I Need Your Love ( Chapter 3 )

325

Author : Oh Kyuri_76

Title : I Need Your Love

Genre : Romance, Funny, Friendship, Hurts, School of Life, Family

Length : Multichapter

Rating : PG 13 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Xi Luhan (EXO), Seo Ji Hyun (SNSD), Oh Sehun (EXO)

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

          Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, their parents, them selves, and fans too ! Remember ! Please, don’t be a plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank you ^^

Author Note’s :

Alur ff ini terinspirasi dari beberapa pengalaman author mengenai percintaan –” || Sekali lagi author ingatkan untuk readers sekalian, ceritanya membosankan, pasaran, dan akan begitu hingga seterusnya. J

Summary :

‘ Hanya melihatmu tersenyum, itu sudah cukup bagiku. ’

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Author POV –

“ Taeyeon ? ”

“ Hm ? ”

Luhan menoleh, “ Setidaknya, tataplah aku. ”

“ Aku sibuk. ” balasnya yang sudah terjun dalam dunianya lagi, membaca.

“ Bahkan perhatianmu pada Suho lebih berharga dariku. ” ketus Luhan dengan tatapan tajam.

Saat itu juga kepala Taeyeon berpaling, menampakkan kening yang mengkerut, “ Tadi itu, aku hanya menjelaskan materi biologi, Luhan-ah. ” jelas Taeyeon ketika ia menangkap makna dibalik kalimat Luhan.

“ Abaikan, aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. ”

“ Apa itu ? ”

Luhan memejamkan matanya, “ Kenapa kau membantuku, Taeyeon ? ”

Bungkam bukanlah pilihan yang tepat untuk Taeyeon. Dengan sekuat tenaga ia mencoba tersenyum, tidak ingin memperlihatkan wajah sedihnya, “ Te-tentu saja ka-karena kau sa-sahabatku … Lu-luhan-ah. ”

~ Chapter 3 ~

Hari ini adalah hari kedua bagi Taeyeon dan Luhan menempati kelas baru mereka. Karena rumah keduanya berseberangan, menjadi hal biasa jika Luhan selalu menunggu sahabatnya didepan gerbang rumah mewah dengan gaya khas Korea itu.

Tak lama ia menunggu dengan menyandarkan punggungnya pada sisi mobil, sebab saat itulah Taeyeon keluar dan tersenyum manis seperti biasanya, “ Mianhae, aku pasti telah membuatmu menunggu lama, Luhan-ah. Aku melupakan buku tugas Chang Hee sosaengnim. ” ujar Taeyeon dengan nada menyesal.

“ Hn, masuklah. ”

Taeyeon menempatkan dirinya pada bangku disamping pengemudi. Sejenak ia memandang keluar, menikmati taman kecil disekitar halaman rumahnya, “ Tidak bisakah kita berjalan kaki, Luhan-ah ? ” tanya Taeyeon tanpa mengalihkan pandangannya.

“ Tidak. ”

“ Huh, udara hari ini sangat sejuk, Luhan-ah. ”

“ Kau ingin kita terlambat pergi ke sekolah ? ”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya, “ Arrasseo. ” ia menghela nafas panjang. Luhan memang tidak suka berdebat dengan seseorang. Jika ada hal yang seakan memancingnya, ia pun tidak segan mengeluarkan rentetan kalimat yang membuat lawannya terdiam, seperti sekarang ini.

“ Luhan ? ”

“ Hn ? ”

Taeyeon memainkan ponselnya sekedar menghindari kecanggungan mereka, “ Apa kau bisa menemaniku akhir pekan ini ? ”

Luhan menoleh, “ Kemana ? ”

Bookstore. ”

“ Hn. ” pemuda itu mengangguk pelan. Tak ayal, Taeyeon memang sangat suka membaca. Hampir setiap hari ia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku, dan jika akhir pekan akan tiba, Taeyeon biasa pergi ke salah satu toko buku dan membeli buku sesuai keinginannya.

***

Sesampainya di sekolah, Taeyeon memilih turun terlebih dahulu dan menunggu Luhan yang sibuk memarkirkan mobilnya. Namun saat ia melihat seorang gadis hendak masuk menuju gerbang belakang, Taeyeon pun langsung memanggilnya.

