[FREELANCE] Galaxy Ocean (Chapter 4)

aaaa                                                                                TITLE

GALAXY OCEAN

AUTHOR

UNICORN

LENGTH

CHAPTER

MAINCAST

KIM TAEYEON

OH SEHUN

A/N

This is 100% mine. Plagiarism and Repost without my permission aren’t allowed. Leave a comment. Thank you. Happy Reading.

 

“Lama tidak bertemu”. Pria paruh baya yang memulai percakapan itu tersenyum hambar kepada pria lain yang duduk di depannya. Cafe itu sangat sepi. Hanya ada beberapa orang termasuk kedua pria tersebut.

Wu Jiaheng. Nama pria itu. Pria yang sebentar lagi menginjak 50 tahun. Rambutnya ber-uban, tubuhnya tinggi, tampak sangat berwibawa plus wajah Chinese yang sangat terlihat. Ia menyesap kopinya.

“Kau benar. Sudah sangat lama” ujar pria satunya sambil memaksakan tersenyum. Pria bermarga Park itu tampak risih dan runyam. Setelah berpisah sekian lama, ia tak menyangka akan bertemu dengan ‘pria’ itu lagi.

Jiaheng menghela nafas lalu berdeham untuk memulai kalimatnya. “Ini terdengar sangat terburu-buru, tapi kumohon, ini permintaanku satu – satunya padamu” ujar nya dengan menekankan kata ‘kumohon’ dan ‘satu-satunya’

Pria bermarga Park atau lebih tepatnya Park Seong Yeol itu menelan ludahnya dengan sulit lalu kembali tersenyum. “Jika bisa. Akan kukabulkan”

Jiaheng kembali menyesap kopinya hingga menyisakan cangkir kosong di hadapannya. “Kumohon. Kumohon kembalikan gadis itu padanya”

Seong Yeol membulatkan matanya. Nafasnya tercekat. Ia tahu siapa yang dimaksud ‘gadis’ dan ‘-nya’ oleh Jiaheng. Ia sangat tahu. Seong Yeol menggelengkan kepalanya. Ini sangat berat baginya. Meskipun suatu hari ia bisa melepaskan si ‘gadis’ kepada si ‘-nya’, ia yakin akan ada banyak pihak yang terluka.

“Maaf. Tapi sepertinya aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu”

GALAXY OCEAN

“BRAKK!!”

Taeyeon memindahkan kedua bola matanya yang tengah membulat sempurna ke arah sumber suara. Ia mengernyitkan keningnya. Ia dapat melihat Sehun yang tampak sangat berantakan, dengan dasi yang miring ke kiri, rambut yang berantakan, kemeja nya yang keluar sedikit dari celananya dan keringat yang mengucur deras di tubuhnya.

“Sehun-ssi? Apa yang terjadi?” tanya Saem bingung melihat Sehun yang sedang berjalan mendekat dengan nafas yang masih memburu.

Sedangkan pria lain di sana hanya memasang ekspresi datar dan super dingin. “Aku telat” jawab Sehun seadanya sambil berusaha menenangkan nafasnya yang terus keluar dengan cepat. Saem menggeleng pelan. “siapapun tahu jika kau telat. Apa alasanmu haksaeng?”

Sehun menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan ketika ia sudah dapat menetralkan nafasnya. “Saya bangun kesiangan dan dikejar anjing saat di depan sekolah. Mianhamnida seeongsaengnim” tuturnya lalu kembali membungkukkan badan.

Satu kelas pun langsung tertawa mendengar penuturan Sehun. Taeyeon yang mendengar kata ‘anjing’ pun langsung membulatkan matanya. Seperti memiliki feeling aneh, Taeyeon merasa jika anjing yang dikatakan Sehun adalah anjingnya. Prince.

Taeyeon langsung berdiri dari kursinya. Menatap Sehun dengan tatapan intens. “Ya! Warna apa anjing yang mengejarmu? Apakah anjing itu kecil?Warnanya putih?” tanya Taeyeon bertubi –tubi

Sehun menatap Taeyeon dengan bingung. “Memangnya kenapa? Aku tidak begitu memperhatikannya” jawab Sehun lalu membungkuk kepada Saem. Baru saja ia ingin berjalan ke kursinya, kedua matanya lebih dulu menangkap sosok pria yang berdiri tak jauh darinya yang saat bersamaan dengan kedatangan Sehun yang mengklaim dirinya bernama ‘Kris Wu’

“K-kau..” ujar Sehun terkejut. ia menatap lekat – lekat pria di sampingnya. Ia yakin. Ia ingat. Pria itu adalah pria di taman saat ia menemukan Prince yang saat itu kabur. Sedangkan Kris – pria – itu hanya diam, dengan segenap tatapan dinginnya menatap Sehun tanpa ekspresi.

“Kalian sudah saling mengenal? Itu bagus. sekarang duduklah Sehun-ssi” Sehun mengangguk. Dengan raut wajah yang masih terkejut, ia berjalan menuju kursinya. Di belakang kursi Taeyeon.

PLOK! PLOK!

