[FREELANCE] Gone (Oneshot)


Gone

Author: Han Sung Young

Rating: PG 15

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, Sad, Hurts, Angst

Main Cast: Kris Wu, Kim Taeyeon

Other Cast: Find by yourself

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: cloverqua @ Art Fantasy for amazing poster.

Happy reading^^

Sebuah lamorghini berwarna hitam legam kini sudah memasuki halaman rumah bergaya modern.

Tak lama setelah itu, seorang namja berperawakan tinggi tegap dengan garis wajah tegas terlihat keluar dari lamorghini tersebut. Namja yang kini berpakaian casual itu, perlahan melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut. Setelah memencet bel beberapa kali, kini pintu ber-cat peach tersebut sudah dibuka oleh seorang  maid disana. Sang maid kemudian membungkuk dan mempersilahkan namja tersebut untuk memasuki rumah.

Saat sang namja ingin menuju ke ruang keluarga, kedatangannya ternyata sudah terlebih dulu disambut oleh tuan rumah.

“Wahh.. kau sudah datang ternyata.” Ucap tuan Kim sekedar menyapa Kris yang merupakan kekasih dari putri tunggal nya.

“Ne ahjussi.” Jawab Kris dan tersenyum sambil membungkukkan tubuh tinggi nya.

“Panggil appa.” Ingat tuan Kim.

“Ah, ne appa. Mian aku melupakannya.”

“Gwenchana.”

“Eo, sebaiknya kalian duduk dulu biar maid disini membuatkan minum untuk kalian. Aku akan ke atas untuk memberi tahu bahwa kau sudah datang pada Taeyeon.” Ucap nyonya Kim yang sedari tadi hanya diam.

Kris kembali membungkuk sebelum nyonya Kim meninggalkan keduanya. Kini tinggal lah dirinya dan tuan Kim yang kini sudah duduk di sofa yang berada diruang tengah.

“Bagaimana pekerjaanmu sekarang.?”

“Baik-baik saja appa.” Jawab Kris dan tersenyum.

“Kau memang pandai mengelola perusahaan. Jika saja Taeyeon bisa sepertimu, aku pasti akan sangat senang.”

“Tenang saja appa, Taeyeon sebenarnya bisa, hanya saja dia terlalu malas dan kurang latihan.” Tanggap Kris.

Kemudian seorang maid datang dan memberikan dua cangkir teh hangat dan dibalas senyum oleh Kris.

“Ternyata kau begitu mengenal putri ku ne. Taeyeon, walaupun sudah berusia 21 tahun, tetapi dia masih sangat manja, kekanakan dan keras kepala. Aku terkadang bingung, bagaimana kau bisa bertahan begitu lama dengan gadis seperti Taeyeon.” Ungkap tuan Kim.

“Mungkin karena aku terlalu mencintai putri anda. Kurasa, hidupku akan hampa tanpa Taeyeon.”

“Ini yang kusuka darimu. Walau tak banya bicara, tetapi kau memiliki pemikiran yang matang dan dewasa. Aku hanya berharap kau bersedia untuk selalu menjaga Taeyeon, menyayangi dan juga membimbing nya untuk bisa berfikir dewasa. Aku sudah tak lagi muda, dan aku akan mempercayakan Taeyeon padamu.”

“Ne appa.”

Sementara Kris dan tuan Kim masih berbincang, nyonya Kim yang baru saja memasuki kamar Taeyeon langsung mendapati putrinya yang tengah memilah-milah pakaian.

“Eomma..” Panggil Taeyeon saat nyonya Kim baru memasuki kamarnya.

“Kau belum bersiap-siap eoh.? Kris bahkan sudah datang.”

“Eomma, aku harus pakai yang mana.?” Tanya Taeyeon dan memperlihatkan dua dress yang masih terpasang di hanger nya.

“Pakailah sesuatu yang nyaman Taeng, kau ini kekanakan sekali. Memang kalian ingin kemana hm.?” Tanya nyonya Kim dan duduk disisi ranjang Taeyeon.

“Entahlah, oppa bilang kita akan dinner.”

“Yasudah, sekarang cepat ganti bajumu. Jangan membuat Kris menunggu terlalu lama.” Ucap nyonya Kim dan mulai keluar dari kamar tersebut.

“Ne eomma.”

Kini Taeyeon memutuskan ganti pakaian dengan sebuah dress biru laut dengan panjang hanya diatas lutut. Setelah berganti pakaian, kini Taeyeon menyisir rambut panjangnya dan diikat kuda dengan pita sebagai hiasan. Tak lupa dirinya juga sediki memberi bedak pada wajah dan juga lip balm. Hanya itu saja, Taeyeon memang lebih suka berpenampilan natural daripada harus berpenampilan mencolok. Dan hal itu pula yang disuka Kris dari Taeyeon. Selesai. Kini Taeyeon keluar dari kamarnya untuk menemui sang pujaan hati.

