Tragedy in the mirror Chap 2

leesinhyo

poster credit to ladyoong @posterchannel

Title: Tragedy In the Mirror

Author: Lee Sinhyo

Genre: Tragedy, Mystery

Main Cast: Taeyeon, kai and someone read this ff

Length: chaptered

Haiii kembali dengan chap ke-2 aku harap kalian mau comment dan tidak lagi menjadi siders, tolong dihargai yaa.. 😀

.

.

.

Chapter sebelumnya….

“Kalung itu adalah satu-satunya benda yang dapat mengunci kekuatanmu yang sesungguhnya, semua kekuatnmu ada pada kalung itu, jika kau terus memakainya, kau takkan bisa menjadi sekuat itu, kau tak bisa menghipnotis seseorang. Maksudku,ya, kau memiliki kemampuan yang hebat dalam mengetahui masa lalu dan masa depan. Namun kekuatan selain itu tak bisa kau gunakan, benarkan??” –Kai

“Ne..”-Taeyeon

“Jika saja kau melepas kalungmu.. itu akan menjadi….”

[TBC….]

“Bencana besar. pilihanmu ketika menginjak umur 3 tahun, jikau kau dilepaskan maka kau harus belajar, jika harus disimpan maka kau harus mengontrol. Eomma dan appa memutuskan untuk tidak mencari resiko, mereka menyimpannya. Kalungmu adalah penyegel satu-satunya, tak ada segel lain yang kuat menahan kekuatanmu. Apa lagi didunia semodern ini, dengan kekuatan yang kini hanya dipercaya warga-warga kuno kau akan terasingkan karena kekuatanmu.” Jelas Kai tersenyum simpul kearah adiknya, yang kini shock bukan main.

“Tidurlah.. Beristirahatlah.. Besok kita ada pemakaman.”Belaian yang kai berikan membuatTaeyeon menganggukan kepalanya tanda mengerti.

Taeyeon beranjak menuju tempat tidurnya, kamar yang ada dirumah ini agak kecil, sekalipun tak seluas dirumah sebelumnya, taeyeon lebih merasa nyaman. Hangat, tak seperti rumah lamanya yang dipenuhi bercak darah, dan hawa dingin. Taeyeon merebahkan tubuhnya keatas seprai bercorak teratai hijau. Mata nya mengerjap kesegala arah, merasakan kehadiran mahkluk lain yang memenuhi ruang kecil ini. Tak dikejutkan, setiap senti dunia ini berpenghuni, tak hanya yang tampak, banyak pula yang tidak tampak. Seperti sahabat taeyeon yang satu ini, Pansy. Pansy adalah sesosok lelaki kecil berkisar umur 6 tahun yang tau segalanya, perawakan manis dan dagu tumpul. Pansy sudah 4 bulan terakhir ini menggantikan posisi kingson hantu kelinci jenaka yang berhibernasi kekutub utara. Pansy selalu menemani Taeyeon dimanapun berada. Sepeninggal kedua orangtua Taeyeon, Pansy lah yang ada disebelah taeyeon mendengkap erat tubuh gadis mungil itu, yang meringkuk diatas permadani dikamar besar rumah lama.

“Kau tak tidur?”Pansy menolehkan wajahnya yang manis dengan semburat pipi yang merona, membuat taeyeon tersenyum simpul.

“Kau juga..”

Taeyeon dan pansy saling menatap cukup lama. Taeyeon tau pikiran pansy, iya gundah memikirkan keadaan taeyeon. Pansy takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Taeyeon. Hal wajar seorang goyle selalu perhatian kepada pemiliknya. Goyle ialah pansy, semua makhluk aneh tak terlihat, atau tepatnya makhluk gaib dalam dunia korea kuno disebut goyle, goyle ialah suatu makhluk yang selalu setia mendampingi tuannya, hanya saja mereka hanya dapat menghibur, tak dapat menjaga.

“Lebih baik aku tidur..”Gusar Taeyeon menutupi tubuhnya dengan selimut hingga kekening, dan dengan begitu pansy menghilang layak hologram yang kehabisan baterai.

