[Ficlet] Destiny

Screenshot_2014-06-12-13-36-40

ll Title : Destiny ll

 ll Author : SuntQ ll

 ll Main Cast : ll

Oh Se Hun (EXO)
Kim Taeyeon (GG)

ll Other Cast : You’ll find them~ ll

ll Length : Ficlet ll

ll Genre : Romance, Hurt ll

ll Rating : 15 [General] ll

Disclaimer: Plot cerita sepenuhnya milik saya. Sedangkan untuk semua tokoh saya hanya meminjam nama dan sedikit dari karakter mereka. Semua Tokoh adalah milik Allah SWT beserta orangtua mereka masing-masing.

Kurasakan tangannya yang mengenggamku terasa hangat. Ya, ini sangat hangat, dan selalu seperti itu tiap kali dia melakukannya. Pandangan matanya tertuju pada apa yang ada di depannya kini. Sebuah hamparan lembah berwarna hijau dan semilir angin sejuk yang membelai lembut tubuh kami. Siang ini matahari sangatlah cerah, potongan pertama musim semi yang kami rasakan berdua untuk kesekian kalinya. Setiap kali awal musim semi tiba, aku dan dia selalu membuat kesepakatan bahwa kita akan menikmatinya bersama. Entah dimanapun itu, kami berdua telah sepakat untuk melewatkannya bersama. Merasakan bagaimana hangat dan segarnya aroma musim semi membelai pori-pori kulit kami.

“Sudah lama sekali ya?” tanya nya memecah keheningan.

“Ne, tentu saja Oh Sehun..sejak pertama kali musim dingin tiba”

Tangannya makin erat menggenggam tanganku, entah apa yang ia rasakan kini, kulihat raut wajahnya berubah dari sudut mataku. Aku memberanikan diri untuk memalingkan wajah padanya dan menunjukkan senyumku.

“Apa selama ini kau baik-baik saja? sejak saat itu aku belum lagi mendengar kabarmu”

Ia mengatupkan bibirnya, sebuah sirat wajah yang kaku mulai muncul di wajahnya yang tampan itu.

Sejenak ia membersihkan tenggorokannya, mungkin menyiapkan diri untuk memberikan jawaban atas pertanyaanku. Dan akhirnya ia pun memalingkan wajahnya padaku, lalu membalas senyumku yang sejak tadi kutujukan padanya.

“Aku selalu baik-baik saja..kau bisa lihat sendiri kan? harusnya aku yang pertama kali menanyakan hal itu padamu. Kenapa kau selalu mendahuluiku?”

Aku hanya memberinya seulas senyum simpul, dan tetap memandang manik elangnya yang perlahan mulai terlihat sayu.

“Bagaimana kabarmu selama ini? kau selalu baik-baik saja kan?”

Kuputuskan untuk memalingkan wajah darinya, dan menatap pohon yang berhiaskan dedaunan hijau yang segar.

“Aku..mungkin kau tahu sendiri, selama ini aku tak pernah sebaik dulu waktu terakhir kali kita melewatkan musim semi seperti ini. sejak musim dingin datang, tidak pernah ada kata baik-baik saja di dalam hidupku “

Ia menatap lurus padaku, meskipun aku tidak melihatnya dengan langsung tapi sangat kurasakan itu.

“Maafkan aku  Taeyeon..”

Akhirnya kata itu kembali lagi bergema di dalam indra pendengaranku. Sudah keberapa kali sejak ia pertama kali mengatakan itu? apakah ia tidak pernah merasa cukup?

Aku tersenyum, lalu menundukkan kepalaku. Kurasakan mataku menghangat karena itu.

“Aku tahu, kau akan mengatakan ini jika bertemu denganku. Nampaknya kau tak pernah puas ya Oh Sehun?”

Ia memalingkan wajah dariku, lalu melemparkan pandangannya sembarang ke arah lain. kemanapun, asal tidak melihat wajahku. Tapi genggaman tangannya masih terasa kuat di tanganku.

