I Need Your Love ( Chapter 5 )

325

Author : Oh Kyuri_76

Title : I Need Your Love

Genre : Romance, Funny, Friendship, Hurts, School of Life, Family

Length : Multichapter

Rating : PG 13 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Xi Luhan (EXO), Seo Ji Hyun (SNSD), Oh Sehun (EXO)

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

          Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, their parents, them selves, and fans too ! Remember ! Please, don’t be a plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank you ^^

Author Note’s :

Hehehe ^^ Author sudah membaca semua comment dari readers di chapter sebelumnya, dan sungguh tanggapan yang sangat memuaskan ! Gumawo untuk semangatnya, dan pengertian readers sekalian ! Chu ~

Summary :

“ Aku akan menyatakan perasaanku padanya, pasti. ”

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Author POV –

“ Ah ya, lusa besok kau benar-benar akan menemaniku, ‘kan ? ”

Luhan terdiam. Beberapa detik ia mengingat-ingat janjinya pada Taeyeon mengenai besok lusa. Ternyata pikirannya langsung menalar pada percakapan keduanya saat itu. Bookstore. Luhan langsung mengangguk, membuat senyuman Taeyeon semakin mengembang.

“ Gumawo. ”

“ Heh ? ”

“ Te-terima kasih, ka-karena kau a-akan menemaniku be-besok lusa. ”

Luhan menghela nafas, “ Hn, dan lain kali, aku tidak ingin melihatmu bersama lelaki lain di ruangan sehening itu. ”

“ Eh ? ”

“ Kau cukup pandai untuk mencerna kalimatku, Taeyeon. ”

Degup jantung gadis itu berdetak kencang, wajahnya menunduk tanpa si empunya sadari, “ I-itu, a-aku sudah me-menjelaskannya ke-kepadamu, ‘kan ? Maksudku, te-tentang Sehun di perpustakaan ta-tadi. ” jawabnya tergagap, tatapan sahabatnya terlalu mengintimidasi ke arahnya. Sungguh.

Luhan menyeringai, “ You know what I mean, nona Kim. ”

~ Chapter 5 ~

Malam yang begitu sunyi nan indah, bintang bertaburan menyinari gelapnya saat itu. Taeyeon mengadahkan wajahnya, menikmati udara malam yang sangat ia sukai. Gadis itu mengenakan setelan sweater berwarna violet, surainya ia biarkan terurai dan melambai dengan damai.

Kedua matanya yang biasa memancarkan cahaya kelembutan, kini harus meredup. Senyuman yang biasa menenangkan, kini harus memudar. Mengingat kejadian siang tadi, membuat dadanya terasa sesak. Ya, hari ini adalah hari terakhir dalam sepekan. Dan artinya, hari ini Luhan memang menepati janjinya untuk menemani Taeyeon pergi ke Bookstore.

Sayangnya, keputusannya untuk mengajak Seohyun dan Sehun malah melukai hatinya sendiri. Nyaris ia tak bisa membendung air matanya jika tidak ada Sehun disana. Terlalu menyakitkan, terlalu berat menyaksikan adegan tatap-menatap mereka.

Masalah sepele, namun susah dilupakan. Taeyeon mengingat jelas bagaimana caranya Luhan tersenyum kepada Seohyun, ia mengingat jelas bagaimana caranya Luhan membantu Seohyun saat gadis itu tidak sengaja menjatuhkan buku bawaannya.

# Flashback ON #

Ketika ia sudah membuka gerbangnya, tatapannya langsung bertemu dengan wajah Luhan. Seperti biasa, Luhan datang dan menjemputnya untuk pergi ke toko buku terdekat.

“ Aku mengajak Sehun dan Seohyun juga. ” ujar Taeyeon saat mereka sudah memulai perjalanan.

Luhan terkejut, “ Apa kau bilang ? ”

“ Tidak menyenangkan jika hanya kita berdua, Luhan-ah. ” balasnya mencari alasan.

