[FREELANCE] Forever (Chapter 1)

Forever (Chapter 1)

Ayako Jung Storyline

Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generations Taeyeon) – Cho Kyuhyun (Super Junior’s Kyuhyun) – Victoria Song (F(X)’s Victoria)|| Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort, Angst, and AU || Rating : PG-15+ || Length : Chaptered || Disclaimer : Plot and story is mine. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there same any title or characters. Sorry if you find typo(s)

A/N : Tulisan yang bercetak
italic (miring) artinya masa lalu. Jika Taeyeon berada di Korea, namanya tetap Kim Taeyeon. Jika ia berada di luar negeri, Taeyeon bernama Erika. Erika Kim. 

Happy Reading ^^

.

.

.

 Semua ini telah menjadi diluar dugaanku. 

Kisah Cinta yang sebenarnya aku harapkan dengan ending yang sangat memuaskan dan aku mengharapkan bahwa semua kisah Cinta akan terjadi sesuai dengan dongeng-dongeng yang berakhir membahagiakan. Ini sungguh menyakitkan. Aku tahu kita akan berpisah, karena yang dapat memisahkan kita adalah maut.

Aku ingin hubungan kita berakhir bahagia. Terpisah bukan karena adanya orang ketiga atau terpisah karena kita berbeda. Tetapi karena waktu aku tak bisa bernafas dan berdiri untukmu.

Ya, aku hanya bisa pasrah jika akhirnya akan berakhir seperti ini. Tapi harus bagaimana lagi jika akhirnya seperti ini?

Hey kau pikir aku rela menjalani ini? Tidak!

Aku bahkan tak pernah terfikirkan hal ini sebelumnya. Berpisah denganmu, merelakanmu dengannya.

Hmmm, dengan seseorang yang sudah aku anggap sebagai saudara kandungku sendiri.

.

5 tahun.

Ini bukan waktu yang singkat. Banyak hal yang telah aku lalui selama perjalanan hidupku lima tahun ini, ketika aku berusaha untuk melupakannya.

Mungkin awalnya aku berfikir bahwa melupakan seseorang itu mudah. Mungkin, dulu aku berfikir bahwa melupakan seseorang juga adalah masalah waktu. Mungkin dahulu aku berfikir bahwa semua kenangan dan masa lalu itu akan melebur seketika dengan seiring waktu berjalan menemani kehidupanku. Mungkin pada saat itu aku berfikir bahwa aku akan mempunyai keluarga baru, sahabat baru, lingkungan baru atau bahkan kekasih hati yang baru akan dapat dengan mudah melupakan masalah ku yang berada di masa lalu.

Ah, mungkin aku bersedia untuk menjadi lilin, membakar diriku, untuk menerangi dirimu.

Dan sekarang?

Yah~ Aku menyadari semuanya. Bahwa untuk melupakan seseorang yang sangat berarti bagi kita itu tidak semudah yang kita kira atau semudah dengan cara membalikan telapak tangan. Tak se-simple dengan membuat kue ulang tahun atau segampang kalian untuk mengganti pakaian.

Ini… Terasa begitu sulit.

Sangat.

.

.

.

Seberapa jauh waktu membawaku pergi semakin jauh darimu, itu tetap tidak akan bisa merubah segalanya.

Aku yang mencintaimu dengan sangat, tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku untuk melupakanmu.

Tapi, dalam kurun waktu lima tahun ini…

Semua telah berubah dalam sekejap.

.

.

.

Kepalanya mendongak keatas. Matanya menatap kearah matahari yang sekarang tampak bersinar dengan terangnya. Gadis itu sedikit menghalau sinar terang matahari dengan tangannya, begitu terang dan membuatnya silau. Tapi ia berusaha menyesuaikan sinar itu yang mulai masuk ke dalam retina matanya. Sungguh indah bukan ciptaan Tuhan ini? Ciptaan Tuhan memang sangat luar biasa dan kita patut bersyukur karena sudah diberi nikmat yang luar biasa oleh Tuhan dan jangan pernah menyia-nyiakan hal itu atau suatu saat kau akan menyesal nantinya. Jadi, kalian tidak boleh menyia-nyiakan sesuatu yang sebenarnya mencintai kalian atau kau akan menyesal nantinya setelah menyadari betapa tulusnya Cinta orang tersebut kepadamu. Atau pasangan mu sendiri yang melakukan hal itu padamu? Sering mengacuhkanmu? Kau hanya tinggal bersabar. Bolehkah aku sedikit memberi tahu apa manfaat bersabar itu? Memang jika kita bersabar terlalu lama dan akan menyimpan rasa sakit yang mendalam di dalam hati yang paling dalam memang berat rasanya dan ingin melampiaskannya pada sesuatu, tapi lebih baik kita bersabar karena pasti semua akan indah pada waktunya. Ia seluruh penjuru kota Seoul yang sekarang sudah pagi dari balkon kamar hotelnya. Tampak dari kejauhan, sudah banyak orang-orang yang berlalu-lalang untuk sekedar pergi; berbelanja, bekerja, atau pergi menuntut ilmu di sekolah mereka. Tampak ramai. Seperti ribuan semut sedang beroperasi. Kkk~