Saat menuruni tangga, Taeyeon langsung mendapati Kris dan kedua orang tuanya tengah berbincang dengan akrabnya. Kris lah yang pertama kali menyadari kedatangan Taeyeon dan memberi senyum terbaiknya.

“Kajja.” Ucap Taeyeon saat sudah berada diantara mereka.

“Kau ini lama sekali. Kris sudah menunggumu dari tadi.” Tegur tuan Kim.

“Aku butuh persiapan appa.” Bela Taeyeon dan mengerucutkan bibirnya.

“Sudahlah, sebaiknya kalian cepat berangkat. Dan ingat, jangan pulang terlalu malam.” Lerai nyonya Kim dan bangkit dari duduknya.

“Ne, kalau begitu kami pergi dulu.” Ucap Taeyeon kemudian mengecup pipi kedua orang tuanya. Kris hanya tersenyum melihat tingkah yeoja tercintanya yang begitu natural tersebut.

Setelah Kris juga berpamitan dengan kedua orang tua Taeyeon, kini keduanya mulai begandengan tangan dan menuju tempat yang sudah ditentukan oleh Kris.

****

Disinilah Kris dan Taeyeon berada. Disebuah restaurant sederhana namun begitu berarti bagi keduanya. Karena disinilah tempat mereka selalu merajut cinta hingga sekarang. Setiap anniversary hubungan mereka pun keduanya selalu datang ketempat tersebut, hingga pelayang disana sudah sangat familiar dengan keduanya.

Kris dan Taeyeon sudah sangat lama menjalin hubungan. Mulai saat mereka berada di Senior High School. Saat itu Taeyeon baru saja menginjak kelas X, sementara Kris kelas XII. Keluarga Kris dan Taeyeon pun berteman sudah sangat lama. Bahkan jauh sebelum Kris dan Taeyeon dilahirkan. Hingga keduanya selalu bersama dan berakhir dengan rasa cinta yang tumbuh dari keduanya.

Jangan tanyakan seberapa besar cinta mereka. Benda sebesar apapun tak akan mampu menandingi besarnya cinta mereka. Terutama Kris, bagaimana dirinya yang begitu menyayangi dan melindungi Taeyeon. Bahkan gadis nya itu tak boleh sedikitpun memiliki luka ditubuhnya. Bisa dibilang Kris sangatlah over protective. Tapi Taeyeon tak pernah complain dengan hal itu, karena dengan sifat Kris yang seperti itu, dirinya selalu merasa aman dan nyaman.

Saat ini Kris tengah menukar piringnya dengan piring Taeyeon. Dengan ini, Taeyeon tak perlu memotong steak nya karena telah dipotong kecil-kecil oleh Kris.

Bukankah benar.? Kris sangat menyayangi Taeyeon bahkan hingga hal kecil dan sepele sekali pun. Kris selalu bersikap seolah lebih menyayangi Taeyeon daripada dirinya sendiri.

“Gomawo oppa.” Ucap Taeyeon dengan senyum terbaiknya dan mulai menyantap steak tersebut.

Tak ada yang bersuara. Semua diam dan menyantap makanan mereka hinhga kini sudah hampir habis.

“Apa kau suka dengan kencan kita malam ini.?” Tanya Kris pada akhirnya.

“Aku tak pernah tak menyukai kencan kita oppa.”

“Bernarkah.?”

“Aku juga tak pernah berbohong.”

“Berarti tak ada kencan kita yang istimewa.?” Tanya Kris.

“Hmm.. semua istimewa.” Jawab Taeyeon dan mengelap bibirnya karena sudah selesai memakan steak nya.

“Mengapa semua.?”

“Karena semua yang menyangkut dirimu itu istimewa oppa.”

“Yang menyangkut dirimu jauh lebih istimewa Taeng.” Jawab Kris dan bangkit menuju kasir untuk membayar makanan mereka.

Taeyeon tentu tersenyum mendengar ucapan Kris yang terdengar sangat jujur tersebut. Hingga kini Kris sudah menggandengnya dan keluar dari restaurant tersebut.

Suasana didalam mobil tak jauh berbeda dengan di restaurant tadi. Keduanya terus mengumbar senyum selama perjalanan.

Setiap kencan yang mereka lakukan tentu akan sangat berarti bagi keduanya. Mengingat Kris yang sangat sibuk dengan kerjanya dan Taeyeon yang sibuk dengan kuliahnya yang sudah semester akhir.

“Kau ingin kemana.?” Tanya Kris sekedar memecah keheningan.

“Bagaimana jika taman kota.? Aku sangat ingin kesana.”

“Baiklah.”
.
.
.
Taeyeon kini mulai keluar dari mobil Kris saat keduanya telah sampai di taman kota yang dimaksudkan oleh Taeyeon tadi.

Taman ini memang tidak terlalu ramai, namun entah mengapa Taeyeon saat menyukai taman ini.

