[FREELANCE] I’m Yours (Sequel Be Mine]


I’m Yours (Sequel FF ‘Be Mine’)

Author: Han Sung Young

Rating: 17

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, Action, Sad

Main Cast: Kim Taehyung, Kim Taeyeon

Other Cast: Find by yourself.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: LittleRabbit@Bordeaux
Poster Art

Happy reading^^

Be Mine

“Bagaimana, apa kau setuju.?” Tanya seorang gadis yang kini tengah berada di sebuah bar elit di Seoul.

“Tentu. Tapi, apakan rencana ini akan berjalan lancar.?” Jawab seorang pria yang menjadi lawan bicara gadis tadi.

“Tentu saja, Sojin sudah mengkonfirmasi hal ini, kita hanya perlu menjalankan dengan hati-hati.”

“Arra.”

“Setelah ini aku dapat memiliki Taehyung kembali, dan kau dapat memiliki Taeyeon kembali. Aku benar-benar tak rela jika mereka bersama.” Ucap gadis tersebut dengan nada sinis.

“Tapi bukankah kau bilang jika kau dan Taehyung berpisah secara baik-baik dan kau pun sudah melepasnya, mengapa kau seperti masih belum merelakannya.?” Tanya pria tersebut.

“Pencitraan.”

“Kau benar-benar gadis licik nona Park.”

****

Seorang gadis cantik kini tengah menggeliat di ranjangnya karena sinar mentari yang menerobos masuk lewat jendela kamar nya. Gadis itu tak merasa kesal, justru dirinya merasa senang karena sinar tersebut seperti memberitahu agar dirinya tidak terlambat untuk ke kampus.

Gadis itu adalah Taeyeon, dengan mata yang masih setengah terpejam dirinya memaksakan untuk segera bangun dan menuju kamar mandi.

Namun sebelum dirinya memasuki kamar mandi, iPhone nya berdering tanda pesan masuk.

From: Taehyung Oppa
‘Baby, hari ini kau berangkat sendiri ne.? Karena oppa ada kelas pagi. Tapi jika kau memang tidak ingin berangkat sendiri, oppa tak perlu ikut kelas pagi dan akan menjemputmu.’

To: Taehyung Oppa
‘Annio, oppa berangkat saja, aku bisa minta di antar Ji Woong oppa.’

From: Taehyung Oppa
‘Baiklah, hati-hati di jalan ne. Love You :* ‘

Taeyeon tersenyum setelah membaca pesan dari Taehyung. Taehyung memang selalu berlebihan dan juga sangat posesif terhadap dirinya. Bahkan selama satu bulan mereka menjalin hubungan, bisa di hitung dengan jari Taeyeon bisa berkumpul dengan Yuri dan juga Sunny. Itu semua tentu karena Taehyung yang selalu ingin bersama Taeyeon kapanpun itu, dan dimanapun itu. Berlebihan memang. Tapi begitulah Taehyung, mencintai Taeyeon selain dengan hatinya juga dengan nafsunya.

Setelah meletakkan iPhone nya kembali, gadis itu beranjak menuju kamar mandi dan bersiap menuju kampusnya.

****

“Ji Woong oppa menyebalkan, apa susah nya mengantarkan ku.” Umpat Taeyeon di tengah perjalanan menuju halte.

Niat gadis itu yang tadinya ingin di antar oleh Ji Woong itu tidak terpenuhi karena oppa nya tak mau mengantarnya dengan alasan malas. Hal itu tentu saja membuat Taeyeon kesal dan menggerutu tak jelas. Jika dulu sebelum Taeyeon berhubungan dengan Taehyung, dirinya selalu ikut dengan mobil Yuri bersama dengan Sunny. Dan sekarang, Taeyeon tak mungkin jika berangkat bersama dengan Yuri, Taeyeon hanya merasa tak enak.

“Sekarang apalagi.? Mengapa tak ada seorang pun disini.” Kesal Taeyeon karena tak ada seorang pun di halte tersebut selain dirinya.

Akhirnya Taeyeon mendudukkan dirinya dengan kasar di kursi halte tersebut untuk menunggu bus datang.

Namun kesendiriannya ini berakhir saat seorang namja dengan motor besarnya berhenti tepat dihadapan Taeyeon.

“Menungguku nona.?” Tanya namja tersebut setelah membuka kaca helm nya.

“Daehyun oppa!!” Panggil Taeyeon dan berdiri dari duduknya.

“Kajja, kuantar kau ke kampus.” Ajak Daehyun dan menyerahkan helm pada Taeyeon.

“Tidak usah, aku tidak mau merepotkan oppa, aku akan menunggu bus saja.” Tolak Taeyeon dan menggelengkan kepalanya.

Mendengar penolakan dari Taeyeon, Daehyun lantas turun dari motornya dan berjalan mendekati Taeyeon.

“Jika kau menunggu bus kau bisa terlambat, karena bus tersebut datang lebih siang dari biasanya.” Ucap Daehyun dan memakaikan helm Taeyeon.

“Jinjjayo.?”

“Ne, sekarang sebaiknya kau kuantar sebelum terlambat.”

“Apakah tidak apa-apa.?”

“Gwenchana, cepat naik sebelum aku berubah fikiran.” Ucap Daehyun setelah menaiki motornya dan memakai helm.

Taeyeon hanya mengangguk dan segera menaiki motor Daehyun, tidak mau mengambil resiko datang terlambat karena menunggu bus.

Saat Taeyeon sudah menaiki motor tersebut, Daehyun langsung menarik tangan Taeyeon agar gadis itu berpegangan pada pinggang nya.

KLIK!!

KLIK!!

Tak lama setelah itu, Daehyun segera menjalankan motornya meninggalkan area halte.

Sementara itu, seorang gadis tengah tersenyum licik dibalik pohon yang berada di sekitar halte sambil menatap kamera yang sedari tadi dibawanya.

“Kau masuk perangkap Kim Taeyeon!!”

****

Motor Daehyun kini sudah berhenti tepat didepan kampus Taeyeon. Dan tepat setelah itu Taeyeon turun dan melepas helm yang digunakannya.

“Gomawo oppa.” Ucap Taeyeon dan tersenyum manis.

“Cheonma. Taeng, apa nanti pulang kuliah kau ada acara.?” Tanya Daehyun dan juga melepas helm nya.

“Emm, sepertinya tidak, wae.?”

“Apa kau mau membantu oppa membeli sepatu.?” Tanya Daehyun penuh harap.

“Oppa masih suka mengkoleksi sepatu.?”

“Ne, tapi kali ini akan oppa gunakan untuk datang ke reuni di kampus oppa dulu.”

“Baiklah, tapi jemput aku di halte dekat sini saja ne.?” Jawab Taeyeon takut-takut.

Tentu saja, jika Daehyun menjemputnya di kampus dan Taehyung mengetahuinya, memang mau jadi apa Taeyeon.? Bisa-bisa Taehyung mengurung dirinya dirumah namja itu selama beberapa hari. Sangat berlebihan bukan.? Ditambah lagi orang tua Taeyeon kini sedang tidak dirumah, dan Ji Woong yang tengah sibuk dengan pekerjaanya hingga memudahkan Taehyung menculik Taeyeon ke rumahnya.

“Wae.? Kau takut jika Taehyung mengetahuinya.?” Tanya Daehyun dengan nada meremehkan.

“Oppa~”

“Baiklah-baiklah, akan kau jemput di halte dekat sini. Kau pulang pukul berapa.?”

“Pukul 2.”

“Akan kujemput pukul 01.50.”

“Ne.” Jawab Taeyeon dan mengangguk patuh.

Lihatlah, bahkan Taeyeon melupakan Taehyung yang berkali-kali mengingatkan dirinya agar tak berdekatan lagi dengan Daehyun. Tapi beginilah Taeyeon, dirinya-lah yang selalu memilihkan sepatu koleksi milik Daehyun.