Taeyeon POV

Tok tok

Ketukan pintu terdengar nyaring, membuat Taeyeon beranjak dari tidurnya. Kai, itu pasti dia. Siap dengan kemeja hitam dan celana bahan hitam ia berdiri dan tersenyum simpul dihadapanku.

“Segera bersiap ya..”

Ditariknya handuk dari jemuran besi sedang dekat kamar mandi. Taeyeon terduduk diatas wc toilet, tanpa menyetujui keharusannya untuk bersiap dan menyemayamkan kedua orangtuanya. Layak sesosok iblis enggan melepas taeyeon dari rumah itu untuk mengucapkan perpisahan terakhir. Namun, tak ingin membuang waktu, gadis itu beranjak dan mulai menyiramkan kubik air ketubuhnya yang berlekuk indah.

7 menit bukanlah waktu yang lama. Untuk seorang gadis itu hanyalah opening ceremony penyikatan gigi. Namun Taeyeon benci bertemu dengan air yang hanya membuang waktunya. Pansy datang melirik seonggok pakaian hitam yang ada diatas ranjang small sizeku.

“Terlihat cantik jika kau pakai..”Hibur pansy tersenyum dengan mata berbinar, ia sudah tertata rapih mengenakan dasi kupu-kupu dan tersenyum cerah. Tak ingin kalah, segera kulekatkan dress selutut dengan renda putih itu ketubuhku.

“Tak salah lagi, sangat cantik.”Geleng Pansy meraih tanganku. Kai telah menunggu diambang pintu tersenyum menggenggam buket bunga tulip kesukaan eomma dan appa. Jelas sekali, bulan madu terindah mereka, belanda. Kala Kai berbincang dengan seorang polisi, aku bersenandung bersama pansy untuk mengihilangkan gelora sendu yang mencambuk hatiku.

“Ayo Taeyeon..”Kai menyediakan sikunya, dan kuraih dengan lenganku. Berjalan beriringan menuju mobil sedan milik keluarga.

“Bagaimana perasaanmu.”Tanyaku tak mentap Oppaku, namun dipenuhi rasa penasaran.

“Tentu saja berduka.”Jawab oppa singkat.

“Hanya itu?”Pansy melirikku, mungkin ia bertanya-tanya ‘memangnya perasaan apalagi yang harus kai hyung keluarkan?’

“Apa lagi?”Pandangnya bingung.

“Tidak.”Singkatku menoleh keluar jendela mobil.

Segopoh tangan dengan warna kulit sexy bronxe skin menengadah keatas kepalaku dan mengusap rambutku perlahan, membuat helainya sedikit bertebaran kepenjuru kepala dan menutup setengah mata kananku.

“Aku tak mengerti rangkian kata cerdasmu itu, cobalah bicara sejels mungkin sekarang. Tak ada lagi eomma yang dapat menerjemahkan pernyataan yang selalu kau alihkan menjadi pertanyaan seperti itu. Hahaha”Iringan tawa renyah Oppa yang jarang kudengar mebuat aku ikut tersenyum.

“Baiklah.”

Gumpal tanah berbatu nisan, tempat kedua orangtuaku bersinggah. Aku memanjatkan doa, membasuh tanahnya dengan sekendi air, mengharap setiap mili kubiknya membawa keberkahan dari tuhan.

Mengharapkan ketenangan mereka disana. Oppa merangkul lenganku memandang gundukan tanah itu, dan megecup keningku. Wajahnya terlihat layu, tertera sekali keletihannya selama ini. Beberapa pejabat kolongmerat appa datang. Beribu pertanyaan terlontar pada oppa yang hanya ia  tanggapi dengan ketidak tahuan. Ingin membuka mulutpun aku tak berani. Yang pasti teman ayah tak mengenalku, mana ada manusia didunia ini yang mengenalku, jelas-jelas aku terkunci 17 tahun dalam ruangan dengan pintu berbau pinus dengan ukiran dipinggirnya.

“Maaf, bukan lancang, kau siapanya keluarga Kim ya?”Tanya seorang bapak, berkumis tebal dan beralis hilang.

“Ak.. Aku..”