Saem menepuk tangannya dua kali. “Chaa… sekarang mari kita lanjutkan dengan murid baru kita yang satu ini” ujar Saem membuat seluruh murid di dalam kelas kembali fokus .

Taeyeon memutar kepalanya untuk menatap Sehun. Ia berdesis kesal. “Ya. Jangan berbohong. Kau pasti melihat anjing itu, bukan? Beri tahu aku deskripsi anjing itu. Aku cemas jika anjing itu adalah Prince” ujar Taeyeon sedikit berbisik kepada Sehun. Ia tak tahu jika dengan kelakuannya itu, seseorang di depan kelas tengah menatapnya dengan tatapan tajam dan pastinya…. cemburu

Sehun menghela nafas. “Bukankah harusnya kau menanyakan kondisi ku sekarang ini? Kenapa kau justru menanyakan anjing itu?” sungut Sehun kesal. ia memalingkan kepalanya berpura – pura marah.

Taeyeon membuang nafasnya lewat mulut dengan kasar lalu menatap Sehun dengan tatapan membunuh. “Bagaimana jika anjing itu adalah Prince? Bagaimana jika dia hilang? Dia pasti kabur dari rumah untuk menyusulku. Itu pasti Prince. Kau bahkan bertemu dengannya di depan sekolah kan?. Cepat beritahu deskripisinya! Apa jika dia hilang kau mau bertanggung jawab!?”

“PARK TAEYEON!!”

Sontak, Taeyeon langsung membalik tubuhnya kembali menghadap depan. Ia menundukkan kepalanya.

“Mianhamnida Saem” tuturnya dengan suara yang kecil. Di belakang, Sehun hanya terkekeh geli. Padahal jika Taeyeon tidak semarah tadi dan memberinya kesempatan untuk berbicara, ia akan memberitahu deskripsi anjing itu. Yah, paling tidak yang bisa ia lihat dengan matanya saja sebelum berlari tadi. Seperti bulu yang berwarna putih bak salju, pendek, dan menggunakan kalung berwarna hitam. Tunggu dulu… bukankah itu Prince?

Saem menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya sekali. “Ada ada saja” gumamnya.

“… Lanjutkan Kris” sambung Saem. “Itu saja” jawab Kris. Dingin.

Taeyeon tetap pada posisinya. Ia bahkan tak mendengar apa yang dikatakan Kris di depan kelas sehingga Saem mengatakan ‘…lanjutkan..’ pada pria itu. Ia terlalu sibuk menuangkan emosinya kepada Sehun saat Kris berbicara.

“Duduklah. Di sana, di belakang Jessica-ssi. Itu, murid yang berambut cokelat” perintah Saem. Kris menurut lalu berjalan ke arah kursi yang ditunjuk Saem. Taeyeon yang mendengarnya langsung berdesis. Jika Kris duduk di belakang Jessica, itu tandanya Kris duduk di samping tempat Sehun, dan otomatis Kris duduk dekat dengannya.

“Taeyeon-ssi, kau bawa lirik lagu yang kuminta?”

Taeyeon mengangguk dan langsung mengambil sekumpulan kertas dari tas putihnya.

“Bawa kertas itu ke depan. Dan siapa yang diminta Shin Saem untuk menjadi partner Taeyeon?” tanya Saem. Jessica langsung menunjuk Sehun.

“Ah.. kalau begitu Sehun juga maju ke depan” lanjut Saem. Sehun melenguh pelan. Setelah lelah berlari ternyata ia masih harus berdiri di depan kelas. Taeyeon dan Sehun maju ke depan kelas. Dengan kenyataan tidak menyadari jika sepasang eagleic eyes menatap mereka dengan tatapan membunuh.

Saem mengambil beberapa kertas yang disodorkan Taeyeon lalu memeriksanya satu per satu.

“Nah. Kalian semua lagu ini satu per satu. Dari awal hingga reff nya saja. Dan murid murid lain silahkan mem-voting lagu yang bagi kalian cocok untuk festival SM nanti” jelas Saem yang dibalas anggukan oleh para murid.

Taeyeon baru saja ingin memulai bernanyi ketika Sehun menahannya dengan cara menarik tangan mungilnya. Kris yang melihatnya hanya memutar bola matanya.

“Sebentar Saem. Sebetulnya aku tidak bisa bernyanyi, Shin Saem memilihku juga tanpa alasan yang signifikan. Aku bisa rapp, itu pun hanya basic. Tapi jika Saem menyuruhku menari, aku yakin bisa melakukannya dengan baik. Sangat baik” tutur Sehun. Taeyeon mengernyitkan dahinya, ia tak percaya jika Sehun bisa menari dan juga rapp seperti yang dikatakannya.

“Hmm baiklah. Kalau begitu kau menari dan Taeyeon menari. Tapi lebih baik jika kalian menari dan menari berdua. Biar Taeyeon yang mendapatkan bagian menyanyi lebih banyak” ungkapnya yang dibalas anggukan dari Taeyeon dan Sehun.

“Baiklah. Kita mulai, dan untuk kalian semua.. pilih berdasarkan pilihan kalian sendiri. Arraseo?”