Setelah beberapa menit ia sudah bisa membiasakan diri dengan cahaya itu kini ia membuka matanya dan malah kembali menatap kea rah luar jendela yang menampilkan kota Seoul yang selalu tampak ramai. Pandangannya matanya seperti orang mengawasi dari atas, ke sudut satu dan ke sudut yang lainnya. Angin pagi memang sangat menyejukan, ia bahkan mencintai hal yang sekarang ia lakukan kini. Entah kenapa disini rasanya terasa sangat tenang, bahkan permasalahannya seperti musnah seketika. Tunggu? Masalah gadis itu akan cepat musnah? Tidak, mungkin setelah tidak merasakan suatu ketenangan yang sangat masalah berat dalam hidupnya akan kembali berputar di otaknya. Sulit. Setiap ia mencoba melupakannya dengan berbagai cara, selalu gagal. Yang paling buruk adalah ketika ia mengingat hal itu lewat mimpi. Bermimpi horror? Oh yeah~ Bahkan menurutnya lebih buruk daripada bermimpi tentang bertemu dengan Hantu atau hal mistis lainnya ia masih bisa bersyukur. Tapi jika tentang masalahnya? Jangan di tanya, itu mimpi buruk yang paling menyeramkan yang pernah ia alami dalam hidupnya.

Gadis ini hanya dapat tersenyum tipis melihat keadaan kotak yang tampak ramai seperti biasanya. Ini sudah dua hari sejak ia memutuskan menerima undangan para designer
di dunia yang di adakan di kota Seoul. Sekarang ia bisa merasakan menjadi masyarakat Seoul asli seperti sedia kala. Hari-hari disini cukup menyenangkan, tapi tetap saja ia merasakan hal-nya rasa sesak di hatinya ketika mengingat kejadian lima tahun yang lalu. Mungkin sampai kapanpun juga ia tidak akan bisa melupakan kejadian yang teramat sangat menyakitkan baginya. Ia merasa bahwa dunia jahat padanya, kenapa ia harus di berikan takdir yang tidak ia inginkan? Kenapa harus terjadi padanya? Apa kesalahan yang ia lakukan? Yah~ Melupakan sekarang menurutnya adalah hal yang sangat sulit. Sinar mata coklatnya yang selalu berpijar terang dan juga menyiratkan suatu semangat atau kecerian di dalam sana, sekarang tampak sayu. Ia mulai kembali mengingat kejadian lima tahun yang lalu.

5 tahun yang lalu–yang teramat menyedihkan.

Cinta.

Perasaan sesak.

Lelaki itu.

Sahabat.

 

***

Bibir Taeyeon tersenyum tipis atau bisa dibilang senyuman miring. Hatinya kembali terasa nyeri yang teramat ketika kembali mengingat beberapa kenangan kembali terususn hingga membentuk sebuah moment yang menjadi boomerang baginya. Menghancurkan hidupnya, memporak-poranda pikirannya, dan menguras air matanya. Hey, sudah berapa air mata yang harus ia keluarkan lagi untuk melampiaskan semua rasa sedihnya? Bahkan sudah tidak bisa dihitung lagi berapa air asin yang keluar dari pelupuk mata indahnya. Hmm, apakah sesedih ini kehidupannya? Kenapa bisa berubah total hanya karena satu lelaki? Dimana Taeyeon yang hangat, dimana Taeyeon yang ceria, dimana Taeyeon yang selalu mengembang senyum semangat untuk orang-orang sekitarnya? Kenapa sekarang malah musnah semuanya? Satu lagi, dimana Taeyeon yang kuat menghadapi satu cobaan? Ini bukan dirinya yang asli. Dirinya yang asli terasa sudah menghilang dari dunia ini.

