[FREELANCE] The Vampire Knight (Chapter 1)

The Vampire Knight

Night 1 #Vampire’s Night


Author : Kang Rae Hwa

Length : Multichapter

Rating : PG 17

Genre : Action, supernatural, school life, mystery, romance

Main Cast : Kim Taeyeon, Kim Jaejong, Kris (Wu Yi Fan)

Supporting Cast : Choi Sooyoung, Max Changmin, Seohyun, Kang Seulgi, Park Chanyeol, Choi Minho, Lee Taeyong, F(Luna) and find by yourself.

Disclaimer : FF ini aku adopsi dari sebuah anime Jepang dengan beberapa perubahan pada dialognya. Over all mohon tetap dihargai. Keseluruhan cast adalah milik Tuhan, orang tua dan agensi terkait. Please don’t claim this plot !!

Author’s Note : This is the real page. Are u ready to join with us ? Welcome to the Page 1 : Vampire’s Night J

Credit poster : Jeongmal Kamsahamnida >> LAYKIM@Bordeaux ArtPoster

“You can’t get close with Vampire..

If you are close, the eye will be slaving you”

12 tahun yang lalu

    “Dingiinn.. ”

    Seorang gadis kecil berusia kira-kira 5 tahun bersurai hitam panjang, tengah berjalan seorang diri di dinginnya musim salju yang sudah menutupi hampir sebagian besar wilayah tersebut.

    “Salju yang bersih dan putih. Apa itu putih bersih ? Apa itu salju ?”

    Sesuatu yang bukan merah…

    “Sesuatu yang merah ? Apa itu ?”

    Ia sedikit terusik ketika samar-samar ia melihat ada bayangan yang tengah mendekat ke arahnya. Perlahan tapi pasti, bayangan tersebut semakin mendekat hingga sang gadis bisa melihat dengan jelas sosok tersebut.

    Seorang pria..

    Tinggi…

    Bermata merah.. tunggu dulu, merah ?

    Dan giginya ? Ia bertaring

    Ia perlahan mendekati gadis tersebut kemudian berhenti sejenak

    “Apa kau sedang tersesat gadis kecil ?”

    Itu..

    “Bolehkah aku mencicipi darahmu ?”

    Hewan buas dalam bentuk manusia, yang menghisap darah manusia.

    Pria tersebut mendekati gadis tersebut, sang gadis menjauh namun sayang ia malah jatuh tersungkur ke dalam sebuah gundukan salju. Pria tersebut kini tengah memegang kepala gadis mungil tersebut.

    “A.. Andwee…” Teriak gadis malang tersebut. namun, sedetik kemudian ia menangkap sesosok makhluk lain di belakang pria tersebut. dengan cepat, sosok yang ada di belakang pria tersebut telah menghabisi pria menyeramkan tadi dengan salah satu tangannya tepat di leher pria bermata merah tersebut.

    “Kau vampir yang memalukan !” Ujar sosok yang ternyata memiliki warna mata yang sama dengan pria tadi.

    Itu.. Vampir..

    “Apa kau tidak apa-apa ?” Sosok tersebut menghampiri gadis mungil tadi kemudian mengulurkan tangannya, berniat membantu gadis kecil nan malang.

    Gadis mungil itu hanya diam tak bereaksi, namun tatapannya tidak pernah lepas dari sosok vampir tersebut. lebih tepatnya, matanya.

    “Kau tidak boleh mendekati vampire..”

    Tatapan gadis mungil tersebut seolah telah terkunci oleh tatapan sosok vampir yang masih setia menunggu balasan dari uluran tangannya kepada gadis tersebut dengan senyumannya yang begitu menawan.

    “Jika kau mendekat…”

    Tanpa melepas tatapannya, perlahan gadis tersebut mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan vampir tersebut.. Kemudian mendekap sosok yang lebih tinggi darinya dengan erat..

“Mata itu akan memperbudakmu”

####

12 tahun kemudian

Taeyeon POV

    Ini adalah Cross Gakuen, salah satu sekolah terkenal dan favorit di Jeju. Saking terkenalnya murid-muridnya pun berasal dari berbagai penjuru Korea, baik itu Korea Selatan ataupun Korea Utara tentunya hanya orang-orang tertentu saja yang berhasil mengenyam pendidikan di sekolah ini. Hanya anak-anak yang berasal dari kelas atas Korea Utara saja yang berhasil menembus ketatnya perizinan pemerintahan di sana.

    Bahkan anak-anak dari luar negeri pun banyak yang akhirnya memutuskan untuk menempuh pendidikannya di sini. Keren bukan ? Tentu saja mereka tertarik dengan sekolah ini karena fasilitas serta kurikulum yang berbeda dari sekolah manapun. Jangan lupakan juga, bahwa sekolah ini mewajibkan seluruh muridnya untuk tinggal di asrama yang telah disediakan sekolah sampai mereka lulus nanti. Artinya mereka tidak diperbolehkan pulang kecuali jika memang itu sangat urgent. Dalam setahun orang tua murid hanya diperbolehkan menjenguk anaknya sebanyak 2 kali saja, itupun tidak boleh ke asrama tetapi di gedung khusus yang terletak di gedung kepala sekolah. Ini dikarenakan agar mereka bisa fokus belajar dan meraih prestasi semaksimal mungkin.

    Mungkin salah satu alasan lainnya kenapa mereka tertarik dengan sekolah ini ialah adanya Night Class dan Day Class yang menjadi daya tarik utama sekolah ini. Tentunya kalian tahu kan sistemnya seperti apa. Kalian akan langsung mengerti hanya dengan membaca kata night dan day. Sebenarnya hanya waktu saja yang membedakan jam pelajarannya, namun ada hal lain yang lebih menjadi pembeda utama kedua kelas tersebut.

    Siapapun di sekolah ini akan sepakat jika kelas yang paling menonjol dan yang paling menjadi sorotan utama di sekolah ini adalah Night Class. Di kelas tersebutlah para primadona serta artis-artis terkenal berkumpul. Kebanyakan siswanya juga berasal dari luar negeri. Ditambah dengan adanya sekumpulan siswa yang menjadi primadona utama dari Night Class. Meski sebenarnya ada sebuah rahasia yang harus ditutupi dan dilindungi demi keselamatan bersama.

Setiap sore ketika gerbang asrama Night Class akan terbuka maka adalah hal lumrah jika kalian akan menemukan sekumpulan yeoja-yeoja atau namja yang sudah berbaris rapih di pinggir jalannya hanya untuk melihat murid-murid Night Class yang akan memulai aktifitas belajar mereka.

    Sepertinya halnya sekarang ini aku yang kebagian tugas lagi untuk menertibkan massa gila yang sudah mengerubungi gerbang tersebut.

    “Hey.. jangan mendorongku.. !!”

    “Yeolli oppa palliwa keluarlah.. Jeongmal bogoshipeoyo kyaaa”

    “Oppa saranghae… !!”

    “Hyun-ah.. Seulgi ya..!!”

    Dan masih banyak lagi teriakan yang ya ampun sungguh menjijikan dan terkesan sangat berlebihan ! Apakah mereka begitu segila ini hingga memuja-muja mereka.

    “Aish Ya.. ya. Ya.. Mundurlah sediikit. Murid Day Class dilarang memasuki Night Class. Jadi lebih baik kembalilah ke asrama kalian masing-masing !” Teriakku agar mereka mau berhenti berdesak-desakan.

    “Kau tidak boleh memonopoli semua murid Night Class dong Kim Taeyeon !” Ujar seorang gadis yang berada tepat di depanku.

    “Kau memang anak kepala sekolah, tapi itu tidak adil !!” Timpal seorang gadis lainnya.

    “Itu tidak benar, aku dari anggota kedisiplinan, jadi… ” Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, mereka malah makin mendekat dan berteriak lebih histeris lagi. Aku tetap berusaha mencegah mereka, dengan mendorong sekuat tenagaku. Kemudian terdengarlah suara pintu gerbang yang terbuka. Aku menoleh perlahan ke belakang.

    “Sial, aku terlambat..” Ucapku pelan.

    Tiba-tiba sebuah suara peluit seperti menginterupsi terdengar. Aku kaget saat aku menoleh ke arah massa tadi, sungguh tak bisa kupercaya massa yang tadinya berupa kerumunan tak jelas kini telah berubah menjadi sebuah deretan barisan rapi memanjang di kedua sisi jalan tersebut. kemudian dengan langkah kikuk kuseret langkahku menjauh dari akses jalan murid-murid Night Class tersebut.

    Setelah menepi, aku bisa melihat wajah-wajah menjijikan mereka yang tengah terkagum-kagum dengan sosok-sosok yang ada di dalamnya. Tak henti-hentinya kudengar pujian serta decak kagum dari mereka. Aahh dasar..

    Tak lama kemudian, keluarlah segerombol murid-murid Night Class yang menjadi primadona seluruh murid-murid Day Class. Yang paling depan ialah Park Chanyeol atau idol dari para yeoja Day Class. Kemudian disampingnya ada sepupunya yakni Choi Minho. Disusul dengan Seo Jo Hyun atau biasa dipanggil Seohyun dia idol dari para namja Day Class. Di sampingnya ada duo artis serta model terkenal Kim Taeyong dan partnernya entah pacarnya Kang Seulgi. Mengekori mereka berlima ada Max Changmin dan sang ketua Kim Jaejong.

