[FREELANCE] Somethin Kinda Crazy (Chapter 1)


Title: Somethin Kinda Crazy

Author:Unicorn

Main Cast: Kim Taeyeon, Xi Luhan

Length: Multichapter

Genre: Romance, School life, Family, other.

Disclaimer:

all Characters are belong to god, their family. 100% mine. Plagiator, SILENT READERS and re-publish aren’t allowed!!

A/N

Hallo! This is me: unicorn. Mianhae, i had didn’t post ff “wanna be yours” early. if you know, i’m very busy with my school. As apologize, i made this fanfiction to makes you guys who waited my other ff. Sorry guys and pls have an enjoy. happy reading.

SOMETHIN KINDA CRAZY

bel kelas sudah berbunyi sedari tadi. Para siswa dan siswi pun sudah bergegas keluar dari kelas untuk kembali ke rumah atau tempat tujuan mereka yang lain. Tapi entahlah apa yang terjadi pada Kim Taeyeon hari ini. Ia tetap menempelkan pantat datarnya di kursi sambil menidurkan kepalanya di meja sedari tadi. Sejak Shin Saem mengajar pelajaran Fisika.

Ia melamun. Kini kelasnya sudah kosong. Jessica dan Seulgi yang tadinya terus terusan membujuknya untuk ikut dengan mereka akhirnya pasrah dan meninggalkan Taeyeon sendirian. Tidak biasa bagi Taeyeon untuk menolak ajakan kedua sahabatnya sejak sekolah menengah pertama tersebut. Tapi lain hal jika mereka yang ketika jam istirahat pertama telah merusak suasana hati Taeyeon dengan kalimat kalimat yang terlontar dari mulut mereka.

Menyebalkan dan sulit dicerna. Ralat. Menyebalkan, sulit diterima dan menyedihkan. Itulah fakta. Arti sesungguhnya.

FLASHBACK

1st Break Time

“Taengo, apa kau akan mengikuti acara ulang tahun Seohyun? Kau mendapatkan undangan darinya, bukan?” tanya Seulgi sembari menarik narik pelan langan Taeyeon yang sedang membaca komik Jepang miliknya.


(Kim Taeyeon. 16 years old. Luhan’s Sister. She hearted Luhan but actually she hated that boy because his ‘freaking’ hobby. Loves Lay. Jessica&Seulgi’s friend since junior high school)

Taeyeon mengangguk.

“Sepertinya begitu. Eomma ku sudah membelikan dress yang sangat rumit bahkan hanya untuk dilihat. Aku benar benar bingung dengan cara berpikir Eomma ku” ujar Taeyeon sambil terus membaca.

Jessica menolehkan kepalanya ke arah Taeyeon lalu tertawa jenaka.

“Lalu apa Eomma mu juga membelikan dress untuk Luhan?”

Untuk sedetik setelah Jessica meluncurkan pertanyaan dari bibir mungilnya, Taeyeon langsung berhenti membaca dan menatap jessica dengan tatapan horror. Pertanyaan gadis bak Barbie itu cukup membuat kupingnya berdenging.

“Tentu saja tidak. Tapi… sebetulnya iya…… tapi aku sudah membuang gaun itu!” sungut Taeyeon dengan nada suara yang lebih tinggi. Ia sendiri tidak yakin dengan ucapannya. Karena ia sendiri tahu jika dirinya bukanlah tipe yang bisa berbohong.

Jessica dan Seulgi melemparkan tatapan genit mereka untuk menggoda Taeyeon.

“Apa kau yakin? Jangan jangan dress yang akan kau gunakan nanti malam adalah dress yang dibelikan Eomma mu untuk Luhan” ujar Jessica lalu terkikik geli.

“Apa itu benar Taengu? Jadi Eomma mu tidak membelikanmu gaun tapi justru membelikannya untuk Luhan??” tanya Seulgi dengan ekspresi berlebihan.

Wajah Taeyeon memerah. Ia merona. Bukan karena tersipu melainkan karena malu. Tebakan kedua sahabatnya memang benar. Eomma nya memang tidak membelikan gaun untuknya, melainkan untuk Luhan. Adiknya.

Perlulakah dikonfirmasi jika Luhan adalah seorang pria? Oh baiklah, kalian memang perlu tahu. Kim Luhan memang pria sejati. Pria tulen. Pria straight. Atau apalah sebutan lainnya. Tubuhnya menujukkan kepada orang orang jika dia adalah seorang dari satu miliar umat Adam di dunia ini, tapi tidak dengan kebiasaannya.

Kebiasaan yang bisa dibilang gila, tapi juga bisa dibilang menakjubkan. Kebiasaan pria itu adalah: menjadi seorang wanita.

Terdengar aneh, tidak masuk akal dan menjijikkan. Tapi itulah Kim Luhan. Kebiasaan mungkin merupakan suatu kata yang ralat. Itu bukan lagi suatu kebiasaan bagi Luhan, tapi sudah memasuki garis lingkup ‘Hobby’

Hobi yang sangat gila. Tapi dibalik hobinya yang suka menggunakan wig, make up dan bahkan seragam putri ke sekolah, Luhan juga bisa menjadi seorang pria yang sangat mature dan tampan.