“Oppa, cepatlah.” Ucap Taeyeon karena Kris yang berjalan jauh dibelakangnya.

Kris lagi-lagi tersenyum. Mungkin Kris tak akan berhenti tersenyum jika sedang bersama Taeyeon. Semua yang dilakukan Taeyeon selalu menarik dimatanya.

Kris berjalan sedikit lebih cepat agar bisa mengimbangi Taeyeon.

“Apa yang kita lakukan.?” Tanya Kris dan menoleh keseluruh penjuru taman tersebut.

“Bagaimana jika kita duduk disana.? Kajja.” Jawab Taeyeon dan berlari menuju dua ayunan yang tadi di tunjuknya.

Kris segera menyusul Taeyeon yang kini sudah duduk disalah satu ayunan tersebut. Yeoja itu terlihat sedikit menggerakkan ayunannya dengan senyum yang begitu menawan.

Sementara Kris, namja itu kini melepas jaketnya dan memakaikan pada bahu Taeyeon dan duduk di ayunan satunya.

“Kau bisa sakit.”

“Bagaimana dengan oppa.?”

“Aku ini namja yang kuat chagiya.”

Taeyeon hanya mengangguk-anggukkan kepalanya atas jawaban Kris barusan. Hingga kini sudut matanya menangkap seorang penjual permen kapas. Taeyeon memang menyukai permen kapas. Bahkan sangat menyukai.

“Aigoo oppa, lihat disana ada penjual permen kapas. Belikan untukku ne, jeball..” Mohon Taeyeon sambil menarik baju yang digunakan Kris dan tak lupa dengan aegyo nya.

“Tidak mau.” Jawab Kris bohong karena ingin menggoda yeoja nya tersebut.

“Oppaa~~” Rengek Taeyeon kemudian mengerucutkan bibir dan dan juga menundukkan kepalanya.

“Baiklah, akan oppa belikan.” Ucap Kris dan mulai bangkit kemudian mengusap puncak kepala Taeyeon.

Sontak Taeyeon mengangkat wajahnya dengan mata yang berbinar. “Gomawoo.”

Tak butuh waktu lama bagi Kris untuk membelikan permen kapas untuk Taeyeon. Terbukti dari namja itu yang kini sudah menyodorkan permen kapas yang dibelinya. Sekali lagi, Taeyeon mengucapkan terima kasih dan membuka dari bungkusnya.

“Mashita.” Komentar Taeyeon setelah memakan permen kapas tersebut.

Tanpa memperdulikan Kris yang tengah menatapnya sambil tersenyum, Taeyeon terus memakan permen kapasnya dengan lahap. Kris bahkan kini sudah tertawa karena tingkah Taeyeon yang seperti anak kecil hingga disudut bibir sebelah kirinya terdapat sisa permen kapas yang dimakannya.

“Wae.?” Tanya Taeyeon karena Kris terus tertawa.

“Usia mu berapa eo.? Makan saja seperti anak kecil.”

“Huh.?” Dengus Taeyeon karena masih belum mengerti dengan ucapan Kris.

“Permenmu tertinggal.?”

“Dimana.?”

“Tentu saja dibibirmu.”

Taeyeon lantas membersihkan disudut bibir sebelah kanannya.

“Sudah.?”

“Kau salah membersihkan. Biar aku yang membersihkan.”

Kris segera membersihkan bibir Taeyeon. Namun bukan dengan tangannya, melainkan dengan… bibirnya.? Ya, Kris membersihkan bibir Taeyeon dengan bibirnya.

“Manis.” Ucap Kris sambil menjilat bibirnya yang baru saja menempel dengan bibir Taeyeon.

“Yak oppa.”

“Wae.? Aku hanya membersihkannya.”

Taeyeon kemudian mengambil permen kapasnya dan menempelkan pada bibir Kris kemudian berkata, “Itu alasanmu saja.”

“Biar saja.” Jawab Kris dan memakan permen kapas yang baru saja diberikan oleh Taeyeon.

Tanpa menjawab, Taeyeon melanjutkan makannya. Sesekali juga menyuapi Kris karena namja itu yang membuka mulutnya.

“Oppa, kajja pulang. Aku mengantuk.” Ucap Taeyeon dan berdiri didepan Kris yang masih duduk di ayunan tadi.

“My childish Taengoo mengantuk eo.?” Tanya Kris dan memeluk Taeyeon.

Taeyeon hanya mengangguk dalam pelukan Kris yang terkesan begitu menggemaskan. Kemudian tangan Kris terangkat untuk mencubit pelan pipi chubby Taeyeon.

“Baiklah, kajja pulang.”

****

Suara mobil Kris kini terdengar dihalaman rumah Taeyeon. Walaupun merasa mengantuk, sepanjang perjalanan gadis itu masih terjaga dan terus saja tersenyum.

