[FREELANCE] My Ice Boy (Oneshot)

My Ice Boy (Oneshoot)

My Ice Boy (Oneshoot)

Author : Kkaepsong girl

Length : Chapterd

Rating : Pg+17

Genre : Married Life, School Life, Romance

Main cast : – Kim Taeyeon, Oh Sehun

Other cast :Im Yoona, Ahn Jaehyo (Block B), Xi Luhan

Desclamer : Cerita ini hanyalah karangan author yang terinspirasi dari cerita dari temen – temen Author dan berbagai sumber terpercaya lainnya.Author tiba-tiba saja dapet fell untuk nulis ff ini.Inget Cast di sini milik Tuhan yang maha esa sekaligus orang tua mereka masing-masing.

Author’s Note : Bagi yang sudah baca di harapkan kritik dan saran ya?Tolong hargai kami yangudah capek – capek nulis dan meluangkan waktu untuk bikin ff abstrak ini (?)^-^ dan WARNING typo’s berterbangan and segala bentuk kosa kata yang kurang baku.

 

*Happy Reading*

 

“Sehun! .Sehun!..Sehun! Belikan aku sesuatu!”

“Lihatlah iklan sayuran”

“Sehun! Sehun! Sehun! Aku mau pergi ke karaoke!”

“Kau bisa bernyanyi sepuasmu di kamar mandi”

“Sehun! Sehun! Sehun! Aku mau cola dan bubble tea”

“Ah, aku tak mengosongkan bak mandi semalam. Minum saja airnya”

“Sehun! Sehun! Sehun! Kenapa kau dingin sekali?”

“Karena aku jenius, dan kau bodoh.”

“Yak..Aku bukan orang bodoh”

Ya..itulah sekilas info tentang bagaimana Taeyeon dan Sehun yang telah menikah satu tahun yang lalu saat mereka berdua menginjak kelas dua di senior high school. Hubungan mereka memang sudah diketahui oleh teman – teman dan kerabat mereka berdua dan dari sekian banyak orang, belum ada pihak – pihak yang mempermasalahkan hubungan mereka berdua. Namun Sehun? Beginilah sikapnya pada Taeyeon istrinya sendiri padahal mereka berdua menikah bukan karena perjodohan tetapi karena keinginan mereka sendiri.

Sehun dan Taeyeon telah tinggal terpisah dari orang tua masing – masing. Itu karena kedua orang tua mereka yang memang merencanakan untuk menjodohkan mereka telah menyiapkan rumah mewah bergaya modern memiliki dua lantai. Halaman rumahnyapun tak bisa dibilang sempit karena kita bisa bermain bola di halaman itu, menandakan seberapa besar dan luas halaman rumah Sehun dan Taeyeon.

“Taeyeon-ah cepatlah, aku tak ingin terlambat” Pekik Sehun dari lantai satu rumahnya. “Nhe tunggu sebentar.” Balas Taeyeon dengan berteriak pula karena kini ia masih berada di tangga tepat di lantai dua rumah mereka. Taeyeon berlari menuruni tangga sembari memakai kaus kaki dan sepatunya secara terburu – buru.

“Kenapa kau lari tergesah – gesah begitu Yeoni-ah?” Tanya Sehun setelah Taeyeon tepat berada di hadapan Sehun dengan satu sepatu ditangannya karena yang satu lagi baru saja berhasil terpasang di kaki kirinya. Taeyeon berdiri dan menatap tajam kearah Sehun yang tengah memandang Taeyeon dan sepatunya secara bergantian.

“Siapa namja yang tadi menyuruhku untuk cepat – cepat hah? Suami tetangga? Atau Lee Donghae Super Junior? Kau ini Haishh” Maki Taeyeon ngamuk – ngamuk dihadapan Sehun dan hampir saja melemparkan sepatunya kearah wajah datar Sehun.

Tanpa berkata apa – apa Sehun segera mengambil sepatu yang akan Taeyeon lemparkan padanya. Sehun segera berjongkok dihadapan Taeyeon dan memasangkan sepatunya yang belum sempat terpasang tadi. Setelah selesai dengan misinya, Sehun segera berdiri lagi dengan senyum kecil yang hanya di tunjukkan untuk istri tercintanya. Sehun maju satu langkah mendekati istrinya yang kini wajah mereka sangat dekat bahkan Sehun dengan sengaja menempelkan keningnya dengan kening istrinya.

Taeyeon bahkan terlihat menahan nafasnya merasakan hawa panas di seluruh wajahnya yang mulai memerah karena malu. Sehun semakin menyungginggan smirk andalannya.

“Kau kenapa chagi?” Tanya Sehun datar. “Aku sedang menonton bioskop” Jawab Taeyeon asal sembari memejamkan matanya karena sudah tak tahan di tatap dalam dengan jarak yang super duper dekat walaupun oleh suami sahnya sendiri.

“Cih..Mana ada bioskop di kelopak mata Yeoni-ah. Yang ada Cuma keadaan hitam gelap yang kau temukan kalau kau tetap menutup matamu.” Ujar Sehun dengan smirk yang tetap tak luntur dari wajah tampannya.

“Tidak. Aku bisa melihat semua namja tampan Sehun-ah lihat ada Jungkok Bts, ada Donghae Super junior, ada Baekhyun Exo, dan lihat – lihat itu Minhyuk Btob. Aku merasa puas dengan menutup mataku” Jawab Taeyeon asal, bahkan kini wajahnya semakin memerah karena hembusan nafas Sehun yang sangat terasa tepat di hadapan wajahnya bahkan kini tangan kanan Sehun tengah membelai lembut pipi kanan Taeyeon sedang tangan kirinya berada di kepala Taeyeon.

“Tak akan menyesal noona Oh?” Tanya Sehun lagi lebih menggoda istrinya, bahkan tangan kanannya tetap pada aktifitasnya membelai lembut pipi mulus Taeyeon. Taeyeon tetap diam tak bergeming.

“Baiklah, kuanggap kau menyetujuinya.” Jawab Sehun tersenyum.

Chu~~Chu~~Chu

Sehun mengecup bibir Taeyeon berkali – kali bahkan jika di hitung lebih dari sepuluh kali hingga akhirnya Taeyeon membuka matanya karena tak tahan lagi. Namun bukannya menghentikan, kini setelah Sehun mengetahui istrinya telah membuka matanya tangan kiri Sehun yang semula berada di kepala Taeyeon kini turun kearah tengkuk Taeyeon dan menariknya hingga kini bibir Sehun telah memunggut bibir soft pink Taeyeon yang memang menjadi favorite Sehun. Sehun melumat bibir soft pink milik istrinya dengan rakus, hingga Sehun terus menekan – nekan bibirnya semakin menempel dan sedikit memutar – mutar kepalanya mencari posisi yang nyaman. Selang waktu menunggu, akhirnya Taeyeon membuka bibirnya dan memudahkan lidah Sehun untuk menerobos masuk menelusuri setiap cela rongga mulut Taeyeon.

Cuk…Cuk..cuk..

Bahkan suara – suara dari adu mulut kedua insan yang bersetatus sebagai suami istri itu terdengar ditelinga orang awam. Saat ini bahkan air saliva keduanya mengalir keluar dari mulut Taeyeon. Mata keduanya tertutup berusaha untuk menikmati ciuman panas mereka. Sehun sedikit memudarkan jarak antara bibirnya dan bibir Taeyeon akibat nafas mereka yang mulai terasa sesak. Lidah Sehun menjulur menjilati jejak Saliva yang tertinggal akibat ciuman ganas tadi dengan sudektif.

“Rasanya manis chagi” Ujar Sehun memberi komentar campuran antara air salivanya dan air saliva Taeyeon. “Aishh…namja gila. Lihat wajahku jadi lengket karenamu Huni-ah Aishhh Chinca..” Gerutu Taeyeon mengusap jejak lidah Sehun.

“Baiklah kajja ke washtafel” Ajak Sehun sedikit menarik tangan Taeyeon menuju tempat yang dimaksudkan. Setelah sampai di sana, Sehun lantas meminta ikat rambut milik Taeyeon dan dengan cekatan Sehun membasuh wajah istrinya dengan lembut secara ber ulang – ulang. Selesai membasuh wajah istrinya Sehun segera melangkah menggapai handuk yang tepat berada di sisi kiri mereka. Handuk berwarna biru laut itu digunakan Sehun untuk mengeringkan wajah Taeyeon dari air yang tadi digunakan untuk membasuh mukanya.

“Chaa..Selesai ayo berangkat” Ajak Sehun semangat.

 

******

 

^^Sehun Pov^^

 

Sesampainya kami dikawasan sekolah, aku berjalan dengan wajah datar dan dingin sedangkan istriku sebut saja Oh Taeyeon, ia berjalan dengan senyum yang disebarkannya kemana – mana. Aishh lihatlah sekarang namja di ujung sana pun ikut tersenyum melihat Taeyeon, menyebalkan sekali. “Ayolah Yeoni kau harus tahu kalau aku berwajah dingin begini agar yeoja – yeoja tak ada yang terpesona padaku” Makiku dalam hati setelah segerombol namja tadi memberikan seikat bunga pada ISTRIKU.

Baiklah kini saatnya kami memasuki kelas kami tepat di kelas XII Ipa 1 dimana anak – anak di sini adalah murid – murid handal yang memang bisa diakui kejeniusan mereka. Tetapi walaupun sejenius apapun mereka, akulah yang menjadi nomor 1 di sini dan belum ada satupun yang bisa merebut posisiku sekarang ini.

“Kyaaa…Sehun oppa nanti siang makanlah bersamaku” Ujar salah seorang gadis yang kini mengerubungiku memutari meja dimana aku duduk. Ada sekitar 10 orang siswi yang mengitariku, bahkan bisa dibilang aku bosan karena mereka selalu seperti ini setiap hari. Inipun belum ada separuh siswi yang menghampiriku belum nanti dari kelas – kelas yang lain.