“Dia adikku, menderita suatu penyakit, maka itu appa tak pernah membiarkannya bersosialisasi. Kondisinya sangatlah lemah.” Oppa menghampiriku dan menjelaskan dengan dusta yang terucap begitu saja tanpa segelan dan persetujuan dariku atas tuduhan penyakit itu. Aku hanya dapat mengangguk lesu.

Seorang berpakaian serba hitam dengan dasi merah, mencuri pandanganku. Lagak nyakikuk dan bingung. Kakinya ragu untuk melangkah, layak sesosok teroris yang akan membom tempat pariwisata penuh orang, labil.

“Dia siapa?”Aku menunjuk kearah pemuda itu dan oppa hanya menjawab.

“Anak dari salah satu pejabat disini kurasa.”

Topi retro amerika menghiasi rambut bersurai cokelat lumpurnya. Kacamata hitam calvinklein terpampang apik dimatanya. Mencurigakan.

Kenapa aku tidak dapat membaca pikirannya?? Arggh sialan. Kenapa bisa begini, padahal aku bisa membaca pikiran yang lainnya, tapi ada apa dengan pemuda ini?? Apa dia juga memiliki kekuatan? Mungkinkah.

“Kurasa ini waktunya pulang Taeyeon..” Oppa memandangku yang masih kebingungan. Aku segera mengangguk, mencoba menghilangkan pikiran buruk soal pria tadi.

“Aku tadi sempat ingin membaca pikiran seseorang, ia berpenampilan mencurigakan, bertopi retro serta mengenakan kacamat hitam. Namun anehnya, pikirannya serasa terkunci, dan bahkan aku tak dapat membaca secuil pikirannya sama sekali.” Ungkapku ketika mobil sudah melaju menyusuri jalan.

“Benarkah?” Tanya oppa singkat.

“Ya.”

“Hmm.. Aku tidak tau, tapi kurasa tidak ada yang mencurigakan di acara pemakaman tadi. Lagipula semua yang datang adalah orang-orang terdekat appa dan eomma. Tidak mungkin ada yang berniat jahat disana.”Terang oppa. Aku hanya mengangguk pasrah, tapi yang kuyakini pria itu tetap saja mencurigakan.

Tak berselang lama, kami sudah sampai klerumah. Hawanya terasa lebih hangat, akupun sudah cukup lega telah mengantar dan menyemayamkan eomma dan appa ditempat peristirahatan terakhir mereka. Namun rasa lelah menyeruak, dan membuatku ingin jatuh tertidur.

“Ouch!” seonggok peralan perkamen menimpa kepalaku, dan membuat tintanya berceceran dan membekas didahiku. Dimana ini? Benakku berucap merasakan keasingan tepat yang kududki kali ini. Perkamen tadi terbuka, memperlihatkan guratan tinta yang membentuk beberapa kalimat.

Aku tau siapa kamu.. Kamu bukan manusia biasa, wajahmu apik layk kekuatan yang kamu miliki. Kau unik, dan juga cantik. Maaf soal ayah dan ibumu, itu ulahku. Tapi itu bukan salahku, salahmu, salah kakak ku atau salah siapapun. Itu takdir orangtuamu yang berawal akibat masalah yang juga orangtuamu buat. Maka itu imbalan dari masalahnya. Selamat menikmati hari, semoga kau tabah selalu.’

Apa maksudnya? Surat ini ditujukan untukku? Ditulis dengan sangat rapih, siapa yang menulis ini? Siapa yang membunuh kedua orangtuaku.

“Taeyeon.. Taeyeon…” Suara itu menderu ditelingaku mengusik tidurku. Aku terbangun dengan keadaan berkeringat syukurlah itu hanya mimpi belaka. Tetapi setiap lekuk deretnya terasa nyata, bahkan hingga hembusan semilir anginnya pun menggeliutik kulitku dan membuat sekujur tubuhku merinding. Kutengok asal suara tadi, Pansy ternyata. Ia kini tengah melihatku dengan raut khawatir seperti biasanya.

“Kau tak apa? Tadi kau berkeringat dan mendesah beberapa kali, aku sangattt khawatir.”Ujarnya tulus memperhatikan manikku yang terus berkedip mentralisir cahya yang masuk.

