[FREELANCE] My Love Should Not You (Chapter 1)

my love should not you

My Love Should Not You (Chapter 1)

Tittle        :My Love, Should Not You.

Author        : SI ANGELS KIM JONG IN

Genre        : romantic, sad, love

Rating        : M15+++

Lenght        : chapterd

Cast        : kim taeyeon, Kim jong in

Other cast     : Lupa author, baca sendiri aja deh.

Author Note        : haha…… halo chingudeul aku author baru nih, yang pengen bagi bagi ff.Sebenernya ff ini terinspirasi udah lama, cuman baru di tulis, ya kalau jelek, gak usah dibaca lagi deh hehe, mian readers tapi kalau banyak yang komen aku bakal lanjutin ff ini.

Mian for typo and don’t be plagiator

My love, should not you. [chapter 1]

Happy reading

 

Author pov

 

”igoo babo, babo… seseorang kumohon tolong aku, tolong, jebbal!” terlihat seorang yeoja berlari kecil keluar rumahnya dengan sangat terburu buru,

”aish . . . palliwa,” terlihat raut kebingungan dimukanya sekarang, melirik kanan dan kiri.sepertinya dia sedang menunggu seseorang disana. Seorang namja berlari kecil kearahnya,

”mian noona, aku terlambat” jawab seorang namja yang berlari kecil kearah rumahnya. ”gwenchana Kai… let’s go..” ucap yeoja yang kini menggenggam tangan Kai tersebut.

 

Flash back on

 

Author pov

Seorang yeoja tengah tertidur pulas, terlihat dari raut mukanya jelas yeoja itu sangat kelelahan, dan baru saja memejamkan kedua matanya untuk menjelajahi? Alam mimpi.

Tanpa membuka baju putih yang ia kenakan. Ddrrtt… ddrrrtt… suara getaran ponselnya membuat ia sontak terbangun. Sepertinya yeoja ini sangat peka sekali terhadap ponselnya itu.

”yeobboseo.. ahk uisa tolong cepat datang kerumah sakit, karena pasien yang baru masuk tadi malam mengalami pendarahan otak, kita harus segera mengambil tindakan”.

”ahk.. ne arraso, aku akan kesana sekarang, terus hubungi aku jika pasien mulai tak sadar”. Tut..tut..tut.. ponsel langsung dimatikan. ia melirik kearah jam dinding pukul 03.00 KST.

”igoo babo, babo.. seseorang tolong aku, tolong, jebbal!”.Sepertinya ia teringat sesuatu, dengan cepat ia menekan angka satu di layar ponselnya.

”yeobboseo Kai.. kumohon jemput aku sekarang, aku harus segera kerumah sakit, ada operasi mendadak”. Sambungnya lagi.

” waeo? Kenapa harus noona, bukankah tadi kita baru saja sampai Pukul02.00 KST? Memang noona tidak lelah? Memang ti…”.

”sekarang pertanyaanku kau mau atau tidak?”. Dengan cepat taeyeon memotong pembicaraan. ”ne.. aku jemput sekarang”. Tut…tut..tut…

 

Flash back off

 

Kai pov

 

”igoo.. noona kenapa hatimu seperti malaikat eoh.. pasti kau belum sempat tidur”. Pikiranku terus saja melayang memikirkan noonaku itu.

Dia memang sangat berhati malaikat, ia mengambil gelar sarjana dokter spesialis otak karena ia ingin menolong orang yang tak mampu.

bahkan ia memberikan gajinya kepada anak yatim, panti asuhan, dan orang orang miskin sekitar lingkungan kita tinggal, kita mungkin bisa dikatakan orang yang berlebih harta, ani, sangat sangat berlebih.

Aku sangat menyayanginya, bukan karena dia saudaraku satu satunya, tapi melainkan hatinya yang seperti malaikat. Selalu ada untukku dan orang orang yang membutuhkannya.

Sebenarnya kami ini tiga bersaudara, namun sejak kecil appa selalu bilang kepadaku dan noona, jangan pernah bertanya tentang hyung.

Karena appa sendiri tak tahu, bukannya appa tidak mau mencarinya tapi memang sepertinya hal itu dirahasiakan appa.

Aku berlari kecil menghampiri noonaku yang memang ia sedang menungguku di depan rumahnya, kami tidak tinggal satu rumah. Karena pihak rumah sakit memberikan rumah mewah ini kepada noona.

sebenarnya noona menolak diberikan rumah ini, tapi pihak rumah sakit memaksa noona dan menyuruhnya untuk tinggal di rumah tersebut karena jasanya selama ini.

Dan jika noona menolak mereka akan merasa sangat kecewa, karena noonaku sangat baik hati, ia tak ingin membuat orang lain kecewa.

”mian noona, aku terlambat”.ujarku sambil berlari kearah noona,”gwenchana Kai.. let’s go..” ujar noona dan langsung menggenggam tanganku erat.

tampak tenang walau ku tau dia sedang panik, karena genggaman tangannya yang begitu sedikit kasar, tak seperti biasanya.

 

 

 

TBC..

Haha….. bohong……………. lanjut…………… #mian hehehe.. author kabur takut di marahin readers.

 

 

Taeyeon pov

 

”mian noona, aku terlambat”. ”gwenchana Kai.. let’s go..”

aku menggenggam tangannya erat dan kami bergegas masuk mobil, di mobil tak ada pembicaraan, aku sesekali meliriknya memastikan bahwa ia tidak mengantuk.

Jalanan sudah amat sepi, jadi dongsaeng kesayanganku ini bisa membawa mobilnya dengan kecepatan diatas normal, namun aku sering memperingatinya agar tidak terlalu kebut kebutan.

