[FREELANCE] My Sexy Girl (Kai Version)



 

My Sexy Girl (Kai Ver.)

Author: Han Sung Young

Rating: 17+

Lenght: Oneshot

Genre: Romance, Fluff

Main Cast: Kim Jongin (Kai), Kim Taeyeon

Other cast: Find by yourself.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: rosaliaaocha – ExoShidaeFFandGraphic for making this amazing poster.

WARNING: PERHATIKAN RATING!!

Happy reading^^

Seorang namja tan terlihat bingung dalam ruangan yang pintu depannya bertuliskan ‘CEO’

Entah apa yang terjadi, Jongin atau yang sering di kenal Kai juga tak tau. Entah kontrak nya yang akan berakhir atau dirinya yang akan mendapat project baru.

“Ada apa sajangnim memanggil saya.?” Tanya Kai sopan pada Lee Soo Man selaku pemimpin di agensi tempatnya bernaung.

Tanpa menjawab, Mr.Lee memberikan selembar kertas pada Kai. Dengan sedikit ragu, Kai mulai membaca isi kertas tersebut. Mata Kai seketika membulat. Apakah ini benar.? Ataukah dirinya hanya mimpi.?

Kai mendapat project dengan Taeyeon.?

Kai kembali membaca kertas tersebut. Ini benar. Karena tak mungkin Kai salah membaca hingga dua kali. Tapi bagaimana bisa.? Dirinya dan Taeyeon berada dibidang yang berbeda. Taeyeon dalam bidang vokal, sementara dirinya dalam bidang dance.

“Kau tak perlu terkejut. Kau hanya perlu menandatangani kontrak tersebut. Jika kau setuju, kau akan sangat membantu saham SM yang mulai merosot.” Ucap Mr.Lee saat melihat wajah bingung Kai.

“Tapi sajangnim, bagaimana bisa. Taeyeon sunbae berada dibidang vokal, sementara saya dibidang dance. Apa itu mungkin.?” Tanya Kai sopan.

“Kau menanyakan hal yang sama dengan Taeyeon saat aku mengajukan usul ini. Kau tak perlu khawatir, aku sudah mengatur semuanya. Kami membutuhkan variasi baru dalam hal ini. Jika dulu kau pernah berduet dengan Taemin yang sama-sama dibidang dance, dan Taeyeon yang pernah berduet dengan Jonghyun yang sama-sama dibidang vokal, maka kurasa akan menarik jika kau dan Taeyeon berduet. Mungkin dengan ini, kalian dapat mengambil perhatian penggemar.” Jelas Mr.Lee.

“Ahh, baiklah.”

Kai mulai menandatangani kontrak tersebut dengan senyum yang mengembang. Jika boleh jujur, Kai sebenarnya juga sangat mengidolakan Taeyeon seperti Baekhyun. Hanya saja, Kai tidak terlalu frontal dengan mengatakannya pada publik.

“Baiklah, mulai besok kalian bisa berlatih, rekaman dan selanjutnya pemotretan. Kuharap kalian bisa membuat chemistry yang baik.”

“Ne sajangnim. Kalau begitu, saya permisi dulu.” Pamit Kai dan membungkukkan tubuhnya dan keluar ruangan tersebut dengan senyum yang masih mengembang.

****

“Hyung, apa benar setelah ini kau akan latihan dengan Taeyeon noona.?” Tanya Sehun saat Exo-K baru saja menyelesaikan latihan mereka.

“Ne, wae.?” Jawab Kai sambil mengelap keringatnya.

“Apa kau tak lelah.?” Suho kini ikut membuka suaranya.

“Aku tak kenal lelah hyung.”

“Aish, kau beruntung sekali. Padahal aku sangat ingin berduet dengan Taeyeon noona. Tapi mengapa harus kau.” Ungkap Baekhyun sedih.

“Ne, aku juga ingin berada diposisi Kkamjong. Ditambah lagi kudengar duet kalian berkonsep sexy.” Tambah Chanyeol.

“Jinjja.? Ahh kau menyebalkan Kkamjong.” Ucap Baekhyun sambil melempar handuknya.

“Yakk hyung, ini bukan salahku. Jika mau, salahkan saja sajangnim.” Jawab Kai setelah menurunkan handuk yang tepat mengenai wajahnya.

“Tetap saja aku iri denganmu, bukankah seharusnya aku yang berduet dengan Taeyeon noona.”

“Aish sudahlah, sebaiknya kita pulang sekarang. Bukankah Jongin akan segera latihan.” Saran Suho dan diangguki semua.

“Jangan terlalu lelah. Jika kau sudah merasa lelah, tak usah dipaksa, arra.?” Ucap D.O sebelum keluar ruang latihan.

“Ne eomma.” Jawab Kai dengan malas.

“Jangan menyentuh Taeyeon noona, jika tidak kau akan tau akibatnya.” Ancam Baekhyun dengan tatapan tajam yang justru terkesan lucu.

“Bagaimana aku tidak nenyentuh.? Duet ini berkonsep sexy hyung, jadi aku bisa menyentuh tubuh Taeyeon noona sepuasku.” Jawab Kai dan sedikit menggoda hyungnya.

“YAKK NEO-”

“BYUN KAU PULANG TIDAK.?”

Protes Baekhyun terputus karena teriakan Suho dari luar ruangan.

“Aish. Jangan sentuh noona-ku, arra.?” Ingat Baekhyun lagi sambil memberikan death glare nya pada Kai.

Setelah itu, Baekhyun keluar ruangan dan bergabung dengan empat member yang lain.

Saat mereka berjalan di koridor, terlihatlah Taeyeon yang berjalan seorang diri tanpa member SNSD yang lain. Dan sepertinya Taeyeon tengah menuju ruang latihan.

“Annyeong noona.” Sapa member Exo-K saat berpapasan dengan Taeyeon.

“Ne, annyeong hobbae-deul.” Jawab Taeyeon dan tersenyum ramah.