Entah apa yang dirasakan Taeyeon malam ini, yang jelas dirinya merasa bahagia dan tak ingin berpisah begitu saja.

“Kita sudah sampai baby.” Ucap Kris setelah mematikan mesin mobilnya.

“Aku tidak mau pulang.” Jawab Taeyeon dan menggelengkan kepalanya.

“Hey, bukankah tadi kau yang minta pulang karena mengantuk.?”

“Aku tidak jadi mengantuk.” Jawab Taeyeon dan menghadapkan tubuhnya pada Kris.

“Memang bisa seperti itu.?” Tanya Kris dan menaikkan sebelah alisnya.

Taeyeon terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Hingga akhirnya yeoja itu membulatkan kedua matanya.

“Aigoo oppa, aku melupakan sesuatu. Aku belum mempersiapkan bahan untuk prakaryaku. Kajja kita pergi lagi oppa, kajjaa..” Rengek Taeyeon dan mengguncang lengan kokoh milik Kris.

“Ini sudah malam Taeng. Kita bisa mencarinya besok. Oppa yang akan mengantarmu.”

“Aniyoo oppa, aku ingin sekarang. Kita pergi lagi ne~”

“Tidak bisa. Sekarang kau harus masuk dan segera tidur. Bukankah kau mengantuk.” Saran Kris dan menatap lekat pada Taeyeon.

“Oppa sudah tak menyayangiku.” Rajuk Taeyeon dan menatap lurus kedepan.

Selalu seperti ini, jika Kris tak menuruti keinginannya, Taeyeon akan selalu mengatakan bahwa Kris sudah tak menyayangi nya.

*Flashback On*

Disebuah koridor yang sudah sangat sepi ini terlihat sepasang kekasih tengah berjalan bersama dengan sang yeoja yang bergelayut manja dilengan sang namja. Mereka benar-benar terlihat seperti abg SHS yang sedang mabuk akan cinta mereka.

“Oppa, ternyata pelajaran Im songsaenim sangat sulit ne.” Ucap yeoja tadi yang adalah Taeyeon.

“Wae.?”

“Aku tidak suka. Im songsaenim terlalu berputar-putar jika sedang menjelaskan materi.”

“Menurut oppa pelajaran Im songsaenim sangatlah menyenangkan. Bahkan oppa selalu mendapat nilai terbaik dalam pelajaran Im songsaenim.” Jawab Kris dengan membanggakan dirinya.

“Jinjja.? Kalau begitu, apakah oppa mau mengerjakan tugas ku yang diberikan Im songsaenim.? Aku benar-benar tidak bisa mengerjakannya sendiri.” Pinta Taeyeon dan menghentikan langkahnya diikuti oleh Kris.

“Tentu saja oppa tidak mau.”

“Ayolah, sebagai kekasih dan sunbae yang baik, oppa seharusnya mau mengerjakan tugasku.”

“Tidak Taeng, jika selalu oppa yang mengerjakan tugasmu, kau tak akan pintar.” Jelas Kris dan memegang bahu Taeyeon.

“Bilang saja oppa sudah tak menyayangiku.” Ucap Taeyeon kemudian berbalik badan untuk memunggungi Kris dengan tangan didepan dada.

Kris lantas tersenyum, kekasihnya ini ternyata sangatlah manja. Kini tangan Kris terarah untuk memeluk tubuh mungil Taeyeon dari belakang.

“Baiklah, oppa akan mengerjakan tugasmu. Jangan marah ne.” Bujuk Kris dan menghembuskan nafasnya tepat diperpotongan leher Taeyeon.

Beruntung dikoridor ini hanya ada mereka berdua, hingga tak ada yang perlu menyaksikan adegan romanris dari Kris dan juga Taeyeon.

Dengan mata berbinar, Taeyeon berbalik dan menatap tepat di manik mata milik Kris.

“Jinjja.?”

“Hmm..” Jawab Kris dan menganggukkan kepalanya.

“Gomawoo…”

*Flashback Off*

Walau begitu, untuk saat ini Kris benar-benar tak bisa melakukan keinginan Taeyeon.

Kris kini beranjak keluar dari mobilnya dan mengitari bagian depan. Sementara Taeyeon masih tetap diam saat Kris membuka pintu disamping kanannya dan juga melepas seatbelt yang masih terpasang.

“Tuan putri, kajja keluar.”

Taeyeon menurut, namun saat sampai luar gadis itu langsung menunjukkan tatapan memelasnya.

“Ayolah oppa.”

“Tidak. Tapi besok oppa janji akan menemanimu untuk mencari bahan itu.” Ucap Kris kemudian mengecup kening Taeyeon. Cukup lama, hingga keduanya memejamkan mata seakan terlarut dalam ciuman Kris yang sarat akan ketulusan itu.

Saat ciuman terlepas, Taeyeon beralih memeluk tubuh Kris dan menenggelamkan wajahnya pada dada sang kekasih.