    “Selamat pagi gadis-gadis.. Aku mendengar teriakan kalian” Sapa si tebar pesona Park Chanyeol kepada seluruh yeoja di sana.

    “Kau keren dan imut seperti biasa oppa..”

    “Oh.. idol. Ani maksudku Idol oppaa…”

    Itulah reaksi dari para yeoja yang kebetulan berada di belakangku. Sungguh menggelikan. Sementara orang yang mereka maksud masih bertahan dengan senyuman yang menunujkan rentetan gigi rapinya kepada para yeoja tersebut.

    “Anyeong…” Chanyeol masih memberikan fanservice terbaiknya, kini ia mulai melambaikan tangannya..

    “Chanyeol..” Ujar Minho mencoba menghentikan aksi tebar pesona sepupunya tersebut.

    “Wae ? Kau benar-benar tidak seru Minho..” Ia membalas ucapan Minho tanpa berhenti memberikan fanservicenya.

    “Hai.. Minho oppa !!”

    “Chanyeol oppa !!”

    Sedetik kemudian Chanyeol langsung menunjuk ke arah gadis yang memanggil namanya tadi. Dan bisa dilihat sendiri efeknya kepada gadis tersebut. gadis tersebut jatuh pingsan saking kagetnya, sementara yang lainnya malah menghambur ke arah Chanyeol dan mulai mengerubunginya.

    “Aish berhenti kalian..!!” Teriakku, namun yang terjadii aku malah terjatuh karena ulah yeoja yang ada di belakangku yang dengan santainya mendorongku dan berlari menghambur bergabung bersama kerumunan massa Chanyeol.

    “Taeyeon-ah”

    Sebuah suara yang sangat aku kenal memanggilku. Aku menoleh kearahnya.

    “Gwenchana ?” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya padaku.

    Spontan aku teringat kembali kejadian 12 tahun yang lalu..

    “Hari bersalju itu… Adalah dimana ingatanku dimulai”

    Aku tersadar dan terkejut ketika ia memegang pundakku.

    “Ja- Jaejong oppa”

    “Kerja bagus hari ini Taeyeon” Ujarnya dengan senyuman menawan khas miliknya.

    “B-bu-bukan begitu..” Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tak gatal sembari menahan kegugupanku. Aku merasa ada aura kebencian di belakangku. Dan saat aku menoleh benar saja. Sudah ada beberapa yeoja yang tengah menatapku seolah ingin menerkamku. Langsung saja aku berdiri dan memperbaiki sikapku.

    “Ka-karena aku adalah anggota kedisiplinan..” Ucapku

    “Tidak usah terlalu formal, santai saja” Balasnya lalu ikut berdiri.

    “Oohh.. tapi akuberhutang budi padamu oppa”

    Ia mendekatiku dan mengacak rambutku dengan lembut. Membuatku tak bisa mengontrol detak jantungku. Ia mulai beralih membelai wajahku. Tangannya yang lembut membuatku nyaman.

    “Gwenchana, lagipula itu sudah sangat lama Taeyeon-ah..”

    Entah ia sadar atau tidak, kurasa pipiku memanas sepertinya warnanya sudah berubah menjadi semerah tomat. Ahh aku benar-benar malu sekaligus senang. Namun, itu tidak bertahan lama ketika tiba-tiba saja seseorang telah berhasil melepaskan kehangatan dari tangan Jaejong oppa.

    “Kris !” Teriakku kaget.

    Kris memegang tangan Jaejong oppa dan menatapnya tajam.

    “Kelas sudah hampir dimulai Jaejong sunbae. Sebaiknya kau bergegas..”

    Kemudian Jaejong oppa melepaskan tangannya dari Kris..

    Jaejong oppa lalu pergi berlalu menghampiri ke enam temannya namun ia berhenti dan menoleh ke arah Kris “Menakutkan… Tuan anggota kedisiplinan” Ujarnya datar lebih terkesan dingin.

    Tak lama kemudian, terdengar seorang yeoja memanggil Jaejong oppa lalu kemudian berlari ke arahnya.

    “Ah.. Terimalah ini” Ia memberikan setangkai mawar merah dan sebuah kado.

    “Gamsahamnida” Ujar Jaejong oppa saat ia menerima pemberian gadis tersebut. aku merasa sedikit kecewa karenanya. Kemudian terdengar pula teriakan Kris yang menyuruh para murid Day Class untuk kembali ke asrama mereka.

    “Yak.. Cepat kembali ke asrama kalian eoh !”

    Teriakannya berhasil membuat mereka akhirnya memilih kembali ke asrama mereka.

    “Selalu saja membuat keributan” Gerutunya

    “Arrghhh…”

    “Kau terlambat ! Jadi berhentilah berlagak sombong. Kita ini dari anggota kedisiplinan ! Ingat-ingatlah itu !” Teriakku padanya sambil memukuli punggungnya.

    “Bicara saja sendiri” ia malah memegangi kepalaku. Otomatis aku hanya mampu meninju udara karena notabene dia lebih tinggi daripadaku. Namun ia kemudian berhenti dan melepaskan tangannya dari kepalaku.

    “Neon.. Kelihatan sekali..”

    “Eoh ?”

    “Kau suka ataupun tidak kepada laki-laki, itu bukan urusanku. Tapi aku harap kau sadar..”

    “Oh.. Diamlah. Aku sudah tahu”

    Mereka adalah… mereka berbeda dengan kita. Aku tahu itu.

Author POV

    Jaejong tengah berjalan sendiri sambil memegang setangkai mawar merah yang tadi diberikan oleh seorang siswi Day Class. Ia menghentikan langkahnya.

    “Maaf membuatmu menunggu Luna-shi”

    Tiba-tiba seorang perempuan turun dari pohon disampingnya.

    “Akan kutangani itu Tuan Jaejong” Ia bersikap sopan sambil membungkuk kepada Jaejong.

    “Tentu” Timpal Jaejong sambil mendekatkan mawar tersebut ke arah Luna. Luna mulai memainkan jemarinya dengan lihai ke arah mawar tersebut. lalu kemudian terlihatlah sebuah sinar ungu kehitaman yang menyelubungi mawar tersebut. hingga akhirnya mawar tersebut berubah wujud menjadi serpihan halus dan terbang begitu saja diterpa angin. Mereka pun masuk ke gedung Night Class.

    Saat kelas berlangsung..

    “Keefektifan dari tablet yang dikembangkan oleh Night Class sudah diakui oleh seluruh dunia. Kalian semua adalah kebanggan sekolah ini. Semua makhluk penghuni malam.”

    Di dalam sebuah ruangan kelas yang memiliki penerangan yang minim bahkan terkesan remang. Para murid Night Class tengah mendengarkan penjelasan dari seorang profesor vampir dari Night Class.

    “Bukan apa-apa” Timpal Seohyun menanggapi pujian profesor tersebut.

    “Itu kan hanya tugas bersama” Minho yang berada di sebelah Seohyun menambahkan.

    Sementara itu lain halnya dengan Chanyeol yang tampak menggertakkan giginya, terlihat kesal sambil mencorat-coret buku tulis dihadapannya.

    “Kris Wu itu benar-benar menggangguku. Dia pikir dia siapa eoh ? Berani-beraninya dia merebut tangan Tuan Jaejong dengan tangannya itu !”

    ia mencoret-coret buku tulisnya yang ternyata sudah ia gambari dengan Kris dengan perut Kris yang ia buat seperti wajah babi lalu mencoret-coretnya dengan kesal.

    “Ah.. kau seperti sedang jatuh cinta” Tiba-tiba Seohyun merebut buku tulis tersebut dan melihat hasil karya Chanyeol tersebut.

    “Mwo ?! Jika bisa akan kubunuh anggota kedisiplinan itu dengan tanganku sendiri !” Teriak Chanyeol pada Seohyun. Namun pertengkaran kecil tersebut berhasil terhenti oleh Taeyong yang sedang menyandarkan kepalanya pada kursi.

    “Oh.. Tapi gadis itu.. Keliatannya enak”

    Tanpa Taeyong sadari Jaejong yang tengah membuka halaman sebuah buku terhenti ketika Taeyong berkata demikian. Kelaspun menjadi hening disusul dengan keluarnya professor. Changmin yang menyadari perubahan Jaejong mencoba memperingati Taeyong.

    “Taeyong..” Ujar Changmin dengan sedikit penekanan.

    “Hhhm.. ?”

    “Ini, makanlah” Seulgi akhirnya menengahi mereka dengan memberikan tablet darah tersebut kepada Taeyong.

    Jaejong seperti sudah tak tertarik lagi untuk melanjutkan kegiatan membacanya, akhirnya memilih berdiri dari kursinya. Saat ia akan beranjak Seohyun menanyakan sesuatu hal pada Jaejong.

    “Kau sepertinya tertarik dengannya, Tuan Jaejong ?”

    “Yah, benar sekali” Tanpa ragu Jaejong membalas pertanyaan Seohyun. Yang mengajukan pertanyaan pun merasa tertohok dengan jawaban tersebut. Seohyun merasa lemas lalu tanpa ia sadari buku Chanyeol yang sedari tadi ia pegang ia jatuhkan ke meja Chanyeol yang ternyata ujung buku tersebut malah mengenai tangan Chanyeol.

    “Appo.. Appo.. Appoooooo !” Teriak Chanyeol lalu kemudian merebut bukunya dari tangan Seohyun.

    “Seohyun ! Akan kubunuh kau !”

