[FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 2)

chapter 2 ff

Tittle        : MY LOVE, SHOULD NOT YOU Chapter 2

Author        : si angels kim jong in

Genre        : Romence, Sad, Love, Hardness, and Yadong?

Rating        : T15+++

Lenght        : Chapterd

Cast        :Kim Taeyeon, Kim Jong In

Main cast    : Park Sehun, Park Chanyeol, Seo Joo Hyun, Wu Luhan (other cast bertambah sesuai chapter).

Note         : haha…. kembali lagi dengan ff author yang abal abal… hanya melanjutkan chapter 2. Ada gak ya yang nunggu? Di chap ini author bikin 6.500 words, jadi tolong tinggalkan jejak ya bagi yang udah baca, untuk menghargai perjuangan? author.

Mian for typoand don’t be plagiator…

Happy reading….

Preview: Chapter 1

 

Author pov

“aku akan mendapatkanmu” ujarnya pelan sambil menyeringai tidak jelas, iapun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju sebuah meja kecil.

“Kim Taeyeon.. aku pasti bisa mendapatkanmu” ujarnya dan mengambil sebuah gelas yang berisikan air putih..

Menenggaknya hingga tak tersisa sedikitpun. Iapun kembali ke tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran mini size itu.

“aku pasti mendapatkanmu” ucapnya dan segera tidur tepat pukul 06.15 KST…………

 

 

My love, Should Not You. Chapter 2

 

Author pov

 

Pagi yang cerah menyinari seluruh Kota Seoul, tak terkecuali bangunan putih megah yang berpuluh puluh tingkat tersebut.

Seorang yeoja, yang berbalut beberapa perban di bagian tubuhnya menggeliat kecil dan beberapa kali mengerjap ngerjapkan matanya.

“eunggh” lenguhnya. Ketika dia sudah sempurna membuka kedua matanya, ia terkejut dengan kedua orang yang tengah berada dihadapannya.

“aku tak tahu apa yang terjadi padamu, setelah ini kembali ke New York. Tidak ada bantahan arra.” Ucap lelaki paruh baya itu lalu pergi.

Terdengar isakan kecil dari wanita paruh baya yang berada disampingnya tadi, “eomma.. hyunni tak ingin kembali……” jawab gadis yang masih berbaring ditempat tidur tersebut sambil terisak juga.

“Hyuni-ah, aku tidak bisa menolak atau membantah ucapan ayahmu, kau harus kembali.” Jawab wanita itu, “eomma, tapi aku tak mencintainya. Dan aku sudah mencintai orang lain eomma.” Jawab Seohyun sambil memberhentikan tangisannya.

“eomma mengerti, tapi bagaimanapun ini perintah.” Jawab wanita itu sambil mengelus rambut anaknya tersebut. “ne eomma, aku akan kembali.”

“Tapi, izinkan aku tinggal disini selama 3 bulan saja eomma. Jebal eomma.” Pinta Seohyun yang dibalas anggukan oleh nyonya Seo.

 

Taeyeon pov

 

“eummhzz.. hoammm… jam berapa ini.” Aku mengerjab ngerjabkan kedua matakaku. Tunggu harum parfum ini….

YAK. Jadi dari petang tadi aku tidur didada Kai. OMO!! Lihatlah kebiasaan buruknya, tidak mengenakan pakaian saat tidur. Tapi kapan ia melepaskannya?

“apa ini…….” aku mengelus perut Kai dan dadanya, aku berfikir sejak kapan dia memiliki ini? Dulu kami sering tidur berdua.

Dikarenakan aku tak mau tidur sendiri, oleh karena itu aku tahu semua tentang tubuh adikku, “mwo.. semua.” Lirihku.

Aku ingin turun dari ranjang ini, tapi aku harus melangkahi Kai dulu, aduh bagaimana ini! kukumpulkan keberanianku danbersiap melangkah.

“kau mau apa noona.” Suara beratnya menghentikan aksi? Ku yang tadi. “ah ne… m-maksudmu?” tanyaku.

Dia menatapku dan memegang pinggangku, “noona tidak boleh memperkosa laki laki.” Ucapnya.

Mwo memprkosa haish anak ini. Tapi posisiku, tadi aku sempat jatuh dan duduk diperutnya. Haish posisi ini memberatkanku.

“kau ini bicara apa, a-aku hanya ingin turun Kai.” Jawabku dan kulihat dia membelalakkan matanya. “jinjja noona? Tapi Kai masih kecil noona.” Lihat jawabannya dan seringaiannya pasti dia berfikir yadong. Dasar anak yadongers. Bagaimana ini? aku sudah tidak bisa berbuat apa apa.

 

Kai pov

 

“jinjja noona? Tapi Kai masih kecil noona.” Jawabku jahil dan menggodanya. “m-maksudmu apa Kai, aku memang hanya ingin t-turun saja….. sekarang.” Kulihat wajahnya dan berfikir.

“noona, kau yakin ingin turun…… jika seperti ini bagaimana?” aku dengan cepat membalikkan tubuhnya. Hingga aku menindih tubuh mungil Taeyeon noona sekarang.

“K-Kaai apa yang i-ingin kau la-lakukan?” tanya noona, lihatlah mukanya membuatku menahan tawa.

“aku bukan adik kecilmu lagi noona, sekarang aku sudah dewasa.” Jawabku menggodanya. “apa maksudmu K-Kai?” tanya noona bingung yang membuat mukanya semakin lucu.

“kau tahu noona, kau tak perlu bertanya apa yang diinginkan laki laki dewasa.” Jawabku santai dan mendekatkan bibirku ketelinganya.

“akuh ingin noonah.” Jawabku sambil mendesah. Dia hanya terdiam dan mukanya semakin memerah, aku tak dapat lagi menahan tawaku.

“bwa… ha… ha.. ha… ha… lihatlah mukamu noona, seperti tomat ha.. ha… ha..” tawakupun akhirnya meledak dan mengambil posisi duduk disebelah noona. Kulihat noona memelototiku dan ikut duduk bersandar di tembok.

“mwo…. jadi yang tadi hanya berpura pura?” tanya noona. “ha…ha…ha…eum.. jadi noona ingin sungguhan?” aku balik bertanya pada noona.

Mukanya memerah, akupun segera mempersempit jarakku dan noona, aku menempelkan tubuhku ke tubuhnya, dia tak bisa mundur lagi karena dibelakangnya ada tembok.

“yak! Bukan itu maksudku Kai.” Jawabnya pelan. “lalu?” akupun segera mengapit pinggangnya dengan kedua kakiku hingga adikku menempel ke perut Tae noona, kedua tanganku menarik tengkuk Tae noona. Menempelkan bibirku dibibirnya.

“K-Kai…” panggil Tae noona yang memejamkan kedua matanya, “waeyo? Tadi kau ingin.” tanyaku.

Perlahan kurasakan Tae noona membuka mulutnya dan melumat bibir bawahku, kurasakan tangannya melingkar di leherku, dan adikku bangun.

Tae noona melepas ciumannya, “kai… itu?” sebelum noona kembali bertanya aku harus pergi sebelum aku benar benar menerkam? Noona.

Kulumat bibir atas dan bawahnya bergantian. Kumasukkan lidahku kedalam mulutnya, ciuman yang cepat dan tergesa gesa membuat suara decakan kami menjadi sangat riuh.