”noona mengapa noona bersedia melakukan operasi di pagi buta seperti ini sih.. bukankah ada banyak uisa yang lain selain noona? Aku tau noona belum sempat istirahat bukan? Kenap…”.

”aish Kai… apakah menolong orang harus memandang waktu? Apakah orang tersebut bisa meminta waktu sakitnya tertunda atau digantikan dengan orang lain?Jika noona ada di posisi itu, apakah kau tidak akan berbuat apa apa? Hmmm… jawab noona Kai..” aku menjelaskan kepada dongsaengku itu secara panjang lebar agar dia itu mengerti.

”tentu saja aku akan memaksa uisa uisa dirumah sakit untuk cepat memberi tindakan. tapi noona tidak pernah memikirkan perasaanku, aku ingin seperti dulu, noona yang selalu ada dimanapun aku membutuhkan noona.tapi sekarang? Bahkan kita berlibur berdua saja tidak pernah, noona selalu memikirkan pasien pasien kesayangan noona, bahkan sepertinya sekarang noona lebih sayang mereka dibanding Kai..”

ya aku akui, walaupun kami kemana mana selalu bersama, tetapi tidak ada waktu luang untuk kami brdua, aku selalu sibuk, dan dia juga harus menyelesaikan kuliahnya bukan.

”mian Kai.. noona sibuk, jika noona ada waktu luang kita berlibur berdua ne..”. jawabku menenangkannya.”itu kapan..?” Kai mulai mendesakku, aku bingung harus menjawab apa, kapan? Itu yang membuat aku bingung,

” secepatnya sayang..”. jawabku meyakinkan Kai. ”jeongmal?”. Jawab Kai, sepertinya ia masih saja ragu padaku.

”ne Kai..” terukir senyum dibibir dongsaengku itu, senyuman yang membuatku sangat tenang, bahkan aku lupa kapan terakhir kalinya aku melihat senyuman itu.

Sebenarnya aku sudah mengajak Kai tinggal dirumah baruku namun dia menolak, karena ia kasihan kepada eomma, dia berkata eomma akan merasa kesepian dan Kai tidak ingin melihat eomma sedih, karena appa kami jarang sekali di rumah.

ia selalu mengurusi bisnis dan bisnis, bahkan 20 tahun yang lalu, sewaktu aku masih kecil, sekitar umur 7tahun, oppaku 9 tahun, dan kai 5 tahun.appa selalu bilang bahwa oppa kamilah yang akan menggantikannya, tapi oppa selalu menolaknya dengan keras.

terjadilah peristiwa pengusiran oppa, semenjak saat itu keluarga kami tidak pernah lagi melihat oppa, dan perlu kalian tau, aku sangat membenci appa karena kejadian itu..

 

Kai pov

 

Segera ku parkirkan mobilku dan turun, berjalan di belakang noona, ia agak sedikit berlari. Aku hanya bisa menunggu di ruangan noona, sangat malas mengikuti noona sampai keruang operasi.

Kulirik jam tanganku, pukul 3.28 KST. Yeah aku membaringkan tubuhku di tempat tidur yang ada di ruangan noona.

sejenak untuk memejamkan mata karena aku merasa mengantuk sekarang.. ddrrt..ddrrtt… ponselku bergetar, segera kuangkat ponselku itu,

”yeoboseo eomma..” sapaku kepada eomma yang saat ini mungkin dia sangat mengkhawatirkan aku, ”aigyoo.. kau dimana saat ini, tidak melakukan hal yang macam macamkan? kau tau ini jam berapa kenapa belum pulang?”.

Terdengar jelas suara panik eomma, aku hanya tersenyum, karena sudah beratus ratus kali pertanyaan yang selalu sama ditanyakan eomma.

”eomma tak perlu khawatir, Kai sedang ada dirumah sakit, Kai juga tidak melakukan hal hal yang macam macam eomma”. Jawabku yang selalu sama.

”kau sedang bersama noonamu? Apakah dia ada operasi mendadak Kai?”. Tanya eomma beruntut, yang semakin membuatku tersenyum.

”ne eomma maka dari itu Kai tidak mungkin meninggakan noona, pulang dan pergi sendirian dari rumah sakit, Kai akan selalu menjaga noona eomma”. Jawabku seadanya.

”bila nanti operasi sudah selesai, segera pulang jangan kemana mana ne..”. jelas eomma.

”arraso eomma”. Tut.. tut.. tut.. telefon terputus, aku segera menutup mata dan tidur.. ddrrtt…ddrrtt…ddrrtt…

ponselku bergetar kembali sontak aku terbangun dan terkejut karena noona yang menelefon, untuk apa batinku.. “ne noona, waeyo?” jawabku agak berbisik.

“pasien ini memanggil namamu, ketika sudah selesai operasi, cepat datang keruang operasi sekarang Kai..”

tut.. tut.. tut.. noona memutus telefon, berarti ini sangat serius menyangkut nyawa pasien. ”mwo.. memanggil namaku, siapa pasien itu? Kenapa memanggil namaku..”

 

Author pov

 

Seorang namja melangkahkan kakinya dengan cepat, menyusuri lorong rumah sakit yang sepi ketika sampai diruang operasi nomor 3, seorang uisia cantik segera mengisyaratkan namja tampan tersebut untuk segera memasuki ruang operasi..

namja itu melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang oprasi, ”MWOOO!!” betapa terkejutnya namja tersebut melihat seorang yeoja yang tengah tertidur.

dengan perban dikepala, kaki kiri dan tangan sebelah kiri. Serta beberapa luka di tangan sebelah kanannya. Tak lupa selang yang terpasang dibagian hidung dan mulut yeoja tersebut.