“Tapi aku tak ingin berpisah deganmu oppa.”

“Kita tidak akan berpisah, besok kita akan bertemu lagi.”

“Kalau begitu, bolehkah aku memiliki jaket ini.?” Tanya Taeyeon kemudian melepas pelukannya dan menunjuk pada jaket Kris yang sedari tadi menghangatkan tubuhnya.

“Apapun yang kau inginkan.”

“Gomawo.”

“Sekarang kau masuk dan cepat tidur. Arra.?”

“Arrayo. Bye oppa.” Ucap Taeyeon sambil melambaikan tangan kemudian memasuki rumahnya.

Sementara Kris, entah apa yang difikirkan namja itu, walau sosok Taeyeon sudah tak terlihat, dirinya masih saja tersenyum. Kris kemudian memasuki mobilnya dan menginggalkan area rumah Taeyeon.

****

Kris terlihat melempar beberapa file yang sedari tadi masih setia menghiasi meja kerjanya. Entah apa yang terjadi, Kris rasa sebentar lagi kepalanya akan segera pecah mengingat masih banyak kerjaan yang belum terselesaikan. Kris juga sesekali mengusap wajahnya gusar. Baru kali ini Kris mendapat pekerjaan yang begitu menumpuk. Bahkan Kris masih belum makan siang mengingat sekarang sudah pukul 2.

Deringan dari ponselnya mampu mengalihkan perhatian Kris dari pekerjaannya. Senyum terlihat saat mengetahui siapa yang menghubunginya.

“Yeobboseyo Taengoo-ah.”

‘Oppa, kapan kau akan menjemputku eo.?’

“Ah, aigoo. Oppa melupakannya. Mian Taeng, tunggu sebentar ne, oppa akan segera kesana.”

‘Oppa jahat sekali sampai melupakan janjimu.’

“Mian, kerjaan oppa begitu menumpuk. Sebentar, hanya sebentar dan oppa akan segera sampai sana.”

‘Baiklah.’

Setelah sambungan terputus, Kris segera bangkit dan mengambil jas yang tersampir di kursi kerjanya. Namun saat ingin melangkah, ponselnya kembali berdering dan memperlihatkan sebuah pesan masuk dari appa nya.

‘Kris, hari ini appa tidak bisa datang kekantor karena urusan di Jeju masih belum selesai. Urusan di Seoul appa percayakan padamu. Ingat, jangan pergi sebelum semua pekerjaan selesai. Belajarlah bertanggung jawab. Appa percaya padamu.’

Kris kembali mendudukkan dirinya dikursi kerja. Kacau. Benar-benar kacau. Kris sudah terlanjur membuat janji dengan Taeyeon, namun kerjaannya bahkan belum selesai setengahnya. Kris benar-benar bingung harus berbuat apa.

Disatu sisi, dirinya tak mau Taeyeon kecewa dan membuat gadis kecilnya itu kembali merajuk. Namun dilain sisi, Kris juga tak mau mengecewakan sang appa yang sudah sangat percaya pada dirinya. Benar-benar keputusan yang susah.

Kris kembali mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kontak milik Taeyeon.

‘Yeobboseyo oppa, apa kau sudah dijalan.?’

“Taeng mian, sepertinya kita undur dulu janji kita, pekerjaan oppa masih sangat menumpuk. Jadi Taeng tunggu dulu ne.”

‘Oppa bukankah kau tau jika aku sudah harus mulai mengerjakan prakaryaku malam ini juga.’

“Oppa tau Taeng, tolong tunggu ne. Mungkin sekitar 2 jam lagi pekerjaan oppa akan selesai.”

‘2 jam.? Tidak bisa oppa, aku harus segera mengerjakannya. Jika oppa memang tidak bisa, biar aku berangkat sendiri.’

“Tidak Taeng, oppa mohon tunggu sebentar saja.”

‘Gwenchana oppa, aku bisa pergi sendiri. Sekarang selesaikan kerjaan oppa, setelah selesai datanglah kerumah. Arra.?’

“Baiklah, hati-hati ne. Oppa akan segera kerumah.”

‘Ne, bye oppa.’

Kris menghela nafas setelah menyelesaikan percakapannya dengan Taeyeon. Untung gadis itu bisa mengerti keadaannya. Tetapi entah mengapa Kris memiliki perasaan tak enak jika Taeyeon harus pergi sendiri. Tapi bagaimanapun, Kris harus yakin jika Taeyeon bisa menjaga dirinya sendiri.

****

17.30 KST

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6, namun Kris baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ternyata pekerjaan yang diperkirakan selesai dalam waktu 2 jam sangat meleset jauh. Nyatanya kini pekerjaan Kris baru saja selesai.