“morning kiss saja ya noona, aku mandi dulu.”Ucapku dan mencium keningnya, seraya berlari menuju kamar mandi yang berada didalam ruangan ini.

 

SKIP>

 

Author pov

 

Seorang yeoja berjalan menuju sebuah pintu dan memutar gagang pintu tersebut, ia lalu kembali berjalan menuju ruangan yang berada di samping sebelah kanan yang berjarak 10 meter dari ruangannya itu.

Tok… tok… tok…

Ia mengetuk pintu agak pelan. “masuklah..” terdengar suara dari dalam tersebut, Yeoja itupun memutar gagang pintu dan memasuki ruangan.

“annyeonghaseyo Uisa…” ucap yeoja tersebut seramah ramahnya.

“ah ne… duduklah dulu.” Ujar namja tersebut dengan senyum yang mengembang diwajah tampannya.

yeoja tersebut langsung duduk ditempat yang telah ditunjuk oleh uisa tersebut. “kau mau minum apa pagi ini, Taeyeon-ssi?” tanya namja tersebut.

 

Taeyeon pov

 

Hah! Kenapa dia bisa tau namaku bahkan aku tak menggunakan name tag, tunggu wajahnya familiar. Siapa dia? Atau mungkin kepala rumah sakit sudah memberitahukan namaku. “ahk…. tidak perlu repot dokter.” Jawabku seadanya.

Dia terus tersenyum, aku seperti pernah bertemu dengan namja ini tapi dimana? Kapan? Pertanyaan pertanyaan itu terus terngiang ngiang di otakku.

” oya, kepala rumah sakit sudah memberitahumu?” tanya namja ini dengan senyum yeah,, menurutku konyol sekali.

“ahk sudah dokter, kita akan menjadi partner. tapi, saya belum tau nama anda dokter. Bolehkah saya tahu?” akhirnya aku bisa juga menanyakan namanya.

“mwo? Secepat itukah kau melupakanku, wah jahat sekali kau ini.” Jelas namja ini. Aish siapa sih dia.

“m-maksud dokter? Saya benar benar tidak tahu dokter.” Seakan tak bisa berkata, aku bingung harus menjawab apa kali ini.

“emh yasudahlah jika kau tak ingat, oya kau kemari bersama Kai?” tanyanya lagi. Aku semakin bingung, dia mengenal adikku.

“iya dokter, tapi tunggu. Dokter mengenal adik saya?” tanyaku. “itu tidak penting, suruh Kai kesini dan bilang teman lamanya sangat merindukannya.” Dengan senyum yang mengembang dokter itu berdiri.

“ca… mana map yang akan kau serahkan. Aku akan memeriksa pasien yang kita operasi semalam.” Katanya lagi.

“ahk ini dokter, oya dok apakah Kai harus kesini?” tanyaku sedikit takut tidak dijawab lagi. ” panggil saja Kai dan kau akan tahu siapa aku okey.” Dia mengambil map yang kusodorkan dan mulai membuka bukanya.

“ahk dokter, saya permisi ne. Maaf tidak bisa menemani anda, saya ada sedikit masalah dengan pasien.” Jelasku kepadanya.

“aku tahu, cepat pergi.” Katanya mengusirku. WHAT! Mengusir? Dia tahu masalahku juga.. oke aku perlu bertemu dengan Kai.

 

Author pov

 

“siapa lagi lelaki itu, dan kenapa dia menjadi partner Taeyeon, aku saja yang sudah lama disini belum pernah menjadi partnernya.” Ucap namja tersebut sambil melipat kedua tangannya. Sepertinya dia sedaang memikirkan sesuatu.

Dia terus saja berjalan mondar mandir diruangannya, kemudian ia duduk dikursi dan mengambil sebuah buku. Namja tersebut membuka buku tersebut dipertengahannya, “kalian keluarga kim memaksaku menjadi boneka kalian. Cih aku tak sudi, apalagi aku mencintai putri kalian.”

Namja itu lalu mengambil bulpoin di dekat bukunya, dan melingkari foto tersebut. “kau menghalangiku Kim Jong In, kau memang bukan keluarga Kim. Sama sepertiku, tapi kau lebih bodoh mau dijadikan boneka oleh mereka.”

Namja tersebut ternyata melingkari Jong In yang masih bayi yang berada digendongan nyonya Kim di foto lama tersebut. “aku tidak akan menyakitimu Jong In, aku hanya akan mengambilnya.” Ucap namja tersebut sambil menampilkan smirknya.

 

Flash back on

 

Author pov

 

“pergi kau dasar anak tidak tahu diuntung, apakah kau merasa hebat telah melawanku?” ucap lelaki yang berusia sekitar 38 tahun itu.

“appa mengusirku?” jawab namja yang berusia 9 tahun tersebut. ” jangan memanggilku APPA lagi bodoh, pergi kau anak tidak tahu diri.” Bentak lelaki itu.

“yeobo… apa yang kau lakukan? Dia masih kecil yeobo, hentikan perbuatanmu yeobo.” Teriak wanita yang berusia kira kira 35 tahun itu sambil terus terisak.

“eomma maaf aku harus pergi eomma, aku menyayangi eomma.” Ucap namja tersebut lalu berlari pergi ke halaman rumah yang cukup luas dan berlari keluar gerbang.

“oppa/hyung….” teriak yeoja dan namja kecil dipelukan eomma mereka. Mereka bertiga tak henti hentinya menangis, lalu appa mereka berjalan menuju meja yang berada didekatnya. Dia mengambil kunci mobil dan segera pergi.

Dia mengambil handphonenya lalu menekan digit nomor di layar handphonenya, “yeoboseo tuan, ada apa?” tanya lelaki yang ada diseberang telefon.

“urus anak yang ada di foto yang kukirim nanti, kuberikan 3 juta won perbulan, dan biaya sekolahnya aku yang urus.” Terang lelaki yang menelefon itu.

“baik tuan… perintah akan dilaksanakan.” Jawab lelaki yang ada diseberang telefon. “bagus… cepat jalan kearah rumahku dia sedang berlari kecil.” Lelaki itu melanjutkan penjelasannya. Tut..tut..tut… lalu lelaki itu memutus sambungan telefon dan mengirim foto kepada orang yang di telefonnya tadi.

 

Flash back off

 

Author pov

 

Seorang namja berjaz putih berjalan santai di lorong yang tidak terlalu sepi itu sambil terus mengembangkan senyum manisnya.

“annyeonghaseyo uisa…” sapa seorang pasien. “annyeong… ” jawab dokter tersebut sambil terus memamerkan senyumnya.

Ia berjalan memasuki ruangan yang berada di sebelah kiri. “pagi nona…” sapa dokter itu ramah… “ahk pagi uisa…” jawab seorang yeoja yang tengah berbaring diranjangnya dengan beberapa perban yang masih melekat ditubuhnya.

“bagaimana keadaanmu pagi ini, apa ada bagian yang sakit?” tanya dokter itu sambil membuka map yang ia bawa, memeriksa selang infus dan beberapa peralatan diruangan itu, sambil terus tersenyum ramah kepada yeoja itu.

“tidak ada dok… hanya saja kepala saya sedikit sakit ketika bangun tadi dan badan saya agak nyeri.” Jawab wanita itu.