“Aku tak apa, Pansy.” Apakah itu sekedar mimpi, atau teka-teki yang harus kutuntaskan.

Tok.. tok…

Terdengar ketukan nyaring dari pintu, aku segera beranjak dan menengok siapa yang ada diluar. Oppa kai mengenakan kemeja dan berbalut jas hitam tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

“Bagaimana?? AKu akan bekerja dan memimpin perusahan hari ini.. Doakan aku ya..”Senyum siumpulnya menghangatkanku, aku menggangguk dan menarik sedikit sudut bibirku membalas senyumnya.

“Pasti.”

“Apa kau mau ikut taeyeon? Hanya sebentar saja sih..”Tanyanya beranjak pergi.

“Kurasa aku dirumah saja, lagipula disini kan banyak te…”

“Baik-baik, jangan buat aku merinding dengan penglihatanmu nyonya kim, aku pergi ya… Jaga dirimu..”

“Pasti.”

Kai POV

“Anyyeonghaseyo.. Kim Jongin imnida, akrab dipanggil kai, saya disini menjabat sebagai direktur menggantikan mendiang ayah saya Kim Byun Suk, saya harap kalian dapat menerima dan bekerja sama dengan saya. Dan saya masih harus belajar banyak, jadi tolong imbing dan ingatkan jika saja saya melakukan hal-hal yang tidak seharusnya saya lakukan, terimakasih.” Aku membuka pertemuan ini dengan pidato singkat, kurasa ini akan menjadi hal yang sulit, setidaknya aku harus terus berusaha.

“Jadi ada yang mau bertanya?”Ucap moderator wanita disebelah kananku. Dan kulihat beberapa orang mengacungkan tanganyya.

“Ya, silahkan.”Ucap sang moderator menunjuk sesosok lelaki paruh baya berkumis.

“Selamat pagi semuanya, dan direktur baru yang saya hormati. Saya ingin bertanya tentang gadis yang anda sebut adik anda kemarin dipemakaman, apakah ia kelak juga akan menjabat posisi anda. Bukan lancing tapi saya harap adik anda terlebih disiapkan mental dan materi agar tidak kaget, apalagi dia seorang wanita.”Tanyanya sopan kepadaku.

“Selamat pagi, soal jabatan selanjutnya belum diketahui, apakah kelak akan menjadi tanggung jawab adik saya, atau kelak anak saya yang akan menggantikan posisi saya.”

“jadi anda sudah punya istri?? Bukan kah anda masih berusia 25 tahun?”Lontar seorang wanita berkacamat disudut ruangan.

“Belum, tapi saya ras itu harus disegerakan..”Jawabku tersenyum.

“Bagaimana dengan program lanjutan kita pak? Apa hubungan antar perusahaan akan terus dijalankan atau kita putus dan mulai dari awal?”seorang anak muda berisi menanyakan hal itu dengan aksen gangnamnya yang kental.

“Kurasa kita cukup terus menjalankan kerjasama tersebut, namun jika memang stabilisasi nya sudah tidak baik maka kita akan putus, dan jika ada dari perusahaan lain ingin bekerja sama maka akn kita diskusikan bersama…” Jelasku.

“Ada lagi yang ingin beratanya?”Moderator disebelahku mengakhir pertamuan ini setelah melihat tidak ada lagi yang ingin bertanya.

“Baiklah, saya rasa pertemuan ini sudah cukup. Kita harap kedepannya perusahaan semakin maju dengan adanya kehadiran direktur baru. Kalau begitu kita tutup pertemua ini. Terimakasih.” Setelah itu orang-orang yang berkumpul dipertumuan ini perlahan-lahan pergi meninggalkan ruangan.

“Untuk anda pak, ruangan anda ada dilantai 6, mari saya antar.” Wanita yang tadi menjabat menjadi moderator itu memandu jalan menuju ruang kerjaku.

Ketika sampai kulihat ruangan ini detail-detail. Terpampang foto keluarga kami disudut meja, berbingkai kayu dengan ukuran kecil. Bau ruangan ini meningatkanku akan parfum yang sering ayah pakai, bau kayu manis. Aku benar-benar merindukannya. Senyum hangatnya terutama, begitupun dengan eomma, rindu secangkir cokelat hangat yang biasa ia padu padankan dengan sepiring kue kismis, pikirku bersender pada sudut meja hitam kayu jati bertempat ditengah ruangan.