“NE!!!” jawab beberapa murid dengan mulut besar. Seperti contoh, Jessica Jung.

Taeyeon mengambil satu dari 5 kertas di atas meja Saem. Lalu mulai membacanya dan mencobanya dengan menggunakan tangga nada.

“Yang ini lagu SNSD TTS – Baby Steps. Tarian seperti apa yang harus kita lakukan?” tanya Taeyeon. Jujur saja, ia masih tidak begitu bisa menatap wajah Sehun secara lama. Karena selain kepalanya yang berdenyut, dirinya merasa terlalu malu untuk bertatapan langsung dengan pria yang pernah menyatakan rasa ‘suka’ pada dirinya.

“Kau berbicara seolah kau bisa semua jenis tarian” kekeh Sehun dengan suara kecil agar orang lain tidak mendengarnya. Taeyeon berdesis.

“Aku bisa balet. Hanya ingin kau tahu” bisik Taeyeon dengan nada kesal membuat Sehun tertawa kecil sambil mengusap pelan kepala Taeyeon.

“Aku menyuruh kalian untuk bernyanyi dan menari, bukan berpacaran” ucap Saem secara tiba – tiba membuat Sehun dan Taeyeon salah tingkah. Sekelas pun langsung memberi cheer mereka dan bersiul siul genit yang berhasil membuat keduanya semakin malu. Kembali, Kris hanya merotasikan kedua bola matanya.

“M-mian” ucap Taeyeon. Lalu detik berikutnya, Taeyeon meletakkan kertas itu kembali ke atas meja. Ia berdiri tepat di depan Sehun, dengan jarak yang sangat dekat. Gadis itu menutup matanya dan berikutnya mengambil nafas panjang dan mulai mengeluarkan suara merdunya.

Saat Taeyeon mulai bernyanyi saat itu juga Sehun menggerakkan tubuhnya. Menari. Gerakan yang dilakukan pria itu pelan. Tapi tidak norak dan juga tidak menjijikkan. Pelan mengikuti alunan suara anglelic Taeyeon. Beberapa kali pria itu memegang bahu Taeyeon. Seolah memberi kode untuk mengikutinya bernari juga.

Taeyeon yang mengerti langsung membalik tubuhnya. Dan di saat bersamaan, Sehun langsung merengkuh pinggang ramping Taeyeon untuk memeluknya singkat secara seductive lalu kembali menari lagi. Taeyeon membulatkan matanya. Sukses membulat seperti bola ping pong. Suaranya pun sedikit tersendat akibat perlakuan Sehun barusan. Ia sedikit menundukkan kepalanya. Ia malu. Terlebih seisi kelas yang langsung bersorak akibat melihat adegan drama secara langsung di depan kelas.

Gadis itu tetap berusaha mengeseimbangkan suaranya yang sempat tersendat. Dan dengan sangat perlahan mulai bernari bersama Sehun. Hingga akhirnya di bagian reff, pada bagian high note, Taeyeon mengeluarkan suara emasnya. Para murid dan juga Saem melihat keduanya dengan sangat kagum.

“Oh somebody help me…… Oh Somebody help me oohhhhhhh”

“Oh nan deo kakkai kalsurok eocheonji duryeowojyeo 
Oh nan tteollineun georeumeun deo hanbeon dagakabwah 
Oh nan nae sarangi boineun gakkaun georikkaji ijen dagawahjwo”

One, two nae mami three, four sumkyeori five, six onmomi 
neoman bomyeo keoreo 
One, two eojedo three, four oneuldo five, six maeildo 
Baby steps neoreul hyanghae keoreo 

Seperti apa yang diperintahkan Saem. Hanya dari awal hingga reff. Saat lagu selesai, Sehun langsung meraih pinggang Taeyeon dari belakang membuat keduanya melakukan back hug.

Seisi kelas pun langsung bersorak. Beberapa murid dan Saem bahkan berdiri untuk memberikan keduanya applause. Terkecuali Kris.

Taeyeon yang merasa jika ia masih dalam pelukan Sehun langsung melepaskan pelukannya secara paksa dan langsung memukul dada bidang Sehun. “Kau berlebihan” sungut Taeyeon dengan wajah memerah. Sedangkan Sehun hanya memberikan mehrong nya pada Taeyeon.

“Bagus sekali. Menawan. Sangat indah!” puji Saem dengan takjub setelah bertepuk tangan. Taeyeon dan Sehun membungkukkan tubuh mereka.

“Gamsahamnida Saem” ujar mereka berdua.

“Kalau begitu, kita lanjutkan ke lagu lain” ujar Saem. Baru saja Taeyeon ingin mengambil kertas lainnya, seorang murid namja dari kelas lain datang masuk ke kelas setelah mengetuk pintu. Taeyeon kenal namja itu, dia adalah Xi Luhan. Sunbae-nya.

“Oppa cantik” gumam Taeyeon sambil tersenyum kepada namja itu. Luhan membalas senyuman Taeyeon lalu kembali menatap Saem. “Permisi Saem, maaf menganggu jam pelajaranmu. Tapi aku mendapat perintah dari Shin Saem untuk memintamu ke kantor sekarang juga. Ada rapat dadakan untuk membicarakan festival SM” tutur Luhan.