    Sementara Seohyun sendiri malah menyampirkan rambutnya kebelakang telinganya tanpa perduli dengan ancaman Chanyeol. Kegiatan tersebut terhenti ketika Jaejong menyadari sesuatu akan terjadi.

    “Changmin, bulannya akan segera tertutup” Ujarnya.

    Seluruh kelas akhirnya mengalihkan pandangannya ke luar jendela tepatnya ke arah bulan yang memang sudah mulai tertutup.

    “Benar sekarang adalah waktu kita” balas Changmin membenarkan.

    “Inilah ‘Malam Vampir'”

    Ketika Jaejong berkata demikian, matanya berubah menjadi berwarna merah layaknya seorang vampir. Dan tentu saja seluruh penghuni Night Class kini telah berubah wujud layaknya wujud asli mereka, ‘Vampir’

~Vampire’s Night~

    “Makhluk yang lahir dari legenda kegelapan.. keberadaan mereka adalah rahasia, kita harus melindunginya” Jelas Taeyeon di hadapan kepala sekolah.

    “Tidak bisa kuterima. Itu adalah tugas kita sebagai anggota kedisiplinan, menunggu kedatangan artis, hah ? Kepala Sekolah ?” Sementara Kris tetap tidak terima dengan keputusan tersebut. ia malah menggebrak meja menuntut jawaban yang menyebabkan meja tersebut kini hampir terbelah dua.

    “Tidak. Aku sadar jika tugas tersebut sangat berat dari malam ke malamnya” Jawab kepala sekolah.

    “jika kau sudah tahu, kenapa kau tidak menambah jumlah anggotanya ?” Geram Kris kecewa.

    “Dia benar-benar tidak berguna” Ujar Kris sambil menunjuk kebelakang, tepatnya ke arah Taeyeon.

    Merasa tidak terima atas tuduhan Kris terhadapnya, Taeyeon kemudian membela diri. ” Aku tidak akan mendengarkan kata-kata dari orang yang selalu terlambat !”

“Itu tidak mungkin..” Sambil menyesap kopi hangatnya kepala sekolah akhirnya menjawab kembali. “Ahh.. Tapi identitas mereka adalah rahasia. Sekolah ini terbagi menjadi dua, yakni Night Class dan Day Class. Kebenaran mengenai murid Night Class harus tetap disembunyikan dari murid Day Class, dan kita harus hidup berdampingan. Ini adalah tugas yang berat, dan aku hanya mempercayai kalian berdua untuk menjaga rahasia tersebut.” Tambah Tuan Cross yang kini mulai serius.

“Kalian bertugas sepanjang malam dan orang-orang jadi marah karenanya. Aku tahu ini tugas yang menyusahkan..” Imbuhnya kembali.

“Keunde, jika aku menyerahkan tugas ini kepada putra dan putri tersayangku, aku jadi tidak merasa bersalah..” Tuan Cross mengakhiri penjelasannya kemudian mendekat ke arah Taeyeon dan Kris. Namun Kris malah makin kesal karena jawaban terakhir dari ayah angkatnya tersebut.

“Aku akui, aku berkewajiban membantumu. Tapi aku tidak ingat menjadi putramu !” Tegas Kris pada Tuan Cross.

“Kris kau ini benar-benar ngotot sekali..” Ujar Tuan Cross yang merasa kecewa.

“Taeyeon, kau kan anak kandungnya katakan sesuatu..”

“Huh ? Kupikir Night Class bisa berdampingan dengan Day Class. Aku senang bisa membantu” Jawab Taeyeon kemudian tersenyum manis menunjukan puppy eyesnya yang sangat imut.

“Oh, kau gadis berhati baik. Kau membuat appa bahagia..”

    Saking bahagianya karena merasa ada yang memihaknya, Tuan Cross kini mengambil ancang-ancang untuk memeluk ‘putri kesayangannya’ tersebut. Namun, itu sia-sia saja ketika dengan sengaja Taeyeon malah mengarahkan tubuhnya untuk mundur ke belakang. Alhasil, Tuan Croos malah jatuh memeluk meja di depannya.

    “Kepala sekolah…” Taeyeon membungkuk sebagai tanda maafnya.

    “Panggil aku appa” Lirih Tuan Cross tetap pada posisi memeluk meja.

    “Kepala.. Appa..” Sambung Taeyeon.

    Sedetik kemudian Tuan Cross kembali bersemangat seperti sedia kala.

    “Ah.. Hanya kau yang mengerti akan perasaan dan impianku Taeyeon ah. Aku.. aku akan mengakhiri sejarah panjang yang kelam antara vampir dan manusia. Dan aku menginginkan generasi muda dengan hati yang terbuka untuk menjembatani celah dan membawa irama antara dua ras. Itulah tujuan dari Night Class !” Tukasnya panjang lebar, dengan gayanya yang uuhh sungguh terlihat kekanak-kanakan dan tak tahu dengan sikap kepala sekolah ini.

    Kris terlihat jengah dengan semua yang terjadi di depannya. Semua terlihat seperti omong kosong dan hanya menyita waktu berharganya saja. Dari dulu ia memang tidak terlalu berusaha bersikap menjadi anak angkat yang penurut. Malah sebaliknya, ia seperti tak pernah peduli dengan apa yang Tuan Cross berikan padanya. Ia tetap bersikeras, bahwa namja tersebut hanyalah orang asing yang sudah berbaik hati menyelamatkan hidupnya dan merawatnya. Hanya saja ia masih memiliki rasa sopan santun dengan berusaha membantu apa yang namja tersebut inginkan serta butuhkan, anggaplah itu sebagai balas budinya.

    “Aku tidak mengerti” Ujar Kris, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.

    “Kris.. Lagi-lagi ia pergi begitu saja”

    Sementara itu Tuan Cross menghentikan aksi kegirangannya. Ekor matanya melirik ke arah pintu yang kini telah tertutup sempurna.

    “Yah.. Aku mengerti apa yang dirasakan Kris. Ada yang tidak dapat diubah dari vampir. Keberadaan monster penghisap darah dalam wujud manusia” Ia membenarkan kembali posisi dan sikapnya mencoba menjadi lebih serius.

    Taeyeon sedikit terhenyak dengan kata-kata Tuan Cross tadi. Sejurus kemudian ia menggebrak meja kepala sekolah, saking kerasnya hingga meja yang tadinya hampir terbelah dua tersebut dengan ajaibnya malah kembali seperti semula. Membuat Tuan Cross kaget serta kebingungan dengan apa yang Taeyeon lakukan.

    “Yah.. Tapi Jaejong sunbae itu berbeda ! Memang ada vampir selain dia yang percaya akan kebenaran, jadi ide gilamu akan terwujud” Serunya tidak terima jika sunbae favoritnya tersebut disamakan dengan vampir-vampir lainnya. Jaejong sunbae itu Ber Be Da !! Camkan itu !!

    Ketika Tuan Cross hendak memeluk Taeyeon, untuk kedua kalinya ia harus puas dengan hanya memeluk meja di depannya kembali. Karena sekarang Taeyeon sudah berjalan menjauh dan berniat pergi melalui jendela. Sebelum ia hendak turun, ia membalikan badannya terlebih dahulu. Berbicara pada kepala sekolah untuk meyakinkannya, bahwa ia cukup mempercayakan semua urusan murid Night Class pada anggota kedisiplinan.

    “Serahkan saja kepada kami, kepala sekolah. Aku pergi..” Setelah itu Taeyeon pun turun dari jendela tersebut.

    Sesaat setelah ia turun. Entah kenapa, percakapannya tadi bersama kepala sekolah membuat otaknya kembali memutar memori lamanya dimana semua ingatannya dimulai saat ia berusia 5 tahun.

    “Aku tidak ingat apapun sebelum aku berusia 5 tahun”

    Kemudian ia berlari menjauh dari kediaman kepala sekolah Cross Gakuen dengan tetap melanjutkan monolognya.

    “Di malam bersalju itu, Jajeong sunbae membawaku ke tempat kenalannya, kepala sekolah Cross. Dan tanpa bertanya apapun, dia membawaku masuk”

    “Aku tidak akan berada di sini tanpa bantuan Jaejong sunbae”

    “Semua yang terjadi 10 tahun lalu, tanda dari awal hidupku”

    “Benar..”

    Setelah cukup lama berlari, ternyata kakinya malah membawanya ke gedung tempat Night Class biasa menjalankan aktifitas malam mereka. Taeyeon mengatur nafasnya yang cukup terengah lalu menyandarkan diri pada sebuah tiang. Tetap berusaha menenangkan diri serta tetap bertahan dengan monolognya.

    “Jajeong Sunbae adalah awal bagiku”

    Ia memegang lehernya, terasa haus di sana. Tiba-tiba sebuah suara menginterupsinya, otomatis ia menghentikan kegiatannya dan terdiam. Tentu ia tahu suara siapa itu, jika ia ada mungkinkah..

    “Eoh.. Hai. Gomawo sudah berjaga” Ujar seorang namja dengan manik mata kehijauan serta surai coklatnya. Changmin sunbae. Dan ternyata seperti yang Taeyeon tebak tadi, tidak mungkin Changmin sunbae berkeliaran sendirian di lorong sepi ini jika bukan mendampingi seseorang. Ya dialah objek utama monolognya sedari tadi. Kim Jaejong.

    Taeyeon terkejut ketika ia menoleh dan mendapati dua makhluk tersebut tengah berjalan ke arahnya. Mungkin karena gugup, Taeyeon memutuskan untuk membungkuk sebagai tanda hormatnya. Kemudian berlari kembali tanpa berujar sepatah katapun.