Bagaimana jadinya menjaga Taeyeon sendirian? Memahami kalimatnya saja sudah sangat sulit. Jelas sekali ia memiliki dunia yang berbeda, ia sering melamun dan berbicara sendiri, tapi dengan begitu kuharap dia tidak kesepian. Namun aku takut jika saja suatu hal terjadi akibat obsesinya tehadap dunia lain tersebut, kalau begitu apa yang harusku lakukan?? Tiap malam aku menguping pembicaraanya dengan suatu makhluk yang bernama pansy, setiap kuintip hanya ada Taeyeon yang terus berbicara, aku yakin itu adalah makhluk gaib teman taeyeon. Ia sering tersenyum dan tertawa saat malam, sepertinya ia sedang berbicara pada makhluk yang bernama pansy itu. Sungguh menakjubkan menjadi diri Taeyeon, susah dibayangkan kalau itu aku, mungkin saja depresi akan menyeruak dan memenuhi hariku. Mengapa Taeyeon bisa sekuat itu?? Ahhh, yang pasti tuhan selalu member hal yang sepadan dan dapat disanggupi oleh makhluk pilihannya.

TOK TOK TOK

“Ya masuk…”Terdengar suara ketukan pintu, kurasa aku harus sering menerima hal seperti ini selama aku menjadi direktur.

“Pak… Ada perusahaan yang mengajukan proposal kerja sama dan disetujui oleh ayah anda, dan sekarang direktur perusahaan itu menunggu dilobi untuk bertemu dengan bapak. Apa bisa?”Tanya perempuan berdagu kecil itu sopan, kurasa dia ada dibagaian penerimaan tamu.

“Tentu, saya tidak ada pekerjaan apapun kok..” Jawabku santai, yang disambung tawa renyah wanita itu. Kurasa tata bicaraku yang membuatnya tertawa, huhh kurasa aku harus mengambil kelas manner untuk tata karma berbicara.

2 menit berselang, bunyi ketukan pintu terdengar kembali, aku membuka kan pintu, kurasa itu tanda hormat kepada klien, bukankah begitu??

Terlihat sosok muda tampan, berwajah imut. Dapat ditebak kalau ia seumuran denganku. Masih terlihat seperti anak kuliah, hanya saja ia terlihat terlalu manis untuk sesosok lelaki, haha.

“Silahkan duduk… tolong siapkan 2 gelas teh…”Ujarku pada wanita tadi, ia hanya menjawab dengan anggukan.

“Saya Xi Luhan, kami telah mengajukan proposal pada direktur kim dan sepengetahuan saya ia telah meninggal beberapa hari silam, saya turut berduka cita.”Ucapnya setelah kami berjabat tangan.

“Terimakasih atas duka citanya.”Balasku yang canggung dan kaku dalam menyusun kata.

“Santai saja, kitakan sama-sama muda. Ayahku juga meninggal sekitar 2 tahun yang lalu dan akulah yang harus menggantikan posisinya, sama sepertimu..”ia mengula senyum ramah.

“Benarkah?? Apa menurutmu ini berat? Aku belum bisa menyusun kata dengan baik dan formal. Maafkan aku…” Aku menggaruk kepala malu akan tata bicaraku yang jauh dibawahnya.

“Tenang aja, kita bawa santai saja… Jadi, apa kamu menyutujui kerja sama perusahaan kami, kami mungkin akan menanam saham disini.”

“Oooh tentu saja, dengan senang hati. Lagi pula mendiang ayahku telah menyetujuinya terlebih dahulu, jadi kurasa pilihannya pasti tepat dalam memilih mana perusahaan yang berkualitas dan mana yang tidak.”

“Wahh, apa itu pujian? Haha terimakasih…”

“Tentu, akulah yang harusnya berterimakasih. Senang mengetahui banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini. Terlebih banyak yang aku belum mengerti. Oh ya, aku Kim Jongin panggil saja Kai…”Kami berbincang dengan bahasa informal, kurasa ini lebih nyaman. Mungkin dengan kerja sama ini aku dapat belajar banyak darinya.