“ Seohyun-ah ! ”

Gadis itu menoleh, langkah kakinya juga berganti arah menuju tempat Taeyeon, “ Annyeong. ” sapanya seramah seperti biasa.

Taeyeon mengangguk singkat, “ Kau sedang terburu-buru, Seohyun-ah ? ”

“ Tidak, waeyeo ? ”

“ Kalau begitu kebetulan sekali, nde ? Mari kita pergi ke kelas bersama. ” ajak Taeyeon sembari menyikut lengan Seohyun.

“ Hm, baiklah. ” jawab Seohyun setelah ia menimbang-nimbang tawaran Taeyeon. Luhan muncul entah dari mana, dan tentu saja Seohyun tersentak karena tiba-tiba lelaki itu sudah berada disamping mereka.

“ Taeyeon, kajja. ” sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke saku celana, Luhan memberikan perintah pada Taeyeon untuk pergi ke kelas, ia sama sekali tidak melihat ke arah Seohyun sedikit pun.

“ Annyeong, Luhan-ah. ”

Luhan berhenti, kepalanya menoleh ke belakang, “ Hn, annyeong. ” balasan yang sungguh memuakkan bagi Taeyeon. Seharusnya Luhan tidak perlu menggunakan sifat dinginnya itu pada Seohyun, bukankah dia menyukai Seohyun selama ini ? Tapi tetap saja, sifat itu selalu menjadi penghalang kebersamaan mereka.

“ Sudahlah, kita harus segera pergi sekarang. ” ujar Taeyeon yang memilih berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Luhan dan Seohyun yang masih terdiam di tempat mereka.

“ Ayolah … Tunggu apa lagi, Luhan ? Seohyun ? ” mendengar sambungan kalimat Taeyeon, Luhan dan Seohyun mulai mengikutinya dalam diam. Mereka berpisah saat sudah sampai dilantai kedua, Taeyeon masuk ke kelasnya seorang diri, sementara Luhan dan Seohyun masuk ke kelas mereka.

Bel berbunyi, seluruh penghuni sekolah berhamburan menuju kegiatannya masing-masing. Para pengajar berdatangan sesuai jadwal mengajar mereka, Taeyeon mendapatkan pelajaran ‘Olah raga’ sebagai jadwal jam pertama. Ketika Shin sosaengnim masuk, siswa dan siswi pun menuju kamar mandi untuk mengganti seragam mereka dengan seragam olah raga.

“ Taeyeon ! ”

Gadis yang dipanggil menoleh, mendapati Kai yang sedang tersenyum ke arahnya, “ Kai ? Ada apa ? ”

“ Bisa tolong gantikan aku ? ”

“ Nde ? ”

Kai memberikan seragam olah raganya pada Taeyeon, “ Semalam aku mengalami patah tulang dibagian tangan, kau bisa mengijinkanku untuk absen hari ini, ‘kan ? ”

Taeyeon tak menjawabnya. Jika diperhatikan, penampilan Kai memang sedikit berbeda. Tangan kanannya terbaluti perban yang mengalungi tengkuknya sebagai penyangga. Akhirnya Taeyeon mengangguk, “ Akan aku usahakan, Kai-ah. ”

“ Jeongmal ? Gumawo, Taeyeon ! ”

“ Cheonmaneyeo. ” ulasan senyuman tipis terlihat diwajah Taeyeon. Dengan ditemani Suho, Kai pun berniat pergi ke ruang kesehatan dan beristirahat disana.

***

Luhan tidak fokus mendengarkan penjelasan Rinn sosaengnim, wajah Seohyun selalu berhasil mencuri perhatiannya. Terdengarlah bisikan dari seseorang yang menempati bangku disamping kanan Luhan, “ Sebaiknya kau memperhatikan Rinn sosaengnim, kawan. ”

Sontak Luhan memandangi pemuda itu, “ Hn. ”

“ Aku Ilhoon, salam kenal. ” ujarnya dengan mengulurkan telapak tangannya.

Luhan mengangguk sembari membalas jabatan tangan pemuda tersebut, “ Luhan, salam kenal. ” setelah keduanya sama-sama memperkenalkan diri masing-masing, Luhan kembali memandangi Seohyun, namun hanya untuk sesaat, karena tiba-tiba teriakan Rinn sosaengnim sukses membuatnya terkejut.