    Kedua namja tersebut hanya memandangi kepergian Taeyeon tadi.

    “Taeyeon itu menarik kan ? Tidak ada gadis seperti dia di Night Class” Ungkap Changmin sambil tetap melihat ke arah Taeyeon pergi. Ia sedikit terkekeh karena sikap gadis tersebut.

    Jaejong yang mendengarnya tersenyum simpul lalu kemudian memejamkan matanya. Perlahan saat ia membuka kembali kedua matanya, bola matanya telah berwarna merah sempurna layaknya warna manik mata vampir lainnya, pertanda ia tengah menjadi wujud monsternya. Hanya saja milik Jaejong terlihat sedikit lebih bening dan terkesan dingin menusuk. Ia pun menimpali pernyataan Changmin.

    “Aniyo. Untuk seseorang yang tinggal dalam kegelapan, ia terlalu terang”

Setelah itu, ia memilih melanjutkan langkahnya melewati Changmin yang tengah memperhatikan gerak-geriknya. Changmin yang mendengarnya, menghela nafas pelan dengan raut yang sedikit terlihat sendu. Selanjutnya dengan posisi yang sama ia malah memberikan sebuah pernyataan pada Jaejong yang sukses menghentikan langkah Jaejong.

“Semua orang suka tinggal di sini. Tapi jangan lupakan suatu hal. Karena perintah darimu, sang vampir darah murni kami mematuhi peraturan manusia. Tapi hanya terkadang.”

“Aku tahu itu Changmin”

Tanpa berbalik, Jaejong menjawab pernyataan Changmin. Ia pun melanjutkan kembali langkahnya. Dan untuk kedua kalinya, Changmin hanya mampu menghela nafas namun kali ini cukup kasar tanpa sedikitpun beranjak dari tempatnya.

Sementara itu, Taeyeon ternyata malah berlari ke arah kolam air mancur yang berada tak jauh dari gedung Night Class. Ia berniat membasuh mukanya dan menyegarkan kembali kepala atau lebih tepatnya pikirannya yang tak bisa lepas dari sosok yang selalu menjadi objek utama khayalan serta objek monolognya. Kalian pasti sudah bisa menebaknya sendiri.

“Dia berbeda.. dunia yang ia tinggali, hal yang dipikirkannya..” setelah dirasa cukup akhirnya ia menyudahi acara siraman kepalanya tersebut *Plakk

“Menyegarkannnn !!” sejurus kemudian Taeyeon memilih pergi dari tempat tersebut.

Tanpa Taeyeon sadari, tak jauh dari tempat ia berdiri tadi. Seorang namja tengah terduduk lemah, sambil memegangi kepalanya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu mulai menjerat jantung, nafasnya. Semua terasa begitu panas, membuatnya haus.. haus akan sesuatu yang sangat ia butuhkan. Namja tersebut, merogoh saku kemeja seragamnya denga susah payah berusaha mengeluarkan sebuah benda penahan rasa sakitnya. Namun naas, benda tersebut malah jatuh ke tanah hingga membuat beberapa tablet isinya terbuang sia-sia. Benda tersebut, sebuah kotak dengan tablet yang sama seperti tablet yang sering Night Class gunakan sebagai pengganti santapan utama mereka.

~Vampire’s Night~

Taeyeon POV

    “Nona Cross…”

    Entah kenapa aku merasa ada yang sedang memanggilku, namun aku tidak tahu asal suara tersebut berasal darimana.

“Nona Cross..”

    Sekali lagi suara tersebut kembali memanggilku. Entahlah namun aku masih tetap enggan beranjak dari tempat ini. Rasanya lelah sekali dan yang aku inginkan sekarang hanyalah ingin terdiam serta tertidur di tempat indah ini. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang membisikan sesuatu ke telingaku, meski pelan namun aku masih bisa mendengar perkataannya.

    “Taeyeon, menu hari ini adalah bulgogi”

    Ah kedengarannya lezat, tibatiba saja aku sudah dihadapkan di sebuah meja yang di atasnya sudah terdapat semangkuk penuh bulgogi. Uuwhh pasti sangat lezat. Saat aku hendak memakan bulgogi tersebut, suara tadi kembali menghentikan niatku.

    “Nona Cross Taeyeon !!!”

    Ternyata ia adalah penjual bulgogi tersebut, aku sumringah lalu kemudian tanpa sadar aku berdiri berniat mengucapkan terima kasih karena sudah menyiapkan menu sarapan yang begitu lezat ini.

    “Terima kasih atas sarapannyaa..”

    Namun sedetik kemudian, aku tersadar dari mimpiku. Ternyata itu suara Lee Songsaenim yang tengah berusaha membangunkanku dari tadi. Ahh aku pasti kena hukuman lagi setelah ini.

    “Tidur lagi, kau dan Kris” Ujar Lee Saem yang tampak jengah dengan kelakuanku. Dan eh tunggu Kris juga ? aku kemudian menoleh ke belakang, dimana Kris duduk. Dan benar saja, ia juga tengah bergulat dengan bunga tidurnya.

    “Menjadi anggota kedisiplinan pastilah tugas yang menyibukkan” Imbuh Lee Saem dengan tetap memasang ekspresi kesalnya.

    Entah apa yang membuatku berlagak sok polos atau apalah. Justru aku malah menjawab enteng perkataan dari Lee Saem.

    “Ahhaha tidak usah dipikirkan”

    Jedarr bagai disambar petir, demi apapun aku ingin sekali merutuki kebodohan dan lidahku ini yang sungguh sangat tidak bisa diajak kompromi. Dan setelah ini, sudah dipastikan hukuman akan datang dengan sukarela menghampiriku L

    Hingga tak terasa hari mulai beranjak sore. Aku merutuki kebodohanku sungguh aku benar-benar tak pernah berpikir akan melakukannya. Ahh sudahlah.

    Kini saatnya pulang, Yuri yang notabenenya adalah teman yang dibilang cukup dekat denganku tengah membereskan bukunya dan mungkin sebentar lagi akan bergegas meninggalkan ruangan kelas ini.

    “Kau itu sangat lelah ya ? Kau tidak kembali pagi ini. Dan malah tidur selama di kelas. Kau ini seperti vampir saja”

    Kalimat terakhir Yuri berhasil membuatku yang tengah menenggelamkan kepalaku di atas meja, terkesiap kaget dan menegakkan kepalaku ke arahnya. Kenapa ia bisa berpikiran seperti itu. Aku mulai gemetaran dan gugup. Atau jangan-jangan ia tahu sebenarnya rahasia Night Class. Andwee ini tidak mungkin dan tidak boleh terjadi.

    “Huh ? Apa kau percaya vampir itu benar-benar ada ?” Tanyaku tegang.

    “Tidak mungkin”

    Ahh aku merasa lega karena ternyata ia tadi hanya bergurau. Tapi ia sangat santai mengucapkan hal yang sangat-sangat tidak boleh diucapkan oleh sembarang orang dan disembarang tempat juga kan. Setidaknya semuanya masih aman.

    “Yahh, kau benar Yuri ah”

    Yuri bangkit dari duduknya, berniat untuk bergegas pulang kembali ke asrama.

    “Cha, tunggu di sini ne” Ujar Yuri saat ia sudah hendak melangkah pergi. namun tak lama langkahnya terhenti karena suaraku.

    “Huh ? Kau mau pergi ? Jika kau punya waktu tinggallah dan belajar denganku” Pintaku padanya.

    “Wae ?”

    “Rasanya bosan saja jika selalu dengan Kris” Rayuku dengan nada yang dibuat-buat hehe

    “Kenapa tidak ? Kalian teman baik kan ?”

    “Eoh ?”

    “Ngomong-ngomong, sepertinya Kris tidak ada di sini”

    “Mwo ? Yakkkkk!!”

Author POV

    Kemana Kris ? Kenapa ia tiba-tiba saja menghilang ?

    Jawabannya bisa anda semua lihat sendiri. Kini scene sudah beralih ke sebuah kandang kuda. Di sana terlihat beberapa kuda yang memang sengaja disediakan oleh kepala sekolah sebagai fasilitas ekstrakulikuler murid-murid Cross Gakuen yang memiliki minat serta bakat terhadap berkuda. Sudah cukup penjelasannya.

    Seekor kuda putih yang terlihat sedang memperhatikan sesuatu di sampingnya. Ia kemudian mendengus benda tersebut, tunggu dulu ternyata itu bukan benda tapi sesosok manusia bersurai putih entah silver hahaha, tengah tertidur dengan nyaman di sana. Sudah menemukan jawaban dimana seorang Kris pergi. betul itulah Kris, yang memilih melarikan diri dari hukuman Lee Saem tadi.

    Merasa terusik karena dengusan kuda tersebut yang ternyata bernama Lili, iapun akhirnya memilih untuk bangun.

    “Ada apa Lili ?”

Tanyanya sambil mengelus-elus kepala kuda tersebut bermaksud menenangkan. Namun, Lili malah bersuara membuat Kris bingung dengan kuda tersebut. sedetik kemudian, Kris yang merasa curiga dengan sikap kuda tersebut, akhirnya memilih untuk mengikuti arah pandang Lili. Dan taraaa ternyata itu adalah Taeyeon ckck dia ternyata mencari Kris saat Yuri berkata bahwa Kris sudah tidak ada di kelas tadi.

