Devil Who Loved Me [Chapter 5a]

Devil

 Devil Who Loved Me [Chapter 5a]

 

Author: SuntQ

ll Genre: Fantasy, Romance, Fluff, little bit action ll

ll Cast: Byun Baekhyun, Kim Taeyeon, Oh Sehun ll

ll Lenght: Multi Chapter ll

ll Rated: PG 17 ll

ll Disclaimer: All Cast belongs to God and their Parents J, but the story is my own idea with inspiration from drama, fanfict and otherll

ll P.S: di chapter ini saya sedikit menyinggung satu hal dari segi spiritual. Untuk semua pembaca harap jangan dianggap serius karena ini hanya karang-karangan author saja. ini hanya sebuah hasil dari imajinasi author yang ngawur. He, jadi santai aja ya..ini hanya FIKSI ll

.

ll Bagi yang suka, silakan baca. Bagi yang tidak..silakan lewat saja ll

Previous: 1 // 2 // 3 // 4 //

 

Hutan itu perlahan menampakkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya ketika sinar mentari perlahan menembus di sela-sela dedaunan pohon. Sinar itu kini jatuh ke tanah dan memberikan kesempatan untuk segala benda yang ada di sekitarnya untuk menampakkan diri dan menunjukkan eksistensinya. Rumput-rumput yang basah, dedaunan yang sesekali bergerak bagaikan diajak menari oleh sang angin. Bunga-bunga bermekaran dengan cantiknya bak mahkota yang selalu dipakai oleh putri kerajaan.

Di saat yang bersamaan, gadis dengan surai panjang hitamnya mulai tergerak dari ketidaksadarannya. Kelopak mata mungilnya perlahan terbuka dan membiarkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya masuk ke dalam indra penglihatannya. Ia bangkit dari tempat tidurnya lalu duduk di pinggirnya, sejenak untuk mengumpulkan kembali seluruh kesadarannya. Gaun putih tanpa lengan yang ia pakai terlihat sedikit kusut namun tetap terlihat cantik saat ia pakai. Perlahan ia bangkit dari posisi duduknya dan berjalan tanpa alas kaki menuju pintu. Tangan putihnya bergerak meraih gagang pintu dan membuka pintu itu lebar..beberapa detik kemudian udara pagi yang segar menerpa lembut wajahnya. Gadis itu memejamkan matanya menikmati belaian lembut saat udara pagi yang sangat segar itu memanjakan dirinya. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari rumah kecilnya yang berada di tengah hutan, dan berjalan masih dengan keadaan tanpa alas kaki sehingga rumput-rumput basah yang ia injak memijat telapak kakinya. Seulas senyum tak pernah luput dari wajahnya saat ia mengedarkan pandangannya pada alam sekitar yang menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya.

Ia terus berjalan, menyapukan pandangannya ke setiap sudut hutan yang seakan mengucapkan selamat pagi padanya. Sebenarnya bukan seakan lagi, tapi gadis itu memang bisa mendengar apa yang semua tumbuhan itu ucapkan, bahkan ia bisa berbicara dengannya. Saat ini pun, ia mendekati sebuah bunga mawar berwarna merah muda mungil dan sejenak mencium harumnya. Mata gadis cantik itu terpejam merasakan harum bunga mawar pagi hari melebur di dalam dirinya. Tak lama mata indahnya pun terbuka, lalu seulas senyum merekah di bibir mungilnya seraya mengucapkan selamat pagi pada bunga mawar itu. Beberapa detik kemudian bunga itu bergerak seolah ia merespon akan ucapan gadis itu barusan.

Gadis itu kembali menegakkan tubuhnya, dan masih dengan senyum yang belum hilang dari wajahnya. Ia kembali melangkahkan kaki mungilnya menuju sisi lain, namun beberapa saat kemudian ia menghentikan langkahnya. Ada sesuatu yang menahan tubuhnya, sesuatu yang kini ia rasakan mendekap erat punggungnya. Suhu tubuhnya menghangat, pelukan itu memberikan rasa nyaman padanya. Perlahan kedua tangan yang memeluknya itu bergerak menuju bahunya yang telanjang, dan tangan itu memegang bahunya erat. Momen gadis itu dengan para tumbuhan yang ia ajak bercengkrama terusik. Akibat si pemilik tangan yang mempunyai jari-jari yang lentik bak perempuan. Ya, dari pengibaratan itu memang si pemilik tangan ini adalah seorang pria.

Seorang pria yang dalam waktu dekat ini telah menjadi tunangannya. Perlahan warna hitam yang berasal dari jubah yang dipakai si pria menutupi tubuh sang gadis. Terlihat sangat kontras sekali, si gadis memakai warna putih dan si pria yang memakai warna dominan hitam.

Hitam dan putih.

“Selamat pagi peri pohon..apa kau melakukan tugasmu dengan baik?”

Gadis yang sedang dalam pelukan pria itu menghembuskan nafasnya perlahan. Pria itu tidak tahu bahwa tugasnya itu sedikit terganggu oleh makhluk yang beberapa ratus tahun yang lalu “dipecat” dari jabatannya sebagai panglima perang malaikat.

“Bagaimana aku akan menyelesaikan tugasku dengan baik? Sedangkan kau terus saja menggangguku?”

“Apakah seorang Azazil sepertiku ini selalu mengganggumu?”

Ya, pria itu bernama Baekhyun seorang Azazil..sesungguhnya dulu ia adalah seorang panglima perang dari klan malaikat. sosok yang sangat kuat dan megah. Mempunyai empat sayap berwarna putih dengan wajah yang sangat tampan dan bercahaya. Ia merupakan salah satu kasta tertinggi di antara kalangan malaikat, karena ia bertugas untuk memimpin peperangan yang acapkali terjadi antara kalangan malaikat dan makhluk kasta rendah–iblis.

Untitled-1_副本

Dan kenapa seorang presentasi seorang malaikat bisa didominasi dengan warna hitam yang begitu pekat? Ini adalah malfungsi dari seorang Azazil—Baekhyun. Sebagai panglima perang malaikat, harusnya benteng pertahanannya sangat kokoh untuk melawan apa yang ada di dalam dirinya sendiri. Kemurniannya sebagai malaikat ternodai oleh nafsu peperangan yang terus distimulasi oleh iblis Raven yang dikenal sebagai penipu lihai, bahkan iblis-iblis itu mempunyai semacam kekuatan manipulasi untuk menciptakan manusia. Kekuatan antara Azazil dan Raven hampir seimbang, namun waktu itu Baekhyun dalam keadaan terhimpit. Dalam peperangan yang ia lakukan dalam waktu itu, perhatiannya teralihkan pada seorang Nympth atau bisa juga disebut sebagai dewi tumbuhan ataupun peri pohon. Baekhyun melihat makhluk itu tengah berada dalam peperangan, sendirian, ketakutan dan kelemahan yang menyelimutinya. Makhluk berwujud wanita itu rapuh, hingga naluri Baekhyun yang kala itu sebagai malaikat tersentuh dan tergerak untuk segera menolongnya. Namun semakin lama rasa simpati Baekhyun terhadap makhluk itu semakin berkembang, dan menghadirkan sebuah nafsu yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang Azazil seperti Baekhyun. kesempatan itu sama sekali tidak disia-siakan oleh iblis Raven, di tengah deru perang yang semakin membara ia menggunakan kekuatannya untuk menghasut Baekhyun dan menciptakan nafsu yang sedikit timbul di dalam diri Baekhyun semakin berkembang dan semakin besar.

Nafsu itu berkembang menjadi sebuah birahi yang Baekhyun rasakan terhadap Erika—sang Nympth cantik yang tak seharusnya menjadi sandingan seorang malaikat seperti Baekhyun. Birahi yang Baekhyun rasakan itu melebihi rasa tanggung jawabnya sebagai malaikat panglima perang. Tak ayal, Tuhan Maha Mengetahui terhadap apapun, bahkan apa yang terjadi terhadap semut kecil yang berbaris di pinggir sungai, juga kuman yang tak bisa dilihat dengan kasat mata. Begitu pula dengan apa yang terjadi dengan Baekhyun. Secara langsung Baekhyun telah menyalahi kodratnya sebagai malaikat, dengan membiarkan nafsu atau birahi berkembang di dalam dirinya. Tuhan telah memperingatkan padanya, bahwa ia harus segera menghapus nafsu itu dan kembali melaksanakan tugasnya sebagai panglima perang malaikat. Namun entah apa yang terjadi pada Baekhyun. Entah itu karena sihir Raven yang terlalu kuat atau dia sendiri yang mempertahankan nafsu itu terus berada di dalam dirinya?

