[FREELANCE] Faithfully Waiting For Your Love, Chapter (1/2)

Tittle        : Faithfully Waiting For Your Love, Chapter (1/2)

Author        : Si Angels Kim Jong In

Genre        : marriage life, angst, romance, yaoi

Rating        : Pg 13

Lenght        : Twoshot

Cast        : kim taeyeon, Oh Sehun, Jung Krystal, Kim Jong In, Wu Yi Fan

Other cast     : Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Lay, Sulli and others

Author Note    : cerita ini terinspirasi dari mimpi author sendiri sumpah gak bohong, cuman ditambah dikit hehehe… pertamanya author dengerin lagu yang liriknya “maafkan diriku memilih setia walaupun kutahu cintamu, lebih besar darinya.” Nah barulah malamnya author mimpiin ff tentang Sehun and Taeyeon. Oke dipersilahkan membaca.

Mian for typo and don’t be plagiator

Happy Reading…….

Faithfully Waiting For Your Love, Chapter 1

Author pov

 

“cepat turun.” Intrupsi seorang namja dengan nada yang dingin. “kau tak bermak…” “hanya jalan jalan seperti yang kau inginkan.” Potong namja itu cepat.

“tapi..” kata seorang yeoja itu, “bisa tidak kau diam dan turun.” Ujar namja berkulit susu itu kesal.

“ne, aku akan turun.” Sahut yeoja itu cepat dan membuka pintu untuk segera keluar.

Namja perpawakan tinggi, berkulit putih susu, dengan wajah yang sangat tampan itupun ikut keluar.

“kajja.” Ajak namja itu, sembari melangkahkan kakinya menuju kearah sebuah taman.

“kita mau kemana?” tanya yeoja berpawakan mungil yang kini tengah bersusah payah mensejajarkan langkahnya.

Tampak namja tampan itu enggan mengeluarkan suaranya, dan ia lebih menikmati angin semilir yang sedang menerpa wajahnya.

“kenapa kau meninggalkanku? Tidak tahukah jika jalanmu itu cepat sekali. Dan yang aku maksud dengan jalan itu, ya seperti kita kencan. Atau sebagainyalah. Bukan…”

“diamlah dan duduk.” Potong namja itu. Mendengar perintah itu, yeoja cantik itu segera bergelayut manja dilengan namja putih itu.

“Sehun, aku ingin menikah denganmu. Karena aku mencintaimu, sejak dulu.” Kata yeoja itu.

“dulu… saat Senior High School, dimana saat itu kita masih duduk dibangku pertama.” Lanjutnya.

“Sehun, kau tahu? Aku yang meminta appa untuk menjodohkan kita, dan sekarang kita bisa bersama.”

Yeoja cantik itu terus saja bercerita hingga akhirnya dia kesal karena tidak ada respon. Iapun lalu berdiri dihadapan sang tunangan.

“KENAPA KAU MASIH MARAH CHAGI HIKS… HIKS… HIKS… AKU SUDAH MEMINTA MAAF PADAMU, HIKS.. HIKS.. HIKS..”

Lelaki pucat itu tampak sangat terkejut dengan tingkah tunangannya, karena ditaman sedang sangat ramai.

Sehunpun ikut berdiri dengan muka yang panik, karena tunangannya itu menangis dengan keras.

“hey, apa yang kau lakukan Kim Taeyeon, apa kau tak tahu semua orang sedang memperhatikan kita.” Respon Sehun cepat.

GREB….

Taeyeon dengan cepat memeluk tubuh tunangannya, “jangan marah lagi chagi, aku sangat mencintaimu..”

Sehun pov

GREB….

Yak, yeoja ini benar benar, aku diam tak merespon pelukannya. , “jangan marah lagi chagi, aku sangat mencintaimu..

Dia masih setia memelukku, hufft sangat merepotkan. Kuperhatikan orang orang disekitar kami, pasti mereka sedang berfikir jika kami sedang bertengkar.

“taeyeon lepas.” Akupun sudah sangat risih dengan pelukannya dan minta untuk dilepaskan.

“shirroyo, jarang jarangkan aku memelukmu.” Tolak yeoja itu sembari mengeratkan pelukannya.

Aku memegang bahu yeoja yang memelukku ini. “lepas.” Kataku dengan nada datar. “shirro chagi.”

Merasa diperhatikan akupun menoleh kearah samping, seorang yeoja dengan kedua tangannya berusaha menghapus jejak air matanya.

“Krystal…” gumamku, “apa?” tanya Taeyeon, akupun segera melepaskan pelukan kami.

Yeoja manis bak boneka itu berlari sembari menutup mulutnya, “KRYSTAL…” teriakku.

Akupun bersiap untuk mengejarnya, tapi sebuah tangan mungil menahan tangan kananku.

Akupun melepas cengkraman Taeyeon, “apalagi, sekarang aku harus pergi.” Ucapku dengan muka datar.

“pergi? Kemana? Mengejar kekasihmu? Hey, Tuan Oh. Sebenarnya yang tunanganmu aku atau dia?” aku diam tak menyahut.

” kenapa kau lebih mementingkan perasaannya? Aku ada disini dan kau tak boleh meninggalkanku.” Perintahnya.

“hey, kenapa kau diam. Apa aku benar? Yang seharusnya kau pentingkan itu aku, aku tunanganmu. Bukan wanita itu.” Kesalnya padaku.

Akupun menarik pergelangan tangannya kasar menuju kearah mobil, dengan sedikit agak menyeretnya.

“yak, Sehun. Lepas sakit, kau menyakitiku.” Aku membukakan pintu mobil dan mendorongnya masuk.

“kita pulang.” Ucapku datar, kulihat dia masih memegangi tangannya yang tampak memerah.

“kau kasar sekali terhadapku, dan lihatlah semua ini gara gara keegoisanmu. Acara jalan jalan kita jadi berantakan. Kau se…”

Ckiiiiiieeetttt . . .

“YAK! Kau ingin membunuhku?” aku mengerem mobilku mendadak, jujur aku sudah muak dengan ocehannya.

Aku memajukan tubuhku kearahnya, mengunci pergerakanya. “kau tahu…” bisikku ditelinganya.

“sebenarnya siapa yang egois? Dan kau juga harus tau, dari awal Senior High School aku sudah mencintainya…” aku memberikan jeda pada kalimatku.

“tapi kau merusak semuanya, kau yang menyakiti kami. Kau yang egois dengan keinginanmu, dan ingat baik baik, Aku Tidak Pernah Mencintaimu.” Aku memberikan penekanan pada setiap kalimat terakhirku.

 

Taeyeon pov

 

“kau tahu…” katanya tepat ditelingaku, dengan tubuh kami yang menempel. Tubuhku seketika menegang.

“sebenarnya siapa yang egois? Dan kau juga harus tau, dari awal Senior High School aku sudah mencintainya…” perkataannya sangat menusuk hatiku.

“tapi kau merusak semuanya, kau yang menyakiti kami. Kau yang egois dengan keinginanmu, dan ingat baik baik, Aku Tidak Pernah Mencintaimu.” Lanjutnya dengan penuh penekanan.

Setetes air bening meluncur dari pelupuk mataku dan dadaku terasa begitu sesak ketika dia menjauhkan tubuhnya dan melanjutkan perjalanan.

Diperjalanan aku hanya menagis dalam diam, sebegitu bencinyakah dia padaku. Sungguh, aku mencintainya.

Setelah sampai ditaman rumahku yang cukup luas, aku membuka pintu hendak turun.

“hapus air matamu.” Katanya sembari menyodorkan sapu tangan, akupun mengambilnya.

“makan malam nanti aku tak datang, katakan jika aku bertemu dengan temanku dan menginap.”

Deg… menginap? Apa yang ia maksud dengan menginap. “menginap? Maksudmu.” Tanyaku berlagak tak tahu.

