[FREELANCE] Don’t Touch Her!! (Chapter 1)

Don’t Touch Her!! (1st / Twoshot)

Author: Han Sung Young

Rating: 17+

Lenght: Twoshot

Genre: Romance, Fluff, Family

Main Cast: Xi Luhan, Kim Taeyeon, Jung Daehyun

Other Cast: Find by yourself.

Disclaimer: Semua cast milik orang tua mereka dan Tuhan YME. But this story is mine. Happy reading and sorry about typo’s

Note’s: Makasih buat admin yang mau nge post ff aku dan juga reader yang mau baca ff absurd aku. Jadi buat reader yang udah baca harap komentarnya ya.

Thanks to: cloverqua @ Art Fantasy for amazing poster.

Happy reading^^


1st / Twoshot

Seorang gadis mungil tengah mengayun-ayunkan kakinya yang menggantung bebas. Gadis mungil ini tengan terduduk dikursi samping lapangan basket dan tengah memandangi namjachingu nya yang tengah memantul-mantulkan bolanya tersebut.

Jangan berfikir bahwa gadis ini masih remaja dan bersekolah di salah satu SMA ternama di Seoul. Karena pada faktanya gadis bernama lengkap Kim Taeyeon ini sudah bekerja disebuah perusahaan. Taeyeon bekerja dibidang pemasaran. Namun begitu, gadis tersebut tidak terjun langsung ke lapangan, dirinya hanya tinggal dikantor dan mengurus semua dokumen karena jabatannya yang sebagai kepala pemasaran.

Dan saat ini, Taeyeon tengah menemani kekasihnya ‘Xi Luhan’ untuk bermain basket.  Sama dengan dirinya, Luhan juga kini bekerja di perusahaan yang sama dengan Taeyeon dan menjabat sebagai manager. Keduanya juga selalu makan bersama saat jam istirahat.

Hari ini adalah hari minggu dimana keduanya sama-sama free dan bisa menikmati waktu berdua. Seperti hari ini. Pagi tadi, Luhan merayu Taeyeon dengan semua jurus andalannya agar sang yeoja mau menemani dirinya bermain basket dengan temannya sewaktu sekolah dulu.

Drrtt…Drrtt…Drrtt…

Getaran dari ponselnya ini mengalihkan pandangan Taeyeon pada benda persegi panjang berwarna silver tersebut. Kini terlihatlah foto seorang namja yang tengah duduk dimotor besarnya.

‘Hyunnie Oppa’

Taeyeon tersenyum saat Daehyun menghubunginya. Gadis itu segera berjalan menuju ujung koridor dan mengangkat panggilan Daehyun.

“Yeobboseyo oppa.”

‘TAENGII-YA!!’ Bukan menjawab sapaan Taeyeon, Daehyun justru memekik dan menyebabkan gadis bersurai kecoklatan itu menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Yak oppa!! Kau ingin membuatku tuli eo.?”

‘Ahaha, mian. Emm Taeng, kau bisa membantu oppa atau tidak.?’

“Membantu apa.?”

‘Bantu carikan hadiah yang cocok untuk eomma ku ne.?’

“Huwaa, aku hampir melupakan ulang tahun ahjumma. Ne, aku akan menemanimu, aku juga akan mencari hadiah untuk ahjumma.”

‘Baiklah, mungkin besok atau lusa aku akan menjemputmu sepulang kerja. Otte.?’

“Ne, terserahmu saja oppa.”

‘Ngomong-ngomong, aku sangat merindukanmu Taeng. Bukankah sudah lama kita tak bertemu.’

“Nado, aku juga sangat merindukanmu. Salahmu sendiri, mengapa oppa terlalu mencintai pekerjaanmu hingga melupakanku.?”

‘Aish, mianhae. Ne tunggu sebentar!!’

“Mwo.? Kau bicara dengan siapa.?”

‘Dengan temanku. Sudah dulu ne, oppa ada urusan. Bye Taengii.’

“Aish kau ini. Baiklah, bye oppa.”

Taeyeon segera memutus panggilan tersebut dengan senyun mengembang. Setidaknya, sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan Daehyun. Maklum saja, sudah beberapa bulan ini Taeyeon tak bertemu dengan Daehyun. Keduanya sama-sama sibuk. Taeyeon dengan pekerjaan kantornya, sementara Daehyun dengan dunia fotografi nya.

Taeyeon dan Daehyun dulunya adalah sunbae hobbae dan juga kekasih saat keduanya masih SMA. Hingga saat ujian akhir bagi Daehyun, keduanya memutuskan hubungan mereka. Namun begitu, keduanya masih berteman baik hingga sekarang.

Taeyeon berbalik untuk kembali kesisi lapangan. Namun,..