Hal ini tidak bisa dibiarkan, Baekhyun telah benar-benar menyalahi kodratnya. Dan karena hal itu Tuhan benar-benar murka. Karena pada kenyataannya Baekhyun sendirilah yang mempertahankan birahi itu tetap ada di dalam dirinya. Hal itu adalah sangat tabu bagi malaikat, maka dari itu Tuhan menjadikan Baekhyun sebagai makhluk dengan derajat serendah-rendahnya, seluruh partikel tubuhnya diselimuti nafsu dan akan selalu diiringi dosa dalam setiap jejak langkah kakinya. Tidak ada yang bisa mengubahnya kembali, kecuali dengan kehendak Tuhan sendiri. Ya, dan Baekhyun menjadi seorang iblis. Namun, karena dia sebelumnya adalah malaikat panglima perang, paras menawannya masih terjaga di dalam dirinya. Begitu pula dengan sedikit anugerah kekuatan malaikat di dalam dirinya. Hanya sedikit, namun hal itu membedakan dirinya dari iblis manapun. Ia mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, kontras dengan iblis..sejatinya ia hanya bisa merusak.

Erika, makhluk cantik representasi dari seorang dewi tumbuhan. Ia adalah seorang makhluk yang tinggal di tempat-tempat tertentu dan menyatu dengan alam. Sangat diidentikan dengan peri atau bidadari yang tinggal di alam bebas. Ia adalah personifikasi dari alam, dan spirit dari tempat-tempat tertentu yang dapat ditemukan di alam liar, seperti sungai, pepohonan, air terjun, mata air, gunung dan lain sebagainya. Makhluk cantik ini terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan tempat dimana mereka bisa ditemukan. Dan Erika termasuk ke dalam dewi tumbuhan..bahkan ia tinggal di antara pepohonan itu. ia mempunyai sebuah pondok kecil yang terletak di sebuah hutan, pondok itu merupakan rumah keduanya setelah istananya yang terletak di sekitar air terjun.

Taeyeon SNSD Girls' Generation Nature Replubic CF GIF (3)

Kedua makhluk itu telah dipertemukan, dan beberapa waktu yang lalu kedua makhluk berbeda jenis ini mengikrarkan perasaan cintanya sebagai sepasang kekasih. Bahkan beberapa waktu kemudian Baekhyun telah melamarnya dan memberikan Erika sebuah benda berharga sebagai tanda bahwa makhluk cantik ini adalah miliknya, tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya. Tanda itu adalah sebuah kalung..yang dikenal dengan “Shadow of Heart”.

.

.

.

“Arrgh..!!”

Erangan rasa sakit terdengar dari sebuah ruangan yang didominasi oleh warna hitam pekat, ruangan itu hanya diterangi oleh sebilah obor dengan cahaya yang redup, nyaris padam. Suara erangan itu berkali-kali terdengar dan bergema ke setiap sudut ruangan. Menyiratkan rasa sakit yang tak tertahan dan penderitaan yang kini dialami oleh makhluk itu.

Makhluk itu ambruk di sudut ruangan, sayap hitamnya yang megah kini terlihat tak berdaya. Tubuhnya setengah telanjang, ia hanya memakai celana kain berwarna hitam. Peluh kian menetes dari tiap lekuk tubuhnya. Nafasnya terengah-engah, menahan setiap rasa sakit yang menyergapnya hampir tiap detik. Ia benar-benar kepayahan dan tak bisa bangkit dari posisinya yang menyingkur si atas lantai.

“Arrrrggggh!!”

Lagi-lagi, ia mengeluarkan teriakannya..sebuah representasi dari rasa sakit luar biasa yang ia rasakan. Di tengah kepayahannya itu, ia mendengar suara langkah kaki mendekatinya. Pandangan matanya yang buram menangkap sebuah sosok mendekatinya. Ia benar-benar sudah tak berdaya..bahkan untuk sekedar mengirup nafas pun, ia merasa sangat kesulitan.

“Apakah seperti ini hidup seorang Raven? Benar-benar memalukan!”

Suara itu menggema di dalam pendengaran makhluk yang tengah tersungkur itu. Ya, apa yang dikatakan oleh makhluk di depannya itu benar. Kondisi dirinya saat ini benar-benar memalukan, benar-benar tak berdaya dan semakin nista.

Tiba-tiba dalam kondisinya yang sangat lemah itu ia merasakan kepalanya ditarik, ditarik secara keras ke belakang. Hingga kini wajahnya menengadah, nafasnya tersengal rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya.

“Katakan Jin..apakah Raven harus hidup seperti ini?”

1016913_935920953089834_8761227288605077497_n

Makhluk yang dipanggil dengan nama Jin itu menggigit bibirnya. Ia tidak tahu harus menjawab apa..ia benar-benar malu dengan keadaannya kini, seorang iblis yang dikenal sebagai penipu lihai dan kekuatan yang sangat kuat, bisa berada dalam keadaan terpuruk seperti ini.

“Cepat jawab Jin!! Apakah kau kini seorang Raven yang tak punya mulut?!”

Sejenak Jin memejamkan matanya, mencoba mengumpulkan kekuatannya hanya sekedar untuk mengucapkan sepatah kata dari bibirnya yang sejak tadi berlumuran darah.

“Ti-tidak, Rav-ven tidak boleh seperti ini..”

Jin memejamkan matanya, kepalanya masih dipegang oleh makhluk itu. wajahnya bengis, dan sayap hitamnya terkembang lebar dibalik punggungnya.

“Tao..hh, ampuni aku..”

Dengan kekuatannya yang tersisa akhirnya Jin mengatakan hal itu. Meminta sebuah pengampunan dari seorang Raven yang derajatnya lebih tinggi dari pada dia. berharap Raven dengan kasta tinggi ini bisa menghilangkan rasa sakit yang menyerang di sekujur tubuhnya.

“Apa? kau meminta ampun dariku? Apakah aku yang telah membuatmu seperti ini? ini semua adalah ulahmu sendiri!! Kau yang terlalu lambat sehingga kau bisa terkena oleh panah guardian dari malaikat-malaikat sialan itu!!”

Mata Jin setengah terpejam..perlahan kesadaran terenggut dari dalam dirinya, meskipun makhluk bernama Tao itu telah berteriak padanya, tapi teriakannya itu tak cukup untuk mengembalikan semua kesadarannya.

“Makhluk tidak berguna! kau tahu, pada hakikatnya cahaya dan kegelapan itu adalah lawan abadi? dan kenapa kau membiarkan cahaya itu menusukmu? Kau bisa rasakan sendiri kan? panah dengan cahaya itu merusak tubuhmu dan tak lama tubuhmu itu akan tercabik-cabik karena itu!”

Jin diam seribu bahasa, pernyataan dari Tao sudah menjelaskan semuanya. Ia terlalu takut untuk menerima kenyataan ini, ia sama sekali belum siap untuk mati.

Tiba-tiba Jin merasakan Tao menarik kepalanya lebih keras lagi, hingga wajahnya langsung menghadap ke arah langit-langit di atas sana. Beberapa detik kemudian Tao mengeluarkan sebuah botol kecil berwarna hijau, lalu membuka tutupnya dengan sebelah tangannya dan ia mendekatkan botol kecil itu ke arah mulut Jin.

“Untuk kali ini saja aku mengampunimu Jin, kau harus menyadari atas segala kelakukan brengsekmu itulah kita masih bertahan sampai saat ini, dan jangan sampai kau membuat dirimu lebih brengsek lagi karena panah guardian yang telah menusuk tubuhmu itu!!”

Dengan kasar, Tao segera menuangkan isi dari botol itu ke dalam mulut Jin. Kedua mata Jin yang merah terbelalak saat cairan panas itu memenuhi ruang mulutnya. Jin terkesiap, ia menggerakkan tubuhnya tidak beraturan saat cairan itu perlahan melewati tenggorokannya. Dan tanpa ia rasakan, Tao telah melepaskan cengkraman pada kepalanya, membiarkan tubuhnya terjatuh lemah menyentuh lantai. Beberapa saat dunia seolah berputar-putar di mata Jin, dan detik selanjutnya ia tidak ingat apa lagi yang terjadi padanya.