Dan lihatlah mereka memanggilku oppa? Oppa?Whaaatt? Bahkan istriku saja tidak pernah memanggilku semanja itu walaupun usia Taeyeon lebih muda beberapa bulan dariku. Menggelikan sekali mereka ini, Tahukah kalian disini bahkan ada istriku dan lihat jari manisku sudah terisi cincin dengan ukiran nama Taeyeon. Eh tunggu Taeyeon?, Kulirikkan mataku kearah meja di pojok kiri paling depan terlihat dengan jelas dari sini Taeyeon yang asik membaca sebuah novel yang kuketahui sebagai hobi favoritenya. “Tidakkah kau cemburu Chagi?” Gumamku lirih.

“Sehun oppa~~……”

“Bagaimana kalau kita berkencan nanti malam” Tanya gadis lainnya.

“Aku sudah punya istri” Jawabku singkat

“Kalau aku berkunjung ke rumah oppa?” Tanya yang lainnya

“Aku tak punya rumah” Jawabku dingin

“Tapi, oppa kan tinggal di distrik sanseundong Soul kan?” Tanya gadis lain

“Itu rumah orang tuaku” Jawabku

“Ayolah oppa..kita jalan bersama” Ujar yang lainnya lagi.

“Bisakah kalian duduk? Aku ingin ketenangan” Jawabku lagi lebih dingin. Kulihat pintu masuk yang baru saja dilewati oleh salah satu sahabat dekat Taeyeon yaitu Im Yoona, tampak ia tersenyum cerah berjalan dengan riang kearah Taeyeon. Mereka terlihat asik membicarakan sesuatu yang menurut mereka menarik. Lalu bagaimana denganku yang masih dikerubungi gadis – gadis ini ya Tuhan siapa saja tolong aku.

“Hay Sehun-ah, kau kenapa?” Tanya sebuah suara yang sering kudengar, ialah sahabatku Xi Luhan, penyelamatku dan segelanya bagiku ha…ha…ha..Terimakasih Luhan-ah

“Aku? Kau tak lihat?” Tanyaku balik “Ahh…Ingin pertolongan?” Tawarnya padaku. “Menurutmu?” Tanyaku menyidir. “Baiklah” Jawabnya meninggalkanku. Dasar Xi Luhan, sebenarnya apa yang kau rencanakan, lihat kini dia malah keluar dari ruang kelas namun tak berjarak waktu yang lama terdengar suara langkah kaki yang terdengar tengah berlari dengan menggebu.

“Hahh..hahh..hahh cepat kembali ke tempat duduk kalian masing – masing itu ..Itu…Shin Seosangnim sudah datang cepat!” Pekik Luhan dengan suara yang bisa dibilang ter engah. Smart Friend, Dia memang bisa diandalkan. Kini suasana kelas kembali ricuh, semua penghuni kelas yang semula sibuk bercengkrama dengan teman – temannya termasuk Taeyeon dan Yoona tengah sibuk berlarian kembali ketempat duduk mereka masing – masing. Siapa yang tidak takut dengan pak guru yang Killer itu sekali tatap siapa yang selamat?.

Luhan- luhan aku berhutang budi padamu. Kini kudapati Luhan telah kembali duduk di sampingku. “Bagaimana ekting ku tadi? Memuaskan bukan?” Tanyanya tersenyum padaku. “Kau memang bisa diandalkan. Seharusnya kau masuk agensi Sm.Entertainment dan menjadi artis disana” Jawabku memuji.

“Benarkah? Tapi aku tak ingin menjadi artis Sehun-ah, aku hanya ingin menjadi arsitek. Maaf saja ya?” Ujarnya menimpali. “Aishh..Kau ini. Sudahlah, sebagai hutang budiku nanti aku traktir kau di kafe biasa bagaimana?” Tawarku. “Siapa yang tak mau. Kajja” Jawabnya semangat. Luhan memang sahabatku yang ceria ya.

*****

Kembali ke pojok kiri depan dimana tempat duduk Taeyeon dan Yoona berada. Kini, tampak mereka berdua yang tengah mengobrol dengan seriusnya bahkan sesekali Taeyeon terlihat terkejut saat Yoona selesai menyelesaikan kalimatnya.

“Jhinjja?” Tanya Taeyeon meyakinkan dengan ekspresi yang menggemaskan. Mata melotot membulat dan mulut yang sedikit membuka.

“Aishh…. Jangan kencang – kencang Taengo ini arsip Negara jangan sampai yang lain tahu.” Marah Yoona membungkam mulut mungil Taeyeon. Taeyeon mengangguk sebagai persetujuan. Yoona melepaskan tangannya dari mulut Taeyeon.

“Ceritakan?” Pinta Taeyeon singkat. “Tapi aku malu” Ujar Yoona dengan wajah yang memerah. “Pokoknya ceritakan” Paksa Taeyeon lagi. “Baik – baik tapi nanti ya, saat jam istirahat ok?” Jawab Yoona menawarkan. “Ok. Pokoknya aku meluangkan banyak waktu untuk mendengar ceritamu secara rinci Yoong” Tambah Taeyeon lagi. “Iya iya crewet” Jawab Yoona. “Emm..Bagus” Puji Taeyeon menepuk tangannya satu kali di depan dada.

Tak berselang lama setelah Taeyeon dan Yoona sudah pasti pada sebuah persetujuan, Shin Seosangnimpun tampak memasuki kelas (anggap aja Shin Seosangnimnya itu Shindong ya..)Ia segera memulai pelajaran Kimianya dengan berbagai macam jenis Atom dan senyawa yang mereka pelajari saat ini. Sebuah buku tebal berjudul besar KIMIA itu berhasil membuat hampir 60% siswa tertidur lelap. Namun tidak dengan sang juara pertama kita Oh Sehun dan istrinya Kim Taeyeon yang kini telah merubah marganya menjadi Oh Taeyeon. Mereka dan beberapa orang lainnya tengah serius memandang penjelasan yang diberikan oleh Shin seosangnim sang guru Killer.

 

Tet~ Tet~ Tet~

 

Jam istirahat pun berbunyi, menandakan terbebasnya dan terbangunnya siswa – siswi kelas XII Ipa 1 yang mulanya asik dengan dunia sendiri. Kini mereka dengan semangat 45 berlari dari kelas menuju ke kantin tempat favorite mereka masing – masing.

“Im Yoona, ayo cepat kau harus bercerita banyak padaku sekarang” Rengek Taeyeon menarik – narik lengan kanan Yoona yang tengah menyimpan buku – buku dan peralatan tulis yang tadi dipakainya..

“Iya..Iya sebentar Taengo aku sedang membereskan bukuku” Jawab Yoona seadaya. “Selesai ayo kita ke taman belakang dan membuka bekal kita disana” Ajak Yoona dan menggaet lengan Taeyeon menuju taman belakang sekolah.

“Yeoni-ah” Sapa sebuah suara dari arah belakang mereka berdua. Merasa dirinya dipanggil Taeyeon segera menolehkan kepalanya ke asal suara diikuti oleh Yoona, namun beberapa detik Yoona menoleh terlihat warna kulit di bagian wajah milik Yoona yang memerah.

“Yoong, kau sakit? Kenapa wajahmu memerah?” Tanya Taeyeon khawatir. “Aku tidak apa – apa Taengo” Jawab Yoona dengan senyum malunya. “Begitukah? Baiklah” Pasrah Taeyeon.

“Huni-ah ada apa?” Tanya Taeyeon pada orang yang tadi memanggilnya. “Kau ingin makan siang dimana?” Tanya Sehun selaku suami Taeyeon.

“Oh, aku dan Yoona ingin membuka bekal makan siang kami di taman belakang sekolah. Mau ikut?” Tawar Taeyeon membuat dua orang di samping mereka masing – masing yaitu Luhan dan Yoona menoleh pada satu titik yaitu Taeyeon.

“Luhan-ah Yoong kalian kenapa menatapku begitu? Ada yang salah?” Tanya Taeyeon terheran – heran sembari menatap Yoona dan Luhan secara bergantian. “Tidak ada” Jawab Luhan dan Yoona secara bersamaan setelahnya Yoona dan Luhanpun berpandangan, namun tak butuh waktu lama untuk Luhan dan Yoona kembali menunduk. “Aneh” Gumam Taeyeon.

“Baiklah, kajja makan bersama” Setuju Sehun sembari melangkah maju menghampiri Taeyeon dan Yoona. “Luhan-ah, kau tak ingin makan siang bersama kami?” Tanya Sehun membalikkan tubuhnya.

“Ah, Baiklah kajja” Setuju Luhan setelahnya. Mereka berempatpun akhirnya berjalan beriringan menuju taman belakang Sehun dengan Istrinya Taeyeon sedangkan Luhan dengan Yoona, Ya walaupun Luhan dan Yoona terlihat lebih malu – malu dari pada Sehun dan Taeyeon. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berempat baik namja maupun yeoja.

“Huni-ah, mereka berdua kenapa?” Tanya Taeyeon setelah ia melihat keadaan di belakangnya.

“Entahlah~” Jawab Sehun tetap memandang kedepan dengan ekspresi dingin Karena risih diperhatikan oleh banyak orang yang mereka lalui.

At the Garden

“Appaaaaaa? Jadi kalian berdua berpacaran?” Pekik Taeyeon setelah mendengar penjelasan dari Yoona dan Luhan. “Ssstttt..Jangan kencang – kencang Taengo.” Titah Yoona dengan wajah yang memerah.

“Ne, kami berpacaran mulai dari kemarin” Tambah Luhan lagi. “Sudah kuduga” Ujar Sehun singkat dengan ekspresi datar yang pastinya Taeyeon, Luhan dan Yoona sudah terbiasa melihatnya.

“Jadi Sehun-ah, kau sudah tahu?” Tanya Taeyeon menatap suaminya “Bukan sudah tahu chagi, tapi sudah menebak” Jawab Sehun balas menatap Taeyeon.