“eumm… itu dikarenakan semalam keadaanmu sangat ….. yeah… bisa dibilang parah.. aku dan 2 partnerku hampir kewalahan semalam.” Dokter itu memberi penjelasan.

 

Flash back on

 

Chanyeol pov

 

Hari pertama aku bekerja itu sangat menyenangkan, bisa terus menerus menolong orang disini. Namun yang lebih parah adalah ketika sudah saatnya pulang aku harus mengurungkan niatku karena harus menolong satu jiwa lagi.

“ca sudah selesai aku pergi ne dokter…” ya, aku sudah mengenal Kim Taeyeon saat mengantarkan adikku menemui Kai, dimanapun ada Kai pasti ada Taeyeon.

Aku pernah berfikir bahwa mereka dulu berbacaran, yah karena kelakuan mereka tidak wajar sebagai adik kakak menurutku.

“ah terimakasih dokter atas kerjasama yang baik tadi……..” karena aku sudah mengantuk aku tak ingin berlama lama disana.

Dan ingin memberi kejutan saja pada Taeyeon esok pagi, tanpa melepas masker aku berjalan menuju pintu keluar.

Ketika aku hendak keluar tiba tiba aku mendengar yeoja yang baru aku operasi bersama Taeyeon tadi memanggil nama Kai, karena aku sudah sangat mengantuk jadi akhirnya aku memutuskan untuk mencari taunya besok saja.

Akupun keluar bersama dengan seorang dokter yang berada diruangan tadi bersama aku dan Taeyeon. Kinerjanya bagus.

Sebenarnya kami bertiga dipanggil mendadak dan langsung mengambil sebuah tindakan. Mulanya aku sedikit ragu dengan pasien ini, namun keinginan hidupnya begitu kuat.

Aku sempat memperhatikan kursi tunggu diruang operasi tersebut, aku sempat terkejut, apa dia tidak mempunyai keluarga, “mengapa tak ada yang menungguinya?” tanyaku lirih, namun didengar oleh namja yang berada disebelahku.

“mungkin keluarganya sibuk, atau sedang berada diperjalanan, kau tenang saja pasti ada yang akan menjaganya.” Terang namja tersebut. Aku hanya menganggukkan kepalaku dan melirik name tagnya Byun Baekhyun…….. ahk aku sendiri malah lupa tak mengenakan name tag.

Akupun memasuki ruanganku, fasilitas rumah sakit ini cukup lengkap. Aku sudah sangat mengantuk jadi kuputuskan tidak pulang ke apartemen. Tadi aku juga sudah menelefon dongsaengku dan dia tidak apa apa kalau aku tak pulang.

“apa dokter Byun juga mendengarnya ya tadi, tetapi dia sudah keluar terlebih dahulu.” Gumamku tak begitu jelas. Aku tak terlalu memikirkannya lagi dan segera memiringkan tubuhku dan tidur.

 

Flash back off

 

Seohyun pov

 

“gamsahabnida uisa, mungkin jika uisa tidak menolong saya, saya sudah tidak berada didunia ini lagi.” Ucapku berterimakasih pada dokter itu.

“ha..ha.. itu sudah menjadi tugas dokter bukan? dan tak perlu berterimakasih, karena aku suka menolong orang.” Jawab dokter itu sambil tertawa, entah mengapa aku juga ikut tertawa.

“ca kau harus banyak istirahat, jika sudah 4 hari mulailah berjalan jalan arraso!” terang dokter itu, akupun bingung mengapa aku harus menunggu selama 4 hari, bahkan hari ini saja rasanya aku ingin berlari jika saja badanku tidak nyeri nyeri.

“ne uisa… ” jawabku seadanya.. “aku pergi dulu jangan lupa makan yang banyak supaya cepat sembuh dan harus meminum obat tepat waktu, mengerti!” nasehat dokter itu.

Lihatlah dia seperti ajhuma ajhuma yang sangat cerewet. Ia meninggalkan ruangan ini sekarang.

Sekarang aku sendirian,di ruangan yang membosankan ini. kutatap langit langit kamar ini, kupandangi setiap sudut ruangannya.

Dan masih tetap ada namanya, Kim Jong In. Lelaki yang benar benar aku cintai. Aku tak tahu tapi semalam.

 

Flash back on

 

Seohyun pov

 

Aku berjalan menjauhi bandara Incheon dengan menarik koper besar, aku sangat marah kepada appa yang mengatakan akan menikahkanku dengan anak sahabatnya.

Tentu saja aku tak mau dan memilih kabur atau tepatnya kembali ke Seoul. Dimana di tanah inilah aku dilahirkan. “taxi..” seruku dan langsung memasuki taxi tersebut.

Kuberitahukan alamatku dan taxi langsung melaju kearah yang dituju. Tidak menunggu waktu yang lama, taxi yang kunaiki sudah sampai dibangunan yang cukup megah dihadapanku.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah besar itu, “ah nona, kenapa bisa ada disini?” tanya ajhuma yang membesarkanku itu.

Segera aku berhambur kepelukan ajhuma yang sangat aku rindukan. “ajhuma……………” lirihku sambil terisak. “wae?” tanya ajhuma.

“aniya ajhuma, aku hanya merindukanmu..” jawabku. Aku dan ajhuma memasuki rumah dan ajhuma mengantarku sambil kekamar. Ani.. dia juga ikut masuk.

“ada apa putri kecilku, apa yang membuatmu menangis seperti itu?” tanya ajhuma, akupun menyeka air mataku. “ajhuma, appa memaksaku untuk menikah dengan laki laki yang tak kukenal sama sekali. Aku tidak mau ajhuma dan aku kembali kesini.” Terangku panjang lebar.

“Hyun-ni, seharausnya tidak boleh seperti itu, seharusnya Hyun-ni membicarakannya dulu dengan appa.” Nasehat ajhuma yang tak mungkin aku dengar.

“ahk ne, ajhuma sekarang aku mau pergi sebentar.” Kataku dan hanya dibalas anggukan oleh ajhuma.

“baiklah jika kau ingin pergi, tapi ingat ne.. kau harus pulang kesini. Ajhuma masih merindukanmu.” Jawab ajhuma. “aku akan pulang besok ajhuma, aku merindukan sahabatku Jessica. Aku akan menginap dirumahnya.

Kulangkahkan kakiku menuju audi silverku yang sudah lama tidak aku pakai, namun audi ini tidak akan pernah rusak tentunya.

“bertemu lagi denganmu” aku mengusap audi silverku dan memasukinya. Segera kulesatkan mobilku menyusuri jalanan Kota Seoul untuk menuju kerumah Jessica.

Kulirik jam tanganku pukul 9 malam KST. Tak kuperdulikan jam bodoh itu, kuarahkan pandanganku kearah depan “aish.. mengapa harus lampu merah… sial” ucapku asal dan akupun beralih meraih ponselku, dengan segera ku tekan tombol 1 untuk menghubungi eomma.

Telefonpun tersambung, diperempatan jalan ini kulirik kearah seberang kanan. Mataku membulat sempurna, handphoneku terjatuh.

“itu… kai…” lirihku dan segera kuterobos lampu merah untuk mengejarnya. Mobilnya melesat sangat cepat, sedikit lagi dan aku bisa bertemu dengan namja yang aku cintai itu.. “sedikit lagi..” lirihku dan

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……” aku menutup kedua mataku.