Semuanya gelap.

Namun, sebelum semuanya gelap gulita di depan matanya samar-samar ia mendengar iblis dengan wajah bengis itu berujar dengan mulut kejamnya.

“Efek benda itu hanya bertahan selama satu bulan, untuk selebihnya kau harus temukan Shadow of Heart untuk sembuh secara total! Mulai dari detik ini kau harus segera mencarinya..dan kudengar iblis setengah jadi itu telah memilikinya..”

.

.

.

Mata tajam bak mata elang itu tengah terpaku pada apa yang kini digenggamnya. Sebuah panah berwarna emas dalam keadaan berlumuran darah berwarna merah gelap yang pekat. Hatinya bergemuruh..ia senang hari ini ia berhasil melakukan misinya. Ia telah mampu melumpuhkan seorang iblis Raven yang mempunyai pengaruh cukup besar bagi pasukannya. Panah emas yang dijuluki panah guardian itu telah menembus kulit seorang Raven, dan ia yakin Raven itu tengah dalam keadaan yang tidak berdaya. Tak ada kegelapan manapun yang bisa melawan cahaya, begitu juga Raven titik lemahnya adalah cahaya yang murni.

Tangannya yang sejak tadi memegang anak panah itu, mulai bergerak untuk mencelupkan panah yang berlumuran darah itu ke dalam aliran sungai. Sehingga aliran air itu secara langsung membersihkan panah dari darah Raven yang menempel di sana.

“Apa yang kau lakukan? Kau telah mengotori sungai ini!!”

Suara kecil itu menginterupsi apa yang tengah dilakukannya. Ia segera memalingkan wajahnya ke sumber suara dan mendapati seorang gadis dengan gaun putih yang dikenakannya berdiri di belakangnya.

“Cairan apa itu? apakah itu darah hewan?”

Pria dengan surai pirang itu menggeleng, menyangkal apa yang telah diperkirakan oleh si gadis. Sejenak pria itu terpaku pada apa yang kini tengah ia lihat..tidak percaya kenapa ia bisa merasakan hal seperti ini, ini adalah pertamakalinya. Gadis dengan surai hitam panjang yang terurai dengan bibir merahnya yang ranum.

“Apakah kau tidak bisa menjawab pertanyaanku tuan?”

Pria itu akhirnya mengerjapkan matanya, berusaha kembali menormalkan jalan pikirannya setelah sempat tersendat karena objek yang telah dipandangnya. Ia memberikan seulas senyum pada gadis di hadapannya.

“Bukan, ini adalah darah seorang Raven..”

Dan pria itu melihat kedua mata gadis itu melebar, seolah tidak percaya terhadap apa yang ia katakan.

“Apa?! darah seorang Raven? Kau akan mematikan seluruh makhluk yang ada di sekitar sungai ini!!”

Gadis itu segera berjalan mendekati pinggir sungai, dan merendahkan posisi tubuhnya. Lalu ia memejamkan kedua matanya dan menyentuhkan telapak tangannya ke atas permukaan air sungai yang tengah mengalir itu. Dalam sekejap air yang tadi sempat keruh akibat darah Raven dari anak panah tadi menjadi jernih, sangat jernih bagaikan kristal.

Setelah selesai melakukannya, gadis itu kembali menegakkan tubuhnya dan menatap tajam pada pria yang tengah duduk di atas sebuah batu yang cukup besar itu.

“Lain kali, jika kau ingin melakukan sesuatu kau harus memperhatikan lingkungan sekitarmu, pikirkan kembali apa yang kau lakukan dan dampak apa yang akan ditimbulkan oleh apa yang dilakukan olehmu itu!”

Mendengar hal itu, pria dengan surai pirang itu segera bangkit dari posisinya lalu membungkukkan tubuhnya yang tinggi ke arah gadis itu.

“Ya, aku mengerti. Aku memohon maaf atas kekhilafanku tadi”

Gadis itu merotasikan kedua bola matanya, rasa kesal yang ia rasakan masih tersisa di dalam dirinya.

“Baiklah..untuk kali ini kau kumaafkan, lain kali jika kau kesini lagi kau harus meminta izin padaku karena wilayah ini adalah tanggung jawabku. Di samping itu aku khawatir kau akan mengulangi kesalahanmu lagi. Ngomong-ngomong kau siapa?”

Pria itu segera menegakkan posisi duduknya, dan ia menatap gadis cantik yang kini ada di hadapannya.

“Aku adalah Sehun..seorang..malaikat”

Gadis itu kembali membelalakkan kedua bola matanya, tidak percaya bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah malaikat.

“Apa!? Kau malaikat? aku kira kau hanya peri penjaga biasa..”

Sehun tersenyum, ia melayangkan tatapan yang sayu pada gadis yang tengah terkejut akibat dirinya itu.

“Ya, aku adalah malaikat..tidak mungkin seorang peri penjaga biasa memiliki anak panah yang dilumuri oleh darah Raven. Makhluk gelap itu telah terkena oleh anak panahku..”

Gadis itu menggelengkan kepalanya. Tidak terima akan hal ini..berarti sejak tadi ia telah memaki-maki makhluk agung yang sama sekali kastanya jauh lebih tinggi dari padanya. Ia merasa malu, sekaligus merasa bersalah pada malaikat itu.

“Kau..jadi, sejak tadi aku..emm, ma-maaf aku hanya—“

“Kau sendiri makhluk apa? apa kau peri penjaga di sini?”

Gadis itu memberanikan diri untuk menatap manik berwarna karamel itu. paras malaikat ini benar-benar tampan, sejak tadi dalam hatinya ia tidak berhenti memuji keindahan makhluk ini.

giphy

“Ya, aku adalah peri penjaga di sini..aku seorang Nympth”

Malaikat itu tersenyum, ternyata gadis cantik ini seorang Nympth. Memang sangat sesuai dengan perawakannya.

“Kau adalah Nympth yang telah melakukan tugas dengan baik. Kau berani menegur makhluk lain yang telah mengotori wilayah kekuasanmu ini..atau, mungkin lebih tepatnya alam sekitar bukan wilayah kekuasaan”

Pipi gadis itu sedikit merona akibat sanjungan yang dilontarkan oleh sang malaikat. baru pertama kali ada seorang malaikat berkata seperti ini padanya.

“Ngomong-ngomong namamu siapa?”

“Ah, namaku? namaku adalah Erika..”

“Erika..nama yang sangat cocok untuk seorang Nympth”

Sehun tersenyum melihat perubahan sikap dari gadis peri itu. Pasalnya tadi sikap yang ia tunjukkan itu seperti siap menerjangnya kapanpun, namun sekarang ia seperti kelinci yang telah masuk ke dalam perangkap dan pasrah akan apa yang akan dilakukan padanya.

“Mohon maafkan sikapku yang keterlaluan tadi tuan..saya pantas dihukum”

Erika menunduk, menunjukkan gesturnya untuk meminta maaf kepada Sehun—sang malaikat. sebenarnya Sehun sejak tadi sama sekali tidak terganggu dengan sikap tegas yang telah ditunjukkan oleh sang Nympth, karena ia juga menyadari bahwa apa yang ia lakukan tadi merupakan sebuah kesalahan. Beberapa saat kemudian perhatian Sehun tertuju pada sebuah benda yang terkalung di leher Erika. Sebuah benda yang memiliki daya tarik yang unik..dan Sehun merasa familiar terhadap benda itu.

“Benda apa itu?”

Erika terkesiap, tiba-tiba malaikat itu melontarkan pertanyaan aneh padanya.

“Maksud tuan..benda apa?”

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Erika, lalu ia mengarahkan tangannya untuk menyentuh benda yang terkalung di leher Erika.

“Benda ini..”

Erika segera memundurkan tubuhnya saat sentuhan sang malaikat mengenai kulitnya. Ia segera memegang bandul kalung yang dipakainya itu dengan perasaan gugup.

“i-ini? ini adalah Shadow of Heart..”

Sehun terdiam, dan secara alami air mukanya mengeras saat nama benda itu diucapkan oleh Erika.

Shadow of Heart? darimana kau mendapatkannya?”