“Oooh, baiklah. Salam kenal kai.. Oh ya, aku melihat seorang wanita dipemakaman waktu itu, dank au bilang dia adikmu? Aku baru tau kalau direktur kim punya dua anak?” Jelas sekali, pertanyaan ini selalu terlontar dari banyak orang.

“Iya.. Banyak yang menanyakan soal hal itu. Keluarga Kim tak pernah mengumbar soal adikku, ia mengidap penyakit. Dan kondisi nya sangatlah lemah, ia tak pernah bergaul pada social, sepertinya sejak ia lahir ia memang sudah mengidap penyakit seperti itu..”Ceritaku berdusta.

“Oooh begitu, dia manis, tapi ya, dia terlihat agak takut ketika dipemakaman waktu itu. Dan banyak orang yang mengerubunginya dan bertanya-tanya seolah dia orang asing. Aku kasihan padanya..”

“Haha, terimakasih, tapi dia orang yang tegar kok. Aku percaya itu. Maaf jadi curhat begini, oh yam au lihat foto keluarga kami?” Tanyaku menawarkan.

“Tentu.”Aku menyodorkan sebuah figura yang ada dimeja setelah ia menyetujui untuk melihatnya.

“Waah, jujur saja adikku manis, sayang gayanya terlalu kaku, berapa umurnya?”

“Dia berumur 21 tahun.”

“Bagaimana kalau kitamakan siang diluar? Kurasa akan lebih asyik, dan mungkin dengan itu kerja sama kita dapat menjadi semakin baik.”Tawar pria bernama luhan mengulas senyum untuk kesekian kalinya.

“Boleh, bagaimana kalau dirumahku? Kurasa Taeyeon juga belum makan, sekalian kau berkenalan.”

“Taeyeon?” Tanya nya bingung.

“Itu nama adikku…” Kurasa sudah waktunya Taeyeon mengenal dunia, pria, dan hal-hal wajar lainnya. Dengan begitu ia akan lebih kuat menghadapi dunia. Karena suatu saat, jika aku harus pergi lebih dulu, setidaknya ia sudah memiliki benteng yang kokoh untuk menjaga dirinya. Atau memiliki sesosok suami yang dapat menjaganya. Dan kuharap itu pria baik seperti Luhan.

“Kajja…” Aku berjalan menuju basement bawah.

“Naik mobilku saja ya.. Aku yang traktir.”Ujarku akrab, ia menggangguk lalu tersenyum.

Kami sudah membeli 3 bungkus jeongol, beberapa pak teokbokki dan beberapa camilan lain. Aku memarkirkan mobil digarasi rumah.

“Rumah yang manis…” Komentar Luhan melihat sekeliling taman.

“terimakasih, kamu baru saja pindah kesini.”

Tok tok tok

Aku mengetuk pintu, tak lama sesosok gadis yang tak lain adalah taeyeon mengintip dari lubang mata pintu kayu tersebut.

“Ini oppa..”Seruku tersenyum padanya. Segera ia buka pintunya lalu melirik pria disebelahku dengan tatapan aneh.

“Kenapa? Dia teman oppa…”Aku mengusap kepalanya, ia hanya diam lalu berlalu pergi tanpa mempersilahkan aku dan luhan masuk. Tapi ketika kami masuk, aku mendengar bunyi alat dapur yang ditata. Ternyata ia menatanya untuk makan siang kali ini, kurasa tanpa diberitahu ia pasti sudah tau.

“Itu adikmu? Dia tidak terlihat sakit, hanya sedang badmood saja…”Komentar Luhan untuk kesekian kalinya tentang hal-hal dirumah ini.

“Yaa.. kuharap begitu…”Ujarku pelan.

Kami bertiga duduk dimeja makan, taeyeon berada di kiri meja, sedangkan aku dan luhan dikanan meja. Taeyeon bahkan hanya mengaduk jeongolnya tanpa selera, melihatnya saja sudah tidak mau, kurasa itu yang ia pikirkan, tapi aku kan tidak dapat membaca pikiran sepertinya.