Bisa dibilang, Luhan adalah mahluk ciptaan Tuhan yang hampir mencapai kata sempurna.

“T-tentu saja tidak!” sungut Taeyeon dengan sedikit menunduk

Jessica dan Seulgi terkekeh geli lalu Jessica menepuk pundak Taeyeon beberapa kali.

“Iya iya, lagi pula itu bukan hal penting. Kami hanya ingin menggodamu saja” ujarnya lalu mengerling.

“Taeng, pulang sekolah nanti aku ke rumahmu ya. Aku akan membantu mu make up untuk pesta Seohyun” ujar Seulgi semangat sambil mengangkat kedua jempolnya ke langit.

“B-baiklah” jawab Taeyeon ragu. Karena meskipun sudah menjadi murid kelas 2 SMA. Taeyeon tidak pernah menyentuh make up sedikit pun. Ia bahkan tidak memiliki lipbalm, lipstick dan lain lain.

“Yahhhh… aku juga ingin pergi ke rumahmu. Tapi Kris oppa pasti tidak mengijinkannya” sungut Jessica sambil mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon dan Seulgi menatap Jessica dengan tatapan bingung.

“Memangnya kenapa tidak boleh?” tanya Seulgi

“Ngh… mian Taeng, tapi Kris oppa bilang kecantikanku akan berkurang jika aku terus terusan dekat denganmu. Tapi aku tidak mengubrisnya! Meskipun dia bilang seperti itu, aku tetap ingin dekat dengan Taeng” jelas Jessica lalu sedikit merengek di akhir kalimatnya.

Taeyeon mengepalkan tangannya, geram. Ia tahu jelas dengan mahluk bernama Kris atau Kris Wu tersebut. Pria dengan tinggi di atas rata – rata, berwajah tampan, dingin dan super menyebalkan. Ia adalah sahabat dekat Taeyeon sejak sekolah dasar. Walaupun sahabat dekat, Kris memang selalu menggunakan kata – kata pedas untuknya.

Ia sendiri bingung mengapa Jessica bisa jatuh cinta dengan Kris, bahkan hingga menjalin hubungan hingga sekarang. tapi sebagai sahabat, melihat keduanya bahagia adalah kebahagiaannya juga.

“Jerk Giant!” gumam Taeyeon geram

“Ya! Jangan ejek Kris oppa-ku dengan sebutan ‘Giant’ terutama ‘jerk'”

“Benarkah Kris Sunbae mengatakan hal itu? Tapi kau memang perlu sedikit dipoles Taeng” ujar Seulgi

Jessica yang hampir saja menelepon Kris untuk mengadukan Taeyeon seketika batal ketika mendengar penuturan Seulgi.

“Yup benar. jika saja kau sedikit berdandan, kau pasti akan sangat cantik. Kau itu cantik Taeng, bahkan lebih cantik dariku. Tapi kecantikanmu itu tertutupi oleh rambut mu yang selalu diikat dua ini” ungkap Jessica sambil menyentil rambut Taeyeon yang diikat dua bawah dengan jari lentiknya.

Taeyeon hanya diam.

“Tapi bagaimanapun juga kau kalah telak dibandingkan dengan Luhan” celetuk Seulgi. Seketika Jessica langsung menatap Seulgi dengan tatapan terkejut, begitupun Taeyeon.

“A-ah, maksudku bukan seperti itu Taeng”

Taeyeon tersenyum masam.

“Tidak apa”

FLASHBACK END

Taeyeon mempoutkan bibirnya. Ia merasa ‘tak enak karena sudah membuat Seulgi jadi merasa bersalah. Bahkan karena itu, Seulgi tidak jadi ke rumahnya.

Gadis itu mengehela nafas. Ia ingin pulang. Bisa bisa pagar sekolah sudah ditutup. Baru saja Taeyeon berdiri dari duduknya, ia sudah dikejutkan dengan seorang pria yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu kelasnya.


(Kim Luhan. 15 years old. Taeyeon’s brother. Had problem with his heartbeat when together with his sister named Kim Taeyeon)

“Omo!!” pekik Taeyeon

Luhan – pria itu mendengus lalu berjalan mendekati Taeyeon.

“Noona kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu noona dari tadi di depan gerbang” rengek Luhan dengan tangan yang dilipat di depan dadanya. Taeyeon sangat bersyukur karena hari ini Luhan menggunakan seragam pria.

“Salahmu karena menungguku”

Luhan menghela nafas. “Kalau begitu ayo kita pulang. Kita harus bersiap siap ke pesta ulang tahun Seohyun.” Ujar nya

Taeyeon menatap Luhan dengan tatapan intens.

“Kubunuh jika kau berniat menjadi wanita nanti malam” ancam Taeyeon

Luhan terkekeh geli lalu mengusap pucak kepala Taeyeon dengan penuh kasih sayang.