“Baiklah, aku pergi dulu ne, annyeong.” Ucap Daehyun dan kembali memakai helm nya.

“Ne, annyeong.”

****

Kelas Taeyeon kini telah berakhir, dirinya, Yuri dan Sunny kini mulai beranjak menuju kantin.

“Kajja ke kantin.” Ucap Taeyeon dan berdiri didepan meja Yuri.

Yuri justru menghela nafas dan memutar bola mata saat menatap Taeyeon. Bukan, bukan Taeyeon. Tapi arah  belakang Taeyeon.

“Baby.?”

Itu suara Taehyung. Pantas saja jika Yuri justru menghela nafas saat Taeyeon mengajaknya ke kantin.

“Oppa.?”

“Kau mau kemana.?” Tanya Taehyung saat sudah berdiri didekat Taeyeon.

“Aku ingin kekantin dengan Yuri dan Sunny.”

“Kajja, kau kekantin denganku saja.” Ucap Taehyung dan menarik tangan Taeyeon.

“Tapi aku ingin bersama Yuri dan Sunny oppa.” Ucap Taeyeon dan melepas tangan Taehyung yang masih menggenggam tangannya.

“Tidak, kau harus kekantin denganku.”

“Sudahlah Taeng, kita kekantin dulu ne.” Ucap Sunny.

“Oppa, kumohon kali ini saja.” Rengek Taeyeon dengan puppy eyes nya.

“Sudahlah, sebaiknya kita kekantin bersama.” Ucap Jin yang sedari tadi sudah jengah dengan perdebatan antara Taeyeon dan Taehyung.

“Baiklah.”

****

“Bagaimana.? Apa dia mau menemanimu.?” Tanya Chorong yang saat ini tengah bersama Daehyun.

“Tentu saja, aku mencari alasan yang masuk akal agar dia mau menemaniku.”

“Baiklah. Kau tau.? Hasil potretan tadi pagi sangat lah bagus, bahkan terlihat sangat nyata.” Ucap Chorong dan menatap kamera nya.

“Bukankah bagus begitu.? Rencana kita akan berjalan dengan sangat lancar. Bagaimana dengan Sojin.?”

“Bagaimana apanya.? Dia bahkan sudah menyetujui nya sejak awal. Tinggal sedikit lagi maka Taeyeon dan Taehyung akan segera berpisah.” Jawab Chorong dan tersenyun miring.

“Kau benar. Dengan begitu Taeyeon akan menjadi milikku kembali.” Ucap Daehyun dan mengusap sebuah cincin yang tersemat di jari manis nya.

Cincin itu adalah cincin pasangan yang dimilikinya dengan Taeyeon saat mereka masih bersama dulu, bahkan hingga sekarang Daehyun tak pernah melepas cincin tersebut.

“Tentu saja. Yang pasti nanti kau harus membuat adegan yang memperlihatkan kemesraan antara kau dan Taeyeon. Aku akan mengikuti kalian dari belakang dan mengambil beberapa gambar.”

“Baiklah.”

****

Taeyeon kini tengah berjalan santai di koridor kampusnya. Kelas telah berakhir, dan sekarang waktunya Taeyeon untuk pulang. Namun gadis itu tak melupakan janjinya dengan Daehyun tadi pagi. Tapi satu yang harus Taeyeon fikirkan, dirinya harus mencari alasan yang masuk akal agar Taehyung mengizinkannya. Benar-benar sulit.

“Honey.?”

Taeyeon yang kini sudah berada di loby kampus mengalihkan pandangannya pada asal suara. Siapa lagi jika bukan Taehyung. Dengan senyum yang mengembang, gadis itu menghentikan langkahnya.

“Kajja pulang.”

“Oppa, hari ini kita tidak bisa pulang bersama.” Ucap Taeyeon pelan.

“Wae.?”

“Emm,, aku.. aku harus kerumah Sunny.” Ucap Taeyeon susah payah.

“Untuk apa kerumah Sunny.? Biar kuantar.”

“Ada yang harus kami kerjakan, dan aku akan pergi dengan Sunny saja.”

“Tidak akan. Jika kau ingin pergi dengan Sunny, dimana gadis itu ?” Tanya Taehyung dengan nada tegas.

“Sunny masih di kelas, dan aku akan menunggunya disini.”

“Tidak, kau akan kuantar saja.”

“Kita tunggu di mobil saja.” Ucap Jimin yang sedari tadi sudah lelah menunggu kapan perdebatan antara Taehyung dan Taeyeon berakhir.

Taehyung mengalihkan tatapannya pada teman-temannya dan menganggukkan kepalanya. Setelah Jimin dan lainnya sudah memasuki mobil masing-masing, Taehyung kembali menatap Taeyeon.

“Kita tunggu Sunny, dan kalian akan kuantar.”

“Tidak oppa, kumohon kali ini saja aku pergi. Aku tidak sendiri oppa, aku dengan Sunny. Jangan berlebihan seperti ini.”

“Berlebihan.? Aku hanya tak ingin kau kenapa-kenapa nantinya, maka dari itu aku harus memastikan kau aman dalam pengawasanku.” Jelas Taehyung.

“Tapi tidak seperti ini oppa. Aku janji jika ada apa-apa aku akan segera menghubungimu. Kumohon kali ini saja.” Ucap Taeyeon dan mengguncang pelan kedua lengan Taehyung.

Taehyung menghela nafas, entah mengapa kali ini dirinya benar-benar tak bisa membiarkan Taeyeon pergi tanpanya, walaupun Taeyeon akan pergi dengan Sunny, tapi Taehyun tetap merasa berat. Namun jika Taeyeon sudah seperti ini, maka hati Taehyung tak bisa tak luluh. Walaupun berat, tapi Taehyung tetap berusaha membiarkan Taeyeon pergi dengan Sunny.

“Baiklah, kali ini saja kau kuizinkan. Tapi ingat janjimu tadi.”

Taeyeon mengangguk dengan semangat dan tersenyum lebar, “Ne oppa, gomawo.”

“Aku pulang dulu ne, hati-hati di jalan nanti.” Ucap Taehyung dan mendekat kemudian mengecup kening Taeyeon.

“Ne, oppa juga hati-hati di jalan.”

Taehyung mengangguk kemudian segera memasuki mobilnya dan beranjak meninggalkan area kampus.

Taeyeon menghela nafas, untung saja Taehyung mau mempercayai dirinya. Walaupun alasan yang Taeyeon berikan sangat tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan.

Taeyeon kembali melangkahkan kakinya setelah mobil Taehyung sudah tak terlihat lagi. Saat sampai depan gerbang, gadis itu membelokkan langkahnya kekiri menuju halte sekitar kampusnya tempat dimana dirinya dan Daehyun janjian.

Sudut bibir gadis itu terangkat melihat pemandangan didepannya. Ya, Daehyun saat ini memang sudah berada di halte tersebut dan masih duduk manis dimotornya. Dengan senyum yang masih mengembang, Taeyeon melangkah cepat kearah Daehyun yang kini sudah menatap kearahnya.

“Sudah lama oppa.?”

“Lumayan.” Jawab Daehyun dan sedikit menganggukkan kepalanya.

“Mian, tadi aku ada sedikit urusan.”

“Apa urusan itu membujuk Taehyung.? Tadi aku melihat mobilnya baru saja lewat.”

“Ahh,, ya seperti itulah.” Jawab Taeyeon malu-malu dan mengusap tengkuk nya.

“Sudahlah, kajja kita berangkat, sebelum semakin sore.” Ucap Daehyun dan menyerahkan helmnya pada Taeyeon.