“aku akan menginap ditempat Krystal. Sudah aku pergi.” Dia menutup pintu mobil dengan kasar dan melajukan mobilnya dengan cepat.

Aku menghapus air mataku, dan segera masuk kedalam rumah. “aku pulang.” Ucapku liri.

“wah anak eomma sudah pulang, cepat sekali kencannya? Eh tunggu, mana Sehun?” tanya eomma.

“dia pulang eomma, dan dia nanti malam tak bisa datang. Dia ada acara reuni dengan temannya.” Hufft reuni?

Aaaaaaaaaaaa.. Kim Taeyeon kenapa kau tak berkata bahwa dia mengejar kekasihnya yang sedang menangis.

“eomma aku masuk dulu kekamar” lanjutku. “eh reuni? Chakkaman, kau habis menangis? Kenapa matamu sembab?” tanya eomma lagi.

“tadi aku menonton drama sedih eomma, sudahlah aku masuk da eomma….” pamitku akhirnya.

 

Author pov

 

“YAK! Kembalikan remotnya Park Dobi.” Kesal namja yang kini tengah menindih temannya itu.

“yak Kkamjong, jangan memanggilku seperti itu.” Kini posisi itu berbalik.

“hey sudah, sudah kalian ini masih saja seperti anak kecil. Ingat usia dong.” Relai namja bertubuh paling jangkung diantara mereka.

“diamlah gege, kami memang tau gege sudah tua. Tapi jangan GANGGU kami.” Kata mereka kompak.

“hey, apa yang baru saja kalian katakan.” Akhirnya namja jangkung itupun ikut ikutan dalam acara pukul memukul layaknya anak kecil.

Seorang namja cantik berniatan untuk memisahkan mereka bertiga, tetapi sebuah tangan menghalanginya.

“Lu-ge, tidak usah dipisah. Kitakan jadi dapat tontonan gratis, hihihi..” ujar namja imut bereyeliner tebal itu.

“tapi.” “sudahlah gege, ayo kita melihat Lay-ge saja. Aku sudah lapar.” Potong namja imut itu.

Mereka berduapun pergi kedapur dan melihat makanan yang sudah rapi dimeja. “wah makanan… kajja makan.” Girang namja cantik itu.

“yak Bacon, jangan sentuh makanannya sebelum yang lainnya ikut duduk.” Cegah namja yang bermata sipit itu.

“ah gege… pe..lanh ahk gege. Sakit ge…” terdengar suara dari ruang tamu mereka.

“yak makum sudahm pelan hmmpptthh… sabar mm..” namja jangkung itu berkata dengan mulut yang penuh.

“gege, aku tak bisa melihat hal ini aku pergi.” Kabur namja tampan yang dipanggil Park Dobi itu.

“gege… aw.. ahk.. Kris ge, sakit.. mmpptthh ah ge..” keluh namja berkulit tan itu.

“kau itu, ini juga salahmu aku jadi harus menghisap lebih kuat. Diam dan nikmati.” Intruksi dari namja jangkung itu.

“yeah, awhh mmppptthh… gege … ahk. Ahkk Kris-ge,.” Kini namja itu mulai menangis.

“Yak! Uljima Kkamjongi… sebentar aku akan mengambil plester….” namja jangkung itu mengobrak abrik sebuah kotak kecil.

Namja itu memasangkan plester “ca sudah selesai.” Kini ia membereskan kotak p3k. “xie xie gege… aku tak tahu jika tak ada Kris-ge mungkin tanganku sudah infeksi.” Ucap namja tan itu.

“iya, tapi kau harus berhati hati, aku tak ingin hanya gara gara hal kecil bisa membuatmu terluka.” Balasnya.

“apa sudah selesai, kita ditunggu yang lain untuk makan.” Ucap namja yang tingginya kira kira 186 cm itu.

“kajja… kita harus makan aku sudah sangat lapar.” Ajak namja yang bernama Kris.

Suasana makan sangat tenang dan damai, hingga acara makan malam itu selesai.

“ahhkk… kenyang, kenyang, kenyang.” Ujar namja yang bermuka paling riang.

“Jong In kata Chanyeol tadi tanganmu terkena jarum?” tanya namja bernama Lay.

Yang merasa namanya terpanggilpun menoleh “eh ne Lay-ge, tadi jariku sudah diobati Kris-ge.” Jawabnya sopan.

“oh ya, apa parah? Atau jangan jangan infeksi?” tanyanya lagi.

“tidak kok ge, tanganku baik baik saja.” Jawabnya.

 

Jong In Pov

 

“Jong In kata Chanyeol tadi tanganmu terkena jarum?” tanya Lay gege padaku.

Akupun menolehkan kepalaku untuk menatapnya “eh ne Lay-ge, tadi jariku sudah diobati Kris-ge.” Jawabku sopan.

“oh ya, apa parah? Atau jangan jangan infeksi?” tanyanya dengan nada yang khawatir.

“tidak kok ge, tanganku baik baik saja.” Jawabku sembari tersenyum.

“kau bahkan tau, ini bahkan tak sesakit hatiku.” Akupun menundukkan wajahku.

 

“eh Kkamjong, sudahlah kau ini mulai lagi.” Ucap Chanyeol sembari berdiri dan ikut membantu membereskan meja.

“bukan seperti itu, tapi ini memang nyata.” Sahutku tak mau kalah.

“hey kalian, jangan mulai lagi.” Lerai Luhan gege, akupun beranjak dari kursiku menarik tangan Kris ge.

“gege, wo yao shui.” (kakak, aku ingin tidur.) ucapku pada Kris ge. “shi, xianzai dou shi women shui.” (ya, semuanya kami tidur sekarang.) pamit Kris ge dengan sopan.

“ish Jong In, kau itu. Begitu saja sudah terasa.” Kata Byun Bacon padaku.

“biarkan, karena ini memang sakit Bacon.” Balasku sembari menjulurkan lidahku.

“yak, kau itu seperti anak kecil. Pantas saja dia menolakmu.” Deg.. perkataan Baekhyun tadi sangat menusuk dihatiku.

Aku teringat saat mereka berdua bertukar cincin bulan lalu, sungguh itu membuat aku berhenti bernafas.

“hey sudah sudah, Jong In jika kau ingin tidur cepatlah karena Kris sudah menunggumu.” Lay-ge membuyarkan lamunanku.

“kajja ge ge..” aku menggenggam tangan Kris-ge menuju kamarnya. Iapun tersenyum lembut sembari melangkahkan kakinya beriringan denganku.

Dia menutup pintu dan menyusulku keatas ranjang. “wei shen me ni yao shui xianzai?” (kenapa kau ingin tidur sekarang?) tanya Kris-ge padaku.

“zhi yao Kris-ge.” (hanya ingin kakak Kris.) jawabku santai. Aku memiringkan tubuhku menghadapnya.

“jangan melakukan hal bodoh lagi, arra?” aku hanya tersenyum dan memejamkan mataku.

Hening, sebenarnya aku tahu jika dia belum tidur. “Jong In..” panggilnya, aku hanya membalasnya dengan gumaman.

“kau sudah tahukan bahwa aku mencintaimu?” tanyanya kepadaku. “shi, wei shen me?” aku balik bertanya.

“mungkin di Korea, hubungan sesama jenis itu tidak wajar. Tapi dinegaraku Kanada, hal seperti ini adalah hal yang wajar.”

Aku mengernyitkan dahiku. “bukan, bukan maksudku memaksamu untuk membalas cintaku. Tapi…”

“tapi aku percaya bahwa kita ditakdirkan untuk bersama, dan selama apapun aku akan tetap menunggumu.” Sahutku melanjutkan kata katanya.

“itukan yang akan ge ge katakan? xie xie Kris-ge telah mencintaiku dan menjagaku.” Lanjutku lagi.

