I Need Your Love ( Chapter 2 )

325

Author : Oh Kyuri_76

Title : I Need Your Love

Genre : Romance, Funny, Friendship, Hurts, School of Life, Family

Length : Multichapter

Rating : PG 13 + ( Bisa berubah sewaktu-waktu )

Main Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Xi Luhan (EXO), Seo Ji Hyun (SNSD), Oh Sehun (EXO)

Other Cast : Silahkan temukan sendiri

Disclaimer :

          Attention ! This is just a fanfic, don’t think to much ! All of the cast it’s belong to God, their parents, them selves, and fans too ! Remember ! Please, don’t be a plagiator ! No bashing ! And then, give me your comment after read this fanfiction ! Thank you ^^

Author Note’s :

Alur ff ini terinspirasi dari beberapa pengalaman author mengenai percintaan –” || Sekali lagi author ingatkan untuk readers sekalian, ceritanya membosankan, pasaran, dan akan begitu hingga seterusnya.

Summary :

“ Kau iri padanya, ‘kan ? Kau iri karena melihat Hyorin berteman baik dengan Seohyun, bukan begitu ? ”

WARNING !!! TYPO !!!

^ Happy Reading ^

– Author POV –

Tak lama setelah Taeyeon masuk, Luhan menyusul. Kondisi kelas sangat ramai dan sedikit berantakan. Wajar memang, kelas mereka pernah mendapat predikat ‘bad’ saat pengajar bagian kebersihan memeriksa ruangan tersebut tiga minggu yang lalu. Dan itu sungguh sangat memalukan.

“ Kyaaa !!! Luhan-ssi sudah datang !!! ”

“ Luhannnn !!!!!!! ”

Teriakan itu seperti cambuk bagi Taeyeon. Ia menutup kedua matanya perlahan, lalu membukanya lagi. Luhan berjalan ke arahnya dengan wajah datar, Taeyeon harap ekspresinya tidak berubah saat wajah sahabatnya itu kembali berada didekatnya.

“ Aku butuh penjelasan. ”

~ Chapter 2 ~

Taeyeon tersentak, ia menelan salivanya, “ Se-sejak kapan ka-kau berada disana, Suho ? ”

“ Heh ? Sejak kapan ? Bukankah aku sudah berada disini sejak kau masuk ? Ah ! Taeyeon, aku memang butuh penjelasan soal pelajaran Rinn sosaengnim nanti. Kau tahu, aku sangat tidak pandai biologi. ” ungkap teman sekelas Taeyeon, Suho.

“ Eh ? Ke-kenapa aku ? ”

Suho mengedikkan kedua bahunya, “ Entah, aku hanya mengikuti pandanganku saja. ”

“ Mwo ? ”

“ Tadinya aku ingin bertanya pada Sulli, tapi dia sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Jadi, saat aku melihatmu masuk, aku langsung berpikir bahwa kaulah orang yang tepat. ” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Taeyeon menghembuskan nafasnya, “ Oh, begitu ? Ba-baiklah. ” ia pun berbalik dan mengambil buku biologi didalam tas sekolahnya. Sementara Luhan yang tadinya ingin menghampiri Taeyeon, tiba-tiba mengurung niatnya ketika Suho berhasil mendapatkan perhatian sahabatnya lebih cepat.

“ Sialan. ” gumam Luhan dengan tatapan tajam. Sorot matanya terus memperhatikan Taeyeon yang tengah sibuk menjelaskan materi biologi pada Suho. Padahal Luhan tahu, Suho bukanlah lelaki dengan IQ rendah.

“ Ck, kenapa begitu ? Bukankah seharusnya kau memilih yang ini ? ”

Taeyeon menggeleng, “ Tidak, Suho-ah … Jika kau memilih A, maka jawabanmu akan berbanding terbalik dengan soal itu. ” balasnya sembari menunjuk sebuah soal didalam buku biologi mereka.