Saem menganggukkan kepalanya mengerti. “Terima kasih Luhan-ssi”

Luhan balas tersenyum lalu membungkukkan sedikit tubuhnya. “Haksaengdeul, 1 jam terakhir jam pelajaranku akan kosong. Saem harus menghadiri rapat. Jangan keluar sebelum jam istirahat. Arraseo?”

“NE!!”

Sesaat Saem keluar kelas, dengan cepat Taeyeon menarik tangan Luhan agar mengikutinya menuju kursinya ketika Jessica sudah ada di sana terlebih dahulu.

“Hey, ada apa Taenguu?” tanya Luhan bingung ketika gadis itu menariknya. Taeyeon mengambil kursi murid yang sedang bermain dengan teman – temannya. Ia mendorong Luhan agar duduk di kursi itu. Jessica pun sudah tampak siap dengan meletakkan tangannya di bawah dagu seolah menunggu mereka berbicara.

Sehun yang melihat Luhan ada di sana hanya merotasikan bola matanya. Ia kenal Luhan. Sangat kenal. Malah sangat sangat sangat kenal. Pria ituhanya diam di kursi nya dengan kepala yang ditidurkannya di atas meja.

“Ya ya ya. Kalian ingin menginterogasiku? Jess apa apaan ini?” tanya Luhan bingung ketika kedua gadis di depannya itu menatapnya dengan tatapan intens. “Oppa cantik. Kau harus memberitahu kami suatu informasi” ucap Taeyeon semangat.

“Yup benar!” sambung Jessica dengan tak kalah semangat

“Setahuku, kalian berdua tidak suka bergosip” ungkap Luhan sembari memainkan jari jarinya di atas meja. Taeyeon dan Jessica berdesis kesal. “Kami memang tidak suka bergosip. Tapi lain jika orang itu adalah adikku” ujar Taeyeon setengah berbisik.

Luhan mengangguk mengerti. “Lalu kenapa kau ingin tahu juga?” tanyanya pada Jessica. Gadis bak Barbie itu mendengus. “Beautiful oppa, apa pun yang ada kaitannya dengan Taeyeon, aku harus tahu” jawabnya sembari memberi wink

Luhan terkekeh. “Hanya Taeyeon yang boleh memanggilku ‘cantik’. Dan jangan berusaha menggodaku Nona Jung, karena aku hanya jatuh cinta pada Taeyeon” ungkapnya sambil mengusap kepala Taeyeon dengan lembut.

“Baiklah LUHAN SUNBAE” ucap Jessica dengan menekankan kata ‘Luhan Sunbae’. Gadis itu mendengus. “Ck, sudahlah kalian berdua. Oppa, ceritakan kami tentang hubungan Seohyun dan Kai oppa” tutur Taeyeon.

“Seohyun dan Kai? Mereka baik- baik saja. Tidak terjadi apapun” ungkap Luhan santai. Jessica menghela nafas. “Jika itu aku juga tahu. Yang kami ingin tahu adalah perkembangan keduanya” ujar Jessica,geram. Taeyeon mengangguk setuju dengan ucapan Jessica.

“Perkembangan? Tentu saja ada” ucap Luhan menunjukkan smirknya. “Apa?” Taeyeon tampak begitu penasaran. Tidak ada alasan kuat atas tindakannya kali ini. Ia hanya ingin membantu keduanya menjadi lebih dekat. Karena yang ia tahu, Seohyun dan Kai memiliki hubungan yang sangat canggung. Dan mungkin alasan yang tepat adalah karena Seohyun sudah membuatnya berbaikan dengan Chanyeol.

Luhan tersenyum miring. Ia mengusap bibirnya menggunakan ibu jari.

“Kisseu”

Sontak Taeyeon dan Jessica seketika membulatkan mata mereka. Taeyeon membekap mulutnya menggunakan tangan sedangkan Jessica masih menatap Luhan dengan tatapan sangat terkejut.

“O-oppa, kau serius? M-mereka berciuman?” tanya Taeyeon dengan wajah merona. Sehun dan Kris yang mendengar jelas percakapan mereka hanya menghela nafas dan sesekali sibuk dengan gadget mereka masing – masing.

“Aku serius. Kai sendiri yang bilang padaku jika dia dan Seohyun sudah melakukannya. Bahkan mereka melakukan hal itu saat di dalam mobil Kai” ujarLuhan santai sambil menyenderkan tubuhnya di kursi

Wajah Taeyeon dan Jessica semakin merona. Terlebih Taeyeon, ia tak menyangka jika Seohyun benar – benar sudah melakukan errr…. kisseu.

“K-kalau memang benar. Berarti Seohyun…. berarti dia sudah mendahuluiku. Iya kan?” tanya Taeyeon pada Luhan. Pria itu mengangguk.

“Benar. Tapi tidak apa, jika kau iri dengannya, aku bisa menciummu kapanpun kau mau” ungkap Luhan. Jessica dan taeyeon langsung merotasikan sepasang bola mata mereka. Yah, setidaknya itulah tipikal Luhan.