“Yakk, mengapa noona memanggil kami hobbae.?” Protes Baekhyun dan mempoutkan bibirnya.

“Baiklah ku ulangi. Annyeong dongsaeng-deul.”

“Annyeong noona.” Jawab ke lima namja tersebut dengan sangat semangat.

“Woaa.. ada apa dengan kalian hingga sangat semangat seperti ini.?” Heran Taeyeon dan dibalas cengiran oleh semua member Exo-K.

“Karena kami bertemu noona.” Jawab Chanyeol.

“Baiklah, aku mengerti sekarang. Eo, mengapa kalian hanya berlima.?”

“Member Exo-M sedang ada show di China. Sementara Kai sedang menunggu noona diruang latihan. Bukankah noona hari ini latihan pertama dengan Kai.?” Jelas Suho dan memberi pertanyaan pada Taeyeon.

“Ahh ne, hari ini aku ada latihan dengannya.”

Entah apa yang terjadi, jawaban Taeyeon ini membuat Sehun mendekatkan dirinya pada Taeyeon kemudian membungkukkan tubuhnya.

“Noona harus berhati-hati. Jongin hyung sangatlah pervert. Terlebih duet ini berkonsep sexy, jadi noona harus benar-benar berhati-hati.” Bisik Sehun tepat ditelinga Taeyeon.

Ucapan Sehun hanya dibalas dengan senyum oleh Taeyeon, kemudian tangan gadis itu terangkat untuk mengusap puncak kepala Sehun hingga namja yang 5 tahun lebih muda darinya itu tersenyum aneh dengan wajah merona.

“Yakk maknae.” Protes Chanyeol.

“Wae.?”

“Sudahlah, aku keruang latihan dulu ne.” Pamit Taeyeon.

“Baiklah, fighting noona.” Ucap semua member Exo-K.

Setelah itu, Taeyeon kembali melangkah menuju ruang latihan.

“Noona ingat pesanku.”

****

Hari sudah menjelang malam. Namun Taeyeon dan Kai masih saja berlatih dengan koreografer Choi. Untung saja tadi siang Taeyeon sempat mengajak Kai untuk makan, jika tidak mungkin sekarang Kai bisa saja sudah pingsan karena sebelumnya telah berlatih dengan Exo-K. Ditambah lagi sekarang mereka harus mengejar waktu dengan koreografi yang harus selesai hari ini juga.

“Baiklah untuk penutup, Taeyeon-ssi berjalanlah dengan seduktif ke arah Jongin-ssi, kemudian kalungkan tanganmu pada leher Jongin-ssi dan dekatkan wajahmu seolah-oleh kau ingin berciuman dengan Jongin-ssi.” Perintah koreografer Choi untuk penutup lagu duet mereka.

Taeyeon hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian yeoja itu mengikuti perintah dari koreografer Choi dengan santai. Sementara Kai, namja itu kini tengah menahan detak jantungnya yang sama sekali tidak teratur sejak pertama mereka latihan. Kai harus menahan hasratnya yang sedari tadi meluap-luap setiap Taeyeon menggerakkan tubuhnya.

Taeyeon mulai melangkahkan kakinya kearah Kai dan mengikuti semua yang diperintah oleh koreografer Choi. Tepat setelah Taeyeon mendekatkan wajahnya pada Kai, saat itu juga lagu berakhir menandakan latihan mereka berjalan dengan sangat sukses.

“Kalian bekerja keras hari ini. Aku harap kalian tak melupakan koreogafi yang telah dipelajari. Karena aku tak bisa terus memantau kalian. Aku hanya akan datang saat ada waktu luang. Karena kurasa kalian hanya perlu memperlancar dan membangun chemistry agar duet ini bisa lebih hidup.” Jelas koreografer Choi.

“Ne Mr, gamsahamnida.” Ucap Kai dan Taeyeon bersamaan.

“Baiklah, latihan hari ini kututup. Besok kalian bisa latihan sendiri. Anyeong haseyo.” Pamit koreografer Choi dan membungkukkan tubuhnya.

“Ne Mr. Annyeong haseyo.” Jawab Kai dan Taeyeon yang juga membungkukkan tubuh mereka.

Setelah koreografer Choi keluar, kini Taeyeon dan Kai hanya terdiam. Taeyeon meminum air mineralnya, sementara Kai mengelap keringatnya.

“Kai, apa kau tak lelah.?” Tanya Taeyeon memecah keheningan.

“Sebenarnya aku sangat lelah, tapi ini sudah menjadi kewajibanku noona.”

“Baiklah, sebaiknya kita keruangan sajangnim sekarang agar kau bisa cepat pulang dan beristirahat.”

“Keruangan sajangnim.? Untuk apa.?”

“Sajangnim tadi sempat berpesan bahwa kita diminta keruangannya setelah latihan.” Jawab Taeyeon dan memakai jaketnya.

“Ouh, arra.”

Setelah itu, Kai dan Taeyeon segera menuju ruangan Mr.Lee. Setelah sampai didepan ruangan tersebut, Taeyeon mengetuk pintu hingga kini terdengar jawaban dari dalam.

“Annyeong haseyo sajangnim.” Sapa Kai dan Taeyeon saat sampai didalam ruangan tersebut.

“Ahh, ne. Duduklah.”

Kai dan Taeyeon hanya menurut dan segera duduk dikursi yang berada didepan Mr.Lee

“Aku akan langsung ke inti saja. Aku sudah menyiapkan schedule untuk kalian. Besok pagi-pagi sekali, kalian harus sudah siap-siap untuk pemotretan. Sementara sorenya, kalian harus latihan vocal dan rekaman saat itu juga. Aku harap kalian tak keberatan dengan ini. Kita harus segera mendebutkan duet kalian. Bukankah kalian tau sendiri bahwa saham SM sedang mengalami penurunan, jadi kalian harus bekerja keras untuk duet ini.” Jelas Mr.Lee panjang lebar.

“Tapi sajangnim, bukankah ini terlalu cepat. Bahkan aku dengan Jongin baru latihan hari ini.”