Erika semakin gugup saat Sehun semakin mendekatinya dan melayangkan tatapan tajam padanya. Ia sama sekali tidak tahu apa masalahnya dari kalung yang dipakainya ini.

“Ini..aku mendapatkannya dari seseorang, dari kekasihku”

Sehun menghela nafasnya kasar, tidak seharusnya benda itu ada dalam jangkauan dekat seperti ini. Ini sangat berbahaya..apalagi dengan adanya insiden Raven itu, pasti makhluk itu sedang mencarinya.

“Cepat berikan benda itu padaku!!”

Erika terkejut, tiba-tiba malaikat itu berkata padanya dengan intonasi yang tinggi. Lantas ia segera memegang bandul kalungnya kuat-kuat.

“Apa hak mu meminta kalung ini dariku? Aku tidak akan pernah memberikannya padamu!!”

“Kau tidak tahu apa yang akan diakibatkan oleh benda itu!! semua makhluk menginginkannya dan sebuah bencana besar akan segera datang jika kau terus membawa benda itu bersamamu! Itu adalah sebuah benda yang bisa mengembalikan nyawa semua makhluk, tak terkecuali dengan Raven. Aku yakin Raven yang kuserang tadi sedang mencari benda ini untuk memulihkan kekuatannya kembali!”

Erika membeku dalam posisinya. Pikirannya mencerna setiap kalimat yang dikatakan oleh sang malaikat. Pantas saja Baekhyun menyuruhnya untuk memakainya kemana-mana. Benda ini mempunyai kekuatan yang sangat besar.

“Lalu apa yang harus kulakukan? apakah aku bisa dengan mudahnya menyerahkan benda berharga ini padamu? Aku takut sebenarnya kau adalah Raven yang selama ini mengincarnya!”

“Percayalah padaku..aku takut jika kau terus memakainya, Raven akan segera datang dan mengambilnya darimu secara paksa. Nyawamu akan terancam! Lebih baik kau segera serahkan benda itu padaku dan akan kusimpan di altar langit tempat semua malaikat berkumpul!”

Erika kembali terdiam. Pikirannya sangat kalut..ia mencoba mempercayai apa yang dikatakan oleh malaikat ini, namun kata-kata Baekhyun terus terngiang di dalam benaknya. Apa yang harus ia putuskan?

“Cepatlah..kau harus percaya padaku!”

Sehun mengulurkan tangannya pada Erika, berharap kalung dengan kekuatan magis itu berpindah ke tangannya. Erika terlihat sangat bingung, bulir-bulir keringat mulai muncul disekitar pelipisnya.

“Tapi..ak-aku—“

“Tak semudah itu hai malaikat sial, aku akan mendapatkannya langsung dengan tanganku sendiri!”

Bibir Sehun terasa kelu saat ia menangkap suara yang tidak asing di indra pendengarannya. Hal yang sangat tidak ditunggu itu  akhirnya tiba, petaka itu dengan senang hati menghampirinya. Malaikat itu perlahan membalikkan tubuhnya untuk melihat si pemilik sumber suara, alhasil matanya terbelalak. Sosok yang sangat tidak diinginkan kehadirannya kini telah hadir di hadapannya dengan utuh tak kekurangan sedikitpun, seperti tidak pernah ada yang terjadi padanya.

“Hai, apa kau merindukanku setelah anak panahmu menembus kulitku?”

“Jin..”

Sehun menggeram, ia sangat tidak mengira makhluk yang ada di depannya ini adalah seorang Raven yang sudah susah payah ia taklukkan dalam peperangan tadi. Benda apa yang bisa membuatnya bangkit lagi hingga seperti ini? sangat tidak terduga..prasangka buruknya tadi menjadi kenyataan saat ini.

“Nampaknya kau tidak mau berdialog denganku malaikat sial! Ya sudah..tidak apa..aku hanya ingin berdialog dengan Nympth cantik yang ada di belakangmu itu..setidaknya berikanlah aku ruang agar aku bisa mendekatinya..”

Sehun segera menarik tangan Erika dan mengarahkan gadis itu ke belakang punggungnya. Berusaha menjauhkan gadis itu dari jangkauan sang Raven.

“Sudahlah..percuma kau menyembunyikannya. Aku sudah melihatnya bahkan aku sudah mendengar setiap kata yang kau ucapkan mengenai benda itu. dan aku berterima kasih padamu..referensi pengetahuanku terhadap benda itu semakin bertambah, dan karena itu..aku semakin menginginkannya”

Jin menjilat bibirnya sendiri, keadaan raganya tidak mengenaskan lagi seperti tadi. Rupanya cairan yang telah diberikan oleh Tao membawa dampak yang signifikan bagi tubuh Raven Jin. Meskipun Tao mengatakan efeknya hanya satu bulan, ia merasakan kekuatan yang luar biasa menggelegak di dalam tubuhnya.

Jin melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah untuk mendekati Sehun. Dan karena hal itu, Sehun mundur dan menghalau tubuh Erika dengan tubuhnya. Adrenalin Sehun tiba-tiba semakin meningkat saat Jin memesat sebilah pedang dari pinggangya dan mengarahkan pedang itu ke wajahnya.

“Ayo cepat menyingkir, jika kau tidak ingin tubuh pualammu ini tercabik-cabik! Aku hanya mempunyai dua tawaran untukmu..kau ingin cara kasar, atau cara halus?”

Sehun mendorong tubuh Erika agar menjauh dari punggungnya, segera setelah itu ia mengeluarkan pedangnya dan menangkis pedang yang ada di depan wajahnya, hingga posisi Jin mejadi goyah. Beberapa saat kemudian terdengar suara benturan dua pedang, yang diayunkan oleh makhluk astral yang berlawanan ini. Erika hanya bisa memandang kedua makhluk yang tengah bertarung itu dengan perasaan yang takut, ia merasakan ruang geraknya sangat sempit..dan tidak tahu harus berbuat apa. Hingga air matanya menetes karena ia sama sekali tidak tahan melihat kejadian ini di depan matanya, ia tidak pernah melihat hal seperti ini seumur hidupnya sebagai peri pohon.

Di saat yang sama namun ruang yang berbeda, kedua manik biru itu terbuka..saat ia samar-samar mendengar sebuah suara tetesan air mata. Ia sangat familiar dengan suara itu, dan kesadarannya langsung pulih seketika setelah ia meminum wine paling memabukkan di muka bumi. Ia bangkit dari sandaran kursinya dan segera memegang kepalanya dengan dua jarinya. Berusaha untuk menelusuri sumber suara dan dimana keberadaannya. Ia memejamkan matanya, lalu seketika bayangan-bayangan itu muncul dalam benaknya. Wajah kekasihnya, dua makhluk yang sedang bertarung dan setetes air mata yang perlahan mengalir dari pipi putih kekasihnya. Baekhyun menghela nafasnya kasar, kekasihnya sedang dalam bahaya..bodohnya ia yang sangat lambat menyadari keadaan keaksihnya. Sayap hitamnya segera terkembang dan ia jasadnya menghilang dari ruangan gelap tempat asal ia berdiam tadi.

.

.

.

Sehun semakin kewalahan menangkis serangan yang dilancarkan secara bertubi-tubi oleh Jin. Raven ini semakin kuat, tidak biasanya Jin menyerangnya seperti ini. Apa yang telah terjadi padanya? pikiran Sehun yang mengira keadaan tubuh Jin yang tidak berdaya meleset, dan akhirnya ia harus menerima kenyataan bahwa iblis ini semakin kuat. Serangan-serangannya begitu kuat dan kasar..hingga beberapa kali pedang yang diayunkan oleh Jin hampir menyayat kulitnya.

Dalam satu tarikan nafas, Jin melancarkan pukulannya sekuat tenaga dan membuat Sehun tersungkur ke tanah. Tubuh malaikat itu ambruk dan Jin tersenyum bangga akan hal itu. ia segera mengalihkan perhatiannya pada Erika yang terduduk tak berdaya di atas tanah. Keadaannya begitu rapuh dan pandangan matanya memancarkan rasa takut yang luar biasa. Jin mendekatinya selangkah demi selangkah..menikmati gestur buruannya yang sangat memilukan itu.

“Kau sangat cantik Nympth..apa sebelum membunuhmu aku harus menikmati tubuhmu dulu?”

Pandangan Jin menelusuri setiap lekuk tubuh Erika, dan berkali kali pandangannya menusuk manik mata Erika yang ketakutan.