 

Kai pov

 

”mwoo…” aku sangat terkejut lantaran aku sangat mengenal yeoja yang saat ini tengah berbaring dengan luka dan perban yang begitu mengerikan, dulu kami pernah satu sekolah.

Dan yang lebih mengerikan adalah yeoja ini kan yang dulu pernah terobsesi denganku, membayangkannya saja aku sudah bergidik ngeri.

”Kai, noona ingin berbicara denganmu, kajja.” Noona tiba tiba ingin berbicara denganku, ya sebenarnya aku tidak tahu apa yang akan dibicarakan noona, yang pasti noona sudah tahu bahwa aku tak menyukainya sama sekali.

”ne..” aku hanya bisa mengiyakan semua yang dikatakan noona, karena aku tak pernah bisa membantahnya. Aku jadi takut kalau nanti noona sampai mengatakan aku harus menerima yeoja ini, aku pasti tak akan pernah mau..

 

Flash back on.

 

Author pov

 

Sebuah kursi panjang dengan motif bunga sederhana berwarna putih, dibawah pohon besar nan rindang, yang mampu menyejukkan hati bagi siapapun yang duduk disana.

Seorang namja berjalan kearah kursi tersebut dengan membawa sebuah kotak berwarna pink dengan tali pita berbentuk love diatasnya membuat kotak berukuran 20X20 cm tersebut nampak indah dan cantik,

”huhh…” ia menjatuhkan tubuhnya dikursi panjang tersebut. Baju yang dikeluarkan, blezer yang hanya di taruh disebelahnya, dengan rambut yang sedikit berantakan.

membuat yeoja yang berlalu lalang tak ingin menyia nyiakan waktu untuk melihat pemandangan yang menyejukkan itu, namun siapa sangka ternyata namja ini sedang tidak mood hari ini.

 

Kai pov

 

aigyoo… aku sangat muak sekali hari ini, bagaimana bisa ada seorang yeoja yang menyatakan perasaannya dengan berteriak ditengah lapangan, seperti tadi.

Sudah gila kah? Atau urat malunya sudah putus? Ku akui dia memang cantik, tapi bisakah seohyun noona berfikir ulang, dia saja dengan taeyeon noona seumuran, bahkan mereka satu kelas.

Mengapa bisa bisanya dia menyatakan perasaannya denganku, yang justru seharusnya menjadi dongsaengnya. Karena diakan teman taeyeon noona, memang dia benar benar sudah gila. ”haruskah aku mengembalikan ini.” Gumamku lirih..

”tidak perlu Jong In-nie..” hah lihatlah siapa yang datang, taeyeon noona, pasti dia ingin sekali menertawaiku saat ini.. ”bwa …. haha.. ha… ha….. aigyo. Mukamu mengapa Jong In-nie.. hm hahahah..hahaha…..” dugaanku benar kan noona kesini hanya ingin menertawaiku saja.

”noona hentikan, ini tidak lucu..” aku menatap noonaku dengan tampang yang memohon, ah sangat malas jika harus seperti ini sebenarnya.

”hmmm… waeyo JongIn-nie… hihihihi.” sangat menyebalkan ketika noona terus menggodaku seperti ini, bahkan noona sendiri tau kejadiannya tadi,

”aish noona, jangan menggodaku.” Aku terus memanyunkan bibirku, ”oh.. nde Kai…sepertinya dongsaeng kesayangan noona ini, sangat populer ya disini.. padahal baru satu minggu memasuki sekolah.” Aish noona, kenapa kau sangat menggemaskan eoh..

”sebenarnya aku tidak mau noona, tapi jangan salahkan adik noona yang berwajah tampan ini dong, hihi..” aku tersenyum dan memeluknya dari samping, dia perempuan yang membuat hatiku luluh.

 

Taeyeon pov

 

”sebenarnya aku tidak mau noona, tapi jangan salahkan adik noona yang berwajah tampan ini dong, hihi..” kurasakan pelukan hangat ini, ya adik kesayanganku ini sedang memelukku dari samping.. kulihat wajahnya sekilas yang mulai tersenym, aku senang dia tak sekacau tadi..

”Kai…” aku berbisik kepadanya. ”ne noona, wae?” belum sempat aku melayangkan pertanyaan dia sudah lebih dulu.. dasar anak ini.

”Kai,, bagaimana jika noona memindahkanmu di seoul internasional high school, ka…” aku memulai pembicaraan.

”mwo…. andwe noona andwe….” belum selesai aku melanjutkan alasanku dia sudah berkata andwe, mwo.. andwe? Aku akan tetap memindahkannya..

“dengar noona dulu Kai… dengar..” aku memberikan jeda pada kalimatku. ”hufft… noona memindahkanmu dengan beberapa alasan kai.. dengar noona okay.” Tampak dia mengercutkan bibirnya.. memang dia sangat seksi.. ”ne noona.”

”alasan pertama noona memindahkanmu itu, karena disana para namja itu lebih populer dibandingkan disini, arraso?” aku memberi alasan sangat hati hati pada dongsaengku ini ”ne, arra noona..” kulihat tampang polosnya itu, ingin sekali aku mencubitnya, namun tak mungkin kulakukan sekarang.

”disana kau tak akan lagi kesepian, karena ada saudara eomma dari amerika yang anaknya bersekolah disana.” Setahuku ada teman kecil Kai disana dari amerika.