Yah~

Sebuah pengkhianatan.

Pengkhianatan yang telah di lakukan oleh sahabatnya atau… Lebih tepatnya sudah ia anggap sebagai saudara kandungnya. Siapa yang jahat? Dirinya atau malah sahabatnya –ralat saudara tirinya? Bukankah yang lebih menonjol adalah saudara tirinya? Jahat.

Kim Taeyeon –begitulah nama lengkapnya– selalu bertanya-tanya pada hatinya tentang apa yang ia lakukan pada sahabatnya atau orang yang sudah ia anggap sebagai saudara kandung meski sebenarnya ia adalah saudara tirinya itu hingga tega mengkhianatinya, menghancurkan segalanya, dan merebut orang yang ia cintai. Apakah pantas? Tidak pantas bukan? Kenapa ia tega? Kenapa ia mengkhianati dirinya yang sudah ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri? Yang sudah ia percaya? Kenapa?! Bukankah sahabatnya lebih jahat dibanding dirinya? Setuju? Yap~

Taeyeon menekan dada kirinya dengan kuat.

5 tahun.

Waktu yang cukup panjang yang telah ia lalui itu bahkan tidak bisa menjawab apapun atau tidak memberikan apapun yang berarti di dirinya.

5 tahun.

Waktu yang bahkan tak bisa menghapus luka yang sudah terpahat secara permanent
di ulu hatinya. Sepertinya tidak bisa di di hapus dengan cara apapun.

5 tahun.

Waktu yang ia belum menemukan Cinta yang lain.

Salahkah?

Salahkah dirinya masih mencintai lelaki itu?

Yah~ Lelaki yang sudah beristri.

Lelehan air mata itu sudah tidak bisa ia bendung lagi. Semuanya sudah berkumpul di pelupuk matanya, awalnya ia mencoba untuk menahan air mata itu agar tidak terjatuh begitu saja. Ia menahan untuk berkedip, jika ia berkedip air mata itu akan langsung turun. Ia akan selalu menangis setiap pagi jika melihat jalanan kota Seoul setiap pagi. Ia juga berpikir sebelumnya bahwa; jika air matanya turun, percuma saja. Orang itu juga tidak akan kembali ke pelukannya lagi! Tapi kenapa sekarang ia malah menurunkan air mata itu yang juga akan terbuang sia-sia? Entahlah. Air mata itu membasahi pipinya lagi saat kenangan-kenangan yang menusuk hatinya. Ia berani mengatai bahwa dirinya adalah orang yang sangat bodoh. Kenapa air mata itu harus kembali keluar?

Apa yang salah?

Taeyeon sendiri tidak tahu. Ia tak tahu apa kesalahannya hingga membuatnya bisa seperti ini, bahkan sampai sekarang? Kenapa Tuhan merencanakan Takdir yang buruk seperti ini padanya? Apa kesalahan yang besar yang telah ia perbuat? Kenapa kesalahan terbesar itu tidak pernah terpecahkan? Bahkan sudah berulang kali Taeyeon bertanya pada dirinya dan juga intropeksi diri. Dan sekarang juga masih berjalan sampai sekarang ini. Menyeretnya terus ke lubang kesakitan yang hanya ia sendiri yang tahu. Karena ia sendiri yang memendam perasaan sakit itu tanpa bercurhat pada orang lain. Menurutnya, itu juga percuma. Mereka juga tidak akan membantu dan hanya bisa memberi solusi. Lagipula itu juga terlalu berat permasalahan yang menimpa hidupnya. Dan orang lain juga tidak akan mengerti atau…. Yah, sudahlah.

Keluarga?

Oh bahkan keluarganya membela ‘Sahabatnya’ yang notebene sudah menjadi anak angkat keluarga yang marganya sudah berubah menjadi Kim dan bukan Song lagi. Lagipula semua itu terjadi karena sarannya yang meminta kedua orang-tuanya untuk mengadopsi sahabatnya itu. Sebenarnya, ia berkenalan dengannya saat ‘dia’ sudah berada di Korea Selatan. Aslinya ‘dia’ adalah orang China yang pindah ke Korea Selatan sehingga bertemu dengannya secara tidak sengaja.