“KYAA!! Aish, kau mengagetkanku.”

Taeyeon memekik saat dirinya berbalik dan mendapati Luhan yang tengah menatapnya tajam dengan tangan yang dimasukkan dalam saku celananya. Bahkan namja itu kini sudah berganti pakaian karena permainannya sudah selesai.

“Siapa yang menghubungimu.?” Tanya Luhan dengan tatapan tajamnya.

“Tidak ada.”

“Jangan berbohong.” Ucap Luhan masih dengan tatapan tajamnya.

“Ini bukan siapa-siapa. Eo, kau sudah selesai.? Kajja pulang.”

Taeyeon berusaha melewati tubuh Luhan. Namun Luhan tak membiarkan hal tersebut dengan memegang kedua bahu Taeyeon dan menyudutkannya pada dinding.

“Cepat katakan!!” Pinta Luhan menuntut.

“Bukankah sudah kukatakan. Dia bukan siapa-siapa.”

Taeyeon menjawab dengan sedikit takut. Wajar jika Taeyeon seperti ini, selama ini Luhan sangat over protective dan juga posesif pada dirinya. Terutama saat Taeyeon dengan Daehyun, hal tersebut akan membuat Luhan naik darah.

“Berikan ponselmu.”

“Untuk apa.?”

Tanpa menjawab pertanyaan Taeyeon, Luhan langsung merebut ponsel yang sedari tadi masih digenggam Taeyeon.

Luhan memeriksa ponsel Taeyeon. Dalam log keluar, Luhan hanya menemukan kontaknya dan eomma Taeyeon. Luhan kemudian memeriksa log masuk. Rahang Luhan mengeras saat terdapat kontak Daehyun disana.

Luhan meletakkan tangannya pada dinding disebelah kepala Taeyeon. Namja itu kini mendekatkan wajahnya dan kembali menatap Taeyeon dengan tajam. Dan hal tersebut membuat Taeyeon menundukkan kepalanya.

“Apa yang kalian bicarakan.?”

“Tidak ada apa-apa.”

Tangan kiri Luhan yang tadinya dibiarkan berada disisi tubuhnya kini berangsur memegang bahu Taeyeon. Dan tangan kanannya tetap berada didinding.

“Daehyun oppa hanya memintaku menemaninya untuk membeli hadiah untuk Jung ahjumma. Itu saja oppa. Sungguh, aku tak berbohong.” Jujur Taeyeon pada akhirnya.

“Kau mau melakukannya.?”

Taeyeon mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Luhan. Dan hal tersebut membuat namja itu semakin menatapnya tajam.

“Jangan seperti itu, kau membuatku takut oppa.” Rengek Taeyeon masih dengan kepalanya yang menunduk dan suara yang sedikit bergetar.

Tatapan Luhan perlahan melembut mendengar ucapan Taeyeon. Bagaimanapun sikap Luhan, dirinya paling tak bisa jika melihat gadisnya merasa sedih atau takut seperti ini. Kedua tangan Luhan berangsur menggenggam jari mungil Taeyeon.

“Jika kau tak ingin melihatku seperti ini, jangan terlalu dekat dengan namja lain terutama Daehyun. Itu membuatku cemburu.”

Taeyeon mengangguk dan mulai menatap mata Luhan. Luhan kini berangsur memeluk tubuh Taeyeon untuk menyalurkan kehangatannya.

“Gadis kecil, maafkan oppa mu ini ne. Aku hanya terlalu mencintaimu dan takut kehilanganmu. Aku tak mau jika Daehyun merebutmu dariku. Maafkan aku ne.?” Pinta Luhan dan mengelus punggung Taeyeon.

“Tenang saja oppa. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu.” Jawab Luhan dan membalas memeluk leher Luhan.

“Tak cukup hanya berjanji, kau juga harus membuktikannya.”

“Ne, aku akan msmbuktikannya.”

Taeyeon melepas pelukan Luhan dan menatap namjanya dengan lembut.

“Kajja pulang. Hari semakin sore.” Ajak Luhan dan menggenggam tangan Taeyeon.

Taeyeon mengangguk. Keduanya kini berjalan meninggalkan koridor. Namun tiba-tiba hujan turun dan membuat keduanya kembali untuk berteduh.

“Ahh, bagaimana bisa hujan. Sebaiknya kita duduk dulu.” Ucap Luhan.

Kini keduanya sudah duduk dikursi yang berada di koridor. Taeyeon menggosok-gosokkan tangannya agar tak merasa terlalu dingin.

“Aish, dingin sekali.” Keluh Taeyeon.

Luhan yang mendengar itu segera menatap Taeyeon yang duduk disampingnya. Dengan inisiatif nya sendiri, Luhan melepas jaket yang sedari tadi digunakan dan memakaikan pada Taeyeon. Jaket tersebut terlihat sangat kebesaran jika Taeyeon yang menggunakannya.