“Memangnya kenapa? Kau cemburu jika seluruh perhatian pria di sana akan tertuju padaku?” tanya Luhan. Ia duduk di atas meja Taeyeon.

“Tidak. Aku tidak cemburu. Untuk apa aku cemburu? Kau tahu jika aku bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian sepertimu” ungkap Taeyeon sambil menatap sepatunya.

Luhan mengangguk mengerti. “Noona, ayo kita pulang. Tubuhku berjamur karena menunggumu” rengek Luhan sambil menarik – narik baju Taeyeon. “Ya! Apa kau gila? Bajuku bisa koyak jika kau tarik seperti itu!” seru Taeyeon lalu menepis tangan Luhan darinya.

Luhan hanya memberikan Taeyeon senyuman lebar nan konyol miliknya. “Biar saja. Aku memang ingin melihat bentuk tubuh noona ku” ujarnya. Taeyeon membulatkan matanya terkejut lalu menoyor kepala Luhan kesamping.

“Cuci otak mesum mu itu dengan sabun” sungut Taeyeon. Gadis itu berjalan keluar dari kelas meninggalkan Luhan. Luhan yang melihat tingkah noona nya yang sedang marah itu hanya terkekeh geli. Ia mengusap kepalanya yang beberapa detik lalu Taeyeon sentuh dengan jari mungil gadis itu. Luhan tersenyum. Entahlah, tapi setiap Taeyeon menyentuhnya Luhan akan merasa sangat senang.

Pria itu turun dari meja Taeyeon dan bergegesa lari menyusul Taeyeon.

SOMETHIN KINDA CRAZY

“Eomma!!!” pekik Taeyeon saat mendapati sebuah dress berwarna kuning dengan panjang sekitar 20 cm dari lututnya tergantung di paku yang tertancap di dinding kamarnya. Gadis itu menutup mata menggunakan kedua tangannya. Ia terlalu takut untuk melihat dress minim itu. Sejak kapan dan dari mana asalnya ia bahkan tak tahu.

Nyonya Kim datang dengan tergopoh – gopoh masuk ke kamar Taeyeon dengan wajah cemas. “Ada apa Taeng?” tanyanya bingung. Taeyeon mendengus lalu menunjuk dress tersebut. “Milik siapa itu Eomma? Kenapa ada di kamarku? Siapa yang meletakkannya di sini? Eomma? Atau Luhan?” tanya Taeyeon bertubi – tubi.

Nyonya Kim menghela nafas. “itu dress yang akan kau gunakan ke pesta Seohyun nanti malam sayang” ujar nya. Taeyeon membulatkan kedua matanya. “Mwo? Andwae!! Aku tidak mau Eomma! Lebih baik aku tidak usah datang ke pesta itu” sungut Taeyeon kesal.

“Bukankah dress yang akan kugunakan itu panjang? Kenapa berganti jadi yang ini?” tanya Taeyeon frustasi. Ia menghentakkan kakinya ke lantai geram. Dengan cepat Taeyeon mengambil dress tersebut dan menyodorkannya kepada Nyonya Kim.

“Buang saja dress ini Eomma. Aku tidak usah datang ke pesta itu” ujarnya.

Baru saja Nyonya Kim ingin mengambil dress tersebut, niat wanita paruh baya itu batal ketika Luhan secara tiba – tiba datang dan merebut dress tersebut.

“Eomma sudah membelinya untukmu dan kau justru tidak jadi menghadiri pestanya?” ujar Luhan sambil menatap dingin Taeyeon. Gadis itu mengerutkan keningnya lalu meletakkan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan pingganya. “Memangnya kenapa? Aku tidak mau menggunakan dress itu, lalu kenapa? tanya Taeyeon menantang Luhan.

Luhan mengangguk mantap. “Tentu saja. Kalau begitu aku akan berdandan seperti wanita dan menggoda Lay hyung” ujarnya santai. “Ya!!” pekik Taeyeon dengan wajah yang memerah. Luhan memang tahu jika Taeyeon menyukai Sunbae nya yang bernama Lay tersebut. Tapi sayang, Lay tidak menyukai Taeyeon. Sederhana, cinta bertepuk sebelah tangan.

“Kalau noona tidak mau hal itu terjadi. Lebih baik noona pakai baju ini dan aku tidak akan berdandan menjadi wanita. Menurut saja noona” ujar Luhan. Taeyeon tampak berpikir. Ia ragu. Pasti. Untuk melihatnya saja tubuh Taeyeon gemetar. Bagaimana tidak? Yang Taeyeon tahu dress yang akan digunakannya adalah dress rumit yang panjang hingga mencapai bawah lututnya yang telah disiapkan Nyonya Kim beberapa hari yang lalu. Ia sama sekali tidak menduga jika dress itu telah hilang entah kemana dan digantikan dengan dress yang lebih menyeramkan seperti itu.

Taeyeon menghela nafas lalu mengangguk. Ia tidak ingin Lay sampai tertarik pada Luhan versi wanita dan membuat cerita cintanya semakin rumit.