“Gwenchana, aku yakin kalian bisa. Tuan Choi tadi sempat mengatakan padaku bahwa kalian sudah menghafal semua koreografi dan hanya perlu memperlancar gerakan kalian. Jadi kuharap kalian benar-benar bekerja keras untuk hal ini.”

“Baiklah, sajangnim.” Jawab Kai dan menundukkan wajahnya.

“Sekarang kalian boleh kembali ke dorm dan istirahat. Siapkan diri kalian untuk jadwal yang padat besok.” Ucap Mr.Lee mengakhiri pembicaraan singkat mereka.

“Baiklah sajangnim, kami pamit dulu. Annyeong.”

Setelah itu, Kai dan Taeyeon segera keluar dari ruangan tersebut dengan wajah kusut dan helaan nafas yang beberapa kali terdengar dari keduanya.

“Hufftt.. kita akan benar-benar bekerja keras Kai.” Ucap Taeyeon saat berjalan menyusuri koridor dengan Kai.

“Kita harus bisa noona dan aku yakin kita akan sukses dengan duet ini. SEMANGAT!!” Ucap Kai dan mengepalkan tangannya ke udara.

Taeyeon hanya menolehkan kepalanya untuk menatap Kai dan tersenyum. Menurut Taeyeon, Kai tak seperti yang difikirkannya. Ternyata Kai adalah namja manis dan juga hangat. Tak seperti ucapan Sehun tadi siang yang mengatakan bahwa Kai adalah namja yang pervert, karena pada faktanya Kai bersifat normal sampai saat ini.

“Kau pulang dengan siapa.?” Tanya Taeyeon saat mereka sudah berada diluar gedung tersebut.

“Molla, sepertinya aku akan meminta manager hyung untuk menjemputku.” Jawab Kai dan mengeluarkan ponselnya.

“Tak perlu. Ini sudah malam, kasian manager kalian jika kau meminta untuk dijemput. Kebetulan aku membawa mobil sendiri, sebaiknya kau kuantar saja.”

“Aniyo noona, tak perlu. Aku tak mau merepotkan noona.” Tolak Kai halus.

“Akan lebih merepotkan lagi jika managermu kemari hanya untuk menjemputmu. Sudahlah, kajja.”

“Gwenchana.?” Tanya Kai yang masih tak yakin.

“Gwenchana. Sudahlah kajja, ini sudah semakin malam.”

Kai hanya menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke mobil milik Taeyeon. Menurut Kai Taeyeon benar-benar baik hingga mau repot-repot untuk mengantarnya pulang. Kai tak salah jika mengidolakan Taeyeon.

Setelah Kai masuk mobil Taeyeon, tak lama mobil berwarna silver itu mulai berjalan menyusuri gelapnya malam.

****

Seperti yang telah direncanakan kemarin, kini Taeyeon tengah bersiap-siap untuk pemotretannya dengan Kai sejak satu jam yang lalu. Berebeda dengan Kai yang hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk siap-siap.

Taeyeon bahkan harus bersiap dari jam 5 dini hari hanya untuk make up. Untung saja wajah Taeyeon sangatlah natural dan mendekati sempurna hingga tak perlu menghabiskan waktu lebih lama lagi.

Kini sudah pukul 06.05 AM, dan persiapan semua sudah siap. Pemotretan pun akan segera dimulai.

Kai menggunakan tuxedo hitam dengan rambut kecoklatannya yang sedikit mengkilap hingga namja itu kini terlihat sangat manly. Sementara Taeyeon kini menggunakan gaun tanpa lengan dan panjang yang kurang dari setengah lutut dengan ekor yang menjuntai cukup panjang. Dan juga rambut panjangnya yang dibiarkan terurai.

“Semua bersiap. Pemotretan akan segera dimulai.” Ucap sang sutradara dengan lantang.

Mendengar hal itu, semua kru segera bersiap dengan tugas masing-masing. Tak terkecuali Kai dan Taeyeon yang sudah berada ditempat pemotretan.

Kai, namja itu sedari tadi tak berkedip sama sekali saat melihat penampilan Taeyeon yang begitu anggun dan juga… sexy. Yah, itulah penilaian Kai untuk penampilan Taeyeon kali ini.

Bahkan Kai baru menyadari jika Taeyeon memiliki lekuk tubuh yang indah jika menggunakan pakaian seperti ini.

“Noona, bolehkah aku jujur.? Jika kau menggunakan pakaian seperti ini, kau terlihat sangat sexy.” Bisik Kai sangat pelan dan menyeringai.

Taeyeon memandang aneh pada Kai. Kai bahkan berani mengatakan hal tersebut pada dirinya.

‘Sifat aslinya mulai keluar.’ Ucap Taeyeon dalam hati.

Taeyeon sangat menyesal saat tadi malam mengatakan bahwa Kai adalah namja manis. Karena pada faktanya, Kai tetaplah Kai yang melekat dengan sifatnya yang pervert.

“Kita mulai sekarang. Untuk yang pertama, aku mau kalian saling memunggungi namun tatapan tetap menghadap kamera.” Ucap sang sutradara.

Kai dan Taeyeon hanya mengangguk dan menuruti ucapan sang sutradara.

“Ya seperti itu, pertahankan!!”

Klik!

Klik!

Klik!

Beberapa foto telah diambil untuk pose pertama.

“Untuk yang kedua, Taeyeon-ssi kalungkan tanganmu pada leher Jongin-ssi dan sedikit meremas rambut bagian belakang Jongin-ssi. Sementara Jongin-ssi peluk pinggang Taeyeon-ssi.”

Kai dan Taeyeon kembali menuruti ucapan sang sutradara. Namun Taeyeon merasa sedikit aneh dengan senyuman Kai.

“Aku akan semakin banyak menyentuh tubuhmu noona.” Ucap Kai dengan nada rendah.

Taeyeon hanya diam tanpa menanggapi ucapan Kai yang semakin berani. Kemudian kembali terdengar interupsi dari sang sutradara.

Klik!