“Masih dingin.?”

“Tidak terlalu.”

Luhan tersenyum, kemudian dirinya kembali mendekap tubuh Taeyeon dengan begitu erat.

“Sabar ne, mungkin sebentar lagi hujannya akan berhenti.”

Taeyeon mengangguk dan menenggelamkan wajahnya pada dada Luhan. Gadis itu sebenarnya tidak mengerti dengan sikap Luhan. Tadi terlihat seperti orang kesetanan, tetapi sekarang bersikap sangat manis. Tapi memang begitulah Luhan dan Taeyeon sudah faham dengan hal tersebut.

****

Koridor tersebut kini sudah mulai banyak dilalui para karyawan mengingat sekarang sudah masuk jam makan siang.

Tak terkecuali bagi Luhan dan Taeyeon. Keduanya kini berjalan bersama untuk makan siang.

“Kita makan dimana.?” Tanya Luhan dan menghentikan langkahnya.

“Taman belakang.” Jawab Taeyeon dan ikut menghentikan langkahnya kemudian menatap Luhan.

“Sejak kapan di taman belakang ada restaurant.?”

“Bukan restaurant.”

“Lalu.?”

“Tadaa..”

Taeyeon mengeluarkan bekal yang sedari tadi disembunyikan dibelakang punggung nya.

“Kau bawa bekal.?”

“Hmm.. Aku bosan jika terus makan di restaurant. Lagipula, bukankah lebih sehat jika membawa bekal sendiri.?”

“Tentu saja. Kajja, aku sudah tak sabar memakan bekal yang kau bawa.”

Kemudian keduanya kembali berjalan bersama menuju taman belakang.

Luhan kemudian duduk disebuah kursi bercat putih yang berada dibawah pohon yang rindang. Diikuti Taeyeon yang kini juga duduk disamping Luhan.

Taeyeon segera membuka rantang nya dan membagi bekal yang dibawanya pada Luhan.

“Cha, makanlah. Oppa terlihat semakin kurus belakangan ini.”

“Gomawo.”

Kemudian keduanya mulai menikmati makan siang mereka. Sesekali keduanya saling menyuapi dan tertawa setelahnya.

“Masakanmu semakin enak saja. Sering-seringlah bawa bekal seperti ini.”

“Oppa menyukainya.? Baiklah, aku akan sesering mungkin membawakan bekal untukmu.”

Keduanya kembali melahap makanannya hingga tak terasa makanan tersebut sudah habis.

Taeyeon kini tengah membereskan rantangnya setelah mereka menghabiskan makan siangnya.

Luhan bersender pada kepala kursi dan diikuti oleh Taeyeon.

“Masih 30 menit lagi.”

Taeyeon kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan. Ya, jam masuk masih sekitar 30 menit.

“Oppa.?”

“Hmm.” Jawab Luhan dan menolehkan kepalanya pada Taeyeon.

“Aku ingin bicara, tapi jangan marah ne.?”

“Jika itu mengenai Daehyun, maka oppa akan marah.”

Skakmat.

Sepertinya Luhan tau jika Taeyeon ingin membicarakan tentang Daehyun. Taeyeon hanya menundukkan kepalanya kecewa. Sepertinya sangat sulit untuk meminta izin pada Luhan agar dirinya bisa pergi dengan Daehyun. Taeyeon sempat berpikir untuk pergi dengan Daehyun tanpa meminta izin dari Luhan. Tetapi pemikiran tersebut segera dibuangnya jauh-jauh mengingat Luhan memiliki banyak mata untuk mengawasi dirinya. Dan jika Luhan mengetahui dirinya pergi dengan Daehyun tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, bisa dipastikan Luhan akan membabi buta setelahnya. Berlebihan bukan.?

Luhan hanya tersenyum kecut melihat ekspresi Taeyeon seperti ini. Dirinya sudah mengetahui jika Taeyeon berbicara ‘jangan marah’ bisa dipastikan Daehyun-lah yang akan menjadi topik pembicaraan. Sebenarnya Luhan tak suka jika Taeyeon membicarakan Daehyun. Tetapi jika melihat raut kecewa Taeyeon seperti ini, dirinya jadi merasa tak tega.

“Baiklah, oppa tak akan marah. Katakan!!”

“Janji.?” Tanya Taeyeon dan diangguki oleh Luhan.

“Nanti sepulang kerja aku akan pergi dengan Daehyun oppa untuk mencari hadiah.”

“Lalu.?” Tanya Luhan karena Taeyeon terlihat menggantung kalimatnya.

“Apa oppa mengizinkan.?”

“Tidak.”

“Wae.?”

