia. Aku menarik sudut bibirku, mengekpresikan rasa jijikku yang menyadari bahwa ia berinteraksi dengan makhluk berbulu itu sangat intim.

Beberapa saat, akhirnya ia menyadari keberadaanku di sana. Ia memalingkan wajahnya ke arahku dan aku bisa melihat kedua matanya menatap wajahku. Ekspresi wajahnya datar, ia hanya menatap lurus diriku. Dan entah kenapa aku pun masih tetap diam di tempatku dan menatapnya. Kenapa aku tidak segera beranjak dari sini? Aku merasakan tatapan dibalik kacamata tebalnya itu memaku kedua telapak kakiku di atas aspal ini.

Dia masih menatapku..dan aku mulai tidak nyaman dengan keadaan ini. segera aku menyiapkan kakiku untuk melangkah. Namun dengan tiba-tiba langkahku kembali terhenti saat kulihat ia beranjak dari tempatnya, lari meninggalkan makhluk berbulu itu dengan diriku.

Hening, aku terdiam di tempatku melihat ia berlari semakin jauh dan jauh meninggalkanku. Aku tenggelam dalam perasaan heran dan tidak habis pikir yang menyelimutiku. Hah, sekali lagi kutegaskan dia benar-benar orang yang aneh! Aku kembali pada diriku sendiri dan kali ini aku berhasil melangkahkan kakiku untuk beranjak dari tempat itu.

Dan saat aku melangkahkan kakiku, aku menyadari bahwa makhluk berbulu yang sok imut itu masih di tempatnya. Duduk dengan tenang dan kurang ajarnya dia tengah menatapku. Aku sempat melihat dua bola matanya yang berwarna biru terang, dan itu membuatku bergidik. Antara ngeri dan jijik. Akhirnya aku mempercepat tempo langkahku dan meninggalkan kucing sial itu sejauh-jauhnya.

***

Ada sesuatu yang muncul dari dalam diriku. Sesaat aku merasakan pikiranku meronta dan kesadaranku perlahan kembali ke permukaan. Mataku terbuka dan bisa kulihat apa yang ada di sekelilingku. Tembok berwarna putih, tirai renda berwarna merah muda dan bedcover bergambar karikatur kucing hitam.

Tunggu dulu, kucing?

Sejak kapan aku menyelimuti diriku dengan selimut bergambar hewan menjijikkan itu?

Aku beringsut dari posisiku dan segera menyingkirkan benda yang menyelimutiku itu. ah..kenapa menyingkirkan sebuah selimut saja terasa berat sekali? apa aku terlalu kelahan setelah kemarin bermain basket?

Dengan usahaku yang cukup keras, akhirnya aku berhasil menyingkirkan selimut dari tubuhku. Setelah itu aku menggeliat, meregangkan seluruh otot-ototku yang kaku. Ah..rasanya enak sekali, sampai-sampai aku merasakan seluruh otot tubuhku tertarik dan sedikit regang saat aku menggeliat.

Tiba-tiba aku mendengar sesuatu..rasanya begitu nyaring di telingaku sampai-sampai kedua telingaku bergerak. Apa? Bergerak? Keanehan apa lagi ini? sejak kapan aku bisa menggerakkan kedua telingaku?

Aku tidak mau ambil pusing, dan tanpa sadar aku telah memusatkanku ke arah pintu. Sumber suara itu ternyata adalah dari sana. Woi? Siapa dalam waktu sepagi ini masuk ke kamarku, hah? biasanya eomma tidak seperti ini?

Daun pintu itu bergerak, dan sedikit demi sedikit celah diantaranya semakin terbuka lebar. Aku terus memusatkan pandanganku kesana, dan yakin si nenek sihir itu segera masuk ke kamarku.

Dan..

Apa? Apa yang sedang kulihat?

Aku melihat sosok seseorang dengan rambut pirang kecoklatan, panjang hingga menutupi punggungnya. Sosok itu mengenakan sebuah tanktop berwarna merah marun dan celana pendek berwarna pink. Kulitnya sangat putih dan halus..dan tubuhnya ya, membuatku ingin memujinya saat ini. Tunggu, sejak kapan eommaku berpenampilan seperti ini? bukankah berat badannya hampir mencapai 70 kg?

Lalu siapa yang masuk kamarku?!

Aku sangat penasaran, dan ingin segera melihat wajah pemilik tubuh itu. Tapi sayangnya ia masih memunggungiku. Aku ingin berteriak dan memanggilnya, tapi kenapa suaraku sangat sulit dikeluarkan? Rasanya sangat sesak, ada sesuatu yang menghambat ditenggorokanku. Aku tak bisa bersuara..lidahku sangat kelu dan bibirku terasa kaku.

“Meong~”

What?

Apa yang telah kudengar?

Atau..apa yang telah kuucapkan?

Meong?

Kata apa itu!!!??

Aku merasa kalap, karena aku tiba-tiba tidak bisa berbicara, bahkan mengeluarkan suara sedikitpun. Tapi aku malah mendengar suara menggelikan itu. darimana asalnya? Apakah aku yang benar-benar mengucapkannya?

Di tengah kepanikanku itu, tanpa sadar sosok yang sejak tadi kuperhatikan sudah memalingkan wajahnya. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, langsung kutatap wajahnya dan kuidentifikasi siapa orang itu.

Dan, siapa itu?

Seorang gadis cantik, yang mungkin berusia kisaran 17 tahun.

Siapa dia? aku sama sekali tidak mengenalnya, dan kenapa berani masuk kekamarku? Apakah aku sedang bermimpi dan kemungkinan itu adalah istriku? Ke-ke kena—pa—

“Neko..kau sudah bangun ya?”