“Jadi hanya aku yang bodoh disini?” Tanya Taeyeon lirih. “Jika kau bodoh tak mungkin kau berada di posisi dua setelah suamimu Taengo?” Sindir Yoona. “Ah, benar juga ya he..he” Tawa renyah Taeyeon mulai terdengar kikuk.

Selesai menguak hubungan LuNa Couple, mereka berempatpun segera memakan bekal mereka bersama – sama. Tidak ada kata jijik diantara mereka walaupun memakai sendok yang telah dipakai couplenya, toh mereka tidak ada yang terjangkit Virus menular. Namun ditengah ketenangan mereka, sekelompok yeoja datang bergerombol mendatangi bangku yang mereka berempat kini duduki.

“Sehun oppa, Luhan oppa Annyeonghaseo” Sapa mereka kompak. “Yoong kita tak dianggap” Gumam Taeyeon berbisik. “Emm..Apa guna kita di sini Taengo?” Tanya Yoona dengan bergumam pula. “Mollayo” Jawab Taeyeon seadanya.

“Annyeonghaseo, kalian siapa ya?” Tanya Luhan mewakili. “Kami dari kelas X oppa” Jawab mereka kompak lagi. “So kalian mau apa kemari” Tanya Luhan sementara itu Sehun tetap diam tanpa ekspresi dan minat. “Kami ingin berbicara pada Sehun oppa” Jawab mereka lagi.

“Sehun oppa, kami menyukaimu” Pekik mereka bersama sembari memberikan berbagai macam hadiah di tangan mereka. “NHEEEEEE???????” Pekik Taeyeon dan Yoona bersamaan sedangkan Luhan hanya berdecak menggelengkan kapalanya.

“Ini benar – benar resiko orang tampan” Gumam Luhan memandang segerobol Yeoja tadi dan juga Sehun sahabatnya.

“Ck… Apakah kalian tak bosan? Kalian itu Yeoja – yeoja yang kemarin, kemarin lusa dan sebelumnya selalu dan setiap hari menyatakkan cinta padaku kan?. Seperti yang kemarin, kemarin lusa dan sebelumnya jawabanku tetap TIDAK.” Ujar Sehun dingin sembari mengambil sumpit dari tangan Taeyeon yang masih mematung tak percaya. Walaupun sebenarnya ia sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini setiap hari, tapi tetap saja ia terbawa suasana.

“Tapi, oppa Kami……” “Cukup, kembali kekelas kalian masing – masing” Titah Sehun terlampau dingin dan dengan santainya memakan bekal yang telah disiapkan istrinya Taeyeon.

“Ne..Kami permisi Sehun Oppa Luhan oppa. Annyeong” Akhirnya segerombolan gadis tadi satu persatu mengundurkan diri dari hadapan Empat orang yang waktu makan siangnya terganggu.

“Yoong Seperinya dibawah sini tak ada cahaya yang menyinari kita berdua. Malahan Aku hampir tak bisa melihat bayanganku sendiri!” Ujar Taeyeon sakartis dengan music mellow menyedihkan.

“Kau benar Taengo…” Setuju Yoona dengan menganggukkan kepalanya. Luhan memandang Yoona dan Taeyeon secara bergantian. “Wah..Pasti sakit tuh~” Komentar Luhan setelahnya.

“Kalian tak ingin melanjutkan makan siang?” Tanya Sehun masih asik memakan bekal makan siangnya. “Aku tak berselera lagi..Kalau kau Yoong?” Tanya Taeyeon memandang Yoona lemas. “Aku merasa perutku sudah penuh” Jawab Yoona singkat.

“Baiklah kami yang makan” Tangkas Luhan penuh semangat. Sehun sedikit melirikkan matanya kearah Taeyeon yang tampak menundukkan kepalanya. ‘Huh..Bukan cemburu dan sakit hati karena banyak Yeoja yang menyatakan cintanya padaku, dia malah sakit hati karena tak disapa. Menyedihkan, menyedihkan sekali dirimu Oh Sehun…’ Komentar Sehun didalam hati.

%%%

Skipp Time…

Bell pulang sekolah mulai menggema di seluruh kawasan Hakusenkan Highschoolmenandakan berakhirnya penderitaan siswa – siswi di sekolah berstandar internasional itu. Namun, tidak dengan penderitaan kelas XII Ipa 1 yang tetap harus menghadapi keganasan guru killer ini. Terlihat semua siswa – siswi yang mulai dilanda rasa jenuh berlebihan namun tak diperdulikan oleh guru berkacamata bulat yang satu ini.

“Seosangnim, saya mohon izin untuk ke toilet sebentar” Ujar salah satu siswa setelah mengangkat tangan kanannya. “Silahkan, apa perlu ku temani?” Tanya guru itu balik.

“NHEEEEEEE~~~~~~” Pekik seluruh siswa – siswi dalam kelas itu kompak. “Ha..ha…ha… Cepatlah ke toilet sebelum aku berubah fikiran” Balas sang guru killer dengan tatapan mengintimidasi dan tajam.

“Nhe seosangnim” Sesegera mungkin siswa peminta izin itu berlari keluar kelas.

“Ada – ada saja si Junhyung itu, kali ini apa yang direncanakan namja itu?” Tanya Yoona berbisik pada Taeyeon. “Entahlah” Jawab Taeyeon mengangkat bahunya.

“SEGERA PULANGKAN KAMI GURU GILA…. AKU SUDAH TAK KUAT LAGI SEGERA PULANGKAN KAMI, SEGERA PULANGKAN KAMI. JANGAN AMBIL HAK KAMI UNTUK TIDUR DI RUMAH” Pekik sebuah suara yang keluar dari spiker yang berada di atas sudut ruangan yang biasanya berfungsi untuk memberikan pengumuman.

“Huftt..akhirnya dilakukan lagi” Tanggap Taeyeon sembari menopang kepalanya di meja.

“Seperti biasa” Sahut Yoona pula.

“Tak punya kapok anak itu”

“Tak cukup dia kemarin sudah dihukum sampai seperti itu”

“Dasar nekat”

“Sudah ke sekian kali”

“Punya nyali juga anak itu” Yah begitulah sesudahnya, suara – suara sahutan dari dalam kelas XII IPA 1 yang sudah terbiasa dengan kelakuan teman sekelas mereka yang satu ini.

“Kupastikan kali ini tak akan selamat anak itu” Geram Seosangnim Killer yang tadi tengah mencatatkan rumus fisika andalannya.

“Kalian boleh pulang terlebih dahulu” Tambahnya lagi dan dengan segera meninggalkan kelas Special itu.

“Akhirnya” Sesegera mungkin siswa – siswi jenius dalam kelas IPA 1 itu berhamburan meninggalkan kelas daerah koloni.

“Taeyeon-ah, kuambil Yoona ya,?” Pinta Luhan di depan Taeyeon dan Yoona yang tengah mengemasi buku dan peralatan tulis yang terpakai.

“Emm, tentu saja” Jawab Taeyeon senang. “Taengo aku duluan” Ujar Yoona berpamitan sembari melambaikan tangannya diikuti Luhan

“Hati – hati dijalan” pekik Taeyeon membalas lambaian mereka. “Nhe” Balas Yoona dan Luhan bersamaan. Kini suasana kelas mulai sepi dan gelap yah, dikarenakan insiden guru disiplin yang satu tadi Hingga siswa – siswi yang diajarnya harus banyak – banyak berterimakasih karena mendapatkan banyak jam tambahan.

“Yeoni, masih lama? Kutunggu di mobil” Ujar Sebuah suara dari hadapan Taeyeon. “Nhe” Jawab Taeyeon menganggukkan kepalanya. Setelahnya hanya tersisa Taeyeon di dalam kelas sunyi itu setelah ia ditinggalkan oleh satu – satunya orang yang tadi sempat tersisa Oh Sehun suaminya.

“Yoshhh! Waktunya pulang” Pekiknya semangat. Dilangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruang kelas tempatnya menempuh pendidikan melewati lorong koridor sekolah dan menuruni tangga, kerena memang ruang kelas Taeyeon berada di lantai kedua gedung sekolah itu. Setelah selesai menuruni anak tangga dan tibalah ia di koridor terakhir tempat dimana loker – loker berisi sepatu para siswa – siswi begitu pula dengan sepatu dibalik loker nomor 5 milik Taeyeon. Segera ia pakai sepatu itu setelah mengeluarkannya dari loker nomor 5. Namun saat Taeyeon akan melanjutkan langkahnya menuju parkiran sebuah tubuh tinggi tegap menghalanginya tepat dihadapannya kini.

“Kim Taeyeon?” Tanya suara itu “Nhe” Jawab Taeyeon seadanya. “Anda siapa?” Tambah Taeyeon lagi.

“Jadi kau tak mengenalku. Baiklah perkenalkan aku Ahn Jaehyo dari XII IPA 3 senang berkenalan denganmu” Jawab namja tadi sembari mengulurkan tangan kanannya. “Ternyata kelas kita bertetangga ya? Berarti aku yang ceroboh sampai tak mengenalmu. Perkenalkan aku Kim Taeyeon dari XII IPA 1 senang berkenalan denganmu” Balas Taeyeon menyambut uluran tangan Jaehyo lembut.

“Sebenarnya aku juga baru masuk sekolah ini jadi ini bukan sepenuhnya kecerobohanmu” Balas Jaehyo dengan senyum ramahnya setelah tautan tangan mereka terlepas. “Benarkah? Wah selamat datang di Hakusenkan Ahn Jaehyo-Ssi” Ujar Taeyeon lagi “Ah, Khamsamidha tapi, bisakah memanggilku cukup dengan Jaehyo saja tanpa sapaan formal? Karena disini aku sedang mencari ilmu sekaligus memperbanyak teman bukan menambah rekan bisnis ” Tawar Jaehyo menggaruk belakang kepalanya. “Kalau begitu kau juga, cukup panggil aku Taeyeon saja” Balas Taeyeon.