Klik!

Klik!

“Sekarang, Taeyeon-ssi letakkan siku kananmu pada bahu Jongin-ssi. Sementara Jongin-ssi, masukkan tanganmu ke saku celanamu.”

Klik!

Klik!

Klik!

“Taeyeon-ssi duduklah disofa dan Jongin-ssi duduklah dibawah tepat disamping kaki Taeyeon-ssi.”

Klik!

Klik!

Klik!

Dan kini memasuki pose terakhir. Pose yang merugikan bagi Taeyeon, namun sangat menguntungkan bagi Kai.

Pose Taeyeon yang tertidur disofa dengan Kai berada diatas tubuhnya. Namun Taeyeon menahan dada Kai agar wajah mereka tidak terlalu dekat.

“Buka sedikit mulut kalian dan buat wajah kalian sedekat mungkin.”

“Kau dengar noona.? Ini sangat menyenangkan.” Ucap Kai dengan suara pelan dan juga seringaian.

Tanpa menunggu perintah dua kali dari sang sutradara, Kai dan Taeyeon mulai membuka sedikit mulut mereka. Kai juga semakin mendekatkan wajah mereka hingga kini hanya memiliki jarak 2cm. Bahkan nafas keduanya begitu terasa bagi seseorang yang berada didepan mereka.

Klik!

Klik!

Klik!

“Pemotretan selesai, kalian bekerja sangat bagus hari ini. Terimakasih atas kerjasamanya.” Ucap sutradara mengakhiri pemotretan dan dibalas tepuk tangan semua kru.

Semua kembali membereskan alat-alat yang tadi digunakan untuk pemotretan. Sementara Taeyeon dan Kai kini masih terduduk disofa.

“Aku menang banyak noona.”

“Kau mencari kesempatan dalam kesempitan.” Jawab Taeyeon dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Taeyeon benar-benar tak habis fikir dengan sikap Kai yang sangat berbeda dengan kemarin. Jika kemarin Kai terkesan seperti namja yang bersifat manis dan hangat, maka hari ini Kai berubah menjadi namja yang sangat agresif. Taeyeon fikir mungkin karena kemarin mereka baru pertama kali bersama hingga Kai memiliki rasa sungkan dalam dirinya. Namun sepertinya, Kai hari ini dan hari kedepannya tak akan memiliki rasa sungkan lagi kepada Taeyeon.

“Sudahlah, sebaiknya kita segera ganti pakaian untuk rekaman.” Ucap Taeyeon dan bangkit dari sofa.

“Bersama.?”

“Tentu saja tidak babo.”

Kai hanya tersenyum mendengar penolakan dari bibir Taeyeon. Sebenarnya sedari tadi Kai menahan dirinya untuk tidak menyentuh Taeyeon. Ditambah lagi kini ‘adiknya’ yang mulai terbangun akibat pose-pose yang dilakukannya dan Taeyeon yang terkesan begitu intim.

Kai menghela nafas sejenak kemudian bangkit dari sofa tersebut untuk menuju ruang ganti dan mempersiapkan dirinya untuk rekaman sebentar lagi.

****

Saat ini Kai dan Taeyeon tengah berada diruang rekaman setelah sebelumnya mereka berlatih vokal dengan beberapa coatch yang mendampingi.

Dan sekarang, tibalah saatnya mereka untuk segera rekaman karena jam sudah menunjukkan pukul 11.00 PM.

Part awal lagu diawali dengan suara Taeyeon kemudian disusul dengan reff yang dinyanyikan keduanya. Part kedua, diisi dengan rap dari Kai yang cukup panjang, kemudian kembali diisi dengan reff. Lagu akan segera berakhir, terbukti dari Taeyeon yang menyanyikan part dengan nada tinggi dan dibarengi dengan rap dari Kai. Dan benar saja, lagu yang hanya berdurasi 03 menit 05 detik ini diakhiri dengan reff dari keduanya.

Semua staff yang bekerja turut bertepuk tangan melihat chemistry dan kerja sama dari Kai dan Taeyeon yang semakin kuat. Karena baru kali ini ada penyanyi yang hanya menjalani empat kali rekaman sudah mendapat hasil yang memuaskan.

“Kalian benar-benar hebat.” Ucap Mr.Lee yang mendampingi latihan keduanya.

“Gamsahamnida sajangnim.” Ucap Taeyeon, sementara Kai hanya membungkukkan tubuhnya.

“Sekarang sudah malam, sebaiknya kalian segera pulang. Namun ingat, perjuangan kalian masih panjang. Aku harap dalam waktu satu minggu ini kalian harus siap tampil.” Ucap Mr.Lee dengan senyum liciknya.

“MWO.? SATU MINGGU.?” Pekik Kai dan Taeyeon.

“Ne, kalian pasti bisa. Jika kalian berhasil dalam duet ini, kalian akan mendapat bonus besar.”

“Yang kami pikirkan bukan masalah bonus sajangnim, tetapi pekerjaan berat yang dibebankan pada kami.” Bantah Taeyeon dengan suara pelan.

“Ini pekerjaan. Bersikaplah profesional.” Ucap Mr.Lee dengan suara menusuk sambil menepuk pundak Kai dan segera meninggalkan keduanya yang masih terdiam.

“Ini gila. Benar-benar gila.” Ucap Taeyeon setelah lama terdiam.

“Sudahlah noona, kita pasti bisa.”

“Aku tak yakin. Seseorang butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menampilkan perform yang baik. Sementara kita, kita hanya diberi waktu satu minggu.” Geram Taeyeon dan mengacak rambutnya.

“Ayolah noona, kau terlihat baik-baik saja. Kuyakin kita pasti bisa.” Semangat Kai dan menurunkan tangan Taeyeon yang masih mengacak rambutnya.

“Mungkin sekarang aku terlihat baik-baik saja, tapi aku tak yakin untuk satu minggu kedepan.”

“Sudahlah noona, kita harus optimis. Karena aku yakin kita pasti bisa.”