Suho memutar kedua bola matanya, “ Fine. ”

“ Ah ya, lagi pula … Lee sosaengnim akan mengadakan perpindahan kelas, bukan ? ”

“ Hn. ”

“ Kau tidak khawatir ? ”

Dengan spontan Suho menoleh, “ Waeyeo ? Hal apa yang harus dikhawatirkan ? ”

“ Ma-maksudku … Ki-kita tidak tahu a-akan dipindah ke kelas a-apa, ‘kan ? ” jawab Taeyeon setelah ia menyadari kesalahan menyusun kalimatnya. Jika Suho tipe lelaki seperti Luhan, pasti dia langsung bertanya yang tidak-tidak padanya. Sebab kalimat itulah yang menyiratkan rasa khawatir Taeyeon jika berpisah dengan Luhan.

“ Hm, tidak. ”

Taeyeon tersenyum kikuk, “ A-arrasseo. ” detik selanjutnya, mereka kembali berhadapan pada soal biologi masing-masing. Bel pertama pun berdenting keras, siswa dan siswi langsung gusar untuk menempati bangku mereka, begitu pula Suho.

Mengingat beberapa menit ini Taeyeon bersama Suho, ia jadi melupakan sosok Luhan. Lantas kepalanya berpaling ke belakang, mencari wajah yang begitu familiar di indera pengelihatannya. Sayang, pintu kelas berdecit cukup keras, menandakan Lee sosaengnim yang sudah siap dengan absensi siswa-siswi ditangannya.

Taeyeon merotasikan matanya, belum sempat ia menemukan Luhan, seorang pengajar tiba-tiba muncul dengan wajah tanpa ekspresi, menyebalkan. Tidak berhenti disana, ketika Lee sosaengnim membacakan nama siswa dan siswi yang akan dipindahkan selama sepekan, suasana ricuh didalam kelas menjadi tak terkendali.

“ … Hyorin, Luhan, Sulli, Jong Dae, dan Hyun-A akan menempati kelas 2-1 … ”

“ … Kim Taeyeon, Kai, Suho, Suzy, dan Myung Soo akan menempati kelas 2-2 … ”

“ … dan untuk yang lain, kalian semua tetap berada dikelas ini ! ”

Semangat Taeyeon langsung hilang begitu saja. Ia tidak bisa melihat Luhan lagi dikelas yang sama, walau semua itu hanya sepekan. Kai dan Suho tampak santai seperti biasanya, Suzy dan Myung Soo juga sama, yang berbeda hanyalah dia, Taeyeon. Namun untuk saat ini, keegoisan tidak boleh menguasai hatinya, ia tetap harus tersenyum dan membantu Luhan mendapatkan Seohyun.

Tok ! Tok ! Tok !

Ketukan pintu kelas membuat semuanya terdiam. Mereka terus memperhatikan pintu tersebut, barulah semuanya menghela nafas saat wajah seseorang terlihat.

“ A-annyeong … ”

Lee sosaengnim tersenyum membalas, “ Nona Seo Ji Hyun ? Apa anda mempunyai keperluan saat pembelajaran berlangsung ? ” tanyanya terdengar sinis.

“ Sosaengnim, sa-saya ingin bertemu dengan Taeyeon. ”

“ Hah ?! ” para siswa-siswi secara otomatis melihat ke arah gadis yang dituju. Taeyeon menunduk, ia terlalu penakut menghadapi tatapan dari teman-teman sekelasnya.

“ Nona Kim ? ” panggilan Lee sosaengnim sukses membuat Taeyeon mengadahkan kepalanya. Ia berdiri dan berjalan ke arah Seohyun yang masih setia berada didekat pintu kelasnya.

“ Sosaengnim, sa-saya minta waktu se-sebentar, nde ? ”

Awalnya tak ada jawaban, namun setelah menunggu hingga lima detik, barulah Lee sosaengnim mengangguk dengan arti memperbolehkan, “ Lima menit, nona Kim. Setelah itu, kalian yang baru saja sosaengnim sebutkan namanya diharap bersiap, dan tempatilah kelas sementara masing-masing. ”

“ Nde, sosaengnim ! ” seru seluruhnya. Taeyeon tersenyum pada Seohyun sekilas, lalu menariknya untuk keluar dari kelas.