Kulihat iringan semut berjalan di dekat kakiku, mereka bekerja sama untuk membawa sepotong rumput yang entah digunakan untuk apa itu. Dalam keheningan ini, aku merasakan aliran darah di otakku memaksa untuk melihat kembali memori dua tahun yang lalu. Keadaan yang sama seperti ini, dan sekelumit emosi tidak biasa yang menyelimuti kami.

Seoul, 25 Desember 2012

Malam itu, kami telah bersepakat untuk bertemu di taman bermain di tengah kota. Meskipun cuaca saat itu terasa sangatlah dingin, tapi kami memaksakan diri untuk bertemu malam itu juga. Masing-masing dari kami ingin mengungkapkan satu hal sama lain. kami begitu bersemangat dan ingin segera untuk membicarakannya. Saat itu aku begitu gugup, apa yang telah kusembunyikan selama lima tahun ini akan kubongkar semuanya di hadapan Sehun. Mungkin waktu yang bisa dibilang cukup lama itu memberikan keberanian untukku untuk mengungkapkannya. Semoga ia dapat menerimannya dan mendengarkanku dengan baik. Dan semoga hal ini tidak terlalu berpengaruh pada kebersamaan kami selama ini sebagai sahabat. Ya, aku akan mengungkapkan perasaanku padanya. Masa pubertas yang kualami begitu sulit dan aku tidak peka terhadap hal itu. Terhadap perasaanku padanya dan selalu menganggapnya sebagai sahabatku. Namun..seiring berjalannya waktu aku mulai memahami dan mengenali diriku sendiri, termasuk apa yang aku rasakan terhadapnya. Perasaan lain kepada seorang teman lelaki, dan mungkin itu adalah cinta dari seorang wanita..bukan sebuah cinta dari seorang teman wanita.

Ya, aku mencintainya.

Aku berlari menuju taman kota secepat mungkin, nafasku terengah-engah dan syal yang kupakai sudah tidak diam ditempatnya dengan manis lagi. Hawa dingin membelai kulitku yang tipis, tapi aku tidak terlalu menghiraukan itu. Yang aku hiraukan saat ini adalah taman itu, dan aku harus segera bertemu dengannya.

Akhirnya langkahku yang cukup cepat itu mengantarkanku sampai ke taman. Kulihat beberapa orang di sana, namun sosoknya tak kutemukan. Aku memalingkan wajahku ke segala arah berusaha mencari sosoknya di tengah keramaian. Aku mulai tak sabar, aku ingin segera bertemu dengannya. Namun kenapa ia belum datang juga.

Tiba-tiba aku tersentak saat kurasakan sesuatu menepuk bahuku. Aku segera memalingkan wajahku ke arahnya dan kudapati sosoknya di depanku. Aku tersenyum lebar, hingga uap udara sedikit keluar dari mulutku.

Ia tersenyum seperti biasanya, senyum yang selalu membuat hatiku hangat. Wajah tampannya sangat jelas kulihat di depan mataku. Bahkan saat ini tingkat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat di mataku.

Tangannya bergerak mendekatiku, berusaha membenarkan syal yang kupakai yang letaknnya sudah tidak karuan.

“Kenapa kau begitu ceroboh? Hah? apa kau sama sekali tidak merasa dingin?”

Aku hanya bisa tersenyum dan sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Hanya memandangnya lekat.

Setelah ia merapikan syalku, ia menarik tangannya kembali.

“Oke  Taeyeon, apa yang akan kau katakan?”

“Lalu, kau sendiri apa yang akan kau katakan Sehun?”

“Kau saja duluan,”

“Tidak, kau saja yang duluan..”

Sejenak ia mengacak rambutnya pelan, mungkin ia merasakan sedikit adrenalin dari rasa dingin dan apa yang akan ucapkan padaku.

“Baiklah..kalau begitu apakah kau mengizinkanku untuk mengatakannya duluan?”

“Ne” jawabku singkat.

Ia menghembuskan nafasnya, bersiap untuk apa yang akan ia katakan. kulihat kepulan uap udara di sekitar mulutnya.