“Baiklah” ujar Taeyeon.

Luhan tersenyum lebar. “Kalau begitu segera pakai. Aku ingin ganti baju dulu. Kalau urusan make up, biarkan aku yang memakaikannya” ucap Luhan lalu berjalan keluar kamar Taeyeon diikuti Nyonya Kim di belakangnya.

Taeyeon masih setia memperhatikan dress tersebut lalu akhirnya menggelengkan kepalanya beberapa kali. Taeyeon menutup pintu kamarnya. Ia melepas ikatan rambutnya dan membirkan surai hitam pekat itu tergerai. Dengan santai, Taeyeon mulai membuka baju seragamnya. Mulai dari dasi, blazer, kemeja dan terakhir rok berwarna biru nya, menyisakan bra dan panty yang berwarna seragam, warna putih. Gadis itu bercermin lalu menghela nafas.

“Ingin dilihat dari sudut manapun, tubuhku ini memang sangat tidak menggiurkan. Pantas saja tidak ada pria yang mau denganku” gumam Taeyeon. Gadis itu melirik jam dan dengan sigap langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Taeyeon lansgung mengenakan dress tersebut dengan tergesa – gesa. Mengingat jam sudah menunjukkan pukul 19.25 KST.

Gadis itu memberengut kesal ketika tangannya tidak mencapai retsleting dress tersebut yang terletak di punggungnya. Ia menghela nafas. Ia ingin lebih berusaha menarik retsleting dress itu ketika Luhan dengan sangat tiba tiba membuka pintu kamar Taeyeon dan memunculkan kepalanya .

“Kau sudah selesai?” tanya Luhan. Taeyeon terkejut setengah mati lalu dengan sigap langsung memunguti bra dan panty yang dilepasnya tadi lalu melemparnya ke dalam kamar mandi. Taeyeon menatap Luhan dengan tatapan kesal. “Bisakah kau mengetuk terlebih dahulu? Ini adalah kamar wanita bodoh” sungutnya.

Luhan hanya mengedikkan bahu tak peduli lalu berjalan mendekati Taeyeon. “Apa masalahmu? Kenapa tidak selesai dari tadi?” tanyanya. Taeyeon menunjuk punggungnya. “Retsleting dress bodoh ini tidak bisa kugapai menggunakan tanganku” ungkap Taeyeon. Luhan mengangguk mengerti lalu langsung membalik tubuh Taeyeon agar membelakanginya.

Untuk kali pertama Luhan melihat langsung punggung Taeyeon yang terekspos dan pria itu tak dapat menahan wajah meronanya. Ia menelan ludahnya dengan sulit ketika melihat bra strap hitam Taeyeon yang terpasang dengan rapi di punggung mulus gadis itu. Rambut Taeyeon yang diangkat oleh gadis itu untuk mempermudah Luhan menarik retsleting justru membuat Luhan semakin sulit bernafas. Leher jenjang nan mulus berwarna putih susu dan sedikit rambut yang berjatuhan di pinggiran leher Taeyeon membuat jantung Luhan berdegup jauh lebih kencang. Membuat si empu takut jika jantungnya dapat segera keluar dari rongganya saat itu juga.

Walaupun Luhan memiliki hobi yang sangat aneh, yaitu: berdandan seperi wanita. Ia tetap memiliki nafsu seperti pria lainnya. Itu tidak aneh, melainkan hal yang wajar. Tapi ayolah, Luhan dan Taeyeon adalah saudara. Akan sangat tidak masuk akal jika Luhan bernafsu pada noona nya sendiri.

“Kenapa lama sekali?” tanya Taeyeon

Luhan berdeham. Ia gugup. Pria itu langsung menarik retsleting tersebut ke atas sehingga punggung Taeyeon tertutup. “Sudah” gumam Luhan,

Taeyeon membalik tubuhnya. Ia menatap Luhan dengan pandangan aneh. “Kenapa wajahmu memerah?” tanya Taeyeon. Luhan menggeleng pelan. “Tidak apa. Cepatlah ke kamarku. Kau harus menggunakan make up” ujar Luhan sedikit menunduk lalu berjalan keluar. Pria itu berusaha menutupi wajahnya yang memerah.

SOMETHIN KINDA CRAZY

“Cepatlah duduk noona. Kita bisa telat” ujar Luhan memohon. Sedari tadi Taeyeon bersikeras berdiri dan berpegangan pada besi ranjang luhan. ia menatap Luhan yang sedang memegang lipstick berwarna merah dengan tatapan horror.

“Aku sudah menggunakan BB Cream. Aku tidak perlu menggunakan itu” ujar Taeyeon bersikukuh. Luhan menghela nafas kesal. ia berjalan mendekati Taeyeon dan dengan satu gerakan menarik pinggang Taeyeon ke dalam pelukannya dengan kuat dan satu tangannya lagi dengan sigap dan terlatih mewarnai bibir ranum Taeyeon dengan lipstick.