Baru saja Taeyeon ingin bertanya lagi, Kris lebih dulu memanggil namanya. “Park Taeyeon”. Taeyeon meneguk salivanya dengan susah lalu dengan perlahan membalik tubuhnya untuk melihat ke arah sumber suara yang berada di belakangnya.

“Ya?”

“Kita perlu bicara” ujar pria itu lalu meraih tangan Taeyeon dan menyeretnya menuju ke luar kelas. Jessica dan Luhan hanya melemparkan tatapan bingung satu sama lain sedangkan Sehun menatap Kris yang menyeret Taeyeon dengan tatapan kesal.

GALAXY OCEAN

“Yo Chanyeol, apa kau akan ikut lomba basket saat festival SM nanti?” tanya Baekhyun kepada Chanyeol yang sibuk mengetik pesan untuk adiknya, Taeyeon.

“Hng? Entahlah” jawabnya tanpa menatap Baekhyun

Baekhyun menghela nafas. “Jangan seperti itu, hanya kau yang bisa diandalkan. Omong – omong, di mana Luhan?” Baekhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas tapi hasilnya nihil, ia tidak melihat Luhan.

“Sepertinya Festival SM kali ini akan menjadi sangat seru karena kali ini sekolah kita mengundang akan mengundang sekolah lain” celetuk Suho

“Benar. Apa tim basket kita ikut juga? Pasti seru” sambung Suho. Baekhyun mengedikkan bahunya tampak tak peduli.

“Yeol-ah, apa Luhan menyukai adikmu?” tanya Baekhyun sambil merapikan poninya yang sedikit berantakan. Chanyeol diam tak menjawab, ia masih sibuk dengan gadget-nya.

“Kau sangat beruntung, memiliki2 adik perempuan yang sangat cantik” Gumam Baekhyun tanpa melihat wajah Chanyeol yang tengah memperhatikannya. “Seohyun sudah berpacaran dengan Kai. Yeol, bolehkah jika Taeyeon untukku saja?”

BRAK!!

Baekhyun terkejut setengah mati ketika secara sangat tiba – tiba Chanyeol menggebrak meja dan mencengkram kerah bajunya. “Y-ya. Kenapa kau marah?”

Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan tajam. Ia tahu Baekhyun tidak salah. Tapi.. tapi…. Bagaimanapun juga Chanyeol memang sangat sensitive jika menyangkut masalah Taeyeon. Karena sesulit apapun, sesederhana apapun, ia hanya berpegang teguh pada satu hal: Taeyeon adalah miliknya, hanya miliknya seorang.

“Taeyeon adalah milikku” ujar Chanyeol dengan tegas

Baekhyun memanatap Chanyeol dengan tatapan sangat terkejut. pria itu mengerjap beberapa kali.

“Y-ya. A-apa apaan kau ini? Ini arti yang berbeda? Kau… Kau menyu…”

“YA!!! HOT NEWS!!” pekik seorang pria berambut brunette secara tiba – tiba membuat kalimat Baekhyun terputus. Chanyeol melepaskan cengkramannya pada kerah baju Baekhyun lalu menatap pria brunette bernama lengkap Zhang Yi Xing itu dengan tatapan aneh.

“Ada apa?” tanyanya

Suho dan Kyuhyun yang dari tadi sibuk mengobrol pun ikut menatap bingung Yi Xing atau Lay dengan beberapa murid lain.

“Sungguh, kalian pasti akan sangat terkejut. ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah” sengitnya heboh.

Suho melempar buku nya tepat di wajah Lay. “Jangan bertele – tele. Ceritakan saja”

Pria itu mengangguk mantap lalu kembali membuka mulutnya meskipun sedikit kesal karena wajahnya sakit akibat buku dengan tebal 236 halaman itu.

“Taeyeon. Adikmu Yeol, dia ada di dalam UKS. Dan ini yang menjadi sangat mengejutkan… dia bersama seorang pria. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Tapi pria itu bukan Luhan, aku sendiri tidak pernah melihatnya. Sungguh, lebih baik kau ke sana sekarang juga”

Chanyeol membulatkan matanya. Tangannya terkepal kuat di bawah sana secara otomatis. Ia menggertakkan giginya. Rahangnya mengatup keras beberapa kali. seperti ada kilatan merah di matanya. Perasaannya bercampur aduk. Antara bingung, marah dan …. cemburu.

Pria jangkung bermarga Park itu langsung berlari keluar kelas tanpa mengatakan apa – apa lagi pada teman – temannya.

GALAXY OCEAN

Taeyeon masih sangat terkejut dengan perlakuan Kris. Ia gugup juga tak berani melepaskan genggaman tangan Kris yang terus menyeretnya untuk mengikutinya.

