[FREELANCE] It’s You (Chapter 1)


It’s You (Chapter 1)

 

Author: Han Sung Young

Rating: PG 17

Lenght: Multi Chapter (maybe)

Genre: Romance, School-life, Friendship, Family

Main Cast: Xi Luhan, Kim Taeyeon, Kris Wu

Other Cast: Yuri, Sooyoung, Sehun, Taehyung, Chanyeol, Tao, Himchan, Kim’s and Wu’s Family, find.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: deerkkamjong07 @
ARTFANTASY

Happy reading^^

Suasana di ruang keluarga milik keluarga Kim ini sangat hening setelah sang ayah mengucapkan permintaannya.

‘Kim Taeyeon’ putri dari keluarga Kim yang menjadi pusat pembicaraan kali ini hanya diam dan memikirkan permintaan sang ayah tiri.

Ya, Taeyeon saat ini tinggal dengan ayah tiri dan ibu kandungnya. Ayah kandung Taeyeon yang bernama Kim Taechan dan ibu kandungnya yang bernama Jung Himyeon telah berpisah karena alasan tidak memiliki kecocokan lagi. Taeyeon memiliki oppa kandung bernama Kim Himchan yang sekarang ini ikut sang ayah.

Ayah Taeyeon memiliki sebuah restaurant ternama di korea dan sudah memiliki cabang di berbagai kota besar di Korea. Sementara, ibu Taeyeon sekarang ini adalah seorang guru ditempatnya bersekolah yaitu Seoul High School.

Ayah tiri Taeyeon yang sekarang bernama Kim Seokjae. Seorang pemilik perusahaan Kim Company yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Korea. Namun, karena tertipu oleh salah satu client mereka, akhirnya Kim Company mengalami kebangkrutan hingga membutuhkan bantuan perusahaan lain.

Walaupun Seokjae hanya ayah tiri untuk Taeyeon, tapi dirinya sangat menyayangi Taeyeon seperti anak kandungnya sendiri. Sebelum menikah dengan eomma Taeyeon, Seokjae memiliki istri bernama Choi Jinhye yang dulu merupakan seorang aktris. Namun sayang, saat Jinhye melahirkan anak mereka yang bernama Kim Taehyung, Jinhye meninggal dan mulai saat itu Seokjae menjadi seorang single parent.

Dan saat ini, Taeyeon masih memikirkan permintaan sang appa yang menurutnya sangat sulit.

‘Perusahaan sedang mengalami kebangkrutan, dan hanya kaulah satu-satunya harapan agar perusahaan bisa kembali berjaya. Bukan maksud appa untuk memaksa mu, hanya saja tak ada orang lain yang bisa mengembalikan kejayaan Kim Company selain dirimu. Appa mohon untuk difikirkan baik-baik.’

Seperti itulah ucapan tuan Kim yang masih sangat diingat oleh Taeyeon.

Taeyeon dijodohkan dengan seseorang yang sama sekali tak dicintanya. Tapi jika Taeyeon menolak perjodohan ini, maka yang akan terkena imbasnya adalah perusahaan milik sang appa yang sudah dibangun dari nol. Taeyeon benar-benar tak ingin mengecewakan appa tirinya karena beliau sudah sangat menyayangi Taeyeon.

“Apa kau sudah memikirkannya.?” Suara lembut namun terkesan tegas milik tuan Kim kembali terdengar.

Taeyeon sontak mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk. Yeoja dengan mata barbie yang begitu menawan itu menatap bergantian dari appa nya kemudian eomma nya. Kemudian tatapannya beralih pada namja yang sudah 2 tahun ini menjadi adik tirinya. Itu Taehyung. Taeyeon paham bahwa Taehyung tengah mengkhawatirkan dirinya. Terlihat dari tatapannya.

Taeyeon menghembuskan nafasnya pelan, kemudian menjawab pertanyaan sang appa.
“Aku akan memikirkannya lagi appa.”