“Akhirnya, aku menemukanmu juga Tuan Kris Wu”

Taeyeon berkata di ambang pintu sambil berkacak pinggang serta memamerkan senyum kemenangannya seakan ia berhasil menemukan buruan yang sedang ia cari.

“Sebagai anggota kedisiplinan, kau tidak boleh membolos hukuman !”

Kris akhirnya bangkit dari posisi terlentangnya menjadi terduduk. Setelah Taeyeon menyelesaikan ocehannya, ia pun bergegas masuk ke dalam kandang berniat menghampiri Kris. Merasa sang tuannya dibentak, justru Lili malah kembali bersuara sambil mengangkat kedua kakinya, mungkin itu bentuk protesnya pada Taeyeon.

Taeyeon yang melihat gerak-gerik kuda tersebut malah menghentikan langkahnya, ia ciut karena ia cukup takut dengan kuda yang memang sangat dekat dengan Kris tersebut.

“Tenang, Lili. Dia itu gadis polos yang berpikiran pendek. Dia tidak akan menyakitimu, tidak akan”

Kris kemudian mengelus-elus kembali Lili agar ia sedikit lebih menahan emosinya. Namun Taeyeon merasa tidak terima karena Kris malah mengatainya yang parahnya pada seekor kuda.

“Kau datang untuk menghukumku kan ?” Tanya Kris

“Hukumannya sudah selesai. Tapi jangan bolos di tugas malam. Ini waktunya untuk giliran jaga malam kan ?” Gerutu Taeyeon sambil memperhatikan Kris yang kini tengah berjalan santai keluar, lalu ia berniat memberikan handband anggota kedisiplinan pada Kris.

Kris pun diam sambil menoleh ke arah handband tersebut selanjutnya ia mengambilnya dengan sedikit kasar kemudian pergi meninggalkan Taeyeon. Taeyeon yang melihat sikap Kris hanya bisa menatapnya sendu, ia kembali berpikir ternyata banyak hal dalam pikiran Kris yang tidak ia mengerti.

“Teman.. huh ? Saat ia bersamamu, dia tampak tidur seperti anak kecil”

Dengus Taeyeon saat ia melihat kenyataan bahwa Kris ternyata lebih memilih menenangkan diri di tempat ini bersama seekor kuda.

Saat Taeyeon hendak melangkah menuju ke arah kuda tersebut, ia kembali bertemu tatap dengan kuda tadi. Ternyata kuda tersebut tetap saja tidak menyukai kehadiran Taeyeon terbukti dengan tatapan serta ringkihan kuda tersebut yang seolah meminta ia untuk cepat enyah dari wilayahnya. Karena Taeyeon takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak ia inginkan, akhirnya ia memilih untuk pergi saja.

Tanpa Taeyeon ketahui, sambil berusaha mengusirnya kuda tersebut tengah menyembunyikan sebuah kotak dengan jerami yang kini ada di bawah kakinya.

Taeyeon POV

    Malamnya aku kembali menjalankan rutinitasku sebagai seorang anggota kedisiplinan. Berjaga jika ada sesuatu yang mencurigakan serta membahayakan bagi kedua kelas. Sebab terkadang selalu ada siswi dari Day Class yang diam-diam mengendap menuju asrama ataupun gedung belajar Night Class. Yah dengan tujuan apalagi selain untuk melihat atau mengambil gambar sang idola. Termasuk Jaejong sunbae. Ish aku masih bisa menolelir jika mereka ingin melihat Night Class lainnya seperti Chanyeol sunbae, tapi aku tidak suka jika itu menyangkut Jaejong sunbae.

    Kali ini giliran Kris yang berjaga di sekitar gedung Night Class, sementara aku hanya akan berkeliling di daerah gerbang dan sudut-sudut yang sekiranya memungkinkan bagi murid-murid Day Class untuk menyelinap tanpa sepengetahuan kami.

    Saat aku sedang berkeliling, tanpa sengaja di jendela sebuah ruangan aku melihat Jaejong sunbae tengah berdiri sambil membaca sebuah buku. Tentu saja tak jauh darinya ada Changmin sunbae. Yah mereka memang bagaikan prangko, tak bisa dipisahkan.

    Aku memilih diam sejenak sambil memperhatikan objek yang sangat jarang bisa ku lihat setiap hari. Ya karena kesibukanku sebagai anggota kedisiplinan, bukan berarti aku juga bisa dengan gratis setiap hari bisa langsung bertemu dengan Jaejong sunbae. Tetap saja aku masih bisa merasakan jarak yang begitu kentara antara aku dan dia. Meski begitu, aku selalu bersyukur karena ketika kami bertemu, selalu saja ada sebuah momen yang dapat membuat jantungku berdetak kencang dan memberikan kesan yang begitu manis. Bukankah Jaejong sunbae memang berbeda J

    Cukup lama momen ini berlangsung saat sebuah suara mengembalikanku pada alam sadarku.

    “Apa Kim Jaejong baik-baik saja malam ini ?”

    Itu Kris.

    “Oh..”

    “Aku tahu dia itu pahlawanmu”

    “A-aku tida hanya mengawasi Jaejong sunbae kok. Semuanya terlihat aman di Night Class. Tidak ada murid Day Class yang berkeliaran ”

Sial Kris, dia selalu saja mengacaukan momen indahku. Untuk menghilangkan kecurigaannya aku pura-pura melihat-lihat kondisi di sekitar gedung.

    “Ini malam yang damai, semua di sekolah baik-baik saja” Tambahku, mengalihkan pembicaraan.

    “Kau percaya akan hal itu ?” Kris tiba-tiba bertanya.

    “Huh ?”

    “Semua hal akan baik-baik saja antara Day Class dan Night Class”

    Aku berbalik menatapnya yang sekarang tengah memunggungiku. Angin berhembus ketika ia selesai berkata. Suasana jadi sedikit canggung dan serius.

    “Tentu saja. Itu adalah harapanku, vampir dan manusia akan hidup berdampingan” jawabku pasti.

    “Kepala sekolah percaya dan semua murid Night Class setuju dengan rasa perdamaiannya bahwa mereka adalah vampir yang baik. Tapi aku tak percaya sama sekali”

    “Kris..”

    “Hanya ada satu alasan kenapa aku mau jadi pelindung” Kemudian ia menoleh sambil memegangi handband dengan tatapan yang sarat akan kebencian.

    “Itu adalah untuk mencari cara terampuh membunuh para monster berwujud manusia itu” Terlihat dari manik keabuannya bahwa ia sangat membenci dan bersungguh ingin memusnahkan mereka. Kemudian ia kembali menatap lurus ke depan lalu beranjak pergi meninggalkanku.

    “Aku akan berjaga di dalam” Itulah kalimat terakhir sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkanku.

    Ini sama seperti waktu itu. Kembali sebuah memori mengajakku untuk kembali memutar sebuah kejadian dua belas tahun yang lalu saat dimana pertama kali Tuan Cross mengenalkanku pada seorang anak lelaki seumuranku.

    Ialah Kris, kepala sekolah membawanya karena ia merasa tak tega membiarkan Kris yang hidup sendirian karena kehilangan keluarganya akibat serangan seorang vampir jahat.

    Saat itu aku bisa melihat kebencian yang tersirat dari sorotan matanya. Setelah 4 tahun bersama, dia bisa membuka hatinya dan berbicara denganku dan aku merasa lebih dekat dengannya. Tapi.. aku tahu tidak semua vampir seperti Jaejong sunbae. Bahkan siapa orang tuaku, aku tidak ingat. Mungkin saja mereka diserang vampir juga. Dan tetap saja…

    Tiba-tiba ketika aku tengah berkeliling, dari atas gedung ini dapat kulihat ada dua orang siswi berseragam Day Class tengah berada di bawah sana. Hah.. sedang apa mereka di sini, apa mereka akan dengan sukarela menantang bahaya. Mereka terlalu dibutakan oleh sesuatu yang bahkan mereka tidak tahu siapa sebenarnya sosok-sosok yang selama ini selalu mereka elu-elukan. Jika mereka tahu, aku berani jamin mereka akan berlari ketakutan dan berpikir dua kali untuk tetap mencintai mereka.

    Aku putuskan untuk turun dan menghampiri mereka. Merepotkan saja, aku turun dengan bantuan sebuah dahan pohon yang ada di bawah atap ini.

    “hey kalian yang di sana, sebutkan nama dan kelas kalian ?! Ini melawan peraturan sekolah, berkeliaran di malam hari. Berbahaya, kembalilah ke asrama kalian !”

    Mereka yang tengah sibuk dengan kamera mereka, akhirnya menoleh ke arahku. Dari tatapannya bisa kutebak bahwa mereka pasti sangat kecewa karena aksi mereka tertangkap basah olehku yang notabene adalah anggota kedisiplinan.

    “Kami datang untuk mengambil foto dari murid-murid Night Class” Celoteh seorang gadis berambut panjang.

    “Bolehkah sebentar saja.. Oww” Sambung gadis di sebelahnya yang memiliki rambut lebih pendek dari gadis tadi. Saat ia mencoba berdiri, ia mengaduh sepertinya ia tengah terluka atau mungkin habis terjatuh. Astaga gawat.

    “Yoona ya apakah kau baik-baik saja ?” Khawatir temannya.

    “Apa kau baik-baik saja ? Ya ampun kau berdarah ! Kembali ke asrama palli !”