“ Hn. ”

Gadis itu mengerucutkan bibirnya, “ Hemat sekali. ”

“ Hm ? ”

“ Kau memang sama saja, tidak di sekolah, tidak denganku, cara bicaramu sungguh sangat hemat sekali. Apakah seorang keturunan dari keluarga ‘Xi’ selalu memiliki aliran sedingin itu ? ”

Luhan tertegun mendengarkan ocehan Taeyeon. Pasalnya, selama ia bersahabat dengannya, Taeyeon tak pernah mengomentari sikapnya yang seperti itu. Dan sekarang, hanya karena Luhan membalas alasan Taeyeon dengan dua buah huruf konsonan, gadis itu sudah mengumpat sebegitu kesalnya.

“ Sebenarnya ada apa denganmu ? ”

“ Gwaenchana. ”

“ Taeyeon. ” panggil Luhan, nadanya pun terkesan meminta penjelasan.

“ Diamlah, lebih baik fokuskan saja acara mengemudimu. ”

Luhan mendengus, “ Kau membuatku tidak bisa berkonsentrasi. ”

“ Maka berkonsentrasilah. ”

“ Taeyeon, kenapa aku merasa kau bersikap sangat aneh, huh ? Tidak biasanya, aku kira sahabatku ini tidak akan mempermasalahkan sikap dinginku itu. ”

Si gadis sontak menatap ke arah Luhan, senyumannya mengembang sempurna, “ Aku bersikap aneh karena memikirkanmu dan Seohyun. ”

“ Ck, kau sengaja ingin membuatku kehabisan kata-kata saat bersamanya, huh ? ”

Taeyeon mengangguk polos, “ Itu salah satunya, kalian pasti sangat bahagia nanti. Lihat saja, kau akan melupakanku dan menemani Seohyun untuk mencari buku. ”

Luhan memutar bola matanya, “ Tidak akan. ”

“ Jeongmal ? ”

“ Hn. ”

Sesampainya di Bookstore …

Ternyata, Sehun dan Seohyun sudah tiba terlebih dahulu di tempat itu. Taeyeon tersenyum menyapa mereka, sementara Luhan hanya bersikap acuh tak acuh. Usai berbincang sejenak, mereka memutuskan untuk berpisah dan mencari buku dilain arah.

Taeyeon memilih bersama Sehun, tentu Luhan langsung melayangkan tatapan sinisnya untuk kedua insan yang pandai memasang wajah polos mereka. Ia tak bisa berkutik ketika Sehun menarik tangan Taeyeon secara sepihak, bahkan Luhan merasa geram karena tindakan semena-menanya itu.

“ Luhan, sebaiknya kita menyusul mereka. ” tutur Seohyun menawari.

“ Tidak, kajja. ” masih dengan gaya sedingin es, Luhan berbalik dan berjalan mendahului Seohyun. Keduanya juga tak tahu jika Taeyeon dan Sehun tidak benar-benar pergi dari sana. Mereka hanya bersembunyi, sengaja menjadi penguntit agar mengetahui sejauh mana kedekatan Luhan dengan gadis pujaannya.

Lama Taeyeon dan Sehun mengikuti kemana Luhan dan Seohyun pergi. Hingga tiba-tiba, suatu adegan tak terduga muncul dihadapan mereka. Sehun berekspresi datar, lain halnya dengan Taeyeon. Wajah gadis itu memanas, tangannya mengepal kuat entah karena apa.

“ Kau yakin akan membeli semua buku itu ? ”

Seohyun mengangguk pelan, “ Nde, aku akan membeli buku-buku ini. ”

Luhan mengulas senyumannya, ia membantu Seohyun membawa buku yang hendak dibeli oleh si gadis. Hanya saja, saat langkah mereka akan tiba di meja cashier, tanpa sengaja kaki Seohyun membentur sebuah almari dan membuat buku bawaannya jatuh berserakan.

“ Gwaenchana ? ”

Seohyun hanya tersenyum, “ Gwaenchana. ”

“ Biar aku bantu. ”

“ Eh ? ” sebelum Seohyun menolak tawaran Luhan, pemuda itu sudah terlebih dahulu melangsungkan tawarannya. Otomatis Seohyun membiarkan Luhan membantunya, walau terbersit sedikit rasa enggan dihatinya.