Gadis itu memberontak dengan mendorong bahu Luhan. tapi percuma, tangan Luhan memeluk pinggang ramping Taeyeon dengan sangat erat sehingga gadis itu tidak dapat bergerak ke mana mana karena tubuh keduanya yang tidak memilik jarak.

Setelah sekitar 5 menit terkuras. Luhan melepaskan pelukannya dan menatap hasil karyanya dengan tatapan bangga.

“Kau cantik sekali” gumam Luhan

Taeyeon memberengut. Ia memukul dada bidang Luhan. “Dasar menyebalkan. Apa aku terlihat seperti seorang Ahjumma?” tanya Taeyeon sambil bercermin. Luhan hanya mendengus kesal. “Itu karya ku yang terbaik noona, aku bahkan tidak pernah menggunakan lipstick sebagus itu pada bibirku sendiri” ungkap Luhan tersindir. Taeyeon mengedikkan bahunya. “Memang sudah seharusnya kau tidak menggunakan lipstick namja pabbo”

Luhan merotasikan kedua bola matanya lalu berjalan mendekati sebuah lemari kayu di dekat kamar mandi di kamarnya tersebut. Ia mengambil sepasang high heels berwarna hitam dengan bracelet perak yang sangat indah lalu menutup kembali pintu lemari tersebut. Luhan menghampiri Taeyeon dan berjongkok di depan gadis itu.

“Pakai ini noona” ujar Luhan. pria itu membantu Taeyeon yang sama sekali tidak pernah memakai sepatu high tinggi untuk memasukkan kedua kaki mungilnya. Setelah selesai, Taeyeon langsung berpegangan pada tangan Luhan. ia merasa jika ia tidak berpegangan, ia akan jatuh saat itu juga.

“Aku tidak bisa memakai sepatu ini Lu, aku ingin menggunakan sepatu sport saja” sungut Taeyeon. Luhan menatap Taeyeon dengan shock. “Kau berbaju seperti ini tapi ingin bersepatu sport? Apa kau gila?” tanya Luhan tak habis pikir. Taeyeon hanya mempoutkan bibirnya. Mungkin Luhan benar, ia pasti akan terlihat sangat konyol jika menggunakan sepatu sport.

Luhan menggandeng tangan Taeyeon. Membuyarkan lamunan gadis itu. “Ayo kita berangkat noona”

SOMETHIN KINDA CRAZY

“Omona!!! kau sangat cantik!!” pekik Nyonya Kim begitu melihat Taeyeon dan Luhan keluar dari kamar.


Taeyeon tersenyum malu malu dan ketika ia mendapati Luhan menatapnya dengan tatapan kesal, Taeyeon langsung berdeham. Ia tahu jika Luhan merasa tersindir. Nyonya Kim tersenyum hangat. “Luhan kau sangat tampan” ungkap Nyonya Kim sembari mengangkat kedua jempolnya. Luhan hanya diam lalu menyisir rambutnya menggunakan sudut sudut jarinya.


“Itu pasti Eomma” ujarnya membanggakan diri.

“Jangan berlebihan. Cepat berangkat” sungut Taeyeon lalu berjalan mencium pipi Nyonya Kim. “Jika acaranya sudah selesai, langsung pulang dan jangan kemana mana mengerti?” ujar Nyonya Kim yang disahuti anggukan kepala dari Luhan dan Taeyeon.

“Kalian tahu jika Appa kalian pasti akan sangat marah jika kalian pulang terlalu malam”

Taeyeon tersenyum. “Kami mengerti Eomma. Tapi Eomma tidak apa ‘kan sendirian di rumah?” tanya Taeyeon. Nyonya Kim tertawa. “Memangnya kalian akan pergi berapa lama? Lagi pula Eomma sudah terbiasa di rumah sendirian. Dan Appa mu juga akan pulang sebentar lagi.” Ujar Nyonya Kim

SOMETHIN KINDA CRAZY

Taeyeon dan Luhan segera turun dari mobil yang dikendarai oleh Luhan ketika sampai di kediaman keluarga Seohyun. Sudah ada begitu banyak tamu yang datang. Baru saja Taeyeon dan Luhan melangkahkan kaki mereka ke dalam rumah megah keluarga Seohyun, mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian. Terutama pada Taeyeon, semua orang sangat shock dengan perubahan drastis pada gadis itu.

Merasa menjadi pusat perhatian, Taeyeon langsung menundukkan kepalanya malu. Ia yang tadinya merasa tidak begitu peduli dengan dress minim itu sekarang merasa sangat tidak nyaman karena orang orang memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dan berkali – kali.

“Taeyeon-ah!!!” Taeyeon langsung membalik tubuhnya saat mendengar suara familiar tersebut. “Jessica, Kris, Seulgi” ujar Taeyeon sambil tersenyum.

“God!!! Taeng kau sangat cantik!!! Dan err… kau sexy sekali” ungkap Jessica dengan wajah takjub. “Taengu, kau yang paling cantik hari ini. Sudah kubilang jika kau berdandan kau pasti sangat cantik. Ucapanku memang benar” ujar Seulgi tak kalah heboh.