“Ne,”

****

Hembusan angin sore seketikan menerpa wajah Daehyun dan Taeyeon yang baru saja keluar dari sebuah toko untuk membeli beberapa pasang sepatu untuk Daehyun. Tak banyak, hanya 3 pasang sepatu yang kali ini dibeli oleh Daehyun, tak seperti biasanya yang mencapai 7 pasang sepatu. Terdengar gila memang, tapi begitulah Daehyun. Bisa dibilang namja itu adalah maniak sepatu  berbagai model, dan hampir semua koleksi sepatu yang dimiliki Daehyun adalah pilihan dari Taeyeon, karena memang Daehyun mulai mengkoleksi sepatu saat berkencan dengan Taeyeon.

“Kita langsung pulang, atau kesuatu tempat dulu.?” Tanya Taeyeon yang saat ini tengah membawa sebuah kantung belanjaan yang berisi sepasang heels yang tadi dibelikan oleh Daehyun.

“Kau masih menyukai ice cream.?” Bukan menjawab, Daehyun justru memberikan sebuah pertanyaan pada Taeyeon.

“Aku tak akan tak menyukai ice cream oppa.”

“Bagaimana jika kita ketaman kota dan membeli ice cream disana.?” Tawar Daehyun dan mampu membuat wajah Taeyeon berseri-seri.

“Huwaa.. jinjja.? Kajja. Aku sudah lama tak memakan ice cream.” Jawab Taeyeon dan menarik pergelangan tangan Daehyun.

Klik!!

Klik!!

Lagi-lagi ada yang mengabadikan moment keduanya. Kali ini terlihat sekali bahwa di foto tersebut Taeyeon tengah menggenggam pergelangan tangan Daehyun.

“Sabar sebentar Taeyeon.” Jawab Daehyun dan terkikik geli melihat tingkah Taeyeon yang masih kekanakan.

Daehyun dan Taeyeon segera menuju parkiran tempat motor Daehyun berada. Hingga kini motor berwarna hitam legam itu sudah meninggalkan area mall tersebut.

Ditengah perjalanan Taeyeon tak henti-hentinya menyunggikan senyum manisnya. Hal ini bukan karena tanpa alasan, Taeyeon seperti ini karena mengingat dirinya yang sebentar lagi akan merasakan dingin dan manis nya rasa ice cream yang sudah lama tak dirasakannya.

Saking terlarut dalam senyumnya, gadis itu tak sadar bahwa kini mereka sudah tiba di taman kota yang dimaksud oleh Daehyun tadi.

“Kita jalan-jalan dulu ne, baru setelah itu membeli ice cream.” Ucap Daehyun setelah turun dari motornya.

“Hmm.. kajja.”

Daehyun dan Taeyeon kini mulai berjalan mengelilingi taman kota yang sudah cukup lama tak mereka kunjungi. Memang saat mereka masih bersama dulu, keduanya sangat sering pergi ke taman tersebut dan membeli ice cream kesukaan Taeyeon disana.

****

Taehyung kini terlihat mendesah kasar di kamarnya yang saat ini tengah didatangi Jin. Taehyung sedari tadi selalu mengecek ponselnya berharap ada pesan atau panggilan dari Taeyeon. Namun nihil, sejak pulang dari kampus tadi Taeyeon sama sekali belum menghubungi dirinya, dan itu tentu membuat Taehyung khawatir dan juga… curiga.

“Kau ini tak bisa tenang sebentar saja eo.?” Tanya Jin yang sedari tadi sudah tak nyaman dengan gelagat Taehyung.

“Tidak hyung, aku benar-benar khawatir dengan Taeyeon.”

“Wae.?”

“Sedari tadi dia belum menghubungiku, dan aku merasa aneh dengan sifatnya hari ini, dia sering menolakku dengan alasan ingin bersama temannya. Apa mungkin dia berbohong.?” Tanya Taehyung pada Jin yang sudah dianggap sebagai Hyung nya sendiri itu.

“Entahlah. Tapi hal itu bisa saja terjadi. Mungkin dia sudah lelah dengan sifatmu yang posesif dan selalu mengekang dirinya.” Jelas Jin dengan penuh perhatian.

“Aku tidak posesif hyung, aku hanya ingin dia selalu bersamaku hingga aku bisa mengawasi dan melindunginya. Bukankah kau tau sendiri bahwa Taeyeon adalah gadis yang ceroboh.”

“Mungkin bagimu kau hanya ingin mengawasi dan melindunginya, tapi bagi Taeyeon kau ini adalah sebuah tembok besar yang memaksa dirinya untuk tidak bergerak sedikitpun. Jika kau terus serperti ini, bisa saja suatu saat Taeyeon benar-benar lelah dan meninggalkan mu. Belajarlah untuk tidak terlalu mengekang Taeyeon.”

“Mungkin kau benar hyung, aku terlau berlebihan dengan sikap ku selama ini, hanya saja itu kulakukan karena aku terlalu mencintainya, bukankah kau tau sendiri bahwa aku butuh waktu lama untuk mendapatkan Taeyeon.? Dan sekarang aku sudah mendapatkannya dan aku tak akan melepaskannya begitu saja.” Ucap Taehyung dengan nada penuh ketegasan.

“Aku tau, tapi tak bisakah kau percaya sedikit saja dengan yang kuucapkan.?”

“Akan ku usahakan hyung. Lalu, sekarang aku harua bagaimana.?” Tanya Taehyung dan menyandarkan punggung nya pada kepala sofa.

“Kau tak mencoba menghubungi nya.?” Tanya Jin yang kini juga mulai larut dengan ponselnya.

“Ponselnya tak aktif.” Jawab Taehyung lesu.

“Kalau begitu bersabarlah, mungkin sebentar lagi dia akan menghubungi mu.”

“Hmm..”

****

Sudah terlalu lama Daehyun dan Taeyeon berjalan-jalan disekitar taman tersebut, hingga kini keduanya memilih istirahat dengan duduk disalah satu kursi taman tersebut.

“Kubelikan ice cream sekarang ne.?” Tanya Daehyun dan dibalas dengan anggukan semangat dari Taeyeon.

Setelah Daehyun meninggalkannya, kini gadis itu menutup matanya menikmati hembusan angin yang menerpa wajah dan juga rambutnya. Taeyeon sangat merasa damai saat ini, sangat jarang dirinya bisa menikmati hal seperti ini. Dan kali ini Taeyeon tak akan menyia-nyiakan waktunya untuk menikmati angin sore tersebut.

Terlalu larut dalam fantasy nya, hingga Taeyeon terkejut saat membuka matanya dan mendapati Daehyun sudah berada didepannya dengan membawa 2 gelas ice cream ditangannya.

“Gomawo.” Ucap Taeyeon dengan senyum manisnya dan menerima ice cream yang diberikan Daehyun.

Keduanya kini menikmati ice cream masing-masing, terkadang mereka juga terlibat dalam perbincangan ringan agar tak membuat suasana menjadi canggung. Keduanya saling tertawa lepas saat menganggap sesuatu yang mereka bicarakan adalah hal yang lucu.

“Aku ingin mencoba milikmu.” Ucap Daehyun sambil menunjuk ice cream Taeyeon dengan dagu nya.

“Oh, baiklah.” Ucap Taeyeon dan menyuapkan sesendok ice cream pada Daehyun.

“Emm, mashita. Kau mau mencoba milikku.?” Tawar Daehyun dan diangguki oleh Taeyeon.

Namun dengan ide jahilnya, Daehyun sengaja membuat ice cream yang ingin disuapkan pada Taeyeon menjadi berantakan disekitar bibir gadis itu.

“Oppa~” Rengek Taeyeon dan berusaha membersihkan kotoran yang berada di sudut bibirnya.

“Haha,, mian Taengoo. Biar kubersihkan.”

Setelah berkata demikian, Daehyun mendekatkan jaraknya dengan Taeyeon hingga kini wajah mereka sangatlah dekat hingga terlihat seperti sedang berciuman. Namun tidak, Daehyun hanya membersihkan wajah Taeyeon, terbukti dari dirinya yang kini sudah memberi jarak kembali antara dirinya dengan Taeyeon.