“ Selesai. ”

Seohyun begitu bahagianya hari ini. Setelah melihat senyuman Luhan yang sangat jarang terpancar itu, ia juga mendapat perhatian lebih yang diberikannya barusan. Baik Luhan, baik Seohyun, mereka tidak tahu bagaimana tatapan penuh kecemburuan yang terarah ke tempat dimana mereka saling menatap satu sama lain.

Sehun mengerti, ia yang tidak tega melihat Taeyeon tersakiti, segera menarik lengannya dan mengajaknya untuk pergi keluar Bookstore. Awalnya Taeyeon menggeleng, tapi omongan logis yang Sehun berikan membuatnya mengalah, tak sanggup berdebat dengannya kali ini.

# Flashback END #

“ Kau bisa demam, bodoh. ”

Taeyeon terkejut seketika. Ia memalingkan wajahnya setelah tahu siapa yang datang menghampirinya. Tanpa ambil beban, Luhan langsung mendudukkan dirinya disamping Taeyeon. Ia turut mengadahkan kepalanya ke atas langit, menatap sang rembulan yang tengah bersinar terang.

“ Ka-kau sedang apa, Luhan ? Na-nanti kau bi-bisa sakit. ”

“ Cih, seharusnya aku yang mengatakan kalimat itu. ”

Taeyeon menunduk, “ Mianhae. ”

“ Apa yang kau lakukan, Taeyeon ? Sudah malam, dan kau masih saja berada diluar sini. ” sengaja ia tak menggubris perkataan Taeyeon, sebab Luhan sudah mengerti bahwa sahabatnya itu pasti sedang mengalami banyak masalah, setidaknya begitulah menurut pikirannya.

“ Tidak ada, hanya ingin mencari udara malam. ”

Luhan tersenyum tipis, “ Bodoh. ”

“ Mwo ? ”

“ Kau bodoh, arra ? Mencari udara malam ? Huh, alasan yang sangat menggelikan. ”

Taeyeon berusaha tetap tenang menanggapi ucapan Luhan, “ Aku sedang tidak ingin berdebat. ”

“ Aku juga. ”

“ Lalu ? Jika kau tidak ingin berdebat, kenapa kau memancingku, Xi Luhan ? ”

“ Mollayeo, aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Eomma. ”

“ A-ahjumma menitipkan pe-pesan ? ”

Luhan mengangguk malas, “ Dia menagih janjimu. ”

“ Nde ? Janji apa ? ”

“ Makan malam bersama, kau tidak melupakannya, ‘kan ? ” tanya pemuda itu sembari melirik Taeyeon melalui sudut matanya.

“ A-ah, ti-tidak. ”

“ Artinya ? ”

“ A-akan a-aku usahakan besok ma-malam. ”

Luhan menghembuskan nafasnya dengan lega, “ Hn, aku akan menunggumu. ”

“ Eh ? ”

“ Waeyeo ? Bukankah aku tuan rumahnya ? ”

Wajah Taeyeon memerah, “ Be-benar. ”

“ Dasar, sikapmu selalu berhasil membuatku kebingungan, nona Kim. ”

Taeyeon terkekeh pelan, “ Kau pikir aku tidak merasakan hal yang sama ? Luhan-ah, bahkan sikapmu yang dingin itu masih menimbulkan berbagai pertanyaan untukku. ”

“ Ck, sudahlah. ”

Taeyeon kembali menyunggingkan senyumannya. Keheningan pun menghampiri mereka, tak ada yang bersuara, keduanya tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Luhan yang senantiasa memandangi langit malam, dan Taeyeon yang selalu sibuk menyingkirkan moment Luhan beserta Seohyun siang tadi.

“ Taeyeon ? ”

Gadis itu menoleh, “ Nde ? ”

“ Sebaiknya kau segera masuk, udara mulai dingin. ”

Tatapan Taeyeon meneduh, “ Baiklah. ” ia pun berdiri dan berniat meninggalkan Luhan, namun tubuhnya tertahan karena perbuatan sahabatnya. Luhan menggenggam tangan Taeyeon, lalu tanpa sungkan ia mendekap erat gadis itu, walau tidak lama, tapi Taeyeon dapat merasakan ketulusan yang Luhan berikan kepadanya.

“ Selamat malam. ” bisik Luhan, tersenyum penuh kelembutan.