”ne.. sudahlah… walaupun aku membantah, aku pasti akan tetap dipindahkan bukan? Lebih baik aku diam dan menuruti noona ku ini.

Lagian, yeoja disana pasti lebih beretika dan lebih menjaga sopan santunkan noona.” Jawab dongsangku itu.

Aku lagi lagi melihatnya, tersenyum, mungkinkah wajah sepolos yang dimiliki oleh adikku ini adalah wajah yang sangat seksi, yang selalu dikatakan teman temanku dikelas itu,,, hahaha… tapi memang benar demikian bukan….

”itu baru Kai.. adik kesayangan noona. Noona pastikan besok kau sudah berada disana.” Aku memandangnya dengan senyum yang tak pernah lepas darinya.

”tapi noona, apakah noona tidak masuk kelas, bel sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu?” lihatlah adikku ini, polos, bagaimana bisa semua yeoja mengatakan dia itu seksi.. tapi memang..

”noona tetap akan disini menemani adik noona yang katanya seksi bwa haha.. ha.. ha..” aku terus menggodanya.

”ahk noona,, dapat darimana kata kata seperti itu,, itu sangat menjijikkan noona.” Katanya lucu, ”bwa… ha…ha.. hmm.. dari teman teman noona, bahkan mereka meminta nomer handphone mu..” jawabku seadanya.

”mwo.. apakah noona memberikannya?” tanyanya polos. Ingin sekali aku mengerjainya lagi dan lagi. Namun tidak kali ini, aku hanya akan menggodanya saja.

”ani kai… karena noona tak ingin adik kesayangan noona ini memiliki fans yang lebih baik daripada noona hihi…” jawabku menggodanya.

”hah…. syukurlah jika noona tidak memberikannya.. aku sangat lega…” kulihat wajahnya yang kini mengukir senyum yang tipis, tipis sekali…

tuhan aku mohon jaga dia, karena Kim Jong In adalah adikku yang paling berharga setelah oppa tiada,,

”oh,,, ternyata kalian disini..”

suara namja paruh baya menggelegar di telingaku, sontak ku langsung melihat wajahnya,, mwo… wah daebak,, ”mwo.. ajjushi.. hehe..”

 

Author pov

 

”mwo.. ajjushi.. hehe..” kedua anak remaja yang ada di taman itupun hanya cecengiran tidak jelas.

”sedang apa di sini, noona? Tuan muda? Ibu tuan muda memerintahkan saya untuk menjemput anda sekarang, tapi ketika saya ke kelas anda, anda tidak ada ditempat, maka dari itu saya mencari anda.” Jelas pengasuh kai,

”ah..jinjja? waeo ajjushi?” tanya kai bingung, kali ini yang menjelaskan adalah noonanya, ”jong in-nie.. apakah kau lupa? Hmm…?” tanya taeyeon kepada adiknya.

kai semakin bingung dengan noonanya itu, apa yang noonanya maksudkan tadi kai sungguh tak mengerti sedikitpun. ”maksud noona?” akhirnya kai melayangkan sebuah pertanyaan.

Taeyeon menghela nafas berat dan melanjutkan perkataannya. ”begini sayang… tadi sudah noona bilang bahwa kau akan dipindahkan ke seoul international high school kan..” kata Taeyeon menjelaskan.

“ne noona, lalu” sambung Kai dengan serius. ”hari ini kau sudah di terima dan harus melengkapi persyaratan yang kurang, arraso?” kai nampak terkejut sekali..

“mwo… cepat sekali.. jinjjayo noona? Bahkan aku tidak tahu kapan eomma memindahkan kai kesana.” Taeyeon hanya mendengus dan tersenyum lalu mendekap kai erat.

”kemarin kai.. memang kau tidak tahu, oh ya.. kau memang tidak diberi tahu.. karena ini kejutan..”

Taeyeon tersenyum dan mencubit gemas pipi Kai. ”tapi noona, ak-aku harus mengembalikan ini dulu, dan ..” sebelum Kai melanjutkan kata-katanya, ajjushi pengasuh Kai sudah memerintahnya untuk ikut bersamanya.

”ah.. tuan muda kita harus cepat, kita sudah ditunggu oleh eomma tuan..” Kai menatap tajam Taeyeon, ”noona.. sepertinya aku harus pergi sekarang, eum.. jadi aku titip ini. Kumohon kembalikan ini ne.. aku tak bisa menerimanya.. jebbal.” Ketika Taeyeon hendak menolak,

Chu…

”da noona.. jangan lupa ne…” teriak Kai dan langsung berlari seperti anak kecil.. Taeyeon yang disana hanya diam dan pipinya memerah.

Seulas senyum tampak dibibirnya. Memang bukan yang pertama kecupan kecupan singkat seperti ini. Tapi bagi Taeyeon ini membuat jantungnya berdetag 3X lebih cepat.

 

Taeyeon pov

 

Aku berjalan menuju kelas, kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 3 tepat, memang saatnya untuk istirahat tiba.. kulihat isi kelasku, kosong. Pasti semuanya berhambur ke kantin, ”hah.. aku menunggunya saja disini..”

kulangkahkan kakiku menuju tempat dudukku, aku duduk dan mengambil novel yang tadi pagi sempatku baca. Kotak pink itu seohyun benar benar nekat, bisa bisanya dia, ahk sudahlah.

”ehem.. hai..” kulihat didepanku wah.. ada pangeran, ahk bukan tapi Luhan. Namja yang baik hati, ramah dan murah senyum.

seperti pangeran sayangnya aku tak menyukainya. Entahlah, menurutku Kai yang terbaik, tapi sayangnya dia sudah pergi…

”hai Luhan-ssi…” jawabku tak kalah sopan, ”emm boleh aku menemanimu disini..” tanpa akumemberi jawaban dia sudah duduk di depanku.