“ge ge, berjanjilah untuk tetap disisiku saat aku tak mampu menahan sakit ini. Karena orang yang menyayangiku dengan seluruh jiwanya hanya ge ge.” Kataku lirih.

Dia memajukan tubuhnya, lalu memeluk dan mencium keningku. “ne, aku janji.” Jawabnya.

“yak ge ge, Jangan perlakukan aku seperti yeoja dong.” Ucapku asal, dia melonggarkan pelukannya.

“ah he h..he.. mian, sekarang tidurlah.” Perintah Kris-ge.

 

Taeyeon pov

 

Apa aku salah mencintai seorang namja bernama Oh Sehun? Sungguh aku mencintainya walaupun dia membenciku.

Aku tidak boleh menangis, sudah cukup. Iya aku harus sabar, dengan jalan yang sudah aku pilih.

Ini sudah menjadi resiko yang harus kutanggung, aku harus sabar menunggu, dan aku tidak boleh cengeng.

Aku melangkahkan kakiku menuju dapur. Aku melihat beberapa perabot didapur, “kejadian yang akan selalu terkenang.” Gumamku sangat pelan.

 

Flashback on

 

Full Taeyeon pov

 

“yeonni, tolong ambilkan eommonim minum ne.” Aku terkejut apa mengambilkan minum, dirumah saja aku tidak pernah melakukannya.

“eh ne eommonim.” Jawabku sembari melangkah menuju dapur.

Aku mulai mengambil sebuah gelas, tapi lenganku tak sengaja menyenggol sebuah piring yang ada dimeja dan……

PRRRRAAANNNNGGGG……….

Aku refleks memegang kedua telingaku dan gelas yang kubawa juga ikut terjatuh.

“ada ap………… ya tuhan KIM TAEYEON.”

Flashback off

 

Taeyeon pov

 

“Taeyeon, Taeyeon kau kenapa?” eomma membuyarkan lamunanku.

“eh ne eomma?” tanyaku yang tak mengerti dengan tingkah panik eomma.

“sedari tadi eomma panggil panggil kau tak menyahut, ada apa denganmu?” jawab eomma dan kembali bertanya.

“itu eomma, aku sedang memikirkan saat aku tinggal dengan Sehun. Pernikahankukan dengan Sehun tinggal 2 minggu lagi.” Jawabku bohong.

“kau benar, eomma pasti sangat merindukanmu saat kau sudah tak tinggal disini.” Kata eomma mulai sedih.

“eomma jangan begitu, aku akan sering berkunjung.” Aku mendekat dan memeluk eomma.

“dan eomma juga bisa kerumahku setiap eomma merindukanku.” Lanjutku menenangkan eomma.

“tapi itu sangat tidak mungkin sayang, kau tahu pengantin baru itu sangat tidak mau diganggu.” Sahut eomma menoel daguku.

“yak eomma jangan menggodaku, jadi waktu eomma denganku tinggal 2 minggu lagi.” Balasku.

“sudahlah ayo kita makan malam saja appamu sudah menunggu.” Aku hanya mengikuti langkah kaki eomma.

 

Author pov

 

“tolong dengar dulu penjelasanku.” Kata seorang namja tampan dengan wajah yang cemas.

“Krys, tolong bicara. Kenapa kau mendiamiku sejak tadi.” Kini lelaki itu duduk disofa yang tidak terlalu panjang.

“Krys tadi itu ditaman tidak seper…”

“makanlah.” Potong seorang yeoja imut bak boneka itu.

“bagaimana aku bisa makan jika kau masih marah denganku.” Kesal namja itu akhirnya.

Yeoja yang bersamanya hanya tersenyum seraya berkata. “aku tidak marah, sekarang temani aku makan. Aku lapar.”

Yeoja itu menyodorkan sepiring spagheti, lalu namja itu menerimanya. “aku tidak bisa Krystal, kumohon maafkan aku.”

Yeoja itupun tersenyum dan meletakkan spagheti ditangan kanannya. “begini…” dia memberikan jeda pada kalimatnya.

Sekarang ia memegang kedua tangan kekasihnya. “Oppa, aku tidak pernah bisa marah kepadamu.”

Lalu dia kembali tersenyum “aku hanya cemburu, dan kau sedari tadi sibuk meminta maaf, padahal kau tidak salah. Dan memang dia it…”

“aku mohon jangan kau teruskan, bagiku kau segalanya dan menjadi yang pertama dan terakhir dihatiku.” Kini Sehun balas menggenggam tangan yeojanya.

“iya, aku percaya. Sekarang kajja kita makan, aku sangat lapar Sehun oppa.” Manja Krystal pada Sehun.

“hmm.. Kajja.” Sehun memegang sepiring spagheti dan melahabnya, Krystalpun melakukan hal yang sama.

Acara makan makanpun usai, sekarang mereka sedang berpelukan diatas ranjang milik Krystal.

Krystal mengeratkan pelukannya dipinggang Sehun. “oppa tak pulang?” tanya Krystal kemudian.

“aniyo chagi, aku menginap.” Kata Sehun datar dan meletakkan kepala krystal diatas dada bidangnya.

“waeyo?” kata krystal menggumam. “sedang ingin itu…” Krystal lalu melonggarkan pelukannya.

Dengan muka polos Krystal bertanya pada Sehun. “oppa ingin apa?”

Sehun mengeluarkan senyum mesumnya. “oppa ingin yang itu chagi, yang waktu itu.”

Krystal sama sekali tak mengerti maksud Sehun kepadanya. “ingin apa sih oppa? Jangan membuatku bingung.” Krystal akhirnya duduk sembari menatap Sehun lekat.

Sehun mendekatkan tubuhnya pada Krystal dan membisikkan sesuatu padanya. “kau ikuti saja apa mauku.” Setelah berkata seperti itu Sehun mencium bibir yeojachingunya dan membuka kaos tipis yang Krystal kenakan.

SKIPPPP>>>>

(bagian yang di skipp itu bagian NC)

 

2 weeks later

 

Author pov

 

Seorang yeoja cantik dengan gaun indah yang membalut tubuhnya tengah berjalan dengan sedikit panik, tampak ia tengah mencari sosok namja yang baru beberapa jam menjadi suaminya itu.

“kemana Sehun? Ahk sebaiknya aku kesana saja.” Ia berjalan kearah luar gedung resepsi dan DEG…

bagaikan disayat puluhan pisau tajam ia tengah melihat adegan romantis yang diperankan oleh suaminya dan wanita yang dibencinya bertahun tahun, ya wanita itu tak lain adalah Jung Krystal.

Air mata Taeyeonpun lolos seketika, betapa perih hatinya sekarang, sangat sangat perih. Tetapi ia segera menghapus air mata itu dan menghampiri kedua sejoli itu.

Dengan senyum palsu, Taeyeon mencoba untuk tetap tegar. “suamiku, kenapa kau tidak mengajak tamumu untuk masuk.” bohong jika Taeyeon tak mengenal yeoja itu.

Yeoja yang semula tampak sedih dihadapan Taeyeon itu sekarang tengah tersenyum dengan sangat takut. “tidak usah, aku hanya ingin mengucapkan selamat untuk kalian.”

Taeyeon lalu tersenyum sinis dan berkata “kau kira aku sudi menerimanya, simpan kata selamatmu untuk kami. Kami tidak butuh dan menjauhlah dari Sehun yeoja pengganggu hubungan orang.”

Sehun tampak terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Taeyeon, dia buru buru melihat kekasihnya itu yang tengah berurai air mata. “ma… maaf telah megganggu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi.” Kata Krystal seraya berlari sekuat tenaganya.

“Krystal…” gumam Sehun menitikan air mata. Sehun lalu menarik Taeyeon kearah kamar mandi yang terletak tak jauh dari tempat itu.

“Sehun lepas ini sakit.” Sehun lalu menghempaskan tubuh mungil yeoja yang telah sah menjadi istrinya itu.