 

BBBRRRAAKKKK…………

 

PYARRRR>>>>>>>>>>>>>>

Ccttaarr………..

 

Flash back off

 

Author pov

 

Seorang namja tengah berjalan di lorong rumah sakit dengan membawa sebuah pastel, yang ia jinjing ditangan sebelah kanannya.

Namja tersebut berpawakan tinggi, rambut yang keemasan, kulit yang putih dan senyum yang indah.

Ia terus berjalan, “tak kusangka kita akan bertemu, dan aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu.” Gumamnya sambil terus berjalan.

Sepertinya ia mengingat sesuatu yang tidak bisa terlupakan semalam.

 

Flask back on

 

Author pov

 

Sebuah audi silver yang dikendarai seorang yeoja menabrak sebuah audi merah yang dikendarai oleh seorang namja, hebatnya namja yang ditabrak oleh yeoja tersebut tak mengalami luka yang parah.

Diapun membuka pintu, “aigoo.. bagaimana ini?” gumamnya dan segera turun dari audinya, kemudian terdengar suara mobil polisi dan beberapa orang mulai ramai ditempat tersebut.

Namja tersebut mendekati mobil yang menabraknya, betapa terkejutnya namja itu ketika mengetahui siapa yang menabraknya itu.

segera ia langkahkan kakinya menuju mobil ambulance itu, “maaf anda harus ikut kami sekarang, untuk menjadi saksi serta korban tabrakan malam ini.” Ucap namja yang mengenakan seragam lengkap dan bertuliskan police itu.

Namja tersebut hanya menganggukkan kepalanya, “eum.. apakah ajhusi tahu dimana yeoja itu dirawat?” tanya namja itu dengan luka sayatan dipipinya akibat terkena goresan kaca tadi.

“dia dirawat di Seoul International Hospital.” Jawab ajhusi itu dan segera membuka pintu mobil, namja yang ada dibelakangnyapun ikut memasuki mobil polisi tersebut.

 

SKIP>

 

“saya tidak menggugat yeoja itu dan tidak meminta ganti rugi pak.” Ujar namja yang terus ditanyai polisi tersebut. “bagaimana bisa begitu?” tanya polisi kebingungan.

“karena dia saudara saya namanya Seo Joo Hyun, kami saudara jauh antar negara pak, jadi marga kami berbeda dan saya harus pulang sekarang pak, saya rasa kasus ini tak perlu dibesar besarkan.” Jawab namja tersebut.

Setelah menandatangani surat surat, namja tersebut segera memasuki mobil polisi dan diantar pulang oleh beberapa polisi.

Setelah sampai diapartemennya, namja tersebut mengucapkan terimakasih dan segera memasuki apartemen, “aku akan mengunjungimu Seo..” gumamnya lirih dan hilang di balik pintu.

 

Flash back off

 

Author pov..

 

Seorang namja berpawakan kurus, tinggi serta berbadan putih dengan rambut hitam yang disisir rapi kearah samping itu terus berjalan.

Sesekali namja itu tersenyum ramah kepada beberapa petugas yang berlalu langang. Dengan langkah yang santai, nanja itu melewati lorong rumah sakit.

Dan setelah beberapa kali bertanya kepada petugas rumah sakit, akhirnya namja tersebut sampai juga di sebuah ruangan yang memang ia cari.

Namja itu tersenyum, lalu memutar knop pintu dan mendorongnya kedalam. “annyeonghaseyo …” sapa namja tersebut ketika memasuki ruangan itu

Terlihat seorang yeoja tengah terkejut dan hanya bisa membelalakkan kedua matanya. “kau…” kaget yeoja yang tengah berbaring diranjang itu.

Terlihat namja tersebut semakin mendekat kearahnya “ne… ini aku, kau tidak lupa bukan? Seohyun.” Jawab namja itu sopan sembari memamerkan senyum yang sangat indah.

 

Author pov

 

Seorang yeoja membuka pintu ruangannya, dia berjalan mengambil sebuah gelas dan menuju kearah dispenser untuk mengambil air. “aish membingungkan..” lirihnya dan menenggak habis segelas air putih yang berada di genggamannya.

“Kai cepat keluar…” ucap yeoja tersebut, “KAI…” teriaknya lagi dan membuahkan hasil. ” ne noona sebentar.” Jawab namja yang masih setia didalam kamar mandi? sejak kejadian tadi.

“aish namja yadong itu.. pasti sedang.. ih..” yeoja itupun bergidik ngeri ketika membayangkan hal hal yang tabu? Itu.

Iapun berjalan menuju kearah ranjang yang semalam sempat mereka jajahi? Ia mendudukkan dirinya diatas ranjang itu dan terus melihat kearah pintu kamar mandi.

“KAI… jangan terlalu lama.” Terbukalah pintu kamar mandi dan menampakkan seorang namja tampan dengan muka yang basah, membuat mukanya terkesan sexsy.

“omo!aaaku tak boleh melihatnya.” Taeyeonpun bangkit dari duduknya dan segera berjalan menuju kearah kamar mandi. “noona kenapa harus berteriak sih.” ujar Kai sembari menolehkan kepalanya.

 

Taeyeon pov

 

“YAK!! Kim Jong In, aku juga ingin mandi tau..” jawabku dan segeraberlari kekamar mandi. “noona membawa baju?” tanya dongsaengku. “tentu! memang aku kau yang selalu pelupa, sudahlah aku mandi dulu.”

 

BLAM……….

 

Kututup kamar mandi agak keras aku agak kesal dengan Kai… entahlah, tapi aku terus teringat dengan Seohyun yang akan merebutnya dariku. “Kai pulanglah, eomma pasti khawatir sekali.” Ujarku dari balik pintu.

“shirroyo..” jawabnya singkat, “Kai pulanglah, semalam eomma menyuruhmu pulang kan? Dan lagi, hari ini kau harus KULIAH..” kataku dan berteriak diujung kalimat terakhirku. Tentunya teriakanku hanya sebatas ruanganku ni.

“Aku akan pulang dengan nona.” Jawabnya lagi “………….” aku tak mejawab biarkan saja, aku pantas marah bukan. “noona, nanti pulang jam berapa?” tanyanya lagi

“………….” biar.. rasakan.

 

SKIP>

 

Kubuka kamar mandiku perlahan, memperlihatkan seorang namja manis tengah duduk di kursiku. “kau sedang apa?” tanyaku. “Baiklah, aku akan pulang. Tapi noona harus menghabiskan makanan ini dulu.” Ujarnya.

Aku duduk disebelah Kai, kulirik sebentar kearahnya ternyata dia sedang menatapku. “wae?” tanyaku bingung. “kau sudah tak marah lagi noona?” dia balik bertanya.

Aku hanya mengangguk, “pulanglah sekarang, aku akan menghabiskan jjajangmyun ini.” Kataku lembut. “keunde, aku pulang.” Katanya.

“sebelum pulang, tolong kau temui uisa yang ada diruang sebelah kita, dia menunggumu. Aku tak tahu dia itu siapa, mangkanya kau harus mencari tahu.” Kataku lagi.

“apa dia mengganggu noona?” tanya kai serius. “ani.. dia hanya ingin menemuimu, katanya teman lama merindukanmu.”