“Aku..akhirnya berpacaran dengan Ji Ae”

Apa?

Apa yang ia katakan barusan? Apakah aku tidak salah dengar?

Aku terdiam, dan kurasakan kakiku perlahan membeku. Perlahan otot bibirku melemah dan menghilangkan senyuman yang tadinya terukir di wajahku.

“Kau terkejut kan  Taeyeon? Yoo Ji Ae membalas perasaanku!!”

Wajahnya sangat berseri-seri, bahkan kulihat rona merah muda mulai muncul di pipinya.

Aku bingung harus melakukan apa, bahkan untuk sekedar menggerakkan bibirku saja aku tak mampu.

“Kau kenapa  Taeyeon? Apa kau merasa kedinginan sekarang?”

Beberapa detik kemudian kurasakan kedua tangannya yang diselimuti oleh sarung tangan berbahan wol berwarna hitam menempel di kedua pipiku. Wajahnya yang berseri-seri perlahan menghilang dan tergantikan oleh ekspresi kekhawatiran yang menderanya.

“ Taeyeon..kau kenapa  Taeyeon?”

Perlahan kuraih kedua tangannya yang menangkup pipiku dan kulepaskan pelan-pelan. aku membuang nafasku dan kucoba untuk menatap kedua maniknya yang tertuju padaku.

“Nan gwenchana..aku sama sekali tidak apa-apa”

“Lalu kenapa wajahmu pucat begini, hah? mungkin lebih baik kita pindah dari sini dan memasuki kafe terdekat..aku tidak mau kau kedinginan di sini”

Aku menggeleng pelan, berusaha menahan air mata yang mungkin akan keluar dari kedua mataku.

“Aniya..jika aku sudah mengungkapkan hal ini padamu, aku akan segera pulang kerumah”

Lagi, dia kembali memegang wajahku. Apakah dia tidak menyadari bahwa wajahnya kini begitu memuakkan bagiku?

“Lalu apa yang ingin kau ungkapkan? Ayo, cepat katakan..”

Sejenak aku melihat ke bawah kakiku, berusaha untuk tidak memandang wajahnya lama. Namun akhirnya aku memaksakan diri dan kembali menatap wajahnya.

“Chukae..” itu yang meluncur dari bibirku.

“Ne?”

“Chukae..selamat atas diterimanya perasaanmu olehYoo Ji Ae”

Sejenak ia mengatupkan bibirnya, dan memandang wajahku sendu.

“Kau yakin kau hanya akan mengatakan itu?”

Aku mengangguk pelan, masih dengan tangannya yang menangkup kedua pipiku.

“Ne, karena sebelumnya aku juga telah mendengar hal ini..dan aku berniat untuk mengucapkan selamat padamu. Selamat Oh Sehun..akhirnya perasaanmu bisa dibalas oleh seseorang yang kau cintai”

Ia tersenyum, dan detik berikutnya kurasakan ia membawa tubuhku ke dalam pelukannya. Ia mendekapku erat seolah ingin menghilangkan rasa dingin yang kurasakan di tubuhku.

“Terima kasih  Taeyeon, kau memang sahabat terbaik sepanjang masa..”

Aku hanya bisa pasrah di dalam pelukannya. Sama sekali tidak bergerak dan membiarkan ia memeluk tubuhku dengan erat. Namun ada sesuatu yang tak bisa kupasrahkan dariku..perasaan yang tak bisa kuungkapkan ini, dan setetes air mata yang mulai muncul dari mata kiriku.

Cinta pertamaku telah berakhir, dan aku harus menguburnya kembali.

Sinar mentari semakin terik dan hawa khas musim semi mulai memenuhi atmosfer di sekitar kami. Kurasakan ia perlahan melepaskan genggaman tangannya dariku, lalu meraih kedua bahuku dan menghadapkan tubuhku padanya.

“Apa kabar  Taeyeon?”