“ Apa Sehun yang menyuruhmu, Seohyun-ah ? ”

Seohyun mengangguk pelan, “ Ini … Ponselmu, Taeyeon ? ”

“ Nde, gumawo. ” gadis yang memiliki surai blonde itu meraih ponselnya.

Seohyun hanya bisa diam, ia yang hendak pergi terpaksa harus mengurungkan niatnya kembali. Pasalnya, tangan Taeyeon sedang menahan lengannya, “ Bisa kita bicara ? ”

“ Nde. ”

Perlahan Taeyeon memulai permbicaraan, “ Apa … Sehun memberitahumu tentang … Se-sesuatu ? ”

Seohyun mengernyit, “ Tidak, dia hanya menyuruhku mengantarkan ponselmu, Taeyeon-ah. ”

“ Be-begitu saja ? ”

Seohyun mengangguk, “ Memangnya, ada apa ? ”

“ Se-sebenarnya … A-aku yang … ” ucapan Taeyeon menggantung, ia menggigit bibir bawahnya saat Luhan telah berada disampingnya.

“ Taeyeon, sosaengnim memintamu untuk masuk. ”

Seohyun yang melihat Luhan langsung menundukkan kepalanya, “ A-annyeong, Luhan-ah … ”

“ Hn. ” jawaban Luhan membuat raut wajah Seohyun tidak secerah sapaannya. Taeyeon mendengus, Luhan terlalu menjunjung tinggi sikap ‘cool’ yang mengalir dalam darah keluarga ‘Xi’, dan Taeyeon sangat merutuki sikap parasit itu.

“ Kajja. ” melihat Luhan yang sudah berlalu, Taeyeon pun tersenyum kaku. Ia tidak enak hati pada Seohyun, dengan terpaksa Taeyeon harus melambaikan tangannya dan tersenyum semanis yang ia bisa.

“ Maafkan sikapnya, Seohyun-ah … Terima kasih, annyeong ! ”

Seohyun membalasnya, “ Cheonma, annyeong. ” selanjutnya, gadis itu berjalan menjauhi kelas dengan papan yang berisikan angka ‘2-3’, sebuah bilangan yang menjadikan letak kelas tersebut ditengah kelas lainnya.

***

Sekarang, di kelas inilah Taeyeon menuntut ilmunya. Beberapa wajah baru, suasana baru, dan pengajar yang terlihat asing baginya. Jika di kelasnya Taeyeon menduduki bangku terdepan, maka sekarang ia menduduki bangku terbelakang, berusaha mengasingkan diri karena belum terbiasa.

Pelajaran berbahasa Korea yang baik sudah dimulai. Para siswa dan siswi membuka buku masing-masing, mereka mendengar penjelasan Chang Hee sosaengnim dengan seksama. Sama seperti Kai, dan Suho, Taeyeon juga merasa sedikit aneh dan kurang mampu menyesuaikan diri.

Alhasil, murid pindahan dari kelas ‘2-3’ itu membungkam bibir mereka. Teman di kelas baru tersebut hanya akan bersuara bila pengajar melontarkan pertanyaan, setelahnya langsung hening kembali. Taeyeon berharap ia tidak kesusahan bergaul dengan mereka, walau dalam hatinya ia sudah mengibarkan bendera putih.

“ Bisakah … Aku meminta kertasmu ? ”

Taeyeon menoleh dan mendapati seorang gadis berambut sebahu, dengan wajah putih merona sedang meminta kertas kosong didepannya, “ Kertas ? Maksudmu … Ini ? ” Taeyeon menunjukkan selembar kertas tak ternoda kepada gadis tersebut.

“ Nde. ”

“ Tentu saja, kau boleh memintanya. ” ia menyerahkan kertas itu pada si gadis. Senyuman tipis dari teman barunya mengakhiri percakapan mereka. Taeyeon sendiri sedikit heran, tampaknya gadis itu hanya meminta selembar kertas sebagai bidang gambarnya.