Tuan Kim beranjak dan mendekati Taeyeon.
“Kau bisa memikirkannya sampai kapanpun kau mau. Kau harus memilih keputusan yang tepat karena ini menyangkut masa dapanmu dan juga masa depan perusahaan. Appa percaya padamu.” Ucap Tuan Kim sambil mengusap puncak kepala Taeyeon kemudian beranjak menuju kamarnya.

Eomma Taeyeon pun ikut beranjak untuk menyusul Tuan Kim. Tetapi sebelum itu, nyonya Jung menyempatkan diri untuk mengatakan sesuatu pada Taeyeon.

“Jangan sampai kau mengecewakan appa. Jika kau mengecewakan appa, eomma yang akan menghukummu.” Ucap nyonya Jung sedikit mengancam.

“Arraseo eomma.” Jawab Taeyeon pelan.

Setelah appa dan eomma nya memasuki kamar, Taeyeon menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa dan menundukkan kepalanya.

Taehyung yang melihat itu mulai mendekati Taeyeon dan duduk disamping noona nya.

“Noona gwenchana.?” Tanya Taehyung pelan.

“Gwenchana Tae.”

“Noona yakin.?” Tanya Taehyung lagi.

“Noona sangat yakin.” Jawab Taeyeon mantap.

Tak ada jawaban dari Taehyung. Namja berusia 16 tahun itu tengah menatap lekat pada noona nya yang kembali menundukkan kepalanya.

“Noona.?” Panggil Taehyung lirih.

Taeyeon mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya gadis itu melihat namdongsaeng tersayangnya menangis.

“Aigoo, mengapa kau menangis Tae-ah.?” Tanya Taeyeon terkejut kemudian meraih Taehyung dalam pelukannya.

“Aku kasihan dengan noona.” Jawab Taehyung sambil menenggelamkan wajahnya diantara perpotongan leher dan bahu Taeyeon kemudian membalas pelukan noona nya.

“Wae.? Noona gwenchana Taehyung.” Sergah Taeyeon.

“Noona bohong. Aku tau noona sedang tertekan karena hal ini.” Jawab Taehyung tetap pada pendiriannya.

“Kau memang yang terbaik Tae. Kau begitu mengerti apa yang noona rasakan.” Ucap Taeyeon dan semakin erat memeluk kepala Taehyung.

“Noona harus berjanji denganku!!”

“Janji.?”

“Noona harus memilih sesuai dengan kata hati noona. Jika noona tidak menyukai Kris hyung, noona jangan menerima permintaan appa. Noona juga harus memikirkan diri noona sendiri, tak harus memaksa sesuatu yang tidak noona sukai. Aku menyayangi mu noona. Aku tak ingin seseorang yang ku sayang bersedih. Percayalah noona, aku akan selalu berada disampingmu.” Ucap Taehyung panjang lebar.

“Ne. Noona akan berjanji dan percaya padamu.”

Hening.

Taeyeon masih memikirkan ucapan Taehyung yang begitu dewasa. Tak disangka, Taehyung yang dikiranya adik yang manja ternyata bisa memberinya sebuah kata-kata yang membuatnya percaya akan keputusannya. Entahlah, mungkin Taeyeon harus segera memilih. Tak mungkin jika dirinya harus terus menggantungkan jawabannya.

“Aigoo, kenapa kau tinggi sekali eo.? Noona jadi susah untuk memelukmu.” Ucap Taeyeon sambil bergurau untuk memecah keheningan.

“Itu karena noona yang terlalu pendek.” Balas Taehyung dan melepas pelukan Taeyeon.

“Kau menghinaku eo.? Dasar, anak kecil.”

“Aku tidak menghinamu noona, aku hanya berbicara sesuai fakta. Oh, apa kau ingin menangis noona.? Jika kau ingin menangis, menangislah dipelukan ku.” Ucap Taehyung dan merentangkan kedua tangannya bermaksud memeluk Taeyeon.