“Gomawo.” Ucap Taeyeon.

“Cheonma.”

Keduanya kini kembali melanjutkan makan mereka dan juga kembali berbincang seperti sebelumnya.

…..

“Aku mendapat banyak foto yang memuaskan. Kerja bagus Jung Daehyun.” Ucap seorang yeoja yang sedari tadi terus mengawasi kebersamaan Taeyeon dan Daehyun dengan ditemani kameranya.

****

Taehyung berjalan dengan langkah besar saat ini. Namja itu terlihat sangat marah, terlihat dari wajah memerah, rahang mengeras dan jangan lupakan tangannya yang sedari tadi mengepal kuat hingga memperlihatkan otot-otot nya.

Sementara kini Jin dan yang lain mengikuti dari belakang dengan perasaan khawatir. Pasalnya Taehyung bisa hilang kendali jika sudah marah. Ditambah lagi masalah yang membuat Taehyung marah kali ini bukanlah masalah yang mudah. Bisa saja Taehyung mengamuk pada orang yang sedang dutujunya saat ini tanpa perduli siapa orang itu.

Taehyung menggebrak pintu kelas Taeyeon dengan sangat kasar hingga membuat beberapa orang mahasiswa berhamburan keluar karena terkejut dengan kedatangan Taehyung dan teman-temannya. Hingga kini dikelas tersebut hanya tersisa Taeyeon, Yuri dan juga Sunny.

“Apa ini.?” Ucap Taehyung dengan melempar beberapa foto tepat didepan Taeyeon.

Taeyeon memandang terkejut beberapa foto yang ada dihadapannya tersebut. Pasalnya foto tersebut berisi moment kebersamaannya dengan Daehyun kemarin. Taeyeon tak habis fikir, bagaimana bisa Taehyung mendapatkan foto-foto tersebut.? Taeyeon rasa kemarin tak ada yang mengetahui jika dirinya pergi dengan Daehyun termasuk Yuri dan Sunny.

Keterkejutan Taeyeon kini bertambah saat Taehyung menarik bahu nya dengan kasar hingga kini dirinya berhadapan dengan Taehyung.

“Jadi kemarin kau berangkat dengan Daehyun.? Mengapa saat kutanya kau menjawab jika kau diantar oleh Ji Woong hyung.? Kau sudah pandai berbohong sekarang, dari mana kau belajar hm.? Daehyun.? Aku benar-benar kecewa dengan mu, bagaimana bisa kemarin kau mengaku ingin mengerjakan sesuatu dirumah Sunny tapi nyatanya kau justru bermesraan dengan Daehyun hingga berciuman didepan umum eo.? Apa otakmu itu sudah dicuci oleh namja itu.? Apa perlu kubunuh namja itu saat ini juga didepanmu hm.?” Ucap Taehyung dengan emosi meluap-luap.

Taeyeon saat ini tak kuasa menatap mata Taehyung yang seolah-olah ingin melenyapkan dirinya dari bumi saat itu juga, Taeyeon hanya mampu menunduk dan merutuki kebodohannya.

Sementara Yuri dan Sunny kini menatap khawatir pada Taeyeon, begitupun dengan teman-teman Taehyung yang lain.

“Mengapa kau hanya diam.? Bukankah benar semua yang kukatakan. Datang padaku saat kau bisa menjelaskan ini semua padaku. Tapi jangan harap aku akan melepaskanmu pada namja itu begitu saja. Pertumpahan darah pun akan kulakukan untuk mempertahankanmu.” Tambah Taehyung dan melepas genggamannya pada bahu Taeyeon.

Taehyung merapikan penampilannya kemudian meninggalkan kelas Taeyeon diikuti yang lainnya. Mereka bahkan tak sadar bahwa banyak mahasiswa yang mengintip kejadian tadi lewat jendela kelas tersebut.

Taeyeon duduk dengan lemas dibangkunya dengan tatapan yang kosong. Yuri dan Sunny yang sedari tadi memang sudah khawatir dengan keadaan Taeyeon segera menghampiri gadis itu dan duduk didepannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi eo.?”

“Mengapa kau berbohong pada Taehyung sunbae dengan mengatakan bahwa ingin mengerjakan sesuatu dirumahku.?”

“Apa kau sudah gila.? Mengapa kau jalan dengan Daehyun oppa sementara kau adalah kekasih dari Taehyung sunbae. Kau harusnya berfikir sebelum bertindak.”

“Kurasa kau memang benar-benar gila, bagaimana bisa kau juga berciuman dengan Daehyun oppa.”

Taeyeon menghela nafas mendengar berbagai pertanyaan dari Yuri dan Sunny. Bibir gadis itu mulai terbuka untuk menjelaskan semua pada temannya itu. Taeyeon juga bingung bagaimana bisa Taehyung mengira dirinya berciuman dengan Daehyun.? Benar-benar aneh. Taeyeon fikir mungkin seseorang yang mengambil foto tersebut sudah berpengalaman.

“Hufftt… benar-benar gila. Sebaiknya kau segera mendatangi Taehyung sunbae dan menjelaskan ini semua kemudian meminta maaf.” Saran Yuri setelah Taeyeon menyelesaikan ceritanya.

“Benar kata Yuri, Taehyung sunbae sudah terlalu marah dengan kesalah pahaman yang terjadi, sebaiknya kau segera ke kelas Taehyung sunbae sebelum masalah semakin rumit.”

Taeyeon mengangguk lemah mendengar saran dari Yuri dan Sunny. Setidaknya gadis itu masih bersyukur karena memiliki sahabat yang sangat bisa diandalkan saat dirinya membutuhkan.

****

Dengan kepala yang sedari tadi menunduk, Taeyeon berjalan dengan langkah pelan menuju kelas Taehyung. Gadis itu tak bisa membiarkan Taehyung terlalu lama salah paham padanya, walaupun Taeyeon sendiri mengakui kesalahannya karena telah berani berbohong dengan Taehyung, tapi gadis itu benar-benar tak habis fikir bagaimana bisa Taehyung mendapatkan foto tersebut, ditambah lagi Taehyung juga mengira bahwa dirinya berciuman dengan Daehyun. Taeyeon berani mempertaruhkan apapun bahwa dirinya sama sekali tak berciuman dengan Daehyun.

Kepala gadis itu sedikit terangkat saat kelas Taehyung sudah terlihat, disana dirinya mendapati Jungkook yang tengah menyandarkan punggungnya pada dinding samping pintu kelas tersebut dan melipat tangannya didepan dada.

Taeyeon menghelan nafas pelan dan berjalan sedikit lebih cepat menghampiri Jungkook.

“Annyeong sunbae.” Ucap Taeyeon dan sedikit membungkuk.

Jungkook lantas menegapkan cara dirinya dan membalas sapaan dari Taeyeon dengan senyuman.

“Taehyung oppa sedang dimana.?” Tanya Taeyeon dan sedikt mencuri pandang kedalam kelas tersebut.

“Taehyung sedang dikelas. Ada apa.?” Tanya Jungkook balik.

“Aku ingin meminta maaf soal tadi.” Jawab Taeyeon dan kembali menunduk.

“Ouh begitu, yasudah masuk saja.” Ucap Jungkook dan tersenyum.

“Baiklah, aku masuk dulu. Gomawo sunbae.” Ucap Taeyeon dan membungkuk kemudian segera memasuki kelas tersebut masih dengan kepala yang menunduk.

Sementara Jungkook yang baru saja menyadari sesuatu akhirnya menepuk keningnya dengan sedikit keras. Namja itu melupakan sesuatu, dan merupakan sesuatu yang fatal.

Kini Taeyeon sudah berada didalam kelas tersebut, mata gadis itu mendadak membulat saat mendapati sesuatu yang menyakitkan menyapa indera penglihatannya.

Taehyung berciuman dengan Sojin.?