“Jadi, ada perlu apa mencari ku?” Tanya Taeyeon. Kini Jaehyo dan Taeyeon tengah melanjutkan perjalanan menuju area parkir kendaraan mereka. “Aku hanya ingin memberikan ini” Jawab Jaehyo menyerahkan sepucuk surat ber amplop putih.

“Apa ini?” Tanya Taeyeon lagi memandang surat yang kini berada di tangan Taeyeon “Boleh dibuka jika sudah sampai rumah.. Chane aku duluan” Pekik Jaehyo sembari melambaikan tangannya dan wajah yang memerah.

“Ada apa dengan namja itu? Aneh sekali” Gumam Taeyeon memandang surat dan Jaehyo bergantian. Kembali ia melajutkan langkahnya menuju ke parkiran.

“Lama sekali Nyonya Oh” Sindir Sehun setelah Taeyeon menduduki kursi samping kemudi “Maaf Tuan Oh, tadi ada sedikit hambatan” Jawab Taeyeon setelah berhasil menutup pintu mobil.

“Apa itu ditanganmu Yeoni?” Tanya Sehun melirik kearah surat di tangan Taeyeon. “Ini? Aku mendapatkannya dari namja tadi” Jawab Taeyeon memandang surat di tangannya.

“Namja? Coba kulihat” Ujar Sehun menadahkan tangannya. Tanpa berucap, Taeyeon segera menyerahkan surat pemberian Jaehyo pada Sehun. “Yeoni, kau masih ingat cara menyetir bukan?” Tanya Sehun setelah membuka surat ber amplop putih tadi. “Emm” Jawab Taeyeon sembari mengangguk. “Tunjukkan padaku” Ujar Sehun setelahnya ia keluar dari mobil menuju tempat duduk Taeyeon untuk bertukar tempat duduk mengutamakan keselamatan.

Dariku yang menyukaimu

Maaf sebelumnya, aku sebagai pendatang baru di kehidupanmu sudah lancang mengatakan ini padamu Kim Taeyeon. Tapi, ketahuilah bahwa aku mengatakannya setulus hatiku bahwa aku Ahn Jaehyo siswa baru di Hakusenkan telah menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu. Entah kita pertama bertemu atau aku yang malah dengan sengaja memandangmu ha…ha…ha benar – benar konyol. Kuakui sejak pertama melihatmu berjalan bersama sahabatmu tiba – tiba saja aku tertarik padamu, dirimu, senyummu, tawamu dan segala tentang dirimu. Kurang sopan memang aku menyatakannya lewat surat ini. Tapi lain kali kupastikan aku akan menyatakannya secara langsung di hadapanmu Kim Taeyeon. Kuharap kau membalas perasaanku ini.

To Lovely Taeyeon

“Haish, namja zaman sekarang sungguh nekat. Menyebalkan” Geram Sehun dalam hati.

“Ada apa Sehun-ah?” Tanya Taeyeon setelah menyadari ada yang tak beres pada suaminya. “Ah, tidak ada apa – apa” Jawab Sehun singkat “Begitukah? Yasudah” Balas Taeyeon enteng dan kembali memfokuskan padangannya pada jalan raya di hadapanya.

Setibanya di rumah, Sehun segera keluar dari mobil diikuti Taeyeon di belakangnya.

“Sebaiknya kau segera bereskan dirimu Yeoni” Ujar Sehun memecahkan keheningan setelah mereka memasuki kamar. “Ah benar juga” Setuju Taeyeon setelahnya ia segera menghilangkan dirinya memasuki kamar mandi.

“Sial, ini sudah surat keberapa sebenarnya” Ujar Sehun setelah membuka sebuah kotak berukuran agak besar berwarna coklat yang berisi banyak surat cinta untuk Taeyeon dari para Fanboys Taeyeon tentunya. “Bahkan kotak ini hampir tak muat. Dasar namja gila Tak tahu apa Taeyeon itu sudah menjadi milikku” Gerutu Sehun uring – uringan.

“Yeoni-ah boleh aku masuk? Aku juga ingin mandi” Pekik Sehun sembari menggedor pintu kamar mandi. “Tidak!” Pekik Taeyeon dari dalam. “Ayolah akukan sudah menjadi suamimu” Rayu Sehun lagi “Tidak!” Pekik Taeyeon menolak. “Aku masuk” Ujar Sehun setelahnya tanpa dosa.

Kreeekkk~~~~

Baru saja satu langkah Sehun menginjakkan kakinya memasuki kamar mandi.

“TIDAKKKKKK!!!!!!!” Braakkkkk

Sebuah gayung menghantam kepala Sehun diiringi pekikan keras dari si pelempar gayung tersebut. Tanpa aba – aba Sehun segera berbalik keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya agak keras.

“Gila, aku bisa mati tadi kalau – kalau yang di pegang Taeyeon adalah batu. Lagipula dia mendapat gayung darimana sih? Aishhh… Benjol” Gumam Sehun setelah menutup pintu kamar mandi maut yang baru saja ia masuki.

“Lebih baik aku mandi di bawah” Gumamnya lagi dan segera melangkahkan kakinya menuju lantai satu rumah mereka.

Di ruang makan dimana Sehun dan Taeyeon didudukkan dalam satu ruangan bersama dalam meja yang sama pula, hanya keheningan yang menghiasi diantara mereaka berdua. Suara dentingan pisau, garbu, sumpit dan segala macam peralatan makan mereka menjadi music penghibur bagi mereka berdua. Hingga waktu makan malampun usai, Sehun segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan meninggalkan Taeyeon dan seorang asisten rumah tangga yang memandang tuannya aneh.

“Noona, apa yang terjadi pada tuan muda? Kenapa sikapnya jadi lebih dingin dari biasanya, walaupun biasanya memang dingin. Tapi, yang ini aneh” Tanya asisten rumah tangga Song. “Sepertinya begitu, biar aku susul dulu dia. Terimakasih banyak makan malamnya Nyonya song ini sangat enak” Ujar Taeyeon membungkukkan tubuhnya dan segera melangkah menaiki lantai dua kediamannya.

Tok..Tok..Tok

“Ada orang didalam? Aku masuk” Ujar Taeyeon setelahnya, ia segera membuka pintu bercat putih itu.

Setelah berhasil memasuki kamar mewah dengan putih sebagai warna dominannya sekaligus segala macam perabotan mewahnya. Tampaklah seorang namja yang kini tengah memainkan tabletnya duduk di atas kursi kayu di pinggiran balkon.

“Sehun-ah” Sapa Taeyeon mendekati Sehun yang terlihat acuh, walaupun ia memang biasanya memang acuh.

“Sehun-ah kau marah padaku?” Tanya Taeyeon dengan suara yang cukup pelan dengan sedikit demi sedikit mendekati tempat dimana kini Sehun duduki. Tetap saja Taeyeon tak mendapatkan jawaban yang dapat memuaskan hatinya. Dapat kita lihat kini Taeyeon yang agak kesal dengan mengerucutkan bibirnya lucu. Tanpa Taeyeon sadari Sehun sedikit tersenyum melihat tingkahnya dari layar tablet yang tengah di mainkannya.

“Sehun-ah” Panggil Taeyeon lagi. Kini Taeyeon telah berada tepat di belakang Sehun yang tengah asik bermain games. Kedua tangannya mengalung indah di leher Sehun memeluknya dari belakang, dagunya bersandar di tangan kanannya yang tengah bertumpu pada bahu Sehun.

“Maafkan aku” Bisik Taeyeon lembut di telinga Sehun. Selemah – lemahnya Sehun di hadapan Taeyeon, tetap saja Sehun masih berusaha untuk diam menahan segala gejolak yang ada dalam dirinya.

“Mianhae Sehun-ah. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asal kau jangan marah padaku dan mendiamkanku seperti ini” Bisik Taeyeon lagi kini wajah Taeyeon semakin meringkuk dalam tengkuk Sehun. Dimatikannya tablet putih itu dan meletakkannya di atas meja kayu di hadapannya. Kedua tangan Sehun beralih menggapai kedua tangan Taeyeon yang tertengger di lehernya.

“Aku tidak marah padamu Yeoni-ah, jika aku marahpun pasti dengan cepat aku akan memaafkanmu” Jawab Sehun akhirnya. “Lalu, kenapa kau mendiamkan ku?” Tanya Taeyeon dengan suara yang terlampau pelan.

“Aku hanya tengah mengujimu saja. Ternyata kau masih mencintaiku, dan masih mencariku yang mulai menjauh. Walaupun aku tak akan pernah bisa menjauh dari dirimu tapi tetap saja. Terimakasih banyak atas segalanya Yeoni-ah.” Ujar Sehun bermonolog.

Hilang sudah seorang Oh Sehun yang dingin dan ucapannya yang pedas saat di sekolah. Inilah Oh Sehun yang apa adanya di rumah bersama Kim Taeyeon Istrinya sekaligus tambatan hatinya sampai akhir nanti. Oh Sehun yang dingin berefolusi menjadi Oh Sehun yang hangat dan juga penuh perhatian. Tatapannya pun menjadi menenangkan dan penuh makna.

“Jadi Yeoni-ah, Kupegang ucapan mu tadi” Ujar Sehun menunjukkan smirknya. “Ucapanku? Yang mana?” Tanya Taeyeon membuka kedua matanya yang semula terpejam.

“Kau harus menuruti semua keinginanku mulai dari sekarang” Jawab Sehun bangkit dari duduknya, menghadap kearah Taeyeon dan memegang bahu gadisnya.

“Nhe???????” Ujar Taeyeon tanpa sadar. ‘Ya Tuhan apa yang ku katakan tadi? Kenapa tiba – tiba perasaanku tak enak ya? Bodoh – Bodoh – Bodoh Kim Taeyeon Bodoh’ Rutuk Taeyeon dalam hati’

“Yang pertama, Mulai malam ini panggil aku Oppa mengerti. Walau kita dalam kelas yang sama tetap saja usiamu masih beberapa bulan dibawahku Yeoni Arraso?” Pinta Sehun menatap kedalam mata Taeyeon.