Aku hanya melihatnya sekilas dan kembali berkutat dengan novel yang aku baca. ” ah Taeyeon.. apa yang sedang kau baca sepertinya aku sangat mengganggumu.” Tanya Luhan.

”tidak Luhan-ssi, kau tidak menggangguku, aku hanya melanjutkan sedikit lagi.” Jawabku dan dibalas senyum olehya, ya seperti biasa. ”ini apa Tae?” tanyanya bingung sambil menyodorkan kotak pink yang kutaruh diatas meja sebelah kiriku.

”ahk itu, hadiah dari seseorang untuk seseorang, tapi yang diberikan hadiah menolak, any, bukan menolak. Tapi dia merasa tidak enak jika menerimanya, dan menyuruhku untuk mengembalikannya, begitu Luhan-ssi.” Terangku panjang lebar.

”ae? Kenapa orang itu menolaknya tae?” aduh Luhan kenapa banyak tanya sih, bosan sekali aku mendegarnya,

Tettt………….tett……………..tettt……………..

”ahk Luhan-ssi sudah masuk, jadi sebaiknya kau duduk ditempatmu, masalah ini juga tidak terlalu penting.” Jelasku lagi dan dibalas dengan anggukan dan dia pergi.

 

Luhan pov

 

”ahk Luhan-ssi sudah masuk, jadi sebaiknya kau duduk ditempatmu, masalah ini juga tidak terlalu penting.” Kulihat senyumnya yang memang selalu indah dimataku

Dia memasukkan novel berkuran kecil kedalam tas dan tak lupa kotak pink itu kedalam laci mejanya..

Aku bangkit dan mengangguk anggukkan kepalaku lalu duduk dibangkuku, hey dia mau kemana, ahk dia tidak pergi dari kelas, melainkan dia pergi ke tempat duduk seohyun dipojok kanan sana, tunggu, taeyeon memberikan kotak persegi pink itu.

”untuk apa?” lirihku dan terdengar oleh teman sebangkuku.. ”untuk apa? Mksudmu apa luhan.” ”hah.. tidak ada suho-ah, kau pasti salah dengar.” Kataku yang hanya dibalas senyum olehnya.

Pasti taeyeon akan memberikan kotak itu, berarti kotak itu punya seohyun yang akan diberikan kepada seseorang, tapi siapa?

Tunggu seohyunkan sangat digilai para namja. Tapi sekarang hatinya telah luluh oleh seseorang. Wah daebak sekali orang itu.

 

Author pov

 

Taeyeon melangkahkan kakinya menuju meja seohyun yang ada dipojok kanan tengah, “Seo.. ini” tae menyodorkan kotak pink tersebut.

”waeo Tae,,” jawab Seo tidak berpaling dari buku yang dibacanya. “ini Seo, Kai mengembalikan ini..” tae terus menyodorkan kotak tersebut.

Seopun memandang Taeyeon dengan penuh selidik, Kai mengembalikan barang yang telah diberikannya.

“waeo mengapa dikembalikan? Kau taukan bahwa aku menyukai adikmu..” Taeyeon kemudian mendekati Seo seraya berkata, “ahk, dia merasa tak pantas mendapatkan ini, ketika dilapangan kemarin dia menolakmu.”

Seo dengan wajah yang berkaca kaca menjawab seadanya “tak perlu dikembalikan, itu malah membuat hatiku sakit, dan akan semakin sakit Tae.. mengertilah!”

Taeyeon duduk disebelah seohyun seraya meletakkan kotak pink tersebut.. “tetap tidak bisa Seo karena, adikku tidak suka diberi.Dan juga adikku sudah tak bersekolah disini lagi Seo.” Seohyun melototi Taeyeon karena mendengar perkataan tersebut.

 

Seohyun pov

 

“wae? Wae tae? Wae? Mengapa harus pindah? Aku tak akan mengganggunya.” Akupun menitikkan air mataku.. kulihat Taeyeon tampak khawatir di tempatnya. Dia merangkul pudakku, akupun menepisnya

“Seo gwenchana?.” Aku meliriknya

“apa yang kau katakan? Aku sangat hancur kau tau? Tidak kau tidak tau Tae, dan mulai sekarang aku membencimu AKU SANGAT MEMBENCIMU TAE, PERGI KAU KIM TAEYEON, AKU AKAN MENDAPATKANNYA SENDIRI DENGAN CARAKU, dan aku tau pasti kau yang menyuruhnya pindah bukan!”

Aku sangat marah sekarang, bagaimana bisa aku akan melihatnya lagi, namja yang kusuai, ani yang kucintai.. dia sudah pergi.

Dan dia sama sekali tidak menyukaiku. “Seo kau salah paham, dengarkan penjelasanku dulu….” jawab Taeyeon yang tak kuperdulikan.

“PERGI TAEYEON PERGILAH, AKU SUDAH MUAK MENDENGARNYA. KATAKAN SAJA BAHWA KAU YANG MENCINTAI ADIKKMU SENDIRI DAN TAK INGIN ORANG LAIN MEMILIKINYA, IYA KAN KATAKAN SAJA BEGITU”

“PLAKK”

hah benarkah ini dia menamparku, menampar? Oh good yang dilakukan oleh Taeyeon, dia benar benar telah membuktikan bahwa dia menyukai adiknya sendiri.