“Ng, permisi…. Kris-ssi, sebenarnya ada apa? Apa ada sesuatu? Ada masalah? Apa aku melakukan kesalahan padamu? Ah, masalah jam itu? Aku sudah bilang jika aku tidak memiliki uang. Tapi tenang saja, aku sedang bekerja sambilan. Jangan laporkan aku ke polisi atau orang tuaku. Kumohon, aku tidak punya tabungan. Atau aku bicarakan saja dengan oppaku? Dia juga bersekolah di sini. Namanya Park Chanyeol. Dia….Ya!!” Belum saja Taeyeon menyelesaikan kalimatnya yang tampaknya tak akan usai, Kris lebih dulu menyudutkan tubuhnya dengan tubuh gadis itu di dinding gedung Ekstrakulikuler dan menguncinya pergerakan Taeyeon dengan meletakkan kedua tangannya di samping kiri dan kanan kepala Taeyeon.

“Bisakah kau diam?” Pria itu bertanya sembari memberikan tatapan tajamnya pada Taeyeon. Gadis itu membuka mulutnya lalu menutupnya dan akhirnya membukanya lagi.

“Ada apa?” tanyanya dengan polos. Kris menatapnya dengan aneh lalu menghela nafas. “Kau berbicara terlalu banyak. Kepalaku pusing” mungkin bagi yang peka, ucapan Kris terlalu terdengar bohong. Mengingat betapa manis dan lucu nya seorang Kim Taeyeon ketika gadis itu mengoceh sambil menunjukkan ekspresi – ekspresi lucu yang sendirinay tidak sadari. Tapi sekarang di sana hanya ada Kim Taeyeon, sosok gadis yang jauh dari kata peka.

“Kalau begitu maaf” sesal Taeyeon sambil tersenyum manis. Demi apapun, tapi senyum Taeyeon nampaknya begitu mematikan. Bahkan seorang Kris Wu pun dapat mendapati dirinya membeku akibat senyuman gadis itu.

Entah mendapat suruhan dari siapa, tangan pria itu terangkat. Mengusap pipi mulus Taeyeon membuat gadis itu harus menunjukkan ekspresi bingung. Tapi jauh dibandingkan Taeyeon, Kris jauh lebih merasa bingung. Melihat Taeyeon yang hanya diam ketika menyentuh wajah gadis itu membuat dirinya risih dan runyam untuk sedetik bahwa gadis itu tidak berkutik ketika seorang pria yang baru dikenalnya ‘menyentuh’ wajahnya.

“Kenapa?” tanya Taeyeon bingung. “Apa ada yang aneh di wajahku?” tanya nya lagi menyadari tangan Kris masih memegang pipinya.

Pria itu berdeham lalu dengan sangat cepat tangan kanannya langsung menarik pinggang ramping Taeyeon sehingga mereka tidak memiliki jarak lagi. Sedangkan tangan kirinya masih setia menempel pada dinding yang dingin. Tapi setelah ia melakukannya, ia tidak mendapat suatu hal yang diharapkannya tapi justru semakin membuat hatinya teriris.

“Ada apa?” tanya gadis itu yang kesekian lakinya. Kris mengepalkan tangan kirinya dengan sangat kuat. Ia memang senang karena gadis itu tidak menolak ‘sentuhan’ nya. Tapi mengingat jika bagi Taeyeon ia hanyalah pria yang baru dikenalnya kemarin, sangat tidak masuk akal jika gadis itu menerima ‘sentuhan’ yang diberikan Kris. Dan yang menjadi sangat menakutkan bagi Kris adalah, bagaimana jika gadis itu seperti itu kepada setiap pria yang baru dikenalnya? Dan parahnya, bagaimana jika gadis itu bersifat seperti itu pada setiap pria? Setiap pria? Setiap? Pria?

Kris meghela nafas, ia cukup sakit hati untuk ini. “Kau sangat mengecewakan” ujar Kris sembari melepaskan pelukan secara sepihak mereka dengan pelan. Ia menolehkan kepalanya ke samping. Tidak mau menatap gadis mungil itu. Jika saja Kris adalah seorang gadis, sekarang ia pasti sudah berlari sambil menangis. Tapi melihat kenyataan ia adalah seorang pria, kalimat seperti itu tidak mungkin ada untuknya, bahkan tidak untuk terlintas dikepalanya sekalipun.

Taeyeon menatap wajah Kris dengan tatapan sangat bingung. “Sebenarnya ada apa? Kris-ssi, apa kau sakit? Kau tidak enak badan?”

Kris hanya diam. Tak berniat menjawab pertanyaan Taeyeon. Ia menatap Taeyeon dengan tatapan kesal. “Kau tidak merindukanku?” tanya Kris. Taeyeon mengernyitkan keningnya. ‘merindukan’? merindukan pria itu? Mustahil, bahkan Taeyeon baru mengenalnya.

“Merindukanmu? Apa maksudnya? Bukankah kita baru mengenal satu – sama lain kemarin?” tanya gadis itu bingung. Ia menatap dalam mata Kris begitupun sebaliknya. Pria itu memasang wajah datarnya lalu tersenyum masam. Toh itulah kenyataannya. Taeyeon tidak mengenalnya dan tidak akan pernah bisa mengingatnya kembali. Mungkin benar. Kenangan mereka, janji mereka, semuanya hanya tinggal angin kelabu musim semi. Yang bagaimanapun juga kau inginkan untuk menghangatkanmu tapi tak akan bisa karena hal itu hanya sia – sia. Angin musim semi yang membuatmu hangat dan nyaman untuk sejenak, tapi membuatmu kedinginan akan rasa mati ketika angin itu menghilang untuk selama – lamanya.