“Aku tidak ingin menangis, tetapi aku ingin dipeluk olehmu.” Jawab Taeyeon.

“Kalau begitu kemarilah.”

Taeyeon sedikit memajukan tubuhnya dan memeluk Taehyung. Hangat. Tubuh Taehyung yang sangat hangat ini entah mengapa membuatnya sangat nyaman. Hingga tanpa sadar, Taeyeon telah meneteskan air matanya.

****

Hembusan angin malam yang dingin tak membuat sepasang ayah dan anak merasa obrolan mereka terganggu. Sambil menikmati coklat panas, mampu membuat keduanya terhanyut dalam pembicaraan ringan.

“Gomawo appa, berkat appa aku memiliki peluang yang semakin besar.” Ucap namja yang lebih muda itu kepada appa nya.

“Cheonma. Justru appa senang bisa membantu mu seperti ini. Kau anak tunggal keluarga Wu, appa akan melakukan apapun yang appa bisa.”

“Aku tau. Aku hanya berharap setelah ini dia bisa memandangku sebagai seorang lelaki, bukan hanya sunbae nya saja.” Jawab Kris.

“Apakah selama ini dia tak pernah menganggapmu.?”

“Entahlah, setiap aku mendekatinya, dia hanya bersikap biasa saja. Walaupun aku bersikap luar biasa pun, dia sama sekali tak menganggapku.” Jelas Kris.

“Sudahlah, setelah ini kau akan memiliki nya.” Ucap tuan Wu dan menepuk bahu Kris.

“Aku harap seperti itu.”

“Apa kau begitu menyukai nya.?” Tanya tuan Wu lagi.

“Kurasa seperti itu, dia istimewa.”

“Arraseo. Belajarlah bersikap baik, jangan tunjukkan sikap dinginmu didepannya.”

Kris hanya menganggukkan kepala atas ucapan sang appa. Entah mengapa Kris begitu menyukai Taeyeon. Taeyeon bagai sebuah magnet yang selalu menarik dirinya untuk terus mendekat.

Namun sayang, Taeyeon tak pernah menatapnya selama ini. Kris hanya berharap Taeyeon dapat bersikap lebih baik padanya karena perjodohan ini.

Sinar mentari yang hangat dan juga kicauan burung mampu membawa Taeyeon kembali ke alam sadarnya.

Taeyeon membuka matanya dan segera duduk, kemudian merentangkan kedua tangannya untuk melemaskan otot-otot nya yang terasa sedikit kaku.

Taeyeon segera bangkit dan membereskan tempat tidurnya yang sedikit berantakan. Walaupun Taeyeon berasal dari keluarga yang berada, tetapi Taeyeon tetap mandiri dengan melakukan semua kebutuhannya sendiri.

Taeyeon berjalan menuju jendela kamarnya dan sedikit membuka kaca geser tersebut. Inilah yang Taeyeon suka, udara dikota Seoul pagi hari yang begitu sejuk. Berbeda dengan di siang hari yang sudah bercampur polusi.

Setelah berlama-lama dibalkon kamarnya, Taeyeon bersiap-siap untuk kesekolah.

15 menit Taeyeon gunakan untuk membersihkan diri. Setelah keluar dari kamar mandinya, Taeyeon segera memakai seragam dan menghadapkan dirinya pada cermin besar dikamarnya.

Taeyeon menyisir rambut dark brown nya dan membiarkan terurai. Sedikit mengoles wajahnya dengan bedak berwarna natural dan juga lipbalm agar bibirnya tak terlihat pucat dan kering.

Selesai. Taeyeon mengambil tas punggung dan segera keluar kamar untuk sarapan bersama keluarganya.

“PAGI NOONA!!” Teriak Taehyung dengan riangnya saat Taeyeon sedang menuruni tangga.

“Pagi semua.” Sapa Taeyeon dan duduk dihadapan nyonya Jung dan disamping Taehyung.