“Sakit katamu? Ini belum seberapa sakit yang Krystal rasakan saat kau mengatakan hal kotor itu padanya.” Sehun terlihat sangat marah.

“Apa Kau Hanya Memikirkan Wanita Itu, Aku Yang Istrimu Disini dan bukan dia.” Kata Taeyeon dengan menekankan kata yang ia ucapkan.

“iya memang benar kau istriku, tapi jangan harap aku akan menganggapmu demikian.” Sehun membuka pintu dengan kasar dan menutupnya dengan keras.

Dipikiran namja itu sekarang hanya Krystal dan Krystal, tanpa memperdulikan wanita yang kini tengah menangis didalam kamar mandi yang tertutup rapat itu.

 

Taeyeon pov

 

Sebegitu berharganya kah dia untukmu? Sehingga kau tak pernah memikirkan perasaanku juga. Hatiku juga sakit Oh Sehun, kenapa kau lebih memilihnya. KENAPA?

“hiks… hiks… hiks…” sungguh aku mencintaimu Sehun, apa aku salah sangat sangat mencintaimu dan ingin memilikimu.

Kau hanya memikirkan perasaannya. “hiks,,” tanpa memikirkan perasaanku sedikitpun. Kau juga memikirkan hatinya yang terluka, tanpa mau melihat seberapa luka hatiku karenamu.

Bahkan aku yang sudah resmi menyandang status nyonya Oh pun kau abaikan hanya karena kekasihmu. Kau tak tahu sakitnya semua ini Oh Sehun. “hiks hiks… aku Kim Taeyeon yang selalu menderita karenamu Oh Sehun.”

Sampai kapan aku harus bersabar menantikan cinta yang tulus darimu? Sampai kapan? Aku juga manusia yang memiliki rasa sakit Sehun.

Sakit melihatmu bersamanya, sakit ketika kau lebih peduli padanya “hiks… hiks…” sakit ketika kau salah memaggilku, apa hanya ada Krystal diotakmu. “hiks…” dan yang lebih sakit adalah…

Saat aku tahu kau lebih meluangkan waktumu dengannya, menganggapnya berharga, dan yang lebih membuatku lebih sakit adalah saat aku tahu kau sangat mencintainya. “hiks.. hiks.. hks..”

Aku membasuh wajahku dicermin, mataku sembab. Aku tak membawa handphone untuk memanggil para pelayanku. “eottokhae?” aku terus memandangi kedua kelopak mataku.

“sebaiknya aku keluar.” Aku membuka knop pintu itu, aku menolehkan mataku kekiri dan kekanan. Lalu disebelah kanan terletak serpihan kaca yang telah hancur.

Aku memungut serpihan itu lalu menggoreskannya dikaki kananku. “aww.” Aku tersenyum lega, karena dengan begini aku bisa memberi alasan mengapa mataku sembab.

Aku melihat gaunku. Yah kena darah. Tak apalah toh bisa dicuci.

Aku kembali kepesta, kulihat Sehun sedang mengobrol dengan teman teman kantornya. “Taeyeon kau kem… yaampun ada apa dengan matamu? Kau habis menangis?” tanya eomma sangat khawatir.

“ne eomma, kakiku perih.” Aku menunjukkan kakiku yang sengaja kugores dengan kaca. “tadi aku tergores kaca yang pecah eomma.” Lanjutku.

“kenapa bisa? Kajja kita keruang rias. Kita harus membersihkan lukamu agar tidak infeksi.” Akupun mengikuti eomma dari belakang.

“seharusnya kau tidak pergi kemana mana, ini akibatnya jika kau keluyuran.” Marah eomma padaku. Aku hanya meliriknya sekilas karena aku sedang dirias ulang.

Kabar kaki kananku sudah selesai diobati karena lukanya hanya luka yang kecil, mana mungkinkan aku menggoresnya terlalu dalam.

“gomawo eonni.” Ucapku pada perias yang lebih tua dua tahun dariku namanya Amber. “sudahlah tak usah berterimakasih. Cepat sana turun pasti suamimu akan senang melihat kecantikan istrinya.”

DEG… sesak sangat sesak, suamiku senang melihatku. Itu adalah sesuatu yang mustahil, baginya aku itu bukan siapa siapa. Hanya ada wanita itu dihatinya.

“ah eonni bisa saja. Kalau begitu aku turun dulu.” Pamitku padanya.

Aku duduk dikursi yang kosong disudut ruangan ini. Aku memikirkan nantinya bagaimana aku dan Sehun setelah kejadian tadi.

Aku menundukkan kepalaku dan terus memikirkan hal hal yang negatif yang akan terjadi sampai ada seseorang yang menepuk nepuk pundakku.

Aku mendongakkan kepalaku sekedar melihat siapa yang tengah berdiri dihadapanku. Aku terkejut mengetahui siapa yang datang. “boleh aku duduk disini.” Tanyanya padaku.

Akupun mengaggukkan kepalaku dan tersenyum kepadanya, “tentu saja.” Dia Kim Jong In orang yang terus mengejarku sejak SHS dulu.

“tidak terasa ya, hampir 2 bulan kita tak bertemu. Selamat ya atas pernikahanmu.” Dia tersenyum pahit dihadapanku, aku jelas tahu apa yang ia rasakan. Pasti sama seperti diriku.

“terimakasih Kkamjong, oya mana yang lain?” tanyaku padanya.

“mereka sebentar lagi menyusul. Aku kesini dengan Kris ge ge tapi dia pergi ketoilet sebentar.” Jawabnya dengan agak riang.

“Taeng, kau nampak sedih. Ada apa? Cerita padaku, siapa tahu beban yang kau tanggung bisa berkurang. Jangan terbiasa menyimpannya sendiri.” Kini Jong In menatapku dengan lekat.

“Ekheemm…” namun belum sempat aku mulai berbicara suara deheman dari seorang pria membuat kami harus menoleh kearahnya.

 

Kris pov

 

Dari kejauhan aku melihat mereka sangat dekat seperti itu, sangat membuatku cemburu. Akupun sedikit berdehem dan tersenyum dengan sangat cool. Mereka berdua menoleh kearahku.

“ni hao… wo shi Wu Yi Fan, wo jiao Kris. Renshi ni wo hen gaoxing.” Aku memperkenalkan diriku dengan tersenyum cool.

Sejak aku memperkenalkan diri, Jong Inku selalu menoel noel tanganku. “yak Kris ge ge.. pakailah bahasa korea.” Astaga aku baru ingat, aku tadi memakai bahasa Mandarin. Ini pasti gara gara menelefon adikku.

“eh mianhae, hehehe..” kami bertigapun tertawa garing. “oke aku ulang…” kataku dengan bahasa Korea. “namaku Wu Yi Fan, aku dipanggil Kris. Mengenalmu aku sangat senang.”

“aku Kim Taeyeon, aku juga senang berkenalan denganmu.” Ujarnya ramah, pantas saja Jong In menyukainya. Dia sangat cantik dan ramah, tapi dia juga yang membuat Jong Inku sakit hati.

“Jong, aku jemput Lu-ge dan yang lainnya dulu ya.” Aku berdiri sembari memamerkan senyum mempesonaku. “mereka ada dimana ge?” tanyanya. “ada diluar, aku pergi dulu.”

Aku melangkahkan kakiku ke pintu utama, yah kalau boleh jujur aku sedikit cemburu melihat mereka berduaan.

 

Author pov

 

“jadi begitu.” Wanita itu hanya bisa mengagguk dan terisak, dia kembali mengeratkan pelukannya. “pikirkan rencanamu?” wanita itu melepaskan pelukannya.

“aku sungguh sungguh Sulli-ah, jika aku disini. Aku hanya akan mengganggu hubungan mereka.” Yeoja itu memeluk sahabatnya. “tapi Krys jika di Busan kau hanya akan dijadikan Bibimu seperti budak.”