“Apa anjing yang mengejar pria itu tadi adalah anjingmu?” Kris mengalihkan pembicaraan sambil mengambil langkah lebih jauh dari gadis itu. Taeyeon terdiam sebentar lalu seolah tersadar dan langsung membelalakkan matanya.

“Ah!! Aku baru ingat! Oh Stalker sialan! Dia benar – benar tidak ingin memberitahu deskripsi anjing itu. Bagaimana jika anjing itu benar – benar Prince? Ah!!! Aku bisa gila” sungut Taeyeon geram sambil menghentakkan kakinya beberapa kali ke tanah.

Kris hanya diam sambil menatap Taeyeon. Ia memain – mainkan jarinya sambil berfikir cara apa yang harus dilakukannya untuk menemukan anjing itu. Karena bisa dibilang ada begitu banyak peluang anjing itu masih ada di sekolah itu mengingat cerita Sehun.

Baru saja Kris ingin membuka mulutnya. Dari ujung sana datang sesosok yang sangat kecil ke arah mereka berdua. Sangat kecil. Berwarna putih layaknya salju. Sangat manis. Itu Prince.

GUK GUK GUK!!

Anjing itu menggonggong beberapa kali. Taeyeon langsung mengalihkan matanya ke arah sumber suara dan langsung mebulatkan matanya saat melihat Prince yang berlari ke arahnya. Ia tersenyum lebar mendapati kenyataan jika Prince baik – baik saja.

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan tangan yang terbuka lebar untuk membiarkan Prince masuk ke dalam pelukannya. Tapi semakin anjing itu mendekat, Taeyeon semakin kebingungan. Apa anjing itu tidak melihatnya atau terjadi sesuatu pada anjing itu, Taeyeon tidak tahu. Tapi yang pasti sekarang anjing itu berlari ke arah Kris bukan ke arahnya.

Prince langsung melompat ke atas kepala Kris yang menyebabkan pria itu terkejut bukan main. Begitupun Taeyeon. Gadis itu membekap mulutnya melihat tingkah anjingnya.

“P-Prince!!! Apa yang kau lakukan anjing nakal!!! Cepat turun dari kepala Kris!!” pekik Taeyeon. Tapi Prince tidak bergeming. Ia tampak begitu menyukai rambut halus milik Kris. Taeyeon yang melihat Prince tetap setia bertengger di atas kepala Kris sambil memainkan rambut blonde Kris langsung menarik tubuh Prince dengan kuat sehingga Prince turun dari kepala Kris.

Pria itu tampak begitu kacau. Rambutnya awut –awutan dan di pelipisnya ada bekas goresan yang nampaknya diakibatkan kuku Prince saat menoba naik ke atas kepala Kris tadi. Pria itu meringis.

Taeyeon membulatkan matanya. Ia sangat terkejut. dengan cepat ia berjalan sambil menarik Kris ke arah ruang kesehatan yang tak jauh dari tempat mereka berdiri beberapa detik yang lalu. Dengan polos, Prince mengekori keduanya sambil menggoyang goyangkan ekornya seperti tidak habis melakukan dosa sedikitpun.

Setelah berada di ruang kesehatan. Taeyeon langsung menyuruh Kris untuk duduk di ranjang dan mengambil kotak P3K di dalam sebuh lemari kaca. Ia mengeluarkan kapas dan obat merah dari kotak tersebut. Kris hanya diam menonton aksi Taeyeon. Ia tersenyum ketika gadis itu terlihat sangat ketakutan dan tangannya yang gemetar.

Setelah melumuri kapas dengan obat merah. Taeyeon langsung mengusapkannya ke luka Kris. Tangannya terus bergetar menyebabkan tetesan obat merah tersebut mengalir ke pipi Kris. Dengan terburu – buru, Taeyeon mengambil kapas lagi dan mengusapkannya ke pipi Kris.

“Duh, darahnya” gumam Taeyeon. Ia meletakkan kapas dan melekatkan plester di atas kapas tersebut sehingga luka Kris tidak terlihat lagi.

Taeyeon menghela nafas. Ia menatap Kris, begitupun sebaliknya. “Mianhae” sesal Taeyeon pelan. Kris mengangguk pelan. Taeyeon tidak percaya 100% jika Kris sudah betul betul memaafkannya. Ia mengalihkan tatapannya ke arah Prince dengan tatapan membunuh.

“Tidak apa. Anjing itu tidak salah” ucap Kris pelan. Taeyeon menatap Kris sambil mengernyitkan matanya. Seolah tidak percaya dengan ucapan Kris. Gadis itu tergerak untuk merapikan rambut Kris yang berantakan. Ia menyisir rambut halus pria itu menggunakan tangannya. Kris pun tidak menolak. Karena jika harus jujur. Ia membutuhkan sentuhan gadis itu.