“ Kau !!! Kemarilah anak muda ! ”

Luhan kira teriakan itu ditujukan untuknya, tapi ternyata, teriakan dari Rinn sosaengnim mengarah pada kedua lelaki yang berada dibangku belakang. Luhan tersenyum tipis, untung saja ekspresinya yang datar mampu menutupi keterkejutannya barusan, jika tidak, pasti hilanglah kharisma seorang Luhan dihadapan teman-temannya.

Dilain sisi …

“ Nona Kim ? ”

Taeyeon mengangguk, “ Ada apa, sosaengnim ? ”

“ Beritahu teman sekelasmu, bahwa hari ini sosaengnim tidak dapat mengajar. ”

“ Eh ? Ke-kenapa, sosaengnim ? ”

Tatapan Shin sosaengnim menjadi lirih, “ Ada yang menghubungi sosaengnim barusan, dia mengatakan bahwa istri sosaengnim mengalami kecelakaan parah pagi ini. ”

Taeyeon meletakkan kedua telapak tangannya di bibir, tersentak karena kabar tidak menyenangkan itu. Tanpa perlu memperpanjang dialog, Taeyeon segera mengangguk, “ Arrasseumnida, sosaengnim. ”

“ Baiklah nona Kim, masih tersisa dua jam pelajaran, bukan ? Usahakan teman sekelasmu mengetahui informasi ini, mengerti ? ”

Taeyeon mengangguk santun, “ Nde, sosaengnim. ” jawabannya mendapat senyuman tipis dari Shin sosaengnim. Selanjutnya Taeyeon yang memang belum mengganti seragamnya dengan pakaian olah raga, langsung melesat memasuki kelasnya, menunggu kehadiran teman-temannya yang lain.

***

Tak terasa, bel tanda istirahat sudah menggemakan seluruh ruangan. Disaat yang lain sibuk keluar dari kelas mereka, Taeyeon dan Sehun malah tetap menduduki bangku masing-masing, melanjutkan percakapan mereka yang tertunda karena lentingan bel sekolah.

Ya, Taeyeon tidak sadar jika ia sekelas dengan Sehun. Gadis itu baru mengetahuinya saat membentur punggung Sehun sewaktu memberitahukan informasi dari Shin sosaengnim. Maka duduklah mereka, memulai percakapan yang diawali dari Sehun.

“ … benarkah ? ”

Taeyeon tersenyum senang, “ Nde, kau tidak mempercayaiku ? ”

“ Tentu saja percaya, Taeyeon-ah. Hanya saja, bukankah drama itu berakhir sad-ending ? ” tanya Sehun yang langsung membuka sebuah situs publik di ponselnya. Ia menunjukkannya pada Taeyeon, dan yang terlihat hanya gelengan singkat gadis itu.

“ Pantas saja, kau melupakan first season dan melihat second season drama itu, Sehun-ah. ”

“ Heh ? Jinjja ?! ”

Taeyeon terkekeh geli mendapati kedua bola mata Sehun yang membulat. Saat ini, mereka sedang memperbincangkan sebuah drama lokal yang tayang pada channel televisi Korea. Kebetulan sekali, keduanya sama-sama mengetahui alur cerita drama tersebut.

“ Ah, kau tidak ingin pergi, Taeyeon ? ”

“ Kemana ? ”

“ Jam istirahat, nona. Seharusnya kau tahu tujuanku, bukan ? ”

Taeyeon menggeleng, “ Pergilah, mungkin kau tidak akan bisa menahan Danger of Famine itu. ” candanya dengan lengkungan bulan sabit dibibir. Sehun mendengus, selesai mengangguk ia pun meninggalkan Taeyeon seorang diri, didalam kelasnya.

Merasa tak bisa melakukan apapun, Taeyeon berniat pergi ke tempat biasa. Taman sekolah. Ia berjalan menuju lantai pertama, kemudian melanjutkan hingga kedua kakinya sampai di taman indah itu. Senyumannya masih terpajang jelas, surainya berkibar ketika angin berhembus damai.

“ Lama sekali. ”

Taeyeon memutar badannya secepat kilat, “ Lu-luhan ? ”

“ Aku sudah menunggumu sejak tadi. ” tutur Luhan dengan suara serta mimik datarnya. Ia menarik pergelangan tangan Taeyeon dan menuntunnya menuju bangku taman. Mereka duduk berdua disana.