“Kau bertanya mengapa.? Seharusnya kau tau jika aku tak suka kau berdekatan dengan namja lain terutama Daehyun. Kau bisa mencari hadiah sendiri tanpa bersama Daehyun.” Jelas Luhan dengan suara tegas.

“Ayolah oppa, aku sudah berjanji dengannya. Tenang saja aku tak akan berpaling, dia hanya sunbae ku saat sekolah dulu.”

“Dan mantan kekasihnya. Benar.?” Sambung Luhan cepat.

“Oppa, kumohon kali ini saja.” Taeyeon memelas sambil menggesekkan kepalanya dengan bahu Luhan.

Luhan semakin tak tega jika Taeyeon seperti ini. Mungkin dirinya memang harus mengalah dan percaya pada Taeyeon untuk kali ini.

“Huftt.. baiklah, untuk kali ini saja kau ku izinkan.” Pasrah Luhan pada akhirnya.

“Jinjja.?”

“Hmm..”

“Gomawo oppa. Saranghae!!” Ucap Taeyeon dan mengecup pipi kanan Luhan.

Luhan tersenyum manis saat merasakan bibir Taeyeon mengenai permukaan pipinya. Kemudian Luhan memalingkan wajahnya pada Taeyeon dan membalas mengecup bibir gadisnya.

“Nado.”

****

Suara deru motor milik Daehyun, terdengar berhenti didepan kantor Taeyeon bekerja. Dan tepat setelah Daehyun melepas helm dan menstandard motornya, Taeyeon terlihat keluar dengan nafas yang sedikit terengah. Melihat hal tersebut, Daehyun turun dari motor ducati hitamnya dan mendekati Taeyeon.

“Wae.? Kau seperti habis berlari. Apa kekasihmu yang over protective itu tak mengizinkanmu pergi denganku.?” Tanya Daehyun dan tersenyum sinis.

“Yak oppa, dia sudah mengizinkanku.”

“Tumben sekali. Apa ada yang salah dengan otaknya.”

“Hey, dia baik-baik saja.”

“Wow, wow, kau membelanya.?” Tanya Daehyun dan memeluk leher Taeyeon. Sebenarnya bukan memeluk, tetapi lebih terkesan ingin mencekik Taeyeon.

“Yakk, aku tak bisa bernafas oppa. Cepat lepaskan!!” Ucap Taeyeon dan memukul lengan Daehyun yang berada dilehernya.

“Baiklah.”

Taeyeon mendengus kesal dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat ulah Daehyun. Sementara Daehyun, namja itu kini hanya tersenyum melihat tingkah Taeyeon dan mengelus puncak kepala yeoja yang sudah dianggap adiknya sendiri tersebut.

“Kita jadi berangkat tidak.?”

“Tentu saja, kajja.” Ucap Daehyun dan mulai menaiki motornya.

Taeyeon hanya menatap ngeri pada motor Daehyun.

“Kau yakin kita menggunakan motor.?”

“Tentu saja, kurasa sore ini akan sangat menyenangkan jika kita mengunakan motor.”

“Kau tidak melihat penampilanku.?”

Daehyun kemudian memperhatikan penampilan Taeyeon. Benar saja, Taeyeon kini menggunakan rok sebatas lutut saja. Dan sangat menyusahkan jika mereka harus menggunakan motor.

Daehyun tersenyum dan kemudian kembali turun dari motornya. Namja itu kini melepas jaket yang digunakan dan mengikatnya pada pinggang Taeyeon. Dan yang lebih mengejutkan adalah Daehyun yang mengangkat tubuh Taeyeon hingga yeoja itu kini sudah berada diatas motornya. Setelah itu, Daehyun juga memakaikan helm untuk Taeyeon.

“Otte.?”

“Tapi kau bisa masuk angin oppa.”

“Gwenchana. Berpegangan!!” Perintah Daehyun setelah dirinya kembali menaiki motornya. Taeyeon hanya menurut dan berpegangan dengan memeluk pinggang Daehyun. Dan tak lama setelah itu, motor tersebut sudah meninggalkan depan kantor Taeyeon bekerja

Sementara didalam, Luhan menatap marah pada pemandangan luar yang terlihat dari jendela yang berada diruang kerjanya. Luhan benar-benar tak suka jika Taeyeon didekati Daehyun.

Luhan kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menghubungi seseorang.

“Yobboseyo.”

{…}

“Ne, kumau kau mengikuti dan mengawasi mereka.”

{…}

“Ne, gamsahamnida.”

****

Motor Daehyun kini sudah terparkir disebuah mall besar yang berada di pusat kota. Dengan perlahan, Taeyeon turun dari motor tersebut dan melepas helm yang tadi dipakaikan oleh Daehyun. Daehyun pun juga mulai turun dan melepas helm nya.