Tak perlu berpikir panjang, Taeyeon langsung mengangguk cepat, “ Selamat malam. ”

“ Hn. ”

***

“ Kenapa baru tiba, Taeyeon-ah ? ”

“ Apa kau sedang mengalami banyak masalah ? ”

“ Tidak biasanya kau datang terlambat, Taeyeon. ”

“ E-eh ? ” baru saja memasuki kelasnya, Taeyeon sudah disambut dengan berbagai macam pertanyaan dari teman-temannya. Sekarang, seluruh kelas telah kembali seperti semula, inilah yang Taeyeon takuti hari ini. Kedua sorot matanya terlihat gelisah ketika seorang pemuda menatap sadis ke arahnya, tanpa berkedip.

“ Ayolah … Taeyeon ? Kami sedang berbicara denganmu, nona. ” timpal Kai yang sedari tadi sibuk memperhatikan gadis itu.

Taeyeon tersenyum tipis menanggapi, “ A-apa Rinn sosaengnim belum ti-tiba ? ”

“ Belum. ”

“ Ka-kalau begitu, a-aku akan pergi ke ka-kamar mandi dulu, nde ? Kai-ah, Suzy-ah, to-tolong izinkan a-aku jika Rinn sosaengnim su-sudah datang, ok ? ” susah payah Taeyeon mencari alasan agar ia bisa menjauh dari Luhan. Namun tetap saja gagal, baru berjalan delapan langkah, suara khas milik sahabatnya pun terdengar.

“ Ikuti aku. ”

Ia tahu, Luhan adalah tipe lelaki yang tidak menerima ‘penolakan’. Maka dari itu, tanpa mendebat perintahnya, Taeyeon langsung memutar arah dan mengikuti Luhan dari belakang. Selama mereka berjalan, keheningan selalu melanda keduanya, hingga Luhan sengaja berhenti mendadak yang otomatis membuat kepala Taeyeon membentur punggungnya, tanpa sengaja.

“ Jelaskan. ”

“ A-apa ? ”

Wajah Luhan mendekat, “ Kenapa kau bangun terlambat hari ini, Taeyeon ? ”

“ Luhan, a-apa itu penting ? ”

“ Hn. ”

Taeyeon menghela nafas sejenak, lalu mengalihkan tatapannya, “ Sudahlah, aku lelah. ”

Tangan Luhan menahan lengannya yang hendak menjauh, ia sangat membenci sikap Taeyeon yang selalu dingin dan tertutup kepadanya. Oh sial ! Bukankah mereka sepasang sahabat ? Sudah menjadi hal biasa jika sepasang sahabat saling mencurahkan kegundaan hati masing-masing, ‘kan ?

“ Aku tahu kau berbohong, tatap aku. ”

Taeyeon masih memasang wajah datarnya, “ Luhan, aku mohon hentikan. ” suaranya mengalun lembut, namun tidak menutup nada kesedihan didalamnya.

“ Aku mengkhawatirkanmu, Taeyeon. ”

“ Aku baik-baik saja, Luhan-ah … Aku hanya kelelahan, sebab semalam ada banyak tugas yang harus aku selesaikan, maaf karena sudah membuatmu khawatir. ”

Luhan masih belum puas dengan penjelasan Taeyeon, tapi ia tak bisa memaksa, pandangan gadis itu terlihat rapuh dan kosong. Perlahan ia merenggangkan cengkeramannya, “ Hn. ”

“ Kita harus masuk ke kelas sekarang juga, Rinn sosaengnim pasti sudah datang. ”

“ Hn, kau duluan saja. ” balasnya seraya berbalik, membelakangi Taeyeon. Terbersit perasaan bersalah didalam hatinya, namun Taeyeon pendam dan berusaha bersikap normal seperti biasa.

“ Aku pergi, Luhan-ah. ”

“ Hn. ”

Sebuah senyuman miris menjadi penanda berakhirnya percakapan mereka, Taeyeon mulai melangkah, tentu dengan arah yang berlawanan dari Luhan, “ Sampai bertemu, di dalam kelas. ”

“ … ”

***

Siang ini Taeyeon dan Luhan tidak banyak berkomunikasi satu sama lain. Hal itu sukses membuat Taeyeon memikirkan berulang-ulang tentang janjinya untuk makan malam bersama keluarga sahabatnya. Deringan alunan ponselnya menyadarkan lamunan Taeyeon, ia membaca pesan singkat dari Luhan.