“Arraso…Oppa” Jawab Taeyeon masih ikhlas. “Dan yang kedua untuk malam ini, emmm……Cium aku di sini” Pinta Sehun lagi sembari menunjuk bibirnya. Taeyeon masih diam di tempat memikirkan sesuatu hingga suatu ide pengalihan perhatian muncul di benaknya.

“Wahhh~~ Aku baru tahu kalau pemandangan malam hari sangat indah dilihat dari sini” Ujar Taeyeon melangkah menuju sudut balkon agak menjauh dari Sehun. Sementara itu Oh Sehun semakin menunjukkan senyumnya melihat tingkah Taeyeon.

“Benarkah? Kalau begitu sering – seringlah mampir kesini” Ujar Sehun memeluk Taeyeon dari belakang. Tampaklah kini wajah Taeyeon yang memerah menahan malu.

“Wae? Kenapa wajahmu memerah begitu?” Tanya Sehun dengan nada biasa yang terlampau biasa. “Tidak, tidak ada” Jawab Taeyeon mendongakkan kepalanya menghadap langit yang dihiasi pernak pernik berupa bintang.

“So? Mana permintaanku tadi? Atau kau mau aku yang memulainya?.” Tanya Sehun melirikkan matanya kearah Taeyeon. Apa yang dilakukan gadis itu sekarang? ………………………..Yup… Tetap diam adalah pilihan utama baginya untuk saat ini.

*Sehun Pov*

Tampak jelas dimata ku saat ini wajahnya yang memerah kareana perbuatan ku. Jika seperti ini terus bisa – bisa aku akan lebih sering menggodanya lagi? Kalau itu sampai terjadi aduh..Kasihan istriku tersayang ini Ha..ha..ha Mianhae Chagi, aku tahu sifatku pada dasarnya memang evil Jangan hukum aku ok? Dan jangan pernah tinggalkan aku dengan sifatku yang aneh ini.

Kubalikkan tubuhnya menghadapku, lihatlah bahkan sekarang ia jadi menunduk menghadap lantai entah itu menghitung setiap kotak kramik yang terpasang atau entah apalah yang ia fikirkan.

“Aku mulai chagi. Dan karena aku yang memulai jadi kau harus lebih agresif arraso?” Titahku menepuk pucuk kepalanya ringan. Ku bingkai kedua sisi pipinya sekedar bermaksud untuk menghadapkan wajahnya menghadap lurus kearahku.

Kudekatkan wajahku hingga kedua benda lunak tak bertuan ini bersentuhan, mulanya kukecup bibir pink soft itu yang selalu menjadi candu bagiku. Hingga kini kecupan – kecupan ringan itu berubah menjadi lumatan – lumatan di bibirnya dalam. Kuperdalam lumatan di bibirnya itu dengan menekan kedua pipinya hingga kurasakan Taeyeon membalas lumatanku dengan perlahan namun pasti bahkan kedua tangannya pun mulai melingkar di leherku. Kini bahkan ciuman kami berlangsung dengan panas karena keinginan dari diriku maupun Taeyeon sendiri untuk mendominasi. Dibawah terangnya bulan ditemani bintang – bintang dan sejuknya angin malam, kubuktikan betapa besarnya rasa cintaku pada gadis ini. Kini kurasakan tubuhku yang mulai mendorong Taeyeon berbaring di lantai balkon kamar kami, namun tetap dengan bibir kami yang belum juga terlepas.

Menit demi menit telah berlalu hingga kurasakan Taeyeon yang sedikit mendorongku untuk menjauh. Kuyakini ia sudah mulai kehabisan nafasnya karena akupun juga mengalami hal yang serupa.

Huh…huh..huh….

Kujauhkan kedua benda lunak ini hingga terdengarlah deru nafas kami yang menggebu. Kutatap dalam Taeyeon yang kini berada di bawahku tengah mengatur nafasnya.

“Tak kusangka kau cukup agresif Yeoni” Pujiku tersenyum tulus padanya. “Kau yang memaksa aku melakukannya Oppa” Jawabnya agak sebal.

“Gomawo” Ujarku lagi tiba – tiba. “Untuk?” Tanyanya agak mengerutkan kening tanda kebingungan yang melanda. “Untuk segalanya, untuk dirimu yang mau menemani ku seumur hidupku, untuk dirimu yang telah percaya padaku, untuk dirimu yang menyayangiku, untuk dirmu yang menjadi segalanya dalam hidupku. Gomawo Chagia” Ujarku sedikit mengecup bibinya singkat.

“Cheonma,” Jawabnya singkat semari tersenyum tulus. “Jadi mau dilanjutkan?” Tanyaku tersenyum jahil. “Apanya?” Tanya Taeyeon. ”Yang barusan” Jawabku menaik turunkan alisku.

“Jangan gila oppa, kita masih sekolah. Sekarang singkirkan tubuhmu dari tubuhku” Titah Taeyeon melepaskan kedua tangannya dari leherku. “Tapi aku mau chagi, lagi pula sebentar lagi kita akan ujian dan setelahnya kita akan lulus jadi bisa kan?” Rayuku semakin mendekatkan wajahku.

“Kalau begitu tunggu sampai lulus ok?” Tawar Taeyeon sembari menghamburkan senyum manisnya. Sial kalau begini terus, aku akan merasakan indahnya malam pertama di malam ke lebih dari seratus hari pernikahaku. Oh Sehun tahan sedikit lagi.

“Cha..kalau begitu aku akan menunggu sampai kita lulus, dan lihat saja kalau sudah tiba waktunya akan kubuat istriku tak bisa berjalan ha…ha..ha…” Ujarku sembari menarik Taeyeon berdiri.

“Itu berlebihan Sehun-ah” Balasnya sedikit menggenjal di telinga. “Em..em..em…Oh Taeyeon sudah ku katakana bukan, jangan buat aku mengulanginya lagi. Panggil aku…….” “Oppa” Potong Taeyeon sedikit nada malas di dalamnya. Bahkan kini Taeyeon berjalan meninggalkanku yang masih menatap langkahnya menuju tempat pembaringan yang sering kami gunakan.

“Wah…Istriku sudah mengantuk ya? Baiklah ayo tidur” Ujarku semangat. Setelahnya sesegera mungkin ku tutup jendela yang menghubungkan kamar dengan balkon sekaligus tirai penghiasnya. Kulangkahkan kakiku menyusul istriku yang telah berbaring terlebih dahulu.

“Selamat malam, semoga mimpi indah” Ujarku memeluk tubuh Taeyeon dan mengecup keningnya singkat. “Oppa juga, semoga mimpi indah” Balasnya memejamkan mata. Kurasa tak perlu Taeyeon memerintahkanku untuk mimpi indah, karena aku akan selalu bermimpi indah jika aku selalu berbahagia bersamamu Selamanya~~~ Selamat malam sayangku.

*******

Pagi menjelang di seluruh penjuru kota padat seperti Seoul Korea Selatan ini. Namun disini kita tak ingin membahas masalah pelik pagi hari di kota seoul, kita perkecil wilayah eksplorasi kita menuju sebuah sekolah bertaraf Internasional Hakusenkan. Keadaan yang mulai ramai di padati oleh siswa siswi yang mengenakan seragam abu – abusekaligus blazer berwarna putih yang saling bertegur sapa dengan kawan sebayanya menjadi pelengkap keramaian pagi ini.

“Kim Taeyeon selamat pagi~” Sapa Yoona mengejutkan Taeyeon dari belakang “Oh Yoong selamat pagi” Balas Taeyeon tersenyum ramah. Yoona beranjak menuju bangku kosong di samping Taeyeon.

“Kemana Oh Sehun?” Tanya Yoona sembari mencari keberadaan namja satu itu. “Sehun sedang berlatih bersama teman – temanya, Bukankah Luhan juga anggota tim basket?” Tanya balik Taeyeon.

“Luhan memang anggota tim basket, tapi aku tak tahu kalau Sehun sedang bersamanya” Jawab Yoona dengan nada sebal. “Oh…..Jadi uri Yoong mulai setia pada Luhan makannya uri Yoong ini hanya melihat Luhan tanpa melirik yang lain?” Gumam Taeyeon memegang dagunya dengan santai, Sementara Yoona wajahnya memerah padam menahan malu.

“Bukan begitu Taengo… Tapi…tapi…..Aishhhhhh” Ujar Yoona frustasi menundukkan kepalanya. “Aigoo uri Yoong malu ternyata” Ujar Taeyeon lagi lebih menggoda. “Gaemanhae Taengo” Pekik Yoona dengan wajah yang lebih memerah. “Baiklah …baiklah….Ah Yoong, bagaimana kalau kita menonton tim basket berlatih” Ajak Taeyeonbangkit dari duduknya. “Nhe…Kajja” Balas Yoona menggandenga tangan Taeyeon pergi.

%%%

“Haedera, perkenlkan ini anggota baru kita namanya Ahn Jaehyo” Pekik leader team basket ini tegas.

“Annyeonghaseo yeorobun, jhonen Ahn Jaehyo inmidha aku dari kelas XII IPA 3 senang berkenalan dengan kalian” Pekik Jaehyo pula memperkenalkan diri.

“Silahkan masuk kebarisan” Titah Leader tim basket Kris Wu. “Nhe Khamsamidha” Ujar Jaekyo menunduk.

“Baiklah untuk hari ini kita akan mengadakan pertandingan, namun ingat ini hanya untuk latihan saja Arraso!” Pekik Kris memberikan pengarahan. “NHE!” Jawab anggota tim basket serempak. Sesegera mungkin para anggota tim basket membelah tim menjadi dua bagian yaitu Red Team dan blue team.