Taeyeon membuka jaket Daehyun yang berada dipinggangnya kemudian disampirkan pada bahu Daehyun.

“Gomawo.”

“Cheonma. Kajja masuk.” Ajak Daehyun dan menarik halus pergelangan tangan Taeyeon.

“Kau ingin membelikan apa.?” Tanya Taeyeon saat sudah memasuki mall tersebut.

“Mungkin tas. Kau.?”

“Kurasa pakaian. Sebenarnya aku ingin membelikan sepatu, tetapi aku tak tau ahjumma suka model sepatu yang seperti apa.”

“Baiklah, kita cari tas dulu baru setelah itu cari pakaian. Otte.?” Tawar Daehyun.

“Hmm.. kajja.”

Kini keduanya menuju tempat tas, mereka sama-sama memilih tas yang sekiranya cocok. Daehyun juga sering meminta pendapat pada Taeyeon apakah tas yang dipilihnya cocok dengan sang eomma. Keduanya pun tertawa saat Daehyun membuat lelucon dengan memilihkan tas untuk anak sekolah dasar. Namun keduanya seperti tak sadar jika ada yang mengawasi dan mengabadikan moment keduanya.

Setelah memilih tas yang cocok dan membayarnya, keduanya kemudian meninggalkan area tas tersebut.

“Sekarang kita cari pakaian.” Ucap Taeyeon dan berniat menarik tangan Daehyun. Namun Daehyun segera mencegahnya.

“Chakaman, kau pergi sendiri ketempat pakaian disebelah sana ne. Aku ingin kesuatu tempat terlebih dahulu.”

“Kau tak berniat meninggalkanku kan.?” Curiga Taeyeon dengan sebelah alis terangkat.

“Tidak, gadis kecil. Aku akan segera kembali setelah urusanku selesai.”

“Baiklah, pria besar.”

Mendengar jawaban Taeyeon, Daehyun hanya tersenyum dan kemudian berlalu dari hadapan Taeyeon.

“Cih, dasar.”

Taeyeon kemudian melangkahkan kakinya menuju area pakaian yang tadi ditunjuk oleh Daehyun.

Setelah sampai didalam Taeyeon segera mencari pakaian yang akan di hadiahkan pada Jung ahjumma. Taeyeon tau jika eomma Daehyun suka dengan pakaian ‘American Style’ dan kebetulan disini terdapat banya pakaian Amerika.

Karena disini terlalu banyak pilihan, Taeyeon harus dibuat bingung karena nya, ditambah lagi Daehyun yang belum kembali sejak tadi. Dan dengat terpaksa, Taeyeon harus memilih sendiri pakaiannya.

Setelah mendapat pakaian yang cocok, Taeyeon segera membayar dan keluar dari area tersebut. Tepat saat Taeyeon keluar dari area tersebut, Daehyun menghampirinya dengan langkah cepat.

“Kau sudah selesai.?” Tanya Daehyun dengan wajah innocent nya.

“Sudah, dan tanpa bantuan darimu.” Jawab Taeyeon ketus.

“Ahaha, mian. Tadi harus sedikit antri.?”

“Antri.? Memang oppa darimana.?”

“Bukan apa-apa. Kajja pulang.” Jawab Daehyun dan merangkul Taeyeon yang tengah menampilkan wajah bingung nya.

Saat sampai diparkiran, Daehyun melakukan hal yang sama seperti saat berangkat tadi. Mengikatkan jaket pada pinggang Taeyeon, mengangkat gadis itu dan memakaikan helm.

“Aku bisa memakainya sendiri oppa.” Protes Taeyeon karena merasa diperlakukan seperti anak kecil.

“Aku ingin melakukannya Taeng. Pegang.” Ucap Daehyun dan memberikan dua bungkusan yang sedari tadi dibawanya pada Taeyeon.

Kemudian namja itu merogoh saku celananya dan kini tampaklah sebuah jam tangan casio berwarna silver. Daehyun segera memakaikan jam tersebut pada pergelangan tangan kiri Taeyeon. Dan lagi-lagi mereka tak sadar bahwa ada seseorang yang mengabadikan moment mereka.

“Kau memberikannya untukku.? Untuk apa.?”

Daehyun tersenyum menanggapi pertanyaan Taeyeon. Tangan namja itu terangkat untuk menaikan kaca helm yang telah menutupi wajah Taeyeon.

“Sebagai tanda terimakasih.”

“Tidak perlu sampai seperti ini, aku hanya menemanimu saja.”

“Sudahlah, pakai ne. Aku akan sangat sedih jika kau tak memakainya.”

“Aku akan memakainya. Jadi oppa, apa kau pergi tadi untuk membeli ini.?”