Taeyeon benar-benar tak mampu menahan air matanya agar tidak keluar, gadis itu kini juga menutup mulut dan bibir dengan telapak tangannya. Baru beberapa detik Taeyeon melihat kejadian itu, gadis itu kini sudah tak tahan dan segera berlari keluar kelas, Jungkook yang sedari tadi memanggil dirinya dengan nada khawatir pun sama sekali tak mampu menghentikan langkah cepatnya. Taeyeon tak perduli dengan semua yang terjadi, bahkan tatapan aneh dari beberapa mahasiswa yang melihatnya juga tak berpengaruh apapun bagi Taeyeon. Yang dirinya tau saat ini adalah berlari sejauh mungkin dari area kampus dan menangis sekencang-kencangnya.

Sementara didalam kelas, Taehyung mendorong bahu Sojin hingga ciuman singkat mereka terlepas. Sojin kini mengusap sudut bibirnya yang baru saja menempel pada bibir Taehyung dengan gerakan seduktif.

Memang saat Taeyeon masuk kelas tadi Sojin baru saja menempelkan bibirnya pada bibir Taehyung, dan saat Taeyeon keluar, Taehyung segera melepas ciuman mereka. Sayangnya Taeyeon tak mengetahui berapa lama mereka berciuman hingga membuat kesalah pahaman semakin menjadi-jadi. Begitupun Taehyung yang tak mengetahui bahwa Taeyeon tadi sempat memasuki kelasnya dan melihat kejadian  tak menyenangkan baginya. Jika saja Taehyung tau, mungkin namja itu sudah mengejar Taeyeon dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

“Apa yang kau lakukan eo.?” Tanya Taehyung sinis dan menatap tajam kearah Sojin.

“Sudah jelas aku ingin menciummu.” Jawab Sojin santai.

“Apa kau sudah gila.? Dasar tak tau malu.”

“Aku tidak gila, aku hanya ingin memilikimu. Jika nanti kau jadi milikku, aku akan menyerahkan seluruh tubuhku ini padamu.”

“Cih, aku sama sekali tak tertarik dengan tubuhmu, aku bahkan merasa jijik melihat wanita sepertimu.” Jawab Taehyung bergidik ngeri.

Sojin merasa tertohok mendengar ucapan Taehyung. Baru kali ada namja yang bisa menolaknya dengan kata-kata seperti itu, biasanya hanya dengan kedipan sebelah mata saja para namja sudah bertekuk lutut padanya. Sojin benar-benar merasa dijatuhkan harga dirinya saat ini, untung saja dikelas ini hanya ada dirinya dan Taehyung, jika tidak mau dikemanakan mukanya.

“Menurutku kau hanya gadis yang haus akan sentuhan seorang pria. Jika kau memang menginginkan sentuhan itu, kau bisa datang ke club. Selain mendapat kenikmatan yang kau inginkan, kau juga bisa mendapat beberapa lembar won dari ahjussi disana.” Ucap Taehyung meremehkan.

Sojin semakin berapi-api mendengan ucapan Taehyung yang seakan merusak harga dirinya itu, Sojin kini sudah benar-benar lepas kendali.

“Namja sialan!!”

Plak!!

Setelah menampar keras pipi Taehyung, Sojin keluar dari kelas tersebut dengan wajah memerah karena menahan amarah.

Sementara Taehyung hanya memandang remeh pada pintu tempat Sojin keluar tadi.

“Dasar tak punya malu.”

****

Hari tlah berlalu, sejak kejadian kemarin dimana dirinya mendapati Taehyung berciuman dengan Sojin, Taeyeon sama sekali tak berbicara sedikit pun. Bahkan Ji Woong juga heran melihat perubahan adiknya itu, tak biasanya Taeyeon bersikap seperti itu.

Tak jauh berbeda dengan Ji Woong, kini Yuri dan Sunny juga merasa khawatir dengan Taeyeon, walaupun mereka sama sekali tak tau masalah apa yang saat ini tengah dihadapi sahabatnya itu, tapi Yuri dan Sunny masih sangat merasa khawatir.

“Taeng, kau sebenarnya kenapa eo.? Tak biasanya kau seperti ini. Kau bisa ceritakan masalahmu pada kami.” Ucap Yuri yang kini sudah duduk disamping Taeyeon.

“Apa ini masih ada kaitannya dengan masalahmu dan Taehyung sunbae kemarin.? Bukankah kemarin kau sudah kekelasnya untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi.?” Tanya Sunny yang kini juga sudah duduk didepan Taeyeon.

Taeyeon masih diam, sebenarnya dirinya merasa tak enak dengan temannya yang sudah sangat memperhatikannya hingga seperti ini, tapi mood Taeyeon benar-benar buruk saat ini.

“Hufftt~”

Hanya helaan nafas pelan yang terdengar dari Taeyeon dan membuat kedua sahabatnya itu semakin khawatir.

“Ta-”

“Taeyeon!! Taeyeon!! Taeyeon!!”

Ucapan Yuri terpotong karena Jihyun memasuki kelas dan memanggil Taeyeon berkali-kali.

Taeyeon, Yuri dan Sunny kini menatap aneh pada Jihyun yang masih mengatur nafasnya dengan menumpu tubuh pada kedua lututnya.

“Ada apa.?” Tanya Sunny dengan wajah bingungnya yang begitu menggemaskan.

“Taeyeon gawatt.. gawatt..” Ucap Jihyun putus-putus karena masih mengatur nafasnya.

“Gawat apanya.? Bicaralah yang jelas.” Desak Yuri yang mulai tak sabar.

“Taehyung… Taehyung sunbae dan teman-temannya akan berkelahi diujung jalan sana.” Ucap Jihyun.

“Berkelahi dengan siapa.?” Tanya Yuri lagi.

“Aku tak tau, tapi tadi Sunggyu mengatakan bahwa Taehyung sunbae dan teman-temannya akan berkelahi dengan kawanan lainnya.”

“Daehyun oppa.” Lirih Taeyeon setelah Jihyun menyelesaikan penjelasannya.

“Apa kau yakin.?” Tanya Sunny yang masih bisa mendengar ucapan lirih Taeyeon.

Tanpa menjawab pertanyaan Sunny, Taeyeon bangkit dan berniat menyusul Taehyung. Yuri dan Sunny kini juga mengikuti Taeyeon setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih pada Jihyun.

****

Kilatan permusuhan kini begitu terlihat dari tatapan Taehyung dan juga Daehyun. Memang Taehyung tadi menantang Daehyun dan yang lain berkelahi dengannya dan juga teman-temannya. Taehyung memang sudah gila saat ini, hanya karena ingin mempertahankan hubungannya dengan Taeyeon, Taehyung bahkan rela mengorbankan dirinya dengan berkelahi seperti ini. Mungkin jika gadis itu bukanlah Taeyeon, Taehyung tak perlu susah-susah seperti ini, namun berbeda jika gadis itu adalah Taeyeon.

“Ada apa kau memanggil kami kemari.?” Tanya Daehyun dengan nada cetus.

“Aku ingin mengajak kalian berkelahi.” Jawab Taehyung dengan wajah datar andalannya setiap bertemu dengan Daehyun.

“Berkelahi.?” Tanya Daehyun dengan mengernyitkan alisnya.

“Wae.? Apa kau takut.?” Tanya Taehyung dengan nada meremehkan.

“Cih, aku takut denganmu.? Bermimpu saja Kim Taehyung.”

“Kau ini keras kepala sekali eo.?”

“Aku akan terus keras kepala sampai kau mengembalikan Taeyeon-ku.”

“Taeyeon-mu.? Apa aku tak salah dengar.?” Tanya Taehyung yang tak terima dengan ucapan Daehyun tadi.

“Tentu saja tidak.”

“Sialan!!”