“Ya kalau tak salah begitu.” Jelasku panjang lebar. “yasudah aku pulang.” Kai mencium keningku dan mencium bibirku sekilas dan pergi.

 

Author pov

 

Seorang namja seputih susu tengah duduk memucat di depan televisi yang sedang menyala, terlihat namja itu tengah berbaring disofanya. “aku lapar……..” lirihnya dan menjatuhkan remot tvnya.. “aku lapar dasar PARK CHANYEOL bodoh…” dia terus berteriak tidak jelas..

Kruyuk kruyuk….#anggap aja perut keronconagan.

“sabar dong, aku tidak punya uang dan makanan yang ada dikulkas telah habis semalam.” Lirihnya sambil mengusap usap perut sispacknya, “aku menyesal pindah ke Seoul lagi, lihat si bodoh Chanyeol menyiksaku.” Gerutunya semakin tak jelas.

TING NUNG.. TING NUNG…#Aanggap suara bel deh hehehe…

“Nah itu pasti si idiot itu”, namja berkulit putih susu itu segera berlari menuju pintu utama dan tanpa babibubebo langsung membuka pintu utama itu. “hyung.. ak……………..” ucapan namja berkulit susu itupun terhenti karena orang yang ada dihadapannya itu bukan orang yang dia maksud..

“Permisi tuan, ini ada delivery atas nama Park Chanyeol, beliau menyuruh untuk mengantar kemari. tolong anda tanda tangan disini.” Tunjuk orang yang mengantar makanan pesanan hyung si namja berkulit susu itu.

Setelah mengucap terimakasih, namja berkulit susu itu langsung membuka makanan, dan melahabnya. “scetidakhnyaa dia inngyat akkkhu.” Ucapnya dengan mulut penuh makanan.

“ahk kenyangnya, ternyata my hyung perhatian.” Jawabnamja berkulit putih susu itu. Dia berjalan kearah sofa, “kapan hyung pulang. Aku bosan hyung.” Gumam namja berkulit susu itu sambil mengecek hand phonenya.

TING NUNG… TING NUNG…..

Selang beberapa jam, Suara bel apartemen yang ditinggali oleh namja berkulit susu itu berbunyi lagi, dengan sangat senang namja itu kembali menuju pintu untuk membukanya.

“hyung pasti pulang…” ketika namja itu membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat namja yang sangat ia rindukan beberapa tahun ini. “kka-kkamjongi…..”

 

 

Kai pov

 

“Kka-kkamjongi…..” akupun tersenyum dan langsung memeluknya, “bhogossiposeyo Hun-nni..” ujarku pada Park Sehun, ya sahabat kecilku dulu “nado… kkamjongi.” Jawabnya lirih, akupun melepaskan pelukanku.

“kau tidak menyuruhku masuk…” kataku, diapun hanya tersenyum dan menggeser tubuhnya “aku sampai lupa, hihihi.. ca kajja masuk Kkamjongi.” Ujarnya, haduh sudah berapa kali aku bilang kepada Sehun jangan memanggil aku kkamjong.

“eum, chakkaman Hun-nni..” jawabku tidak segera masuk tapi malah menahan lengannya, iapun membalikkan badannya.

“wae?” jawabnya singkat. “aku tak akan masuk jika kau masih memanggilku Kkamjong..” akupun tersenyum kearahnya.

“bwa… ha…. ha …. ha… aku lupa Kai, mianhaeyo” jawabnya. Aku melangkahkan kakiku untuk memasuki rumah Sehun, “Kajja.” Sambil menggenggam tangannya erat. Kamipun berjalan masuk ke apartemen mewah milik hyung Chanyeol dan Sehun.

 

SKIP>

 

Aku duduk berdua dengan namja yang bernama Sehun, ya dia itu sahabat kecilku. “Hun-nni..” lirihku. “eummm…” jawabnya malas sambil menatap layar televisi. “kau ingin makan atau minum apa?” kataku kemudian.

Kulirik dia bingung menatapku “kata hyung, hyung bilang Hun-nni tidak boleh keluar.” Jawabnya polos. “yak!! Aku sudah meminta izin pada Chanyeol hyung pabbo.” Jelasku.

“jinjja? Oya kapan kau bertemu dengan Chanyeol hyung. Satu lagi berarti Chanyeol hyung yang memberitahumu?” tanyanya bertubi tubi. “aish, dengar ne Hun-nni. Begini ceritanya…”

 

Flash back on

 

Kai pov

 

Kulangkahkan kakiku segera menuju ruangan yang ditunjukkan oleh noona, entahlah aku sangat takut dia akan menyelakai noona, atau melakukan hal hal yang diuar nalar. Seperti dulu, saat noona masih kuliah dia selalu mendapat surat tak jelas.

Tok… tok… tok…

Kuketuk pintu pelan, “masuklah.” Jawab suara dari dalam ruangan ini. Tunggu suaranya familiar seperti aku pernah mendengarnya, berulang bahkan. Kuputar knop pintu dan segera membuka pintu tersebut.

“annyeong… Kim Jong In.. bhogossipo..” sambutnya sambil merentangkan tangannya. “OMO! Hyung.” Akupun berlari memeluknya. “kapan Chanyeol hyung kembali, dan mana adik pengganggumu itu, aku sangat merindukannya.”

Chanyeol hyung mengendurkan pelukannya, “aish Kai, aku lupa sebentar ne..” terlihat Chanyeol hyung pergi kearah kamar mandi segera sambil menutup pintu dari dalam. “hyung ada apa?” tanyaku tanpa jawaban.

Tidak butuh waktu lama, kurang dari 3 menit Chanyeol hyung keluar dari kamar mandi. “wae hyung?” tanyaku, “bwa… ha… ha… ha…” aish Chanyeol hyung malah tertawa, seperti orang begok saja.

“hyung sebenarnya ada apa?” tanyaku lagi kepada Chanyeol hyung. “ha… ha… ha.. aku lupa tidak memberi makan anak itu Kai, untung kau datang jadi aku ingat dan segera delivery saja.” Terang Chanyeol hyung dengan masih tertawa.

“memang kau sedang apa tadi, lama sekali keruanganku?” tanya Chanyeol hyung “ani hyung, aku tidak sedang apa-apa, oya hyung aku akan segera pulang, jadi aku minta alamat rumahmu?” ujarku selanjutnya.

“rupanya kau sudah sangat merindukan bocah bodoh itu ya, baiklah ini alamatku.” Chanyeol hyung mencoretkan bulpoin di kertas putih dan menyerahkannya padaku.

” gamsahabnida hyung, annyeong..” akupun berdiri dan membungkuk. “ne.. annyeong..” jawab Chanyeol hyung.

 

Flash back off

 

Sehun pov

 

Aku mendengarkan cerita dari Kai dengan seksama, menganggukkan kepalaku dan tertawa “jadi kau maukan pergi bersamaku.” Tanya Kai to the point. “tentu saja.” Jawabku antusias dengan senyum yang mengembang.

“kalau begitu aku siap siap dulu ne…” ujarku kemudian. “ne Hun-nni..” jawabnya.Aku berjalan menuju kamarku, tadi pagi aku sudah mandi. Jadi aku memutuskan untuk tidak mandi lagi.