Dengan mata yang sembab dia menghapus kasar air matanya, “aku rela, yang penting Sehun oppa bahagia.” Katanya sembari memaksakan senyum.

“kapan kau berangkat?” tanya Sulli akhirnya. “besok pagi, kuharap kau mau menemaniku ke bandara.”

“ne. Aku akan menemanimu, tapi kau harus tidur sekarang.”

Kedua yeoja itu berjalan beriringan menuju kearah ranjang Sulli, karena malam ini Krystal akan menginap.

 

Sehun pov

 

Kenapa sedari tadi handphone Krystal tak aktif, sungguh aku sangat khawatir. Apa dia kecewa padaku? Apa dia membenciku? Atau dia sangat marah karena wanita itu. “Krystal… aku merindukanmu.”

Aku meneguk habis jus jeruk yang ada ditangan kananku. Aku melirik jam tanganku yang masih menunjukkan pukul 21.00 KST “masih jam sembilan, satu jam lagi. Aish lama sekali.”

Aku melihat kesudut kanan ruangan ini, ya sangat ramai teman teman Taeyeon, yeoja maupun namja. Tunggu, itu Kkamjongkan yang dulu.. ah sudahlah itu bukan urusanku.

Aku beranjak dari tempat dudukku untuk menghampiri Taeyeon, aku sedikit tersenyum kepada teman teman Taeyeon yang begitu banyak. “annyeong.” Sapaku sembari membungkuk.

“kau ini Hun, tadi kuajak kau tidak mau kemari. Sekarang, bahkan kau kesini sendiri.” Luhan ge ge menyambutku dengan sindirannya.

“bukan begitu ge, aku tak ingin perpisahan kalian terganggu olehku. Bukannya waktu kalian tinggal 1 jam lagi melepasnya?” terlihat Jessica bangkit lalu menonjok lenganku pelan.

“yak kau Oh Sehun, kau harus janji membahagiakannya. Atau kami tak segan segan akan mengambilnya.” Semuanya menanggapi kata Jessica dengan anggukan dan kemudian tersenyum, kalian tahu ini sangat memuakkan.

Aku membalas senyuman mereka, ya walaupun yang aku tahu hanya 5 orang disana, Jessica, Seohyun, Luhan ge ge, Yoona, dan… Jong In mungkin… “ya terserahmu sajalah…”

Aku memandang Taeyeon, seakan mengerti dia pamitan kepada seluruh temannya. Dia menggandeng tangan kananku erat.

“kita mau kemana?” Taeyeon sepertinya bingung dengan ajakanku, aku dia dan terus berjalan.

Aku menghampiri tuan Kim Kibum ayah Taeyeon “appa, aku dan Taeyeon akan menginap di hotel. Tadi Taeyeon berkata padaku tapi dia malu meminta ijin kepada appa, iyakan sayang?” akupun tersenyum maut pada Taeyeon.

Lama sekali dia menatapku, bukannya mengiyakan. “sayang kau kenapa?” Taeyeonpun memalingkan wajahnya dan “tukan appa dia malu, bagaimana appa bolehkan?”

Tuan Kim mengerutkan keningnya, ya tuhan kumohon bolehkan. “bwa…ha…ha…ha.. tentu saja, lakukan apa yang kau mau. Diakan istrimu, ya jadi kalian boleh meninggalkan tempat ini sekarangpun kalau kalian mau.”

 

Taeyeon pov

 

Sekarang aku dan Sehun berada di mobil menuju hotel EUNHOO (anggap aja ada ya), hotel yang sedikit jauh dari rumah baruku, sedari tadi Sehun tak mengatakan apapun setelah diberi ijin oleh appa.

“Sehun… apa aku boleh minta sesuatu?” aku bersuara dengan sangat pelan. Dia melirikku sekilas, “apa?” sahutnya masih dengan raut yang datar. “bolehkah aku memanggilmu oppa?” ucapku lagi.

“itu terserahmu.” Jawabnya malas. “oppa..” panggilku pelan, dia hanya fokus dengan jalan. “Sehun oppa…” panggilku agak keras. “apa lagi?” kini terlihat sangat kesal.

“maaf soal yang tadi aku tidak berm…” “sudahlah, mungkin aku yang salah.” Potongnya cepat sembari memarkirkan mobilnya. Sehun oppa turun, akupun mengikutinya. Ia menurunkan 2 koper besar.

Lalu menarik koper itu dengan sedikit cepat, akupun mengikutinya dari belakang. Setelah sampai dilantai 3 dengan nomor pintu 0114, kamipun masuk di kamar tersebut.

Sungguh aku sangat senang dia memesan kamar hanya satu dan itu berarti. “Taeyeon, malam ini kau menginap disini saja. Aku, em aku ada urusan, ya urusan dan harus segera pergi.” Dia berbalik menuju ke arah pintu.

“chakkaman.” Cegahku. “aku terburu buru t…” “urusan apa? Wanita itu? Kenapa kau tak jujur saja? Kenapa harus mengatakan ada urusan? Kenapa kau tak berkata ingin menemuinya? Katakan oppa.. katakan..” sesak, sungguh hatiku sakit kembali.

Butiran bening yang kutahan seketika meluncur dari mataku. Lelaki itu, dia suamiku tak bergeming dari tempatnya. “JAWAB OPPA. Jawab aku,hiks.. hiks.. oppa ingin menemuinya kan? Jawab.. hiks.. hiks..”

Dia tampak menghembuskan nafas kasar. “dengar Taeyeon, dia sedang marah padaku. Dan dia mengatakan akan pergi, aku harus menghentikannya.” Ucapnya pelan, dia akan pergi itu berarti baguskan?

“jika dia pergi itu bagus oppa, berarti pernikahan kita tidak akan terganggu. Kau tak perlu menghalanginya.” Tangisanku mulai reda.

“aku tak bisa diam saja, aku.. mencintainya dan aku tak bisa hidup…tanpanya.”

DEG…. sakit sakit sekali, air mata yang sudah reda segera meluncur kembali dipipiku. “hanya karena kau mencintainya? Sadarlah kau it..” “dia hamil..” perkataannya seketika membuatku melemah dan tak kuat lagi untuk berdiri.

“dia hamil anakku.. dan tadi sore dia menemuiku untuk mengakhiri hubungan kami, dan dia mengatakan akan pergi dan tak akan kembali. Dan kau datang lalu mengatakan kata kata yang kasar…” dia menjeda kalimatnya.

“aku takut kondisinya melemah, karena usia kandungannya baru menginjak 2 bulan. Aku sudah jujur, sekarang aku harus pergi.” Aku menggeleng gelengkan kepalaku.

Ceklek blam…

Pintupun tertutup rapat, “hiks.. kenapa?” Kukira Sehun sudah mulai membuka hatinya untukku tapi apa nyatanya, dia membawaku kesini hanya sebagai alat agar dia bisa bersama Krystal.

Aku “hiks” seperti orang bodoh “AAAAAAAAAAAAAAAAh…… OH SEHUN… hiks.. hiks.. hiks… hiks…hiks..” aku menyedihkan.

 

Author pov

 

“sedaritadi kau melamun, wei shen me ne?” (mengapa?) seorang namja tengah mengusik lamunan seorang namja tan yang sedang berada di balkon kamarnya.

“wo bu hao ge.” (aku tak baik) Sahutnya lirih. “zheng de ma?” (benarkah)namja jangkung itu merespon sembari terus mendekat kearahnya.

“shi, wo hen xiangtian baba, mama.” (ya, aku sangat merindukan appa, eomma.) jawabnya.

“tamen dou yijing an jing ma..” (mereka semua sudah tenang) laki laki jangkung itu memeluk Kkamjongnya dari belakang. “ni zhi dao.” (aku tahu) Kkamjong menundukkan kepalanya.