Taeyeon kecil mengusap peluh yang mulai mengaliri di sekitar pelipisnya. Kemudian tangannya kecilnya menghalau sinar matahari yang bersinar terang sehingga membuatnya menjadi silau karena karena sinar yang terlalu terang itu. Hari ini memang sedang cerah, tapi bukan berarti baginya untuk segera berhentu bermain dan pulang ke rumah sesegera mungkin. Karena masa kanak-kanak adalah masa yang harus dihabiskan dengan cara bermain sesuka hati mereka. Ia merasakan bahwa kerongkongannya terasa kering karena belum terisi oleh air maupun minuman lainnya.

Bibirnya mengerucut kesal ketika tidak ada satupun orang terdekatnya yang menghampirinya, atau sedikit memberinya minum. Apalagi sekarang ia malah semakin kehausan. Menyebalkan! pikirnya. Lagian salahnya sendiri, kenapa tidak mengajak seseorangpun untuk menemaninya? Lagipula dia juga yang tetap ingin pergi sendiri ke taman bermain sekarang ini. “Taeyeon bodoh. Seharusnya aku membawa Eomma daripada kau sendiri kesini, Cih! Menyebalkan.” gerutunya tidak jelas. Hey, anak kecil sudah berani berkata seperti itu? Siapa yang mengajarimu Nona Kim yang manis?

“Taeng!!! Kau mau terkena siraman Yuri?!”

Suara
yang berasal dari temannya menyadarkannya dari lamunan. Dia memang sedang bermain bersama teman-temannya di tengah lapang ini dengan serunya, sampai tidak ingat waktu. Namanya juga anak-anak, belum terlalu mengerti apa-apa dan masih harus banyak belajar. Ah! Ia baru ingat bahwa sedang bermain siram air bersama teman-temannya, apabila yang satu jaga harus menyiramkan air ke anak yang ikut dan yang terkena yang akan jaga. Permainan aneh ciptaan anak-anak ini memang melibatkan kaki kita yang akan semakin lemas karena terlalu banyak berlari terlalu kencang. Kemudian ia mulai ikut berlari lagi sebelum terkena siraman temannya.

“Sudahlah, aku lelah! Sebaiknya kita istirahat dulu teman-teman sebelum kita kembali melanjutkan permainannya. Nanti terlalu capek bisa sakit,”

“Memangnya siapa yang bilang bahwa seperti itu? Kita ‘kan sembari berlari dan berlari itu juga termasuk olahraga. Bukankah olahraga itu sehat? Berarti kau yang bodoh,”

“Sepertinya kau malah yang bodoh. Kata Eomma ku, kita tidak boleh kekurangan cairan.”

Kemudian mereka masing-masing mulai bubar untuk pergi ke tepi lapangan dan mengambil minuman milik mereka masing-masing. Yah~ Hanya dirinya yang tidak membawa minuman. Seharusnya tadi ia tidak terburu-buru sehingga lupa membawa hal yang sangat penting di setiap waktu. Taeyeon kecil mendudukan dirinya pada kursi panjang, kaki-kaki kecilnya mulai menendang-nendang kecil ke udara. Hatinya menggeram kesal, yah kesal oleh dirinya sendiri. Sebenarnya sih bisa saja kita meminta minum pada teman masing-masing, hanya saja Taeyeon kecil tidak mau merepotkan mereka sekarang dan memilih menahan rasa hausnya yang sudah sampai di puncaknya sekarang.

Belum lagi ia tidak membawa uang. Setidaknya, ia bisa membeli minuman di sekitar lapangan itu. Apalagi kalau ada es krim. Pasti rasanya sangat nikmat. Mungkin sekarang ia hanya bisa menelan ludahnya sekarang untuk menghambat rasa haus itu.

Oke, mungkin sekarang ia masih bisa kembali ke rumah untuk mengambil uan dengan cara berlari ke sana. Yah, rumahnya juga dekat kok dari sini. Kemudian, Taeyeon beranjak dari kursinya.

Taeyeon berlari dengan super cepat ke sana. Tanpa melihat ke yang sekitarnya, masa bodoh ia menabrak orang-orang yang sedang lewat. Yang penting ia bisa pulang ke rumah, walaupun hanya sebentar saja. Hanya saja, jika ia benar-benar menabrak orang-orang itu, mungkin mereka akan hanya berpikir bahwa ‘dia hanya anak kecil, mungkin dia tidak sengaja’

Dan…

Bruk!