    Kupegang pundak gadis bernama Yoona tadi dan berusaha membantunya berdiri tegak. Gadis yang satunya lagi kemudian bangkit hendak membantu. Aku tetap bersikukuh menyuruh mereka untuk pergi secepatnya, aku takut bau darahnya akan memancing murid-murid Night Class untuk datang kemari. Urusannya bisa repot.

    Sedetik kemudian, apa yang aku khawatirkan ternyata menjadi kenyataan. Dengan sigap kuambil tongkat senjata pertahananku yang kusimpan di paha kiriku. Kuayunkan tongkat besi tersebut ke arah dimana sumber suara tersebut berasal.

    “Siapa di sana ?!”

    Namun, sebuah tangan berhasil menghalau serangan dari tongkatku. Tongkatku bereaksi dengan mengeluarkan sengatan-sengatan kecil yang tentunya mengenai sang empunya tangan.

    “Oh.. takut. Ternyata kepala sekolah mengajarimu dengan baik ya”

    Aku tersentak, ternyata itu adalah salah satu dari murid idol Night Class. Choi Minho. Ani, dia tidak sendirian, ia ditemani oleh seseorang sepupunya Park Chanyeol si tebar pesona. Ketika aku masih berusaha menahan pergerakan dari Minho sunbae, berbeda halnya denganku justru kedua gadis tadi malah menunjukan reaksi yang sangat terbalik denganku. Yah layaknya seorang fans yang berhasil berjumpa dengan sang idola. Tanpa tahu sebenarnya justru idola merekalah yang akan menjadi malaikat pencabut nyawa mereka.

    “N-Night Class ? Kyaaa Choi Minho oppa, Park Chanyeol oppa…”

    “Tidak mungkin.. Yaa”

    Itulah teriakan kegirangan mereka berdua ketika mengetahui dua dari murid-murid idola Night Class tengah berada di depan mereka. Sementara kedua sunbae tersebut masih bersikap tenang. Aku takut mereka akan berubah wujud karena aku yakin, mereka pasti mencium bau darah dari luka salah satu gadis tersebut. selanjutnya Chanyeol oppa perlahan mulai menyingkirkan tongkat besiku dari genggaman Minho sunbae. Sementara Minho sunbae malah tengah menjilati tangannya, mungkin lebih tepatnya darahnya sendiri.

    “Hhmm, kami datang karena mencium bau darah. Kami datang hanya untuk melihat…”

    Kedua manik mata Chanyeol sunbae yang tadinya berwarna saphire aqua perlahan tapi pasti berubah warna menjadi merah layaknya vampir. Oh tidak, ia benar-benra sudah terangsang oleh bau darah gadis tadi. Ia kembali memejamkan matanya, menghirup udara di sekitarnya dengan serakah. Entah kedua yeoja tadi sadar atau tidak dengan perubahan warna matanya.

    “Ah.. Baumu lezat sekali..” Lanjutnya kemudian kembali membuka mata dengan manik matanya seperti sedia kala.

    “Eoteokhe.. Apa yang harus kita lakukan ?”

    “Dia bilang bau kita lezat”

    Aish mereka sangat polos. Mereka benar-benar tidak tahu apa maksud dari perkataan Chanyeol sunbae tadi. Maksudnya bukan dirimu, tapi bau DARAH mu. Pabo !!

    “Chanyeol sunbae, jika kau berani menyentuh gadis itu, kau harus membayarnya !”

    Gertakku padanya agar ia mau segera pergi dari tempat tersebut. namun di luar dugaanku ternyata ia malah makin mendekat, bukan kepada kedua gadis tersebut tetapi ke arahku. Ia memegang tongkatku kemudian memegang salah tanganku.

    “Apa kau habis terjatuh eoh ?”

    “M-mwo?”

    “Yang baunya enak itu adalah darahmu, Taeyeon”

    Mwo ? darahku ? Oh tidak, ia tanganku sedikit lecet akibat memegang dahan pohon tadi saat aku hendak menghampiri dua yeoja ini. Ia meraih tanganku, kemudian mulai mendekatkannya ke mulutnya. Terlebih dahulu ia mengendus-endus telapak tanganku terlebih dahulu. Seolah-olah baunya adalah sebuah candu baginya. Aku bergetar karenanya. Kuusahakan untuk bisa lepas terlebih dahulu dari genggamannya.

    “A-aw Chanyeol sunbae”

    “Jinja ? Bolehkah aku merasakannya ?”

    Tanpa aku sadari, manik matanya telah berubah sempurna menjadi manik para vampir. Aku semakin gemetar. Jujur aku cukup takut, bagaimana jika ia benar-benar akan menggigitku. Tuhan.. tolong aku.

    Tak perlu menunggu lama, akhirnya dengan sempurna ia berhasil menancapkan kedua taringnya di telapak tanganku. Sakit.. bisa kudengar keterkejutan kedua gadis tersebut. sudah pasti mereka ketakutan karena ulah idolanya ini.

    “Ta-taring ?”

    “Vampir ?”

    Sementara nasibku, tongkatku yang aku pegang di tangan kiriku akhirnya terjatuh. Andwe.. aku tidak boleh membiarkannya menghisap darahku lebih banyak lagi.

    “Sunbae ! Chanyeol sunbae andwee !”

    Aku berusaha melepaskan gigitannya, namun ia malah menghindar tanpa melepaskan gigitannya. Akhirnya ia menghentikan aksi mencuri darahku, lalu menjilat sisa darah yang melekat di bibirnya.

    “Aku ingin lebih banyak lagi..” Tuturnya tanpa dosa.

    Dan detik itu pula kedua gadis itu jatuh pingsan. Sudah kubilang kan mereka pasti akan sangat shock jika mengetahui kenyataan idola tersayang mereka.

    “Bolehkah aku memintanya dari lehermu ?”

    Tanpa aku sadari lagi, Chanyeol sunbae sudah menyibakkan kerah seragamku.

    “An-andwe kau tidak boleh !” Rontaku padanya.

Sementara Minho sunbae malah tengah berbalik dan menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal, sepertinya ia mulai sedikit jengah dengan keadaan ini.

“Park Chnayeol…”

Sebelum Minho sunbae meneruskan kalimatnya, sebuah senjata berhasil memisahkan jarak antara aku dan Chanyeol sunbae.

“Menghisap darah di halaman sekolah itu dilarang bukan ?”

Taraaaa pahlawan kesiangan tersebut ialah Kris. Ya Kris, aku sedikit bersyukur ternyata ia bisa diandalkan juga dalam situasi seperti ini.

Kris kini tengah menodongkan pistol “Bloody Rose” senjatanya.

“Apa kau jadi gila hanya karena mencium darah ? Dasar vampir”

“Kris, jangan”

“Keunde, aku sudah merasakannya”

JDARRR

Sebuah tembakan berhasil lepas dari pistol Kris. Untung saja salah sasaran, karena aku berhasil menghalaunya terlebih dahulu. Chanyeol sunbae tampak ketakutan, ia pikir hidupnya akan berakhir saat ini di tangan Kris.

“Ka-kau menakutiku ! Kau tidak boleh menembaknya, dasar pabo !” Kesalku akan tingkah gegabahnya.

Tentu aku takut, karena efek dari pistol tersebut tentunya akan membuat vampir akan berpikir dua kali untuk berurusan lagi dengan senjata tersebut. setelah cahaya silang keunguan akibat dari tembakan Kris hilang, sebuah suara berhasil mengalihkan perhatian kami semua.

“Maukah kau menurunkan senjatamu, Bloody Rose ?”

Ternyata itu suara Jaejong sunbae. Aku sedikit terkejut dan juga merasa sedikit lega. Setidaknya pertikaian ini akan segera berakhir. Bisa dilihat dari ekspresi Chanyeol sunbae yang kini tengah gemetaran karena datangnya Jaejong sunbae. Perlahan ia mulai mendekat ke arah kami, bukan tepatnya ke arah Chanyeol sunbae.

“Bagi kami itu sangat mengganggu” Ujarnya menambahkan.

“Jaejong sunbae”

“Aku akan menangani kebodohan ini, dan menunggu hukuman dari kepala sekolah” sambungnya kemudian meraih kerah blazer Chanyeol sunbae.

“Kepala asrama Kim..” Gumam Chanyeol sunbae lemah.

“Apa kau puas, Kris shi ?” Ia tidak menanggapi Chanyeol sunbae, tetapi malah beralih menatap Kris intens.

“Kris..” Ucapku karena Kris tidak juga menjawab.

“Bawa mereka Jaejong sunbae” Kris pun menimpali pertanyaan dari Jaejong sunbae lalu menyimpan kembali pistolnya.

“Minho.. Kenapa kau tidak menghentikan perbuatan Chanyeol ? Kau juga bersalah”

Tegas Jaejong sunbae setelah mengetahui ternyata Minho sunbae malah diam saja tanpa mencoba menghetikan perbuatan sepupunya. Raut muka Minho sunbae kemudian menjadi lesu, hampir sama dengan raut muka Chanyeol sunbae yang masih terlihat gugup.

“Ohh..” Minho sunbae hanya mampu memegangi kepalanya.

“Lalu mereka berdua yang pingsan..Aku akan menghapus ingatan mereka malam ini, lalu bawa mereka ke kantor kepala sekolah”

Seorang perempuan yang kelihatannya adalah seorang siswi Night Class tiba-tiba saja telah muncul dari pohon yang tak jauh dari letak kedua gadis tadi pingsan. Seperti yang Jaejong sunbae katakan, ialah yang bertugas menghilangkan ingatan kedua gadis itu malam ini. setelah itu, ia kemudian bertanya kepadaku.