Kris bahkan kini harus segera kerumah Taeyeon untuk menepati janjinya dan juga karena perasaannya yang tidak enak. Tanpa pikir panjang, Kris kini langsung menancap gasnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa perduli dirinya yang sedari tadi hanya memakan sepotong roti dan umpatan para pengguna jalan yang lain karena Kris yang begitu ugal-ugalan. Kris tak perduli akan hal itu, yang terpenting saat ini adalah Taeyeon.

Mobil Kris kini sudah memasuki area perumahan Taeyeon. Aneh. Mengapa begitu banyak mobil yang terparkir didepan gerbang rumah Taeyeon. Karena sudah tak ada tempat lagi, akhirnya Kris juga memarkirkan mobilnya diluar.

Aneh. Lagi-lagi aneh. Dirumah Taeyeon pun kini terdapat banyak orang, ditambah lagi semua memakai pakaian hitam. Tanpa pikir panjang, Kris segera memasuki rumah Taeyeon.

Sebuah peti mati. Tuan dan nyonya Kim yang sedang menangis. Semua orang mengelilingi peti tersebut. Tak ada Taeyeon. Ya, itulah yang pertama dilihat Kris saat memasuki rumah Taeyeon.

“Eomma, ada apa.?” Tanya Kris pada eomma Taeyeon.

“Kriisss..” Panggil nyonya Kim dengan wajah yang sudah basah karena air mata.

Tuan Kim kini mulai merangkul sang istri, terlihat seperti memberi sebuah kekuatan.

“Ada apa.?”

“Taeyeoonnn..”

Ucapan nyonya Kim terhenti dan tergantikan pekikan semua orang disana. Nyonya Kim pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya.

Semua orang disana segera membawa nyonya Kim kekamar, ditambah lagi tuan Kim yang saat ini juga semakin histeris.

Sementara Kris kini hanya terdiam karena tak tau apa yang terjadi. Hingga dirinya mendapati maid yang lewat tepat dihadapannya.

“Ahjumma, sebenarnya apa yang terjadi.?” Tanya Kris pada maid tersebut.

“Apa nyonya belum memberitahukan hal ini pada anda tuan.?” Tanya balik maid tersebut.

“Memberitahukan apa.?”

“Nona muda… mengalami kecelakaan,, hingga meninggal.”

*Flashback On*

Taeyeon kini baru saja keluar dari sebuah toko. Semua yang dibutuh telah didapatkan. Oh tidak, Taeyeon lupa untuk membeli kanvas. Beruntunglah diseberang jalan ada sebuah toko yang menjual kanvas. Tanpa menoleh kanan kiri, Taeyeon segera menuju seberang jalan. Namun sial, saat Taeyeon sampai ditengah, kantong belanjaannya putus dibagian tali hingga semua isinya keluar. Dengan terpaksa, Taeyeon harus berjongkok untuk mengambil semua belanjaannya. Namun dari arah samping kanan Taeyeon, terdapat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil tersebut tentu tak dapat berhenti karena rem nya blong. Dan Taeyeon yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya tertabrak dan terpental hingga beberapa meter.

*Flashback Off*

Brukkk…

Mendengar semua cerita dari sang maid, Kris langsung jatuh berlutut dengan mata yang sudah basah karena air mata.

Apakah ini semua benar.? Atau hanya mimpi.? Tidak. Ini semua benar, Kris bahkan sudah beberapa kali menampar pipi nya sendiri berharap ini hanyalah mimpi buruk yang tak ingin Kris ingat.

“Orang yang menabrak nona muda sudah dibawa polisi. Dan pemakan akan dilakukan besok.” Ucap sang maid lagi sebelum meninggalkan Kris sendirian.

Kini tangisan Kris semakin menjadi. Kris sangat menyayangi Taeyeon. Terlalu menyayangi Taeyeon hingga lebih memikirkan gadis itu daripada dirinya sendiri. Namun mengapa Tuhan sangatlah jahat hingga tega memanggil seseorang yang sangat disayanginya.

Kini hancur semua mimpi Kris. Mimpi untuk menikahi Taeyeon. Mimpi untuk memiliki anak yang lahir dari rahim Taeyeon. Mimpi untuk selamanya hidup bahagia dengan Taeyeon dan keluarganya. Kris bahkan berencana untuk melamar Taeyeon saat gadis itu wisuda. Namun hancur semua mimpi dan harapan Kris. Entah setelah ini dirinya bisa menjalani hidup atau tidak, Kris sendiri tidak tau. Terlalu banyak kenangan dengan Taeyeon yang membuat dirinya sulit melupakan gadis itu.

****

Hari ini adalah hari pemakaman Taeyeon. Kris tentu saja hadir dengan kantung mata yang cukup kentara diwajah tampannya. Kris yang sebelum nya sangat memperhatikan penampilan itu kini sama selali tak perduli dengan semuanya.

Kris benar-benar menyesal dengan semua ini. Andai saja Kris tak membiarkan Taeyeon pergi sendiri, mungkin hal terkutuk seperti ini tak akan pernah terjadi. Namun, bukankah penyesalan selalu datang belakangan. Dan itulah yang dirasakan Kris saat ini.