Bukk

Satu pukulan keras kini tepat mengenai pipi kiri Daehyun hingga disudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah. Daehyun yang tidak terima dengan pukulan Taehyung kini juga mulai membalasnya hingga sudut bibir Taehyung juga mengeluarkan darah. Tak hanya Taehyung dan Daehyun yang berkelahi, tetapi yang lain pun ikut berkelahi dengan musuh masing-masing. Rapmon vs Yongguk, J-Hope vs Zelo, Jimin vs Himchan, Jin vs Youngjae, Jungkook vs Jongup, sementara Suga kini hanya membantu Jin yang mulai kewalahan akibat pukulan dari Youngjae.

Perkelahian semakin memanas, bahkan kini bukan hanya Taehyung dan Daehyun yang terluka, tetapi semua juga mulai terluka. Tapi apa daya, semua telah dikuasi dengan ego dan juga gengsi hingga tak ada satupun yang mau mengalah. Walaupun pada faktanya mereka sudah lelah, tetapi tetap saja mereka terus berkelahi hingga ada yang mau mengalah.

“Jangan harap kau bisa mendapatkan Taeyeon kembali.” Ucap Taehyung disela perkelahiannya dengan Daehyun.

“Dan jangan harap kau bisa mempertahankan Taeyeon. Kau tak taukan apa yang sudah pernah ku lakukan bersama Taeyeon.?” Tanya Daehyun dengan senyum misteriusnya.

“Apa maksudmu.?” Tanya Taehyung sambil menangkis pukulan yang akan dilayangkan Daehyun padanya.

“Kau tak tau jika aku sudah pernah menyentuh Taeyeon. Jadi, Taeyeon adalah milikku, bukan milikmu.” Ucap Daehyun yang tentu saja berbohong. Mana mungkin Taeyeon yang bisa dibilang masih polos itu melakukan hal yang ‘tidak-tidak’ dengan Daehyun.?

Taehyung menghentikan pergerakan tangannya yang ingin kembali memukul Daehyun. Tubuhnya seakan meleleh akibat mendengar ucapan Daehyun barusan. Benarkah.? Benarkah Daehyun pernah menyentuh Taeyeon.? Tidak. Taehyung tidak boleh percaya begitu saja. Taeyeon tak mungkin melakukannya, gadis itu terlalu polos untuk mengerti hal yang seperti itu. Bahkan dengan dirinya saja skinship terparah  yang pernah dilakukan hanya sebatas ciuman. Jadi tak mungkin Taeyeon akan melakukan hal itu.

Daehyun menyeringai tampan menyadari perubahan Taehyung. Daehyun memang sengaja mengatakan hal tersebut karena dirinya yakin jika Taehyung akan segera diam jika mengatakan hal tadi. Daehyun mengambil ancang-ancang untuk memukuk perut Taehyung selagi namja itu masih terdiam. Dan…

“ANDWEEE. . .”

BUKK..

“TAEYEON!!”

Gawat, pukulan Daehyun salah sasaran. Bukan mengenai Taehyung, tetapi pukulan itu justru mengenai Taeyeon yang kini sudah terjatuh dengan memegang perutnya yang terasa nyeri.

Teman-teman Taehyung dan Daehyun pun berhenti berkelahi saat menyadari apa yang terjadi.

Tangan kanan Daehyun saat ini bergetar hebat saat menyadari bahwa tangannya itu sudah melukai gadis yang dicintainya sendiri.

Yuri dan Sunny kini sudah berlari ketempat dimana Taeyeon kini terduduk. Keduanya begitu kasihan saat melihat Taeyeon yang menangis akibat menahan sakit diperutnya, hingga gadis itu kini sudah tak sadarkan diri diiringi dengan pekikan dari Yuri dan Sunny.

Taehyung yang menyadari itu tentu tak tinggal diam. Matanya kini sudah memancarkan aura kematian pada Daehyun yang masih menatap nanar kearah Taeyeon.

“Kurang ajar!!”

BUKK…

Pukulan Taehyung saat ini sungguh keras hingga membuat Daehyun terjungkal kebelakang dengan darah yang cukup banyak keluar dari bibirnya. Namun tampaknya Taehyung masih belum puas, namja itu kembali mengambil ancang-ancang untuk kembali memukul Daehyun. Namun gerakannya ini ditahan oleh teman-teman Daehyun yang sudah berada disamping Daehyun dan juga Rapmon yang memberi sebuah peringatan.

“Sudahlah, sebaiknya kau segera membawa Taeyeon kerumah sakit, lihat gadis mu itu.”

Benar apa yang dikatakan Rapmon. Tatapan Taehyung melunak saat melihat Taeyeon yang pingsan dengan kepala yang berada dipangkuan Yuri.

Tanpa membuang waktu, Taehyung segera mengangkat tubuh Taeyeon dan membawanya kerumah sakit diikuti yang lainnya.

****

“Sebenarnya apa yang kalian inginkan eoh.? Apa kalian tak berfikir panjang sebelum melakukan sesuatu. Tak masalah jika kalian ingin bertengkar, tapi jangan melibatkan Taeyeon seperti ini. Sampai kapanpun aku tak akan tinggal diam jika Taeyeon sampai tersakiti.”

Yah, sedari tadi Ji Woon terus mengomel pada Taehyung dan Daehyun yang saat ini sedang duduk dengan menundukkan kepala mereka karena omelan dari Ji Woong yang sedari tadi terus diberikan pada mereka. Sementara Yuri dan Sunny kini sedang berdiri gelisah didekat pintu ruangan tempat dokter memeriksa keadaan Taeyeon. Dan yang lainnya sedang mengobati luka mereka dengan peralatan seadanya, kecuali Jimin yang saat ini tidak ada ditempat tersebut. Entah kemana namja itu sekarang, dia mulai menghilang saat yang lain mengantar Taeyeon kerumah sakit tadi.

Dan tadi saat diperjalanan Yuri juga sempat menghubungi Ji Woong untuk memberi tahu apa yang terjadi dengan Taeyeon. Karena Yuri fikir Taehyung dan Daehyun sangat tak bisa diandalkan saat ini. Walau luka Taeyeon bisa dibilang tidak terlalu parah, tetapi Taeyeon adalah seorang wanita yang tak kuat akan rasa sakit.

“Itu bukan salah ku hyung, dia yang menantangku dan teman-temanku. Karena harga diri dan juga karena ingin mempertahankan Taeyeon, jadi aku menerima tantangannya.” Bela Daehyun sambil menunjuk Taehyung yang saat ini duduk disampingnya, sementara Ji Woong berdiri dan menatap mereka berdua.

“Tidak hyung, dia yang ingin merebut Taeyeon dariku. Aku hanya berusaha agar dia tak mendapatkan Taeyeon saja.” Ucap Taehyung yang sama sekali tak mau mengalah.

“Kalian berdua sama saja. Lihat akibat perbuatan kalian, Taeyeon jadi terkena imbasnya, dan jangan lupakan teman-teman kalian disana.” Ucap Ji Woong sambil menunjuk sebuah kursi panjang di koridor rumah sakit tersebut yang terdapat teman-teman Taehyung dan Daehyun.

“Mian hyung.” Ucap keduanya lirih dan kembali menundukkan kepala mereka.

“Sudahlah, aku lelah memarahi kalian. Aku harap kalian bisa berfikir panjang sebelum melakukan sesuatu.” Ucap Ji Woong melemah.

Dan tepat setelah Ji Woong menyelesaikan ucapannya, pintu ruang tersebut terbuka dan menampakkan seorang namja paruh baya yang berbalut jas putih khas seorang dokter. Lantas semua yang ada disana segera mendatangi doktet tersebut.

“Bagaimana keadaan adik saya dok.?” Tanya Ji Woong dengan nada mendesak.

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan, luka yang dialami sama sekali tidak parah, mungkin nona Kim hanya terlalu terkejut hingga pingsan.” Jelas dokter tersebut dengan senyum ramahnya.

“Jadi, apa kami semua sudah bisa melihat Taeyeon.?”  Tanya Sunny dan segera diangguki dokter tersebut.