“Kau memang sangat cantik, tapi aku mengurungkan niatku tadi..lebih baik aku segera memotong lehermu dan mengambil benda itu darimu!”

Kini hanya tersisa dua langkah, jarak antara Jin dan Erika. Raven itu segera mengayunkan pedangnya lalu mengarahkannya ke leher Erika hingga..

Zrashhhh!!

Suara gesekan pedang dan objek yang dipotongnya terdengar sangat kentara, cipratan cairan merah melayang di udara..cairan merah itu mengalir disertai suara teriakan kesakitan yang pilu dan sangat menyakitkan.

Sebuah bagian tubuh yang dipenuhi bulu putih itu tergeletak asal di tanah, beberapa helai bulu itu berubah warna menjadi merah akibat terkena cipratan darah. Mata Erika terbelalak dan ia merasakan sebuah beban di tubuhnya. Tubuh yang mengeluarkan harum kesturi..dan halus bak pualam milik Sehun. Malaikat itu tengah memeluknya, dan ia bisa merasakan kekuatan Sehun semakin lemah di tubuhnya dan gaun putih yang dikenakannya pun berubah warna menjadi merah. Darah segar mengalir dari punggung Sehun, sebelah sayapnya telah terpotong.

“Aaaarrrrghh!!”

Jeritan kesakitan keluar dari mulut Sehun, dan suaranya semakin lemah. Erika membeku di tempatnya. Ini semua terlalu mengejutkan, dan membuatnya trauma. Apa yang harus dilakukannya?

“Ha ha ha ha…akhirnya pedangku ini merasakan juga salah satu bagian tubuhmu malaikat sial! Aku senang..bau anyir darahmu menyebar di udara..dan tubuhku semakin terasa segar karena itu!!”

Jin semakin kehilangan kendali. Warna darah adalah favoritnya dan semakin membangkitkan gairahnya untuk membunuh. Ia kembali menatap Erika dan mencoba mendekatinya. Pedangnya masih setia berada di tangan kanannya. Mata merahnya berkilat dan Jin kembali menjilat bibirnya sendiri, seolah ia akan menyantap makanan kesukaannya yang telah tersaji di depan matanya.

Erika kehilangan harapan, ia lemah dan tidak tahu harus berbuat apa..pandangannya berubah kosong dan tidak merasakan lagi beban tubuh Sehun di atas tubuhnya.

Tiba-tiba langkah Jin terhenti saat ia merasakan sebuah pukulan keras dilayangkan ke kepalanya. Tubuhnya tumbang dan ambruk di atas tanah. Kepalanya terasa pening dan berdenyut. Ia mencari sosok yang telah melakukan ini padanya, dan tak lama ia melihat seseorang dengan jubah hitam dengan mata biru yang berkilat dengan hawa membunuh menatap lurus padanya. Namun, hal itu tak berlangsung lama..sosok dengan jubah hitam itu segera menghampiri Erika dan menyingkirkan tubuh Sehun yang menimpanya. Ia segera memeluk tubuh gadis itu dan beberapa kali menciumi puncak kepala gadis itu dengan penuh cinta, aura kekhawatiran terlihat sangat jelas dari makhluk itu.

“Kau tidak apa-apa sayang? Maafkan aku datang terlambat untukmu..”

Baekhyun membenamkan kepala Erika ke dalam dadanya, berusaha memberikan kehangatan dan rasa aman terhadap kekasihnya. Perlahan kesadaran Erika mulai kembali dari traumanya. Saat hawa hangat dari tubuh Baekhyun merambat ke dalam tubuhnya.

“Baekhyun..”

“Ya, aku ada di sini sayang..tenanglah..aku sudah ada di sini..”

Erika menangis di dada Baekhyun, menumpahkan segala kesedihan dan rasa takut yang ia rasakan. Dan karena itu Baekhyun memeluknya semakin erat, mengalirkan rasa cinta pada kekasihnya ini.

Erika mengangkat wajahnya dan menatap manik biru milik Baekhyun, ia langsung teringat pada malaikat yang tadi menolongnya.

“Baekhyun..malaikat itu terluka karena menolongku..kumohon tolong dia..”

“Ya, tapi lebih baik aku menyelamatkanmu dulu..”

“Tidak, kau harus segera menyelamatkannya..aku tidak mau seorang malaikat mati karenaku..kumohon..”

Tanpa diketahui oleh kedua insan itu, Jin telah bangkit dan berjalan mendekati mereka.

“Cih, jadi ini makhluk setengah jadi yang sering jadi bahan pembicaraan itu? tak kusangka dirimu lebih menjijikkan daripada yang kukira. Bagaimana mungkin seorang malaikat mempunyai birahi? Dan ketika kau menjadi iblis kau malah mempunyai rasa cinta? Benar-benar paradoks!! Sebaiknya kau enyah dari dunia ini!!”

Jin melangkahkan kakinya cepat sambil mengayunkan pedangnya. Dan dalam keadaan itu Baekhyun mengalihkan pandangan padanya, segera ia melakukan teleportasi dan menghalau tubuh Jin yang mendekatinya dan Erika. Baekhyun menyungkurkan tubuh Raven itu ke tanah dan melancarkan pukulan bertubi-tubi padanya. perkelahian sengit terjadi di antara dua makhluk sejenis itu. jeritan pilu kembali terdengar dari Erika dan air mata kembali meleleh dari kedua matanya.

Beberapa kali Jin mengayunkan pedangnya ke arah Baekhyun, namun ia yang dalam keadaan tangan kosong begitu mudah menghindarinya. Dalam keadaan itu, Jin merasa terhimpit gerakan Baekhyun begitu cepat dan berhasil menyerangnya. sejenak perhatian Jin teralihkan pada Erika yang sedang menangis di tempatnya. Ia mempunyai sebuah ide, bertepatan dengan saat manik matanya bertemu dengan manik mata Erika, ia menyalurkan kekuatan gelapnya melalui tatapan matanya. Detik itu juga Erika mengerang kesakitan ia merasakan sesuatu telah menghantam jantungnya.

“A-Akkkhhh!!”

Mendengar jeritan itu, Baekhyun memalingkan wajahnya ke arah Erika. Hatinya meringis tatkala melihat Erika memegang dadanya dan menangis kesakitan. Kesempatan itu sama sekali tidak disia-siakan oleh Jin. Ia segera menarik lengan Baekhyun dan menahan gerakannya, setelah itu ia mencengkram kuat leher Baekhyun dengan tangannya. Baekhyun terkesiap ia sama sekali tidak bisa bergerak, terlebih ia merasakan cengkraman tangan Jin semakin kuat di lehernya dan membuatnya sulit bernafas. Jin menatap Baekhyun penuh dengan hawa membunuh.

“Riwayatmu akan tamat detik ini juga Azazil!!”

“A-akh—“

Cengkraman tangan Jin semakin kuat, hingga perlahan tubuh Baekhyun terangkat dan telapak kakinya tidak menyentuh tanah. Rasa sakit yang sempat Erika rasakan perlahan menghilang saat Jin tidak lagi menatap matanya. Namun ia kembali terkejut kala ia melihat kekasihnya dalam keadaan yang tak berdaya dan kini tengah ada dalam genggaman Raven. Batinnya menjerit, ia tidak mau melihat makhluk yang paling dicintainya di dunia ini dalam keadaan seperti itu. Ia berpikir keras, mencari cara agar ia bisa membebaskan Baekhyun dari cengkraman Jin. Tangannya bergetar dan bergerak menyentuh bandul kalungnya, hanya ini satu-satunya cara untuk membebaskan Baekhyun.

“Iblis Raven!! Jika kau menginginkan benda ini, cepat ambil dariku!!”

Erika mencoba berdiri dan menumpu tubuhnya dengan kedua kakinya yang gemetar. Tatapannya tajam menusuk ke arah manik iblis Raven itu. Dan benar saja, perhatian Jin langsung teralihkan pada Erika dan Baekhyun merasakan cengkraman tangan Jin di lehernya sedikit melonggar. Detik berikutnya, sosok Jin menghilang dari hadapan Baekhyun dan hal itu membuat tubuhnya ambruk di atas tanah. Dengan secepat kilat Jin melakukan teleportasi dan memindahkan raganya untuk mendekati Erika. Kini jarak antara Jin dan Erika hanya terpaut dua langkah, sangat dekat. Erika merasakan aliran darahnya semakin cepat dan degup jantungnya semakin tidak beraturan.