“Tentu saja, kau fikir untuk apa.?” Jawab Daehyun kemudian memakai helm nya dan segera menaiki motornya.

Taeyeon tersenyum kemudian melingkarkan tangannya pada pinggang Daehyun.

“Gomawo.”

Daehyun hanya tersenyum kemudian segera menjalankan motornya meninggalkan area parkir tersebut karena hari yang mulai beranjak malam.

****

Ketukan heels dan lantai begitu menggema dikoridor yang sedang dilewati Taeyeon. Ya, Taeyeon baru saja sampai di apartemen nya. Gadis itu memang memilih tinggal sendiri di apartemen daripada tinggal dengan kedua orang tuanya. Alasannya simple, Taeyeon ingin belajar hidup mandiri.

Taeyeon menekan digit angka yang terdapat disisi kanan pintu masuk apartemen nya. Setelah terbuka gadis itu masuk dan kembali menutup pintunya.

Saat dirinya masuk, Taeyeon mendapati Luhan tengah duduk santai di sofa yang berada diruang tengahnya.

“Baru pulang.?” Tanya Luhan dengan nada dingin.

“Hmm..” Gumam Taeyeon sambil meletakkan heels nya di rak sepatu.

Gadis itu sepertinya tidak sadar jika Luhan berada di apartemen nya. Namun tak lama setelahnya, Taeyeon membulatkan matanya saat menyadari Luhan berada disana.

“OPPA.?”

“Wae.?”

“Bagaimana kau bisa disini.?” Tanya Taeyeon dan mendekati Luhan hingga dirinya kini berada dihadapan namja nya.

“Aku hanya ingin mengunjungi apartemen kekasihku. Apa itu salah.?” Tanya Luhan dan menarik tangan Taeyeon agar duduk disampingnya.

“Aniya. Bagaimana kau bisa masuk.?”

“Bukankah aku mengetahui password nya.?”

“Oh, aku lupa.” Jawab Taeyeon dan menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa.

Luhan kemudian meraih tangan kiri Taeyeon dan menemukan sesuatu yang melingkar disana.

“Bukankah kau tidak memiliki jam seperti ini. Apa Daehyun yang memberikannya tadi.?”

“Bagaimana oppa bisa tau.?” Tanya Taeyeon balik dan kembali menegakkan tubuhnya.

“Tentu saja aku tau.” Jawab Luhan acuh.

“Aku sangat menyukai jam ini, terlihat sangat elegant. Ternyata Daehyun oppa memiliki selera yang tinggi.” Ucap Taeyeon tak sadar mampu membangkitkan amarah Luhan.

“Hey, aku bisa membelikan lebih bagus dan lebih banyak dari yang Daehyun berikan padamu.”

“Apa kau cemburu lagi.?” Tanya Taeyeon polos.

Luhan hanya mendengus kesal kemudian menatap lurus kedepan tanpa memperdulikan pertanyaan Taeyeon.

“Hahaha, kau benar-benar cemburu. Kau sangat lucu oppa.” Ucap Taeyeon sambil mencubit pipi Luhan.

“Ini bukan pertama kali nya aku cemburu Taeyeon.” Tegas Luhan.

“Tapi wajahmu kali ini sangat menggemaskan oppa. Kau terlihat seperti sedang merajuk.” Ucap Taeyeon dan kembali mencubit pipi Luhan.

Melihat Taeyeon tertawa seperti ini, membuat Luhan juga ikut tertawa. Namja itu sepertinya melupakan niatnya yang ingin memarahi Taeyeon.

“Kau ingin ku hukum eo.?”

“Kau fikir kita sedang sekolah.? Mengapa harus dihukum.” Tanya Taeyeon dan menurunkan tangannya dari pipi tirus Luhan.

“Karena kau sudah menertawai dan mencubit pipiku. Jadi, rasakan ini.” Ucap Luhan kemudian menggelitiki perut Taeyeon.

“Ahaha… oppa.. gelii.. hentikhann..” Ucap Taeyeon susah payah.

Luhan menghentikan aksinya dan kembali bersikap seperti biasa.

“Hahh.. kau membuatku lelah.” Ucap Taeyeon dan kembali menyandarkan tubuhnya pada kepala sofa.

“Kau lelah.?”

“Hmm..”

Luhan mengalihkan tatapannya pada Taeyeon. Kemudian, terlihatlah sebuah seringai diwajahnya.

“Bukankah hari ini aku sudah berbaik hati padamu.?”

Mendengar pertanyaan Luhan, Taeyeon kembali membuka matanya dan membalas tatapan Luhan.

“Huh.?” Dengus Taeyeon karena tak mengerti arah pembicaraan Luhan.

“Aku sudah berbaik hati dengan mengizinkanmu pergi bersama Daehyun.”