Kubuka lemari bajuku, kuambil kaus dan jaket tipis. Lalu aku berjalan menuju kaca, kuambil topi dan kacamata hitam. “ca masih tampan.” Pujiku pada wajahku yang memang tampan.

“Kkamjong aku sudah siap.” Teriakku, lalu melepas kacamataku. “YAK! Sudah beribu ribu kali aku bilang jangan panggil aku kkamjong, nanti fans tau nama menggelikan itu pabbo.” Marah Kai. Ya aku dan Kai adalah artis perintis.

Maksudnya adalah aku dan Kai, memiliki bakat dance dan repper. Jadi kami pernah mengisi berbagai macam acara, dan sekarang kami memiliki banyak fans. “eh Hun-nni…” panggil kai, “waeo?” tanyaku to the point.

“memang kita masih terkenal?” tanyanya, ya itu sudah 4 tahun yang lalu. “benar juga katamu, Kai.. tapi kitakan memang tidak terlalu terkenal.” Tanyaku lagi pada Kai tentunya.

“itulah dasar kau pabbo, tidak perlu menyamar dasar Hun-nni pabbo.” Jawabnya meledek sambil terkekeh.

Aku hanya mempoutkan bibirku lalu membuang kacamata dan topi, “kajja, pergi seperti ini saja.” Kataku “hihi… Hun-nni jangan marah, kau masih terkenal. Yang tidak itu aku.” Dia berkata lirih di bagian akhir kata.

“Kai, tidak boleh seperti itu. Jika Kai tidak terkenal, maka Hun-nni juga.” Jawabku sambil melangkah mendekati kai, dan memeluknya. “kajja berangkat.” Lanjutku lagi. “….” dia hanya diam.

 

Author pov

 

Seorang namja berjalan mendekati seorang yeoja yang tengah berjalan pelan dengan pandangan mata yang tertuju pada Smartphonenya. “hai uisa.. sedang apa?” tanya seorang namja yang sudah berada didepan yeoja itu.

“em.. ahk.. Baekhyun-ssi, jangan seformal itu, panggil saja Taeyeon.” Jawab yeoja itu sambil tersenyum dan memaksukkan smartphonenya kedalam jaz putih yang ia kenakan.

“dan aku sudah pernah bilang panggil aku oppa, apakah kau lupa?” tanya namja yang memakai eyeliner agak tebal dimatanya itu. “aish ha.. ha.. ha.. ne oppa aku lupa.. mianhae..” tawa yeoja yang bernama Taeyeon itu.

“sudah jam makan siang, kajja..” ajak namja yang bernama Baekhyun itu “tapi oppa, aku lupa tak membawa dompet. Lalu handphone Kai tidak aktif.” Sambung yeoja itu.

“hari ini aku traktir, kajja tak ada penolakan.” Jawab Baekhyun lalu menyeret? Paksa lengan Taeyeon.

“ahk baiklah… traktir sampai puas ne oppa…” sambil mensejajarkan langkah Baekhyun yang sedang menyeretnya.

 

Taeyeon pov

 

SKIP> Cafetaria #anggap aja ada.

 

Aku duduk berdua dengan namja yang tampan, dia juga dokter sepertiku. Aku dekat dengannya karena namanya sama dengan oppa ku, Baekhyun. Tapi marga mereka berbeda dan oppaku juga tidak seputih dia.”kau mau makan apa taeyeon?”

Lamunanku buyar ketika Baekhyun oppa menyerukan nama ku. “ne oppa, sama saja lah seperti oppa.” Jawabku asal sambil tersenyum kepada oppa.

Kulihat smartphoneku, lalu mengecek aakah ada kabar dari kai atau tidak. Yeah dan tidak ada, kuputuskan untuk menelefon Kai saja. “menelefon siapa?” tanya namja yang berada dihadapanku ini.

“itu oppa aku sedang menelefon Jong In, dari tadi dia belum mengabariku…” jawabku cepat, kulihat Baekhyun oppa hanya tersenyum dan mengnggukkan kepalanya.

“apa masih tidak aktif?” tanya oppa sambil tersenyum kearahku. “sudah oppa tapi dia belum mengangkatnya.” Jawabku cepat, dan baekhyun oppa hanya tersenyum sambil memandangi aku.

“yeobboseo Kai kau dimana kenapa tidak memberikabar pabbo.”

“……………..”

“OMO!! Bukan seperti itu.”

“……………”

“YAK!! Dasar pervert!”

“………………”

“sampai berani matilah kau.”

“……………..”

“Yak!! Dasar kurang ajar..”

“……………..”

“sudah aku malas berdebat denganmu dasar pervert.”

Tut … tut …. tut …

Kuputus telefon dengan segera, malas sekali berhadapan dengan kekasih yang sangat pervert. “bagaimana, Kai baik baik saja?” tanya Baekhyun oppa. “ne..” jawabku dengan sangat malas.

“wajahmu lesu, gwenchana?” tanyanya khawatir. “eum.. biasa, kurang tidur dan lapar oppa.” Jawaku dengan sangat malas, sebenarnya karena Kai. “pelayan, tolong pesanannya agak dipercepat.” Yammpun, sebenarnya bukan itu.

Hah.. yasudahlah. Biar saja, toh aku juga sangat lapar. “maaf tuan menunggu lama ini pesanannya.” Ramah pelayan itu.

 

Kai pov

 

Drrrtt… drrrtttt… dddrrrtttt…

Handphone milikku berdering,, aku mengendurkan pelukanku dengan Sehun. “Hun-nni, aku mengangkat telefon dulu.” Sehun hanya mengangguk dan tersenyum.

Kurogoh saku celanaku, “dari noona, aku angkat dulu ya.” Kataku pada Sehun “tentu, angkatlah.” Jawab sehun lalu berjalan kearah sofa.

“……………”

“noona jangan berteriak teriak, aku baru sebentar pergi noona. Kau sudah merindukanku.” Jawabku menggodanya.

“…………..”

“lalu, apakah noona sudah tak tahan melanjutkan yang tadi.” Jawabku sambil cecengiran.

“………………….”

“katakan saja noona ingin aku melakukan itu kan?” godaku lagi.

“……………….”

“noona tidak perlu seperti itu, katakan saja noona menikmatinya.” Godaku terus sambil tertawa kecil sekarang.

“……………….”

“YAK!! Aku tidak kurang ajar noona, aku hanya menyentuhmu saja, atau noona mau aku menyentuh wanita lain?”

“……………..”

Tut….tut….tut…

“Yak!! Yak! Noona, Noona. Aish wanita sama saja, cemburuan.”

 

Sehun pov

 

Apa apaan Kai seperti itu, cekikikan, senyum, tertawa. Jika sudah bersama noonanya pasti Kai melupakanku, yah yah yah.

Kupejamkan mataku, “pasti lama……. jika sudah noona…” ya Taeyeon noona memang seperti segalanya buat Kai. Memang mereka saudara tapi kelakuannya seperti suami istri yang baru menikah.

“Hun-nni… Kajja..” kurasakan bahuku digoncang, “eh… Kai, cepat sekali. Biasanya sampai satu tahun.” Jawabku asal sambil membuka mata “memangnya apa satu tahun.” Lirihnya..