“Kalian cepat sarapan dan segera berangkat. Hari ini eomma tak ada jadwal mengajar.” Ucap nyonya Jung sambil mengambilkan nasi untuk suami dan kedua anaknya.

“Ne eomma.” Jawab Taeyeon dan Taehyung bersamaan.

Setelah selesai sarapan, Taeyeon dan Taehyung segera pamit untuk berangkat.

“Kami berangkat ne. Annyeong.” Ucap Taeyeon.

“Ne, hati-hati dijalan.” Balas tuan Kim.

Setelah itu, Taeyeon dan Taehyung segera memasuki mobil yang sebelumnya telah dibukakan oleh Choi ajhussi yang merupakan supir di keluarga Kim.

****

Taeyeon dan Taehyung kini berjalan berdampingan di koridor sekolah mereka. SHS ini terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama untuk ruang kepala sekolah, ruang para guru dan berbagai fasilitas. Seperti perpustakaan, laboratorium, kantin dan lain sebagainya. Lantai kedua untuk kelas X. Lantai ketiga untuk kelas XI. Dan lantai keempat untuk kelas XII. Walaupun hanya terdiri 4 lantai, namun sekolah Taeyeon ini sangatlah luas.

Taeyeon dan Taehyung masih berjalan di koridor lantai dua dengan diiringi tatapan kagum para siswa yang melihatnya. Double TaeTae, itulah julukan untuk Taehyung dan Taeyeon. Semua kagum dengan kedekatan mereka sebagai kakak beradik.

“Noona, aku masuk kelas dulu ne.” Ucap Taehyung saat sampai di depan kelasnya.

“Ne.” Jawab Taeyeon dan kini tengah melihat Taehyung sudah berbaur dengan teman-temannya.

Saat Taeyeon menghadap depan untuk melanjutkan jalannya, dirinya dikejutkan oleh tiga namja dengan tinggi menjulang yang merupakan sunbae nya.

“Wahh lihat, siapa yang kita temui pagi ini hmm.?” Ucap Tao yang berdiri dibelakang sebelah kiri Kris. Sementara, dibelakang sebelah kanan Kris terdapat Chanyeol.

“Annyeong sunbae.” Sapa Taeyeon biasa seperti para hobbae pada umumnya.

“Dengan kekasihmu sendiri mengapa harus seperti itu.?” Goda Tao sekenanya tanpa memikirkan situasi dan kondisi terlebih dahulu.

“Jika berbicara berfikirlah terlebih dahulu.” Ucap Chanyeol kemudian memukul lengan Tao dan membuat namja yang memiliki mata panda itu meringis kesakitan.

“Gwenchana Yeoll, benar yang dikatakan Tao bahwa Taeyeon adalah kekasihku.”

Kris melangkah mendekati Taeyeon kemudian membungkukkan tubuh tingginya itu agar wajahnya dan wajah Taeyeon sejajar.

“Huh.?” Gumam Taeyeon tak mengerti.

“Bukankah benar jika kau adalah kekasihku.?” Tanya Kris dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Mian tapi aku belum memutuskannya. Bisakah sunbae minggir, aku ingin kekelas.” Jawab Taeyeon ketus.

Kris kembali menegapkan tubuhnya. Melihat itu, Taeyeon hanya sedikit membungkuk kemudian mulai melangkah. Namun Taeyeon baru saja mengambil satu langkah, tiba-tiba dirinya ditabrak oleh seseorang dari belakang.

Brukk

Taeyeon dan seseorang itu sama sama terjatuh. Taeyeon membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang telah menabraknya.

“Luhan-ah.?” Panggil Taeyeon saat melihat Luhan tengah membereskan buku-bukunya.

“Mianhae Taeyeon-ah, aku tidak sengaja. Tadi aku terlalu fokus pada buku-bukuku.” Ucap Luhan dengan nada penyesalan.

“Aish gwenchana. Ahh pantas saja kau begitu pintar, ternyata hidupmu dipenuhi oleh buku-buku tebal seperti ini.” Gurau Taeyeon dan membantu Luhan membereskan bukunya.