” wo hen dao ge ge (aku sangat tahu ge ge), mungkin saat itu jika ti..” “kau itu bicara apa sih?” kini lelaki jangkung itu membalik tubuh yang ada didepannya.

Kini mereka tengah berhadapan, Kris menempelkan keningnya di kening lelaki yang ada didepannya. Dan memeluk pinggangnya posesif seperti takut kehilangan. “jangan berkata seperti itu lagi.” Lanjutnya.

Tanpa mereka sadari ternyata ada beberapa pasang mata yang memperhatikan keduanya karena kamar mereka terbuka. “wah ge.. itu bisa dibilang kemajuan kah?” tanya namja jangkung bertelinga lebar.

“emh kita perhatikan saja.” Jawabnya lebih pelan. Objek yang saat ini tengah mereka perhatikan mulai memeluk satu sama lain dengan sangat erat mengisyaratkan bahwa mereka takut kehilangan.

 

Sehun pov

 

Satu tempat yang belum kudatangi untuk saat ini. “sulli..” pasti disana. Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Kenapa teleponnya tak kunjung aktif sih.

Sungguh aku saat ini sangat mencemaskannya, kenapa harus seperti ini takdir hidupku.” Krystal kau dimana chagi, bagaimana keadaan anak kita?”

Aku melajukan mobilku cepat, percuma menghubungi Sulli dia tidak mengangkat teleponku.

Sampai didepan rumah Sulli aku langsung mengetuk pintu. Tok tok tok.. tak ada respon, tapi aku yakin dia pasti ada disini. Aku mengetuk lebih keras.

Tok tok tok… “nuguya?” terdengar suara dari dalam. Dan pintupun mulai terbuka. “yeob..” “KAU..” Sulli mendorong tubuh kebelakang dan menutup pintu.

Aku terduduk dilantai akibat dorongan Sulli tadi. “kenapa kau kesini?” Sulli berkata dengan penuh emosi. “ak..” “jangan bilang kau mencari Krystal, aku tak akan membiarkanmu bertemu dengannya. Sekarang juga PERGI KAU.”

Aku hanya menundukkan kepala, “Sul.. mungkin aku memang salah. Tapi tolong dengarkan aku.” Aku meneteskan air mataku, hanya dengan Sulli kami dekat. Hanya Sulli yang mengerti hubungan kami.

“apa lagi, sejak dulu aku sudah bilang padamu, jangan pernah membuatnya menangis. Tapi apa yang kau lakukan? Huhh.. jawab?” aku hanya diam dengan perkataannya.

“oppa bisa pergi sekarang kan? Aku tak ingin melihatmu, dan asal oppa tau besok Krystal akan segera pergi dari kehidupanmu maka jangan kau usik dia lagi.”

Aku memegang erat tangan Sulli yang hendak berbalik. “Sul, kumohon biarkan aku menyelesaikan masalahku, aku mohon ijinkan aku bertemu dengannya.” Sesak sungguh.

“Sulli-ah, masuklah aku akan menyelesaikan masalahku dulu.” Aku terkejut ketika bertatapan langsung dengan mata sembab milik Krystal. “Krys…” “gwenchana.”

 

Author pov

 

Seorang yeoja tengah berbaring diranjangnya dengan memeluk sebuah guling. Terdengar isakan kecil dari mulutnya, air matanyapun turut meneteskan bulir bulir bening tanpa henti hentinya.

Terlihat raut kekesalan, kekecewaan, kesedihan, kepedihan, dan kepiluan yang menjadi satu. “hiks.. hiks.. hiks.. Sehunn..” seakan air matanya enggan untuk berhenti.

Luncuran luncuran cairan bening itu semakin deras sehingga membuat bahu Taeyeon bergetar hebat. “akuh..hiks.. hiks.. tidak menyesal Hun. Hiks… hiks… hiks..”

Kekesalan mendalam karena melihat sendiri orang yang ia cintai lebih mementingkan orang lain, bahkan hingga ia menjadi suaminya.

Kekecewaan yang sangat menyakitkan karena telah mendapatkan fakta bahwa pacar suaminya telah mengandung.

Sakit? jelas sakit sekali….

Kesedihan yang mendera dan kepiluan dihatinya membuat dada seorang yeoja bernama Taeyeon itu seakan terasa tersumbat. Sesak, perih didadanya.

” hiks.. hiks.. aku hiks.. hiks.. kan setia menunggu.. hiks.. cintamu .. hiks .. hiks hiks.. suamiku.”

Setelah kalimat itu terucap, mulut yeoja itupun terdiam, getaran dibahunya berhenti. Menangis selama beberapa jam membuat yeoja itu lelah.

Biar… biarkan ia istirahat sejenak, untuk saat ini saja. Biarkan rasa sakit yang ia rasakan terhenti sejenak.

Biar… biarkan ia melupakan tentang semuanya, suami, pacar suaminya, sakit, kecewa, untuk sejenak saja.

Agar ia lebih tegar menghadapi keesokan hari…

 

Krystal pov

 

Disini aku sekarang, duduk bersama Sehun di kontrakanku, sungguh aku rela melepaskannya. Aku tidak mau menghancurkan hubungannya dengan Taeyeon eonni.

Tapi aku juga tak tega melihatnya sedih karena diriku dan sungguh anak dalam kandunganku ini sepertinya tak ingin jauh jauh dari ayahnya. “oppa kajja tidur, aku sudah mengantuk.”

Akupun segera berdiri dan melangkahkan kakiku menuju kamarku. Aku merebahkan tubuhku diranjang milikku diikuti oleh Sehun oppa. “Krys..” akupun menoleh kearah sumber suara.

“waeyo oppa?” aku mencoba untuk bersikap biasa.

“mianhae chagi…” aku memejamkan mataku. “oppa tau, bukan oppa yang salah tapi aku. Walaupun kita berpacaran sudah bertahun tahun sebelum oppa dijodohkan. Seha..” “shhiit.. kajja tidur.”

Sehun oppa memotong ucapanku dan menarikku kedalam pelukannya, nyaman. Itulah yang aku rasakan. Mungkin aku memang egois, tapi Sehun oppa adalah cinta pertamaku sejak SHS.

Aku tidak mungkin bisa melepasnya begitu saja, dan sekarang waktunya tapi aku tak tega jika harus melihat orang yang aku cintai menderita karenaku. Walaupun harus membuat orang lain tersakiti.

“besok kemasi barangmu ne.” Aku mengernyitkan dahiku. “untuk apa? Akukan tidak jadi pergi, jangan bilang ka..” Sehun oppa menempalkan bibirnya ke bibirku. Hanya menempelkan dan dilepas.

“jangan banyak bertanya turuti saja ne.” Aku hanya menganggukkan kepalaku, dan Sehun oppa memelukku semakin erat.

 

Author pov

 

Seorang namja tan tengah bergulung dengan selimut tebalnya, tiba tiba handphon miliknya berdering. “hyung.. hyung..” dia bergumam lirih mencoba membangunkan namja disebelahnya.

“yak kkamjong angkat saja, handphonmu sangat mengganggu.” Namja tan itupun mengucek ngucek matanya dan mempoutkan bibirnya lucu.

“dobi hyung, handphoneku ada di meja sebelah kananmu tolong ambilkan.” Rengeknya manja. “shirroyo..” dan namja jangkung itu menarik selimut hingga menutupi wajahnya.

“ya Kris ge g…” “shiitt.. ne ne kuambilkan.” Akhirnya namja jangkung itu membuka selimutnya dan berjalan menuju meja sebelah kanannya. “nih.. jangan mengadu ne.”

Namja tan itu hanya bersmirk ria dan segera mengambil handphonnya. Dia sempat terkejut melihat siapa nama penelepon itu.

“yeoboseo.”

‘yeob.. hiks hiks..’

“kenapa kau menangis..”

‘kkamjong hiks.. hiks..’

“uljima..”

‘hiks..hiks..’