Biasanya juga memang seperti itu “kajja Hun-nni..” ajaknya lagi. Aku masih malas, gendong aku Kai.” Aku memanyunkan bibirku dan mengangkat kedua tanganku.

“aish… kau ini, kau kira kau masih bayi apa?” jawab Kai menolak. “tapi aku maunya digendong.” Jawabku lebih manja.

Terlihat kai mengacak rambutnya, “yasudah kajja…” sambil berjongkok membelakangiku. “yey,…” jawabku kegirangan. “tapi sampai didepan lift saja ne, hun-nni..” jelas Kai.

Dan aku hanya mengnganggukkan kepalaku saja. sebenarnya aku juga tak tau mau kemana, yang jelas makan. “kajja…” jawabku. Kamipun pergi ketempat yang Kai tuju.

 

Author pov

 

Seorang namja berjas hitam, berbadan tegap tengah berjalan menuju ruangan yang berada disebelah kanan jalan. Iapun berdiri didepan pintu dan segera mengetuknya.

Tokk… tok … tok..

“masuk..” terdengar suara dari dalam pintu, lalu lelaki itupun segera memutar knop pintu dan masuk. “lapor tuan, kekhawatiran anda selama ini benar. Kini mereka sudah menjalin hubungan.” Lapor namja berjas putih itu.

Terlihat namja yang dipanggil tuan itu memutar kursinya menghadap lelaki yang baru saja menyampaikan informasi tersebut. “aku belum yakin.” Jawab lelaki itu tanpa mengalihkan pandangannya dari namja yang ia tatap saat ini.

“tuan bisa menanyakannya langsung kepada tuan muda, atau nona t…” “cukup…. pergilah” potong namja yang dipanggil tuan itu. “aku akan mencari tau sendiri.” Jawabnya lagi.

“permisi tuan…” jawab namja tersebut sambil membungkuk hormat. Kemudian lelaki tersebut segera keluar dari ruangan itu. Kini tinggalah namja paruh baya itu sendiri diruangan yang cukup sepi.

Terlihat namja tersebut mengetik beberapa digit nomor telefon dilayar handphonnya. Iapun segera mengarahkan handphone itu ketelinga sebelah kanannya.

Tuuuuuuuuuuuuuut…. tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut… tuuuuuuuuuuuuut…

Telefonpun tersambung.

“yeoboseo..” terdengar suara dari seberang telefon. “yeobbo, nanti aku pulang. Dan aku ingin kedua anak kita ada dirumah saat aku pulang, apa kau mengerti.” Tanpa basa basi lelaki paruh baya itu menyampaikan maksudnya dengan suara yang lembut.

“ah iya yeobbo, akan aku usahakan. Kau tau sendirikan bagaimana kesibukan t……” “dan aku tidak mau tahu alasan apapun mereka harus ada dirumah saat aku pulang nanti.”

Tut… tut… tut…

Lelaki itu memutuskan sambungan dengan sepihak dan agak sedikit membentak. “aku sudah menduga, mereka pikir aku akan diam.” Lelaki itu lalu berjalan kearah meja yang berada tak jauh dari tempat duduknya tadi, mengambil kunci mobil lalu meninggalkan ruangannya.

 

Hyoyeon pov

 

Aku berjalan cepat kearah sofa, suamiku tadi menelefon dan menyuruh kami berkumpul. “pasti ada sesuatu masalah.” Aku mengambil telefonku kembali yang sempat aku taruh diatas meja dan memencet beberapa digit nomor, yah memang aku sudah menghafalnya.

“yeoboseo, Taeng-ah… kau harus pulang sekarang bersama adikmu. Harus sekarang ne.. Appamu menyuruh eomma untuk makan malam bersama.” Bohongku. “yeoboseyo eomma, keunde.. Taeng akan pulang dan menginap.” Jawab anakku itu.

“ahk yasudah kalau begitu. Eomma juga sudah merindukan gadis kecil eomma.” Jawabku mencairkan suasana “hihihi… eomma aku sudah besar, sudah dewasa… hihihi…” jawabnya cengengesan..

Akupun ikut cekikikan, “wah benarkah putri eomma ini sudah besar, lalu kapan kau akan mengenalkan calon menantuku itu?” tanyaku sambil tertawa.

 

Taeyeon pov

Aku tertawa kecil menerima telefon dari eomma, tak kuperdulikan baekhyun oppa tengah senyum senyum sendiri melihatku seperti orang bodoh. “wah benarkah putri eomma ini sudah besar, lalu kapan kau akan mengenalkan calon menantuku itu?”

 

DEG…….

 

Apa kau berharap demikian eomma? Dia sudah dekat denganmu, yang kau katakan calon menantu. Akupun berhenti tertawa, “eomma sudah dulu ne..” jawabku pada eomma.

“kau masih sibuk eoh.. yasudah kembalilah bekerja, jangan terlalu lelah ne” nasehat eomma. “ne eomma, aku akan menjaga kesehatan. Dan eomma jangan lupa aku ini seorang uisa.” Jawabku sambil memaksakan senyum..

Tut… tut… tut…

Lalu telefon terputus, aku melirik Baekhyun oppa. Dia tengah memandangiku dengan senyumnya. “oppa, gamsahabnida. Dan aku akan segera pulang, aku titip pasien pasien ya oppa.” Kataku yang dibalas oleh baekhyun oppa.

Kulihat Baekhyun oppa hanya menganggukkan kepalanya dan segera pergi dari hadapanku. Akupun memasuki ruanganku, “astaga.. jjajangmyun yang diberikan Kai lupa tak aku makan.” Akupun mengangkat jjangmyun itu.

“Jjajangmyun ini sayang sekali bila tak ada yang memakannya,” akupun keluar dari ruanganku, aku melihat ada petugas kebersihan hendak melintas didepan ruanganku. Akupun segera memberhentikannya.

“chakamaneyo ajhumma” panggilku lirih pada ajhuma itu. “ne uisa, ada yang bisa saya bantu?” tanya ajhuma itu sopan.

“aku minta tolong pada ajhuma untuk menghabiskan jjajangmyun ini, tadi aku sudah makan dan tidak ada penolakan.” Kataku sambil tersenyum dan menyodorkan jjajangmyun itu.

“ne uisa, gamsahabnida…” jawabnya sambil tersenyum. “ah tidak perlu seperti itu ajhuma, aku masuk dulu ya. Terimakasih.” Jawabku berterimakasih Lalu segera masuk.

Aku berjalan kearah kursi dan duduk diatasnya. Mengambil phonselku lalu segera menekan angka satu. Telefon lalu tersambung.

“Kai…” panggilku..

wae noona? Aku sedang dijalan” tanyanya.

“kuliahmu hari ini sudah selesai?” aku balik bertanya.

sudah, dan ada bayi yang sedang mengoceh… hihihi… Aww…

“OMO! Ada bayi, Kai kau kenapa?” tanyaku panik karena Kai tiba tiba berteriak.

gwenchanayo noona, kau sangat mengkhawatirkanku eoh…hahaha” jawabnya

“aish cepatlah jemput, aku akan menginap dirumah.” Kataku mulai kesal.

aish noona kau jangan marah lagi, atau …..” jawabnya mengambang.

“cepatlah datang… aku tidak mau menunggu.” Jawabku agak manja.

ne noona, aku memang sedang menuju kesana. Sabar ne… ya sudah noona tunggu disana ne..