Namun dengan tiba-tiba, Kris menarik lengan Taeyeon dan membuat yeoja itu berdiri.

“Wae.?” Tanya Taeyeon tak mengerti mengapa Kris tiba-tiba menarik lengannya.

“Apa yang kau lakukan.?”

“Aku hanya membantunya. Apa itu salah.?” Taeyeon balik bertanya dengan nada suara yang tinggi.

“Tentu saja salah. Karena kau milikku.” Ucap Kris dengan posessif nya.

“Taeyeon aku ke kelas dulu ne.” Ucap Luhan setelah bukunya selesai dibereskan.

“Tunggu sebentar.” Ucap Taeyeon pada Luhan kemudian menghadapkan kembali dirinya pada Kris.

“Berhenti lah mengklaim bahwa aku milikmu. Karena aku belum memutuskannya.” Ucap Taeyeon mulai kesal dan kemudian menarik lengan Luhan menuju kelas mereka.

Sebelum Taeyeon dan Luhan pergi, Kris melihat name tag namja yang kini berjalan bersama Taeyeon.

“Xi Luhan. Ingat dengan baik nama itu, karena mulai sekarang kita mendapat mangsa baru.” Ucap Kris pada dua temannya.

“Yeah, aku suka itu.” Jawab Tao girang.

Sementara Chanyeol, namja itu hanya menghela nafas pelan. Karena sesungguhnya, Chanyeol sangat tidak suka jika Kris selalu membully siswa disekolah mereka.

****

Taeyeon mendudukkan tubuhnya pada kursi kelas tersebut. Baru saja Taeyeon duduk, tiba-tiba Yuri datang dan membawa kursi agar dia duduk berdekatan dengan Taeyeon.

“Emm Taeng mm.. anu..” Ucap Yuri tak jelas.

“Wae.? Bicara saja. Apa kau ingin bertanya tentang Kris.? Tenang saja, aku belum memutuskannya. Aku jadi heran, mengapa berita bisa tersebar begitu cepat seperti ini.” Ucap Taeyeon cepat karena mengerti arah pembicaraan Yuri.

“Tentu saja cepat tersebar, kau dan Kris sangat terkenal disekolah ini. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju jika kau benar-benar berhubungan dengan Kris.” Jawab Yuri antusias.

“Kau masuk dalam kategori mana.?”

“Aku masuk dalam kategori tidak setuju. Aku tidak menyukai Kris, dia terlalu sombong dan dingin. Memang dia tampan. Tapi percuma jika tampan tetapi memiliki sifat seperti itu.” Jawab Yuri jujur.

“Yeah, kau memang yang terbaik Yul. Cepat kembali ketempat mu, Cho saengnim sudah datang.” Usir Taeyeon dan segera dituruti oleh Yuri.

“Pagi semua.” Sapa Cho saengnim dengan semangatnya.

“Pagi saengnim.”

“Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini. Tapi sebelumnya, saengnim ingin meminta tolong untuk Luhan-ssi dan Taeyeon-ssi agar mengambilkan buku di perpustakaan.” Pinta Cho saengnim pada Taeyeon dan Luhan.

Ya, Luhan adalah ketua kelas, sementara Taeyeon adalah wakilnya. Mungkin karena mereka dua terpintar dikelas ini, jadi mereka terpilih sebagai ketua dan wakil kelas.

“Ne saengnim.” Jawab Luhan dan segera bangkit diikuti Taeyeon.

@In Library

“Luhan, kita harus membawa berapa buku.?” Tanya Taeyeon sangat pelan karena tak ingin ditegur oleh penjaga perpustakaan.

“Tentu saja disesuaikan dengan siswa dikelas kita. Kau ini bagaimana.” Jawab Luhan dengan senyum tampannya.

“Kau benar. Ahh, aku selalu merasa bodoh jika bersamamu. Mungkin karena kau yang jauh lebih pintar dariku.” Jawab Taeyeon kemudian membantu Luhan membawa buku-buku tadi dan segera keluar dari perpustakaan tersebut.