Beberapa menit berlalu dengan cepat, bel tanda istirahat berbunyi keras. Semuanya berhamburan keluar menuju tujuan masing-masing. Ketika Taeyeon mengambil buku tebalnya didalam tas, ia sedikit mencuri pandang ke arah gadis yang meminta kertasnya tadi.

“ Apa kau tidak ingin pergi ? ” tanya Taeyeon saat hanya mereka berdualah yang tersisa.

Gadis itu menggeleng, “ Tidak, aku ingin sendiri. ”

Taeyeon semula tidak mengerti, namun ia hanya mengangguk singkat, “ Arrasseo. ” langkah Taeyeon berjalan menjauhi gadis itu. Ia menggenggam erat buku tebalnya, berniat menuju ke taman dengan pohon sakura yang tengah bermekaran.

***

Taman inilah tempat favorite Taeyeon. Hamparan rerumputan hijau yang amat terjaga kebersihannya membuat setiap mata yang memandang menjadi sejuk. Udara dingin karena helaian angin menjadi salah satu bagian terkecil yang paling disukainya.

Tidak banyak siswa-siswi yang berada disana, hanya beberapa, termasuk Taeyeon. Sebab hal itulah yang bisa membuatnya tersenyum manis. Taeyeon menyukai ketenangan, apa lagi disaat ia sedang membaca buku seperti sekarang. Terasa damai dan begitu asri.

Matanya terhenti sesaat setelah merasakan kehadiran seseorang disampingnya. Tidak perlu menoleh, Taeyeon sudah hafal dengan aroma familiar itu. Difokuskannya pada bukunya kembali, Taeyeon tidak ingin pikirannya terarah pada Luhan.

Duduk dalam diam membuat Taeyeon sedikit jengah. Sementara Luhan tetap bertahan dengan mimik datarnya. Akhirnya, gadis itu pun memulai pembicaraan, “ Bagaimana kelas barumu ? ”

“ Aneh. ”

Taeyeon menautkan kedua alisnya, ditatapnya Luhan dengan pandangan tidak mengerti, “ Aneh ? ”

“ Tidak ada yang menyenangkan. ”

“ Kau yakin ? ”

Kali ini kepala Luhan yang menoleh menatap sahabatnya , “ Menurutmu ? Hanya ada hal kecil saja yang membuatku sedikit merasa nyaman. ”

Taeyeon mengangguk, hanya saja tatapannya tetap fokus membaca buku tebal itu, “ Mwoyeo ? ”

“ Dia. ”

Awalnya Taeyeon terdiam. Ia tahu pasti siapa yang Luhan maksud dengan kata ‘Dia’. Hatinya kembali berdenyut sakit, “ Kau sekelas dengannya ? ”

“ Hn. ”

“ Ba-baguslah. ”

Luhan menghembuskan nafasnya, “ Bagus kau bilang ? Tidak, kau akan menarik ucapanmu saat mendengar Hyorin yang menceritakan hal-hal aneh kepadanya. ”

“ Itu berarti, kau harus lebih unggul darinya. ”

“ Cih, tidak perlu. ”

Taeyeon tersenyum lembut, “ Kau iri padanya, ‘kan ? Kau iri karena melihat Hyorin berteman baik dengan Seohyun, bukan begitu ? ”

“ Tidak. ” sangkal Luhan. Ia memalingkan wajahnya, menyembunyikan ekspresi berbeda. Kedua matanya meredup dan berubah menjadi sendu.

“ Butuh bantuan ? ”

Mata Luhan bertemu dengan mata sahabatnya, “ Maksudmu ? ”

“ Jika terus seperti ini, maka tidak akan ada perkembangan, Luhan-ah. Oh, ayolah, kau tidak ingin melihatnya menjadi milik orang lain, bukan ? ”

Luhan tahu kemana arah perbincangan mereka, “ Itu tidak mudah, Taeyeon. ”

“ Kalau begitu, mari kita buat semua itu menjadi mudah. ” sekejap keheningan menyelimuti. Luhan tak menjawabnya, karena ia tahu semua itu pasti akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“ Aku serius. ” imbuh Taeyeon yang melihat ketidak pastian dimata Luhan.