Kris menangis. Tentu saja. Hatinya semakin terasa teriris saat melihat tangisan nyonya Kim yang begitu histeris sejak pemakaman berlangsung. Walaupun nyonya Kim sudah berada dirangkulan tuan Kim, namun tetap saja tangisnya begitu histeris.

Oh Tuhan. Haruskan ini semua terjadi. Apakah dunia selalu kejam seperti ini saat seseorang sangat menyayangi kekasihnya dan tak ingin berpisah dengan kekasihnya.

Namun semua ini datang disaat yang salah. Kapanpun hal ini terjadi, akan selalu datang disaat yang salah. Kris bahkan tak menyangka jika 2 hari lalu adalah kencan terakhirnya dengan Taeyeon. Bahkan gadis itu seperti sudah memiliki firasat akan kepergiannya. Seperti tak ingin berpisah dengan Kris dan juga ingin memiliki jaket namja itu.

Bodoh. Kris merasa sangat bodoh karena tidak peka dengan perubahan sikap gadisnya. Kini lagi-lagi hanya perasaan menyesal yang Kris rasakan.

Mulai saat ini dan untuk selamanya, Kris tak akan lagi melihat sikap manja yang dimiliki Taeyeon, wajah Taeyeon saat sedang merajuk, senyum matahari Taeyeon, dan tak akan lagi merasakan pelukan hangat dari Taeyeon. SELAMANYA.

****

Angin sore yang bertiup disekitar sungai han ini mampu membuat fikiran seorang namja sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

Setalah berdiam dan menangis  cukup lama di makam Taeyeon, Kris kini berada disisi pembatas sungai han untuk menenangkan fikirannya yang benar-benar kacau. Kris kini tak dapat berfikir apapun kecuali Taeyeon. Namja itu bahkan sempat berencana untuk menjatuhkan dirinya ke sungai ini agar bisa menyusul Taeyeon.

Tapi Tidak.

Kris akan merasa sangat bodoh jika melakukan hal tersebut. Bahkan mungkin Taeyeon bisa saja menangis disana karena menyaksikan kebodohan Kris. Lagipula Kris juga tidak ingin meninggal dengan cara yang sangat tidak etis tersebut.

Kris memejamkan matanya.

Apakah Tuhan sudah tak sayang lagi pada dirinya.? Hingga mengambil separuh dari hidup Kris, atau mungkin seluruh.? Entahlah, yang jelas Taeyeon sangat amat berharga bagi Kris. Terlalu berharga nya hingga kini Kris serasa tak hidup sama sekali.

Tapi apapun yang terjadi, hidup harus terus berlanjut. Tak mungkin Kris akan terus menangisi kepergian Taeyeon. Walau dirinya sendiri juga tak tau apakah bisa melupakan Taeyeon yang sangat berharga.

Setetes ait mata meluncur dengan bebasnya dari sudut mata Kris yang masih terpejam. Entah sudah berapa kali Kris menangis seperti ini. Dirinya terlalu sedih hingga tak mampu mengontrol air matanya yang keluar.

Kris kembali membuka matanya dan mengeluarkan sebuah kertas dan bulpoin dari saku celana.

Pembatas sungai tersebut seakan menjadi meja bagi Kris untuk menulis. Kris memang berniat untuk membuat surat untuk Taeyeon-nya.

Selesai

Kini Kris menggulung surat tersebut dan memasukkan pada botol yang telah dipersiapkan lebih dulu. Dengan sekuat tenaga, namja itu melempar botolnya dan berharap aliran sungai ini dapat mengantarkan suratnya pada Taeyeon. Walau itu tidak mungkin. Namun Kris selalu berharap keajaiban itu datang padanya.

.
.
.

My Childish Taengoo.. apa kau menyukai tempatmu yang sekarang.? Tenang saja, jika kau memang tidak menyukai tempat itu, datanglah ke mimpi oppa setiap malam, oppa akan sangat senang jika Taeng mau datang ke mimpi oppa. Atau jika memang Taeng benar-benar tak menyukai tempat itu, oppa akan menyusulmu dan akan membuat Taeng merasa nyaman berada ditempat itu. Maafkan oppa ne. Ini semua terjadi karena kesalahan dan kebodohan oppa. Jika saja saat itu oppa lebih mementingkan Taeng daripada pekerjaan, mungkin ini semua tak akan terjadi. Sebagai permintaan maaf, oppa akan selalu bersedia untuk menyusulmu jika Taeng memintanya. Ingat pesan oppa, jangan pernah lupakan oppa ne. Walau kita berada ditempat yang jauh berbeda, tapi oppa berjanji akan selalu mengingat dan menyangi Taeng. Dan oppa juga akan setiap hati mengatakan “Saranghae Kim Taeyeon”, dan Taeng juga harus berjanji untuk mengatakan “Nado Saranghae Kris Wu”, setiap hari. Jangan lupakan oppa. Dan selalu jaga kesehatanmu arra. Oppa akan selalu menyayangi Taeng.
…Saranghae Kim Taeyeon…