Aku merotasikan kedua bola mataku, terlalu enggan untuk menjawab pertanyaannya yang selalu sama.

“Aku tidak mau menjawab lagi Sehun, berapa kali kau harus menanyakannya padaku?”

“Aku harus memastikan kau memang benar-benar baik, Kim Taeyeon..jika tidak aku akan terus membanjirimu dengan pertanyaan yang sama da berulang-ulang tiap hari.

Oh, ayolah..mungkin karena jawabanku tadi.

“Apa kau merasakan penyesalan kembali setelah aku memberikan jawaban tadi padamu?”

“Ne, aku merasakan hal itu menyeruak kembali di dalam diriku. Aku tidak bisa tenang jika kau menjawabnya seperti itu”

Perlahan aku mengangkat tangan kiriku, dan menunjukkan apa yang kini tersemat di jari manis tangan kiriku. Sebuah benda berwarna perak berhiaskan permata kecil yang berada di tengahnya.

“Apakah ini tidak cukup sebagai sebuah jawaban untukmu?”

Ia memandang jariku dengan pandangan yang nanar. Lalu kembali memandang wajahku dengan pandangan yang serius.

“Aku tak pernah sebaik ini semenjak kau menyematkan benda ini di jariku beberapa hari yang lalu, dan aku harus berakting lagi dengan drama yang kau rangkai dengan judul “Permintaan maaf dari Oh Sehun kepada Kim Taeyeon? Hah, apa kau tidak pernah puas?”

Ia sedikit tersenyum, masih menatapku.

“Aku tidak akan pernah puas untuk meminta maaf padamu, karena beberapa tahun yang lalu aku telah menyia-nyiakan cinta dari seorang gadis baik yang selalu menemaniku setiap hari, dan aku telah menyakiti perasaan tulus dan berharga dari seorang gadis yang selama ini sangat tulus mencintaiku”

Aku sedikit menari ujung bibirku setelah mendengar perkataannya.

“Ya, kau adalah laki-laki berdosa yang telah mencampakkan perasaanku waktu itu. Tapi aku bersyukur Tuhan telah mengembalikanmu kembali padaku, karena perasaan cintaku padamu adalah sebuah anugerah terindah yang Tuhan berikan untukku, meskipun aku pernah merasakan hal yang sakit karena ini tapi aku tidak pernah menyesalinya”

Kali ini kulihat senyumnya lebih lebar dari sebelumnya, lalu ia segera membawa diriku ke dalam pelukannya.

“Ya, karena Oh Sehun adalah takdir dari Kim Taeyeon, seberapa jauh jarak memisahkan kita dan seberapa sulit masalah yang kita hadapi aku akan kembali padamu dan kau akan kembali padaku”

Kurasakan ia semakin erat mendekapku, dan perlahan aku membalas pelukannya.

“Ne..setelah semua itu, setelah semua kejadian yang kau alami dan kau dicampakkan oleh Yoo Ji Ae karena ia lebih memilih hati dari seorang pria bernama Kim Myungsoo dan memilih mencampakkan Oh Sehun. Karena itu kau kembali padaku lagi kan?”

“Ne, dan saat aku kembali kau masih sendiri dan masih menungguku juga kan?”

Aku menggeleng pelan di bahunya, merasakan betapa hangat suhu tubuhnya menjalar di tubuhku.

“Aku tidak menunggumu..aku hanya menunggu seseorang yang menjadi takdirku”

“Dan kabar baiknya, seseorang yang menemuimu dan kau tunggu itu adalah aku..bukankah itu menunjukkan aku adalah takdirmu?”

“Ya..benar Oh Sehun, kau adalah takdirku”

The End

sudah membaca? harap komennya ya teman-teman.. 😀

Advertisements

48 comments on “[Ficlet] Destiny

  1. Kyaaaa smpt sedih di tengah2 ternyata happy ending yaaaaaaa. Seyeon itu fav couple aku bgtttt. Bagus thoooor lanjut yaaaaa

  2. ow so sweet,,
    wlopun berpsah mrka khrnya bertemu krn takdir,,
    suka ma kta2nya..
    next projrct ditggu ya thor,,
    fightaeng!!!