“Hmm.. Sebaiknya kita pulang sekarang. Aku benar-benar lelah.” Ucap Taeyeon dan mengambil tas selempangnya.

“Ne.”

****

“Hahh menyebalkan.” Erang Taeyeon saat sampai di kamarnya dengan Tiffany.

Dan erangan Taeyeon ini mampu membangunkan Tiffany yang tadinya sudah tidur.

“Kau baru pulang.?” Tanya Tiffany sambil mengucek matanya dan menatap jam yang menunjukkan pukul 1 dini hari.

“Ne. Kau tau, aku sangat kesal kali ini.”

“Wae.?” Tanya Tiffany dan mulai duduk dan menatap Taeyeon lekat.

“Sajangnim hanya memberi waktu satu minggu untukku dan Kai mempersiapkan penampilan kami. Dan setelah satu minggu, kami dituntut agar sudah siap dengan semua. Bukankah itu gila.” Ucap Taeyeon penuh emosi sambil melepas high heels nya.

“Jinjja. Dasar Lee bodoh. Dia sama sekali tak memikirkan posisi kalian. Dia hanya bisa memerintah tanpa tau rasanya bekerja keras untuk bisa menampilkan sesuatu yang menarik. Jika aku diposisimu aku akan menolak project ini.”

“Percuma saja jika aku menolaknya. Sajangnim sudah sangat percaya padaku dan juga Kai. Jadi, tak ada jalan lain selain aku harus menjalani ini semua.”

“Bagaimana dengan Kai.?”

“Dia juga selalu memberiku semangat. Tetapi seiring berjalannya waktu, dia mulai mengeluarkan sifat aslinya.” Jawab Taeyeon dan merebahkan dirinya. Namun tidak dengan Tiffany yang masih setia duduk dan memandang Taeyeon.

“Sifat aslinya.? Apa maksudmu.?”

“Bukankah kau tau jika Kai terkenal dengan namja yang pervert, ditambah lagi konsep untuk duet kita ini adalah sexy. Jadi, kau pasti tau apa maksudku.”

“Ahh arra. Aku hanya menyarankan padamu, kau harus berhati-hati saat berlatih dengannya. Kuyakin Kai memiliki hasrat yang besar, dan bisa saja suatu saat dia kalap dan melakukan ‘sesuatu’ denganmu.”

“Kai memang pervert dan memiliki hasrat yang besar, tapi kurasa dia tak akan berani melakukan sesuatu padaku. Mengingat aku adalah sunbae nya.” Tanggap Taeyeon dengan santainya.

“Mungkin yang kau katakan benar, tapi kita tak akan tau apa yang difikirkan seseorang. Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.”

“Baiklah, baiklah, aku akan mengingat pesanmu nona Hwang. Jadi bisakah kau diam sekarang, aku benar-benar lelah dan butuh tidur.” Ucap Taeyeon dan memejamkan matanya.

“Baiklah.”

Namun saat Taeyeon baru saja menutup matanya, tiba-tiba ponsel yang berada di tasnya berdering pertanda ada pesan masuk.

From: Kai
‘Noona, besok kita latihan pukul berapa.?’

To: Kai
‘Pukul 2. Karena sebelum itu aku ada latihan vokal dengan SNSD.’

From: Kai
‘Baiklah. Kalau begitu selamat malam noona. Love you.’

Mwo.? Apakah Taeyeon tak salah membaca.? Kai mengatakan cinta.? Taeyeon benar-benar tak habis fikir dengan hobbae-nya yang satu ini.

Taeyeon kemudian menatap Tiffany yang sudah kembali memejamkan mata. Kemudian Taeyeon meletakkan ponselnya di nakas yang berada disamping ranjang dan mulai memejamkan matanya.

****

Saat ini Kai baru saja turun dari van hitam yang mengantarnya ke gedung SM ini. Seperti yang dijanjikan kemarin, Kai saat ini harus kembali berlatih untuk duet nya.

Setelah sang manager yang mengantarnya sudah pergi, Kai langsung menuju ruang latihan. Jujur saja, Kai sudah tak sabar untuk segera bertemu Taeyeon.

Kai memutar kenop pintu saat dirinya sampai didepan ruang latihan. Dan kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah ‘Wahh..’ ditambah lagi matanya kini hampir menyamai D.O.

Sebenarnya tak aneh jika Kai seperti ini, karena Taeyeon yang datang lebih awal sudah memulai latihan sendiri. Sebenarnya bukan itu yang menjadi pokok permasalahan, karena saat ini Taeyeon hanya menggunakan tank top berwarna abu-abu yang dipasangkan dengan celana pendek hitam yang hampir menyerupai hot pants. Ditambah lagi rambut panjang Taeyeon yang dikuncir kuda tanpa poni, hingga leher jenjang Taeyeon sangat terlihat jelas.

Namun bagi Taeyeon penampilannya saat ini bukanlah sesuatu yang ‘wahh..’ mengingat semua member SNSD terbiasa latihan hanya menggunakan tank top dan hot pants, bahkan Taeyeon saat ini menggunakan celana yang sedikit lebih panjang dari hot pants. Tapi ayolah, mungkin Taeyeon saat ini tak sadar jika dirinya berlati dengan ‘Kai’ bukan dengan member SNSD.

Taeyeon yang menyadari kedatangan Kai hanya tersenyum sekilas dan kembali berlatih. Semenara Kai, dengan seringai penuh namja itu kini menutup pintu dan menguncinya. Mengunci.? Entahlah apa yang difikirkan Kai saat ini, dirinya hanya mengikuti kata hati yang mengatakan harus mengunci pintu tersebut. Dan Taeyeon tak menyadari hal itu.

Setelah menyimpan kunci di tas dan meletakkannya dimeja, kini Kai mulai membuka jaket dan kaos hingga kini dirinya half naked. Taeyeon yang menyadari hal itu tentu saja terkejut dan memandang tajam pada Kai.

“Apa yang kau lakukan eo.?” Bentak Taeyeon sambil menelan saliva nya karena tanpa sengaja menatap dada bidang dan juga abs milik Kai.