Dan di sana..Sehun—makhluk dengan surai pirangnya itu menunjukkan sedikit gestur tubuhnya. Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai kembali, dan ia meringis ketika menyadari bahwa bagian belakang tubuhnya begitu perih. Pandangannya masih buram, dan ia mencoba melihat apa yang kini ada di depannya. Ia melihat Jin dengan hawa membunuhnya mendekati Erika, dan gadis itu benar-benar terlihat tidak berdaya. Sehun sangat ingin menolongnya, namun tubuhnya masih sangat sulit untuk digerakkan. Ia sedikit merasa putus asa, namun ia harus menolong Nympth itu. perlahan ia meraih anak panah berwarna emas yang tergeletak tak jauh di depannya, sedikit demi sedikit ia menggeser tubuhnya untuk meraih anak panah tersebut hingga ia berhasil menggapainya.

Baekhyun terbatuk-batuk saat ia telah terlepas dari cengkraman Jin. Ia menumpu tubuhnya dengan kedua lutut dan sebelah tangannya. Kekuatan Jin sangatlah kuat, tubuh Baekhyun terasa lemas, aura kekuatan hitam yang terpancar dari tubuh Jin telah merusak beberapa syaraf tubuhnya. Namun ia sama sekali tidak mau menyerah dengan keadaan ini, ia memalingkan wajahnya ke ara Erika, dan seketika matanya terbelalak saat kini kekasihnya itu tengah ada dalam cengkraman iblis Raven Jin.

Jarak yang tadi sempat tercipta di antara Erika dan Jin kini sudah tiada. Jin segera meraih tubuh Erika dan memeluknya erat. Sejenak Jin tertegun pada makhluk yang ada di dalam dekapannya ini, begitu cantik dan rapuh..sebuah mangsa yang sempurna bagi Jin. Ia menjambak rambut bagian belakang milik Erika dan seketika Erika meringis. Ia merasakan sakit yang sangat saat tangan kotor iblis itu menggenggam helaian rambutnya. Erika mendongak dan kini ia bertatapan dengan Jin. Mata iblis itu kembali berkilat, kejahatan bertumpu pada kedua pupil matanya. Namun itu tak berlangsung lama, Jin perlahan menurunkan wajahnya dan menciumi leher Erika, menghirup harumnya tubuh gadis itu sebelum ia bunuh dengan kedua tangannya. Erika memejamkan matanya, saat merasakan Jin mulai menciumi dan menjilati lehernya dengan kasar. Ia tidak mau seperti ini, ia merasa sangat jijik dengan tubuhnya, apalagi ia mengalami hal ini ketika kekasihnya ada di depannya dengan keadaan yang tidak berdaya.

“Hen-tikan…kumohon!!”

Jin sama sekali tidak menanggapi perkataan Erika, ia malah semakin gencar menciumi leher Erika dan sesekali menggigitnya. Namun karena gerakan tubuh Erika yang semakin keras untuk menolaknya, terpaksa ia menghentikan apa yang tengah ia lakukan itu dan beralih untuk menatap wajah sang Nympth.

“Tak kusangka..tubuhmu yang kecil ini begitu menggairahkan. Apa aku harus menikmati tubuhmu di sini sekarang juga? Di depan makhluk sok suci dan makhluk setengah jadi itu?”

Erika memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya dari Jin. Merasa tidak tahan akan segala hal menjijikkan yang telah diucapkan oleh iblis itu. Namun sikapnya itu malah semakin memancing nafsu Jin untuk menguasai dan membunuhnya. Jin kembali mendekatkan wajahnya ke leher Erika dan kali ini ia tidak mencium lehernya, sekarang Jin menggigitnya dengan keras.

“Aarrrrggghh!!”

Erika menjerit pilu saat perlahan ia rasakan taring Jin menembus kulitnya. Gigitan Jin sangat kuat dan perlahan merobek kulitnya. Darah mulai merembes keluar dari kulitnya, mengalir melalui mulut Jin dan menodai kulitnya yang putih.

“Tidaaaaak!!!”

Baekhyun gusar, ia hatinya terluka saat melihat Erika seperti itu. kekasihnya terlihat sangat kesakitan dan menderita. Ingin sekali ia menghampiri Jin dan segera mengoyak tubuhnya. Namun apa daya, Baekhyun belum bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas ia mengerang frustasi saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya.

Di sisi lain, Jin sama sekali tidak menyadari bahwa Sehun telah mengarahkan panah ke arahnya. Dengan sisa kekuatannya yang ada, Sehun segera melesatkan anak panahnya dan berhasil menancap di pinggang Jin. Dan saat itu pula, Jin melepaskan gigitannya dari leher Erika dan menjerit kesakitan saat merasakan panas di dalam tubuhnya yang dihasilkan oleh panah berwarna emas itu. Ia menjauhkan diri dari Erika dan membiarkan tubuh Nympth itu merosot jatuh dan ambruk di atas tanah.

Baekhyun yang melihat hal itu segera memaksakan diri untuk menggerakkan tubuhnya dan mendekati Jin yang sedang meraung kesakitan dan melancarkan pukulan-pukulan keras di tubuhnya.

“Rasakan ini iblis jahanam!! Kau telah melukai kekasihku!! Kau harus MATIII!!”

Jin semakin lemah karena dua serangan yang ia rasakan di tubuhnya. Akibat pukulan-pukulan dari Baekhyun dan panah guardian yang menancap di tubuhnya. Ia beberapa kali membalas pukulan Baekhyun namun Azazil itu dengan cepat membalasnya. Iblis itu semakin kewalahan dan ia akhirnya memilih untuk mundur.

“Aku tidak akan menyerah Azazil..tidak akan pernah!! Aku akan segera mendapatkan Shadow of Heart itu segera!! Tak peduli aku akan mengejarnya kemanapun!!!”

Dengan sisa kekuatannya, Jin berteleportasi dan sosoknya menghilang dari tempat pertempuran. Dalam keadaan itu Baekhyun segera menghampiri Erika yang tergeletak di tanah dengan berlumuran darah di lehernya.

Baekhyun segera merengkuh kekasihnya, Erika terlihat sangat kesakitan dengan luka yang menganga di lehernya. Baekhyun perlahan menutup luka itu dengan telapak tangannya dan mengeluarkan kekuatan untuk menyembuhkan luka Erika.

“Bertahanlah sayang, kumohon…” ringis Baekhyun saat ia melihat wajah Erika yang begitu menderita merasakan sakit akibat luka yang menganga di lehernya.

Seberkas cahaya muncul dari telapak tangan Baekhyun yang menahan aliran darah dari luka Erika. Azazil itu makin panik, ketika darah yang mengalir dari leher Erika tak kunjung berhenti, perlahan kesadaran Erika pun semakin melemah dan matanya hampir terpejam.

“Baby!! Kumhohon baby, kau jangan seperti itu! kau harus tetap hidup!!! Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk pergi, tidak akan pernah!!!”

Tetesan air mata perlahan mengalir di pipi Baekhyun. Untuk pertamakali dalam hidupnya ia menangis..menangis untuk orang yang sangat ia cintai. Ia merasa putus asa, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kekuatan yang dimilikinya sama sekali tidak berguna untuk ini.

Tangan Erika perlahan bergerak, menelusuri dada Baekhyun dengan kekuatannya yang semakin lemah. Hingga akhirnya, tangan mungilnya itu menyentuh kulit leher Baekhyun.

“Sayang..aku senang kau baik-baik saja, bahkan kau masih bisa memelukku..ak-aku sungguh berterima kasih..”

“Berterima kasih untuk apa? Salahkan aku si jahanam yang telah membiarkanmu seperti ini. kau akan baik-baik saja sayang..kau akan kembali seperti semula dan harus menghukumku nanti atas kelalaianku ini, kau akan baik-baik saja!!”

Erika tersenyum lemah. sebisa mungkin ia memaksakan dirinya untuk terlihat bahagia di depan Baekhyun meskipun rasa sakit luar biasa akibat luka di lehernya semakin merenggut kesadarannya.

“Terima kasih untuk semuanya..dan maafkan ak-ku..”

“Tidak..aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau baik-baik saja Erika!!”