  3. kyaaaa ending nya sosweet :’)
    udh mau nebak bakal sad ending, eh happy ending ^^
    author yg satu ini emang sulit d tebak. wkwkk
    great job authornim..
    duh OSH takdirnya KTY. iya deh kalo d dunia per fanfic-an. kalo dunia nyata kan masih BBH. Hehe
    ditunggu karya yg lainnya. bikin ff genre mature lg dong. tp cast exotaeng yah authornim 🙂

  4. keren thor, feel nya kerasa. oh ya, ff DWLM kapan dilanjut ya.? udah lama nunggu tuh ff,, dilanjut secepatnya ya. fighting^^

  5. The story that you make almost the same with what happened to me. And I hope get a happy ending, just like your story XD Daebakk!!!

  6. HYAAAAAAAA……
    kirain bkal Sad end…
    ehhh… trnyata slah,mlah Happy End YEAY….
    ckckck… Ji ae knapa cmpakin Sehun oppa kn ksihan…
    tpi Sehun oppa sma Tae eonn Yippy~ XD
    ff yg lain di tnggu Thor…. 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  7. Aku kirain sad endinggg eeehhh malah happy ending yeeeyyy ff nya bagus thorrr^^ aahhhh seyeon couple fav setelah baekyeon dan kyutae :33 . ditunggu ff yg lainnya thor hwaitingggg😘💕

  8. Thorrrr heeee apdate!kirain mereka ga bersama,akhirnya bersama,nyesak waktu baca sehun pacaran ma gadis lain,thor kutunggu ff DWLM mu!^^

  9. Daebakk!!happy ending…wooo~i like it…tau gak sih thor,tadi tuh aku sampe ambil ancang2 takutnya bakal sad ending tapi God really bless me jadinya happy end kyaaaaa

  10. Waaaw daebakk unnie 😉 feel’a dpt bgt .. Apalagi bagian tngh’a .. Uh sedih bgt 😀 .. Thor aku mau minta PW’a beatiful creature chap 6 gmna ?

    • Oh, maaf chingu..aku bukan ryn eonni, kalo mau minta password beautiful creature mention aja ke alamat email @haime_fa atau langsung aja ke lmenu how to get password. Pasti ada di situ..

  11. alurnyaa bagus thorr.. kesannya juga pas.. apalagi feelnya itu.. #apasih
    next project ditunggu yahh 🙂

  12. Daebak ,,, meskipun sedih di tengah ceritanya,, tapi akhirnya happy ending dan juga mereka so sweet bamget… 😀
    Next ff ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  13. hooo mereka bersatuu suka bgt tuh kata destiny huaaa nyentuh. bgt di hati…
    kirain. tdi bakal sad syukur dehh happpy end…. dtunggu karya lainnya eonn

  14. Aigoo kirain sad ending lho ceritanya..
    Nyesek pas pertengahan, tpi lma2 engga. Hehe.. Untung ji ae klo ga slah nmanya, campakin sehun. Klo engga huntae ga akn bersatu. Dtnggu fic lainnya!
    FIGHTAENG!!

  15. kyaaaaaa!><
    keren banget ceritanya, thor.
    aku suka banget, kirain sad ending taunya happy ending. Daebak!
    Ditunggu sequelnya ya thor:) Fighting

  16. Aaaaa seneng ternyata happy ending wks
    wkt baca yg part flashback kirain bakal ngenes /?
    Nice story thooor, pinter nyetir cerita/? jadi ga langsung ketebak ceritanya gmn hihi
    Good job! Ff lainnya ditunggu thooor❤

  17. Pingback: [Ficlet] Destiny | SAY - Korean Fanfiction

  18. Bagus!!! Aku sukaaaa. Aku kira bakal sad ending gitu kan tapi akhirnya TY kembali bersatu dengan Sehun yeay! Ditunggu fanfic(s) berikutnya, authornim ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s