“Wae.? Aku hanya menyesuaikan.” Jawab Kai santai dan mulai berjalan mendekati Taeyeon.

“Menyesuaikan apanya.?”

“Menyesuaikan dengan pakaian noona.”

“Aku memang terbiasa latihan dengan pakaian seperti ini.”

“Dan aku juga terbiasa latihan dengan pakaian seperti ini.” Kuekeh Kai dan mulai memutar musik dari awal.

“Cih, dia bahkan hanya menggunakan celana.” Gumam Taeyeon namun masih bisa didengar oleh Kai, hingga namja itu tersenyum kecil.

Kini keduanya mulai menggerakkan tubuh mengikuti alunan musik. Walau baru satu kali berlatih, tetapi keduanya mulai mahir dalam koreografi ini. Dan chemistry antara keduanya pun semakin kuat. Terbukti dari keduanya yang salin melempar senyum dan juga mulai tidak canggung lagi jika harus melakukan kontak fisik.

“Noona, apa kau tau.?” Tanya Kai dan terus menggerakkan tubuhnya karena musik masih belum berakhir.

“Mwoya.?”

“Sebenarnya aku juga sama seperti Baekhyun hyung terhadap dirimu.”

“Kau juga mengidolakan diriku.?”

“Lebih.” Jawab Kai dan sedikit menarik tubuh Taeyeon agar lebih mendekat pada dirinya. Walau dengan catatan mereka masih harus mengikuti irama musik.

“Maksudmu.?”

“Rasa apa yang lebih dari sekedar penggemar.?”

“Sahabat.”

“Lagi.”

“Saudara.”

“Lagi.”

“Jangan membuatku bingung Kai.”

“Saranghae.”

Hening.

Walaupun keduanya masih menggerakkan tubuh mereka, tetapi tak ada satupun yang berbicara akibat ucapan Kai tadi. Taeyeon tak tau harus berbicara apa, ini terlalu terburu-buru baginya. Sementara Kai yang menyadari keterkejutan Taeyeon, berniat untuk menjelaskannya.

“Mungkin ini terkesan tak masuk akal dan terlalu cepat. Tapi percayalah, aku tak pernah bermain-main dengan ucapanku. Dan mulai sekarang noona harus menjadi milikku.”

“Apa kau sudah gila.?” Tanya Taeyeon sekaratis.

“Ne, aku memang gila. Aku gila karena sudah terlalu lama memendam perasaan ku padamu. Setidaknya aku tidak sebodoh Baekhyun yang dengan begitu frontal mengatakan pada publik bahwa dia menyukai mu. Justru itu akan menimbulkan pro dan kontra dikalangan penggemar.” Jelas Kai.

“Tapi kau gila. Kau adalah hobbae-ku, dan aku tak mungkin jika berkencan denganmu.” Tolak Taeyeon.

“Kau tak berhak untuk menolakku.”

“Dan kau tak berhak untuk memaksa ku.”

Grepp…

Kai yang tiba-tiba memeluk Taeyeon dari belakang ini tentu membuat gadis itu terkejut. Kai bahkan sudah tidak peduli dengan musik yang sedari tadi masih mengalun.

“Kau sekarang milikku.” Bisik Kai tepat ditelinga Taeyeon.

“Mengapa kau jadi seperti ini eo.? Cepat lepaskan, atau aku akan berteriak.” Ancam Taeyeon dan mulai memberontak.

“Kau berteriak sampai pita suara mu rusak pun tak akan memberi pengaruh apapun. Ruangan ini kedap suara, apa kau lupa.” Ingat Kai dengan memasang seringai nya yang tak akan mungkin dapat dilihat Taeyeon.

“Jangan kurang ajar Kai. Cepat lepas atau aku akan- Akhh..”

Ucapan Taeyeon yang belum sempat terselesaikan ini terputus karena Kai yang menggigit bahu nya dengan sedikit keras. Kai bahkan sudah tak memperdulikan musik yang kembali memutar dari awal karena diatur hanya untuk satu kali putar.

‘Sial, benar apa yang dikatakan Fany tadi malam.’ Umpat Taeyeon dalam hati dan terus memberontak di pelukan Kai karena gigitan namja itu yang semakin liar di bahunya.

Dengan Taeyeon memberontak seperti ini justru merugikan dirinya. Tubuh Taeyeon yang kehilangan keseimbangan akhirnya oleng dan jatuh di lantai. Sementara Kai yang tak siap untuk menangkap tubuh Taeyeon pun ikut terjatuh dan berakhir dengan menimpa tubuh Taeyeon.

“Kesalah besar noona.” Ucap Kai dengan tatapan menggoda saat menyadari posisi yang sangat menguntungkan baginya.

Tanpa membuang waktu, Kai segera menerjang bibir mungil Taeyeon yang sejak kemarin diinginkannya. Kai bahkan sudah mulai melumat bibir Taeyeon dengan bibirnya yang penuh. Tak hanya melumat, namja yang mendapat julukan ‘Dancing Machine’ itu juga mulai menggigit bibir Taeyeon agar membukakan akses bagi lidahnya untuk menjelajahi isi mulut Taeyeon. Kedua tangan Kai digunakan untuk menahan tangan Taeyeon yang sedari tadi terus memukul dadanya yang polos itu.

Kai bahkan sudah tak memperdulikan musik yang sudah beberapa kali terulang tanda mereka sudah terlalu lama berciuman. Kai memang tidak suka jika berciuman hanya dengan waktu yang singkat. Kai tipikal pria yang suka berciuman lama dan juga menggairahkan.

Namun saat nafas Taeyeon yang semakin memburu sudah menerpa wajahnya, Kai segera melepas bibir Taeyeon namun tak menghentikan ciumannya, karena ciuman Kai ini turun menuju leher Taeyeon yang sedikit lembab. Dan hal itu berakibat pada rambutya yang kini dijambak oleh Taeyeon.

“Enghh.. Kai . Henti.. khan.”