Saat dokter tersebut sudah berlalu, barulah mereka semua masuk untuk melihat keadaan Taeyeon. Saat mereka masuk terlihatlah Taeyeon yang tersenyum dengan wajah pucatnya.

“Taeng, kau tak apa.?” Tanya Ji Woong dan menggenggam tangan Taeyeon sekedar memberi kekuatan pada adiknya itu.

“Nan gwenchana oppa, tak perlu berlebihan seperti itu. Dan mengapa banyak sekali orang disini.” Tanya Taeyeon dan menatap ruangan tempatnya berada yang tiba-tiba menjadi penuh.

“Kau tau.? Kami sangat khawatir denganmu, maka dari itu kami semua menunggumu hingga sadar.” Jawab Sunny.

“Benarkah.? Maaf sudah merepotkan kalian semua, dan makasih karena sudah memperhatikanku.” Ucap Taeyeon dan berusaha menunduk walau dengan posisi yang masih berbaring. Dan dibalas senyuman oleh yang lain.

“Taeyeon, maafkan aku.” Ucap Daehyun dengan nada menyesal.

“Gwenchana, aku hanya melakukan apa yang terbaik untuk kita semua.”

“Maafkan aku juga, karena keegoisan ku kau jadi terluka seperti ini.” Ucap Taehyung sambil mendekat dan mengusap puncak kepala Taeyeon.

“Gwenchana oppa.”

“Lihat, bahkan Taeyeon masih bisa memaafkan kalian. Sekarang, aku mau kalian semua berbaikan, tak hanya Taehyung dan Daehyun, tapi SEMUA.” Perintah Ji Woong dengan penekanan diakhir kalimatnya.

Mereka semua hanya mengangguk kemudian saling bersalaman layaknya sahabat dekat. Mereka yang tadi bersikap seperti preman bahkan bisa berubah drastis akibat ucapan Ji Woong. Semengerikan itukah Ji Woong hingga mereka semua takut.?

“Aigoo, aku senang jika kalan bisa berbaikan seperti ini. Jangan bertengkar lagi hanya karena aku ne
?” Ucap Taeyeon dan kembali tersenyum.

Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampakkan Jimin yang bersama… Chorong.?

Semua tentu memandang aneh pada Chorong yang saat ini tengah didorong oleh Jimin agar mau memasuki ruang tersebut.

“Apa yang kau lakukan disini.” Tanya Jin dengan nada dingin yang ditujukan pada Chorong.

“Dia yang sudah merencanakan ini semua. Bahkan dia juga yang membujuk Daehyun agar mau membantu dalam ide busuknya itu. Dan jangan lupakan Sojin yang kemarin dengan tiba-tiba mendatangi Taehyung, karena dia juga suruhan Chorong.” Ucap Jimin dan menjelaskan semua yang diketahuinya.

Semua tentu terkejut mendengar penjelasan Jimin, kecuali Daehyun dan teman-temannya. Bahkan Taehyung yang sangat tersulut emosi berniat memberikan pelajaran pada gadis itu, namun tangannya ditahan oleh Taeyeon yang memandangnya dengan tatapan memohon.

“Darimana kau tau ini semua.?” Tanya Jungkook.

“Saat kalian ingin mengantar Taeyeon kemari, salah satu temanku menghubungiku dan mengatakan ingin memberitahu hal yang penting, dan ternyata hal penting tersebut adalah tentang gadis pembawa masalah ini.”

Sementara Chorong hanya menundukkan kepala mendengar pembicaraan orang disekitarnya yang memiliki aura ingin melenyapkan dirinya saat itu juga. Namun kepala gadis itu terpaksa harus terangkat saat merasakan seseorang menarik tangannya dengan kasar.

Itu Taehyung, setelah memberikan keyakinan pada Taeyeon bahwa dirinya tak akan melakukan hal bodoh lagi, kini namja itu menarik Chorong mendekati ranjang Taeyeon.

“Minta maaf.” Ucap Taehyung dingin dan melepas genggamannya pada tangan Chorong.

“Tidak mau.” Tolak Chorong dan menggeleng keras.

“Minta maaf jika kau tak ingin pulang tanpa rambutmu itu.”

Chorong menegang mendengar ancaman Taehyung yang sungguh mengerikan baginya. Tidak, bagaimanapun juga Chorong harus mempertahankan rambut kebanggaannya itu. Sudah banyak uang yang ia habiskan untuk merawat rambutnya itu.

Chorong menghela nafas pelan kemudian mulai membuka suaranya, “Maafkan aku.”

“Katakan dengan sungguh-sungguh.” Koreksi Taehyung karena Chorong meminta maaf dengan nada ketus.

“Baikalah-baiklah. Kim Taeyeon, maafkan semua kesalahan yang kuperbuat padamu ne.?” Ucap Chorong dengan nada yang sedikit melembut dan juga senyum yang tentu dipaksakan.

“Gwenchana, aku sudah memaafkan mu.” Ucap Taeyeon dan tersenyum manis.

“Puas.?” Tanya Chorong dan mendelik pada Taehyung yang masih memasang wajah datarnya.

“Cepat keluar.” Perintah Taehyung dengan nada ketus sambil menunjuk pintu dengan dagunya.

Setelah menghentakkan kakinya kesal, Chorong akhirnya keluar dari ruangan tersebut dengan emosi yang meluap-luap karena merasa telah dipermalukan. Gadis itu bersumpah tak akan berhenti memisahkan Taehyung dan Taeyeon.

Sementara yang lain hanya tersenyun setelah Chorong keluar. Setidaknya masalah sudah sedikit terselesaikan dengan kejadian ini. Walaupun mereka tak yakin apakah Chorong akan berhenti dengan ide-ide jahatnya, setidaknya mereka tak perlu kembali terpengaruh dengan masalah-masalah yang dicipatakan Chorong.

****

Ruang kamar yang tadinya kosong itu kini mulai terisi dengan kedatangan Taehyung dan Taeyeon.

Setelah pulang dari kampus mereka tadi memang Taehyung mengajak Taeyeon kerumahnya. Taeyeon sendiri sebenarnya tak ingin kerumah Taehyung. Alasannya karena dirinya malas, namun yang dikatakannya pada Taehyung adalah karena takut Ji Woong mencarinya. Namun setelah Taehyung meminta izin pada Ji Woong dan Ji Woong mengizinkannya, maka tak ada lagi alasan bagi Taeyeon untuk menolak ajakan Taehyung.

Kini keduanya sudah duduk disofa yang berada disudut kamar Taehyung.

“Aku lelahh..” Ucap Taehyung dan merentangkan kedua tangannya.

“Wae.?”

“Entahlah, aku juga tak tau.”

Taeyeon hanya msngerucutkan bibirnya karena jawaban Taehyung yang sangat tak jelas.

“Oppa, kenapa kemarin kau bertengkar dengan Daehyun oppa.?”

“Kau bertanya kenapa.? Sudah jelas itu karena dirimu.” Jawab Taehyung sedikit kesal.

“Ckckck, tapi tak harus seperti itu.” Ucap Taeyeon sambil berdecak.

“Memang tak harus, tapi aku ingin melakukannya.”

“Kau ini benar-benar keras kepala.”

“Berhentilah membicarakan hal seperti itu, yang terpenting sekarang semua sudah baik-baik saja.” Ucap Taehyung dan mengusap puncak kepala Taeyeon.

Memang sejak kejadian dirumah sakit kemarin, hubungan Taehyung dan Daehyun mulai membaik. Namun tidak dengan hubungan Taeyeon dan Chorong. Bahkan sepertinya Chorong tak akan berhenti mengganggu Taeyeon.

Taeyeon kini hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Taehyung. Hingga dirinya terkejut karena Taehyung yang tiba-tiba memeluk dirinya.

“Kita sudah lama tak seperti ini ne.? Aku jadi sangat merindukanmu.” Ucap Taehyung disela-sela pelukannya.