“Oh Sehun lemparkan bolanya kesini” Pekik salah satu namja yang sudah di pastikan bahwa ia satu tim dengan pemeran utama kita Sehun.

“Ahn Jaehyo, ke sudut kanan.” Pekik yang lainnya lagi. “Sehun-ah tangkap ini” Pekik Luhan mengoperkan bola pada sahabatnya. Dan Sehun segera memasukkan bola itu kedalam ring menandakan bertambahnya point untuk blue team.

“Bagus tuan Oh Sehun,”

“Kerja bagus Sehun-ah” Yah kurang lebih itu lah beberapa pujian yang di lontarkan untuk primadona lapangan ini.

“Yak! Oh Sehun lihatlah para fans mu yang mulai menggila itu” Puji Luhan sembari merangkul pundak sahabatnya.

“Hentikan tuan Xi” Hardik Sehun sedikit menghempaskan tangan jahil Xi Luhan. “Tuan Oh, bagaimana menurutmu” Tanya Luhan mulai serius.

“Apa?” Tanya Sehun berjalan ke arah kursi panjang untuk para pemain beristirahat. “Siswa baru itu, bukankah ia Ahn Jaehyo yang kau maksut tadi pagi bukan?” Tanya Luhan setelah mendapatkan penjabaran tentang surat yang diterima Taeyeon.

“Iya, begitulah No Comment” Jawab Sehun meneguk air dari botol yang telah ia siapkan sebelumnya sedangkan matanya sendiri tengah menatap Jaehyo tajam. Tampaklah Jaehyo yang tengah melambaikan tangannya kearah bangku penonton dengan senyum mengembang. Yang timbul dari benak Sehun saat ini adalah ‘Kenapa ia tampak bangga sekali saat melambaikan tangan? Siapa yang ia sapa?’. Dan tanpa berfikir panjang, pucuk mata Sehun segera beralih kearah bangku penonton. Dan Jeng..jeng…jeng.. Tampaklah dua orang Yeoja yang memang sudah pasti ia mengenal mereka dengan baik apalagi yang berada di sisi kanan matanya, yeoja berambut hitam yang diikat ekor kuda.

“Taeyeon?” Gumam Sehun dan kembali memandang Jaehyo geram. Namun itu tak berlangsung lama karena ia tak lagi menemukan Jaehyo di tempatnya tadi. Hal inilah yang berhasil membuat Sehun bernafas lega dan kembali meneguk minumnya.

“Apa yang di lakukan Jaehyo sampai mendekati kekasihku dan Taeyeon” Gumam Luhan memandang Jaehyo kesal.

BRUUUUSSSS~~~~

Seketika air yang baru di teguk Sehun berhambur kemana – mana. “Apa maksudmu Luhan-ah?” Tanya Sehun mengalihkan tatapannya pada namja cantik di sampingnya.

“Lihatlah sendiri” Tunjuk Luhan dengan dagunya. Sehun mengalihkan tatapannya beralih pada tiga orang umat manusia yang terlihat tengah bercakap – cakap di bangku penonton.

“Sial!!” Gumam Sehun marah. Sehun tanpa berkata – kata segera beranjak menuju ruang ganti yang telah di persiapkan diiringi dengan teriakan histeris para yeoja yang dilewatinya dan Xi Luhan yang mengejarnya.

^^^^^^^^^^^^^

Bertempat di atap sebuah gedung megah yang terdapat banyak manusia di dalamnya. Seorang gadis bernama lengkap Kim Taeyeon tengah menatap hamparan kota sibuk itu yang berada tepat di hadapannya. Para guru sedang melakukan rapat dengan para direktur pemegang saham di sekolah ini sehingga gadis ini dapat bersantai dengan senangnya di atap sekolah yang memang sepih pengunjung.

“Taeyeon-ah” Sapa sebuah suara dari arah belakang Taeyeon. Merasa dirinya di panggil, Taeyeon segera menolehkan kepalanya menghadap sesosok namja yang memanggilnya tadi.

“Ah, Jaehyo ada apa?” Tanya Taeyeon dengan senyum bertengger riang di bibirnya. “Tidak ada, aku hanya ingin menemanimu boleh?” Tanya Jaehyo mendekat karah Taeyeon. “Tentu saja” Jawab Taeyeon riang. Setelah mendapat persetujuan, Jaehyo segera mendudukkan dirinya di samping Taeyeon.

“Apa yang kau lakukan di sini sendirian?” Tanya Jaehyo memandang lurus kedepan. “Aku? Aku hanya sedang menikmati waktu luang. Cuaca sebagus ini tak mungkin ku sia – siakan” Jawab Taeyeon juga dengan hanya memandang lurus ke depan.

“Oh, Kau benar – benar menikmati hidupmu ya Taeyeon-ah” Ujar Jaehyo sedikit bercanda. “Tentu saja. Inilah salah satu bentuk syukurku karena sudah di lahirkan di dunia yang indah ini, bisa bernafas, berbicara dan tanpa kekurangan suatu apapun ya, walaupun aku menyadari kalau aku tak sempurna” Sahut Taeyeon dengan senyum tipis yang terukir bak pelangi sehabis hujan.

“Begitukah? Jadi benarkan dugaanku. Kalau kau itu memang orang yang baik.” Puji Jaehyo memandang dengan senyum seorang Kim Taeyeon.

“Kalian selalu saja menganggap aku ini baik, memangnya kalian tak takut kalau suatu saat aku akan berubah? Menjadi pencuri ulung mungkin” Canda Taeyeon dalam ucapannya. “Ha…..ha…Kau ada – ada saja Taeyeon-ah” Balas Jaehyo. Seketika suasana hening tercipta hingga beberapa menit lamanya.

“Emmm….Taeyeon-ah. Apakah kau sudah membaca suratku yang kemarin?” Tanya Jaehyo mulai serius. “Surat?…..Ahhhhhh yang ber amplop putih kemarin itu? He…he….suratnya…Sebenarnya……”

“Ah tak apa aku mengerti. Kalau begitu aku langsung saja” Potong Jaehyo mengerti keadaan gadis di sampingnya yang tengah tersenyum aneh.

“Boleh aku langsung saja?” Tanya Jaehyo menatap lekat pada Taeyeon. “Tentu saja” Jawab Taeyeon membalas tatapan Jaehyo.

“Jadi,….Begini..Sebenarnya….aku….Aku menyukaimu Taeyeon-ah. Aku sudah meyukaimu sejak lama, bahkan sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah merasakan debaran aneh dari dalam dadaku. Aku ingin menyatakannya dari dulu tapi, saat inilah ku rasa saat yang paling bagus. Jadi Kim Taeyeon maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Jaehyo memandang dalam mata Taeyeon dengan tangannya yang menggenggam erat kedua tangan Taeyeon.

“Jaehyo-ah aku…..” Jawab Taeyeon lirih. “Kau bisa menjawabnya lain waktu” Ujar Jaehyo yang mengerti keadaan Taeyeon. Taeyeon memandang ke dalam mata Jaehyo dengan iba. Sementara itu tepat di balik pintu penghubung antara atap sekolah dengan tangga, seorang namja tengah mengumpat dengan apa yang baru saja ia dengar. Emosinya yang meluap menutup matanya hingga ia bisa saja melakukan hal – hal yang berdampak buruk padanya. Ya, namja itu adalah Suami sah dari seorang Kim Taeyeon yaitu Oh Sehun. Segera Sehun beranjak dengan perasaan kacau balau.

“Tidak, aku akan menjawabnya sekarang” Jawab Taeyeon tegas sembari melepas ganggaman tangan Jaehyo. Jaehyo memandang Taeyeon heran dan dengan perasaan takut.

“Kau bisa lihat ini” Tunjuk Taeyeon pada cincin yang melingkar di jari manisanya. Jaehyo memandang cincin itu dengan pandangan kebingungan.

“Jadi kau……” “Iya, bahkan aku bukan sekedar memiliki namjachingu tapi aku sudah memiliki suami. Kumohon mengertilah Jaehyo-ah” Potong Taeyeon menjelaskan. “Begitukah? Tak apa Taeyeon-ah. Tenang saja aku bisa mengerti kok keadaan ini. Yang jelas aku sudah menguutarakan perasaanku ini jujur padamu. Paling tidak aku bisa merasa sedikit lega.” Ujar Jaehyo berusaha untuk tegar.

“Gomawaoyo Jaehyo-ah kau sudah mau mengerti. Kuharap kita masih bisa menjadi sahabat” Sahut Taeyeon dengan senyumnya. “Emmm…Cheonma. Kita akan tetap menjadi sahabat. Datanglah padaku saat kau memerlukanku Taeyeon-ah. Lalu, siapa namja yang beruntung itu?” Tanya Jaehyo dengan sedikit rasa penasaran.

“Oh Sehun. Dia adalah suamiku. Kuyakin kau pasti tahu Sehun bukan? Dia satu kelas denganku dan dia satu team denganmu di Club Basket” Jawab Taeyeon memberikan penjelaskan. “Ternyata Sehun ya, ha…ha….ha… Kuyakin kau pasti bahagia bersamanya Taeyeon-ah” Ujar Jaehyo dengan nada sedih dan senyum pedihnya. “Emmm….Dan ku harap kau bisa menemukan yang jauh lebih baik dari aku. Cha…aku pergi dulu. Kau masih mau disini?” Tanya Taeyeon beranjak dari tempatnya semula. “Aku masih ingin disini. Kau duluanlah” Ujar Jaehyo dengan secarik senyum terukir. “Kalau begitu aku pergi dulu Annyeong Jaehyo-ah” Taeyeon segera melangkah meninggalkan tempatnya semula.