Uh! Kesalahan sial menghampiri Taeyeon langsung. Sudah ia tidak membawa minuman, sekarang? Sudah bisa menabrak seseorang lagi. Taeyeon berdecak sebal, kemudian berdiri dan membenahi bajunya yang sedikit kotor dan berantakan. Matanya menatap tajam kearah seorang gadis yang sekarang menatap dengan raut wajah bersalah. Ia kembali merengutkan wajahnya dengan wajah yang lebih suram. “Apa kau tidak punya mata? Aku sedang berlari tadi, harusnya kau minggir! Bukannya tetap disana,” cibir Taeyeon dengan menggebu-gebu. Emosinya sedang naik-_-”

“Maaf sungguh aku tidak sengaja menabrakmu, tadinya aku berencana untuk pergi membeli eskrim. Aku juga tidak tahu kau tiba-tiba datang dan berlari, kemudian menabrakku. Ehm, aku mengaku salah karena sudah tidak melihatmu sebelumnya.” Gadis itu membungkukan tubuhnya sebagai permintaan maaf pada Taeyeon. Mata gadis kecil itu memicing pelan, melihat keadaan Taeyeon yang seakan sangat kacau. Terlihat bahwa Taeyeon kecil menahan ludahnya berkali-kali. “Kita belum berkenalan ya? Namaku Victoria Song, aku dari China yang pindah ke Korea Selatan. Kau kehausan, ya? Ini aku berikan minumanku untukmu. Ya, mungkin sebagai permintaan maafku tadi,”

Menyesalkah?

Sungguh! Taeyeon tak tahu apakah ia menyesal telah menjadikan ‘Dia’ sebagai bagian keluarganya. Taeyeon sangat menyesal apa yang ia ucapnya tentang sarannya itu. Seharusnya ia berpikir dua kali. Tapi nyatanya semua terjadi begitu saja dan ia tidak tahu sama sekali sampai-sampai permasalahan ini terjadi. Andaikan saja ia mengetahui sebelumnya, ia pasti akan tetap menjadi anak tunggal daripada harus menyarankan kedua orang-tuanya untuk mengadopsi anak. Ya, mungkin itu yang lebih baik dan permasalahan ini tidak terjadi. Sekarang? Hidupnya malah terasa sangat hancur. Ia bahkan seperti mayat hidup. Ia memang hidup, tetapi sesungguhnya ia sangat rapuh. Hanya senyum tipis yang ia jadikan itu sebagai topeng dibalik kesedihannya. Senyuman indah itu terus bertebar, sedangkan hatinya rapuh. Sungguh, ini sangat menyesakkan! Lalu apa yang ia lakukan?

Mengalah.

Hanya satu kata yang bisa ia lakukan dalam lima tahun yang lalu. Kata itu yang terus ia kerjakan. Tidak ada kata lain. Tidak mengalah? Sungguh saat itu ia benar-benar ingin melakukan yang terbaik pada ‘Sahabatnya’ untuk mendapatkan sebuah kebahagian. Tapi, kenapa malah ‘Dia’ yang lebih bahagia sedangkan dirinya hanya bisa MENGALAH? Kenapa ‘Dia’ tidak pernah mau mengalah padanya? Kenapa terus-menerus ia melakukan hal itu? Semuanya malah menjadi membuat dunia jungkir balik.

Gadis cantik berumur dua puluh enam tahun itu hanya bisa diam dengan keputusan orang-tuanya –bahkan kekasihnya pun ia ikut setujui. Pertanyaannya, kenapa ia melakukan hal itu? Dan juga kenapa ia malah diam kebahagiannya tidak terpenuhi? Ini memang aneh. Malah kebahagian orang lain yang ia penuhi, sedangkan tidak dengan dirinya sendiri. Ia tidak bisa menolak? Sebenarnya bisa saja, tapi semuanya sudah terlanjur. Andai saja ia mempunyai mesin waktu, ia akan memutar kejadian itu dan membalas semuanya dengan pelan sampai akhirnya––mungkin––sekarang ia bisa merasakan kebahagian itu, yang sekarang semuanya telah di rebut oleh ‘Dia’ karenanya. Jika saja benar, ia juga tidak akan melakukan kekerasan untuk mendapatkan kebahagian itu. Ia malah terus berjuang. Begitu baik kah dirinya? Kenapa dirinya yang malah harus merasakan sebuah kesakitan yang begitu dalam?

Hingga pada hari itu. Hari yang dimana semuanya terasa menjadi mimpi buruk baginya.