“Ah ne, kau benar-benar baik oppa.” Jawab Taeyeon setelah mengerti arah pembicaraan Luhan.

“Sebagai tanda terimakasih, kau harus melakukan sesuatu denganku.?”

“Denganmu.? Bukan pada mu.?”

Taeyeon bingung dengan ucapan Luhan. Seharusnya namja itu mengucapkan ‘melakukan sesuatu padaku’ bukan ‘melakukan sesuatu denganku’

Luhan tersenyum menanggapi reaksi Taeyeon. Luhan kemudian mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu pada Taeyeon.

“Kajja kita bermain dan ber-olahraga malam ini.” Bisik Luhan dengan nada rendah dan membuat Taeyeon bergidik.

Taeyeon menegang saat mendengar ucapan Luhan. Yeoja itu mengerti ucapan dari namja nya barusan. Mengingat Luhan yang menyimpan sifat pervert dibalik wajahnya yang terkesan childis.

“A..aku akan ganti baju. Oppa bisa pulang, ini sudah malam.” Ucap Taeyeon kemudian bangkit dari sofanya.

Saat Taeyeon ingin melangkah, Luhan tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya dan membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Luhan.

“Kita akan melakukannya.” Ucap Luhan dan diiringi dengan seringaiannya.

Luhan segera mencium bibir Taeyeon. Mulai menghisap, mengulum dan menggigit kecil bibir Taeyeon. Bibir gadisnya yang berwana merah dan juga lembab itu seolah mengundang Luhan untuk melumatnya.

Tangan kanan Luhan kini mulai menekan tengkuk Taeyeon untuk memperdalan ciumannya, sementara tangan kirinya kini memeluk pinggang ramping Taeyeon. Luhan kini juga semakin memainkan bibir Taeyeon dengan sedikit kasar, tek perduli jika bibir gadisnya kini telah mengeluarkan sedikit darah.

“Eunghh..”

Lenguhan Taeyeon disela ciuman mereka kini membuat Luhan tak bisa lagi menahan nafsunya. Dengan bibir yang masih bertautan, Luhan membawa Taeyeon menuju kamar yeoja nya. Saat sampai kamar Taeyeon, Luhan menutup pintu dengan kaki kanannya karena kedua tangannya masih setia berada di tengkuk dan pinggang Taeyeon. Dan Taeyeon sendiri tidak menolak semua yang Luhan lakukan padanya. Terbukti dari tangan gadis itu yang melingkar pada leher Luhan sejak ciuman panas mereka dimulai.

Langkah Luhan tak sampai disitu, namja tersebut kini membawa Taeyeon untuk tertidur diranjang dengan dirinya yang berada diatas tubuh Taeyeon. Tangan Luhan kini mulai bergerilya dibalik kemeja kerja Taeyeon untuk mengelus perut ratanya.

Namun semua itu tak berlangsung lama. Taeyeon memukul-mukul dada Luhan karena merasa kehabisan nafa. Bagaimana tidak.? Luhan sedari tadi menciumi bibirnya dengan rakus seolah tak ada hari esok untuk berciuman.

Dengan sangat terpaksa, Luhan melepas tautan bibirnya dengan Taeyeon dan memandangi yeoja nya yang tengah mengatur nafas sama seperti dirinya.

“Kita lakukan sekarang ne.” Ucap Luhan dengan seringai yang semakin lebar.

Taeyeon hanya mengangguk pelan dengan wajah yang merona. Melihat tanggapan Taeyeon, Luhan kemudian menanggalkan semua pakaiannya dan juga pakaian Taeyeon.

-TBC-

Aduh ini ff apa.? Sebenarnya ini ff pengganti My Sexy Girl (Kai Ver), karena sampai sekarang aku belum dapet feel buat ngelanjutin tuh ff.

Dan disini aku bawa Luhan dan Daehyun. Gak tau kenapa, akhir-akhir ini aku jadi tergila-gila ama Daehyun *curhat* /abaikan.

Udah, itu aja. Jangan lupa comment reader. Aku udah nulis sepanjang ini, masa kalian gak mau cuma sekedar ngasih sekata dua kata.? Comment dari kalian aku tunggu.