“Taeyeon, gwenchana ?”

“Ah.. Tentu sunbae. Gomapseumnida” Balasku kikuk, lalu membungkuk sebagai ucapan terima kasih.

“Mianhe, aku sudah membuatmu ketakutan Taeyeon”

“A-ani, hanya sebuah gigitan kecil saja kok”

Ketika aku hendak berbicara lagi, tanganku ditarik begitu saja oleh Kris. Sontak saja mau tak mau aku harus mengikutinya, meninggalkan tempat tersebut dan Jaejong sunbae.

“Ayo kita pergi” Ujar Kris.

“Hey, Kris.. Kenapa kau.. ?”

Bukannya melepaskan tanganku, ia malah terus menyeretku. Hingga aku sedikit kesusahan untuk menyamai irama langkahnya.

“Yak.. kau itu kasar sekali pada Jaejong sunbae !” Teriakku padanya.

“Tempat ini penuh dengan bau darah.. membuatku sakit”

Aku diam ketika Kris berkata demikian. Sesampainya kami di jembatan kris berhenti. Aku pun melepaskan gengamannya padaku. Ia berbalik, lalu melepaskan dasinya dan menjadikannya perban untuk tanganku yang tadi digigit oleh Chanyeol sunbae. Aku hanya diam melihat perlakuannya padaku.

“Mereka suka bau menjijikkan ini.. Ini adalah bukti bahwa mereka adalah monster.”

Setelah selesai measangkan dasinya di tanganku, ia berbalik kembali kemudian pergi.

Kegelapan hati Kris selama 4 tahun ia pendam… Apakah aku mampu menghapusnya ?

~Vampire’s Night~

    Ketika Taeyeon sudah sampai di asrama yang khusus hanya untuk dirinya. Oke ia dan Kris memang tinggal di asrama yang berada satu kompleks dengan gedung kepala sekolah. Kalian tahu lah, semua murid hanya mengetahui bahwa mereka adalah anak dari kepala sekolah Cross Gakuen.

    Taeyeon kini tengah mengeringkan rambutnya menggunakan hairdriyer. Setelah kejadian tersebut ia bergegas kembali ke asrama dan membersihkan diri. Pikirannya tengah berkecamuk kembali dengan Kris. Ia pikir bahwa dirinya telah dekat dengan Kris, jurang itu justru malah makin membesar. ‘

    Taeyeon mematikan hairdriyernya, lalu matanya beralih menatap ke sebuah dasi berwarna merah yang tadi Kris gunakan sebagai perban bagi lukanya.

    ‘Apakah, ada yang bisa kubantu ?’ itulah pikiran selintasnya ketika melihat dasi tersebut.

    Seketika lamunan Taeyeon terhenti ketika ia mendengar sebuah suara seperti pintu yang tengah berusaha dibuka.

    Dengan santainya, orang yang berusaha masuk tersebut berjalan ke arah kamar mandi tanpa mempedulikan yeoja yang tengah memperhatikannya dengan raut kesal.

    “Hey.. kenapa kau masuk ?!” Teriakku protes. Dasar namja menyebalkan !!

    “Kalau kau mau komplain, salahkan kamar mandi asrama yang ditutup petang hari. Cuman kamar mandi kepala sekolah saja yang bisa aku gunakan”

    “I-ia ta- Kyaaa Apa yang kau lakukan ? Jangan telanjang di depan seorang gadis !”

    Entah apa maksudnya dengan kelakuan namja di depannya ini. ia malah dengan santainya membuka kemeja sekolahnya di hadapan Taeyeon. Entah ia sengaja ingin menggoda Taeyeon dengan tubuhnya yang terbilang cukup atletis dan proporsional dengan tinggi badannya. Taeyeon pun melemparkan pasta gigi yang tanpa ia sadari tengah ia pegang dan kemudian dilemparkan kepada namja tadi. Namun, namja tersebut sama sekali tidak bereaksi.

    “Kau tidak sadar bahwa aku adalah seorang gadis ? Arraseo..”

    Selanjutnya ia malah mengendus-endus ke arah Taeyeon.

    “Baguslah, bau darahnya sudah hilang” Ucapnya sambil menjauh dan menghentikan aksi endus-mengendusnya.

    “Oh diamlah, tanganku juga sudah berhenti berdarah. Tapi berdasarkan sejarah, aku harusnya berubah jadi vampir kan ?”

    Taeyeon menatap telapak tangannya yang kini sudah berhiaskan plester yang menutupi bekas gigitan Chanyeol tadi. Kemudian ia kembali melanjutkan aksi penegringan rambutnya. Kris yang melihat gerak-gerik Taeyeon kemudian berlaih menatapnya, ia seolah tertarik.

    “Aku pernah diserang vampir jahat 12 tahun yang lalu, darahku ini pasti benar-benar lezat” Lanjut Taeyeon yang tetap tenang melanjutkan aktifitasnya yang sempat terhenti tadi.

    Tanpa Taeyeon sadari ketika ia mengatakan kalimat terakhirnya, Kris tiba-tiba saja menegang. Seperti ada sesuatu dalam dirinya yang tertarik juga dengan apa yang dimaksud oleh Taeyeon tadi. Ia berusaha menahannya dan bersikap tenang. Ia tidak mau Taeyeon menetahuinya..

    “Terserah padamu. Aku akan berhati-hati. Aku akan melindungi sekolah Cross, Day dan Night Class !! Akan memalukan jika aku membiarkan mereka menggigitku”

    Setelah selesai Taeyon mengalihkan pandangannya ke arah diaman Kris berdiri berusaha memberikan wink pada namja tersebut. Namun, ternyata saat ia menoleh pintu kamar mandipun tertutup dengan kerasnya. Taeyeon hanya mendengus dan merutuki perbuatan Kris. Dia memang namja yang super dupel menyebalkan.


    Sementara Kris yang kini tengah berdiri di balik pintu tersebut, tengah berdiri sambil memegangi wajahnya, dadanya naik turun seolah ia tengah menahan atau lebih tepatnya berusaha menenangkan nafasnya yang terengah-engah seolah ia telah berlari sekencnag-kencangnya.

    “Jangan..”

    Ketika ia tengah berusaha mentralkan nada jantungnya, tanpa sengaja ia menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Namun apa yang terjadi, ia justru malah menjilatnya tanpa rasa jijik sama sekali. Seolah itu adalah sebuah kenikmatan yang memang harusnya ia dapat. Masih dengan tangannya yang menutupi wajahnya, kini terlihat manik matanya telah berubah warna menjadi merah layaknya manik mata makhluk yang paling ingin ia musnahkan.

    “Mendekat..”


    Kini kita berpindah ke asrama Night Class. Dimana terlihat di ruang tamu dengan desain ala-ala rumah Eropa, terliaht dua orang saudara tengah duduk dengan salah satunya tengah mencampurkan sebuah tablet ke dalam gelas yang telah berisi setengah air putih. Ketika tablet tersebut telah dimasukan, seketika itu juga air tersebut berubah warna menjadi merah semerah darah.

    “Di skors selama sepuluh hari.. Keunde darah Taeyeon sangatlah berharga bukan ?” Ujar seorang namja yang membuat minuman tersebut yang ternyata adalah Chanyeol.

    “Kepala asrama Kim akan marah jika ia mendengar kata-katamu itu” Respon seornag namja yang tengah duduk di tangan kursi di seberanganya, Minho.

    “Aku tidak takut, lagipula bertahan dengan tablet darah saja tidak cukup untukku” Terdengar nada kekecewaan diperkataan Chanyeol tadi. Ahh ia hanyalah seorang vampir biasa yang memiliki naluri alami untuk menginginkan sanatapan utama mereka. Tablet seperti ini tidak akan pernah mampu menahan hasratnya terhadap nikmatnya darah, apalagi jika itu adalah darah Taeyeon.

    “Darahnya benar-benar menggodaku, jadi..”

    “Eoh..”

    Sebelum Chanyeol menyelesaikan ucapannya, Jaejong sudah terlebih dahulu menamparnya. Minho yang sebenarnya ingin memperingatinya terlambat hingga ia ahnya mampu meloloskan kata itu saja atas keterkejutannya.

    Sebuah tamparan keras yang membuat Chanyeol diam dengan keterkejutannya. Ia tidak tahu bahwa Jaejong akan datang dan malah mendengar kata-katanya.

    “Jadi kau..”

    “Ahh.. Mi- mianhe Tuan”

    Dengan nada bicara yang terkesan dingin namun tajam serta tatapannya yang membuat Chanyeol hanya mampu menatap ke arah bawah saja. Tentu saja membuat Chanyeol cukup tahu bahwa Tuannya itu tidak pernah suka dengan seseorang yang suka melanggar peraturan. Dan ia tidak pernah segan-segan untuk memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan tersebut.

    Setelah itu, Jaejong melenggang pergi menuju lantai tangga lantai dua dimana kamarnya berada. Minho yang melihat kejadian tersebut hanya mampu menatap getir ke arah Chanyeol. Dari awal ia sudah berusaha menghentikan Chanyeol, namun ia tidak bisa memungkiri bahwa sifat sepupunya ini sungguh keras kepala dan sangat susah untuk membujuknya. Alhasil ia malah lebih sering terlibat maslah yang seharusnya adalah masalah Chanyeol bukan dirinya juga.