“kau sekarang dimana?”

‘aku di taman dekat SHS kita dulu..’

“sekarang kau tenang aku akan kesana sekarang.”

‘gomawo.’

 

Jong in pov

 

Segera aku menuruni ranjang milik Chanyeol hyung, aku sangat mengkhawatirkannya. Dia wanita yang kucintai, sedang menangis ditaman. Entah apa yang membuatnya menangis.

Aku segera membasuh wajahku dengan air, menggosok gigi dengan cepat dan keluar dari kamar mandi. Aku mengganti piyamaku dengan kaos hitam lengan pendek dan tak lupa celana jeans hitam panjang.

Merasa sudah sedikit rapi aku segera menyambar kunci mobil milik Lu-ge.. semua orang dirumah ini sepertinya masih tidur, sebaiknya aku harus bergegas pergi. ‘Lu-ge aku pinjam’ batin ku dalam hati.

Skipp>>

Sesampainya ditaman, kuedarkan pandanganku keseluruh penjuru taman dan mataku mendapatkan sosok yang sedang aku cari. Dia ….

Aku segera berlari dan menubruk tubuhnya yang sedang terduduk di bangku taman. Kurasakan dia membalas pelukanku. Getaran dibahunya memperjelas jika ia sedang menangis dalam diam.

“uljimayo, Taeng… shhiitt.. tenanglah.” Aku berusaha untuk membuatnya tenang.

1 menit

3 menit

5 menit..

Aku merasakan bahunya tidak bergetar lagi dan pegangannya melemas. “taeng..” aku menyerukan namanya pelan.

Aku melonggarkan pelukanku dan kulihat wajah kusutnya itu, lihatlah dia tertidur. Aku mengangkat tubuhnya bridal style menuju kemobil yang kubawa.

Aku menidurkannya di kursi belakang, dengan pahaku menjadi bantalannya. Yeoja yang kucintai, sejak SHS hingga sekarang. Cinta pertama begitulah orang menyebutnya.

“ada apa denganmu?” gumamku lirih sembari mengecup punggung tangan kanannya. Akupun menyandarkan kepalaku di kaca, sembari menatap wajah itu dengan seksama.

 

kris pov

 

ternyata kau kemari, pantas pagi pagi seperti ini kau sudah terbangun. Sebegitu besarkah kau mencintainya?

Aku memutar kemudi mobilku menuju rumah, aku bisa mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk dirumah untuk menghilangkan rasa cemburuku mungkin.

Drtt.. ddrrttt…

Aku mengambil handphone dari sakuku, “Yi Xing ada apa?” aku segera mengangkat telefonnya.

‘Nin hao ge ge.’

“ni hao, wei shen me ne?”

‘ge ge pergi kemana? Aku dan Lu-ge sudah berangkat’

“hmm..”

‘ge mobil Lu-ge..’

“dibawa Jong In”

‘oh shi.. sudah dulu ya ge, Lay ai ge ge.’

“wo ye ai ni di di.”

Tut tut tut..

Aku segera memasukkan mobilku digarasi dan turun, kubuka pintu pelan. Kulihat si Byun sedang sarapan sendiri.

“Kris-ge darimana? Ayo sarapan bersama.” Ajaknya dengan senyum yang selalu merekah diwajahnya. “aku sudah makan, mana Yeol?” tanyaku.

“masih tidur ge, mungkin dia tidak kekantor pagi ini. Ge ge darimana sih?”

“sarapan tentunya Baekki.”

“Sudah ya aku keruanganku dulu dan bilang kepada semuanya saat pulang, aku tak ingin diganggu. Arra!”

“heh ge.. a e em a.. arraso ge.”

“bagus kalau kau mengerti.”

Aku melangkahkan kakiku memasuki ruangan kerjaku dan menutupnya dengan sangat rapat. Setidaknya ruangan ini yang selalu menemaniku.

“kkamjongiku aku akan tetap menunggumu mencintaiku.” Lirihku pelan.

 

Author pov

 

Seorang namja bereyeliner tebal tengah sibuk mengetik pesan yang berisi

“Lu-ge, Lay-ge, chanyeol dengar ne. Sepertinya Kris-ge sedang sakit hati. Dia memintaku untuk memberi tahu kalian semua untuk tidak mengganggunya. Pokoknya jangan ada yang bertanya tentang Kris-ge. Arraso!”

Send: park Dobi, Lu-ge, Lay-ge.

Balasan pesan

From Lu-ge

“aku sudah mengira akan seperti ini.”

From Lay-ge

“jika sudah seperti itu jangan ada yang mengganggunya, sama saja dengan cari mati.”

GLUK, Baekhyun menelan ludah dengan sangat susah. Tak lama kemudian… drt.. ddrrt..

From Park Dobi

“masa bodoh yang penting tidur.”

Sekarang namja bereyeliner itu membelalakkan matanya dan uring uringan tak jelas sendiri. “ya ampun Yeoli kok begitu sih dengan ge ge sendiri kan kasian dia. Lebih baik aku berangkat saja.”

Dengan kesal Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kafe KRISIN.

 

Jong In pov

 

Aku mendengarkan ceritanya dengan seksama, diakhir cerita dia menangis. Sungguh aku tak kuasa melihatnya meluncurkan air mata. “uljima.”

Aku tarik dia kedalam pelukanku, “hiks.. hiks..” aku membelai sayang rambut panjangnya. “hey.. mana Taengku yang kuat, yang tidak cengeng, mana?” tanyaku.

“hiks.. ak..hiks.. aku tidak cengeng.. hiks..” aku tersenyum ketika dia mengatakan hal lucu itu. “jinjja? Lalu siapa yang sedang menangis saat ini?” tanyaku lagi.

“hiks.. hiks.. Taeyeon, bukan Taeng. Hiks..” aku mengangguk anggukkan kepalaku, “bukannya mereka orang yang sama?” aku meresa dia terdiam sesaat.

Setelah beberapa menit aku berpelukan dengannya akhirnya dia menjauhkan tubuhnya dari dekapanku. “Jong.. ini sakit, kau tak akan tahu rasanya. Aku sampai kehabisan air mata.”

Dia menunjuk nunjuk matanya yang sembab hampir menyipit itu, “huuufftt..” pasti dia tidak tidur dan hanya terus menangisi namja bre*gs*k itu. “aku tahu.. bahkan sangat tahu bagaimana rasanya.”

Dia tampak menatapku lekat, “jika terjadi sesuatu denganmu tak perlu sungkan, ceritakanlah semuanya padaku. Aku akan setia menjadi pendengar yang baik.” Aku memberikan senyuman terbaikku untuknya.

Aku mengusap air mata dipipinya yang kembali engeluarkan bulir bulir bening itu. “hey kenapa kau menangis.” Dia kembali menubruk tubuhku. “gomawo Jong…”

Aku hanya bisa tersenyum pahit mengetahui kenyataan yang sangat kejam ini. “aku akan selalu ada untukmu.” ‘dan setia menunggu cintamu untukku.’ Tambahku dalam hati yang tak bisa aku ucapkan.

“Jong..” dia melepaskan pelukannya. “mwoya?” aku melihat dia tampak ragu mengatakannya. “katakan saja.” Aku menatap mata sembabnya.

“antar aku pulang kerumahku dan Sehun bisa?” aku tersenyum dan mengacak rambutnya. “tentu saja..” akupun turun dari kursi belakang menuju kursi kemudi.

 

Author pov

 

Seorang namja tampan tengah memeluk seorang yeoja dengan sangat erat. “tunggu aku menjemputmu dari kontrakanmu ini ok.” Yeoja itu tampak mengaggukkan kepalanya patuh.

“jangan pernah mengatakan pergi lagi, kau tahu aku bisa mati jika kau tidak disampingku.” Yeoja itu kini menempelkan bibirnya pada namja tampan didepannya itu. “semalam aku sudah berjanji.”