Maksudnya? Ya~ Maksudnya, menyaksikan kedua orang yang kau Cinta bersanding bersama orang yang telah menjadi ‘Sahabat’ bahkan ‘Saudara’ mu sendiri. Bukankah ini sudah terlalu menyakitkan? Apa kau tahu apa yang telah dirasakan oleh Gadis berparas Cantik ini saat ia masih berusia dua puluh satu tahun.

Sakit?

Tidak! Bahkan lebih dari kata itu.

Terluka?

Tunggu, terluka? Coba pikir, mungkin jika kau terluka karena bergores oleh benda tajam ataupun yang lainnya kau masih bisa mengobatinya dan beberapa minggu kemudian luka itu juga akan sembuh sepenuhnya. Dan anehnya… Gadis ini malah tidak merasakan terluka.

Menangis?

Dan yang lebih anehnya ia malah tidak menangis. Ia malah diam. Seraya menatap kedua orang-tua itu dengan tatapan kosong. Melamun.

Lalu apa yang dirasakan oleh Taeyeon ketika melihat orang yang dicintainya bersanding dengan ‘Saudara’ nya sendiri.

“Hampa,”

Gadis itu menggerakan kedua bibirnya seperti bergumam. Sembari menekan dada kirinya lagi. Rasa sesak itu terus-menerus mengoyak hatinya. Ia bahkan seperti tidak sedang bernapas ketika merasakan rasa sesak itu kembali ia rasakan.

Hampa…

Ya… Gadis ini merasakan hal-nya hampa. Seolah kehilangan nyawanya, ingat? Ia seperti mayat hidup. Pada saat semua itu telah resmi terjadi….. Sebut saja hal itu dengan kata Gila.

“Taeyeon-ah,”

Gadis itu mendongakan kepalanya. Menatap kedua bola-mata milik Ibu nya yang kini menatapnya dengan serius, meski juga terlihat sayu. Memang, saat ia berada di kamarnya ketika ia sedang membaca Novel favorite nya secara tiba-tiba suara Ibu nya yang terdengar saat lembut dan merdu di gendang telinga nya itu memanggilnya untuk membicarakan sesuatu.. Yang sangat penting. Ia tidak mau membuat ibunya lama menunggu, dengan cepat ia menandai Novel itu dan menjalankan kakinya untuk pergi ke ruang keluarga. Tempat yang digunakan oleh Ibu nya untuk membicarakan sesuatu yang penting. Awalnya Taeyeon berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh dalam hatinya dan juga perasaan tidak enak. Ibu nya memarahinya? Sudah biasa. Ketika ia melakukan sebuah kenakalan dan sebenarnya ia hanya berniat untuk bercanda. Karena ia termasuk seseorang yang mempunyai sifat easy going. Setiap Ibu nya ingin berbicara atau belum mengeluarkan suara apapun, ia pasti menundukan kepalanya dulu sebelum Ibu nya memanggilnya dan melanjutkan kata-kata itu.

“Ada apa Eomma memanggilku?”

Taeyeon menjawab dengan lembut. Yap~ Ia anak yang sangat berbakti kenapa orang tuanya. Ia tidak pernah ada niat untuk membuat orang-tuanya bersedih hati. Ia selalu ingin berbuat sesuatu yang terbaik agar membuat orang-tuanya bangga padanya. Lagipula Taeyeon juga termasuk orang yang menghargai jasa orang lain. Sejak kecil ia melakukan hal itu. Orang-tuanya sudah susah payah merawatnya, dan ia juga harus membalas derih payah kedua orang-tuanya itu dengan prestasi nya. Ia akan meraih cita-cita setinggi langit, dan membuat orang-tuanya bisa senang melihat dirinya ketika sudah sukses seperti itu. Makanya ia selalu belajar dengan tekun dan juga ia sering meraih juara satu di kelasnya. Dan saat itu, sebuah senyum bahagia tercetak di bibir kedua orang-tuanya. Oh~ Taeyeon  sangat senang bisa membuat mereka bangga atas prestasinya. Dan ia akan terus meningkatkan hal itu lagi. Berjuang dengan keras!

Terdengar suara helaan napas lirih dari Ibu nya. Entah kenapa ada rasa aneh di dalam hatinya mendengar suara tulus dari anaknya itu. Sebelum melanjutkan percakapannya dan langsung ke intinya, Ny. Kim menghela napas. “Taeyeon-ah, kau harus merelakannya untuk menikah dengan kakak-mu.” Ucapan itu terucap dengan lancar dari Ibu nya.