“Hmm.. aku juga oppa.” Jawab Taeyeon sambil mengangguk dan membalas pelukan Taehyung.

“Mm.. oppa.?”

“Hmm.?”

“Kemarin oppa dapat dari mana foto-fotoku dengan Daehyun oppa.?” Tanya Taeyeon dan mendongakkan kepalanya menatap Taehyung.

“Entahlah, aku menemukan amplop dimejaku, dan ternyata isinya adalah foto itu.” Jawab Taehyung dan membalas menatap Taeyeon.

Taeyeon menanggukkan kepalanya tanda mengerti, dan ya, Taeyeon yakin bahwa itu adalah perbuatan Chorong.

“Tunggu, aku ingin bertanya padamu.” Ucap Taehyung dan menegapkan tubuhnya dan Taeyeon kemudian memegang bahu gadisnya

“Apa.?”

“Apa benar Daehyun pernah menyentuhmu.?” Tanya Taehyung dan menatap Taeyeon penuh selidik.

“Menyentuh apa.?” Tanya Taeyeon tak mengerti.

“Dirimu.”

Taeyeon terdiam dan memandang Taehyung dengan tatapan bingung. Gadis benar-benar tak mengerti apa yang dibicarakan Taehyung.

“Aish, apa kalian pernah berhubungan.?” Tanya Taehyung mulai tak sabar.

“Tentu saja, bukankah Daehyun oppa adalah mantan kekasihku.”

Taehyung membulatkan matanya tak percaya. Taeyeon yang dikiranya polos begitu mudah berhubungan dengan namja yang bukan suaminya.

“Apa kau bilang.? Jadi kau selalu melakukan hal itu pada setiap namja yang pernah berkencan denganmu.?” Ucap Taehyung dan mengguncang bahu Taeyeon dengan keras.

“Appoyo oppa.” Rengek Taeyeon.

“Kau membuatku marah,” Ucap Taehyung dan membuang muka dengan wajah memerah menahan marah.

“Wae.?”

“Wae.? Kau berhubungan dengan Daehyun, Taeyeon.” Ucap Taehyung tepat diwajah Taeyeon.

“Bukankah oppa juga tau bahwa aku dulu memang pernah menjalin hubungan dengan Daehyun oppa.?” Ucap Taeyeon yang mulai menjelaskan kesalah pahaman ini.

“Tunggu, apa yang kau maksud dengan berhubungan.?” Tanya Taehyung dengan kening yang berkerut.

“Bukankah benar, aku memang pernah berhubungan dengan Daehyun oppa sebagai sepasang kekasih.?”

Taehyung menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa dan mendesah kecewa karena Taeyeon yang sepertinya salah paham itu.

“Bukan itu yang kumaksud baby. Yang kumaksud apa kau pernah berhubungan suami istri dengan Daehyun.? Bersetubuh.?” Tanya Taehyung yang emosinya benar-benar terkuras habis karena Taeyeon.

Kini berganti Taeyeon yang melebarkan matanya, Taehyung berbicara begitu frontal.

“Tentu saja tidak pernah. Bagaimana mungkin oppa bisa berfikiran seperti itu. Walau aku ini bisa dibilang masih polos, tapi aku tau jika aku tak boleh melakukan hal itu dengan seseorang yang bukan suamiku. Itu sama saja kau merendahkanku. Kau menyakiti hatiku oppa.” Ucap Taeyeon dan menundukkan kepalanya.

Taehyung yang melihat itu sangat merasa bersalah dan merengkuh Taeyeon dalam pelukannya.

“Aigoo, bukan itu yang kumaksud baby, hanya saja Daehyun berkata bahwa dia pernah menyentuhmu, jadi aku hanya memastikan saja. Jangan marah ne, aku tak bermaksud merendahkanmu.” Ucap Taehyung dan mengusap kepala Taeyeon.

“Itu bohong, aku benar-benar tak pernah melakukan hal seperti itu dengan Daehyun oppa.”

“Baiklah, aku percaya padamu. Jangan marah ne.?”

Taeyeon menganggukkan kepalanya dan mengusap wajahnya didada Taehyung dengan manjanya. Lihat, bahkan Taeyeon sudah kembali kesifatnya yang polos. Begitupun dengan Taehyung yang kembali dengan sifatnya yang pervert.

Taehyung tersenyum melihat tingkah Taeyeon, “Jika kau seperti ini, kau membuatku lapar.”

Mendengar ucapan Taehyung, Taeyeon pun melepas pelukan mereka dan memandang namja nya itu.

“Oppa lapar.? Biar kubuatkan makanan.” Ucap Taeyeon kemudian berdiri berniat menuju dapur.

“Tak perlu.” Ucap Taehyung dan menarik tangan Taeyeon hingga yeoja itu kembali duduk disampingnya.

“Yang ku maksud lapar adalah lapar akan dirimu.” Ucap Taehyung dan mendorong pelan bahu Taeyeon hingga kini yeoja itu tertidur disofa dengan Taehyung yang berada diatasnya.

“Aku tak bisa dimakan oppa.” Ucap Taeyeon dengan polosnya.

Taehyung menghela nafas kasar karena ucapan Taeyeon yang polos itu. Jika saja Taehyung tak memiliki hati, mungkin namja itu sudah menerkam Taeyeon saat ini juga.

“Sebenarnya aku sangat ingin melakukannya, tapi melihatmu yang seperti ini aku jadi tak tega.”

“Apa yang sebenarnya kau bicarakan oppa.? Melakukan apa.?” Tanya Taeyeon yang kesal karena ucapan Taehyung yang tak jelas.

“Aku bilang aku mencintaimu.” Ucap Taehyung kemudian segera mencium bibir Taeyeon.

Ciuman Taehyung kini mulai berubah menjadi lumatan dan gigitan kecil disetiap sudut bibir Taeyeon. Namja itu tak ingin melewatkan sedikit saja bagian dari bibir yeojanya. Bahkan kini lidah Taehyung sudah mulai menjelajahi isi dalam mulut Taeyeon. Taeyeon sendiri kini mulai membalas lumatan Taehyung dengan mengalungkan tangannya pada leher Taehyung, dan juga mulai menggerakkan bibirnya diatas permukaan bibir namja itu. Hal ini tentu membuat Taehyung tergoda untuk semakin memperdalam ciuman mereka

Namun Taeyeon sudah tak kuat untuk meneruskan kegiatan mereka ini. Taeyeon mendorong pelan dada Taehyung hingga ciuman mereka terlepas.

Nafas keduanya kini sama-sama memburu, bahkan nafas hangat Taeyeon kini menerpa wajah Taehyung dengan sedikit kasar. Sudut bibir namja itu terangkat, begitupun dengan tangannya yang kini mengelus kepala Taeyeon dengan sayang.

“Jangan tinggalkan aku ne, aku tak ingin kehilanganmu. Bukankah kau tau sendiri seberapa besar cintaku padamu.”

“Tenang saja oppa, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku milikmu.? Jadi seberapa besar usaha seseorang tak akan mampu memisahkan kita. Dan aku juga berjanji tak akan meninggalkanmu.”

“Gomawo ne, ingat akan janji mu tadi.”

Taeyeon menganggukkan kepalanya membuat Taehyung kembali tersenyum. Kemudian namja itu kembali mendekatkan wajahnya untuk melanjutkan kegiatan mereka yang tadi sempat terputus.

END

Hohoho~~ Sequel dari Be Mine is coming. Aku buat sequel ini karena ngerasa ending kemarin itu ngegantung, dan jadilah FF ini.

Nggak banyak ngomong ya, jangan lupa tinggalkan comment kalian. Sekedar menghargari aku yang udah meluangkan waktu untuk membuat FF ini.

See you in next project^^

Advertisements

51 comments on “[FREELANCE] I’m Yours (Sequel Be Mine]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s