“Lu, apa kau yang merombak di pendek ini?” celetuk Kris tiba – tiba membuat Taeyeon yang mendengarnya menjadi sangat kesal. “Diam kau Giant” sungut Taeyeon. Kris hanya mengedikkan bahunya tak peduli.

Tiba – tiba seorang gadis cantik berambut hitam panjang datang. Ia sangat cantik dan manis. Ialah gadis yang hari ini berulang tahun dan membuat acara sangat mewah seperti ini. Namanya Seo Juhyun. Atau lebih sering dipanggil Seohyun.

“Sunbae-deul” panggilnya sambil tersenyum manis.

“Ah Seohyunnie, happy birthday” seru Jessica girang.

“Ne, Saengil chukkae Juhyun-ah” tambah Seulgi.

“Selamat ulang tahun” ucap Luhan datar

“Happy birthday” ujar Kris tanpa ekspresi

“Seohyun-ah, unnie membelikanmu ini. Semoga kau menyukainya” ucap Taeyeon sambil memberikan kotak yang dibungkus dengan kertas berwarna cokelat tua dan dibalut dengan pita berwarna pink. Sangat manis.

Seohyun menerima hadiah dari Taeyeon dengan senang hati.

“Gamsahamnida Sunbae-deul” ucapnya lalu membungkukkan tubuhnya.

“Sunbae. Nikmati pestanya ya. Aku ingin menghampiri temanku dulu” ujar Seohyun dan setelah menerima anggukan dari Taeyeon, Seulgi dan Jessica ia langsung bergegas pergi.

“Hey, bagaimana kalau kita duduk di sana?” tanya Seulgi

“Baiklah” jawab Jessica lalu menarik tangan Kris. Baru saja Taeyeon dan Luhan ingin mengekori, niat mereka kedua seketika batal saat seseorang menarik tangan Taeyeon sehingga gadis itu terhuyung ke belakang. Hampir saja jatuh.

Luhan yang menyadarinya pun sangat terkejut. ia menepis tangan orang itu dan memberikannya tatapan tajam.

“Apa yang kau lakukan?!!” seru Luhan

Sontak mereka bertiga menjadi pusat perhatian. Jessica, Kris dan Seulgi pun tidak jadi duduk di sofa diujung ruangan.

“Ah aniya, hanya saja aku sangat terkejut melihat Taeyeon yang berubah drastis seperti ini. Aku pikir tadi dia bukan Taeyeon. Maaf, aku sangat tidak menyangka jika dia bisa menjadi secantik ini” ungkap pria itu dengan wajah tak enak sambil menggaruk tengkuknya.

Murid murid yang belum menyadari kehadiran Taeyeon sebelumnya pun langsung mendekat dan memperhatikan Taeyeon dengan sangat intens. Taeyeon hanya menundukkan kepalanya malu. Sedangkan Luhan, pria itu melemparkan tatapan kesalnya kepada orang orang disana lalu menghela nafas.

“Cantik? Kau bilang dia cantik?” ucap Luhan tiba – tiba membuat Taeyeon mendongakkan kepalanya untuk menatap Luhan. gadis itu melemparkan tatapan herannya pada pria itu.

“I-iya aku bilang dia cantik” jawab pria itu kikuk.

Luhan mendengus lalu tersenyum mengejek.

“Apa kau yakin? Gadis sejelek ini kau bilang cantik? Ayolah, dia ini berada di bawah rata rata seorang wanita. Jangan tertipu dengan make up di wajahnya” ujar Luhan santai. Tidak memperdulikan perasaan Taeyeon sama sekali.

Seulgi dan Jessica seketika membekap mulut mereka. shock mendengar penuturan Luhan. Pria itu pun tampak terkejut dan langsung pergi. Orang orang memperhatikan Taeyeon dengan tatapan merendahkan.

Suara bisik – bisik mulai terdengar di telinga Taeyeon.

“Kau dengar sendiri kan? bahkan adik nya sendiri berbicara seperti itu”

“Jika aku menjadi dirinya, aku pasti akan sangat malu”

“Apa menurutmu ucapan Luhan terlalu berlebihan?”

“Ck, pada dasarnya Luhan dan Taeyeon memang sangat berbeda. Luhan sangat cantik dan manis sedangkan Taeyeon… ah kau lihat sendiri saja.”

“Pasti dia sangat malu sekarang”

Taeyeon benar benar tak tahan dengan suara suara bisikan yang membicarakan dirinya itu. Ia menatap Luhan dengan tatapan tak percaya. Tak percaya jika Luhan akan mengatakan hal itu di depan umum. Taeyeon sama sekali tidak bisa menahan air matanya lagi.

“Jadi ini tujuanmu? Membuatku malu di depan banyak orang? Kau puas sekarang? kau sangat keterlaluan Luhan. Kau sangat keterlaluan” ujar Taeyeon terisak. Setelah itu Taeyeon langsung berlari menembus keramaian di depannya. Ia tak peduli siapa yang ia tabrak. Ia hanya ingin segera pergi dari sana.