“ Mi-mianhae soal ta-tadi, nde ? ”

Luhan mengangguk, “ Hn, lain kali jangan sampai kau ulangi lagi. ”

Taeyeon mengernyit bingung, “ Mengulangi apa ? ”

“ Keterlambatanmu tiba disini. ”

“ Ba-baik. ” jawab Taeyeon seraya menundukkan kepalanya. Luhan menatap lurus ke depan, senyuman tipisnya terukir ketika wajah Seohyun melintasi pikirannya.

“ Sepertinya dia benar-benar membuatku tidak waras, Taeyeon. ”

Hati Taeyeon langsung meronta, terlalu sakit mendengar kata ‘dia’ yang baru saja terucap itu. Perlahan ia mengikuti arah pandang Luhan, menatap lurus ke depan, “ Waeyeo ? ”

“ Aku terus memperhatikannya. ”

Kedua manik mata Taeyeon menyiratkan kecemburuan, “ Be-benarkah ? ”

“ Dia membuatku tidak fokus mendengarkan penjelasan Rinn sosaengnim. ”

Taeyeon tetap berusaha menahan rasa sakitnya, “ Be-begitukah ? ”

“ Apa aku benar-benar mencintainya, Taeyeon ? ”

“ … ”

Luhan menoleh, menatap sahabatnya yang masih memandang lurus ke depan, “ Taeyeon ? ”

“ Te-tentu saja, ka-kau me-mencintainya, Luhan-ah. ”

“ Aku tahu itu. ” mata Taeyeon membelalak, baru kali ini ia melihat Luhan tersenyum begitu indahnya. Bahkan Taeyeon tak pernah mendapatkan reaksi seperti itu dari Luhan sejak mereka bersahabat. Tapi saat membicarakan Seohyun, kenapa senyuman itu malah terpampang ?

‘ Hanya melihatmu tersenyum, itu sudah cukup bagiku. ’

***

Akhirnya tuntas sudah seluruh pelajar menuntut ilmunya hari ini. Mereka tampak semangat saat bel terkahir berbunyi, ada sebagian yang sudah merencanakan kegiatan sepulang sekolah. Ada sebagian lagi yang tidak ingin menyusahkan hidupnya dengan bersenang-senang, dan Taeyeon termasuk didalamnya.

Selesai mengucapkan selamat tinggal pada Suzy, Taeyeon langsung berjalan menuju tempat parkir. Wajahnya masih sedih semenjak Luhan bercerita tentang Seohyun di taman tadi. Segenap keteguhan Taeyeon kumpulkan menjadi senyuman penuh keterpaksaan.

“ Kau lama sekali. ”

Taeyeon menghela nafas, “ Ada urusan mendadak. ” jawabnya berbohong. Walau ia tahu Luhan tidak senang menunggu, tapi tetap saja sahabatnya itu akan terus berada di tempat parkir dan menantinya untuk sekedar pulang bersama.

“ Masuklah. ”

Taeyeon menuruti. Mobil melesat meninggalkan kawasan sekolah, keheningan menyelimuti. Taeyeon terdiam, yang bisa ia lakukan hanya menatap keluar jendela. Sementara Luhan selalu fokus ke depan, tidak ingin sesuatu membahayakan keselamatannya dan keselamatan Taeyeon.

Beberapa menit menempu perjalanan, maka tibalah mobil itu didepan rumah si gadis. Setelah mengucapkan terima kasih, Taeyeon hendak keluar dari dalam mobil. Hanya saja tangan Luhan menahannya, Taeyeon menautkan kedua alisnya, “ Ada apa ? ”

“ Malam ini, datanglah ke rumahku. ”

Taeyeon mengangguk, “ Nde. ” singkat namun sukses memancing senyuman Luhan. Begitu tipis dan nyaris tak terlihat, senyuman yang biasa Luhan berikan sebagai respon. Tak ingin menyakiti hatinya, Taeyeon segera membuka gerbang dan berlari memasuki kamarnya.

Orang tua Taeyeon sedang pergi ke luar negeri selama beberapa minggu, jadi hanya dia dan seorang pelayan paruh bayanya yang menghuni rumah tersebut. Chan ahjumma adalah wanita paruh baya yang telah mengabdi selama beberapa tahun pada keluarga ‘Kim’.