Sementara itu Jaehyo masih tetap berada pada tempatnya semula dengan senyum sedih yang mendalam. Perasaan yang tak tentu arahnya pikiran yang kacau menjadi pelengkap dirinya saat ini. Entah apa yang akan ia lakukan setelah ini, entah mungkin mencari yang baru atau mungkin terjun dari tempatnya kini berada? Gilaaaa memang ha…ha..ha…

“Kupastikan kau akan bahagia Taeyeon-ah, tak akan kubiarkan kau sakit karenanya. Aku akan selalu menjagamu sebagai seorang kakak dan akan mendengar semua curahan hatimu layaknya seorang sahabat. Akan ku pastikan kau Kim Taeyeon sebagai cinta pertama yang terpatri di hatiku iniakan selalu menunjukkan senyum menawannya. Saranghae Taeyeon-ah Semoga kau bahagia bersama masa depanmu.” Gumam Jaehyo memandang langit berhias awan dan warna biru terang dari sang langit itu sendiri.

******

“Aishhhh….Oh Sehun, kemana sih dia? Kenapa jam segini belum pulang?” Gumam Taeyeon mondar – mandir sembari sesekali mengecek Handphone berulang kali. Di hubunginya nomor panggilan cepat berangka 1 berisi Sehun suaminya.

“Kemana sih namja itu? Bahkan nomornya tidak aktif” Gumam Taeyeon lagi lebih frustasi.

Kring~ Kring~

Dering handphone milik Taeyeon sedikit terkejut. Ditatapnya nama sang penelepone. Tertera nama salah satu sahabatnya Yoongie ^^

“Yoong ada apa?” Tanya Taeyeon setelah sambungan telephone mereka terhubung.

“Tadi kau menghubungiku Taengo. Maaf tadi aku ketiduran” Jawab Yoona

“Ah iya, apakah Luhan bersamamu?” Tanya Taeyeon dengan nada yang agak panic.

“Luhan oppa? Tadi memang bersamaku tapi dia segera pergi. Katanya ada sesuatu yang harus di kerjakan. Memangnya ada apa Taengo?” Tanya balik Yoona.

“Sebenarnya aku hanya ingin menanyakan keberadaan Sehun tapi, telephoneku tak diangkat – angkat oleh Luhan belum lagi nomor handphone Sehun tak aktif. Kau tahu sesuatu Yoong?” Tanya Taeyeon berulang kali.

“Sehun tak bersamamu? Aku juga tak tahu kalau begitu. Luhan oppa juga tak bilang apa – apa padaku” Jawab Yoona seadanya.

“Ah, Yasudah. Terimakasih Yoong, Aku tutup telephonenya ya? Lebih baik kau lanjutkan tidurmu. Sweet dream My Yoong” Ujar Taeyeon di penghujung.

“Emmm..Gomawo Taengo, sebaiknya kau juga tidur dulu. Mungkin ada urusan namja nanti juga Sehun akan pulang.” Nasehat sang ibu bijak kita Im Yoona.

“Mungkin kau benar Yoong, lebih baik aku juga tidur dulu. Kalau brgitu Good night Yoong. Annyeong” Putus Taeyeon.

“Nhe annyeong Taengo” Sambungan telephonepun terputus. Kini Taeyeon kembali ke keadaan yang semula tampak panic dan cemas.

“Bagaimana aku bisa tidur kalau aku dalam kondisi yang buruk begini” Gumam Taeyeon. Matanya kembali melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 12:00 kst.

Ting ~ Tung~

Suara Bell rumah itu memecahkan keheningan yang tadi sempat di rasakan oleh Taeyeon. Sesegera mungkin ia berlari kearah pintu dan melihat kearah monitor. Tampaklah dua orang namja dengan salah satu namjanya dalam kondisi mengenaskan. Merekalah Xi Luhan dan suaminya yang sejak tadi di nantikan kepulangan Oh Sehun.

“Luhan-ah, apa yang terjadi?” Tanya Taeyeon panic setelah melihat kondisi suaminya. “Tadi aku menemukan namja ini di salah satu club malam” Jawab Luhan sembari melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah bergaya modern itu.

“Tolong bawa ke dalam kamar saja Luhan-ah, aku akan mengambilkan minum dan air hangat” Ujar Taeyeon melangkahkan kakinya kearah dapur sementara Luhan membawa Sehun menuju kamar yang telah di tujukkan oleh Taeyeon.

“Aishh…..Namja ini menyusahkan saja” Ujar Luhan setelah berhasil merebahkan Sehun di kasurnya. Setelahnya, Luhan mendudukkan dirinya di sofa dekat jendela besar penghubung antara ruang kamar dan balkon.

“Silahkan di minum dulu Luhan-ah” Ujar Taeyeon menyerahkan secangkir coklat hangat untuk Luhan. “Ah, Gomawoyo Taengo” Jawab Luhan dan segera meminum apa yang telah di suguhkan untuknya.

“Jadi, apa yang terjadi padanya?” Tanya Taeyeon memandang Sehun dan membuka sepatu yang di pakai Sehun.

“Tadi aku menemukannya di club malam, saat aku sudah sampai disana kondisinya sudah mengenaskan begini” Jawab Luhan seadanya. “Begitukah? Gomawoyo Luhan-ah telah membawanya kembali. Aku tak tahu apa yang terjadi nantinya jika kau tak menemukannya tadi” Ujar Taeyeon menatap Sehun nanar.

“Itu tugas sahabat Taeyeon-ah, cha aku pulang dulu ok. Tolong jaga sahabtaku yang kekanakan ini.” Ujar Luhan dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan Sehun dan Taeyeon.

Taeyeon segera mengelap bagian – bagian tubuh Sehun dengan air hangat, sekedar untuk mengurangi bau alcohol yang di keluarkan dari tubuh Sehun. Tatapan nanar kembali ia tunjukkan saat memandang kondisi suaminya yang terlihat berantakan. Segera ia lepaskan baju dan jaket yang melekat di tubuh Sehun dan menggantinya meenggunakan pajama tidur berwarna biru.

“Kenapa kau bisa seperti ini oppa?” Gumam Taeyeon menggenggam tangan Sehun dan pandangan mata yang syarat akan kesedihan. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk membelai kepala Sehun dengan lembut dan kasih sayang.

“Taeyeon-ah” Gumam Sehun pelan dengan mata yang mencoba untuk terbuka walau dengan perlahan.

“Oppa, kau sudah sadar” Tanya Taeyeon menatap dalam mata Sehun yang tengah berusaha untuk terbuka. “Aku dimana?” Tanya Sehun dengan bergumam. “Di rumah oppa. Luhan yang membawamu pulang” Jawab Taeyeon pelan. Sehun mendudukkan dirinya perlahan, setelah berhasil terduduk dipeganginya kepala yang terasa berat itu.

“Kenapa kau seperti ini oppa? Tak biasanya kau seperti ini. Apa yang terjadi padamu?” Tanya Taeyeon dengan pandangan sedih. Sehun terdiam dengan bibir yang menyunggingkan senyum remehnya.

“Aku……Kenapa? Cih~~… Seharusnya aku yang bertanya padamu Kim Taeyeon. Apa yang kau lakukan tadi bersama murid baru hah?” Tanya Sehun balik sedikit membentak. Taeyeon membelalakkan matanya kaget. “Bukankah kau berkencan dengannya? Sekarang kau sudah bahagia bukan bersamanya Ahn Jaehyo” Tambah Sehun lagi dengan mata yang berkilat tajam.

“Aku hanya berteman dengannya oppa, tidak lebih” Terang Taeyeon berusaha untuk menjelaskan. “Berteman ya? Kekasih yang seperti temanmu begitu? Menyedihkan” Hardik Sehun lagi sembari bangkit dari pembaringan.

“Tapi aku memang hanya berteman dengannya tidak lebih. Tadi dia memang menyatakan perasaannya padaku, Tapi aku menolaknya Karena aku sudah memilikimu. Kenapa sih kau bisa meragukan perasaanku ini? Aku mencintaimu, tidak yang lain Oh Sehun” Balas Taeyeon berusaha mendekat pada suaminya yang tengah berdiri membelakanginya.

“Mencintaiku? Apa buktinya kau mencintaiku Kim Taeyeon?. Bahkan di saat seluruh yeoja berusaha mendekatiku dan menyatakan perasaannya padaku bahkan itu di depan matamu sendiri aku merasakan tak ada tanda cemburu yang kau tunjukkan. Bukankah jika kau benar mencintaiku, kau harusnya merasa cemburu di saat semua yeoja yang aku temui menunjukkan rasa cinta mereka dengan gambling. Tapi lihat apa yang kau lakukan? Kau hanya diam dengan ekspresi yang biasa saja. Dimana letak cintamu padaku Kim Taeyeon?” Tanya Sehun sedikit membentak tepat di hadapan Taeyeon.

Taeyeon menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes satu demi satu. Ini kali pertamanya Sehun semarah ini padanya, pertama kalinya Sehun membentak dirinya dengan keras.

“Aku….Aku melakukannya karena aku percaya padamu Sehun-ah. Aku percaya kalau kau tak akan menghianati diriku dengan menerima mereka yang menyatakan perasaan padamu. Aku tahu kalau kau tak akan menghianatiku semudah itu. Itulah wujud rasa cintaku padamu, dengan adanya rasa percayaku untukmu dan keyakinanku kau tak akan selingkuh. Ku pendam semua rasa sakit saat mereka menyentuhmu dengan sengaja walau itu menyakitkan, tapi ku tahan karena aku percaya padamu. Aku tak tahu kalau yang aku lakukan ini malah membuatmu seperti ini…Hiks…Mianhae Sehun-ah” Jelas Taeyeon dengan bergumam dan menundukkan kepalanya dalam, Berusaha menyembunyikan air matanya yang terus menetes.

Tubuh Taeyeon sedikit terguncang saat suara isak tangis lolos dari bungkaman mulutnya. Sehun menatap yeoja di depannya nanar. Karena dirinya lah yeoja yang selama ini ia lindungi mati – matian menangis, menangis karena kebodohannya sendiri, menangisi namja bodoh di hadapannya saat ini. Sehun melangkahkan kakinya maju secara perlahan. Didekapnya hangat tubuh rapuh itu dengan erat, memberikan kehangatan dari dalam dirinya.