“oh kau menamparku Tae.. hah… kau kira aku tak bisa melakukannya.”

Kulayangkan? Tanganku akan membalas tamparannya tapi tanganku ada yang menahannya, “lepaskan Luhan-ssi lepas, kau tau apa tentang ini.”

Amarahku semakin menjadi. “tenanglah Seo, semua masalah pasti ada solusinya.” Apa yang dia bilang jelas jelas taeyeonlah yang mencari masalah denganku, mengapa harus aku yang disalahkan sekaraang,

“apa yang kau bicarakan Luhan-ssi, kau tak mengerti.” Aku kembali memelototinya “tapi sosaengnim Lee mengetahuinya dan kalian berdua di suruh ke ruangannya, sekarang.”

 

Author pov

 

Seorang yeoja berjalan dengan langkah gontai mengikuti seorang namja di depannya, sementara yeoja yang berada didepan namja tersebut tetap angkuh dengan langkah kakinya.

“kau akan berjalan sambil terus menangis Kim Taeyeon, apakah kau tidak malu?” namja tersebut memberhentikan langkahnya.

ia menoleh kebelakang sambil mengulurkan tangannya. Yeoja yang diuluri tangan hanya terdiam seakan patung yang mengulurkan tangan tersebut, dan sekarang malah berjalan mendahuluinya.

“aigoo Kim Taeyeon apakah kau tak mendengarku? Setidaknya tenanglah, dan kau bisa menceritakan semua masalahmu kepadaku.” namja itu mencoba untuk menenangkan Taeyeon.

Yeoja itupun berhenti menangis, dan menatap lurus kedepan, melihat bahu seorang yeoja yang hilang dibalik pintu sebelah kanan,

“masalah ini sangat berat bagiku Luhan-ssi, aku masih memikirkan ucapannya yang tadi. Aku tak menyangka bahwa dia akan berkata seperti itu.”

“sabar ne…. aku tau pasti kau menyukai namja lain, dan itu bukan adikmu sendiri.”

 

Taeyeon pov

 

“sabar ne…. aku tau pasti kau menyukai namja lain, dan itu bukan adikmu sendiri.” BLUSH seperti terkena angin yang langsung menghancurkan hatiku berkeping keping…

apa ini, perasaan sakit apa ini. Tidak, TIDAK MUNGKIN AKU MENYUKAI ADIK KANDUNGKU SENDIRI. Oh iya itu tidak mungkin.

“ah Tae ayo kita masuk.” Aku mengikuti namja didepanku ini, terasa berat kakiku untuk melangkah. Kulihat seo yang sudah duduk dengan rapi disana tanpa beban, dan seongsanim Lee yang tengah duduk didepannya.

“ah Taeyeon, Luhan cepat duduk.” Perintah sosaengnim Lee tanpa nada marah atau apapun. Kami berdua segera duduk.

“tadi aku melihatmu menampar Seohyun, ada masalah apa Taeyeon, coba sekarang jelaskan.” Perintah sosaengnim Lee, aku tak tau harus menjelaskan apa, aku bingung sekali. Kulirik Seohyun, dia hanya terdiam.

“bagaimana Taeyeon apakah masalah antara kau dan Seohyun?.” Tanya seongsanim Lee lagi, aku semakin bingung dengan ini semua.

“ahk sosaengnim Lee, biar aku saja yang menjelaskan, sebenarnya tadi aku merobek buku Taeyeon dan ia marah, lalu ia menamparku.

akulah yang salah sosaengnim, yang salah itu aku jadi kumohon padamu untuk membebaskan Taeyeon, dan tidak perlu ada saksi disini, yang bersalah itu aku, jadi hukum aku saja seongsanim.”

Apa ini kenapa Seohyun membuat karangan cerita, “apakah itu semua benar Luhan-ssi?” kini sosaengnim malah menanyakan Luhan, bagaimana ini.

“ah itu benar sosaengnim, jadi saya datang untuk melerainya tadi.” Bohong Luhan juga, sebenarnya mengapa semua berbohong. Mungkin Seohyun sadar akan kesalahannya tadi.

 

Seohyun pov

 

Hah untung saja Luhan tanpa disuruh sudah mengiyakan, betapa malunya aku jika sosaengnim mengetahui bahwa aku ditampar hanya gara gara kai.

reputasiku bisa hancur disekolah ini, dan aku tau pasti sosaengnim Lee tidak akan menghukum kami,

“ahk jadi begitu, untukmu Kim Taeyeon jangan cepat emosi, hal seperti itukan bisa dibicarakan terlebih dahulu.” Nasehat sosaengnim Lee kepada Taeyeon.

”dan untukmu Seo Joo Hyun, untuk apa kau mengganggu Taeyeon.” Ahk daebak, apa ya. Aku harus berpikir cepat.

”ah itu, mejaku kotor seongsanim jadi aku harus membersihkannya.” Jawabku bohong.

“yasudah, kalian bertiga kembalilah. masalah ini kita anggap selesai dan kalian berdua tidak boleh bermusuhan setelah ini. Kalian harus saling memaafkan.”

 

Nasehat seongsanim Lee Donghae yang sangat memuakkan, aku rasanya sudah tidak betah lagi di sini. Segera aku berdiri dan diikuti Luhan dan Taeyeon, “Gamsahabnida seongsanim” lalu kami keluar dari rungan seongsanim Lee.

1 tahun kemudian…………….

Author pov

 

Setelah kejadian tersebut Taeyeon maupun Seohyun, mereka berdua tidak pernah saling tegur sapa. Hingga akhirnya mereka lulus.