“ Lelaki pemaksa. ” dengusnya setelah membaca isi pesan tersebut. Tak ingin mengecewakan Luhan beserta keluarganya, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk menghadiri acara makan malam itu. Ia bergegas mengganti pakaiannya mengingat pesan Luhan yang berisi perintah untuk datang lebih awal, entahlah.

Surainya ia biarkan tergerai bebas, sebuah dress selutut dengan warna purple-soft terkesan lembut bila Taeyeon yang memakainya. Seusai berpamitan kepada Chan ahjumma, Taeyeon pun melesat menuju rumah Luhan yang berada diseberang jalan.

Gugup, tentu saja Taeyeon merasakannya. Jangankan melihat si tuan rumah, mengetuk rumahnya saja tak berani ia lakukan. Padahal, saat ia dan Luhan masih sangat kecil, Taeyeon tak pernah sungkan menjelajahi seisi rumah sahabatnya yang tergolong mewah itu.

Lalu sekarang ? Ia bagaikan orang asing yang menerima undangan dari keluarga terhormat. Tak lama setelah Taeyeon sibuk dengan pikirannya, pintu utama terbuka, memperlihatkan sesosok wanita dengan wajah yang serupa seperti wajah sahabatnya.

“ Ternyata kau sudah tiba, Taeyeon ? Kenapa tidak langsung masuk, hm ? ”

“ A-annyeong ahjumma. ”

Nyonya Xi tersenyum lembut, “ Annyeong, kami kira kau tidak akan datang, Taeyeon-ah. ”

“ Nde ? A-ah, aku pasti akan datang, ahjumma. ”

“ Kau memang gadis yang sangat manis, Taeyeon-ah. Coba saja orang tuamu memintaku menjadikanmu anak angkat, aku pasti akan merawatmu, Taeyeon. ” gurauan singkat dari Nyonya Xi, sukses menimbulkan tatapan sengit seseorang yang berdiri dibelakang pintu.

“ Apa yang Eomma bicarakan ? Taeyeon, masuklah. ” timpal Luhan seraya berlalu begitu saja.

Taeyeon yang semula terkejut karena kehadiran Luhan secara tiba-tiba itu, akhirnya menuruti, ia melangkahkan kedua kakinya berniat mengikuti Luhan, “ Ahjumma- ”

“ Ya, ppalliwa ! ” seru Luhan yang lagi-lagi memancing emosi Nyonya Xi. Sejujurnya, wanita itu sangat bahagia melihat ekspresi anaknya pada Taeyeon, hanya saja belum saatnya ia memancarkan kebahagiaan itu.

“ Ah, kau sudah datang, Taeyeon ? ”

“ Nde, ahjusshi. ” jawabnya sambil mengangguk. Tuan Xi yang sudah stand by di ruang makan, menyambut kehadiran Taeyeon dengan berbagai macam pertanyaan. Dimulai dari kabar orang tuanya, hingga kepala keluarga dari sahabatnya itu membahas tentang hubungannya dengan Luhan.

“ Eh ??? ”

Bisa dilihat bagaimana merahnya wajah gadis itu, Taeyeon mencoba memasang senyumannya, namun bibirnya seakan terkunci sehingga menjadikan senyuman itu terkesan dipaksakan, “ Ka-kami masih be-bersahabat seperti du-dulu, a-ahjusshi. ”

“ Hm, sayang sekali, bukan begitu, istriku ? ”

Nyonya Xi mengangguk pelan, “ Padahal, sudah lama kami mengharapkan sesuatu terjadi pada kalian berdua. Mempunyai hubungan persahabatan sejak kecil, apa tidak bisa membuat salah satu diantara kalian memiliki perasaan lebih dari sahabat ? ”

Taeyeon yang meneguk minumannya langsung tersedak seketika. Luhan mendengus kecil sembari mengusap pelan punggung si gadis yang berada disampingnya itu. Tatapannya menyiratkan tanda keberatan dengan pertanyaan ‘aneh’ kedua orang tuanya, “ Berhentilah melontarkan pertanyaan yang tidak perlu. ”

“ Apa maksudmu, Luhan ? ” sambung Nyonya Xi.