Dia menatap ke arahku dan memanggilku Neko?

Sejak kapan aku dipanggil Neko? Namaku adalah Sehun! Oh Sehun!!

Aku sangat panik dengan semua keanehan ini. aku bangun di tempat yang kukira ini kamarku tapi ternyata bukan. Aku ingin bicara tapi suaraku tidak keluar, dan kenapa aku merasa segala sesuatu yang ada di sekitarku lebih besar dari biasanya? Apakah ukuran tubuhku yang mengecil atau ruangan ini benar-benar besar?

Tanpa kusadari gadis itu sekarang sangat dekat denganku. Dia menatapku dengan hangat dan tersenyum kepadaku. Kedua tangannya mengarah kepadaku, dan aku sama sekali tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Hei, jangan menyentuhku seenaknya meskipun kuakui kau sepertinya masuk ke dalam tipeku!!

Aku semakin kalap saat tangannya semakin dekat dan dekat padaku, kedua tangan itu menyentuh pinggangku dan detik selanjutnya kurasakan tubuhku terangkat dan ia mendekapku dengan erat di dalam pangkuannya. Meskipun pelukannya terasa hangat ditubuhku, tapi aku sangat merasa tidak nyaman. Bagaimana mungkin aku yang berpostur tubuh dengan tinggi 180 cm ini bisa dengan mudah ada di pangkuannya? Tidak mungkin.

Selanjutnya, aku mendengar ia bersenandung kecil seraya melangkahkan kakinya, entah akan kemana. Dan aku masih ada di pangkuannya. Beberapa kali aku meronta untuk lepas dari lengannya yang memelukku, tapi usahaku itu sia-sia. Pelukannya terlalu kuat, dan aku merasakan tubuhku terlalu lemah untuk itu.

Akhirnya ia menghentikan langkahnya, aku menatap wajahnya dari posisiku. Aku bisa melihat dagunya yang kecil, dan kulit lehernya yang begitu putih dan lembut. Gadis ini sangat cantik, tapi aku tidak tahu siapa dia.

“Neko, ayo lihat di depanmu ada siapa!”

Dia mengatakan hal itu, apakah ia menujukannya padaku? Aku bukan Neko! Tapi Oh Sehun.

“Nekoo, ayo lihat siapa yang ada di depanmu~”

Lalu kurasakan ia mengguncangkan pelan tubuhku, berusaha untuk mengingatkanku bahwa aku harus menuruti permintaannya.

Dengan malas aku menuruti permintaannya, lalu aku memalingkan wajahku ke depan. Ke arah dimana tangannya menunjuk. Aku mengerjapkan mataku malas, sudah pasti aku akan melihat paras tampanku meskipun aku baru bangun tidur..karena aku adalah Oh Se—

“AAAARRRGGHHHH!!!!”

WHAT THE HELL!! APA INIIII?”

Aku membelalakkan kedua mataku, seakan bahkan rasanya sangat ingin mengeluarkan kedua bola mata ini karena ini sama sekali bukan  mataku. Sejak kapan kedua bola mataku berwarna kehijauan dan yang lebih mengejutkan lagi ini sama sekali bukan wajah tampanku seperti biasanya!! Bentuk wajahku berubah menjadi bulat dan sepasang telinga yang seharusnya ada di kedua sisi samping kanan dan kiriku berubah posisi menjadi di atas dengan lubang telinga yang besar sekali. Lebih parahnya lagi…seluruh tubuhku berbulu!! Dominan warna putih dan sedikit corak berwarna oranye. Apa ini? apa ini?! aku sama sekali tidak percaya!!

“MEOONG, WAWWANG, MEW-MEW, MEEEEENG, WAAAAAANG, WAAAAAAANG, MEOOOOOOOONG!!!”

Begitulah apa yang kuucapkan karena rasa kaget yang begitu luar biasa ini. Aku sama sekali tidak bermaksud mengatakan hal itu, tapi kenapa kata-kata sial itu yang keluar dari mulutku?!

Aku menggerak-gerakkan tubuhku tidak berturan, berusaha melepaskan diriku yang bentuknya tidak jelas ini dari pelukan gadis—antah berantah ini. namun ia masih memelukku dengan erat, sangat tidak bisa bergerak.

Lalu beberapa saat aku merasakan dunia di sekelilingku berputar, pandanganku mulai kabur dan aku sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa. Duniaku berakhir dengan gelap.

“Neko, Neko? Kau kenapa?!

Itulah sedikit suara yang kudengar, menjadi sebuah pengantar ke dalam ketidaksadaranku.

Tuhan, apakah benar aku menjadi seekor kucing?

Kkeut

Hai..iseng banget aku bikin Fic ini. karena aku sangat suka kucing dan baca fanfic BTS Jimin yang ditulis oleh author bernama Neko. Bagaimana? ficnya Aneh kan? haha..kira-kira ada gak yang mau fic ini dilanjutin? Mungkin isi ceritanya mengenai pengalaman Sehun saat menjadi kucingnya Taeyeon. kalo ada yang mau dilanjutin anggaplah ini prolog, kalo nggak anggap saja ini memang ficlet yang langsung tamat.

Terimakasih sudah membaca~

SuntQ

Advertisements

59 comments on “N E K O

  1. Hahahaha 😀
    ga kebayang sehun yg cool berubah jdi pussi #nma kucing drmah
    mau deh jdi taeng, klo pnya kucing kya sehun #plak
    next~ dtnggu ya!
    FIGHTAENG!!

  2. Pingback: [LIBRARY] DRABBLE | FICLET | ONESHOT 2013-2017 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s