Dalam keadaan itu, Sehun menatap pilu interaksi antara kedua makhluk itu. Dalam hal ini ia juga merasa sangat gagal. Tidak bisa melindungi Erika sepenuhnya akibat keadaannya ini.

“B-Baekhyunh..”

Dan tepat sedetik setelah itu, Erika perlahan memejamkan matanya. Seluruh syaraf tubuhnya melemah dan Baekhyun merasakan tubuh Erika yang semakin lemas. Ia terkesiap, ia tidak mau melihat hal ini. Apa ini? ini sangat tidak mungkin?

“Sayang? Sayang..kau jangan tertidur dulu..Erika, Erika!!!”

Beberapa kali Baekhyun menepuk pipi Erika. Namun sama sekali tidak ada respon dari Nympth itu. ketakutan paling besar Baekhyun akhirnya terjadi, makhluk cantik yang paling dicintainya itu telah pergi. Ia sangat tidak menerima hal ini, tidak seharusnya takdirnya berjalan seperti ini!!

“TIDAAAAAK!!!”

Tak ada gestur lagi yang ditunjukkan oleh Erika. Jasadnya telah benar-benar kosong. Roh murni yang semula ada di tubuhnya telah dijemput oleh sang malaikat maut yang saat itu dalam keadaan kasat mata, terlalu enggan untuk menemui sang pengkhianat dan penyalah kodrat Azazil Baekhyun. Baekhyun menangis sejadi-jadinya, mendekap erat tubuh Erika yang telah kosong namun wangi tubuhnya masih tercium.

“Kenapa kau lakukan ini padaku Tuhan?! Dia sama sekali tidak bersalah, aku lah yang telah bersalah dan berdosa padamu!! Harusnya kau hukum saja akuuu!!!”

Sehun menatap Baekhyun yang tengah tenggelam dalam kesedihannya. Ia juga merasa sedih akan kepergian makhluk cantik yang baru beberapa saat dikenalnya itu. beberapa detik kemudian, rasa sakit yang menjalar di punggungnya menyadarkan dirinya dari lamunan. Ia menolehkan wajahnya ke belakang, memaksakan diri untuk melihat keadaan sayapnya yang terpotong. Sehun merasa naas pada dirinya sendiri, luka yang dialaminya begitu parah. Dan yang lebih parahnya lagi..kodratnya sebagai malaikat akan terancam. Jika sayapnya telah terpotong ia bukanlah makhluk sempurna lagi. kini ia telah memiliki kekurangan..dan mungkin, Tuhan akan menggeserkan posisinya sebagai manusia. Ya, manusia..entah kapan Tuhan akan memutuskan hal itu, tapi keputusan itu pasti akan ditimpakan kepadanya.

Setitik air mata pun menetes dari manik terang milik Sehun. Perlahan rasa ironis terhadap dirinya sendiri mulai menyelimutinya. Namun saat ia melihat ke depan, takdir Azazil itu lebih menyedihkan dari pada dirinya. setidaknya ia masih memiliki raga beserta ruhnya, sedangkan Baekhyun? ia hanya bisa memeluk raga yang dicintainya dengan keadaan yang kosong tanpa ruh yang menghidupkannya. Malaikat itu perlahan bangkit dari posisinya, lalu berjalan terseok untuk menghampiri Baekhyun.

“Aku turut berduka dengan kejadian ini Azazil..”

Baekhyun sama sekali tidak menanggapi perkataan Sehun, entah ia mendengarnya atau tidak. Ia masih tenggelam dalam tangisan diamnya.

Sehun menghela nafasnya, lalu memfokuskan penglihatannya pada jasad Erika yang terus berada dalam pelukan Baekhyun. Dalam penglihatannya itu, Sehun menemukan sesuatu. Sesuatu yang masih terkalung di leher Erika yang terluka parah. Malaikat itu sontak melebarkan matanya, benda itu masih ada di sana..dan itu berarti..berarti..

“Azazil, sebelumnya aku sangat murka atas kelakuan bodohmu ini! berani-beraninya kau memberikan sebuah benda yang amat sangat ‘keramat’ pada makhluk tidak berdosa ini. Namun nampaknya Tuhan mengampuni kebodohanmu ini, angkat wajahmu dan tataplah apa yang ada di depanmu!!”

Baekhyun sama sekali tidak berkutik, kepalanya masih tetap menunduk. Nampaknya ia mendengar perkataan Sehun, namun sama sekali tidak mau menghiraukanya.

“ANGKAT KEPALAMU AZAZIL!!!”

Suara Sehun benar-benar meninggi. Mau tak mau Baekhyun sedikit mengangkat kepalanya dan menatap lurus jasad Erika yang ada dalam pelukannya. Tak lama kemudian suara Sehun terdengar lagi.

“Kau tidak perlu memalingkan wajahmu ke arahku, karena aku pun tidak sudi menatap wajahmu. Tapi aku harap kau mendengarkan semua perkataanku. Dengar Baekhyun, apa yang telah kau berikan pada Erika adalah benda yang benar-benar berbahaya. Namun kukira benda berbahaya itu akan berguna untuknya. kau tahu kan apa kegunaan dari benda itu? kupikir kau memberikan benda itu padanya tak lain hanya untuk melindunginya, tapi ternyata benda itu malah membawa petaka. Selama ini benda itu telah berada di raga Erika, dan secara langsung benda itu telah beradaptasi dengan hawa kehidupan tubuh Erika, begitu pun dengan hatinya. Benda itu telah menjadi bayangan hati Erika, dan hawa kehidupannya pun telah ada di dalam benda itu. maka dari itu..aku akan memberitahumu sesuatu, Erika yang sangat kau cintai..kemungkinan bisa hidup kembali”

Baekhyun terdiam, tiba-tiba air matanya surut seketika. Ia pun menumpukan pandangannya pada benda yang dimaksud Sehun barusan, benda yang masih melingkar di leher Erika.

Shadow of Heart,

“ Dengarkan aku, jika Tuhan mengizinkan..melalui benda itu jiwa Erika akan bangkit kembali. Dalam wujud apapun atas kehendak Tuhan, namun dengan ruh murni Erika. Entah itu manusia atau bukan..namun ada kemungkinan jiwa dan hati Erika bisa hidup kembali karena benda itu. Tepatnya benda ini akan menciptakan sebuah reinkarnasi, namun entah sampai kapan kau harus menunggu. Semua itu akan terjadi atas kehendak Tuhan, kau hanya perlu menunggunya.”

Baekhyun masih terdiam, terpaku di tempatnya. Ia terlalu terkejut terhadap semua yang ia dengar. Benarkah itu? ia akan bisa melihat makhluk yang dicintainya hidup kembali?

“Lalu..bagaimana caranya untuk seperti itu?”

“Kau harus mengubur jasad Erika bersama benda itu. kau harus menunggunya hingga langit memberikanmu pertanda bahwa ruh Erika kembali diturunkan. Dan sekali lagi kutegaskan, semuanya akan terjadi atas izin Tuhan!! Entah berapa lama kau menunggu atau takdir apa yang menyapamu..kau harus menerimanya!!”

Baekhyun memejamkan matanya, ia mempunyai sedikit harapan..namun memang semuanya ada di tangan Tuhan. Seberapa besar ia berkehendak, jika tidak ada legalisasi dari Tuhan apalah arti semuanya.

“Baiklah..aku akan melakukan semua untuknya. untuk dia yang kucintai. Tak peduli berapapun lamanya..aku kan menunggunya!!”

Sehun tersenyum simpul, setidaknya ia telah mencurahkan semua yang ia ketahui pada iblis itu. apa yang dikatakannya ini memberi makhluk itu sedikit harapan dan ruang bernafas di dalam dirinya.

“Lalu bagaimana dengan keadaanmu malaikat? bukankah sayapmu telah terpotong? Apakah keadaan dirimu akan terancam juga?” tanya Baekhyun dengan nada yang terdengar seperti dipaksakan.

“Aku? Aku sama sekali tidak tahu terhadap takdirku. Aku memasrahkan seluruh hidupku pada-Nya. Semua yang telah dan akan terjadi padaku ditentukan oleh-Nya. Aku hanya bisa berusaha..dan berdo’a yang terbaik untuk diriku”

Cih, malaikat dengan mulut manisnya. Baekhyun jijik terhadap apa yang telah dikatakannya itu..namun dalam hatinya ia memuji atas kebaikannya yang telah memberitahunya sesuatu yang berharga.