Merelakannya dengan kakak-mu? Rasanya Taeyeon mengerti apa yang diucapkan oleh Ibu nya itu. Merelakan… Kyuhyun oppa? Batin Taeyeon. Rasanya dada nya sekarang terasa sangat sesak. Seperti di hujam oleh batu besar. Dan sekarang terdengar suara retakan yang tak terdengar oleh orang lain kecuali oleh gadis itu sendiri. Ia mulai merasakan nyeri dibagian dada kirinya. Oh~ Sekarang ia mulai mengerti apa jalur pembicaraan penting yang ingin di sampaikan oleh Ibu nya. Yah~ Ia mengerti setelah mendengar ucapan singkat dari Ibu nya tadi, meski belum terucap semuanya dengan jelas tapi ia sudah bisa menyimpulkan hal tersebut. Taeyeon mematung seketika setelah mendengar ucapan Ibu nya tadi. Ia bahkan menahan napasnya dan tidak bernapas sekarang. Tubuhnya seakan kaku untuk di gerakan. Lidahnya terlalu kelu untuk menjawab pertanyaan Ibu nya itu. Ini terlalu sakit. Sehingga ia hanya bisa diam. Sedangkan pikirannya mendadak kosong, pikirannya yang awalnya begitu ceria dan muncul ide brilliant sekarang malah musnah mendengar ucapan Ibu nya tadi. “Maksud Eomma. Me-menikah?” suaranya terdengar sangat lirih dan seakan habis. Matanya sedikit memicing. Hey! Ini ‘kan ekspresi mata yang tidak sering keluarkan, apalagi ketika menatap orang-tuanya. Ia selalu menatap keduanya dengan lembut.

Wanita paruh baya itu yang notebene adalah Ibu dari Taeyeon hanya bisa mengangguk kecil dan ragu ketika sudah mendapati ekspresi anak kandungnya yang seperti kehilangan jiwanya. Wanita paruh baya itu mencoba membendung air matanya yang sudah berdesakan ingin keluar kala melihat mimik wajah Taeyeon yang diam sembari menatapnya dengan tatapan kosong. Seperti orang yang sedang melamun. Ah~ Bahkan lebih dan itu mungkin. Ini gila.

“Kenapa?”

Pedih. Suara lirih dan kecil itu terdengar menyakitkan di telinga sang wanita paruh baya. Oh mungkin suara anak kandungnya tadi lebih tepat terdengar seperti suara bisikan yang menyakitkan. Ny. Kim tak menjawab, ia masih diam. Menatap lurus ke manik mata indah milik anak kandungnya. Hmmm, bisa tolong garis bawahi Anak Kandungnya? Yap~ Benar seperti itu dan tolong ingat kata yang tadi sudah kalian garis bawahi itu.

“Aku mulai mengerti apa maksud percakapan Eomma. Kenapa Eomma berkata seperti itu? Bukankah… Bukankah Kyuhyun oppa adalah kekasihku?”

Mata indah nya sudah mulai terlihat berkaca-kaca. Mungkin sebentar lagi liquid bening itu juga akan berhasil keluar dari pelupuk matanya. Karena ia termasuk orang yang tidak bisa menahan liquid bening itu yang sudah berdesakan untuk segera keluar. Seberapa cara ia tahan, mungkin juga tidak akan bisa.

“Apakah Eomma tidak ingat percakapan kita beberapa minggu yang lalu bahwa minggu depan adalah hari dimana aku akan menikah dengan Kyuhyun oppa?”

Dan… Wanita paruh baya itu juga tak tahan membendung air matanya lagi alias ia tak tahan untuk menangis. Sekarang bergantian, wanita paruh baya itu yang merasakan sesaknya hatinya sekarang mendengar beberapa kalimat yang sudah di ucapkan oleh anak kandungnya sendiri. Ia merasa menjadi seorang Ibu yang kejam dan jahat. Ia telah menyakiti hati anak kandungnya sendiri hanya demi seorang gadis yang sudah ia angkat sebagai anaknya beberapa tahun silam. Tapi ia melakukan ini untuk kebaikan semuanya. Demi anak angkatnya dan juga… Taeyeon –meskipun mungkinlah bahwa Taeyeon yang lebih merasakan kesakitan di dalam hatinya. Yah~ Sekarang Ibu nya merasakan. Dan yang tetap saja melukai hati Taeyeon apa yang telah ia ucapkan sebelumnya.

“Ta-tapi kenapa Eomma? Kenapa secara mendadak Eomma malah menyuruhku untuk merelakan Kyuhyun oppa untuk Unnie?”