“Kau tidak mengingatku?” tanya Kris dengan pelan. Ia menatap lurus mata Taeyeon. Iris hazel milik Taeyeon dan hitam pekat milik Kris saling bertatapan dengan intens. Gadis itu menatap Kris dengan seribu tanda tanya di kepalanya. Kris sudah dua kali mengajukan pertanyaan seperti itu.

“Apa kita pernah saling mengenal sebelumnya?” tanya Taeyeon menjawab pertanyaan Kris. Pria itu mengangguk mengiyakan. Dengan gerakan pelan, ia mengeluarkan kalung yang terpasang di lehernya. Terdapat liontin pada kalung tersebut. Liontin berbentuk cincin.

Taeyeon memiringkan kepalanya bingung. Kris melepaskan kalung tersebut dari lehernya dan memberikannya kepada Taeyeon. Gadis itu semakin bingung, tapi ia hanya diam dan memperhatikan lekuk dari cincin tersebut. Ukurannya kecil dan di sudut dalam cincin itu terdapat ukiran bertuliskan ‘ocean’

“Apa maksudnya?” tanya Taeyeon

“Jika kau sudah mengingatku. Kembalikan cincin itu padaku” gumam Kris pelan sambil menatap jendela di sampingnya. Demi Tuhan, Taeyeon sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud Kris. Ia hanya mengangguk pelan dan menyimpan kalung beserta cincin tersebut di saku roknya.

Ia dapat melihat wajah sedih Kris dari pancaran matanya. Mata pria itu berair, seperti ingin menangis. Sedetik berlalu dan Taeyeon langsung dapat merasakan kesedihan pria itu. Meski tidak tahu pasti, Taeyeon ingin mengurangi kesedihan pria itu.

Perlahan tapi pasti, Taeyeon mengambil tangan Kris dan mengenggemnya. “Ada apa?” tanya Taeyeon pelan. Kris masih diam. Jika hatinya yang sakit bisa terdektesi oleh dokter. Kris pasti sudah pergi ke rumah sakit untuk melihat betapa banyak darah yang keluar dari hatinya saking perih dan sakit yang ia rasakan.

Entahlah. Tapi kenyataan Taeyeon tidak mengingatnya… begitu menyakitkan. “Ada apa Kris?” tanya Taeyeon lagi sambil mengusap pelan tangan Kris yang berada di genggamannya.

Sakit. Sangat sakit. Mungkin benar kata orang – orang, bahwa 80% cinta pertama tidak akan terkabul. Tapi tidak bisakah? Tidak bisakah setelah melihat usaha Kris selama ini? Tidak bisakah Kris menjadi orang yang berdiri di 20% dari 100%? Tidak bisakah?

Bersamaan dengan pria itu menatap Taeyeon, bersamaan dengan Taeyeon yang menatapnya dengan khawatir, Kris dengan lembut langsung memeluk tubuh mungil Taeyeon. Ia mendekap Taeyeon dengan segenap perasaannya. Menumpahkan rasa cintanya pada gadis itu dengan cara memeluknya, bukan mengatakannya. Kris yang pengecut dan egois. Serta Taeyeon yang bodoh dan tidak peka.

Membuat keduanya hanya bungkam dalam pelukan itu. Taeyeon membalas pelukan Kris. Ia bahkan mengusap lembut kepala Kris, entah mendapatkan suruhan dari siapa tapi ia menginginkan hal itu. Menginginkan Kris merasa lebih baik dan tidak menunjukkan wajah sedihnya.

Di saat keduanya masih berpelukan. Terdengar sebuah suara yang keduanya sadari. Taeyeon melepaskan pelukannya sedangkan Kris memilih untuk tetap pada posisi tersebut. Suara tersebut semakin terdengar jelas. Seperti bunyi langkah kaki. Suara tersebut semakin besar dan membesar, semakin jelas di telinga. Hingga akhirnya, pintu ruang kesehatan berdecit menandakan pintu itu tengah dibuka.

Kris tidak dapat melihat orang yang membuka pintu tersebut karena ia duduk memlakangi pintu. Tapi Taeyeon… ia dapat melihat orang itu. Pria itu. Pria yang tengah menunjukkan ekspresi begitu terkejut.

Taeyeon mengingigit bibir bawahnya. Dengan posisi yang masih sama. Dengan tubuh yang masih berada di pelukan Kris. Gadis itu membuka mulutnya.

“C-Chanyeol oppa……”

To Be Continued

A/N

Wahhhh akhirnya chapter 4 dipost. Terima kasih buat admin yang sudah mempost ff ini J

Buat para readers, author mau minta usul kalian untuk ff ini.

Jawab pertanyaan ini sewaktu meninggalkan comment J

Q: Pairing apa yang kalian inginkan untuk ff galaxy ocean

Options: A. KrisTae (Kris – Taeyeon)

B. Seyeon (Sehun – Taeyeon)

Mohon dijawab pertanyaan itu untuk kelangsungan ff Galaxy Ocean ini. Terima kasih. Tolong tinggalkan comment biar author tau pairing apa yang kalian mau. Thank You. #unicorn

Advertisements

51 comments on “[FREELANCE] Galaxy Ocean (Chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s