Erangan Taeyeon ini tak mampu menghentikan kegiatan Kai yang masih menghisap lehernya kuat-kuat. Bahkan tangan Kai kini mulai menelusup kedalam tank top Taeyeon dan mulai meraba perut rata milik gadis yang saat ini berada dibawahnya itu. Dan tentu hal itu membuat erangan Taeyeon semakin tak terkendali. Kai mungkin sudah gila saat ini. Yang difikirkannya adalah untuk memiliki Taeyeon seutuhnya.

Taeyeon saat ini mulai membulatkan matanya saat dirasa tangan Kai yang mulai menuju ke atas. Taeyeon tak bisa membiarkan ini. Dengan sisa tenaga yang dipunya, Taeyeon kini berusaha membalikkan posisi hingga kini yang berada dibawah adalah Kai.

“Kau ingin posisi woman on top noona.?”

PLAKK..

Bukan menjawab ucapan Kai, Taeyeon menampar dengan keras pipi Kai hingga kini namja itu menoleh ke kanan.

“NEO! Apa kau sudah gila eo.? Apa kau tak tau jika tindakanmu termasuk pelecehan.? Dan yang kau lecehkan adalah sunbae mu sendiri. Apa kau begitu bodoh hingga tak memikirkan hal tersebut.? Benar-benar mengecewakan jika aku memiliki hobbae sepertimu.”

Setelah mengatakan hal tersebut, Taeyeon segera bangkit dari tubuh Kai dan segera memakai jaketnya. Dan setelah membereskan tasnya, Taeyeon segera berjalan menuju pintu. Namun nihil. Berkali-kali Taeyeon memutar kenop pintu tersebut, namun tak kunjung terbuka. Tetapi Taeyeon tak menyerah. Yeoja itu kini mulai mencari kunci tersebut dibawah meja dan dijaket Kai. Namun masih tak ada. Saat Taeyeon mengeluarkan isi dalam tas milik Kai, barulah Taeyeon menemukan kunci berwarna silver tersebut. Tanpa membuang waktu, Taeyeon segera membuka pintu dan keluar ruangan tersebut meninggalkan Kai yang masih terpaku ditempatnya.

****

Hari ini adalah hari debut untuk duet Kai dan Taeyeon. Walau selama satu minggu ini keduanya harus berlatih tanpa komunikasi sedikitpun, mereka harus terus berlatih karena alasan ‘Profesionalitas’

Dan saat ini Kai, Taeyeon dan beberapa kru dibelakang panggung tengah berdo’a untuk penampilan Kai dan Taeyeon beberapa menit lagi. Dan selesai berdo’a, Kai dan Taeyeon segera menaiki panggung untuk memulai penampilan.

Lagu mulai mengalun, keduanya pun mulai bergerak sesuai koreografi yang sudah dipelajari selama satu minggu ini. Walau waktu latihan yang bisa dibilang sangat singkat, namun Kai dan Taeyeon mampu menampilkan pertunjukan yang begitu memuaskan. Terbukti dari para penonton yang saat ini tengah berteriak histeris karena penampilan Kai dan Taeyeon yang begitu mengaggumkan.

Bahkan kini teriakan penonton  semakin menggila karena Taeyeon yang mendepatkan wajahnya pada Kai karena lagu yang hampir berakhir. Kai dan Taeyeon sangat senang dengan apresiasi dari para penggemar yang begitu antusias dengan penampilan mereka.

Keduanya kini membungkuk pada para penonton sebelum turun dari panggung untuk menuju back stage.

.
.
.

Setelah meminum air mineralnya tadi, kini Taeyeon tengah duduk disofa sebuah ruangan yang ada di back stage sambil memainkan ponselnya. Taeyeon memang hanya seorang diri, karena Kai sedang di toilet.

Hubungan Taeyeon dan Kai sangat buruk sejak kejadian di ruang latihan saat itu. Jika saja Taeyeon tak diharuskan berlatih dengan Kai, mungkin yeoja itu tak lagi sudi untuk bertemu dengan Kai. Sementara Kai yang sebenarnya sangat merasa bersalah akibat perbuatannya yang bodoh itu sama sekali tak berani untuk meminta maaf pada Taeyeon. Bayang-bayang wajah Taeyeon yang sedang mamarahinya saat itu terus saja terngiang. Jika saja Kai saat itu tak bersikap gegabah, mungkin kejadiannya tak akan serumit ini.

Ternyata kesendirian Taeyeon tak berlangsung lama karena Kai masuk ruangan tersebut sambil merapikan rambutnya.

Dan tanpa disangka, Kai yang baru saja masuk langsung berjalan dan berlutut dihadapan Taeyeon dengan kepala mendongak dan tatapan memohon. Taeyeon yang menyadari itu hanya menatap Kai datar dan juga sekilas kemudian kembali berkutat dengan ponselnya.

“Mian.”

“…”

“Aku tau aku memang salah. Aku terlalu terobsesi denganmu hingga melakukan sesuatu yang justru menyakitimu. Aku terlalu memikirkan nafsuku. Aku juga tak bisa berfikir jernih dan dewasa saat itu. Mian.”

“…”

Kai menghela nafas kasar saat Taeyeon sama sekali tak menanggapi penjelasannya. Dengan sangat terpaksa, Kai merebut ponsel Taeyeon dan melemparnya kesudut sofa kemudian menggenggam tangan Taeyeon.

“Kumohon. Beri aku kesempatan satu kali ini saja. Aku tak akan mengulanginya lagi. Kumohon maafkan aku noona.” Ucap Kai dan sedikit mengguncang tangan Taeyeon yang berada di genggamannya.

“Sikapmu sudah sangat keterlaluan Kai, dan aku tak bisa mentolerir hal itu.”

“Maka dari itu, untuk kali ini maafkan aku noona. Aku berjanji tak akan mengulangi nya lagi. Jebal noona, jebal.”