Anak semata wayangnya itu mendecih, “ Bukankah kalian mengundang Taeyeon untuk makan malam bersama ? Jadi tolong, Eomma, Appa, berhentilah mengganggu acara makan malam ini. ”

“ Ah, kenapa kau selalu menganggap semua hal dengan serius, Luhan ? Kami hanya bertanya kepada Taeyeon tentang hubungan kalian, apa salahnya ? ”

“ Eomma. ” potong Luhan yang telah sampai pada penghujung batas kesabarannya. Tuan Xi yang melihat raut berbeda pada wajah anaknya, kini hanya bisa mengikuti permintaan Luhan.

“ Yeobo, sudahlah. ”

“ Tapi- ”

Dengan segenap rasa penuh keberanian, akhirnya Taeyeon berkata, “ Ahjusshi, ahjumma, bo-bolehkah aku pergi ke ta-taman ? ”

“ Eh ? Bahkan kau belum menghabiskan makananmu, Taeyeon. ”

“ Bagaimana bisa dia menghabiskannya, Eomma selalu mengganggu Taeyeon dengan pertanyaan yang sangat tidak bermutu. ” ketus Luhan seraya menarik tangan Taeyeon untuk beranjak.

Nyonya Xi menggeretakkan giginya, “ Anak itu, apa benar aku yang telah melahirkannya ?! ”

“ Yeobo, mungkin mereka membutuhkan ketenangan. ”

“ Ck, apa kau berniat untuk membelanya, suamiku ? ”

Tuan Xi tersenyum kikuk menerima tatapan sengit sang istri, “ Ti-tidak, tentu tidak. ”

“ Bagus, dan jangan pernah melakukannya, suamiku. ”

“ Pasti, i-istriku. ” jawaban itu lantas diselingi keringat dingin. Bukan hanya Luhan saja yang memiliki aura mencekam didalam keluarga itu, bahkan istri dari kepala rumah tersebut memiliki hal yang patut diwaspadai.

***

Luhan dan Taeyeon sedang memanjakan diri mereka dibawah pohon pinus yang terletak ditaman belakang. Sejak mereka tiba disana, tidak ada satu pun yang berani angkat bicara. Rona merah yang sering kali muncul mewarnai wajah Taeyeon membuat Luhan melepaskan senyumannya.

“ Kau masih memikirkannya ? ”

Taeyeon mengangguk singkat, “ Sedikit. ”

“ Cih, pembohong. ”

“ Aku bukan pembohong, Luhan-ah. ”

“ Katakan saja, aku tahu kau sangat keberatan dengan perkataan Eomma tadi. ”

Taeyeon menggigit bibir bawahnya, “ Ti-tidak. ”

Luhan mendengus sebelum akhirnya mengangguk, “ Hn. ” jawaban singkat itu terdengar lagi. Taeyeon bosan menghadapi ekspresi datar dan sikap dingin sahabatnya, namun bukanlah waktu yang tepat untuk membahas itu semua sekarang.

Sebab ada suatu kejanggalan dimata Luhan yang dapat Taeyeon lihat, “ Kau ingin menceritakan sesuatu ? Sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku, Luhan-ah. ” ujarnya menerka-nerka.

“ Taeyeon … ”

“ Hm ? ” responnya seraya mengadahkan wajahnya ke atas langit. Angin berhembus damai, menyapu beberapa tumpukkan daun yang jatuh memenuhi sekitar taman tersebut.

“ Aku telah memilih langkah yang salah. ”

“ Maksudmu ? ”

Luhan tersenyum pahit, “ Terlalu bodoh, dia berhasil membuat hatiku jatuh ditangannya. ”

Detik itu juga hati Taeyeon bergetar. Seakan mengerti kemana arah pembicaraan itu, Taeyeon bersusah payah menahan air matanya, “ Seohyun, benar ? ”

“ Hn. ”

“ Apa yang ingin kau ceritakan tentang dia, Luhan ? ”

“ Tidak ada, aku hanya khawatir, Taeyeon. ” jawab Luhan disertai tatapan sendunya. Tak ada yang bisa membedakan tatapan itu terkecuali Taeyeon, ya, hanya dialah yang mengerti keadaan Luhan saat ini.