“Mianhae Yeoni-ah, padahal aku pernah berjanji untuk tidak membuatmu menangis. Namun sekarang yang kutemui malah Kau menangis karena perbuatanku. Mianhae Yeoni-ah” Ujar Sehun selembut mungkin sembari sesekali ia memberikan kecupan hangat di kepala gadisnya.

“Aku juga minta maaf oppa, karena aku tak peka dengan perasaanmu Mianhae” Gumam Taeyeon pula dengan mendongakkan kepalanya menunjukkan matanya yang memerah dan sedikit membengkak. Sehun memandang Taeyeon pilu.

“Aigoo..Lihat matamu memerah karena ku chagi.” Ujar Sehun. Kedua ibu jarinya terangkat untuk menghapus air mata yang mengalir itu. “Maianhae nhe?” Gumam Sehun lagi menatap mata istrinya dalam. Taeyeon hanya mengangguk sebagai balasan.

Sehun tersenyum tulus sembari mendekatkan wajahnya pada Taeyeon, mempersempit jarak mereka. Di tengah ke tidak warasan Sehun yang masih merasakan efek dari alcohol yang diminumnya tadi, Sehun menempelkan kedua benda lunak tak bertulang itu. Kedia tangan Sehun di gunakan untuk membingkai wajah Taeyeon dan menariknya mendekat.

Dilumatnya bibir Taeyeon atas dan bawah secara bergantian, berusaha untuk mendapatkan kenikmatan lebih. Sementara kepalanya beberapa kali berganti posisi untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Sementara itu mata keduanya terpejam erat mendalami apa yang tengah mereka lakukan. Kedua tangan Taeyeon melingkar sempurna di leher Sehun dan sedikit menariknya agar memperdalam ciuman tak berujung ini. Kini Taeyeon mulai mengimbangi apa yang dilakan Sehun padanya hingga terdengarlah suara – suara aneh hasil instrument yang mereka buat saat ini.

Taeyeon membuka mulutnya agar Sehun dengan mudah menguasai permainan ini. Sementara Sehun mulai mendorong Taeyeon menghuyunkannya ke ranjang berukuran King Size milik mereka. Ciuman mereka masih tetap berlanjut dengan posisi Sehun berada di atas tubuh Taeyeon dan kaki kanannya berada di antara selangkahan Taeyeon. Suara desahan kembali terdengar saat Sehun memanaskan suasana dengan lebih agresif, lidahnya menelusuri setiap rongga mulut Taeyeon. Sementara itu, di kedua sisi pipi Taeyeon mengalir air saliva campuran miliknya dan suaminya.

Cuk~..

Ciuman itu terlepas saat dirasakan nafas mereka berdua mulai habis. Ditatapnya Taeyeon yang berada di bawahnya dalam kondisi yang berantakan bahkan, air saliva mereka yang tadi sempat mengalir tetap berada di tempatnya yaitu pipi mulusTaeyeon. Kedua tangan Taeyeon masih tetap berada melingkar di leher Sehun. Mereka berdua masih saling menghadap dengan mata yang saling mendalami.

“Buktikan rasa cintamu padaku Chagi. Mala mini!” Ujar Sehun dengan masih menatap dalam kedua manik mata Taeyeon.

“Bagaiman caranya?” Tanya Taeyeon masih dengan nafas terengah. “Cukup ikuti apa yang aku lakukan dan perintahkan. Bagaiman?” Jawab Sehun memberikan saran. “Emmm…Arraso” Jawab Taeyeon mengangguk di sertai senyum manisnya. Sehun kembali tersenyum setelah mendapatkan persetujuan istrinya.

Kembali ia dekatkan kedua benda lunak yang tadi sempat terpaut dengan dalam. Namun ciuman kali ini lebih terlihat agresif dari yang tadi. Ditandai dengan kedua tangan Sehun yang mulai meluncur kemana – mana, bahkan sempat mengelus pelan paha mulus Taeyeon yang masih menggunakan celana tidur pendek selutut. Hingga kini Sehun telah berhasil membuka pakaian atas Taeyeon dan berlangsunglah sebuah adegan yang mestinya mereka lakukan di malam pertama penikahan mereka.

Ckelk ^^ Mati lampu pemirsa, jadi silahkan bayangkan sendiri ok..He..he..^-^

*

*
*
*
*
*
*
*

Pagi menjelang di Seoul City South Korea, bertempat di sebuah ruang kamar sepasang suami istri muda yang masih meringkuk di dalam selimut tebal berwarna putih bersih tanpa noda. Burung – burung yang berkicauanpun tak mampu untuk membuat kedua insan manusia ini terbangun dari alam bawah sadarnya. Namun kondisi ini tak berlangsung lama karena sang yeoja Kim Taeyeon, sedikit demi sedikit mulai membuka kedua mata indahnya dengan perlahan.

“Agghhhhh Hoammm” Ia sedikit menggelian dan menguap sebagi permulaan di pagi yang cerah ini. Dilihatnya kondisi namja yang kini berbaring memeluknya. “Aisshh..Namja ini memangnya ingin terlambat masuk apa.” Gumam Taeyeon sembari beranjak mendudukkan dirinya, Namun baru saja sedikit di gerakkan rasa nyeri yang teramat menjalar di tubuhnya, apalagi di tubuh bagian bawah.

“Arrgggggssshhhh” Pekiknya sehingga menyebabkan seorang namja yang tengah terbaring itu membuka matanya memandang sang istri yang terduduk dengan raut wajah menahan sakit.

“Kenapa Chagi?Hoam..” Tanya Sehun setelah melihat kondisi istrinya yang tidak beres. Taeyeon diam sesaat sebelum akhirnya.

“Yak!!! Oppa ini salahmu semua badanku terasa sakit saat di gerakkan bahkan aku tak bisa bangkit dari kasur ini..Ini salahmu! Ini Salahmu! Huaaaaa Bagaimana aku ke sekolah. LIhat Kau melakukannya dengan kasar, Padahal kau tahu ini pertama untukku.” Pekik Taeyeon marah – marah dengan wajah merah padam yang tampak lucu di mata Sehun. Sehun yang melihatnya tampak tersenyum kecil.

“Mian chagi, habis aku terlalu bersemangat” Jawab Sehun dengan nada bersalah yang di buat – buat. “Makannya jangan mabuk tuan Oh. Sekarang bagaimana aku kesekolah hah?” Tanya Taeyeon lagi.

“Ya, jangan di paksakan, Chagi jangan sekolah hari ini. Biar aku yang meminta izi nanti.” Ujar Sehun lagi mendekap hangat tubuh polos Taeyeon. “Tapi sebentar lagi kita ujian oppa” Gumam Taeyeon.

“Biar nanti aku yang mengajarimu saat di rumah” Jawab Sehun singkat. “Baiklah Arraso, sekarang bersiaplah untuk ke sekolah Tuan Oh” Ujar Taeyeon melepaskan pelukan hangat itu.

“Nanti dulu noona Oh eh Noona? Tidak ..tidak sekarang kan sudah menjadi nyonya Oh” Goda Sehun tersenyum jahil. “Yak! Oh Sehun” Pekik Taeyeon murka. “He…he ..MIan Chagi hanya bercanda. Cha sekarang mana morning kiss ku?” Tanya Sehun memandang Taeyeon penuh harap dan terlihat seperti anak kucing menantikan makanan dari majikannya. BUk

Bukanya ciuman hangat yang di dapat, tapi sebuh bantal yang mendarat di wajah tampannya pagi ini. “Silahkan cium saja bantal itu Tuan Oh” Ujar Taeyeon sewot. Sehun menatap Taeyeon tajam dan segera menarik kepala Taeyeon paksa dan menautkan kedua bibir itu sebentar lalu segera melepaskannya dan berlari menuju Kamar mandi. Sekedar menghindari auman singa yang sebentar lagi terjadi.

“Yak! OH SEHUN!!!!!” Pekik Taeyeon murka sementara Sehun tengah terkikik geli di dalam kamar mandi. “Aku Mencintaimu Oh Taeyeon!” Pekik Sehun dari dalam kamar mandi tanpa memperdulikan teriakan – teriakan menjadi Taeyeon.

Sementara itu dari lantai bawah kediaman Sehun dan Taeyeon seorang yeoja paruh baya yang bergelar sebagai asisten rumah tangga di rumah itu tengah tersenyum senang pagi ini.

“Aiggoooo…Pasangan muda memang penuh teriakan ya He…he” Gumamnya dan segera melanjutkan pekerjaannya.

END

Tara ini dia FF Oneshoot kedua yang aku buat berdasarkan banyak tontonan yang menjadi inspirasi… Entahlah, akhir – akhir ini lebih suka bikin FF Oneshoot jadinya..

Gimana nih reader nim? Mohon kritik dan sarannya ya untuk perkembangan ff saya yang lainnya dan tolong bubuhkan pendapat anda di kolom coment yang ada di bawah ini…

Maaf untuk segala kesalahan baik itu Typo, Gaya bahasa dan lain – lain…

Terimakasih sudah membaca…..Annyeong^^

 

 

Advertisements

77 comments on “[FREELANCE] My Ice Boy (Oneshot)

  1. Suka banget klo couplenya Taeyeon itu sama Sehun XD
    #sorry bacon

    ff ini ceritanya bagus kok, aku kasih jempol dua “b^_^d”

    b^^d

  2. Sehun benar2 sayang sama taeng, sampe yeoja yg mendekatinya di tolaknya mentah2
    akhirnya SeYeon malam pertama jg setelah beberapa lama menunggu

  3. Omo So sweet trus bagian Konfliknya Feelnya Dapet .. sampe nangis tau thor :”) … Cie udh Malem Pertama nih ^_^

  4. Haha first time dapat sehun jadi cheezy banget.. Kkkk
    Mana shindong dibilang killer hahah…
    Author jjang!!!
    Keep writing yo^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s