“Ya, mulai dari sekarang kau harus belajar berdo’a dan bersabar..meskipun itu sangat mustahil dilakukan oleh makhluk seperti dirimu” ucap malaikat itu perlahan.

***

Manik berwarna biru itu terbuka, ia merasakan sesuatu telah menyentuh rambutnya. Tak disangka..makhluk astral seperti dirinya ini bisa bermimpi hal seperti ini. sebuah penjejakan kembali memori berputar di dalam pikirannya. mimpi yang sangat aneh.

Perlahan ia mengangkat kepalanya, yang asalnya ia sandarkan pada sisi tempat tidur yang di sebuah kamar yang selama ini ia kunjungi secara sembunyi-sembunyi. Rupanya tangan halus itu yang telah membangunkannya, tangan dari seorang makhluk yang sangat ia cintai..reinkarnasi dari Erika Nympth cantik yang mengisi relung hatinya.

Baekhyun meraih tangan sosok gadis yang tengah tertidur itu, lalu mengecupnya perlahan. Menghirup wanginya kehidupan yang terhembus dari pori-pori kulitnya. Manik yang asalnya biru gelap itu berubah menjadi biru terang..apapun yang berasal dari tubuh gadis ini selalu membangkitkan setiap sisi dari tubuhnya. Sementara bulan di luar semakin bersinar terang, terjaga sendirian di tengah keheningan malam yang pekat.

Pandangan Baekhyun tetuju pada paras cantik gadis itu, lalu tanpa terasa seulas senyum terukir dibibirnya. Ia senang bisa tertidur di samping gadis yang dicintainya ini setelah sekian lama ia menunggu.

“Aku hampir mati tiap aku ingat aku tengah menunggumu setiap hari, sayang..kau tak perlu takut, aku telah mencintaimu sejak seribu tahun yang lalu..”

Setelah mengatakan itu, ia kembali mengecup tangan itu dengan lembut.

To be continued…

Notes: hai teman-teman..author kacau kembali lagi. silakan bagi yang mau marah atau kesal pada saya karena terlalu lama untuk mengupdate FF saya ini. gak tahu kenapa..write block saya sering kumat untuk FF BaekTaeSeh ini…tapi ujung-ujungnya saya maksain untuk ngelanjutin karena sayang..

Maafkan saya ya readers..semoga kalian masih sudi untuk membaca FF absurd saya ini. di sini saya memunculkan segi fantasinya, entah itu bisa diterima atau tidak..tapi saya telah berusaha untuk hal ini. maafkan saya ya…jika fantasinya kacrut, begitu pula dengan bagian actionnya.

Untuk readers yang pingin tahu referensi darimana saya mendapatkan nama-nama makhluk fantasi di atas, silakan kunjungi alamat blog ini [http://hermawayne.blogspot.in] dengan kata kunci makhluk mitologi yang melegenda, jika readers sudah tahu artikelnya pasti bakal tercengang, “kok yang author SuntQ tulis beda banget ya sama referensinya?”

Heu..saya telah merombaknya habis-habisan karena saya Cuma meminjam nama-namanya saja, tidak dengan hakikat aslinya. Jadi jangan heran ya..ini karekter makhluk di sini emang karang-karangan saya aja. Kecuali bagian Erika..karakter begitu pula diksi yang saya pakai untuk pendeskripsiannya saya pinjam langsung dari artikelnya.

Hutang aku untuk penjelasan siapa Baekhyun dan asal usul Erika sudah lunas kan? kalau begitu berikan saya royalti dengan komen kalian..ahaha, semoga semua komen yang ditinggalkan readers menjadi berkah dan pahala bagi kalian ya..amin 😀

Salam hangat,

Baekkitaengoo a.K.a SuntQ

 

Advertisements

74 comments on “Devil Who Loved Me [Chapter 5a]

  1. Woohoo akhirnya muncul juga ff ini 😀

    Lah jd disini sehun jg makhluk reinkarnasi??
    Semakin seru thor ceritanya 😀 semakin tambah penasaran jg..

  2. Daebak bnget thor… Aku suka bnget sma ni ff !! ^^
    Lanjut thor !! Next !! Jngan lma2…
    Fighting!! 😉

  3. Sumpaah demi apaa.. ini ceritanyaaa kereeeennnn.. so sweett aaaaaa.. aku nunggu bgt ff ini.. duh duh.. ditunggu sekian lama.. nggak mengecewakan.. malah sebaliknyaaa DAEBAKK!!
    Ooo jd erika tuh gitu meninggalnya… dan ternyataaaa sehun itu awalnya juga malaikat… widiiiiiihhh ajib bgt konfliknya.
    ditunggu lanjutannya thoooor

  4. waaaaaa akhirnya semua rasa penasaranku ttg masa lalu baek taeng terjawab juga, sneng deh, wkwkwk
    eh tau nggak thor, waktu aku baca partnya sehun yg dia jadi malaikat, aku =bingung sendiri. lhoh, sehun? kok dia bisa ada di ff ini? trus baru deh aku inget kalo ternyata sehun itu main cast di ff ini, hehe

    author, tau nggak? akus uuukkkkaaa banget sama semua ff kamu. semua ff kamu itu gampang dicerna, alurnya nggak neko-neko, trus romantis lagi. hehe
    love you thor, semoga kamu bisa tetep berkarya yaaa

    • waaa, makasih banget ..aku juga suka sama semua komenan kamu..kritiknya membangun dan memotivasi aku untuk berkarya lebih baik lagi 😀

  5. Keren banget thor!! Jadi taeyeon itu reinkarnasi erika.. terus sehun gimana? Ahh, next nya cepetan ya thor, jangan lama” kyk yg ini, ampe lumutan nunggu nya 😂

  6. Yaampuuuun gabisa berkata kata baca ini ff :’) kerennyabkebangetaaaan! Aaaaaa.. bakalan setia nunggu author update next chapnya deh, gamau kalah sama baekhyun yang nunggu taeng

  7. Thorr suka bnget sma ceritanya,, apalagi ini genrenya yg isi sihir2 gtu, waa keren sekali pkoknya,,, pkoknya hrus happy ending ya thorr❤❤❤
    Muachhh😙😗😗😙
    KEEP WRITING THOR
    UPDATE SON PLZZZZ
    ❤❤❤❤❤❤❤❤❤

  8. Wowww 0.o
    awalnya lupa sma alurnya, eh inget deh (?) #labil kya ank smp
    jahatnya jin, tao jga jahat sih.
    Itu, itu baekyeon sweet bgt, jdi pngen cubit sehun (?)
    dtnggu next chap thor
    FIGHTAENG!!

  9. saya kasih jempol buat niat author buat part ini ful cerita fantasynya!!!! ^^
    nginget nginget soal raven.. jadi inget sasuke._.
    aku kurang dapet feel buat baekyeon momentnya 😦 soalnya nama taeng diganti jadi erika 😦

  10. Hai thor . Aku new reader ff ini dan aku langsung suka sama ff ini. Ff nya keren banget !! Next chapter ditunggu ya thor ^^

  11. whoaaaa…. 😭😭😭 mata ku serasa berubah jadi air terjun.. yaampun feelnya berasa.. udah mana pas erika udah sekarat gitu gk sempet bilang i love you.. huhu poor baek #puk puk

    tadinya aku lupa loh thor ini lanjutan bag. mananya dan ternyata ini asal muasal (?) erika sama baekhyun.. dan ini bner” jadi cinta segitiga dengan adanya sehun huhu..

    oke thor fighting.. 💙💙

  12. Daebak… bagus banget Thor.
    Akhirnya aku tahu asal usulnya Baekhyun dan alasan dia suka banget sama Taeyeon. Plus lagi ada Sehun juga disini. Jadi ternyata Sehun itu asalnya malaikat juga ya?
    Lanjut aja Author ke chap 5b, semoga lebih seru… 😆

  13. Halo aku readers yg baru baca ff my Thor,daebak daebak hahahah maaf baru bisa kasih comment do chapter 5 soalnya sinyal absurd wkwkwkkw pkoknya ditunggu kelanjutannya

  14. Author-san/?
    Update doonk.. Udah lama nunggu chapter 5b belum update-update masa 😦
    Padahal ff karangan kamu termasuk ff favorit aku lho :3
    Kapan balik dari hiatus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s