Taeyeon sebenarnya masih marah akan sikap Kai saat itu, namun jika melihat Kai yang memohon seperti ini ternyata mampu membuat hatinya tersentuh. Dan harus Taeyeon akui bahwa dirinya sama sekali tak menemukan kebohongan dalam mata Kai.

“Baiklah, kau ku maafkan. Jangan mengulanginya lagi atau aku tak akan memberimu kesempatan seperti sekarang.”

“Jinjjayo.?” Tanya Kai dengan mata berbinar dan beranjak untuk duduk disebelah Taeyeon tanpa melepas tautan tangan mereka.

Taeyeon hanya mengangguk dan tersenyum manis untuk menanggapi pertanyaan Kai. Kai yang menyadari hal itu segera memeluk tubuh Taeyeon dari samping.

“Gomawo noona. Kau memang yang terbaik.”

“Ya! Ya! Cepat lepas, aku tak bisa bernafas.”

Kai hanya tersenyum bodoh kemudian melepas pelukannya dan menatap Taeyeon.

“Noona, sekarang aku akan mengatakannya dengan cara yang baik.” Ucap Kai dengan raut yang berubah serius.

“Mwo.?”

“Jadilah yeoja-ku. Aku janji tak akan berbuat kasar seperti kemarin. Aku janji akan selalu menyayangi noona lebih dari apapun. Aku berjanji noona.”

Taeyeon tentu terkejut dengan pernyataan Kai ini. Dirinya fikir Kai hanya bermain-main dengan ucapannya minggu lalu, tetapi ternyata Kai mengatakannya dengan sungguh-sungguh.

“Aniya Kai. Akan sangat sulit jika kita menjalin hubungan. Kau bisa menjadi apapun bagiku, tapi tidak untuk kekasih.”

Kai tentu kecewa dengan penolakan Taeyeon ini. Bahkan sangat kecewa. Tapi Kai bisa apa, Taeyeon memiliki hak dalam hal ini.

“Baiklah. Jika aku tak bisa jadi kekasihmu, jadikan aku dongsaeng mu noona. Dongsaeng yang paling istimewa dan tersayang untukmu.”

“Apapun yang kau inginkan.” Jawab Taeyeon dan tersenyum tulus.

“Dan mulai sekarang aku jadi dongsaeng istimewa mu, dan aku akan memanggil noona dengan sebutan ‘My Sexy Noona’ otte.?”

“Itu panggilan teraneh yang pernah kudengar Kai.”

“Tapi aku akan tetap memanggil noona dengan sebutan itu.” Ucap Kai dan menyandarkan kepalanya pada bahu Taeyeon.

“Baiklah, terserah. Mulai sekarang, jadilah dongsaeng yang baik.” Jawab Taeyeon dan mengusap pipi Kai.

“Hmm.. Noona, walau aku jadi dongsaeng mu, apakah aku tetap boleh menciummu.?” Tanya Kai kemudian kembali menegapkan kepalanya dan mulai menaik turunkan alisnya.

“Tentu saja tidak boleh. Aku tidak mau.”

“Ayolah noona, noona harus mau.”

“Tidak Kai. Didunia ini tidak ada noona dan dongsaeng yang berciuman layaknya kekasih.” Ucap Taeyeon dan sedikit memberi penjelasan.

“Memang tidak ada. Dan kita akan menjadi yang pertama.”

Tak lama setelah itu, Kai segera mendaratkan bibirnya pada bibir Taeyeon dan mulai melumatnya. Walau baru satu kali merasakan manisnya bibir Taeyeon, namun bagi Kai bibir Taeyeon merupakan candu untuknya. Hingga tak lama setelah itu, mulai terdengar erangan dari Taeyeon yang memenuhi ruangan tersebut.

-END-

Akhirnya selesai. Semoga reader puas ya, karena aku emang susah buat menciptakan feel untuk ff ini. Dan ada kemungkinan juga kalo aku gak nerusin FF Love Triangle, karena comment reader yang makin sedikit. Jadi kesimpulannya reader udah bosan sama FF yang satu itu. Oke, yang pasti comment ya kalo udah baca.


See you^^

Advertisements

62 comments on “[FREELANCE] My Sexy Girl (Kai Version)

  1. kai yadong akut tuh hahha keren lah keren 😀 yah knapa yg love triangle gak di lanjut sayang banget, lanjut aja aku masih jadi reader setia ko 🙂 hihi

  2. Di antara yang lain, saya paling suka yang ini. Soalnya Kai memang keterlaluan dan kalau aku di posisi Tae pati trama banget deh!! Hoobae yang super tega! Semoga Kai bisa memperlakukan Tae dgn lbh baik selayaknya hoobae yang baik. Hehe. Mau tahu versi yang lain!!

  3. KAI OPPA PERVERT BANGET!!!!! awalnya aja malu” kucing tapi makin lama makin buas eerrrrrr……. agak kecewa sih ternyata mereka cuma jadi partner duet kirain bakalan pacaran. tapi Kai oppa jail ikhhh masa jadi saeng main kisseu Taeng eonni ㅋㅋㅋㅋㅋ ditunggu FF yg lain nya yaaaaa ♥♥♥♥♥

  4. terlalu pervert dirimu kim jongin. haruslah ekstra sabar untuk dirimu taeyeon eonnie kekeke. next fanfiction ditunggu thor–“

  5. Aigoo Kai oppa pervert bgt dah wkakaka
    Taeng eon harusnya terima Kai oppa :’v
    Di tunggu thor ff yg lainnya

    Yahh thor ff Love Triangle-nya jangan sampai gk di terusin,aku suka bgt sama ff itu

  6. Hah? Ini beneran udh ending? Sayang banget soalnya ceritanya sangat sangat bagus, apalagi tentang kaiyeon.. Aku suka beutsss.. Sequel thor.. Buat mereka bersatu.. Ayo thor semangat..

  7. Pingback: ZUIVER / Chapter 2 | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Pingback: [Drabble] Family Perfection / 4 : My Queen | All The Stories Is Taeyeon's

  9. Pingback: ZUIVER / Chapter 5 | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s