“ Khawatir ? U-untuk apa ? Bu-bukankah, kau su-sudah menghabiskan se-seluruh waktumu be-bersamanya ta-tadi ? A-apa kau merindukan, Seohyun ? ”

Luhan menggeleng ragu, “ Aniyo. ”

“ Lalu ? ”

“ Entahlah, aku sangat bahagia ketika dia berada disampingku. ”

Taeyeon membelalak, “ Ka-kau tidak bahagia, ji-jika aku yang berada disampingmu, Luhan-ah ? ”

“ Ck, bukan begitu maksudku. ”

Mimik Taeyeon sengaja ia buat serapuh mungkin, bibirnya mengerucut sebagai penanda kekesalannya mendengar ucapan Luhan, “ Tega sekali. ”

“ Taeyeon, bukan begitu. ”

“ Jelas, bukan ? Kau lebih bahagia jika Seohyun yang menemanimu, bukan aku. ”

Luhan merotasikan kedua bola matanya, “ Jangan kekanakan. ”

“ Baiklah. ”

“ … ”

“ … ”

Luhan mengacak rambutnya frustasi, “ Taeyeon, tolong mengertilah. ”

“ Aku selalu mengerti keadaanmu, Luhan. ” suara Taeyeon menurun, berintonasi berbeda.

“ Arrasseo. ”

Senyuman gadis itu mengembang, “ Jadi, apa yang ingin kau ceritakan kepadaku ? ”

“ Taeyeon, aku akan mengakhiri semuanya. ”

Si lawan mengernyitkan keningnya, tak mengerti makna dibalik kalimat Luhan, ‘ Apa maksudnya ? Mengakhiri ? Mengakhiri apa ? ’ batinnya tak tenang.

“ Aku akan menyatakan perasaanku padanya, pasti. ”

Dan tepat saat jarum jam menjatuhkan titik temponya, air mata gadis itu tak bisa terbendung lagi. Air bening yang selalu ia tahan dihadapan Luhan, kini tidak akan mampu bersembunyi. Waktu dimana Taeyeon tak sanggup melaluinya, akhirnya datang. Sekarang, saat inilah waktu itu menjemput kenangannya bersama Luhan.

– To Be Continued –

Author Note’s :

Yuhuuu !!! Apa sudah menyatu dengan pikiran readers ? Atau belum dapat feel-nya ? Ah mianhae, author hanya bisa melanjutkannya sampai disini. || Can 75 (+) comments ? Author tunggu, ok ? Annyeong ~

Advertisements

100 comments on “I Need Your Love ( Chapter 5 )

  1. kayak nya sekarang keadaan berbalik. taeng yg g peka” ama luhan. kalok mnurutku luge ni suka sm taeng. tp taeng selalu cb jodohkan seo sm luge. akhirnya luge jengkel. tnpa luge sadar taeng ini bnr” cinta sm dia. cuma luge nya g peka”. yah sma lh. sm” g peka sm tiap perasaan masing”. sbr ya taeng 😦

    lanjut thor. makin seru 🙂

  2. kayak nya sekarang keadaan berbalik. taeng yg g peka” ama luhan. kalok mnurutku luge ni suka sm taeng. buktinya tiap taeng sm sehun luge kyk jéles gmnaaa gtu haha. tp taeng selalu cb jodohkan seo sm luge. akhirnya luge jengkel. tnpa luge sadar taeng ini bnr” cinta sm dia. cuma luge nya g peka”. yah sma lh sm” g peka sm tiap perasaan masing”. sbr ya taeng 😦

    lanjut thor. makin seru 🙂

  3. Aku gk tau cerita ini selalu aja buat nyesek,,,kerasa banget klaw jdi taeyeon,,,
    next chap nya yah d tunggu jangan lama” dan thor panjangin lgi yah cerita ny please

  4. Aduh udh ngenes,nyesek lg kasian banget si taeyeon ,klo gitu Thor bikin scene moment nya taeyeon sehun,biar mamanasin si luhan wk,next deh Thor,keep your spirit and keep writing 🙂

  5. aishh, nyesek jadi taeyeon, udah thor buat taeyeon sama sehun moment, terus manas”in luhan. kasihan taeyeon, hatinya tersiksa. 😦 pokoknya aku penasaran bangett. jadi jangan lupa dilanjut

  6. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..
    Tae eonn jngan nagis dong….. ><
    Miris bnget T____________T
    LUHAN!! kmu tga bnget ……
    Thor chap 6nya jngan lma" Yaaa…..