Beliau sangat menyayangi Taeyeon sebagaimana menganggapnya anak sendiri. Melihat raut wajah sedih anak semata wayang majikannya, membuat Chan ahjumma mengernyit heran. Pasalnya, Taeyeon tidak menyapa atau pun melemparkan senyumannya pada Chan ahjumma.

Selesai membuatkan segelas Americano Coffee kesukaan Taeyeon, Chan ahjumma mengetuk pintu kamarnya yang berada dilantai dua. Suara decitan pintu menandakan terbukanya celah agar Chan ahjumma memasukinya, mencari keberadaan Taeyeon yang ternyata sedang menangis dibelakang pintu kamarnya.

“ Nona Kim ? ”

“ A-ahjumma … ” gadis itu memeluk Chan ahjumma, menangis sepuasnya dipundak si pelayan.

“ Nona Kim, ada apa ? ”

Taeyeon merenggangkan pelukannya, lalu menggeleng singkat, “ Ti-tidak. Aku ha-hanya me-merindukan Appa dan Eomma, ahjumma. ”

Chan ahjumma tahu kebohongan yang tersimpan pada jawaban itu. Namun ia tak berniat menegurnya, khawatir Taeyeon akan semakin terlarut dalam kesedihannya, “ Nona Kim, saya membuatkan Americano Coffee ini sebagai penenang, minumlah. ”

Taeyeon menerimanya dengan senyum, “ Terima kasih, ahjumma. ”

“ Nona Kim jangan bersedih lagi, nde ? Jika memang ada masalah, ceritakanlah pada ahjumma. ”

“ Pa-pasti, ahjumma. ”

Chan ahjumma membungkuk, “ Saya akan melanjutkan pekerjaan yang lain, nona Kim. ” pamitnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Taeyeon. Didalam kamar itu, tidaklah ada yang tahu bagaimana perasaan Taeyeon saat ini. Terlihat baik diluar, namun sangat rapuh didalam.

– To Be Continued –

Author Note’s :

Annyeong !!! Gimana ??? Apakah sudah dapat feel-nya ? Apakah masih kurang puas dengan moment Luhan dan Taeyeon ? Bagaimana kelanjutannya ? Harap menunggu ! ^^

Perhatiannn !!! Ada beberapa hal menyedihkan yang harus author ungkapkan disini. Pertama, dengan segenap permintaan maaf, author akan menghentikan fanfiction ‘My Sadness is Your Happiness’ dan ‘Nasty and Handsome Husband’.

Kedua, author akan posting next chapter dari FF ini pada minggu ke-2, sebab masih banyak tanggungan author di WP yang lain. Terakhir, sebagai manusia yang mempunyai rasa tanggung jawab dan sedikit kepedulian, author berencana untuk membuat sebuah FF setelah FF ini sudah ‘END’.

Jangan tanya mengapa author tidak melanjutkan FF ‘My Sadness is Your Happiness’ dan ‘Nasty and Handsome Husband’, karena author tidak akan pernah menanggapinya, dan tidak bisa memberitahukan penyebabnya. Jeongmal mianhae !!! But, keep waiting for next chapter this fanfiction ! Annyeong ~

Advertisements

64 comments on “I Need Your Love ( Chapter 3 )

  1. Feelnya dapet thor! Wua makin seru aja hehe, thor kalo bisa next chaptnya jangan lama-lama ya ): keep writing. Fighting!

  2. Ahh paling gk suka deh kalo Taeyeon yg bertepuk sebelah tangan tapi gwaenchana next chap keep writing and Fighting!!!

  3. Haisshhh cinta bertepuk sebelah tangaannn 😪 kasian taengnya tegar kalo dari luar tapi aslinya ya rapuhh💔 . lulu cepet peka donggg taeng jan menderita terus dong cian huhuhuhuhuhu. ditunggu next chapternya thorr hwaitinhhh😘💕

  4. Taeyeon eonnie kasihan bangettt, agak bingung sama Luhan karena ga peka”.. Pokoknya jangan lupa di lanjut thorr, semangatt

  5. Aduh, kelewatan baca chap 3 ni. Pas, mau baca chap 4, kok ndak ngeh ? Ternyata, hehe.
    Bagus thor, saya mau lanjut chap 4 ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s