Jawabnya dan entah mengapa jika Kai tidak pervert seperti ini aku sungguh senang. “ne..” jawabku dan segera memutus telefon. Akupun segera membereskan barang barangku.

 

Kai pov

 

Aku mengantar Sehun pulang setelah pulang kuliah, bukan berarti aku membiarkan anak itu sendiri di mobil. Disaat aku belajar Sehun memegang dompetku dan alhasil, isi dompetku tinggal setengah.

Kuparkirkan mobilku ditempat parkir, kubuka pintu mobil dan berjalan santai kearah gedung putih yang berada dekat denganku lalu segera memasukinya.

Kuarahkan kakiku melangkah menuju sebuah ruangan yang sering kudatangi. “noona, aku datang.” Panggilku.

“eh.. kau sudah datang.” Aku hanya tersenyum dan menutup pintu “kau kebut kebutan eoh..” lanjutnya lagi.

aku hanya mengendikkan bahuku dan duduk dipangkuannya sambil memeluknya. “kau ini sudah beberapa kali aku bilang jangan kebut kebutan.” Noona menjewer telingaku.

“aww… appo noona, aku tidak kebut kebutan seperti yang noona katakan.” Sanggahku lalu membalikkan posisi sehingga sekarang Taeyeon noona berada diatasku. Tangan kananku memegang pinggangnya dan tangan kiriku memegang tengkuknya.

“Kai lepas, ayo pulang.” Ajak noona dengan muka yang memerah. Aku melepaskan noona, noona terlihat merapikan rambutnya dan segera berbalik. “kajja..” kataku dan menggendong noona kearah ranjang.

“Kai…” panggil noona, aku hanya meliriknya dan merebahkannya diranjang. “wae?” tanyaku sok tidak tahu. “aku mengajakmu pulang.” Akupun menindih tubuhnya. “sebentar saja noona aku merindukanmu” jawabku menggoda.

“eomma sudah menunggu.” Jawabnya lagi dan aku tentu tidak memperdulikannya. Aku terus mendekatkan bibirku kearah bibir tipisnya.

Kulumat bibir tipisnya, kurasakan dia menjambak rambutku. “eunggh..” lenguhnya disela sela ciuman kami, dan membuatku semakin semangat.

Kulumat bibirnya lagi, dan meremas kedua payudaranya. “aw.. sshhh.. K-kai ah.. mmmppptthh sshh..” racaunya sambil menjambak rambutku.

“noonah.. jangan menggoda, atau…” aku menelusupkan tangan kananku kedalam kemejanya dan meremas payudaranya kuat.

“eungghh.. mmmppptthh..ahhhhk.. Kaihh.. sshhh..” desahan noona sangat pelan, “kau menikmatinya noona?” tanyaku sambil mengulum telinga Taeyeon noona.

“henhtikhkan Kai jebbalhyo, mmmpptthh..” kuhentikan kegiatanku? Lalu merapikan kemeja noona dan menciumnya sekilas.

“lain kali jangan menggodaku noona.” Kataku santai. Kulihat Taeng Noona duduk dipinggiran ranjang sembari merapikan rambutnya, lalu menatapku.

“aku menggodamu?” tanyanya. Jelas noona, lihat kemeja atasmu. “lihatlah kemeja atasmu noona, aku sudah melihatnya dan ingin memegangnya.” Jawabku polos sambil tersenyum kearahnya.

 

Taeyeon pov

 

Lihatlah ia, mengucapkan kalimat itu dengan santai dan tanpa merasa berdosa sedikitpun. Hah, tetap saja aku pasti kalah olehnya. Aish… kancingku terbuka dua pantas saja, aku hanya mengercutkan bibirku “kajja noona…” ajak Kai sambil mengulurkan tangan kanannya.

Aku meraih tangannya dan ikut berjalan beriringan dengan Kai. “tumben sekali noona menginap. Ada apa?” tanya Kai. Aku masih kesal, biarkan saja aku tidak menjawab pertanyaannya.

Kai membukakan pintu mobil untukku, “noona marah?” tanyanya lagi. Aku hanya menggeleng pelan dan segera masuk.

“noona, apakah aku menyakitimu?” tanyanya lagi aku hanya menggelengkan kepalaku dan menatap lurus kedepan. “jika kau tidak marah kenapa kau seperti ini?” tanyanya lagi.

“berhentilah bertanya.” Jawabku dingin. Kurasakan Kai memberhentikan mobilnya. “noona, jangan marah seperti ini jebbalyo…” mohon Kai sambil memegang kedua tanganku. “eoh baiklah..” kutatap wajahnya lalu berbalik memegang kedua tangannya.

“tapi kau harus janji, kau tidak boleh pervert..” kataku lalu bersmirk ria. “arraso,, aku tidak boleh menyentuh kekasihku sendiri dan yeah mungkin aku akan menyentuh… aww appo noona.” Ringisnya sambil menyentuh kepala.

“sampai kau berani menyentuh wanita lain…” ancamku menggantung. “kau akan tau sendirikan bagaimana jika aku….” aku menggantungkan kalimatku lagi.

“ne noona, aku mengerti.” Kurasakan Kai melajukan mobilnya lagi. “noona…” panggil Kai “wae?” tanyaku. “kiss.” Jawabnya singkat. MWOYA kiss? Eotokhaeyo? “Kai jangan mulai.” Kataku memberi peringatan. “dipipi saja noona.” Jawabnya manja.

“ini sudah sampai rumah Kai.” Balasku. “sekilas saja, seperti ini.” Jawab Kai dan segera mencium kilat kedua pipiku. Tanpa babibu aku juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Kai.

 

Author pov

 

Sepasang kekasih itupun turun dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam rumah. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang tengah mengintai mereka dan berbicara melalui alat yang terpasang ditelinganya.

“yeoboseo eomma, Taeng pulang.” Jawab yeoja yang sedari tadi menggandeng tangan namja disebelahnya.

“noona, jangan berteriak teriak.” Sahut namja yang berada didekat yeoja itu. “tuan muda, nona muda, sudah ditunggu diruang keluarga oleh tuan dan nyonya Kim.” Sahut ajhuma yang bekerja dirumah itu dengan sangat sopan.

“eomma…” teriak Taeyeon dengan nada yang melemah akibat melihat eommanya yang terisak. “eomma.” Namja disebelah Taeyeon pun hendak berlari namun langkahnya terhenti ketika sebuah tangan kekar mendarat mulus diwajahnya.

PLAKK..

“APPA/YEOBBO” teriak dua wanita disana, terlihat cairan merah mengalir dari sudut bibir Kai, Kai hanya memandang appanya tak percaya.

TBC

Gimana chingudeul ff nya, tetep semangatin author lewat kritik dan sarannya ya, jalan ceritanya gimana????

Tolong bener bener dikritik kurang apa lagi, biar author ngerti, tentang nc mungkin tidak di ff ini. Tapi tenang, tetap Kaiyeon ff NCnya nanti.

Di chapter pertama 50an lebih komennya, diharap untuk chap ini jangan sampai kurang dari 50. Gamsahabnida chingudeul. Makasih juga untuk eonni yang udah ngpost ni ff abal abal author.

Advertisements

58 comments on “[FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 2)

  1. Pingback: [FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s