  7. nyesek ini mahhh
    luhan ga peka amat sih hadooh
    mending taeyeon sm sehun aja deh, tau rasa ntar lulu hahaha
    next update soon ^^

  8. Nyesek baca nya
    Taeng onnie jangan nangis….
    Luhannnnn kesalahanmu sangat besaarrr membahana
    Thor buat aja taeng pergi atau apalah yang buat luhan menyesal setengah mati…..
    Bagus tapi thor hehe

  9. Kalo aku jd taeng…..suatu saat akan meninggalkan luhan tanpa sepengetahuan luhan…..biar sadar ada yg lebih sayang dari pada yg laen

  10. Luhan…Luhan…Luhan…Luhan…Luhan…Luhan…Luhan…….
    Luuuuuhhhhhaaaaannnnn…….kapan peka nyaaaaa
    Taeyeon onnie udhh kesakitaaaannnnn ….. Jangan lamar Seohyun pliss …. Kasihan taeyeon unnie udh ngerasain sakit nya… Tapi luhan mala ngerasa enak nya…peka tolong pekaa kasihhhaaannnn #lebay *-_-
    Lanjut thor ff nya ngena bangetttt

  11. bingung sama sikapnya luhan-_-
    taeyeon miris banget uh:(
    luhan ko tega banget ya’-‘ terus emang ga sadar gitu kalo taeyeon suka?
    sehun sebenernya tau taeyeon suka sama luhan atau ngga?
    next chap di tunggu ya authornim^^

  12. Ksian bgt taeyeon eon, q bcax jd nyesek. Bt luhan cmburu thor, q jgkel sndiri liat sikap luhan yg g peka ma prsaanx taeyeon eon. Next chapx pnjgin y thor lw bsa jgn lma2 y. Pnsran bgt. Hwaiting!!

  13. annyeong author^^ gak tau klau udh update dri kmren. duh tambah sakit di taeyeonnya author!! dia sok tegar bangettt deh, gak tega jadinya-_____-buat luhan cemburu dong author disaat taeyeon lgi sama sehun, kasian kalau taeyeon harus menderita kayak gitu terus. next chapter sangat ditunggu author!! FIGHTING!!

  14. Oh myyy !! Aigoo ! Luhan -_-“” !!!!!! Kenapa engkau tak peka sekaliii T_T . Yaa ampun ,, ksian bngt taenggu … Huhhuu … Penasaran reaksi Luhan nengok taeng nangis .. Nextt !!!!

  15. kasian taeng eonnie, pasti sakit banget tuhhh 😥
    kenapa gak da luhan povnya, thor?
    padahal penasaran ma yang satu itu
    benarkah yg dimaksud luhan sebagai seohyun itu benar” seohyun?
    kalo bener, luhan bener” gak peka 😦 dan gak da perasaan ma taeng 😦 teganya dirinya 😥
    ditunggu next updatenya thor~

  16. Taeng eonni kasian, tapi jg gag bisa nyalahin luhan sepenuhnya sih……
    Thor ditunggu kelanjutannya ya…..

    Fighting

  17. KYAA!!!
    Luhan mau menyatakan cintanya ??!?!
    Aduhh,,taeyeon pasti nyesek banget apalagi yg baca ff ini

    Next chapter ditunggu..

    b^^d

  18. Hiks, hiks *apus air mata #alay
    itu, itu luhannya jahat amat 😥 Huhu.. Taeng sma sehun aja
    haha.. Ny xi hrus dwaspadai, udh kya teroris. Dtnggu next chap!
    FIGHTAENG!!

  19. knp kalau taeng eonni suka luge kok masih menjodohkan sam seohyun
    bikin greget aja lutae ini
    ditunggu next chapternya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s