    “Rasakan kau..” Seru Minho

    “Diam. Diam. Diam. Diammmm !” Teriak Chanyeol kesal

    Fajar ternyata telah kembali menujukan wajahnya. Itu berarti saatnya murid-murid Day Class menjalani aktifitas mereka sebagai pelajar. Tak terkecuali dengan Taeyeon yang kini tengah menutup pintu asrama khususnya di gedung kepala sekolah. ia telah berganti pakaian dengan kemeja putih yang ada di asrama khusus tersebut serta rok hitam seragamnya.     Entah kenapa ia malah teringat kejadian semalam, dimana Chanyeol telah berhasil menggigitnya. Ia pikir bahwa harusnya ia berubah menjadi vampir karena telah digigit. Namun sepertinya hal tersebut tidaklah terjadi, mungkinkarena seharusnya buka di tempat tersebut ia digigit untuk membuatnya berubah menjadi seorang vampir.

    Ia berjalan sambil membawa pikirannya jauh entah kemana. Kemudian ia memegang tengkuknya, tiba-tiba saja hawa terasa begitu dingin pagi ini.

    “Vampir, monster penghisap darah manusia.. Aku tidak boleh dekat-dekat dengan vampir”

    Berbeda dengan Jaejong yang kini tengah berada di dalam kamarnya. Ia juga telah berganti pakaian dengan kemeja hitam serta celana bahan berwarna putih. Kamarnya yang begitu terang karena sinar matahari yang mulai masuk memenuhi ruangan tersebut membuatnya beranjak mendekati jendela kamarnya yang menghadap langsung ke arah gedung kepala sekolah. ia merasa tertarik, ketika ada seseorang yang tengah berjalan menjauhi asrama khusus gedung tersebut. Tentu tidak mungkin ia tidak tertarik, karena sudah sejak dari dulu ia begitu menjaganya. Seseorang itulah yang akan menjadi takdirnya kelak. Itu yang selalu ia yakini selama ini. Meskipun, ada sebuah rahasia yang ia harus tutupi dahulu dari gadisnya tersebut.

    Tanpa melepaskan tatapannya, ia menjilat jarinya yang berdarah akibat tamparan kerasnya pada Chanyeol.

    “Jika aku mendekatinya…”

    “…Taeyeon”

“I’ll also show you a sweet dream..

Next night”

Horeee chapter satunya dipublish jugaa. Gimana guys pada suka gak ? Gak nyesel nih nunggu chapter awalnya ? Apa udah aja gitu ya wkwk enggaklah bercanda. Maaf juga yaa ternyata aku slow respon banget, malah lama update chapter satunya jeoseohamnida *bow Apapun responnya aku tetap ngehargain dan akan tetap bertekad buat melanjutkan FF ini sampai habiss ha ha ha

BTW aku udah ngomen di teaser welcome aku kan wahh maaf gak bisa balas satu-satu, aku liatnya lewat hp sih. Tapi sekali lagi aku harus berterima kasih sama readers yang udah berbaik hati memberikan kesempatan pada diri ini untuk berkarya, meski harus adopsi cerita.

Aku juga mau klarifikasi soal yang waktu Taeyeon diselamatin sama Jaejong, kan emang di teasernya aku nulis 10 tahun yang lalu. Tapi pas di chapter ini malah 12 tahun yang lalu, kenapa coba ?? Tebak sendiri aja ya brahh haha

Oke sekali lagi hanya mengingatkan, kritik dan saran dari kalian itu berharga banget buat si pemula ini ya guys. Makanya sempetin komen di kolom yang udah admin fanpage ini sediain. Apresiasi semau kalian asal tahu batasan hehe.

So jangan bosen-bosen nungguin FF diri ini. tunggu aja next chapternya. Semoga FF yang awalnya aku mau publish duluan juga sama Nadia Eoni bisa nyusul buat nambah koleksi FF kalian yaaa

Udahan dulu cuap-cuapnya pay pay pay

 

NB : Gak jamin cepetcepet ngepostnya. Aku lagi sibuk sama acara UKM ku guys do’ain semoga lancar J

 

 


Advertisements

41 comments on “[FREELANCE] The Vampire Knight (Chapter 1)

  1. Aku sih pengen nya uthor cepet” pos tp brhubung kta author gk bsa cepet” ya sudah lah hehe
    next nya d tunggu yah thor dn jujur nih aku suka banget deh sma cerita nya,,,,

  2. Berasa nonton vaampire knight wkwk, aw aw kris aku mengidolakanmu😚😚😚 lebih suka kris daripada idol senpai eh sunbae wks..

  3. Wahhh sumpah keren thor,apakah kris juga vampir ya,taeyeon penting sekali bagi jaejeong,ampe chanyeol ditamparnya,lanjut thor

  4. Kereeen thor.
    Chanyeol usil, taeyong jaga ucapanmu haha.. Ntar jaejoong ngamuk lho! Kris diam2 menghanyutkan :v
    dtnggu next chap thor
    FIGHTAENG!!

  5. chanyeol jahat main gigit” aja :c
    si kris kenapa itu :0 aduhh pensaran >w<
    ditunggu next chapter nya yaaaa : DDDD

  6. Thorr neomu daebaaaakkkkkk ff nyaaa , gabisa updet cepet ye? Gaapalah aku bisa ngerti kok thor *eak* kris ternyata diem* ngehayutin-_- . ditunggu next chapternya hwaiting thor hwaitingggggggggg 😘💕💕💕

  7. Jaejoong? Kris? sip deh klo dijadikan satuu ama Taengoo..
    dtunggu next chapnya..
    semoga acara UKM-nya lancar dan ff-nya cepat dlanjutkan..
    FIGHTING!!!

  8. uwaaa keren ni Thor,, (y) (y) buat Author,

    Kris juga vampire kan?
    Taeyeon akan menjadi takdir dari Jaejoong kelak itu maksudnya apa yaa? apa mereka punya ramalan yg harus dipenuhi yaa??

  9. taeyeon kayaknya berharga banget ya buat jaejoong. dan kris itu vampire ya.? pokoknya keren thor, next ditunggu. fighting^^

  10. kris vampir ?!?
    org yg ditaman waktu taeyeon cuci muka ato apalah itu kris??
    next ditunggu thor.. fighting !!^^

  11. vampire knight versi kris-taeyeon-jaejoong kekekeke XD
    mmm gak sabar nantinya buat next chapnya apalagi pas da konfliknya
    wuiiihhh rame dehh nantinya wkwkwkwk 😀
    ditunggu next chapnya thor~

  12. Daebaj thornim,,, tae eonni ceplas ceplos aja nanti jaejoong oppa marah,,, chanyeol oppa emang usil banget ya… 😀 Kris oppa vampire ya?
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  13. mantap thor..
    Kris itu vampir jg yaa?
    Taeng itu kebal atau jgn2 emang sbnrnya udh jadi vampir nih..
    Penasaran next chapternya..
    Semangatttt thor!

  14. UWAAAAAAAAAA………
    DAEBAKK THOR!! XD
    Wehh…. Chanyeol kras kpala bnget sih’-‘
    Ehhh…. itu Kris gege Vampir jga…??
    hahahah…. Tae eonn dri tdi mkirin dia jdi vmpir,tpi nggk jdi”
    wkwkwk…. HAAAAA…. Tae eonn itu tkdirnya sma jaejong oppa yaaa…. ‘-‘
    hmmmm… pnasaran bnget sma Chap slanjutnya….
    jngan lma” ya.. Thor 😀
    FIGHTAENG!! ❤

  15. Iii gatau knp aku susah bgt baca alurnya;; lemot emg wks
    Iiih penasaran kris sebenernya manusia atau apa-_-
    Aaaaa thor chapt 2 nya ditunggu aja lah, jan kelamaan ya, fightaeng!

  16. awal baca sih masih kurang ngerti.. perlu dibaca ulang baru ngerti.. Kris vampire? ada Jaejoong oppa.. next thorrr 🙂

  17. Thor keren banget.
    Kris tu vampire atau enggak sih thor?
    Sumpah thor ff nya bikin penasaran banget.
    Ditunggu chapter 2 nya ya thor . Jangan lama lama ya thor.
    FIGHTING THOR!!!!

  18. bagus,aku suka sama manganya tadi ga ikutin bgt sih,mudah”an lewat ff ini kesampean sampe abis ya..
    next chapt nya.ditunggu..

  19. Kris vampir ya?? Lucu deh liat taeng mikirin knapa di gk jdi vampir? Jdi taeng pingin jdi vampir gitu? Kris diam” menghanyutkan. Jaejoong suka sama taeng? Kurang moment jae ama taeng. Oke deh krna chap 2 updetnya gk akan cpet tpi ttap d tungu chap 2 nya thor. FIGHTING

  20. kris vampire kah????
    Aduh taeng spertinya dirimu kepingin jdi vampire. Itu taeng udh 2 kli d gigit ma vampire knapa dia gk brubah juga?? Dan yg gigit tang wktu kecil itu kris kah??
    Aduh thor moment taeng ama jaejoong di bnyakin dong thor, okeee
    dan sprtinya next part bkal lama kan thor, gk papa deh yg pnting authornya gk lupa untuk lnjutin nih ff
    FIGHTING :* :*

  21. Akhirnya selesai baca juga.
    Jadi Kris itu sebenarnya vampir ya? Bakal seru nih klo partnernya Taeyeon ternyata vampir…
    Lanjutin yg cepat ya Thor. Fighting..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s