Dan… Akhirnya!! Gadis ini menangis. Lelehan air mata membasahi pipi mulusnya. Ia sudah tidak tahan untuk menahan air mata ini agar tidak jatuh, dan sekarang malah jatuh. Oh ini bukan yang ia harapkan, ia berusaha untuk menjadi seorang gadis yang kuat tanpa ada air mata yang membasahi pipinya. Sepertinya kau gagal Taeyeon, buktinya air mata mu berhasil keluar. Seberapapun kau menahan itu, juga tidak akan berhasil. Sekarang ia menjadi seseorang yang runtuh dan juga rapuh. Kenapa Eomma nya malah memberitahunya secara mendadak? Bagaimana kalau tidak mendadak? Apakah kau masih bisa merelakannya Taeyeon? Tidak! Ini lebih sakit. Sangat sakit. Taeyeon tidak pernah mau merelakan kekasihnya untuk siapapun, bukannya ia mau menjadi seseorang yang egois. Hanya saja mereka sudah berhubungan cukup lama sampai sudah merencakan pernikahan. Dan kenapa ending nya malah seperti ini? Oh tidak! Dan benar saja firasatnya mengatakan ada hal yang tidak beres yang ingin di ucapkan oleh Ibu nya. Ternyata inilah jawabannya. Astaga! Rasanya Taeyeon ingin menutup kedua telinganya rapat-rapat, ia tidak mau mendengar kata tadi! Harusnya ia membawa earphone tadi. Ah~ Sepertinya tidak mungkin. Rasanya ia ingin meninggalkan ruangan kedap suara itu secepatnya dan berlari seperti angin, ia akan lari menurut keinginan hatinya kemanapun angin membawanya pergi mungkin itu tempat yang terbaik. Ah ya~ Memang ruangan itu kedap suara karena setiap ada sesuatu yang penting dan juga bersifat privacy, keluarga Kim selalu berdiskusikannya di ruangan itu agar tidak terdengar oleh orang lain.

To be Continue..

Haii~~ kembali lagi dengan author. Jangan lupa tinggalkan comment dan like kalian yah~~ terimakasih ^^

Advertisements

35 comments on “[FREELANCE] Forever (Chapter 1)

  1. Sumpah taeng kasian banget d sini, dan victoria caracter nya slalu jdi org ke3, kesel sumpah sama vict !!!!-_- akhhh ntahlah mau koment apa lg thor -_-_0 FIGHTING ajaa deh thor

  2. Bahasa nya berbelit belit
    Banyak pengulangan walaupun penyampaian berbeda
    ceritanya asik cuma ya itu
    ditunggu next chap thor

  3. Kasian taeyeon 😥 Terharu bacanyaaa.. Lagi seru” thor malah TBC. Penasran jga kenpa malah victoria yg nikah sama kyu 😥
    Next jangan lama” thor. Hwaiting!!

  4. Feelll nya dapet bangeettt thorrr. Main TBC aje dah -_- kasian taeng hiksssss kenapa kyu sama victoriaa huhuhu kan cian taeng nyaaaa. Yodadeh ditunggu next chapternya hwaiting😘💕

  5. Move on taeng, uda 5 thn;; tp mana bs move on kalo mantannya jadi iparnya?
    Duh ko kaya gini sih thor;;
    Suka aaah sukaaa
    Next chapt ditunggu ya thorr❤

  6. mian telat komen thorr.. tapi gapapa daripada gga komenn 🙂
    kisah cinta Taeng harus se-miris itu kahh? Heran sih dengan pemikiran eomma Taeng yg suru lepasin Kyu.. *benargasih? aa, uda miris ditambah orang ketiga.. dan kenapa harus Victoria eonni? facenya gga antagonis sih.. #apasih yauda, next chap ditunggu yah thorr 🙂

  7. kasian taeyeon :(( gakebayang kalo diposisi real taeyeon . syukur aja taeyeon ga bunuh diri juga . ibu kandungnya kok kayak gituh

  8. Knpaaaa hrus merelakan kyuuu ?? Omo author, menyayat hati #cielah
    next hrus cpet ya thor, penasaran knp kyu ? Aku tak bisa berkata apa2 lg #alay
    FIGHTAENG!!

  9. Thor ebenernya bagus dan feelnya dapet cuma tulisannya terlalu berat dan diulang”.next capt semoga banyaki dialognya dan narasi dikurangi dg bahasa yang lbh ringan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s