Luhan berdiri membeku. Ia menatap sekitarnya yang balik menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak ada yang difikirakannya selain apa yang telah diperbuatnya dan wajah Taeyeon ketika menangis. Gadis itu sudah tersakiti karena dirinya. Gadis itu menangis karena dirinya.

Luhan menundukkan kepalanya. orang orang sudah kembali sibuk dengan diri mereka masing masing. Luhan masih diam terpaku. Berdiri menonton sepasang kakinya yang tak bergerak.

“Luhan” panggil seseorang di depannya. Luhan mengangkat kepalanya dan..

PLAK!!!

“Pria brengsek. Apa kau fikirkan? Apa kau tidak berfikir jika kau sudah menyakiti perasaan Taeyeon? Kau adik yang sangat jahat! Kau tidak memiliki hati Luhan. membuatnya malu di hadapan banyak orang. Kau memang sungguh keterlaluan” ujar Jessica dengan mata yang berlinang air mata.

Luhan hanya diam. Ia merasakan nyeri yang teramat sangat pada pipinya. Tapi ia tidak memperdulikan itu. Sekarang, dengan kenyataan jika ia sudah menyakiti Taeyeon, hatinya jauh lebih nyeri. Jauh lebih sakit. Luhan hanya bisa berandai – andai. Andai saja Taeyeon mengerti arti sesungguhnya dari apa yang dilakuakan dirinya tadi. Andai saja Taeyeon mengerti alasan mengapa dirinya melakukan hal itu. Andai saja Taeyeon mengerti akan isi hatinya. Ia yakin hal seperti ini tidak akan terjadi.

Tapi apa yang bisa diperbuatnya. Ia sama sekali tidak menyalahkan Taeyeon. Ia menyalahkan dirinya sendiri yang begitu bodoh. Luhan menyesal. Menyesali tiap kata yang terlontar dari bibirnya yang sudah membuat Taeyeon menangis dan pergi dari sisinya. Ia menyesal. Sangat.

SOMETHIN KINDA CRAZY

Taeyeon terus menangis. Sesungguhnya ia ingin berhenti, tapi tak bisa. Air matanya mengalir keluar tanpa bisa dikontrol. Gadis itu terisak dan semakin menjadi jadi ketika ia mengingat kejadian di dalam rumah Seohyun tadi.

Tidak ada kursi di tempat itu. Taeyeon sendiri tidak tahu tempat apa yang yang sekarang menjadi pijakannya itu. Hanya ada lampu taman dan tanaman tanaman bunga di sana. Merasa lelah terus berdiri dengan high heels, Taeyeon akhirnya memutuskan untuk duduk di rumput hijau di sana.

Ia tidak memperdulikan dirinya sekarang yang sedang menggunakan baju minim. Sekarang ia hanya ingin menangis. Menangisi dirinya yang begitu memalukan.

“Kau sungguh keterlaluan Luhan… aku membencimu!!” ujar Taeyeon sambil terisak. Gadis itu melepas heelsnya lalu melemparkannya jauh jauh.

“Aku membencimu. Aku sangat membencimu. Dasar banci!” seru Taeyeon. Tangis nya semakin meledak. Ia melonjorkan kakinya lurus ke depan. Ia tidak bisa duduk bersila karena dress nya yang melekat dengan ketat ditubuhnya. Taeyeon kesal. Ia marah. Malu. Dan sedih tentunya.

Taeyeon mengepalkan tangannya kuat. Ia benci cara Luhan yang begitu licik. Membuatnya menjadi cantik lalu membuatnya malu di depan banyak orang. Masih menangis, Taeyeon menghapus make up nya dengan kasar dan sembarang. Ia menggosok bibirnya menggunakan telapak tangannya berharap maha karya Luhan segera menghilang dari wajahnya.

“Kenapa kau melakukan hal itu padaku? Wae?!!” seru taeyeon frustasi.

Merasa lelah menangis. Taeyeon menidurkan tubuhnya. Ia memperhatikan awan di atasnya tanpa bersuara. Gadis itu menyeka air matanya lalu menghela nafas. Ia merasa sangat bodoh sekarang. harusnya ia tidak harus menangis seperti sekarang. Taeyeon juga sesungguhnya sudah biasa menjadi bulan – bulanan murid di sekolahnya karena ia tidak secantik Luhan dan tidak feminin. Tapi hari ini entahlah, Taeyeon merasa sangat malu. Ia tidak akan malu jika bukan Luhan yang mengatakannya. Ia yakin dengan hal itu. Tapi mengingat Luhan yang secara langsung mengatakan hal itu dan menjadikan dirinya sebagai bahan pembicaraan negatif orang orang membuatnya sangat sakit dan malu.

Taeyeon memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali.

“Kyaaaaaaa!!!!” pekik Taeyeon terkejut ketika mendapati seorang pria tengah menatapnya dengan jarak yang sangat dekat.