“Kenapa tidak dimakan?”Tanyaku melihatnya lembut.

“Tidak lapar.” Jawabnya yang lalu dilirk luhan dengan tatapan lembut.

“Kau nanti makin sakit..” Ujar luhan melihat manic mata taeyeon yang masih merunduk focus pada jeongolnya.

“Aku tidak sakit, aku hanya bingung kenapa kau berpakaian retor amerika dipemakaman berdecak layak kau ingin melakukan suatu hal berbau kriminalitas itu tertera diotakmu..” Sontak Luhan dan Kai langsung terbelak.

“Kau siapa? Kau bukan salah satu teman ayah, kenapa aku tak dapat membaca pikiranmu? Apa kau sama denganku? Kau punya goyle?” Taeyeon terus menyerbu luhan dengan hujaman pertanyaan.

TO BE CONTINUEDD

Hollaaaa maafkan aku, lag imager nulis ff dan the endnyaaaaa its epic failed, tapi kuharap kalian mau baca. Jangan jadi silent reader ya temannn… pliss dari lubuk hati sinhyo yang terdalam dan seluas samudera hindia pasifik iniiii (sinhyo ketularan alaynya temanz temanz)

Advertisements

50 comments on “Tragedy in the mirror Chap 2

  1. waahh akhirnya update jg authornya…
    qqeereennn thorr…
    aaaa…….
    penasaran sama nextnya…

    next chap d tngguuu….

    FIGHTING

  2. deng deng deng….
    apakah luhan benar” sama seperti taeng??
    dan siapa yg telah membunuh kedua ortu taeng?
    hiiih bikin penasaran aja
    ditunggu yah next update tpi jangan lama” juga thor 😀

  3. Wahh semakin penasarann. Bagus banget ceritanya. Tapi ada sedikit kritik ya author, mungkin lebih enak lagi dibacanya kalo bahasanya lebih baku, hehehe udah sih itu aja. Semangatt ^^. Jangan lama lama post next chap nya ya

  4. Daebak thor !! ^^
    Jdi… Luhan pnya kekuatan kya Taeyeon ?? Siapa yg bunuh orangtuanya Taeyon ?? Apa Luhan ?? Spertinya tidak mngkin…

    Masih bnyak pertanyaan thor !! 😀
    Next chapnya jngan lma2 ya thor !! Dtnggu ! 😉
    Fighting!!

  5. Daebak, siapa yang bunuh orang tauanya tae eonni thor?
    luhan opppa memiliki kekuatan yang sama ya dengan tae eonni?
    ierus someone itu siapa thornim?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  6. Masih sedikit bingung sama sifat taeng. Tutur katanya susah di mengerti. Itu luhan siapa thor?? Org yg ngirim taeng surat dalam mimpinya ya?? Dan juga yg bunuh ortu nya taeng siapa?? Masih banyak teka teki di ff ini. Dan jujur thor penulisan ff ini sdikit kurang mengerti maksud nya. Entah aku yang tak paham mungkin ya. Ahh molla
    Okee deh thor next part di tunggu banget y. FIGHTING 😀😀

  7. jangan” luhan yg bunuh?….atau luhan disini sebagai penyelamat hidup kai sama taeyeon???….ahhh bingung chingu…beneran deh…ini karena udah lama gak baca chapter satu sih….nunggu ff ini lama banget sumpah…chapter tiga jangan lama yah thor …fightingg:)

  8. akhirnya update jg ne ff thor…
    siapakah luhan, ap dy pny kkuatan jg sma kya taeyeon????
    penasaran thor…..
    update nya jgn lma2 ya thor…
    fightaeng!!!