Taeyeon yang memang murid yang pintar dan cerdas menjadi juara umum dengan nilai diatas rata rata 96, sementara Seohyun diurutan ke 4 dengan nilai rata rata 90 dan Luhan yang kepintarannya hampir setara dengan Taeyeon mendapat urutan ke 3 dengan nilai rata rata 92.

karena yang menggeser adalah namja yang bernama Suho yaitu nilai rata rata 92,75. Taeyeon melanjutkan studinya di Universitas perguruan tinggi Seoul International Doctor. Yang dimana disana diisi oleh seluruh orang yang ingin menjadi dokter, Seohyun, ia pergi ke New York, sementara Luhan, dia kembali ke China. Suho ia tidak ada yang tahu.

 

Flashback off

 

Author pov

 

Terlihat seorang namja yang tengah serius mendengarkan cerita dari yeoja yang ada dihadapannya.

“jadi begitu Kai.. mianhae tak pernah menceritakan ini kepadamu karena ku tahu bahwa kau pasti akan merasa bersalah.” Ujar yeoja yang saat ini tengah terisak.

Namja yang berada dihadapannyapun mendekati yeoja dihadapannya dan memeluknya erat,, “kenapa noona tidak pernah menceritakan ini, dan berhentilah menangis noona, kau tahu, kau sangat buruk saat menangis.” Ujar namja tersebut.

“mianhae Kai,, mian..” jawab yeoja tersebut masih dalam tangisannya. “uljima noona, aku sudah bilang noona sangat jelek saat menangis.” Kai membalikkan tubuh yeoja tersebut hingga menghadapnya.

 

Kai pov

 

Aku memegang pipi Tae noona, kuhapus air matanya. Dia yeoja sempurna yang tidak boleh menitikan air mata, “uljima noona…”

Aku mendekatkan wajahku ke wajah Taeyeon noona, kami saling berpandangan, kini dahi dan hidung kami bersentuhan “K-kai… apa y-yang kau lakukan.”

Aku tak memperdulikan ucapan noonaku… aku menempelkan bibirku ke bibirnya.. kulihat ia memejamkan matanya.

 

 

1 menit….

 

2 menit….

 

3 menit….

 

Entah aku memiliki keberanian apa kini aku mulai melumat bibir mungil Taeyeon noona… biasanya aku hanya mengecupnya… iya… aku mencintai Taeyeon noona, aku sudah mencintainya sejak dulu.

aku tak perduli kami sekandung atau tidak.. aku terlanjur mencintainya.. aku melepaskan lumatanku. Kupandang noona yang kini mulai membuka matanya. ”mianhae noona, mian…”

 

Chu…

 

DEG..

 

Apa yang dilakukan Taeyeon noona.. bagaimana bisa, Taeyeon noona melumat bibirku. Aku hanya diam dengan semua perlakuannya. Sengaja aku membuka mulutku. Kurasakan lidah noona menerobos masuk kedalam mulutku.

 

Taeyeon pov

 

”mianhae noona, mian…” kutarik wajahnya, naluriku mengatakan bahwa mencintainya adalah benar. Dan aku tidak mau dia merasa bersalah. Iya aku mencintainya.

Kulumat bibirnya pelan, jujur aku tidak mengerti tentang melakukan hal ini. Kutarik tengkuknya, dia membuka mulutnya, kumasukkan lidahku, kami saling perang lidah dan bertukar saliva.

Ciuman ini lembut, bisa dibilang ciuman kasih sayang. decakan decakan akibat lumatan kamipun menghiasi ruanganku yang sepi.

Kai memegang tengkukku memperdalam ciuman kami, setelah beberapa menit berciuman, kami mulai kehabisan nafas.

Kai melepas lumatanku. Jujur aku malu dan hanya dapat diam dan menundukkan kepala. “noona.. tatap aku.” Kai memegang pipiku dan mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Akupun menatapnya..

Dia tersenyum… ”K-kai.. m-mian..” jawabku terbata bata. ”Saranghae noona.. jeongmal saranghae Kim Taeyeon..” aku menatap matanya.

aku tidak melihat raut kebohongan dimatanya. aku tahu ini salah tapi, aku mencintainya.

”nado Kai, nado saranghae..” kami berdua saling berpandangan, dan memberikan senyum terindah kami masing masing.

Dia memelukku, hangat… selalu kehangatan yang ku dapat darinya memang, dia selalu ada untukku dan selalu menjagaku. Dimanapun ada aku selalu ada Kai, aku sendiri tidak tahu kapan perasaan ini muncul tapi aku mencintainya sekarang ”Kai…” ujarku

”hmm…” dia hanya berdehem dan mempererat pelukannya. Sambil menelusupkan kepalanya dibahu sebelah kananku. Seakan tak ingin lepas dariku..

”bagaimana dengan Seohyun….” ucapku lirih, dia mengendurkan pelukanya, dan menatapku seakan malas dengan perkataanku tadi. Dia menatapku dengan senyum yang………. manis menurutku.

 

Kai pov

 

Aku melepas pelukanku, kupandangi wajah cantik taeyeon noona. ” noona aku mengantuk, kajja kita tidur. Dan hari ini aku tak ingin membicarakannya.. okey..” kupegang bahunya, menuntunnya agar berdiri.

”ca… kita tidur..” kupegang tangannya agar mengikuti langkah kakiku. Perlahan aku melepaskan jas putihnya dan menaruhnya di kursi.

Lalu aku merebahkan tubuhku disampingnya. Dia tampak terkejut karena kasur ini berukuran mini size. ”Kai… kau akan tidur disini?” tanya noona. Lihatlah muka noona ku yang begitu polos, aku jadi ingin menggodanya sedikit.