Pria itu juga terkejut ketika Taeyeon dengan sangat tiba tiba berteriak. Pria itu langsung membekap mulut Taeyeon dengan tangannya. Taeyeon menepis tangan pria itu dan langsung mengambil posisi duduk.

“Siapa kau?” tanya Taeyeon seolah sedang menginterogasi.

Pria itu tersenyum manis dan dengan sangat perlahan juga lembut membelai pipi Taeyeon dengan tangan halusnya.

“Your adoratory”

To Be Continued…

A/N

Gimana? Hancur? Absurd? Typo bersebaran? Author minta maaf deh -_-

Soalnya ff ini author buat dengan sistem kebut semalam #yaelah

Nah, seriously readers i’m really too upset with this fanfic one. I thought you would also.

Author buat ff ini karena merasa bersalah sama readers yang udah nunggu ff wanna be yours yang rasanya udah lama banget hiatus -____-

Ff ini juga rasanya bahasanya itu rancu banget ‘ya?

Pasti readers mikir kalo ini jelek banget L maaf deh. Chapter 2 author usahain lebih bagus

Author buat ini pokok dan patokannya cuma satu: LUTAE MOMENT

Jadi isinya bakal penuh dengan tuh dua bayi imut #aweful

Cukup ya cuap cuap gak pentingnya. Jangan lupa tinggalkan COMMENT. Siders jangan dekat dekat dan jangan baca ff author kalo gak mau comment!

Bye bye <3333333333333333

©UNICORN

 

 


Advertisements

84 comments on “[FREELANCE] Somethin Kinda Crazy (Chapter 1)

  1. keren keren ko ini apa lagi couplenya lutae suka bgt,.
    next chaptnya ditunggu bgt athor ga sabar baca momonet lutaenya.. 🙂

  2. Luhan berkata seperti itu karena dia tdk ingin ada pria yang mendekari Taeyeon? cara yang salah… ckckck

    siapa pria yang ditaman itu yaa? apa Baekhyun? hehehe, semoga Baekhyun, nanti jd pasanganx Tae dan membuat Luhan menyesali perbuatannya…

  3. Woooaaahhh seru off nya min talk yg ketemu sama taeyeon siapa? Baekhyun?Kai ? Sehun? Pkoknya ditunggu deh ff nya gomawogomawo ,jangan dipost lama”

  4. Pasti luhan tak bermaksud nyakitin taeyeon, tapi siapa yg bertemu dg taeng eonni itu thor…..
    Ditunggu kelanjutannya ya….

    Fighting

  5. Aaaaaa cucok bgt.. suka sama ff nya dikasih gambar2 jadi bisa bayangin bentukannya kaya gimana.. lanjut ya thor.. ditunggu chapt. 2 nya

    • Kok luhan hobby nya bisa kek gitu sih… wkwkkwk.. trus mereka sodara kok luhannya bisa suka? ..
      itu yg terkahir ada pria.. siapa prianya tuh??

  6. Luhan hobby nya aneh dia kyk gitu sengaja atau gmn?? atau dia sengaja biar cewek” gaada yg suka sm dia? koplakk aahhh ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Taeng eonni kasian yaa merasa dirinya jelek pdhl mah cantik abiss. makin penasaran sm lanjutannya. FOKUS LUTAE MOMENT kan?????? Luhan suka Taeng eonni kan??? ayolaahhhh tp mereka sekandung??? IT’S CRAZY!! penasaran sm yg jadi YOUR ADORATORY nya itu. LANJUT YA THOR~ FIGHTAENG!!!!

  7. late comment author^^ asikk asikk LuTae again suka thor, tpi masih rada bingung sama jalan ceritanya wks. itu ceritanya luhan adik taeyeon dan sebenarnya dia itu suka gitu sama taeyeon? penasaran nih sama cwok yg ada dibagian akhir? baekhyun kah? dan lucu banget karakter luhan disini yg suka dandan jdi cwek. untuk next chapter ditunggu author!! fighting!!

  8. geli ngebayangin luhan pake baju cewe hahahaha itu siapa pria yg nemuin taeyeon? penasaran. next chap di tunggu 🙂

  9. pengen ketawa mulu nih gara2 hobby nya Luhan yang aneh bin ajaib… XD
    Terus Taeyeon sama Luhan ini adik kakak ya,, wah jadi saudara tp Luhan pny perasaan ke Taeyeon..

    Terus siapa laki2 yg bilang ” Your adoratory” ini ?

    Jadi makin penasaran nih, ditunggu next chapternya 🙂

  10. keren feel nya dapet banget xd
    wah wah siapa tu namja yg diakhir kepo berat nih xd
    lanjut thorrr…..
    fighting!!!

  11. Yah trnyta luhan sma tae kakak adik? Knpa luhan ngomongnya gtu sih sma taeng. Kira2 sypa itu ya? Next chp

  12. Luhan kan manly walaupun manis dan imut..
    Tapi kok suka dandan kan jadi makin cantik..
    Tapi taeyeon ga kalah cantik kok..
    Update soon yaa thor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s