  9. Jeng jenggggg
    Akhirnya ketemu luhan/?
    Lah itu luhan yg ngirim surat? Apa gmn?
    Aaaaaaa penasarannn
    Nice story thoooor
    Next chapt ditunggu yaaaa

  10. Aaaa ada Luhan oppa
    Kira2 yg ngebunuh ortunya KaiYeon siapa?
    Yg nulis surat siapa?Luhan oppa?
    Terus Luhan oppa itu sama kek Taeng eon kah?
    Next thor

  11. Aaahh keren, itu luhan gimana? Aduhh makin penasaran banget sama ini ff… Thor pokoknya dilanjut yaa, udah penasaran nih hwhw

  12. adududuudh jado semakin rumit dan bikin penasaraaaaan. siapa ya luhan itu? jangan2. huuuuu ayo tjpr dilaanjut wkwk penasaran bgtttt

  13. LuTae♡♡ serem juga nih taeyeon astaga -_- oh jadi laki2 itu luhan, wah makin seru kalau luhan juga punya goyle sama kaya taeyeon hihi next ditunggu thor

  14. Keren kerennn !!! Jadi itu yg taeng nampak Luhan ??? Apa jangan” mereka sama ?? Kyaa !!! Penasarannn !!!! Next ditunggu !!

  15. YEAY…. chap 2nya udh mncul XD
    Aweeee….. Kai tga bnget msa adiknya dbilang pnya pnyakit…..
    Pansy…. lcu deh dia slalu ngehibur Tae eonn trus dia jga khawatir sma Tae eonn
    udh dga deh… klau prianya imut udh psti itu Luhan,… XD
    WHAT…. jdi Luhan yg di pmakaman itu…. O_o
    Wksss…. nggung Thor Chapnya kpendekan WKwwkwkwk….
    itu apa yg terjdi slanjutnyaaaaaaaaaa……… -_-
    Thor Chap 3nya jgan lma” yaa…. 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  16. Ini apaaaaaaaa ada luhan omaigattttttt …..
    Tbcnya nanggung yaampunnnnn
    Btw masih bnyk typo thor,coba lebih teliti lagi yaaaa
    Authorjjang !!!!!

    • huhuhu iya keterbatasan staff yang sadar, membuatku jadi rada gimana gitu eon, karena bingung dengan hilangnya beberapa staff tanpa pemberitahuan, akhirnya kudelete deh blognyaaa T_T maaf gak ngasih tauu

  17. Sebenarnya ini.keren thornim hanya mungkin karena keterbatasan pengetahuanku aada beberpa kata yg aku gak tahu hehe dan aku sepakat sama Kai kalau katakta Taeng itu susah dimengerti haha lanjut thornim 🙂

  18. Bikin penasarannnn thorr jinjaaa, siapa yg ngebunuh ortunya taeng? Ditunggu chapter selanjutnya ya thor hwaitinggg😘💕

  19. mian thorr telat komennya..
    btw Luhan orang jahat yah? lalu punya goyle? lalu sama kayak Taeng eonni gitu? Wahh daeebakk.. next chap sangat ditunggu untuk mengetahui lebih rincii nii.. keep writing 🙂

  20. Huwa ini lutae.. Kirain kaiyeon… Luhan itu punya kekuatan sama kayak taeyeon ya.. Wah siapa luhan dan kenapa org tua taeyeon meninggal masih misteri? Ditunggu lanjutnya thor…

  21. Waahh akhirnya update juga thor!!
    Daebak ff nya thor,dan lagi2 TBC nya mengganggu.. ih kzl kzl kzl,wkwkwk
    BTW next chap jangan lama2 ya thor!! Jeball.. ^^
    Fighting!!

  22. Seru sekali sangat seru. Ah udab speechless sampe awkward gini thor, tolong dilanjut yaaa segera!.g

  23. Uwaaaah akhirnya di post juga ini ff. Daebak thor. Di tunggu loh thor next chapnya, jangan lama lama yak#plakk 😁
    Fighting thor!! 😉

  24. Ohh cast namjanya luhann #ngangguk2
    tpi knp hrus tbc thoorr ??
    Dtnggu bingits #alay next chap
    FIGHTAENG!!

  25. Sebenernya luhan itu siapaaaaaaaa
    Sumpah thor penasaran bangettttt. Btw turut berdukacita atas kematian orangtua taeyeon di ff ini. Taeyeon disini misterius bangetttt jadi penasaran………..
    Ditunggu chapter selanjutnyaaa semoga happy ending ya thorrr. semoga ketahuan luhan siapa di chapter selanjutnya.
    Jangan lupa Kabulkan doa readers mu ini ya thorrr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s