“Kau itu pintar Taeyeon.”

“Tidak sepintar kau. Aku jadi kagum denganmu.” Ucap Taeyeon yang semakin antusias.

“Kagum.?” Tanya Luhan tak mengerti.

“Ne. Selain pintar kau juga tampan. Bahkan menurutku, kau adalah namja tertampan kedua setelah aktor Song Joong Ki. Bahkan ada saat kau terlihat lebih tampan dari aktor itu.” Jelas Taeyeon. Mungkin Taeyeon tak sadar bahwa dirinya selalu berbicara banyak jika sedang bersama Luhan.

“Kau ini. Aku tak seperti yang terlihat.” Jawab Luhan dengan pipi yang mulai memerah.

Jujur saja, Luhan sebenarnya juga mengagumi Taeyeon. Tapi lagi-lagi Luhan sadar dengan dirinya yang tak pantas untuk Taeyeon.

“Aku tidak berbohong Luhan. Jika boleh jujur,  kau seperti pria idamanku.” Bisik Taeyeon tanpa malu.

Luhan yang mendengar itu jadi blushing. Luhan tak menyangka jika Taeyeon akan mengatakan hal ini. Padahal Taeyeon lebih sering terlihat dingin dan cuek terhadap sekelilingnya. Namun Taeyeon yang sebenarnya sangat jauh berbeda dengan Taeyeon yang biasanya.

“Berhentilah menggodaku Taeyeon.”

“Aku tidak menggodamu. Aku berbicara sesuai fakta.” Sergah Taeyeon cepat sambil menaiki tangga terakhir menuju kelasnya.

“Baiklah, kau tidak berbohong. Sebaiknya kita cepat kembali, pasti yang lain sudah menunggu.” Ucap Luhan sambil membenarkan buku bawaanya yang hampir terjatuh.

“Ne.”

To Be Continue…

Chapter 1 is coming. Gimana reader.? Baguskah.? Sebenarnya ini FF requestan temen aku yang minta FF chapter dengan cast LuTae. Dan jadilah FF ini. Aku tau jalan ceritanya sangat amat biasa, tapi aku akan usahakan agar FF ini tidak terlalu biasa disetiap chapternya.

Aku mohon comment dari reader ya. Aku gak akan update cepet kalo comment nya cuma dikit. Lagian comment gak susah kok kalo dibanding aku yang bikin nih ff. Jadi comment kalian ditunggu ya.

See you^^

Advertisements

72 comments on “[FREELANCE] It’s You (Chapter 1)

  1. Aduh saya suka kristae dan lutae bagaimana ini sya milih yg mana ya????? Kris posesif sekali pake bantuain ayahnya lagi buat dekatin taeyeon, lanjut thor

  2. No ! aku suka Lutae ! buatlah luhan adalah adik/sepupunya keluarga wu ! huhuhuhu
    ga mau inginnya lutae .. 😥 please please thor

  3. gabisa milih mau dukung kristae or lutae :(( tapi tapi Kris niat yak nguber taeyeonnya sampe minta2 dijodohin wkwk. Posesifnya kelewatan -_- tapi disini Luhan cuma siswa biasa kah bukan siswa kaya raya gitu macem Kris .-. ?

  4. Kalau tae tidak setuju, gmna nasib perusahaan appa nya tae ????

    Wah, penasaran ni. Nextttt
    Di tunggu momen2 nya

  5. kyaaaaaa lucu deh. Kaya nya luhan polos bgt disini.. taeyeonnya yg pinter nggodain…
    eh kasian luhan dibully.. thooor lanjut.. pensaran.. next chapt
    Dipanjangin lagi ya heheheh

  6. Pingback: [FREELANCE] It’s You (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  7. bingung pilih yg mana pairingnya hahah tapi suka dua duanya. gimana baiknya aja dah. next chap di tunggu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s