Namja itu tampak tersenyum dan memeluk yeojachingunya dengan sangat erat. “hmm, kau sudah janji dan jangan pernah kau ingkari.”

 

Flesback on

 

Author pov

 

“Krys.. maaf.” Namja itu tampak memeluk gadis yang tengah sesenggukan dihadapannya. “oppa kau tidak hiks.. bersalah, hiks.. jangan meminta maaf. Hiks. Hiks..”

“jangan tinggalkan aku..” namja itu memeluk yeojanya semakin erat. “aku harus pergi, hiks..” namja yang sedang memeluknya kini menggelengkan kepalanya kuat.

“kau ingin membuatku menderita Jung Krystal.” Kini giliran gadis itu yang menggelengkan kepalanya.

“oppa, hiks.. aku hanya ingin melihatmu bahagia.”

“kebahagiaanku adalah bersama dirimu jadi, kumohon jangan berkata kau akan meninggalkanku.”

Kini krystal memeluk erat tubuh yang ada dihadapannya dengan sangat erat seakan tak ingin kehilangan . “tapi..”

“sshhiit.. saranghae jung Krystal, cintaku untuk selamanya. Jangan tinggalkan aku”

Krystal hanya mampu mempererat pelukannya dan menganggukkan kepalanya pertanda dia tak akan meninggalkan kekasihnya itu, “aku tak akan meninggalkanmu oppa, aku janji.”

 

Flashback off

 

Taeyeon pov

 

Disini aku sekarang dirumahku, ani.. rumahku dan Sehun. Aku melihat namja tan yang berada dihadapanku sedang makan dengan lahap. “Jong pelan kau bisa tersedak..”

“aku lapar Taeng, lagian masakanmu benar benar lezat.” Akupun menelan kunyahanku dengan terpaksa. “Jong.. lama lama aku bisa terbang kau tahu.” Kamipun akhirnya tertawa.

Aku tersenyum melihat cara makannya, padahal hanya nasi goreng yang aku buat. Apa aku bisa memasak? Jawabannya ya,

Karena selama 2 minggu terakhir aku sering sekali belajar memasak, bagaimanapun aku sudah memiliki suami dan sewajarnya aku harus bisa memasak.

Skipp>>>

“Jong, terimakasih untuk hari ini. Kau memang yang terbaik.” Aku tersenyum tulus, bagaimanapun dia yang selalu ada disaat aku membutuhkan tempat sandaran.

“hmm.. bukannya aku sudah katakan tak perlu sungkan bukan, jika ada masalah langsung hubungi aku ne.” Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

“hati hati dijalan ne.”

Dia memasuki mobilnya dan melambaikan tangannya, aku membalas lambaian tangannya itu. Lama kelamaan mobilnya menghilang.

Aku kembali kedalam rumah, setidaknya dirumah ini aku tak sendirian, ada paman dan bibi (pembantu) yang membantu meringankan bebanku merawat rumah yang besar ini.

Aku menaiki tangga menuju kamarku, aku bingung harus melakukan apa. Kebutik aku malas, merancang baju baru aku juga malas. Pikiranku penuh dengan satu orang yaitu “OH SEHUN.”

Jika kalian bertanya apakah aku seorang desainer, jawabannya adalah ya. Bahkan gaun pernikahanku saja aku yang merancang.

Aku berjalan menuju balkon rumahku, pagi tadi Sehun oppa meneleponku berkata jika ia tak bisa menjemputku dihotel dan aku disuruh pulang kerumah ini.

Kulihat jam yang berada dikamarku pukul 11.48 KST masih lama waktu bagi Sehun pulang, pukul 17.30 nanti Sehun baru pulang.

Jujur aku…… “bhogosipposeyo nae nampyeon.”

 

Lay pov

 

Aku dan Luhan sengaja pulang lebih awal, tidak mungkin aku membiarkan Kris-ge sendirian dengan kondisi yang sedang tidak baik.

Kami adalah seorang dokter spesialis gigi, dan hari ini pasien hanya sedikit dan kami bisa pulang. Aku Wu Yi Xing sangat menyayangi kakakku. Wu Yi Fan.

“hey tenanglah, mungk..” “zenmeyang wo neng an jing, (bagaimana aku bisa tenang,) ruguo Kris-ge kebei (jika Kris-ge sedih)” erangku frustasi.

“Wo bu zhi dao    wei shenme Kris hen ai Jong In. (aku tidak tahu kenapa Kris sangat mencintai Jong In.)” aku hanya menghembuskan nafasku kasar.

“danshi wo zhi dao ai neng yiren Kris gai, (tapi aku tahu cinta bisa merubah sorang Kris,) xiangxin ruguo Kris jiang bian hao. (yakin jika Kris akan membaik.)” Lanjutnya lagi.

Aku meliriknya dan kembali fokus menyetir , “xie xie Lu-ge….” dia hanya tersenyum kearahku. Aku memasuki halaman rumah dan segera memasukkan mobil kedalam bagasi rumah kami.

 

Krystal pov

 

“oppa sudah datang, cepat sekali.” Aku berjalan kearahnya sembari mengambil beberapa map yang ia bawa, karena dia tak membawa tas kerjanya.

“hmm.. mana barangmu kita berangkat sekarang.” Aku tersenyum dan kembali masuk untuk mengambil barangku, Sehun oppa juga ikut masuk kedalam.

“biar aku saja.” Aku segera menyerahkan kedua tas berukuran sedangku kepadanya.

Sehun oppa tampak lelah terlihat diraut wajahnya. “oppa lelah ya?” tanyaku selembut mungkin.

Dia hanya menganggukkan kepalanya dan mengacak acak rambut panjangku. “sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku akhirnya. “nanti kau akan tau sayang.” Ujarnya pelan seraya tetap fokus.

“geure.. terserah oppa sajalah.”

Setelah beberapa puluh menit perjalanan kami akhirnya sampai di rumah yang sangat besar, OMO!! Rumah? “sampai, sekarang kau bisa turun baby..”

aku melirik namja yang sedang mengulurkan tangannya kearahku. “rumah siapa oppa.” Dia hanya tersenyum kearahku. “tentu saja rumahku dan…”

 

TBC . . .

TBC . . .

 

Akhirnya ni chapter satu kelar juga, makasih buat chingudeul disekolah yang udah nyemangatin aku. Buat yang udah ngepost ff ini terimakasih, yang udah bantuin buat poster makasih..

Dan untuk readers yang aku sayangi, makasih banyakudah mau baca serta komen dibawah, itu bener bener support sekaligus penyemangat buat author.

dan siders (silent readers) makasih udah mau baca walaupun tanpa meninggalkan jejak, di chap selanjutnya diharapkan muncul oke.. ditunggu janjinya.

Ditunggu kritik and saran juga…

Advertisements

57 comments on “[FREELANCE] Faithfully Waiting For Your Love, Chapter (1/2)

  1. Sehuuyn minta di keprett kasian taeyeon.. tpi taeyeon juga gitu sih ya… rada egois…
    tpi sehun itu kejammya di atas rata2.. huh…
    thor sbnrnya ini pertama kali aku baca yg ada yaoi nya.. aku rada ilfeel but gapapa.. yg akubprioritasin story about taeng wkwkwkw. Lanjut ya thooor..

  2. si sehun bener bener dah jahat pisan — kese sendiri. kan kasian taeyeon nya. haha btw keren keren. next chap di tunggu 🙂

  3. sadis, kasian kim taeyeon….sehun ngajak krystal k rumah mereka?(Taeng Sehun) uhhh menyebalkan…krystal hamil??? malah tambah rumit…ditunggu kelanjutannya semoga Taeng n sehun bsa menyatu…

  4. Sehun jahat banget si sama Taeyeon dia ngak mikir apa perasaanya Taeyeon gimana, mana Krystal dibawa kerumahnya sama Taeyeon lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s