See you^^

Advertisements

86 comments on “[FREELANCE] Don’t Touch Her!! (Chapter 1)

  1. Omoo omoo !! Suka banget ma karakter luhan di sini yang cemburuan hihii .. Taeng pasrah banget ma luhan wkkwkwkwk … Lanjut , thor ! Hehe

  2. luhan mesum bnget yet-,- hahahahaha
    di tunggu chapter 2nya, msih ada lnjutan adegan ranjang apa ga nih thor? dikit2(?) jga ga apa2 ko’ hahahahaha
    kpan2 bisa dong buat couple ksygan aku baekyeon-,-
    tp klw ga bisa jga ga apa2 sih
    di tnggu chapter slanjutnyaaaaaaaaaaa

  3. Daebakķk eomo author kereeen bgt nih ff LUTAE♥ pokoknya next chap keep writing and FIGHTING!!!!

  4. luhan??? di apain taeng eonie???? (l _ l)’ [tutupmata]

    di tunggu 2st chapternya

    geleng” kepala liat luhan. adoooh pusing pala berbi ^^

  5. Daebak thornim,,, luhan oppa cemburuan dan pervert banget ya,,, tae eonni pasrah aja tuh sama luhan oppa,,, nama nya juga suka sama suka… 😀
    Next chapter ditunggu thornim… 🙂
    Fighting… 😉

  6. Yah yg kai ver blm keluar, malah yg luhan ver dilanjut /? Eh salah ya wk
    Duh luhan tahan knp sih /?
    Ciee daehyun mah kode tuh /?
    Nice story thoor, next chapt ditunggu yaaaa

  7. Lanjuuuut, tanggung banget soalnya author!!
    Oh iya, sedikit koreksi pas luhan sama taeyeon makan siang. Di situ ada kata ‘rantang’ saya kira itu kurang cocok..bisa diganti dg kata ‘tumblr’ atau ‘kotak bekal’. Gitu aja ya..terima atau tidak saya serahkan pada author.
    Semangat!!

  8. Waaa LUTAEE💕💕. Luhan pervert yaa, luhan cemburuan juga cielahh . daehyun :v . aahhh enaknya kalo punya pacar kek luhan tapi over . ditunggu next chapternya thorrr. Hwaitingggg😘💕

  9. Jadi Daehyun jadi pihak ke3 yah..haha
    Luhan terlalu over protektif deh.. biarin Taeyeon eonni diberi kebebasan yah #apasih next chap thorr 🙂

  10. wah wahh LuTae lagi keren banget thor ..
    ahaha paling suka deh kalo taeyeon sama luhan tuh dipasangin lanjutkan ya thor next chapter soon jangan lama-lama hhe

  11. omo omo di pas terakhir luhan pervet
    taeng kau ini pasrah saja dengan kelakuan oppa lulu is is is #iya sih siapa juga yg gak mau digitun ama cowok seganteng n seimut lul#
    ok lanjut ke twoshoot y dehh
    fightinggg

  12. Keren thor
    omo suka bgt karakter luhan oppa yg protektiv,cemburuya.tae unni jga polos bgt hehe
    newt thor

  13. Kyaaaaaa itu luhan pervert bangeeeeeeeeet tapi nanggung itu malah ada tbc pas bagian mereka..*ekhem* 😀
    Semoga luhan ga cemburu lg sama daehyun deh tapi.. tapi.. itu daehyyn sbenernya masih suka sama taeng atau engga sihh??
    Ffnya daebak bingits thor, ditunggu kelanjutannya yaaaaaaaa ❤

  14. aishh.. twoshot. Chapter selanjutnya isinya apaan nih? -_-
    Password kah? atau engga?
    hmm, Luhan ih xD
    Okelah, ditunggu kelanjutannya. Fighting yoo~

  15. Ya ampun luhan, over protective bgtttttttt. Ckckkck
    Bagus, bagus. Next thor
    Kalau pairingnya sma kai pasti sesuatu bgt. Hahhaha

  16. annyeong author^^ sorry for late comment keke. disini lu-ge pecemburu bgt ya? dan errr….sedikit pervert(?) atau mmang pervert? kekeke. hah ditunggu sajalah next chapternya FIGHTING

  17. Omooo, lutae lagi ngapain O_o *pura pura polos. Ahh.. Daebak, Thornim aku suka banget ffnya, cepet update ya thor hehehe.. Keep writing and fightaeng !! ^^

  18. duhhh…..
    ada daehyun ♥♥♥♥ seneng dech pas baca kalo ada daehyun nya. waahhh wahhh… Luge pervert banget Taeng eonni main nurut aja lagi. ditunggu kelanjutannya yaaaaaaaaaaaa luv luv luv ♥ LuTae ♥

  19. Wah!! Daebak!! Baru dateng ke blog ini lagi eh udh disuguhin ff yang AMAZING hehe 😀 next nya jgn lama” ya yg disini selalu menunggumu hehe
    Fightaeng!!

  20. hahaha luhan cemburuan nih yeee hohohoh…
    aigoo…luhan pervert ‘-‘ ga papalah hohoh
    kepo lanjutanya mangat thoorrr^^

  21. Pingback: [FREELANCE] Don’t Touch Her!! (Twoshot/END) | All The Stories Is Taeyeon's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s