“tentu noona, aku tidak akan membiarkan noona kedingan..” jawabku jahil. Dan membalikkan tubuhnya menghadapku. Lihatlah pipinya memerah dan aku semakin gemas saja.

Dia hanya terdiam, aku memeluknya dan menempelkan dahi kami. Sekarang kami sudah tak memiliki jarak lagi. “noona tidurlah, aku tak ingin noona kelelaan.” Ujarku pelan. Dan pasti noona mendengarnya.

“baiklah.. tapi kau juga harus tidur dan jangan macam macam ne..” ucapnya pelan. Rasanya ingin sekali aku mengerjainya lagi, tapi tidak kami sudah cukup lelah.

Kulirik jam dinding yang tak jauh dari tempat kami tidur. Sudah menunjukkan pukul 06.00 KST..

Kukecup bibirnya singkat dan langsung memejamkan mata, “arra noona.” Jawabku sambil tersenyum.

 

Taeyeon pov

 

Lihatlah yang dia lakukan, membuat darahku berdesir dan detak jantungku berpacu lebih cepat. Lalu jika seperti ini apakah aku bisa tidur.

Aku menasehatinya “baiklah.. tapi kau juga harus tidur dan jangan macam macam ne..” aku membalas pelukannya. Kami masih berada diposisi berhadapan tanpa jarak sedikitpun.

Kulihat dia melirik jam dinding, “arra noona.” Dan

 

CHU..

 

Dia menempelkan bibirnya singkat, dan kembali tersenyum sambil memejamkan matanya. Melihat senyumnya saja sudah membuat aku tak berkutik dan hanya diam seperti ini.

Aku juga ikut memejamkan mataku dan tersenyum bahagia, walaupun aku sadar hubungan kami salah, benar benar salah.. aku pun menyusulnya untuk tidur..

 

Author pov

 

Mereka berduapun tidur, sambil memeluk satu sama lain. Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang melihat kejadian awal hingga akhir yang mereka lakukan. Orang itu sempat terkejut tetapi dia hanya diam tanpa ekspresi.

”sial”seru seseorang tersebut dan meninggalkan tempat itu, menuju sebuah rungan dan membukanya.

Dan ternyata itu adalah ruangannya, ia menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya secara kasar. “huffttt” dia membuang nafasnya kasar.

“aku akan mendapatkanmu” ujarnya pelan sambil menyeringai tidak jelas, iapun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju sebuah meja kecil.

“Kim Taeyeon.. aku pasti bisa mendapatkanmu” ujarnya dan mengambil sebuah gelas yang berisikan air putih..

Menenggaknya hingga tak tersisa sedikitpun. Iapun kembali ke tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran mini size itu.

“aku pasti mendapatkanmu” ucapnya dan segera tidur tepat pukul 06.15 KST…………

 

TBC”””””””””’

#Akhirnya chapter 1 udah selesai, oya dibutuhkan saran, kritik, dan komentar. Aku bakalan nyelesaiin ni ff, sampai beberapa chapter…

dan terimakasih yang udah mau luangin baca ff aku. Panggil aja aku “Siangels kai”#kok jadi promo nama, abaikan. sekali lagi gomawo all….

Oya kalok ada yang mau dibuatin NC tolong koMEnt ya,ceritanya tentang ini, My Love, Should not You nanti ada di chapter khusus… oya dan mau author pasangin Password… tolong koment yang tentang NC nya mau dibikin atau gak?.. sekali lagi terimakasih udah baca FF aku yang abal abal.. ^-^

Advertisements

74 comments on “[FREELANCE] My Love Should Not You (Chapter 1)

  1. Cieee siapa tuh’-‘
    Lah????? Itu sodara kandung?????
    Parah kalian-_- main chu chu aja wks
    Seru thoooor, padahal awal baca ngerasa males /? Tp baca trs sampe bawah ternyata not bad at all hihi
    Nice story! next chapt ditunggu ya thoooor

  2. pikiran yadong mulaii mencuuattt…
    terserah si author mau buat NC atau gga.. saya mah baca-baca aja.. 🙂
    daeebak loo FFnyaa.. keep writing thorr dan mian telat komenn 🙂

  3. Itu siapa ? Tdi kirain seo. Luhan kah ? Penasaraan authoorr. NC ? Omaigaaat!! 0.o
    next chap cpet ya thor!!
    FIGHTAENG!!

  4. boleh thor rame itu ada ncnya hahaha sumpah kalo brother sister complex itu complicated binggo jadi deg2an bacanya haha 😀

  5. Eomo kai taeyeon cinta kalian itu salah tapi seru bgt thor oh ya kenapa gak Luhan aja sih pasanganny.Author bikin ff LUTAE dong jebalyo^^ ne next chapter keep writing and Fighting!!!

  6. wooow siapa tuh cowoknyaaa? Luhankah? atau ada cast baru lagiiii?
    walopun kai taeyeon kaakk adik tetap kudukung kaliannnnnn. lanjut thor ditunggu ya fightaengggg

  7. Pingback: [FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 2) | All The Stories Is Taeyeon's

  8. SUKIDA/?~
    Udah bagus kok penulisannya, cuma sedikit masukan ya jangan sering2 ganti POV kalo bisa bagian sudut pandang yang dipakai cukup sedikit saja, kalau kebanyakan nanti kasihan readersnya 😆 *halahiningebacotapaansi*
    nice job for the new author (y) 😀

  9. Pingback: [FREELANCE] My Love, Should Not You (Chapter 3) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s