*Kris Wu*

 

-END-

Annyeong reader. Aku balik bawa ff oneshot dengan genre sad pertama aku. Entah sad nya ini kerasa atau tidak, yang pasti aku udah berusaha ya. Kalau biasanya sih, aku baca ff genre sad punya orang lain pasti nangis. Tapi aku gak yakin ff ku ini bisa buat reader nangis. Disini moment KrisTae aku buat sedikit dan juga alurnya aku buat cepet, soalnya aku pengen langsung ke inti permasalahannya aja.

Dan satu pesan aku, comment. Aku tau ff aku ini jelek, tapi setidaknya kalian harus menghargai usaha aku buat bikin nih ff. Aku gak suka siders ya. Lagian apa susah nya sih buat comment. Kalian comment satu katapun itu sudah lebih dari cukup buat aku, karena dengan begitu aku merasa kalian sudah menghargai hasil kerja aku. Jadi comment kalian sangat ditunggu.

Dan untuk ff aku yang lain ditunggu aja ya..

See you^^

Advertisements

33 comments on “[FREELANCE] Gone (Oneshot)

  1. feelnya dapet banget thor
    mau deh punya pacar kyk kris. perhatiannya.
    tapi kasian juga mereka
    next ff ditunggu ^^

  2. Daebak thor ffnya sampe bikin aku nangis..kasihan kris gege T.T
    Firasatnya taeyeon tajem(?) banget yaa
    Sipp ff sad pertama tapi bisa bikin aku jadi banjir thor T.T
    Fighting untuk next projectnya thor

  3. yaa ampunn kasian. bgt ampe. nangis feelnya dapet ko…. taeng ceroboh sekali hoooo. pdhal laagi mesra²nya hub. mereka…. dtunggu karya lainnya

  4. 😥
    sedih bgd thor….
    kenapa taeyeon hrs pergi thor….
    suka bgd ma critanya…
    fellnya dot bgd…
    keel writing!!

  5. Aaaa sad ending
    Kris oppa yg sabar ya hiks :’
    Ffnya sedih,feelnya dapet bgt thor
    👍👏
    Kapan2 bikin ff KrisYeon lagi thor,soalnya udh jarang bgt ff dengan cast mereka berdua

  6. HUWAAAAAAAAAA……
    ANDWEEEEEEEEEEEEEEEE……. 😥
    KENAPA!! KENAPA INI HARUS TERJADI!! #readergila
    HWEEEEEEEEEE…..
    Tae eonn ksihannnn bnget…. kok smpe mninggal
    klau aja mbil itu remnya nggk blong,psti Tae eonn nggk bkal kyak gni….
    Ksihan Kris gege 😥
    Kris gege mw nyusul Tae eonn yaa…. eh.. jgan ntar Tae eonn sdih
    hmmmm…. pkoknya DAEBAKK THOR!! ffnya XD
    ff lainnya d tnggu yaaa……. 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  7. Fell nya dapet banget nget mata engga kuat nangis mulu hiks huhuhu 😢taeng kasian bangeetttt, kenapa kudu meninggal hiksss. Yodadeh ditunggu ff yg lainnya thor hwaiting😘💕

  8. Daebak bnget kok thor…
    Aku bnar2 nangis bcanya thor !! T.T
    Gak kebayang sdihnya kris…
    Dtnggu karya2 ff selanjutnya ! 😉

  9. Yah awalnya ngirain kris nya yg bakal pergi, eh malah taeng;;
    Aaaa pantes manjanya makin jadi /?
    Bagus ah thor, tp taengnya terlalu imut /? Wakakkakaka
    Nice story! Ff lain ditunggu yaa

  10. Wah keren, keren… Itu kris sama aku aja? #plak..abaikan.
    Mian thornim, Mungkin aku sering baca angst jadi belum terasa ngeseknya. Ditunggu ff yg lain fighting..

  11. feelnya dpet bnget,
    knapa sad ending sih thor?
    entah knapa klau bca ff pairing nya krisyeon pasti sad ending

  12. akhir-akhir ini jadi nemuin fanfic Taeng dengan genre sad.. kapann genre romancenyaaa? dari title sih uda gone, yah pasti kepikir genre yang sad.. btw feelnya dapett dehh.. terus berkarya thorr.. mian telat komennyaa.. tugas mulai menumpuk karenaa mid mulai tiba..

  13. Endingnya ;(
    ntah knp, krg dalem thor alurnya. Hehe.. Tpi daebak. Kris mau menyusul taeng apa bila taeng menyuruhnya ? Uaa.. Terharu bgt 😦
    dtnggu fic lainnya!
    FIGHTAENG!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s