“ Bisakah … Kau melakukannya ? ”

Taeyeon mulai mengulas senyuman manis, “ Kau meremehkanku, tuan Xi ? ”

“ Tidak. ”

“ Lalu ? Tentu saja aku bisa ! ”

Luhan mengerjapkan matanya. Melihat semangat menggebu yang Taeyeon tunjukkan, bisa mengurangi rasa tidak percaya dirinya sedikit demi sedikit. Setelah itu hening. Terpaan angin membuat surai Taeyeon melambai mesra, menambah keanggunan parasnya yang menawan.

“ Taeyeon ? ”

“ Hm ? ”

Luhan menoleh, “ Setidaknya, tataplah aku. ”

“ Aku sibuk. ” balasnya yang sudah terjun dalam dunianya lagi, membaca.

“ Bahkan perhatianmu pada Suho lebih berharga dariku. ” ketus Luhan dengan tatapan tajam.

Saat itu juga kepala Taeyeon berpaling, menampakkan kening yang mengkerut, “ Tadi itu, aku hanya menjelaskan materi biologi, Luhan-ah. ” jelas Taeyeon ketika ia menangkap makna dibalik kalimat Luhan.

“ Abaikan, aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. ”

“ Apa itu ? ”

Luhan memejamkan matanya, “ Kenapa kau membantuku, Taeyeon ? ”

Bungkam bukanlah pilihan yang tepat untuk Taeyeon. Dengan sekuat tenaga ia mencoba tersenyum, tidak ingin memperlihatkan wajah sedihnya, “ Te-tentu saja ka-karena kau sa-sahabatku … Lu-luhan-ah. ”

– To Be Continued –

Author Note’s :

          Sorry readers !!! Author sudah vakum selama 2 bulan lamanya -,-” || Author minta maaf sebesar-besarnya, nde ? Karena author sudah membuat readers penasaran, maka author akan posting chapter ketiganya dalam hitungan hari !!! Can 60 (+) comments ? Author akan lanjutkan jika terkabul ! Annyeong ^^

Advertisements

80 comments on “I Need Your Love ( Chapter 2 )

  1. kok pendek thor? 😥
    padahal lagi greget”nya eh malah ada tbc pengganggu huh 😦
    hah taeng bener” baik kepada luhan karena rasa cintanya
    tapi luhan gak peka -_-
    tapi apakah luhan jealous melihat adegan suho dengan taeyeon??
    aahhh penasaran thor, next chapnya lebih dipanjangin yah thor~

  2. uda 50-an thor….moga aja sampai ratusan….jadi author harus kirim 2 chap sehari sekali.. #evilaugh #kidding thorr 🙂
    suka si FFnyaa.. tapi, Tbcnya itu lohhh..

  3. Its so shor~ but its okay. next chap di tunggu 🙂 kasian taeyeon rela mengorbankan perasaan demi sahabat 😦 be patient taeyeon

  4. taeng 😦
    dia ngebantu luhan dgn mengorbankan perasaannya sendiri 😦
    tapi chap ini pendek bgt thor, kalau bisa dipanjangin lagi ya 🙂
    keep writing^^

  5. Noh udh 60+ thor..ditambah komen aku jadi 63…ayo dong update thor jeballl…kalo bisa bikin luhan cemburu ya misalnya taeng deket sama sehun gitu ^^

  6. Authooorr knp tbc ??? Aduuhh greget bgt sma si rusa, tuh org ga peka2
    nyesek, nyesek klo jdi taeng. Emang iye(?)
    thor, ga mau tau nextnya hrus cpet #maksa
    FIGHTAENG!!

  7. late comment thor– luhan sebenarnya tau gk sih klau tae eonnie suka sama dia? next chapternya dpnjngin lagi ya? semangat

  8. Kok pendek banget si thor.. next chap nya lebih di panjangin lagi ya thor.. dan jangan lama-lama Next chap nya

  9. Walaupun di part ini pendek tp menurutku alurnya bagus kok..
    Klo aku jd Taeyeon psti nyesek banget..

    b^^d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s